TUGAS MATA KULIAH PROFESI USAHA PENJUALAN DALAM

advertisement
TUGAS MATA KULIAH
PROFESI USAHA PENJUALAN DALAM AGRIBISNIS
Oleh
Dewi Ma’rufah
H0106006
JURUSAN AGRONOMI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2009
PROFESI USAHA PENJUALAN DALAM AGRIBISNIS
A. Peranan Penjualan Dan Usaha Penjualan Dalam Menghasilkan Laba
Agribisnis
Usaha penjualan adalah suatu tindakan pengalihan pemilikan barang dan
jasa. Karena uang merupakan alat tukar yang diakui, maka penjualan sama
artinya dengan pertukaran barang dan jasa dengan uang atau pendapatan
bisnis. Perhitungan rugi laba menitikberatkan pada pentingnya penjualan
dalam bisnis. Perhitungan rugi-laba dimulai dengan penjualan, kemudian
dikurangi dengan semua ongkos beban yang berkaitan dengan penjualan itu
dan akhirnya diketahui berapa laba yang dihasilkan.
Merupakan program dan penawaran khusus yang dirancang untuk
memikat para pelanggan yang tertarik agar mengambil keputusan pembelian
yg positif. Program ini biasanya ditujukan kepada konsumen akhir, misal :
pengusaha tani.
B. Peran Wiraniaga Dalam Menghasilkan Laba
Dalam perusahaan baik agribisnis maupun nonagribisnis wiraniaga
memikul tanggungjawab langsung atas laba. Terutama dalam perusahaan
kecil, mereka diberi wewenang untuk melangsungkan perundingan dengan
para pelanggan. Karena itu mereka mempunyai tanggungjawab langsung
untuk menghasilkan marjin kotor yang memadai guna menutup biaya dan
menghasilkan laba. Pada perusahaan yang besar wiraniaga hanya mempunyai
wewenang dalam penjualan dan tidak berwenang sekali atas harga. Pada
perusahaan dimana tanggungjawab atas penjualan dan laba dipisahkan atau
dimana tanggungjawab penjualan hanya dibatasi hanya pada peningkatan
volume masalah sehubungan dengan laba sering terjadi.
C. Hubungan Antara Wiraniaga Dengan Para Pelanggannya Dan Agribisnis
Itu Sendiri
Hubungan antara wiraniaga dengan para pelanggannya dan agribisnis
secara umum biasa berwujud sebagai distibutor yang menyalurkan produk dari
perusahaan agrobisnis kepada pelanggan. Pelanggan berhubungan dengan
perusahaan agrobisnis secara tidak langsung atau diperantai dengan wiraniaga
yang ditunjuk atau dimiliki oleh perusahaan agrobisnis.
D. Ganjaran Yang Tersedia Bagi Wiraniaga
Ganjaran bagi wiraniaga merupakan hasil yang diperoleh karena
kinerjanya dalam usaha penjualan. Usaha penjualan yang dilakukan oleh
wiraniaga tidak selalu memperoleh hasil yang memuaskan karena kadangkala
menyebabkan kerugian bagi agrobisnis karena kesalahan dari wiraniaga dalam
melakukan usaha penjualan tersebut.
Ganjaran wiraniaga atas kinerjanya dapat dibagi menjadi 4 hal antara
lain :
1. Ganjaran yang berupa uang
Peran wiraniaga dalam agrbisnis sangat penting. Oleh karena itu,
keberadaannya di dalam pusaran agrobisnis sangat dihargai. Wiraniaga
yang profesional, produktif biasanya memperoleh penghasilan yang lebih
tinggi atas kinerjanya. Pelatihan teknis dan pengalaman kerja pada
agribisnis sangat bernilai dalam usaha penjualan agribisnis. Oleh karena
itu, bagi wiraniaga yang mempunyai pengalaman lebih, catatan prestasi
kerja merupakan faktor utama dalam penentuan penghasilan.
Banyak perusahaan agribisnis yang membeikan insentif kepada
wraniaga mereka dalam bentuk uang baik dalam setiap penjualan ataupun
bonus akhir tahun atas penjualan yang mereka capai. Program insentif
merupakan daya tarik bagi wiraniaga profesional. Sebab mereka merasa
program seperti itu merupakan hadiah langsung atas keberasilan mereka.
Tetapi ada juga bidang penjualan tertentu yang tidak begitu terpengaruh
oleh adanya program insentif.
2. Kemajuan
Keinginan
untuk
memperoleh
insentif
yang
besar
akan
memunculkan semangat untuk terus melakukan usaha enjualan. Hal ini
mendorong kemajuan bagi perusahaan agribisnis. Wiraniaga yang agresif
dan rodukti biasanya menempati kedudukan dan tanggungjawab yang
semakin besar.
Pengalaman berhasil dalam bidang usaha penjualan agribisnis dapat
juga membuka peluang untuk maju ke bidang manajemen umum atau
bidang lain dalam bisnis.
Kebanyakan perusahaan sangat menghargai
pengalaman nyata dalam hal usaha penjualan. Beberapa peruahaan yang
bergerak di bidang pemasaran paling tidak menuntut
sejumlah
pengalamaan nyata dalam bidang penjualan sebagai syarat mutlak untuk
mengisi posisi manajemen kecuali dalam posisi yang bersifat sangat
teknis.
3. Kepuasan perorangan
Jumlah pelanggan yang merasa puas dan hasil penjualan dipandang
sebagai bukti nyata dari pekerjaan yang sudah diselesaikan dengan baik.
Dan banyak pula wiraniaga yang menyatakan bahwa ganjaran terbesar dari
usaha penjualan bersifat pribadi. Hubungan antara wiraniaga dan
pelanggan yang terpupuk baik secara terus-menerus juga menjadi
kepuasan perorangan (dari pihak wiraniaga), begitu juga wiraniga sangat
merasa puas apabila sudah merasa membantu para pelanggan dalam
memecahkan masalah-masalah yang berkaitan secara langsung maupun
tidak langsung dengan agrobisnis.
4. Keburukan
Uraian dan pembahasan yang lengkap mengenai karier pasti
menunjukkan adanya aspek-aspek yang secara potensial dapat merugikan
karier. Dan usaha penjualan agobisnis yang profesional juga tidak
terkecuali. Misalnya sering terjadi wiraniaga meluangkan banyak waktu
dan usaha untuk sebuah peragaan penjualan yang mungkin pada akhirnya
akan ditolak secara mentah-mentah. Penolakan merupakan bagian dari
pekerjaan
dan
meki
pidak
seorangpun
menyatakan
bahwa
itu
menyenagkan namun tenaga profesional yang sejati telah mengembangkan
keterampilan untuk mengatasi hal tersebut.
Beberapa aspek dari pekerjaan dapat dianggap sebagai hal yang
sangat mungkin tergantung pada kebutuhan dan gaya hidup pribadi.
Mereka yang beranggapan bahwa penjualan mendatangkan hadiah
cenderung untuk menitikberatkan aspek yang menguntungkan tersebut dan
menyadari bahwa semua pekerjaan mempunyai keburukan.
E. Ragam Penjualan Yang Ada Dalam Agribisnis
Usaha penjualan dalam agrbisnis dapat diolongkan berdasarkan jenis
produk atau jasa yang dijual, ataupun berdasarkan tingkatan dalam sistem
pemasaran dimana penjualan yang berlangsung.
1. Usaha penjualan kepada perusahaan manufaktur dan pemroses
Usaha penjualan pada perusahaan manufaktur bisanya wiraniaga
berurusan dengan agen pembelian, insinyur, dan pegawai spesialis lainnya.
Pendidikan sekolah tinggi empat tahun atau lebih biasanya dalam bidang
teknik ini seringkali ditempuh oleh para wiraniaga profesional dalam
bidang khusus ini.seringkali perusahaan manufaktur atau pemroses
mempertahankan ikatan yang erat dengan pengusaha tani dana kan tetap
mengkaitkan keputusan bisnis dengan dampak keputusan tersebuut
terhadap petani yang menjadi pelanggannya. Oleh karena itu para
wiraniaga harus mempunyai kemampuan yang cukup dalam bidang teknik
pertanian.
2. Usaha penyalur dan penjual borongan
Perusahaan manufaktur dapt menjual kepada penyalur (distributor)
atau penjual borongan yang pada gilirannya menjual produk kepada
penjual eceran atau pengusaha tani. Bahan kimia pertanian misalnya,
biasanya dijual pada penyalur. Perbekalan rumah kaca dan persemaian
bisanya dijual kepada penyalur borongan yang menangani berbagai
macam produk untuk digunakan oleh perusahaan persemaian dan rumah
kaca.
Wiraniaga yang bergerak di bidang ini, biasanya berurusan dengan
agen pembelian yang mengirimkan pesanan, tetapi sering menghabiskan
banyak waktu dalam berurusan dengan para dealer atau pemakai akhir
mereka bertanggung jawab untuk menyampaikan pesanan melalui jalur
artinya mereka menyalurkan pesanan lapangan melalui penyalur yang
tepat. Pada beberapa perusahaan wiraniaga tidak pernah benar-benar
menangani pesanan tetapi semua pesanan langsung di kirim dari pembeli
ke pabrik pembuatan. Pada tingkatan ini wiraniaga umumnya mengadakan
peragaan dan pameran serta temu wicara.
3. Usaha penjualan kepada pengecer
Ada kalanya juga perusahaan manufaktur menjual kepada pengecer
contohnya perusahaan pupuk. Dalam ini wiraniaga mengunjungi pengecer
di daerahnya secara teratur dan biasanya bekerja erat dengan dealer yang
melayani para pelanggan pengusaha tani. Wiraniaga yang menghubungi
para pengecer tidak melakukan perjalanan dalam daerah yang luas tentu
saja bergantung pada pemusatan pertanian. Biasanya mereka berada di
rumah tiap malam. Mereka berkantor di rumah dan melaporkan kepada
atasannya yang jauhnya mungkin 300 mil.
4. Usaha penjualan kepada pengusaha tani dan peternak
Ada kalanya juga perusahaan manufaktur menjual juga kepada
pengusaha tani dan ternak. Pada tingkatan ini latar belakang yang kuat
pada usaha tani dianggap penting oleh banyak orang demi keberhasilan
usaha penjualan. Banyak perusahaan yang menjual pada tingkat ini dapat
menunjukkan wiraniaga yang berhasil meskipun belum didukung manfaat
pengalaman langsung di bidang pertanian. Namun biar bagaimanapun
kepekaan terhadap masalah-masalah usaha tani yang relevan terhadap
produk dan jasa merupakan hal yang sangat penting. Wiraniaga biasanya
mengembangkan bisnis yang bersifat lebih kekeluargaan dan ikatan sosial
dengan para petani dan petani. Ikatan tersebut sering berlanjut sepanjang
karier wiraniaga di lakukan.
5. Usaha penjualan pada konsumen akhir
Pada beberapa agribisnis bagian yang cukup besar dari bisnis
diselenggara secara langsung dengan konsumen pada umumnya konsumen
mendatangi usaha bisnis tersebut sebagaimana mereka melakukan pada
toko eceran lainnya.
F. Karakteristik Umum Pada Wiraniaga Agribisnis
Karakteristik umum wiraniaga agribisnis
1. Keteguhan hati dan keinginan
Keteguhan hati dan keinginan merupakan komitmen hati dalam
mencapai tujuan. Besarnya keteguhan hati dan keinginan dari wiraniaga
agribisnis dalam melakukan usaha penjualan akan menciptakan semangat
dalam melakukan kerja keras.
2. Motivasi diri
Motivasi diri adalah kemampuan untuk mengusahakan pencapaian
tujuan melalui disiplin pribadi merupakan hal sangat penting bagi
wiraniaga yang berhasil, dan merupakan keterampilan pelengkap bagi
keteguhan hati dan keinginan. Hampir semua usaha penjualan tidak
tergantung dalam jam kerja yang ketat, tidak ada pengontrolan dalam
usaha penjualan secara jelas. Masing-masing wiraniaga dberi kebebasan
untuk berekspresi dalam waktu yang disediakan. Tentunya pengendali ini
lebih ditentukan oleh wiraniaga itu sendiri, seberapa besar keinginannya
untuk menghasilkan penjualan. Wiraniaga yang baik harus memutuskan
apa yang harus dilakukan dan kemudian mengejar tujuan yang ditentukan
sendiri dengan penuh semangat.
3. Rasa antusias
Rasa antusias merupakan unsur penting dalam usha penjualan yang
berhasil. Mungkin tidak ada perasaan yang sedemikian cepat menjalari
serluruh kepribadian dibandingkan dengan rasa antusias. Wiraniaga yang
bangga atas produk atau jasanyadan tertarik pada tugasnya terhadap
pelanggan memiliki keunggulan nyata. Rasa antusias tidak perlu
ditunjukkan dengan rasa yang meluap-luap, seseorang yang tenang pun
dapat
menunjukkan bahwa dia benar-benar
meyakini apa yang
dilakukannya.
4. Kemampuan untuk bekerja dengan manusia
Kemampuan bekerja dengan orang lain dalam atian bahwa ia merasa
senang bekerjasama dengan orang lain, Mampu menarik minat orang lain,
mampu mengendalikan emosi, berempati, dan berhubungan dengan orang
lain secara positif. Karena pada dasarnya usaha penjualan berorientasi
pada manusia, dimana wiraniaga harus bekerja dengan berbagai tipe
manusia yang berbeda. Oleh karena itu wiraniaga yang berhasil harus
mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan manusia.
5. Pengembangan diri
Wiraniaga harus selalu berusaha mengembangkan diri karena aifat
pekerjaan dari usaha penjualan yang seringkali berubah. Wiraniaga yang
baik harus menguasai pengembangan teknologi sehingga ia bisa ikut
berpacu dalam usaha penjualan dengan menggunakan bantuan teknologi
ini. Tentunya wiraniaga yang baik harus lebih ahli daripada pelanggannya
dan harus terus-menerus mencari jalan untuk mengembangkan diri
sehingga dapat bekerja lebih profesional dan lebih terampil.
6. Kepekaan terhadap manusia
Seorang wiraniaga harus mampu memehami petunjuk, sekecil
apapun itu tetapi menunjukkan suatu maksud yang jelas. Dan mampu
berempati dengan pelanggan serta mengenali kebutuhannya. Kemamuan
tersebut berhubungan dengan kepekaan wiraniaga terhadap manusia.
Wiraniaga yang baik tentunya memperhatikan orang lain sepenuh hati
sebagai pribadi ( sahabat, kawan) bukan sebagai calon pembeli.
7. Kecerdasan
Kecerdasan dari wiraniaga mutlak harus dimilki oleh seorang
wiraniaga untuk melakukan proses pemecahan masalah, melakukan
analisis, menghasilkan suatu gagasan, dan mengambil suatu keputusan.
8. Kejujuran
Seorang wiraniaga harus kredibel terpercaya, tiak menghiantai janji
yang sudah disepakati sehingga akan menumbuhkan kepercayaan dari
pelnggan. Kejujuran ini sifatnya juga harus ada dalam diri wiraniaga
karena tanpa sebuah kejujuran, pelanggan akan sering merasa kecewa dan
usaha penjualan tidak akan berjalan dengan lancar.
9. Kemampuan dalam berkomunikasi
Kemampuan untuk memberi kepahaman atas produk yang
ditawarkan kepada pelanggan juga harus dimiliki oleh wiraniaga.
Kepahaman pelanggan atas produk yang ditawarkan akan menjadi penentu
ketertarikan dari pelanggan untuk melakukan transakasi penjualan.
Kemampuan ini tercakup didalam kemampuan berkomunikasi yang
didalamnya juga tercakup kemampuan untuk melakukan tunakan persuasi
pada pelanggan.
10. Penampilan yang apik
Penampilan rapi dan meyakinkan juga perlu diperhatikan oleh
seorang wiraniaga ketika berada didepan pelanggan. Wajar atau tidak
pelanggan banyak pelanggan yang menilai seseorang atau pelayanan
seseorang berdasarkan penampilan pribadi.
G. Usaha Penjualan Perorangan
Merupakan kegiatan yg menugaskan seseorang sebagai wiraniaga utk
mempromosikan suatu produk. Kebanyakan agribisnis sangat tgt pada usaha
penjualan perorangan . Bahkan agribisnis lokal yang kecil sekalipun yg tidak
menugaskan seseorang sbg wiraniaga sangat berpedoman pada kontak pribadi
dan komunikasi antar perorangan utk mempromosikan produk mereka. Pada
agribisnis skala besar proses usaha penjualan perorangan lebih bersifat formal
dan sangat terstruktur dgn memperhatikan pemilihan karyawan, pelatihan,
rencana kompensasi, serta pembagian wilayah.
Download