77 PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN

advertisement
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 2/2016) 77 - 88 | 77
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN
MODEL GUIDED INQUIRY UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
PEMECAHAN MASALAH MATEMATIKA
PESERTA DIDIK KELAS VIII SMP/MTs
Oleh
Tiara Fikriani
Dosen Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Ahlussunnah
[email protected]
Article History
Received : September 2016
Accepted : November
2016
Published : Desember 2016
Keywords
Guided inquiry, mathematics
instructional materials,
Plomp Model.
Abstract
The purpose of this study was to produce a
mathematical dipembelajaran inquiry-based teaching
materials for teaching linear equations in two variables
topics are valid, practical and effective. By applying the
model of Plomp. consists of three phases. At this stage
of the assessment, obtained practicality of the
implementation of the Lesson Plans, and practicality
distrubuted questionnaires to teachers and students. The
results showed that the mathematics-based guided
inquiry was valid, practical, and effective.
Abstrak
Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan
dipembelajaran matematika berbasis inquiry bahan ajar
untuk mengajar dua variabel topik persamaan linear
yang valid, praktis dan efektif. Dengan menerapkan
model Plomp. terdiri dari tiga fase. Pada tahap
penilaian, kepraktisan diperoleh dari pelaksanaan
Rencana Pelajaran, dan kuesioner kepraktisan
distrubuted untuk guru dan siswa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa matematika berbasis penyelidikan
dipandu telah valid, praktis, dan efektif
ISSN. 2527-6018
77
e-ISSN. 2548-4141
Pengembangan Perangkat Pembelajaran matematika
Dengan
Model Guided
Inquiry Vol. I (No. 2/2016)
Jurnal
Pendidikan
Rokania
Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan masalah Matematika Peserta Didik Kelas VIII SMP/MTs
77 - 88 | 78
untuk melihat dampak bahan ajar dalam
A. Pendahuluan
Matematika merupakan salah satu
mencapai tujuan pembelajaran pada proses
mata pelajaran yang diajarkan pada setiap
pembelajaran.
Merancang
jenjang pendidikan dengan presentase jam
belajar
sesuai
pelajaran lebih banyak dibanding dengan
pembelajaran
mata pelajaran yang lainnya. Matematika
penting dalam perencanaan pembelajaran.
pada
dan
Merancang
menengah dimaksudkan agar pada akhir
hakikatnya
tahap pendidikan, peserta didik memiliki
pembelajaran sebagai pedoman guru dan
kemampuan
kehidupan
peserta didik. Di antara perancangan
matematika
pengalaman belajar, antara lain dengan
merupakan mata pelajaran yang tidak
mengembangkan RPP dan LKPD yang
disukai banyak peserta didik sehingga
dapat digunakan dalam pembelajaran.
jenjang
pendidikan
tertentu
selanjutnya.
dasar
bagi
Namun,
yang
juga
pengalaman
dengan
tujuan
merupakan
aspek
pengalaman
belajar
menyusun
pada
skenario
dipandang sebagai mata pelajaran yang
RPP dan LKPD dirancang dengan
kurang diminati. Hal ini disebabkan
metode guided inquiry yang merupakan
karena peserta didik merasa kesulitan
salah satu pendekatan untuk memberikan
dalam
pengalaman belajar kepada peserta didik.
menyelesaikan
permasalahan
matematika
khususnya
menyelesaikan
soal-soal,
masalah,
dan
dalam
Pendekatan ini mengharuskan peserta
pemecahan
didik aktif dalam proses pembelajaran
menerjemahkan
soal
sehingga pemecahan masalah pada materi
kehidupan sehari-hari ke dalam model
sistem persamaan linear dua variabel dapat
matematika.
dilakukan dengan baik.Oleh sebab itu,
Banyak faktor yang mempengaruhi
pembelajaran
matematika
di
sekolah.
dalam
mempelajari
materi
sistem
persamaan linear dua variabel diperlukan
Proses pembelajaran dan bahan ajar
proses
merupakan
yang
melibatkan peserta didik secara aktif
pembelajaran
dalam memecahkan masalah, serta media
matematika. Proses pembelajaran dan
pembelajaran yang dapat memfasilitasi
dampak penggunaan bahan ajar yang
peserta didik dalam menciptakan proses
dikembangkan sangat penting bagi guru
pembelajaran yang efektif, efisien, serta
mempengaruhi
faktor
proses
penting
pembelajaran
yang
dapat
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 2/2016) 77 - 88 | 79
mampu melibatkan peserta didik secara
kemampuan pemecahan masalah yang
fisik
dimiliki peseta didik dalam pembelajaran
maupun
intelektual.Rumusanmasalahdalampeneliti
matematika.
an ini yaitu “Bagaimanakah proses dan
hasil
pengembangan
perangkat
Sunand dan Trownbridge (1973)
dalam E. Mulyasa menyatakan bahwa
pembelajaran matematika berbasis guided
guided
inquiry pada materi persamaan linear dua
memperoleh
variabel untuk meningkatkan kemampuan
dibutuhkan. Pedoman-pedoman tersebut
pemecahan masalah peserta didik yang
biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan
valid, praktis, dan efektif”.
yang
Menurut Rahayu (2007:2) hakikat
inquiry;
yaitu
peserta
didik
pedoman
sesuai
yang
membimbing.
pelaksanaannya
Dalam
sebagian
besar
pembelajaran matematika adalah proses
perencanaan dibuat oleh guru. Petunjuk
yang sengaja dirancang dengan tujuan
mengenai cara penyusunan dan mencatat
untuk menciptakan suasana lingkungan
data dibuat oleh guru.
yang
memungkinkan
seseorang
RPP
merupakan
melaksanakan kegiatan belajar matematika
meggambarkan
dan
pengorganisasian
pembelajaran
matematika
harus
rencana
prosedur
pembelajaran
yang
dan
untuk
memberikan peluang kepada peserta didik
mencapai satu kompetensi dasar yang
untuk berusaha dan mencari pengalaman
ditetapkan dalam standar isi dan telah
tentang matematika. Dalam hal ini peserta
dijabarkan dalam silabus (Majid, 2014
didik
pengalaman
:226). RPP memberikan petunjuk secara
belajar matematika dengan melakukan
rinci tentang sinopsis, kompetensi mata
kegiatan pembelajaran penemuan dimana
pelajaran, indikator kompetensi, pokok
guru berperan sebagai fasilitator dan
bahasan/topik,
membimbing
media dan alat, evaluasi, estimasi waktu
bisa
mendapatkan
peserta
didik
dalam
melakukan penemuan-penemuan dalam
pembelajaran.
pembelajaran
penelitian
Berdasarkan
matematika
pengembangan
tujuan
di
atas,
perangkat
strategi
pembelajaran,
dan kepustakaan.
Menurut
Dhari
dan
Haryono
(Komalasari, 2008:117) LKPD adalah
lembaran
yang berisi pedoman bagi
pembelajaran matematika berbasis guided
peserta didik untuk melakukan kegiatan
inquiry
yang terprogram. LKPD berisikan antara
dilakukan
untuk
mengetahui
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Pengembangan Perangkat Pembelajaran matematika
Dengan
Model GuidedRokania
Inquiry
Jurnal
Pendidikan
Vol. I (No.
Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan masalah Matematika Peserta Didik Kelas VIII SMP/MTs
2/2016) 77 - 88 | 80
lain uraian singkat materi, tujuan kegiatan,
Kesesuaian
alat/bahan
dalam
dengan silabus mata kuliah, kesesuaian isi
kegiatan, langkah kerja, pertanyaan untuk
dengan kurikulum yang sedang berlaku
didiskusikan, kesimpulan hasil diskusi,
serta kesesuaian perangkat pembelajaran
dan soal-soal latihan pemahaman.
yang
yang
diperlukan
Menurut Polya (Suherman, 2003:
Perangkat
akan
pembelajaran
dikembangkan
pengalaman
belajar
dengan
peserta
didik.
91), solusi soal pemecahan masalah
Validitas isi umumnya ditentukan melalui
memuat empat langkah fase penyelesaian,
pertimbangan para ahli.
yaitu: Memahami masalah, merencanakan
Selanjutnya,
penyelesaian,
menyelesaikan
validitas
konstruk
masalah
artinya kesesuaian antara produk yang
sesuai rencana, melakukan pengecekan
dihasilkan dengan unsur pengembangan
kembali terhadap semua langkah yang
yang telah ditetapkan. Sejalan dengan itu,
telah dikerjakan.
validitas konstruk perangkat pembelajaran
Dalam
mengembangkan
suatu
diperoleh melalui penyusunan perangkat
produk diharapkan menghasilkan produk
pembelajaran yang didasarkan kepada
yang
misalnya
karakteristik subjek yang dituju atau
mengembangkan perangkat pembelajaran.
perilaku subjek yang diharapkan. Dalam
Perangkat
pembelajaran
dikatakan
penelitian ini, aspek-aspek yang akan
berkualitas
apabila
perangkat
dievaluasi meliputi aspek didaktik, isi,
berkualitas,
pembelajaran tersebut valid, praktis, dan
efektif.
Prastowo
Menurut
validitas
bahan, dan penyajian.
Purwanto
merupakan
menunjukkan
hubungan
(2009:
(2013:32)
menyatakan
137)
kepraktisan dari suatu bahan ajar hanya
kualitas
yang
dapat dipenuhi jika para ahli praktisi
antara
suatu
menyatakan
bahwa
perangkat
yang
pengukuran (diagnosis) dengan tujuan
dikembangkan dapat diterapkan. Dalam
kriteria belajar atau tingkah laku. Secara
penelitian ini kepraktisan dilihat dari
metodologis, validitas perangkat yang
seberapa
disusun harus memenuhi kriteria valid dari
dikembangkan dapat diterapkan sesuai
segi isi dan konstruk. Validitas isi artinya
dengan tujuan yang akan dicapai.
kesesuaian antara produk yang dihasilkan
dengan beberapa kriteria yang ditentukan.
jauh
perangkat
yang
Efektivitas dalam Kamus Besar
Bahasa
Indonesia
(1990:219)
berarti
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 2/2016) 77 - 88 | 81
bersifat efektif yang berarti efek, akibat,
pengaruh, kesannya. Maka efektivitas
adalah seberapa jauh tingkat keberhasilan
yang dapat dicapai dari tujuan yang
B. Metode Penelitian
hendak dicapai. Efektivitas merupakan
Model
pengembangan
yang
pengujian yang harus dilakukan terhadap
digunakan dalam penelitian ini diadaptasi
pembelajaran yang dikembangkan, yang
dari
dilihat dari hasil tes akhir peserta didik
dikembangkan oleh Plomp yang terdiri
setelah
atas 3 tahap. Tahap yang pertama yaitu
menggunakan
perangkat
model
Plomp.
fase
dengan itu keefektivan dalam penelitian
research), dengan melakukan analisis
pengembangan Van den Akker (1999:10)
kebutuhan, analisis kurikulum, analisis
dalam Rochmad (2011:17) menyatakan
konsep, dan analisis peserta didik.
mengacu pada tingkatan
Pada
fase
awal
ini
pembelajaran yang dikembangkan. Sejalan
“keefektivan
investigasi
Model
(preliminary
pengembangan
atau
bahwa pengalaman dan hasil intervensi
pembuatan prototipe (development or
konsisten dengan tujuan yang dimaksud”.
prototyping phase) dilakukan perancangan
Model
pengembangan
yang
perangkat
pembelajaran
matematika
digunakan dalam penelitian ini diadaptasi
berbasis guided inquirypada materi sistem
dari model Plomp. Hal ini dikarenakan
persamaan linear dua variabel, kemudian
model
dengan
dilakukan evaluasi sendiri oleh peneliti.
pengembangan perangkat pembelajaran
Hasil analisis dan revisi selanjutnya
yang
itu,
diberikan kepada lima orang validator
mengingat perangkat yang dikembangkan
untuk divalidasi. Hasil validasi perangkat
ada tiga yang berkaitan satu dengan yang
pembelajaran
lainnya, sehingga waktu yang diperlukan
setelah dikatakan valid maka dilakukan
untuk melakukan penelitian cukup lama,
evaluasi one-to-one. Evaluasi one-to-one
maka model Plomp akan digunakan agar
dilaksanakan oleh tiga orang peserta didik
waktu yang digunakan untuk penelitian ini
dengan kemampuan sedang dan rendah.
lebih efisien.
Kemudian dilanjutkan dengan evaluasi
Plomp
akan
sesuai
dilakukan.
Selain
kemudian
direvisi
dan
small group oleh enam orang peserta
didik.
Selanjutnya
fase
penilaian
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Pengembangan Perangkat Pembelajaran matematika
Model Guided
Inquiry Vol. I (No. 2/2016)
JurnalDengan
Pendidikan
Rokania
Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan masalah Matematika Peserta Didik Kelas VIII SMP/MTs
(assessment phase) diujicobakan terbatas
dan
di MTsN Padang Panjang. Pada tahap ini
pembelajaran yang digunakan oleh guru
dilakukan
matematika yaitu belum menggunakan
uji
praktikalitas
dan
uji
efektivitas.
Instrumen
pengumpulan
data
wawancara
77 - 88 | 82
terhadap
perangkat
matematika
membantu
meningkatkan
perangkat
yang
dapat
kemampuan
meliputi isntrumen fase investigasi awal
pemecahan masalah peserta didik. Dalam
berupa
kebutuhan,
keseluruhan proses pembelajaran masih
kurikulum, peserta didik dan konsep,
terpusat kepada guru, peserta didik lebih
lembar
pedoman
banyak mendengarkan penjelasan guru,
wawancara. Instrumen kevalidan meliputi
mencatat apa yang ditulis di papan tulis
instrumen
dan mengerjakan latihan sesuai dengan
lembar
analisis
observasi
self
dan
evaluation,
instrumen
validasi. Instrumen kepraktisan melalui
yang diberikan oleh guru.
angket peserta didik, angket guru, lembar
Tahap analisis kurikulum melihat
observasi keterlaksanaan RPP. Instrumen
empat komponen yaitu, tujuan, isi, metode
keefektivan melalui tes akhir.
dan
evaluasi.
Analisis
kurikulum
dilakukan dengan menggunakan alat ukur
self evaluation yang dikembangkan dalam
C. Hasil Penelitian dan Pembahasan
bentuk daftar cek atau check list dengan
Prototipe perangkat pembelajaran
berbasis
guided
inquiry
dirancang
berdasarkan hasil analisis pendahuluan.
Kegiatan analisis pendahuluan dimulai
dengan
analisis
kebutuhan,
analisis
kurikulum, analisis konsep, dan analisis
peserta didik. Analisis kebutuhan fokus
terhadap permasalahan yang terjadi dalam
pembelajaran
matematika.
Hal
ini
bertujuan untuk
menentukan masalah
dasar
diperlukan
yang
dalam
pengembangan perangkat pembelajaran.
Hasil yang diperoleh melalui observasi
menyesuaikan Standar Kompetensi dan
Kompetensi Dasar pada materi sistem
persamaan linear dua variabel kelas VIII
SMP/MTsN. Berdasarkan analisis yang
dilakukan
terhadap
dikhususkan
SK
untuk
persamaan
dan
materi
linear
dua
KD
sistem
variabel
dikembangkan indikator pencapaian yang
kemudian
akan
dikembangkan
lagi
menjadi tujuan pembelajaran yang ingin
dicapai.
Analisis
pengembangan
peserta
ini
didik
pada
dilakukan
untuk
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 2/2016) 77 - 88 | 83
mengetahui karakteristik peserta didik
M.Si., Dr. Yasnur Asri, M.Pd, Dr. Rudi
agar sesuai dengan desain pengembangan
Chandra.,
perangkat pembelajaran dan pelaksanaan
Suryabayu, M.Pd., dan M. Imammuddin
pembelajaran dapat berlangsung dengan
M.Pd. terdapat beberapa perbaikan dan
lancar. Hasil analisis terhadap peserta
saran yang diberikan oleh validator untuk
didik menunjukkan bahwa peserta didik
menghasilkan
berada pada tahap operasional formal.
matematika berbasis guided inquiry yang
Operasionalnya tidak saja terbatas pada
valid, kondisi valid apabila perangkat yang
hal yang konkret saja, akan tetapi dapat
dirancang memenuhi kriteria valid. Hasil
juga pada operasional lainnya.
uji validitas perangkat pembelajaran dapat
Hasil dari analisis konsep yang telah
dilakukan
dijadikan
dasar
untuk
menentukan konsep utama pada materi
sistem persamaan linear dua variabel.
M.H,
perangkat
pendekatan
kegiatan
ini
meningkatkan
guided
dapat
inquiry,
Pasca
pembelajaran
Tabel 1
Hasil Uji Validasi Perangkat
Pembelajaran Matematika Berbasis
Guided Inquiry
Perangkat
No
Pembelajaran
dimana
Rata-rata
Nilai
Validitas
untuk
1.
RPP
3,6
pemecahan
2.
LKPD
3,4
digunakan
kemampuan
Eka
dilihat pada tabel 1.
Konsep-konsep dari materi SPLDV ini
diterapkan dengan langkah-langkah pada
M.Pd.,
Kriteria
Sangat
valid
Sangat
valid
masalah matematika peserta didik.
Fase Pengembangan atau Pembuatan
Pada validasi RPP, nilai validitas
Prototipe (development or Prototyping
yang paling ideal 4 akan tetapi sudah
phase)
merancang
mencapai 3,6 Hal ini menunjukkan bahwa
perangkat pembelajaran berbasis guided
sebagaian besar RPP dapat dikatakan
inquiry meliputi RPP dan LKPD. Hasil
bagus. Pada validasi LKPD telah diperoleh
rancangan perangkat pembelajaran yang
nilai 3,4 dengan kriteria sangat valid. Hal
disebut dengan prototipe I kemudian
ini menunjukkan bahwa sebagaian besar
dilakukan self evaluation dan direvisi
LKPD dapat dikatakan bagus.
diawali
dengan
berdasarkan temuan-temuan yang ada.
Hasil perangkat pembelajaran yang
Selanjutnya dilakukan validasi kepada
valid selanjutnya dilakukan evaluasi one
lima orang validator yaitu Dr. Yerizon,
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Pengembangan Perangkat Pembelajaran matematika
Dengan
Model Guided
Inquiry Vol. I (No. 2/2016)
Jurnal
Pendidikan
Rokania
Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan masalah Matematika Peserta Didik Kelas VIII SMP/MTs
77 - 88 | 84
to one pada tiga orang peserta didik
penyajian, kesesuaian dengan waktu, dan
berkemampuan sedang dan rendah di
ekonomis) dan keefektifan (kemampuan
MTsN Padang Panjang. Terdapat beberapa
pemecahan
revisi
perangkat
pembelajaran
dipahami, warna dan gambar yang belum
berbasis
guided
sesuai. Karena warna dan gambar yang
dikembangkan
terdapat pada LKPD yang mampu menarik
pembelajaran.
mengenai
kalimat
yang
sulit
minat peserta didik dalam memahami
materi
sistem
persamaan
linear
dua
variabel.
Data
revisi,
matematika
inquiry
yang
pelaksanaan
praktikalitas
pembelajaran
guided
didik)
terhadap
matematika
inquiry
oleh
guru
maka
diperoleh melalui angket praktikalitas.
dilakukan evaluasi small group yang
Evaluasi dilakukan setelah pembelajaran
diujicobakan pada enam orang peserta
matematika
didik
rata-rata
linear dua variabel selesai di setiap
sedang dan rendah. Penyelesaian dari soal
pertemuan. Rincian hasil uji praktikalitas
yang diberikan pada LKPD berdasarkan
terhadap
sintaks guided inquiry. Hasil dari evaluasi
matematika berbasis guided inquiry oleh
small group yaitu diantaranya beberapa
guru dapat dilihat pada tabel 2.
yang
hasil
peserta
dalam
uji
perangkat
berbasis
Berdasarkan
masalah
berkemampuan
soal yang diberikan dihilangkan, cukup
satu
soal
mewakili
satu
indikator
mengingat waktu yang disediakan dalam
pembelajaran tidak terlalu banyak.
Selanjutnya, pada fase penilaian,
prototipe IV yang dihasilkan dari evaluasi
kelompok kecil akan diujicobakan terbatas
materi
sistem
perangkat
persamaan
pembelajaran
Tabel 2
Rata-Rata Hasil Uji Praktikalitas oleh
Guru
PertI
II
III
IV
IV
Angket Guru
81,67 %
89,58 %
87,08 %
89,58 %
92,92%
Kriteria
Praktis
Sangat Praktis
Sangat Praktis
Sangat Praktis
Sangat Praktis
(ujicoba kelompok besar) pada kelas VIII.
Nilai
Dalam penelitian ini, uji coba dilakukan
pada kelas VIII D MTsN Padang Panjang.
Tujuan uji coba kelompok besar adalah
untuk melihat sejauh mana kepraktisan
(segi
kemudahan
penggunaan,
gaya
praktikalitas
perangkat
pembelajaran matematika berbasis guided
inquiry oleh peserta didik adalah 83,62%
dengan
kriteria
menunjukkan
praktis.
bahwa
Hal
ini
perangkat
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 2/2016) 77 - 88 | 85
pembelajaran
matematika
yang
IV
V
dikembangkan praktis digunakan oleh
peserta didik dalam pembelajaran. Ratarata angket praktikalitas oleh peserta didik
dapat dilihat pada tabel 3.
I
II
III
IV
V
Angket
Peserta Didik
81,23 %
82,24 %
83,89 %
84,39 %
86, 26 %
Hasil
jawaban
peserta
didik
mengenai materi sistem persamaan linear
dua variabel dimana perseta didik telah
Tabel 3
Rata-Rata Hasil Uji Praktikalitas oleh
Peserta Didik
Pert-
Praktis
Praktis
78,13
81,25
memenuhi empat indikator pemecahan
masalah matematika yaitu memahami
masalah dengan membuat
Kriteria
Praktis
Praktis
Praktis
Praktis
Sangat Praktis
diketahui
dan
ditanya
apa
yang
dengan
tepat,
merencanakan
penyelesaian,
menyelesaiakan rencana penyelesaian dan
melakukan pengecekan dan membuat
kesimpulan dari hasil yang diperoleh.
Nilai keterlaksanaan RPP berbasis
guided inquiry dalam 5 kali pertemuan
Berikut lembar jawaban peserta didik yang
mendapat nilai sangat baik.
pada materi sistem persamaan linear dua
variabel masing-masingnya mendapatkan
kriteria praktis. Hal ini menunjukkan
bahwa pelaksanaan RPP berbasis guided
inquiry yang dikembangkan sudah sesuai
dengan
prinsip-prinsip
pelaksanaan
pembelajaran. Dapat dilihat pada tabel 4.
Gambar1.Lembar Jawaban Peserta
Didik Indikator Memahami Masalah
Pada gambar di atas peserta didik
sudah
dapat
menuliskan
apa
yang
diketahui dan ditanya pada soal yang
diberikan dengan tepat tanpa kurang satu
Tabel 4
Hasil Pengamatan Keterlaksanaan RPP
Berbasis Guided Inquiry oleh Guru
unsur pun. Hal ini berarti peserta didik
sudah dapat memenuhi indikator dari
pemecahan masalah yang pertama yaitu
Pertemuan NilaiKeterlaksan Kriter
keaan
ia
I
Praktis
68,75
II
Praktis
76,56
III
Praktis
79,69
memahami masalah.
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Pengembangan Perangkat Pembelajaran matematika
Dengan
Model Guided
Inquiry
Jurnal
Pendidikan
Rokania
Vol. I (No. 2/2016)
Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan masalah Matematika Peserta Didik Kelas VIII SMP/MTs
Gambar 2 Lembar Jawaban Peserta
Didik Indikator Merencanakan
Penyelesaian
77 - 88 | 86
penyelesaian yang salah sehingga hasil
kerja peserta didik pada indikator ini
mendapatkan skor 4. Terakhir dari proses
Gambar
kemampuan
di
atas
peserta
merencanakan
menunjukkan
didik
dalam
penyelesaian
dengan
membuat model matematika yang tepat
untuk
setiap
unsur
yang
diketahui.
pemecahan masalah, peserta didik dituntut
untuk memeriksa kembali jawaban yang
dibuat. Bentuk dari jawaban peserta didik
pada indikator terakhir ini adalah sebagai
berikut.
Merencanakan penyelesaian merupakan
indikator kedua dari pemecahan masalah
dimana peserta didik dituntut untuk dapat
menyajikan urutan langkah penyelesaian
dengan
benar
serta
mengarah
Gambar 4 Lembar Jawaban Peserta
Didik Indikator Memeriksa Kembali
(Memberikan Kesimpulan)
pada
jawaban yang benar pula. Selanjutnya
peserta
didik
dapat
terdapat 72,97% peserta didik dengan
menyelesaikan perencanaan penyelesaian
kemampuan pemecahan masalah baik
yang
sekali,
telah
dituntut
dibuat
untuk
Dari hasil analisis lembar jawaban
sebelumnya.
dimana
indikator
pemecahan
Penyelesaian yang dimaksud dapat dilihat
masalah yang ada dapat dicapai hampir
pada gambar berikut.
sempurna bahkan ada yang sempurna
dengan
mendapatkan
nilai
100.
Selanjutnya terdapat 13,51 % dengan
kemampuan pemecahan masalah baik,
Gambar3 Lembar Jawaban Peserta
Didik Indikator Menyelesaikan
Rencana Penyelesaian
pada kategori baik ini kebanyakan peserta
didik keliru pada indikator menyelesaikan
rencana penyelesaian dimana penggunaan
Berdasarkan gambar di atas dapat
dilihat
bahwa
menyelesaikan
peserta
rencana
didik
telah
penyelesaian
dengan prosedur tertentu yang benar hal
ini dapat dilihat dari operasi aljabar yang
dilakukan
dengan
tepat,
tidak
ada
operasi aljabar yang kurang tepat dalam
menyelesaikan sistem persamaan linear
dua
variabel,
menggunakan
yang
operasi
seharusnya
jumlah
dibuat
dengan operasi kurang dan operasi bagi
menjadi operasi kurang.
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Jurnal Pendidikan Rokania Vol. I (No. 2/2016) 77 - 88 | 87
Terakhir
mempunyai
13,51%
peserta
kemampuan
didik
pemecahan
masalah
matematika
pemecahan
peserta didik dilihat berdasarkan nilai
masalah cukup dengan penyelesaian soal
tes akhir peserta didik. Dalam hal ini,
yang diberikan kurang tepat, baik dalam
hasil belajar peserta didik lebih dari
segi memahami masalah maupun dalam
70% yang mencapai KKM.
menyelesaiakan masalah.
Penelitian ini telah menghasilkan
Perangkat pembelajaran berbasis guided
inquiry berupa RPP dan LKPD untuk
D. Kesimpulan dan Saran
Berdasarkan hasil pengembangan
semester I sudah valid. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan sebagai berikut.
perangkat pembelajaran dapat dijadikan
1.
Proses
guru sebagai salah satu gambaran dalam
danhasilperangkatpembelajaranberbas
meningkatkan
is guided inquiry berupa RPP dan
matematika.
LKPD untuk semester I sudah valid
mengembangkan perangkat pembelajaran
berdasarkanhasilvalidasiparaahli.
matematika
Proses
pembelajaran
danhasilperangkatpembelajaran
kebutuhan peserta didik.
2.
Guru
pembelajaran
harus
untuk
mampu
berbagai
yang
sesuai
topik
dengan
berbasis guided inquiry berupa RPP
Perangkat pembelajaran matematika
dan LKPD untuk semester I sudah
berbasis guided inquiry dapat membuat
praktis
aspek
pembelajaran lebih praktis dan efektif.
tarik,
Oleh karena itu, guru dapat menggunakan
ditinjau
penggunaan,
dari
daya
danwaktuberdasarkanhasilanalisislem
perangkat
barobservasiketerlaksanaanpembelajar
berbasis guided inquiry untuk materi
an,
lainnya sehingga dapat membantu peserta
angketresponpesertadidik,
danangketrespon
3.
kualitas
guru
pembelajaran
matematika
didik memahami konsep yang diberikan.
terhadappembelajaran.
Penggunaan
Proses
matematika dan kemampuan peserta didik
danhasilperangkatpembelajaran
perlu
berbasis guided inquiry berupa RPP
pembelajaran
dan
kemampuan pemecahan masalah peserta
LKPD
meningkatkan
dapat
membantu
kemampuan
perangkat
diperhatikan
dapat
pembelajaran
agar
perangkat
meningkatkan
didik.
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Pengembangan Perangkat Pembelajaran matematika
Model Guided
Inquiry Vol. I (No. 2/2016)
JurnalDengan
Pendidikan
Rokania
Untuk Meningkatkan Kemampuan Pemecahan masalah Matematika Peserta Didik Kelas VIII SMP/MTs
Perangkat
pembelajaran
berbasis
guided inquiry dapat dijadikan contoh bagi
Satuan
Pendidikan.
Remaja Rosdakarya.
77 - 88 | 88
Bandung:
guru dalam mengembangkan perangkat
pembelajaran yang lain dengan tetap
mempertahankan sintaks guided inquiry.
Bagi
peneliti
guru
yang
matematika
akan
maupun
menggunakan
perangkat pembelajaran berbasis guided
inquiry
agar
dapat
menyelesaikan
karena
LKPD
Plomp, T dan N . Nieveen. 2013.
Educational
Design
Research.
Enschede : Netherland Institute For
Curricuum Development (SLO).
memperhatikan
pengalokasian waktu ketika pelaksanaan
pembelajaran,
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional
Tahun 2007 tentang Standar Proses
Pendidikan Dasar dan Menengah.
dalam
siswa
akan
membutuhkan waktu yang agak lama.
Prawironegoro, Praktinyo, 1985. Evaluasi
Hasil Belajar Khusus Analisis
Bidang Studi Matematika. Jakarta :
CV Fortuna.
Thoha, Chabib. 2001. Teknik Evaluasi
Pendidikan. Jakarta : PT Raja
Grafindo Persada.
Daftar Pustaka
Aryani, Farida. 2011. “ Pengembangan
LKS untuk Metode Penemuan
Terbimbing pada Pembelajaran
Matematika Kelas VIII di SMP
Negeri 18 Palembang. Jurnal
Pendidikan Matematika, 5 (2):129144.
Asyhar,
Rayanda.
2011.
Mengembangkan
Pembelajaran.
Jakarta:
Persada Perss.
Kreatif
Media
Gaung
Trianto. 2010. Model Pembelajaran
Terpadu. Jakarta : Bumi Aksara.
Undang
Undang
tentang
Sistem
Pendidikan Nasional No. 20 Tahun
2003.
Widdiharto, Rachmadi. 2004. Modelmodel Pembelajaran Matematika
SMP.
Departemen
Pendidikan
Nasional. Yogyakarta.
Depdiknas.
2008.
Panduan
Pengembangan Bahan Ajar. Jakata :
Direktorat
Jendral
Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dimyati dan Mudjiono. 2006. Belajar dan
Pembelajaran. Jakarta : PT. Rineka
Cipta.
E. Mulyasa. 2006. Kurikulum Tngkat
ISSN. 2527-6018
e-ISSN. 2548-4141
Download