3 POIN SANGGAHAN MEMATIKAN UNTUK

advertisement
1
3 POIN SANGGAHAN MEMATIKAN UNTUK KAUM SYI’AH
A. PENDAHULUAN
Menanggapi tuduhan bertubi-tubi dari kalangan Syi’ah terhadap kaum Sunni (Tuduhan
keji bahwa Ummahatul Mu’minin Aisyah R.a adalah seorang pelacur, Sahabat Abu Bakar R.a,
Umar R.a dan Utsman R.a adalah perampok-perampok, Sahabat Abu Bakar R.a dan Umar R.a
adalah “Dua berhala orang Quraisy dan juga tuduhan bahwa Sahabat Abu Hurairah telah
membuat Hadits-hadits palsu dst.) berikut ini akan dikemukakan argumen dan sanggahan yang
insyaAllah tidak bisa dibantah oleh kaum syi’ah baik dari kalangan awam atau yang ‘Alim Ulama
sekalipun.
B. SANGGAHAN
Andaikan ada seseorang yang sangat awam agama dan tidak mengenal perbedaan
antara apa itu Sunni dan apa itu Syi’ah dan bahwa semua tuduhan dan pernyataan kaum Syi’ah
terhadap kaum sunni itu dianggap benar semuanya. Maka berikut ini ada beberapa
konsekuensi logis yang harus dijawab oleh kaum Syi’ah:
1. Kaum Syi’ah mengatakan bahwa sudah menjadi amanat Rasulullah SAW bahwa Sahabat
yang tepat melanjutkan kekhalifahan Beliau adalah Sahabat Ali R.a. Jika ini yang
disabdakan oleh Rasulullah SAW maka sudah tentu ini program dari Allah SWT.Jika ini
adalah program-Nya Allah sudah pasti akan berjalan dengan baik karena Allah SWT jika
mengehendaki sesuatu cukup berfirman KUN FAYAKUN maka Jadilah apa yang DIA
kehendaki. Allah SWT juga bersifat Maha Kuasa dan Maha Bijaksana namun pada
prakteknya setelah Rasulullah SAW wafat yang terangkat pertama kali sebagai Khalifah
adalah Sahabat Abu Bakar R.a bukan Sahabat Ali R.a. Kemudian yang kedua adalah
Sahabat Umar R.a dan yang ketiga adalah Sahabat Utsman R.a dan barulah Sahabat Ali
R.a menjadi khalifah yang ke-empat.
Dari kenyataan tersebut ada satu pertanyaan penting: Bagaimana mungkin skenario langit
gagal? Mana mungkin satu program yang telah dicanangkan Allah di langit bisa gagal total di
bumi? Ada satu kesan dimana pernyataan Syi’ah di atas menunjukkan betapa lemahnya
Tuhan orang Syi’ah padahal di Q.S 3: Ali Imran ayat 26 Allah berfirman:
                  
        
2
26. Katakanlah: "Wahai Tuhan yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada
orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau
kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang
Engkau kehendaki. di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha
Kuasa atas segala sesuatu.
Dalam ayat tersebut disebutkan ”Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau
kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki”. Maksudnya Allah
SWT berkuasa memberi dan mencabut kekuasaan dari orang yang dikehendaki-Nya.
2. Kaum Syi’ah mengatakan bahwa semua Sahabat Nabi Muhammad SAW telah murtad
kecuali hanya beberapa orang saja (Tuduhan “murtad” itu pun hanya karena mereka semua
telah membai’at Sahabat Abu Bakar R.a sebagai Kholifah pertama setelah Nabi Muhammad
SAW wafat dan tidak mengangkat Sahabat Ali R.a sebagai Khalifah pertama). Beberapa
orang itu : Sahabat Miqdad ibnu Aswad R.a, Sahabat Abu Dzar R.a, Sahabat Amr bin Yasir
R.a dan Salman Al farisi R.a). Dengan demikian hal ini sama saja dengan secara keji
menuduh Rasulullah SAW sebagai seorang guru telah gagal mendidik murid-murid Beliau.
Jika dibandingkan dengan peran Nabi Isa A.S dalam mendidik muridnya maka Rasulullah
telah kalah jauh karena murid Nabi Isa A.S yang berkhianat hanya satu orang yaitu Yudas
Eskariot. Demikian juga jika dibandingkan dengan jumlah sahabat yang telah diselamatkan
dan menjadi murid yang punya ketaatan Nabi Muhammad SAW telah kalah dengan Jim
Jones pemimpin aliran sesat Kristen yang sempat digrebek FBI. Si Jim Jones telah berhasil
mengajak 9130 pengikut setianya untuk melakukan bunuh diri massal di Guyana,Amerika
Latin.
People's Temple adalah organisasi keagamaan yang didirikan pada tahun 1955 oleh pendeta
James Warren Jones (Jim Jones). Reputasi People's Temple mendadak terkenal karena
melakukan bunuh diri massal di Jonestown, Guyana pada 18 Novembver 1978.
Saat itu Jones memerintahkan para jemaatnya untuk meminum Kool Aid dan Flavor Aid yang
diberi sianida. Seramnya, mereka yang menolak bunuh diri akan ditembak atau disuntik sianida.
Dilaporkan ada 913 orang tewas termasuk 276 di antaranya adalah anak-anak. Mereka yakin
3
setelah bunuh diri akan bertemu dengan Tuhan, pertanyaannya, entah Tuhan yang ada di
mana.
3. Terangkatnya Sahabat Ali R.a sebagai khalifah ke –empat setelah masa kira-kira 24 atau 25
tahun.Sahabat Ali R.a ketika “Jalan sudah rata”. Maksudnya mulai dari kerja Sahabat Abu
Bakar R.a dalam waktu 2,5 tahun telah menyelesaikan 5 macam fitnah dari dalam dan luar
negeri setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. 4 macam fitnah itu ialah: munculnya nabi
palsu yaitu musailamatul kadzab, banyaknya orang yang murtad dari Islam, ada sekelompok
orang yang tidak mau membayar zakat dan ancaman serangan orang Romawi. Kemudian
Sahabat Umar R.a selama 10 tahun telah mampu menyebarkan Islam sampai ke Mesir,
Syam, Madain, Rome dan Persia. Setelah itu dilanjutkan oleh Sahabat Utsman R.a bekerja
selama 12 tahun dan hasilnya terbukanya wilayah Afrika: Maroko, Aljazair dan Tunisia.
Dalam periode ini juga disusun Mushaf Al-Qur’an yang sebut mushaf Utsmani.
Walau bagaimanapun datangnya Sahabat Ali R.a sebagai khalifah jalan sudah rata. Tiga sahabat
utama telah bekerja keras dan mengukir sejarah dengan prestasi gemilang sementara Sahabat
Ali R.a menjadi khalifah selama kurang lebih 5 tahun dan periode kepemimpinan Beliau
dipenuhi suasana kekacauan sehingga kemudian diambil alih oleh Sahabat Muawiyah R.a. jika
sudah demikian dimana kehebatan Sahabat Ali R.a yang selama ini diagung-agungkan oleh
kaum Syi’ah?
Dan jika generasi awal didikan langsung Rasulullah SAW seperti Sahabat Abu Bakar R.a, Umar
R.a dan Utsman R.a dituduh gagal maka sulit dibayangkan generasi pengikut Ayatullah
Khomeini bisa mendapatkan kejayaan dan kemuliaan hidup dunia sampai akherat.
C. KEDEKATAN ORANG YAHUDI DENGAN ORANG SYI’AH
Sejak dahulu bangsa Yahudi sudah dikenal sebagai biang pemalsu kitab-kitab suci yang
diwahyukan oleh Allah swt. Kitab Taurat yang dibawa oleh nabi Musa as telah diacak-acak
hingga menjadi kitab yang sama sekali tidak bernilai lagi. Begitu juga dengan kitab Injil, telah
mereka campuri dengan karya para Hakhom. Terhadap Al-Quran mereka tidak mampu berbuat
apa-apa karena semua yang ada dalam Al-Quran sangat autentik dan tak mungkin dipalsukan
walau satu huruf pun. Allah Subhanahu wa Ta’ala sendiri yang menjamin kesucian kitab AlQuran ini.
Usaha Yahudi untuk merusak dan mengotori wahyu-wahyu Allah Subhanahu wa Ta’ala
tidak pernah berhenti bagitu saja. Melalui Persia sebagai mandataris pendiri aliran Syiah,
cendekiawan Yahudi yang menyeru sebagai penganut aliran Syiah bekerja sama dengan para
tokoh majusi Persia menciptakan buku-buku tafsir bathini kitab suci Al-Quran. Dengan tafsir
bathini itu mereka bertujuan memutar-balik arti Al-Quran yang sebenarnya. Tafsir bathini
adalah awal dari pelampiasan dendam kombinasi Yahudi-Majusi terhadap Islam. Lewat aliran
4
Syiah Yahudi telah membantai nama baik seluruh sahabat Rasulullah SAW. Menyusul kemudian
mereka membantai pula kesucian kitab-kitab hadis Ahlussunnah wal Jama’ah.
Tidak segan-segan, Yahudi-Majusi mengatakan adanya kitab Al-Quran yang lebih
lengkap dari kitab Al-Quran yang sekarang ada. Mereka juga telah menuduh bahwa kitab AlQuran yang sekarang ini ciptaan Abu Bakar R.a, Umar R.a, Utsman R.a dan para sahabat
Rasulullah SAW yang telah mengkhianati Ali bin Abi Thalib R.a . Dengan alasan itulah mereka
kemudian menciptakan hadis-hadits dan dongeng-dongeng versi mereka yang mendukung
tujuannya.
Sebelum Islam datang, bangsa Yahudi yang berdiam di kota Madinah telah menguasai
sektor perekonomian dan perdagangan kota itu. Mereka juga menjadi biang pertentangan
suku-suku Aus-Khazraj. Barulah setelah itu Rasulullah saw berdiam di Madinah dan
menyebarkan Islam di sana, beliau berhasil mempersatukan kedua suku yang saling
bertentangan itu dalam naungan Islam. Dengan demikian Yahudi Madinah terpencil dan
terkucilkan. Tetapi usaha mereka terus berlanjut dengan menggabungkan diri pada golongan
munafik yang dipimpin oleh Abdullah bin Ubay bin Salul. Tetapi kubu munafik dan Yahudi ini
tidak bertahan lama, mereka dihancurkan juga oleh kekuatan Islam yang militan di Madinah.
Sebagian dari tokoh-tokoh mereka yang selamat kemudian berpura-pura masuk Islam.
Peran mereka di kemudian hari muncul kembali, ketika mereka mendapatkan konco
yang sejenis, yaitu tokoh-tokoh Majusi Persia yang juga berpura-pura memeluk agama Islam.
Ka’ab Al-Ahbar, seorang Yahudi yang mengaku sebagai Muslim adalah penyebar hadis-hadits
palsu dan kisah-kisah Israiliyyat, menjadi duta bangsa Yahudi. Sedangkan Hurmuzan dan
Jafinah, dari kubu Majusi Persia juga telah mengaku sebagai Muslim. Mereka bertiga
bersekongkol hendak membunuh Amirul Mukminin Umar bin Khathab. Pelaksana rencana
makar ini adalah Farwa’ Abu Lu’luah, seorang budak bekas tawanan perang Persia. Sejak saat
itulah, Ka’ab Al-Ahbar telah menancapkan fitnah Yahudi dalam tubuh agama Islam dan
berlangsung sampai saat ini.
Di zaman Khalifah Utsman bin Affan R.a , anak cucu Ka’ab Al-Ahbar muncul dari negeri
Yaman, dan bernama Abdullah bin Saba’. Ia menyatakan keislamannya dan bermaksud
menetap di Madinah. Suatu ketika ia bertemu dengan Khalifah Utsman, Abdullah bin Saba’
menyebarkan racun puji-pujian kepada Khalifah. Tetapi Khalifah Utsman waspada atas pujian
tentang dirinya. Maka diusirlah Abdullah bin Saba’ dari kota Madinah dan dilarang memasuki
kembali kota suci itu.
Dasar memang Yahudi, walaupun sudah di persona- non Gata di Madinah, Abdullah bin
Saba’ lari dan berkeliling ke wilayah Syam, Mesir dan Iraq. Imam Thabari dalam tarikhnya
mengatakan, ketika Ibnu Saba’ sampai di Syam, ia bertemu dengan seorang sahabat yaitu Abu
5
Dzar Al-Ghifari, dan membujuknya agar Abu Dzar memberontak kepada Muawiyah.
Dikatakannya bahwa Muawiyah pernah mengatakan: “Semua harta benda adalah milik Allah,
dan begitu pula segala sesuatu yang ada ini, hakekatnya kepunyaan Allah.” Dengan kalimat ini
Ibnu Saba’ bermaksud menganjurkan agar kaum muslimin mengumpulkan harta sebanyak
mungkin untuk kepentingan pribadi, dan bukan untuk kepentingan umat. Dengan kalimat ini
pula Abdullah bin Saba’ mendatangi Abu Darda, tetapi rupanya Abu Darda waspada dengan
kehadirannya itu, dan segera menyatakan: “Siapakah anda? Kalau tidak salah anda seorang
Yahudi tulen!”
Di Mesir dan Iraq, Ibnu Saba’ –yang juga dipanggil dengan nama Ibnu Sauda’menyebarkan racun fitnah itu dengan mengembangkan ajaran Ar-Raj’ah (reinkarnasi) dan
mengatakan: “Bukankah kalian telah meyakini bahwa Isa Al-Masih akan datang kembali?
Mengapa kalian tidak meyakini bahwa Muhammad akan kembali? Mengapa pula kalian
berdiam diri ketika kekuasaan dan kepemimpinan umat dirampas dari tangan Ahlul Bait Nabi?”
dengan racun inilah Ibnu Saba’ mulai menyebarkan kecaman terhadap khalifah Usman bin
Affan dan mengobarkan berita bohong kepada beberapa orang sahabat. Dari sini, ia telah
membuka sebuah “Poros Fitnah” antara Mesir dan Kuffah di satu pihak, melawan khalifah
Usman di Madinah, di lain pihak. Melalui poros fitnah ini ia kemudian merancang pembunuhan
Usman.
Setelah Usman terbunuh dan Ali bin Abi Thalib terpilih sebagai Khalifah, Abdullah bin
Saba’ menjadi orang pertama yang menyatakan bai’atnya kepada Ali bin Abi Thalib. Perihal
kepemimpinan Ali bin Abi Thalib itu Ibnu Saba’ membawa dongeng tentang Yusa’ bin Nun yang
memperoleh wasiat Nabi Musa, maka menurutnya Ali seharusnya memperoleh juga wasiat dari
Rasulullah Muhammad saw untuk menggantikan beliau.
Tidak cuma itu, Ibnu Saba’ mulai melancarkan kecaman atas Abu Bakar, Umar, Usman
dan beberapa orang sahabat yang memihak mereka. Perbuatannya itu dikatakan atas instruksi
Ali bin Abi Thalib. Atas fitnah yang dinisbahkan kepada Ali, maka Abdullah bin Saba’ dihadapkan
kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib untuk mempertanggung jawabkan semua tingkah lakunya itu.
Di depan Khalifah Ali, Ibnu Saba’ mengakui perbuatan fitnahnya itu.
Ali bin Abi Thalib R.a , akhirnya menjatuhkan hukuman mati atas Ibnu Saba’. Saat itu
hadirin yang menghadiri sidang itu memprotes, “Wahai Amirul Mukminin, apakah anda akan
menghukum mati orang yang mencintai anda dan ahlul bait, serta mendukung kepemimpinan
anda dan bersikap menentang lawan-lawan anda?” Ali kemudian membuang Abdullah bin Saba’
ke Madain (Ibu kota Iran waktu itu). Saat Ibnu Saba’ tiba di Madain, tersebarlah berita kematian
Ali bin Abi Thalib. Seluruh umat Islam sedang berduka cita, tetapi Abdullah bin Saba’ malahan
menolak wafatnya Khalifah Ali, “Sekalipun kalian datangkan kepadaku 70 orang saksi yang adil
6
menerangkan wafatnya Ali, aku sendiri menyatakan ia tidak tewas. Ali tidak akan wafat, tidak
akan terbunuh sebelum ia dapat menguasai seluruh permukaan bumi ini.”
Maka mulailah Abdullah bin Saba’ menjadi orang yang pertama kali mempertuhankan
Ali bin Abi Thalib. Ia mengatakan Ali tidak terbunuh, karena pada dirinya ada unsur Tuhan. Ali
sering menjelma dalam bentuk awan, guruh adalah suaranya, petir adalah cemetinya.
Demikianlah racun syirik yang disebarkan oleh Ibnu Saba’. Namun, mempertuhankan manusia
sebenarnya bukan hal yang aneh bagi Yahudi. Bukankah mereka juga yang mempertuhankan
Isa Al-Masih, setelah mereka gagal melikuidasi agama Masehi? Merekalah yang meletakkan
ajaran Trinitas atau Tiga Oknum Tuhan dalam agama Kristen. Kemudian mereka mendudukkan
Ali bin Abi Thalib seperti Isa Al-Masih, yaitu dengan cara mempertuhankan Ali dan
mengimamkan anak keturunannya dengan cara yang sangat berlebihan.
Seorang Yahudi lainnya, bernama Abdullah bin Mainun Al-Qaddah adalah arsitek pendiri
aliran Ismailiyyah, meninggal tahun 147 H. Dialah yang mengimamkan dan menokohkan Ismail
bin Ja’far Ash-Shadiq. Di kemudian hari aliran ini pecah menjadi beberapa aliran kecil lainnya
seperti Qaramithah, Zanjiah, Fathimiyyah, Muqanna, Druziah, Hasyasyin, Babiah dan
Baha’iyyah. Tokoh Ismailiyyah di abad ini adalah Agha Khan yang petualangannya sangat
terkenal sekali. Agha Khan yang tinggal di Barat sangat erat sekali hubungannya dengan pihak
Yahudi Internasional. Agha Khan melarang pengikutnya melaksanakan ibadah haji, sementara ia
juga menghalalkan minuman keras, perjudian dan perzinahan. Pada suatu hari dia ditanya oleh
seorang wartawan, mengapa ia yang berpendidikan tinggi itu masih mau dipertuhankan oleh
pengikutnya? Sebelum menjawab pertanyaan itu, ia tertawa terbahak-bahak seraya
mengatakan: “Bangsa India banyak yang menyembah sapi, bukankah aku lebih baik dari sapi?”
Bahkan ia juga mengatakan, Khamr yang sudah masuk ke perutnya itu akan berubah menjadi
air zam-zam.
Ismailiyyah yang telah melahirkan berbagai aliran rahasia dan sesat itu pada awal
kebangkitannya berusaha untuk menumbangkan Dinasti Abbasiah, khususnya gerakan
Qaramithah, Hasyasyin dan Druziah, sejarah kelompok-kelompok ini dalam dunia Islam sangat
tercela sekali karena mereka berusaha menghancur-luluhkan ajaran Islam dengan cara berpurapura menjadi pembela rayath kecil dan miskin. Isu yang mereka tampilkan adalah
mempertentangkan kelas-kelas dalam masyarakat. Tak ubahnya seperti kaum komunis di
zaman modern ini. Mereka selalu menggunakan dua istilah, yaitu kelas Penguasa yang
menindas dan kelas Rakyat Jelata yang tertindas.
Dengan istilah-istilah itu mereka –dalam usahanya merebut kekuasaan dan
menghancurkan Islam- menyisipkan ajaran bahwa yang mampu menumbangkan kekuasaan
penguasa adalah imam-imam mereka, yang mampu membebaskan penindasan rakyat kecil
7
yang lemah adalah imam-imam mereka. Dengan demikian, menurut ajaran Syiah, siapa saja
yang menjadi pengikut mereka akan memperoleh kedamaian dan kesejahteraan.
Isu seperti ini pada abad 20 digunakan oleh kaum Bolsyewiks, yang akhirnya menelorkan
Komunisme Internasional. Dewasa ini, isu pertentangan kelas dengan dalih Pembebasan
melalui ketaatan –kembali didengungkan oleh kaum Syiah Imamiyah Itsnaasairah. Dalam suatu
bentuk permasalahannya yang mendasar, dengan dalih Hak Imamah, dengan postulat bahwa
semua Nabi dan Rasul yang datang dan diutus oleh Tuhan selalu menbawa ajaran yang
membela rakyat tertindas, kaum Syiah Itsnaa’sariyah mencoba merangkul kaum muda Islam di
Dunia Ketiga yang haus akan tema baru dalam perjuangan dan kegiatan keagamaan mereka.
Tema baru itu adalah apa yang disebut sebagai Kesadaran Sejarah. Istilah ini sebenarnya
mempunyai dua sisi, bagaikan pisau bermata dua. Di satu sisi istilah ini berusaha untuk
membelokkan opini masyarakat banyak atas sejarah Islam dengan mengaburkan fakta-fakta
sejarah yang sebenarnya terjadi, di sisi lainnya ia juga berusaha untuk menghapus kejahatan
Yahudi yang telah menikam dan merobek-robek Islam pada awal sejarah perkembangannya.
Memang demikianlah cara-cara Yahudi sejak dahulu kala. Mereka selalu berusaha untuk
menghapuskan jejak dan bukti-bukti sejarah yang pernah mereka buat terhadap agama Allah.
Di abad 20, Yahudi-Zionis Internasional telah berusaha untuk menghapuskan nama
Abdullah bin Saba’, Ka’ab Al-Ahbar dan Abdullah bin Maimun Al-Qaddah –sebagai arsitek utama
Syiah dari sejarah Islam. Yahudi dan Syiah di abad ini berusaha untuk menghilangkan namanama itu melalui tangan Thaha Husein dan orang yang sejenisnya dengan mengatakan bahwa
nama-nama itu hanyalah Tokoh Fiktif yang diciptakan oleh Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Cara ini
sebenarnya tak beda dengan usaha Zionis Israel merusak kitab Injil demi menghapuskan
kekejian dan kekejaman mereka terhadap nabi Isa as.
Download