perilaku staf karyawan politeknik negeri samarinda selama

advertisement
http://www.karyailmiah.polnes.ac.id
PERILAKU STAF KARYAWAN POLITEKNIK NEGERI
SAMARINDA SELAMA PERJALANAN MENUJU PEROLEHAN
SERTIFIKASI ISO 9001:2000
Fariyanti, Ratna Wulaningrum, Muhammad Kadafi
(Staf Pengajar Jurusan Akuntansi Politeknik Negeri Samarinda)
Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dan perilaku staf/karyawan
Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) dalam perjalanan memperoleh sertifikasi ISO
9001:2000.
Metode analisis penelitian ini adalah menggunakan statistik inferensial. Variabel yang
digunakan adalah AQP = Kepedulian staf terhadap program penjaminan mutu di Politeknik
Negeri Samarinda., BENEFIT = Manfaat yang dipersepsikan staf dari adanya program
penjaminan mutu tersebut, QSD = Motivasi staf untuk menyukseskan program mutu tersebut,
TN = Kebutuhan pelatihan/training staf, PSF = Faktor sukses yang dipersepsikan oleh staf., PS
= Kekuatan lembaga yang dipersepsikan oleh staf, OC = Komitmen organisasi staf, ISO =
Dukungan terhadap program mutu (ISO 9001:2000).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 5 variabel yang tidak mempengaruhi dukungan
staf terhadap program penjaminan mutu berbasis sertifikasi ISO 9001:2000 yang dilaksanakan
Politeknik Negeri Samarinda, yaitu variabel AQP yaitu Kepedulian staf terhadap program mutu
di Politeknik Negeri Samarinda, variabel BENEFIT yaitu Manfaat yang dipersepsikan staf dari
adanya program mutu tersebut, variabel QSD yaitu Motivasi staf untuk mensukseskan
program mutu tersebut, variabel TN yaitu kebutuhan pelatihan/training staf, dan variabel PS
yaitu kekuatan lembaga yang dipersepsikan oleh staf. Sedangkan untuk variabel PSF yaitu
faktor sukses yang dipersepsikan oleh staf dan variabel OC yaitu komitmen organisasi staf,
merupakan variabel yang signifikan mempengaruhi dukungan staf
terhadap program
penjaminan mutu. Variabel yang paling dominan mempengaruhi dukungan staf terhadap
program penjaminan mutu berbasis ISO 9001:2000 yang dilaksanakan POLNES adalah
variabel PSF yaitu faktor sukses yang dipersepsikan oleh staf dan variabel OC yaitu
komitmen organisasi staf.
Kata Kunci : Perilaku, ISO 9001/2000
PENDAHULUAN
Politeknik Negeri Samarinda (POLNES)
dalam rangka peningkatan kualitas, diwujudkan
dengan melaksanakan program penjaminan mutu
berbasis sertifikasi ISO 9001:2000. Dengan
sertifikasi ISO, diharapkan POLNES dapat diakui
sebagai lembaga/institusi pendidikan yang memiliki
standar manajemen mutu internasional. Di samping
itu, manfaat nyata dari usaha memperoleh
sertifikasi,
diharapkan
POLNES
dapat
Riset / 1305
meningkatkan kualitasnya dan mencapai sasaran
mutunya, serta memuaskan para pelanggannya.
Dalam rangka memperoleh sertifikasi ISO
9001:2000 tersebut, POLNES melakukan kerja
sama dengan pihak konsultan untuk membimbing
dalam proses memperoleh sertifikasi tersebut.
Proses ini perlu didukung pula dengan komitmen
manajemen serta seluruh staf karyawan untuk
berperan aktif dalam menyukseskan program
peningkatan kualitas ini. Akan tetapi, meskipun
komitmen staf dalam usaha peningkatan kualitas
adalah penting, sangat sedikit orang yang peduli
untuk mengukur dan mengatur perilaku individu
JURNAL EKSIS
Vol.6 No.1, Maret 2010: 1267 – 1266
selama proses pengenalan suatu program kualitas,
termasuk sertifikasi ISO 9001:2000. Terlalu sering
antara manajemen dan konsultan terburu-buru
melakukan pekerjaan dan mungkin mengabaikan
perasaan dan perilaku staf/karyawannya. Padahal
organisasi seharusnya dapat membuat pencapaian
yang lebih baik dalam program kualitas, apabila
unsur yang terlibat untuk menyukseskan program
ini diperkuat. Sumber daya manusia dalam
organisasi (staf karyawan) merupakan salah satu
unsur yang seharusnya memperkuat kesuksesan
program.
Hvam et al. (1997) menyarankan bahwa
prasyarat untuk memperoleh sertifikasi ISO secara
tepat adalah dengan memperbaiki kinerja para
karyawan ke tingkat yang lebih baik, maka tujuan
yang diharapkan dapat dicapai. Sedangkan Yung
(1997) mengajukan beberapa faktor yang dapat
mendukung kesuksesan implementasi dari TQM
(Total Quality Management), yaitu Commitment
and involment by top management; Teamwork
approach to solving problems; Thorough training to
promote quality awareness; Improvement of quality
control techniques and methods; Continous
improvement programme; Participation of staff at all
levels.
Grint (1997) mengatakan bahwa salah satu
faktor penting dalam TQM adalah keterlibatan dan
komitmen dari pekerja di seluruh tingkatan. Dan
dari sebuah studi praktik lingkaran kualitas di Hong
Kong, Koo (1995) mengemukakan bahwa
dukungan serta komitmen manajemen puncak dan
menengah merupakan kunci penting yang
mendorong praktik manajemen kualitas yang baik.
Penelitian yang dilakukan untuk meneliti
perilaku staf yang berhubungan dengan sertifikasi
ISO antara lain dilakukan oleh Koo et al. (1999),
berupa penelitian jangka panjang pada sebuah
perusahaan yang melakukan proses sertifikasi ISO.
Penelitian ini mengenai perilaku staf/karyawan
perusahaan tersebut dalam proses sertifikasi ISO,
pada tiga tahapan berbeda yaitu sebelum, saat dan
setelah perolehan sertifikasi ISO tersebut.
Penelitian ini mnemukan bahwa staf merasa
dorongan
menyukseskan
program
kualitas
menurun pada hasil uji ke 2 (saat berlangsungnya
proses sertifikasi) di bandingkan awal dimulainya
program kualitas tersebut. Tetapi saat perusahaan
telah memperoleh sertifikasi ISO, pekerja merasa
ada selisih kinerja yang signifikan di banding pada
saat awal proses atau responden menyimpulkan
ada perbaikan kinerja dari perusahaan. Di
pertengahan masa proses sertifikasi, pekerja
mempersepsikan bahwa dukungan dan komitmen
manajemen puncak menurun dan pengakuan atas
prestasi yang baik dalam kualitas dihargai secara
tidak pantas.
Dari penelitian-penelitian tersebut, dan
karena Politeknik Negeri Samarinda sedang
melaksanakan proses akuisisi sertifikasi ISO
JURNAL EKSIS Vol.6 No.1, Maret 2010: 1100 – 1266
9001:2000, maka penting pula kita mengetahui
bagaimana persepsi dan perilaku staf/karyawan
POLNES, agar proses ini berjalan dengan baik.
Untuk maksud tersebut, penelitian ini dilakukan
untuk
memetakan
persepsi
dan
perilaku
staf/karyawan
Politeknik
Negeri
Samarinda
(POLNES)
dalam
perjalanan
memperoleh
sertifikasi ISO 9001:2000.
Secara umum penelitian ini digunakan
untuk
mengetahui
persepsi
dan
perilaku
staf/karyawan
Politeknik
Negeri
Samarinda
(POLNES)
dalam
perjalanan
memperoleh
sertifikasi ISO 9001:2000. Sedangkan tujuan
penelitian ini secara khusus adalah :
1. Untuk
mengetahui
faktor-faktor
yang
mempengaruhi dukungan
staf
terhadap
program penjaminan mutu berbasis sertifikasi
ISO 9001:2000 di Politeknik Negeri Samarinda.
2. Untuk
mengetahui
faktor-faktor
yang
berpengaruh paling dominan terhadap program
penjaminan mutu berbasis sertifikasi ISO
9001:2000 di Politeknik Negeri Samarinda.
Penelitian
ini
diharapkan
dapat
memberikan manfaat sebagai berikut:
1. Dengan mengetahui persepsi dan perilaku
staf POLNES, maka lembaga diharapkan
dapat mengambil langkah selanjutnya
untuk keberhasilan program penjaminan
mutu di masa mendatang.
2. Dari sisi peneliti, memberikan bukti empiris
faktor-faktor
yang
mempengaruhi
dukungan
staf
terhadap
program
penjaminan mutu POLNES.
3. Untuk memberikan kontribusi dan motivasi
terhadap penelitian selanjutnya yang
berhubungan dengan staf/karyawan.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengembangan Hipotesis
Pengambilan
keputusan
individu
merupakan bagian penting dari perilaku organisasi.
Tetapi cara individu-individu dalam organisasi
mengambil keputusan dan kualitas dari pilihan
terakhir mereka sebagian besar dipengaruhi oleh
persepsi-persepsi
mereka.
(Robbins;2003).
Persepsi para staf/karyawan POLNES diduga akan
mempengaruhi
keputusan
mereka
untuk
memberikan dukungan atau tidak memberikan
dukungan terhadap program penjaminan mutu
tersebut.
Persepsi adalah proses yang digunakan
individu mengelola dan menafsirkan kesan indera
mereka dalam rangka memberikan makna kepada
lingkungan
mereka
(Robbins;2003).
Meski
demikian apa yang dipersepsikan seseorang dapat
berbeda dari kenyataan obyektif. Tidak harus selalu
berbeda, namun sering terdapat ketidaksepakatan.
Misalnya, dimungkinkan bahwa semua karyawan
dalam
perusahaan
tertentu
memandang
Riset / 1306
http://www.karyailmiah.polnes.ac.id
perusahaan tersebut sebagai tempat yang hebat
untuk bekerja—kondisi kerja yang menyenangkan,
tugas pekerjaan yang menarik, upah yang baik,
manajemen yang bijaksana dan bertanggung
jawab—namun, seperti sebagian besar dari kita
tahu, sangatlah tidak biasa untuk mendapatkan
kesepakatan seperti itu. Beberapa persepsi staf
yang diduga berpengaruh, antara lain: persepsi staf
dalam hal kepedulian terhadap program, manfaat
yang dirasakan, dan motivasi. Untuk mengetahui
hal tersebut, maka penelitian ini menduga
”Persepsi staf dalam hal kepedulian terhadap
program, manfaat yang dirasakan, dan motivasi
mempengaruhi dukungannya terhadap program
penjaminan mutu tersebut”.
Suatu program yang baru dijalankan,
tentunya dapat berhasil dengan pelaksanaan
program pelatihan. Program pelatihan dapat
mempengaruhi perilaku kerja dalam dua cara
(Robbins;2003).
Pertama
adalah
langsung
memperbaiki
keterampilan
yang
diperlukan
karyawan
agar
berhasil
menyelesaikan
pekerjaannya,
sedangkan yang kedua adalah
meningkatkan keefektifan diri karyawan. Dalam
rangka pelaksanaan program penjaminan mutu
berbasis sertifikasi ISO 9001:2000, POLNES juga
memprogramkan bermacam-macam pelatihan.
Akan tetapi, perlu juga diketahui apakah pelatihan
yang diadakan telah sesuai dengan kebutuhan
yang dirasakan oleh staf. Untuk mengetahui hal
tersebut, perlu diketahui terlebih dahulu kebutuhan
pelatihan apa saja yang diperlukan oleh staf
berdasarkan persepsi mereka. Berkaitan dengan
hal tersebut, perlu diketahui ‖Kebutuhan pelatihan
menurut staf
mempengaruhi dukungannya
terhadap program penjaminan mutu tersebut”.
POLNES sebagai salah satu lembaga yang
berkecimpung
dalam
industri
pendidikan,
memerlukan penilaian terhadap berbagai unsur
yang
mendukung
kesuksesannya
dalam
menjalankan
seluruh
kegiatan lembaganya.
Berbagai unsur tersebut antara lain adalah
kemampuan
manajemen,
sistem
mutu,
pengendalian mutu, seleksi penerimaan calon
mahasiswa, desain kompetensi mahasiswa,
teknologi, bursa kerja, pelayanan, pengendalian
biaya/cost, pelatihan karyawan, reputasi lembaga,
manajemen sumber daya manusia, investasi
mesin/peralatan, investasi sarana dan pra sarana.
Untuk itu perlu dilakukan penelitian ‖Unsur
kesuksesan menurut staf
mempengaruhi
dukungannya terhadap program penjaminan mutu
tersebut”. Berbagai unsur tersebut tentunya juga
telah dimiliki dengan oleh pihak POLNES. Perlu
juga kita ketahui ‖Unsur kekuatan yang dimiliki
POLNES
menurut staf, yang mempengaruhi
dukungannya terhadap program penjaminan mutu
tersebut”.
Komitmen organisasi merupakan hal
penting yang harus dimiliki oleh seluruh
Riset / 1307
staf/karyawan, dari manajemen level puncak
sampai level terendah dalam suatu organisasi.
Komitmen terhadap organisasi dapat diwujudkan
dengan rasa bangga, usaha maksimal, mempunyai
kinerja yang bagus, dan lain sebagainya. Dengan
berkomitmen
dalam
melaksanakan
seluruh
penugasan yang diberikan, seorang karyawan
dapat mendukung usaha organisasi dalam meraih
kesuksesan. Apabila komitmen terhadap organisasi
tidak dimiliki oleh para karyawan, tentunya dalam
melaksanakan suatu program kegiatan, organisasi
akan menghadapi berbagai kendala/halangan.
Penelitian ini juga menduga ‖komitmen organisasi
yang dimiliki oleh staf mempengaruhi dukungannya
terhadap program penjaminan mutu tersebut”.
Menurut penelitian Koo et al. (1999),
bahwa faktor motivasi memiliki pengaruh yang
dominan
terhadap
program
mutu
yang
dilaksanakan oleh objek penelitiannya. Maka
penelitian ini menduga ‖ motivasi yang dirasakan
oleh staf merupakan faktor yang paling dominan
mempengaruhi dukungannya terhadap program
penjaminan mutu POLNES”.
METODE PENELITIAN
Penelitian
ini
termasuk
explanatory
research yang bertujuan untuk menggambarkan
suatu keadaan atau fenomena tertentu. Data yang
diperlukan dalam penelitian ini adalah data primer,
berupa hasil jawaban responden yang berasal dari
hasil penyebaran kuesioner kepada seluruh
staf/karyawan Politeknik Negeri Samarinda. Teknik
pengumpulan data dilakukan dengan survey, yaitu
suatu penelitian yang mengambil sejumlah sampel
tertentu dari suatu populasi dengan menggunakan
kuesioner (daftar pertanyaan) sebagai alat
pengumpulan data. Kuisioner yang digunakan
dalam penelitian ini mengadopsi kuesioner yang
telah digunakan oleh Koo et al. (1997) dengan
menggunakan 5-skala Likert.
Teknik pengambilan sampel menggunakan
teknik sampel non probabilitas, yang dilakukan
secara purposive random sampling, yaitu pemilihan
sampel berdasarkan tujuan dari penelitian. Mereka
yang mengisi dan mengembalikan kuesioner yang
telah diisi dengan semestinya menjadi sampel
penelitian.
Konstruk yang digunakan dalam
penelitian ini adalah:
1.
AQP = Kepedulian staf terhadap program
penjaminan mutu di Politeknik Negeri
Samarinda.
2.
BENEFIT = Manfaat yang dipersepsikan
staf dari adanya program penjaminan
mutu tersebut.
3.
QSD
=
Motivasi
staf
untuk
menyukseskan program mutu tersebut.
4.
TN = Kebutuhan pelatihan/training staf.
JURNAL EKSIS
Vol.6 No.1, Maret 2010: 1267 – 1266
5.
PSF = Faktor sukses yang dipersepsikan
oleh staf.
6.
PS
=
Kekuatan
lembaga
yang
dipersepsikan oleh staf.
7.
OC = Komitmen organisasi staf.
8.
ISO = Dukungan terhadap program mutu
(ISO 9001:2000).
Metode analisis penelitian ini adalah
menggunakan
statistik
inferensial.
Statistik
inferensial dimaksudkan untuk membuat inferensi
(prediksi atau keputusan) mengenai sebuah
populasi berdasarkan informasi yang terdapat
dalam sebuah sampel.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi sampel penelitian adalah sebagai
berikut:
Sumber data : Hasil Kuisioner
Hasil pengukuran uji validitas terhadap
item-item
pertanyaan
mengenai
persepsi
staf/karyawan POLNES yang mempengaruhi
dukungan staf terhadap program penjaminan mutu
berbasis sertifikasi ISO 9001:2000 dengan
menggunakan 118 sampel, dinyatakan secara
empiris oleh koefisien validitas yang disebut
corrected item-total correlation (r) per variabel
independen (Xn). Apabila nilai r berada di atas nilai
r tabel, maka variabel tersebut valid. Nilai r tabel
dari df = n – k = 118-7 = 0,1555 pada tabel r one
tail. Sehingga karena nilai r untuk X1 sebesar 0,236
; nilai r untuk X2 sebesar 0,505 ; nilai r untuk X3
sebesar 0,655 ; nilai r untuk X4 sebesar 0,576 ;
nilai r untuk X5 sebesar 0,494 ; nilai r untuk X6
sebesar 0,496 ; nilai r untuk X7 sebesar 0,429 ;
maka variabel AQP (Kepedulian staf terhadap
program mutu di POLNES), variabel BENEFIT
(Manfaat yang dipersepsikan staf dari adanya
program mutu di POLNES),
variabel QSD
(Motivasi staf untuk mensukseskan program mutu
tersebut), TN (Kebutuhan pelatihan/training staf),
variabel PSF (Faktor sukses yang dipersepsikan
oleh staf), variabel PS (Kekuatan lembaga yang
dipersepsikan oleh staf), variabel OC (Komitmen
organisasi staf) dapat dinyatakan valid.
Pengujian instrumen penelitian selanjutnya
adalah uji reliabilitas terhadap item-item pertanyaan
yang digunakan mewakili variabel. Hasil uji
reliabilitas menunjukkan Cronbach Alpha (α)
sebesar 0,770. Menurut Nunnally (1967), variabel
dikatakan reliabel jika memberikan nilai Cronbach
Alpha (α) > 0,60. Jadi variabel-variabel yang diuji
dianggap reliabel/konsisten antar konstruk karena
lebih besar dari 0,60.
JURNAL EKSIS Vol.6 No.1, Maret 2010: 1100 – 1266
Riset / 1308
http://www.karyailmiah.polnes.ac.id
ANALISIS DESKRIPTIF
Analisis deskriptif untuk variabel X3 yaitu
Motivasi staf untuk mensukseskan program mutu
tersebut (QSD), yang diwakili dengan item
pertanyaan 4, 5, 6, 7, 8 dan 9 pada bagian 1 dalam
kuisioner, menunjukkan sebanyak 67 responden
(57 %) menyatakan agak setuju bahwa mereka
belum mendapat motivasi secara maksimal untuk
memberikan dukungannya terhadap program
penjaminan mutu berbasis ISO 9001:2000 yang
dilaksanakan POLNES. Sedangkan 30 responden
(25 %) menyatakan setuju, 15 responden ( 13 %)
menyatakan netral, dan 6 responden ( 5 %)
menyatakan agak tidak setuju.
Tabel 9.
Indikator Motivasi staf untuk
mensukseskan program
mutu
tersebut (QSD)
Analisis deskriptif terhadap variabel X1
yaitu Kepedulian staf terhadap program mutu di
Politeknik Negeri Samarinda (AQP), yang diwakili
dengan item pertanyaan 1 dan 2 pada bagian 1
dalam kuisioner, menunjukkan bahwa variabel
tersebut menentukan kepedulian staf terhadap
program penjaminan mutu berbasis ISO 9001:2000
yang dilaksanakan POLNES. Hal ini dapat
ditunjukkan
dari
hasil
penelitian
yang
mengungkapkan bahwa sebanyak 92 responden
(78%) menyatakan setuju, dan ini menunjukkan
sebagian besar staf menunjukkan kepeduliannya
terhadap program mutu tersebut. Sedangkan
sebanyak 22 responden (18,6%) menyatakan agak
setuju untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap
program mutu tersebut. Sisa responden sebanyak
4 orang (3,4%) menyatakan netral dan tidak setuju,
ini menunjukkan kurangnya kepedulian staf
terhadap program mutu.
Tabel. 7.
Indikator Kepedulian staf terhadap
program mutu (AQP)
Analisis deskriptif untuk variabel X2 yaitu
Manfaat yang dipersepsikan staf dari adanya
program mutu tersebut (BENEFIT), yang diwakili
dengan item pertanyaan 3a sampai dengan 3f pada
bagian 1 dalam kuisioner, menunjukkan sebanyak
65 responden (55 %) menyatakan agak setuju, hal
ini menunjukkan bahwa mereka masih merasa
manfaat dari adanya program mutu tersebut belum
maksimal, tetapi sebanyak 38 responden (32 %)
menyatakan setuju dan menunjukkan mereka
merasakan benar manfaat dari adanya program
mutu tersebut. Sisanya sebanyak 15 responden (
13 %) menyatakan netral dan agak tidak setuju, hal
ini menunjukkan bahwa mereka belum merasakan
manfaat dari adanya program mutu.
Analisis deskriptif untuk variabel X4 yaitu
Kebutuhan pelatihan/training staf (TN), yang
diwakili dengan item pertanyaan 10a sampai
dengan 10i pada bagian 1 dalam kuisioner,
menunjukkan sebanyak 32 responden (27 %)
menyatakan setuju, dan ini menunjukkan pelatihan
staf merupakan hal penting untuk mempengaruhi
dukungannya terhadap program mutu tersebut.
Sedangkan sebanyak 68 responden ( 58 %)
menyatakan agak setuju, ini menunjukkan
pelatihan staf belum maksimal, sehingga dukungan
mereka belum maksimal terhadap program mutu
tersebut. Sisa responden sebanyak 17 orang ( 14
%) menyatakan netral. ini menunjukkan staf tidak
memberikan pendapat. Dan 1 responden (1 %)
menyatakan agak tidak setuju.
Tabel 10.
Indikator
Kebutuhan
training staf (TN)
pelatihan/
Tabel 8. Indikator Manfaat yang dipersepsikan
staf dari adanya program mutu
tersebut (BENEFIT).
Analisis deskriptif untuk variabel X5 yaitu
Faktor sukses yang dipersepsikan oleh staf (PSF),
yang diwakili dengan item pertanyaan 11a sampai
Riset / 1309
JURNAL EKSIS
Vol.6 No.1, Maret 2010: 1267 – 1266
dengan 11m pada bagian 1 dalam kuisioner,
menunjukkan sebanyak 43 responden (37 %)
menyatakan setuju bahwa banyak faktor sukses
yang harus dimiliki oleh POLNES, agar
memperoleh dukungan staf terhadap program mutu
POLNES. 64 responden ( 54 %) menyatakan agak
setuju, dan 11 responden ( 11 %) menyatakan
netral, atau tidak memberikan pendapatnya.
Tabel 11.
Indikator Faktor sukses
dipersepsikan oleh staf (PSF)
yang
Analisis deskriptif untuk variabel X6 yaitu
Kekuatan lembaga yang dipersepsikan oleh staf
(PS), yang diwakili dengan item pertanyaan 12a
sampai dengan 12m pada bagian 1 dalam
kuisioner, menunjukkan sebanyak 23 responden
(19 %) menyatakan setuju bahwa kekuatan
lembaga yang telah dimiliki cukup besar
mempengaruhi dukungan staf terhadap program
mutu POLNES. 37 responden ( 31 %) menyatakan
agak setuju, 40 responden ( 34 %) menyatakan
netral, 14 responden (12 %) menyatakan agak
tidak setuju dan 4 responden (4 %) menyatakan
tidak setuju dan tidak memberi pendapat.
Tabel 12.
Tabel 13. Indikator komitmen organisasi staf
(OC)
Analisis deskriptif untuk variabel Y yaitu
Dukungan staf terhadap program penjaminan
mutu berbasis ISO 9001:2000 yang dilaksanakan
POLNES (ISO), yang diwakili dengan item
pertanyaan 1 sampai dengan 4 pada bagian 2
dalam kuisioner, menunjukkan sebanyak 105
responden ( 89 %) menyatakan netral, atau tidak
memberi
pendapat mengenai dukungannya
terhadap program mutu tersebut. 13 orang (11 %)
menyatakan agak tidak setuju untuk memberikan
dukungannya.
Tabel 14. Indikator dukungan staf terhadap
program mutu (ISO)
Indikator Kekuatan lembaga yang
dipersepsikan oleh staf (PS)
ANALISIS STATISTIK
Analisis statistik dari model dilakukan
mengikuti uji parsial (uji t), uji simultan (uji F). Hasil
model regresi ditampilkan sebagai berikut:
Tabel 15. HASIL REGRESI
Analisis deskriptif untuk variabel X7 yaitu
Komitmen organisasi staf (OC), yang diwakili
dengan item pertanyaan 13 sampai dengan 21
pada bagian 1 dalam kuisioner, menunjukkan
sebanyak 31 responden (26 %) menyatakan setuju
untuk memberikan komitmen organisasinya agar
dapat
menunjukkan
dukungannya
terhadap
program mutu POLNES. 62 responden ( 52 %)
menyatakan agak setuju, 16 responden ( 14 %)
menyatakan netral, 7 responden ( 6 %)
menyatakan agak tidak setuju dan 2 responden (2
%) menyatakan tidak memberi pendapat.
JURNAL EKSIS Vol.6 No.1, Maret 2010: 1100 – 1266
Riset / 1310
http://www.karyailmiah.polnes.ac.id
UJI PARSIAL
Uji parsial (uji t) menunjukkan nilai
probabilitas dari tabel 15 dengan asumsi bahwa
error regresi terdistribusi secara normal, yang
ditunjukkan dengan nilai < = 5%. Maka variabel
kepedulian, manfaat, motivasi, pelatihan dan
kekuatan memiliki nilai probabilitas > dari 5%, hal
ini menunjukkan bahwa variabel-variabel tersebut
tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap
dukungan staf dalam program penjaminan mutu
POLNES. Sedangkan variabel sukses dan
komitmen memiliki nilai probabilitas <= 5%, berarti
variabel-variabel ini memiliki pengaruh yang
signifikan untuk mempengaruhi dukungan staf
terhadap program penjaminan mutu berbasis
sertifikasi ISO 9001:2000 yang dilaksanakan
POLNES.
UJI SIMULTAN
Uji F statistik merupakan uji ketepatan
model atau yang biasa kita kenal dengan goodness
of fit di bawah hipotesis Ho: semua parameter yang
kita duga adalah nol (namun tidak melibatkan
konstantan). Nilai F statistik yang besar lebih baik
dibandingkan nilai F statistik yang rendah.
Sedangkan nilai probabilitas F merupakan tingkat
signifikan marjinal dari F statistik. Dengan nilai
probabilitas F maka kita dapat melakukan
penolakan hipotesis Ho jika nilai probabilitas F
kurang dari nilai alpha (α). Nilai alpha (α) yang
digunakan di sini adalah 5 %. Dari hasil regresi
pada tabel 15 memperlihatkan bahwa nilai F
statistik adalah 0,000 yang berarti jauh di bawah
dari nilai alpha (α). Dengan demikian dapat
disimpulkan variabel indenpenden/bebas secara
bersama-sama
atau
simultan
berpengaruh
terhadap variabel terikat/dijelaskan.
PENGUJIAN HIPOTESIS
Berdasarkan hipotesis yang diajukan dan
hasil pengolahan data menunjukkan bahwa
hipotesis pertama yaitu ‖Persepsi staf dalam hal
kepedulian terhadap program, manfaat yang
dirasakan,
dan
motivasi
mempengaruhi
dukungannya terhadap program penjaminan mutu
tersebut”, hipotesis kedua yaitu ‖Kebutuhan
pelatihan
menurut
staf
mempengaruhi
dukungannya terhadap program penjaminan mutu
tersebut”, hipotesis keempat yaitu ‖Unsur kekuatan
yang dimiliki POLNES
menurut staf, yang
mempengaruhi dukungannya terhadap program
penjaminan mutu tersebut”, ditolak karena hasil
regresi menunjukkan nilai di atas 5 %.
Sedangkan hipotesis ketiga yaitu ‖Unsur
kesuksesan menurut staf
mempengaruhi
dukungannya terhadap program penjaminan mutu
tersebut” dan hipotesis kelima yaitu ‖komitmen
organisasi yang dimiliki oleh staf mempengaruhi
dukungannya terhadap program penjaminan mutu
Riset / 1311
tersebut”, dapat diterima, karena hasil regresi
menunjukkan nilai 0,000 atau di bawah 5%.
Untuk hipotesis terakhir yaitu ‖Motivasi
yang dirasakan oleh staf merupakan faktor yang
paling dominan mempengaruhi dukungannya
terhadap program penjaminan mutu POLNES”,
hasil regresi menunjukkan bukan variabel ini yang
paling dominan, tetapi variabel PSF (sukses) dan
OC (komitmen organisasi) yang merupakan
variabel paling dominan mempengaruhi dukungan
staf terhadap program penjaminan mutu berbasis
ISO 9001:2000 yang dilaksanakan POLNES, maka
hipotesis terakhir ini dapat ditolak.
PEMBAHASAN
Dari hasil pengujian hipotesis, maka
terdapat beberapa variabel yang tidak signifikan
mempengaruhi dukungan staf terhadap program
penjaminan mutu berbasis ISO 9001:2000 yang
dilaksanakan POLNES. Variabel AQP yaitu
Kepedulian staf terhadap program mutu di
Politeknik Negeri Samarinda, variabel BENEFIT
yaitu Manfaat yang dipersepsikan staf dari adanya
program mutu tersebut, dan variabel QSD yaitu
Motivasi staf untuk mensukseskan program mutu
tersebut menjadi tidak signifikan, hal ini mungkin
dikarenakan masih belum intensifnya sosialisasi
program mutu kepada seluruh staf atau sosialisasi
program mutu belum menyentuh seluruh lapisan
karyawan, serta belum maksimalnya unsur-unsur
yang
memotivasi
staf
untuk
memberikan
dukungannya, sehingga staf menjadi terlihat kurang
peduli terhadap program penjaminan mutu yang
sedang dilaksankan. Seperti dijelaskan dalam teori,
bahwa apabila suatu organisasi menginginkan
seluruh karyawan memberikan dukungannya, dan
semua karyawan dalam organisasi memandang
perusahaan tersebut sebagai tempat yang hebat
untuk bekerja,
tentunya
organisasi harus
mendorong terciptanya kondisi kerja yang
menyenangkan, memberikan tugas pekerjaan yang
menarik, upah yang baik, manajemen yang
bijaksana dan bertanggung jawab.
Untuk variabel TN yaitu kebutuhan
pelatihan/training staf juga menunjukkan nilai tidak
signifikan mempengaruhi dukungan staf terhadap
program tersebut, hal ini dikarenakan belum
maksimalnya
pelatihan/training
yang
diselenggarakan oleh POLNES dalam rangka
program penjaminan mutu tersebut, dan juga
walaupun tersedia, tetapi belum menyentuh seluruh
lapisan karyawan POLNES. Dalam teori disebutkan
suatu program yang baru dijalankan, tentunya
dapat berhasil dengan pelaksanaan program
pelatihan yang intensif. Demikian juga untuk
variabel PS yaitu kekuatan lembaga yang
dipersepsikan oleh staf, juga tidak signifikan,
karena staf menilai POLNES belum siap untuk
melaksanakan program penjaminan mutu tersebut.
JURNAL EKSIS
Vol.6 No.1, Maret 2010: 1267 – 1266
Karena POLNES dinilai stafnya belum memiliki
berbagai unsur yang mendukung kesuksesannya
dalam menjalankan seluruh kegiatan lembaganya.
Sedangkan untuk variabel PSF yaitu faktor
sukses yang dipersepsikan oleh staf dan variabel
OC yaitu komitmen organisasi staf, merupakan
variabel yang signifikan mempengaruhi dukungan
staf terhadap program penjaminan mutu, hal ini
dikarenakan staf mengetahui bahwa faktor-faktor
yang menjadi pendorong kesuksesan haruslah
dimiliki oleh POLNES agar program dapat berjalan
dengan baik dan maksimal, serta didukung oleh
komitmen dari seluruh pihak dalam mensukseskan
program tersebut. Hal ini karena komitmen
organisasi merupakan hal penting yang harus
dimiliki oleh seluruh staf/karyawan, dari manajemen
level puncak sampai level terrendah dalam suatu
organisasi.
Dengan
berkomitmen
dalam
melaksanakan seluruh penugasan yang diberikan,
seorang karyawan dapat mendukung usaha
organisasi dalam meraih kesuksesan. Apabila
komitmen terhadap organisasi tidak dimiliki oleh
para karyawan, tentunya dalam melaksanakan
suatu
program kegiatan, organisasi akan
menghadapi berbagai kendala/halangan.
Kedua variabel, yaitu PSF dan OC juga
merupakan variabel yang paling dominan
mempengaruhi dukungan staf terhadap program
penjaminan mutu berbasis ISO 9001:2000 yang
dilaksanakan POLNES, hal ini dikarenakan
sebagian besar staf telah mengetahui unsur-unsur
yang mendukung kesuksesan perlu dimiliki oleh
POLNES, dan dengan harapan tersebut banyak
staf yang memberikan komitmen organisasinya
dalam
mendukung
kesuksesan
program
penjaminan mutu berbasis ISO 9001:2000 yang
dilaksanakan POLNES.
SIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN
SIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis data yang
dikumpulkan, maka dapat diambil beberapa
kesimpulan berikut ini:
1. Berdasarkan uji hipotesis terdapat 5 variabel
yang tidak mempengaruhi dukungan staf
terhadap program penjaminan mutu berbasis
sertifikasi ISO 9001:2000 yang dilaksanakan
Politeknik Negeri Samarinda, yaitu variabel
AQP yaitu Kepedulian staf terhadap program
mutu di Politeknik Negeri Samarinda, variabel
BENEFIT yaitu Manfaat yang dipersepsikan
staf dari adanya program mutu tersebut,
variabel
QSD yaitu Motivasi staf untuk
mensukseskan program
mutu tersebut,
variabel TN yaitu kebutuhan pelatihan/training
staf, dan variabel PS yaitu kekuatan lembaga
yang dipersepsikan oleh staf.
2. Sedangkan untuk variabel PSF yaitu faktor
sukses yang dipersepsikan oleh staf dan
JURNAL EKSIS Vol.6 No.1, Maret 2010: 1100 – 1266
variabel OC yaitu komitmen organisasi staf,
merupakan
variabel
yang
signifikan
mempengaruhi dukungan staf
terhadap
program penjaminan mutu.
3. Variabel yang paling dominan mempengaruhi
dukungan staf terhadap program penjaminan
mutu
berbasis
ISO
9001:2000
yang
dilaksanakan POLNES adalah variabel PSF
yaitu faktor sukses yang dipersepsikan oleh
staf dan variabel OC yaitu komitmen
organisasi staf.
SARAN
Setelah melakukan penelitian ini dan
berdasarkan kesimpulan yang diperoleh,
peneliti menyarankan beberapa hal:
1. Hendaknya POLNES lebih mengintensifkan
sosialisasi program penjaminan mutu berbasis
sertifikasi ISO 9001:2000 di seluruh lapisan
staf/karyawan
POLNES,
dan
lebih
meningkatkan unsur-unsur yang menjadi
motivasi agar seluruh staf memberikan
dukungan maksimal seperti pemberian reward
kepada staf yang berprestasi, serta tetap
berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan
bagi seluruh karyawan.
2. Hendaknya
pihak
manajemen
lebih
memperhatikan dan mendengarkan serta cepat
merespons
aspirasi
dari
bawahannya,
sehingga komitmen staf dapat dipertahankan
dalam menjalan seluruh kegiatan lembaga.
Untuk
maksud
tersebut,
semestinya
manajemen POLNES menyediakan waktu lebih
banyak untuk memantau secara langsung
kondisi di lapangan dan menyediakan sarana
agar
bawahan
dapat
menyampaikan
aspirasinya secara baik dan lebih objektif,
selain wadah yang sudah tersedia saat ini
(Senat POLNES).
3. POLNES dapat menjalankan program-program
kegiatan lembaganya secara lebih transparan
dan terbuka, agar tidak menimbulkan
dugaan/prasangka negatif dari berbagai pihak,
khususnya
bawahan.
Apabila
transparansi/keterbukaan di segala bidang
dapat diwujudkan, niscaya para pelaku
kegiatan menjadi lebih bersemangat untuk
bekerja dan mendukung seluruh program yang
ingin dilaksanakan.
KETERBATASAN DAN IMPLIKASI
Evaluasi atas hasil penelitian ini harus
mempertimbangkan beberapa keterbatasan yang
mungkin mempengaruhi hasil. Oleh karena itu
keterbatasan ini perlu lebih diperhatikan untuk
penelitian berikutnya. Penelitian apapun dan
dengan desain yang sempurna apapun pasti
mempunyai kelemahan, tak terkecuali penelitian ini.
Riset / 1312
http://www.karyailmiah.polnes.ac.id
Kelemahan
yang
sekaligus
merupakan
keterbatasan dari penelitian ini antara lain adalah
bahwa dalam penelitian ini tidak dilakukan second
and third mailling, sehingga peneliti tidak mampu
mengukur kemungkinan pengaruh non respons
bias terhadap hasil penelitian. Jawaban non
responden mungkin berbeda dengan jawaban
responden dalam penelitian ini. Uji respons bias
sulit dilakukan karena tidak semua identitas
responden dapat diketahui peneliti. Untuk
penelitian selanjutnya diharapkan agar identitas
responden dapat lebih digali, dan dapat dilakukan
second and third mailling agar pengaruh non
respons bias dapat diketahui.
Keterbatasan lain dalam penelitian ini
adalah belum seluruhnya faktor-faktor yang
mempengaruhi variabel dependen, yaitu dukungan
staf terhadap program penjaminan mutu POLNES
diteliti. Masih banyak faktor-faktor lain yang
mungkin dapat mempengaruhi variabel dependen
tersebut. Penelitian selanjutnya dapat memasukkan
faktor-faktor lain tersebut.
Penelitian ini juga hanya melakukan uji
hipotesis yang mengangkat permasalahan untuk
menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi
dukungan staf terhadap program penjaminan mutu
POLNES, ini dikarenakan keterbatasan waktu
penelitian. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat
dilakukan untuk jangka waktu lebih lama, sehingga
pemetaan persepsi dan perilaku staf/karyawan
Politeknik Negeri Samarinda (POLNES) dalam
perjalanan memperoleh sertifikasi ISO 9001:2000
dapat lebih digambarkan secara jelas dan dapat
memberikan
masukan
kepada
manajemen
POLNES secara lebih terperinci. Penelitian
selanjutnya dapat dilakukan dengan menggunakan
uji hipotesis untuk melihat perbedaan antar unit
dalam lembaga.
penerjemah A. M. Henderson dan T.
Parsons (New York: Free Press).
Robbins, Stephen P. (2003), Organizational
Behavior, 10 th , Pearson Education Inc.
Suardi, Rudi (2004), Sistem Manajemen Mutu ISO
9000:2000, penerapannya untuk mencapai
TQM, Penerbit PPM.
Yung, W.K.C. (1997), ‖The Values of TQM in
revised ISO 9000 quality system‖,
International Journal of Operation And
Production Management, Vol. 17 No. 2.
DAFTAR PUSTAKA
Grint, K. (1997), ―TQM, BPR, JIT, BSCs and TLAs
managerial
waves
or
drownings?‖,
Management Decision, Vol. 35, No. 10.
Hvam, L., Nielsen. A.P. dan Bjarno, O.C. (1997),
―Re-engineering
caused
by
ISO
certification‖,
Business
Process
Management Journal. Vol. 3.
Koo, L. C. (1995), ―The Practice of quality circles in
Hong Kong‖, Asia Pasicif Journal of Quality
Management, Vol. 4.
Koo, L.C., Frederick K. C. Tao, dan Hannah Koo.
(1999), ―Charting staff attitude along the
journey towards getting ISO certification‖,
Management Auditing Journal, MCB
University Press.
M. Weber. (1947), The Theory of Social and
Economic Organizations, Ed. T. Parsons,
Riset / 1313
JURNAL EKSIS
Vol.6 No.1, Maret 2010: 1267 – 1266
Download