1 MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN

advertisement
1
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN
METODE TANYA JAWAB PADA PEMBELAJARAN PPKN DI KELAS VIIB
SMP NEGERI 10 PALU
Arni1
Abduh H. Harun2
Imran3
Program Studi PPKn, Jurusan pendidikan IPS
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tadulako
ABSTRAK
Permasalahan dalam penelitian ini yaitu apakah dengan penggunaan metode
tanya jawab dalam pembelajaran PPKn dapat meningkatkan hasil belajar siswa
kelas VIIB SMP Negeri 10 Palu? Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan
hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn dengan menggunakan metode tanya
jawab. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP
Negeri 10 Palu, melibatkan 20 orang siswa terdiri atas 9 orang laki-laki dan 11
orang perempuan. Pada setiap siklus dilaksanakan dua kali pertemuan di kelas dan
setiap siklus terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan
refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tindakan siklus I diperoleh
ketuntasan klasikal 50% dan daya serap nilai rata-rata hasil belajar siswa 56%.
Dari 20 orang siswa hanya 10 orang yang memperoleh ketuntasan secara individu
sehingga presentase ketuntasan klasikal mencapai 50%. Berdasarkan hasil analisis
data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan kelas dengan
menerapkan metode Tanya jawab belum berhasil sehingga perlu dilakukan
kembali penelitian pada tindakan siklus II. Pada tindakan siklus II diperoleh
ketuntasan klasikal 90% dan nilai rata-rata hasil belajar siswa 80%. Dari 20 siswa
yang mengikuti tes yang tuntas belajar yakni 18 siswa dengan presentase
ketuntasan 90%. Berdasarkan hasil analisis data disimpulkan bahwa penelitian
tindakan kelas dengan menerapkan metode Tanya jawab secara efektif dan efisien
tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya. Dengan demikian, pembelajaran
dengan menerapkan metode Tanya jawab dinyatakan tuntas dan mencapai
indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yakni minimal 80% dan daya serap
klasikal minimal 65%. Dengan demikian, pembelajaran menggunakan metode
tanya jawab dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn.
Kata Kunci: Peningkatan Hasil Belajar Siswa dan Metode Tanya Jawab.
1.
2.
3.
Penulis ini adalah Mahasiswa FKIP Universitas Tadulako Program Studi PPKn, Jurusan
Pendidikan IPS, Semester Akhir, Stambuk A 321 09 045
Pembimbing I
Pembimbing II
2
1. PENDAHULUAN
Pelajaran PPKn merupakan salah satu mata pelajaran yang amat penting
untuk dipelajari oleh siswa, yang mengajari tentang peristiwa, fakta, serta konsep
yang berkaitan dengan kehidupan sosial, berbangsa dan bernegara. Sebagaimana
kita ketahui bersama pula tidak selamanya harapan itu dapat terwujud, ternyata
dalam pembelajaran PPKn masih terdapat siswa yang belum berhasil, seperti
kenyataan yang kami peroleh dikelas VIIB SMP Negeri 10 Palu, yakni nilai ratarata yang diperoleh siswa pada tahun ajaran 2013/2014 yaitu 53%. Apalagi
dengan di berlakukannya kurikulum KTSP 2006 yang menekankan pada keaktifan
siswa, sehingga cara guru dalam mengajarkan materi tidak hanya dengan ceramah
dan siswa tidak bersifat pasif saja.
Pendidikan merupakan suatu kebutuhan yang sangat esensi bagi setiap
orang dalam mengarungi kehidupan, terutama pada zaman yang penuh dengan
informasi dan teknologi seperti sekarang ini. Dibelahan bumi manapun terdapat
masyarakat dan disana pula terdapat pendidikan. Manusia diwajibkan untuk selalu
belajar menerima dan menyerap informasi yang selalu up to date dan dapat
diaplikasikan kedalam kehidupan sehari-hari karena ilmu pengetahuan dan
teknologi selalu berkembang seiring dengan perubahan jaman.
Salah satu masalah yang mempengaruh pembelajaran dan hasil belajar siswa
adalah kurangnya strategi guru dalam menggunakan model-model pembelajaran
yang mampu membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar. Hasil belajar
siswa berkaitan dengan prestasi belajar siswa, jika siswa memiliki prestasi yang
tinggi maka siswa tersebut memiliki hasil belajar yang tinggi dan begitupun
sebaliknya. Hasil belajar mengacu pada perolehan hasil secara keterlibatan
mental, emosi, dan sosial dari siswa dalam proses pembelajaran. Hasil belajar
teraktualisasi pada perubahan sikap dan kepribadian siswa untuk lebih berprestasi
dalam berbagai aktivitas belajar di sekolah. Hasil belajar merupakan nilai yang
diperoleh secara individu setelah mengikuti proses belajar mengajar yang nampak
dalam bentuk tingkah laku, sikap, dan keterampilan, hasil belajar yang diperoleh
oleh siswa merupakan hasil interaksi dari berbagai faktor yang mempengaruhinya,
baik dalam diri (Faktor Internal) maupun dari luar diri (Faktor Eksternal).
3
Seorang pendidik, guru diharapkan untuk dapat mengatasi masalah tersebut,
maka diperlukan suatu langkah kongkrit dengan metode pembelajaran yang dapat
menjadikan siswa paham dan menemui makna dengan apa yang diajarkan
gurunya. Metode pembelajaran yang diperlukan adalah pembelajaran yang
mendorong siswa menjadi aktif, kooperatif dan kritis sehingga siswa bersifat
partisipatif aktif dalam mencoba memahami konsep yang diajarkan. Olehnya itu
peneliti akan menerapkan metode tanya jawab pada siswa kelas VIIB, dengan
harapan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Penggunaan metode tanya jawab
yakni guru akan bertanya jawab dengan siswa dan siswa bertanya jawab dengan
siswa lain dalam hal ini saling membelajarkan diri dengan lingkungan sosial
pendidikannya, dengan demikian materi dan konsep yang diajarkan akan lebih
jelas, dipahami,dimaknai dan dimengerti oleh siswa tersebut. Karena metode
tanya
jawab
mengantarkan
siswa
kepada
siswa
pertanyaan-pertanyaan,
pernyataan-pernyataan serta menemukan jawaban yang kemudian membangun
pemahaman siswa tentang konsep PKn yang dipelajari. Penggunaan metode tanya
jawab pada pembelajaran PKn sangat efektif sebab pembelajaran PKn erat
kaitannya dengan materi-materi tata aturan hidup manusia, seperti norma, budaya
dan mekanisme bermasyarakat serta bernegara yang merupakan konsep realitas
dalam kehidupan siswa sehingga pembelajaran PKn akan menyentuh dan
membelajarkan serta langsung memberikan pengalaman dan makna pada siswa.
Dengan penerapan metode tanya jawab semua hal yang ada dibenak siswa akan
dikeluarkan, diungkapkan dan dipertanyakan kepada guru maupun temannya.
Berdasarkan latar belakang di atas, peneliti tertarik untuk mengadakan
penelitian tindakan kelas yang berjudul "Meningkatkan hasil belajar siswa dengan
menggunakan metode tanya jawab pada pembelajaran PPKn di kelas VIIB SMP
Negeri 10 Palu".
II METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (class room action
research) yang dilakukan secara kolaboratif dan kooperatif serta partisipatif.
Artinya dalam pelaksanaan penelitian ini, peneliti bekerja sama dengan guru mata
4
pelajaran PKn kelas VIIB SMP Negeri 10 Palu dan secara partisipatif bersama
dengan guru melaksanakan penelitian ini sesuai dengan langkah-langkah dengan
tujuan, meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran PKn melalui metode
Tanya jawab.
Penelitian tindakan kelas ini mengikuti tahap tindakan yang bersiklus.
Model penelitian ini mengacu pada modifikasi spiral yang dicantumkan Kemmis
dan Mc Taggart (Depdiknas, 2005:6)4. Tiap siklus dilakukan beberapa tahap,
yaitu 1) Perencanaan tindakan, 2) Pelaksanaan tindakan, 3) Observasi, dan 4)
Refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 10 Palu. Subyek penelitian
ini adalah seluruh siswa kelas VIIB berjumlah 20 orang siswa, terdiri dari 9 orang
siswa laki-laki dan 11 orang siswa perempuan yang terdaftar pada tahun ajaran
2013/2014.
Pengumpulan data adalah hal yang sangat penting dalam penelitian ini
dimana dengan menggunakan Tes, wawancara (diskusi) dan Observasi. Instrumen
dalam penelitian ini menggunakan 1) lembar observasi aktivitas siswa, 2) lembar
observasi aktivitas guru, 3) Tes hasil belajar. Untuk mengelola data mentah
menjadi informasi bermakna peneliti melakukan tiga tahapan, yaitu: Mereduksi
data, Penyajian Data, Penarikan kesimpulan dan verifikasi serta teknik analisis
data yang digunakan menganlisis data kualitatif yang diperoleh dari tes hasil
kegiatan siswa proses pembelajaran siswa dengan menggunakan rumus persentase
ketuntasan belajar siswa sebagai berikut:
1) Daya Serap Individu
DSI
dengan : X
Y

X
Y
x 100 %
= Skor yang diperoleh siswa
= Skor maksimal soal
DSI = Daya Serap Individu
Seorang siswa dikatakan tuntas belajar secara individu jika persentase daya
serap individu sekurang-kurangnya 65% (Depdiknas, 2006:37)5.
4.
Depdiknas. (2006). Dokumen KTSP Sekolah.
5.
Depdiknas. (2006). Dokumen KTSP Sekolah.
5
2) Persentase Ketuntasan Belajar Klasikal
Persentase KBK=
Keterangan:
∑
∑
x 100%
∑ N = Jumlah siswa yang tuntas
∑ S = Jumlah siswa seluruhnya.
KBK = Ketuntasan Belajar Klasikal
Proses pembelajaran di kelas dikatakan tuntas belajar klasikal jika rata-rata
85% siswa telah tuntas secara individu (Depdiknas, 2006:37) 6.
No.
1
2
3
4
5
Tabel 3.4 Taraf Keberhasilan Tindakan
Taraf Keberhasilan
Kualifikasi
85%-100%
Sangat Baik (SB)
70%-84%
Baik (B)
55%-69%
Cukup (C)
46%-54%
Kurang (K)
0%-45%
Sangat Kurang (SK)
III HASIL
Hasil analisis tes pra tindakan diperoleh skor rata-rata 53% dengan
presentase ketuntasan klasikal 43% dan daya serap klasikal hanya mencapai
52,05%. Dari 20 siswa yang mengikuti tes, hanya 9 siswa yang tuntas belajar atau
mencapai minimal daya serap individu 65% dan ketuntasan belajar klasikal
minimal 80% dari jumlah siswa yang ada dan yang telah ditetapkan sekolah.
Berdasarkan hasil pra tindakan kemudian peneliti merencanakan tindakan
siklus I, setelah semua perencanaan dianggap matang kemudian dilaksanakan
tindkan siklus I.
Berdasarkan data observasi aktivitas siswa pada, dapat dilihat hasil yang
diperoleh bahwa pada pertemuan pertama terlihat secara umum aspek yang
diamati mengindikasikan bahwa aktivitas siswa dalam pembelajaran sudah masuk
dalam kategori cukup dengan skor tercapai sebesar 24 dan dari skor maksimal 36
dan presentase yang diperoleh 66,67%,
6.
Depdiknas. (2006). Dokumen KTSP Sekolah.
6
maka dari hasil tersebut masuk dalam kriteria cukup. Hal ini dikarenakan siswa
masih dalam tahap penyesuaian dengan temannya. Meskipun demikian terdapat
beberapa siswa mewakili temannya untuk menjawab pertanyaan dari guru dan
dari teman sendiri dengan cukup baik.
Terlihat bahwa hasil observasi aktivitas guru pada beberapa aspek sudah
baik, namun ada beberapa aspek yang masih dalam ketegori cukup. Dari hasil
observasi tersebut menunjukkan pada siklus I, skor tercapai yang diperoleh
sebesar 22 dari skor maksimal 32, dengan presentase sebesar 68,75%. Dengan
demikian, hasil observasi aktivitas guru pada pertemuan pertama masuk dalam
kategori cukup. Hal ini menunjukkan bahwa penugasan guru dalam menerapkan
metode Tanya jawab pada mata pelajaran PPKn di Kelas VIIB SMP Negeri 10
sudah baik.
Setelah pelaksanaan tindakan siklus I yang dilakukan selama 2 kali
pertemuan dengan alokasi waktu 2 x 45 menit maka kegiatan selanjutnya adalah
memberikan tes akhir. Tes ini berupa tes tertulis dengan jumlah soal 3 nomor.
Dan tes lisan. Waktu yang diberikan untuk mengerjakan soal ini adalah 20 menit.
Hasil tes yang diperoleh pada tindakan siklus I yakni dengan skor tertinggi
100, skor terendah 30 dan nilai rata-rata hasil belajar siswa yang diperoleh 56%.
Dari 20 orang siswa hanya 10 orang yang memperoleh ketuntasan secara individu
sehingga presentase ketuntasan klasikal mencapai 50%. Berdasarkan hasil analisis
data tersebut, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan tindakan kelas dengan
menerapkan metode Tanya jawab belum berhasil sehingga perlu dilakukan
kembali penelitian pada tindakan siklus II.
Tindakan siklus I dianggap belum berhasil sebab masih ada kelemahankelemahan yang perlu diperbaiki di antaranya siswa belum mampu memahami
dan menkaji materi dengan baik, siswa belum mampu mengerjakan tugas dari
guru dengan baik sehingga hasil belajar yang diperoleh sangat rendah. Selain itu,
guru menyampaikan materi terlalu terburu-buru sehingga siswa merasa kurang
paham dan guru kurang memberikan penghargaan kepada siswa. Adapun
kelebihan pada siklus I yang perlu dipertahankan yaitu pemberian motivasi guru
sudah dianggap baik.
7
Hasil observasi untuk siswa pada siklus II pada tabel
4.6 di atas
manunjukkan adanya penungkatan pada aktivitas siswa dengan jumlah skor
tercapai sebesar 33 dari skor maksimal 36 sehingga dicapai presentase sebesar
91,66% dengan kriteria sangat baik. Pembelajaran pada siklus II siswa sudah
dapat memahami materi yang dibahas. Kegiatan Tanya jawab di kelas juga sudah
mengalami peningkatan yang sangat baik.
Tindakan siklus II, terjadi peningkatan yang sangat baik hampir seluruh
aspek yang diamati, terutma menyangkut keaktifan siswa dalam melakukan
diskusi dan keantusiasan siswa dalam melakukan Tanya jawab. Sehingga tiap-tiap
siswa berlomba-lomba untuk dapat kesempatan untuk bertanya dan menjawab
pertanyaan dari guru dan dari teman-teman lainnya dan siswa lainnya mampu
untuk menambahkan pertanyaan temannya yang belum lengkap.
Terlihat bahwa hasil observasi aktivitas guru pada pertemuan pertama siklus
II, terlihat adanya peningkatan yang cukup baik dibeberapa aspek yang diamati,
seperti aspek dalam menyajikan informasi kepada siswa bagaimana lewat bahan
bacaan, guru menjelaskan kepada siswa bagaimana mengerjakan tugas, guru
memberikan kesempatan masing-masing siswa untuk bertanya dan menjawab
pertanyaan dari guru dan dari teman-temannya dan aspek guru dalam memberikan
penghargaan kepada siswa yang aktif dalam melaksanakan Tanya jawab.
Berdasarkan hasil observasi tersebut, diperoleh skor tercapai 30 dari skor
maksimal 32 sehingga dicapai presentase sebesar 93,75%. Hal ini menunjukkan
bahwa hasil yang diperoleh dari aktivitas guru pada pertemuan kedua masuk
dalam kategori sangat baik. Dengan demikian kriteria yang ditetapkan dalam
penelitian tindakan kelas telah tecapai yaitu 75%<NR≤100% yang masuk dalam
kriteria sangat baik.
Setelah pelaksanaan tindakan siklus II yang dilakukan selama 2 kali
pertemuan, maka kegiatan selanjutnya adalah memberikan tes akhir. Tes ini
berupa tes uraian dengan jumlah soal 5 nomor. Waktu yang diberikan untuk
mengerjakan soal ini adalah 20 menit, dan hasil analisis tes hasil belajar siklus II
dapat dilihat pada tabel berikut:
8
Diketahui bahwa hasil tes Tanya jawab yang diperoleh pada siklus II yakni
dengan skor tertinggi 100, skor terendah 50 dan skor rata-rata yang diperoleh
80%. Dari 20 siswa yang mengikuti tes yang tuntas belajar yakni 18 siswa dengan
presentase ketuntasan 90%. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, dapat
disimpulkan bahwa penelitian tindakan kelas dengan menerapkan metode Tanya
jawab secara efektif dan efisien tidak perlu dilanjutkan ke siklus berikutnya.
Dengan demikian, pembelajaran dengan menerapkan metode Tanya jawab
dinyatakan tuntas dan mencapai indikator penelitian yang telah ditetapkan yakni
minimal 80%.
Kelemahan-kelemahan yang ada pada siklus I sudah diperbaiki pada
tindakan siklus II, dalam menyampaikan materi guru memperbesar volume
suaranya serta memberikan contoh-contoh dan siswapun paham terhadap
penjelasan guru, selain itu guru juga memberi penguatan agar siswa mengerjakan
tugas yang diberikan. Pada tindakan siklus II hasil belajar siswa sudah mencapai
indikator keberhasilan yang ingin dicapai sehingga peneliti tidak melanjutkan lagi
penelitian ini pada siklus berikutnya.
IV. Pembahasan
Hasil belajar siswa merupakan nilai ranah kognitif yang diperoleh siswa
berupa nilai hasil tes dengan soal yang sama pada siswa Kelas VIIB SMP Negeri
10 Palu. Nilai evaluasi tersebut diperoleh setelah dilaksanakannya pembelajaran
dengan menerapkan metode Tanya jawab secara efektif dan efisien pada materi
Demokrasi.
Nilai terendah di kelas VIIB secara berturut-turut yaitu siswa yang
mendapatkan nilai terendah adalah 2 orang pada siklus I dengan nilai 30. Dan
nilai tertinggi di kelas VIIB SMP Negeri 10 Palu pada tindakan siklus I berjumlah
2 orang dengan nilai 100 dan pada siklus II nilai tetinggi ada 3 orang dengan nilai
100. Walaupun ada siswa yang memperoleh nilai ≤6,5 itu dikarenakan masih ada
materi belum dipahaminya, dan berdasarkan pengamatan saat berlangsungnya
Tanya jawab dikelas siswa masih mengalami kesulitan untuk bertanya. Hal ini
dikarenakan belum terbiasa kegiatan Tanya jawab secara efektif dan efisien,
9
padahal saat tanya jawab berlangsung merupakan kesempatan yang baik bagi
siswa untuk menanyakan tentang sesuatu yang belum dipahaminya. Akibatnya,
saat mengerjakan soal post test siswa tersebut menjadi tidak biasa menjawab
dengan baik. Namun banyak siswa yang telah berhasil mencapai hasil belajar
secara individual, sehingga pada akhirnya mendapatkan nilai rata-rata 61 pada
siklus I. dan 72,75 pada siklus II. Indikator kinerja yang digunakan untuk
menentukan tingkat keberhasilan pencapaian kompetensi dasar dalam penelitian
ini adalah apabila siswa mencapai hasil belajar ranah kognitif secara individual
≥75% murid telah mencapai ketuntasan belajar individual. Sehingga siswa
dianggap ketuntasan belajarnya meningkat dan kompetensi dasar yang diinginkan
tercapai serta kinerja guru dalam kegiatan pembelajaran meningkat.
Hasil belajar siswa pada siklus II telah mencapai indikator kinerja. Rata-rata
kelas dan hasil belajar klasikal pada Kelas VII SMP Negeri 10 Palu yang
melaksanakan pembelajaran pada mata pelajaran PKn dengan materi Demokrasi.
Pengalaman belajar yang menyenangkan dapat melekat dalam memori siswa
periode waktu yang lebih lama, sehingga siswa akan lebih mudah meningatnya
kembali saat melakukan Tanya jawab dan mampu mengerjakan soal tes walaupun
evaluasi tidak langsung dilaksanakan sesuai waktu pembelajaran.
4.2.1 Aktivitas dalam Kegiatan Pengamatan
Saat siswa melakukan diskusi kelompok pada materi “Demokrasi” tiap 5
kelompok siswa diamati oleh seorang observasi dengan panduan lembar
observasi. Hasil data aktivitas siswa dalam penelitian ini diperoleh melalui lembar
obsevasi siswa dalam kegiatan pengamatan. Data hasil observasi yang telah
dirangkum pada tabel 4.2 menunjukkan bahwa jumlah siswa Kelas VIIB SMP
Negeri 10 Palu yang termaksud dalam kategori aktif dan 2 orang kurang aktif.
Hal ini menujukkan tercapainya indikator kinerja yang digunakan dalam
penelitian karena secara klasikal >75% siswa aktif dalam pembelajaran. Dengan
demikian, kemahiran keterampilan saja tidak cukup menghasilkan ketermpilan
belajar yang tinggi, namun diperlukan umpan balik aktivitas yang relevan.
Dengan aktivitas yang cukup dalam berinteraksi dengan lingkungan, maka siswa
10
akan memperoleh pengalaman belajar yang lebih bertahan lama dalam
ingatannya. Oleh karena itu, dengan demikian hasil belajar siswapun akan lebih
optimal.
Walaupun telah dijelaskan pada pembahasan bahwa upaya meningkatkan
metode Tanya jawab secara efektif dan efisien berpengaruh positif terhadap hasil
belajar PKn siswa di Kelas VIIB SMP Negeri 10 Palu. Namun pembahasan
tersebut terasa belum lengkap apabila analisis terhadap hasil evaluasi yang
diperoleh siswa terhadap hasil evaluasi yang diperoleh siswa setelah dilakukan
post test pasca penerapan metode Tanya jawab secara efktif dan efisien.
Berdasarkan hasil tes PTK ini, dari 20 siswa yang diobservasi, ada 18 siswa yang
dinyatakan telah tuntas belajar. Kenyataan ini menceritakan 2 hal yaitu:
1) ketuntasan yang dialami oleh 18 siswa menceritakan tingginya prestasi hasil
belajar mereka di Kelas VIIB SMP Negeri 10 Palu.
Perbandingan jumlah siswa yang tidak tuntas mengisyaratkan bahwa
metode tanya jawab secara efektif dan efisien yang diterapkan oleh guru PPKn
dapat memberikan pengaruh positif terhadap hasil belajar siswa. Oleh karena itu,
hal ini perlu terus dipupuk, di pertahankan dan dikembangkan kearah yang lebih
baik. Beberapa item yang telah dikategorikan baik perlu dipertahankan agar
keinginan yang hendak dicapai dapat diwujudkan dengan baik pula.
V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Hasil Pra tindakan menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa 53% dan
ketuntasan belajar klasikal 43%. Hasil tindakan siklus I menunjukkan nilai ratarata hasil belajar siswa 56% dan ketuntasan belajar klasikal mencapai 50%. Hasil
tindakan siklus II menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar siswa 80% dan
ketuntasan belajar klasikal 90%
Berdasarkan hasil di atas setiap tindakan menunjukkan peningkatan hasil
belajar dan pada tindakan siklus II telah mencapai indikator kinerja yakni minimal
65 untuk nilai rata-rata hasil belajar dan minimal 80 untuk ketuntasan belajar
klasik sehingga dapat disimpulkan bahwa upaya perbaikan pembelajaran dengan
11
menggunakan metode tanya jawab dapat meingkatkan hasil belajar siswa pada
mata pelajaran PKn di kelas VIIB SMP Negeri 10 Palu.
5.2 Saran-saran
1. Siswa harus lebih siap untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan dari guru
maupun siswa lainnya.
2. Guru mampu memilih pertanyaan yang tepat yang akan ditujukan pada
siswa.
3. Agar pihak yang pengambil kebijakan lebih jeli dalam menyikapi
kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran.
12
DAFTAR RUJUKAN
Depdiknas. (2006). Dokumen KTSP Sekolah.
Dimyati, d.k.k. (2006). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional, Rineka Cipta.
Khaeruddin, d.k.k. (2005). Metodologi Ilmu Pengetahuan. Bandung: Departemen
Pendidikan dan Kebudayaan.
Muslich, Masnur. (2010). Melaksanakan PTK Itu Mudah (Classroom Action
Research) Pedoman Praktis bagi Guru Profesional. Cetakan Keempat.
Jakarta: Bumi Aksara.
Ramadhan A., dkk. (2013). Panduan Tugas Akhir (Skripsi) & Artikel Penelitian.
Palu: Universitas Tadulako. Tidak diterbitkan.
Suharsimi, dkk. (2007). Penelitian Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Download