TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG

advertisement
TINGKAT PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG TABLET FE DI BPS
SULASTRI WONOLOPO TASIKMADU KARANGANYAR
Ana Wigunantiningsih
Dosen AKBID Mitra Husada Karanganyar
Jl Achmad Yani No.167. Papahan, Tasikmadu, Karanganyar
Email : [email protected]
ABSTRAK
Hasil Rikesdas tahun 2007 menunjukkan angka kejadian anemia sebesar 24,5%.
Tahun 2009 di kabupaten Karanganyar ibu hamil yang tidak mendapatkan tablet Fe
sebanyak 610 orang (4,3%). Anemia dalam kehamilan dapat berpengaruh buruk
terutama saat kehamilan, persalinan dan nifas. Studi pendahuluan wawancara pada
bulan Maret 2010 di BPS Sulastri Wonolopo Tasikmadu Karanganyar dari 10 orang
ibu hamil 7 orang (70%) yang mengetahui tentang tablet zat besi dan sisanya 3 orang
(30%) belum mengetahui tentang tablet zat besi. Penelitian bertujuan untuk
mengetahui tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe di BPS Sulastri
Wonolopo Tasikmadu Karanganyar.
Jenis penelitian yang digunakan adalah observasional deskriptif pendekatan
cross sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah accidental sampling.
Instrument berupa kuesioner tertutup yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya.
Subjek penelitian yaitu ibu hamil yang memeriksakan kehamilannya di BPS Sulastri
Wonolopo Tasikmadu Karanganyar, pada bulan Mei-Juni sejumlah 54 orang, dengan
teknik analisa data secara univariat.
Hasil penelitian didapatkan tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe
secara umum pada kategori cukup sejumlah 29 responden (53,7%) dan paling sedikit
pada kategori kurang sejumlah 10 responden (18,5%).
Simpulan dari penelitian ini adalah tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet
Fe secara umum termasuk dalam kategori cukup sejumlah 29 responden (53,7%).
Kata Kunci : Tingkat Pengetahuan, Tablet Fe
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
48
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Data statistik World Health
Organization
(WHO) tercatat angka
kematian ibu dalam kehamilan dan
persalinan di dunia mencapai 515.000
jiwa setiap tahun (WHO, 2008). Hasil
Survey Demografi dan Kesehatan
Indonesia (SDKI) tahun 2007 diperoleh
Angka Kematian Ibu (AKI) di Indonesia
228/100.000 Kelahiran Hidup (KH)
(Depkes RI, 2010).
Berdasarkan laporan dari provinsi
tahun 2009, cakupan pemberian tablet
tambah darah (Fe3) pada ibu hamil pada
tahun 2009 rata-rata nasional 68,5%.
Beberapa propinsi seperti provinsi Bali,
Lampung dan NTB, mempunyai cakupan
diatas 80%, sementara provinsi Papua
Barat, Papua dan Sulawesi Tengah
cakupannya dibawah 40%. Sedangkan
hasil Rikesdas tahun 2007 menunjukkan
angka kejadian anemia sebesar 24,5%.
Hal ini dikarenakan belum optimalnya
koordinasi dengan lintas program terkait
khusunya mengenai antenatal care
(ANC) (Litbangkes, 2010).
Angka Kematian Ibu (AKI) di
Kabupaten Karanganyar masih cukup
tinggi mencapai 64,9/100.000 Kelahiran
Hidup (KH) selama tahun 2009, angka
ini cenderung mengalami penurunan
dibanding
tahun
2008
sebesar
107,35/100.000 KH (Dinkes Kabupaten
Karanganyar, 2010).
Tahun
2009
di
kabupaten
Karanganyar terdapat 14.185 orang ibu
hamil sedangkan ibu hamil yang
mendapatkan Fe sebanyak 13.575 orang
atau sebanyak 95,7%, dan yang tidak
mendapatkan tablet Fe sebanyak 610
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
orang atau sebanyak 4,3% (Dinkes
Kabupaten Karanganyar, 2010).
Anemia pada ibu hamil adalah
kekurangan zat besi, infeksi, kekurangan
asam folat dan kelainan hemoglobin.
Anemia dalam kehamilan adalah suatu
kondisi ibu dengan kadar nilai
hemoglobin di bawah 11 gr% pada
trimester satu dan tiga, atau kadar nilai
hemoglobin kurang dari 10,5 gr% pada
trimester dua (Mardliyanti, 2005).
Anemia dalam kehamilan dapat
berpengaruh buruk terutama saat
kehamilan,
persalinan
dan
nifas.
Pengaruh anemia saat kehamilan dapat
berupa abortus, persalinan kurang bulan,
ketuban pecah dini ( KPD ) (Suheimi,
2009). Pada masa nifa anemia dapat
menyebabkan terjadinya perdarahan post
partum, infeksi, bahkan kematian jika
tidak
tertangani
dengan
baik.
Kekurangan asupan zat besi di akibatkan
karena asupan makanan, gangguan
penyerapan, peningkatan kebutuhan zat
besi atau karena terlampau banyaknya zat
besi yang keluar dari tubuh, misalnya
pada perdarahan. Wanita hamil butuh zat
besi sekitar 60 mg perhari atau 2 x lipat
kebutuhan kondisi tidak hamil (Suheimi,
2009).
Peran bidan sangat penting
kususnya untuk menurunkan angka
kematian ibu hamil dan bersalin yang
saat ini masih cukup tinggi. Promosi
kesehatan tentang tablet Fe terhadap ibu
hamil untuk mencegah terjadinya
anemia, perdarahan saat bersalin dan
pascasalin. Salah satunya dengan cara
melakukan konseling tentang pengertian,
manfaat, efek sampang, kebutuhan, cara
minum, waktu minum, bahan yang
mengandung Fe, yang membantu dan
49
menghambat penyerapan Fe, dan
pengaruh kekurangan Fe.
Berdasarkan data yang ada di
Puskesmas Tasikmadu Karanganyar
terdapat ibu hamil sebanyak 890 yang
mendapat tablet Fe sebanyak 883
(99,2%) dan 7 orang (0,8 %) tidak
mendapat tablet Fe (Dinkes Kab
Karanganyar, 2010).
BPS Sulastri Wonolopo Tasikmadu
Karanganyar merupakan salah satu
tempat pelayanan kesehatan yang berada
di wilayah puskesmas Tasikmadu dengan
rata-rata kunjungan ibu hamil 25-30 per
bulan.
Berdasarkan data yang diperoleh
dari studi pendahuluan wawancara pada
bulan Maret
2010 di BPS Sulastri
Wonolopo Tasikmadu Karanganyar dari
10 orang ibu hamil yang diberi
pertanyaan tentang tablet zat besi hanya 7
orang (70%) yang mengetahui tentang
tablet zat besi dan sisanya 3 orang (30%)
belum mengetahui tentang tablet zat besi.
Berdasarkan data diatas maka Penulis
tertarik mengambil penelitian dengan
judul “Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil
Tentang Tablet Fe Di BPS Sulastri
Wonolopo Tasikmadu Karanganyar”.
BAHAN DAN METODE
A. Landasan Teori
1. pengetahuan
a. Pengertian pengetahuan
( Knowledge )
Pengetahuan merupakan hasil dari tahu
dan ini terjadi setelah orang melakukan
pengindraan terhadap sesuatu obyek
tertentu, pengindraan terjadi melalui
panca indra manusia yaitu indra
penglihatan, pendengaran, penciuman,
perasa dan peraba. Sebagian besar
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
pengetahuan manusia diperoleh dari mata
dan telinga (Notoatmodjo, 2007)
b. Cara Memperoleh Pengetahuan
Cara memperoleh pengetahuan ada 2,
yaitu:
1) Tradisional
Terdiri dari coba salah (trial dan error),
kekuasaan atau otoritas, berdasarkan
pengalaman pribadi, melalui jalan
pikiran. Cara coba salah dilakukan
dengan menggunakan kemungkinan
dalam memecahkan masalah dan apabila
kemungkinan tersebut tidak berhasil,
dicoba kemungkinan yang lain.
Cara kekuasaan atau otoritas yaitu orang
lain
menerima
pendapat
yang
dikemukakan
oleh
orang
yang
mempunyai otoritas, tanpa terlebih
dahulu menguji atau membuktikan
kebenarannya, baik berdasarkan fakta
empiris maupun berdasarkan penalaran
sendiri. Berdasarkan pengalaman pribadi
dilakukan dengan cara mengulang
kembali pengalaman yang diperoleh
dalam memecahkan masalah yang
dihadapi pada masa yang lalu, melalui
jalan pikiran dilakukan dengan cara
penalarannya
dalam
memperoleh
pengetahuannya (Notoatmodjo, 2010).
2) Modern
Cara baru atau cara modern dalam
memperoleh
pengetahuan
lebih
sistematis, logis dan alamiah. Cara ini
disebut “metode penelitian ilmiah” atau
lebih populer disebut metodologi
penelitian yaitu dengan mengembangkan
metode berfikir induktif. Mula-mula
mengadakan
pengamatan
langsung
terhadap
gejala-gejala
alam
atau
kemasyarakatan
kemudian
hasilnya
dikumpulkan
dan
diklasifikasikan,
akhirnya diambil kesimpulan umum.
50
(Notoatmodjo, 2010).
c. Tingkatan Pengetahuan
Pengetahuan yang mencangkup dalam
dominan
kognitif
mempunyai
6
tingkatan:
1. Tahu (know)
Diartikan sebagai mengingat suatu materi
yang telah dipelajari sebelumnya.
Termasuk ke dalam pengetahuan tingkat
ini adalah mengingat kembali (recall)
terhadap suatu yang spesifik dari seluruh
bahan yang dipelajari atau rangsangan
yang diterima.
2. Memahami (comprehension)
Yaitu suatu kemampuan menjelaskan
secara benar tentang obyek yang
diketahui, dan dapat menginterprestasi
materi tersebut secara benar.
Orang telah paham terhadap obyek atau
materi
harus
dapat
menjelaskan,
menyebutkan contoh, menyimpulkan,
meramalkan dan sebagainya terhadap
obyek yang akan diteliti.
3. Aplikasi (application)
Diartikan sebagai kemampuan untuk
menggunakan
materi
yang
telah
dipelajari pada situasi atau kondisi riel
(sebenarnya). Aplikasi disini data
diartikan
sebagai
aplikasi
atau
penggunaan
hukum-hukum, rumus,
metode, prinsip dan sebagainya dalam
konteks atau situasi yang lain.
4. Analisa (analisis)
Merupakan
suatu
kemampuan
untukmenjabarkan materi atau suatu
obyek kedalam komponen-komponen,
tetapi masih di dalam satu struktur
organisasi dan masih ada kaitannya satu
sama lain.
5. Sintesis (syntesis)
Yaitu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
suatu bentuk keseluruhan yang baru.
Dengan kata lain sintesis adalah suatu
kemampuan untuk menyusun formulasi
baru dari formulasi yang ada.
6. Evaluasi (evaluation)
Berkaitan
dengan
kemampuan
melakukan justifikasi atau penilaian
terhadap suatu materi atau objek.
Penilaian-penilaian ini didasarkan pada
suatu kinerja yang ditentukan sendiri atau
menggunakan kriteria-kriteria yang telah
ada (Notoatmodjo, 2007).
d. Faktor yang mempengaruhi
pengetahuan seseorang yaitu :
1) Pendidikan
Pendidikan merupakan usaha untuk
mengembangkan
kepribadian
dan
kemampuan di dalam dan di luar sekolah
yang berlangsung seumur hidup.
Pendidikan
mempengaruhi
proses
belajar, makin tinggi pendidikan
seseorang makin mudah orang tersebut
untuk menerima informasi. Dengan
pendidikan tinggi maka seseorang akan
cenderung untuk mendapatkan informasi,
baik dari orang lain maupun dari media
masa. Semakin banyak informasi yang
masuk semakin banyak pula pengetahuan
yang didapat.
2) Media Masa/Informasi
Informasi yang diperoleh baik dari
pendidikan formal maupun non formal
dapat memberikan pengaruh jangka
pendek (immediate impact) sehingga
menghasilkan
perubahan
atau
peningkatan pengetahuan.
3) Sosial Budaya dan Ekonomi
Kebiasaan dan tradisi yang dilakukan
orang-orang tanpa melalui penalaran
apakah yang dilakukan baik atau buruk.
Dengan demikian seseorang akan
bertambah pengetahuannya walaupun
51
tidak melakukan, yang diperlukan untuk
kegiatan tertentu, sehingga status sosial
ekonomi ini akan mempengaruhi
pengetahuan seseorang.
4) Lingkungan
Lingkungan adalah segala sesuatu yang
ada disekitar individu, baik lingkungan
fisik,
biologis
maupun
sosial.
Lingkungan berpengaruh terhadap proses
masuknya pengetahuan kedalam individu
yang berada dalam lingkungan tersebut.
Hal ini terjadi karena adanya interaksi
timbal balik ataupun tidak yang akan
direspon sebagai pengetahuan setiap
individu.
5) Pengalaman
Pengalaman sebagai sumber pengetahuan
adalah suatu cara untuk memperoleh
kebenaran pengetahuan dengan cara
mengulang kembali pengetahuan yang
diperoleh dalam memecahkan masalah
yang dihadapi masa lalu.
6) Usia
Usia mempengaruhi terhadap daya
tangkap dan pola pikir seseorang.
Semakin bertambah usia akan semakin
berkembang pula daya tangkap dan pola
pikirnya, sehingga pengetahuan yang
diperolehnya semakin membaik. Dua
sikap tradisional mengenal jalannya
perkembangan selama hidup.
a) Semakin tua semakin bijaksana,
semakin banyak informasi yang dijumpai
dan semakin banyak hal yang dikerjakan
sehingga menambah pengetahuan. Tidak
dapat mengajarkan kepandaian baru
kepada orang yang sudah tua karena
mengalami kemunduran baik fisik
maupun mental.
7) Minat
Minat sebagai suatu kecenderungan atau
keinginan yang tinggi terhadap sesuatu.
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
Minat menjadikan seseorang untuk
mencoba dan menekuni suatu hal,
sehingga
seorang
memperoleh
pengetahuan yang lebih mendalam
(Mubarak, 2010).
2. Kehamilan
a. Pengertian kehamilan
Kehamilan
adalah
suatu
proses
bertemunya sel sperma dan sel telur,
karena itulah seorang wanita menjadi
hamil (Thomson, 2008).
Kehamilan adalah pertumbuhan dan
perkembangan janin intra uterin,
mulai sejak konsepsi dan berakhir
sampai permulaan persalinan. Kehamilan
merupakan suatu proses yang alamiah
dan fisiologis. Setiap wanita yang
memiliki organ reproduksi sehat, yang
telah mengalami menstruasi, dan
melakukan hubungan seksual dengan
seorang pria yang organ reproduksinya
sehat sangat besar kemungkinannya akan
mengalami kehamilan (Mandriwati,
2009).
Masa kehamilan dimulai dari konsepsi
sampai lahirnya janin. Lamanya hamil
normal adalah 280 hari (40 minggu atau
9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama
haid terakhir. Kehamilan dibagi dalam 3
triwulan, yaitu triwulan pertama dimulai
dari konsepsi sampai 3 bulan, triwulan
kedua dari bulan keempat sampai 6
bulan, triwulan ketiga dari bulan ketujuh
sampai 9 bulan (Saifudin, 2006). Pada
trimester III kadar hemoglobin turun
sampai dibawah 11gr/dl. Kenaikan
volume darah selama kehamilan akan
meningkatkan kebutuhan Fe atau zat besi
(Sulistyoningsih, 2010).
Lamanya hamil normal adalah 280 hari
(40 minggu di hitung dari hari pertama
haid terakhir, kehamilan di bagi 3
52
triwulan pertama dimulai konsepsi
sampai 3 bulan, triwulan kedua dari
bulan keempat sampai 6 bulan, triwulan
ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan (
Dwi, 2010 ).
b. Pertumbuhan dan perkembangan hasil
konsepsi dalam kehamilan.
Setelah terjadinya pembuahan akibat
bersatunya sel telur denngan sel
spermatozoa, kemudian diikuti oleh
beberapa proses, pembelahan, dan
selanjutnya melakukan nidasi atau
implantasi, maka selanjutnya hasil
konsepsi mengalami pertumbuhan dan
pekembangan (Susilawati, 2009).
c. Pertumbuhan dan perkembangan
embrio
Pertumbuhan embrio bermula dari
lempeng embrional (embrional plat)
kemudian diferensiasi menjadi 3 usur
lapisan; ektodermal, mesodermal, dan
endodermal; ruang amnion akan tumbuh
pesat mendesak exocoeloma, sehingga
dinding ruang amnion mendekati korion;
mesoblas di ruang amnion dan mudigah
menjadi padat disebut body stalk yang
merupaka jembatan antara embrio dan
dinding trofoblas, yang kelak akan
menjadi tali pusat;
Tali pusat terdapat : jelly whayton:
jaringan lemak untuk melindungi
pembulu darah; 2 arteri umbilikalis, 1
vena umbilikalis (Prawirohardjo, 1999)
Kedua
arteri
dan
vena
ini
menghubungkan system kardiovaskular
janin
dengan
plasenta
sestem
kardiovaskular akan terbentuk pada
kehamilan minggu ke sepuluh.
Table 2,1 : Perkembangan ibu kehamilan
Umur
Keterangan
kehamilan
Minggu ke sperma
membuahi
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
0
Minggu
ke-4/
bulan ke-1
Minggu
ke-8/
bulan ke-2
Minggu
ke-12/
bulan ke-3
Minggu
ke-16/
bulan ke-4
Minggu
ke-20/
bulan ke-5
ovum kemudian hasil
konsepsi
membagi
menjadi dua, empat,
delapan,
setelah
menjadi morulla masuk
untuk menempel ± 11
hari setelah konsepsi.
dari embrio, bagian
tubuh pertana muncul
dalah : tulang belakang,
otak dan sraf, jantung,
sirkulasi darah dan
pencernaan terbentuk.
perkembangan embrio
lebih cepat, jantung
mulai memompa darah
embrio
berubah
menjadi janin, denyut
jantung janin dapat
dilihat
dengan
pemeriksaan
ultrasonografi (USG),
berbentuk
manusia,
gerakan
pertama
dimulai, jenis kelamin
sudah di tentukan,
ginjal
sudah
memproduksi urin.
system musculoskeletal
matamg, system saraf
terkontrol,pembuluh
darah
berkembang
cepat, denyut jantung
janin terdengar lewat
Dopler,
pancreas
memproduksi insulin.
vernik
melindungi
tubuh, lanugo menutupi
tubuh, janin membuat
jadwal untuk tidur,
menelan
dan
menendang.
53
krangka
berkembang masyarakat sebagai penyakit kurang
cepat,
perkembangan darah (Desi, 2009).
Zat besi adalah mineral yang di butuhkan
pernafasan di mulai.
untuk membentuk sel darah merah (
janin bernafas, menelan hemoglobin ). Selain itu, mineral ini juga
dan mengatur suhu, berperan kompomen untuk membentuk
surfactant
mulai mioglobin (protein yang membawa
membentuk di paru- oksigen ke otot), kolagen (protein yang
paru,
mata
mulai terdapat di tulang, tulang rawan dan
membuka dan menutup, jaringan penyambung), serta enzim
bentuk janin 2/3 bentuk (Pundiknas, 2003).
Zat besi penting untuk pembentukan
saat lahir
Minggu
lemak
colat hemoglobin. Untuk meningkatkan masa
ke-32/
berkembang pesat di hemoglobin, di perlukan zat besi sekitar
bulan ke-8 bawah kulit, mulai 500 mg ( termasuk simpanan ) karena
system
zat
besi, selama hamil volume darah meningkat
sampai 50 %. Pada saat melahirkan, ada
kalsium dan fosfor.
Minggu
seluruh
uterus
di zat besi yang hilang sebanyak 250 mg,
kegunakan bayi sehingga belum untuk janin dan plasenta
36/bulan
tidak bisa bergerak (Sibagariang, 2010).
ke-9
banyak, antibody ibu di b. Manfaat
transfer ke bayi untuk Tablet besi selama kehamilan sangat
mencapai
kekebalan penting karena dapat membantu proses
untuk 6 bulan pertama pembentukan sel darah merah sehingga
sampai
kekebalan dapat mencegah terjadinya anemia/
bekerja bayi bekerja penyakit kekurangan darah dalam tubuh
ibu hamil. (Ridwan, 2007).
sendiri.
Seorang wanita hamil memerlukan
Sumber: (Prawirohardjo, 1999).
banyak zat besi untuk memiliki cukup
d.
Tinggi fundus uteri
Menentukan umur kehamilan dilihat dari energi, mencegah perdarahan yang
Tinggi Fundus Uteri (TFU) menurut terlalu banyak saat melahirkan, dan
memastikan
bayi
tumbuh
dapat
spiegelberg:
membantuk
darah
yang
sehat
dan
3.
Zat besi
menyimpan zat besi untuk beberapa
a. Pengertian
Zat besi adalah salah satu unsur penting bulan pertama setelah lahir (Thomson,
dalam proses pembentukan sel darah 2008 ).
merah. Zat besi secara alamiah diperoleh Zat besi mengambil peran penting dalam
dari makanan. Kemampuan zat besi proses distribusi oksigen dalam darah
dalam makanan sehari hari secara tubuh manusia. Zat besi juga berfungsi
berkelanjutan
dapat
menimbulkan dalam proses produksi haemoglobin
penyakit anemia gizi atau yang dikenal (Henzprima, 2010).
c. Efek samping
Minggu
ke24/bulan
ke-6
Minggu
ke-28/
bulan ke-7
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
54
Pemberian
tablet
besi
ini
mempunyai efek samping seperti mual,
muntah, nyeri lambung, kadang diare
dan sulit buang air besar atau sembelit.
Agar tidak terjadi efek samping
dianjurkan untuk minum tablet besi atau
sirup besi setelah makan pada malam
hari. Setelah minum tablet zat besi atau
sirup zat besi biasanya kotoran (feses)
berwarna kehitaman (Ridwan, 2007).
d. Kebutuhan
Tablet zat besi diberikan pada ibu hamil
sebanyak satu tablet setiap hari berturutturut minimal selama 90 hari selama
masa
kehamilan.
Tablet
besi
mengandung 200 mg ferro sulfat setara
dengan 60 miligram besi elemental dan
0,25 mg asam folat ( Ridwan, 2007).
Kebutuhan zat besi pada wanita hamil
yaitu rata-rata mendekati 800 mg.
Kebutuhan ini terdiri dari, sekitar 300 mg
diperlukan untuk janin dan plasenta serta
500 mg lagi
digunakan untuk
meningkatkan
massa
haemoglobin
maternal. Kurang lebih 200 mg lebih
akan dieksresikan lewat usus, urin dan
kulit. Makanan ibu hamil setiap 100
kalori akan menghasilkan sekitar 8–10
mg zat besi. Perhitungan makan 3 kali
dengan 2500 kalori akan menghasilkan
sekitar 20–25 mg zat besi perhari.
Selama kehamilan dengan perhitungan
288 hari, ibu hamil akan menghasilkan
zat besi sebanyak 100 mg sehingga
kebutuhan zat besi masih kekurangan
untuk wanita hamil (Ningrum ,2009).
Pada wanita hamil dengan janin tunggal
kebutuhan zat besi sekitar 1000 mg
selama hamil atau sekitar 200-300%.
perkiraan besarnya zat besi yang perlu
ditimbun selama hamil 1040 mg. dari
jumlah itu, 200 mg zat besi tertahan oleh
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
tubuh ketika melahirkan dan 840 mg
sisanya hilang. Sebanyak 300 mg untuk
pembentukan plasenta, 450 mg untuk
menambah jumlah sel darah merah dan
200 mg hilang ketika melahirkan.
Kebutuhan zat besi pada trimester
pertama relatife lebih sedikit yaitu sekitar
0.8 mg per hari, tetapi pada trimester dua
dan trimester tiga meningkat menjadi 6,3
mg per hari. pembarian tablet zat besi
untuk pencegahan 1x1 perhari sedang
kan untuk pengobatan 3x1 perhari
(Wasnidar, 2007).
e. Waktu minum
Tablet besi sebaiknya diminum pada
malam hari setelah makan sebelum tidur
untuk mengurangi efek mual (Depkes
RI,2009).
Mengkonsumsi zat besi sebaiknya
dilakukan pada jeda makan dimana
lambung tidak banyak makanan. Pada
keadaan ini zat besi akan mudah diserap (
Warnidar, 2007).
f. Cara minum
Penyerapan zat besi bisa meningkat bila
ada zat asam dalam lambung. Cara
minum tablet zat besi sehingga
membantu penyerapan lebih baik
bersamaan dengan minum vitamin C, jus,
air jeruk atau minum bersamaan dengan
makan daging atau ikan sehingga
menstimulasi asam lambung (Depkes RI,
2009). Agar penyerapan zat besi lebih
baik, perlu adanya vitamin C yang
banyak terdapat pada jeruk, macam –
macam jus, brokoli, tomat atau minum
tablet besi dengan air putih, jangan
minum disertai dengan kopi, susu, teh
(Sibagariang, 2010).
g. Bahan makanan yang mangandung
Zat besi (Fe) terdapat dalam bahan
makanan hewani, kacang-kacangan, dan
55
sayuran berwarna hijau tua. Pemenuhan
Fe oleh tubuh memang sering dialami
sebab rendahnya tingkat penyerapan Fe
di dalam tubuh, terutama dari sumber Fe
nabati yang hanya diserap 1-2%.
Penyerapan Fe asal bahan makanan
hewani dapat mencapai 10-20%. Fe
bahan makanan hewani (heme) lebih
mudah diserap daripada Fe nabati (non
heme) (Henzprima, 2010).
Sumber makanan yang mengandung zat
besi berasal dari daging (khususnya
empela ati, ginjal dan daging organ
dalam lainnya), daging ayam (dan semua
jenis ungas dan burung ), belalang,
jangkrik dan laron, semua jenis telur,
buncis, kacang polong dan miju – miju,
bunga matahari, labu dan ketela, sayur
sayuran berdaun hijau gelap, sukunsukunan, ubi, ramba (Thomson, 2008).
h. Makanan
yang
membantu
penyerapan dan yang menghambat
Agar penyerapan zat besi lebih baik,
perlu adanya vitamin C yang banyak
terdapat pada jeruk, macam – macam jus,
brokoli, tomat (Sibagariang, 2010).
Keanekaragaman konsumsi makanan
sangat
penting dalam
membantu
meningkatkan penyerapan Fe di dalam
tubuh. Kehadiran protein hewani, vitamin
C, vitamin A, zink (Zn), asam folat, zat
gizi mikro lain dapat meningkatkan
penyerapan zat besi dalam tubuh.
Manfaat lain mengkonsumsi makanan
sumber zat besi adalah terpenuhinya
kecukupan vitamin A. Makanan sumber
zat besi umumnya merupakan sumber
vitamin A (Henzprima, 2010).
Kopi, teh, minuman berakohol, garam
kalsium, magnesium dan fitat dapat
mengikat
Fe sehingga mengurangi
jumlah serapan zat besi dalam tubuh (
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
Ningrum, 2009 ). Hindari minum dengan
air teh, kopi dan susu karena dapat
menganggu proses penyerapan (Depkes
RI, 2009).
i. Pengaruh kekurangan tablet Fe
Kekurangan zat besi yang umum di derita
ibu hamil meningkatkan resiko kelahiran
bayi prematu atau bayi dengan berat
badan rendah dan ibunya yang menderita
anemia (sibagariang, 2010). kekurangan
zat besi juga dapat menimbulkan
gangguan
atau
hambatan
pada
pertumbuhan sel-sel tubuh termasuk selsel otak (Wasnidar, 2007).
Gejala dan tanda ibu hamil yang
mengalami anemia:
1)
Merasa lelah atau lemas
2)
Kulit pucat progresif dari kulit
3)
Denyut jantung cepat
4)
Sesak napas
5)
Konsentrasi teganggu
(Amazine, 2010).
Dampak zat besi pada kehamilan
bervariasi dari keluhan yang sangat
ringan hingga terjadinya gangguan
kelangsungan kehamilan abortus, partus
imatur/prematur),
gangguan
proses
persalinan (inertia, atonia, partus lama,
perdarahan atonis), gangguan pada masa
nifas (subinvolusi rahim, daya tahan
terhadap infeksi dan stress kurang,
produksi ASI rendah), dan gangguan
pada janin (abortus, dismaturitas,
mikrosomi, BBLR, kematian perinatal,
dan lain-lain) (Nurlaela, 2009).
Pada wanita hamil, anemia
meningkatkan frekuensi komplikasi pada
kehamilan dan persalinan. Resiko
kematian maternal, angka prematuritas,
berat badan bayi lahir rendah, dan angka
kematian perinatal meningkat. Di
56
samping itu, perdarahan antepartum dan
postpartum lebih sering dijumpai pada
wanita yang anemis dan lebih sering
berakibat fatal, sebab wanita yang anemis
tidak dapat mentolerir kehilangan darah.
Dampak anemia pada kehamilan
bervariasi dari keluhan yang sangat
ringan hingga terjadinya gangguan
kelangsungan kehamilan (abortus, partus
imatur/prematur),
gangguan
proses
persalinan (inertia, atonia, partus lama,
perdarahan atoni), gangguan pada masa
nifas (subinvolusi rahim, daya tahan
terhadap infeksi dan stress kurang,
produksi ASI rendah), dan gangguan
pada janin (abortus, dismaturitas,
mikrosomi, BBLR, kematian perinatal,
dan lain-lain) (Ningrum, 2009).
j. Akibat kelebihan zat besi
1) Masalah Pencernaan :Kelebihan
konsumsi suplemen zat besi akan
memicu berbagai masalah perut seperti:
Mual, Muntah, Sembelit, Sakit perut dan
Diare
2) Zat besi berpotensi menimbulkan
korosi pada lapisan usus yang
menyebabkan ulserasi.
Setelah mengambil suplemen, salah
satu keluhan umum yang muncul adalah
tinja yang berwarna gelap yang
disebabkan minimnya penyerapan zat
besi. Meskipun tidak berbahaya, jika
kondisi ini terjadi berulang disarankan
untuk berkonsultasi dengan dokter.
3) Perubahan
Warna:
Kelebihan
suplemen
zat
besi
juga
dapat
menyebabkan:Perubahan warna gigi ,
Warna kebiruan muncul di bibir, telapak
tangan, dan kuku
4) Masalah Kulit : Efek samping
kelebihan zat besi juga mengakibatkan
gangguan kulit seperti: Gatal, Ruam,
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
Pucat
dan
berkeringat
serta
Pembengkakan mulut atau tenggorokan.
(Amazine, 2010)
METODE
Penelitian ini menggunakan penelitian
observasional
deskriptif
dengan
pendekatan Cross Sectional. Lokasi
Penelitian dilakukan di BPS Sulastri
Wonolopo Tasikmadu Karanganyar pada
bulan Mei-Juni 2010.
Populasi pada penelitian ini adalah
semua ibu hamil yang memeriksakan
kehamilannya di BPS Sulastri Wonolopo
Tasikmadu Karanganyar, pada bulan
Mei-Juni yang berjumlah 60 orang ibu
hamil.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah
54
dengan
menggunakan
teknik
accidental sampling.
Variabel dalam penelitian ini adalah
variabel
tunggal
yaitu
tingkat
pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat
besi. Data tentang hasil pengukuran
tingkat pengetahuan ibu hamil dapat
dikategorikan menjadi baik, cukup,
kurang. Ketentuan tersebut menggunakan
ketentuan normatif yang menggunakan
Rentang Nilai.
Alat ukur yang digunakan adalah berupa
kuesioner tertutup. Cara memberikan
penilaianya yaitu dengan pertanyaan
positif bila memilih jawaban benar maka
diberi skor 1 dan bila memilih jawaban
salah diberi skor 0. Sedangkan pada
pertanyaan
negatif
bila
memilih
jawabannya benar, maka diberi skor 0
dan bila memilih jawaban salah maka
skornya 1 (Arikunto, 2006).
Pengujian validitas dan reliabilitas
dilakukan di RB Ibunda Jaten
Karanganyar
dengan
responden
berjumlah 30 karena mempunyai
57
karasteritik sampel yang sama dengan
sampel penelitian.
1.
Uji Validitas
Penelitian ini menggunakan uji validitas
dengan analisis butir soal yang dimaksud
dikorelasi dengan skor total. Validitas
dihitung menggunakan korelasi Product
moment dengan program komputer
dengan rumus :
Nxyx
. y
r xy 
Nx2 x2 Ny2 y2 
Setelah diperoleh harga rxy kemudian
hasilnya diukur dengan harga product
moment dinyatakan valid setelah
dikonsultasikan dengan rtabel pada taraf
signifikan 5%. Jika harga rxy lebih besar
rtabel (rxy > rtabel) maka dikatakan valid
(Arikunto, 2006).
Berdasarkan hasil perhitungan dengan
menggunakan program SPSS For
Windows diperoleh bahwa dari 35 item
pertanyaan instrumen terdapat 5 item
soal yang tidak valid (memiliki rxy lebih
kecil dari rtabel, adapun rtabel untuk
pengujian dengan taraf signifikan 5% dan
jumlah sampel 30 adalah sebesar 0,361)
yaitu item soal nomor 3, 6,15, 33, dan 35.
Setelah kelima soal tersebut dibuang
maka 30 item soal valid yang tersisa
digunakan dalam pengujian reliabilitas.
2.
Uji Reabiltias
Pengujian reabilitas instrumen dapat
dilakukan secara eksternal maupun
internal.
Adapun rumus yang digunakan adalah:
11
2r
22
r11 =
1 1

1  r

2 2

MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
Berdasarkan hasil perhitungan dengan
program SPSS For Windows diperoleh
nilai
reliabilitas
Spearman-Brown
sebesar 0,831. Hal ini menunjukkan nilai
kuesioner mendekati angka 1 maka
disimpulkan bahwa instrumen reliabel.
3.
Cara Pengambilan data
Dilakukan dengan cara peneliti terjun
langsung ke lahan untuk melakukan
penyebaran kuesioner kepada ibu hamil
yang periksa untuk kemudian diisi dan
langsung dikembalikan pada peneliti saat
itu juga.
Teknik Analisa Data
menggunakan
analisis univariat yaitu menganalisis
variabel-variabel yang ada secara
deskriptif dengan menghitung distribusi
frekuensi dan proporsi untuk mengetahui
karakteristik
responden.
Bentuk
persentase
untuk
melihat
derajat
pengetahuan dapat digunakan rumus :
x
P =  100%
n
Keterangan :
P = persentase
x = jumlah responden yang masuk dalam
kreteria
n=
jumlah keseluruhan sample
(Arikunto, 2006).
HASIL DAN PEMBAHASAN
Penelitian dilakukan di BPS Sulastri
Wonolopo Tasikmadu Karanganyar pada
bulan Mei-Juni 2010 dengan jumlah
sampel ibu 54 responden.
58
A. Karakteristik Responden
1. Umur
Tabel 4.1
Karakteristik responden
berdasarkan umur
Umur
Frekuensi Persentase
(%)
< 20 tahun
3
5,6
20 – 35 tahun
49
90,7
> 35 tahun
2
3,7
Total
54
100,0
(Sumber: Data Primer, 2010)
Berdasarkan tabel 4.1 dapat diketahui
bahwa
karakteristik
responden
berdasarkan umur paling banyak berumur
20-35 tahun sejumlah 49 responden
(90,7%) dan paling sedikit umur >35
tahun sejumlah 2 responden (3,7%).
2. Tingkat Pendidikan
Tabel 4.2
Karakteristik responden
berdasarkan tingkat pendidikan
Tingkat
Frekuensi Persentase
pendidikan
(%)
SD
5
9,3
SMP
15
27,7
SMA
34
63,0
Total
54
100,0
(Sumber: Data Primer, 2010)
Berdasarkan tabel 4.2 dapat diketahui
bahwa
karakteristik
responden
berdasarkan tingkat pendidikan paling
banyak dengan tingkat pendidikan SMA
sejumlah 34 responden (63%) dan paling
sedikit tingkat pendidikan SD sejumlah 5
(9,3%).
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
3. Paritas
Tabel 4.3 Karakteristik
berdasarkan paritas
Kehamilan Frekuensi
ke
1
16
2
27
3
11
Total
54
responden
Persentase
(%)
29,6
50,0
20,4
100,0
(Sumber: Data Primer, 2010)
Berdasarkan tabel 4.3 dapat diketahui
bahwa
karakteristik
responden
berdasarkan paritas paling banyak
kehamilan ke-2 sejumlah 27 responden
(50,0%) dan paling sedikit kehamilan ke3 sejumlah 11 (20,4%).
4. Informasi
Tabel 4.4
Karakteristik responden
berdasarkan informasi/media massa
Informasi Frekuensi Persentase
(%)
Sudah
46
85,2
Belum
8
14,8
Total
54
100,0
(Sumber: Data Primer, 2010)
Berdasarkan tabel 4.4 dapat diketahui
bahwa
karakteristik
responden
berdasarkan informasi paling banyak
sudah mendapat informasi/media massa
sejumlah 46 responden (85,2%) dan yang
belum mendapat informasi sejumlah 8
(14,8%).
B. Deskripsi Tingkat Pengetahuan
Ibu Hamil tentang Tablet Fe
Tingkat pengetahuan baik, cukup
dan
kurang
ditentukan
dengan
menggunakan nilai rentang dengan
perhitungan nilai tertinggi-nilai terendah
dibagi 3, yaitu 28-19 = 9/3 = 3 sehingga
dapat ditentukan pengetahuan baik jika
nilai 19-22, cukup nilai 22-25, baik nilai
26-28. Didapatkan hasil sebagai berikut:
59
Tabel 4.5.
Distribusi
Frekuensi Tasikmadu Karanganyar sudah mendapat
Tingkat Pengetahuan Ibu Hamil tentang informasi tentang tablae Fe dari tenaga
Tablet Fe Secara Umum
kesehatan berupa konseling
tentang
tablet
Fe, sejumlah 46 responden
Kategori Frekuensi Persentase
(%) (85,2%). Hal ini juga berpengaruh
Baik
15
27,8 terhadap tingkat pengetahuan responden,
Cukup
29
53,7 meskipun efek perilkau yang ditimbulkan
Kurang
10
18,5 bersifat jangka pendek dan tertutup.
Total
54
100,0Sesuai dengan teori Mubarak (2010),
informasi yang diperoleh baik dari
(Sumber: Data Primer, 2010)
pendidikan formal maupun non formal
berupa konseling atau penyuluhan dapat
Dari tabel 4.5 diketahui bahwa tingkat
memberikan pengaruh jangka pendek
pengetahuan ibu hamil tentang tablet Fe
(immediate
impact)
sehingga
secara umum pada kategori cukup
menghasilkan
perubahan
atau
sejumlah 29 responden (53,7%) dan
peningkatan pengetahuan (Notoatmodjo,
paling sedikit pada kategori kurang
2007). Hal ini dapat dilihat bahwa hasil
sejumlah 10 responden (18,5%).
penelitian menunjukkan 15 responden
memiliki pengetahuan yang baik tentang
Pembahasan
Tingkat pengetahuan ibu hamil tentang tablet zat besi.
Tablet Fe di PBS Sulastri Wonolopo Pengalaman yang dimiliki oleh seseorang
Tasikmadu Karanganyar dalam kategori juga akan berpengaruh terhadap tingkat
cukup, dipengaruhi oleh
tingkat pengetahuan. Dalam hal ini orang
pendidikan
rata-rata pendidikan mempunyai pengetahuan dengan cara
responden adalah pendidikan menengah mengenali dari apa yang sudah dialami
yaitu SMA sejumlah 34 responden sebelumnya. Dalam hal pengetahuan
(63%). Sesuai dengan teori Notoadmojo tentang tablet besi pada ibu hamil
(2007) tingkat pengetahuan seseorang pengetahuna dipengaruhi oleh jumlah
dipengaruhi oleh berbagai faktor salah paritas ibu yang rata-rata merupakan
satunya adalah pendidikan. Pendidikan multigravida sebanyak 38 responden.
merupakan usaha untuk mengembangkan Selanjutnya menurut Notoadmojo (2007)
kepribadian dan kemampuan di dalam pengetahuan juga dipengaruhi oleh
dan di luar sekolah yang berlangsung umur/usi. Usia mempengaruhi terhadap
seumur hidup. Pendidikan mempengaruhi daya tangkap dan pola pikir seseorang.
proses belajar, makin tinggi pendidikan Semakin bertambah usia akan semakin
seseorang makin mudah orang tersebut berkembang pula daya tangkap dan pola
untuk menerima informasi demikian pikirnya, sehingga pengetahuan yang
diperolehnya
semakin
membaik.
pula sebaliknya.
Responden
dalam
penelitian
ini
Selain di pengaruhi oleh pendidikan
pengetahuan juga dipengaruhi oleh mayoritas 49 (90,7%) berusia antara 30tersedianya informasi, dimana rata-rata 35 tahun, dimana usia ini merupakan usia
responden di BPS Sulastri Wonolopo
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
60
reproduktif yang berpengaruh baiknya
Berdasarkan simpulan di atas
informasi yang diperoleh.
maka diharapkan:
Pengetahuan merupakan hasil tahu
1. Bagi ibu hamil khususnya tingkat
manusia yang terjadi setelah orang
pengetahuan yang masih rendah
melakukan penginderaan terhadap suatu
untuk
lebih
meningkatkan
objek tertentu. Penginderaan terjadi
pengetahuannya tentang tablet Fe
melalui panca indera manusia yaitu
dengan menanyakan lebih jelas
indera
penglihatan,
pendengaran,
pada tenaga kesehatan dan
penciuman, perasaan dan perabaan, tetapi
membaca buku KIA. Dapat juga
sebagian besar pengetahuan tersebut
dengan membaca buku atau
diperoleh melalui mata dan telinga
informasi yang berkaitan dengan
(Notoatmodjo, 2007). Faktor-faktor yang
tablet besi.
mempengaruhi
pengetahuan
dalam
2. Bagi
petugas
kesehatan
penelitian ini diantaranya, pendidikan
diharapkan
lebih
intensif
dan informasi (Notoadmojo, 2007).
mengadakan penyuluhan tentang
Tingkat pengetahuan yang dimiliki
pentingnya Tablet Fe bagi ibu
responden dalam penelitian sama seperti
hamil agar ibu lebih mengetahui
yang dikemukan dalam teori dipengaruhi
tentang tablet Fe dan mau
oleh berbagai faktor baik faktor
mengkonsumsi Tablet Fe secara
pendidikan, pengalaman maupun adanya
teratur.
sumber informasi yang tersedia. Selain
faktor tersebut tingkat pengetahuan juga Daftar Pustaka
dipengaruhi oleh berbagai faktor internal
dalam diri individu seperti minat dan Arikunto , S. 2006. Prosedur Penelitian
Suatu Pendekatan Praktik. PT
motivasi dalam mencari pengetahuan,
Rineka Cipta : Jakarta.
keingintahuan yang dimiliki juga
kemampuan daya tangkap individu dalam
menerima dan merespon setiap informasi Departemen Kesehatan RI. 2009. Buku
Kader Usaha Perbaikan Gizi
yang diberikan, tetapi dalam penelitian
Keluarga. Edisi XXVI 2000.
ini faktor internal individu tidak dikaji
Departemen
Kesehatan
dan
secara mendalam.
Kesejahteraan Sosial RI: Jakarta
SIMPULAN DAN SARAN
Indiarti. 2006. Panduan Lengkap
A. Simpulan
Kehamilan,
Persalinan
Dan
Berdasarkan hasil penelitian
Perawatan
Bayi.
Diglossia
Media:
diketahui bahwa tingkat pengetahuan
Jakarta
ibu hamil tentang tablet Fe secara
umum termasuk dalam kategori
cukup sejumlah 29 responden Notoadmojo S .2010. Metodelogi
Penelitian Kesehatan. Renika Cipta
(53,7%).
: Jakarta.
B. Saran
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
61
.
2007.
Kesehatan
Masyarakat Ilmu Dan Seni. Renika Taufiqurrahman, A, M. 2009. Pengantar
Cipta : Jakarta.
Metodelogi Penelitian Untuk Ilmu
Kesehatan.
Lembaga
.
2003.
Peromosi
Pengembangan Pendidikan (LPP)
Kesehatan
Dan
Perilaku
dan pecetakan UNS (UNS Press)L:
Kesehatan. Renika Cipta: Jakarta
Surakarta.
Nurlaela. 2009.
Faktor yang
Wasnidar , dkk. 2007. Anemia Pada Ibu
mempengaruhi prilaku ibu hamil
Hamil. Trans Info Media: Jakarta.
dalam mengkonsumsi tablet fe.
http://nurlaela.blog.com/2009/09/2
4/faktor-faktor-yangmempengaruhi-perilaku-ibu-hamildalam-mengkonsumsi-tablet-fe/
Diakses pada tanggal 10 April 2010
Ningrum, W. 2009. Pemberian tablet fe
pada ibu hamil untuk mencegah
anemia.
http://ningrumwahyuni.wordpress.co
m/2009/09/04/pemberian-tablet-fepada-ibu-hamil-untuk-mencegahanemia/ Diakses pada tanggal 10
April 2010.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian
Pendidikan. Alfabeta, cv: Bandung
.
. 2011. Statistika Untuk
Penelitian. Alfabeta cv: Bandung.
Suyanto.
2008.
Riset
Kebidanan
Metodologi Dan Aplikasi. Mitra
Cendikia Press : Jogjakarta.
Susilawati,
dkk.
2009.
Asuhan
Kebidanan 1 (kehamilan). Cv
Trans Info Media: Jakarta.
Thomson, dkk. 2008. Panduan Lengkap
Kebidanan. Pallnall: Yogyakarta,
MATERNAL VOLUME 4 EDISI APRIL 2011
62
Download