GKM DINAR W-KRA Efisiensi Listrik untuk Menekan Biaya

advertisement
GKM DINAR – W KRA
1.
Daftar Isi
- ii
2.
Profile GKM
-1
3.
Visi & Misi PT KIEC
-1
4.
Budaya Perusahaan PT KIEC
-1
Tata Nilai
-1
KIEC Fokus
-1
Divisi Properti Industri
-1
5.
Struktur Organisasi
-2
6.
Jadwal Kegiatan
-2
7.
Langkah 1. Identifikasi Masalah
-3
1.1.
Brainstorming Permasalahan
-3
1.2.
Prioritas Masalah
-3
1.3.
Penetapan Tema
-5
1.4.
Penetapan Target
-5
8.
Langkah 2. Analisa sebab Akibat
-5
9.
Langkah 3. Mencari Penyebab Masalah Yang Dominan (Analisa
& Hipotesa)
-6
3.1.
Tabel Penyebab Masalah Yang Dominan (Analisa &
Hipotesa
-6
3.2.
Pareto Penyebab Masalah Yang Dominan (Analisa &
Hipotesa
-6
10.
Langkah 4. Rencana Perbaikan
-7
11.
Langkah 5. Melaksanakan Perbaikan
-8
12.
Langkah 6. Meneliti Hasil Perbaikan
- 11
6.1.
Perbandingan Sebelum & Sesudah Perbaikan
- 11
6.2.
Perbandingan Sebelum & Sesudah Terhadap Aspek
Mutu
- 12
13.
14.
Langkah 7. Membuat Standarisasi
- 12
7.1.
Membuat Standarisasi
- 12
7.2.
Standarisasi Hasil
- 13
Langkah 8. Penetapan Perbaikan Selanjutnya
ii
- 13
15.
Lampiran Photo - Photo
16.
Lampiran RKAP Tahun 2013
17.
Lampiran Gbr. Ruangan Lantai 2
18.
Lampiran Stiker Save Energi
19.
Lampiran Jadwal Rutin Perawatan
20.
Lampiran Surat Himbauan Kiat Berhemat & Ramah Lingkungan
21.
Lampiran Evaluasi Standar Penggantian Alat Hemat Energy
22.
Lampiran Efisiensi Listrik AC & Lampu
iii
Divisi
Nama Kelompok
: Properti Industri
: DINAR – W KRA
(Delivery Investment to a New Arrival Result – Wisma Krakatau)
Tema
Terbentuk
:
: 10 April 2013
Fasilitator
Ketua Kelompok
Sekretaris
Anggota
: Djebat Kadarusman
: Riza Pahlevi
: Yani Priyani
: Andi Azis
: Suwalyudi
: Agus Widiatmoko
: Syech Hasan
: M. Rifki Zamani
: Samsul Nandar
Jumlah Pertemuan
Lama Pertemuan
Persentase Kehadiran
: 19 x pertemuan
: 1 – 2 jam
: 94%
Dasar Pembentukan GKM DINAR W-KRA
“Menciptakan Gagasan – Gagasan Baru Sehingga Dapat
Meningkatkan Investasi Dan Goal Untuk Perusahaan”
VISI PT KIEC
Pemain Properti Nasional yang terkemuka
MISI PT KIEC
Menyediakan Properti Industri, Komersial, Hunian Dan Infrastruktur terkait
yang memberikan solusi bagi Investor, Pelanggan dan pihak-pihak terkait
lainnya.
TATA NILAI PT KIEC
Fokus Pada Pelanggan, Profesional, Aksi, Sinergi, Terbuka, Inovasi, Integritas
KIEC FOKUS
: Pasti2
DIVISI PROPERTI INDUSTRI
Divisi Properti Industri merupakan divisi di bawah Sub Direktorat Operasi Dan
Pemasaran yang membawahi dua dinas yaitu dinas Kawasan Industri dan
Dinas Perkantoran & Perudangan.
1
JADWAL KEGIATAN
2
LANGKAH 1. IDENTIFIKASI MASALAH
1.1. Brainstorming Permasalahan
Dari hasil brainstorming GKM DINAR W – KRA didapatkan
beberapa permasalahan yang terkait dengan aktifitas rutin
pada Divisi Properti Industri (Dinas Perkantoran &Pergudangan)
antara lain sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Pemakaian energi listrik masih boros
Sistem prevetive maintenance kurang optimal
Pemakaian energi air masih boros
Dinding gudang rawan jebol
Sistem pengamanan area gudang CM 1 belum optimal
Sistem pengamanan Wisma Krakatau masih longgar
Sistem Pelayanan housekeeping & respon terhadap komplain
tenant kurang baik.
8. Keluhan di gudang masih tinggi
9. Sarana & prasarana gedung tidak memenuhi standar gedung
10. Jembatan timbang sering rusak
11. Atap gudang sering bocor
12. Jalan area gudang rusak
13. Lokasi gudang jauh
14. Pengendalian dokumen Divisi masih kurang (manual)
1.2. Prioritas Masalah
3
Gbr.2 Diagram Balok untuk Tabel Prioritas Masalah
Berdasarkan diagram balok diatas maka yang dijadikan Tema dalam
GKM ini adalah :
“Pemakaian Energi Listrik di Gedung Wisma Krakatau Boros”
Cilegon, 6 Desember 2013
Djebat Kadarusman
Kadiv Properti Industri
Riza Pahlevi
Ketua GKM DINAR
4
1.3. Penetapan Tema
Terkait dengan sasaran rencana kerja Divisi Properti
Industri (Dinas Perkantoran & Pergudangan), kami
sepakat untuk memberikan JUDUL :
“Efisiensi Listrik untuk Menekan Biaya Operasional”
1.4. Penetapan Target
Pelaksanaan IQ Day di periode awal tahun 2014 sudah
menggunakan alat – alat listrik yang hemat energi .
LANGKAH 2. ANALISA SEBAB AKIBAT
Fish Bone Diagram
5
LANGKAH 3. MENCARI PENYEBAB MASALAH YANG DOMINAN (ANALISA &
HIPOTESA)
3.1. Tabel Penyebab Masalah Yang Dominan (Analisa & Hipotesa)
3.2. Pareto Penyebab Masalah Yang Dominan (Analisa & Hipotesa)
-
Dari diagram pareto diatas, Tim sepakat untuk menyelesaikan semua
masalah dengan presentasi 100%
6
LANGKAH 4. RENCANA PERBAIKAN
Dibuat oleh,
Cilegon, 6 Desember 2013
Disetujui oleh Fasilitator,
Riza Pahlevi
Ketua GKM DINAR
Djebat Kadarusman
Kadiv Properti Industri
7
LANGKAH 5. MELAKSANAKAN PERBAIKAN
8
9
10
LANGKAH 6. MENELITI HASIL PERBAIKAN
6.1 Perbandingan Sebelum Dan Sesudah Perbaikan
No
1
Akar Penyebab
Belum beralih ke produk
innovative (hemat energy)
2
Kurang pemahaman petugas
tentang penghematan
3
Belum dilakukan peremajaan
pada alat
4
5
6
7
8
9
Sebelum Perbaikan
-
Pemakaian listrik tinggi
-
-
Masih menggunakan alat
yang boros energy
Pemakaian listrik lebih
rendah
-
Menggunakan produk
hemat energy
-
Alat banyak yang rusak
-
Alat baru
Alat siap pakai
-
Petugas kurang peduli
Banyak alat yang rusak
-
Rasa memiliki tinggi
Alat menjadi awet
-
Alat korosi
-
-
Masih menggunakan alat
yang tua
Alat tahan terhadap
korosi
-
Menggunakan alat
baru/inovatif
Jadwal perawatan menjadi
pasti
Perencanaan anggaran kurang
detail
Tidak ada standar PK AC
terhadap luas ruangan
Belum ada kampanye hemat
energi
Sesudah Perbaikan
Banyak perawatan dan
penggantian alat diluar
program
-
Penggunaan AC tinggi
-
PK AC tidak sesuai
-
Belum dilakukan
pengukuran
Kurang peduli
-
-
-
Memudahkan untuk
penggantian alat baru
Energy penggunaan AC
menjadi rendah
Kebutuhan PK AC terukur
Standar suhu 24 – 26 °C
-
Karyawan lebih peduli
-
-
Menganggap tidak
penting
-
Menghargai upaya
penghematan
-
Kesadaran kurang
-
Jadwal tidak mengcover seluruh
kegiatan perbaikan (ME, sipil,
jumlah personal)
-
Perawatan tidak teratur
dan proses rotasi lama
-
Hemat energy menjadi
budaya
Perawatan teratur dan
lebih cepat
-
-
Adanya kebutuhan pekerjaan
tambahan Divisi lain diluar jam
kerja
-
Tidak mengcover seluruh
alat
Banyak alat yang tidak
terpakai menyala terus
-
Boros energy
-
Alat dipakai sesuai
kebutuhan
Tidak ada standar spesifikasi
pada alat
-
Banyak alat yang rusak
-
Lebih hemat energy
Alat menjadi awet
-
Spesifikasi masih
beragam
-
Adanya penyeragaman
alat
-
Seluruh alat tercover
perawatan
Kesadaran karyawan
meningkat
11
6.2 Perbandingan Sebelum Dan Sesudah Terhadap Aspek Mutu
No
Item
Sebelum
1
PRODUCTIVITY
-
2
QUALITY
3
COST
Sesudah
-
Menggunakan poduk hemat
energy
-
Masih menggunakna
peralatan yang boros
energy
Peralatan tua
-
Innovative
-
Peralatan kualitas rendah
-
Kualitas tinggi
-
Boros energy
Banyak perawatan tak
terduga
-
Biaya perawatan tinggi
-
Waktu perawatan tidak
teratur
Peralatan beresiko tinggi
terhadap petugas
Tingkat kesadaran dan rasa
memiliki kurang
Merusak /polusi
lingkungan
-
Hemat energy
Perawatan sedikit
Biaya perawatan berkurang
Penghematan biaya listrik
sebesar Rp. 1.673.142,-/bulan
Perawatan terjadwal
-
Peralatan menjadi aman
-
Kesadaran dan rasa memilik
tinggi
Ramah lingkungan
-
Lingkungan bersih dan nyaman
4
DELIVERY
-
5
SAFETY
-
6
MORAL
-
7
ENVIRONMENT
-
Banyak sampah
LANGKAH 7. MEMBUAT STANDARISASI
7.1 Membuat Standarisasi
No
1
2
3
4
5
Standarisasi
Lokasi
Menggunakan alat elektronika (lampu,
Wisma
AC, PC/laptop, exhause fan dll) yang
Krakatau
hemat energy
Mematikan alat elekronika (lampu, AC,
Wisma
PC/laptop, charger, stop kontak dll)
Krakatau
saat tidak di pakai
Menutup pintu ruangan pada saat AC
Wisma
menyala
Krakatau
0
0
Suhu ruangan di atur pada 24 – 26 C Wisma
Krakatau
Melaksanakan perawatan (ME & Sipil) Wisma
sesuai jadwal
Krakatau
PIC
Dinas Perkantoran &
Pergudangan
Seksi Perawatan P & P
Seksi Operasional P & P
Seksi Perawatan P & P
Seksi Perawatan P & P
12
7.2 Standar Hasil
Karyawan mempunyai rasa memiliki perusahaan
yang tinggi dan perilaku hemat energy menjadi
budaya, sehingga akan mendapatkan
penghematan biaya energy listrik sebesar
Rp. 1.673.142,-/bulan
LANGKAH 8. PENETAPAN PERBAIKAN SELANJUTNYA
Berdasarkan diagram yang telah dibuat diatas pada permasalahan prioritas
yang akan diperbaiki/hadapi selanjutnya adalah system preventive
maintenance kurang optimal .
Maka untuk tema pada GKM selanjutnya yang akan kita gunakan adalah
“system preventive maintenance kurang optimal”
Dibuat oleh,
Cilegon, 6 Desember 2013
Disetujui oleh Fasilitator,
Riza Pahlevi
Ketua GKM DINAR
Djebat Kadarusman
Kadiv Properti Industri
13
In House Training : House Keeping
17
18
19
20
21
22
23
24
Download