Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?

advertisement
APA YANG
Sebenarnya
ALKITAB AJARKAN?
APA YANG
Sebenarnya
ALKITAB AJARKAN?
BUKU INI MILIK
Photo Credits: ˛ Page 7: Courtesy American Bible Society
˛ Page 19: Earth: NASA photo ˛ Pages 24-5: WHO photo by Edouard Boubat
˛ Pages 88-9: Explosion: Based on USAF photo;
child: Based on WHO photo by W. Cutting
˘ 2005
Watch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania
Hak Cipta Dilindungi
PENERBIT
Saksi-Saksi Yehuwa Indonesia
Jakarta, Indonesia
Cetakan Agustus 2016
Publikasi ini tidak diperjualbelikan, dan tersedia sebagai bagian
dari pekerjaan pendidikan Alkitab sedunia yang
ditunjang oleh sumbangan sukarela.
Kecuali disebutkan sumbernya, semua ayat dikutip dari
Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru.
What Does the Bible Really Teach?
Indonesian (bh-IN)
Made in Japan
Dibuat di Jepang
DAFTAR ISI
PASAL
HALAMAN
Inikah Maksud-tujuan Allah? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 3
1. Apa Kebenaran tentang Allah? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 8
2. Alkitab—Buku dari Allah 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 18
3. Apa Maksud-tujuan Allah bagi Bumi? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 27
4. Siapakah Yesus Kristus? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 37
5. Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga 9 9 9 9 9 9 9 47
6. Di Manakah Orang Mati? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 57
7. Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta
yang Telah Meninggal 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 66
8. Apakah Kerajaan Allah Itu? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 76
9. Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 86
10. Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita 9 9 9 9 9 9 9 9 96
11. Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 106
12. Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah 9 9 9 9 9 115
13. Pandangan Allah tentang Kehidupan 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 125
14. Cara Membina Keluarga Bahagia 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 134
15. Ibadat yang Allah Perkenan 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 144
16. Berpautlah pada Ibadat Sejati 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 154
17. Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 164
18. Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 174
19. Tetaplah Berada dalam Kasih Allah 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 184
Apendiks 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 194
Inikah Maksud-tujuan Allah?
BACALAH surat kabar mana saja. Lihatlah di televisi, atau dengarkan radio. Ada
begitu banyak berita tentang kejahatan,
perang, dan terorisme! Pikirkan problem
Anda sendiri. Mungkin penyakit atau kematian orang yang Anda cintai membuat
Anda sangat sedih. Anda mungkin merasa seperti Ayub, pria yang baik itu, yang
mengatakan bahwa ia ”jenuh dengan
penderitaan”.—Ayub 10:15.
Bertanyalah kepada diri sendiri:
ˇ Inikah maksud-tujuan Allah bagi saya
dan bagi semua orang?
ˇ Di manakah saya bisa mendapatkan
bantuan untuk mengatasi problemproblem saya?
ˇ Adakah harapan bahwa kita akan menikmati kedamaian di bumi?
Alkitab memberikan jawaban yang
memuaskan untuk pertanyaan-pertanyaan itu.
4
ALKITAB MENGAJARKAN BAHWA
ALLAH AKAN MEMBUAT PERUBAHAN
SEPERTI INI DI BUMI.
”Ia akan menghapus segala air mata
dari mata mereka, dan kematian tidak
akan ada lagi, juga tidak akan ada lagi
perkabungan atau jeritan atau rasa sakit.”
—Penyingkapan (Wahyu) 21:4
”Orang timpang
akan berjalan mendaki
seperti rusa jantan.”
—Yesaya 35:6
”Mata
orang buta
akan terbuka.”
—Yesaya 35:5
”Semua orang yang di
dalam makam peringatan
akan . . . keluar.”
—Yohanes 5:28, 29
”Tidak ada
penghuni yang
akan mengatakan,
’Aku sakit.’ ”
—Yesaya 33:24
”Akan ada banyak
biji-bijian di bumi.”
—Mazmur 72:16.
6
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
DAPATKAN MANFAAT DARI APA YANG
ALKITAB AJARKAN
Jangan cepat-cepat menganggap
bahwa apa yang dikemukakan pada
halaman-halaman tadi hanya impian
belaka. Allah berjanji akan mewujudkan hal-hal itu, dan Alkitab
menjelaskan bagaimana Ia
akan melakukannya.
Tetapi bukan itu saja. Alkitab memberikan kuncinya
agar Anda dapat menikmati kehidupan yang
benar-benar memuaskan
sekarang juga. Pikirkan
sejenak problem dan kesusahan Anda sendiri,
yang mungkin mencakup
masalah keuangan, problem keluarga, merosotnya kesehatan,
atau kematian orang yang Anda
cintai. Alkitab dapat membantu Anda mengatasi problemproblem yang ada dewasa ini dan dapat memberikan kelegaan
dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti ini:
ˇ Mengapa kita menderita?
ˇ Bagaimana kita dapat mengatasi problem kehidupan?
ˇ Bagaimana caranya membuat kehidupan keluarga kita
lebih bahagia?
ˇ Bagaimana keadaan kita setelah kita mati?
ˇ Bisakah kita bertemu lagi dengan orang-orang yang kita
cintai yang sudah mati?
ˇ Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah akan
memenuhi janji-Nya untuk masa depan?
Inikah Maksud-tujuan Allah?
7
Jika Anda sedang membaca buku ini, berarti Anda ingin
mengetahui apa yang Alkitab ajarkan. Buku ini akan membantu Anda. Perhatikan bahwa ada pertanyaan-pertanyaan di
bagian bawah halaman untuk setiap paragraf. Jutaan orang
menyukai metode tanya-jawab seperti ini sewaktu membahas
Alkitab dengan Saksi-Saksi Yehuwa. Kami harap Anda akan
menyukainya juga. Semoga Allah memberkati Anda seraya
Anda merasakan betapa menyenangkan dan memuaskannya
belajar apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan!
KENALILAH ISI ALKITAB ANDA
ALKITAB terdiri dari 66 buku dan surat. Buku-buku itu dibagi
menjadi pasal dan ayat untuk memudahkan kita menemukan
keterangan yang diinginkan. Apabila suatu ayat disebutkan dalam buku ini, angka pertama setelah nama buku atau surat dalam Alkitab menunjukkan pasal, dan angka berikutnya memaksudkan ayatnya. Contohnya, ”2 Timotius 3:16” memaksudkan
surat kedua kepada Timotius, pasal 3, ayat 16.
Anda akan cepat mengenal baik isi Alkitab dengan membuka ayat-ayat yang disebutkan dalam buku ini. Selain itu, bagaimana kalau Anda memulai suatu program pembacaan Alkitab
setiap hari? Dengan membaca tiga sampai lima pasal sehari,
Anda dapat membaca seluruh Alkitab dalam waktu satu tahun.
PASAL SATU
Apa Kebenaran tentang Allah?
Apakah Allah benar-benar memperhatikan Anda?
Seperti apakah Allah itu? Apakah Ia mempunyai nama?
Mungkinkah untuk mendekat kepada Allah?
PERNAHKAH Anda memperhatikan bahwa anak-anak banyak
bertanya? Anak-anak mulai bertanya segera setelah mereka dapat berbicara. Dengan mata yang terbuka lebar dan penuh
rasa ingin tahu, mereka menatap Anda dan menanyakan halhal seperti: Mengapa langit itu biru? Bintang dibuat dari apa?
Siapa yang mengajar burung bernyanyi? Anda mungkin berupaya menjawab sebisa-bisanya, tetapi itu tidak selalu mudah.
Jawaban yang paling baik pun malah menimbulkan
pertanyaan lain lagi: Kenapa?
2 Bukan hanya anak-anak yang suka bertanya. Seraya bertumbuh dewasa, kita
pun terus bertanya, misalnya untuk mengetahui arah jalan, bahaya yang harus
dihindari, atau untuk memuaskan rasa
ingin tahu kita. Tetapi, banyak orang tampaknya tidak mau bertanya lagi, terutama
mengenai hal-hal yang paling penting. Malahan, mereka sudah tidak mau
tahu lagi jawabannya.
3 Pikirkan pertanyaan pada
sampul buku ini, dalam prakata,
1, 2. Mengapa sering kali kita perlu bertanya?
3. Mengapa banyak orang tidak mau lagi mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang
paling penting?
Apa Kebenaran tentang Allah?
9
atau pada awal pasal ini. Itu adalah beberapa hal terpenting
yang dapat Anda tanyakan. Namun, banyak orang tidak mau
lagi mencari jawabannya. Mengapa? Apakah Alkitab memang
punya jawabannya? Ada yang merasa bahwa jawaban Alkitab
terlalu sulit dimengerti. Yang lain khawatir bahwa kalau mereka bertanya, mereka malah akan dipermalukan. Dan, ada yang
menilai bahwa pertanyaan-pertanyaan seperti itu hanya dapat
dijawab oleh para pemimpin dan guru agama. Bagaimana dengan Anda?
4 Kemungkinan besar, Anda ingin mendapat jawaban atas
pertanyaan-pertanyaan yang paling penting dalam kehidupan
yang mungkin pernah Anda ajukan, misalnya, ’Apa tujuan hidup ini? Begini sajakah hidup ini? Seperti apakah sebenarnya
Allah itu?’ Bertanya seperti itu sungguh bagus, dan jangan sekali-kali menyerah sebelum Anda mendapatkan jawaban yang
memuaskan dan dapat dipercaya. Guru yang terkenal, Yesus
Kristus, mengatakan, ”Teruslah minta [tanya], dan itu akan diberikan kepadamu; teruslah cari, dan kamu akan menemukan;
teruslah ketuk, dan itu akan dibukakan bagimu.”—Matius 7:7.
5 Jika Anda ’terus mencari’ jawaban atas pertanyaan-pertanyaan penting itu, Anda akan merasakan betapa besar
manfaatnya. (Amsal 2:1-5) Tidak soal apa kata orang lain, jawabannya ada, dan Anda dapat menemukannya—dalam
Alkitab. Jawabannya tidak terlalu sulit dimengerti, malah memberikan harapan serta sukacita, dan juga dapat membantu Anda
menikmati kehidupan yang memuaskan, bahkan sekarang.
Pertama-tama, mari kita bahas satu pertanyaan yang meresahkan banyak orang.
APAKAH ALLAH TIDAK PEDULI DAN
TIDAK BERPERASAAN?
6 Banyak orang mengira jawabannya adalah ya. Mereka berpikir, ’Andaikata Allah peduli, dunia pasti tidak akan seperti ini.’
4, 5. Beberapa pertanyaan terpenting apa dalam kehidupan yang dapat
kita ajukan, dan mengapa hendaknya kita mencari jawabannya?
6. Mengapa banyak orang berpikir bahwa Allah tidak peduli terhadap
penderitaan manusia?
10
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Di mana-mana kita melihat perang, kebencian, dan kesengsaraan. Selain itu, kita sendiri bisa jatuh sakit, menderita, berduka
karena orang yang kita cintai meninggal. Karena itu, banyak
orang mengatakan, ’Andaikata Allah memperhatikan diri kita
dan problem kita, tidakkah Ia akan mencegah hal-hal itu?’
7 Lebih buruk lagi, para guru agama kadang-kadang membuat orang berpikir bahwa Allah tidak berperasaan. Bagaimana
mungkin? Apabila ada musibah, mereka mengatakan bahwa
itu adalah kehendak Allah. Sebenarnya, guru-guru itu menyalahkan Allah atas hal-hal buruk yang terjadi. Apa betul Allah
seperti itu? Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan? Yakobus 1:
13 menjawab, ”Apabila mengalami cobaan, janganlah seorang
pun mengatakan, ’Aku sedang dicobai Allah.’ Karena sehubungan dengan hal-hal yang jahat Allah tidak dapat dicobai dan dia
juga tidak mencobai siapa pun.” Jadi, Allah sama sekali bukan
sumber kefasikan yang Anda lihat di mana-mana. (Ayub 34:
10-12) Memang, Ia membiarkan hal-hal buruk terjadi. Tetapi,
membiarkan sesuatu terjadi sangat berbeda dengan menyebabkan hal itu terjadi.
8 Misalnya, ada seorang ayah yang bijaksana dan penyayang. Ia mempunyai putra yang sudah dewasa yang masih
tinggal bersamanya. Ketika putra itu melawan orang tuanya dan memutuskan untuk pergi dari rumah, sang ayah tidak
menghalanginya. Kemudian, putra itu menempuh kehidupan
yang bejat dan mengalami kesusahan. Apakah sang ayah yang
menyebabkan kesusahan putranya? Tidak. (Lukas 15:11-13) Demikian pula, Allah tidak menghalangi manusia sewaktu mereka
memilih jalan hidup yang sesat, meskipun begitu Dia bukan
penyebab problem-problem yang timbul. Jadi, tentu saja tidak
patut untuk menyalahkan Allah atas semua kesusahan umat
manusia.
7. (a) Bagaimana para guru agama membuat banyak orang berpikir
bahwa Allah tidak berperasaan? (b) Apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang cobaan yang mungkin kita alami?
8, 9. (a) Berikan perumpamaan yang menggambarkan perbedaan antara membiarkan dan menyebabkan timbulnya kefasikan. (b) Mengapa
kita tidak patut mengkritik keputusan Allah untuk membiarkan manusia menempuh jalan hidup yang sesat?
Apa Kebenaran tentang Allah?
11
Allah mempunyai alasan yang kuat untuk membiarkan manusia menempuh kehidupan yang sesat. Sebagai Pencipta kita
yang bijaksana dan berkuasa, Ia tidak perlu menjelaskan
alasannya kepada kita. Tetapi karena kasih, Allah memberikan
penjelasannya. Anda akan mengetahui lebih banyak tentang
hal itu di Pasal 11. Tetapi, yakinlah bahwa Allah tidak bertanggung jawab atas problem-problem yang kita hadapi.
Sebaliknya, Ia memberi kita harapan terbaik bahwa problemproblem itu akan diselesaikan!—Yesaya 33:2.
10 Selanjutnya, Allah itu kudus. (Yesaya 6:3) Itu berarti Ia tidak
bernoda, bersih. Tidak ada sedikit pun hal buruk pada diri-Nya.
Maka, kita dapat percaya sepenuhnya kepada-Nya. Tetapi, kita
tidak dapat mengatakan hal yang sama tentang manusia, yang
kadang-kadang menyeleweng. Bahkan penguasa manusia yang
paling jujur pun sering tidak berdaya untuk memperbaiki kerusakan akibat perbuatan orang-orang jahat. Tetapi, Allah itu
mahakuasa. Ia dapat dan akan memperbaiki semua hal buruk
yang diderita manusia akibat kejahatan mereka. Pada waktu
Allah bertindak, kejahatan akan lenyap untuk selama-lamanya!
—Mazmur 37:9-11.
9
BAGAIMANA PERASAAN ALLAH TERHADAP
KETIDAKADILAN YANG KITA HADAPI?
11 Sementara itu, bagaimana perasaan Allah terhadap hal-hal
yang terjadi di dunia dan di dalam kehidupan Anda? Nah,
Alkitab mengajarkan bahwa Allah adalah ”pencinta keadilan”.
(Mazmur 37:28) Maka, Ia sangat peduli terhadap apa yang benar dan salah. Ia membenci segala bentuk ketidakadilan.
Alkitab mengatakan bahwa ’hati Allah merasa sakit’ sewaktu
kejahatan memenuhi bumi pada zaman dahulu. (Kejadian 6:
5, 6) Allah belum berubah. (Maleakhi 3:6) Ia masih sangat tidak
suka melihat penderitaan yang ada di seluruh dunia. Dan, Allah
10. Mengapa kita dapat percaya bahwa Allah akan memperbaiki semua
dampak kefasikan?
11. (a) Bagaimana perasaan Allah terhadap ketidakadilan? (b) Bagaimana perasaan Allah terhadap penderitaan Anda?
12
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
sangat tidak suka melihat orang-orang menderita. ”Ia memperhatikan kamu,” kata Alkitab.—1 Petrus 5:7.
12 Bagaimana kita dapat yakin bahwa Allah sangat tidak
suka melihat penderitaan? Inilah bukti selanjutnya. Alkitab
mengajarkan bahwa manusia dibuat menurut gambar Allah.
(Kejadian 1:26) Jadi, kalau kita memiliki sifat-sifat yang baik, itu
berarti Allah memilikinya juga. Misalnya, apakah Anda merasa susah melihat orang yang tak bersalah menderita? Jika Anda
saja prihatin terhadap ketidakadilan seperti itu, yakinlah bahwa
Allah jauh lebih prihatin lagi.
13 Salah satu hal terbaik yang dimiliki manusia ialah kemampuan untuk mengasihi. Hal itu juga memberikan gambaran
tentang Allah. Alkitab mengajarkan bahSewaktu berkenalan, wa ”Allah adalah kasih”. (1 Yohanes
tidakkah Anda
4:8) Kita mengasihi karena Allah mengaakan menyebutkan
sihi. Karena kasih, apakah Anda tergerak
nama Anda? Allah
untuk mengakhiri penderitaan dan ketimemberitahukan
dakadilan yang Anda lihat di dunia?
nama-Nya kepada
kita dalam Alkitab
Seandainya Anda memiliki kuasa untuk
melakukan hal itu, apakah Anda akan
bertindak? Ya, tentu! Anda pun dapat yakin bahwa Allah akan mengakhiri
penderitaan dan ketidakadilan. Janji-janji
yang disebutkan dalam prakata buku ini
bukan impian atau harapan kosong belaka. Janji-janji Allah pasti akan terwujud!
Namun, agar dapat beriman akan janjijanji tersebut, Anda perlu mengetahui
lebih banyak hal tentang Allah yang
memberikan janji itu.
12, 13. (a) Mengapa kita mempunyai sifatsifat yang baik seperti kasih, dan karena
memiliki kasih, bagaimana perasaan kita melihat keadaan dunia? (b) Mengapa Anda dapat
yakin bahwa Allah benar-benar akan bertindak
untuk membereskan problem-problem dunia?
Alkitab mengajarkan bahwa
Yehuwa adalah Pencipta alam semesta
yang pengasih
ALLAH INGIN AGAR ANDA MENGENAL DIRINYA
Seandainya Anda ingin seseorang mengenal Anda, apa
yang mungkin akan Anda lakukan? Bukankah Anda akan
memberitahukan nama Anda kepadanya? Apakah Allah mempunyai nama? Menurut banyak agama, nama-Nya adalah
”Allah” atau ”Tuhan”. Tetapi, itu bukan nama pribadi
melainkan gelar, seperti gelar ”raja” dan ”presiden”. Alkitab
mengajarkan bahwa Allah mempunyai banyak gelar selain
”Allah” dan ”Tuhan”. Tetapi, Alkitab juga mengajarkan bahwa Allah mempunyai nama pribadi, yaitu Yehuwa. Mazmur
83:18 (ayat 19, Terjemahan Baru) mengatakan, ”Engkau, yang
14
14. Siapa nama Allah, dan mengapa kita harus menggunakan nama itu?
14
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh
bumi.” Jika Alkitab Anda tidak memuat nama itu, silakan lihat
Apendiks pada halaman 195-7 di buku ini untuk mengetahui
alasannya. Sebenarnya, dalam naskah Alkitab kuno nama Allah
muncul ribuan kali. Jadi, Yehuwa ingin agar Anda mengetahui
dan menggunakan nama-Nya. Dapat dikatakan, Ia menggunakan Alkitab untuk memperkenalkan diri-Nya kepada Anda.
15 Allah memberi diri-Nya sebuah nama yang penuh makna.
Nama-Nya, Yehuwa, menunjukkan bahwa Allah dapat memenuhi janji apa pun yang Ia buat dan dapat melaksanakan apa
pun yang telah Ia tetapkan.1 Nama Allah itu unik, lain dari yang
lain. Hanya Dialah yang memiliki nama itu. Yehuwa unik dalam banyak hal. Apa saja contohnya?
1 Apendiks pada halaman 195-7 memuat lebih banyak keterangan tentang arti dan pengucapan nama Allah.
15. Nama Yehuwa menunjukkan apa tentang diri-Nya?
Kasih seorang ayah
yang baik kepada
anak-anaknya
menggambarkan
kasih yang
lebih besar dari
Bapak surgawi kita
kepada kita
Apa Kebenaran tentang Allah?
15
16 Dalam Mazmur 83:18 kita membaca tentang Yehuwa,
”Engkau sajalah Yang Mahatinggi.” Demikian pula, hanya
Yehuwa yang disebut ”Yang Mahakuasa”. Penyingkapan 15:3
mengatakan, ”Besar dan menakjubkan semua perbuatanmu,
Allah Yehuwa, Yang Mahakuasa. Jalan-jalanmu adil-benar dan
benar, Raja kekekalan.” Gelar ”Yang Mahakuasa” memberi tahu
kita bahwa Yehuwa adalah satu-satunya Pribadi yang paling
berkuasa. Kuasa-Nya tidak tertandingi, paling unggul. Dan, gelar ”Raja kekekalan” mengingatkan kita bahwa Yehuwa unik
dalam arti lain. Dia sajalah yang selalu ada. Mazmur 90:2 mengatakan, ”Dari waktu yang tidak tertentu sampai waktu yang
tidak tertentu [atau, selama-lamanya], engkaulah Allah.” Tidakkah hal itu membangkitkan rasa takut dan hormat?
17 Yehuwa juga unik karena Dia sajalah sang Pencipta. Penyingkapan 4:11 menyatakan, ”Yehuwa, ya, Allah kami, engkau
layak menerima kemuliaan, kehormatan, dan kuasa, karena
engkau menciptakan segala sesuatu, dan oleh karena kehendakmu semua itu ada dan diciptakan.” Apa saja—para malaikat di
surga, bintang-bintang yang bertaburan di langit, buah-buahan di pohon, ikan yang berenang di laut dan sungai—semuanya
ada karena Yehuwa yang menciptakannya!
APAKAH ANDA BISA DEKAT DENGAN YEHUWA?
Setelah membaca tentang sifat-sifat Yehuwa yang begitu luhur, ada orang yang merasa agak takut. Mereka khawatir bahwa
Allah terlalu mulia bagi mereka, bahwa mereka tidak pernah
bisa mendekat kepada-Nya, atau bahwa mereka sama sekali
tidak ada artinya bagi Allah yang demikian luhur. Tetapi, apakah pandangan seperti itu benar? Alkitab justru mengajarkan
hal yang sebaliknya. Tentang Yehuwa dikatakan, ”Dia sebenarnya tidak jauh dari kita masing-masing.” (Kisah 17:27) Alkitab
bahkan mendesak kita, ”Mendekatlah kepada Allah dan ia akan
mendekat kepadamu.”—Yakobus 4:8.
18
16, 17. Apa yang dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari gelar-gelar seperti: (a) ”Yang Mahakuasa”? (b) ”Raja kekekalan”? (c) ”Pencipta”?
18. Mengapa ada orang yang merasa bahwa ia tidak pernah bisa mendekat kepada Allah, tetapi apa yang Alkitab ajarkan?
16
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
19 Bagaimana Anda bisa mendekat kepada Allah? Pertamatama, teruslah lakukan apa yang sedang Anda lakukan sekarang,
yaitu belajar tentang Allah. Yesus mengatakan, ”Ini berarti kehidupan abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan
mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3)
Ya, Alkitab mengajarkan bahwa dengan belajar tentang Yehuwa dan Yesus, Anda akan memperoleh ”kehidupan abadi”!
Sebagaimana telah dinyatakan, ”Allah adalah kasih.” (1 Yohanes 4:16) Yehuwa juga mempunyai banyak sifat lain yang
sangat bagus dan menarik. Misalnya, Alkitab mengatakan bahwa Yehuwa adalah ”Allah yang berbelaskasihan dan murah
hati, lambat marah dan berlimpah dengan kebaikan hati yang
penuh kasih dan kebenaran”. (Keluaran 34:6) Ia ”baik dan siap
mengampuni”. (Mazmur 86:5) Allah sabar. (2 Petrus 3:9) Ia loyal, atau setia. (Penyingkapan 15:4; 1 Korintus 1:9) Dengan lebih
banyak membaca Alkitab, Anda akan melihat bagaimana Yehuwa memperlihatkan sifat-sifat tersebut dan banyak sifat lain
yang menarik.
20 Memang, Anda tidak bisa melihat Allah karena Ia adalah pribadi roh. (Yohanes 1:18; 4:24; 1 Timotius 1:17) Tetapi,
dengan belajar tentang Dia melalui Alkitab, Anda dapat mengenal Dia sebagai pribadi yang nyata. Sebagaimana dikatakan
penggubah mazmur, Anda bisa ”melihat kebaikan Yehuwa”.
(Mazmur 27:4; Roma 1:20) Semakin banyak Anda belajar tentang Yehuwa, Ia menjadi semakin nyata bagi Anda dan semakin
banyak alasan bagi Anda untuk mengasihi Dia dan merasa dekat dengan-Nya.
21 Lama-lama Anda akan mengerti mengapa Alkitab mengajar kita untuk menganggap Yehuwa sebagai Bapak kita.
(Matius 6:9) Kehidupan kita berasal dari Allah dan Ia juga
19. (a) Bagaimana kita dapat mulai mendekat kepada Allah, dan apa
manfaatnya? (b) Sifat-sifat Allah mana yang paling menarik bagi Anda?
20-22. (a) Karena tidak dapat melihat Allah, apakah kita tidak dapat
mendekat kepada-Nya? Jelaskan. (b) Orang-orang yang bermaksud baik
mungkin mendesak Anda untuk berbuat apa, tetapi apa yang hendaknya Anda lakukan?
Apa Kebenaran tentang Allah?
17
ingin agar kita menikmati kehidupan yang paling baik—seperti
yang diinginkan seorang ayah yang menyayangi anak-anaknya.
(Mazmur 36:9) Alkitab juga mengajarkan bahwa manusia bisa
menjadi sahabat Yehuwa. (Yakobus 2:23) Bayangkan—Anda
bisa bersahabat dengan sang Pencipta alam semesta!
22 Seraya Anda lebih banyak belajar Alkitab, bisa jadi ada
orang-orang yang dengan maksud baik mendesak Anda untuk
berhenti belajar. Mereka mungkin khawatir Anda akan berganti
agama. Tetapi, jangan biarkan siapa pun menghentikan upaya
Anda untuk menjalin persahabatan yang paling baik.
23 Tentu, mula-mula ada hal-hal yang tidak Anda mengerti. Meskipun memang dibutuhkan kerendahan hati, janganlah
malu bertanya. Yesus menganjurkan kita untuk rendah hati, seperti anak kecil. (Matius 18:2-4) Dan, anak-anak memang banyak
bertanya. Allah ingin agar Anda mendapatkan jawabannya. Alkitab memuji orang-orang yang ingin sekali belajar tentang Allah.
Mereka menyelidiki Alkitab dengan teliti untuk memastikan
bahwa apa yang mereka pelajari itu benar.—Kisah 17:11.
24 Cara terbaik untuk belajar tentang Yehuwa ialah dengan
menyelidiki Alkitab. Alkitab berbeda dari buku-buku lain. Apa
saja bedanya? Pasal berikut akan membahas pokok itu.
23, 24. (a) Mengapa hendaknya Anda tidak malu bertanya jika Anda
tidak mengerti apa yang sedang Anda pelajari? (b) Pokok apa yang akan
dibahas di pasal berikutnya?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Allah memperhatikan diri Anda.—1 Petrus 5:7.
ˇ Nama pribadi Allah ialah Yehuwa.—Mazmur
83:18.
ˇ Yehuwa mengundang Anda untuk mendekat
kepada-Nya.—Yakobus 4:8.
ˇ Yehuwa itu pengasih, baik hati, dan berbelaskasihan.—Keluaran 34:6; 1 Yohanes 4:8, 16.
PASAL DUA
Alkitab
—Buku dari Allah
Apa saja perbedaan
Alkitab dari buku-buku lain?
Bagaimana Alkitab dapat membantu
Anda mengatasi problem-problem pribadi?
Mengapa Anda dapat mempercayai
nubuat-nubuat yang dicatat dalam Alkitab?
KAPAN terakhir kali Anda menerima hadiah yang istimewa dari seorang sahabat? Anda tentu berdebar-debar sekaligus
sangat gembira. Sebenarnya, dari hadiahnya, Anda dapat mengetahui sesuatu tentang si pemberi—bahwa ia menghargai
persahabatan dengan Anda. Anda pasti akan berterima kasih
atas hadiah yang ia berikan dengan perhatian yang besar itu.
2 Alkitab adalah hadiah dari Allah yang benar-benar dapat kita syukuri. Buku yang unik itu menyingkapkan hal-hal
yang tidak akan pernah kita ketahui dari buku-buku lain. Misalnya, Alkitab menceritakan tentang penciptaan langit yang
penuh bintang, bumi, serta pria dan wanita pertama. Alkitab
berisi prinsip-prinsip yang dapat diandalkan untuk membantu kita mengatasi berbagai problem dan kekhawatiran dalam
kehidupan. Alkitab menjelaskan bagaimana Allah akan mewujudkan maksud-tujuan-Nya dan mendatangkan keadaan yang
lebih baik di bumi. Alkitab benar-benar hadiah yang luar
biasa!
3 Selain itu, Alkitab adalah hadiah yang menghangatkan
1, 2. Apa saja yang menunjukkan bahwa Alkitab adalah hadiah yang
luar biasa dari Allah?
3. Apa yang dapat kita ketahui tentang Yehuwa dari fakta bahwa Ia
memberi kita Alkitab, dan mengapa hal itu menghangatkan hati?
19
”Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru”
tersedia dalam banyak bahasa
hati karena menyingkapkan sesuatu tentang Pemberinya,
Allah Yehuwa. Kalau Allah sampai memberi kita buku seperti
itu berarti Ia ingin agar kita mengenal Dia dengan baik. Ya, Alkitab dapat membantu Anda mendekat kepada Yehuwa.
4 Sebenarnya, bukan Anda saja yang memiliki Alkitab. Buku
itu, secara keseluruhan atau sebagian, telah diterbitkan dalam
lebih dari 2.300 bahasa sehingga tersedia bagi hampir seluruh
penduduk dunia. Rata-rata, lebih dari sejuta Alkitab disebarluaskan setiap minggu! Miliaran Alkitab telah dibuat, baik
seluruhnya atau sebagian. Jelaslah, tidak ada buku lain yang
seperti Alkitab.
5 Selanjutnya, Alkitab ”diilhamkan Allah”. (2 Timotius 3:
16) Bagaimana caranya? Alkitab sendiri menjawab, ”Manusia
mengatakan apa yang berasal dari Allah seraya mereka dibimbing oleh roh kudus.” (2 Petrus 1:21) Sebagai gambaran:
Seorang pengusaha menyuruh sekretarisnya menulis sepucuk surat. Surat itu berisi buah-buah pikiran dan petunjuk
dari si pengusaha. Jadi, surat itu adalah surat dia, bukan surat
4. Apa yang mengesankan Anda tentang penyebarluasan Alkitab?
5. Bagaimana Alkitab ”diilhamkan Allah”?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
20
sekretarisnya. Demikian pula, Alkitab berisi berita dari Allah,
bukan dari manusia yang menulisnya. Maka, seluruh Alkitab
sungguh-sungguh ”firman Allah”.—1 Tesalonika 2:13.
SELARAS DAN AKURAT
Alkitab ditulis selama lebih dari 1.600 tahun. Para penulisnya hidup pada zaman yang berbeda-beda dan berasal dari
berbagai tingkat kehidupan. Ada yang petani, nelayan, dan
gembala. Yang lain-lain adalah nabi, hakim, dan raja. Lukas,
yang menulis Injil, adalah seorang dokter. Meskipun penulisnya berasal dari berbagai latar belakang, isi Alkitab selaras dari
awal sampai akhir.1
7 Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita asal mula
problem umat manusia. Buku terakhir menunjukkan bahwa
seluruh bumi akan menjadi suatu firdaus, atau taman. Alkitab memuat sejarah yang panjangnya ribuan tahun, dan setiap
bagiannya membantu kita mengerti apa maksud-tujuan Allah
dan bagaimana itu akan terlaksana. Keselarasan isi Alkitab
sungguh mengesankan, dan memang begitulah seharusnya
buku yang berasal dari Allah.
8 Dari sudut ilmu pengetahuan, Alkitab akurat. Buku itu
bahkan memuat keterangan yang sudah sangat maju di zamannya. Misalnya, buku Imamat berisi hukum-hukum bagi
bangsa Israel kuno tentang karantina dan kebersihan yang
sama sekali tidak diketahui oleh bangsa-bangsa di sekitarnya
pada zaman itu. Pada waktu manusia memiliki gagasan yang
salah tentang bentuk bumi, Alkitab menyebutkan bahwa
bumi berbentuk lingkaran, atau bulat. (Yesaya 40:22) Alkitab
dengan akurat mengatakan bahwa bumi ’tergantung pada ke6
1 Walaupun ada orang yang mengatakan bahwa ada bagian-bagian Alkitab yang saling bertentangan, pernyataan demikian tidak terbukti. Lihat pasal 7 buku Alkitab—Firman dari Allah atau dari Manusia? yang diterbitkan
oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
6, 7. Mengapa keselarasan isi Alkitab sangat mengesankan?
8. Berikan contoh-contoh yang menunjukkan bahwa Alkitab itu akurat
dari sudut ilmu pengetahuan.
Alkitab—Buku dari Allah
21
tiadaan’. (Ayub 26:7) Memang, Alkitab bukan buku pelajaran
ilmu pengetahuan. Tetapi, apabila menyebutkan hal-hal ilmiah, Alkitab selalu akurat. Bukankah begitu seharusnya buku
yang berasal dari Allah?
9 Dari sudut sejarah, Alkitab juga akurat dan dapat dipercaya. Kisah-kisahnya jelas, tidak hanya berisi nama-nama orang
tetapi juga silsilah mereka.1 Tidak seperti para penulis sejarah
dunia, yang sering kali tidak menyebutkan kekalahan yang dialami bangsa mereka sendiri, para penulis Alkitab jujur, malah
mencatat kelemahan mereka sendiri dan bangsa mereka. Misalnya, dalam buku Bilangan, Musa menulis sendiri kesalahan
besar yang ia buat dan teguran keras yang ia terima. (Bilangan
20:2-12) Kejujuran seperti itu jarang ada dalam catatan sejarah
lain tetapi ada dalam Alkitab karena buku ini berasal dari Allah.
BUKU DENGAN HIKMAT YANG BERMANFAAT
Karena diilhamkan Allah, Alkitab ”bermanfaat untuk
mengajar, untuk menegur, untuk meluruskan perkara-perkara”. (2 Timotius 3:16) Ya, Alkitab tidak hanya berisi teori. Isinya
menunjukkan pemahaman yang dalam tentang sifat manusia. Hal itu tidak mengherankan, karena Pengarangnya, Allah
Yehuwa, adalah sang Pencipta! Ia lebih memahami cara berpikir dan perasaan kita daripada kita sendiri. Selain itu, Yehuwa
tahu apa yang kita butuhkan agar bahagia. Ia juga tahu tindakan apa saja yang harus kita hindari.
11 Coba perhatikan ceramah Yesus yang disebut Khotbah di Gunung, yang dicatat di Matius pasal 5 sampai 7.
10
1 Sebagai contoh, perhatikan silsilah Yesus yang terperinci di Lukas 3:
23-38.
9. (a) Bagaimana Alkitab menunjukkan bahwa sejarah yang dicatatnya
akurat dan dapat dipercaya? (b) Apa yang dapat kita ketahui tentang Alkitab dari kejujuran para penulisnya?
10. Mengapa kita tidak perlu heran bahwa Alkitab tidak hanya berisi
teori?
11, 12. (a) Topik-topik apa yang Yesus bahas dalam Khotbah di Gunung? (b) Hal-hal berguna apa lagi yang Alkitab bahas, dan mengapa
nasihatnya bermanfaat sepanjang masa?
Penulis Alkitab
Yesaya
menubuatkan
kejatuhan
Babilon
Topik-topik pelajaran yang ia sampaikan sangat unggul, termasuk cara mendapatkan kebahagiaan sejati, cara menyelesaikan
pertengkaran, cara berdoa, dan cara memiliki pandangan yang
patut terhadap harta benda. Kata-kata Yesus masih tetap ampuh dan berguna untuk zaman kita.
12 Beberapa prinsip Alkitab membahas tentang kehidupan keluarga, kebiasaan kerja, dan hubungan dengan orang
lain. Semua prinsip Alkitab berlaku untuk semua orang, dan
Alkitab—Buku dari Allah
23
nasihatnya selalu bermanfaat. Hikmat yang terdapat dalam Alkitab dinyatakan secara ringkas oleh Allah kepada nabi Yesaya,
”Aku, Yehuwa, adalah Allahmu, Pribadi yang mengajarkan halhal yang bermanfaat bagimu.”—Yesaya 48:17.
BUKU NUBUAT
Alkitab berisi sejumlah nubuat yang banyak di antaranya sudah digenapi. Mari kita lihat contohnya. Melalui nabi
Yesaya, yang hidup pada abad kedelapan SM, Yehuwa menubuatkan bahwa kota Babilon akan dibinasakan. (Yesaya 13:19;
14:22, 23) Bagaimana persisnya kota itu akan ditaklukkan
disebutkan secara terperinci. Pasukan penyerbu akan mengeringkan sungai di Babilon dan memasuki kota itu tanpa
mendapat perlawanan. Bukan itu saja. Nubuat Yesaya bahkan menyebutkan nama raja yang akan menaklukkan Babilon,
yaitu Kores.—Yesaya 44:27–45:2.
14 Sekitar 200 tahun kemudian—pada malam tanggal
5/6 Oktober 539 SM—sepasukan tentara berkemah di dekat Babilon. Siapakah panglimanya? Seorang raja Persia yang
bernama Kores. Maka, suatu nubuat yang menakjubkan siap
untuk digenapi. Namun, apakah pasukan Kores akan menyerang Babilon tanpa mendapat perlawanan, seperti yang telah
dinubuatkan?
15 Pada malam itu, orang-orang Babilonia sedang mengadakan pesta dan merasa aman di balik tembok kota mereka yang
kokoh. Sementara itu, Kores dengan sigap memindahkan aliran air sungai yang melintasi kota. Tak lama kemudian, airnya
menjadi cukup dangkal sehingga anak buahnya dapat berjalan
di dasar sungai dan mendekati tembok kota. Tetapi, bagaimana cara mereka menerobos tembok Babilon? Entah mengapa,
pada malam itu, gerbang-gerbang kota dibiarkan terbuka begitu saja!
13
13. Yehuwa mengilhami nabi Yesaya untuk mencatat perincian apa tentang Babilon?
14, 15. Bagaimana beberapa perincian dalam nubuat Yesaya tentang
Babilon digenapi?
24
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
16 Mengenai Babilon telah dinubuatkan, ”Ia tidak akan
pernah didiami, juga tidak akan ada lagi dari generasi ke generasi. Orang Arab tidak akan mendirikan kemahnya di sana,
dan para gembala tidak akan membiarkan kambing-dombanya berbaring di sana.” (Yesaya 13:20) Nubuat itu tidak hanya
meramalkan kejatuhan sebuah kota tetapi juga menunjukkan
bahwa Babilon akan hancur untuk selama-lamanya. Anda dapat menyaksikan sendiri bukti bahwa kata-kata itu tergenap.
Bekas kota Babilon kuno yang sudah tidak berpenghuni—kirakira 80 kilometer di sebelah selatan Bagdad, Irak—adalah bukti
bahwa apa yang Yehuwa katakan melalui Yesaya telah tergenap, ”Aku akan menyapu dia dengan sapu pemusnahan.”
—Yesaya 14:22, 23.1
17 Setelah kita merenungkan bahwa Alkitab memang adalah
1 Untuk keterangan lebih lanjut tentang nubuat Alkitab, lihat halaman
27-9 brosur Buku bagi Semua Orang, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi
Yehuwa.
16. (a) Apa yang Yesaya nubuatkan tentang akhir Babilon? (b) Bagaimana nubuat Yesaya tentang hancurnya Babilon tergenap?
17. Bagaimana penggenapan nubuat Alkitab menguatkan iman kita?
Alkitab—Buku dari Allah
25
buku yang berisi nubuat yang dapat dipercaya, iman kita tentu
dikuatkan, bukan? Sebenarnya, jika Allah Yehuwa telah menepati janji-janji-Nya di masa lampau, kita mempunyai alasan
yang kuat untuk yakin bahwa Ia juga akan menepati janji-Nya
bahwa bumi ini akan menjadi firdaus. (Bilangan 23:19) Ya,
kita memiliki ”harapan kehidupan abadi yang sebelum zaman
yang telah lama berlalu, telah dijanjikan oleh Allah yang tidak
dapat berdusta”.—Titus 1:2.1
”FIRMAN ALLAH ITU HIDUP”
Dari apa yang telah kita bahas dalam pasal ini, jelaslah
bahwa Alkitab benar-benar buku yang unik. Namun, yang
18
1 Kebinasaan Babilon hanya satu contoh tentang nubuat Alkitab yang
tergenap. Contoh lainnya ialah kebinasaan Tirus dan Niniwe. (Yehezkiel 26:
1-5; Zefanya 2:13-15) Selain itu, Daniel menubuatkan pergantian kerajaankerajaan dunia yang akan berkuasa setelah Babilon, antara lain MediaPersia dan Yunani. (Daniel 8:5-7, 20-22) Lihat Apendiks halaman 199-201
untuk pembahasan tentang banyak nubuat mengenai Mesias yang digenapi
dalam diri Yesus Kristus.
18. Apa yang secara tandas dinyatakan oleh rasul Kristen Paulus tentang
”firman Allah”?
Puing-puing Babilon
26
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
membuatnya jauh lebih berharga tidak hanya keselarasan isinya, keakuratannya dari sudut ilmiah dan sejarah,
hikmatnya yang berguna, dan nubuatnya yang dapat dipercaya. Rasul Kristen Paulus menulis, ”Firman Allah itu hidup dan
mengerahkan kuasa dan lebih tajam daripada pedang bermata dua mana pun dan menusuk bahkan sampai memisahkan
jiwa dan roh, serta sendi dan sumsumnya, dan dapat menilai
pikiran dan niat hati.”—Ibrani 4:12.
19 Membaca ”firman”, atau berita, dari Allah dalam Alkitab dapat mengubah kehidupan kita. Hal itu dapat membantu
kita memeriksa diri dengan lebih baik lagi. Bisa jadi kita mengaku mengasihi Allah, tetapi cara kita menanggapi apa yang
diajarkan oleh Firman-Nya yang terilham, Alkitab, akan menyingkapkan jalan pikiran dan bahkan niat hati kita yang
sesungguhnya.
20 Alkitab benar-benar buku dari Allah yang harus dibaca,
dipelajari, dan digemari. Tunjukkan bahwa Anda mensyukuri
hadiah dari Allah ini dengan terus memeriksa isinya. Apabila Anda melakukan hal itu, Anda akan memiliki pemahaman
yang dalam tentang maksud-tujuan Allah bagi umat manusia.
Apa maksud-tujuan-Nya dan bagaimana itu akan diwujudkan
akan dibahas dalam pasal berikutnya.
19, 20. (a) Bagaimana Alkitab dapat membantu Anda memeriksa diri?
(b) Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda mensyukuri Alkitab sebagai hadiah yang unik dari Allah?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Alkitab diilhamkan Allah sehingga akurat dan
dapat dipercaya.—2 Timotius 3:16.
ˇ Informasi yang terdapat dalam Firman Allah
berguna untuk kehidupan sehari-hari.—Yesaya
48:17.
ˇ Janji-janji Allah dalam Alkitab pasti akan digenapi.—Bilangan 23:19.
PASAL TIGA
Apa Maksud-tujuan Allah
bagi Bumi?
Apa maksud-tujuan Allah bagi umat manusia?
Tuduhan apa yang dilontarkan kepada Allah?
Seperti apakah kehidupan di bumi kelak?
MAKSUD-TUJUAN Allah bagi bumi benar-benar menakjubkan. Yehuwa ingin agar bumi dipenuhi dengan orang-orang
yang berbahagia dan sehat. Alkitab mengatakan bahwa ”Allah
. . . membuat sebuah taman di Eden” dan bahwa Ia ”menumbuhkan . . . segala pohon yang menarik untuk dilihat dan baik
untuk dimakan”. Setelah Allah menciptakan pria dan wanita
pertama, Adam dan Hawa, Ia menempatkan mereka di taman yang indah itu dan menyuruh mereka, ”Beranakcuculah
dan bertambah banyak dan penuhilah bumi dan taklukkanlah
itu.” (Kejadian 1:28; 2:8, 9, 15) Jadi, maksud-tujuan Allah ialah agar manusia mempunyai anak-anak, memperluas taman,
atau firdaus, yang mereka tinggali hingga meliputi seluruh bumi, dan memelihara binatang-binatang.
2 Menurut Anda, apakah maksud-tujuan Allah Yehuwa agar
orang-orang hidup di suatu firdaus di bumi akan benar-benar terwujud? ”Aku telah mengatakannya,” kata Allah, ”aku
juga akan melakukannya.” (Yesaya 46:9-11; 55:11) Ya, apa yang
Allah tetapkan pasti akan Ia laksanakan! Ia mengatakan bahwa
Ia ”tidak menciptakan [bumi] dengan percuma” tetapi ”membentuknya untuk didiami”. (Yesaya 45:18) Allah ingin agar
1. Apa maksud-tujuan Allah bagi bumi?
2. (a) Bagaimana kita tahu bahwa maksud-tujuan Allah bagi bumi
akan terwujud? (b) Menurut Alkitab, orang-orang seperti apa yang akan
hidup selama-lamanya?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
28
bumi dihuni oleh orang-orang seperti apa dan untuk berapa
lama? Alkitab menjawab, ”Orang-orang adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya selama-lamanya.”
—Mazmur 37:29; Penyingkapan 21:3, 4.
3 Memang, hal ini belum terjadi. Sekarang orang masih jatuh sakit dan mati; mereka bahkan berkelahi dan saling
membunuh. Pasti ada yang tidak beres. Tetapi, Allah tentu
tidak bermaksud bahwa bumi ini menjadi seperti yang kita lihat dewasa ini! Ada apa sebenarnya? Mengapa maksud-tujuan
Allah belum terwujud? Jawabannya tidak mungkin diperoleh
dari buku sejarah mana pun yang ditulis manusia karena masalahnya dimulai di surga.
MUNCULNYA MUSUH
Buku pertama dalam Alkitab memberi tahu kita tentang
suatu makhluk yang menentang Allah, yang muncul di Taman Eden. Ia digambarkan sebagai ”ular”, tetapi ia bukan
seekor binatang. Buku terakhir dalam Alkitab memberi tahu
kita siapa dia. Ia adalah suatu pribadi ”yang disebut Iblis dan
Setan, yang sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. Ia juga disebut ”ular yang semula”. (Kejadian 3:1;
Penyingkapan 12:9) Makhluk roh yang tidak kelihatan, atau
malaikat yang kuat, ini menggunakan seekor ular untuk berbicara kepada Hawa, persis seperti orang yang pintar membuat
suaranya seolah-olah terdengar dari mulut boneka yang ada di
sebelahnya. Pribadi roh itu tentu hadir ketika Allah menyiapkan bumi untuk manusia.—Ayub 38:4, 7.
5 Tetapi, karena semua ciptaan Yehuwa itu sempurna, siapa
yang membuat si ”Iblis”, atau ”Setan” ini? Singkatnya, salah
satu dari putra-putra rohani Allah yang kuat berubah menjadi
si Iblis. Bagaimana mungkin? Ya, dewasa ini, orang yang tadinya baik dan jujur bisa saja menjadi maling. Bagaimana? Ia
4
3. Keadaan apa yang sekarang ada di bumi, dan hal ini menimbulkan
pertanyaan apa saja?
4, 5. (a) Siapa yang sebenarnya berbicara kepada Hawa melalui seekor
ular? (b) Bagaimana orang yang tadinya baik dan jujur bisa menjadi maling?
Apa Maksud-tujuan Allah bagi Bumi?
29
mungkin membiarkan keinginan yang salah bertumbuh dalam hatinya. Jika ia terus memikirkannya, keinginan yang salah
itu bisa menjadi sangat kuat. Lalu, begitu ada kesempatan, ia
akan melakukan keinginan buruk yang telah ia pikirkan itu.
—Yakobus 1:13-15.
6 Itulah yang terjadi pada Setan si Iblis. Rupanya, ia mendengar Allah menyuruh Adam dan Hawa agar mempunyai anak
dan memenuhi bumi dengan keturunan mereka. (Kejadian 1:
27, 28) ’Semua manusia ini seharusnya menyembah aku dan
bukan Allah!’ pasti begitulah pikir Setan. Jadi, keinginan yang
salah tumbuh dalam hatinya. Akhirnya, ia bertindak, menipu
Hawa dengan mengatakan hal-hal yang tidak benar tentang
Allah. (Kejadian 3:1-5) Dengan begitu, ia menjadi ”Iblis”, yang
berarti ”Pemfitnah”. Ia juga menjadi ”Setan”, yang berarti ”Penentang”.
7 Dengan menggunakan dusta dan tipu daya, Setan si
Iblis membuat Adam dan Hawa tidak menaati Allah. (Kejadian 2:17; 3:6) Akibatnya, mereka akhirnya mati, tepat seperti
yang telah Allah peringatkan. (Kejadian 3:17-19) Karena Adam
menjadi tidak sempurna ketika ia berbuat dosa, semua keturunannya mewarisi dosa darinya. (Roma 5:12) Keadaannya
dapat digambarkan seperti sebuah loyang kue. Jika loyang itu
penyok, bagaimana jadinya kue-kue yang dipanggang di dalamnya? Semua kue tentu ikut penyok, atau cacat. Demikian
pula, semua orang mewarisi ”cacat” berupa ketidaksempurnaan dari Adam. Itulah sebabnya semua orang menjadi tua dan
mati.—Roma 3:23.
8 Pada waktu Setan menggiring Adam dan Hawa untuk
berdosa terhadap Allah, ia sebenarnya sedang memimpin pemberontakan. Ia menentang cara Yehuwa memerintah.
Setan seakan-akan mengatakan, ’Allah bukan penguasa yang
6. Bagaimana seorang putra rohani Allah yang kuat menjadi Setan si
Iblis?
7. (a) Mengapa Adam dan Hawa mati? (b) Mengapa semua keturunan
Adam menjadi tua dan mati?
8, 9. (a) Tuduhan apa yang tampaknya Setan lontarkan? (b) Mengapa
Allah tidak segera membinasakan para pemberontak itu?
30
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
baik. Dia telah berdusta dan menahan hal-hal yang baik
dari rakyat-Nya. Manusia tidak perlu diatur oleh Allah. Mereka dapat menentukan sendiri apa yang baik dan buruk. Dan,
keadaan mereka akan lebih baik jika aku yang memerintah.’
Bagaimana Allah menangani tuduhan dan hinaan itu? Ada
yang merasa bahwa Allah seharusnya membunuh saja semua
pemberontak itu. Tetapi, apakah hal itu akan menjawab tuMana mungkin Setan menawarkan
semua kerajaan dunia kepada Yesus
jika ia bukan pemiliknya?
Apa Maksud-tujuan Allah bagi Bumi?
31
duhan Setan? Apakah hal itu akan membuktikan bahwa cara
Allah memerintah adalah benar?
9 Karena Yehuwa memiliki rasa keadilan yang sempurna, Ia
tidak langsung membunuh para pemberontak itu. Ia memutuskan untuk membiarkan waktu berlalu agar tuduhan Setan
dapat terjawab secara memuaskan dan si Iblis terbukti sebagai
pendusta. Maka, Allah menetapkan untuk mengizinkan manusia mengatur diri sendiri di bawah pengaruh Setan selama
suatu waktu. Alasan Yehuwa melakukan hal itu dan membiarkan waktu berlalu begitu lama sebelum menyelesaikan
masalah itu akan dibahas di Pasal 11 buku ini. Tetapi sekarang,
ada baiknya kita memikirkan hal ini: Sepatutnyakah Adam
dan Hawa mempercayai Setan, yang tidak pernah berbuat baik
kepada mereka? Sepantasnyakah mereka menganggap Yehuwa itu pendusta yang jahat, padahal Ia telah memberi mereka
segala sesuatu? Seandainya Anda di tempat Adam atau Hawa,
apa yang akan Anda lakukan?
10 Ada baiknya kita memikirkan pertanyaan-pertanyaan itu
karena kita masing-masing menghadapi masalah yang serupa dewasa ini. Ya, Anda mempunyai kesempatan mendukung
pihak Yehuwa untuk menjawab tuduhan Setan. Anda dapat
mengakui Yehuwa sebagai Penguasa dan ikut memperlihatkan
bahwa Setan adalah pendusta. (Mazmur 73:28; Amsal 27:11)
Sayangnya, di antara miliaran orang di dunia ini, hanya sedikit
yang memilih untuk berbuat demikian. Hal itu menimbulkan
pertanyaan yang penting: Apakah Alkitab benar-benar mengajarkan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini?
SIAPAKAH PENGUASA DUNIA INI?
Yesus tidak pernah meragukan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini. Dengan suatu cara yang ajaib, Setan
11
10. Bagaimana Anda dapat mendukung pihak Yehuwa untuk menjawab
tuduhan Setan?
11, 12. (a) Apa yang menyingkapkan bahwa Setan adalah penguasa
dunia ini? (b) Apa lagi yang membuktikan bahwa Setan adalah penguasa dunia ini?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
32
pernah memperlihatkan kepada Yesus ”semua kerajaan dunia
serta kemuliaannya”. Setelah itu, Setan berjanji kepada Yesus,
”Aku akan memberikan kepadamu semua ini jika engkau sujud dan melakukan suatu tindakan penyembahan kepadaku.”
(Matius 4:8, 9; Lukas 4:5, 6) Coba pikir. Mungkinkah Setan
menawarkan kerajaan-kerajaan itu kepada Yesus seandainya
ia bukan penguasanya? Yesus tidak menyangkal bahwa semua pemerintahan dunia adalah milik Setan. Yesus pasti akan
menyangkalnya andaikata Setan bukan pribadi yang mengendalikan semua pemerintahan itu.
12 Yehuwa jelas adalah Allah yang mahakuasa, Pencipta
alam semesta yang menakjubkan ini. (Penyingkapan 4:11) Namun, Alkitab tidak pernah menyatakan bahwa Allah Yehuwa
atau Yesus Kristus adalah penguasa dunia ini. Sebenarnya, Yesus secara khusus menyebut Setan sebagai ”penguasa dunia
ini”. (Yohanes 12:31; 14:30; 16:11) Alkitab malah menyebut
Setan si Iblis sebagai ”allah sistem ini”. (2 Korintus 4:3, 4)
Mengenai si penentang ini, atau Setan, rasul Kristen Yohanes
menulis, ”Seluruh dunia berada dalam kuasa si fasik.”—1 Yohanes 5:19.
BAGAIMANA DUNIA SETAN AKAN DISINGKIRKAN
Seraya tahun demi tahun berlalu, dunia menjadi semakin berbahaya. Dunia dibanjiri pasukan yang terus berperang,
politisi yang tidak jujur, pemimpin agama yang munafik, dan
penjahat yang berdarah dingin. Seluruh dunia ini mustahil diperbaiki. Alkitab menyingkapkan bahwa tidak lama lagi Allah
akan memusnahkan dunia yang fasik ini dalam perang-Nya
yang disebut Armagedon. Dan, sebagai gantinya akan ada dunia baru yang adil-benar.—Penyingkapan 16:14-16.
14 Allah Yehuwa memilih Yesus Kristus untuk menjadi Penguasa atas Kerajaan, atau pemerintahan, surgawi-Nya yang
akan berkuasa atas bumi. Lama berselang, Alkitab menubuat13
13. Mengapa perlu ada dunia yang baru?
14. Siapa yang Allah pilih untuk menjadi Penguasa Kerajaan-Nya, dan
ayat-ayat mana yang menubuatkan hal ini?
Apa Maksud-tujuan Allah bagi Bumi?
33
kan, ”Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas
bahunya, dan namanya disebutkan . . . Raja Damai. Besar kekuasaannya, dan damai sejahtera tidak akan berkesudahan.”
(Yesaya 9:5, 6, Terjemahan Baru) Yesus mengajar para pengikutnya untuk mendoakan pemerintahan itu, begini, ”Biarlah
kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:10) Seperti akan
kita lihat selanjutnya dalam buku ini, tidak lama lagi semua
pemerintahan di dunia ini akan disingkirkan dan digantikan
oleh Kerajaan Allah. (Daniel 2:44) Setelah itu, Kerajaan Allah
akan mewujudkan firdaus di bumi.
DUNIA BARU SUDAH DEKAT!
Alkitab meyakinkan kita, ”Ada langit baru dan bumi baru
yang kita nantikan sesuai dengan janji [Allah], dan keadilbenaran akan tinggal di dalamnya.” (2 Petrus 3:13; Yesaya 65:17)
Adakalanya, apabila Alkitab menyebutkan ”bumi”, yang dimaksudkan adalah orang-orang yang hidup di atas bumi.
(Kejadian 11:1) Jadi, ”bumi baru” yang adil-benar adalah masyarakat manusia yang diperkenan Allah.
16 Yesus berjanji bahwa di dunia baru yang akan datang,
orang-orang yang diperkenan Allah akan menerima hadiah
berupa ”kehidupan abadi”. (Markus 10:30) Silakan buka Alkitab Anda di Yohanes 3:16 dan Yohanes 17:3, dan bacalah
apa yang menurut Yesus harus kita lakukan untuk menerima
kehidupan abadi. Sekarang, sambil membaca ayat-ayat Alkitab
berikut ini, pikirkan berkat-berkat yang akan dinikmati oleh
orang-orang yang memenuhi syarat untuk mendapat hadiah
yang menakjubkan itu dari Allah, dalam Firdaus di bumi yang
akan datang.
17 Kefasikan, peperangan, kejahatan, dan kekerasan akan
15
15. Apakah ”bumi baru” itu?
16. Apa hadiah yang tak ternilai dari Allah bagi orang-orang yang Ia
perkenan, dan apa yang harus kita lakukan untuk menerimanya?
17, 18. Bagaimana kita dapat yakin bahwa akan ada perdamaian dan keamanan di seluruh bumi?
34
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
lenyap. ”Orang fasik tidak akan ada lagi . . . Tetapi orang-orang
yang lembut hati akan memiliki bumi.” (Mazmur 37:10, 11)
Akan ada perdamaian karena ’Allah menghentikan peperangan sampai ke ujung bumi’. (Mazmur 46:9; Yesaya 2:4)
Pada waktu itu, ”orang adil-benar akan bertunas, dan damai
berlimpah sampai bulan tidak ada lagi”—artinya, sampai selama-lamanya!—Mazmur 72:7.
18 Para penyembah Yehuwa akan hidup dengan aman. Pada
zaman Alkitab, sewaktu orang Israel menaati Allah, mereka
hidup dengan aman. (Imamat 25:18, 19) Alangkah menakjubkannya kelak saat kita menikmati keamanan serupa dalam
Firdaus!—Yesaya 32:18; Mikha 4:4.
19 Tidak akan ada kekurangan makanan. ”Akan ada banyak
biji-bijian di bumi,” demikian nyanyian sang pemazmur.
”Di puncak pegunungan akan ada kelimpahan.” (Mazmur 72:16) Allah Yehuwa akan memberkati umat-Nya yang
adil-benar, dan ”bumi pasti akan memberikan hasilnya”.
—Mazmur 67:6.
20 Seluruh bumi akan menjadi firdaus. Akan ada rumah-rumah dan taman-taman yang baru dan indah di atas tanah
yang pernah dirusak oleh manusia berdosa. (Yesaya 65:21-24;
Penyingkapan 11:18) Seraya waktu berlalu, tanah yang digarap
akan semakin luas sampai seluruh bola bumi menjadi seindah
dan sesubur Taman Eden. Dan, Allah akan terus ’membuka tangan-Nya dan memuaskan keinginan segala makhluk hidup’.
—Mazmur 145:16.
21 Manusia dan binatang akan hidup dengan damai. Binatang buas dan binatang piaraan akan makan bersama-sama.
Bahkan anak kecil tidak akan takut kepada binatang-binatang
yang sekarang berbahaya.—Yesaya 11:6-9; 65:25.
19. Dari mana kita tahu bahwa akan ada berlimpah makanan dalam dunia baru Allah?
20. Mengapa kita dapat yakin bahwa seluruh bumi akan menjadi firdaus?
21. Apa yang menunjukkan bahwa manusia dan binatang akan hidup
dengan damai?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
36
Penyakit akan lenyap. Sebagai Penguasa Kerajaan surgawi
Allah, Yesus akan melakukan penyembuhan dalam skala yang
jauh lebih besar daripada ketika ia berada di bumi. (Matius 9:
35; Markus 1:40-42; Yohanes 5:5-9) Pada waktu itu, ”tidak ada
penghuni yang akan mengatakan, ’Aku sakit’ ”.—Yesaya 33:24;
35:5, 6.
23 Orang-orang tercinta yang telah meninggal akan dihidupkan kembali dengan harapan tidak akan pernah mati lagi.
Semua orang yang tidur dalam kematian yang diingat Allah
akan dibangkitkan. Sesungguhnya, ”akan ada kebangkitan
untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adilbenar”.—Kisah 24:15; Yohanes 5:28, 29.
24 Alangkah menakjubkan masa depan orang-orang yang
memilih untuk belajar tentang Pencipta Agung kita, Allah Yehuwa, dan melayani Dia! Firdaus di bumi yang akan datang
itulah yang Yesus maksudkan ketika ia berjanji kepada penjahat yang mati di sampingnya, ”Engkau akan bersamaku di
Firdaus.” (Lukas 23:43) Kita harus belajar lebih banyak tentang
Yesus Kristus, karena melalui dialah semua berkat ini bisa kita
peroleh.
22
22. Apa yang akan terjadi dengan penyakit?
23. Mengapa kebangkitan akan membuat hati kita bersukacita?
24. Bagaimana perasaan Anda jika Anda hidup dalam Firdaus di bumi?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Maksud-tujuan Allah untuk menjadikan bumi ini
suatu firdaus akan terwujud.—Yesaya 45:18; 55:11.
ˇ Sekarang Setan berkuasa atas dunia ini.—Yohanes
12:31; 1 Yohanes 5:19.
ˇ Di dunia baru yang akan datang, Allah akan mengaruniakan banyak berkat kepada manusia.
—Mazmur 37:10, 11, 29.
PASAL EMPAT
Siapakah Yesus Kristus?
Apa peranan istimewa Yesus?
Dari mana asalnya?
Bagaimana kepribadiannya?
ADA banyak orang terkenal di dunia. Ada yang terkenal di masyarakat, di kota, atau di negeri mereka sendiri. Ada juga yang
terkenal di seluruh dunia. Tetapi, sekadar mengetahui nama
orang terkenal tidak berarti Anda benar-benar mengenal dia
dan tidak berarti Anda mengetahui secara terperinci latar belakangnya serta kepribadiannya.
2 Hampir semua orang pernah mendengar tentang Yesus
Kristus, meskipun ia hidup di bumi sekitar 2.000 tahun yang
lalu. Namun, banyak orang merasa bingung tentang siapa sebenarnya Yesus itu. Ada yang bilang bahwa ia hanya orang
baik. Yang lain mengatakan bahwa ia tidak lebih dari seorang
nabi. Namun, ada juga yang percaya bahwa Yesus adalah
Allah dan harus disembah. Apakah memang begitu?
3 Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus. Mengapa? Karena Alkitab mengatakan, ”Ini berarti kehidupan
abadi, bahwa mereka terus memperoleh pengetahuan mengenai dirimu, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenai
pribadi yang engkau utus, Yesus Kristus.” (Yohanes 17:3) Ya,
jika Anda mengetahui kebenaran tentang Allah Yehuwa dan
tentang Yesus Kristus, Anda dapat memperoleh kehidupan
abadi dalam Firdaus di bumi. (Yohanes 14:6) Selain itu,
1, 2. (a) Mengapa sekadar tahu tentang orang yang terkenal tidak berarti Anda benar-benar mengenal dia? (b) Apa beberapa pendapat yang
membingungkan tentang Yesus?
3. Mengapa Anda perlu mengetahui kebenaran tentang Yesus?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Yesus memberikan teladan terbaik tentang cara menempuh kehidupan dan cara
memperlakukan orang lain. (Yohanes 13:34, 35) Dalam pasal pertama buku ini, kita telah membahas
kebenaran tentang Allah. Sekarang, mari kita bahas apa yang
sebenarnya Alkitab ajarkan tentang Yesus Kristus.
MESIAS YANG DIJANJIKAN
Lama sebelum Yesus lahir, Alkitab menubuatkan kedatangan pribadi yang akan Allah utus sebagai Mesias, atau
Kristus. Gelar ”Mesias” (dari bahasa Ibrani) dan gelar ”Kristus” (dari bahasa Yunani) kedua-duanya berarti
”Pribadi Yang Diurapi”. Pribadi yang dijanjikan ini
akan diurapi, artinya dilantik oleh Allah untuk me4
4. Apa arti gelar ”Mesias” dan ”Kristus”?
Sewaktu dibaptis, Yesus menjadi
sang Mesias, atau Kristus
Siapakah Yesus Kristus?
39
megang kedudukan yang istimewa. Di pasal-pasal berikutnya, kita akan belajar lebih banyak tentang kedudukan
penting Mesias dalam menggenapi janji-janji Allah. Kita juga
akan belajar tentang berkat-berkat yang dapat Yesus berikan
kepada kita sekarang juga. Namun, sebelum Yesus lahir, banyak orang tentu bertanya-tanya, ’Siapakah yang akan
menjadi Mesias?’
5 Pada abad pertama M, murid-murid Yesus orang Nazaret
yakin sepenuhnya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinubuatkan. (Yohanes 1:41) Salah seorang di antaranya, yang
bernama Simon Petrus, tanpa ragu-ragu mengatakan kepada
Yesus, ”Engkau adalah Kristus.” (Matius 16:16) Tetapi, bagaimana murid-murid itu—dan kita—dapat yakin bahwa Yesus
benar-benar Mesias yang dijanjikan?
6 Nabi-nabi Allah yang hidup sebelum Yesus menubuatkan
banyak hal tentang Mesias. Perincian itu membantu orangorang lain mengenali dia. Sebagai gambaran: Seandainya
Anda diminta untuk pergi ke terminal bus atau ke stasiun kereta api atau ke bandara untuk menjemput orang yang belum
pernah Anda jumpai. Tentu akan lebih mudah jika Anda telah diberi beberapa perincian tentang dia, bukan? Demikian
pula, melalui nabi-nabi Alkitab, Yehuwa memberikan uraian yang sangat terperinci tentang apa yang akan dilakukan
sang Mesias dan apa yang akan ia alami. Tergenapnya banyak
nubuat ini membantu orang-orang yang beriman untuk mengenali dia dengan jelas.
7 Pertimbangkan dua contoh saja. Pertama, lebih dari
700 tahun sebelumnya, nabi Mikha menubuatkan bahwa
Pribadi yang dijanjikan itu akan lahir di Betlehem, sebuah
kota kecil di daerah Yehuda. (Mikha 5:2) Nah, di manakah Yesus dilahirkan? Ternyata benar di kota itu! (Matius 2:1, 3-9)
Kedua, berabad-abad sebelumnya, nubuat yang dicatat di
5. Tentang Yesus, apa yang sepenuhnya diyakini oleh murid-muridnya?
6. Gambarkan bagaimana Yehuwa membantu orang-orang beriman
untuk mengenali sang Mesias.
7. Dua nubuat mana tentang Yesus yang tergenap?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
40
Daniel 9:25 menyebutkan kapan Mesias akan muncul, yaitu
pada tahun 29 M.1 Tergenapnya kedua nubuat itu dan nubuat-nubuat lain membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias
yang dijanjikan.
8 Bukti lain lagi bahwa Yesus adalah sang Mesias terlihat
dengan jelas menjelang akhir tahun 29 M. Pada tahun itulah Yesus menemui Yohanes Pembaptis untuk dibaptis di
Sungai Yordan. Yehuwa telah berjanji kepada Yohanes untuk
memberinya tanda supaya ia dapat mengenali sang Mesias.
Yohanes melihat tanda itu sewaktu Yesus dibaptis. Menurut
Alkitab, inilah yang terjadi, ”Setelah dibaptis Yesus segera keluar dari air; dan, lihat! langit terbuka, dan ia melihat roh
Allah seperti seekor merpati turun ke atasnya. Lihat! Juga,
ada suara dari langit yang mengatakan, ’Inilah Putraku, yang
kukasihi, kepadanyalah aku berkenan.’ ” (Matius 3:16, 17) Setelah melihat dan mendengar apa yang terjadi, Yohanes tidak
ragu-ragu lagi bahwa Yesus diutus oleh Allah. (Yohanes 1:3234) Pada saat roh Allah, atau tenaga aktif-Nya, dicurahkan ke
atas Yesus pada hari itu, Yesus menjadi sang Mesias, atau Kristus, pribadi yang dilantik untuk menjadi Pemimpin dan Raja.
—Yesaya 55:4.
9 Tergenapnya nubuat Alkitab dan kesaksian dari Allah Yehuwa sendiri dengan jelas menunjukkan bahwa Yesus adalah
Mesias yang dijanjikan. Tetapi, Alkitab menjawab dua pertanyaan penting lain tentang Yesus Kristus: Dari mana asalnya,
dan bagaimana kepribadiannya?
DARI MANA ASALNYA YESUS?
Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang ke bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias
10
1 Untuk penjelasan tentang tergenapnya nubuat Daniel mengenai Yesus,
lihat Apendiks, halaman 197-9.
8, 9. Apa yang terjadi sewaktu Yesus dibaptis, yang membuktikan dengan jelas bahwa ia adalah sang Mesias?
10. Apa yang Alkitab ajarkan tentang keberadaan Yesus sebelum ia datang ke bumi?
Siapakah Yesus Kristus?
41
akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada ”sejak purbakala”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru]) Yesus sendiri
beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga. (Yohanes 3:13; 6:38, 62; 17:4, 5)
Sebagai makhluk roh di surga, Yesus mempunyai hubungan
istimewa dengan Yehuwa.
11 Yesus adalah Putra yang paling Yehuwa kasihi—dan ada
alasan yang kuat untuk itu. Ia disebut ”yang sulung dari antara semua ciptaan”, sebab ia adalah ciptaan Allah yang
pertama.1 (Kolose 1:15) Ada lagi yang membuat Yesus menjadi Putra yang istimewa. Ia adalah ”Putra satu-satunya yang
diperanakkan”. (Yohanes 3:16) Itu berarti Yesus sajalah yang
diciptakan oleh Allah sendiri. Selain itu, Yesus-lah satu-satunya yang Allah gunakan ketika Ia menciptakan semua hal
lain. (Kolose 1:16) Selanjutnya, Yesus disebut ”Firman”. (Yohanes 1:14) Sebutan itu menunjukkan bahwa ia berbicara
mewakili Allah, tentunya untuk menyampaikan berbagai pesan dan instruksi kepada putra-putra lainnya, baik makhluk
roh maupun manusia.
12 Apakah Putra sulung itu sama dengan Allah, seperti yang
orang-orang percayai? Alkitab tidak mengajarkan hal itu. Kita
membaca dalam paragraf sebelumnya bahwa Putra itu diciptakan. Maka, jelaslah bahwa ia punya permulaan, sedangkan
Allah Yehuwa tidak punya awal atau akhir. (Mazmur 90:2)
Putra satu-satunya yang diperanakkan ini malah tidak pernah
memikirkan untuk mencoba menyamai Bapaknya. Alkitab
dengan jelas mengajarkan bahwa sang Bapak lebih besar
1 Yehuwa disebut Bapak karena Ia adalah sang Pencipta. (Yesaya 64:8) Karena Yesus diciptakan Allah, ia disebut Putra Allah. Untuk alasan serupa,
makhluk-makhluk roh lainnya dan bahkan manusia, Adam, disebut putra
Allah.—Ayub 1:6; Lukas 3:38.
11. Ayat-ayat mana yang menunjukkan bahwa Yesus adalah Putra yang
paling Yehuwa kasihi?
12. Bagaimana kita tahu bahwa Putra sulung itu tidak sama dengan
Allah?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
42
daripada Putra. (Yohanes 14:28; 1 Korintus 11:3) Yehuwa sajalah ”Allah Yang Mahakuasa”. (Kejadian 17:1) Karena itu, tidak
ada yang menyamai Dia.1
13 Yehuwa bergaul akrab dengan Putra sulung-Nya selama
miliaran tahun—lama sebelum langit dan bumi diciptakan.
Alangkah besarnya kasih di antara mereka! (Yohanes 3:35;
14:31) Putra yang dikasihi ini persis seperti Bapaknya. Itulah
sebabnya Alkitab menyebut sang Putra sebagai ”gambar Allah
yang tidak kelihatan”. (Kolose 1:15) Ya, sama seperti seorang
anak laki-laki bisa saja sangat mirip ayahnya dalam berbagai
hal, Putra surgawi ini mencerminkan sifat dan kepribadian
Bapaknya.
14 Putra tunggal Yehuwa ini rela meninggalkan surga dan
turun ke bumi untuk hidup sebagai manusia. Tetapi, Anda
mungkin bertanya-tanya, ’Bagaimana mungkin makhluk roh
lahir sebagai manusia?’ Untuk melaksanakan hal itu, Yehuwa
melakukan mukjizat. Ia memindahkan kehidupan Putra sulung-Nya dari surga ke rahim seorang perawan Yahudi yang
bernama Maria. Jadi, Yesus tidak mempunyai seorang ayah
manusia. Kemudian, Maria melahirkan seorang putra yang
sempurna dan menamainya Yesus.—Lukas 1:30-35.
BAGAIMANA KEPRIBADIAN YESUS?
Kita dapat mengenal Yesus dengan baik dari apa yang
ia katakan dan lakukan selama berada di bumi. Selain itu,
melalui Yesus kita dapat lebih mengenal Yehuwa. Mengapa
demikian? Ingatlah bahwa Putra ini adalah cerminan yang
sempurna dari Bapaknya. Itulah sebabnya Yesus mengata15
1 Untuk mendapatkan lebih banyak bukti bahwa Putra sulung itu tidak
sama dengan Allah, lihat Apendiks, halaman 201-4.
13. Apa maksudnya ayat yang menyebut sang Putra sebagai ”gambar
Allah yang tidak kelihatan”?
14. Bagaimana Putra tunggal Yehuwa sampai lahir sebagai manusia?
15. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa melalui Yesus kita dapat lebih mengenal Yehuwa?
Siapakah Yesus Kristus?
43
kan kepada salah seorang muridnya, ”Ia yang telah melihat
aku telah melihat Bapak juga.” (Yohanes 14:9) Keempat buku
dalam Alkitab yang dikenal sebagai Injil—Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes—memberi tahu kita banyak hal tentang
kehidupan, kegiatan, dan kepribadian Yesus Kristus.
16 Yesus terkenal sebagai ”Guru”. (Yohanes 1:38; 13:13) Apa
yang ia ajarkan? Yang terutama ia ajarkan adalah ”kabar baik
kerajaan”—yaitu Kerajaan Allah, pemerintahan surgawi yang
akan berkuasa atas seluruh bumi dan yang akan mendatangkan berkat yang tiada habisnya bagi manusia yang taat.
(Matius 4:23) Dari mana asalnya ajaran itu? Yesus sendiri
mengatakan, ”Apa yang aku ajarkan bukanlah milikku, melainkan milik dia yang telah mengutus aku”, yaitu Yehuwa.
(Yohanes 7:16) Yesus tahu bahwa Bapaknya ingin agar manusia mendengar kabar baik Kerajaan. Di Pasal 8, kita akan
belajar lebih banyak tentang Kerajaan Allah dan apa yang
akan dilaksanakannya.
17 Di manakah Yesus mengajar? Di mana pun orang-orang
berada—di desa maupun di kota, di kampung, di pasar, dan
di rumah-rumah mereka. Yesus tidak mengharapkan orangorang datang kepadanya. Dialah yang mendatangi mereka.
(Markus 6:56; Lukas 19:5, 6) Mengapa Yesus mau merepotkan diri dan menggunakan begitu banyak waktu untuk
mengabar dan mengajar? Karena itulah yang Allah kehendaki
darinya. Yesus selalu melakukan kehendak Bapaknya. (Yohanes 8:28, 29) Tetapi, ada alasan lain lagi. Ia merasa kasihan
kepada kumpulan orang yang datang untuk menemuinya.
(Matius 9:35, 36) Mereka ditelantarkan oleh para pemimpin
agama, yang seharusnya mengajar mereka kebenaran tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya. Yesus tahu bahwa
orang-orang perlu sekali mendengar berita Kerajaan.
18 Yesus seorang pria yang penuh perasaan, lembut, dan
16. Apa yang terutama Yesus ajarkan, dan dari mana asalnya ajaran itu?
17. Di manakah Yesus mengajar, dan mengapa ia mau merepotkan diri
untuk mengajar orang lain?
18. Sifat-sifat Yesus mana yang paling menyenangkan bagi Anda?
Yesus mengabar di mana pun orang berada
hangat. Karena itu, orang-orang merasa bahwa dia mudah
didekati dan baik hati. Bahkan anak-anak tidak merasa canggung kepadanya. (Markus 10:13-16) Yesus tidak pilih kasih.
Ia membenci kebejatan dan ketidakadilan. (Matius 21:12, 13)
Pada zaman itu, kaum wanita kurang dihargai dan hak-hak
mereka sering dibatasi, namun ia memperlakukan mereka
dengan penuh hormat. (Yohanes 4:9, 27) Yesus memiliki kerendahan hati yang tulus. Sekali peristiwa, ia mencuci kaki
rasul-rasulnya—suatu tugas yang biasa dilakukan oleh seorang budak.
19 Yesus peka terhadap kebutuhan orang-orang. Hal ini
khususnya terlihat ketika ia melakukan mukjizat penyembuhan dengan kuasa roh Allah. (Matius 14:14) Sebagai
contoh, seorang pria berpenyakit kusta datang kepada Yesus
dan mengatakan, ”Kalau engkau mau, engkau dapat membuat aku tahir.” Yesus turut merasakan kepedihan hati
dan penderitaan orang ini. Rasa kasihan menggerakkan Ye19. Contoh apa yang menunjukkan bahwa Yesus peka terhadap kebutuhan orang-orang?
45
sus untuk mengulurkan tangannya dan menyentuh pria itu,
sambil berkata, ”Aku mau. Jadilah tahir.” Dan, orang sakit itu
sembuh! (Markus 1:40-42) Dapatkah Anda membayangkan
bagaimana perasaan pria itu?
SETIA SAMPAI AKHIR
Yesus memberikan teladan terbaik dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah. Ia tetap setia kepada Bapak
surgawinya di bawah segala macam keadaan dan meskipun
menghadapi segala jenis tentangan dan penderitaan. Yesus
dengan tegas menolak godaan Setan, dan ia berhasil. (Matius
4:1-11) Pada suatu waktu, beberapa sanak saudara Yesus sendiri tidak beriman kepadanya, malahan mengatakan bahwa
ia ”telah kehilangan akal sehat”. (Markus 3:21) Tetapi, Yesus tidak mau dipengaruhi oleh mereka; ia terus melakukan
pekerjaan Allah. Meskipun dihina dan dianiaya, Yesus tetap
20
20, 21. Teladan apa yang Yesus berikan dalam hal ketaatan dan keloyalan kepada Allah?
46
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mengendalikan dirinya, tidak pernah mencoba mencelakai
para penentangnya.—1 Petrus 2:21-23.
21 Yesus tetap setia sampai mati—mati dengan cara yang
mengerikan dan menyakitkan di tangan musuh-musuhnya.
(Filipi 2:8) Renungkanlah apa yang ia derita pada hari terakhir kehidupannya sebagai manusia. Ia ditangkap, dituduh
oleh saksi-saksi palsu, dinyatakan bersalah oleh hakim-hakim yang rusak akhlaknya, ditertawai oleh gerombolan
orang, dan disiksa oleh para prajurit. Dalam keadaan terpaku pada tiang, ia menarik napas terakhir dan berseru, ”Sudah
terlaksana!” (Yohanes 19:30) Tetapi, pada hari ketiga setelah
Yesus mati, Bapak surgawinya membangkitkan dia untuk hidup lagi sebagai makhluk roh. (1 Petrus 3:18) Beberapa
minggu kemudian, ia kembali ke surga. Di sana, ia ”duduk
di sebelah kanan Allah” dan menunggu untuk menerima kekuasaan sebagai raja.—Ibrani 10:12, 13.
22 Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati? Kematian Yesus sesungguhnya membuka kesempatan bagi kita
untuk hidup kekal dalam Firdaus di bumi, selaras dengan
maksud-tujuan Yehuwa yang semula. Bagaimana hal itu dapat kita peroleh melalui kematian Yesus akan dibahas dalam
pasal berikutnya.
22. Apa yang Yesus capai dengan tetap setia sampai mati?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Nubuat yang tergenap dan kesaksian dari Allah
sendiri membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias, atau Kristus.—Matius 16:16.
ˇ Lama sebelum Yesus datang ke bumi, ia sudah
hidup di surga sebagai makhluk roh.—Yohanes
3:13.
ˇ Yesus adalah guru, pria yang lembut serta
hangat, dan teladan ketaatan yang sempurna
kepada Allah.—Matius 9:35, 36.
PASAL LIMA
Tebusan—Pemberian Allah
yang Paling Berharga
Apakah tebusan itu?
Bagaimana tebusan disediakan?
Apa manfaatnya bagi Anda?
Bagaimana Anda dapat menunjukkan
bahwa Anda menghargainya?
PEMBERIAN apa yang paling berharga yang pernah Anda terima? Pemberian yang berharga tidak usah mahal harganya.
Sebenarnya, nilai sebuah pemberian tidak selalu ditentukan
oleh harganya. Apabila pemberian itu membuat Anda bahagia atau sesuatu yang benar-benar Anda butuhkan, nilainya
tentu sangat besar bagi Anda.
2 Dari begitu banyak pemberian yang bisa jadi Anda
inginkan, ada satu yang jauh melebihi yang lainnya. Ini
adalah pemberian dari Allah bagi umat manusia. Yehuwa
memberi kita banyak hal, tetapi pemberian-Nya yang paling
berharga bagi kita adalah korban tebusan Putra-Nya, Yesus
Kristus. (Matius 20:28) Seperti yang akan kita lihat dalam
pasal ini, tebusan adalah pemberian yang paling bernilai karena dapat mendatangkan kebahagiaan yang tak terlukiskan
dan dapat memenuhi kebutuhan Anda yang paling penting.
Tebusan adalah bukti terbesar bahwa Yehuwa mengasihi
Anda.
1, 2. (a) Pemberian seperti apa yang sangat berharga bagi diri Anda?
(b) Mengapa dapat dikatakan bahwa tebusan adalah pemberian yang paling bernilai?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
48
APAKAH TEBUSAN ITU?
Singkatnya, tebusan adalah sarana Yehuwa untuk membebaskan, atau menyelamatkan, umat manusia dari dosa dan
kematian. (Efesus 1:7) Untuk memahami makna ajaran Alkitab ini, kita perlu meninjau kembali apa yang terjadi di Taman
Eden. Setelah kita memahami apa yang dihilangkan oleh
Adam sewaktu ia berdosa, baru kita dapat mengerti mengapa
tebusan adalah pemberian yang begitu bernilai bagi kita.
4 Ketika menciptakan Adam, Yehuwa memberinya sesuatu
yang sangat berharga—kehidupan manusia yang sempurna.
Coba pikir apa artinya itu bagi Adam. Ya, karena diciptakan dengan tubuh dan pikiran yang sempurna, ia tidak akan
pernah jatuh sakit, menjadi tua, atau mati. Sebagai manusia
sempurna, ia mempunyai hubungan istimewa dengan Yehuwa. Alkitab mengatakan bahwa Adam adalah ”putra
Allah”. (Lukas 3:38) Jadi, Adam menikmati hubungan yang
akrab dengan Allah Yehuwa, bagaikan seorang anak dengan
ayahnya yang pengasih. Yehuwa berkomunikasi dengan putra-Nya yang ada di bumi ini, memberi Adam pekerjaan yang
memuaskan dan memberitahukan apa yang Ia inginkan darinya.—Kejadian 1:28-30; 2:16, 17.
5 Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”. (Kejadian 1:27)
Hal itu tidak berarti rupa Adam mirip dengan Allah. Seperti
yang telah kita pelajari di Pasal 1 buku ini, Yehuwa adalah roh
yang tidak kelihatan. (Yohanes 4:24) Jadi, Yehuwa tidak
mempunyai tubuh yang terdiri dari darah dan daging. Diciptakan menurut gambar Allah berarti Adam diciptakan dengan
sifat-sifat seperti yang Allah miliki, termasuk kasih, hikmat, keadilan, dan kuasa. Hal penting lain yang membuat Adam
menyerupai Bapaknya ialah ia memiliki kebebasan untuk memilih. Jadi, Adam tidak seperti robot atau mesin. Ia sendiri
3
3. Apakah tebusan itu, dan apa yang perlu kita pahami agar dapat
mengerti betapa bernilainya pemberian itu?
4. Apa artinya kehidupan manusia yang sempurna bagi Adam?
5. Apa artinya ayat yang menyatakan bahwa Adam diciptakan ”menurut gambar Allah”?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
49
dapat membuat keputusan dan dapat memilih yang benar
atau yang salah. Andaikata ia memilih untuk menaati Allah, ia
tentu hidup untuk selama-lamanya dalam Firdaus di bumi.
6 Maka, jelaslah bahwa sewaktu Adam tidak menaati Allah
dan dihukum mati, ia harus membayar perbuatannya dengan harga yang sangat tinggi, atau menanggung akibat
yang sangat besar. Dosanya mengakibatkan dia kehilangan
kehidupan manusia yang sempurna dengan semua manfaatnya. (Kejadian 3:17-19) Sayangnya, bukan hanya Adam yang
kehilangan kehidupan yang berharga ini melainkan juga
keturunannya yang masih akan dilahirkan. Firman Allah mengatakan, ”Dosa masuk ke dalam dunia melalui satu orang
[Adam] dan kematian, melalui dosa, demikianlah kematian
menyebar kepada semua orang karena mereka semua telah
berbuat dosa.” (Roma 5:12) Ya, kita semua mewarisi dosa dari
Adam. Karena itu, Alkitab mengatakan bahwa ia ’menjual’
dirinya dan keturunannya menjadi budak dosa dan kematian. (Roma 7:14) Adam atau Hawa tidak punya harapan lagi
karena mereka sengaja memilih untuk tidak menaati Allah.
Tetapi, bagaimana nasib keturunan mereka, termasuk kita?
7 Yehuwa bertindak untuk menyelamatkan umat manusia
melalui tebusan. Apakah tebusan itu? Pada dasarnya tebusan dapat berarti dua hal. Pertama, tebusan adalah harga
yang dibayarkan untuk membebaskan atau membeli kembali
sesuatu. Hal itu dapat disamakan dengan harga yang dibayarkan untuk membebaskan seorang anak yang diculik. Kedua,
tebusan adalah harga yang dibayarkan untuk menutup biaya
tertentu. Hal itu sama dengan harga yang dibayarkan untuk
menutup kerugian akibat perbuatan salah. Misalnya, apabila
seseorang menyebabkan kecelakaan, ia harus membayarkan
sesuatu yang sama nilainya dengan apa yang telah dirusak.
8 Apakah mungkin untuk menutup kerugian yang luar biasa besar yang Adam timpakan ke atas kita semua dan
6. Sewaktu Adam tidak menaati Allah, ia kehilangan apa, dan apa dampaknya atas keturunannya?
7, 8. Pada dasarnya, tebusan dapat berarti dua hal apa?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
50
membebaskan kita dari perbudakan dosa dan kematian? Untuk mengetahuinya, mari kita bahas tebusan yang Yehuwa
sediakan dan apa manfaatnya bagi Anda.
CARA YEHUWA MENYEDIAKAN TEBUSAN
Karena yang hilang adalah kehidupan manusia yang sempurna, itu mustahil ditebus dengan kehidupan manusia yang
tidak sempurna. (Mazmur 49:7, 8) Yang dibutuhkan adalah
tebusan yang sama nilainya dengan apa yang hilang. Hal ini
selaras dengan prinsip keadilan yang sempurna yang terdapat
dalam Firman Allah, yaitu ”jiwa ganti jiwa”. (Ulangan 19:21)
Jadi, apa yang dapat menggantikan nilai jiwa, atau kehidupan, manusia yang sempurna yang telah dihilangkan Adam?
”Tebusan yang sepadan” yang dituntut adalah kehidupan manusia yang sempurna juga.—1 Timotius 2:6.
10 Bagaimana Yehuwa menyediakan tebusan? Ia mengutus
salah seorang putra rohani-Nya yang sempurna ke bumi. Tetapi, Yehuwa tidak mengutus sembarang malaikat. Ia
mengutus pribadi yang paling Ia kasihi, yaitu Putra tunggalNya. (1 Yohanes 4:9, 10) Putra ini dengan rela meninggalkan
tempat tinggalnya di surga. (Filipi 2:7) Seperti yang telah kita
pelajari dalam pasal sebelumnya di buku ini, Yehuwa melakukan mukjizat ketika Ia memindahkan kehidupan Putra ini
ke rahim Maria. Melalui roh kudus Allah, Yesus lahir sebagai
manusia sempurna, dan hukuman akibat dosa tidak berlaku
atas dirinya.—Lukas 1:35.
11 Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi banyak orang, ya, bagi jutaan orang? Nah, bagaimana jutaan
manusia itu sampai menjadi berdosa? Ingatlah bahwa
dengan berbuat dosa, Adam kehilangan miliknya yang berharga, yaitu kehidupan manusia yang sempurna. Maka, ia
tidak dapat mewariskan itu kepada keturunannya. Yang dapat
ia wariskan hanyalah dosa dan kematian. Yesus, yang Alkitab
9
9. Tebusan macam apakah yang dituntut?
10. Bagaimana Yehuwa menyediakan tebusan?
11. Bagaimana satu orang dapat menjadi tebusan bagi jutaan orang?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
51
sebut sebagai ”Adam yang terakhir”, mempunyai kehidupan
manusia yang sempurna, dan ia tidak pernah berbuat dosa.
(1 Korintus 15:45) Dengan kata lain, Yesus menggantikan
Adam untuk menyelamatkan kita. Dengan mengorbankan,
atau menyerahkan, kehidupannya yang sempurna dan selalu
taat tanpa cela kepada Allah, Yesus membayar harga tebusan
untuk membebaskan manusia dari dosa Adam. Dengan cara
inilah Yesus memberikan harapan kepada keturunan Adam.
—Roma 5:19; 1 Korintus 15:21, 22.
12 Alkitab dengan terperinci menggambarkan penderitaan
yang Yesus alami sebelum kematiannya. Ia dicambuk dengan bengis, dipakukan dengan kejam pada tiang, dan mati
dalam keadaan tersiksa. (Yohanes 19:1, 16-18, 30; Apendiks,
halaman 204-6) Mengapa Yesus harus mengalami begitu
banyak penderitaan? Dalam pasal lain di buku ini, kita
akan melihat bahwa Setan meragukan apakah ada manusia
yang akan tetap setia melayani Yehuwa di bawah ujian. Dengan bertekun dan tetap setia meskipun sangat menderita,
Yesus memberikan jawaban terbaik untuk tuduhan Setan. Yesus membuktikan bahwa manusia sempurna yang memiliki
kebebasan memilih dapat mempertahankan integritas yang
sempurna kepada Allah tidak soal apa yang dilakukan si Iblis.
Yehuwa pasti sangat bersukacita atas kesetiaan Putra yang Ia
kasihi itu!—Amsal 27:11.
13 Bagaimana tebusan itu dibayar? Pada tanggal 14 Nisan
33 M, dalam kalender Yahudi, Allah membiarkan Putra-Nya
yang sempurna dan tanpa dosa itu dihukum mati. Jadi, Yesus mengorbankan kehidupan manusianya yang sempurna
”sekali untuk selamanya”. (Ibrani 10:10) Pada hari ketiga setelah Yesus mati, Yehuwa membangkitkan dia untuk hidup lagi
sebagai makhluk roh. Di surga, Yesus mempersembahkan kepada Allah nilai kehidupan manusianya yang sempurna yang
dikorbankan untuk menebus keturunan Adam. (Ibrani 9:
24) Yehuwa menerima nilai korban Yesus sebagai tebusan
12. Apa yang dibuktikan melalui penderitaan Yesus?
13. Bagaimana tebusan itu dibayar?
Yehuwa memberikan
Putra tunggal-Nya
sebagai tebusan
bagi kita
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
53
yang dibutuhkan untuk membebaskan umat manusia dari
perbudakan dosa dan kematian.—Roma 3:23, 24.
MANFAAT TEBUSAN BAGI ANDA
Meskipun berdosa, kita dapat menerima berkat-berkat
yang tak ternilai karena tebusan itu. Mari kita bahas beberapa
manfaat dari pemberian, atau karunia, Allah yang paling berharga ini, yang bisa kita dapatkan sekarang dan di masa depan.
15 Pengampunan dosa. Karena mewarisi ketidaksempurnaan, kita harus berjuang keras untuk melakukan apa yang
benar. Kita semua berbuat dosa melalui perkataan atau perbuatan kita. Tetapi, melalui korban tebusan Yesus, kita dapat
menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”. (Kolose 1:
13, 14) Namun, untuk memperoleh pengampunan itu, kita
harus sungguh-sungguh bertobat. Kita juga harus memohon
dengan rendah hati kepada Yehuwa, meminta pengampunan-Nya atas dasar iman kita akan korban tebusan Putra-Nya.
—1 Yohanes 1:8, 9.
16 Hati nurani yang bersih di hadapan Allah. Hati nurani
yang terganggu akibat perbuatan salah dapat dengan mudah
membuat kita putus asa dan merasa tidak berharga. Tetapi,
kita telah mendapat pengampunan melalui tebusan, maka
atas kebaikan hati Yehuwa, kita dapat beribadat kepada-Nya
dengan hati nurani yang bersih meskipun kita tidak sempurna. (Ibrani 9:13, 14) Hal itu membuat kita leluasa berbicara
kepada Yehuwa. Jadi, kita dapat dengan leluasa mendekati
Dia melalui doa. (Ibrani 4:14-16) Mempertahankan hati nurani yang bersih akan menghasilkan kedamaian pikiran,
meningkatkan harga diri, dan mendatangkan kebahagiaan.
17 Harapan kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi. Roma
6:23 mengatakan, ”Upah yang dibayarkan oleh dosa adalah
14
14, 15. Untuk menerima ”pengampunan atas dosa-dosa kita”, apa yang
harus kita lakukan?
16. Apa yang membuat kita dapat beribadat kepada Allah dengan hati
nurani yang bersih, dan apa manfaatnya memiliki hati nurani yang bersih?
17. Berkat-berkat apa yang dapat diperoleh karena Yesus mati bagi kita?
Banyak belajar
tentang Yehuwa
adalah salah satu
bukti bahwa
Anda menghargai
karunia tebusan
kematian.” Ayat yang sama menambahkan, ”Tetapi karunia
yang Allah berikan adalah kehidupan abadi melalui Kristus
Yesus, Tuan kita.” Di Pasal 3 buku ini, kita telah membahas berkat-berkat dalam Firdaus di bumi yang akan datang.
(Penyingkapan 21:3, 4) Semua berkat di masa depan itu, termasuk kehidupan abadi dengan kesehatan yang sempurna,
dapat diperoleh karena Yesus mati bagi kita. Untuk dapat menerima berkat-berkat itu, kita perlu menunjukkan bahwa kita
menghargai karunia tebusan.
BAGAIMANA ANDA DAPAT MEMPERLIHATKAN
PENGHARGAAN?
18 Mengapa kita harus sangat bersyukur kepada Yehuwa
untuk tebusan? Nah, sebuah pemberian menjadi sangat berharga apabila si pemberi mengorbankan waktu, upaya, atau
mengeluarkan biaya untuk itu. Hati kita sangat tersentuh
apabila kita tahu bahwa pemberian itu adalah ungkapan kasih yang tulus dari si pemberi. Tebusan adalah pemberian
yang paling berharga, sebab Allah membuat pengorbanan
terbesar untuk menyediakannya. ”Allah begitu mengasihi dunia ini, [sehingga] ia memberikan Putra satu-satunya yang
diperanakkan,” demikian bunyi Yohanes 3:16. Tebusan ada18. Mengapa kita harus bersyukur kepada Yehuwa untuk karunia tebusan?
Tebusan—Pemberian Allah yang Paling Berharga
55
lah bukti yang paling luar biasa dari kasih Yehuwa kepada kita. Tebusan juga adalah bukti kasih Yesus, karena ia rela
memberikan kehidupannya demi kita. (Yohanes 15:13) Karena itu, karunia tebusan hendaknya meyakinkan kita bahwa
Yehuwa dan Putra-Nya mengasihi kita masing-masing.—Galatia 2:20.
19 Maka, bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa
Anda menghargai karunia tebusan dari Allah? Pertama-tama,
berupayalah untuk belajar lebih banyak tentang Yehuwa, yang
memberi kita tebusan itu. (Yohanes 17:3) Mempelajari Alkitab
dengan menggunakan buku ini akan membantu Anda. Seraya pengetahuan Anda tentang Yehuwa bertambah, kasih
Anda kepada-Nya akan semakin dalam. Selanjutnya, kasih itu
akan membuat Anda ingin menyenangkan Dia.—1 Yohanes
5:3.
20 Perlihatkan iman akan korban tebusan Yesus. Tentang
Yesus, dikatakan, ”Dia yang memperlihatkan iman akan Putra memiliki kehidupan abadi.” (Yohanes 3:36) Bagaimana kita
dapat memperlihatkan bahwa kita beriman kepada Yesus?
Iman seperti itu tidak diperlihatkan melalui kata-kata saja.
Menurut Yakobus 2:26, ”Iman tanpa perbuatan adalah mati.”
Ya, adanya iman yang sejati dibuktikan melalui ”perbuatan”,
yaitu melalui tindakan kita. Satu cara untuk menunjukkan
bahwa kita beriman kepada Yesus ialah dengan berupaya sebisa-bisanya untuk meniru dia tidak hanya dalam perkataan
tetapi juga dalam perbuatan kita.—Yohanes 13:15.
Hadirilah perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan.
Pada malam tanggal 14 Nisan 33 M, Yesus memperkenalkan
perayaan istimewa yang Alkitab sebut sebagai ”perjamuan malam Tuan”. (1 Korintus 11:20; Matius 26:26-28) Perayaan itu
juga disebut Peringatan kematian Kristus. Yesus menetapkan
21
19, 20. Dengan cara apa saja Anda dapat menunjukkan bahwa Anda
menghargai karunia tebusan dari Allah?
21, 22. (a) Mengapa kita harus menghadiri perayaan tahunan Perjamuan Malam Tuan? (b) Apa yang akan dijelaskan dalam Pasal 6 dan 7?
56
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
hal itu guna membantu rasul-rasulnya dan semua orang
Kristen sejati untuk mengingat bahwa melalui kematiannya
sebagai manusia sempurna, ia memberikan kehidupannya sebagai tebusan. Tentang perayaan ini, Yesus memerintahkan,
”Teruslah lakukan ini sebagai peringatan akan aku.” (Lukas
22:19) Dengan merayakan Peringatan, kita diingatkan kepada kasih yang besar yang diperlihatkan oleh Yehuwa maupun
Yesus sehubungan dengan tebusan. Kita dapat menunjukkan
penghargaan kita akan tebusan dengan hadir pada perayaan
tahunan Peringatan kematian Yesus.1
22 Tebusan adalah pemberian Yehuwa yang sungguh tak
ternilai. (2 Korintus 9:14, 15) Pemberian yang luar biasa ini
dapat mendatangkan manfaat bahkan bagi orang-orang yang
sudah mati. Pasal 6 dan 7 akan menjelaskan caranya.
1 Untuk mendapat lebih banyak keterangan tentang makna Perjamuan
Malam Tuan, lihat Apendiks, halaman 206-8.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Tebusan adalah sarana Yehuwa untuk membebaskan umat manusia dari dosa dan kematian.
—Efesus 1:7.
ˇ Yehuwa menyediakan tebusan dengan mengutus Putra tunggal-Nya ke bumi untuk mati
bagi kita.—1 Yohanes 4:9, 10.
ˇ Melalui tebusan, kita memperoleh pengampunan dosa, hati nurani yang bersih, dan
harapan kehidupan abadi.—1 Yohanes 1:8, 9.
ˇ Kita menunjukkan bahwa kita menghargai tebusan dengan berupaya belajar lebih banyak
tentang Yehuwa, dengan memperlihatkan
iman kepada korban tebusan Yesus, dan dengan menghadiri Perjamuan Malam Tuan.
—Yohanes 3:16.
PASAL ENAM
Di Manakah Orang Mati?
Bagaimana keadaan kita pada waktu mati?
Mengapa manusia mati?
Apakah kita merasa lega sewaktu
mengetahui kebenaran tentang kematian?
ITULAH pertanyaan-pertanyaan yang ada dalam benak orangorang selama ribuan tahun. Pertanyaan-pertanyaan itu penting
karena jawabannya mempengaruhi kita masing-masing, tidak
soal siapa kita atau di mana kita tinggal.
2 Dalam pasal sebelumnya, kita membahas bagaimana melalui korban tebusan Yesus Kristus, kita dapat memperoleh
kehidupan abadi. Kita juga belajar bahwa Alkitab menubuatkan
suatu masa ketika ”kematian tidak akan ada lagi”. (Penyingkapan 21:4) Namun, sementara ini, kita semua akan mati. Orang
”yang hidup sadar bahwa mereka akan mati”, kata Raja Salomo
yang bijaksana. (Pengkhotbah 9:5) Kita berupaya hidup selama
mungkin. Meskipun begitu, kita bertanya-tanya bagaimana keadaan kita sewaktu kita mati.
3 Sewaktu orang yang kita cintai meninggal, kita berduka.
Kita mungkin bertanya: ’Bagaimana keadaan dia? Apakah dia
menderita? Apakah dia sedang mengamati kita? Dapatkah
kita membantunya? Dapatkah kita bertemu lagi dengannya?’
Agama-agama di dunia ini memberikan jawaban yang berbedabeda. Ada yang mengajarkan bahwa jika Anda banyak berbuat
baik, Anda akan pergi ke surga, tetapi jika Anda banyak berbuat
jahat, Anda akan dibakar di tempat siksaan. Agama lain mengajarkan bahwa pada waktu mati, seseorang pergi ke alam roh
untuk berkumpul dengan leluhur mereka. Agama lain lagi
1-3. Pertanyaan apa saja yang diajukan orang tentang kematian, dan jawaban apa yang diberikan oleh berbagai agama?
58
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mengajarkan bahwa orang mati pergi ke alam baka untuk
dihakimi dan kemudian direinkarnasi, atau dilahirkan kembali
dalam tubuh lain.
4 Semua agama tersebut mengajarkan satu gagasan mendasar yang sama, yaitu bahwa ada suatu bagian dari diri kita
yang masih hidup setelah tubuh jasmani kita mati. Hampir setiap agama, yang dianut pada zaman dahulu dan sekarang,
mengajarkan bahwa kita tetap hidup untuk selama-lamanya
dan masih dapat melihat, mendengar, dan berpikir. Namun,
bagaimana mungkin? Indra-indra kita, serta pikiran kita, semuanya berhubungan dengan daya kerja otak. Pada waktu kita
mati, otak kita tidak bekerja lagi. Daya ingat, perasaan, dan indra-indra kita tidak terus berfungsi secara misterius tanpa otak.
Semuanya berhenti bekerja setelah otak kita hancur.
BAGAIMANA SEBENARNYA KEADAAN ORANG MATI?
5 Keadaan orang mati bukan misteri bagi Yehuwa, sang
Pencipta otak. Ia mengetahui kebenarannya, dan dalam Firman-Nya, Alkitab, Ia menjelaskan bagaimana keadaan mereka.
Alkitab dengan jelas mengajarkan: Sewaktu seseorang mati, ia tidak ada lagi. Kematian adalah kebalikan dari kehidupan. Orang
mati tidak dapat melihat atau mendengar atau berpikir. Tidak
ada satu bagian pun dari diri kita yang tetap hidup setelah tubuh
kita mati. Kita tidak mempunyai jiwa atau roh yang tidak berkematian.1
6 Setelah Salomo menyatakan bahwa orang yang hidup tahu
bahwa mereka akan mati, ia menulis, ”Tetapi orang mati, mereka sama sekali tidak sadar akan apa pun.” Lalu, ia menguraikan
kebenaran yang mendasar itu dengan mengatakan bahwa
orang mati tidak dapat mengasihi atau membenci dan bahwa
”tidak ada pekerjaan atau rancangan atau pengetahuan
1 Untuk pembahasan tentang kata ”jiwa” dan ”roh”, silakan lihat Apendiks, halaman 208-11.
4. Gagasan mendasar yang sama apa yang diajarkan oleh banyak agama tentang kematian?
5, 6. Apa yang Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati?
Di Manakah Orang Mati?
atau hikmat di [kuburan]”. (Pengkhotbah 9:5,
6, 10) Demikian pula, Mazmur 146:4 mengatakan bahwa pada waktu seseorang mati,
”lenyaplah segala pikirannya”. Manusia itu
fana, atau berkematian, dan tidak terus hidup
setelah tubuh mati. Hidup kita bagaikan api
pada sebatang lilin. Sewaktu dipadamkan, apinya tidak pergi ke mana-mana. Api itu tidak
ada lagi.
APA YANG YESUS KATAKAN
TENTANG KEMATIAN
7 Yesus Kristus menggambarkan keadaan
orang mati. Ketika Lazarus, teman baiknya,
meninggal, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ”Lazarus, sahabat kita, telah pergi
beristirahat.” Murid-murid mengira bahwa
Ke mana
Yesus memaksudkan Lazarus sedang beristiraperginya
hat, atau tidur, agar ia dapat sembuh. Tetapi,
api lilin itu?
mereka keliru. Yesus menjelaskan, ”Lazarus
telah mati.” (Yohanes 11:11-14) Perhatikan bahwa Yesus menyamakan kematian dengan istirahat dan tidur. Lazarus tidak
berada di surga ataupun di neraka yang menyala-nyala. Ia tidak
sedang bersama para malaikat atau leluhurnya. Lazarus tidak
dilahirkan kembali sebagai manusia lain. Ia sedang beristirahat
dalam kematian, seolah-olah tidur nyenyak tanpa bermimpi.
Ayat-ayat lain juga menyamakan kematian dengan tidur. Misalnya, setelah Stefanus, murid Yesus, dilempari batu sampai mati,
Alkitab mengatakan bahwa ia ”tidur”. (Kisah 7:60) Demikian
pula, rasul Paulus menulis tentang beberapa orang pada zamannya yang telah ”tidur” dalam kematian.—1 Korintus 15:6.
8 Apakah Allah sejak semula menetapkan agar manusia mati?
Sama sekali tidak! Yehuwa menciptakan manusia untuk hidup selama-lamanya di bumi. Seperti yang telah kita pelajari
7. Bagaimana Yesus menjelaskan kematian?
8. Bagaimana kita tahu bahwa Allah tidak menetapkan agar manusia
mati?
60
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
sebelumnya di buku ini, Allah menempatkan pasangan manusia pertama di suatu firdaus yang menyenangkan. Ia
mengaruniai mereka kesehatan yang sempurna. Yehuwa hanya
menginginkan apa yang baik bagi mereka. Adakah orang tua pengasih yang ingin anak-anaknya mengalami derita usia tua dan
kematian? Tentu tidak! Yehuwa mengasihi anak-anak-Nya dan
ingin mereka menikmati kebahagiaan yang tiada akhirnya di
bumi. Mengenai manusia, Alkitab mengatakan, ”[Yehuwa]
menaruh waktu yang tidak tertentu dalam hati mereka.” (PengYehuwa menciptakan manusia
untuk hidup selama-lamanya
di bumi
Di Manakah Orang Mati?
61
khotbah 3:11) Allah menciptakan kita dengan keinginan untuk
hidup selama-lamanya. Dan, Ia telah mengatur agar keinginan
itu dipenuhi.
MENGAPA MANUSIA MATI
Kalau begitu, mengapa manusia mati? Untuk mendapatkan
jawabannya, kita harus membahas apa yang terjadi ketika baru
ada satu pria dan satu wanita di bumi. Alkitab menjelaskan,
”Allah Yehuwa menumbuhkan dari tanah segala pohon yang
menarik untuk dilihat dan baik untuk dimakan.” (Kejadian 2:9)
Tetapi, ada satu larangan. Yehuwa memberi tahu Adam, ”Setiap
pohon di taman ini boleh kaumakan buahnya sampai puas. Tetapi mengenai pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang
jahat, engkau tidak boleh memakan buahnya, karena pada hari
engkau memakannya, engkau pasti akan mati.” (Kejadian 2:
16, 17) Perintah ini tidak sulit ditaati. Ada banyak pohon lain
yang buahnya dapat dimakan oleh Adam dan Hawa. Tetapi melalui perintah itu, mereka mendapat kesempatan istimewa
untuk menunjukkan rasa terima kasih kepada Pribadi yang telah memberi mereka segala-galanya, termasuk kehidupan yang
sempurna. Jika mereka menaati perintah itu, mereka juga akan
menunjukkan bahwa mereka menghormati wewenang Bapak
surgawi mereka dan bahwa mereka ingin mendapat bimbinganNya yang pengasih.
10 Sayangnya, pasangan manusia pertama memilih untuk
tidak menaati Yehuwa. Melalui seekor ular, Setan bertanya kepada Hawa, ”Apakah memang benar bahwa Allah mengatakan
kamu tidak boleh memakan buah dari setiap pohon di taman
ini?” Hawa menjawab, ”Buah dari pohon-pohon di taman ini
boleh kami makan. Tetapi mengenai makan buah dari pohon
yang ada di tengah-tengah taman, Allah telah berfirman, ’Kamu
tidak boleh memakan buahnya, tidak, kamu tidak boleh menyentuhnya agar kamu tidak mati.’ ”—Kejadian 3:1-3.
9
9. Larangan apa yang Yehuwa tetapkan atas Adam, dan mengapa perintah itu tidak sulit ditaati?
10, 11. (a) Bagaimana pasangan manusia pertama sampai tidak menaati Allah? (b) Mengapa ketidaktaatan Adam dan Hawa bukan hal sepele?
62
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
11 ”Kamu pasti tidak akan mati,” kata Setan. ”Allah tahu bahwa pada hari kamu memakannya, matamu tentu akan terbuka
dan kamu tentu akan menjadi seperti Allah, mengetahui yang
baik dan yang jahat.” (Kejadian 3:4, 5) Setan ingin Hawa percaya
bahwa jika ia makan buah terlarang, ia akan mendapat manfaat. Menurut Setan, Hawa dapat memutuskan sendiri apa yang
benar dan salah serta dapat melakukan apa yang ia inginkan.
Setan juga menuduh Yehuwa berdusta sewaktu mengatakan
bahwa Hawa akan mati jika ia makan buah itu. Hawa mempercayai Setan. Maka, ia memetik buah itu dan memakannya. Lalu,
ia memberikan sebagian kepada suaminya, yang kemudian ikut
memakan buah itu. Mereka melakukannya bukan karena tidak
tahu. Mereka tahu bahwa mereka justru melakukan apa yang
Allah larang. Dengan memakan buah itu, mereka sengaja tidak
menaati suatu perintah yang sederhana dan masuk akal. Mere-
Adam berasal dari debu,
dan ia kembali ke debu
Di Manakah Orang Mati?
63
ka tidak menghargai Bapak surgawi mereka dan wewenang-Nya.
Sikap tidak hormat tersebut kepada Pencipta mereka yang pengasih tidak dapat dimaafkan!
12 Sebagai gambaran: Bagaimana perasaan Anda jika anak
yang telah Anda besarkan dan sayangi tidak menaati Anda melalui tindakan yang menunjukkan bahwa ia tidak menghormati
atau mengasihi Anda? Anda tentu merasa sangat sakit hati.
Maka, bayangkan, betapa pedihnya hati Yehuwa sewaktu Adam
maupun Hawa memilih untuk menentang Dia.
13 Tidak ada alasan bagi Yehuwa untuk membiarkan Adam
dan Hawa yang tidak taat itu hidup selama-lamanya. Mereka
mati, tepat seperti yang telah Ia firmankan. Adam dan Hawa tidak ada lagi. Mereka tidak pindah ke alam roh. Kita mengetahui
hal ini dari apa yang Yehuwa katakan kepada Adam setelah Ia
memintanya untuk mempertanggungjawabkan ketidaktaatannya. Allah berfirman, ”Engkau [akan] kembali ke tanah, karena
dari situ engkau diambil. Karena engkau debu dan engkau akan
kembali ke debu.” (Kejadian 3:19) Allah menciptakan Adam dari
debu tanah. (Kejadian 2:7) Sebelum itu, Adam tidak ada. Maka,
ketika Yehuwa berfirman bahwa Adam akan kembali ke debu, Ia
memaksudkan bahwa Adam akan kembali ke ketiadaan. Adam
akan menjadi tidak bernyawa seperti asalnya, yaitu debu.
14 Adam dan Hawa sebenarnya bisa terus hidup sampai sekarang, tetapi mereka mati karena mereka memilih untuk tidak
menaati Allah dan dengan demikian berbuat dosa. Jadi, kita
mati karena Adam mewariskan dosa maupun kematian kepada
semua keturunannya. (Roma 5:12) Dosa itu bagaikan penyakit
turunan yang mengerikan. Siapa pun tidak dapat luput darinya.
Akibat dosa, yaitu kematian, adalah suatu kutukan. Kematian
adalah musuh, bukan teman. (1 Korintus 15:26) Alangkah bersyukurnya kita bahwa Yehuwa menyediakan tebusan untuk
menyelamatkan kita dari musuh yang mengerikan ini!
12. Apa yang dapat membantu kita mengerti perasaan Yehuwa sewaktu Adam dan Hawa memilih untuk menentang Dia?
13. Menurut Yehuwa, apa yang akan terjadi atas Adam sewaktu ia mati,
dan apa artinya itu?
14. Mengapa manusia mati?
64
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
MENGETAHUI KEBENARAN TENTANG
KEMATIAN ITU BERMANFAAT
15 Apa yang Alkitab ajarkan tentang keadaan orang mati sungguh melegakan. Seperti yang telah kita pelajari, orang mati tidak
merasa sakit atau sedih. Kita tidak perlu takut kepada mereka,
sebab mereka tidak dapat mencelakai kita. Mereka tidak membutuhkan bantuan kita, dan mereka tidak dapat membantu kita.
Kita tidak dapat berbicara kepada mereka, dan mereka tidak dapat berbicara kepada kita. Banyak pemimpin agama berdusta
dengan mengaku bahwa mereka dapat membantu orang yang
sudah mati, dan orang-orang yang mempercayainya memberi
mereka uang. Tetapi karena mengetahui kebenaran, kita dilindungi sehingga tidak tertipu oleh para pemimpin agama itu.
16 Bagaimana dengan agama Anda? Apakah ajarannya tentang orang mati selaras dengan Alkitab? Ajaran kebanyakan
agama tidak selaras dengan Alkitab. Mengapa? Karena ajaran
mereka telah dipengaruhi oleh Setan. Ia menggunakan agama
palsu untuk membuat orang percaya bahwa setelah tubuh mati,
manusia masih hidup di alam roh. Itulah dusta yang Setan gabungkan dengan dusta lain untuk memalingkan orang dari
Allah Yehuwa. Dusta apakah itu?
17 Seperti yang kita lihat sebelumnya, beberapa agama mengajarkan bahwa jika seseorang banyak berbuat jahat selama
hidupnya, sewaktu mati ia akan pergi ke sebuah tempat siksaan yang menyala-nyala dan menderita untuk selama-lamanya.
Ajaran ini merusak nama baik Allah. Yehuwa adalah Allah yang
pengasih dan tidak pernah membuat orang menderita seperti
itu. (1 Yohanes 4:8) Bagaimana perasaan Anda terhadap orang
yang menghukum anak yang bandel dengan menaruh tangannya dalam api? Apakah Anda akan menghargai orang seperti
itu? Apakah Anda ingin berkenalan dengan dia? Tentu tidak!
Anda pasti menganggapnya sangat kejam. Ya, Setan ingin agar
kita percaya bahwa Yehuwa menyiksa orang dalam api selama
jutaan tahun, bahkan selama-lamanya!
15. Mengapa sungguh melegakan untuk mengetahui kebenaran tentang kematian?
16. Siapa yang mempengaruhi ajaran banyak agama, dan bagaimana?
17. Mengapa ajaran tentang siksaan kekal merusak nama baik Yehuwa?
Di Manakah Orang Mati?
65
18 Setan juga menggunakan beberapa agama untuk mengajarkan bahwa orang mati menjadi roh yang harus dihormati oleh
orang yang hidup. Menurut ajaran itu, roh orang mati dapat
menjadi sahabat yang kuat atau menjadi musuh yang menakutkan. Banyak orang mempercayai dusta itu. Mereka takut kepada
orang mati dan menghormati serta menyembahnya. Sebaliknya, Alkitab mengajarkan bahwa orang mati itu seperti orang
tidur dan bahwa kita hanya boleh menyembah Allah yang benar, Yehuwa, Pencipta dan Penyedia segala kebutuhan kita.
—Penyingkapan 4:11.
19 Dengan mengetahui kebenaran tentang orang mati, Anda
tidak akan disesatkan oleh dusta agama. Hal itu juga membantu
Anda memahami ajaran-ajaran Alkitab lainnya. Misalnya, sewaktu Anda tahu bahwa orang mati tidak pindah ke alam roh,
janji kehidupan abadi dalam Firdaus di bumi akan lebih nyata
bagi Anda.
20 Lama berselang, Ayub, pria yang adil-benar, mengajukan
pertanyaan ini, ”Jika laki-laki mati dapatkah ia hidup lagi?”
(Ayub 14:14) Dapatkah orang yang tak bernyawa yang tidur dalam kematian dihidupkan kembali? Apa yang Alkitab ajarkan
tentang hal ini sangat menghibur, sebagaimana akan diperlihatkan dalam pasal berikutnya.
18. Penyembahan orang mati didasarkan pada dusta apa?
19. Dengan mengetahui kebenaran tentang kematian, kita dibantu untuk memahami ajaran lain apa dari Alkitab?
20. Pertanyaan apa yang akan kita bahas dalam pasal berikutnya?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Orang mati tidak dapat melihat atau mendengar atau berpikir.—Pengkhotbah 9:5.
ˇ Orang mati sedang beristirahat; mereka tidak
menderita.—Yohanes 11:11.
ˇ Manusia mati karena mewarisi dosa dari Adam.
—Roma 5:12.
PASAL TUJUH
Harapan Sejati bagi Orang-Orang
Tercinta yang Telah Meninggal
Bagaimana kita tahu bahwa orang mati
pasti dibangkitkan?
Apakah Yehuwa memang ingin
membangkitkan orang mati?
Siapa yang akan dibangkitkan?
BAYANGKAN Anda sedang lari dikejar musuh yang kejam. Ia
jauh lebih kuat dan lebih gesit. Ia tak kenal belas kasihan karena
Anda pernah melihatnya membunuh beberapa sahabat Anda.
Sekencang apa pun Anda berlari, ia kian mendekat. Anda nyaris putus asa. Tetapi, tiba-tiba muncullah seorang penyelamat. Ia
jauh lebih kuat daripada musuh Anda, dan ia berjanji akan menolong Anda. Oh, betapa leganya!
2 Dapat dikatakan, kita semua, termasuk Anda, sedang dikejar
oleh musuh seperti itu. Sebagaimana telah kita pelajari dalam
pasal sebelumnya, Alkitab menyebut kematian sebagai musuh.
Tidak seorang pun dari kita dapat lari darinya atau melawannya.
Kebanyakan dari kita telah melihat musuh ini menelan nyawa orang-orang yang kita cintai. Tetapi, Yehuwa jauh lebih kuat
daripada kematian. Ia adalah Penyelamat yang pengasih yang
sudah menunjukkan bahwa Ia dapat mengalahkan musuh itu.
Dan, Ia berjanji akan membinasakan musuh tersebut, yaitu kematian, secara tuntas. Alkitab mengajarkan, ”Sebagai musuh
terakhir, kematian akan ditiadakan.” (1 Korintus 15:26) Itu benar-benar kabar baik!
3 Mari kita bahas terlebih dahulu bagaimana perasaan kita
1-3. Apa musuh yang mengejar kita semua, dan mengapa kita akan merasa agak lega dengan membahas apa yang Alkitab ajarkan?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
67
apabila teman kita meninggal. Dengan demikian, kita akan lebih memahami suatu janji yang akan membuat kita bahagia.
Ya, Yehuwa berjanji bahwa orang mati akan hidup lagi. (Yesaya
26:19) Mereka akan dihidupkan kembali. Jadi, orang yang sudah mati punya harapan untuk dibangkitkan.
APABILA ORANG TERCINTA MENINGGAL
Pernahkah Anda kehilangan seseorang yang Anda cintai?
Kepedihan hati, dukacita, dan perasaan tidak berdaya seolaholah tak tertanggungkan. Pada saat-saat seperti itu, kita perlu
mencari penghiburan dari Firman Allah. (2 Korintus 1:3, 4) Dengan mempelajari Alkitab, kita dapat lebih mengerti bagaimana
perasaan Yehuwa dan Yesus terhadap kematian. Yesus, yang
dengan sempurna mencerminkan Bapaknya, tahu betapa pedihnya ditinggal mati seseorang. (Yohanes 14:9) Apabila Yesus
berada di Yerusalem, ia biasanya mengunjungi Lazarus dan saudara-saudaranya, Maria dan Marta, yang tinggal tidak jauh dari
situ, di desa Betani. Mereka menjadi sahabat karibnya. Alkitab
mengatakan, ”Yesus mengasihi Marta dan saudara perempuannya dan Lazarus.” (Yohanes 11:5) Tetapi, seperti yang kita
pelajari di pasal sebelumnya, suatu ketika Lazarus mati.
5 Bagaimana perasaan Yesus ketika sahabatnya meninggal?
Dalam kisah itu diceritakan bahwa Yesus mengunjungi sanak
keluarga dan sahabat-sahabat Lazarus yang sedang berkabung.
Ketika melihat mereka, Yesus sangat terharu. Ia ”mengerang dalam roh dan merasa susah”. Lalu, menurut kisah itu, ”Yesus
meneteskan air mata.” (Yohanes 11:33, 35) Apakah kesedihan
Yesus mengartikan bahwa ia tidak mempunyai harapan? Sama
sekali tidak. Sebenarnya, Yesus tahu bahwa sesuatu yang menakjubkan bakal terjadi. (Yohanes 11:3, 4) Namun, ia tetap
merasakan kepedihan dan dukacita akibat kematian.
6 Dari satu segi, kesedihan Yesus membesarkan hati kita,
4
4. (a) Mengapa reaksi Yesus terhadap kematian orang yang tercinta
mengajar kita tentang perasaan Yehuwa? (b) Persahabatan istimewa apa
yang Yesus jalin?
5, 6. (a) Bagaimana tanggapan Yesus ketika ia berada di tengah-tengah keluarga dan sahabat-sahabat Lazarus yang sedang berdukacita?
(b) Mengapa kesedihan Yesus membesarkan hati kita?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
68
karena hal itu menunjukkan bahwa Yesus dan Bapaknya,
Yehuwa, membenci kematian. Tetapi, Allah Yehuwa mampu
melawan dan mengalahkan musuh itu! Mari kita lihat kemampuan yang Allah berikan kepada Yesus.
”LAZARUS, MARILAH KE LUAR!”
Jenazah Lazarus telah diletakkan di sebuah gua, dan Yesus
minta agar batu yang menutup pintu gua itu disingkirkan. Marta berkeberatan karena Lazarus sudah mati selama empat hari
sehingga mayatnya pasti sudah mulai membusuk. (Yohanes
11:39) Dari sudut pandangan manusia, semua harapan tentu telah sirna.
8 Namun, batu itu disingkirkan juga, dan Yesus berseru dengan keras, ”Lazarus, marilah ke luar!” Lalu, apa yang terjadi?
”Orang yang telah mati itu keluar.” (Yohanes 11:43, 44) Dapatkah Anda bayangkan betapa senangnya orang-orang yang ada
di sana? Entah Lazarus itu adik, sanak keluarga, sahabat, atau
tetangga mereka, setahu mereka, ia sudah meninggal. Namun,
itu dia, orang yang mereka cintai, ada lagi bersama mereka. Ia
masih sama seperti sebelum ia meninggal. Kelihatannya sulit dipercaya! Banyak orang tentu bersukacita dan memeluk Lazarus.
Benar-benar suatu kemenangan atas kematian!
9 Yesus tidak mengaku telah melakukan mukjizat yang menakjubkan itu dengan kuasanya sendiri. Dalam doanya persis
sebelum memanggil Lazarus, ia membuat jelas bahwa Yehuwa-lah yang melakukan kebangkitan itu. (Yohanes 11:
41, 42) Bukan kali ini saja Yehuwa menggunakan kuasa-Nya
untuk membangkitkan orang mati. Kebangkitan Lazarus hanya
satu di antara sembilan mukjizat kebangkitan yang dicatat dalam
Firman Allah.1 Membaca dan mempelajari kisah-kisah tersebut
7
1 Kisah-kisah lainnya terdapat di 1 Raja 17:17-24; 2 Raja 4:32-37; 13:20, 21;
Matius 28:5-7; Lukas 7:11-17; 8:40-56; Kisah 9:36-42; dan 20:7-12.
7, 8. Dalam pandangan para pelayat, mengapa tampaknya tidak ada harapan lagi bagi Lazarus, tetapi apa yang Yesus lakukan?
9, 10. (a) Bagaimana Yesus menyingkapkan siapa yang memberinya
kuasa untuk membangkitkan Lazarus? (b) Apa saja manfaat membaca
kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab?
Elia membangkitkan putra
seorang janda.—1 Raja 17:17-24
Rasul Petrus
membangkitkan wanita
Kristen yang bernama
Dorkas.—Kisah 9:36-42
Kebangkitan Lazarus
mendatangkan sukacita
besar.—Yohanes 11:38-44
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
70
membuat kita bersukacita. Kisah-kisah tersebut mengajar kita
bahwa Allah tidak berat sebelah, sebab yang dibangkitkan mencakup orang tua dan muda, pria dan wanita, orang Israel dan
non-Israel. Dan, betapa besar sukacita yang dilukiskan dalam
ayat-ayat itu! Misalnya, ketika Yesus membangkitkan seorang gadis remaja, orang tuanya ”sangat takjub dengan kegembiraan
yang meluap-luap”. (Markus 5:42) Ya, Yehuwa telah memberi
mereka sukacita yang tidak akan pernah mereka lupakan.
10 Memang, orang-orang yang dibangkitkan oleh Yesus akhirnya mati lagi. Jadi, apakah percuma saja mereka dibangkitkan?
Sama sekali tidak. Kisah-kisah Alkitab itu meneguhkan kebenaran-kebenaran yang penting dan memberi kita harapan.
PELAJARAN DARI KISAH-KISAH KEBANGKITAN
Alkitab mengajarkan bahwa orang mati ”sama sekali tidak
sadar akan apa pun”. Mereka tidak hidup dan tidak berada dalam keadaan sadar di suatu tempat. Kisah Lazarus meneguhkan
hal ini. Setelah hidup lagi, apakah Lazarus membuat orang terpukau oleh ceritanya tentang surga? Atau, apakah ia membuat
mereka takut oleh cerita-cerita mengerikan tentang neraka yang
menyala-nyala? Tidak. Alkitab tidak mengatakan bahwa Lazarus
menceritakan hal-hal itu. Sewaktu mati selama empat hari, ia
”sama sekali tidak sadar akan apa pun”. (Pengkhotbah 9:5) Lazarus hanya tidur dalam kematian.—Yohanes 11:11.
12 Kisah Lazarus juga mengajar kita bahwa kebangkitan benar-benar terjadi, bukan hanya dongeng. Yesus membangkitkan
Lazarus di hadapan banyak saksi mata. Bahkan para pemimpin agama, yang membenci Yesus, tidak menyangkal mukjizat
itu. Mereka mengatakan, ”Apa yang harus kita lakukan, karena
orang itu [Yesus] mengadakan banyak tanda?” (Yohanes 11:47)
Banyak orang datang untuk melihat pria yang telah dibangkitkan itu. Hasilnya, semakin banyak lagi yang beriman kepada
Yesus. Bagi mereka, Lazarus adalah bukti hidup bahwa Ye11
11. Bagaimana kisah kebangkitan Lazarus ikut meneguhkan kebenaran
yang dicatat di Pengkhotbah 9:5?
12. Mengapa kita dapat yakin bahwa kebangkitan Lazarus benar-benar
terjadi?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
71
sus diutus oleh Allah. Bukti itu begitu kuat sehingga beberapa pemimpin agama Yahudi yang keras hati berencana untuk
membunuh Yesus maupun Lazarus.—Yohanes 11:53; 12:9-11.
13 Apakah realistis untuk percaya bahwa kebangkitan benarbenar terjadi? Ya, sebab Yesus mengajarkan bahwa pada suatu
hari ’semua orang dalam makam peringatan’ akan dibangkitkan. (Yohanes 5:28) Yehuwa adalah Pencipta segala bentuk
kehidupan. Apakah sulit untuk percaya bahwa Ia dapat menciptakan kembali kehidupan? Memang, hal itu sangat bergantung
pada daya ingat Yehuwa. Dapatkah Ia mengingat orangorang yang kita cintai yang telah meninggal? Bintang-bintang
di alam semesta ini tak terhitung banyaknya, namun Allah
dapat menyebutkan nama setiap bintang! (Yesaya 40:26) Jadi,
Allah Yehuwa dapat mengingat orang-orang tercinta yang telah
meninggal, sampai ke hal-hal yang terkecil, dan Ia dapat menghidupkan mereka lagi.
14 Tetapi, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan
orang mati? Alkitab mengajarkan bahwa Ia ingin sekali melakukannya. Pria yang setia bernama Ayub bertanya, ”Jika laki-laki
mati dapatkah ia hidup lagi?” Ayub sedang berbicara tentang
orang mati dalam kuburan yang menunggu saatnya untuk diingat Allah. Ia mengatakan kepada Yehuwa, ”Engkau akan
memanggil, dan aku akan menjawab. Kepada karya tanganmu
engkau akan rindu.”—Ayub 14:13-15.
15 Coba pikir! Yehuwa benar-benar rindu untuk menghidupkan kembali orang mati. Kita tentu merasa gembira, bukan,
mengetahui bahwa begitulah perasaan Yehuwa? Tetapi, mengenai kebangkitan di masa depan, siapa yang akan dibangkitkan,
dan di mana?
16
’SEMUA ORANG DALAM MAKAM PERINGATAN’
Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab banyak mengajar
13. Apa dasarnya untuk percaya bahwa Yehuwa sungguh dapat membangkitkan orang mati?
14, 15. Sebagaimana digambarkan dalam kata-kata Ayub, apakah Yehuwa memang ingin membangkitkan orang mati?
16. Orang mati akan dibangkitkan untuk hidup di bawah keadaan apa?
72
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
kita tentang kebangkitan yang akan terjadi di masa depan. Pada
zaman dahulu, orang-orang yang dihidupkan kembali di bumi
ini dipersatukan lagi dengan orang-orang yang mereka cintai.
Hal yang sama juga akan terjadi di masa depan—tetapi jauh lebih baik. Seperti yang telah kita pelajari di Pasal 3, Allah telah
menetapkan bahwa seluruh bumi ini akan dijadikan firdaus.
Maka, orang mati tidak akan dibangkitkan untuk hidup di dunia yang penuh dengan peperangan, kejahatan, dan penyakit.
Mereka akan memiliki kesempatan untuk hidup selama-lamanya di bumi ini di bawah keadaan yang penuh damai dan
bahagia.
17 Siapa yang akan dibangkitkan? Yesus mengatakan bahwa
’semua orang dalam makam peringatan akan mendengar suara
Yesus lalu keluar’. (Yohanes 5:28, 29) Demikian pula, Penyingkapan 20:13 mengatakan, ”Laut menyerahkan orang-orang
mati yang ada di dalamnya, dan kematian dan Hades menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya.” ”Hades”
memaksudkan kuburan umum umat manusia. (Lihat Apendiks,
halaman 212-13.) Semua kuburan itu akan dikosongkan. Miliaran orang yang beristirahat di sana akan hidup kembali. Rasul
Paulus mengatakan, ”Akan ada kebangkitan untuk orang-orang
yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar.” (Kisah 24:15)
Apa artinya itu?
18 ”Orang-orang yang adil-benar” mencakup banyak orang
yang kisahnya kita baca dalam Alkitab dan yang hidup sebelum
Yesus datang ke bumi. Nuh, Abraham, Sara, Musa, Rut, Ester,
dan banyak lagi mungkin muncul dalam ingatan Anda. Beberapa pria dan wanita yang beriman itu disebutkan di buku Ibrani
pasal 11. Tetapi, ”orang-orang yang adil-benar” juga mencakup
hamba-hamba Yehuwa yang mati pada zaman kita. Jadi, karena
ada harapan kebangkitan, kita tidak perlu takut lagi akan kematian.—Ibrani 2:15.
17. Seberapa luaskah jangkauan kebangkitan?
18. Siapa yang termasuk di antara ’orang-orang adil-benar’ yang akan
dibangkitkan, dan bagaimana perasaan Anda sendiri terhadap harapan
ini?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
73
19 Bagaimana dengan semua orang yang tidak melayani atau
menaati Yehuwa karena mereka tidak pernah mengenal Dia?
Miliaran orang ”yang tidak adil-benar” itu tidak akan dilupakan.
Mereka juga akan dibangkitkan dan diberi waktu untuk belajar tentang Allah yang benar dan melayani Dia. Selama suatu
periode seribu tahun, orang mati akan dibangkitkan dan diberi kesempatan untuk melayani Yehuwa bersama orang-orang
yang beriman di bumi. Masa itu benar-benar menakjubkan. Dalam Alkitab, periode itu disebut Hari Penghakiman.1
20 Apakah ini berarti bahwa setiap orang yang pernah hidup akan dibangkitkan? Tidak. Alkitab mengatakan bahwa ada
orang mati yang berada di ”Gehena”. (Lukas 12:5) Nama Gehena berasal dari sebuah lokasi pembuangan sampah di luar kota
Yerusalem kuno. Mayat para penjahat yang keji juga dibuang
dan dibakar di sana, karena orang Yahudi menganggap mereka
tidak layak dikuburkan dan dibangkitkan. Jadi, Gehena cocok
untuk melambangkan kebinasaan kekal. Meskipun Yesus akan
berperan untuk menghakimi orang yang hidup dan mati, Yehuwa-lah yang menjadi Hakim terakhir. (Kisah 10:42) Ia tidak akan
membangkitkan orang-orang yang Ia vonis sebagai orang yang
fasik dan tidak mau berubah.
KEBANGKITAN KE SURGA
Alkitab juga menyebutkan kebangkitan lain, yaitu untuk hidup sebagai makhluk roh di surga. Alkitab hanya mencatat satu
contoh dari kebangkitan ini, yaitu kebangkitan Yesus Kristus.
22 Setelah Yesus dibunuh, Yehuwa tidak membiarkan PutraNya yang setia itu tetap berada dalam kuburan. (Mazmur 16:10;
Kisah 13:34, 35) Allah membangkitkan Yesus, tetapi tidak untuk
hidup sebagai manusia lagi. Rasul Petrus menjelaskan bahwa
21
1 Untuk mendapat lebih banyak keterangan tentang Hari Penghakiman
dan dasar untuk penghakiman, silakan lihat Apendiks, halaman 213-15.
19. Siapakah orang-orang ”yang tidak adil-benar”, dan kesempatan apa
yang dengan baik hati Yehuwa ulurkan kepada mereka?
20. Apakah Gehena itu, dan siapa yang pergi ke sana?
21, 22. (a) Kebangkitan apa lagi yang disebutkan? (b) Siapakah yang
pertama kali dibangkitkan untuk hidup sebagai makhluk roh?
74
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Kristus ”dibunuh sebagai manusia, tetapi dihidupkan sebagai
roh”. (1 Petrus 3:18) Sungguh luar biasa mukjizat itu. Yesus hidup lagi sebagai pribadi roh yang perkasa! (1 Korintus 15:3-6)
Yesus adalah pribadi yang paling pertama menerima kebangkitan yang mulia ini. (Yohanes 3:13) Tetapi, dia bukan yang
terakhir.
23 Yesus tahu bahwa ia tidak lama lagi akan kembali ke
surga, maka ia memberi tahu para pengikutnya yang setia bahwa ia akan ”menyiapkan tempat” bagi mereka. (Yohanes 14:2)
Orang-orang yang akan pergi ke surga itu Yesus sebut sebagai
”kawanan kecil”-nya. (Lukas 12:32) Berapa banyak orang Kristen setia yang termasuk dalam kelompok yang relatif kecil itu?
Menurut Penyingkapan 14:1, rasul Yohanes mengatakan, ”Aku
memandang, dan, lihat! Anak Domba itu [Yesus Kristus] berdiri
di Gunung Zion, dan bersama dia seratus empat puluh empat
ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama dia dan nama Bapaknya.”
24 Ke-144.000 orang Kristen itu, termasuk rasul-rasul Yesus
yang setia, dibangkitkan untuk hidup di surga. Kapan mereka dibangkitkan? Rasul Paulus menulis bahwa hal itu akan
terjadi pada masa kehadiran Kristus. (1 Korintus 15:23) Sebagaimana yang akan Anda pelajari di Pasal 9, kita sekarang hidup
pada masa itu. Jadi, sedikit orang yang tersisa dari ke-144.000
itu, yang mati pada zaman kita, langsung dibangkitkan untuk hidup di surga. (1 Korintus 15:51-55) Tetapi, sebagian besar
umat manusia mempunyai harapan akan dibangkitkan di masa
depan untuk hidup dalam Firdaus di bumi.
25 Ya, Yehuwa benar-benar akan mengalahkan musuh kita, yaitu kematian, yang akan dilenyapkan untuk selama-lamanya!
(Yesaya 25:8) Namun, Anda mungkin bertanya-tanya, ’Apa yang
akan dilakukan oleh orang-orang yang dibangkitkan ke surga?’
Mereka akan menjadi bagian dari pemerintahan Kerajaan yang
menakjubkan di surga. Kita akan belajar lebih banyak tentang
pemerintahan itu di pasal berikutnya.
23, 24. ”Kawanan kecil” Yesus terdiri dari siapa, dan berapa jumlah mereka?
25. Apa yang akan dibahas dalam pasal berikutnya?
Harapan Sejati bagi Orang-Orang Tercinta yang Telah Meninggal
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kisah-kisah kebangkitan dalam Alkitab memberi
kita harapan yang pasti.—Yohanes 11:39-44.
ˇ Yehuwa ingin sekali menghidupkan kembali
orang mati.—Ayub 14:13-15.
ˇ Semua yang berada dalam kuburan umum umat
manusia akan dibangkitkan.—Yohanes 5:28, 29.
Di Firdaus, orang mati akan bangkit
dan dipersatukan kembali dengan
orang-orang yang mereka cintai
75
PASAL DELAPAN
Apakah Kerajaan Allah Itu?
Apa saja yang Alkitab katakan tentang Kerajaan Allah?
Apa yang akan dilakukan Kerajaan Allah?
Kapan Kerajaan itu akan mewujudkan
kehendak Allah di bumi?
JUTAAN orang di seluruh dunia mengenal baik doa yang sering disebut Doa Bapak Kami. Itu adalah doa terkenal yang
diberikan sebagai contoh doa oleh Yesus Kristus sendiri. Pokok-pokok dalam doa itu sangat dalam maknanya, dan
pembahasan tentang tiga permohonan pertama dalam doa
itu akan membantu Anda mengetahui lebih banyak tentang
apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan.
2 Pada awal contoh doa ini, Yesus mengatakan kepada para
pendengarnya, ”Beginilah kamu harus berdoa: ’Bapak kami
yang di surga, biarlah namamu disucikan. Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga,
demikian pula di atas bumi.’ ” (Matius 6:9-13) Apa arti ketiga
permohonan itu?
3 Kita sudah banyak belajar tentang nama Allah, yaitu Yehuwa. Dan, sedikit banyak kita sudah membahas kehendak Allah
—apa yang sudah dan masih akan Ia lakukan bagi umat manusia. Jadi, apa yang Yesus maksudkan ketika ia menyuruh kita
berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang”? Apakah Kerajaan Allah
itu? Bagaimana kedatangannya akan menyucikan, atau menguduskan, nama Allah? Dan, apa kaitan antara datangnya
Kerajaan itu dan terjadinya kehendak Allah?
1. Doa terkenal apa yang akan diulas?
2. Yesus mengajar murid-muridnya untuk mendoakan tiga hal apa?
3. Apa yang perlu kita ketahui tentang Kerajaan Allah?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
77
APAKAH KERAJAAN ALLAH ITU?
Kerajaan Allah adalah suatu pemerintahan yang didirikan oleh Allah Yehuwa dengan seorang Raja yang dipilih
Allah. Siapakah Rajanya? Yesus Kristus. Sebagai Raja, Yesus lebih mulia daripada semua penguasa manusia, dan ia disebut
”Raja atas mereka yang memerintah sebagai raja dan Tuan
atas mereka yang memerintah sebagai tuan”. (1 Timotius 6:
15) Ia memiliki kuasa untuk melakukan jauh lebih banyak
kebaikan daripada penguasa manusia mana pun, bahkan daripada penguasa yang terbaik.
5 Dari manakah Kerajaan Allah akan memerintah? Nah, di
manakah Yesus sekarang? Anda tentu ingat bahwa ia dibunuh pada tiang siksaan, lalu dibangkitkan. Tidak lama setelah
itu, ia naik ke surga. (Kisah 2:33) Jadi, di situlah Kerajaan
Allah berada—di surga. Itulah sebabnya Alkitab menyebutnya ’kerajaan surgawi’. (2 Timotius 4:18) Meskipun berada di
surga, Kerajaan Allah akan memerintah atas bumi.—Penyingkapan 11:15.
6 Mengapa Yesus adalah Raja yang luar biasa? Satu alasannya, ia tidak akan mati. Untuk membandingkan Yesus
dengan raja-raja manusia, Alkitab menyebutnya ”pribadi
satu-satunya yang mempunyai peri tidak berkematian, yang
tinggal dalam terang yang tidak terhampiri”. (1 Timotius 6:
16) Itu berarti semua kebaikan yang Yesus lakukan akan
langgeng. Dan, ia pasti akan melakukan banyak hal yang benar-benar bermanfaat bagi rakyatnya.
7 Perhatikan nubuat Alkitab tentang Yesus, ”Roh Yehuwa akan menetap padanya, roh hikmat dan roh pengertian,
roh nasihat dan roh keperkasaan, roh pengetahuan dan roh
takut akan Yehuwa; ia memperoleh kesenangan dalam hal takut akan Yehuwa. Ia tidak akan menghakimi berdasarkan apa
yang tampak di matanya saja, ataupun menegur menurut
4
4. Apakah Kerajaan Allah itu, dan siapakah Rajanya?
5. Dari mana Kerajaan Allah memerintah, dan atas siapa?
6, 7. Mengapa Yesus adalah Raja yang luar biasa?
78
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
apa yang didengar oleh telinganya saja. Ia akan menghakimi
orang kecil dengan keadilbenaran, dan dengan kelurusan
hati ia akan memberikan teguran demi orang-orang yang
lembut hati di bumi.” (Yesaya 11:2-4) Kata-kata tersebut menunjukkan bahwa Yesus pasti akan menjadi Raja yang
adil-benar dan beriba hati kepada rakyatnya di bumi. Inginkah Anda memiliki penguasa seperti itu?
8 Ada fakta lain tentang Kerajaan Allah: Yesus tidak akan
memerintah sendirian. Akan ada orang-orang lain yang memerintah bersamanya. Buktinya, rasul Paulus memberi tahu
Timotius, ”Jika kita terus bertekun, kita juga akan memerintah bersama dia sebagai raja.” (2 Timotius 2:12) Ya, Paulus,
Timotius, dan orang-orang setia lainnya yang Allah pilih
akan memerintah bersama Yesus dalam Kerajaan surgawi. Berapa banyak orang yang akan mendapat hak istimewa itu?
9 Seperti ditunjukkan di Pasal 7 buku ini, dalam suatu
penglihatan, rasul Yohanes melihat ”Anak Domba itu [Yesus Kristus] berdiri di Gunung Zion [tempat kedudukannya
sebagai raja di surga], dan bersama dia seratus empat puluh
empat ribu orang dan di dahi mereka tertulis nama dia dan
nama Bapaknya”. Siapakah ke-144.000 orang itu? Yohanes
sendiri memberi tahu kita, ”Mereka ini adalah orang-orang
yang terus mengikuti Anak Domba itu ke mana pun ia pergi. Mereka ini dibeli dari antara umat manusia sebagai buah
sulung bagi Allah dan bagi Anak Domba.” (Penyingkapan 14:
1, 4) Ya, mereka adalah para pengikut Yesus Kristus yang setia
yang khusus dipilih untuk memerintah di surga bersamanya.
Setelah dibangkitkan dari kematian untuk hidup di surga,
”mereka akan memerintah sebagai raja-raja atas bumi” bersama Yesus. (Penyingkapan 5:10) Sejak zaman rasul-rasul, Allah
telah memilih orang-orang Kristen yang setia untuk melengkapi jumlah 144.000.
8. Siapa yang akan memerintah bersama Yesus?
9. Berapa banyak orang yang akan memerintah bersama Yesus, dan kapan Allah mulai memilih mereka?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
79
Sangatlah pengasih bahwa umat manusia akan diperintah oleh Yesus dan ke-144.000 orang itu. Alasannya antara
lain, Yesus tahu bagaimana rasanya menjadi manusia
dan menderita. Paulus mengatakan bahwa Yesus ”bukanlah
pribadi yang tidak dapat bersimpati terhadap kelemahan-kelemahan kita, tetapi pribadi yang telah diuji dalam segala
hal seperti kita sendiri, namun tanpa dosa”. (Ibrani 4:15; 5:8)
Rekan-rekannya juga telah menderita dan bertekun sebagai
manusia. Selain itu, mereka pernah berjuang menghadapi
ketidaksempurnaan dan harus mengatasi segala macam penyakit. Mereka pasti akan memahami problem-problem yang
dihadapi manusia!
10
APA YANG AKAN DILAKUKAN KERAJAAN ALLAH?
Ketika Yesus menyuruh murid-muridnya berdoa agar Kerajaan Allah datang, ia juga menyuruh mereka berdoa agar
kehendak Allah terjadi, ”seperti di surga, demikian pula di
atas bumi”. Allah ada di surga, dan di sana kehendak-Nya selalu terjadi atau dilaksanakan oleh para malaikat yang setia.
Tetapi, di Pasal 3 buku ini kita belajar bahwa pada suatu waktu ada malaikat jahat yang tidak lagi melaksanakan kehendak
Allah dan membuat Adam dan Hawa berdosa. Di Pasal 10,
kita akan belajar lebih banyak tentang apa yang Alkitab ajarkan mengenai malaikat yang fasik itu, yang disebut Setan si
Iblis. Setan dan para malaikat yang memilih untuk mengikuti dia, yang disebut hantu-hantu, diizinkan tinggal di
surga selama suatu waktu. Jadi, selama masa itu, tidak semua
penghuni surga melakukan kehendak Allah. Namun, keadaan itu berubah sewaktu Kerajaan Allah mulai memerintah.
Raja yang baru ditakhtakan, Yesus Kristus, melancarkan perang melawan Setan.—Penyingkapan 12:7-9.
11
10. Mengapa sangatlah pengasih bahwa umat manusia akan diperintah
oleh Yesus dan ke-144.000 orang itu?
11. Menurut Yesus, apa yang harus didoakan murid-muridnya mengenai kehendak Allah?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
80
Kata-kata nubuat berikut ini menggambarkan apa yang
terjadi, ”Aku mendengar suatu suara yang keras di surga
mengatakan, ’Sekarang keselamatan dan kuasa dan kerajaan
Allah kita dan wewenang Kristusnya telah menjadi kenyataan
karena [Setan] penuduh saudara-saudara kita, yang menuduh mereka siang dan malam di hadapan Allah kita, telah
dicampakkan!’ ” (Penyingkapan 12:10) Apakah Anda memperhatikan dua peristiwa sangat penting yang digambarkan
di ayat itu? Pertama, Kerajaan Allah di bawah Yesus Kristus
mulai memerintah. Kedua, Setan dicampakkan dari surga ke
bumi.
13 Apa dampak kedua peristiwa itu? Mengenai apa yang
terjadi di surga, kita membaca, ”Karena itu, bergembiralah,
hai, surga, dan kamu yang berdiam di dalamnya!” (Penyingkapan 12:12) Ya, para malaikat yang setia di surga bersukacita
karena setelah Setan dan hantu-hantunya disingkirkan,
surga hanya dihuni oleh makhluk-makhluk yang setia kepada Allah Yehuwa. Mereka menikmati keadaan yang penuh
damai dan harmonis tanpa gangguan. Pada waktu itu, kehendak Allah pun terjadi di surga.
14 Tetapi, bagaimana dengan bumi? Alkitab mengatakan,
”Celaka bagi bumi dan bagi laut, sebab si Iblis telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar, karena ia tahu
bahwa waktunya tinggal sedikit.” (Penyingkapan 12:12) Setan marah karena ia dicampakkan dari surga dan waktu yang
tersisa baginya tinggal sedikit. Dalam kemarahannya, ia menimbulkan kesengsaraan, atau ”celaka”, di bumi. Kita akan
belajar lebih banyak tentang ”celaka” itu di pasal berikutnya.
Tetapi kalau begitu, kita mungkin bertanya, Bagaimana Kerajaan itu dapat mewujudkan kehendak Allah di bumi?
15 Nah, Anda tentu ingat apa kehendak Allah bagi bumi.
Anda sudah belajar tentang hal itu di Pasal 3. Di Eden, Allah
12
12.
13.
14.
15.
Dua peristiwa penting apa digambarkan di Penyingkapan 12:10?
Apa dampaknya setelah Setan dicampakkan dari surga?
Apa yang terjadi setelah Setan dicampakkan ke bumi?
Apa kehendak Allah bagi bumi?
Apakah Kerajaan Allah Itu?
81
menunjukkan bahwa Ia menghendaki agar bumi ini menjadi
firdaus yang dipenuhi dengan umat manusia yang adil-benar
dan tidak akan pernah mati. Setan menyebabkan Adam dan
Hawa berdosa, dan hal itu mempengaruhi terwujudnya kehendak Allah bagi bumi, tetapi tidak mengubahnya. Yehuwa
tetap menginginkan agar ’orang-orang adil-benar memiliki
bumi dan mendiaminya untuk selama-lamanya’. (Mazmur
37:29) Dan, Kerajaan Allah akan mewujudkan hal itu. Bagaimana caranya?
16 Perhatikan nubuat di Daniel 2:44. Kita membaca, ”Pada
zaman raja-raja itu, Allah yang berkuasa atas surga akan mendirikan suatu kerajaan yang tidak akan pernah binasa. Dan
kerajaan itu tidak akan beralih kepada bangsa lain. Kerajaan
itu akan meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini,
dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu.”
Apa yang dikatakan ayat itu tentang Kerajaan Allah?
17 Pertama, kita diberi tahu bahwa Kerajaan Allah akan
didirikan ”pada zaman raja-raja itu”, atau sewaktu kerajaankerajaan lain masih berkuasa. Kedua, Kerajaan itu akan tetap
ada untuk selama-lamanya, tidak akan ditaklukkan dan digantikan oleh pemerintahan lain. Ketiga, akan ada perang
antara Kerajaan Allah dan kerajaan-kerajaan di dunia ini.
Kerajaan Allah akan menang dan akhirnya menjadi satu-satunya pemerintahan atas umat manusia. Pada waktu itulah
manusia akan menikmati pemerintahan yang paling baik.
18 Alkitab memuat banyak keterangan tentang perang terakhir itu, antara Kerajaan Allah dan semua pemerintahan
di dunia ini. Antara lain, Alkitab mengajarkan bahwa seraya
perang itu mendekat, roh-roh yang fasik akan menyebarkan
dusta untuk memperdayakan ”raja-raja seluruh bumi yang
berpenduduk”. Apa tujuannya? ”Untuk mengumpulkan
mereka [raja-raja itu] menuju perang pada hari besar Allah
16, 17. Apa yang dikatakan Daniel 2:44 tentang Kerajaan Allah?
18. Apa nama pertempuran terakhir antara Kerajaan Allah dan semua
pemerintahan di dunia ini?
82
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Yang Mahakuasa.” Raja-raja di bumi akan dikumpulkan ke
”tempat yang dalam bahasa Ibrani disebut Har–Magedon”.
(Penyingkapan 16:14, 16) Berdasarkan kedua ayat itu, pertempuran terakhir antara semua pemerintahan manusia dan
Kerajaan Allah disebut Har–Magedon, atau Armagedon.
19 Apa yang akan dicapai oleh Kerajaan Allah melalui Armagedon? Anda masih ingat, bukan, apa kehendak Allah bagi
bumi? Allah Yehuwa telah menetapkan agar bumi dipenuhi
dengan umat manusia yang adil-benar dan sempurna, yang
melayani Dia di Firdaus. Hal itu belum terwujud sekarang,
antara lain, karena kita masih berdosa, bisa jatuh sakit, dan
mati. Tetapi, kita belajar di Pasal 5 bahwa Yesus mati bagi kita
agar kita dapat hidup untuk selama-lamanya. Anda mungkin ingat kata-kata yang dicatat di Injil Yohanes, ”Allah begitu
mengasihi dunia ini, ia memberikan Putra satu-satunya yang
diperanakkan, agar setiap orang yang memperlihatkan iman
akan dia tidak akan dibinasakan melainkan memperoleh kehidupan abadi.”—Yohanes 3:16.
20 Problem lain ialah banyak orang melakukan hal-hal
yang fasik. Mereka berdusta, menipu, dan melakukan hal-hal
yang amoral. Mereka tidak mau melakukan kehendak Allah.
Orang yang melakukan hal-hal yang fasik akan dibinasakan
dalam perang Allah di Armagedon. (Mazmur 37:10) Alasan
lain lagi mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi
ialah karena pemerintahan-pemerintahan yang ada sekarang tidak menganjurkan orang untuk melakukan kehendak
Allah. Banyak pemerintahan kurang tegas, kejam, atau korup.
Alkitab dengan terus terang mengatakan, ”Manusia menguasai manusia sehingga ia celaka.”—Pengkhotbah 8:9.
21 Setelah Armagedon, hanya akan ada satu pemerintahan saja atas umat manusia, yaitu Kerajaan Allah. Kerajaan
itu akan melaksanakan kehendak Allah dan mendatangkan
berkat-berkat yang menakjubkan. Misalnya, Kerajaan itu
19, 20. Mengapa kehendak Allah belum terjadi di bumi sekarang ini?
21. Bagaimana Kerajaan Allah akan mewujudkan kehendak Allah di
bumi?
Setelah Setan dan hantu-hantunya
dicampakkan dari surga,
bumi mengalami celaka.
Kesusahan ini akan segera berakhir
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
84
akan menyingkirkan Setan dan hantu-hantunya. (Penyingkapan 20:1-3) Kuasa korban tebusan Yesus mulai bekerja
sehingga manusia yang setia tidak akan jatuh sakit dan mati
lagi, tetapi mereka dapat hidup selama-lamanya di bawah pemerintahan Kerajaan itu. (Penyingkapan 22:1-3) Bumi ini
akan dijadikan firdaus. Jadi, Kerajaan itu akan mewujudkan
kehendak Allah di bumi dan akan menyucikan nama Allah.
Apa artinya itu? Itu berarti bahwa pada akhirnya, di bawah
Kerajaan Allah, segala yang hidup akan menghormati nama
Yehuwa.
KAPAN KERAJAAN ALLAH AKAN BERTINDAK?
Ketika Yesus menyuruh para pengikutnya berdoa, ”Biarlah kerajaanmu datang,” jelaslah bahwa pada waktu itu,
Kerajaan tersebut belum datang. Apakah Kerajaan itu datang
pada waktu Yesus naik ke surga? Tidak, karena Petrus maupun Paulus mengatakan bahwa setelah Yesus dibangkitkan,
nubuat di Mazmur 110:1 tergenap pada dirinya, ”Ucapan Yehuwa kepada Tuanku, ’Duduklah di sebelah kananku sampai
aku menempatkan musuh-musuhmu sebagai tumpuan kakimu.’ ” (Kisah 2:32-35; Ibrani 10:12, 13) Ada masa penantian.
23 Untuk berapa lama? Pada abad ke-19 dan ke-20, siswasiswa Alkitab yang tulus secara progresif memahami bahwa
22
22. Dari mana kita tahu bahwa Kerajaan Allah tidak datang ketika Yesus berada di bumi atau segera setelah ia dibangkitkan?
23. (a) Kapan Kerajaan Allah mulai memerintah? (b) Apa yang akan dibahas dalam pasal berikutnya?
Di bawah pemerintahan Kerajaan, kehendak Allah
akan terjadi di bumi seperti di surga
Apakah Kerajaan Allah Itu?
85
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kerajaan Allah adalah pemerintahan surgawi dengan Yesus Kristus sebagai Raja, dan dari antara
umat manusia, 144.000 orang dipilih untuk memerintah bersamanya.—Penyingkapan 14:1, 4.
ˇ Kerajaan itu mulai memerintah pada tahun
1914, dan pada waktu itulah Setan dicampakkan
dari surga ke bumi.—Penyingkapan 12:9.
ˇ Tidak lama lagi, Kerajaan Allah akan membinasakan semua pemerintahan manusia, dan bumi
akan menjadi firdaus.—Penyingkapan 16:14, 16.
masa penantian itu akan berakhir pada tahun 1914.
(Mengenai tahun itu, lihat Apendiks, halaman 215-18.) Peristiwa-peristiwa dunia yang mulai terjadi pada tahun 1914
meneguhkan bahwa pemahaman tersebut tepat. Nubuat Alkitab yang tergenap menunjukkan bahwa pada tahun 1914,
Kristus menjadi Raja dan Kerajaan surgawi Allah mulai memerintah. Jadi, kita sekarang hidup pada periode ’waktu yang
tinggal sedikit’ bagi Setan. (Penyingkapan 12:12; Mazmur
110:2) Kita juga dapat mengatakan dengan pasti bahwa tidak
lama lagi Kerajaan Allah akan bertindak agar kehendak Allah
terjadi di bumi. Bukankah ini kabar gembira? Percayakah
Anda bahwa ini akan menjadi kenyataan? Pasal berikutnya
akan membantu Anda melihat bahwa hal-hal itu benar-benar
diajarkan dalam Alkitab.
PASAL SEMBILAN
Apakah Kita Hidup pada
”Hari-Hari Terakhir”?
Peristiwa-peristiwa apa pada zaman kita yang
dinubuatkan dalam Alkitab?
Menurut Firman Allah, orang-orang pada ”hari-hari
terakhir” akan menjadi seperti apa?
Mengenai ”hari-hari terakhir”, hal-hal baik apa
yang Alkitab nubuatkan?
SEWAKTU menonton berita di televisi, pernahkah Anda bertanya-tanya, ’Bagaimana nasib dunia ini nantinya?’ Banyak
bencana menimpa dengan begitu tiba-tiba dan tidak terduga
sehingga tidak seorang pun dapat memperkirakan apa yang
bakal terjadi besok. (Yakobus 4:14) Tetapi, Yehuwa tahu apa
yang akan terjadi di masa depan. (Yesaya 46:10) Lama berselang, Firman-Nya, Alkitab, tidak hanya menubuatkan hal-hal
buruk yang terjadi pada zaman kita, tetapi juga hal-hal menakjubkan yang akan segera terjadi.
2 Yesus Kristus berbicara tentang Kerajaan Allah, yang akan
mengakhiri kefasikan dan menjadikan bumi ini suatu firdaus. (Lukas 4:43) Orang-orang ingin tahu kapan Kerajaan
itu akan datang. Sebenarnya, murid-murid Yesus bertanya
kepadanya, ”Apa yang akan menjadi tanda kehadiranmu dan
tanda penutup sistem ini?” (Matius 24:3) Yesus menjawab
bahwa hanya Allah Yehuwa yang tahu persis kapan sistem
ini akan berakhir. (Matius 24:36) Tetapi, Yesus menubuatkan
hal-hal yang bakal terjadi di bumi tidak lama sebelum Keraja1. Di mana kita bisa memperoleh keterangan tentang masa depan?
2, 3. Apa yang ditanyakan murid-murid Yesus kepadanya, dan apa jawaban dia?
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
87
an itu mendatangkan perdamaian dan keamanan sejati bagi
umat manusia. Apa yang ia nubuatkan kini sedang terjadi!
3 Sebelum memeriksa bukti bahwa kita sekarang hidup
pada masa ”penutup sistem ini”, mari kita bahas sejenak suatu perang yang mustahil dilihat oleh manusia. Perang itu
terjadi di surga, tetapi dampaknya mempengaruhi kita.
PERANG DI SURGA
Pasal sebelumnya dari buku ini menjelaskan bahwa Yesus Kristus menjadi Raja di surga pada tahun 1914. (Daniel
7:13, 14) Tidak lama setelah itu, Yesus bertindak. ”Pecahlah
perang di surga,” kata Alkitab. ”Mikhael [nama lain untuk
Yesus] beserta malaikat-malaikatnya bertempur melawan
naga itu [Setan si Iblis], dan naga itu beserta malaikat-malaikatnya bertempur.”1 Setan beserta malaikat-malaikatnya
yang fasik, yaitu hantu-hantu, kalah dan dicampakkan dari
surga ke bumi. Malaikat-malaikat Allah yang setia bersukacita bahwa Setan dan hantu-hantunya telah disingkirkan.
Sebaliknya, manusia tidak dapat bergembira seperti mereka
karena Alkitab menubuatkan, ”Celaka bagi bumi . . . sebab si
Iblis telah turun kepadamu dengan kemarahan yang besar,
karena ia tahu bahwa waktunya tinggal sedikit.”—Penyingkapan 12:7, 9, 12.
5 Perhatikanlah apa dampak perang yang terjadi di surga itu. Dalam kemarahannya karena diusir dari surga, Setan
mendatangkan celaka, atau kesusahan, ke atas penduduk bumi. Seperti yang akan Anda lihat, kita sekarang hidup pada
zaman yang penuh kesusahan itu, tetapi hanya relatif sebentar saja—”waktunya tinggal sedikit”. Setan pun menyadari hal
itu. Alkitab menyebut zaman ini ”hari-hari terakhir”. (2 Timotius 3:1) Alangkah senangnya kita karena Allah tidak lama
4
1 Untuk keterangan yang menunjukkan bahwa Mikhael adalah nama
lain untuk Yesus Kristus, lihat Apendiks, halaman 218-19.
4, 5. (a) Apa yang terjadi di surga tidak lama setelah Yesus menjadi
Raja? (b) Menurut Penyingkapan 12:12, apa dampak perang di surga?
88
lagi akan melenyapkan pengaruh si Iblis
atas bumi! Mari kita bahas beberapa hal yang dinubuatkan dalam Alkitab
yang terjadi sekarang ini. Hal-hal itu
membuktikan bahwa kita sedang hidup
pada hari-hari terakhir dan bahwa Kerajaan Allah akan segera mendatangkan
berkat yang tak habis-habisnya kepada
orang-orang yang mengasihi Yehuwa.
Pertama-tama, mari kita periksa empat
corak dari tanda yang menurut Yesus
akan menjadi ciri zaman kita sekarang
ini.
PERISTIWA-PERISTIWA BESAR
SELAMA HARI-HARI TERAKHIR
6 ”Bangsa akan bangkit melawan
bangsa dan kerajaan melawan kerajaan.”
(Matius 24:7) Jutaan orang kehilangan
nyawa dalam perang selama abad yang
lalu. Seorang sejarawan Inggris menulis, ”Abad ke-20 adalah abad yang paling
berdarah sepanjang sejarah. . . . Selama
abad itu perang hampir tidak pernah
berhenti, selalu saja ada konflik bersenjata yang terorganisasi, kecuali untuk
beberapa periode singkat.” Sebuah laporan dari Lembaga Pengamat Dunia
menyatakan, ”Korban perang pada abad
[ke-20] ini tiga kali lebih banyak daripada jumlah korban dalam semua perang
yang terjadi sejak abad pertama M sam6, 7. Bagaimana kata-kata Yesus tentang perang dan kekurangan makanan tergenap
dewasa ini?
89
pai tahun 1899.” Lebih dari 100 juta
orang tewas akibat perang sejak tahun
1914. Jutaan orang mengalami penderitaan dan dukacita karena kehilangan
orang-orang yang mereka cintai dalam perang. Anda pun mungkin pernah
mengalami hal yang sama.
7 ”Akan ada kekurangan makanan.”
(Matius 24:7) Menurut para peneliti,
produksi makanan telah meningkat
pesat selama 30 tahun terakhir ini. Tetapi, problem kekurangan makanan
terus berlanjut karena banyak orang
tidak punya cukup uang untuk membeli makanan atau tanah yang dapat
digarap. Di negara-negara berkembang,
jutaan orang terus menderita kelaparan. Organisasi Kesehatan Dunia
memperkirakan bahwa kekurangan gizi
merupakan penyebab utama kematian
lebih dari lima juta anak setiap tahun.
8 ”Akan ada gempa bumi yang hebat.” (Lukas 21:11) Menurut sebuah
survei geologi di AS, rata-rata 19 gempa
besar terjadi setiap tahun. Ini cukup
kuat untuk merusak bangunan dan
membelah tanah. Dan, setiap tahun
ada saja gempa bumi yang cukup kuat
untuk menghancurleburkan bangunan-bangunan. Catatan yang tersedia
memperlihatkan bahwa gempa bumi telah memakan lebih dari dua juta korban
8, 9. Apa yang menunjukkan bahwa nubuat
Yesus tentang gempa bumi dan sampar telah
menjadi kenyataan?
90
jiwa sejak 1900. Sebuah sumber menyatakan, ”Kemajuan teknologi tidak banyak
mengurangi angka kematian.”
9 ”Akan ada sampar.” (Lukas 21:11)
Meskipun ada perkembangan dalam bidang kedokteran, manusia tetap dihantui
oleh penyakit lama dan baru. Menurut sebuah laporan, 20 penyakit yang
terkenal—termasuk tuberkulosis, malaria,
dan kolera—lebih sering berjangkit beberapa puluh tahun belakangan ini, dan
beberapa jenis penyakit semakin sulit
diobati. Sebenarnya, paling sedikit 30 penyakit baru telah muncul. Beberapa di
antaranya belum ada obatnya dan mengakibatkan kematian.
ORANG-ORANG SELAMA
HARI-HARI TERAKHIR
10 Selain menyebutkan peristiwa-peristiwa besar di dunia, Alkitab menubuatkan
bahwa pada hari-hari terakhir masyarakat manusia akan berubah. Rasul Paulus
menguraikan bagaimana sifat orang pada
umumnya di kemudian hari. Di 2 Timotius 3:1-5, kita membaca, ”Pada hari-hari
terakhir akan datang masa kritis yang
sulit dihadapi.” Antara lain, Paulus mengatakan bahwa orang akan
ˇ mencintai diri sendiri
ˇ mencintai uang
ˇ tidak taat kepada orang tua
10. Sifat-sifat apa yang dinubuatkan di 2 Timotius 3:1-5 yang Anda lihat pada orang-orang
dewasa ini?
91
ˇ tidak loyal
ˇ tidak memiliki kasih sayang alami
ˇ tidak mempunyai pengendalian diri
ˇ garang
ˇ mencintai kesenangan sebaliknya
daripada mengasihi Allah
ˇ berpengabdian yang saleh hanya secara lahiriah tetapi tidak hidup
sesuai dengan kuasanya
11 Apakah orang-orang di lingkungan Anda telah menjadi seperti itu? Ya,
pasti. Di mana-mana ada orang yang
berperangai buruk. Hal itu menunjukkan bahwa tidak lama lagi Allah akan
bertindak, sebab Alkitab mengatakan,
”Apabila orang-orang fasik bertunas seperti tumbuh-tumbuhan dan semua
orang yang suka mencelakakan berkembang, itu hanyalah supaya mereka
dimusnahkan selama-lamanya.”—Mazmur 92:7.
HAL-HAL BAIK!
Sesuai dengan nubuat Alkitab, harihari terakhir memang penuh dengan
kesusahan. Tetapi, di dunia yang penuh
masalah ini, ada hal-hal baik yang terjadi di kalangan para penyembah Yehuwa.
12
11. Bagaimana Mazmur 92:7 menggambarkan
apa yang akan terjadi atas orang-orang fasik?
12, 13. Mengapa dapat dikatakan bahwa ”pengetahuan yang benar” akan berlimpah pada
”zaman akhir” ini?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
92
”Pengetahuan yang benar akan berlimpah,” demikian
bunyi nubuat di buku Daniel dalam Alkitab. Kapan? Pada ”zaman akhir”. (Daniel 12:4) Terutama sejak 1914, orang-orang
yang benar-benar ingin melayani Yehuwa telah Ia bantu untuk semakin memahami Alkitab. Mereka semakin mengerti
kebenaran yang berharga tentang nama dan maksud-tujuan
Allah, korban tebusan Yesus Kristus, keadaan orang mati, dan
kebangkitan. Selain itu, para penyembah Yehuwa telah belajar caranya menempuh kehidupan yang mendatangkan
faedah bagi diri mereka dan pujian bagi Allah. Peranan dan
caranya Kerajaan Allah akan menyelesaikan masalah-masalah
di bumi juga menjadi semakin jelas bagi mereka. Lalu, apa
yang mereka lakukan dengan pengetahuan itu? Pertanyaan
itu menggiring kita ke nubuat lain lagi yang sedang digenapi
pada hari-hari terakhir ini.
14 ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh
bumi yang berpenduduk,” kata Yesus Kristus dalam nubuatnya tentang ”penutup sistem ini”. (Matius 24:3, 14) Di
seluruh bumi, kabar baik tentang Kerajaan—apa Kerajaan
itu, apa yang akan dilakukannya, dan bagaimana kita dapat
menerima berkat-berkatnya—sedang diberitakan di lebih
dari 230 negeri dan dalam lebih dari 400 bahasa. Jutaan
Saksi-Saksi Yehuwa dengan penuh semangat memberitakan
kabar baik Kerajaan. Mereka berasal dari ”semua bangsa dan
suku dan umat dan bahasa”. (Penyingkapan 7:9) Saksi-Saksi
mengadakan pengajaran Alkitab gratis di rumah jutaan
orang yang ingin tahu apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan.
Sungguh mengesankan penggenapan nubuat itu, terutama karena Yesus menubuatkan bahwa orang Kristen sejati
akan menjadi ”sasaran kebencian semua orang”!—Lukas
21:17.
13
14. Seberapa luaskah pemberitaan kabar baik Kerajaan dewasa ini, dan
siapa yang memberitakannya?
”Kabar baik kerajaan ini
akan diberitakan di seluruh
bumi yang berpenduduk.”
—Matius 24:14
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
94
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?
Karena begitu banyak nubuat Alkitab sedang digenapi, tidakkah Anda setuju bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir?
Setelah kabar baik itu diberitakan sampai Yehuwa menganggapnya cukup, ”akhir itu” pasti akan datang. (Matius 24:14)
”Akhir itu” adalah saat manakala Allah akan menyingkirkan
kefasikan di bumi. Untuk membinasakan semua orang yang
sengaja menentang Dia, Yehuwa menggunakan Yesus dan
para malaikat yang kuat. (2 Tesalonika 1:6-9) Setan dan
hantu-hantunya tidak akan menyesatkan bangsa-bangsa lagi.
Setelah itu, Kerajaan Allah akan mencurahkan berkat ke atas
semua orang yang tunduk kepada pemerintahannya yang
adil-benar.—Penyingkapan 20:1-3; 21:3-5.
16 Karena akhir sistem Setan sudah dekat, kita perlu menanyai diri sendiri, ’Apa yang harus saya lakukan?’ Tindakan
yang bijaksana adalah terus belajar lebih banyak tentang
Yehuwa dan apa yang Ia minta dari kita. (Yohanes 17:3) Pelajarilah Alkitab dengan rajin. Bergaullah secara rutin dengan
orang-orang yang berupaya melakukan kehendak Yehuwa.
(Ibrani 10:24, 25) Perolehlah berlimpah pengetahuan yang
telah Allah Yehuwa sediakan bagi orang-orang di seluruh
dunia, dan buatlah perubahan yang diperlukan dalam kehidupan Anda agar Anda diperkenan Allah.—Yakobus 4:8.
17 Yesus menubuatkan bahwa kebanyakan orang akan
mengabaikan bukti bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir. Orang fasik akan dibinasakan secara tiba-tiba, tanpa
diduga-duga. Kebanyakan orang akan sangat kaget, seperti
kalau mereka kedatangan pencuri pada malam hari. (1 Tesalonika 5:2) Yesus memperingatkan, ”Sama seperti zaman Nuh,
demikian pula kehadiran Putra manusia kelak. Karena seba15
15. (a) Apakah Anda percaya bahwa kita hidup pada hari-hari terakhir,
dan mengapa? (b) Apa artinya ”akhir itu” bagi orang-orang yang menentang Yehuwa dan bagi mereka yang tunduk kepada pemerintahan
Kerajaan Allah?
16. Tindakan yang bijaksana apa yang harus Anda lakukan?
17. Mengapa kebinasaan orang fasik akan mengagetkan kebanyakan
orang?
Apakah Kita Hidup pada ”Hari-Hari Terakhir”?
95
gaimana mereka pada zaman itu sebelum banjir, makan dan
minum, pria-pria menikah dan wanita-wanita diberikan untuk dinikahkan, sampai pada hari Nuh masuk ke dalam
bahtera; dan mereka tidak memberikan perhatian sampai
banjir itu datang dan menyapu bersih mereka semua, demikian pula kehadiran Putra manusia kelak.”—Matius 24:37-39.
18 Maka, Yesus memberi tahu para pendengarnya, ”Perhatikanlah dirimu sendiri agar hatimu jangan sekali-kali menjadi
sarat dengan makan berlebihan dan minum berlebihan dan
kekhawatiran hidup, dan dengan tiba-tiba hari itu dalam sekejap menimpa kamu seperti suatu jerat. Karena hal itu akan
menimpa semua orang yang tinggal di segenap permukaan
bumi. Jadi, tetaplah sadar sepanjang waktu sambil membuat
permohonan agar kamu berhasil luput dari semua hal ini
yang ditentukan untuk terjadi, dan dapat berdiri [dalam keadaan diperkenan] di hadapan Putra manusia.” (Lukas 21:3436) Anda sebaiknya mencamkan kata-kata Yesus itu. Mengapa? Karena orang yang diperkenan oleh Allah Yehuwa dan
”Putra manusia”, Yesus Kristus, memiliki peluang untuk selamat melewati akhir sistem Setan dan hidup selama-lamanya
dalam dunia baru yang menakjubkan yang sudah begitu dekat!—Yohanes 3:16; 2 Petrus 3:13.
18. Apa peringatan Yesus yang harus kita camkan?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Ciri-ciri hari-hari terakhir adalah perang, kekurangan makanan, gempa bumi, dan sampar.
—Matius 24:7; Lukas 21:11.
ˇ Pada hari-hari terakhir, banyak orang mencintai diri sendiri, uang, dan kesenangan tetapi
tidak mengasihi Allah.—2 Timotius 3:1-5.
ˇ Selama hari-hari terakhir ini, kabar baik Kerajaan diberitakan di seluruh dunia.—Matius
24:14.
PASAL SEPULUH
Makhluk-Makhluk Roh
—Pengaruhnya atas Kita
Apakah malaikat membantu orang-orang?
Bagaimana roh-roh fasik mempengaruhi manusia?
Perlukah kita takut kepada roh-roh fasik?
UNTUK mengenal baik seseorang kita biasanya perlu mengenal
keluarganya. Demikian pula, untuk mengenal Allah Yehuwa,
kita perlu lebih mengenal keluarga-Nya yang terdiri dari para
malaikat. Alkitab menyebut malaikat sebagai ”putra Allah”.
(Ayub 38:7) Maka, apa peranan mereka dalam maksud-tujuan
Allah? Apakah mereka ikut berperan dalam sejarah manusia?
Apakah para malaikat mempengaruhi kehidupan Anda? Jika ya,
bagaimana caranya?
2 Malaikat disebutkan ratusan kali dalam Alkitab. Mari kita
bahas beberapa di antaranya untuk mengetahui lebih banyak
tentang mereka. Bagaimana asal mula para malaikat? Kolose 1:
16 mengatakan, ”Melalui dia [Yesus Kristus] segala perkara lain
diciptakan di surga dan di bumi.” Jadi, semua makhluk roh
yang disebut malaikat diciptakan satu per satu oleh Allah Yehuwa melalui Putra sulung-Nya. Berapa jumlah mereka? Alkitab
menunjukkan bahwa ada ratusan juta malaikat, dan mereka semua memiliki kekuatan yang hebat.—Mazmur 103:20.1
3 Firman Allah, Alkitab, memberi tahu kita bahwa ketika
1 Mengenai malaikat-malaikat yang adil-benar, Penyingkapan 5:11 mengatakan, ”Jumlah mereka berlaksa-laksa,” atau ”sepuluh ribu kali puluhan ribu”. (Rbi8-E, catatan kaki) Jadi, Alkitab memang menunjukkan bahwa ada ratusan juta malaikat yang diciptakan.
1. Mengapa kita sebaiknya tahu tentang malaikat?
2. Bagaimana asal mula para malaikat, dan berapa jumlah mereka?
3. Apa yang dikatakan Ayub 38:4-7 tentang para malaikat?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
97
bumi mulai diciptakan, ”semua putra Allah mulai bersorak menyatakan pujian”. (Ayub 38:4-7) Jadi, para malaikat sudah ada
lama sebelum manusia diciptakan, bahkan sebelum bumi diciptakan. Ayat-ayat itu juga menunjukkan bahwa para malaikat
mempunyai perasaan, karena dikatakan bahwa mereka ”bersorak bersama-sama dengan gembira”. Perhatikan bahwa ”semua
putra Allah” bergembira bersama-sama. Pada waktu itu, semua
malaikat adalah anggota sebuah keluarga yang bersatu padu
melayani Allah Yehuwa.
DUKUNGAN DAN PERLINDUNGAN
DARI PARA MALAIKAT
4 Sejak mereka menyaksikan penciptaan manusia pertama,
makhluk-makhluk roh yang setia sangat berminat kepada keluarga manusia yang semakin besar dan kepada pelaksanaan
maksud-tujuan Allah. (Amsal 8:30, 31; 1 Petrus 1:11, 12) Tetapi, seraya waktu berlalu, para malaikat mengamati bahwa
kebanyakan keluarga manusia tidak lagi melayani Pencipta mereka yang pengasih. Hal ini tentu menyedihkan hati para
malaikat yang setia. Sebaliknya, apabila satu orang saja kembali kepada Yehuwa, ”sukacita ada di antara malaikat-malaikat”.
(Lukas 15:10) Para malaikat sangat memperhatikan kesejahteraan orang-orang yang melayani Allah. Itulah sebabnya kita bisa
mengerti bahwa Yehuwa berulang kali menggunakan malaikat
untuk menguatkan dan melindungi hamba-hamba-Nya yang
setia di bumi. (Ibrani 1:7, 14) Mari kita lihat beberapa contoh.
5 Dua malaikat membantu menyelamatkan Lot, pria yang
adil-benar itu, beserta kedua putrinya dari kehancuran kota
Sodom dan Gomora yang fasik dengan menuntun mereka
ke luar daerah itu. (Kejadian 19:15, 16) Berabad-abad kemudian, nabi Daniel dilemparkan ke dalam lubang singa, tetapi ia
tidak diapa-apakan oleh singa-singa itu. Ia mengatakan, ”Allahku mengutus malaikatnya dan menutup mulut singa-singa ini.”
(Daniel 6:22) Pada abad pertama M, malaikat membebaskan
4. Apa yang dikatakan Alkitab yang menunjukkan bahwa para malaikat
yang setia berminat pada kegiatan manusia?
5. Sebutkan beberapa contoh dalam Alkitab tentang dukungan para
malaikat.
98
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
rasul Petrus dari penjara. (Kisah 12:6-11) Selain itu, para malaikat menguatkan Yesus pada awal pelayanannya di bumi.
(Markus 1:13) Dan, tidak lama sebelum kematian Yesus, malaikat muncul di hadapannya dan ”menguatkannya”. (Lukas
22:43) Hal itu pasti membesarkan hati Yesus pada saat-saat yang
sangat penting dalam kehidupannya!
6 Dewasa ini, malaikat tidak lagi menampakkan diri kepada
umat Allah di bumi. Walaupun manusia tidak dapat melihat
mereka, malaikat-malaikat Allah yang perkasa masih melindungi umat-Nya, terutama dari bahaya rohani. Alkitab
mengatakan, ”Malaikat Yehuwa berkemah di sekeliling orangorang yang takut akan dia, dan dia menyelamatkan mereka.”
(Mazmur 34:7) Mengapa kata-kata itu seharusnya sangat membesarkan hati kita? Karena ada makhluk-makhluk roh yang
fasik dan berbahaya yang ingin menghancurkan kita! Siapakah
mereka? Bagaimana mereka bisa ada? Apa upaya mereka untuk
mencelakai kita? Untuk mengetahui jawabannya, mari kita bahas sejenak suatu peristiwa yang terjadi pada awal sejarah
manusia.
MAKHLUK-MAKHLUK ROH YANG
MENJADI MUSUH KITA
7 Seperti telah kita pelajari di Pasal 3 buku ini, ada satu
malaikat yang mengembangkan keinginan untuk menguasai
makhluk-makhluk lain. Maka, ia menentang Allah. Malaikat ini
kemudian dikenal sebagai Setan si Iblis. (Penyingkapan 12:9)
Selama sekitar 1.600 tahun setelah ia memperdayakan Hawa,
Setan berhasil menjauhkan hampir semua orang dari Allah, kecuali beberapa orang yang setia, seperti Habel, Henokh, dan
Nuh.—Ibrani 11:4, 5, 7.
8 Pada zaman Nuh, malaikat-malaikat lain memberontak ter6. (a) Bagaimana para malaikat melindungi umat Allah dewasa ini?
(b) Pertanyaan apa saja yang akan kita bahas?
7. Seberapa banyak orang yang dapat Setan jauhkan dari Allah?
8. (a) Bagaimana beberapa malaikat menjadi jahat dan kemudian disebut hantu? (b) Untuk dapat lolos dari Air Bah pada zaman Nuh, apa
yang harus dilakukan hantu-hantu itu?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
99
hadap Yehuwa. Mereka meninggalkan keluarga Allah di surga,
turun ke bumi, dan mengenakan tubuh jasmani. Untuk apa?
Kita membaca di Kejadian 6:2, ”Putra-putra dari Allah yang
benar mulai memperhatikan bahwa anak-anak perempuan manusia itu elok parasnya; lalu mereka mengambil istri-istri, yaitu
semua yang mereka pilih.” Tetapi, perbuatan para malaikat
tersebut dan kebejatan yang diakibatkannya di antara umat manusia tidak Allah Yehuwa biarkan. Ia membuat seluruh bumi
dibanjiri dengan air bah yang melenyapkan semua orang fasik
dan hanya menyelamatkan hamba-hamba-Nya yang setia. (Kejadian 7:17, 23) Jadi, para malaikat yang memberontak, atau
yang juga disebut hantu-hantu, terpaksa meninggalkan tubuh
jasmani mereka dan kembali ke surga sebagai makhluk roh.
”Allahku mengutus malaikatnya dan
menutup mulut singa-singa ini.”
—Daniel 6:22
100
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Mereka pun berpihak kepada si Iblis, yang kemudian menjadi
”penguasa hantu-hantu”.—Matius 9:34.
9 Sewaktu para malaikat yang tidak taat kembali ke surga, mereka tidak diterima lagi sebagai anggota keluarga Allah, seperti
halnya penguasa mereka, Setan. (2 Petrus 2:4) Mereka sekarang tidak dapat mengenakan tubuh manusia, tetapi mereka
masih melancarkan pengaruh yang sangat buruk atas manusia.
Ya, dengan bantuan hantu-hantu inilah, Setan ”sedang menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. (Penyingkapan 12:9;
1 Yohanes 5:19) Bagaimana caranya? Hantu-hantu terutama
menggunakan cara-cara yang dirancang untuk menyesatkan
orang. (2 Korintus 2:11) Mari kita bahas beberapa di antaranya.
CARA HANTU-HANTU MENYESATKAN
Untuk menyesatkan orang, hantu-hantu menggunakan
spiritisme. Melakukan spiritisme artinya mengadakan hubungan dengan hantu-hantu, secara langsung maupun melalui
seorang perantara atau dukun. Alkitab mengutuk spiritisme
dan memperingatkan kita agar menjauhkan diri dari segala sesuatu yang berkaitan dengan itu. (Galatia 5:19-21) Spiritisme
dapat diumpamakan seperti umpan yang digunakan seorang
nelayan. Untuk menangkap berbagai jenis ikan, seorang nelayan menggunakan bermacam-macam umpan. Demikian pula,
untuk menguasai segala macam orang, roh-roh fasik menggunakan berbagai bentuk spiritisme.
11 Satu jenis umpan yang digunakan oleh hantu-hantu adalah ilmu ramal, yaitu upaya untuk mengetahui masa depan
atau sesuatu yang bersifat gaib. Beberapa bentuknya adalah ramalan bintang, penggunaan kartu, bola kristal, ilmu garis
tangan, dan ilmu tafsir mimpi. Meskipun banyak orang berpikir bahwa mempraktekkan ilmu ramal tidak berbahaya, Alkitab
menunjukkan bahwa para juru ramal bekerja sama dengan rohroh fasik. Misalnya, Kisah 16:16-18 menyebutkan bahwa ”suatu
10
9. (a) Apa yang terjadi dengan hantu-hantu sewaktu mereka kembali
ke surga? (b) Apa yang akan kita bahas berkenaan dengan hantu-hantu?
10. Apakah spiritisme itu?
11. Apakah ilmu ramal itu, dan mengapa kita harus menghindarinya?
Hantu-hantu memperdaya orang dengan berbagai cara
hantu tenung” memungkinkan seorang gadis untuk mempraktekkan ”ilmu ramal”. Tetapi, kesanggupan ini lenyap ketika
hantu itu diusir darinya.
12 Cara lain adalah dengan menganjurkan orang untuk meminta petunjuk kepada orang mati. Orang yang berduka karena
ditinggal mati orang yang dicintai sering diperdayakan oleh gagasan yang keliru tentang orang mati. Seorang dukun mungkin
memberikan keterangan khusus atau berbicara dengan suara yang kedengarannya adalah suara orang yang sudah mati
itu. Akibatnya, banyak orang yakin bahwa orang mati sebenarnya masih hidup dan bahwa dengan menghubungi orang mati
itu, mereka akan lebih sanggup menanggung dukacita mereka. Tetapi, ”penghiburan” itu sebenarnya suatu dusta dan juga
berbahaya. Mengapa? Karena hantu-hantu dapat meniru suara
seseorang yang sudah mati dan memberikan keterangan tentang orang mati itu kepada dukun perantara. (1 Samuel 28:
3-19) Selain itu, sebagaimana kita pelajari di Pasal 6, pada waktu seseorang mati, ia tidak ada lagi. (Mazmur 115:17) Jadi,
12. Mengapa berbahaya untuk mencoba berkomunikasi dengan orang
mati?
CARA MELAWAN
ROH-ROH FASIK
ˇ Buanglah bendabenda spiritisme
ˇ Pelajari Alkitab
ˇ Berdoalah kepada
Allah
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
103
”orang yang bertanya kepada orang mati” telah disesatkan oleh
roh-roh fasik dan bertindak bertentangan dengan kehendak
Allah. (Ulangan 18:10, 11; Yesaya 8:19) Karena itu, waspadalah,
tolaklah umpan yang berbahaya dari hantu-hantu itu.
13 Roh-roh fasik tidak hanya menyesatkan tetapi juga menakut-nakuti orang. Sekarang, Setan dan hantu-hantunya tahu
bahwa ”waktunya tinggal sedikit” saja sebelum mereka dinonaktifkan, dan mereka kini lebih ganas daripada yang
sudah-sudah. (Penyingkapan 12:12, 17) Meskipun begitu, ribuan orang yang pernah dicengkeram rasa takut kepada roh-roh
fasik sekarang dapat membebaskan diri mereka dari rasa takut
itu. Bagaimana caranya? Apa yang dapat dilakukan seseorang
jika ia sudah telanjur terlibat dengan spiritisme?
CARA MELAWAN ROH-ROH FASIK
Alkitab memberi tahu kita caranya melawan dan memutuskan hubungan dengan roh-roh fasik. Perhatikan contoh
orang-orang Kristen pada abad pertama di kota Efesus. Sebelum
menjadi orang Kristen, ada di antara mereka yang melakukan
spiritisme. Ketika mereka memutuskan untuk meninggalkan
spiritisme, apa yang mereka lakukan? Alkitab mengatakan, ”Cukup banyak dari antara mereka yang mempraktekkan ilmu gaib
mengumpulkan buku-buku mereka dan membakarnya habis di
hadapan semua orang.” (Kisah 19:19) Dengan menghancurkan
buku-buku ilmu gaib mereka, orang-orang yang baru menjadi
Kristen itu memberikan teladan bagi mereka yang ingin melawan roh-roh fasik pada zaman sekarang. Orang yang ingin
melayani Yehuwa harus membuang segala sesuatu yang berhubungan dengan spiritisme, antara lain: buku, majalah, film,
poster, dan rekaman musik yang menganjurkan dan membuat
spiritisme tampak menarik serta mengasyikkan. Jimat atau benda-benda lain yang dikenakan untuk perlindungan terhadap
apa yang jahat juga harus dibuang.—1 Korintus 10:21.
14
13. Apa yang dapat dilakukan oleh banyak orang yang sebelumnya dicengkeram oleh rasa takut kepada hantu-hantu?
14. Seperti orang Kristen abad pertama di Efesus, bagaimana kita dapat
memutuskan hubungan dengan roh-roh fasik?
104
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
15 Beberapa tahun setelah orang Kristen di Efesus menghancurkan buku-buku ilmu gaib mereka, rasul Paulus masih
merasa perlu untuk menulis kepada mereka bahwa ”pergulatan
kita . . . melawan kumpulan roh yang fasik”. (Efesus 6:12) Hantu-hantu belum menyerah. Mereka masih mencoba menguasai
orang-orang. Maka, apa lagi yang perlu dilakukan orang-orang
Kristen itu? ”Di atas segala hal,” kata Paulus, ”ambillah perisai
besar iman, yang dengannya kamu akan sanggup memadamkan semua senjata lempar yang berapi dari si fasik [Setan].”
(Efesus 6:16) Semakin kuat perisai iman kita, semakin kuat kemampuan kita untuk melawan kumpulan roh yang fasik.
—Matius 17:20.
16 Maka, bagaimana kita dapat menguatkan iman kita? Dengan mempelajari Alkitab. Kekokohan sebuah tembok sangat
bergantung pada kekuatan fondasinya. Demikian pula, keteguhan iman kita sangat bergantung pada seberapa kuat dasar
iman kita, yaitu pengetahuan yang saksama tentang Firman
Allah, Alkitab. Jika kita membaca dan mempelajari Alkitab setiap hari, iman kita akan menjadi kuat. Seperti tembok yang
kuat, iman tersebut akan melindungi kita dari pengaruh rohroh fasik.—1 Yohanes 5:5.
17 Langkah apa lagi yang perlu diambil orang-orang Kristen
di Efesus? Mereka membutuhkan perlindungan tambahan karena mereka hidup di sebuah kota yang sarat dengan pengaruh
hantu-hantu. Maka, Paulus memberi tahu mereka, ”Dengan setiap bentuk doa dan permohonan, teruslah berdoa pada setiap
kesempatan dengan roh.” (Efesus 6:18) Kita juga hidup dalam
dunia yang sarat dengan pengaruh hantu-hantu, maka untuk
melawan roh-roh fasik, kita perlu berdoa dengan sungguhsungguh kepada Yehuwa, memohonkan perlindungan-Nya.
Kita tentu saja perlu menggunakan nama Yehuwa dalam doadoa kita. (Amsal 18:10) Jadi, kita harus terus berdoa kepada
15. Untuk melawan kumpulan roh yang fasik, apa yang perlu kita lakukan?
16. Bagaimana kita dapat menguatkan iman kita?
17. Langkah apa yang perlu diambil untuk melawan roh-roh fasik?
Makhluk-Makhluk Roh—Pengaruhnya atas Kita
105
Allah agar Ia ’melepaskan kita dari si fasik’, Setan si Iblis. (Matius 6:13) Yehuwa akan menjawab doa yang sungguh-sungguh.
—Mazmur 145:19.
18 Roh-roh fasik sungguh berbahaya, tetapi kita tidak perlu
takut kepada mereka jika kita melawan Iblis dan mendekat kepada Allah dengan melakukan kehendak-Nya. (Yakobus 4:7, 8)
Kekuatan mereka terbatas. Pada zaman Nuh, mereka dihukum,
dan di masa depan mereka akan mendapat penghakiman terakhir. (Yudas 6) Selain itu, ingatlah bahwa kita dilindungi oleh
para malaikat Yehuwa yang kuat. (2 Raja 6:15-17) Malaikat-malaikat itu ingin sekali kita berhasil melawan roh-roh fasik. Para
malaikat yang adil-benar seolah-olah menyoraki kita agar tidak menyerah. Karena itu, mari kita tetap dekat dengan Yehuwa
dan keluarga-Nya yang terdiri dari makhluk-makhluk roh yang
setia. Kita sepatutnya juga menghindari segala macam bentuk
spiritisme dan selalu menerapkan nasihat Firman Allah. (1 Petrus 5:6, 7; 2 Petrus 2:9) Dengan demikian, kita dapat yakin
bahwa kita akan menang melawan makhluk-makhluk roh yang
fasik.
19 Tetapi, mengapa Allah selama ini membiarkan roh-roh
jahat dan kefasikan yang menyebabkan begitu banyak penderitaan? Pertanyaan itu akan dijawab dalam pasal selanjutnya.
18, 19. (a) Mengapa kita dapat yakin bahwa kita akan menang melawan makhluk-makhluk roh yang fasik? (b) Pertanyaan apa yang akan
dijawab dalam pasal selanjutnya?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Para malaikat yang setia menolong orang-orang
yang melayani Yehuwa.—Ibrani 1:7, 14.
ˇ Setan dan hantu-hantunya menyesatkan dan menjauhkan orang dari Allah.—Penyingkapan 12:9.
ˇ Jika Anda melakukan kehendak Allah dan melawan si Iblis, Setan akan lari dari Anda.—Yakobus 4:
7, 8.
PASAL SEBELAS
Mengapa Allah Membiarkan
Penderitaan?
Apakah Allah yang menyebabkan penderitaan di dunia?
Sengketa apa yang timbul di Taman Eden?
Bagaimana Allah akan meniadakan dampak
penderitaan manusia?
SETELAH suatu pertempuran yang hebat di sebuah negeri
yang sudah diporakporandakan perang, ribuan mayat wanita dan anak-anak dimakamkan dalam sebuah kuburan massal
yang kemudian dikelilingi oleh banyak salib kecil. Pada setiap
salib terukir kata: ”Mengapa?” Pertanyaan itu sering diajukan
orang sebagai ungkapan kepedihan hati mereka apabila perang,
bencana, penyakit, atau kejahatan merenggut orang-orang tercinta yang tidak bersalah, menghancurkan rumah mereka, atau
mendatangkan penderitaan lain yang tak terlukiskan. Mereka
ingin tahu mengapa tragedi seperti itu menimpa mereka.
2 Mengapa Allah membiarkan penderitaan? Jika Allah Yehuwa mahakuasa, pengasih, bijaksana, dan adil, mengapa dunia
ini begitu penuh dengan kebencian dan ketidakadilan? Pernahkah Anda sendiri menanyakan hal-hal itu?
3 Apakah salah untuk bertanya mengapa Allah membiarkan
penderitaan? Beberapa orang khawatir dianggap kurang beriman atau tidak menghormati Allah. Tetapi, di Alkitab kita
membaca bahwa orang-orang beriman yang takut akan Allah
1, 2. Penderitaan macam apa yang dialami orang-orang dewasa ini,
dan hal itu mendorong banyak orang untuk menanyakan apa saja?
3, 4. (a) Apa yang menunjukkan bahwa tidak salah untuk bertanya
mengapa Allah membiarkan penderitaan? (b) Bagaimana perasaan Yehuwa terhadap kefasikan dan penderitaan?
107
Yehuwa akan mengakhiri semua penderitaan
mengajukan pertanyaan yang sama. Misalnya, nabi Habakuk
bertanya kepada Yehuwa, ”Apa sebabnya engkau memperlihatkan kepadaku apa yang mencelakakan, dan engkau terus
memandang kesusahan semata? Dan mengapa penjarahan dan
kekerasan ada di depanku, dan mengapa terjadi perselisihan,
dan timbul percekcokan?”—Habakuk 1:3.
4 Apakah Yehuwa memarahi nabi Habakuk yang beriman karena bertanya seperti itu? Tidak. Malahan, Allah melestarikan
kata-kata Habakuk yang tulus itu dalam catatan Alkitab yang
terilham. Allah juga membantu dia lebih memahami berbagai
masalah dan membangun iman yang lebih besar. Yehuwa ingin
melakukan hal yang sama bagi Anda. Ingatlah, Alkitab mengajarkan bahwa Ia ”memperhatikan kamu”. (1 Petrus 5:7)
Kebencian Allah terhadap kefasikan dan penderitaan yang ditimbulkannya jauh lebih besar daripada kebencian manusia
terhadap hal-hal itu. (Yesaya 55:8, 9) Kalau begitu, mengapa ada
begitu banyak penderitaan di dunia?
MENGAPA ADA BEGITU BANYAK PENDERITAAN?
Orang-orang dari berbagai agama bertanya kepada pemimpin dan guru agama mereka mengapa ada begitu banyak
5
5. Apa saja yang kadang-kadang dikatakan untuk menjelaskan alasan
penderitaan manusia, tetapi apa yang Alkitab ajarkan?
108
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
penderitaan. Sering kali, jawabannya adalah bahwa penderitaan itu sudah kehendak Allah dan bahwa sejak dahulu Ia telah
menakdirkan segala sesuatu, termasuk kejadian-kejadian yang
menyedihkan. Banyak orang diberi tahu bahwa jalan Allah itu
suatu misteri atau bahwa orang—bahkan anak-anak—yang meninggal itu dipanggil oleh Tuhan untuk tinggal bersama-Nya di
surga. Namun, sebagaimana telah Anda pelajari, Allah Yehuwa
bukan penyebab hal-hal buruk. Alkitab mengatakan, ”Jauhlah
dari Allah yang benar untuk bertindak dengan fasik, dan Yang
Mahakuasa untuk bertindak dengan tidak adil!”—Ayub 34:10.
6 Tahukah Anda mengapa orang-orang menyalahkan Allah
atas semua penderitaan di dunia? Sering kali, mereka menyalahkan Allah Yang Mahakuasa karena mereka pikir Dialah
penguasa dunia ini. Mereka tidak mengetahui suatu kebenaran
yang sederhana tetapi penting yang Alkitab ajarkan. Anda telah
mempelajari kebenaran itu di Pasal 3 buku ini. Sesungguhnya,
penguasa dunia ini adalah Setan si Iblis.
7 Alkitab dengan jelas menyatakan, ”Seluruh dunia berada
dalam kuasa si fasik.” (1 Yohanes 5:19) Apabila direnungkan,
hal itu masuk akal, bukan? Dunia ini mencerminkan kepribadian makhluk roh yang tidak kelihatan itu, yang ”sedang
menyesatkan seluruh bumi yang berpenduduk”. (Penyingkapan 12:9) Setan itu penuh kebencian, suka menipu, dan kejam.
Maka, dunia di bawah pengaruhnya juga penuh dengan kebencian, tipu daya, dan kekejaman. Itulah satu alasan mengapa ada
begitu banyak penderitaan.
8 Alasan kedua adalah, sebagaimana dibahas di Pasal 3, sejak
pemberontakan di Taman Eden umat manusia tidak sempurna
dan berdosa. Manusia yang berdosa cenderung memperebutkan kekuasaan, dan hal ini mengakibatkan perang, penindasan,
dan penderitaan. (Pengkhotbah 4:1; 8:9) Alasan ketiga adalah
6. Mengapa banyak orang menyalahkan Allah atas penderitaan di dunia?
7, 8. (a) Apa yang menunjukkan bahwa dunia ini mencerminkan kepribadian penguasanya? (b) Bagaimana ketidaksempurnaan manusia
serta ”waktu dan kejadian yang tidak terduga” ikut menyebabkan penderitaan?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
109
”waktu dan kejadian yang tidak terduga”. (Pengkhotbah 9:11)
Di dunia ini yang penguasa dan pelindungnya bukan Yehuwa,
orang dapat mengalami musibah karena kebetulan berada di
tempat yang salah.
9 Kita merasa terhibur karena tahu bahwa Allah tidak menyebabkan penderitaan. Ia tidak bertanggung jawab atas perang,
kejahatan, penindasan, atau bahkan bencana alam yang mengakibatkan orang menderita. Namun, kita perlu tahu: Mengapa
Yehuwa membiarkan semua penderitaan ini? Jika Ia Mahakuasa, Ia dapat menghentikannya. Jadi, mengapa Ia tidak
bertindak? Allah yang pengasih yang sudah kita kenal pasti punya alasan yang kuat.—1 Yohanes 4:8.
TIMBULNYA SENGKETA YANG SANGAT PENTING
Untuk mengetahui mengapa Allah membiarkan penderitaan, kita perlu mengingat lagi awal mula penderitaan. Ketika
Setan menyebabkan Adam dan Hawa tidak menaati Yehuwa,
timbul suatu pertanyaan yang penting. Setan tidak mempertanyakan kuasa Yehuwa. Setan pun tahu bahwa kuasa Yehuwa
tidak ada batasnya. Tetapi, yang Setan pertanyakan adalah
hak Yehuwa untuk memerintah. Setan menuduh Allah sebagai
pendusta yang menahan hal-hal baik dari rakyat-Nya, dengan
demikian ia menyatakan Yehuwa sebagai penguasa yang buruk.
(Kejadian 3:2-5) Setan menyiratkan bahwa keadaan umat manusia akan lebih baik jika mereka tidak diperintah oleh Allah.
Hal ini merupakan serangan terhadap kedaulatan Yehuwa, hakNya untuk memerintah.
11 Adam dan Hawa memberontak terhadap Yehuwa. Mereka
seolah-olah mengatakan, ’Kami tidak membutuhkan Yehuwa
sebagai Penguasa kami. Kami dapat memutuskan sendiri apa
yang benar dan salah.’ Bagaimana cara Yehuwa menyelesaikan
sengketa itu? Bagaimana Ia dapat mengajar semua makhluk
10
9. Mengapa kita dapat yakin bahwa Yehuwa mempunyai alasan yang
kuat untuk membiarkan penderitaan berlanjut?
10. Apa yang Setan pertanyakan, dan bagaimana caranya?
11. Mengapa Yehuwa tidak membinasakan saja para pemberontak di
Eden?
Apakah murid lebih pantas mengajar daripada guru?
cerdas bahwa para pemberontak itu keliru dan bahwa cara Dialah yang memang terbaik? Ada yang mungkin mengatakan
bahwa Allah seharusnya membinasakan saja para pemberontak
itu dan menciptakan manusia lagi. Tetapi, Yehuwa sudah menyatakan maksud-tujuan-Nya untuk memenuhi bumi dengan
keturunan Adam dan Hawa, dan Ia ingin agar mereka hidup dalam firdaus di bumi. (Kejadian 1:28) Yehuwa selalu memenuhi
maksud-tujuan-Nya. (Yesaya 55:10, 11) Selain itu, apabila para
pemberontak di Eden disingkirkan, pertanyaan yang timbul
mengenai hak Yehuwa untuk memerintah tidak akan terjawab.
12 Sebagai gambaran, coba bayangkan cerita ini: Ada seorang
guru yang memberi tahu murid-muridnya cara memecahkan
suatu soal yang sulit. Kemudian, ada seorang murid yang pandai tetapi suka melawan yang menyatakan bahwa cara guru itu
salah. Untuk menunjukkan bahwa guru itu tidak pintar mengajar, si penentang ini berkukuh bahwa ia tahu cara yang jauh
lebih baik untuk memecahkan soal itu. Beberapa murid berpikir ia benar, dan mereka juga mulai ikut-ikutan melawan. Apa
yang harus dilakukan sang guru? Jika ia mengusir para penen12, 13. Berikan gambaran mengapa Yehuwa mengizinkan Setan menjadi penguasa dunia ini dan mengapa Allah mengizinkan manusia
untuk memerintah diri sendiri.
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
111
tang, apa dampaknya atas murid-murid yang lain? Bisa jadi mereka akan berpikir bahwa teman mereka dan murid-murid yang
bergabung dengannya itulah yang benar. Semua murid lain di
kelas barangkali tidak mau lagi merespek sang guru, karena mengira ia takut dibuktikan salah. Tetapi, bagaimana seandainya
guru itu mengizinkan si penentang untuk menunjukkan kepada murid-murid cara dia memecahkan soal itu?
13 Apa yang Yehuwa lakukan mirip dengan yang dilakukan guru dalam cerita itu. Anda tentu ingat bahwa yang
terlibat bukan hanya para pemberontak di Eden. Jutaan malaikat ikut menyaksikan. (Ayub 38:7; Daniel 7:10) Cara Yehuwa
menangani pemberontakan itu besar dampaknya atas semua
malaikat dan akhirnya atas semua ciptaan yang cerdas. Jadi,
apa yang telah Yehuwa lakukan? Ia mengizinkan Setan untuk
menunjukkan cara dia memerintah umat manusia. Allah juga
mengizinkan manusia untuk memerintah diri sendiri dengan
pengarahan Setan.
14 Guru dalam cerita itu tahu bahwa si penentang dan
para pendukungnya salah. Tetapi, ia juga tahu bahwa dengan
memberi mereka kesempatan untuk mencoba membuktikan
kata-kata mereka, semua murid akan mendapat manfaat. Apabila para penentang itu gagal, semua murid yang jujur akan
melihat bahwa hanya guru itulah yang cakap mengajar mereka. Mereka akan memahami alasannya jika belakangan guru
itu mengusir siapa saja yang melawan dia. Demikian pula,
Yehuwa tahu bahwa semua orang dan malaikat yang berhati jujur akan mendapat manfaat jika mereka melihat bahwa
Setan dan para pendukungnya gagal dan bahwa manusia tidak
dapat memerintah diri sendiri. Seperti Yeremia pada zaman dahulu, mereka akan belajar kebenaran yang sangat penting ini,
”Aku tahu benar, oh, Yehuwa, bahwa manusia tidak mempunyai kuasa untuk menentukan jalannya sendiri. Manusia, yang
berjalan, tidak mempunyai kuasa untuk mengarahkan langkahnya.”—Yeremia 10:23.
14. Apa manfaatnya keputusan Yehuwa untuk mengizinkan manusia
memerintah diri sendiri?
112
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
MENGAPA BEGITU LAMA?
Tetapi, mengapa Yehuwa membiarkan penderitaan berlangsung begitu lama? Dan, mengapa Ia tidak mencegah
terjadinya hal-hal buruk? Nah, perhatikan dua hal yang tidak dilakukan guru dalam cerita itu. Pertama, ia tidak
menghentikan murid yang menentang itu ketika dia mengemukakan caranya. Kedua, ia tidak membantu si penentang
membuktikan kata-katanya. Demikian pula, perhatikan dua hal
yang Yehuwa tetapkan untuk tidak Ia lakukan. Pertama, Ia tidak
menghentikan Setan dan para pendukungnya yang mencoba
membuktikan diri benar. Jadi, mereka perlu diberi waktu. Selama ribuan tahun sejarah manusia, orang-orang dapat mencoba
segala macam bentuk pemerintahan buatan mereka sendiri.
Manusia telah membuat kemajuan dalam ilmu pengetahuan
dan bidang-bidang lain, tetapi ketidakadilan, kemiskinan, kejahatan, dan perang semakin menjadi-jadi. Pemerintahan
manusia sekarang telah terbukti gagal.
16 Kedua, Yehuwa tidak membantu Setan memerintah dunia
ini. Seandainya Allah mencegah, misalnya, kejahatan yang mengerikan, maka bisa jadi orang akan berpikir bahwa manusia
barangkali bisa memerintah diri sendiri tanpa menimbulkan
hal-hal buruk. Dengan demikian, tidakkah ini berarti bahwa
Allah sebenarnya ikut membuktikan bahwa para pemberontak
itu benar? Seandainya Yehuwa bertindak seperti itu, maka Ia
ikut mendukung dusta Setan. Padahal, ”Allah mustahil berdusta”.—Ibrani 6:18.
17 Namun, bagaimana dengan semua akibat buruk dari pemberontakan yang panjang terhadap Allah? Kita perlu ingat
bahwa Yehuwa mahakuasa. Karena itu, Ia dapat dan akan meniadakan dampak penderitaan manusia. Seperti yang telah
kita pelajari, bumi kita yang telah dirusak ini akan diubah
menjadi Firdaus. Berbagai akibat dosa akan dilenyapkan apabila
15
15, 16. (a) Mengapa Yehuwa membiarkan penderitaan berlangsung
begitu lama? (b) Mengapa Yehuwa tidak mencegah, misalnya, kejahatan yang mengerikan?
17, 18. Apa yang akan Yehuwa lakukan terhadap semua akibat buruk
dari pemerintahan manusia dan pengaruh Setan?
Mengapa Allah Membiarkan Penderitaan?
113
seseorang beriman kepada korban tebusan Yesus, dan dampak kematian akan ditiadakan melalui kebangkitan. Allah akan
menggunakan Yesus ”untuk menghancurkan perbuatan Iblis”.
(1 Yohanes 3:8) Yehuwa akan mewujudkan semua hal itu pada
waktu yang tepat. Kita dapat bersyukur bahwa Ia tidak bertindak lebih awal, karena kesabaran-Nya memungkinkan kita
belajar kebenaran dan melayani Dia. (2 Petrus 3:9, 10) Sementara itu, Allah dengan aktif mencari orang-orang yang tulus yang
mau menyembah-Nya dan membantu mereka menanggung
penderitaan apa pun yang mungkin menimpa mereka di dunia
yang penuh kesusahan ini.—Yohanes 4:23; 1 Korintus 10:13.
18 Ada yang mungkin bertanya-tanya: Apakah semua penderitaan dapat dicegah seandainya Allah menciptakan Adam dan
Hawa sedemikian rupa sehingga mereka tidak dapat memberontak? Untuk menjawab pertanyaan itu, Anda perlu ingat
bahwa Yehuwa memberi Anda suatu karunia yang berharga.
BAGAIMANA ANDA AKAN MENGGUNAKAN
KARUNIA ALLAH?
19 Sebagaimana dikatakan dalam Pasal 5, manusia diciptakan
dengan kebebasan untuk memilih. Apakah Anda menyadari betapa berharganya karunia itu? Allah menciptakan tak terhitung
banyaknya binatang, dan hampir semua kegiatan mereka dilakukan dengan naluri. (Amsal 30:24)
Manusia membuat robot yang dapat melakukan
semua perintah. Apakah kita senang seandainya
Allah menciptakan kita seperti itu? Tentu tidak, kita senang bisa bebas memilih untuk
menjadi orang seperti apa, untuk hidup seperti apa, untuk bersahabat dengan siapa, dan
19. Karunia berharga apa yang
Yehuwa berikan, dan mengapa
kita harus menghargainya?
Allah akan membantu Anda
menanggung penderitaan
114
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
seterusnya. Kita senang memiliki kebebasan dalam taraf tertentu, dan itulah yang Allah inginkan bagi kita.
20 Yehuwa tidak senang dilayani dengan perasaan terpaksa.
(2 Korintus 9:7) Sebagai gambaran: Mana yang lebih disukai
orang tua—anak yang mengatakan ”Aku sayang ayah dan
ibu” karena ia disuruh, atau yang mengatakannya secara
spontan, dari hati? Maka, pertanyaannya sekarang adalah: Bagaimana Anda akan menggunakan kebebasan memilih yang
telah Yehuwa karuniakan? Setan, Adam, dan Hawa benar-benar
menyalahgunakan kebebasan tersebut. Mereka menolak Allah
Yehuwa. Nah, bagaimana dengan Anda?
21 Anda mempunyai kesempatan untuk memanfaatkan sebaik-baiknya karunia yang menakjubkan itu. Anda dapat
bergabung dengan jutaan orang yang sudah berpihak kepada Yehuwa. Mereka membuat Allah bersukacita karena mereka
ikut berperan aktif dalam membuktikan bahwa Setan adalah
pendusta dan penguasa yang telah gagal total. (Amsal 27:11)
Anda juga dapat melakukan hal itu dengan memilih jalan hidup yang benar, yang akan dijelaskan dalam pasal berikutnya.
20, 21. Bagaimana kita dapat menggunakan karunia kebebasan memilih dengan sebaik-baiknya, dan mengapa kita hendaknya melakukan hal
itu?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Allah bukan penyebab keadaan yang buruk di dunia.—Ayub 34:10.
ˇ Dengan menyiratkan bahwa Allah adalah pendusta dan bahwa Ia menahan hal-hal baik dari
rakyatnya, Setan mempertanyakan hak Yehuwa
untuk memerintah.—Kejadian 3:2-5.
ˇ Yehuwa akan menggunakan Putra-Nya, Penguasa
Kerajaan Mesianik, untuk mengakhiri semua penderitaan manusia dan meniadakan dampaknya.
—1 Yohanes 3:8.
PASAL DUA BELAS
Menempuh Kehidupan yang
Menyenangkan Allah
Bagaimana Anda dapat menjadi sahabat Allah?
Bagaimana tantangan Setan melibatkan Anda?
Tingkah laku apa yang tidak menyenangkan Yehuwa?
Bagaimana Anda dapat menempuh kehidupan
yang menyenangkan Allah?
ORANG seperti apakah yang akan Anda jadikan sahabat? Kemungkinan besar, Anda akan berteman dengan orang yang
mempunyai pandangan, minat, dan nilai-nilai yang sama. Dan,
Anda akan tertarik kepada orang yang sifatnya baik, misalnya
jujur dan baik hati.
2 Sepanjang sejarah, Allah telah memilih orang-orang tertentu untuk menjadi sahabat-Nya. Misalnya, Yehuwa menyebut
Abraham sahabat-Nya. (Yesaya 41:8; Yakobus 2:23) Allah menyebut Daud ”seorang pria yang mendapat perkenan di hatiku”
karena orang seperti dialah yang Yehuwa kasihi. (Kisah 13:22)
Dan, Yehuwa menganggap nabi Daniel sebagai ”orang yang sangat dikasihi”.—Daniel 9:23.
3 Mengapa Yehuwa menganggap Abraham, Daud, dan Daniel
sebagai sahabat-Nya? Nah, Ia memberi tahu Abraham, ”Engkau
telah mendengarkan perkataanku.” (Kejadian 22:18) Jadi, Yehuwa berteman dengan orang yang rela melakukan apa yang Ia
minta. ”Taati perkataanku,” kata-Nya kepada orang Israel, ”dan
aku akan menjadi Allahmu, dan kamu akan menjadi umatku.”
1, 2. Berikan beberapa contoh orang-orang yang Yehuwa anggap sahabat-Nya.
3. Mengapa Yehuwa memilih orang-orang tertentu sebagai sahabatNya?
116
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
(Yeremia 7:23) Jika Anda menaati Yehuwa, Anda juga dapat
menjadi sahabat-Nya!
YEHUWA MENGUATKAN SAHABAT-SAHABATNYA
Pikirkan apa manfaatnya menjadi sahabat Allah. Alkitab
mengatakan bahwa Yehuwa mencari kesempatan ”untuk memperlihatkan kekuatannya demi kepentingan orang-orang yang
sepenuh hati terhadapnya”. (2 Tawarikh 16:9) Bagaimana Yehuwa dapat memperlihatkan kekuatan-Nya demi kepentingan
Anda? Satu cara dikemukakan di Mazmur 32:8, yang berbunyi,
”Aku [Yehuwa] akan membuatmu memiliki pemahaman dan
mengajarmu mengenai jalan yang harus kautempuh. Aku akan
memberikan nasihat dengan mataku tertuju kepadamu.”
5 Benar-benar suatu pernyataan yang hangat tentang kepedulian Yehuwa! Ia akan memberi Anda bimbingan yang
dibutuhkan dan menjaga Anda seraya Anda menerapkannya.
Allah ingin membantu Anda berhasil melewati cobaan dan
ujian. (Mazmur 55:22) Jadi, apabila Anda melayani Yehuwa dengan sepenuh hati, Anda dapat memiliki keyakinan yang sama
seperti pemazmur yang mengatakan, ”Aku menempatkan Yehuwa di depanku senantiasa. Karena ia ada di sebelah kananku,
aku tidak akan digoyahkan.” (Mazmur 16:8; 63:8) Ya, Yehuwa
dapat membantu Anda menempuh kehidupan yang menyenangkan Dia. Tetapi, sebagaimana Anda ketahui, ada musuh
Allah yang ingin mencegah Anda melakukan hal itu.
4
TANTANGAN SETAN
Pasal 11 buku ini menjelaskan bagaimana Setan si Iblis menantang kedaulatan Allah. Setan menuduh Allah berdusta dan
menyiratkan bahwa Yehuwa tidak adil karena tidak mengizinkan Adam dan Hawa memutuskan sendiri apa yang benar dan
salah. Setelah Adam dan Hawa berdosa dan seraya bumi
mulai dipenuhi dengan keturunan mereka, Setan mempertanyakan motif semua orang. ”Orang melayani Allah bukan
karena mereka mengasihi Dia,” demikian tuduhan Setan. ”Beri
6
4, 5. Bagaimana Yehuwa memperlihatkan kekuatan-Nya demi kepentingan umat-Nya?
6. Tuduhan apa yang Setan lontarkan terhadap manusia?
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
117
aku kesempatan, maka aku dapat membuat siapa saja berbalik
melawan Allah.” Itulah yang Setan yakini sebagaimana terlihat
dalam kisah seorang pria bernama Ayub. Siapakah Ayub, dan
bagaimana ia terlibat dengan tantangan Setan?
7 Ayub hidup sekitar 3.600 tahun yang lalu. Ia orang yang
baik, sebab Yehuwa mengatakan, ”Tidak ada seorang pun yang
seperti dia di bumi, seorang pria yang tidak bercela dan lurus
hati, takut akan Allah dan berpaling dari yang jahat.” (Ayub 1:8)
Ayub menyenangkan Allah.
8 Setan mempertanyakan motif Ayub melayani Allah. Si
Iblis mengatakan kepada Yehuwa, ”Bukankah engkau sendiri
yang memasang pagar di sekeliling [Ayub] dan di sekeliling
rumahnya dan di sekeliling segala sesuatu yang ia miliki
di sekelilingnya? Pekerjaan tangannya telah engkau berkati, dan
ternaknya telah tersebar luas di bumi. Tetapi kali ini, ulurkanlah
kiranya tanganmu dan sentuhlah segala sesuatu yang ia miliki
dan lihatlah apakah ia tidak akan mengutuki engkau di mukamu.”—Ayub 1:10, 11.
9 Dengan demikian, Setan menyatakan bahwa Ayub melayani Allah hanya untuk mendapat imbalan. Si Iblis juga
menuduh Ayub akan berbalik melawan Allah seandainya ia diuji. Bagaimana Yehuwa menanggapi tantangan Setan? Karena
masalahnya menyangkut motif Ayub, Yehuwa membiarkan Setan menguji Ayub. Dengan demikian, akan terlihat dengan jelas
apakah Ayub mengasihi Allah—atau tidak.
AYUB DIUJI
Setan segera menguji Ayub dengan berbagai cara. Binatang
peliharaan Ayub ada yang dirampok dan dibantai. Sebagian besar hambanya dibunuh. Akibatnya, ia mengalami kesulitan
ekonomi. Kemudian, tragedi menimpanya lagi ketika kesepuluh
anaknya mati akibat suatu badai. Tetapi, meskipun mengalami
berbagai musibah ini, ”Ayub tidak berbuat dosa dan tidak
10
7, 8. (a) Apa yang membuat Ayub jauh lebih baik daripada orangorang sezamannya? (b) Bagaimana Setan mempertanyakan motif Ayub?
9. Bagaimana Yehuwa menanggapi tantangan Setan, dan mengapa?
10. Ujian apa saja yang menimpa Ayub, dan bagaimana sikapnya?
Ayub mendapat upah
karena ia setia
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
119
menganggap apa pun yang tidak patut berasal dari Allah”.
—Ayub 1:22.
11 Setan tidak menyerah. Ia pasti berpikir bahwa Ayub memang dapat menanggung kehilangan harta, hamba-hamba, dan
anak-anaknya, tetapi kalau ia jatuh sakit, ia tentu akan berbalik
melawan Allah. Yehuwa membiarkan Setan memukul Ayub dengan penyakit yang menjijikkan dan menyakitkan. Namun, hal
itu pun tidak menyebabkan Ayub kehilangan iman kepada
Allah. Malahan, ia dengan teguh mengatakan, ”Sampai aku mati
aku tidak akan menyingkirkan integritasku!”—Ayub 27:5.
12 Ayub tidak tahu bahwa Setanlah penyebab semua kesusahannya. Karena tidak tahu bahwa si Iblis menantang kedaulatan
Yehuwa, Ayub khawatir bahwa semua kesulitannya berasal
dari Allah. (Ayub 6:4; 16:11-14) Meskipun begitu, ia tetap berintegritas kepada Yehuwa. Dan, pernyataan Setan bahwa Ayub
melayani Allah untuk alasan yang mementingkan diri terbukti
tidak benar karena Ayub tetap setia!
13 Karena kesetiaan Ayub, Yehuwa punya jawaban yang tegas
untuk tantangan Setan yang menghina-Nya. Ayub benar-benar
sahabat Yehuwa, dan Allah memberinya upah karena ia setia.
—Ayub 42:12-17.
ANDA TERLIBAT JUGA
Masalah integritas kepada Allah yang diajukan oleh Setan
tidak hanya ditujukan kepada Ayub. Anda juga terlibat. Firman
Yehuwa menyatakan hal ini dengan jelas di Amsal 27:11, ”Hendaklah berhikmat, putraku, dan buatlah hatiku bersukacita,
agar aku dapat memberikan jawaban kepada dia yang mencela aku.” Kata-kata itu, yang ditulis ratusan tahun setelah Ayub
14
11. (a) Tuduhan apa lagi yang Setan lontarkan terhadap Ayub, dan bagaimana tanggapan Yehuwa? (b) Bagaimana sikap Ayub ketika ditimpa
penyakit yang menyakitkan?
12. Bagaimana Ayub membuktikan bahwa tuduhan si Iblis itu tidak benar?
13. Apa yang terjadi karena Ayub setia kepada Allah?
14, 15. Mengapa kita dapat mengatakan bahwa tantangan Setan yang
melibatkan Ayub berlaku untuk semua orang?
120
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mati, menunjukkan bahwa Setan masih mencela Allah dan
menuduh hamba-hamba-Nya. Jika kita menempuh kehidupan
yang menyenangkan Yehuwa, kita sebenarnya ikut memberikan jawaban untuk tuduhan palsu Setan, dan dengan demikian
kita membuat hati Allah senang. Bagaimana perasaan Anda? Tidakkah Anda akan senang dapat ikut menjawab tuduhan palsu
si Iblis, sekalipun hal itu berarti Anda harus membuat beberapa
perubahan dalam kehidupan Anda?
15 Perhatikan bahwa Setan mengatakan, ”Segala sesuatu yang
dimiliki orang akan ia berikan ganti jiwanya.” (Ayub 2:4)
Dengan menyebut kata ”orang”, Setan menyatakan bahwa tuduhannya tidak hanya ditujukan kepada Ayub tetapi kepada
semua orang. Ini penting sekali karena itu berarti Setan juga
mempertanyakan integritas Anda kepada Allah. Si Iblis ingin
melihat Anda tidak taat kepada Allah dan meninggalkan jalan
hidup yang adil-benar apabila kesulitan timbul. Maka, apa yang
Setan lakukan?
16 Seperti yang telah dibahas di Pasal 10, Setan menggunakan
berbagai cara untuk mencoba menjauhkan orang dari Allah. Di
satu sisi, ia menyerang ”seperti singa yang mengaum, berupaya
melahap orang”. (1 Petrus 5:8) Jadi, pengaruh Setan dapat terlihat apabila teman, sanak keluarga, atau orang lain melarang
Anda belajar Alkitab dan menerapkan apa yang Anda pelajari.1
(Yohanes 15:19, 20) Sebaliknya, di sisi lain, Setan ”terus mengubah dirinya menjadi malaikat terang”. (2 Korintus 11:14) Si
Iblis dapat menggunakan cara yang halus untuk menyesatkan
Anda dan memikat Anda agar meninggalkan jalan hidup yang
saleh. Ia dapat juga menggunakan perasaan kecil hati, mungkin
dengan membuat Anda merasa tidak layak untuk menyenang1 Tidak berarti bahwa Setan secara langsung mengendalikan orang yang
menentang Anda. Tetapi, Setan adalah allah sistem ini, dan seluruh dunia
berada dalam kuasanya. (2 Korintus 4:4; 1 Yohanes 5:19) Maka, kita dapat
mengantisipasi bahwa orang tidak menyukai jalan hidup yang saleh, dan ada
yang akan menentang Anda.
16. (a) Dengan cara apa saja Setan mencoba memalingkan orang dari
Allah? (b) Bagaimana si Iblis mungkin menggunakan cara-cara itu pada
diri Anda?
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
121
kan Allah. (Amsal 24:10) Entah Setan bertindak seperti ”singa
yang mengaum” atau seperti ”malaikat terang”, tantangannya
tetap sama: Ia mengatakan bahwa apabila Anda diberi ujian atau
godaan, Anda tidak akan melayani Allah lagi. Bagaimana Anda
dapat menjawab tantangannya dan membuktikan bahwa Anda
berintegritas kepada Allah, seperti halnya Ayub?
MENAATI PERINTAH-PERINTAH YEHUWA
Anda dapat menjawab tantangan Setan dengan menempuh kehidupan yang menyenangkan Allah. Apa artinya itu?
Alkitab menjawab, ”Engkau harus mengasihi Yehuwa, Allahmu,
dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu dan segenap tenaga hidupmu.” (Ulangan 6:5) Seraya Anda semakin mengasihi
Allah, semakin besar pula keinginan Anda untuk melakukan
apa yang Ia minta. ”Inilah arti kasih akan Allah,” tulis rasul
Yohanes, ”yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya.” Jika Anda mengasihi Yehuwa dengan segenap hati, Anda
akan merasa bahwa ”perintah-perintahnya tidak membebani”.
—1 Yohanes 5:3.
18 Apa saja perintah Yehuwa? Beberapa di antaranya menyangkut tingkah laku yang harus kita hindari. Misalnya,
perhatikan kotak di halaman 122 yang berjudul ”Jauhi Apa yang
Yehuwa Benci”. Di sana terdapat daftar tingkah laku yang jelasjelas dikutuk Alkitab. Secara sekilas, beberapa perbuatan yang
disebutkan kelihatannya tidak begitu buruk. Tetapi, setelah merenungkan ayat-ayat yang disebutkan, Anda tentu akan melihat
hikmat di balik hukum-hukum Yehuwa. Mengubah tingkah
laku mungkin sesuatu yang paling sulit Anda lakukan. Namun,
menempuh kehidupan yang menyenangkan Allah mendatangkan kepuasan dan kebahagiaan besar. (Yesaya 48:17, 18) Dan,
Anda bisa melakukan itu. Bagaimana kita tahu?
19 Yehuwa tidak pernah meminta lebih dari apa yang dapat
kita lakukan. (Ulangan 30:11-14) Ia lebih tahu kemampuan dan
17
17. Apa alasan utama untuk menaati perintah-perintah Yehuwa?
18, 19. (a) Sebutkan beberapa perintah Yehuwa. (Lihat kotak di halaman 122.) (b) Bagaimana kita tahu bahwa Allah tidak meminta terlalu
banyak dari kita?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
122
keterbatasan kita daripada kita sendiri. (Mazmur 103:14) Selain
itu, Yehuwa dapat memberi kita kekuatan untuk menaati Dia.
Rasul Paulus menulis, ”Allah itu setia, dan ia tidak akan membiarkan kamu digoda melampaui apa yang dapat kamu
tanggung, tetapi sewaktu ada godaan itu ia juga akan memberikan jalan keluar agar kamu sanggup menahannya.” (1 Korintus
10:13) Untuk membantu Anda bertahan, Yehuwa bahkan dapat memberi Anda ”kuasa yang melampaui apa yang normal”.
(2 Korintus 4:7) Setelah berhasil menanggung banyak ujian,
Paulus dapat mengatakan, ”Dalam segala perkara aku mempunyai kekuatan melalui dia yang memberikan kuasa kepadaku.”
—Filipi 4:13.
JAUHI APA YANG YEHUWA BENCI
Pembunuhan.—Keluaran
20:13; 21:22, 23.
Amoralitas seksual.
—Imamat 20:10, 13, 15, 16;
Roma 1:24, 26, 27, 32;
1 Korintus 6:9, 10.
Spiritisme.—Ulangan 18:9-13;
1 Korintus 10:21, 22; Galatia 5:20.
Penyembahan berhala.
—1 Korintus 10:14.
Kemabukan.—1 Korintus 5:11.
Pencurian.—Imamat 6:2, 4;
Amsal 22:24, 25; Maleakhi 2:16;
Galatia 5:20, 21.
Tutur kata yang tidak
pantas.—Imamat 19:16;
Efesus 5:4; Kolose 3:8.
Penyalahgunaan darah.
—Kejadian 9:4; Kisah 15:20,
28, 29.
Tidak mau memenuhi
kebutuhan keluarga.
—1 Timotius 5:8.
Efesus 4:28.
Ikut dalam perang atau
pertikaian politik dunia.
Dusta.—Amsal 6:16, 19;
—Yesaya 2:4; Yohanes 6:15; 17:16.
Kolose 3:9; Penyingkapan 22:15.
Ketamakan.—1 Korintus 5:11.
Penggunaan tembakau
atau narkoba.—Markus 15:23;
Kekerasan.—Mazmur 11:5;
2 Korintus 7:1.
Menempuh Kehidupan yang Menyenangkan Allah
123
MENGEMBANGKAN SIFAT-SIFAT YANG SALEH
Tentu, untuk menyenangkan Yehuwa, Anda harus melakukan
lebih dari sekadar menjauhi hal-hal yang Ia benci. Anda juga perlu mengasihi apa yang Ia kasihi. (Roma 12:9) Anda tentu merasa
tertarik kepada orang yang mempunyai pandangan, minat, dan nilai-nilai yang sama, bukan? Yehuwa juga begitu. Maka, belajarlah
mengasihi hal-hal yang Yehuwa kasihi. Beberapa di antaranya disebutkan di Mazmur 15:1-5, yang memuat uraian tentang siapa yang
Allah anggap sahabat-Nya. Sahabat Yehuwa memperlihatkan apa
20
20. Sifat-sifat saleh apa yang harus Anda kembangkan, dan mengapa sifat-sifat itu penting?
124
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang Alkitab sebut ”buah roh”, yang mencakup sifat-sifat seperti
”kasih, sukacita, damai, kepanjangsabaran, kebaikan hati, kebaikan, iman, kelemahlembutan, pengendalian diri”.—Galatia 5:22, 23.
21 Dengan membaca dan mempelajari Alkitab secara teratur
Anda akan dibantu untuk mengembangkan sifat-sifat yang saleh.
Dan, dengan mempelajari apa yang Allah minta, Anda akan dibantu untuk menyelaraskan pikiran Anda dengan cara berpikir Allah.
(Yesaya 30:20, 21) Semakin Anda mengasihi Yehuwa, semakin
besar pula keinginan Anda untuk menempuh kehidupan yang menyenangkan Allah.
22 Untuk menempuh kehidupan yang menyenangkan Yehuwa,
Anda perlu mengerahkan upaya. Dalam Alkitab, mengubah kehidupan disamakan dengan menanggalkan kepribadian lama lalu
mengenakan kepribadian baru. (Kolose 3:9, 10) Tetapi mengenai
perintah-perintah Yehuwa, pemazmur menulis, ”Dalam menjalankannya ada upah yang besar.” (Mazmur 19:11) Anda juga akan
merasa bahwa menempuh kehidupan yang menyenangkan Allah
itu sangat bermanfaat. Dengan melakukan hal itu, Anda akan
memberikan jawaban atas tantangan Setan dan membuat hati Yehuwa senang!
21. Apa yang akan membantu Anda mengembangkan sifat-sifat yang
saleh?
22. Apa hasilnya jika Anda menempuh kehidupan yang menyenangkan
Allah?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Anda dapat menjadi sahabat Allah dengan menaati Dia.—Yakobus 2:23.
ˇ Setan menantang integritas semua orang.
—Ayub 1:8, 10, 11; 2:4; Amsal 27:11.
ˇ Kita harus menjauhi perbuatan yang tidak menyenangkan Allah.—1 Korintus 6:9, 10.
ˇ Kita dapat menyenangkan Yehuwa dengan
membenci apa yang Ia benci dan mengasihi
apa yang Ia kasihi.—Roma 12:9.
PASAL TIGA BELAS
Pandangan Allah tentang
Kehidupan
Bagaimana Allah memandang kehidupan?
Bagaimana Allah memandang pengguguran
kandungan?
Bagaimana caranya kita menghargai kehidupan?
”YEHUWA benar-benar Allah,” kata nabi Yeremia. ”Ia Allah
yang hidup.” (Yeremia 10:10) Selain itu, Allah Yehuwa adalah Pencipta semua makhluk hidup. Makhluk-makhluk di surga
mengatakan kepada-Nya, ”Engkau menciptakan segala sesuatu,
dan oleh karena kehendakmu semua itu ada dan diciptakan.”
(Penyingkapan 4:11) Dalam sebuah nyanyian pujian kepada
Allah, Raja Daud mengatakan, ”Padamu ada sumber kehidupan.” (Mazmur 36:9) Jadi, kehidupan adalah karunia dari Allah.
2 Yehuwa juga memelihara kehidupan kita. (Kisah 17:28) Ia
menyediakan makanan yang kita santap, air yang kita minum,
udara yang kita hirup, dan tanah yang kita tinggali. (Kisah 14:
15-17) Yehuwa menyediakan semuanya dengan sebaik-baiknya
agar kehidupan ini menyenangkan. Tetapi, supaya kita benarbenar menikmati kehidupan, kita perlu belajar hukum-hukum
Allah dan menaatinya.—Yesaya 48:17, 18.
CARANYA MENGHARGAI KEHIDUPAN
Allah ingin agar kita menghargai kehidupan—baik kehidupan kita sendiri maupun kehidupan orang lain. Misalnya, pada
zaman Adam dan Hawa dahulu, putra mereka, Kain, marah besar kepada adiknya, Habel. Yehuwa memperingatkan Kain
bahwa kemarahannya dapat menyebabkan ia melakukan dosa
3
1. Siapa yang menciptakan semua makhluk hidup?
2. Apa yang Allah lakukan untuk memelihara kehidupan kita?
3. Bagaimana Allah memandang pembunuhan Habel?
KITA MENGHARGAI KEHIDUPAN
ˇ dengan tidak mengambil
kehidupan janin
ˇ dengan menghentikan
kebiasaan yang najis
ˇ dengan
menyingkirkan
dari hati kita
kebencian apa
pun terhadap
sesama
Pandangan Allah tentang Kehidupan
127
yang serius. Kain mengabaikan peringatan itu. Ia ”menyerang Habel, saudaranya, dan membunuhnya”. (Kejadian 4:
3-8) Yehuwa menghukum Kain karena membunuh saudaranya.
—Kejadian 4:9-11.
4 Ribuan tahun kemudian, Yehuwa memberi bangsa Israel
hukum-hukum agar mereka dapat melayani Dia dengan cara
yang diperkenan. Hukum-hukum ini adakalanya disebut Hukum Musa karena diberikan melalui nabi Musa. Dalam Hukum
Musa tertulis, ”Jangan membunuh.” (Ulangan 5:17) Hal itu
menunjukkan kepada orang Israel bahwa Allah menghargai kehidupan manusia dan bahwa orang-orang harus menghargai
kehidupan sesamanya.
5 Bagaimana dengan kehidupan janin? Menurut Hukum
Musa, orang yang menyebabkan kematian bayi yang ada dalam
rahim ibunya dinyatakan bersalah. Ya, kehidupan janin pun
berharga bagi Yehuwa. (Keluaran 21:22, 23; Mazmur 127:3) Ini
berarti pengguguran kandungan itu salah.
6 Menghargai kehidupan berarti memiliki pandangan yang
benar tentang sesama manusia. Alkitab mengatakan, ”Setiap
orang yang membenci saudaranya adalah pembunuh manusia,
dan kamu tahu bahwa pembunuh manusia tidak memiliki
kehidupan abadi dalam dirinya.” (1 Yohanes 3:15) Jika kita menginginkan kehidupan abadi, kita perlu menyingkirkan dari hati
kebencian apa pun terhadap sesama, karena kebencian sering
menjadi sumber kekerasan. (1 Yohanes 3:11, 12) Kita perlu belajar
mengasihi satu sama lain.
7 Bagaimana dengan menghargai kehidupan kita sendiri?
Orang biasanya tidak mau mati, tetapi ada yang membahayakan kehidupan mereka demi kesenangan. Misalnya, banyak
orang merokok, mengunyah buah pinang, atau menggunakan narkoba untuk bersenang-senang. Bahan-bahan itu merusak
4. Dalam Hukum Musa, bagaimana Allah menandaskan pandangan
yang benar tentang kehidupan?
5. Bagaimana kita harus memandang pengguguran kandungan?
6. Mengapa kita tidak boleh membenci sesama kita?
7. Kebiasaan apa saja yang menunjukkan tidak adanya penghargaan terhadap kehidupan?
128
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
tubuh dan sering mengakibatkan kematian penggunanya. Orang
yang terbiasa menggunakan bahan-bahan itu tidak menganggap
kehidupan itu suci. Kebiasaan tersebut najis dalam pandangan
Allah. (Roma 6:19; 12:1; 2 Korintus 7:1) Untuk melayani Allah dengan cara yang diperkenan, kita harus menghentikan kebiasaan
tersebut. Walaupun mungkin sangat sulit, Yehuwa dapat memberi kita bantuan yang dibutuhkan. Dan, Ia menghargai upaya
kita untuk menjaga kehidupan kita sebagai karunia yang berharga dari-Nya.
8 Jika kita menghargai kehidupan, kita akan selalu ingat perlunya memperhatikan keselamatan. Kita tidak akan ceroboh dan
tidak akan mengambil risiko hanya demi kesenangan atau sensasi. Kita tidak akan mengemudi dengan ugal-ugalan dan akan
menghindari olahraga yang mengandung kekerasan atau yang
berbahaya. (Mazmur 11:5) Hukum Allah bagi orang Israel zaman dahulu menyatakan, ”Apabila engkau membangun rumah
baru [dengan atap datar], engkau harus membuat pagar tembok
yang rendah untuk atap rumahmu, agar engkau tidak mendatangkan utang darah atas rumahmu bila seseorang jatuh dari
situ.” (Ulangan 22:8) Selaras dengan prinsip yang dinyatakan
dalam hukum itu, semua bagian dari rumah Anda, misalnya
tangga, harus selalu dalam kondisi baik agar orang tidak tersandung, jatuh, dan mendapat cedera berat. Jika Anda punya
mobil, pastikan agar mobil itu aman untuk dikendarai. Jangan
sampai rumah atau mobil Anda membahayakan diri Anda atau
orang lain.
9 Bagaimana dengan kehidupan binatang? Itu pun suci bagi
sang Pencipta. Allah mengizinkan kita membunuh binatang
untuk makanan dan pakaian atau untuk melindungi orang dari
bahaya. (Kejadian 3:21; 9:3; Keluaran 21:28) Tetapi, menyiksa
atau membunuh binatang hanya untuk hiburan adalah salah
dan menunjukkan bahwa seseorang sama sekali tidak menghargai kehidupan yang suci di mata Allah.—Amsal 12:10.
8. Mengapa kita harus selalu ingat perlunya memperhatikan keselamatan?
9. Jika kita menghargai kehidupan, bagaimana kita akan memperlakukan binatang?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
129
CARANYA MENGHARGAI DARAH
Setelah Kain membunuh adiknya, Habel, Yehuwa mengatakan kepada Kain, ”Darah saudaramu berseru kepadaku dari
tanah.” (Kejadian 4:10) Sewaktu Allah menyebut darah Habel,
yang Ia maksudkan adalah kehidupan Habel. Kain telah mengambil kehidupan Habel, dan sekarang Kain harus dihukum.
Darah, atau kehidupan, Habel seolah-olah berseru kepada
Yehuwa menuntut keadilan. Hubungan antara kehidupan dan
darah diperlihatkan lagi setelah Air Bah pada zaman Nuh.
Sebelum Air Bah, manusia hanya makan buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, dan kacang-kacangan. Setelah Air Bah,
Yehuwa berfirman kepada Nuh dan putra-putranya, ”Segala binatang yang bergerak, yang hidup, dapat menjadi makananmu.
Sebagaimana halnya tumbuh-tumbuhan hijau, aku memberikan semuanya kepadamu.” Tetapi, Allah memberikan batasan
ini, ”Hanya daging dengan jiwanya [atau, kehidupannya]—darahnya—jangan dimakan.” (Kejadian 1:29; 9:3, 4) Jelaslah, bagi
Yehuwa, kehidupan sangat erat kaitannya dengan darah.
11 Kita menghargai darah dengan tidak memakannya. Dalam
Hukum yang Yehuwa berikan kepada orang Israel, Ia memerintahkan, ”Mengenai setiap orang . . . yang dalam perburuan
menangkap binatang liar atau unggas yang boleh dimakan, ia
harus mencurahkan darahnya dan menutupinya dengan debu.
. . . Aku berfirman kepada putra-putra Israel, ’Kamu tidak boleh
makan darah segala jenis makhluk.’” (Imamat 17:13, 14) Larangan makan darah binatang, yang mula-mula Allah berikan
kepada Nuh sekitar 800 tahun sebelumnya, masih berlaku. Pandangan Yehuwa jelas: Hamba-hamba-Nya boleh makan daging
binatang kecuali darahnya. Mereka harus mencurahkan darahnya ke tanah—seolah-olah mengembalikan kehidupan makhluk
itu kepada Allah.
12 Perintah serupa berlaku bagi orang Kristen. Para rasul dan
10
10. Bagaimana Allah menunjukkan adanya kaitan antara kehidupan
dan darah?
11. Mengenai darah, apa yang Allah larang sejak zaman Nuh?
12. Perintah apa mengenai darah yang diberikan oleh roh kudus pada
abad pertama dan yang masih berlaku dewasa ini?
130
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
beberapa pengikut Yesus yang mengambil pimpinan pada abad
pertama berkumpul untuk memutuskan perintah apa saja yang
harus ditaati oleh semua di sidang Kristen. Mereka berkesimpulan, ”Roh kudus dan kami sendiri telah berkenan untuk tidak
menambahkan lebih banyak beban kepadamu, kecuali hal-hal
yang perlu ini: agar kamu tetap menjauhkan diri dari hal-hal
yang dikorbankan kepada berhala, dari darah, dari binatang
yang mati dicekik [sehingga darahnya tertahan], dan dari percabulan.” (Kisah 15:28, 29; 21:25) Jadi, kita harus ’menjauhkan
diri dari darah’. Dalam pandangan Allah, melakukan hal itu
sama pentingnya seperti menghindari penyembahan berhala
dan amoralitas seksual.
13 Apakah perintah untuk menjauhkan diri dari darah mencakup transfusi darah? Ya. Sebagai gambaran: Andaikata seorang
dokter menyuruh Anda menjauhkan diri dari minuman beralkohol, apakah itu hanya berarti Anda tidak boleh meminumnya
tetapi Anda boleh menyuntikkannya ke dalam pembuluh darah
Anda? Tentu tidak! Demikian pula, menjauhkan diri dari darah berarti tidak memasukkannya ke dalam tubuh kita dengan
cara apa pun. Jadi, perintah untuk menjauhkan diri dari darah
berarti kita tidak akan mengizinkan siapa pun mentransfusikan
darah ke dalam pembuluh darah kita.
14 Bagaimana jika seorang Kristen mendapat luka parah atau
perlu menjalani operasi besar? Katakanlah dokter-dokter mengharuskan dia ditransfusi darah, jika tidak, dia akan mati. Orang
Kristen itu tentu tidak ingin mati. Dalam upaya untuk mempertahankan karunia kehidupan yang berharga dari Allah, ia
bersedia menerima dan mencari pengobatan lain yang tidak
menggunakan darah tetapi menggunakan berbagai zat pengganti darah yang mungkin tersedia.
15 Apakah seorang Kristen akan melanggar hukum Allah hanya
untuk bertahan hidup sedikit lebih lama dalam sistem ini? Yesus
mengatakan, ”Barang siapa ingin menyelamatkan jiwanya [atau,
13. Berikan gambaran bahwa perintah untuk menjauhkan diri dari darah mencakup transfusi darah.
14, 15. Jika dokter-dokter mengharuskan seorang Kristen ditransfusi
darah, bagaimana ia akan menanggapinya, dan mengapa?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
kehidupannya] akan kehilangan jiwanya;
tetapi barang siapa kehilangan jiwanya
demi aku akan mendapatkannya.” (Matius 16:25) Kita tidak ingin mati. Tetapi, jika
kita mencoba menyelamatkan kehidupan
kita sekarang dengan melanggar hukum
Allah, bisa jadi kita akan kehilangan
kehidupan abadi. Maka, tindakan yang bijaksana adalah percaya bahwa hukum
Allah itu pasti benar dan yakin sepenuhnya bahwa jika kita mati karena suatu
sebab, Pemberi kehidupan kita akan
mengingat kita dengan membangkitkan
dan mengembalikan kepada kita karunia
kehidupan yang berharga itu.—Yohanes 5:
28, 29; Ibrani 11:6.
16 Dewasa ini, hamba-hamba Allah yang
setia bertekad untuk mengikuti petunjukNya tentang darah. Mereka tidak akan
memakannya dalam bentuk apa pun. Mereka juga tidak akan menerima darah
untuk alasan medis.1 Mereka yakin bahwa sang Pencipta darah tahu yang terbaik
bagi mereka. Apakah Anda sendiri yakin?
Andaikata
dokter menyuruh
Anda menjauhkan
diri dari alkohol,
apakah Anda akan
menyuntikkannya
ke dalam pembuluh
darah Anda?
DARAH HANYA BOLEH DIGUNAKAN
UNTUK SATU HAL
17 Hukum Musa menandaskan penggunaan darah untuk satu
hal saja. Mengenai ibadat yang dituntut dari orang Israel
zaman dahulu, Yehuwa memerintahkan, ”Jiwa [atau, kehidupan] makhluk ada di dalam darahnya, dan aku sendiri telah
1 Untuk keterangan tentang pengganti transfusi darah, lihat halaman 1317 brosur Bagaimana Darah Dapat Menyelamatkan Kehidupan Anda? yang
diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
16. Mengenai darah, apa tekad hamba-hamba Allah?
17. Di Israel zaman dahulu, Allah Yehuwa mengizinkan darah digunakan untuk satu hal apa?
132
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
menaruhnya di atas mezbah bagi kamu untuk mengadakan
pendamaian bagi jiwa-jiwamu, sebab darah itulah yang mengadakan pendamaian.” (Imamat 17:11) Pada waktu orang Israel
berdosa, mereka dapat memperoleh pengampunan dengan
mempersembahkan binatang dan menaruh sedikit darahnya di
atas mezbah di tabernakel atau belakangan di bait Allah. Darah
hanya boleh digunakan untuk korban-korban seperti itu.
18 Orang Kristen sejati tidak berada di bawah Hukum Musa
dan karena itu tidak mempersembahkan korban binatang dan
tidak menaruh darah binatang di atas mezbah. (Ibrani 10:1)
Tetapi, darah yang ditaruh di atas mezbah pada zaman Israel dahulu menggambarkan korban yang berharga dari Putra Allah,
Yesus Kristus. Sebagaimana kita pelajari di Pasal 5 buku ini,
Yesus memberikan kehidupan manusianya untuk kita dengan
membiarkan darahnya dicurahkan sebagai korban. Kemudian,
18. Manfaat dan berkat apa yang dapat kita peroleh dengan dicurahkannya darah Yesus?
Bagaimana Anda dapat menunjukkan penghargaan
terhadap kehidupan dan darah?
Pandangan Allah tentang Kehidupan
133
ia naik ke surga dan mempersembahkan kepada Allah nilai darahnya yang tercurah, sekali untuk selama-lamanya. (Ibrani 9:
11, 12) Hal itu menjadi dasar untuk mengampuni dosa kita dan
membuka jalan bagi kita untuk memperoleh kehidupan abadi.
(Matius 20:28; Yohanes 3:16) Terlihat di sini betapa sangat pentingnya penggunaan darah untuk tujuan itu! (1 Petrus 1:18, 19)
Hanya dengan beriman kepada nilai darah Yesus yang tercurah
kita dapat memperoleh keselamatan.
19 Kita dapat sangat bersyukur kepada Allah Yehuwa atas karunia yang pengasih berupa kehidupan! Dan, tidakkah hal itu
seharusnya menggerakkan kita untuk memberi tahu orang lain
tentang kesempatan untuk memperoleh kehidupan abadi atas
dasar iman akan korban Yesus? Kepedulian kita terhadap kehidupan sesama kita, yang sama dengan kepedulian Allah, akan
menggerakkan kita untuk segera melakukan hal itu dengan
penuh semangat. (Yehezkiel 3:17-21) Jika kita memenuhi tanggung jawab itu dengan sungguh-sungguh, maka, seperti rasul
Paulus, kita akan dapat mengatakan, ”Aku bersih dari darah
semua orang, karena aku tidak menahan diri untuk memberitahukan semua kehendak Allah kepada kamu.” (Kisah 20:26, 27)
Memberi tahu orang-orang tentang Allah dan maksud-tujuanNya adalah cara yang baik untuk menunjukkan bahwa kita
sangat menghargai kehidupan dan darah.
19. Apa yang harus kita lakukan agar ”bersih dari darah semua orang”?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kehidupan adalah karunia dari Allah.—Mazmur
36:9; Penyingkapan 4:11.
ˇ Pengguguran kandungan itu salah, karena kehidupan janin berharga dalam pandangan Allah.
—Keluaran 21:22, 23; Mazmur 127:3.
ˇ Kita menghargai kehidupan dengan tidak membahayakan nyawa dan tidak makan darah.
—Ulangan 5:17; Kisah 15:28, 29.
PASAL EMPAT BELAS
Cara Membina Keluarga Bahagia
Apa yang diperlukan untuk menjadi suami yang baik?
Bagaimana wanita dapat berhasil sebagai istri?
Apa yang dituntut untuk menjadi orang tua yang baik?
Bagaimana anak-anak dapat ikut membina
keluarga yang bahagia?
ALLAH YEHUWA ingin kehidupan keluarga Anda bahagia. Firman-Nya, Alkitab, memberikan pedoman bagi setiap anggota
keluarga, dengan menguraikan peranan yang Allah inginkan bagi mereka masing-masing. Apabila para anggota keluarga
menjalankan peranan mereka selaras dengan nasihat Allah, hasilnya sangat memuaskan. Yesus mengatakan, ”Berbahagialah
mereka yang mendengar firman Allah dan memeliharanya!”
—Lukas 11:28.
2 Kebahagiaan keluarga terutama bergantung pada kesadaran kita bahwa Yehuwa, Pribadi yang Yesus sebut ”Bapak kami”,
adalah pemula keluarga. (Matius 6:9) Setiap keluarga di bumi
ada karena Bapak surgawi kita—dan Ia pasti tahu apa yang dapat
membuat sebuah keluarga bahagia. (Efesus 3:14, 15) Jadi, apa
yang Alkitab ajarkan tentang peranan setiap anggota keluarga?
ALLAH ADALAH PEMULA KELUARGA
Yehuwa menciptakan manusia pertama, Adam dan Hawa,
dan mempersatukan mereka sebagai suami dan istri. Ia menaruh mereka di tempat tinggal yang indah, suatu firdaus di bumi
—Taman Eden—dan menyuruh mereka mempunyai keturunan.
3
1. Apa kunci menuju kehidupan keluarga yang bahagia?
2. Kebahagiaan keluarga bergantung pada kesadaran kita akan hal apa?
3. Bagaimana Alkitab menguraikan awal mula keluarga manusia, dan
mengapa kita tahu bahwa apa yang dikatakannya itu benar?
Cara Membina Keluarga Bahagia
135
”Beranakcuculah dan bertambah banyak dan penuhilah bumi,”
kata Yehuwa. (Kejadian 1:26-28; 2:18, 21-24) Ini bukan sekadar
dongeng, sebab Yesus membenarkan apa yang dikatakan buku
Kejadian tentang awal mula kehidupan keluarga. (Matius 19:4, 5)
Meskipun kita menghadapi banyak masalah dan kehidupan sekarang tidaklah seperti yang Allah maksudkan, mari kita lihat
mengapa kebahagiaan dalam keluarga tetap bisa kita rasakan.
4 Setiap anggota keluarga dapat turut membina keluarga yang
bahagia dengan meniru Allah dalam memperlihatkan kasih.
(Efesus 5:1, 2) Tetapi, bagaimana kita dapat meniru Allah, sedangkan kita tidak dapat melihat Dia? Kita dapat belajar cara
Yehuwa bertindak melalui Putra sulung-Nya yang Ia utus dari
surga ke bumi. (Yohanes 1:14, 18) Ketika berada di bumi, Putra
ini, Yesus Kristus, meniru Bapak surgawinya dengan begitu persis sehingga orang yang melihat dan mendengarkan Yesus sama
seperti berada bersama Yehuwa dan mendengar Dia. (Yohanes
14:9) Karena itu, dengan belajar tentang kasih yang Yesus tunjukkan dan mengikuti teladannya, kita masing-masing dapat
ikut mewujudkan keluarga yang lebih bahagia.
ANUTAN BAGI PARA SUAMI
Alkitab mengatakan bahwa suami harus memperlakukan istrinya dengan cara yang sama seperti Yesus memperlakukan
murid-muridnya. Perhatikan petunjuk Alkitab ini, ”Suamisuami, teruslah kasihi istrimu, sebagaimana Kristus juga
mengasihi sidang jemaat dan menyerahkan dirinya baginya . . .
Dengan cara inilah suami-suami harus mengasihi istri mereka
seperti tubuh mereka sendiri. Ia yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri, sebab tidak seorang pun pernah
membenci tubuhnya sendiri; tetapi ia memberi makan dan menyayanginya, sebagaimana yang juga Kristus lakukan kepada
sidang jemaat.”—Efesus 5:23, 25-29.
5
4. (a) Bagaimana setiap anggota keluarga dapat menambah kebahagiaan keluarga? (b) Mengapa mempelajari kehidupan Yesus begitu penting
bagi kebahagiaan keluarga?
5, 6. (a) Bagaimana cara Yesus memperlakukan sidang jemaat menjadi
teladan bagi para suami? (b) Apa yang harus dilakukan untuk mendapat pengampunan dosa?
136
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
6 Kasih Yesus bagi sidang jemaat yang terdiri dari murid-muridnya merupakan teladan yang sempurna bagi suami. Yesus
”mengasihi mereka sampai ke akhir”, dengan mengorbankan
kehidupannya bagi mereka, meskipun mereka tidak sempurna. (Yohanes 13:1; 15:13) Demikian pula, para suami didesak,
”Teruslah kasihi istrimu dan janganlah marah dengan sengit kepada mereka.” (Kolose 3:19) Apa yang akan membantu suami
menerapkan nasihat tersebut, terutama sewaktu istrinya sesekali bertindak tidak bijaksana? Ia perlu ingat bahwa ia sendiri
juga berbuat salah, dan apa yang harus ia lakukan untuk mendapat pengampunan Allah? Ia harus mengampuni orang yang
berdosa terhadapnya, termasuk istrinya. Tentu, istrinya harus
melakukan hal yang sama. (Matius 6:12, 14, 15) Itulah sebabnya
ada yang mengatakan bahwa perkawinan yang sukses adalah
perpaduan dua orang yang suka mengampuni.
7 Para suami sebaiknya juga memperhatikan bahwa Yesus
selalu bertimbang rasa terhadap murid-murid-Nya. Ia mempertimbangkan keterbatasan dan kebutuhan fisik mereka.
Misalnya, ketika mereka lelah, ia mengatakan, ”Marilah kita
pergi ke tempat yang sunyi dan beristirahat sedikit, kita saja.”
(Markus 6:30-32) Timbang rasa yang penuh pengertian juga layak diberikan kepada istri. Alkitab menggambarkan istri sebagai
”bejana yang lebih lemah” dan kepadanya suami diperintahkan untuk memberikan ”kehormatan”. Mengapa? Karena baik
suami maupun istri sama-sama mendapat ”perkenan yang tidak
selayaknya diperoleh berupa kehidupan”. (1 Petrus 3:7) Para
suami hendaknya ingat bahwa yang membuat seseorang berharga bagi Allah adalah kesetiaan, bukan apakah ia pria atau
wanita.—Mazmur 101:6.
8 Alkitab mengatakan bahwa suami ”yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri”. Alasannya adalah, seperti yang
Yesus nyatakan, seorang pria dan istrinya ”bukan lagi dua, melainkan satu daging”. (Matius 19:6) Jadi, hasrat seksual hanya
7. Apa yang Yesus pertimbangkan, dan bagaimana para suami harus
meniru teladannya?
8. (a) Mengapa dikatakan bahwa suami ”yang mengasihi istrinya mengasihi dirinya sendiri”? (b) Apa artinya ”satu daging” bagi seorang
suami dan istrinya?
Cara Membina Keluarga Bahagia
137
boleh ditujukan kepada teman hidupnya sendiri. (Amsal 5:1521; Ibrani 13:4) Hal itu dapat dilakukan jika mereka memedulikan kebutuhan teman hidup mereka, bukan kebutuhan diri
sendiri saja. (1 Korintus 7:3-5) Pengingat ini patut diperhatikan: ”Tidak seorang pun pernah membenci tubuhnya sendiri;
tetapi ia memberi makan dan menyayanginya.” Para suami harus
mengasihi istri mereka seperti diri sendiri, sambil mengingat
bahwa mereka bertanggung jawab kepada Yesus Kristus, kepala
mereka.—Efesus 5:29; 1 Korintus 11:3.
9 Rasul Paulus menyebutkan ’kasih sayang yang lembut yang
dimiliki Kristus Yesus’. (Filipi 1:8) Kelembutan Yesus adalah sifat
yang menyegarkan, sifat yang menyukakan hati para wanita yang
menjadi murid-muridnya. (Yohanes 20:1, 11-13, 16) Memang,
istri mendambakan kasih sayang yang lembut dari suaminya.
TELADAN BAGI PARA ISTRI
Keluarga adalah suatu organisasi, dan agar berjalan lancar,
dibutuhkan seorang kepala. Yesus pun harus tunduk kepada Pribadi yang menjadi Kepalanya. ”Kepala dari Kristus adalah
Allah”, demikian pula, ”kepala dari seorang wanita adalah pria”.
(1 Korintus 11:3) Ketundukan Yesus kepada Allah sebagai Kepalanya merupakan teladan yang bagus, sebab kita semua harus
tunduk kepada orang yang menjadi kepala kita.
11 Karena tidak sempurna, pria bisa saja berbuat salah dan seringkali bukan kepala keluarga yang ideal. Maka, apa yang
harus dilakukan istri? Ia tidak boleh meremehkan apa yang dilakukan suaminya atau mencoba mengambil alih kedudukannya
sebagai kepala. Seorang istri sebaiknya ingat bahwa dalam pandangan Allah, roh atau pembawaan yang tenang dan lembut itu
sangat berharga. (1 Petrus 3:4) Dengan memperlihatkan hal itu,
ia akan merasa lebih mudah untuk menunjukkan ketundukan
yang saleh, bahkan di bawah keadaan yang sulit. Selanjutnya,
10
9. Sifat apa yang Yesus miliki, yang disebutkan dalam Filipi 1:8, dan
mengapa para suami harus memperlihatkan sifat ini kepada istri mereka?
10. Bagaimana Yesus memberikan teladan bagi istri?
11. Bagaimana seharusnya sikap istri terhadap suaminya, dan apa yang
mungkin dihasilkan oleh tingkah lakunya?
138
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Alkitab mengatakan, ”Istri harus memiliki respek yang dalam
kepada suaminya.” (Efesus 5:33) Namun, bagaimana jika suaminya tidak menerima Kristus sebagai Kepalanya? Alkitab
mendesak para istri, ”Tunduklah kepada suamimu, agar jika ada
yang tidak taat kepada firman itu, mereka dapat dimenangkan
tanpa perkataan melalui tingkah laku istri mereka, karena telah
menjadi saksi mata dari tingkah lakumu yang murni yang disertai respek yang dalam.”—1 Petrus 3:1, 2.
12 Entah suaminya seiman atau tidak, istri boleh dengan bijaksana menyatakan pendapat yang berbeda dengan pendapat
suaminya. Hal itu tidak berarti ia tidak menghormati suaminya. Sudut pandangannya bisa jadi benar, dan seluruh keluarga
bisa mendapat manfaat jika suami mendengarkan istrinya. Ketika Sara, istri Abraham, menyarankan penyelesaian yang praktis
untuk suatu problem rumah tangga, Abraham tidak sependapat
dengannya. Tetapi, Allah mengatakan kepada Abraham, ”Dengarkanlah perkataannya.” (Kejadian 21:9-12) Tentu saja,
apabila suami membuat keputusan akhir yang tidak bertentangan dengan hukum Allah, istrinya harus tunduk dengan
mendukung keputusannya.—Kisah 5:29; Efesus 5:24.
13 Dalam memenuhi peranannya, istri dapat melakukan banyak hal untuk mengurus keluarganya. Misalnya, Alkitab
menunjukkan bahwa wanita yang sudah menikah harus ’mengasihi suami mereka, mengasihi anak-anak mereka, berpikiran
sehat, murni, giat melakukan pekerjaan rumah tangga, baik, tunduk kepada suami mereka’. (Titus 2:4, 5) Apabila seorang wanita
melakukan hal itu sebagai istri dan ibu, ia akan terus disayangi
dan dihormati keluarganya. (Amsal 31:10, 28) Tetapi, karena pernikahan adalah perpaduan dua orang yang tidak sempurna,
problem yang serius bisa jadi mengarah ke perpisahan atau
perceraian. Alkitab mengizinkan perpisahan karena keadaan tertentu. Namun, perpisahan tidak boleh dianggap enteng, sebab
Alkitab memberikan nasihat, ’Seorang istri janganlah pergi dari
12. Mengapa tidak salah jika istri menyatakan pendapatnya dengan penuh hormat?
13. (a) Dalam Titus 2:4, 5, wanita yang sudah menikah didesak untuk
berbuat apa? (b) Apa yang Alkitab katakan tentang perpisahan dan perceraian?
Teladan apa yang Sara berikan bagi para istri?
suaminya dan seorang suami janganlah meninggalkan istrinya.’
(1 Korintus 7:10, 11) Dan, dasar Alkitab untuk perceraian hanyalah percabulan yang dilakukan oleh teman hidup.—Matius 19:9.
TELADAN YANG SEMPURNA BAGI ORANG TUA
Yesus memberikan teladan yang sempurna bagi para orang
tua dalam cara ia memperlakukan anak-anak. Ketika orangorang mencoba mencegah anak-anak kecil mendekati Yesus,
ia mengatakan, ”Biarkan anak-anak kecil itu datang kepadaku;
jangan mencoba menghentikan mereka.” Alkitab mengatakan
bahwa ia kemudian ”merangkul anak-anak itu serta memberkati mereka, sambil meletakkan tangannya ke atas mereka”.
(Markus 10:13-16) Karena Yesus meluangkan waktu untuk anakanak kecil, tidakkah Anda seharusnya melakukan hal yang sama
bagi putra-putri Anda? Mereka membutuhkan banyak waktu
Anda, bukan hanya sedikit-sedikit. Anda perlu meluangkan
waktu untuk mengajar mereka, sebab itulah yang Yehuwa perintahkan kepada para orang tua.—Ulangan 6:4-9.
15 Seraya dunia ini semakin bejat, anak-anak membutuhkan
orang tua yang akan melindungi mereka dari orang-orang yang
14
14. Bagaimana Yesus memperlakukan anak-anak, dan apa yang dibutuhkan anak-anak dari orang tua?
15. Apa yang dapat dilakukan orang tua untuk melindungi anak-anak
mereka?
140
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mencoba merusak mereka, seperti para pemerkosa anak. Perhatikan bagaimana Yesus melindungi murid-muridnya, yang dengan
penuh kasih sayang ia sebut ”anak-anak kecil”. Ketika ia ditangkap
dan tidak lama lagi akan dibunuh, Yesus mengatur agar mereka dapat selamat. (Yohanes 13:33; 18:7-9) Sebagai orang tua, Anda
perlu waspada terhadap upaya si Iblis untuk merusak anak-anak
kecil Anda. Anda perlu memberi mereka peringatan di muka.1
(1 Petrus 5:8) Keselamatan mereka secara fisik, rohani, dan moral
sekarang sangat terancam, lebih dari yang sudah-sudah.
16 Pada malam sebelum Yesus mati, murid-muridnya berteng1 Bantuan untuk melindungi anak-anak terdapat di pasal 32 buku Belajarlah dari sang Guru Agung, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
16. Pelajaran apa yang dapat diperoleh orang tua dari cara Yesus menangani ketidaksempurnaan murid-muridnya?
Pelajaran apa yang dapat diperoleh orang tua dari
cara Yesus memperlakukan anak-anak?
Cara Membina Keluarga Bahagia
141
kar tentang siapa yang lebih besar di antara mereka. Yesus tidak
marah kepada mereka, tetapi dengan penuh kasih terus menyadarkan mereka melalui perkataan dan teladan. (Lukas 22:2427; Yohanes 13:3-8) Jika Anda adalah orang tua, dengan cara
apa saja Anda dapat mengikuti teladan Yesus sewaktu mengoreksi anak-anak Anda? Memang, mereka perlu disiplin, tetapi itu
harus diberikan sampai ”taraf yang patut” dan jangan sewaktu
Anda sedang marah. Anda tentu tidak akan berbicara tanpa dipikir ”bagaikan dengan tikaman-tikaman pedang”. (Yeremia
30:11; Amsal 12:18) Disiplin harus diberikan dengan cara yang
benar sehingga anak Anda belakangan akan menyadari betapa
benarnya disiplin itu.—Efesus 6:4; Ibrani 12:9-11.
ANUTAN BAGI ANAK-ANAK
Apakah anak-anak dapat belajar dari Yesus? Ya, tentu! Melalui teladannya sendiri, Yesus menunjukkan cara anak-anak
harus menaati orang tua mereka. ”Aku berbicara,” katanya, ”sebagaimana telah diajarkan Bapak kepadaku.” Ia menambahkan,
”Aku selalu melakukan hal-hal yang menyenangkan dia.” (Yohanes 8:28, 29) Yesus patuh kepada Bapak surgawinya, dan
Alkitab menyuruh anak-anak menaati orang tua mereka. (Efesus 6:1-3) Meskipun Yesus adalah anak yang sempurna, ketika
berada di bumi ia menaati orang tuanya, Yusuf dan Maria, yang
tidak sempurna. Hal itu tentu menghasilkan kebahagiaan bagi
setiap anggota keluarga Yesus!—Lukas 2:4, 5, 51, 52.
18 Dengan cara apa saja anak-anak dapat meniru Yesus dan
membuat orang tua mereka bahagia? Memang, anak-anak
mungkin kadang-kadang merasa sulit untuk menaati orang tua
mereka, tetapi itulah yang Allah inginkan. (Amsal 1:8; 6:20)
Yesus selalu menaati Bapak surgawinya, bahkan dalam keadaan sukar. Pada suatu waktu, Allah ingin agar Yesus melakukan
sesuatu yang sangat sulit. Yesus mengatakan, ”Singkirkanlah
cawan ini [yaitu suatu tuntutan tertentu] dariku.” Meskipun demikian, Yesus melakukan apa yang Allah minta, karena ia sadar
17
17. Dengan cara apa saja Yesus memberikan teladan yang sempurna
bagi anak-anak?
18. Mengapa Yesus selalu menaati Bapak surgawinya, dan siapa yang bahagia apabila anak-anak menaati orang tua mereka dewasa ini?
142
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
bahwa Bapaknya tahu apa yang terbaik untuknya. (Lukas 22:42)
Dengan belajar taat, anak-anak akan membuat orang tua dan
Bapak surgawi mereka sangat bahagia.1—Amsal 23:22-25.
19 Si Iblis menggoda Yesus, dan kita dapat yakin bahwa ia juga
akan menggoda anak-anak untuk melakukan apa yang salah.
(Matius 4:1-10) Setan si Iblis menggunakan tekanan dari temanteman, yang bisa sulit untuk ditolak. Maka, betapa pentingnya
bagi anak-anak agar tidak bergaul dengan orang yang melakukan hal-hal yang salah! (1 Korintus 15:33) Dina, putri Yakub,
bergaul dengan orang-orang yang tidak menyembah Yehuwa,
dan hal itu menimbulkan banyak masalah. (Kejadian 34:1, 2) Pikirkan kepedihan yang bisa dirasakan seluruh keluarga jika
salah satu anggotanya melakukan amoralitas seksual!—Amsal
17:21, 25.
KUNCI MENUJU KEBAHAGIAAN KELUARGA
Masalah-masalah dalam keluarga lebih mudah diatasi apabila nasihat Alkitab diterapkan. Sebenarnya, menerapkan
20
1 Seorang anak dibenarkan untuk tidak menaati orang tuanya hanya apabila ia disuruh melakukan sesuatu yang melanggar hukum Allah.
—Kisah 5:29.
19. (a) Bagaimana Setan menggoda anak-anak? (b) Tingkah
laku yang buruk dari anak-anak
bisa berdampak apa terhadap
orang tua?
20. Untuk menikmati kebahagiaan dalam keluarga, apa yang
harus dilakukan setiap anggota
keluarga?
Apa yang harus
dipikirkan anak-anak
apabila mereka
digoda?
Cara Membina Keluarga Bahagia
143
nasihat tersebut adalah kunci menuju kebahagiaan keluarga.
Jadi, suami, kasihilah istri Anda, dan perlakukan dia seperti Yesus memperlakukan sidang jemaatnya. Istri, tunduklah kepada
suami Anda sebagai kepala, dan ikutilah teladan istri yang cakap yang diuraikan di Amsal 31:10-31. Orang tua, latihlah
anak-anak kalian. (Amsal 22:6) Ayah, ’pimpinlah rumah tangga Anda dengan cara yang baik’. (1 Timotius 3:4, 5; 5:8) Dan,
anak-anak, taatilah orang tuamu. (Kolose 3:20) Dalam keluarga, tidak ada seorang pun yang sempurna, sebab semua
berbuat salah. Maka, kalian harus rendah hati dengan saling
meminta maaf.
21 Sesungguhnya, Alkitab memuat banyak sekali nasihat dan
petunjuk yang berharga tentang keluarga. Selain itu, Alkitab
mengajar kita tentang dunia baru Allah dan firdaus di bumi
yang dipenuhi dengan orang-orang bahagia yang menyembah
Yehuwa. (Penyingkapan 21:3, 4) Alangkah menakjubkan masa
depan yang terbentang di hadapan kita! Sekarang pun kita
dapat menikmati kebahagiaan dalam keluarga dengan menerapkan petunjuk Allah yang terdapat dalam Firman-Nya,
Alkitab.
21. Masa depan yang menakjubkan apa yang terbentang di hadapan
kita, dan bagaimana kita sekarang dapat menikmati kebahagiaan dalam
keluarga?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Suami harus mengasihi istri seperti tubuhnya
sendiri.—Efesus 5:25-29.
ˇ Istri harus mengasihi keluarga dan menghormati
suami.—Titus 2:4, 5.
ˇ Orang tua harus mengasihi, mengajar, dan melindungi anak-anak mereka.—Ulangan 6:4-9.
ˇ Anak-anak harus menaati orang tua mereka.
—Efesus 6:1-3.
PASAL LIMA BELAS
Ibadat yang Allah Perkenan
Apakah semua agama menyenangkan Allah?
Bagaimana kita dapat mengenali agama yang benar?
Siapakah para penganut ibadat sejati di bumi dewasa ini?
ALLAH YEHUWA sangat memperhatikan kita dan ingin agar
kita mendapat manfaat dari bimbingan-Nya yang pengasih. Jika
kita beribadat kepada-Nya dengan cara yang benar, kita akan bahagia dan terhindar dari banyak problem dalam kehidupan. Kita
juga akan mendapat berkat dan bantuan-Nya. (Yesaya 48:17)
Nah, ada ratusan agama yang mengaku mengajarkan kebenaran
tentang Allah. Tetapi, ajaran tentang siapa Allah dan apa yang Ia
harapkan dari kita sangat berbeda dari satu agama ke agama lain.
2 Bagaimana Anda bisa tahu cara beribadat yang benar kepada Yehuwa? Anda tidak perlu mempelajari dan membandingkan
ajaran semua agama. Anda cukup mempelajari apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan tentang ibadat yang sejati. Sebagai
perumpamaan: Di banyak negeri ada masalah uang palsu. Jika
Anda diberi tugas untuk menentukan mana uang yang palsu,
apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan mengingatingat setiap jenis uang palsu? Tidak. Lebih baik Anda meneliti
uang yang asli. Setelah Anda tahu seperti apa uang yang asli,
Anda dapat mengenali yang palsu. Demikian pula, apabila kita
belajar cara mengenali agama yang benar, kita dapat mengenali
agama yang palsu.
3 Beribadat kepada Yehuwa dengan cara yang Ia perkenan itu
1. Apa manfaatnya jika kita beribadat kepada Allah dengan cara yang
benar?
2. Bagaimana kita bisa tahu cara beribadat yang benar kepada Yehuwa,
dan perumpamaan apa yang membantu kita mengerti hal itu?
3. Menurut Yesus, apa yang harus kita lakukan untuk mendapat perkenan Allah?
Ibadat yang Allah Perkenan
145
penting. Banyak orang percaya bahwa semua agama menyenangkan Allah, tetapi tidak demikian menurut Alkitab. Bahkan
sekadar mengaku diri Kristen pun tidak cukup. Yesus mengatakan, ”Bukan setiap orang yang mengatakan kepadaku, ’Tuan,
Tuan’, akan masuk ke dalam kerajaan surga, melainkan orang
yang melakukan kehendak Bapakku yang di surga.” Maka, untuk mendapat perkenan Allah, kita harus belajar apa yang Allah
minta dari kita dan melakukannya. Yesus menyebut orang-orang
yang tidak melakukan kehendak Allah sebagai ”orang-orang
yang melanggar hukum”. (Matius 7:21-23) Seperti uang palsu,
agama palsu tidak benar-benar bernilai. Lebih buruk lagi, agama
seperti itu sebenarnya mencelakakan.
4 Yehuwa memberi semua orang di bumi kesempatan untuk
hidup abadi. Tetapi, untuk dapat hidup kekal di Firdaus, kita sekarang harus beribadat kepada Allah dengan cara yang benar dan
menempuh kehidupan yang diperkenan oleh-Nya. Sayangnya,
banyak orang tidak mau melakukannya. Itulah sebabnya Yesus
mengatakan, ”Masuklah melalui gerbang yang sempit; karena
lebar dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; sebab sempitlah gerbang
dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit
orang yang menemukannya.” (Matius 7:13, 14) Agama yang benar menuntun kita menuju kehidupan abadi. Agama palsu
membawa kita ke kebinasaan. Yehuwa tidak ingin seorang pun
dibinasakan. Itulah sebabnya Ia memberikan kesempatan kepada orang-orang di mana pun untuk belajar tentang Dia. (2 Petrus
3:9) Maka, sesungguhnya, cara kita beribadat kepada Allah dapat
menentukan hidup-mati kita.
CARA MENGENALI AGAMA YANG BENAR
Bagaimana caranya menemukan ’jalan menuju kehidupan’?
Yesus mengatakan bahwa agama yang benar akan nyata dalam kehidupan orang-orang yang menjalankannya. ”Dari
5
4. Apa makna kata-kata Yesus tentang dua jalan, dan masing-masing
menuntun kita ke mana?
5. Bagaimana kita dapat mengenali orang-orang yang menjalankan
agama yang benar?
146
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
buah-buahnya kamu akan mengenali mereka,” katanya. ”Setiap
pohon yang baik menghasilkan buah yang baik.” (Matius 7:
16, 17) Dengan kata lain, orang-orang yang menjalankan agama yang benar akan dikenali dari kepercayaan dan tingkah laku
mereka. Meskipun mereka tidak sempurna dan membuat kesalahan, para penganut ibadat sejati sebagai kelompok berupaya
melakukan kehendak Allah. Mari kita bahas enam tanda pengenal orang-orang yang menjalankan agama yang benar.
6 Hamba-hamba Allah menggunakan Alkitab sebagai dasar
ajaran mereka. Alkitab sendiri mengatakan, ”Segenap Tulisan Kudus diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, untuk
menegur, untuk meluruskan perkara-perkara, untuk mendisiplin
dalam keadilbenaran, agar abdi Allah menjadi cakap sepenuhnya, diperlengkapi secara menyeluruh untuk setiap pekerjaan
yang baik.” (2 Timotius 3:16, 17) Kepada rekan-rekan Kristennya, rasul Paulus menulis, ”Pada waktu kamu menerima firman
Allah, yang kamu dengar dari kami, kamu tidak menerima itu sebagai perkataan manusia, tetapi, sebagaimana itu sesungguhnya,
yaitu sebagai perkataan Allah.” (1 Tesalonika 2:13) Jadi, kepercayaan dan cara beribadat agama yang benar tidak didasarkan pada
pandangan atau tradisi manusia, tetapi berasal dari Firman Allah
yang terilham, Alkitab.
7 Yesus Kristus memberikan teladan dengan menggunakan
Firman Allah sebagai dasar ajarannya. Sewaktu berdoa kepada Bapak surgawinya, ia mengatakan, ”Firmanmu adalah kebenaran.”
(Yohanes 17:17) Yesus mempercayai Firman Allah, dan semua
yang ia ajarkan selaras dengan Tulisan-Tulisan Kudus. Yesus sering mengatakan, ”Ada tertulis.” (Matius 4:4, 7, 10) Lalu, Yesus
mengutip sebuah ayat. Demikian pula, umat Allah dewasa
ini tidak mengajarkan pendapat mereka sendiri. Mereka percaya
bahwa Alkitab adalah Firman Allah, dan ajaran mereka sepenuhnya didasarkan pada apa yang dikatakannya.
8 Orang-orang yang menjalankan agama yang benar menyembah Yehuwa saja dan memberitakan nama-Nya. Yesus
6, 7. Bagaimana hamba-hamba Allah memandang Alkitab, dan bagaimana Yesus memberikan teladan dalam hal ini?
8. Apa yang tercakup dalam beribadat kepada Yehuwa?
PARA PENYEMBAH ALLAH YANG BENAR
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
ˇ
menggunakan Alkitab sebagai dasar ajaran mereka
menyembah Yehuwa saja dan memberitakan nama-Nya
saling mengasihi dengan tulus
menerima Yesus sebagai sarana penyelamatan dari Allah
bukan bagian dari dunia
memberitakan Kerajaan Allah sebagai satu-satunya
harapan umat manusia
148
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
menyatakan, ”Yehuwa, Allahmu, yang harus engkau sembah,
dan kepada dia saja engkau harus memberikan dinas suci.” (Matius 4:10) Jadi, hamba-hamba Allah menyembah atau beribadat
kepada Yehuwa saja, tidak kepada yang lain. Ibadat ini mencakup memberi tahu orang-orang tentang siapa nama Allah yang
benar dan seperti apa Dia itu. Mazmur 83:18 mengatakan, ”Engkau, yang bernama Yehuwa, Engkau sajalah Yang Mahatinggi
atas seluruh bumi.” Yesus memberikan pola dalam hal membantu orang lain mengenal Allah, seperti yang ia katakan dalam
doanya, ”Aku telah membuat namamu nyata kepada orangorang yang engkau berikan kepadaku dari dunia.” (Yohanes 17:6)
Demikian pula, para penganut ibadat sejati dewasa ini mengajar
orang lain tentang nama Allah, maksud-tujuan-Nya, dan sifat-sifat-Nya.
9 Umat Allah mengasihi satu sama lain dengan tulus dan tidak
mementingkan diri. Yesus mengatakan, ”Dengan inilah semua
orang akan tahu bahwa kamu adalah murid-muridku, jika kamu
mempunyai kasih di antara kamu.” (Yohanes 13:35) Orang Kristen masa awal memperlihatkan kasih seperti itu kepada satu
sama lain. Kasih ilahi menyingkirkan semua penghalang seperti
perbedaan ras, sosial, serta bangsa dan mempersatukan orangorang ke dalam ikatan persaudaraan sejati yang tak terpatahkan.
(Kolose 3:14) Dalam agama palsu tidak ada persaudaraan yang
pengasih seperti itu. Bagaimana kita tahu? Mereka saling membunuh hanya karena berbeda bangsa atau suku. Orang Kristen
sejati tidak mengangkat senjata untuk membunuh saudara-saudara Kristen mereka atau siapa pun. Alkitab mengatakan,
”Anak-anak Allah dan anak-anak Iblis jelas dari fakta ini: Setiap
orang yang tidak terus melakukan keadilbenaran tidak berasal
dari Allah, demikian juga orang yang tidak mengasihi saudaranya. . . . Kita harus mengasihi satu sama lain; tidak seperti Kain,
yang berasal dari si fasik dan membunuh saudaranya.”—1 Yohanes 3:10-12; 4:20, 21.
10 Tentu, kasih yang tulus tidak hanya diperlihatkan dengan tidak membunuh. Orang Kristen sejati tanpa mementingkan diri
9, 10. Dengan cara apa saja orang Kristen sejati memperlihatkan kasih
kepada satu sama lain?
Ibadat yang Allah Perkenan
149
menggunakan waktu, tenaga, dan sumber daya mereka untuk
saling membantu dan menguatkan. (Ibrani 10:24, 25) Mereka saling membantu pada masa kesusahan, dan mereka berlaku jujur.
Sebenarnya, mereka menerapkan nasihat Alkitab untuk ”melakukan apa yang baik untuk semua orang” dalam kehidupan
mereka.—Galatia 6:10.
11 Orang Kristen sejati menerima Yesus Kristus sebagai sarana
Allah untuk menyelamatkan kita. Alkitab mengatakan, ”Tidak
ada keselamatan dalam siapa pun selain dalam dia, karena tidak
ada nama lain di bawah langit yang telah diberikan di antara
manusia yang melaluinya kita akan diselamatkan.” (Kisah 4:12)
Sebagaimana kita lihat dalam Pasal 5, Yesus memberikan kehidupannya sebagai tebusan bagi orang-orang yang taat. (Matius
20:28) Selain itu, Yesus adalah Raja yang dilantik Allah dalam Kerajaan surgawi yang akan berkuasa atas seluruh bumi. Dan, Allah
minta agar kita menaati Yesus dan menerapkan ajarannya jika
kita ingin mendapat kehidupan abadi. Itulah sebabnya Alkitab
menyatakan, ”Dia yang memperlihatkan iman akan Putra memiliki kehidupan abadi; dia yang tidak taat kepada Putra tidak akan
melihat kehidupan.”—Yohanes 3:36.
12 Para penganut ibadat sejati bukan bagian dari dunia. Ketika
diadili di hadapan Pilatus, penguasa Romawi, Yesus mengatakan, ”Kerajaanku bukan bagian dari dunia ini.” (Yohanes 18:36)
Di negara mana pun mereka tinggal, para pengikut Yesus yang
sejati adalah rakyat Kerajaan surgawinya dan karena itu sama
sekali netral dalam urusan politik dunia. Mereka tidak ikut-ikutan dalam segala konfliknya. Tetapi, penyembah Yehuwa tidak
menghalangi orang yang memutuskan untuk bergabung dengan salah satu partai politik, atau yang mencalonkan diri untuk
memegang suatu jabatan politik, atau yang memberikan suaranya dalam pemilihan umum. Meskipun netral dalam politik,
para penganut ibadat sejati mematuhi hukum. Mengapa? Karena Firman Allah memerintahkan mereka agar ”tunduk kepada
kalangan berwenang yang lebih tinggi” dalam pemerintahan.
(Roma 13:1) Jika tuntutan sistem politik bertentangan dengan
11. Mengapa penting untuk menerima Yesus Kristus sebagai sarana
Allah untuk menyelamatkan kita?
12. Apa artinya ”bukan bagian dari dunia”?
150
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
tuntutan Allah, para penganut ibadat sejati mengikuti teladan
para rasul, yang mengatakan, ”Kita harus menaati Allah sebagai penguasa sebaliknya daripada manusia.”—Kisah 5:29; Markus
12:17.
13 Para pengikut Yesus yang sejati memberitakan bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya harapan umat manusia. Yesus
13. Bagaimana para pengikut Yesus yang sejati memandang Kerajaan
Allah, dan karena itu, tindakan apa yang mereka ambil?
Dengan melayani Yehuwa bersama umat-Nya,
Anda akan mendapat jauh lebih banyak daripada
yang mungkin Anda tinggalkan
Ibadat yang Allah Perkenan
151
menubuatkan, ”Kabar baik kerajaan ini akan diberitakan di seluruh bumi yang berpenduduk sebagai suatu kesaksian kepada
semua bangsa; dan kemudian akhir itu akan datang.” (Matius
24:14) Sebaliknya dari menganjurkan orang agar percaya kepada penguasa manusia untuk menyelesaikan problem mereka,
para pengikut Yesus Kristus yang sejati memberitakan bahwa
Kerajaan surgawi Allah adalah satu-satunya harapan bagi umat
manusia. (Mazmur 146:3) Yesus mengajar kita untuk mendoakan pemerintahan yang sempurna itu ketika ia mengatakan,
”Biarlah kerajaanmu datang. Biarlah kehendakmu terjadi, seperti di surga, demikian pula di atas bumi.” (Matius 6:10)
Firman Allah menubuatkan bahwa Kerajaan surgawi ini ”akan
meremukkan dan mengakhiri semua kerajaan ini [yang ada sekarang], dan akan tetap berdiri sampai waktu yang tidak tertentu”.
—Daniel 2:44.
14 Berdasarkan apa yang baru kita bahas, tanyalah kepada diri
sendiri, ’Agama mana yang menggunakan Alkitab sebagai dasar semua ajarannya dan memberitakan nama Yehuwa? Agama
mana yang memperlihatkan kasih ilahi, memperlihatkan iman
kepada Yesus, bukan bagian dari dunia, dan memberitakan bahwa Kerajaan Allah adalah satu-satunya harapan sejati bagi umat
manusia? Dari antara semua agama di bumi, mana yang memenuhi semua syarat itu?’ Fakta-fakta dengan jelas menunjukkan
bahwa Saksi-Saksi Yehuwa-lah agama tersebut.—Yesaya 43:10-12.
APA YANG AKAN ANDA LAKUKAN?
Sekadar percaya kepada Allah tidak cukup untuk dapat
menyenangkan Dia. Sesungguhnya, Alkitab mengatakan bahwa hantu-hantu pun percaya bahwa Allah ada. (Yakobus 2:19)
Namun, mereka jelas tidak melakukan kehendak Allah dan tidak mendapat perkenan-Nya. Agar diperkenan Allah, kita tidak
hanya harus percaya bahwa Dia ada tetapi juga melakukan kehendak-Nya. Kita juga harus memutuskan hubungan dengan
agama palsu, lalu memeluk agama yang benar.
15
14. Menurut Anda, agama apa yang memenuhi syarat-syarat ibadat
yang sejati?
15. Selain mempercayai bahwa Allah ada, apa lagi yang Allah minta?
152
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
16 Rasul Paulus menunjukkan bahwa kita tidak boleh menjadi
bagian dari agama palsu. Ia menulis, ” ’Keluarlah dari antara mereka, dan pisahkanlah dirimu,’ kata Yehuwa, ’dan berhentilah
menyentuh perkara yang najis’; ’dan aku akan menerima kamu.’ ”
(2 Korintus 6:17; Yesaya 52:11) Maka, orang Kristen sejati menghindari apa pun yang ada hubungannya dengan ibadat palsu.
17 Alkitab menunjukkan bahwa semua bentuk agama palsu
adalah bagian dari ”Babilon Besar”.1 (Penyingkapan 17:5) Nama
itu mengingatkan kita kepada kota kuno Babilon, tempat agama
palsu bermula setelah Air Bah pada zaman Nuh. Banyak ajaran
dan cara beribadat yang sekarang terdapat dalam agama palsu
berasal dari Babilon jauh di masa lampau. Sebagai contoh, orang
Babilon menyembah dewa-dewi tritunggal, atau tiga serangkai.
Dewasa ini, doktrin utama banyak agama adalah Trinitas, atau
Tritunggal. Tetapi, Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa hanya ada satu Allah yang benar, yaitu Yehuwa, dan bahwa Yesus
Kristus adalah Putra-Nya. (Yohanes 17:3) Orang Babilon juga percaya bahwa manusia mempunyai jiwa yang tak berkematian,
yang tetap hidup setelah tubuh mati dan dapat menderita di suatu tempat siksaan. Dewasa ini, kepercayaan tentang jiwa atau roh
yang tak berkematian yang dapat menderita di api neraka diajarkan oleh kebanyakan agama.
18 Babilon Besar zaman modern dapat dengan tepat dinyatakan sebagai imperium agama palsu sedunia karena ibadat orang
Babilon kuno telah menyebar ke seluruh bumi. Dan, Allah telah
menubuatkan bahwa imperium agama palsu ini akan berakhir
dengan mendadak. (Penyingkapan 18:8) Dapatkah Anda lihat
mengapa sangat penting untuk memutuskan hubungan dengan
setiap bagian dari Babilon Besar? Allah Yehuwa ingin Anda
segera ’keluar dari dalamnya’ selagi masih ada waktu.—Penyingkapan 18:4.
1 Untuk mendapat lebih banyak keterangan tentang alasannya Babilon Besar menggambarkan imperium agama palsu sedunia, lihat Apendiks, halaman 219-20.
16. Apa yang harus dilakukan apabila kita menjadi bagian dari agama
palsu?
17, 18. Apakah ”Babilon Besar” itu, dan mengapa sangat penting untuk ’keluar dari dalamnya’?
Ibadat yang Allah Perkenan
153
19 Karena Anda memutuskan untuk tidak lagi menjalankan
agama palsu, ada yang mungkin tidak mau lagi bergaul dengan
Anda. Tetapi, dengan melayani Yehuwa bersama umat-Nya,
Anda akan mendapat jauh lebih banyak daripada yang mungkin Anda tinggalkan. Seperti murid-murid Yesus masa awal
yang meninggalkan hal-hal lain untuk mengikuti dia, Anda akan
mempunyai banyak saudara-saudari rohani. Anda akan menjadi
bagian dari keluarga besar yang terdiri dari jutaan orang Kristen
sejati di seluruh dunia, yang akan mengasihi Anda dengan tulus.
Dan, Anda akan memiliki harapan yang menakjubkan berupa
kehidupan abadi ”dalam sistem yang akan datang”. (Markus 10:
28-30) Mungkin seraya waktu berlalu, orang-orang yang meninggalkan Anda karena kepercayaan Anda akan memeriksa apa
yang Alkitab ajarkan dan menjadi penyembah Yehuwa.
20 Alkitab mengajarkan bahwa tidak lama lagi Allah akan
mengakhiri sistem yang fasik ini dan akan menggantinya dengan dunia baru yang adil-benar di bawah pemerintahan
Kerajaan-Nya. (2 Petrus 3:9, 13) Alangkah menakjubkannya dunia itu kelak! Dan, dalam sistem baru yang adil-benar itu, hanya
akan ada satu agama, satu bentuk ibadat yang sejati. Maka, tidakkah bijaksana jika Anda mengambil langkah-langkah yang perlu
untuk bergabung dengan para penganut ibadat sejati sekarang
juga?
19. Apa yang akan Anda peroleh dengan melayani Yehuwa?
20. Masa depan apa yang terbentang bagi orang-orang yang menjalankan agama yang benar?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Agama yang benar hanya satu.—Matius
7:13, 14.
ˇ Agama yang benar dikenali dari ajaran dan cara
beribadatnya.—Matius 7:16, 17.
ˇ Saksi-Saksi Yehuwa menjalankan ibadat yang
Allah perkenan.—Yesaya 43:10.
PASAL ENAM BELAS
Berpautlah pada Ibadat Sejati
Apa yang Alkitab ajarkan tentang
pemujaan patung dan leluhur?
Apa pandangan orang Kristen mengenai
hari raya agama?
Bagaimana caranya menjelaskan kepercayaan Anda
tanpa menyinggung perasaan orang?
KATAKANLAH Anda baru saja tahu bahwa seluruh lingkungan tempat tinggal Anda telah tercemar. Seseorang diam-diam
telah membuang limbah beracun di daerah itu, dan sekarang kehidupan semua orang terancam bahaya. Apa yang akan
Anda lakukan? Sebisa mungkin, Anda tentu akan pindah dari
sana. Tetapi, setelah itu, Anda masih dihantui pertanyaan penting, ’Apakah saya sudah terkena racun?’
2 Demikian pula keadaannya dengan agama palsu. Alkitab
mengajarkan bahwa agama seperti itu sudah tercemar dengan
ajaran dan cara beribadat yang najis. (2 Korintus 6:17) Itulah
sebabnya mengapa begitu penting untuk keluar dari ”Babilon Besar”, imperium agama palsu sedunia. (Penyingkapan
18:2, 4) Sudahkah Anda melakukannya? Jika sudah, Anda patut dipuji. Tetapi, ada lagi yang dituntut selain memutuskan
hubungan dengan agama palsu. Anda selanjutnya harus bertanya kepada diri sendiri, ’Apakah masih ada sisa-sisa agama
palsu yang mencemari diri saya?’ Pertimbangkan beberapa
contoh.
1, 2. Pertanyaan apa yang harus Anda ajukan kepada diri sendiri setelah meninggalkan agama palsu, dan menurut Anda, mengapa ini
penting?
155
PEMUJAAN PATUNG DAN LELUHUR
Ada yang sudah bertahun-tahun memiliki patung atau tempat pemujaan di rumah mereka. Apakah Anda juga? Jika ya,
Anda mungkin merasa janggal atau salah untuk berdoa kepada
Allah tanpa menggunakan sesuatu yang kelihatan sebagai alat
bantu. Anda mungkin bahkan menyayangi benda-benda itu.
Tetapi, Allah-lah yang menentukan cara beribadat kepada-Nya,
dan Alkitab mengajarkan bahwa Ia tidak ingin kita menggunakan patung. (Keluaran 20:4, 5; Mazmur 115:4-8; Yesaya 42:8;
1 Yohanes 5:21) Jadi, Anda dapat berpaut pada ibadat sejati dengan memusnahkan benda apa pun yang Anda miliki yang
berkaitan dengan ibadat palsu. Tanpa ragu-ragu, pandanglah
benda-benda itu seperti Yehuwa memandangnya—sebagai sesuatu yang ”memuakkan”.—Ulangan 27:15.
4 Pemujaan leluhur juga umum dalam banyak agama palsu.
3
3. (a) Apa yang Alkitab katakan tentang penggunaan patung, dan
mengapa pandangan Allah mungkin sulit diterima oleh beberapa
orang? (b) Apa yang harus Anda lakukan dengan benda apa pun yang
Anda miliki yang berkaitan dengan ibadat palsu?
4. (a) Bagaimana kita tahu bahwa pemujaan leluhur itu sia-sia?
(b) Mengapa Yehuwa melarang umat-Nya terlibat dengan semua bentuk spiritisme?
156
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Sebelum belajar kebenaran Alkitab, ada yang percaya bahwa
orang mati masih hidup di suatu alam gaib dan bahwa mereka dapat membantu atau mencelakakan orang yang hidup.
Mungkin Anda pernah bersusah payah menenangkan leluhur
Anda yang sudah meninggal. Tetapi, seperti yang Anda pelajari
di Pasal 6 buku ini, orang mati tidak sadar dan tidak hidup di
tempat lain. Jadi, upaya untuk berkomunikasi dengan mereka
tidak ada gunanya. Pesan apa pun yang tampaknya berasal dari
orang tercinta yang telah meninggal sebenarnya berasal dari
hantu-hantu. Karena itu, Yehuwa melarang orang Israel untuk
mencoba berbicara dengan orang mati atau terlibat dengan semua bentuk spiritisme.—Ulangan 18:10-12.
5 Jika Anda dahulu beribadat dengan menggunakan patung
atau memuja leluhur, apa yang dapat Anda lakukan? Baca dan
renungkanlah ayat-ayat Alkitab yang menunjukkan pandangan Allah terhadap hal-hal itu. Berdoalah kepada Yehuwa setiap
hari tentang keinginan Anda untuk berpaut pada ibadat sejati,
dan mintalah bantuan-Nya agar Anda dapat memiliki pandangan yang sama dengan-Nya.—Yesaya 55:9.
NATAL—TIDAK DIRAYAKAN OLEH
ORANG KRISTEN MASA AWAL
6 Ibadat seseorang dapat dicemari oleh agama palsu dalam
hal hari-hari raya umum. Contohnya Natal, yang konon dimaksudkan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. Hampir
setiap agama yang mengaku Kristen merayakannya. Tetapi, tidak ada bukti bahwa murid-murid Yesus pada abad pertama
merayakannya. Buku Sacred Origins of Profound Things (Asal
Usul Sakral dari Hal-Hal yang Bermakna Dalam) menyatakan,
”Selama dua abad setelah lahirnya Kristus, tidak seorang pun
tahu, dan hanya sedikit yang peduli, kapan persisnya ia lahir.”
5. Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda dahulu beribadat dengan
menggunakan patung atau memuja leluhur?
6, 7. (a) Natal konon untuk memperingati apa, dan apakah para
pengikut Yesus pada abad pertama merayakannya? (b) Pada zaman murid-murid Yesus masa awal, perayaan hari lahir dikaitkan dengan apa?
Berpautlah pada Ibadat Sejati
157
7 Seandainya murid-murid Yesus tahu persis tanggal lahirnya, mereka pun tidak akan merayakannya. Mengapa? Karena,
seperti dikatakan The World Book Encyclopedia, orang Kristen
masa awal ”menganggap perayaan kelahiran sebagai kebiasaan
kafir”. Alkitab hanya menyebutkan dua perayaan hari lahir, yaitu yang diadakan oleh dua penguasa yang tidak menyembah
Yehuwa. (Kejadian 40:20; Markus 6:21) Perayaan hari lahir juga
diadakan untuk menghormati dewa-dewi orang kafir. Misalnya,
pada tanggal 24 Mei orang Romawi merayakan hari lahir dewi
Diana. Keesokan harinya, mereka memperingati hari lahir dewa
matahari mereka, Apolo. Jadi, perayaan hari lahir dikaitkan dengan kekafiran, bukan dengan Kekristenan.
8 Ada alasan lain mengapa orang Kristen abad pertama tidak
akan merayakan hari lahir Yesus. Murid-muridnya kemungkinan besar tahu bahwa perayaan hari lahir ada hubungannya
dengan takhayul. Misalnya, banyak orang Yunani dan Romawi
zaman dahulu percaya bahwa ada suatu roh yang hadir pada
saat kelahiran setiap orang dan yang melindungi orang
tersebut sepanjang hidupnya. ”Roh itu mempunyai hubungan
gaib dengan dewa yang hari kelahirannya sama dengan orang
tersebut,” kata buku The Lore of Birthdays (Kepercayaan Tradisional tentang Hari Lahir). Yehuwa pasti tidak senang dengan
perayaan apa pun yang mengaitkan Yesus dengan takhayul.
(Yesaya 65:11, 12) Jadi, mengapa begitu banyak orang merayakan Natal?
ASAL USUL NATAL
Beberapa ratus tahun setelah Yesus hidup di bumi, barulah
orang mulai memperingati kelahirannya pada tanggal 25 Desember. Tetapi, itu bukan tanggal Yesus lahir, sebab ia ternyata
lahir pada bulan Oktober.1 Maka, mengapa tanggal 25 Desember yang dipilih? Beberapa orang yang belakangan mengaku
9
1 Lihat Apendiks, halaman 221-2.
8. Jelaskan hubungan antara perayaan hari lahir dan takhayul.
9. Bagaimana tanggal 25 Desember sampai dipilih untuk merayakan kelahiran Yesus?
158
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Kristen kemungkinan besar ”ingin agar tanggalnya bertepatan
dengan perayaan kafir Romawi untuk memperingati ’hari lahir
matahari yang tak tertaklukkan’ ”. (The New Encyclopædia Britannica) Pada musim dingin, sewaktu sinar matahari tampak
paling redup, orang kafir mengadakan upacara supaya sumber
panas dan cahaya ini kembali dari perjalanannya yang jauh.
Tanggal 25 Desember dianggap sebagai hari ketika matahari
memulai perjalanannya kembali. Dalam upaya untuk menobatkan orang kafir, para pemimpin agama memasukkan perayaan
ini ke dalam ibadat mereka dan mencoba membuatnya berbau
”Kristen”.1
10 Orang sudah lama mengakui bahwa Natal bersumber dari
kekafiran, bukan dari Alkitab. Karena itu, Natal dilarang di Inggris dan di beberapa koloni Amerika pada abad ke-17. Bahkan
siapa pun yang tinggal di rumah dan tidak bekerja pada hari
Natal harus membayar denda. Tetapi, tiApakah Anda
dak lama kemudian kebiasaan umum itu
akan makan
menjadi populer lagi, dan beberapa kepermen yang
biasaan lain ditambahkan. Natal sekali
dipungut dari
lagi menjadi hari raya yang penting, bahselokan?
kan sampai sekarang di banyak negeri.
Tetapi, karena Natal ada hubungannya
dengan agama palsu, orang yang ingin
menyenangkan Allah tidak merayakannya, juga hari raya lain mana pun yang
bersumber dari ibadat orang kafir.2
1 Perayaan Saturnalia juga menjadi faktor dalam pemilihan tanggal 25 Desember. Perayaan
yang menghormati dewa pertanian Romawi ini
diadakan pada tanggal 17-24 Desember. Pada perayaan itu, orang-orang berpesta-pora, bersukaria, dan saling memberikan hadiah.
2 Untuk pembahasan tentang pandangan
orang Kristen sejati terhadap hari-hari raya
umum lainnya, lihat Apendiks, halaman 222-3.
10. Pada zaman dahulu, mengapa ada yang tidak merayakan Natal?
Berpautlah pada Ibadat Sejati
159
APAKAH ASAL USUL HARI RAYA
BENAR-BENAR PENTING?
11 Ada orang yang setuju bahwa hari raya seperti Natal
berasal dari kekafiran tetapi merasa bahwa tidaklah salah untuk merayakannya. Faktanya, sewaktu merayakan hari-hari raya,
kebanyakan orang tidak memikirkan atau menghubungkannya
dengan ibadat palsu. Saat-saat seperti itu juga merupakan kesempatan bagi keluarga untuk berkumpul. Apakah Anda juga
merasa begitu? Jika ya, kemungkinan besar, kasih kepada keluargalah yang membuat Anda sulit berpaut pada ibadat sejati,
bukan kasih kepada agama palsu. Yakinlah bahwa Yehuwa,
Pribadi yang menjadi pemula keluarga, ingin agar Anda mempunyai hubungan yang baik dengan sanak keluarga Anda.
(Efesus 3:14, 15) Anda dapat menguatkan ikatan keluarga dengan cara yang Allah perkenan. Rasul Paulus menulis tentang
apa yang seharusnya paling penting bagi kita, ”Teruslah pastikan apa yang diperkenan Tuan.”—Efesus 5:10.
12 Mungkin Anda merasa bahwa asal usul hari-hari raya itu
hampir tidak ada kaitannya dengan apa yang dirayakan sekarang. Apakah asal usul benar-benar penting? Ya! Sebagai
gambaran: Katakanlah Anda melihat ada permen loli di selokan.
Apakah Anda akan mengambil permen itu dan memakannya?
Tentu tidak, bukan? Permen itu kotor. Seperti permen itu, harihari raya mungkin kelihatannya menyenangkan, tetapi diambil
atau berasal dari tempat-tempat yang najis. Untuk berpaut pada
ibadat sejati, kita harus memiliki pandangan yang sama dengan
nabi Yesaya, yang memberi tahu para penganut ibadat sejati,
”Jangan menyentuh apa pun yang najis.”—Yesaya 52:11.
BIJAKSANA TERHADAP ORANG LAIN
Kesulitan mungkin timbul sewaktu Anda memutuskan untuk tidak ikut merayakan hari-hari raya. Misalnya, rekan sekerja
13
11. Mengapa orang merayakan hari-hari raya, tetapi apa yang seharusnya paling penting bagi kita?
12. Berikan gambaran mengapa kita harus menghindari kebiasaan
umum dan perayaan yang memiliki asal usul yang najis.
13. Kesulitan apa yang mungkin timbul sewaktu Anda tidak ikut merayakan hari-hari raya?
160
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mungkin heran mengapa Anda tidak mengikuti kegiatan hari
raya tertentu di tempat kerja. Bagaimana jika Anda diberi hadiah Natal? Apakah salah untuk menerimanya? Bagaimana jika
teman hidup Anda berbeda kepercayaan? Apa yang dapat Anda
lakukan agar anak-anak Anda tidak merasa kesenangannya terampas karena tidak merayakan hari-hari raya?
14 Dibutuhkan pertimbangan yang baik untuk menentukan
cara menangani setiap situasi. Jika ucapan selamat hari raya
disampaikan secara sambil lalu, Anda cukup mengucapkan terima kasih. Tetapi, bagaimana seandainya yang mengucapkan itu
adalah orang yang sering Anda temui atau rekan sekerja? Jika
demikian, Anda bisa saja memberikan penjelasan. Dalam segala
situasi, Anda harus bijaksana. Alkitab menasihatkan, ”Hendaklah ucapanmu selalu menyenangkan, dibumbui dengan garam,
sehingga kamu mengetahui bagaimana seharusnya memberikan jawaban kepada setiap orang.” (Kolose 4:6) Berhati-hatilah,
jangan sampai kita menunjukkan sikap tidak respek. Sebaliknya, dengan bijaksana jelaskan pendirian Anda. Terangkan
bahwa Anda bukannya tidak senang bertukar hadiah dan berkumpul bersama mereka tetapi bahwa Anda lebih senang
melakukannya pada kesempatan lain, bukan pada hari raya.
15 Bagaimana jika seseorang ingin memberikan hadiah kepada Anda? Hal itu banyak bergantung pada keadaan. Si pemberi
mungkin mengatakan, ”Saya tahu Anda tidak merayakan hari
raya ini. Tetapi, saya ingin Anda menerima hadiah ini.” Anda
mungkin menilai bahwa dalam hal itu, menerima hadiah tidak
sama dengan ikut merayakan hari raya tersebut. Jika si pemberi
tidak tahu kepercayaan Anda, Anda tentu dapat mengatakan
bahwa Anda tidak merayakan hari raya itu. Ini akan membantunya mengerti alasan Anda mau menerima hadiahnya tetapi
tidak memberikan hadiah sebagai balasan pada kesempatan itu.
Tetapi, Anda sebaiknya tidak menerima hadiah yang jelas-jelas
diberikan dengan niat untuk menunjukkan bahwa Anda tidak
14, 15. Apa yang dapat Anda lakukan jika Anda mendapat ucapan selamat hari raya atau jika seseorang ingin memberikan hadiah kepada
Anda?
Berpautlah pada Ibadat Sejati
161
berpaut pada kepercayaan Anda atau bahwa Anda akan berkompromi demi keuntungan materi.
BAGAIMANA DENGAN ANGGOTA KELUARGA?
Bagaimana jika anggota keluarga Anda berbeda kepercayaan? Sekali lagi, hendaklah bijaksana. Anda tidak perlu
mempermasalahkan setiap tradisi atau perayaan yang dirayakan sanak keluarga Anda. Sebaliknya, homati hak mereka untuk
memiliki pandangan mereka sendiri, sama seperti Anda ingin
mereka menghormati hak Anda. (Matius 7:12) Hindari tindakan
apa pun yang sebenarnya sama saja dengan ikut merayakan hari
raya. Namun, bersikaplah masuk akal dalam hal-hal yang tidak
berkaitan langsung dengan perayaan itu. Tentu, jangan sampai
tindakan Anda membuat hati nurani Anda terganggu.—1 Timotius 1:18, 19.
17 Apa yang dapat Anda lakukan agar anak-anak Anda tidak
merasa kesenangannya terampas karena tidak merayakan harihari raya yang tidak selaras dengan Alkitab? Hal itu banyak
bergantung pada apa yang Anda lakukan pada waktu-waktu lain
sepanjang tahun. Ada orang tua yang menentukan waktu-waktu
tertentu untuk memberikan hadiah kepada anak-anak mereka.
Salah satu hadiah terbaik yang dapat Anda berikan kepada anakanak ialah waktu dan perhatian Anda yang pengasih.
16
MENJALANKAN IBADAT SEJATI
Untuk menyenangkan Allah, Anda harus menolak ibadat palsu dan berpaut pada ibadat sejati. Apa yang tercakup
di dalamnya? Alkitab menyatakan, ”Biarlah kita memperhatikan satu sama lain untuk saling menggerakkan kepada kasih
dan perbuatan yang baik, dengan tidak mengabaikan pertemuan kita, sebagaimana kebiasaan beberapa orang, tetapi saling
18
16. Bagaimana Anda dapat berlaku bijaksana sewaktu menangani halhal yang berkaitan dengan hari-hari raya?
17. Bagaimana Anda dapat membantu anak-anak Anda agar tidak merasa kesenangan mereka terampas sewaktu melihat anak-anak lain
merayakan hari raya?
18. Bagaimana menghadiri pertemuan Kristen dapat membantu Anda
berpaut pada ibadat sejati?
162
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
menganjurkan, dan terlebih lagi demikian seraya kamu melihat
hari itu mendekat.” (Ibrani 10:24, 25) Pertemuan-pertemuan
Kristen merupakan saat-saat yang membahagiakan karena di sanalah Anda dapat beribadat kepada Allah dengan cara yang Ia
perkenan. (Mazmur 22:22; 122:1) Pada pertemuan-pertemuan
seperti itu, ”ada pertukaran anjuran” di antara orang-orang Kristen yang setia.—Roma 1:12.
19 Cara lain untuk berpaut pada ibadat sejati ialah dengan
berbicara kepada orang-orang tentang hal-hal yang telah Anda
pelajari dari Alkitab bersama Saksi-Saksi Yehuwa. Banyak orang
benar-benar ”berkeluh kesah dan mengerang” karena kefasikan
yang terjadi di dunia dewasa ini. (Yehezkiel 9:4) Mungkin Anda
mengenal orang-orang seperti itu. Cobalah berbicara kepada
mereka tentang harapan Anda untuk masa depan, yang berdasarkan Alkitab. Seraya Anda bergaul dengan orang-orang Kristen
sejati dan berbicara kepada orang-orang tentang kebenaran Alkitab yang menakjubkan yang telah Anda pelajari, lambat laun
kerinduan kepada tradisi agama palsu yang mungkin masih tersisa dalam hati Anda akan sirna. Yakinlah bahwa Anda akan
sangat bahagia dan akan mendapat banyak berkat jika Anda berpaut pada ibadat sejati.—Maleakhi 3:10.
19. Mengapa penting untuk berbicara kepada orang-orang tentang halhal yang telah Anda pelajari dari Alkitab?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Pemujaan patung dan leluhur dilarang dalam
ibadat sejati.—Keluaran 20:4, 5; Ulangan 18:10-12.
ˇ Ikut merayakan perayaan yang bersumber dari
kekafiran adalah salah.—Efesus 5:10.
ˇ Orang Kristen sejati harus bijaksana sewaktu
menjelaskan kepercayaan mereka kepada orang
lain.—Kolose 4:6.
Menjalankan ibadat sejati
menghasilkan kebahagiaan sejati
PASAL TUJUH BELAS
Mendekatlah kepada Allah
dengan Berdoa
Mengapa kita harus berdoa kepada Allah?
Apa yang harus kita lakukan agar didengar Allah?
Bagaimana caranya Allah menjawab doa kita?
DIBANDINGKAN dengan jagat raya yang sangat luas, bumi
kita sangat kecil. Sebenarnya, bagi Yehuwa, ”Pembuat langit dan bumi”, bangsa-bangsa adalah seperti setitik kecil
air dari timba. (Mazmur 115:15; Yesaya 40:15) Namun, Alkitab mengatakan, ”Yehuwa dekat kepada semua orang yang
berseru kepadanya, kepada semua orang yang berseru kepadanya dalam kebenaran. Keinginan orang-orang yang takut
kepadanya akan ia laksanakan, dan seruan mereka minta tolong akan ia dengar.” (Mazmur 145:18, 19) Coba bayangkan,
apa artinya itu! Sang Pencipta yang mahakuasa dekat kepada
kita dan akan mendengarkan kita jika kita ”berseru kepadanya dalam kebenaran”. Sungguh suatu kehormatan bahwa
kita dapat menghampiri Allah dengan berdoa!
2 Tetapi, jika kita ingin Yehuwa mendengarkan doa kita,
kita harus berdoa dengan cara yang Ia perkenan. Bagaimana
kita dapat melakukan hal ini kalau kita tidak memahami apa
yang Alkitab ajarkan tentang doa? Kita perlu mengetahui apa
yang Alkitab katakan, sebab doa membantu kita lebih mendekat kepada Yehuwa.
1, 2. Mengapa kita harus menganggap doa sebagai suatu kehormatan
besar, dan mengapa kita perlu mengetahui apa yang Alkitab ajarkan tentang doa?
165
”Pembuat langit
dan bumi” bersedia
mendengar doa kita
MENGAPA BERDOA KEPADA YEHUWA?
Satu alasan penting kita harus berdoa kepada Yehuwa
ialah karena Ia mengundang kita untuk berdoa. FirmanNya menganjurkan kita, ”Jangan khawatir akan apa pun,
tetapi dalam segala sesuatu nyatakanlah permintaanmu kepada Allah melalui doa dan permohonan yang disertai
ucapan syukur; dan kedamaian dari Allah, yang lebih unggul daripada segala akal, akan menjaga hatimu dan kekuatan
mentalmu melalui Kristus Yesus.” (Filipi 4:6, 7) Tentulah kita
tidak mau mengabaikan sarana yang dengan baik hati disediakan oleh Penguasa Tertinggi alam semesta ini!
4 Alasan lain ialah karena doa yang teratur kepada Yehuwa
merupakan cara untuk mempererat hubungan kita denganNya. Sahabat-sahabat sejati tidak hanya berkomunikasi kalau
sedang membutuhkan sesuatu. Sebaliknya, mereka selalu
ingin tahu keadaan satu sama lain, dan persahabatan mereka
akan semakin erat kalau mereka dengan leluasa menyatakan
pikiran, kekhawatiran, dan perasaan mereka. Dalam beberapa hal, hubungan kita dengan Allah Yehuwa juga seperti
3
3. Apa satu alasan penting kita harus berdoa kepada Yehuwa?
4. Bagaimana doa yang teratur kepada Yehuwa mempererat hubungan
kita dengan-Nya?
166
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
itu. Dengan bantuan buku ini, Anda telah banyak belajar
tentang apa yang Alkitab ajarkan mengenai Yehuwa, kepribadian-Nya, dan maksud-tujuan-Nya. Anda telah mengenal
Dia sebagai pribadi yang nyata. Dengan berdoa, Anda dapat
menyatakan apa pun yang ada dalam pikiran dan batin Anda
kepada Bapak surgawi Anda. Dengan melakukannya, Anda
akan semakin dekat kepada Yehuwa.—Yakobus 4:8.
SYARAT-SYARAT APA YANG HARUS KITA PENUHI?
Apakah Yehuwa mendengarkan semua doa? Perhatikan
apa yang Ia katakan kepada orang Israel yang suka memberontak pada zaman nabi Yesaya, ”Walaupun kamu banyak
berdoa, aku tidak mendengarkan; dengan pertumpahan darah tanganmu telah dipenuhi.” (Yesaya 1:15) Jadi, tindakan
tertentu dapat menyebabkan Allah tidak mau mendengarkan doa kita. Karena itu, agar doa kita didengarkan Allah,
kita harus memenuhi beberapa syarat dasar.
6 Satu syarat utama adalah kita harus memperlihatkan
iman. (Markus 11:24) Rasul Paulus menulis, ”Tanpa iman,
orang mustahil menyenangkan [Allah], karena ia yang
menghampiri Allah harus percaya bahwa dia ada dan bahwa
dia memberikan upah kepada orang yang dengan sungguhsungguh mencari dia.” (Ibrani 11:6) Memiliki iman yang
sejati bukan hanya sekadar tahu bahwa Allah ada dan bahwa
Ia mendengar dan menjawab doa. Iman dibuktikan melalui
tindakan kita. Kita harus memberikan bukti yang jelas bahwa kita memiliki iman melalui cara hidup kita sehari-hari.
—Yakobus 2:26.
7 Yehuwa juga minta agar orang-orang berdoa kepadaNya dengan rendah hati dan tulus. Hal itu tentu beralasan,
5
5. Apa yang menunjukkan bahwa Yehuwa tidak mendengarkan semua
doa?
6. Agar Allah mendengarkan doa kita, apa satu syarat utamanya, dan
bagaimana kita dapat memenuhinya?
7. (a) Mengapa kita harus penuh hormat sewaktu berbicara kepada
Yehuwa? (b) Sewaktu berdoa kepada Allah, bagaimana kita dapat menunjukkan kerendahan hati dan ketulusan?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
167
bukan? Apabila orang mendapat kesempatan untuk berbicara kepada seorang raja atau presiden, ia biasanya akan
berbicara dengan penuh hormat karena mengakui kedudukan tinggi penguasa itu. Terlebih lagi apabila kita berbicara
kepada Yehuwa! (Mazmur 138:6) Sebenarnya, Ia adalah
”Allah Yang Mahakuasa”. (Kejadian 17:1) Apabila kita berdoa
kepada Allah, cara kita menghampiri Dia harus menunjukkan bahwa kita dengan rendah hati mengakui kedudukan
kita di hadapan-Nya. Kerendahan hati demikian juga akan
menggerakkan kita untuk berdoa dari hati dengan tulus,
menghindari doa yang rutin, dengan perkataan yang diulang-ulang.—Matius 6:7, 8.
8 Syarat lain agar doa kita didengar Allah ialah kita harus
bertindak selaras dengan doa kita. Yehuwa mengharapkan
kita untuk sebisa-bisanya mengupayakan apa yang kita doakan. Misalnya, jika kita berdoa, ”Berikanlah kepada kami
hari ini roti kami untuk hari ini,” kita harus rajin melakukan
pekerjaan apa saja yang bisa kita lakukan. (Matius 6:11; 2 Tesalonika 3:10) Jika kita meminta bantuan untuk mengatasi
kelemahan jasmani, kita juga harus berhati-hati, menghindari keadaan dan situasi yang dapat membuat kita tergoda.
(Kolose 3:5) Selain syarat-syarat dasar ini, ada beberapa pertanyaan tentang doa yang perlu dijawab.
MENJAWAB BEBERAPA PERTANYAAN TENTANG DOA
9 Kepada siapa kita harus berdoa? Yesus mengajar para
pengikutnya untuk berdoa kepada ’Bapak kita yang di surga’. (Matius 6:9) Jadi, doa kita harus ditujukan kepada Allah
Yehuwa saja. Tetapi, Yehuwa meminta agar kita mengakui kedudukan Putra tunggal-Nya, Yesus Kristus. Seperti yang kita
pelajari di Pasal 5, Yesus diutus ke bumi untuk menjadi tebusan guna membebaskan kita dari dosa dan kematian.
(Yohanes 3:16; Roma 5:12) Dialah yang dilantik menjadi
8. Bagaimana kita dapat bertindak selaras dengan apa yang kita doakan?
9. Kepada siapa kita harus berdoa, dan melalui siapa?
168
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Imam Besar dan Hakim. (Yohanes 5:22; Ibrani 6:20) Jadi,
Alkitab menunjukkan bahwa kita harus memanjatkan doa
melalui Yesus. Ia sendiri mengatakan, ”Akulah jalan dan kebenaran dan kehidupan. Tidak seorang pun datang kepada
Bapak kecuali melalui aku.” (Yohanes 14:6) Agar doa kita
didengar, kita harus berdoa kepada Yehuwa saja melalui Putra-Nya.
10 Apakah kita harus berdoa dengan sikap tubuh tertentu? Tidak. Yehuwa tidak menentukan posisi tertentu untuk
tangan ataupun seluruh tubuh kita. Alkitab mengajarkan
bahwa kita boleh berdoa dengan berbagai posisi, misalnya
duduk, membungkuk, berlutut, dan berdiri. (1 Tawarikh
17:16; Nehemia 8:6; Daniel 6:10; Markus 11:25) Yang terpenting bukanlah sikap tubuh tertentu yang dapat dilihat orang,
melainkan sikap hati yang benar. Bahkan, dalam kegiatan
kita sehari-hari atau sewaktu menghadapi keadaan darurat
kita dapat berdoa dalam hati di mana pun kita berada. Yehuwa mendengar doa seperti itu meskipun orang-orang di
sekitar kita sama sekali tidak melihat kita berdoa.—Nehemia
2:1-6.
11 Apa yang dapat kita doakan? Alkitab menjelaskan, ”Apa
pun yang kita minta sesuai dengan kehendaknya, dia [Yehuwa] mendengar kita.” (1 Yohanes 5:14) Jadi, kita dapat
mendoakan apa saja yang selaras dengan kehendak Allah.
Apakah Allah menghendaki kita mendoakan hal-hal pribadi? Ya! Berdoa kepada Yehuwa bisa sama seperti berbicara
kepada sahabat karib. Kita dapat berbicara dengan terus terang, ’mencurahkan hati kita’ kepada Allah. (Mazmur 62:8)
Kita boleh minta roh kudus, sebab roh itu akan membantu kita melakukan apa yang benar. (Lukas 11:13) Kita dapat
juga minta bimbingan untuk membuat keputusan yang bijaksana dan kekuatan untuk mengatasi kesulitan. (Yakobus
1:5) Apabila kita berdosa, kita harus minta pengampunan
atas dasar korban Kristus. (Efesus 1:3, 7) Tentu saja, kita hen10. Mengapa kita tidak perlu berdoa dengan sikap tubuh tertentu?
11. Hal-hal pribadi apa saja yang dapat kita doakan?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
169
daknya tidak mendoakan hal-hal pribadi kita saja. Kita harus
mendoakan orang lain juga—anggota keluarga maupun sesama penyembah Yehuwa.—Kisah 12:5; Kolose 4:12.
12 Hal-hal yang ada hubungannya dengan Allah Yehuwa
harus didahulukan dalam doa kita. Kita tentu tergerak untuk menyatakan puji-syukur yang sepenuh hati atas semua
kebaikan-Nya. (1 Tawarikh 29:10-13) Yesus memberikan
contoh doa yang dicatat di Matius 6:9-13. Dalam doa itu, ia
mengajar kita untuk memohon agar nama Allah disucikan
atau dikuduskan. Selanjutnya, agar Kerajaan Allah datang
dan kehendak-Nya terjadi di bumi seperti di surga. Baru setelah menyebutkan hal-hal penting yang ada hubungannya
dengan Yehuwa, Yesus memberikan perhatian kepada halhal pribadi. Apabila kita juga mengutamakan Allah dalam
doa kita, itu berarti kita tidak hanya memikirkan kesejahteraan diri sendiri.
13 Berapa lama kita harus berdoa? Alkitab tidak membatasi
berapa lama kita seharusnya berdoa secara pribadi atau di depan umum. Doa bisa singkat, seperti doa sebelum makan,
dan bisa juga panjang, misalnya doa pribadi untuk mencurahkan isi hati kita kepada Yehuwa. (1 Samuel 1:12, 15)
Tetapi, Yesus mengutuk orang-orang sok saleh yang mengucapkan doa yang panjang untuk pamer. (Lukas 20:46, 47)
Doa seperti itu tidak membuat Yehuwa terkesan. Yang
penting, kita berdoa dari hati. Jadi, panjangnya doa yang diperkenan Allah bergantung pada kebutuhan dan keadaan.
14 Seberapa sering kita harus berdoa? Alkitab menganjurkan kita untuk ’berdoa senantiasa’, ’bertekun dalam doa’,
dan ’berdoa dengan tiada henti’. (Matius 26:41; Roma
12:12; 1 Tesalonika 5:17) Tentu, itu tidak berarti kita harus
12. Bagaimana kita dapat mendahulukan hal-hal yang ada hubungannya dengan Bapak surgawi kita dalam doa kita?
13. Apa yang Alkitab perlihatkan tentang panjangnya doa yang diperkenan Allah?
14. Apa artinya anjuran Alkitab untuk ’berdoa senantiasa’, dan mengapa kita dapat merasa terhibur oleh hal itu?
170
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
berdoa kepada Yehuwa setiap saat sepanjang hari. Tetapi, Alkitab mendesak kita untuk berdoa dengan teratur, senantiasa
bersyukur kepada Yehuwa atas kebaikan-Nya dan meminta
bimbingan, penghiburan, dan kekuatan dari-Nya. Kita pasti
merasa terhibur, bukan, karena mengetahui bahwa Yehuwa tidak membatasi berapa lama atau seberapa sering kita dapat
berbicara kepada-Nya dalam doa? Jika kita benar-benar menghargai hak istimewa doa, maka akan ada banyak hal yang
dapat kita kemukakan dalam doa kepada Bapak surgawi kita.
15 Mengapa kita hendaknya mengatakan ”Amin” pada akhir
doa? Kata ”Amin” berarti ”pasti”, atau ”jadilah demikian”.
Contoh-contoh Alkitab menunjukkan bahwa kita patut mengatakan ”Amin” pada akhir doa pribadi dan doa di hadapan
umum. (1 Tawarikh 16:36; Mazmur 41:13) Dengan mengatakan ”Amin” pada akhir doa kita sendiri, kita meneguhkan
bahwa apa yang kita nyatakan dalam doa kita itu tulus. Apabila kita mengatakan ”Amin”—dalam hati atau dengan
bersuara—pada akhir doa yang diucapkan di depan umum
oleh seseorang, kita menunjukkan bahwa kita sependapat
dengan buah pikiran yang diungkapkan.—1 Korintus 14:16.
CARA ALLAH MENJAWAB DOA KITA
Apakah Yehuwa benar-benar menjawab doa kita? Ya,
tentu! Ada alasan yang kuat untuk yakin bahwa sang ”Pendengar doa” menjawab doa yang tulus dari jutaan manusia.
(Mazmur 65:2) Yehuwa bisa menjawab doa kita dengan berbagai cara.
17 Yehuwa menggunakan malaikat-malaikat dan hambahamba-Nya di bumi untuk menjawab doa. (Ibrani 1:13, 14)
Ada banyak pengalaman dari orang-orang yang memohon
bantuan kepada Allah untuk memahami Alkitab dan sege16
15. Mengapa kita hendaknya mengatakan ”Amin” pada akhir doa pribadi dan doa di depan umum?
16. Apa yang dapat kita yakini tentang doa?
17. Apa buktinya bahwa Allah menggunakan malaikat-malaikat dan
hamba-hamba-Nya di bumi untuk menjawab doa kita?
Mendekatlah kepada Allah dengan Berdoa
171
ra setelah itu dikunjungi oleh salah seorang hamba Yehuwa.
Pengalaman seperti itu membuktikan bahwa malaikat membimbing pengabaran Kerajaan. (Penyingkapan 14:6) Untuk
menjawab doa yang kita panjatkan pada masa kesusahan, Yehuwa bisa jadi akan menggerakkan seorang Kristen untuk
menolong kita.—Amsal 12:25; Yakobus 2:16.
18 Allah Yehuwa juga menggunakan roh kudus dan Firman-Nya, Alkitab, untuk menjawab doa hamba-hamba-Nya.
18. Bagaimana Yehuwa menggunakan roh kudus dan Firman-Nya untuk menjawab doa hamba-hamba-Nya?
Doa Anda dapat
didengarkan kapan saja
Untuk menjawab doa kita,
Yehuwa dapat menggerakkan
seorang Kristen untuk
menolong kita
Ia bisa jadi akan menjawab permohonan untuk
mengatasi cobaan dengan
memberi kita bimbingan
dan kekuatan melalui roh
kudus-Nya. (2 Korintus
4:7) Sering kali, sebagai jawaban atas permohonan
untuk mendapatkan bimbingan, Yehuwa membantu kita membuat keputusan yang
bijaksana melalui Alkitab. Kita mungkin dapat menemukan
ayat-ayat yang dapat membantu kita sewaktu kita melakukan
pelajaran pribadi dan sewaktu kita membaca publikasi-publikasi Kristen, seperti buku ini. Buah-buah pikiran berdasarkan
Alkitab yang perlu kita pertimbangkan bisa saja dibawa kepada perhatian kita melalui apa yang dikatakan di perhimpunan
Kristen atau melalui komentar seorang penatua yang memperhatikan kesejahteraan kita.—Galatia 6:1.
19 Jika Yehuwa tampaknya belum juga menjawab doa
kita, hal itu sama sekali bukan karena Ia tidak sanggup
menjawabnya. Sebaliknya, kita harus ingat bahwa Yehuwa
menjawab doa sesuai dengan kehendak-Nya dan pada waktu yang Ia tetapkan. Ia lebih tahu daripada kita tentang apa
yang kita butuhkan dan cara memenuhinya. Sering kali, Ia
membiarkan kita ’terus meminta, mencari, dan mengetuk’.
(Lukas 11:5-10) Ketekunan demikian menunjukkan kepada
Allah betapa besar keinginan kita dan betapa besar iman
19. Apa yang harus kita ingat jika kadang-kadang doa kita tampaknya
tidak dijawab?
173
kita. Selanjutnya, Yehuwa bisa saja menjawab doa kita dengan cara yang tidak kita
lihat. Misalnya, Ia bisa menjawab doa kita
tentang suatu cobaan tertentu, tidak dengan menyingkirkan problem itu, tetapi
dengan memberi kita kekuatan untuk menanggungnya.—Filipi 4:13.
20 Betapa bersyukurnya kita bahwa sang
Pencipta jagat raya yang sangat luas ini
dekat kepada semua orang yang berseru
kepada-Nya dengan cara yang benar dalam doa! (Mazmur 145:18) Semoga kita
memanfaatkan sepenuhnya hak istimewa yang berharga untuk berdoa. Dengan
demikian, kita akan memiliki harapan
yang menyukacitakan untuk semakin dekat kepada Yehuwa,
sang Pendengar doa.
20. Mengapa kita harus memanfaatkan sepenuhnya hak istimewa yang
berharga untuk berdoa?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Berdoa secara teratur kepada Yehuwa membantu
kita semakin dekat kepada-Nya.—Yakobus 4:8.
ˇ Agar doa kita didengar Allah, kita harus berdoa
dengan iman, rendah hati, dan tulus.—Markus
11:24.
ˇ Kita harus berdoa kepada Yehuwa saja melalui
Putra-Nya.—Matius 6:9; Yohanes 14:6.
ˇ Yehuwa, sang ”Pendengar doa”, menggunakan
para malaikat-Nya, hamba-hamba-Nya di bumi,
roh kudus-Nya, dan Firman-Nya untuk menjawab doa.—Mazmur 65:2.
PASAL DELAPAN BELAS
Baptisan dan Hubungan
Anda dengan Allah
Bagaimana pembaptisan Kristen dilakukan?
Langkah apa saja yang perlu Anda ambil agar
memenuhi syarat untuk dibaptis?
Bagaimana caranya membaktikan diri kepada Allah?
Apa yang khususnya menjadi alasan untuk dibaptis?
”LIHAT! Sebuah tempat yang banyak airnya; apa yang mencegah aku untuk dibaptis?” Pertanyaan itu diajukan oleh
seorang pejabat istana Etiopia pada abad pertama. Seorang
Kristen bernama Filipus telah memberikan bukti kepadanya
bahwa Yesus adalah Mesias yang dijanjikan. Karena sangat
1. Mengapa seorang pejabat istana Etiopia minta dibaptis?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
175
tersentuh oleh apa yang telah ia pelajari dari Alkitab, pria
Etiopia itu mengambil tindakan. Ia menunjukkan bahwa ia
ingin dibaptis!—Kisah 8:26-36.
2 Jika Anda sudah dengan saksama mempelajari pasal-pasal
sebelumnya dari buku ini dengan salah seorang Saksi-Saksi
Yehuwa, Anda mungkin tergerak untuk bertanya, ’Apa yang
mencegah saya untuk dibaptis?’ Sekarang Anda sudah tahu
janji Alkitab tentang kehidupan abadi dalam Firdaus. (Lukas
23:43; Penyingkapan 21:3, 4) Anda juga tahu tentang bagaimana sebenarnya keadaan orang mati dan tentang harapan
kebangkitan. (Pengkhotbah 9:5; Yohanes 5:28, 29) Anda
mungkin sudah sering datang ke perhimpunan Saksi-Saksi
Yehuwa, bergaul dengan mereka, dan melihat sendiri bagaimana mereka menjalankan agama yang benar. (Yohanes
13:35) Yang terpenting, Anda mungkin sudah mulai menjalin hubungan pribadi dengan Allah Yehuwa.
3 Bagaimana Anda dapat menunjukkan bahwa Anda ingin
melayani Allah? Yesus menyuruh para pengikutnya, ”Pergilah dan buatlah orang-orang dari segala bangsa menjadi
murid, baptislah mereka.” (Matius 28:19) Yesus sendiri memberikan teladan dengan dibaptis dalam air. Ia tidak dipercik
dengan air, dan tidak hanya disiram kepalanya. (Matius 3:
16) Kata ”membaptis” berasal dari kata Yunani yang artinya
”mencelup”. Karena itu, pembaptisan Kristen dilakukan dengan mencelup, atau membenamkan, seluruh tubuh ke
dalam air.
4 Baptisan air adalah syarat bagi semua orang yang ingin
menjalin hubungan dengan Allah Yehuwa. Baptisan adalah
pernyataan di depan umum bahwa Anda ingin melayani
Allah, bahwa Anda senang melakukan kehendak Yehuwa.
(Mazmur 40:7, 8) Tetapi, agar memenuhi syarat untuk dibaptis, Anda harus mengambil langkah-langkah tertentu.
2. Mengapa Anda hendaknya dengan serius mempertimbangkan baptisan?
3. (a) Perintah apa yang Yesus berikan kepada para pengikutnya?
(b) Bagaimana pembaptisan air dilakukan?
4. Baptisan air adalah pernyataan apa?
176
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
DIPERLUKAN PENGETAHUAN DAN IMAN
Anda sudah mulai mengambil langkah pertama. Bagaimana? Dengan terus memperoleh pengetahuan mengenai
Allah Yehuwa dan Yesus Kristus, mungkin melalui pelajaran
Alkitab secara teratur. (Yohanes 17:3) Namun, lebih banyak
lagi yang harus dipelajari. Orang Kristen ingin ”dipenuhi dengan pengetahuan yang saksama tentang kehendak [Allah]”.
(Kolose 1:9) Menghadiri perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa
akan sangat membantu Anda. Hal itu sangat penting. (Ibrani
10:24, 25) Hadir secara teratur akan membuat pengetahuan
Anda tentang Allah bertambah.
6 Tentu, Anda tidak perlu tahu seluruh isi Alkitab agar
memenuhi syarat untuk dibaptis. Pejabat istana Etiopia itu
punya sedikit pengetahuan, tetapi ia membutuhkan bantuan
untuk memahami bagian-bagian tertentu dalam Tulisan-Tulisan Kudus. (Kisah 8:30, 31) Demikian pula, masih ada
banyak yang harus Anda pelajari. Sebenarnya, belajar tentang
Allah tidak ada akhirnya. (Pengkhotbah 3:11) Tetapi, sebelum
Anda dapat dibaptis, Anda sedikitnya perlu mengetahui dan
mempercayai ajaran-ajaran dasar Alkitab. (Ibrani 5:12) Misalnya, Anda perlu tahu kebenaran tentang keadaan orang mati
dan pentingnya nama Allah serta Kerajaan-Nya.
7 Namun, pengetahuan saja tidak cukup, sebab ”tanpa
iman, orang mustahil menyenangkan [Allah]”. (Ibrani 11:6)
Alkitab memberi tahu kita bahwa ketika beberapa orang di
kota Korintus kuno mendengar apa yang diberitakan orang
Kristen, mereka ”mulai percaya dan dibaptis”. (Kisah 18:8)
Demikian pula, dengan belajar Alkitab, Anda akan memiliki
iman bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Pelajaran Alkitab
akan membantu Anda beriman kepada janji-janji Allah dan
5
5. (a) Apa langkah pertama agar memenuhi syarat untuk dibaptis?
(b) Mengapa perhimpunan sangat penting?
6. Berapa banyak pengetahuan Alkitab yang harus Anda miliki agar memenuhi syarat untuk dibaptis?
7. Apa hasilnya setelah Anda belajar Alkitab?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
177
kepada kuasa korban Yesus yang menyelamatkan.—Yosua
23:14; Kisah 4:12; 2 Timotius 3:16, 17.
MENCERITAKAN KEBENARAN ALKITAB
KEPADA ORANG LAIN
8 Seraya iman bertumbuh dalam hati Anda, Anda akan merasa sulit untuk tidak menceritakan apa yang telah Anda
pelajari kepada orang lain. (Yeremia 20:9) Anda akan merasakan dorongan yang kuat untuk berbicara kepada orang lain
tentang Allah dan maksud-tujuan-Nya.—2 Korintus 4:13.
9 Anda dapat mulai menceritakan kebenaran Alkitab kepada sanak saudara, sahabat, tetangga, dan rekan sekerja Anda
dengan bijaksana. Seraya waktu berlalu, Anda tentu ingin
ikut serta dalam pekerjaan pengabaran yang diorganisasi oleh
Saksi-Saksi Yehuwa. Jika demikian, jangan ragu-ragu untuk
membicarakan hal itu dengan Saksi yang mengajar Anda.
Jika tampaknya Anda memenuhi syarat untuk dinas pengabaran, akan diatur agar Anda dan pengajar Anda bertemu
dengan dua penatua.
10 Dengan demikian, Anda dapat lebih mengenal beberapa penatua, yang menggembalakan kawanan domba Allah.
(Kisah 20:28; 1 Petrus 5:2, 3) Jika para penatua melihat bahwa Anda memahami dan mempercayai ajaran dasar Alkitab,
hidup selaras dengan prinsip-prinsip Allah, dan benar-benar ingin menjadi salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa, mereka
akan memberi tahu Anda bahwa Anda memenuhi syarat untuk ikut dalam dinas pengabaran sebagai penyiar kabar baik
yang belum terbaptis.
11 Tetapi, barangkali Anda perlu membuat perubahan tertentu dalam gaya hidup dan kebiasaan Anda agar dapat
8. Apa yang akan menggerakkan Anda untuk menceritakan apa yang
telah Anda pelajari?
9, 10. (a) Kepada siapa Anda bisa mulai menceritakan kebenaran Alkitab? (b) Apa yang harus Anda lakukan jika Anda ingin ikut dalam
pekerjaan pengabaran yang diorganisasi oleh Saksi-Saksi Yehuwa?
11. Perubahan apa yang mungkin harus dibuat sebelum seseorang memenuhi syarat untuk dinas pengabaran?
178
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
memenuhi syarat untuk dinas pengabaran. Misalnya, Anda
mungkin harus menghentikan kebiasaan tertentu yang tersembunyi. Jadi, sebelum Anda meminta untuk menjadi
penyiar belum terbaptis, Anda harus bersih dari dosa yang
serius, seperti amoralitas seksual, kemabukan, dan penyalahgunaan narkoba.—1 Korintus 6:9, 10; Galatia 5:19-21.
PERTOBATAN DAN PERUBAHAN HALUAN
Beberapa langkah lain harus diambil sebelum Anda memenuhi syarat untuk dibaptis. Rasul Petrus mengatakan,
”Bertobat dan berbaliklah agar dosa-dosamu dihapus.” (Kisah
3:19) Bertobat artinya sungguh-sungguh menyesali apa yang
telah Anda lakukan. Pertobatan jelas perlu bagi seseorang yang
menempuh kehidupan yang amoral, tetapi hal itu juga perlu bahkan bagi orang yang kehidupannya relatif bersih secara
moral. Mengapa? Karena semua orang berdosa dan membutuhkan pengampunan Allah. (Roma 3:23; 5:12) Sebelum
belajar Alkitab, Anda tidak mengetahui apa kehendak Allah
itu. Jadi, bagaimana mungkin Anda bisa hidup selaras sepenuhnya dengan kehendak-Nya? Maka, pertobatan itu perlu.
13 Setelah bertobat, seseorang harus berubah haluan, atau
’berbalik’. Sekadar merasa menyesal tidak cukup. Anda harus
menolak jalan hidup Anda yang dahulu dan bertekad kuat
untuk melakukan apa yang benar mulai dari sekarang. Pertobatan dan perubahan haluan adalah langkah-langkah yang
harus diambil sebelum Anda dibaptis.
12
MEMBAKTIKAN DIRI
Ada langkah penting lain yang harus diambil. Anda harus membaktikan diri kepada Allah Yehuwa.
15 Pada waktu Anda membaktikan diri kepada Allah Yehuwa dalam doa yang sungguh-sungguh, Anda berjanji akan
14
12. Mengapa pertobatan itu perlu?
13. Apa artinya berubah haluan?
14. Langkah penting apa yang harus Anda ambil sebelum dibaptis?
15, 16. Apa artinya membaktikan diri kepada Allah, dan apa yang
menggerakkan seseorang untuk melakukan hal itu?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
179
mengabdi hanya kepada Dia saja, atau secara eksklusif, untuk
selama-lamanya. (Ulangan 6:15) Tetapi, mengapa seseorang
ingin melakukan hal itu? Nah, katakanlah seorang pemuda
mulai mendekati seorang gadis. Semakin ia mengenal gadis
itu dan mengetahui sifat-sifat baiknya, semakin ia tertarik kepadanya. Seraya waktu berlalu, wajarlah apabila ia melamar
gadis itu. Memang, pernikahan mendatangkan lebih banyak
tanggung jawab. Tetapi, karena cinta, ia akan mengambil
langkah penting itu.
16 Setelah Anda mengenal dan mengasihi Yehuwa, Anda
tergerak untuk melayani Dia tanpa menahan apa pun
atau menetapkan syarat dalam beribadat kepada-Nya. Siapa
pun yang ingin mengikuti jejak Putra Allah, Yesus Kristus, harus ”menyangkal dirinya”. (Markus 8:34) Menyangkal
diri berarti tidak membiarkan keinginan dan cita-cita pribadi menghalangi ketaatan kita yang sepenuhnya kepada Allah.
Maka, sebelum Anda dapat dibaptis, tujuan utama dalam hidup Anda haruslah melakukan kehendak Allah Yehuwa.
—1 Petrus 4:2.
MENGATASI PERASAAN TAKUT GAGAL
Ada yang menahan diri untuk membaktikan diri kepada Yehuwa karena mereka agak takut mengambil langkah
yang begitu serius. Mereka mungkin khawatir bahwa sebagai orang Kristen yang berbakti, mereka harus bertanggung
jawab kepada Allah. Karena takut gagal atau mengecewakan
Yehuwa, mereka pikir lebih baik tidak membaktikan diri kepada-Nya.
18 Tetapi, seraya Anda belajar mengasihi Yehuwa, Anda
akan tergerak untuk membaktikan diri kepada-Nya dan
berbuat sebisa-bisanya untuk hidup sesuai dengan pembaktian Anda. (Pengkhotbah 5:4) Setelah membaktikan diri,
Anda pasti ingin ”berjalan dengan layak di hadapan Yehuwa
17
17. Mengapa ada yang menahan diri untuk membaktikan diri kepada
Allah?
18. Apa yang dapat menggerakkan Anda untuk membaktikan diri kepada Yehuwa?
Mendapatkan pengetahuan
yang saksama dari Firman
Allah adalah langkah
penting agar memenuhi
syarat untuk dibaptis
Iman hendaknya
menggerakkan Anda
untuk menceritakan apa
yang Anda percayai
untuk menyenangkan dia sepenuhnya”. (Kolose 1:10) Karena
mengasihi Allah, Anda tidak
akan merasa terlalu sulit untuk melakukan kehendak-Nya.
Anda tentu sependapat dengan rasul Yohanes, yang menulis,
”Inilah arti kasih akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan
perintah-perintahnya; meskipun demikian perintah-perintahnya tidak membebani.”—1 Yohanes 5:3.
19 Anda tidak perlu sempurna untuk membaktikan diri kepada Allah. Yehuwa tahu keterbatasan Anda dan tidak pernah
mengharapkan sesuatu di luar kesanggupan Anda. (Mazmur
103:14) Ia ingin Anda berhasil dan akan mendukung serta
membantu Anda. (Yesaya 41:10) Anda dapat yakin bahwa jika
19. Mengapa Anda tidak perlu takut membaktikan diri kepada Allah?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
181
Anda percaya kepada Yehuwa dengan segenap hati, Ia ”akan
meluruskan jalan-jalan [Anda]”.—Amsal 3:5, 6.
MELAMBANGKAN PEMBAKTIAN ANDA
DENGAN DIBAPTIS
20 Dengan memikirkan hal-hal yang baru kita bahas, Anda
mungkin tergerak untuk secara pribadi menyatakan pembaktian diri kepada Yehuwa dalam doa. Namun, setiap orang
yang benar-benar mengasihi Allah harus juga ”membuat
20. Mengapa pembaktian kepada Yehuwa tidak cukup dilakukan secara pribadi saja?
Sudahkah Anda
menyatakan pembaktian
Anda kepada Allah
dalam doa?
Pembaptisan berarti
mati berkenaan dengan
jalan hidup kita yang lama
dan hidup kembali
untuk melakukan
kehendak Allah
182
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
pernyataan di hadapan umum yang menghasilkan keselamatan”. (Roma 10:10) Bagaimana caranya?
21 Beri tahu koordinator badan penatua sidang Anda bahwa
Anda ingin dibaptis. Ia akan mengatur agar beberapa penatua
meninjau ajaran-ajaran dasar Alkitab bersama Anda melalui
sejumlah pertanyaan. Jika para penatua itu sepakat bahwa
Anda memenuhi syarat, mereka akan memberi tahu Anda
bahwa Anda dapat dibaptis pada acara pembaptisan berikutnya.1 Sebuah khotbah yang membahas makna baptisan
biasanya diberikan pada acara tersebut. Kemudian, pembicara mengundang semua calon baptis untuk menjawab dua
pertanyaan sederhana sebagai satu cara untuk membuat ’pernyataan lisan di hadapan umum’ tentang iman mereka.
22 Baptisan itu sendiri menunjukkan kepada umum bahwa
Anda secara pribadi telah membaktikan diri kepada Allah dan
sekarang adalah salah seorang Saksi-Saksi Yehuwa. Seluruh
tubuh calon baptis dibenamkan ke dalam air untuk menunjukkan kepada umum bahwa ia telah membaktikan diri
kepada Yehuwa.
MAKNA BAPTISAN ANDA
Yesus mengatakan bahwa murid-muridnya akan dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan roh kudus”. (Matius
28:19) Ini berarti bahwa calon baptis itu mengakui wewenang Allah Yehuwa dan Yesus Kristus. (Mazmur 83:18; Matius
28:18) Ia juga mengakui fungsi dan kegiatan roh kudus, atau
tenaga aktif, Allah.—Galatia 5:22, 23; 2 Petrus 1:21.
24 Tetapi, dibaptis bukan sekadar dibenamkan dalam air.
23
1 Pembaptisan adalah acara tetap dalam kebaktian-kebaktian tahunan
yang diselenggarakan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
21, 22. Bagaimana Anda dapat membuat ”pernyataan di hadapan
umum” tentang iman Anda?
23. Apa artinya dibaptis ”dengan nama Bapak dan Putra dan roh kudus”?
24, 25. (a) Apa yang dilambangkan oleh baptisan? (b) Pertanyaan apa
yang perlu dijawab?
Baptisan dan Hubungan Anda dengan Allah
183
Baptisan melambangkan sesuatu yang sangat penting. Dibenamkan ke dalam air adalah lambang bahwa Anda telah mati
berkenaan dengan jalan hidup Anda dahulu. Diangkat dari
air menunjukkan bahwa Anda sekarang hidup untuk melakukan kehendak Allah. Selain itu, ingatlah bahwa kepada
Allah Yehuwa-lah Anda membaktikan diri, bukan kepada suatu pekerjaan, suatu tujuan, orang lain, atau suatu organisasi.
Pembaktian dan baptisan Anda adalah awal hubungan yang
sangat dekat dengan Allah—hubungan yang akrab denganNya.—Mazmur 25:14.
25 Baptisan tidak menjamin keselamatan. Rasul Paulus menulis, ”Teruslah upayakan keselamatanmu dengan takut dan
gemetar.” (Filipi 2:12) Baptisan baru langkah awal. Permasalahannya adalah: Bagaimana Anda dapat tetap berada dalam
kasih Allah? Pasal terakhir buku ini akan menjawabnya.
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Baptisan Kristen dilakukan dengan membenamkan seluruh tubuh ke dalam air, bukan hanya
dengan memerciknya.—Matius 3:16.
ˇ Langkah-langkah menuju baptisan dimulai dengan terus memperoleh pengetahuan dan
memperlihatkan iman, kemudian Anda harus
bertobat, berubah haluan, dan membaktikan diri
kepada Allah.—Yohanes 17:3; Kisah 3:19; 18:8.
ˇ Untuk membaktikan diri kepada Yehuwa, Anda
harus menyangkal diri, sama seperti orang-orang
menyangkal diri untuk mengikuti Yesus.—Markus 8:34.
ˇ Baptisan adalah lambang bahwa seseorang mati
berkenaan dengan jalan hidupnya dahulu dan hidup kembali untuk melakukan kehendak Allah.
—1 Petrus 4:2.
PASAL SEMBILAN BELAS
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
Apa artinya mengasihi Allah?
Bagaimana kita dapat tetap berada dalam kasih Allah?
Apa pahala bagi orang yang tetap berada
dalam kasih Yehuwa?
Apakah Anda
akan menjadikan
Yehuwa
perlindungan
Anda pada masa
yang penuh
pergolakan ini?
BAYANGKAN diri Anda sedang berjalan ketika
cuaca sangat buruk. Langit semakin gelap. Petir mulai menyambar, guntur menggelegar, lalu
turunlah hujan bagaikan dicurahkan dari langit.
Setengah berlari, Anda mencari-cari penaungan.
Tiba-tiba, di pinggir jalan, Anda melihat ada tempat bernaung yang kokoh, kering, dan tampak
nyaman. Betapa berharganya tempat yang aman
itu bagi Anda!
2 Kita hidup pada masa yang penuh pergolakan. Keadaan dunia semakin buruk saja. Tetapi,
ada tempat bernaung yang aman yang dapat melindungi kita dari celaka yang permanen.
Apakah itu? Perhatikan apa yang Alkitab ajarkan,
”Aku akan berkata kepada Yehuwa, ’Engkaulah
perlindunganku dan bentengku, Allahku, yang
kepadanya aku percaya.’ ”—Mazmur 91:2.
3 Bayangkan! Yehuwa, sang Pencipta dan Penguasa alam semesta, dapat menjadi tempat
bernaung kita yang aman. Ia dapat melindungi kita, sebab Ia jauh lebih kuat daripada
1, 2. Di mana kita dapat menemukan perlindungan
yang aman dewasa ini?
3. Bagaimana kita dapat menjadikan Yehuwa perlindungan kita?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
185
siapa pun atau apa pun yang bisa mencelakakan kita. Bahkan
jika kita dicelakai, Yehuwa dapat menyingkirkan semua akibat buruknya. Bagaimana kita dapat menjadikan Yehuwa perlindungan
kita? Kita harus percaya kepada-Nya. Selanjutnya, Firman Allah
mendesak kita, ”Tetaplah berada dalam kasih Allah.” (Yudas 21)
Ya, kita perlu tetap berada dalam kasih Allah, mempertahankan
ikatan yang penuh kasih dengan Bapak surgawi kita. Maka, kita
dapat yakin bahwa Dialah perlindungan kita. Namun, bagaimana
kita dapat menjalin ikatan seperti itu?
PERHATIKAN DAN SAMBUTLAH KASIH ALLAH
Untuk tetap berada dalam kasih Allah, kita perlu tahu bagaimana Yehuwa menunjukkan kasih-Nya kepada kita. Renungkan
beberapa ajaran Alkitab yang telah Anda pelajari dengan bantuan buku ini. Sebagai Pencipta, Yehuwa memberi kita bumi ini
sebagai tempat tinggal yang menyenangkan. Ia memenuhinya dengan berlimpah makanan dan air, berbagai sumber daya alam,
kehidupan binatang yang memukau, dan pemandangan yang indah. Sebagai Pengarang Alkitab, Allah menyingkapkan nama dan
sifat-sifat-Nya kepada kita. Selain itu, Firman-Nya menyingkapkan bahwa Ia mengutus Putra-Nya sendiri yang terkasih ke bumi,
membiarkan Yesus menderita dan mati untuk kita. (Yohanes 3:16)
Dan, apa artinya pemberian itu bagi kita? Kita dapat memiliki harapan untuk suatu masa depan yang sangat bagus.
5 Harapan kita untuk masa depan juga bergantung pada hal
lain lagi yang telah Allah lakukan. Yehuwa telah mendirikan pemerintahan di surga, yaitu Kerajaan Mesianik, yang akan segera
mengakhiri semua penderitaan dan menjadikan bumi ini suatu
firdaus. Bayangkan! Kita dapat hidup di sana selama-lamanya dengan damai dan bahagia. (Mazmur 37:29) Sementara ini, Allah
membimbing kita untuk dapat menempuh kehidupan yang terbaik sekarang juga. Selanjutnya, Ia memberi kita karunia doa,
yaitu suatu saluran komunikasi yang selalu terbuka dengan Dia.
Ini baru beberapa dari cara-cara Yehuwa memperlihatkan kasih kepada umat manusia secara umum dan kepada Anda secara pribadi.
4
4, 5. Dengan cara apa saja Yehuwa menyatakan kasih kepada kita?
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
6 Pertanyaan yang sangat penting bagi Anda ialah: Bagaimana
saya menanggapi kasih Yehuwa?
Banyak orang akan mengatakan,
”Ya, saya harus mengasihi Yehuwa
juga.” Bagaimana dengan Anda?
Yesus mengatakan bahwa inilah
perintah yang terbesar, ”Engkau harus mengasihi Yehuwa, Allahmu, dengan segenap hatimu dan
dengan segenap jiwamu dan dengan segenap pikiranmu.” (Matius 22:37) Tentu, ada banyak hal yang membuat Anda mengasihi
Allah Yehuwa. Tetapi, apakah sekadar merasa bahwa Anda mengasihi Allah sudah berarti Anda mengasihi Yehuwa dengan segenap
hati, jiwa, dan pikiran Anda?
7 Sebagaimana diuraikan dalam Alkitab, kasih kepada Allah bukan sekadar perasaan di hati. Walaupun perasaan kasih kepada
Yehuwa itu penting, sebenarnya, perasaan itu baru permulaan
dari kasih yang sejati kepada-Nya. Sebagai gambaran, biji apel
memang penting untuk menumbuhkan pohon apel. Tetapi, jika
Anda ingin makan apel, apakah Anda puas jika hanya diberi
bijinya? Tentu tidak! Demikian pula, perasaan mengasihi Allah Yehuwa baru permulaannya. Alkitab mengajarkan, ”Inilah arti kasih
akan Allah, yaitu bahwa kita menjalankan perintah-perintahnya;
meskipun demikian perintah-perintahnya tidak membebani.”
(1 Yohanes 5:3) Kasih yang tulus kepada Allah harus menghasilkan buah yang baik, harus dinyatakan dengan tindakan.—Matius
7:16-20.
8 Kita menunjukkan bahwa kita mengasihi Allah dengan
menjalankan perintah-perintah-Nya dan menerapkan prinsip-prinsip-Nya. Hal itu tidak terlalu sulit untuk dilakukan.
Hukum-hukum Yehuwa sama sekali tidak membebani, tetapi justru dirancang untuk membantu kita menikmati kehidupan yang
bahagia dan memuaskan. (Yesaya 48:17, 18) Apabila kita hidup
6. Bagaimana Anda dapat menanggapi kasih yang Yehuwa perlihatkan
kepada Anda?
7. Apakah cukup untuk sekadar mengasihi Allah dalam hati? Jelaskan.
8, 9. Bagaimana kita dapat menyatakan kasih dan penghargaan kita kepada Allah?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
187
selaras dengan bimbingan Yehuwa, kita menunjukkan kepada Bapak surgawi kita bahwa kita benar-benar menghargai semua yang
telah Ia lakukan untuk kita. Sayangnya, di dunia dewasa ini sedikit sekali orang yang memperlihatkan penghargaan seperti itu.
Kita tidak ingin seperti mereka dan seperti orang-orang pada zaman Yesus. Yesus menyembuhkan sepuluh penderita kusta, tetapi
hanya satu yang kembali untuk mengucapkan terima kasih. (Lukas 17:12-17) Kita tentu ingin seperti satu orang itu, bukan seperti
kesembilan orang lainnya yang tidak tahu berterima kasih!
9 Maka, apa saja perintah Yehuwa yang harus kita jalankan? Kita
telah membahas sejumlah perintah dalam buku ini, tetapi mari
kita tinjau kembali beberapa di antaranya. Menjalankan perintah
Yehuwa akan membantu kita tetap berada dalam kasih Allah.
SEMAKIN MENDEKATLAH KEPADA YEHUWA
Belajar tentang Yehuwa adalah langkah yang sangat penting
untuk semakin mendekat kepada-Nya. Itu adalah proses yang tidak boleh ada akhirnya. Jika Anda berada di luar pada malam
10
10. Jelaskan mengapa penting untuk terus memperoleh pengetahuan tentang Allah Yehuwa.
Seperti api, kasih Anda untuk Yehuwa
membutuhkan bahan bakar agar
dapat tetap berkobar
188
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
yang sangat dingin dan menghangatkan diri di dekat api unggun,
apakah Anda akan membiarkan nyala apinya meredup, lalu padam? Tentu tidak. Anda akan terus menambah kayu agar apinya
tetap berkobar. Nyawa Anda bisa jadi bergantung padanya! Sebagaimana kayu mengobarkan api, demikian pula ”pengetahuan
tentang Allah” akan membuat kasih kita kepada Yehuwa tetap
kuat.—Amsal 2:1-5.
11 Yesus ingin agar para pengikutnya menjaga kasih mereka kepada Yehuwa serta Firman kebenaran-Nya yang berharga tetap
hidup dan berkobar-kobar. Setelah dibangkitkan, Yesus mengajar
dua muridnya beberapa nubuat dalam Kitab-Kitab Ibrani yang
tergenap dalam dirinya. Apa hasilnya? Mereka belakangan mengatakan, ”Bukankah hati kita berkobar-kobar ketika ia sedang
berbicara kepada kita dalam perjalanan, ketika ia membukakan sepenuhnya Tulisan-Tulisan Kudus kepada kita?”—Lukas 24:32.
12 Ketika Anda mula-mula belajar apa yang sebenarnya Alkitab ajarkan, apakah Anda merasa bahwa sukacita, semangat, dan
kasih kepada Allah mulai berkobar dalam hati Anda? Pasti demikian, bukan? Banyak orang merasa begitu. Tantangannya sekarang
adalah menjaga agar kasih yang kuat itu tetap hidup dan membantunya bertumbuh. Kita tidak mau mengikuti kecenderungan
dunia dewasa ini. Yesus menubuatkan, ”Kasih kebanyakan orang
akan mendingin.” (Matius 24:12) Apa yang akan Anda lakukan
agar kasih Anda untuk Yehuwa dan untuk kebenaran Alkitab tidak
mendingin?
13 Teruslah peroleh pengetahuan tentang Allah Yehuwa dan
Yesus Kristus. (Yohanes 17:3) Renungkan apa yang telah Anda pelajari dari Firman Allah, dengan menanyai diri sendiri, ’Apa yang
dapat saya pelajari tentang Allah Yehuwa dari ayat ini? Apa lagi
yang disebutkan ayat ini yang akan membuat saya mengasihi Dia
dengan segenap hati, pikiran, dan jiwa?’ (1 Timotius 4:15) Perenungan seperti itu akan membuat kasih Anda untuk Yehuwa tetap
berkobar.
11. Apa hasil ajaran Yesus atas para pengikutnya?
12, 13. (a) Bagaimana kasih untuk Allah dan Alkitab di kalangan kebanyakan orang dewasa ini? (b) Bagaimana kita dapat menjaga agar kasih
kita tidak mendingin?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
189
14 Cara lain untuk membuat kasih Anda untuk Yehuwa tetap
berkobar adalah dengan berdoa secara teratur. (1 Tesalonika 5:17)
Di Pasal 17 buku ini, kita belajar bahwa doa adalah karunia yang
berharga dari Allah. Sama seperti hubungan antarmanusia, yang
akan berkembang melalui komunikasi yang terbuka dan teratur,
demikian pula hubungan kita dengan Yehuwa akan tetap hangat
dan hidup apabila kita berdoa kepada-Nya secara teratur. Penting
sekali untuk tidak pernah membiarkan doa kita menjadi rutin belaka—dengan kata-kata yang sama yang kita ulang-ulangi tanpa
perasaan atau tanpa makna. Kita harus berbicara kepada Yehuwa seperti seorang anak berbicara kepada ayahnya yang ia kasihi.
Kita tentu akan berbicara dengan penuh respek, tetapi juga dengan
terus terang, jujur, dan dari hati. (Mazmur 62:8) Ya, pelajaran Alkitab secara pribadi dan doa yang sungguh-sungguh adalah bagian
penting dalam ibadat kita, dan hal itu membantu kita tetap berada
dalam kasih Allah.
DAPATKAN SUKACITA DALAM IBADAT ANDA
Pelajaran Alkitab secara pribadi dan doa adalah bagian dari
ibadat yang bisa kita laksanakan secara pribadi. Tetapi sekarang,
mari kita bahas bagian dari ibadat yang kita laksanakan di depan umum: berbicara kepada orang lain tentang kepercayaan
kita. Apakah Anda sudah menceritakan beberapa kebenaran Alkitab kepada orang lain? Jika demikian, Anda telah menikmati hak
istimewa yang luar biasa. (Lukas 1:74) Sewaktu kita menceritakan kebenaran yang telah kita pelajari tentang Allah Yehuwa, kita
menjalankan tugas yang sangat penting yang diberikan kepada semua orang Kristen sejati—yaitu memberitakan kabar baik Kerajaan
Allah.—Matius 24:14; 28:19, 20.
16 Rasul Paulus menganggap pelayanannya sangat berharga, dengan menyebutnya sebagai harta. (2 Korintus 4:7) Berbicara
kepada orang-orang tentang Allah Yehuwa dan maksud-tujuanNya adalah pekerjaan yang paling baik, karena kita punya Majikan
yang paling baik, dan kita mendapat upah yang paling baik.
Dengan melakukan kegiatan itu, Anda membantu orang-orang
15
14. Bagaimana doa dapat membantu agar kasih kita kepada Yehuwa tetap hidup?
15, 16. Mengapa tepat untuk menganggap pekerjaan pemberitaan Kerajaan sebagai hak istimewa dan suatu harta?
190
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
berhati jujur untuk mendekat kepada Bapak surgawi kita dan juga
untuk mulai menempuh jalan menuju kehidupan abadi! Mana
ada pekerjaan yang lebih memuaskan? Selanjutnya, memberikan kesaksian tentang Yehuwa dan Firman-Nya menambah iman
Anda sendiri dan menguatkan kasih Anda kepada-Nya. Dan,
Yehuwa ingin agar Anda menikmati
”kehidupan yang sebenarnya”.
Anda sendiri bagaimana?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
191
Yehuwa sangat menghargai upaya Anda. (Ibrani 6:10) Tetap sibuk
dalam pekerjaan tersebut akan membantu Anda tetap berada dalam kasih Allah.—1 Korintus 15:58.
17 Penting untuk mengingat bahwa pekerjaan pemberitaan Kerajaan sangat mendesak. Alkitab mengatakan, ”Beritakanlah
firman itu, laksanakan itu dengan giat dan dengan perasaan mendesak.” (2 Timotius 4:2) Mengapa hal itu begitu mendesak dewasa
ini? Firman Allah memberi tahu kita, ”Hari besar Yehuwa sudah
dekat. Itu sudah dekat, dan sangat bergegas.” (Zefanya 1:14) Ya,
saat bagi Yehuwa untuk mengakhiri seluruh sistem ini sudah semakin dekat. Orang-orang perlu diperingatkan! Mereka perlu
tahu bahwa sekaranglah waktunya untuk memilih Yehuwa sebagai Penguasa mereka. Akhir itu ”tidak akan terlambat”.—Habakuk
2:3.
18 Yehuwa ingin agar kita beribadat kepada-Nya bersama orangorang Kristen sejati. Itulah sebabnya Firman-Nya mengatakan,
”Biarlah kita memperhatikan satu sama lain untuk menggerakkan
kepada kasih dan perbuatan yang baik, dengan tidak mengabaikan pertemuan kita, sebagaimana kebiasaan beberapa orang,
tetapi saling menganjurkan, dan terlebih lagi demikian seraya
kamu melihat hari itu mendekat.” (Ibrani 10:24, 25) Pada waktu berkumpul dengan rekan-rekan seiman di perhimpunan, kita
mempunyai kesempatan yang sangat bagus untuk memuji dan
beribadat kepada Allah yang kita kasihi. Kita juga saling membina
dan menganjurkan.
19 Dengan bergaul bersama para penyembah Yehuwa lainnya,
kita menguatkan ikatan kasih dan persahabatan dalam sidang.
Kita harus mencari hal-hal baik dalam diri satu sama lain, sebagaimana Yehuwa juga mencari hal-hal baik dalam diri kita.
Jangan mengharapkan kesempurnaan dari rekan-rekan seiman
Anda. Ingat bahwa kemajuan rohani setiap orang tidak sama
dan bahwa setiap orang berbuat salah. (Kolose 3:13) Berupayalah
membina persahabatan yang akrab dengan orang-orang yang sangat mengasihi Yehuwa, maka Anda akan merasakan bahwa Anda
17. Mengapa pelayanan Kristen sangat mendesak dewasa ini?
18. Mengapa kita harus beribadat kepada Yehuwa bersama-sama dengan orang Kristen sejati?
19. Apa yang dapat kita upayakan untuk menguatkan ikatan kasih dalam sidang Kristen?
192
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
sendiri maju secara rohani. Ya, beribadat kepada Yehuwa bersama saudara-saudari rohani akan membantu Anda tetap berada
dalam kasih Allah. Apa pahala yang akan Yehuwa berikan kepada
orang-orang yang beribadat kepada-Nya dengan setia dan, dengan
demikian, tetap berada dalam kasih-Nya?
RAIHLAH ”KEHIDUPAN YANG SEBENARNYA”
Yehuwa memberikan pahala berupa kehidupan kepada hamba-hamba-Nya yang setia, tetapi kehidupan macam apa? Nah,
apakah Anda sekarang benar-benar hidup? Kebanyakan dari kita
tentu akan menjawab ya. Kita bernapas, kita makan, dan kita minum. Jadi, kita pasti hidup. Dan, pada waktu kita merasa bahagia,
kita mungkin bahkan mengatakan, ”Ini baru namanya hidup!”
Tetapi, Alkitab menunjukkan bahwa sesungguhnya, dewasa ini
tidak seorang pun benar-benar hidup.
21 Firman Allah mendesak kita untuk ”dengan teguh menggenggam kehidupan yang sebenarnya”. (1 Timotius 6:19)
Kata-kata itu menunjukkan bahwa ”kehidupan yang sebenarnya”
adalah sesuatu yang ingin kita peroleh di masa depan. Ya, pada
waktu kita sempurna, kita akan hidup dalam arti sesungguhnya,
yaitu sebagaimana yang Allah inginkan pada mulanya. Sewaktu
kita kelak hidup dalam firdaus di bumi dalam keadaan sehat, damai, dan bahagia sepenuhnya, kita akhirnya akan menikmati
”kehidupan yang sebenarnya”—kehidupan abadi. (1 Timotius 6:
12) Bukankah itu harapan yang menakjubkan?
22 Bagaimana kita dapat ”dengan teguh menggenggam kehidupan yang sebenarnya”? Dalam konteks yang sama, Paulus
mendesak orang Kristen ”agar mengupayakan kebaikan” dan
”kaya dengan perbuatan baik”. (1 Timotius 6:18) Maka, jelas
bahwa hal itu banyak bergantung pada cara kita menerapkan kebenaran yang telah kita pelajari dari Alkitab. Tetapi, apakah
perkataan Paulus mengartikan bahwa kita memperoleh ”kehidupan yang sebenarnya” sebagai imbalan perbuatan baik kita? Tidak,
karena harapan yang demikian luar biasa sesungguhnya bergantung pada ”kebaikan hati Allah yang tidak selayaknya diperoleh”.
20
20, 21. Apa ”kehidupan yang sebenarnya” itu, dan mengapa itu suatu
harapan yang menakjubkan?
22. Bagaimana Anda dapat ”dengan teguh menggenggam kehidupan
yang sebenarnya”?
Tetaplah Berada dalam Kasih Allah
193
(Roma 5:15) Tetapi, Yehuwa senang memberikan pahala kepada orang-orang yang melayani Dia dengan setia. Ia ingin melihat
Anda memiliki ”kehidupan yang sebenarnya”. Kehidupan yang
bahagia, penuh damai, dan abadi tersedia bagi orang-orang yang
tetap berada dalam kasih Allah.
23 Kita masing-masing hendaknya bertanya kepada diri sendiri,
’Apakah saya beribadat kepada Allah dengan cara yang Ia tetapkan
dalam Alkitab?’ Jika kita setiap hari memastikan bahwa jawabannya adalah ya, maka kita berada pada jalan yang benar. Kita dapat
yakin bahwa Yehuwa adalah perlindungan kita. Ia akan melindungi umat-Nya yang setia selama hari-hari terakhir sistem tua
ini yang penuh dengan kesusahan. Yehuwa juga akan membawa kita dengan selamat ke dalam sistem baru yang gemilang
yang sekarang sudah dekat. Betapa gembiranya kita kelak sewaktu
mengalami hal itu! Dan, betapa senangnya kita bahwa kita telah membuat pilihan yang benar pada hari-hari terakhir ini! Jika
Anda membuat pilihan itu sekarang, Anda akan menikmati ”kehidupan yang sebenarnya”, yaitu seperti yang telah Allah Yehuwa
tetapkan, kekal selama-lamanya!
23. Mengapa sangat penting untuk tetap berada dalam kasih Allah?
APA YANG ALKITAB AJARKAN
ˇ Kita menunjukkan kasih yang tulus kepada Allah
dengan menjalankan perintah-perintah-Nya dan
menerapkan prinsip-prinsip-Nya.—1 Yohanes 5:3.
ˇ Belajar Firman Allah, berdoa kepada Yehuwa
dengan sungguh-sungguh, mengajar orang lain
tentang Dia, dan beribadat kepada-Nya di perhimpunan akan membantu kita tetap berada dalam
kasih Allah.—Matius 24:14; 28:19, 20; Yohanes
17:3; 1 Tesalonika 5:17; Ibrani 10:24, 25.
ˇ Orang-orang yang tetap berada dalam kasih Allah
memiliki harapan untuk menikmati ”kehidupan
yang sebenarnya”.—1 Timotius 6:12, 19; Yudas 21.
APENDIKS
TOPIK
HALAMAN
Nama Allah—Penggunaan dan Artinya 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 195
Nubuat Daniel tentang Kedatangan Mesias 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 197
Yesus Kristus—Mesias yang Dijanjikan 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 199
Kebenaran tentang Bapak, Putra, dan Roh Kudus 9 9 9 9 9 9 9 9 9 201
Alasan Orang Kristen Sejati Tidak Menggunakan
Salib dalam Ibadat 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 204
Perjamuan Malam Tuan
—Perayaan yang Menghormati Allah 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 206
Apa Sebenarnya Arti ”Jiwa” dan ”Roh”? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 208
Apakah Syeol dan Hades Itu? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 212
Hari Penghakiman—Apakah Itu? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 213
1914—Tahun Penting dalam Nubuat Alkitab 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 215
Siapakah Mikhael, sang Penghulu Malaikat? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 218
Siapakah ”Babilon Besar”? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 219
Apakah Yesus Lahir pada Bulan Desember? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 221
Bolehkah Kita Merayakan Hari Raya? 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 9 222
195
Nama Allah
—Penggunaan dan Artinya
DALAM Alkitab Anda, bagaimana bunyi Mazmur 83:18 (ayat 19,
Terjemahan Baru)? Dalam Kitab Suci Terjemahan Dunia Baru,
ayat ini berbunyi, ”Agar mereka tahu bahwa engkau, yang bernama Yehuwa, engkau sajalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi.”
Dalam sejumlah terjemahan Alkitab lain, kata-katanya mirip. Tetapi, banyak terjemahan menghilangkan nama Yehuwa dan
menggantinya dengan gelar-gelar seperti ”Tuhan”. Apa yang seharusnya dicantumkan dalam ayat ini? Gelar atau nama Yehuwa?
Ayat ini menyebutkan sebuah nama. Dalam bahasa Ibrani, bahasa asli yang digunakan untuk menulis
sebagian besar Alkitab, ayat itu memuat sebuah nama pribadi yang unik, yang ditulis
dengan huruf-huruf Ibrani, yaitu ˘˙˘˝
(YHWH). Dalam bahasa Indonesia, nama
Nama Allah
itu umumnya diterjemahkan sebagai ”Yedalam huruf
huwa”. Apakah nama itu muncul di satu
Ibrani
ayat saja? Tidak. Dalam teks asli Kitab-Kitab Ibrani, nama itu muncul hampir 7.000 kali!
Seberapa pentingkah nama Allah? Perhatikan contoh doa yang
Yesus Kristus berikan. Doa itu dimulai dengan, ”Bapak kami yang
di surga, biarlah namamu disucikan.” (Matius 6:9) Belakangan,
Yesus berdoa kepada Allah, ”Bapak, muliakanlah namamu.” Sebagai tanggapan, Allah berbicara dari surga dengan mengatakan,
”Aku telah memuliakannya dan akan memuliakannya lagi.” (Yohanes 12:28) Jelaslah, nama Allah sangat penting. Maka, mengapa
beberapa penerjemah Alkitab menghilangkan nama itu dan
menggantinya dengan gelar-gelar?
Tampaknya, ada dua alasan utama. Pertama, banyak orang
menyatakan bahwa nama itu tidak boleh digunakan karena pengucapan aslinya tidak diketahui lagi sekarang. Bahasa Ibrani kuno
ditulis tanpa huruf hidup. Karena itu, dewasa ini tidak seorang
pun dapat mengatakan dengan pasti bagaimana persisnya orang
pada zaman Alkitab mengucapkan YHWH. Tetapi, apakah dengan demikian kita tidak boleh menggunakan nama Allah?
Pada zaman Alkitab, nama Yesus bisa jadi diucapkan Yesyua atau
˘˙˘˝
196
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
mungkin Yehosyua—tidak ada yang dapat memastikannya. Namun, orang-orang di seluruh dunia dewasa ini menggunakan
berbagai bentuk nama Yesus, dengan pelafalan yang umum dalam bahasa mereka. Mereka tidak ragu-ragu menggunakan nama
itu hanya karena mereka tidak tahu pengucapannya pada abad
pertama. Demikian pula, jika Anda berada di luar negeri, bisa jadi
nama Anda sendiri terdengar lain dalam bahasa setempat. Jadi, ketidakpastian tentang pengucapan nama Allah pada zaman dahulu
bukan alasan untuk tidak menggunakannya.
Alasan kedua yang sering dikemukakan tentang penghilangan
nama Allah dari Alkitab ada hubungannya dengan tradisi lama
orang Yahudi. Banyak yang berpendapat bahwa nama Allah sama
sekali tidak boleh diucapkan. Keyakinan ini tampaknya muncul
karena mereka salah menerapkan hukum Alkitab yang berbunyi, ”Jangan menggunakan nama Yehuwa, Allahmu, dengan cara
yang tidak hormat, sebab Yehuwa tidak akan membebaskan dari
hukuman orang yang menggunakan namanya dengan cara yang
tidak hormat.”—Keluaran 20:7.
Hukum itu melarangkan penyalahgunaan nama Allah. Namun,
apakah penggunaan nama-Nya secara terhormat juga dilarang?
Sama sekali tidak. Semua penulis Alkitab Ibrani (”Perjanjian
Lama”) adalah pria-pria beriman yang hidup menurut Hukum
Allah bagi orang Israel zaman dahulu. Tetapi, mereka sering
menggunakan nama Allah. Contohnya, mereka mencantumkan
nama itu dalam banyak mazmur yang dinyanyikan dengan suara
keras oleh umat yang beribadat. Allah Yehuwa bahkan memerintahkan para penyembah-Nya untuk berseru kepada nama-Nya,
dan orang-orang yang setia menaatinya. (Yoel 2:32; Kisah 2:
21) Jadi, orang Kristen dewasa ini tidak ragu-ragu menggunakan
nama Allah dengan penuh respek, seperti yang tentunya Yesus lakukan.—Yohanes 17:26.
Dengan mengganti nama Allah dengan gelar-gelar, para penerjemah Alkitab membuat kesalahan yang serius. Mereka membuat
Allah tampak jauh dan abstrak, padahal Alkitab mendesak umat
manusia untuk memupuk ”keakraban dengan Yehuwa”. (Mazmur
25:14) Coba pikir hubungan Anda dengan sahabat karib Anda.
Dapatkah Anda merasa akrab dengannya kalau Anda tidak pernah tahu namanya? Demikian pula, apabila orang tidak pernah
diberi tahu nama Allah, yaitu Yehuwa, bagaimana mereka bisa benar-benar dekat dengan Allah? Selanjutnya, apabila orang tidak
Apendiks
197
menggunakan nama Allah, mereka juga tidak tahu artinya yang
menakjubkan. Apa arti nama Allah?
Allah sendiri menjelaskan arti nama-Nya kepada hamba-Nya
yang setia, Musa. Ketika Musa menanyakan nama Allah, Yehuwa menjawab, ”Aku akan menjadi apa pun yang Aku inginkan.”
(Keluaran 3:14) Jadi, Yehuwa dapat menjadi apa pun yang dibutuhkan untuk memenuhi maksud-tujuan-Nya.
Seandainya Anda dapat menjadi apa pun yang Anda inginkan,
apa yang akan Anda lakukan bagi teman-teman Anda? Jika salah
seorang dari mereka sakit parah, Anda dapat menjadi dokter yang
ahli dan menyembuhkan dia. Jika teman yang lain bangkrut,
Anda dapat menjadi dermawan yang kaya dan menolongnya.
Namun, faktanya, kemampuan Anda dan kita semua terbatas.
Seraya Anda terus belajar Alkitab, Anda akan merasa takjub melihat bagaimana Yehuwa menjadi apa saja yang dibutuhkan untuk
mewujudkan janji-janji-Nya. Dan, Ia senang menggunakan kuasa-Nya demi orang-orang yang mengasihi-Nya. (2 Tawarikh 16:9)
Segi-segi yang indah dari kepribadian Yehuwa ini tidak terlihat
oleh orang-orang yang tidak mengetahui nama-Nya.
Jelaslah, nama Yehuwa harus dicantumkan dalam Alkitab. Mengetahui artinya dan menggunakannya dengan leluasa dalam
ibadat kita merupakan bantuan yang ampuh untuk semakin mendekat kepada Bapak surgawi kita, Yehuwa.1
1 Keterangan lebih lanjut tentang nama Allah, artinya, dan alasan nama
itu harus digunakan dalam ibadat terdapat dalam brosur Nama Ilahi yang
Akan Kekal Selama-lamanya, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Nubuat Daniel tentang
Kedatangan Mesias
NABI Daniel hidup lebih dari 500 tahun sebelum Yesus lahir.
Tetapi, Yehuwa menyingkapkan kepada Daniel keterangan yang
memungkinkan kita mengetahui kapan persisnya Yesus akan diurapi, atau dilantik, sebagai Mesias, atau Kristus. Daniel diberi
tahu, ”Hendaklah engkau tahu dan memiliki pemahaman bahwa sejak keluarnya firman untuk memulihkan dan membangun
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
198
kembali Yerusalem sampai datangnya Mesias, sang Pemimpin,
akan ada tujuh minggu, juga enam puluh dua minggu.”—Daniel
9:25.
Untuk menentukan saat kedatangan Mesias, pertama-tama
kita harus mengetahui titik awal periode yang mengarah ke
kedatangan Mesias, yang menurut nubuat itu adalah ”sejak keluarnya firman untuk memulihkan dan membangun kembali
Yerusalem”. Kapan ’firman itu keluar’? Menurut penulis Alkitab
Nehemia, firman untuk membangun kembali tembok-tembok di
sekeliling Yerusalem dikeluarkan ”pada tahun kedua puluh pemerintahan Raja Artahsasta”. (Nehemia 2:1, 5-8) Para sejarawan
”TUJUH PULUH MINGGU”
490 tahun
7 minggu
62 minggu
1 minggu
(49 tahun)
(434 tahun)
(7 tahun)
455
406
”Firman untuk
memulihkan
. . . Yerusalem”
Yerusalem dibangun
kembali
& SM M )
29
33
36
Mesias
datang
Mesias
”dilenyapkan”
Akhir
”tujuh puluh
minggu”
Apendiks
199
meneguhkan bahwa pemerintahan Artahsasta dimulai pada tahun 475 SM. Maka, tahun ke-20 masa pemerintahannya jatuh
pada tahun 455 SM. Jadi, titik awal digenapinya nubuat Daniel
tentang Mesias adalah tahun 455 SM.
Daniel menunjukkan berapa lama periode waktu yang mengarah ke kedatangan ”Mesias, sang Pemimpin” itu. Nubuatnya
menyebutkan ”tujuh minggu, juga enam puluh dua minggu”
—seluruhnya 69 minggu. Berapa lamakah periode waktu itu? Beberapa terjemahan Alkitab menyatakan bahwa itu bukan minggu
yang masing-masing panjangnya tujuh hari, tetapi minggu tahun. Artinya, setiap minggu panjangnya tujuh tahun. Konsep
tentang minggu tahun, atau unit-unit tujuh tahun, dikenal baik
oleh orang Yahudi pada zaman dahulu. Contohnya, tujuh tahun
sekali mereka menjalani tahun Sabat. (Keluaran 23:10, 11) Jadi,
69 minggu dalam nubuat itu berarti 69 unit yang masing-masing
lamanya 7 tahun, atau seluruhnya 483 tahun.
Sekarang, kita tinggal menghitung. Jika titik awalnya adalah tahun 455 SM, maka 483 tahun kemudian jatuh pada tahun
29 M. Itulah persisnya tahun ketika Yesus dibaptis dan menjadi
sang Mesias!1 (Lukas 3:1, 2, 21, 22) Sungguh luar biasa, bukan,
bahwa nubuat Alkitab itu tergenap dengan begitu terperinci?
1 Dari tahun 455 SM sampai 1 SM ada 454 tahun. Dari tahun 1 SM sampai 1 M ada satu tahun (tidak ada tahun nol). Dan, dari tahun 1 M sampai
29 M ada 28 tahun. Jika ketiga angka itu dijumlahkan, hasilnya adalah
483 tahun. Yesus ”dilenyapkan”, atau mati, pada tahun 33 M, yaitu pada
minggu tahun yang ke-70. (Daniel 9:24, 26) Lihat buku Perhatikanlah Nubuat Daniel! pasal 11, dan Pemahaman Alkitab, Jilid 2, halaman 1085-88.
Kedua buku itu diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Yesus Kristus
—Mesias yang Dijanjikan
UNTUK membantu kita menentukan siapa sang Mesias, Allah
Yehuwa mengilhami banyak nabi Alkitab untuk memberikan perincian tentang kelahiran, pelayanan, dan kematian Pembebas
yang dijanjikan ini. Semua nubuat Alkitab itu digenapi dalam diri
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
200
NUBUAT TENTANG MESIAS
PERISTIWA
NUBUAT
PENGGENAPAN
Lahir dari suku Yehuda
Kejadian 49:10
Lukas 3:23-33
Lahir dari perawan
Yesaya 7:14
Matius 1:18-25
Keturunan Raja Daud
Yesaya 9:7
Matius 1:1, 6-17
Diakui Yehuwa sebagai Putra
Mazmur 2:7
Matius 3:17
Tidak dipercaya
Yesaya 53:1
Yohanes 12:37, 38
Masuk Yerusalem naik keledai
Zakharia 9:9
Matius 21:1-9
Dikhianati teman dekat
Mazmur 41:9
Yohanes 13:18, 21-30
Dikhianati untuk 30 uang perak
Zakharia 11:12
Matius 26:14-16
Membisu di depan penuduhnya
Yesaya 53:7
Matius 27:11-14
Pakaiannya diundi
Mazmur 22:18
Matius 27:35
Dicerca di tiang
Mazmur 22:7, 8 Matius 27:39-43
Tulangnya tidak dipatahkan
Mazmur 34:20
Yohanes 19:33, 36
Dikubur bersama orang kaya
Yesaya 53:9
Matius 27:57-60
Dibangkitkan sebelum binasa
Mazmur 16:10
Kisah 2:24, 27
Ditinggikan ke kanan Allah
Mazmur 110:1
Kisah 7:56
Yesus Kristus. Nubuat-nubuat itu luar biasa saksama dan terperinci. Sebagai gambaran, mari kita bahas beberapa nubuat tentang
kejadian-kejadian yang akan berkaitan dengan kelahiran dan
masa kanak-kanak sang Mesias.
Nabi Yesaya menubuatkan bahwa sang Mesias adalah salah satu
keturunan Raja Daud. (Yesaya 9:7) Yesus memang lahir dalam garis keturunan Daud.—Matius 1:1, 6-17.
Apendiks
201
Mikha, nabi Allah lainnya, menubuatkan bahwa anak itu akhirnya akan menjadi penguasa dan bahwa ia akan lahir di ”Betlehem
Efrata”. (Mikha 5:2 [ayat 1, Terjemahan Baru]) Pada masa kelahiran Yesus, ada dua kota di Israel yang bernama Betlehem. Satu
terletak dekat Nazaret di wilayah utara negeri itu, dan yang lain,
dekat Yerusalem di Yehuda. Betlehem yang berada dekat Yerusalem semula disebut Efrata. Yesus lahir di kota itu, tepat seperti
yang telah dinubuatkan!—Matius 2:1.
Nubuat lain dalam Alkitab menyatakan bahwa Putra Allah akan
dipanggil ”dari Mesir”. Sewaktu kanak-kanak, Yesus dibawa ke
Mesir. Setelah Herodes mati, ia dibawa pulang, sehingga menggenapi nubuat itu.—Hosea 11:1; Matius 2:15.
Pada tabel di halaman 200, ayat-ayat di bawah judul ”Nubuat”
berisi perincian tentang Mesias. Silakan bandingkan dengan ayatayat di bawah judul ”Penggenapan”. Dengan melakukan hal itu,
iman Anda kepada kebenaran Firman Allah akan lebih dikuatkan.
Seraya Anda memeriksa ayat-ayat itu, ingatlah bahwa ayat yang
berisi nubuat ditulis ratusan tahun sebelum kelahiran Yesus. Yesus mengatakan, ”Semua yang tertulis dalam hukum Musa dan
dalam Kitab Para Nabi dan Mazmur tentang aku harus digenapi.”
(Lukas 24:44) Seperti yang dapat Anda buktikan dalam Alkitab
Anda sendiri, semuanya benar-benar tergenap—setiap perinciannya!
Kebenaran tentang Bapak, Putra,
dan Roh Kudus
MENURUT para penganut ajaran Tritunggal, Allah terdiri dari tiga
pribadi—Bapak, Putra, dan Roh Kudus. Masing-masing dikatakan
setara, mahakuasa, dan tidak berawal. Karena itu, menurut doktrin Tritunggal, Bapak adalah Allah, Putra adalah Allah, dan Roh
Kudus adalah Allah, namun hanya ada satu Allah.
Banyak penganut Tritunggal mengakui bahwa mereka tidak dapat menjelaskan ajaran ini. Tetapi, menurut mereka, ajaran ini
ada dalam Alkitab. Patut diperhatikan bahwa kata ”Tritunggal”
sama sekali tidak ada dalam Alkitab. Meskipun demikian, apakah
202
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
gagasan Tritunggal terdapat di dalamnya? Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kita lihat sebuah ayat yang sering dikutip oleh
para pendukung Tritunggal.
”FIRMAN ITU ADALAH ALLAH”
Yohanes 1:1 mengatakan, ”Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah
Allah.” (Terjemahan Baru) Kemudian, di ayat lain dalam pasal
yang sama, rasul Yohanes dengan jelas menunjukkan bahwa ”Firman itu” adalah Yesus. (Yohanes 1:14) Tetapi, karena Firman itu
disebut Allah, ada yang menyimpulkan bahwa sang Putra dan
sang Bapak pastilah bagian dari Allah yang sama.
Ingatlah bahwa ayat ini semula ditulis dalam bahasa Yunani.
Belakangan, para penerjemah mengalihbahasakan teks Yunani
itu ke bahasa-bahasa lain. Namun, sejumlah penerjemah Alkitab
tidak menggunakan frasa ”Firman itu adalah Allah”. Mengapa tidak? Karena berdasarkan pengetahuan mereka tentang bahasa
Yunani yang digunakan untuk menulis Alkitab, mereka menyimpulkan bahwa frasa ”Firman itu adalah Allah” seharusnya tidak
diterjemahkan demikian. Jadi, bagaimana? Berikut ini beberapa
contoh, ”Logos [Firman] itu ilahi.” (A New Translation of the
Bible) ”Firman itu suatu allah.” (The New Testament in an Improved Version) ”Firman itu bersama Allah dan sama kodratnya.”
(The Translator’s New Testament) Menurut terjemahan-terjemahan tersebut, Firman bukan Allah itu sendiri.1 Tetapi, karena
kedudukannya yang tinggi di antara makhluk-makhluk ciptaan
Yehuwa, Firman itu disebut ”suatu allah”. Di sini, kata ”allah”
berarti ”pribadi yang perkasa”.
CARILAH LEBIH BANYAK FAKTA
Kebanyakan orang tidak mengerti bahasa Yunani Alkitab.
Maka, bagaimana Anda bisa tahu apa yang sebenarnya dimaksudkan oleh rasul Yohanes? Coba pikir contoh ini: Seorang
guru menjelaskan suatu pokok kepada murid-muridnya. Ternyata mereka mempunyai pengertian yang berbeda-beda tentang
penjelasannya. Bagaimana murid-murid itu dapat menyelesaikan
1 Untuk pembahasan lebih jauh tentang Yohanes 1:1, lihat halaman 24-5
Menara Pengawal 1 November 2008, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Apendiks
203
masalah itu? Mereka bisa meminta lebih banyak keterangan dari
sang guru. Mengetahui lebih banyak fakta tentu akan membantu
mereka lebih mengerti pokok itu. Demikian pula, untuk memahami makna Yohanes 1:1, Anda dapat memeriksa Injil Yohanes
untuk mendapatkan lebih banyak keterangan tentang kedudukan Yesus. Mengetahui lebih banyak fakta tentang pokok ini akan
membantu Anda menarik kesimpulan yang benar.
Misalnya, perhatikan apa yang selanjutnya Yohanes tulis di pasal 1, ayat 18, ”Tidak seorang pun pernah melihat Allah [Yang
Mahakuasa].” Tetapi, manusia pernah melihat Yesus, sang Putra, sebab Yohanes mengatakan, ”Firman itu [Yesus] telah menjadi
manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya.” (Yohanes 1:14, TB) Jadi, bagaimana mungkin sang Putra
adalah bagian dari Allah Yang Mahakuasa? Yohanes juga mengatakan bahwa Firman itu ”bersama-sama dengan Allah”.
Bagaimana seseorang bisa bersama-sama dengan orang lain dan
sekaligus adalah orang lain itu? Selanjutnya, seperti yang dicatat
di Yohanes 17:3, Yesus membuat perbedaan yang jelas antara dirinya dan Bapak surgawinya. Ia menyebut Bapaknya ”satu-satunya
Allah yang benar”. Dan, pada akhir Injilnya, Yohanes memberikan ringkasan ini, ”Semuanya ini telah ditulis agar kamu percaya
bahwa Yesus adalah Kristus, Putra Allah.” (Yohanes 20:31) Perhatikan bahwa Yesus tidak disebut Allah, tetapi Putra Allah.
Keterangan tambahan ini yang diberikan dalam Injil Yohanes menunjukkan bagaimana seharusnya Yohanes 1:1 dipahami. Yesus,
Firman itu, adalah ”suatu allah” dalam arti bahwa ia mempunyai
kedudukan yang tinggi tetapi tidak sama dengan Allah Yang Mahakuasa.
PASTIKAN FAKTA-FAKTANYA
Coba ingat lagi cerita tentang guru dan murid-muridnya itu.
Bayangkan bahwa ada beberapa murid yang masih ragu-ragu,
bahkan setelah mendengarkan penjelasan tambahan dari sang
guru. Apa yang dapat mereka lakukan? Mereka bisa meminta keterangan lebih lanjut dari guru lain tentang pokok yang sama.
Jika guru yang kedua meneguhkan penjelasan guru yang pertama, keraguan kebanyakan murid bisa jadi akan teratasi. Demikian
pula, jika Anda tidak yakin dengan apa yang sebenarnya Yohanes
maksudkan tentang hubungan antara Yesus dan Allah Yang Mahakuasa, Anda bisa mencari keterangan lebih lanjut dari penulis
204
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Alkitab yang lain. Sebagai contoh, pertimbangkan apa yang ditulis oleh Matius. Mengenai akhir sistem ini, ia mengutip perkataan
Yesus, ”Sehubungan dengan hari dan jamnya tidak ada yang tahu,
malaikat-malaikat di surga tidak, Putra pun tidak, kecuali Bapak.”
(Matius 24:36) Bagaimana kata-kata tersebut meneguhkan bahwa
Yesus bukan Allah Yang Mahakuasa?
Yesus mengatakan bahwa Bapak tahu lebih banyak daripada
Putra. Nah, kalau Yesus adalah bagian dari Allah Yang Mahakuasa, ia semestinya juga mengetahui fakta-fakta yang sama. Tetapi,
karena halnya tidak demikian, Putra dan Bapak tidak mungkin setara. Namun, ada yang akan mengatakan, ’Yesus mempunyai dua
kodrat. Di ayat itu ia berbicara sebagai manusia.’ Tetapi, bahkan
seandainya hal itu benar, bagaimana dengan roh kudus? Jika roh
itu adalah bagian dari Allah yang sama, seperti halnya sang Bapak,
mengapa Yesus tidak mengatakan bahwa roh itu tahu apa yang diketahui sang Bapak?
Seraya Anda terus belajar Alkitab, Anda akan mengenal lebih
banyak ayat lagi yang ada hubungannya dengan pokok ini. Ayatayat itu meneguhkan kebenaran tentang Bapak, Putra, dan roh
kudus.—Mazmur 90:2; Kisah 7:55; Kolose 1:15.
Alasan Orang Kristen Sejati Tidak
Menggunakan Salib dalam Ibadat
SALIB dipuja dan dihormati oleh jutaan orang. Encyclopædia Britannica menyebut salib sebagai ”lambang utama agama Kristen”.
Meskipun demikian, orang Kristen sejati tidak menggunakan salib dalam ibadat. Mengapa?
Satu alasan penting ialah karena Yesus Kristus tidak mati pada
salib. Kata Yunani yang umumnya diterjemahkan menjadi ”salib” adalah stau·ros, yang pada dasarnya berarti ”sebuah tiang
pancang atau tonggak yang lurus”. The Companion Bible mengatakan, ”[Stau·ros] tidak pernah berarti dua batang kayu yang
dipasang bersilangan dengan sudut tertentu . . . Bahasa Yunaninya
[dalam Perjanjian Baru] bahkan tidak menyiratkan dua batang
kayu.”
Apendiks
205
Dalam beberapa ayat, para penulis Alkitab menggunakan kata
lain untuk alat yang mengakibatkan kematian Yesus, yaitu kata
Yunani xylon. (Kisah 5:30; 10:39; 13:29; Galatia 3:13; 1 Petrus 2:
24) Kata itu sekadar berarti ”kayu” atau ”sebuah tongkat, pentung, atau pohon”.
Ketika menjelaskan mengapa hanya sebuah tonggak yang sering digunakan untuk melaksanakan hukuman mati, buku Das
Kreuz und die Kreuzigung (Salib dan Penyaliban), karya Hermann
Fulda, menyatakan, ”Di tempat yang dipilih untuk melaksanakan
hukuman mati di depan umum, tidak selalu ada pohon. Maka,
sebuah balok kayu biasa ditancapkan ke tanah. Tangan dan kadang-kadang juga kaki si terdakwa direntangkan di sepanjang
tiang lalu diikat atau dipakukan pada tiang itu.”
Tetapi, bukti yang paling meyakinkan berasal dari Firman
Allah. Rasul Paulus mengatakan, ”Dengan membeli kita, Kristus
melepaskan kita dari kutuk Hukum dengan menjadi orang yang
dikutuk menggantikan kita, karena ada tertulis, ’Terkutuklah
setiap orang yang digantung pada sebuah tiang [”kayu”, Terjemahan Lama; ”pohon”, King James Version].’ ” (Galatia 3:13) Di
ayat itu, Paulus mengutip Ulangan 21:22, 23, yang jelas-jelas menyebutkan sebuah tiang, bukan salib. Dengan dihukum mati pada
alat seperti itu, si terdakwa menjadi ”orang yang dikutuk”. Maka,
patung Kristus yang dipakukan tidak pantas dijadikan hiasan di
rumah seorang Kristen.
Tidak ada bukti bahwa selama 300 tahun setelah kematian
Kristus orang yang mengaku Kristen menggunakan salib dalam
ibadat. Tetapi, pada abad keempat, Kaisar Konstantin yang kafir
berganti agama ke Kekristenan yang sesat dan memasyarakatkan
salib sebagai lambang Kristen. Apa pun motif Konstantin, salib tidak ada hubungannya dengan Yesus Kristus. Faktanya, salib
berasal dari kekafiran. New Catholic Encyclopedia mengakui, ”Salib terdapat dalam kebudayaan pra-Kristen maupun non-Kristen.”
Berbagai narasumber lain menghubungkan salib dengan penyembahan alam dan upacara seks kekafiran.
Maka, mengapa lambang kafir itu diagungkan? Tampaknya,
agar orang kafir lebih mudah menerima apa yang mereka
sebut Kekristenan. Tetapi, pemujaan lambang kafir apa pun jelas-jelas dikutuk oleh Alkitab. (2 Korintus 6:14-18) Alkitab juga
melarang semua bentuk penyembahan berhala. (Keluaran 20:4, 5;
206
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
1 Korintus 10:14) Maka, orang Kristen sejati mempunyai alasan
yang kuat untuk tidak menggunakan salib dalam ibadat.1
1 Pembahasan yang lebih terperinci tentang salib terdapat di halaman
338-342 buku Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab (Edisi 2003), yang
diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Perjamuan Malam Tuan
—Perayaan yang Menghormati Allah
ORANG Kristen diperintahkan untuk merayakan Peringatan kematian Kristus. Perayaan ini juga disebut ”perjamuan malam
Tuan”. (1 Korintus 11:20) Mengapa hal itu begitu penting? Kapan
dan bagaimana itu harus dirayakan?
Yesus Kristus menetapkan perayaan ini pada malam Paskah Yahudi pada tahun 33 M. Paskah adalah perayaan yang diadakan
sekali setahun saja, pada tanggal 14 bulan Nisan kalender orang
Yahudi. Untuk menentukan jatuhnya tanggal itu, orang Yahudi
tampaknya menunggu ekuinoks musim semi. Pada hari itu, waktu terang dan gelap panjangnya sama, masing-masing
kira-kira 12 jam. Bulan baru pertama yang dapat diamati yang paling dekat dengan ekuinoks musim
semi adalah awal bulan Nisan. Paskah tiba 14 hari kemudian, setelah matahari terbenam.
Yesus merayakan Paskah dengan para rasulnya,
menyuruh pergi Yudas Iskariot, lalu menetapkan Perjamuan Malam Tuan. Perjamuan ini menggantikan
Paskah Yahudi dan karena itu, harus dirayakan sekali
setahun saja.
Injil Matius melaporkan, ”Yesus mengambil roti dan, setelah mengucapkan berkat, ia memecah-mecahkannya dan
sambil memberikannya kepada
murid-murid, ia mengatakan, ’Ambil, makanlah. Ini
mengartikan tubuhku.’ Juga,
ia mengambil sebuah cawan dan
setelah mengucapkan syukur, ia membe-
Apendiks
207
rikannya kepada mereka, sambil mengatakan, ’Minumlah dari
cawan ini, kamu semua; sebab ini mengartikan ”darah perjanjianku”, yang akan dicurahkan demi kepentingan banyak orang
untuk pengampunan dosa.’ ”—Matius 26:26-28.
Ada yang percaya bahwa Yesus mengubah roti menjadi dagingnya dan anggur menjadi darahnya, secara harfiah. Tetapi, tubuh
jasmani Yesus masih utuh ketika ia menyajikan roti itu. Apakah rasul-rasul Yesus benar-benar makan dagingnya dan minum
darahnya? Tidak, karena itu adalah kanibalisme dan pelanggaran hukum Allah. (Kejadian 9:3, 4; Imamat 17:10) Menurut Lukas
22:20, Yesus mengatakan, ”Cawan ini mengartikan perjanjian
baru atas dasar darahku, yang akan dicurahkan demi kepentingan kamu.” Apakah cawan itu secara harfiah menjadi ”perjanjian
baru”? Tidak mungkin, karena perjanjian adalah suatu kesepakatan, bukan benda yang dapat dipegang.
Jadi, roti maupun anggur hanya lambang. Roti melambangkan
tubuh Kristus yang sempurna. Yesus menggunakan roti yang tersisa dari perjamuan Paskah. Roti itu dibuat tanpa ragi. (Keluaran
12:8) Alkitab sering menggunakan ragi sebagai lambang dosa atau
kerusakan. Karena itu, roti melambangkan tubuh sempurna yang
Yesus korbankan, yang bebas dari dosa.—Matius 16:11, 12; 1 Korintus 5:6, 7; 1 Petrus 2:22; 1 Yohanes 2:1, 2.
Anggur merah melambangkan darah Yesus. Darah itu mengesahkan perjanjian baru. Yesus mengatakan bahwa darahnya
dicurahkan ”untuk pengampunan dosa”. Dengan demikian, manusia bisa menjadi bersih dalam pandangan Allah dan dapat
menjadi bagian dari perjanjian baru bersama Yehuwa. (Ibrani 9:
14; 10:16, 17) Perjanjian, atau kontrak, ini memungkinkan
144.000 orang Kristen yang setia untuk pergi ke surga. Di sana,
mereka akan melayani sebagai raja dan imam untuk memberkati
seluruh umat manusia.—Kejadian 22:18; Yeremia 31:31-33; 1 Petrus 2:9; Penyingkapan 5:9, 10; 14:1-3.
Siapa yang akan makan roti dan minum lambang-lambang
Peringatan itu? Secara masuk akal, hanya orang-orang dalam perjanjian baru itu, yaitu orang-orang yang mempunyai harapan
untuk pergi ke surga. Roh kudus Allah meyakinkan orang-orang
tersebut bahwa mereka telah dipilih untuk menjadi raja-raja surgawi. (Roma 8:16) Mereka juga adalah bagian dari perjanjian
Kerajaan bersama Yesus.—Lukas 22:29.
208
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Bagaimana dengan orang-orang yang mempunyai harapan
untuk hidup selama-lamanya dalam Firdaus di bumi? Mereka menaati perintah Yesus dan menghadiri Perjamuan Malam
Tuan dengan penuh respek sebagai pengamat, tetapi tidak ikut
makan dan minum. Sekali setahun setelah matahari terbenam
pada tanggal 14 Nisan, Saksi-Saksi Yehuwa merayakan Perjamuan Malam Tuan. Meskipun di seluruh dunia hanya beberapa
ribu yang mengaku memiliki harapan surgawi, perayaan ini sangat dihargai oleh semua orang Kristen. Pada kesempatan itu,
semua orang dapat merenungkan kasih yang paling unggul dari
Allah Yehuwa dan Yesus Kristus.—Yohanes 3:16.
Apa Sebenarnya Arti ”Jiwa” dan ”Roh”?
PADA waktu Anda mendengar kata ”jiwa” dan ”roh”, apa yang
tebersit dalam pikiran? Banyak orang percaya bahwa kata-kata
itu mengartikan sesuatu yang tidak kelihatan dan abadi yang
ada dalam diri kita. Menurut mereka, pada waktu seseorang
mati, bagian yang tidak kelihatan dari manusia ini meninggalkan tubuh dan terus hidup. Karena kepercayaan ini begitu
umum, banyak orang heran ketika tahu bahwa Alkitab sama sekali tidak mengajarkan hal itu. Maka, apakah jiwa, dan apakah
roh, menurut Firman Allah?
”JIWA” SEBAGAIMANA DIGUNAKAN DALAM ALKITAB
Pertama-tama, mari kita bahas kata jiwa. Anda mungkin
ingat bahwa pada mulanya sebagian besar Alkitab ditulis
dalam bahasa Ibrani dan Yunani. Ketika menulis tentang
jiwa, para penulis Alkitab menggunakan kata Ibrani nefes
atau kata Yunani psy·khe. Kedua kata itu muncul lebih dari
800 kali dalam Alkitab, dan Terjemahan Dunia Baru secara konsisten menerjemahkannya sebagai ”jiwa”. Sewaktu Anda
memeriksa penggunaan kata ”jiwa” dalam Alkitab, jelas bahwa
kata itu pada dasarnya memaksudkan (1) orang, (2) binatang,
atau (3) kehidupan seseorang atau seekor binatang. Mari kita
perhatikan beberapa ayat yang mengandung ketiga arti itu.
Apendiks
209
Orang. ”Pada zaman Nuh . . . beberapa orang, yaitu delapan jiwa, dibawa dengan selamat melalui air.” (1 Petrus 3:
20) Di ayat itu, kata ”jiwa” jelas memaksudkan orang—Nuh,
istrinya, ketiga putranya, dan istri mereka. Keluaran 16:16 berisi instruksi kepada orang Israel tentang pengumpulan manna.
Mereka diperintahkan, ”Pungutlah itu . . . sesuai dengan jumlah
jiwa yang ada bersama kamu masing-masing dalam kemahnya.”
Jadi, jumlah manna yang dikumpulkan didasarkan atas jumlah
orang dalam setiap keluarga. Contoh lain dalam Alkitab tentang
penggunaan ”jiwa” untuk orang terdapat di Kejadian 46:18;
Yosua 11:11; Kisah 27:37; dan Roma 13:1.
Binatang. Dalam catatan Alkitab tentang penciptaan disebutkan, ”Selanjutnya Allah berfirman, ’Biarlah dalam air
berkeriapan sekelompok jiwa yang hidup dan biarlah makhlukmakhluk terbang beterbangan di atas bumi pada permukaan
angkasa.’ Selanjutnya Allah berfirman, ’Biarlah bumi mengeluarkan jiwa-jiwa yang hidup menurut jenisnya, binatang
peliharaan dan binatang merayap dan binatang liar di bumi
menurut jenisnya.’ Dan jadilah demikian.” (Kejadian 1:20, 24)
Dalam ayat itu, ikan, binatang peliharaan, dan binatang buas,
semua disebut dengan kata yang sama, yaitu ”jiwa”. Burung
dan binatang lain juga disebut jiwa di Kejadian 9:10; Imamat
11:46; dan Bilangan 31:28.
Kehidupan seseorang. Kadang-kadang kata ”jiwa” berarti kehidupan seseorang. Yehuwa memberi tahu Musa, ”Semua orang
yang memburu jiwamu sudah mati.” (Keluaran 4:19) Apa
yang diburu musuh-musuh Musa? Mereka berupaya mengambil kehidupan Musa. Sebelumnya, ketika Rakhel melahirkan
putranya, Benyamin, ”jiwanya pergi (karena dia mati)”. (Kejadian 35:16-19) Saat itu, Rakhel kehilangan kehidupannya.
Perhatikan juga perkataan Yesus, ”Akulah gembala yang
baik; gembala yang baik menyerahkan jiwanya demi kepentingan domba-dombanya.” (Yohanes 10:11) Yesus memberikan
jiwa, atau kehidupannya, demi umat manusia. Dalam ayat-ayat
itu, kata ”jiwa” jelas memaksudkan kehidupan seseorang. Contoh-contoh lain tentang makna ini terdapat di 1 Raja 17:17-23;
Matius 10:39; Yohanes 15:13; dan Kisah 20:10.
210
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Dengan mempelajari Firman Allah lebih lanjut, Anda akan
melihat bahwa di seluruh Alkitab kata ”jiwa” tidak pernah
dikaitkan dengan kata ”tidak berkematian” atau ”abadi”. Sebaliknya, Alkitab menyatakan bahwa jiwa itu berkematian, atau
bisa mati. (Yehezkiel 18:4, 20) Karena itu, Alkitab menyebut
orang yang telah meninggal sebagai ”jiwa yang mati”.—Imamat
21:11.
ARTI ”ROH”
Sekarang mari kita bahas penggunaan kata ”roh” dalam Alkitab. Ada yang berpikir bahwa ”roh” hanya kata lain untuk
”jiwa”. Tetapi, tidak demikian. Alkitab menunjukkan dengan
jelas bahwa ”roh” dan ”jiwa” memaksudkan dua hal yang berbeda. Apa bedanya?
Para penulis Alkitab menggunakan kata Ibrani ruakh atau
kata Yunani pneuma sewaktu menulis tentang ”roh”. Alkitab sendiri menunjukkan arti kata-kata itu. Misalnya, Mazmur
104:29 mengatakan, ”Apabila engkau [Yehuwa] mengambil roh
[ruakh] mereka, mereka mati, dan mereka kembali kepada
debu.” Dan, dalam Yakobus 2:26 dikatakan bahwa ”tubuh tanpa roh [pneuma] adalah mati”. Maka, dalam ayat-ayat itu,
”roh” memaksudkan sesuatu yang memberikan kehidupan kepada tubuh. Tanpa roh, tubuh mati. Karena itu, dalam Alkitab
kata ruakh tidak hanya diterjemahkan sebagai ”roh” tetapi juga
sebagai ”tenaga”, atau ”daya kehidupan”. Misalnya, mengenai
Air Bah pada zaman Nuh, Allah menyatakan, ”Aku akan mendatangkan air bah ke atas bumi untuk membinasakan dari bawah
langit semua makhluk yang memiliki daya [ruakh] kehidupan
yang aktif.” (Kejadian 6:17; 7:15, 22) Jadi, ”roh” memaksudkan
daya yang tidak kelihatan (pancaran kehidupan) yang memberikan kehidupan kepada semua makhluk hidup.
Jiwa dan roh tidak sama. Tubuh membutuhkan roh, sama seperti radio membutuhkan listrik. Sebagai gambaran lebih jauh,
coba bayangkan sebuah radio. Apabila Anda memasukkan baterai ke dalam radio portabel lalu menyalakannya, listrik yang
tersimpan dalam baterai akan menghidupkan radio itu. Tetapi,
tanpa baterai, radio itu mati. Radio listrik juga akan mati jika
kabelnya dicabut dari stop kontak. Demikian pula, roh adalah
Apendiks
211
daya yang menghidupkan tubuh kita. Dan, sama seperti listrik,
roh tidak mempunyai perasaan dan tidak dapat berpikir. Roh
adalah daya yang tidak berkepribadian. Tetapi, tanpa roh, atau
daya kehidupan, tubuh kita ’mati dan kembali kepada debu’, sebagaimana dikatakan pemazmur.
Ketika berbicara tentang kematian manusia, Pengkhotbah
12:7 mengatakan, ”Debu [tubuhnya] kembali ke tanah seperti
semula dan roh kembali kepada Allah yang benar yang telah
memberikannya.” Sewaktu roh, atau daya kehidupan, meninggalkan tubuh, tubuh mati dan kembali ke asalnya, yaitu tanah.
Demikian pula, daya kehidupan kembali ke asalnya, yaitu Allah.
(Ayub 34:14, 15; Mazmur 36:9) Ini tidak berarti bahwa daya
kehidupan benar-benar pergi ke surga. Tetapi, ini berarti bahwa bagi seseorang yang mati, harapan apa pun untuk hidup di
masa depan bergantung pada Allah Yehuwa. Dengan kata lain,
kehidupannya ada di tangan Allah. Hanya dengan kuasa Allah,
orang itu dapat memperoleh kembali roh, atau daya kehidupan,
sehingga ia dapat hidup lagi.
Alangkah terhiburnya kita karena tahu bahwa itulah tepatnya
yang akan Allah lakukan untuk semua orang yang beristirahat
dalam ”makam peringatan”! (Yohanes 5:28, 29) Pada waktu kebangkitan, Yehuwa akan menciptakan tubuh baru untuk
orang yang tidur dalam kematian dan menghidupkannya dengan memberikan roh, atau daya kehidupan, kepada tubuh itu.
Alangkah menggembirakannya saat itu!
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang penggunaan kata
”jiwa” dan ”roh” dalam Alkitab, Anda akan menemukan keterangan yang berharga dalam brosur Apa yang Terjadi Dengan
Kita Bila Kita Meninggal?
dan buku Bertukar Pikiran
mengenai Ayat-Ayat Alkitab,
halaman 151-5 dan 308-12,
kedua-duanya diterbitkan
oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
212
Apakah Syeol dan Hades Itu?
DALAM bahasa aslinya, Alkitab menggunakan kata Ibrani syeohl
dan padanannya dalam bahasa Yunani haides lebih dari 70 kali.
Kedua kata itu berkaitan dengan kematian. Beberapa penerjemah
Alkitab mengalihbahasakannya menjadi ”kuburan”, ”neraka”,
atau ”liang kubur”. Tetapi, kebanyakan bahasa tidak mempunyai
kata yang artinya persis sama dengan kata Ibrani dan kata Yunani
itu. Maka, Terjemahan Dunia Baru menggunakan kata ”Syeol”
dan ”Hades”. Apa sebenarnya arti kata-kata itu? Mari kita lihat
penggunaannya dalam berbagai ayat.
Pengkhotbah 9:10 menyatakan, ”Tidak ada pekerjaan atau rancangan atau pengetahuan atau hikmat di Syeol, tempat ke
mana engkau akan pergi.” Apakah itu berarti bahwa Syeol memaksudkan sebuah liang kubur tertentu, tempat kita mungkin
memakamkan orang yang kita cintai? Tidak. Apabila yang dimaksud adalah sebuah kuburan tertentu, Alkitab menggunakan kata
Ibrani dan kata Yunani lain, bukan syeohl dan haides. (Kejadian
23:7-9; Matius 28:1) Selain itu, Alkitab tidak menggunakan kata
”Syeol” untuk tempat pemakaman banyak orang, seperti makam
keluarga atau kuburan massal.—Kejadian 49:30, 31.
Maka, tempat seperti apa ”Syeol” itu? Firman Allah menunjukkan bahwa ”Syeol,” atau ”Hades”, memaksudkan sesuatu yang
bahkan jauh melebihi kuburan massal yang besar. Misalnya,
Yesaya 5:14 mengatakan bahwa Syeol itu ”luas dan telah mengangakan mulutnya lebar-lebar melampaui batas”. Meskipun dapat
dikatakan bahwa Syeol telah menelan tak terhitung banyaknya
orang mati, Syeol tampaknya belum puas juga. (Amsal 30:15, 16)
Tidak seperti pekuburan harfiah mana pun, yang hanya dapat menampung orang mati dalam jumlah tertentu, ’Syeol tidak pernah
puas’. (Amsal 27:20) Artinya, Syeol tidak pernah menjadi penuh
dan tidak ada batasnya. Jadi, Syeol, atau Hades, bukan sebuah
tempat harfiah di lokasi tertentu, melainkan kuburan umum
umat manusia yang mati, tempat kiasan sebagian besar manusia
yang tidur dalam kematian.
Ajaran Alkitab tentang kebangkitan membantu kita lebih memahami arti ”Syeol” dan ”Hades”. Firman Allah menghubungkan
Syeol dan Hades dengan kematian yang disertai harapan kebang-
Apendiks
213
kitan.1 (Ayub 14:13; Kisah 2:31; Penyingkapan 20:13) Firman
Allah juga menunjukkan bahwa Syeol, atau Hades, tidak hanya
berisi orang-orang yang telah melayani Yehuwa tetapi juga banyak orang yang tidak melayani-Nya. (Kejadian 37:35; Mazmur
55:15) Karena itu, Alkitab mengajarkan bahwa akan ada ”kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak
adil-benar”.—Kisah 24:15.
1 Sebaliknya, orang mati yang tidak akan dibangkitkan tidak disebutkan
berada di Syeol, atau Hades, tetapi di ”Gehena”. (Matius 5:30; 10:28; 23:33)
Seperti Syeol dan Hades, Gehena bukan sebuah tempat harfiah.
Hari Penghakiman—Apakah Itu?
MENURUT Anda, seperti apakah Hari Penghakiman itu? Banyak
orang percaya bahwa miliaran jiwa, satu per satu, akan dibawa ke
hadapan takhta Allah. Di sana, vonis akan dijatuhkan ke atas setiap
orang. Ada yang akan menerima upah kebahagiaan di surga, dan
yang lain mendapat hukuman siksaan kekal. Tetapi, Alkitab memberikan gambaran yang sangat berbeda tentang periode waktu ini.
Firman Allah tidak menggambarkannya sebagai masa yang mengerikan, tetapi sebagai masa yang penuh harapan dan pemulihan.
Di Penyingkapan 20:11, 12, rasul Yohanes menggambarkan
Hari Penghakiman sebagai berikut, ”Aku melihat sebuah takhta
putih yang besar dan pribadi yang duduk di atasnya. Dari hadapannya bumi dan langit berlalu, dan tidak ada tempat lagi bagi
mereka. Dan aku melihat orang mati, yang besar dan yang kecil,
berdiri di hadapan takhta itu, dan gulungan-gulungan dibuka. Tetapi gulungan lain dibuka; itu adalah gulungan kehidupan. Dan
orang mati dihakimi menurut perkara-perkara yang tertulis dalam
gulungan-gulungan itu sesuai dengan perbuatan mereka.” Siapakah Hakim yang disebutkan di ayat itu?
Allah Yehuwa adalah Hakim tertinggi umat manusia. Tetapi,
Ia sendiri tidak mengadili orang-orang itu, namun mendelegasikannya kepada pribadi lain. Menurut Kisah 17:31, rasul Paulus
mengatakan bahwa Allah ”telah menetapkan suatu hari manakala ia bermaksud menghakimi bumi yang berpenduduk dengan
214
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
keadilbenaran oleh seorang pria yang telah ia tetapkan”. Hakim
yang ditetapkan itu adalah Yesus Kristus yang sudah dibangkitkan. (Yohanes 5:22) Kapan Hari Penghakiman itu mulai? Untuk
berapa lama?
Buku Penyingkapan menunjukkan bahwa Hari Penghakiman
dimulai setelah perang Armagedon yang akan menghancurkan
sistem Setan di bumi.1 (Penyingkapan 16:14, 16; 19:19–20:3) Setelah Armagedon, Setan dan hantu-hantunya akan dikurung di
sebuah jurang yang tak terduga dalamnya selama seribu tahun.
Selama waktu itu, ke-144.000 ahli waris surgawi akan menjadi hakim dan memerintah ”sebagai raja bersama Kristus selama seribu
tahun”. (Penyingkapan 14:1-3; 20:1-4; Roma 8:17) Hari Penghakiman bukan suatu kejadian singkat yang hanya berlangsung
selama 24 jam, melainkan seribu tahun.
Selama periode seribu tahun itu, Yesus Kristus akan ”menghakimi orang yang hidup dan yang mati”. (2 Timotius 4:1) ”Orang
yang hidup” adalah ”kumpulan besar” orang yang akan selamat
melewati Armagedon. (Penyingkapan 7:9-17) Rasul Yohanes juga
melihat ”orang mati . . . berdiri di hadapan takhta” penghakiman. Sebagaimana Yesus janjikan, ”orang yang di dalam makam
peringatan akan mendengar suara [Kristus] lalu keluar” melalui
kebangkitan. (Yohanes 5:28, 29; Kisah 24:15) Tetapi, atas dasar
apa mereka semua akan diadili?
Menurut penglihatan rasul Yohanes, ”gulungan-gulungan dibuka”, dan ”orang mati dihakimi menurut perkara-perkara yang
tertulis dalam gulungan-gulungan itu sesuai dengan perbuatan
mereka”. Apakah gulungan-gulungan itu berisi catatan perbuatan
mereka di masa lampau? Tidak, penghakiman tidak akan didasarkan atas perbuatan mereka sebelum mati. Dari mana kita tahu?
Alkitab mengatakan, ”Ia yang mati telah dibebaskan dari dosanya.” (Roma 6:7) Maka, orang yang dibangkitkan itu hidup lagi
seolah-olah dengan lembaran baru yang bersih. Jadi, gulungangulungan itu pasti menggambarkan tuntutan Allah lebih lanjut.
Untuk dapat hidup kekal, baik orang yang selamat melewati
Armagedon maupun orang yang dibangkitkan harus menaati perintah-perintah Allah, termasuk tuntutan baru apa pun yang bisa
1 Mengenai Armagedon, silakan lihat buku Pemahaman Alkitab, Jilid 1,
halaman 874-6, 878-80, dan buku Sembahlah Satu-satunya Allah yang Benar
pasal 20, kedua-duanya diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Apendiks
215
jadi Yehuwa singkapkan selama seribu tahun itu. Jadi, orangorang akan diadili berdasarkan perbuatan mereka selama Hari
Penghakiman.
Pada Hari Penghakiman, miliaran orang untuk pertama kalinya akan mendapat kesempatan belajar tentang kehendak Allah
dan menyelaraskan diri dengan itu. Ini berarti akan ada pekerjaan pendidikan besar-besaran. Ya, ”penduduk tanah yang produktif
akan belajar keadilbenaran”. (Yesaya 26:9) Tetapi, tidak semua
orang mau bertindak sesuai dengan kehendak Allah. Yesaya 26:10
mengatakan, ”Walaupun orang fasik dikasihani, ia tidak akan
belajar keadilbenaran. Di negeri yang benar ia akan bertindak dengan tidak adil dan tidak akan melihat kehebatan Yehuwa.”
Orang-orang fasik itu akan dibinasakan untuk selamanya pada
Hari Penghakiman.—Yesaya 65:20.
Menjelang akhir Hari Penghakiman, orang-orang yang tetap hidup sudah akan ”hidup kembali” dalam arti sepenuhnya sebagai
manusia sempurna. (Penyingkapan 20:5) Jadi, pada Hari Penghakiman, umat manusia akan dipulihkan ke kesempurnaan seperti
semula. (1 Korintus 15:24-28) Kemudian, akan ada ujian akhir.
Setan akan dibebaskan dari kurungannya dan dibiarkan mencoba menyesatkan manusia satu kali lagi untuk terakhir kalinya.
(Penyingkapan 20:3, 7-10) Orang-orang yang melawan dia akan
menikmati penggenapan lengkap janji Alkitab, ”Orang-orang
adil-benar akan memiliki bumi, dan mereka akan mendiaminya
selama-lamanya.” (Mazmur 37:29) Ya, Hari Penghakiman akan
menjadi berkat bagi seluruh umat manusia yang setia!
1914—Tahun Penting dalam
Nubuat Alkitab
PULUHAN tahun sebelumnya, siswa-siswa Alkitab mengumumkan bahwa akan terjadi peristiwa-peristiwa penting pada tahun
1914. Peristiwa apa sajakah itu, dan bukti apa yang menunjukkan
bahwa 1914 adalah tahun yang sangat penting?
Sebagaimana dicatat di Lukas 21:24, Yesus mengatakan, ”Yerusalem akan diinjak-injak oleh bangsa-bangsa, sampai waktu yang
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
216
ditetapkan bagi bangsa-bangsa [”segala zaman orang kafir”, Terjemahan Lama] digenapi.” Pada zaman dahulu, Yerusalem adalah
ibu kota bangsa Yahudi—pusat pemerintahan raja-raja dinasti
Daud. (Mazmur 48:1, 2) Tetapi, di antara semua pemimpin bangsa, raja-raja ini mempunyai kedudukan yang unik. Mereka duduk
di ”takhta Yehuwa” sebagai wakil Allah sendiri. (1 Tawarikh
29:23) Maka, Yerusalem adalah lambang pemerintahan Yehuwa.
Namun, bagaimana dan kapan pemerintahan Allah mulai
”diinjak-injak oleh bangsa-bangsa”? Pada tahun 607 SM ketika Yerusalem ditaklukkan oleh orang Babilon. ”Takhta Yehuwa”
menjadi kosong, dan garis dinasti Daud terputus. (2 Raja 25:
1-26) Apakah ’penginjak-injakan’ itu akan berlangsung untuk
selamanya? Tidak, sebab tentang Zedekia, raja terakhir di Yerusalem, Yehezkiel bernubuat, ”Singkirkan serbanmu, dan tanggalkan
mahkotamu. . . . Itu pasti tidak akan menjadi milik siapa pun sampai kedatangan dia yang memiliki hak yang sah, dan aku akan
memberikannya kepada dia.” (Yehezkiel 21:26, 27) Pemilik ”hak
”TUJUH MASA”
2.520 tahun
1.913 3/4 tahun
606 1/4 tahun
Oktober 607 SM sampai
31 Desember 1 SM
607
”Yerusalem akan
diinjak-injak oleh
bangsa-bangsa”
1 Januari 1 M sampai
Oktober 1914
& SM M )
1914
’Datanglah dia yang
memiliki hak yang sah’
Apendiks
217
yang sah” atas mahkota Daud adalah Kristus Yesus. (Lukas 1:
32, 33) Jadi, ’penginjak-injakan’ itu berakhir sewaktu Yesus menjadi Raja.
Kapan peristiwa besar itu terjadi? Yesus menunjukkan bahwa orang kafir, atau non-Yahudi, akan memerintah selama suatu
masa yang telah ditentukan. Catatan dalam Daniel pasal 4 berisi petunjuk untuk menghitung berapa lama masa itu. Pasal itu
menceritakan bahwa Raja Nebukhadnezar dari Babilon mendapat mimpi yang mengandung nubuat. Ia melihat sebatang pohon
raksasa yang ditebang. Tunggulnya tidak dapat tumbuh karena diikat dengan besi dan tembaga. Seorang malaikat berseru, ”Biarlah
tujuh masa berlalu atasnya.”—Daniel 4:10-16.
Dalam Alkitab, pohon kadang-kadang digunakan untuk melambangkan pemerintahan. (Yehezkiel 17:22-24; 31:2-5) Jadi,
penebangan pohon simbolis itu menggambarkan bagaimana
pemerintahan Allah, yang diwakili oleh raja-raja di Yerusalem,
akan terputus. Tetapi, penglihatan itu memberitahukan bahwa
’penginjak-injakan Yerusalem’ hanya berlangsung sementara—selama suatu periode ”tujuh masa”. Berapa lamakah itu?
Penyingkapan 12:6, 14 menunjukkan bahwa tiga setengah masa
sama dengan ”seribu dua ratus enam puluh hari”. Maka, ”tujuh
masa” panjangnya dua kali itu, atau 2.520 hari. Tetapi, bangsa-bangsa non-Yahudi tidak menginjak-injak pemerintahan Allah
selama 2.520 hari saja setelah kejatuhan Yerusalem. Maka, jelas
bahwa nubuat ini menunjuk ke suatu jangka waktu yang jauh lebih lama. Berdasarkan Bilangan 14:34 dan Yehezkiel 4:6, yang
menyatakan bahwa ”satu hari untuk satu tahun”, ’ketujuh masa’
itu akan berlangsung selama 2.520 tahun.
Ke-2.520 tahun itu dimulai pada bulan Oktober 607 SM, ketika Yerusalem jatuh ke tangan orang Babilonia dan raja keturunan
Daud digulingkan. Periode itu berakhir pada bulan Oktober 1914.
Pada tahun itu, ”waktu yang ditetapkan bagi bangsa-bangsa” berakhir, dan Yesus Kristus menjadi Raja yang Allah lantik di surga.1
—Mazmur 2:1-6; Daniel 7:13, 14.
1 Dari Oktober 607 SM sampai 1 Oktober SM ada 606 tahun. Karena tidak
ada tahun nol, dari 1 Oktober SM sampai Oktober 1914 M ada 1.914 tahun. Apabila 606 tahun ditambah dengan 1.914 tahun, jumlahnya adalah
2.520 tahun. Untuk mendapat keterangan tentang kejatuhan Yerusalem pada
tahun 607 SM, lihat artikel ”Kronologi” dalam buku Pemahaman Alkitab,
yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
218
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
Tepat seperti yang telah Yesus ramalkan, ’kehadirannya’ sebagai
Raja di surga ditandai oleh peristiwa-peristiwa dunia yang hebat
—perang, kelaparan, gempa bumi, sampar. (Matius 24:3-8; Lukas
21:11) Berbagai peristiwa itu merupakan bukti kuat bahwa tahun
1914 memang menandai berdirinya Kerajaan Allah di surga dan
dimulainya ”hari-hari terakhir” sistem yang fasik sekarang ini.
—2 Timotius 3:1-5.
Siapakah Mikhael,
sang Penghulu Malaikat?
MAKHLUK roh yang bernama Mikhael jarang disebutkan dalam
Alkitab. Tetapi, setiap kali disebut, ia sedang melakukan
tindakan tertentu. Dalam buku Daniel, Mikhael memerangi malaikat-malaikat yang fasik; dalam surat Yudas, ia berbantah
dengan Setan; dan dalam Penyingkapan, ia berperang melawan
si Iblis dan hantu-hantunya. Dengan membela pemerintahan
Yehuwa dan memerangi musuh-musuh Allah, Mikhael hidup
selaras dengan arti namanya—”Siapa Seperti Allah?” Tetapi, siapakah Mikhael itu?
Adakalanya, orang-orang dikenal dengan beberapa nama. Misalnya, sang patriark Yakub juga dikenal sebagai Israel, dan rasul
Petrus dikenal sebagai Simon. (Kejadian 49:1, 2; Matius 10:2) Demikian pula, Alkitab menunjukkan bahwa Mikhael adalah nama
lain untuk Yesus Kristus, sebelum dan setelah ia hidup di bumi.
Mari kita bahas alasan dari kesimpulan itu berdasarkan Alkitab.
Penghulu Malaikat. Firman Allah menyebut Mikhael sebagai
”penghulu malaikat”. (Yudas 9) Sebutan itu berarti ”malaikat
kepala”. Dalam Alkitab, ”penghulu malaikat” hanya ada dalam bentuk tunggal, tidak pernah jamak. Hal itu menyiratkan
bahwa hanya ada satu malaikat seperti itu. Lagi pula, Yesus dikaitkan dengan kedudukan penghulu malaikat. Mengenai Tuan
Yesus Kristus yang telah dibangkitkan, 1 Tesalonika 4:16 mengatakan, ”Tuan sendiri akan turun dari surga dengan seruan
yang kuat, dengan suara penghulu malaikat.” Suara Yesus di-
Apendiks
219
gambarkan sebagai suara penghulu malaikat. Karena itu, ayat
ini menyiratkan bahwa Yesus itulah sang penghulu malaikat
Mikhael.
Pemimpin Pasukan. Alkitab menyatakan bahwa ’Mikhael
beserta malaikat-malaikatnya bertempur melawan naga beserta malaikat-malaikatnya’. (Penyingkapan 12:7) Maka, Mikhael
adalah Pemimpin sepasukan malaikat yang setia. Buku Penyingkapan juga menggambarkan Yesus sebagai Pemimpin
sepasukan malaikat yang setia. (Penyingkapan 19:14-16) Selain itu, rasul Paulus secara spesifik menyebutkan ”Tuan Yesus”
dan ”malaikat-malaikatnya yang penuh kuasa”. (2 Tesalonika
1:7) Jadi, Alkitab menyebutkan baik Mikhael beserta ”malaikatmalaikatnya” maupun Yesus bersama ”malaikat-malaikatnya”.
(Matius 13:41; 16:27; 24:31; 1 Petrus 3:22) Karena Firman Allah
tidak pernah menunjukkan bahwa ada dua pasukan malaikat
yang setia di surga—satu yang dikepalai oleh Mikhael dan satu
lagi oleh Yesus—masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Mikhael tidak lain adalah Yesus Kristus dalam tugasnya di surga.1
1 Keterangan lebih lanjut yang menunjukkan bahwa nama Mikhael berlaku untuk Putra Allah terdapat dalam buku Pemahaman Alkitab, Jilid 2, halaman 126-7, yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa.
Siapakah ”Babilon Besar”?
BUKU Penyingkapan berisi ungkapan-ungkapan yang tidak bisa
diartikan secara harfiah. (Penyingkapan 1:1) Misalnya, buku itu
menyebutkan seorang wanita dengan nama ”Babilon Besar” tertulis di dahinya. Wanita itu dikatakan duduk di atas ”kumpulan
orang dan bangsa-bangsa”. (Penyingkapan 17:1, 5, 15) Karena
seorang wanita harfiah tidak mungkin melakukan hal tersebut,
Babilon Besar pasti melambangkan sesuatu. Jadi, apa yang dilambangkan oleh sundal simbolis itu?
Di Penyingkapan 17:18, wanita kiasan yang sama digambarkan sebagai ”kota besar yang mempunyai kerajaan atas raja-raja
220
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
di bumi”. Kata ”kota” menunjukkan sekelompok orang yang terorganisasi. Karena ”kota besar” itu mengendalikan ”raja-raja di
bumi”, wanita bernama Babilon Besar itu pasti suatu organisasi
berskala internasional yang sangat berpengaruh, yang dengan
tepat dapat disebut suatu imperium sedunia. Imperium macam apa? Imperium agama. Perhatikan bagaimana beberapa ayat
yang terkait dalam buku Penyingkapan membawa kita kepada
kesimpulan tersebut.
Ada imperium politik, imperium perdagangan, dan imperium
agama. Wanita bernama Babilon Besar bukan imperium politik
karena Firman Allah menyatakan bahwa ”raja-raja di bumi”, atau
unsur-unsur politik di dunia ini, ”melakukan percabulan” dengannya. Percabulan yang dimaksud adalah berbagai aliansi,
atau ikatan, yang ia adakan dengan para penguasa bumi ini dan
itulah sebabnya ia disebut ”sundal besar”.—Penyingkapan 17:
1, 2; Yakobus 4:4.
Babilon Besar tidak mungkin imperium perdagangan karena
’para saudagar di bumi’, yang melambangkan unsur perdagangan, akan berkabung atas wanita itu pada waktu ia dibinasakan.
Sebenarnya, raja-raja maupun para saudagar itu digambarkan sedang memandang Babilon Besar dari ”kejauhan”. (Penyingkapan
18:3, 9, 10, 15-17) Karena itu, masuk akal untuk menyimpulkan bahwa Babilon Besar bukan imperium politik atau imperium
perdagangan, melainkan imperium agama.
Bahwa Babilon Besar adalah imperium agama diteguhkan lebih jauh oleh pernyataan bahwa ia menyesatkan segala bangsa
melalui ’praktek spiritismenya’. (Penyingkapan 18:23) Karena semua bentuk spiritisme berkaitan dengan agama dan bersumber
dari para hantu, tidak mengherankan bahwa Alkitab menyebut
Babilon Besar ”tempat tinggal hantu-hantu”. (Penyingkapan 18:2;
Ulangan 18:10-12) Imperium itu juga digambarkan sedang giat
menentang agama yang sejati, menganiaya ”nabi-nabi” dan
”orang-orang kudus”. (Penyingkapan 18:24) Sebenarnya, kebencian Babilon Besar terhadap agama yang sejati begitu besar sehingga
ia dengan kejam menganiaya dan bahkan membunuh ”saksi-saksi
Yesus”. (Penyingkapan 17:6) Maka, wanita bernama Babilon Besar itu jelas melambangkan imperium agama palsu sedunia, yang
mencakup semua agama yang menentang Allah Yehuwa.
221
Apakah Yesus Lahir pada Bulan Desember?
ALKITAB tidak memberi tahu kita kapan Yesus lahir. Tetapi, Alkitab memberi kita alasan yang kuat untuk menyimpulkan bahwa
ia tidak lahir pada bulan Desember.
Pertimbangkan keadaan cuaca pada atau sekitar bulan Desember
di Betlehem, tempat kelahiran Yesus. Pada bulan Khislew dalam
penanggalan Yahudi (sama dengan bulan November/Desember),
cuacanya dingin dan banyak hujan. Bulan setelah itu adalah Tebet
(Desember/Januari). Pada bulan itu, suhu mencapai titik terendah
dan kadang-kadang salju turun di dataran tinggi. Mari kita lihat
apa yang Alkitab katakan tentang iklim di daerah itu.
Penulis Alkitab Ezra menunjukkan bahwa bulan Khislew memang dikenal bercuaca dingin dan banyak hujan. Setelah
menyatakan bahwa sekumpulan orang berkumpul di Yerusalem
”pada bulan kesembilan [Khislew] pada hari kedua puluh dari
bulan itu”, Ezra melaporkan bahwa orang-orang ”menggigil . . .
disebabkan oleh hujan”. Mengenai keadaan cuaca di sekitar bulan
itu, kumpulan orang itu sendiri mengatakan, ”Sekarang sedang
musim hujan, dan tidaklah mungkin untuk berdiri di luar.” (Ezra
Sewaktu Yesus lahir,
para gembala dan kawanan mereka
ada di padang pada malam hari
222
Apa yang Sebenarnya Alkitab Ajarkan?
10:9, 13; Yeremia 36:22) Maka, tidak mengherankan bahwa para
gembala yang tinggal di wilayah itu memastikan agar mereka dan
kambing-domba mereka jangan sampai masih berada di luar rumah pada malam hari pada bulan Desember!
Tetapi, Alkitab melaporkan bahwa para gembala sedang berada
di padang menjaga kawanan mereka pada malam kelahiran Yesus.
Malah, penulis Alkitab Lukas menunjukkan bahwa pada waktu
itu, gembala-gembala ”tinggal di tempat terbuka dan sedang menjalankan giliran jaga atas kawanan mereka pada waktu malam” di
dekat Betlehem. (Lukas 2:8-12) Perhatikan bahwa gembala-gembala itu bahkan tinggal di luar, bukan sekadar berjalan-jalan pada
siang hari. Mereka ada di padang bersama kawanan mereka pada
malam hari. Apakah gambaran bahwa mereka tinggal di luar cocok dengan keadaan cuaca yang sangat dingin dan banyak hujan
di Betlehem pada bulan Desember? Tidak. Jadi, keadaan seputar
kelahiran Yesus menunjukkan bahwa ia tidak lahir pada bulan
Desember.1
Firman Allah memberi tahu kita kapan persisnya Yesus mati, tetapi tidak langsung memberikan petunjuk kapan ia lahir. Hal itu
mengingatkan kita kepada perkataan Raja Salomo, ”Sebuah
nama lebih baik daripada minyak yang baik, dan hari kematian
lebih baik daripada hari kelahiran.” (Pengkhotbah 7:1) Maka, tidak mengherankan bahwa Alkitab memberikan banyak perincian
tentang pelayanan dan kematian Yesus tetapi hanya sedikit tentang saat kelahirannya.
1 Untuk mendapatkan lebih banyak keterangan, lihat halaman 129-32
buku Bertukar Pikiran mengenai Ayat-Ayat Alkitab, yang diterbitkan oleh
Saksi-Saksi Yehuwa.
Bolehkah Kita Merayakan Hari Raya?
HARI RAYA agama dan sekuler yang umum, yang dirayakan di
banyak bagian dunia dewasa ini, tidak bersumber dari Alkitab. Kalau begitu, dari mana sumbernya? Jika Anda bisa melakukan riset
di perpustakaan, Anda akan melihat bahwa ada hal-hal menarik yang disebutkan dalam buku-buku referensi tentang hari-hari
Apendiks
223
raya yang umum di tempat tinggal Anda. Perhatikan beberapa
contoh.
Paskah (”Easter”). ”Tidak ada petunjuk mengenai perayaan
hari Paskah (Easter) dalam Perjanjian Baru,” kata The Encyclopædia Britannica. Bagaimana awal mula Paskah (Easter)? Sumbernya
adalah ibadat kafir. Walaupun hari raya ini konon memperingati
kebangkitan Yesus, kebiasaan yang terkait dengan minggu Paskah
(Easter) tidak berasal dari Kekristenan. Misalnya, tentang ”kelinci Paskah” yang terkenal, The Catholic Encyclopedia mengatakan,
”Kelinci adalah lambang kafir dan selalu merupakan lambang kesuburan.”
Perayaan Tahun Baru. Tanggal dan kebiasaan yang berkaitan
dengan perayaan Tahun Baru tidak sama di setiap negeri. Mengenai asal usul perayaan ini, The World Book Encyclopedia
menyatakan, ”Penguasa Romawi Julius Caesar menetapkan tanggal 1 Januari sebagai Hari Tahun Baru pada tahun 46 SM.
Orang-orang Romawi membaktikan hari ini kepada Janus, dewa
dari gerbang-gerbang, pintu-pintu, dan awal mula. Bulan Januari
disebut sesuai dengan nama Janus, yang mempunyai dua wajah
—satu melihat ke depan dan satunya lagi melihat ke belakang.”
Jadi, perayaan Tahun Baru didasarkan atas tradisi kafir.
”Halloween.” The Encyclopedia Americana mengatakan, ”Unsur-unsur kebiasaan yang ada hubungannya dengan Halloween
dapat ditelusuri berasal dari upacara Druid [imam-imam Kelt,
atau Inggris kuno] pada zaman pra-Kristen. Orang-orang Kelt
mempunyai perayaan untuk dua dewa utama—dewa matahari dan
dewa orang mati . . . , yang perayaannya diadakan pada tanggal 1 November, awal dari Tahun Baru orang-orang Kelt. Perayaan
orang mati lambat-laun dimasukkan ke dalam upacara Kristen.”
Hari-Hari Raya Lain. Kita tidak mungkin membahas semua perayaan yang diadakan di seluruh dunia. Tetapi, hari raya yang
mengagungkan manusia atau organisasi manusia tidak diperkenan oleh Yehuwa. (Yeremia 17:5-7; Kisah 10:25, 26) Ingatlah juga
bahwa asal usul perayaan agama bisa menentukan apakah itu menyenangkan Allah atau tidak. (Yesaya 52:11; Penyingkapan 18:4)
Prinsip-prinsip Alkitab yang disebutkan di Pasal 16 buku ini akan
membantu Anda menentukan bagaimana pandangan Allah tentang keikutsertaan dalam hari-hari raya sekuler.
Inginkah Anda mendapat lebih banyak informasi?
Silakan hubungi Saksi-Saksi Yehuwa di www.jw.org.
bh-IN
160912
Ikutilah kursus Alkitab gratis.
Download