tugas-tugas gereja - pendidikan agama katolik xi - xii

advertisement
1
BAB IV
TUGAS-TUGAS GEREJA
MATERI AGAMA KATOLIK XI
1
2
STANDAR KOMPETENSI
Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan Kerajaan Allah dan
penerusannya oleh Gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup
bersama dan ber-Gereja sesuai dengan nilai-nilai Kerajaan Allah.
Ada lima (5) tugas Gereja yaitu menguduskan (liturgia), mewartakan
(kerygma), membina persekutuan (koinonia), memberi kesaksian (martyria) dan
melayani (diakonia). Dari kelima tugas tersebut, tugas membina persekutuan
(koinonia) tidak di bahas, sebab pembahasannya sudah disatukan dengan
pelajaran tentang “Gereja sebagai Persekutuan yang Terbuka (Bab I). Maka pada
bagian bab IV ini hanya akan dibahas:
A.
B.
C.
D.
Gereja yang Menguduskan (Liturgia).
Gereja yang Mewartakan (Kerygma).
Gereja yang Memberi Kesaksian (Martyria).
Gereja yang Melayani (Diakonia).
KOMPETENSI DASAR
Siswa dapat mengenal dan memahami tugas Gereja yang menguduskan,
mewartakan, memberi kesaksian, dan melayani sehingga merasa
terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan
dan peranan masing-masing.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
2
3
A. GEREJA YANG
MENGUDUSKAN (LITURGIA)
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan arti kata liturgi.
2. Menjelaskan bentuk-bentuk pelayanan Gereja dalam bidang liturgi.
3. Menyebutkan bentuk keterlibatan awam dalam pelayanan liturgi.
PETA KONSEP
LITURGIA
Makna Doa
sebagai
Pengudusan
Makna
Sakramen
sebagai
Pengudusan
MATERI AGAMA KATOLIK XI
Makna
Sakramentali
dan Devosi
3
Latihan
Menyusun
Ekaristi
4
LANGKAH PERTAMA : (mendalami makna doa sebagai sarana
pengudusan)
Bacalah cerita di bawah ini.
KURANG BERDOA
Seorang mahasiswa Hindu dari India menghadiri kebaktian Minggu
di salah satu Gereja terkenal di California. Mahasiswa itu sangat terkesan
dengan keindahan bangunan itu, lalu berkata, “Ini sungguh-sungguh suatu
bangunan yang megah, jauh lebih indah daripada banyak kuil yang kami
miliki di India.”
Ia jauh lebih tercengang ketika mengetahui bahwa bangunan itu
praktis digunakan hanya untuk kebaktian hari Minggu. Pada hari-hari
lainnya hanya segelintir orang datang menghadiri kebaktian di tempat itu.
Ia berkomentar, “Apakah anda bermaksud mengatakan kepadaku
bahwa Anda memiliki bangunan yang luas dan mahal ini, dan Anda
menggunakannya hanya sekali seminggu?”
“Di India, kami pergi berdoa di kuil-kuil Hindu setiap pagi ketika
matahari terbit, dan setiap sore ketika matahari terbenam. Kaum muslim
pergi berdoa lima kali sehari di masjid. Bagaimana Anda dapat
mengharapkan kami untuk menerima Kekristenan ketika kami berdoa lebih
banyak kepada dewa kami daripada yang Anda lakukan kepada Tuhanmu?”.
(Sumber: Selebaran Misioner)
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Bagaimana perasaanmu setelah membaca cerita tersebut !
2. Apa kritikan mahasiswa itu benar ? Jelaskan !
3. Apakah doa dan ibadat itu penting dalam agama katolik ! Mengapa !
4. Apa yang dimaksud dengan doa dan ibadat itu !
5. Apa artinya bahwa doa dan liturgi itu merupakan tugas imamiah Gereja !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
4
5
PENJELASAN
Doa dan ibadat merupakan salah satu tugas Gereja untuk menguduskan
umatnya dan umat manusia. Tugas ini disebut tugas imamiah Gereja.
Apa artinya ? Dalam Kitab Wahyu 1:6; 5:9-10) di katakana: Kritus Tuhan, Imam
Agung, yang dipilih dari antara manusia dijadikan umat baru, “kerajaan imamimam bagi Allah dan bapa-Nya. Maka semua yang telah dibaptis dan diurapi oleh
Roh Kudus disucikan menjadi kediaman rohani dan imamat suci untuk
mempersembahkan korban rohani dan mewartakan daya kekuatan-Nya.
Oleh sebab itu, Gereja bertekun dalam doa, memuji Allah, dan
mempersembahkan diri sebagai korban yang hidup, suci dan berkenan kepada
Allah. Gereja memiliki imamat umum dan imamat jabatan, yang dengan caranya
masing-masing secara khas mengambil bagian dalam satu imamat Kristus.
 Imamat umum: melaksanakan tugas pengudusan.
Contoh: berdoa, menyambut/ menerima sakramen, memberi kesaksian
hidup, melaksanakan cinta kasih.
 Imamat jabatan: membentuk dan memimpin umat serta memberikan
pelayanan sakramen.
Jadi seluruh anggota Gereja ikut ambil bagian dalam imamat Kristus untuk
melakukan ibadat rohani demi kemuliaan Allah dan keselamatan manusia.
Ibadat rohani adalah ibadat yang dilakukan dalam Roh oleh setiap orang kristiani.
1. Doa
a. Arti: berbicara dengan Tuhan secara pribadi, ungkapan iman
secara pribadi dan bersama. Maka hendaknya doa sungguh
didasarkan oleh kenyataan kehidupan yang nyata. Dalam doa
dituntut untuk mau mendengarkan daripada berbicara. Maka doa
berarti:
 komunikasi antara manusia dengan Tuhan.
 komunikasi dalam bentuk batin (meditasi) atau lisan
(vokal).
 dalam doa diungkapkan kebesaran Tuhan dan
ketergantungan manusia pada Tuhan.
 ada macam-macam isi doa: permohonan, syukur dan
pujian.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
5
6
b. Fungsi doa:
 mengkomunikasikan diri kepada Tuhan.
 mempersatukan diri dengan Tuhan.
 mengungkapkan cinta, kepercayaan dan harapan kepada
Tuhan.
 membuat diri kita untuk melihat dimensi baru dalam hidup
dan karya.
 mengangkat setiap karya menjadi karya yang apostolis/
merasul.
2. Doa resmi Gereja
Doa kelompok yang resmi atas nama dan mewakili Gereja disebut
ibadat/ liturgi. Liturgi merupakan perayaan iman. Perayaan iman
merupakan ungkapan iman Gereja, dimana umat yang ikut dalam perayaan
iman ini mengambil bagian dalam misteri yang dirayakan, maka umat ikut
menghayati apa yang diungkapkan dalam doanya.
Doa resmi Gereja tidak sama dengan mendaraskan rumus-rumus
hafalan doa resmi melainkan mengungkapkan imannya di hadapan Tuhan.
Doa berarti mengarahkan hati kepada Tuhan, yang berdoa adalah hati
bukan badannya.
Ibadat resmi Gereja tampak dalam ibadat pagi, siang, sore, malam
dan ibadat bacaan.
LANGKAH KEDUA : (mendalami sakramen sebagai sarana pengudusan
dalam Gereja).
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Apa yang dimaksud dengan sakramen ?
2. Mengapa sakramen mempunyai hubungan erat dengan pengalaman hidup
sehari-hari ?
3. Karya keselamatan apa yang dikerjakan Allah dalam sakramen baptis ?
4. Rahmat apa yang diperoleh dalam sakramen pengutan ?
5. Apa manfaat dari sakramen ekaristi ?
6. Apa yang terjadi pada umat setelah menerima sakramen tobat ?
7. Apa yang menjadi tanda dalam sakramen perkawinan? Bagaimana sifat
perkawinan sebagai sakramen ?
8. Apa manfaan/ fungsi dari sakramen tahbisan ?
MATERI AGAMA KATOLIK XI
6
7
9. Mengapa orang sakit sebaiknya menerima sakramen perminyakan orang
sakit ?
PENJELASAN
1. ARTI
a)
b)
c)
SAKRAMEN-SAKRAMEN
DAN MAKNA SAKRAMEN
Sakramen adalah lambang/ simbol
Sakramen-sakramen Gereja Katolik melambangkan dan
mengungkapkan karya penyelamatan Allah dan pengalaman dasar
manusia yang diselamatkan.
Sakramen-sakramen mengungkapkan karya Tuhan yang
meyelamatkan
Gereja adalah alat sarana penyelamatan, dimana Kristus nampak
dalam meyelamatkan manusia. Gereja menjadi alat dan sarana
penyelamatan, justru dalam kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa,
tindakan dan kata-kata yang disebut sakramen. Sakrammensakramen adalah “Tangan Kristus” yang menjamah, merangkul
dan mneyembuhkan manusia. Maka Kristus sungguh aktif
berkarya dalam umat sampai saat ini.
Sakramen-sakramen meningkatkan dan menjamin mutu hidup
manusia.
Sakramen pasti berhubungan dengan pengalaman hidup manusia
sehari-hari. Dalam hidup ini banyak orang yang mutu hidupnya
semakin melemah dan membutuhkan kekuatan. Maka dengan
sakramen merupakan cara dan sarana bagi Kristus untuk mejadi
“tampak” dan dengan demikian dialami oleh manusia. Sakramen
itu tidak bekerja secara otomatis. Sakramen sebagai “tanda”
kehadiran Kristus menantikan sikap pribadi dari manusia. Sikap
batin inilah yang disebut iman dan kehendak baik.
Perayaan sakramen merupakan “PERTEMUAN” antara Kristus
dan manusia. Maka peran sikap iman manusia sangat penting.
Walaupun Kristus mahakuasa, Ia tidak akan menyelamatkan
manusia yang memang tidak mau diselamatkan atau yang tidak
percaya.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
7
8
2. TUJUH SAKRAMEN
SAKRAMEN
BAPTIS
KETERANGAN
Seseorang yang secara resmi
menyatakan tobat dan imannya
kepada Yesus dan bertekad untuk
bersama umat ikut serta dalam tugas
panggilan Kristus, maka dia diterima
dalam umat dengan upacara yang
sejak zaman para rasul disebut
sakramen permandian/ baptis. Orang
yang dibaptis laksana “baru lahir”
dalam Gereja. Maka orang yang
sudah dilahirkan harus bersama
Kristus “mati bagi dosa” supaya
hidup dalam Kristus dan ia hidup
bagi
Allah.
Kebenaran
itu
diperagakan,
dirayakan
dan
dilambangkan dengan pencurahan
air pada dahinya dan imam/ pastor
mengatakan
“Aku
membaptis
engkau dalam nama Bapa dan Putra
dan Roh Kudus”.
Orang yang telah dibaptis ditandai
dengan minyak (krisma) sebagai
tanda kekuatan Roh Kudus, sebelum
diutus untuk memperjuangkan citacita Kristus dalam Gereja dan
masyarakat. Sakramen penguatan
menjadi tanda kedewasaan umat,
maka harus ikut bertanggung jawab
dalam kehidupan sebagai Umat
Allah.
PENGUATAN/ KRISMA
MATERI AGAMA KATOLIK XI
8
SAKRAMEN
TOBAT
9
KETERANGAN
Selama hidup manusia tidak pernah
luput dari kesalahan/ dosa, sehingga
manusia merasakan penderitaan
dalam hidupnya dan merasa tidak
bahagia. Hidup yang diinginkan
manusia adalah bahagia dan
ketenangan.
Maka
pentingnya
manusia berjuang untuk kembali
berbalik kepada Tuhan dan sesama
untuk mendapatkan kebahagiaan
kembali. Dalam Gereja katolik
pentingnya melakukan pertobatan
dan membaharui diri secara menerus
di hadapan Tuhan dan sesamanya.
Berkumpul di sekitar altar untuk
menyambut Kristus dalam sabda dan
perjamuan-Nya
merupakan
kehadiran Gereja yang paling nyata
dan penuh; merupakan ungkapan
yang paling konkret dari persatuan
umat dan Tuhan serta persatuan
dengan anggotanya.
EKARISTI
MINYAK SUCI
MATERI AGAMA KATOLIK XI
Umat yang sakit keras, keprihatinan
Tuhan
diungkapkan
dengan
sakramen perminyakan orang sakit.
Kristus menguatkan si sakit dengan
Roh Kudus-Nya yang ditandakan
dengan minyak suci. Dengan
demikian si sakit siap dan tabah
untuk menerima apa saja dari tangan
Tuhan, baik kesembuhan dan
kematian. Dengan menderita seperti
Kristus, si sakit menjadi lebih serupa
dengan Kristus.
9
SAKRAMEN
PERKAWINAN
IMAMAT
MATERI AGAMA KATOLIK XI
10
KETERANGAN
Membangun keluarga merupakan
kejadian yang penting dalam hidup.
Tentu peristiwa ini terjadi di luar
perhatian Kristus serta umat-Nya.
Maka Kristus hadir dalam cinta
suami istri. Cinta mereka menjadi
tanda cinta Kristus kepada GerejaNya. Kristus merestui dan menyertai
pengantin dalam keputusannya.
Allah sendiri menjadi penjamin
kesetiaan, maka apa yang disatukan
Allah tidak boleh diceraikan oleh
manusia.
Umat
membutuhkan
pelayanpelayan yang bertugas menunaikan
berbagai tugas pelayanan di tengah
umat demi kepentingan dan
perkembangan umat dalam hidup
beriman
dan
bermasyarakat.
Pelayanannya
berfungsi
untuk
mempersatukan, membimbing umat
dengan
berbagai
cara
demi
penghayatan imannya; membantu
melancarkan komunikasi iman demi
tercapainya persekutuan umat dan
persekutuan iman. Pelantikan para
pelayan ini dirayakan, disahkan dan
dinyatakan
dalam
tahbisan
(sakramen imamat).
10
11
LANGKAH KETIGA : (mendalami sakramentali dan devosi-devosi
sebagai sarana pengudusan dalam Gereja).
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Apa arti Sakramentali !
2. Apa arti devosi !
3. Sebutkan contoh-contohnya !
PENJELASAN
SAKRAMENTALI DAN DEVOSI DALAM GEREJA
Sakramentali dan devosi merupakan bentuk dan kegiatan lain dari bentuk
dan kegiatan pengudusan dalam Gereja.
1. Sakramentali: tanda suci (berupa ibadat/ upacara/ pemberkatan). Berkat
tanda-tanda suci ini berbagai buah rohani ditandai dan diperoleh melalui
doa-doa permohonan dengan perantaraan Gereja.
Contoh sakramentali:
a) Pemberkatan: pemberkatan orang, benda/ barang rohani, tempat,
makanan. Contoh: pemberkatan ibu hamil/ anak, alat pertanian,
mesin pabrik, alat transportasi, rumah, patung, rosario, makanan.
Pemberkatan atas orang/ benda/ barang adalah pujian kepada Allah
dan doa untuk memohon anugerah-anugerah-Nya.
b) Pemberkatan dalam arti tahbisan rendah: pentahbisan orang/
benda. Contoh: pentahbisan/ pemberkatan lektor, katekis;
pemberkatan benda/ tempat untuk keperluan liturgi: pemberkatan
gereja, kapel, altar, minyak suci, lonceng.
2. Devosi (penghormatan): bentuk-bentuk penghormatan/ kebaktian khusus
orang/ umat kepada kehidupan Yesus yang tertentu, misalnya
kesengsaraan-Nya, hati-Nya yang mahakudus, sakramen mahakudus.
Bisa juga devosi kepada orang-orang kudus: kepada Santo/ Santa
Pelindung, Bunda Maria (dengan novena/ doa rosario).
Devosi ini bersifat sukarela dan bertujuan untuk semakin menguatkan
iman kepada Allah dalam diri Yesus Kristus.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
11
12
LANGKAH KEEMPAT : (latihan menyusun perayaan ekaristi).
Susunlah suatu Perayaan Ekaristi yang bertema “Syukur”
Yang perlu disusun dan dipersiapkan antara lain:
1. Doa Pembukaan.
2. Doa Persiapan Persembahan.
3. Doa Penutup.
4. Doa Umat.
5. Bacaan yang sesuai dengan tema.
6. Lagu-lagu yang sesuai tema.
LEMBAR KERJA SISWA
1. Rumuskan dengan kata-katamu sendiri yang dimaksud dengan doa !
2. Jelaskan dengan kata-katamu sendiri yang dimaksud dengan sakramen !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
12
13
3. Rumuskan dengan kata-katamu sendiri makna ketujuh sakramen !
4. Sebutkan bentuk/ kegiatan pengudusan umat dalam Gereja !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
13
14
B.
GEREJA YANG
MEWARTAKAN (KERYGMA)
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan makna Matius 28: 16-20.
2. Menjelaskan bentuk-bentuk pewartaan Gereja.
3. Menjelaskan peranan magisterium dalam tugas pewartaan Gereja.
PETA KONSEP
KERYGMA
Pewartaan Injil
MATERI AGAMA KATOLIK XI
Tugas
Mewartakan
14
Magisterium dan
Pewarta Sabda
15
LANGKAH PERTAMA : (mendalami cerita tentang Pewartaan Injil).
MEWARTAKAN INJIL
Sesudah Yesus naik ke surga, Dia berbicara dengan malaikat Gabriel.
Di surga Yesus tetap membawa tanda-tanda penyaliban. Gabriel berkata.
“Guru, Tuhan pasti menderita sangat hebat. Apa umat-Mu tahu dan
menghargai betapa besar cinta-Mu kepada mereka dan apa yang telah Tuhan
lakukan untuk mereka ?”
Yesus menjawab, “Oh, tidak, belum semua. Sampai sekarang, hanya
beberapa orang di Palestina yang tahu.”
Gabriel yang bingung bertanya lagi, “Apa yang sudah Tuhan lakukan
agar setiap orang tahu akan cinta-Mu itu ?”.
Yesus menjawab, “Saya sudah meminta Petrus, Andreas, Yakobus
dan Yohanes serta beberapa teman lain untuk mengatakan kepada orang lain
tentang saya. Mereka yang sudah mendengar tentang saya akan
mengatakannya kepada orang lain sehingga semua pria dan wanita di segala
penjuru dunia akan mendengar bagaimana saya telah memberikan diri-Ku
untuk mereka, sebab Aku mencintai mereka.”
Gabriel cemberut dan kelihatan lebih skeptis. Dia melanjutkan, “Ya
tetapi bagaimana bila Petrus dan orang-orang lain lelah atau lupa, apakah
Tuhan tidak mempunyai rencana lain?”.
Yesus menjawab, “Gabriel, saya tidak mempunyai rencana lain. Saya
memperhitungkan mereka.”
(Dari: 1500 Cerita Bermakna, Frank Mihalic SVD)
Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut !
1. Berilah tanggapanmu setelah membaca cerita tersebut !
2. Apa yang menjadi pesan dari cerita tersebut !
3. Mengapa pewartaan tentang Yesus dan ajaran-Nya ternyata bertahan,
bahkan semakin meluas sesudah 2000 tahun berlalu !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
15
16
PENJELASAN
Sesudah Yesus naik ke surga, para murid-Nya pergi ke seluruh pelosok
dunia untuk mewartakan kabar baik tentang Guru mereka dan ajaran-Nya tentang
Kerajaan Allah. Selama 3 tahun mereka sudah hidup bersama Guru mereka,
mengalami suka-duka bersama Guru mereka, mendengar dan menyaksikan ajaran
dan tindakan-Nya yang sangat mengagumkan, penuh kepercayaan diri dan cinta
kasih yang tiada taranya. Mereka sangat tergoncang oleh sengsara dan kematianNya, namun kebangkitan-Nya menyadarkan mereka tentang keberpihakan dan
legitiminasi Allah terhadap seluruh karya dan hidup Guru mereka. Hidup mereka
berubah secara drastis sesudah kebangkitan Yesus. Mereka percaya bahwa Guru
mereka adalah Tuhan Penyelamat. Mereka mulai mewartakan tentang Tuhan dan
ajaran-Nya, apapun tantangannya. Terhadap Pengadilan Agama yang melarang
mereka untuk menyebut-nyebut nama Yesus, dengan tegas Petrus menjawab,
“Tidak mungkin kami berdiam diri mengenai semua yang telah kami lihat dan
kami dengar !” Mereka terus mewartakan tentang Tuhan dan ajaran-Nya sampai
satu persatu mereka dibunuh karena pewartaan itu. Mereka tidak takut kepada
maut, sebab Tuhan sudah menjamin, “Aku akan menyertai kamu senantiasa
sampai kepada akhir zaman” (Matius 28:20). Yesus akan selalu menyertai muridNya lewat Roh-Nya. Maka, Yesus tidak ragu memperhitungkan mereka.
LANGKAH KEDUA : (mendalami Kitab Suci tentang Perutusan MuridMurid Yesus dan pesannya bagi kita).
PERINTAH UNTUK MEMBERITAKAN INJIL (MATIUS 28: 16-20)
Dan kesebelas murid itu berangkat ke Galilea, ke bukit yang telah
ditunjukkan Yesus kepada mereka. Ketika melihat Dia mereka menyembahNya, tetapi beberapa orang ragu-ragu. Yesus mendekati dan berkata: “KepadaKu telah diberikan segala kuasa di surga dan bumi. Karena itu pergilah,
jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa
dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang
telah Ku perintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu
senantiasa sampai kepada akhir zaman.”
MATERI AGAMA KATOLIK XI
16
17
Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Pesan apa yang kamu dapatkan dari kutipan Injil tersebut !
2. Sebutkan cara/ pola pewartaan yang sebaiknya kita gunakan pada zaman
ini di Indonesia !
3. Sebutkan bentuk-bentuk pewartaan yang sesuai di zaman sekarang !
4. Apa yang harus diperhatikan supaya pewartaan berhasil !
PENJELASAN
TUGAS MEWARTAKAN
Dalam diri Yesus dari Nazaret, sabda Allah nampak konkret dan manusiawi.
Ada 3 bentuk Sabda Allah dalam Gereja yaitu:
 Sabda/ pewartaan para rasul sebagai daya yang membangun Gereja.
 Sabda Allah dalam Kitab Suci sebagai kesaksian normatif.
 Sabda Allah dalam pewartaan aktual Gereja sepanjang zaman.
Tiga bentuk pewartaan tersebut saling berhubungan. Pewartaan aktual Gereja
masa kini berdasarkan dan merupakan kesinambungan dari pewartaan para rasul
dan pewartaan Kitab Suci yang diwariskan kepada kita.
Tugas Gereja adalah untuk mewartakan. Tugas pewartaan tidak lain adalah
mewujudkan apa yang disampaikan Allah dalam Yesus sebagaimana yang telah
diwartakan oleh para rasul. Dengan demikian Sabda Allah sungguh datang,
kepada manusia dan menyelamatkan manusia yang mendengarkan dan
melaksanakannya.
Pewartaan Sabda Allah oleh Gereja harus sungguh dapat menghadirkan
Yesus yang mulia. Di dalamnya Kristus menyelamatkan, menyembuhkan hati
setiap orang yang mendengar dan membuka dirinya terhadap sabda-Nya. Kristus
membebaskan manusia dari dosa melalui sabda-Nya.
1. Dua Pola Pewartaan
a. Pewartaan Verbal (Kerygma): pada dasarnya tugas hierarki, tetapi
awam juga dituntut untuk ikut terlibat dalam tugas ini.
 Kotbah: pewartaan tematis. Pewartaannya dari mimbar dan
harus dapat menyapa hidup manusia.
 Homili: pewartaan yang berdasarkan perikope kitab suci.
Pewartaan ini juga dari mimbar dan harus dapat menyapa
manusia.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
17
18
Pelajaran Agama: guru agama mendampingi siswa untuk
dapat menemukan makna hidupnya dalam terang kitab suci
dan ajaran Gereja. Pelajaran agama adalah proses
pergumulan hidup nyata dalam terang iman.
 Katekese Umat: kegiatan suatu kelompok umat, dimana
mereka secara aktif berkomunikasi untuk menafsirkan
kehidupannya dalam terang Injil dan diharapkan ada aksi
nyata, sehingga dapat membawa perubahan dalam
masyarakat kea rah yang lebih baik.
 Pedalaman Kitab Suci: dilakukan dalam keluarga,
kelompok misalnya pada saat Masa Adven, Masa Pra
Paskah dan Masa Bulan Kitab Suci.
b. Pewartaan dalam bentuk kesaksian (Martyria): lebih dipercayakan
kepada awam karena diharapkan mampu menjadi garam dan terang
bagi dunia.

2. Dua tuntutan dalam pewartaan
Tugas pewartaan adalah mengaktualisasi Sabda Tuhan yang
disampaikan dalam Yesus sebagaimana diwartakan oleh para rasul. Usaha
untuk mengaktualisasikan Sabda Tuhan itu mengandaikan berbagai
tuntutan yang harus dipenuhi yaitu :
a. Mendalami dan menghayati Sabda Tuhan.
Pengenalan dan penghayatan yang diwartakan adalah sabda Tuhan.
Orang tidak dapat mewartakan Sabda Tuhan dengan baik, jika ia
sendiri tidak mengenal dan menghayatinya. Maka hendaknya
mengenal, mengetahui dan menghayati isi kitab suci, ajaran Gereja
dan seluruh tradisi Gereja baik universal maupun lokal. Kita
hendaknya membekali diri dengan bacaan, penataran dan
pembekalan yang lain.
b. Mengenal umat.
Pengenalan latar belakang dari orang-orang yang akan dilayani
sangatlah penting. Kita hendaknya “menyatu dengan mereka yang
kepadanya kita akan mewartakan kabar gembira itu.”
MATERI AGAMA KATOLIK XI
18
19
LANGKAH KETIGA : (mendalami tentang magisterium dan para
pewarta sabda).
Jawablah pettanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Apakah kamu pernah mendengar kata magisterium. Apa arti dan
peranannya !
2. Menurutmu siapa saja yang disebut sebagai pewarta sabda dan apa saja
yang dituntut dari mereka !
PEJELASAN
1. MAGISTERIUM: kuasa mengajar dalam Gereja. Yang disebut
Magisterium adalah pimpinan Gereja, yaitu hierarki. Hierarki brtugas
menjaga kesatuan iman dan ajaran. Menjaga kesatuan iman dan ajaran
bukan berarti dalam bentuk indoktrinasi tetapi dalam bentuk konsultasi.
Hierarki adalah pengajar otentik (yang mengemban kewibawaan Kristus)
tentang perkara iman dan kesusilaan.
Syarat yang harus dipenuhi:
 ajarannya harus menyangkut iman dan kesusilaan.
 ajarannya bersifat otentik: jelas dikemukakan dengan kewibawaan
Kristus.
 ajarannya diyatakan dengan tegas/ definitif (tidak dapat diganggu
gugat).
 ajarannya disepakati bersama (sejauh menyangkut pernyataan para
dewan uskup).
2. PARA PEWARTA SABDA
Menjadi pewarta merupakan suatu panggilan, maka konsekuensinya:
 dekat dengan yang diwartakan.
 mau menjadi senasib dengan yang diwartakan.
 berani menanggung derita dengan yang diwartakan.
 siap untuk diutus.
 memiliki komitmen yang utuh kepada umat.
Para pewarta sabda adalah :
a. Pengkotbah.
Awam tertentu di beberapa tempat sudah bisa melibatkan diri
untuk memimpin upacara sabda di tempat yang jauh dari pusat
paroki karena keterbatasan imam. Mereka pun dapat membawakan
kotbah/ homili dalam ibadat ini.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
19
20
b. Katekis.
Katekis menjadi penggerak umat dan masyarakat dalam kerasulan
tata dunia.
c. Guru Agama
Membekali dengan pengetahuan dan keterampilan yang tinggi.
LANGKAH KEEMPAT : (peresapan dan pengamalan).
BIBI SOFI
Bibi Sofi adalah seorang wanita petugas kebersihan di sebuah toko
souvenir. Ia baru saja dibaptis menjadi Katolik. Akan tetapi, dia sangat
bersemangat untuk berbicara tentang Tuhan kepada siapapun yang dijumpai.
Matanya sudah agak rabun, sehingga kadang kala ia berbicara kepada patungpatung kayu yang banyak terdapat di toko itu.
Pada suatu saat, Bibi Sofi ditertawakan oleh pelayan-pelayan toko yang
lain ketika ia berbincang-bincang tentang Tuhan di depan sebuah patung kayu.
Bibi Sofi tindak tersinggung, ia hanya berkata, “Mungkin saya sudah berbicara
tentang Tuhan di depan sebuah patung kayu. Mata saya sudah rabun. Tetapi
berbicara tentang Tuhan kepada sebuah patung kayu tidak seburuk orang
katolik yang bersikap seperti tukang kayu, yang tidak pernah menertawakan
dan memberi keaksian tentang kebaikan Tuhan kepada orang lain !”
(Fr. Mehalic, SVD)
Jawabalah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Bagaimana kesanmu terhadap cerita kesaksian tersebut !
2. Pesan apa yang ingin disampaikan kepadamu !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
20
21
LEMBAR KERJA SISWA
1. Apa yang harus dilakukan agar pewartaan Gereja sungguh dapat berdaya
guna !
2. Rumuskan dengan bahasamu sendiri tentang pewartaan dan pewarta !
3. Apa yang menjadi dasar pewartaan Gereja ! Jelaskan !
4. Jelaskan manfaat dari pelajaran agama !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
21
22
C.
GEREJA YANG MENJADI
SAKSI (KERYGMA)
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan makna menjadi Saksi Kristus menurut Kisah Rasul 1:8.
2. Menjelaskan makna kemartiran dalam Gereja dalam hubungannya
dengan kesaksian.
3. Menceritakan tentang martir dalam Gereja serta teladan hidupnya.
4. Menjelaskan bentuk kesaksian yang relevan dengan situasi masyarakat
Indonesia yang pluralis.
PETA KONSEP
MARTYRIA
Makna Menjadi
Saksi Kristus
MATERI AGAMA KATOLIK XI
Kesaksian Hidup
sebagai Martir
22
Penugasan dan
Pengamalan
23
LANGKAH PERTAMA : (mendalami makna menjadi saksi Yesus
Kristus).
KESAKSIAN HIDUP
Ada seorang warga Amerika Serikat diminta untuk menjadi mahaguru
di salah satu perguruan tinggi di Jepang. Salah satu butir kontrak antara
mahaguru asal Amerika Serikat dan perguruan tinggi di Jepang itu berbunyi:
“Mahaguru hanya boleh berbicara hal-hal yang menyangkut materi perkulihan
yang dipercayakan kepadanya dan sama sekali tidak boleh menggunakan satu
kata pun yang berhubungan dengan Kekristenan.”
Mahaguru tersebut menjaga dengan setia janjinya yang ternuat dalam
kontrak tersebut. Namun, mahaguru itu berusaha untuk hidup menurut
keyakinan iman kristiani. Ia tidak pernah berkata apa-apa tentang kekristenan,
tetapi hidupnya sangat terbuka dan banyak melakukan perbuatan-perbuatan
kasih. Setelah beberapa tahun ia bekerja di perguruan tinggi itu, teladan
hidupnya menjadi sedemikian berpengaruh, sehingga paling kurang 40 orang
dari mahasiswanya diam-diam menjadi Kristen, bahkan 25 orang dari mereka
kemudian memasuki perguruan tinggi teologi dan menjadi misionaris.
(Dari: Frank Mehalic, SVD. 1500 Cerita Bermakna)
Jawablah pertanyaan-pertanyaan untuk direfleksikan di bawah ini !
1. Apa komentarmu terhadap cerita tersebut !
2. Mengapa pewartaan melalui perbuatan sering lebih unggul daripada
pewartaan dengan kata-kata !
3. Menurutmu bentuk perwartaan yang mana yang lebih sesuai dengan
Indonesia yang sangat majemuk dalam kepercayaan dan budaya !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
23
24
PENJELASAN
PEWARTAAN LEWAT KESAKSIAN HIDUP
Menjadi saksi berarti menunjukkan pada pribadi seseorang yakni pribadi
yang “mengetahui” atau “mengalami” dan “mampu memberikan keterangan yang
benar.”
Maka menjadi Saksi Kristus berarti menyampaikan/ menunjukkan apa
yang dialami dan diketahui tentang Kristus kepada orang lain. Penyampaian,
penghayatan/ pengalaman itu dapat dilaksanakan melalui kata-kata, sikap, dan
tindakan nyata.
Injil pertama-tama diwartakan dengan kesaksian, yakni diwartakan dengan
tingkah laku dan peri hidup. Gereja juga mewartakan Injil kepada dunia dengan
kesaksian hidup yang setia kepada Tuhan Yesus.
Dalam Kisah rasul 1:8 ditegaskan bahwa para rasul dipanggil untuk
menjadi saksi-Nya, mulai dari Yerusalem kemudian berkembang ke seluruh
Yudea dan Samaria bahkan sampai ke ujung bumi. Pada waktu itu yang disebut
ujung bumi adalah Roma.
Bagi kita sekarang ini menjadi Saksi Kristus mulai dari Yerusalem,
Yudea, Samaria sampai ke ujung bumi, hal ini berarti menjadi saksi Kristus mulai
dari rumah/ keluarga/ sanak saudara/ tetangga/ lingkungan sekolah dan di
manapun kita berada.
Pewartaan dalam bentuk kesaksian hidup menjadi sangat relevan di
Indonesia yang beraneka perbedaannya. Pewartaan dalam bentuk dialog hidup.
Dalam dialog ini kita dapat menunjukkan hidup yang penuh kasih dan
persaudaraan di tengah masyarakat yang sering kali diwarnai dengan permusuhan,
kekerasan dan terror. Kesaksian kita dengan menunjukkan sikap dan semangat
solider di tengah hidup yang serakah dan korup karena di dorong oleh nafsu untuk
mencapai kepentingan diri dan kelompoknya.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
24
25
LANGKAH KEDUA : (mendalami kesaksian hidup sebagai martir).
USKUP AGUNG ROMERO MARTIR ABAD MODERN
Uskup Agung Oscar Armulfo Romero dari kota San Salvator terkenal
karena hidupnya yang penuh pengabdian kepada umat dan masyarakatnya,
khususnya masyarakat yang kecil yang miskin dan tertindas. Ia tidak segansegan memperingatkan para penguasa negerinya yang bertindak sewenangwenang terhadap rakyat kecil yang tidak berdaya. Tentu saja para penguasa itu
tidak senang. Mereka berusaha untuk “mengamankan” dia.
Hari Senin tanggal 24 Maret 1980 ia mati ditembak oleh penembak
sewaan. Ia mati tertembak pada saat sedang merayakan Ekaristi dan sedang
mengucapkan kata-kata konsekrasi: “Inilah tubuh-Ku, yang dikorbankan bagi
kamu dan ini darah-Ku yang ditumpahkan bagi kamu.”
Hidup Uskup Agung Oscar Armulfo Romero telah berubah menjadi
Roti Ekaristi.
(Rm. Yosef Lalu, Pr)
Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Apa kesanmu setelah membaca cerita tersebut !
2. Kesaksian hidup dalam hal apa yang ingin diwartakan dalam cerita
tersebut!
3. Jelaskan martir-martir yang kamu ketahui termasuk di zaman modern ini !
PENJELASAN
KESAKSIAN HIDUP BERDARAH
Menjadi saksi Kristus ternyata dapat berdampak banyak resikonya. Yesus
telah berkata, “Kamu akan dikucilkan, bahkan akan datang saatnya bahwa setiap
orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi
Allah.” (Yohanes 16:2). Yesus sendiri adalah martir, karena Ia benani menderita
dan wafat salib demi Kerajaan Allah. Dalam sejarah Gereja, kita sudah banyak
tahu tentang orang-orang yang berani dan bersedia menumpahkan darahnya demi
iman dan ajaran-Nya, mereka itulah yang disebut MARTIR.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
25
26
Orang yang bersedia dan berani mati daripada harus mengkhianati imannya
kepada Kristus disebut MARTIR MERAH. Sedangkan orang yang hidup seperti
Kristus dengan berani memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan bagi orang
yang tertindas dengan segala resikonya disebut MARTIR PUTIH.
Berikut beberapa martir yang berani menyerahkan nyawanya (mati sebagai
martir) demi iman mereka kepada Kristus adalah:
NAMA
PERJUANGAN HIDUPNYA
SANTO TARSISIUS
SANTO SEBASTIANUS
SANTA REGINA
MATERI AGAMA KATOLIK XI
26
27
NAMA
PERJUANGAN HIDUPNYA
SANTA URSULA
SANTA ANGELA
SANTO STEFANUS
MATERI AGAMA KATOLIK XI
27
28
LANGKAH KETIGA : (penugasan dan pengalaman).
Lagu “Jadilah Saksi”
Sesudah dirimu diselamatkan
Cahaya hatimu jadi terang
Tujuan hidupmu jadi nyata
Bagi yang ditimpa azab duka
Bagi yang dilanda putus asa
Bagi yang didera kegagalan
Di mana tiada perhatian
Di mana tiada kejujuran
Di mana ada sahabat bermusuhan
Dalam memaafkan kawan lawan
Dalam menggagahkan persatuan
Dalam meluaskan kerjasama
Dalam membangunkan masyarakat
Dalam meningkatkan nasib rakyat
Dalam membagikan seluruh semangat
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
Jadilah Saksi Kristus.
jadilah Saksi Kristus.
Jawablah pettanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Kesaksian konkret apa saja yang dapat dilakukan di masyarakat dalam
lagu tersebut sebagai orang kristiani !
2. Mengapa banyak orang lebih memilih bentuk kesaksian hidup !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
28
29
LEMBAR KERJA SISWA
1. Menurutmu apa yang dimaksud dengan kesaksian hidup itu !
2. Bentuk-bentuk kesaksian apa yang akan kamu lakukan sekarang ini di
dalam hidupmu !
3. Mengapa kesaksian hidup lebih dihargai/ lebih simpatik dibandingkan
dengan kesaksian verbal !
4. Mengapa hidup solider dan jujur di sebut bentuk pewartaan !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
29
30
D.
GEREJA YANG MELAYANI
(DIAKONIA)
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Menjelaskan isi dari pesan teks Injil Markus 10:35-45.
2. Menyebutkan dasar, ciri dan bentuk pelayanan Gereja pada masa kini
3. Menyusun rencana kegiatan pelayanan secara kelompok yang dapat
dilaksanakan.
PETA KONSEP
DIAKONIA
Makna Melayani
MATERI AGAMA KATOLIK XI
Dasar Pelayanan
30
Peresapan dan
Pengamalan
31
LANGKAH PERTAMA : (mendalami makna melayani).
DOKTER BRACKETT DI RUANG ATAS
Ada seorang dokter bernama Brackett. Ia bekerja di salah satu kota
kecil di Amerika Serikat. Ia seorang dokter yang sangat baik, bekerja dengan
penuh pengabdian tanpa pamrih. Pasien kesayangannya adalah orang-orang
miskin. Ia dapat melayani mereka sampai lupa makan dan tidur. Ia begitu
sibuk dengan pelayanannya sehingga gadis-gadis yang pernah menjadi
pacarnya meninggalkan dia.
Ia tinggal di salah satu ruangan di sebuah gedung berlantai dua.
Supaya orang mudah menemuinya, pada anak tangga yang paling bawah di
pasang papan nama yang berbunyi: dr Brackett di ruang atas.
Ruang tempat tinggalnya itu sangat sederhana. Mungkin ia tidak
memiliki uang cukup untuk menempati tenpat yang lebih layak, sebab ia
sering tidak mau menerima bayaran dari pasien-pasienya, terlebih yang
miskin.
Pasien yang yang datang kepadanya banyak sekali. Karena terlalu
memaksa diri untuk bekerja, ia jatuh sakit dan meninggal. Penguburannya
dihadiri oleh sebagian besar warga kota. Mereka sungguh menangisi
kepergiannya. Sesudah ia dikuburkan, warga kota berunding untuk membuat
suatu monument bagi beliau sebagai kenangan untuk jasa-jasanya.
Seorang warga kota yang sangat miskin yang pernah dibantu oleh
dr. Brackett, mengambil papan nama beliau dari tempat tinggalnya dan
memasang pada sisi depan kuburnya, sehingga siapa saja dapat membaca:
dr. BRACKETT di RUANG ATAS.
Kita boleh percaya bahwa dr. Brackett sudah di ruang atas ! Di Surga !
(Saduran dari: Frank Mihalic, SVD. 1500 Cerita Bermakna)
MATERI AGAMA KATOLIK XI
31
32
Jawablah pertanyaan-pertanyaan untuk direfleksikan di bawah ini !
1. Apa komentarmu terhadap cerita tersebut !
2. Ceritakan pengalaman pelayananmu !
3. Apakah kamu pernah dilayani !
4. Coba ceritakan tokoh di sekitarmu yang memiliki semangat pelayanan !
5. Bagaimana penilaianmu terhadap tokoh tersebut !
LANGKAH KEDUA : (mendalami semangat pelayanan Gereja dalam
kitab suci).
BUKAN MEMERINTAH MELAINKAN MELAYANI (Mrk.10:35-45)
Lalu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, mendekati Yesus
dan berkata kepada-Nya: “Guru, kami harap supaya Engkau kiranya
mengabulkan suatu permintaan kami !”. Jawab-Nya kepada mereka: “Apa
yang kamu kehendaki Aku perbuat bagimu?” Lalu kata mereka:
“Perkenankanlah kami duduk dalam kemuliaan-Mu kelak, yang seorang di
sebelah kanan-Mu dan yang seorang di sebelah kiri-Mu. Tetapi kata Yesus
kepada mereka: “Kamu tidak tahu apa yang kamu minta. Dapatkah kamu
meminum cawan yang harus Kuminum dan dibaptis dengan baptisan yang
harus Kuterima?” Jawab mereka: “Kami dapat.” Yesus berkata kepada
mereka: “Memang, kamu akan meminum cawan yang harus Kuminum dan
akan dibaptis dengan baptisan yang harus Kuterima. Tetapi hal duduk di
sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak untuk
memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa itu telah
disediakan.”
Mendengar hal itu kesepuluh murid yang lain menjadi marah kepada
Yakobus dan Yohanes. Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu
tahu, bahwa mereka yang disebut pemerintah bangsa-bangsa memerintah
rakyatnya dengan tangan besi, dan pembesar-pembesarnya menjalankan
kuasanya dengan keras atas mereka. Tidaklah demikian di antara kamu.
Barangsiapa ingin menjadii besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi
pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu,
hendaklah ia menjadi hamba untuk semuanya. Karena anak manusia juga
datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk
memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”
MATERI AGAMA KATOLIK XI
32
33
Jawablah pertanyaan di bawah ini !
1. Apa pesan yang ingin disampaikan dari Injil tersebut !
2. Sebutkanlah ciri-ciri pelayanan Gereja !
3. Sebutkan bentuk-bentuk pelayanan Gereja masa kini !
PENJELASAN
Dari kutipan Injil tersebut sangat jelas bahwa Yesus menekankan
semangat pengabdian dan pelayanan kepada murid-Nya yang sangat berambisi
untuk memiliki kedudukan dan kekuasaan. Inilah sikap yang diharapkan Yesus
dari murid-murid-Nya.
1. Dasar pelayanan dalam Gereja
Dasar pelayanan dalam Gereja adalah semangat pelayanan Kristus sendiri.
Pelayanan kristiani adalah sikap pokok para pengikut Yesus. Melayani
sesama adalah tanggung jawab setiap orang kristiani sebagai konsekuensi
dari imannya.
2. Ciri-ciri pelayanan Gereja
a. Bersikap sebagai pelayan
Yesus menekankan para murid-Nya selalu bersikap sebagai “yang
paling rendah dari semua dan sebagai pelayan dari semua”
(Mrk.9:35). Ia memberi teladan dan menerangkan demikianlah
kehendak Bapa-Nya. Menjadi pelayan dalam pelayananan adalah
sikap iman yang radikal.
MATERI AGAMA KATOLIK XI
33
34
b. Kesetiaan kepada Kristus sebagai Tuhan dan Guru
Ciri religius pelayanan Gereja adalah menimba kekuatan dari sari
teladan Yesus Kristus.
c. Orientasi pelayanannya ditujukan kepada kaum miskin
Pelayanan berarti kerjasama dengan semua orang. Yang pokok
adalah untuk mengangkat harkat, martabat dan harga diri sebagai
manusia.
d. Kerendahan hati
Gereja harus bersikap rendah hati (Lukas 17:10).
3. Bentuk-bentuk pelayanan
a. Pelayanan di bidang kebudayaan dan pendidikan (carilah
contohnya).
b. Pelayanan di bidang kesejahteraan (carilah contohnya).
c. Pelayanan dibidang politik dan hankam (carilah contohnya).
LANGKAH KETIGA : (peresapan dan pengamalan).
NAMA
PERJUANGANNYA
IBU TERESA
MATERI AGAMA KATOLIK XI
34
35
NAMA
PERJUANGANNYA
ROMO MANGUNWIJAYA, Pr
Jawablah pettanyaan-pertanyaan di bawah ini !
1. Inspirasi apa yang kamu dapatkan dari kedua tokoh tersebut !
2. Pelayanan apa yang dapat kamu lakukan di lingkunganmu !
LEMBAR KERJA SISWA
1. Menurutmu apa yang dimaksud dengan pelayanan? Jelaskan !
2. Menurutmu, apa yang menjadi wujud konkret pelayanan Gereja dewasa
ini? Jelaskan dan deskripsikan !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
35
36
3. Bagaimana penilaianmu tentang pemimpin dalam Gereja dan masyarakat
di lingkunganmu dalam hubungannya dengan pelayanannya !
4. Tulislah ciri-ciri pemimpin Gereja yang kamu cita-citakan dalam
hubungannya dengan pelayanannya !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
36
37
GLOSARIUM
Liturgia
Apostolis
Kerygma
Magisterium
Martyria
Diakonia
: menguduskan
: merasul
: pewartaan
: kuasa mengajar dalam Gereja
: kesaksian
: melayani
MATERI AGAMA KATOLIK XI
37
38
EVALUASI BAB IV
1. Buatlah simbol atas 4 tugas Gereja ! Simbol bisa berbentuk gambar atau
suatu rumusan kata-kata !
2. Berilah keterangan dari simbol tersebut dan reflesikan dengan singkat !
3. Apa yang dimaksud dengan menguduskan !
4. Jelaskan bentuk-bentuk pengudusan dalam Gereja !
5. Jelaskan pola pewartaan secara verbal !
6. Jelaskan perbedaan magisterium dan para pewarta !
7. Jelaskan yang dimaksud dengan saksi Kristus !
8. Jelaskan bentuk kesaksian yang sangat relevan untuk Indonesia saat ini !
9. Jelaskan dasar dari pelayanan Gereja !
10. Sebutkan ciri dan bentuk pelayanan dalam Gereja !
MATERI AGAMA KATOLIK XI
38
39
DAFTAR PUSTAKA
Dokpen KWI. 1993. Dokumen Konsili Vatikan II. Jakarta: Obor.
Komkat KWI, Seri Murid-Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk SMA/
SMK, Buku Guru 2. Kanisius, Yogyakarta, 2004.
Lristen, Simon dan Christopher. 2000. Masalah-masalah Moral Sosial Aktual
dalam Perspektif Iman Kristen. Yogyakarta: Kanisius.
N.N. 2005. Mengabdi Kebenaran. Maumere: Ledalero.
Yoseph Kristianto, dkk, Menjadi Murid Yesus, Pendidikan Agama Katolik untuk
SMA/ SMK, Buku Guru XI. Kanisius, Yogyakarta, 2010.
http://www.imankatolik.or.id/hierarki.html
http://.www.katolisitas.org
http://.www.wikipedia.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_santo
http://en.wikipedia.org/wiki/Y._B._Mangunwijaya
https://sbelen.wordpress.com/2014/05/31/kutipan-bunda-teresa-yang-dapatmengilhami-anda/
MATERI AGAMA KATOLIK XI
39
Download
Study collections