Page 1 Page 2 ANALlsIs DAMPAK .LINGKUNGAN HIDUP (ANDAL

advertisement
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
(RKL)
KEGIATAN PENGERUKAN SUNGAI DAN WADUK DI DKI JAKARTA FASE 1
DALAM RANGKA JAKARTA URGENT FLOOD MITIGATION PROJECT /
JAKARTA EMERGENCY DREDGING INITIATIVE PROJECT
(JUFMP / JEDIP)
JAKARTA
2010
KATA PENGANTAR
Project Management Unit (PMU), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air,
Departemen Pekerjaan Umum yang akan melaksanakan Kegiatan
Pengerukan Sungai dan Waduk di DKI Jakarta Fase 1 Dalam Rangka Jakarta
Urgent Flood Mitigation Project/Jakarta Emergency Dredging Initiative Project
(JUFMP/JEDIP) merasa berkewajiban untuk ikut berperan serta dalam
melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Berdasarkan hasil kajian ANDAL telah diidentifikasi adanya dampakdampak penting akibat kegiatan tersebut baik pada tahap pra pengerukan,
tahap pengerukan maupun tahap pasca pengerukan yang perlu dikelola agar
kelestarian lingkungan dapat tercapai. Usaha-usaha pengelolaan terhadap
dampak penting tersebut secara rinci diuraikan dalam dokumen Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) dan Rencana Pemantauan
Lingkungan Hidup (RPL) ini.
Dengan adanya dokumen RKL dan RPL ini diharapkan dampak negatif yang
akan muncul dapat dikurangi atau dihindari, dan dampak positif yang akan
muncul dapat ditingkatkan atau dikembangkan.
Atas kerjasama, perhatian serta bantuan dari semua pihak khususnya tim
teknis dan komisi Amdal Daerah Provinsi DKI Jakarta sehingga dokumen
RKL dan RPL ini dapat tersusun, kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, Februari 2010
Project Management Unit (PMU)
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air,
Departemen Pekerjaan Umum
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ i ]
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………
DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………………………….
DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………………….……….
DAFTAR PETA …………………………………………………………………….………….
i
ii
iv
v
vi
BAB I
I-1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG ..................................................................................................................I-1
1.2 KEBIJAKAN TERHADAP PELAKSANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP ......................I-3
1.3 TUJUAN DAN KEGUNAAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP ..........................I-4
1.3.1
Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup ......................................................I-4
1.3.2
Kegunaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup..................................................I-4
BAB II
1.3.2.1
Kegunaan Bagi Pemrakarsa ........................................................................I-4
1.3.2.2
Kegunaan Bagi Pemerintah Daerah ............................................................I-5
1.3.2.3
Kegunaan Bagi Masyarakat ........................................................................I-5
PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
II-1
2.1 PENDEKATAN TEKNOLOGI .................................................................................................... II-1
2.2 PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI ........................................................................................... II-1
2.3 PENDEKATAN INSTITUSI........................................................................................................ II-1
BAB III
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP (RKL)
III-1
3.1 DAMPAK PADA TAHAP PRA PENGERUKAN .......................................................................... III-1
3.1.1
Persepsi Masyarakat ................................................................................................ III-1
3.2 DAMPAK PADA TAHAP PENGERUKAN ................................................................................. III-2
3.2.1
Kualitas Udara dan Kebauan ................................................................................... III-3
3.2.2
Kebisingan ............................................................................................................... III-4
3.2.3
Kuantitas Air Permukaan......................................................................................... III-6
3.2.4
Kualitas Air Permukaan........................................................................................... III-7
3.2.5
Limbah/Sampah Padat ............................................................................................. III-8
3.2.6
Kesempatan Kerja dan Berusaha ........................................................................... III-10
3.2.7
Persepsi Masyarakat .............................................................................................. III-11
3.2.8
Gangguan Kamtibmas ........................................................................................... III-13
3.2.9
Sarana dan Prasaran Kota ...................................................................................... III-14
3.2.10 Transportasi/lalu lintas .......................................................................................... III-15
3.3 DAMPAK PADA TAHAP PASCA PENGERUKAN.................................................................... III-17
3.3.1
Kuantitas Air Permukaan/Banjir............................................................................ III-17
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ ii ]
3.3.2
Persepsi Masyarakat .............................................................................................. III-19
3.3.3
Transportasi/Lalu lintas ......................................................................................... III-20
3.4 STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP ......................................... III-24
3.5 SISTEMATIKA LAPORAN IMPLEMENTASI RKL DAN RPL .................................................... III-26
DAFTAR PUSTAKA
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ iii ]
DAFTAR TABEL
Tabel III-1
Ringkasan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Jedi Fase 1 ....... III-27
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ iv ]
DAFTAR GAMBAR
Gambar III-1
Struktur Organisasi Pengelolaan Lingkungan Tahap Pra Pengerukan,
Pengerukan dan Pasca Pengerukan Kegiatan Pengerukan Sungai dan
Waduk dalam Rangka Jedi Fase 1................................................................... III-25
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ v ]
DAFTAR PETA
Peta III-1
Lokasi Pengelolaan Lingkungan Kegiatan Pengerukan Sungai dan
Waduk JEDI Fase 1 ......................................................................................... III-23
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ vi ]
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Wilayah DKI Jakarta merupakan pusat politik dan ekonomi Indonesia,
dengan populasi melebihi 24 juta. Wilayah Kota Jakarta sendiri berpenduduk
sekitar 9 juta merupakan “Daerah Khusus Ibukota (DKI)”. DKI terletak di
delta Sungai Ciliwung dan sekitar 40% dari wilayahnya berada di bawah
permukaan laut. Setiap tahun, sebagian besar bagian kota mengalami banjir
di musim hujan, umumnya dari bulan November hingga bulan April.
Besarnya dampak yang diakibatkan oleh banjir di Ibu Kota telah menjadi isu
Nasional akibat kerugian keuangan yang besar dan berdampak pada
masyarakat di wilayah Jakarta. Dalam rangka mengurangi besarnya kerugian
dan kerusakan akibat banjir, Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi
serangkaian saluran pengendali banjir, saluran pembuangan dan waduk
yang memerlukan perbaikan dalam waktu yang mendesak. Rehabilitasi
bangunan ini akan mengurangi risiko banjir dan membawa manfaat
langsung tehadap lebih dari satu juta orang yang tinggal dan bekerja di
daerah-daerah rawan banjir.
Pemerintah Indonesia telah mengajukan pinjaman kepada Bank Dunia untuk
membiayai pekerjaan pengerukan dan perbaikan sebagian besar bagian dari
sistem drainase yang ada di Jakarta. Salah satu proyek yang diusulkan adalah
Jakarta Emergency Dredging Initiative-JEDI yang termasuk dalam Proyek
Mitigasi Banjir Jakarta (Jakarta Urgent Flood Mitigation Project-JUFMP) yang
bertujuan untuk mengurangi timbunan endapan di saluran pengendali banjir.
Endapan tersebut dapat mengurangi kapasitas tampung menjadi setengah
kali dari kapasitas desain.
Salah satu kegiatan di dalam proyek JEDI adalah pekerjaan pengerukan ke
16 struktur drainase. Pemrakarsa proyek ini adalah Direktorat Jenderal
Sumber Daya Air (SDA) Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal
Cipta Karya dan serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta, dengan
tanggung jawab untuk:
1) Tiga saluran drainase nasional di bawah kewenangan Ditjen Cipta Karya:
(i) Tanjungan, (ii) Angke Hilir, dan (iii) Cideng-Thamrin.
2) Tiga banjir kanal di bawah kewenanganan Ditjen SDA: (i) Cengkareng
Drain, (ii) Banjir Kanal Barat; dan (iii) Sunter.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐1 ]
3) Lima saluran drainase (DPU DKI): (i) Ciliwung-Gunung Sahari, (ii)
Sentiong-Sunter, (iii) Grogol-Sekretaris, (iv) Pakin-Kali Besar-Jelakeng,
dan (v) Krukut-Cideng.
4) Lima waduk (DPU DKI): (i) Waduk Pluit, (ii) Waduk Sunter Utara, (iii)
Waduk Sunter Selatan, (iv) Waduk Sunter Timur III, dan (v) Waduk
Melati.
Pada Fase 1 dari proyek JEDI, empat saluran drainase/sungai dan satu
waduk, telah dipilih sebagi lokasi uji perencanaan dan teknik desain serta
metode-metode pengelolaan lingkungan hidup terhadap keseluruhan lokasi
proyek. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena diperkirakan memiliki dampak
lingkungan dan sosial yang relatif kecil, meskipun pekerjaan pengerukan
tersebut harus memenuhi salah satu tujuan utama dari kegiatan proyek, dan
memberikan manfaat yang signifikan terhadap upaya pencegahan banjir.
Lokasi-lokasi yang termasuk ke dalam Proyek JEDI Fase 1 adalah:
1) Banjir Kanal Cengkareng Drain;
2) Saluran Drainase Ciliwung - Gunung Sahari;
3) Saluran Drainase Sentiong – Sunter;
4) Banjir Kanal Sunter; dan
5) Waduk Melati.
Berdasarkan kajian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) Kegiatan
Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 telah dievaluasi dan
diprakirakan berbagai dampak besar dan penting yang akan muncul
terhadap komponen lingkungan fisik kimia, hayati dan sosial ekonomi,
sehingga perlu disusun dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
(RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) sebagai pedoman
utama dalam upaya pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
selanjutnya. Hal ini dilakukan oleh pemrakarsa kegiatan dalam upaya
pelestarian lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Undangundang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
Dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) ini merupakan
dokumen yang memuat pokok-pokok arahan, prinsip-prinsip kerja, kriteria
pedoman ataupun persyaratan untuk mencegah, menanggulangi dan
mengendalikan dampak lingkungan yang disebabkan oleh kegiatan
Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1. Dampak penting yang akan
dikelola merupakan hasil evaluasi dampak yang terjadi akibat kegiatan pra
pengerukan, pengerukan dan pasca pengerukan Kegiatan Pengerukan Sungai
dan Waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐2 ]
1.2
KEBIJAKAN TERHADAP PELAKSANAAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN
HIDUP
Sesungguhnya daya dukung lingkungan hidup bukan tidak terbatas. Karena
keterbatasan itu, sangat diperlukan pengelolaan lingkungan hidup, yaitu
upaya terpadu untuk melestarikan fungsi lingkungan hidup, meliputi
kebijakan penataan, pemanfaatan, pengembangan, pemeliharaan, pemulihan,
pengawasan dan pengendalian lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan
hidup merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, masyarakat
dan dunia usaha. Tidak berlebihan bila dikatakan bahwa kesepahaman
tentang kebersamaan ini sangat menentukan keberhasilan pengelolaan
lingkungan bagian-bagian kota Jakarta. Berbagai laporan penelitian
melaporkan semakin menurunnya kualitas lingkungan fisik kota Jakarta
akibat perusakan dan pencemaran lingkungan.
Sejak penetapan Undang-undang tentang Pokok-pokok Pengelolaan
Lingkungan Hidup, Pemerintah sudah bertekad untuk memasyarakatkan
kebijakan pembangunan berkelanjutan. Dapat dijelaskan bahwa
pembangunan berkelanjutan yang berwawasan lingkungan adalah upaya
sadar dan terencana, yang memadukan lingkungan hidup, termasuk sumber
daya ke dalam proses pembangunan untuk menjamin kemampuan,
kesejahteraan dan mutu hidup generasi masa kini dan generasi masa depan.
Dengan demikian, penting sekali untuk memahami dan mementingkan
penggolongan fungsi sumberdaya alam yang harus dipertahankan fungsinya
terutama kualitas udara, kualitas air dan keanekaragaman hayati. Disamping
itu, kegiatan pembangunan seyogyanya akan menjadi motor penggerak
penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan hidup
masyarakat.
Sehubungan dengan itu, beberapa kebijakan pengelolaan lingkungan hidup
yang relevan dengan kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1,
antara lain :
a) Memelihara keseimbangan lingkungan alam dengan lingkungan binaan;
b) Mencegah dan/atau menanggulangi kemacetan lalu lintas untuk
mencegah pencemaran kualitas udara akibat emisi gas buang kendaraan
bermotor;
c) Memperkecil berbagai pencemaran lingkungan, seperti polusi udara, air
dan tanah;
d) Menyeimbangkan interaksi kegiatan proyek dengan
sekitarnya terutama interaksi sosial kemasyarakatan.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) lingkungan
[ I‐3 ]
1.3
TUJUAN DAN KEGUNAAN RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
1.3.1
Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
Tujuan disusunnya Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) ini
adalah untuk:
a) Menyusun alternatif penanganan dampak negatif, merencanakan dan
melaksanakan tindakan-tindakan untuk mencegah, mengurangi atau
menanggulangi dampak negatif yang akan terjadi serta meningkatkan
dampak positif yang akan terjadi, sehingga kegiatan yang akan
dilaksanakan dapat memberikan manfaat yang optimal;
b) Menetapkan
kemampuan
institusional;
langkah-langkah operasional yang terjangkau oleh
teknologi berdasarkan pertimbangan ekonomi dan
c) Sebagai umpan balik dalam rangka menyempurnakan sistem
pengendalian lingkungan ke dalam maupun ke luar dari batas
kegiatan/tapak proyek, sehingga tercipta mekanisme pengelolaan,
termasuk batasan hak dan kewajiban serta lingkup tanggung jawab
masing-masing pengelolaan.
1.3.2
Kegunaan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
1.3.2.1
Kegunaan Bagi Pemrakarsa
a) Sebagai dasar upaya pencegahan kerusakan lingkungan baik di dalam
areal lokasi proyek maupun di luar area proyek yang mungkin
disebabkan oleh kegiatan ini;
b) Sebagai pedoman bagi Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat
Jenderal Sumber Air (SDA) Departemen Pekerjaan Umum dan Dinas
Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta sebagai pemrakarsa kegiatan di
dalam membuat keputusan-keputusan mengenai kegiatan-kegiatan yang
akan dilaksanakan;
c) Sebagai pedoman bagi Direktorat Jenderal Cipta Karya, Direktorat
Jenderal Sumber Air (SDA) Departemen Pekerjaan Umum dan Dinas
Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta untuk melaksanakan kerjasama
pengelolaan lingkungan di dalam areal Proyek JEDI Fase 1 dan daerah
sekitarnya dengan Instansi Terkait lainnya terutama untuk
memaksimalkan dampak positif dan meminimalkan dampak negatif;
d) Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum yang berlaku.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐4 ]
1.3.2.2
Kegunaan Bagi Pemerintah Daerah
a) Untuk membantu kebijaksanaan Pemda DKI Jakarta di dalam usaha
pelestarian lingkungan dan sumberdaya alam;
b) Untuk membantu Pemda DKI Jakarta dan Penanggung jawab Kamtibmas
dalam mengantisipasi berbagai dampak yang akan timbul agar lebih
mudah mengadakan tindakan-tindakan preventif (pencegahan) serta
pengawasan pengelolaan lingkungan;
c) Untuk membantu Pemda DKI Jakarta di dalam pembinaan pengelolaan
lingkungan.
1.3.2.3
Kegunaan Bagi Masyarakat
a) Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usaha menjaga
keamanan, kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan;
b) Untuk dipergunakan masyarakat sebagai kontrol sosial guna
memaksimalisasi dampak positif dan meminimalisasi dampak negatif;
c) Untuk menjamin kepastian hukum akan hak dan kewajiban masyarakat,
baik terhadap kegiatan proyek maupun dalam menjamin hubungan
sumberdaya masyarakat dengan hak-hak yang dimilikinya.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐5 ]
BAB II
PENDEKATAN PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pengelolaan lingkungan hidup disusun untuk menangani dampak penting
yang telah diprediksi dari kajian ANDAL dengan menggunakan pendekatanpendekatan rasional yang akan diterapkan melalui pendekatan teknologi,
sosial ekonomi dan institusi.
2.1
PENDEKATAN TEKNOLOGI
Pendekatan teknologi adalah cara-cara pengelolaan lingkungan yang
berorientasi pada teknologi yang dapat digunakan untuk mengelola dampak
penting lingkungan hidup dari suatu kegiatan. Pencegahan dampak negatif
terhadap lingkungan melalui aplikasi teknologi yang dapat diterapkan oleh
pemrakarsa dengan mempertimbangkan biaya dan kemampuan.
2.2
PENDEKATAN SOSIAL EKONOMI
Pendekatan sosial ekonomi dilakukan dalam rangka menanggulangi dampak
besar dan penting melalui tindakan-tindakan yang bermotifkan sosial
ekonomi, misalnya melakukan sosialisasi rencana proyek kepada masyarakat
sekitar, penanganan masalah kamtibmas dan persepsi negatif masyarakat,
memprioritaskan penyerapan tenaga kerja setempat (Kelurahan/Kecamatan
masing-masing lokasi kegiatan) sesuai dengan keahlian dan ketrampilan
yang dimiliki sepanjang dibutuhkan.
2.3
PENDEKATAN INSTITUSI
Pendekatan institusi adalah mekanisme kelembagaan yang akan ditempuh
pemrakarsa dalam rangka menanggulangi dampak besar dan penting
lingkungan hidup. Pendekatan ini mencakup pengelolaan lingkungan
melalui koordinasi dengan instansi yang berwenang dalam pengawasan
dampak lingkungan dan kerjasama dengan instansi terkait dalam
pengendalian dampak lingkungan. Pelaporan hasil pengelolaan lingkungan
secara berkala kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Instansi yang berwenang dalam pengawasan dan instansi yang terkait dalam
koordinasi pengelolaan lingkungan, antara lain :
a) Badan Pengelola Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi DKI
Jakarta;
b) Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta;
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐1 ]
c) Dinas Kebersihan Provinsi DKI Jakarta;
d) WaliKota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat;
e) Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta
Pusat;
f) Suku Dinas Pekerjaan Umum Tata Air Jakarta Utara, Jakarta Barat dan
Jakarta Pusat;
g) Suku Dinas Kebersihan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat;
h) Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat;
i)
Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat;
j)
Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat;
k) Polsek terkait di masing-masing lokasi kegiatan;
l)
Kantor Kecamatan terkait di masing-masing lokasi kegiatan;
m) Kantor Kelurahan terkait di masing-masing lokasi kegiatan.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐2 ]
BAB III
RENCANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
(RKL)
Uraian Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) ini merupakan
penjabaran dan aplikasi dari studi ANDAL yang telah disusun. Dalam uraian
ini akan dijelaskan mengenai pedoman pelaksanaan pengelolaan lingkungan
yang berkaitan dengan dampak penting akibat kegiatan. Uraian RKL ini
ditujukan untuk menekan dampak negatif penting sehingga dampak tersebut
dapat diantisipasi dan dikelola, serta meningkatkan dampak positif. Dengan
demikian, Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 dapat
berjalan dengan lancar tanpa mengganggu lingkungan di sekitarnya.
3.1
DAMPAK PADA TAHAP PRA PENGERUKAN
Komponen lingkungan yang akan terkena dampak penting pada Tahap Pra
Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 sesuai dengan prioritas dampak
penting adalah persepsi masyarakat.
3.1.1
Persepsi Masyarakat
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah persepsi masyarakat
di sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Sosialiasi publik kegiatan pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1.
c) Tolok Ukur Dampak
Persepsi positif masyarakat terhadap pelaksanaan sosialisasi kegiatan
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengupayakan agar persepsi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan
rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif.
e) Pengelolaan Dampak
Upaya pengelolaan dampak kegiatan pengerukan rutin Sungai dan
Waduk JEDI Fase 1 terhadap persepsi masyarakat akan dilakukan
melalui:
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐1 ]
•
Memasang papan pengumuman dalam rangka akan melakukan
kegiatan pengerukan sungai dan waduk Jedi Fase 1 sebelum dimulai
kegiatan pengerukan;
•
Melakukan kegiatan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat sekitar
lokasi kegiatan pada saat akan memulai kegiatan pengerukan;
•
Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparat/instansi terkait
sebelum dan selama pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1
berlangsung.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak persepsi negatif masyarakat adalah di
sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 di
Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter,
Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak persepsi negatif mesyarakat akan dilakukan di
sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 dilakukan
sejak tahap pra pengerukan.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak persepsi negatif masyarakat adalah
Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak persepsi masyarakat adalah
KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kelurahan sekitar.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak persepsi masyarakat secara periodik akan
dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.2
DAMPAK PADA TAHAP PENGERUKAN
Komponen lingkungan yang akan terkena dampak penting pada Tahap
Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 sesuai dengan prioritas dampak
penting adalah kuantitas air permukaan/banjir, lalu lintas, kualitas air
permukaan, kualitas udara, kebisingan, kebauan, limbah padat, sarana dan
prasaran kota, kesempatan kerja dan berusaha, persepsi masyarakat dan
kamtibmas.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐2 ]
3.2.1
Kualitas Udara dan Kebauan
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah kualitas udara
ambien dan tingkat kebauan di dalam dan sekitar lokasi proyek.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan
lumpur keruk) sebanyak + 2.080.000 m3.
c) Tolok Ukur Dampak
Kualitas udara ambien sesuai SK. Gub. KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001
tentang Penetapan Baku Mutu Kualitas Udara Ambien dan Tingkat
Kebauan sesuai KepMen LH No. Kep-50/MENLH/11/1996 tentang Baku
Mutu Tingkat Kebauan.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mencegah terjadinya penurunan kualitas udara dan peningkatan kebauan
selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Pengelolaan Dampak
Untuk mencegah penurunan kualitas udara dan peningkatan kebauan di
sekitar lokasi kegiatan selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1 akan diupayakan melalui :
•
Mempercepat pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur
keruk) ke tempat pembuangan akhir/disposal area setiap hari;
•
Pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) oleh
kendaraan truk pengangkut dilakukan tidak melebihi kapasitas
angkut dan ditutup dengan plastik/terpal untuk menghindari ceceran
sampah dan lumpur pada badan jalan, dan dilakukan di luar jam
sibuk pada malam hari (jam 21.00 s/d 05.00 WIB);
•
Mobilisasi kendaraan pengangkut tersebut dilakukan dengan
kecepatan yang terbatas ± 40 Km/jam untuk menghindari ceceran
sampah dan lumpur keruk;
•
Menggunakan kendaraaan yang kondisi baik dan telah lolos uji emisi
dengan diberi stiker lolos uji emisi untuk memperkecil emisi gas
buang dan mencegah tercecernya sampah dan lumpur keruk selama
pengangkutan ke disposal area;
•
Kontainer penampung material keruk sementara akan dilengkapi
dengan penutup;
•
Truk pengangkut dilengkapi dengan lapisan kedap air (watertight)
untuk mencegah ceceran lumpur tumpah ke jalan;
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐3 ]
•
Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi lapisan
kedap air (watertight) untuk mencegah adanya kebocoran.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak penurunan kualitas udara dan peningkatan
kebauan adalah di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dan
lokasi disposal area.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak penurunan kualitas udara dan peningkatan kebauan
akan dilakukan selama kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase
1 berlangsung.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak penurunan kualitas udara dan
peningkatan kebauan adalah Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal
Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen
Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak penurunan kualitas udara dan
peningkatqan kebauan adalah KLH dan Walikota Jakarta Utara, Jakarta
Barat dan Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak terhadap kualitas udara dan peningkatan
kebauan secara periodik akan dilaporkan kepada KLH dan Walikota
Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta BPLHD Provinsi DKI
Jakarta.
3.2.2
Kebisingan
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah kebisingan di dalam
dan sekitar lokasi proyek serta lokasi disposal area.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan
lumpur keruk) sebanyak + 2.080.000 m3.
c) Tolok Ukur Dampak
Kualitas udara ambien sesuai SK. Gub. KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001
tentang Penetapan Baku Mutu Kualitas Udara Ambien dan Tingkat
Kebisingan Dalam Wilayah DKI Jakarta.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐4 ]
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mencegah terjadinya peningkatan kebisingan selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Pengelolaan Dampak
Untuk mencegah peningkatan kebisingan di sekitar lokasi kegiatan
selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 akan
diupayakan melalui :
•
Melaksanakan pengerukan dalam cara
meminimalkan dampak terhadap kebisingan;
•
Mengikuti prosedur pengerukan standar untuk operasi pengerukan
dan pemeliharaan peralatan dan kendaraan;
•
Menetapkan batas kecepatan maksimum untuk kendaraan yang
beroperasi di lokasi pengerukan dan untuk dump truck
pengangkutan material keruk.
yang
efisien
untuk
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak kebisingan adalah di lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran CiliwungGn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk
Melati serta lokasi disposal area.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak kebisingan akan dilakukan selama kegiatan
operasional pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 berlangsung.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak kebisingan adalah Pemrakarsa Kegiatan
(Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta
Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak kebisingan adalah KLH
Walikota Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
j)
dan
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak terhadap kebisingan secara periodik akan
dilaporkan kepada KLH dan Walikota Jakarta Utara, Jakarta Barat dan
Jakarta Pusat serta BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐5 ]
3.2.3
Kuantitas Air Permukaan
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Kuantitas air permukaan/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume ±
2.080.000 m3.
c) Tolok Ukur Dampak
Berkurangnya genangan air/banjir setelah dilakukan pengerukan.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengurangi genangan air/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 setelah pengerukan dilakukan.
e) Pengelolaan Dampak
Untuk mengurangi terjadinya genangan air/banjir akibat kegiatan
pengerukan Sungai dan waduk JEDI Fase 1, akan diupayakan melalui :
•
Menyediakan informasi dan pendidikan kepada masyarakat sekitar
lokasi proyek masing-masing tentang menjaga sungai/ drainase kanal
dan waduks menjadi bersih;
•
Pemasangan papan pengumuman tentang dilaksanakannya kegiatan
pengerukasn pada lokasi-lokasi yang akan dikeruk, sebelum kegiatan
pengerukan dilaksanakan;
•
Melaksanakan pengerukan dengan menggunakan peralatan keruk
yang memenuhi standar dan sesuai dengan SOP.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak pengerukan terhadap kuantitas air
permukaan/banjir adalah di lokasi sungai dan waduk JEDI Fase 1 di
Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter,
Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan
dampak
pengerukan
terhadap
kuantitas
air
permukaan/banjir akan dilakukan sejak tahap pengerukan hingga pasca
pengerukan.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak terhadap kuantitas air permukaan/banjir
adalah Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐6 ]
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).’
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak pengerukan terhadap kuantitas
air permukaan/banjir adalah Suku Dinas PU Tata Air dan KLH Jakarta
Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak pengerukan terhadap kuantitas air
permukaan/banjir secara periodik akan dilaporkan kepada Suku Dinas
PU Tata Air, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD
Provinsi DKI Jakarta.
3.2.4
Kualitas Air Permukaan
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah Kualitas air
permukaan (dengan parameter TSS) di sekitar lokasi pengerukan sungai
dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume ±
2.080.000 m3.
c)
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah tidak terjadi pencemaran/penurunan kualitas
air permukaan akibat peningkatan konsentrasi TSS.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mencegah/menghindari terjadinya pencemaran/penurunan kualitas air
permukaan (meningkatnya TSS) di sekitar lokasi proyek pengerukan.
e) Pengelolaan Dampak
Untuk mencegah/menghindari terjadinya pencemaran/penurunan
kualitas air permukaan akibat kegiatan pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1 akan diupayakan melalui :
•
Timbulnya dampak ini tidak dapat dihindari karena sifat kegiatan
yang alami dapat memperbaiki sendiri, dan karena itu hanya dapat
dipantau.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐7 ]
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak limbah cair adalah di masing-masing lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran
Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir
dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak kualitas air akan dilakukan selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak kualitas air adalah Pemrakarsa Kegiatan
(Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta
Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak kualitas air adalah Suku Dinas
PU Tata Air dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak kualitas air secara periodik akan dilaporkan
kepada Suku Dinas PU Tata Air, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta
Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.2.5
Limbah/Sampah Padat
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah kebersihan
lingkungan akibat sampah kegiatan pengerukan/pemisahan material
keruk.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan/pemisahan material keruk.
c)
Tolok Ukur Dampak
Tolok ukur dampak adalah kebersihan lingkungan/tidak tercecernya
sampah di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mencegah/menghindari pengotoran lingkungan akibat pengerukan/
emisahan material keruk (sampah).
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐8 ]
e) Pengelolaan Dampak
Untuk mencegah/menghindari pengotoran lingkungan akibat sampah
selama pengerukan/pemisahan material keruk (sampah) Sungai dan
Waduk JEDI Fase 1 akan diupayakan melalui :
•
Mengumpulkan sampah hasil pengerukan dan pemisahan material
keruk (sampah dan lumpur keruk) agar tidak tercecer ke lingkungan
sekitarnya;
•
Mempercepat pengangkutan sampah hasil pengerukan dan
pemisahan material keruk sungai dan waduk JEDI Fase 1 ke lokasi
pembuangan (TPA) bekerjasama dengan Sudin Kebersihan atau
pihak swasta yang mempunyai ijin dari Pemda DKI Jakarta (Dinas
Kebersihan);
•
Melakukan pengawasan kebersihan lingkungan di lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1 dan badan jalan sekitar secara
kontinyu setiap hari selama kegiatan pengerukan berlangsung dengan
menempatkan petugas pemantau khusus.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan sampah adalah di dalam dan di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan sampah akan dilakukan selama tahap operasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak kualitas air adalah Pemrakarsa Kegiatan
(Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta
Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak sampah adalah Suku Dinas
Kebersihan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD
Provinsi DKI Jakarta.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan sampah secara periodik akan dilaporkan kepada Suku
Dinas Kebersihan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐9 ]
3.2.6
Kesempatan Kerja dan Berusaha
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah kesempatan kerja
dan berusaha di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja.
c) Tolok Ukur Dampak
Jumlah tenaga kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan sungai
dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengupayakan agar masyarakat di sekitar lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 dapat mendapatkan kesempatan kerja dan berusaha di
sekitar lokasi pengerukan.
e) Pengelolaan Dampak
Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi tenaga kerja terhadap
kesempatan kerja dan berusaha akan dilakukan melalui :
•
Menginformasikan lowongan kerja yang dibutuhkan di Proyek
Pengerukan sungai dan waduk JEDI fase 1 kepada masyarakat sekitar
melalui Kantor Kecamatan/Kelurahan dan Suku Dinas Tenaga Kerja;
•
Mengutamakan/memprioritaskan bagi penduduk sekitar proyek
untuk mengisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan selama tahap
operasional pengerukan sungai dan waduk JEDI fase 1 sepanjang
persyaratan dan kualifikasi/ketrampilan yang dibutuhkan proyek
terpenuhi.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak terbukanya kesempatan kerja dan berusaha
adalah di masing-masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase
1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong
Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak kesempatan kerja dan berusaha akan dilakukan
selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng
Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter
Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐10 ]
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak kesempatan kerja dan berusaha adalah
Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak kesempatan kerja dan berusaha
adalah KLH dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan
Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak kesempatan kerja dan berusaha secara
periodik akan dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.2.7
Persepsi Masyarakat
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Persepsi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja, mobilisasi peralatan dan kendaraan
pengangkut material keruk (sampah dan lumpur keruk), dan kegiatan
pengerukan.
c) Tolok Ukur Dampak
Persepsi masyarakat terhadap kegiatan pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengupayakan agar persepsi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif.
e) Pengelolaan Dampak
Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi peralatan dan kendaraan
pengangkut material keruk (sampah dan lumpur keruk), kegiatan
pengerukan dan pengangkutan material keruk terhadap persepsi
masyarakat akan dilakukan melalui :
•
Membuat papan pengumuman tentang pelaksanaan kegiatan
pengerukan sebelum kegiatan pengerukan dimulai dan memasang
pada jarak 1 km dari papan pengumuan;
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐11 ]
•
Persyaratan bagi kontraktor pengerukan: penggunaan alat keruk yang
memenuhi standar dan pergerakan/manuver alat keruk sesuai
dengan SOP pengerukan;
•
Mengelola untuk mengantisipasi dampak penting fisik-kimia, biologi,
dan sosial-ekonomi, budaya serta dari masing-masing komponen
proyek kegiatan;
•
Melanjutkan kegiatan informal dengan para pemimpin masyarakat
sebagai kemajuan kegiatan pengerukan untuk mempertahankan
dukungan dari masyarakat;
•
Melanjutkan untuk memberikan informasi kepada stakeholder yang
relevan dan masyarakat yang berpotensi terkena dampak selama
kegiatan pengerukan;
•
Memberikan informasi kesempatan kerja dalam proyek pengerukan
kepada masyarakat sekitar lokasi pengerukan melalui kantor
kelurahan dan Kantor Kecamatan dan Kantor Tenaga Kerja;
•
Memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat setempat selama
bekerja dalam kegiatan pengerukan sepanjang mereka memenuhi
persyaratan dan kualifikasi;
•
Menyediakan pelatihan yang memadai untuk staf di lokasi
pengerukan untuk mengoperasikan peralatan berat, melakukan
pengerukan, dan mengangkut material keruk;
•
Mendidik staf untuk melakukan perilaku yang sesuai di lokasi
pengerukan setiap saat.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak persepsi negatif masyarakat adalah di
masing-masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di
Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter,
Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak persepsi masyarakat akan dilakukan selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak persepsi masyarakat adalah Pemrakarsa
Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal
Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi DKI Jakarta).
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐12 ]
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak persepsi masyarakat adalah KLH
dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak persepsi masyarakat secara periodik akan
dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.2.8
Gangguan Kamtibmas
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah kamtibmas di
sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi peralatan dan kendaraan pengangkut material keruk
(sampah dan lumpur keruk).
c) Tolok Ukur Dampak
Angka kriminalitas di dalam dan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 dan tidak terjadinya komplain masyarakat terhadap
pelaksanaan pengerukan dan aktivitas tenaga kerja operasional
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengupayakan agar angka kriminalitas di dalam dan di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dapat ditekan serendah
mungkin.
e) Pengelolaan Dampak
Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi peralatan terhadap
kamtibmas akan dilakukan melalui:
•
Menyediakan pelatihan yang memadai untuk staf di lokasi
pengerukan untuk mengoperasikan peralatan berat dan untuk
melakukan pengerukan;
•
Menyediakan petugas keamanan yang memadai di setiap lokasi
pengerukan.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak gangguan kamtibmas adalah di dalam dan di
sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐13 ]
Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter
Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak gangguan kamtibmas akan dilakukan selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak gangguan kamtibmas adalah Pemrakarsa
Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal
Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak gangguan kamtibmas adalah
KLH dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta
Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak gangguan kamtibmas secara periodik akan
dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.2.9
Sarana dan Prasaran Kota
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah sarana dan
prasarana di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi peralatan pengerukan dan kegiatan pengerukan.
c) Tolok Ukur Dampak
Kondisi sarana dan prasarana kota dan jumlah komplain yang diterima
terhadap kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengupayakan agar sarana dan prasaran kota tidak terganggu oleh
kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif.
e) Pengelolaan Dampak
Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi peralatan terhadap
sarana dan prasarana kota akan dilakukan melalui :
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐14 ]
•
Penempatan alat-alat berat yang sesuai dengan tempatnya;
•
Menyediakan pelatihan yang memadai untuk staf di lokasi
pengerukan untuk mengoperasikan peralatan berat;
•
Koordinasi dan kerjasama teknis dengan stakeholder yang relevan
(seperti keberadaan pipa air minum milik PAM Jaya/Aerta/Palyja),
termasuk di tingkat kotamadya dan tingkat kecamatan, yang
bertanggung jawab atas infrastruktur dan fasilitas perkotaan
sepanjang kegiatan pengerukan.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak sarana dan prasarana kota adalah di masingmasing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng
Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter
Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak sarana dan prasarana kota akan dilakukan selama
tahap operasional pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak sarana dan prasarana kota adalah
Kontraktor Pelaksana Pengerukan dan Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat
Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya
Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI
Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak sarana dan prasarana kota adalah
KLH dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta
Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak sarana dan prasarana kota secara periodik
akan dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat
dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.2.10
Transportasi/lalu lintas
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah lalu lintas di sekitar
lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐15 ]
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi peralatan, operasional pengerukan (peralatan berat)
dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) sungai
dan waduk JEDI Fase 1.
c) Tolok Ukur Dampak
Tidak terjadi kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pengerukan sungai
dan waduk JEDI Fase 1 terutama pada saat jam-jam sibuk.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengendalikan agar tidak terjadi gangguan kelancaran lalu lintas di
sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Pengelolaan Dampak
Pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas akan diupayakan
melalui :
•
Memberikan pemberitahuan tentang kegiatan pengerukan di jalanjalan yang akan dan saat ini dipengaruhi oleh kegiatan;
•
Memberikan rambu-rambu pemberitahuan di lokasi yang tepat di
masing-masing lokasi pengerukan untuk meminimalkan resiko
keselamatan;
•
Menempatkan petugas pengatur lalu lintas di setiap
pengerukan untuk mengatur antrian truk-truk pengangkut;
•
Pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) oleh
kendaraan truk pengangkut dilakukan tidak melebihi kapasitas
angkut dan ditutup dengan plastik/terpal untuk menghindari ceceran
sampah dan lumpur pada badan jalan, dan dilakukan di luar jam
sibuk pada malam hari (jam 21.00 s/d 05.00 WIB);
•
Mobilisasi kendaraan pengangkut tersebut dilakukan dengan
kecepatan yang terbatas ± 40 Km/jam untuk menghindari ceceran
sampah dan lumpur keruk;
•
Truk pengangkut dilengkapi dengan lapisan kedap air (watertight)
untuk mencegah ceceran lumpur tumpah ke jalan;
•
Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi lapisan
kedap air (watertight) untuk mencegah adanya kebocoran.
•
Penempatan alat-alat berat yang sesuai dengan tempatnya;
•
Menjaga kebersihan truk untuk mengangkut bahan dikeruk;
•
Menyediakan pelatihan yang memadai untuk staf di lokasi
pengerukan untuk mengoperasikan peralatan berat;
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) lokasi
[ III‐16 ]
•
Koordinasi dengan stakeholder yang relevan, termasuk di tingkat
kotamadya dan tingkat kecamatan, sepanjang periode pengerukan.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas adalah pada
badan-badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran
Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak terhadap kelancaran lalu lintas akan dilakukan
selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas adalah
Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas
adalah Suku Dinas Perhubungan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat
dan Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas secara
periodik akan dilaporkan kepada Suku Dinas Perhubungan, KLH Jakarta
Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.3
DAMPAK PADA TAHAP PASCA PENGERUKAN
Komponen lingkungan yang akan terkena dampak penting pada tahap pasca
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 sesuai dengan prioritas dampak
penting adalah: Kuantitas Air Permukaan/Banjir, Persepsi Masyarakat dan
transportasi/lalu lintas.
3.3.1
Kuantitas Air Permukaan/Banjir
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah Kuantitas air
permukaan/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐17 ]
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
c) Tolok Ukur Dampak
Berkurangnya genangan air/banjir setelah pengerukan rutin (maintenance
dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengurangi genangan air/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 setelah dilakukan pengerukan rutin (maintenance
dredging).
e) Pengelolaan Dampak
Untuk meningkatkan dampak positif pengerukan rutin (maintenance
dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 terhadap penurunan kuantitas
air permukaan/genangan air/banjir, akan diupayakan melalui :
•
Sosialisasi kepada masyarakat sekitar masing-masing lokasi kegiatan
untuk menjaga kebersihan sungai dan waduk di sekitar lokasi tempat
tinggal mereka;
•
Secara rutin membersihkan sampah yang ada di masing-masing
sungai dan waduk dan melakukan pengerukan/maintenance dredging
secara rutin setiap 2 (dua) tahun sekali.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak pengerukan rutin (maintenance dredging)
terhadap kuantitas air permukaan/banjir adalah di lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran CiliwungGn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk
Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan
waduk JEDI Fase 1 terhadap kuantitas air permukaan/banjir akan
dilakukan selama sungai dan waduk JEDI Fase 1 beroperasi.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak pengerukan rutin (maintenance dredging)
Waduk dan Sungai JEDI Fase 1 terhadap kuantitas air permukaan/banjir
adalah Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐18 ]
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak pengerukan rutin (maintenance
dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 terhadap kuantitas air
permukaan/banjir adalah Suku Dinas PU Tata Air dan KLH Jakarta
Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak pengerukan rutin (maintenance dredging)
Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 terhadap kuantitas air permukaan/banjir
secara periodik akan dilaporkan kepada Suku Dinas PU Tata Air, KLH
Jakarta Utara,Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI
Jakarta.
3.3.2
Persepsi Masyarakat
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah persepsi masyarakat
di sekitar lokasi pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan
waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
c) Tolok Ukur Dampak
Persepsi masyarakat sekitar terhadap pelaksanaan pengerukan rutin
(maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengupayakan agar persepsi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan
rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif.
e) Pengelolaan Dampak
Upaya pengelolaan dampak kegiatan pengerukan rutin (maintenance
dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 terhadap persepsi masyarakat
akan dilakukan melalui :
•
Mengelola berbagai dampak negatif yang akan muncul akibat
kegiatan pengerukan/maintenance dredging seperti kebisingan,
kebauan, gangguan lalu lintas seperti telah diuraikan sebelumnya;
•
Menginformasikan tentang pelepasan tenaga kerja setelah kegiatan
pengerukan telah selesai;
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐19 ]
•
Koordinasi dengan tokoh masyarakat dalam penerimaan tenaga kerja
pengerukan/maintenance dredging dan ikut membantu berbagai
kegiatan sosial kemasyarakatan warga sekitar.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak persepsi negatif masyarakat adalah di
sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 di
Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter,
Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak persepsi negatif mesyarakat akan dilakukan di
sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak persepsi negatif masyarakat adalah
Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak persepsi masyarakat adalah
KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kelurahan sekitar.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak persepsi masyarakat secara periodik akan
dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
3.3.3
Transportasi/Lalu lintas
a) Komponen Lingkungan Yang Terkena Dampak
Komponen lingkungan yang terkena dampak adalah lalu lintas di sekitar
lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan demobilisasi peralatan pengerukan JEDI Fase 1.
c) Tolok Ukur Dampak
Tidak terjadi kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pengerukan sungai
dan waduk JEDI Fase 1 terutama pada saat jam-jam sibuk.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐20 ]
d) Tujuan Rencana Pengelolaan Lingkungan
Mengendalikan agar tidak terjadi gangguan kelancaran lalu lintas di
sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 selama tahap
pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Pengelolaan Dampak
Pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas akan diupayakan
melalui :
•
Menempatkan petugas pengatur lalu lintas di setiap lokasi
pengerukan untuk memperlancar kegiatan demobilisasi peralatan
pengerukan;
•
Menjaga kebersihan truk untuk mengangkut peralatan pengerukan;
•
Koordinasi dengan stakeholder yang relevan, termasuk di tingkat
kotamadya dan tingkat kecamatan, sepanjang periode pasca
pengerukan.
f) Lokasi Pengelolaan Lingkungan
Lokasi pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas adalah pada
badan-badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari, Saluran
Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
g) Periode Pengelolaan Lingkungan
Pengelolaan dampak terhadap kelancaran lalu lintas akan dilakukan
selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
h) Pelaksana Pengelolaan Lingkungan
Pelaksana pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas adalah
Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan
Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta
Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
i)
Pengawas Pengelolaan Lingkungan
Instansi pengawas pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas
adalah Suku Dinas Perhubungan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat
dan Jakarta Pusat.
j)
Pelaporan Hasil Pengelolaan Lingkungan
Hasil pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas secara
periodik akan dilaporkan kepada Suku Dinas Perhubungan, KLH Jakarta
Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐21 ]
Ringkasan pengelolaan lingkungan dapat dilihat pada Tabel III-1, sedangkan
lokasi pengelolaan lingkungan tahap pra pengerukan, pengerukan dan pasca
pengerukan dapat lihat pada Gambar III-1.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐22 ]
Peta III‐1. LOKASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN Keterangan: Kuantitas dan Kualitas air permukaan
Kualitas udara, Kebisingan &kebauan
Persepsi masyarakat
Transportasi/lalu lintas 3.4
STRUKTUR ORGANISASI PENGELOLAAN LINGKUNGAN HIDUP
Pelaksanaan pengelolaan lingkungan tahap pengerukan dan tahap pasca
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dilakukan oleh pemrakarsa
kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Direktorat Jenderal Cipta
Karya Departemen Pekerjaan Umum dan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi
DKI Jakarta). Dalam pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan,
pemrakarsa kegiatan sebagai penanggung jawab akan berkoordinasai dengan
Instansi Pembina, yaitu BPLHD Provinsi DKI Jakarta, KLH Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan
masyarakat pemerhati/peduli lingkungan (Formapel) yang terdapat d
wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Jakarta Utara serta dengan tokohtokoh masyarakat (RT/RW/Kelurahan dan Dewan Kelurahan setempat).
Selama pekerjaan pengerukan berlangsung, pemrakarsa kegiatan akan
menempatkan Bagian Humas, Sosial Kemasyarakatan yang akan
berkoordinasi dengan instansi pembina dan tokoh-tokoh masyarakat. Di
lokasi proyek akan ditempatkan Posko Pengaduan.
Hasil implementasi pengelolaan dan pemantauan lingkungan (RKL dan RPL)
akan dilaporkan setiap 6 bulan sekali pada tahap pengerukan dan tahap
pasca pengerukan ke BPLHD Provinsi DKI Jakarta dengan tembusan ke KLH
Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan instatansi terkait lainnya.
Struktur organisasi yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan tahap Pra
pengerukan, pengerukan dan pasca pengerukan dapat dilihat pada Gambar
III-1.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐24 ]
INSTANSI TERKAIT DI LINGKUNGAN
PEMDA DKI JAKARTA (BPLHD, DAN
KLH JAKARTA BARAT, JAKARTA
PUSAT DAN JAKARTA TIMUR
DITJEN SUMBER DAYA AIR (PIU: Balai Besar
Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane,
DITJEN CIPTA KARYA (PIU: Direktorat
Pengembangan Penyehatan LIngkungan
Pemukiman)
PROVINSI DKI JAKARTA (PIU: DInas PU PROV.
DKI Jakarta
MASYARAKAT PEMERHATI
Forum Masyarakat Peduli Lingkungan
(FORMAPEL), RT/RW, Dekel,
Kelurahan)
PEMBINA
PELAKSANA PENGELOLAAN LINGKUNGAN
PEMELIHARAAN
SARANA DAN
PRASARNA
Keterangan: SEKSI K3 Gambar III-1
CHIEF ENGINEERING
PETUGAS KEAMANAN
KESELAMATAN &
KESEHATAN KERJA
HUMAS SOSIAL DAN
KEMASYARAKATAN
: Garis Komando : Garis Koordinasi : Bertanggung jawab atas pengelolaan dan pemantauan terhadap keselamatan dan kesehatan kerja selama kegiatan pengerukan berlangsung Struktur Organisasi Pengelolaan Lingkungan Tahap Pra
Pengerukan, Pengerukan dan Pasca Pengerukan Kegiatan
Pengerukan Sungai dan Waduk dalam Rangka Jedi Fase 1
Catatan:
Tugas pokok Bagian Humas, Sosial dan Kemasyarakatan adalah:
1. Memantau pelaksanaan pekerjaan pengerukan di lapangan setiap hari;
2. Berkoordinasi dengan Instansi Pembina/Instansi terkait dan masyarakat
pemerhati lingkungan (Formapel) maupun masyarakat umum di sekitar
lokasi pengerukan;
3. Menerima masukan-masukan dari Instansi Pembina/Instansi terkait dan
masyarakat terutama yang berkaitan dengan pelaksanaan pekerjaan
proyek dan pengelolaan lingkungan hidup untuk disampaikan kepada
pimpinan dan ditindak lanjuti.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐25 ]
3.5
SISTEMATIKA LAPORAN IMPLEMENTASI RKL DAN RPL
Sesuai Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 45 tahun 2005
tentang Pedoman Penyusunan Laporan Pelaksanaan RKL dan RPL,
sistematika laporan implementasi RKL dan RPL adalah sebagai berikut:
Bab I. Pendahuluan
1.1.
Identitas Perusahaan
1.2.
Lokasi Kegiatan
1.3.
Deskripsi Kegiatan
1.4.
Perkembangan Lingkungan Sekitar
Bab II. Pelaksanaan
2.1.
RKL
2.1.1.
Jenis Dampak dan Sumber Dampak
2.1.2.
Upaya Pengelolaan
2.1.3.
Lampiran Visualisasi Pelaksanaan Pengelolaan Lingkungan
2.2.
RPL
2.2.1.
Jenis Dampak dan Sumber Dampak
2.2.2.
Uraian Pelaksanaan Pemantauan Lingkungan
2.2.3.
Lampiran Hasil Pelaksanaan Pengukuran
Bab III. Evaluasi
3.1.
Tujuan Evaluasi
3.2.
Evaluasi Kecenderungan (trend evaluation)
3.3.
Evaluasi Tingkat Kritis (critical level evaluation)
3.4.
Evaluasi Pentaatan (compliance evaluation)
Bab IV. Kesimpulan
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ III‐26 ]
Tabel III-1
Ringkasan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Jedi Fase 1
Jenis Dampak Sumber Lingkungan Dampak TAHAP PRA PENGERUKAN 1. Persepsi Sosialiasi publik masyarakat kegiatan pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 Tujuan Pengelolaan Tolok Ukur Dampak Upaya Pengelolaan Dampak Mengupayakan agar persepsi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif Persepsi positif masyarakat terhadap pelaksanaan sosialisasi kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Upaya pengelolaan dampak kegiatan pengerukan rutin Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 terhadap persepsi masyarakat akan dilakukan melalui: • Memasang papan pengumuman dalam rangka akan melakukan kegiatan pengerukan sungai dan waduk Jedi Fase 1 sebelum dimulai kegiatan pengerukan; • Melakukan kegiatan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat sekitar lokasi kegiatan pada saat akan memulai kegiatan pengerukan; • Koordinasi dengan tokoh masyarakat dan aparat/instansi terkait sebelum dan selama pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 berlangsung. TAHAP PENGERUKAN 1. Kualitas udara Kegiatan dan Kebauan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) sebanyak + 3
2.080.000 m . Mencegah terjadinya penurunan kualitas udara ambien dan peningkatan kebauan selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kualitas udara ambient sesuai SK. Gub. KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 tentang Penetapan Baku Mutu Kualitas Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan Dalam Wilayah DKI Jakarta dan tingkat kebauan sesuai KepMen LH No. Kep‐
50/MENLH/11/19
96 tentang Baku Mutu Tingkat Kebauan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Untuk mencegah penurunan kualitas udara dan peningkatan kebauan di sekitar lokasi kegiatan selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 akan diupayakan melalui : • Mempercepat pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) ke tempat pembuangan akhir/disposal area setiap hari; • Pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) oleh kendaraan truk pengangkut dilakukan tidak melebihi kapasitas angkut dan ditutup dengan plastik/terpal untuk menghindari ceceran sampah dan lumpur pada badan jalan, dan dilakukan di luar jam sibuk pada malam hari (jam 21.00 s/d 05.00 WIB); • Mobilisasi kendaraan pengangkut tersebut dilakukan dengan kecepatan yang terbatas ± 40 Km/jam untuk menghindari ceceran sampah dan lumpur keruk; Lokasi Pengelolaan Lokasi pengelolaan dampak persepsi negatif masyarakat adalah di sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Lokasi pengelolaan dampak kualitas udara dan kebauan adalah di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati serta lokasi disposal area Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Pengelolaan dampak persepsi negatif mesyarakat akan dilakukan di sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 dilakukan sejak tahap pra pengerukan Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kelurahan sekitar. Pengelolaan dampak penurunan kualitas udara dan peningkatan kebauan akan dilakukan selama kegiatan operasional pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 berlangsung Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). KLH dan Walikota Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta KLH dan Walikota Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta BPLHD Provinsi DKI Jakarta [ III‐27 ] Jenis Dampak Lingkungan Sumber Dampak Tujuan Pengelolaan Tolok Ukur Dampak Upaya Pengelolaan Dampak • Menggunakan kendaraaan yang kondisi baik dan telah lolos uji emisi dengan diberi stiker lolos uji emisi untuk memperkecil emisi gas buang dan mencegah tercecernya sampah dan lumpur keruk selama pengangkutan ke disposal area; Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Lokasi pengelolaan dampak kebisingan adalah di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati serta lokasi disposal area Pengelolaan dampak kebisingan akan dilakukan selama kegiatan operasional pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 berlangsung Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan • Kontainer penampung material keruk sementara akan dilengkapi dengan penutup; • Truk pengangkut dilengkapi dengan lapisan kedap air (watertight) untuk mencegah ceceran lumpur tumpah ke jalan; • Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi lapisan kedap air (watertight) untuk mencegah adanya kebocoran. 2. Kebisingan Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) sebanyak + 3
2.080.000 m . Mencegah terjadinya peningkatan kebisingan selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kebisingan sesuai SK. Gub. KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 tentang Penetapan Baku Mutu Kualitas Udara Ambien dan Tingkat Kebisingan Dalam Wilayah DKI Jakarta Untuk mencegah peningkatan kebisingan di sekitar lokasi kegiatan selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 akan diupayakan melalui : • Melaksanakan pengerukan dalam cara yang efisien untuk meminimalkan dampak terhadap kebisingan; • Mengikuti prosedur operasi standar untuk operasi pengerukan dan pemeliharaan peralatan dan kendaraan; • Menetapkan batas kecepatan maksimum untuk kendaraan yang beroperasi di lokasi pengerukan dan untuk dump truck pengangkutan material keruk. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). KLH dan Walikota Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. KLH dan Walikota Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat serta BPLHD Provinsi DKI Jakarta [ III‐28 ] Jenis Dampak Lingkungan 3. Kuantitas Air Permukaan Sumber Dampak Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume ± 3
2.080.000 m Tujuan Pengelolaan Mengurangi genangan air/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 setelah pengerukan dilakukan Tolok Ukur Dampak Berkurangnya genangan air/banjir setelah dilakukan pengerukan Upaya Pengelolaan Dampak Untuk mengurangi terjadinya genangan air/banjir akibat kegiatan pengerukan Sungai dan waduk JEDI Fase 1, akan diupayakan melalui : • Menyediakan informasi dan pendidikan kepada masyarakat sekitar lokasi proyek masing‐masing tentang menjaga sungai/ drainase kanal dan waduk menjadi bersih; • Pemasangan papan pengumuman tentang dilaksanakannya kegiatan pengerukasn pada lokasi‐lokasi yang akan dikeruk, sebelum kegiatan pengerukan dilaksanakan; Lokasi Pengelolaan di lokasi sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Periode Pengelolaan Sejak tahap pengerukan hingga pasca pengerukan. Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Pemrakarsa Suku Dinas PU Suku Dinas PU Kegiatan Tata Air, KLH Tata Air dan (Direktorat Jakarta Utara, KLH Jakarta Utara, Jakarta Jakarta Barat, Jenderal Barat dan Sumber Daya Jakarta Pusat Jakarta Pusat Air dan dan BPLHD Direktorat Provinsi DKI Jenderal Cipta Jakarta. Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta) Di masing‐
masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati. Selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta • Melaksanakan pengerukan dengan menggunakan peralatan keruk yang memenuhi standar dan sesuai dengan SOP. 4. Kualitas Air Permukaan Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume ± 3
2.080.000 m . Mencegah/mengh
indari terjadinya pencemaran/penu
runan kualitas air permukaan (meningkatnya TSS) di sekitar lokasi proyek pengerukan Tidak terjadi pencemaran/penu
runan kualitas air permukaan akibat peningkatan konsentrasi TSS Untuk mencegah/menghindari terjadinya pencemaran/penurunan kualitas air permukaan akibat kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 akan diupayakan melalui : • Timbulnya dampak ini tidak dapat dihindari karena sifat kegiatan yang alami dapat memperbaiki sendiri, dan karena itu hanya dapat dipantau. 5. Limbah Padat Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) sebanyak + 3
2.080.000 m . Mencegah/meng
hindari pengotoran lingkungan akibat pengerukan/ emisahan material keruk (sampah). Kebersihan lingkungan/tidak tercecernya sampah di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Untuk mencegah/menghindari pengotoran lingkungan akibat sampah selama pengerukan/pemisahan material keruk (sampah) Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 akan diupayakan melalui : • Mengumpulkan sampah hasil pengerukan dan pemisahan material keruk (sampah dan lumpur keruk) agar tidak tercecer ke lingkungan sekitarnya; • Mempercepat pengangkutan sampah hasil pengerukan dan pemisahan material keruk Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Di masing‐
masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Suku Dinas PU Tata Air dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Suku Dinas Kebersihan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Secara periodik akan dilaporkan ke Suku Dinas Perhubungan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta Secara periodik akan dilaporkan ke Suku Dinas Kebersihan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta [ III‐29 ] Jenis Dampak Lingkungan Sumber Dampak Tujuan Pengelolaan Tolok Ukur Dampak Upaya Pengelolaan Dampak sungai dan waduk JEDI Fase 1 ke lokasi pembuangan (TPA) bekerjasama dengan Sudin Kebersihan atau pihak swasta yang mempunyai ijin dari Pemda DKI Jakarta (Dinas Kebersihan); Lokasi Pengelolaan Drain bagian hilir dan Waduk Melati. Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Di masing‐
masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). KLH dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Secara periodik akan dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Di masing‐
masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati. Pengelolaan dampak persepsi masyarakat akan dilakukan selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). KLH dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta • Melakukan pengawasan kebersihan lingkungan di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dan badan jalan sekitar secara kontinyu setiap hari selama kegiatan pengerukan berlangsung dengan menempatkan petugas pemantau khusus. 6. Kesempatan Kerja dan Berusaha 7. Persepsi Masyarakat Kegiatan mobilisasi tenaga kerja Kegiatan tenaga kerja, mobilisasi peralatan dan kendaraan pengangkut material keruk (sampah dan lumpur keruk), dan kegiatan pengerukan Mengupayakan agar masyarakat di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dapat mendapatkan kesempatan kerja dan berusaha di sekitar lokasi pengerukan Jumlah tenaga kerja bagi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Mengupayakan agar persepsi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif Persepsi masyarakat terhadap kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi tenaga kerja terhadap kesempatan kerja dan berusaha akan dilakukan melalui : • Menginformasikan lowongan kerja yang dibutuhkan di Proyek Pengerukan sungai dan waduk JEDI fase 1 kepada masyarakat sekitar melalui Kantor Kecamatan/Kelurahan dan Suku Dinas Tenaga Kerja; • Mengutamakan/memprioritaskan bagi penduduk sekitar proyek untuk mengisi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan selama tahap operasional pengerukan sungai dan waduk JEDI fase 1 sepanjang persyaratan dan kualifikasi/ketrampilan yang dibutuhkan proyek terpenuhi. Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi peralatan dan kendaraan pengangkut material keruk (sampah dan lumpur keruk), kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) terhadap persepsi masyarakat akan dilakukan melalui : • Membuat papan pengumuman tentang pelaksanaan kegiatan pengerukan sebelum kegiatan pengerukan dimulai dan memasang pada jarak 1 km dari papan pengumuan; • Persyaratan bagi kontraktor pengerukan: penggunaan alat keruk yang memenuhi standar dan pergerakan/manuver alat keruk sesuai dengan SOP pengerukan; • Mengelola untuk mengantisipasi dampak Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ III‐30 ] Jenis Dampak Lingkungan Sumber Dampak Tujuan Pengelolaan Tolok Ukur Dampak Upaya Pengelolaan Dampak penting fisik‐kimia, biologi, dan sosial‐
ekonomi, budaya serta dari masing‐masing komponen proyek kegiatan; Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Lokasi pengelolaan dampak gangguan kamtibmas adalah di dalam dan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan • Melanjutkan kegiatan informal dengan para pemimpin masyarakat sebagai kemajuan kegiatan pengerukan untuk mempertahankan dukungan dari masyarakat; • Melanjutkan untuk memberikan informasi kepada stakeholder yang relevan dan masyarakat yang berpotensi terkena dampak selama kegiatan pengerukan; • Memberikan informasi kesempatan kerja dalam proyek pengerukan kepada masyarakat sekitar lokasi pengerukan melalui kantor kelurahan dan Kantor Kecamatan dan Kantor Tenaga Kerja; • Memprioritaskan tenaga kerja dari masyarakat setempat selama bekerja dalam kegiatan pengerukan sepanjang mereka memenuhi persyaratan dan kualifikasi; • Menyediakan pelatihan yang memadai untuk staf di lokasi pengerukan untuk mengoperasikan peralatan berat, melakukan pengerukan, dan mengangkut material keruk. • Mendidik staf untuk melakukan perilaku yang sesuai di lokasi pengerukan setiap saat. 8. Gangguan Kamtibmas Kegiatan mobilisasi peralatan dan kendaraan pengangkut material keruk (sampah dan lumpur keruk) Mengupayakan agar angka kriminalitas di dalam dan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dapat ditekan serendah mungkin Angka kriminalitas di dalam dan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dan tidak terjadinya komplain masyarakat terhadap pelaksanaan pengerukan dan aktivitas tenaga kerja operasional Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi peralatan terhadap kamtibmas akan dilakukan melalui : • Menyediakan pelatihan yang memadai untuk staf di lokasi pengerukan untuk mengoperasikan peralatan berat dan untuk melakukan pengerukan; • Menyediakan petugas keamanan yang memadai di setiap lokasi pengerukan. Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan KLH dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat secara periodik akan dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta [ III‐31 ] Jenis Dampak Lingkungan 9. Sarana dan Prasaran Kota Sumber Dampak Kegiatan mobilisasi peralatan pengerukan dan kegiatan pengerukan Tujuan Pengelolaan Mengupayakan agar sarana dan prasaran kota tidak terganggu oleh kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif Tolok Ukur Dampak pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Upaya Pengelolaan Dampak Kondisi sarana dan Upaya pengelolaan dampak kegiatan mobilisasi peralatan terhadap sarana dan prasarana kota prasarana kota akan dilakukan melalui : dan jumlah komplain yang diterima terhadap • Penempatan alat‐alat berat yang sesuai dengan tempatnya; kegiatan pengerukan • Menyediakan pelatihan yang memadai untuk sungai dan waduk staf di lokasi pengerukan untuk JEDI Fase 1 mengoperasikan peralatan berat; • Koordinasi dan kerjasama teknis dengan stakeholder yang relevan (seperti keberadaan pipa air minum milik PAM Jaya/Aerta/Palyja), termasuk di tingkat kotamadya dan tingkat kecamatan, yang bertanggung jawab atas infrastruktur dan fasilitas perkotaan sepanjang kegiatan pengerukan. 10. Transportasi/ lalu lintas Kegiatan mobilisasi peralatan, operasional pengerukan (peralatan berat) dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) sungai dan waduk JEDI Fase 1 Mengendalikan agar tidak terjadi gangguan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu Tidak terjadi kemacetan lalu lintas akan diupayakan melalui : lintas di sekitar lokasi pengerukan • Memberikan pemberitahuan tentang kegiatan pengerukan di jalan‐jalan yang akan sungai dan waduk dan saat ini dipengaruhi oleh kegiatan; JEDI Fase 1 terutama pada • Memberikan rambu‐rambu pemberitahuan saat jam‐jam sibuk di lokasi yang tepat di masing‐masing lokasi pengerukan untuk meminimalkan resiko keselamatan; • Menempatkan petugas pengatur lalu lintas di setiap lokasi pengerukan untuk mengatur antrian truk‐truk pengangkut; • Pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) oleh kendaraan truk pengangkut dilakukan tidak melebihi kapasitas angkut dan ditutup dengan plastik/terpal untuk menghindari ceceran sampah dan lumpur pada badan jalan, dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Lokasi Pengelolaan Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Lokasi pengelolaan dampak sarana dan prasarana kota adalah di masing‐masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Lokasi pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas adalah pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Periode Pengelolaan selama tahap operasional pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Umum Provinsi DKI Jakarta) Kontraktor Pelaksana Pengerukan dan Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta) Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta) KLH dan Walikota Administrasi Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Secara periodik akan dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta. Suku Dinas Perhubungan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Secara periodik akan dilaporkan kepada Suku Dinas Perhubungan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta [ III‐32 ] Jenis Dampak Lingkungan Sumber Dampak Tujuan Pengelolaan Tolok Ukur Dampak Upaya Pengelolaan Dampak dilakukan di luar jam sibuk pada malam hari (jam 21.00 s/d 05.00 WIB); Lokasi Pengelolaan Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan • Mobilisasi kendaraan pengangkut tersebut dilakukan dengan kecepatan yang terbatas ± 40 Km/jam untuk menghindari ceceran sampah dan lumpur keruk; • Truk pengangkut dilengkapi dengan lapisan kedap air (watertight) untuk mencegah ceceran lumpur tumpah ke jalan; • Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi lapisan kedap air (watertight) untuk mencegah adanya kebocoran; • Penempatan alat‐alat berat yang sesuai dengan tempatnya; • Menjaga kebersihan truk untuk mengangkut bahan dikeruk; • Menyediakan pelatihan yang memadai untuk staf di lokasi pengerukan untuk mengoperasikan peralatan berat; • Melaksanakan pengerukan dan pengangkutan bahan‐bahan yang dikeruk selama periode off‐peak; • Koordinasi dengan stakeholder yang relevan, termasuk di tingkat kotamadya dan tingkat kecamatan, sepanjang periode pengerukan. C. TAHAP PASCA PENGERUKAN 1. Kuantitas Air Permukaan/Banjir Kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1. Mengurangi genangan air/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 setelah dilakukan pengerukan rutin (maintenance dredging) Berkurangnya genangan air/banjir setelah pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Untuk meningkatkan dampak positif pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 terhadap penurunan kuantitas air permukaan/genangan air/banjir, akan diupayakan melalui : • Sosialisasi kepada masyarakat sekitar masing‐masing lokasi kegiatan untuk menjaga kebersihan sungai dan waduk di sekitar lokasi tempat tinggal mereka; • Secara rutin membersihkan sampah yang ada di masing‐masing sungai dan waduk dan melakukan pengerukan/maintenance dredging secara rutin setiap 2 (dua) tahun Lokasi pengelolaan dampak pengerukan rutin (maintenance dredging) terhadap kuantitas air permukaan/ban
jir adalah di lokasi pengerukan sungai dan Selama sungai dan waduk JEDI Fase 1 beroperasi. Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Suku Dinas PU Tata Air dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. secara periodik akan dilaporkan kepada Suku Dinas PU Tata Air, KLH Jakarta Utara,Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta [ III‐33 ] Jenis Dampak Lingkungan Sumber Dampak Tujuan Pengelolaan Tolok Ukur Dampak Upaya Pengelolaan Dampak sekali.. 2. Persepsi Masyarakat Kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1. Mengupayakan agar persepsi masyarakat di sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 positif. Persepsi masyarakat sekitar terhadap pelaksanaan pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 Upaya pengelolaan dampak kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 terhadap persepsi masyarakat akan dilakukan melalui : • Mengelola berbagai dampak negatif yang akan muncul akibat kegiatan pengerukan/maintenance dredging seperti kebisingan, kebauan, gangguan lalu lintas seperti telah diuraikan sebelumnya; • Menginformasikan tentang pelepasan tenaga kerja setelah kegiatan pengerukan telah selesai; Lokasi Pengelolaan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati. Di sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Periode Pengelolaan Pengelolaan dampak persepsi negatif mesyarakat akan dilakukan di sekitar lokasi pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta) KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Kelurahan sekitar. selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Suku Dinas Perhubungan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat. • Koordinasi dengan tokoh masyarakat dalam penerimaan tenaga kerja pengerukan/ maintenance dredging dan ikut membantu berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan warga sekitar. 3. Transportasi/Lalu lintas Kegiatan demobilisasi peralatan pengerukan JEDI Fase 1 Mengendalikan agar tidak terjadi gangguan kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 selama tahap pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Tidak terjadi kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 terutama pada saat jam‐jam sibuk. Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas akan diupayakan melalui : • Menempatkan petugas pengatur lalu lintas di setiap lokasi pengerukan untuk memperlancar kegiatan demobilisasi peralatan pengerukan; • Menjaga kebersihan truk untuk mengangkut peralatan pengerukan; • Koordinasi dengan stakeholder yang relevan, termasuk di tingkat kotamadya dan tingkat kecamatan, sepanjang periode pasca pengerukan. Lokasi pengelolaan dampak gangguan kelancaran lalu lintas adalah pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 di Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong Sunter, Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Umum Provinsi DKI Jakarta). secara periodik akan dilaporkan kepada KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta. secara periodik akan dilaporkan kepada Suku Dinas Perhubungan
, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta [ III‐34 ] Jenis Dampak Lingkungan Sumber Dampak Tujuan Pengelolaan Tolok Ukur Dampak Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) Upaya Pengelolaan Dampak Lokasi Pengelolaan Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Periode Pengelolaan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan [ III‐35 ] DAFTAR PUSTAKA
APHA, 1992. Standard Methods, APHA, AWWA, WPCF, Washington DC
BPLHD., 2008. Laporan Status Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Penjaringan dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Cengkareng dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Kembangan dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Kebun Jeruk dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Sawah Besar dalam Angka, Tahun 2008
BPS, Kecamatan Pademangan dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Kemayoran dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Tanjung Priok dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Koja dalam Angka, Tahun 2008
BPS, Kecamatan Kelapa Gading dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Tanah Abang dalam Angka, Tahun 2008
Louis Berger Inc. and PT. Indah Karya (Persero). Drainage Management for
Jakarta: Priority Assistance, WJEMP DKI 3-8,), April 2004.
Nippon Koei and Kwarsa Hexagon (2005) Outline Plan for Major Drainage and
Small Lakes Management in Jabodetabek-Bopunjur Area, WJEMP
Pusat 3-10, , June 2005.
Soemarwoto, O. 1991. Analisis Dampak Lingkungan (Environmental Dampak
Analysis) . Gajah Mada Universitas Press, Yokyakarta.
World Bank (2008). Preliminary Assessment of Sediment Quality, Final Report 28
October 2008
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) LAMPIRAN
SOP Pengerukan:
1. Pengerukan di masing-masing areal/lokasi sungai dan waduk Jedi Fase 1
dilakukan dengan menggunakan peralatan yang disesuaikan dengan
situasi dan kondisi di lapangan;
2. Pada lokasi sungai/waduk yang memungkinkan ditempatkan disposal
area temporer, material keruk akan ditempatkan/ditampung sementara di
lokasi disposal area temporer. Sedangkan yang tidak memungkinkan
ditempatkan disposal area temporer, material keruk akan langsung
diangkut ke lokasi disposal area akhir, yaitu di lahan areal Ancol Barat
Bagian Timur;
3. Sebelum ditempatkan di disposal area temporer maupun akhir, material
keruk terlebih dahulu ditiriskan menggunakan kontainer;
4. Di setiap lokasi pengerukan akan ditempatkan petugas lapangan yang
memantau kebersihan lingkungan terutama ceceran-ceceran lumpur dan
sedimen;
5. Kontainer penampung material keruk sementara akan dilengkapi dengan
penutup;
6. Pengangkutan material keruk dilakukan dengan menggunakan dump
truck kapasitas + 20 m3;
7.
Truk pengangkut dilengkapi dengan lapisan kedap air (watertight)
untuk mencegah ceceran lumpur tumpah ke jalan;
8. Melakukan pemeriksaan secara berkala terhadap kondisi lapisan kedap
air (watertight) untuk mencegah adanya kebocoran;
9. Persyaratan bagi kontraktor pengerukan: penggunaan alat keruk yang
memenuhi standar dan pergerakan/manuver alat keruk sesuai dengan
SOP pengerukan;
10. Di setiap lokasi pengerukan akan ditempatkan Posko dan petugas
lapangan yang akan memantau kebersihan lingkungan, berkoordinasi
dengan Instansi terkait dan masyarakat serta menerima pegaduan/usul
masyarakat untuk disampaikan ke pimpinan dan ditindak lanjuti.
Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) RENCANA PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
(RPL)
KEGIATAN PENGERUKAN SUNGAI DAN WADUK DI DKI JAKARTA FASE 1
DALAM RANGKA JAKARTA URGENT FLOOD MITIGATION PROJECT /
JAKARTA EMERGENCY DREDGING INITIATIVE PROJECT
(JUFMP / JEDIP)
JAKARTA
2010
KATA PENGANTAR
Project Management Unit (PMU), Direktorat Jenderal Sumber Daya Air,
Departemen Pekerjaan Umum yang akan melaksanakan Kegiatan
pengerukan sungai dan waduk di DKI Jakarta Fase 1 Dalam Rangka Jakarta
Urgent Flood Mitigation Project/Jakarta Emergency Dredging Initiative Project
(JUFMP/JEDIP) merasa berkewajiban untuk ikut berperan serta dalam
melaksanakan pembangunan yang berwawasan lingkungan.
Berdasarkan hasil kajian ANDAL telah diidentifikasi adanya dampakdampak penting akibat kegiatan tersebut baik pada tahap pra pengerukan,
tahap pengerukan maupun tahap pasca pengerukan yang perlu dikelola agar
kelestarian lingkungan dapat tercapai. Usaha-usaha pengelolaan terhadap
dampak penting tersebut secara rinci diuraikan dalam dokumen Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup Hidup (RKL). Untuk mengetahui
keberhasilan/efektivitas pengelolaan lingkungan yang dilakukan, perlu
dilakukan pemantauan lingkungan yang dituangkan dalam dokumen
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL).
Dengan adanya dokumen RKL dan RPL ini diharapkan dampak negatif yang
akan muncul dapat dikurangi atau dihindari, dan dampak positif yang akan
muncul dapat ditingkatkan atau dikembangkan.
Atas kerjasama, perhatian serta bantuan dari semua pihak khususnya tim
teknis dan komisi Amdal Daerah Provinsi DKI Jakarta sehingga dokumen
RKL dan RPL ini dapat tersusun, kami ucapkan terima kasih.
Jakarta, Fabruari 2010
Project Management Unit (PMU)
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air,
Departemen Pekerjaan Umum
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ i ]
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ………………………………………………………………………......
i
DAFTAR ISI…………………………………………………………………………………...
ii
DAFTAR TABEL ……………………………………………………………………………...
iii
DAFTAR PETA ………………………………………………………………………….........
iv
BAB I
PENDAHULUAN .....................................................................................................I-1
1.1
LATAR BELAKANG ...............................................................................................................I-1
1.2
TUJUAN DAN KEGUNAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP .........................................I-3
1.2.1
Tujuan Pemantauan Lingkungan .............................................................................I-3
1.2.2
Kegunaan Pemantauan Lingkungan ........................................................................I-3
BAB II
LINGKUP RENCANA PEMANTUAN LINGKUNGAN HIDUP (RPL)
DAN PELAKSANAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN ............................... II-1
2.1
LINGKUP PEMANTAUAN..................................................................................................... II-1
2.2
PELAKSANAAN PEMANTAUAN ........................................................................................... II-1
2.2.1
Tahap Pra Pengerukan ........................................................................................... II-1
2.2.1.1
2.2.2
Persepsi Masyarakat............................................................................... II-1
Tahap Pengerukan ................................................................................................. II-2
2.2.2.1
Kualitas Udara dan Kebauan.................................................................. II-2
2.2.2.2
Kebisingan ............................................................................................. II-3
2.2.2.3
Kuantitas Air Permukaan/Banjir ............................................................ II-4
2.2.2.4
Kualitas Air Permukaan ......................................................................... II-6
2.2.2.5
Limbah Padat/ Sampah .......................................................................... II-7
2.2.2.6
Kesempatan Kerja dan Berusaha............................................................ II-8
2.2.2.7
Persepsi Masyarakat............................................................................... II-9
2.2.2.8
Kamtibmas ........................................................................................... II-10
2.2.2.9
Sarana dan Prasarana Kota................................................................... II-11
2.2.2.10 Transportasi/Lalu Lintas ...................................................................... II-12
2.2.3
Tahap Pasca Pengerukan ..................................................................................... II-13
2.2.3.1
Kuantitas Air Permukaan/Banjir .......................................................... II-13
2.2.3.2
Persepsi Masyarakat............................................................................. II-14
2.2.3.3
Transportasi/Lalu Lintas ...................................................................... II-15
DAFTAR PUSTAKA
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ ii ]
DAFTAR TABEL
Tabel II-1
Ringkasan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Pengerukan
Sungai dan Waduk di DKI Jakarta (JEDI Fase 1) .............................................II-17
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ iii ]
DAFTAR PETA
Peta II-1
Lokasi Pemantauan Lingkungan Tahap Pra pengerukan dan Pengerukan ........II-24
Peta II-2
Lokasi Pemantauan Lingkungan Tahap Pasca Pengerukan...............................II-25
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ iv ]
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
LATAR BELAKANG
Wilayah DKI Jakarta merupakan pusat politik dan ekonomi Indonesia,
dengan populasi melebihi 24 juta. Wilayah Kota Jakarta sendiri berpenduduk
sekitar 9 juta merupakan “Daerah Khusus Ibukota (DKI)”. DKI terletak di
delta Sungai Ciliwung dan sekitar 40% dari wilayahnya berada di bawah
permukaan laut. Setiap tahun, sebagian besar bagian kota mengalami banjir
di musim hujan, umumnya dari bulan November hingga bulan April.
Besarnya dampak yang diakibatkan oleh banjir di Ibu Kota telah menjadi isu
Nasional akibat kerugian keuangan yang besar dan berdampak pada
masyarakat di wilayah Jakarta. Dalam rangka mengurangi besarnya kerugian
dan kerusakan akibat banjir, Pemerintah Indonesia telah mengidentifikasi
serangkaian saluran pengendali banjir, saluran pembuangan dan waduk
yang memerlukan perbaikan dalam waktu yang mendesak. Rehabilitasi
bangunan ini akan mengurangi risiko banjir dan membawa manfaat
langsung tehadap lebih dari satu juta orang yang tinggal dan bekerja di
daerah-daerah rawan banjir.
Pemerintah Indonesia telah mengajukan pinjaman kepada Bank Dunia untuk
membiayai pekerjaan pengerukan dan perbaikan sebagian besar bagian dari
sistem drainase yang ada di Jakarta. Salah satu proyek yang diusulkan adalah
Jakarta Emergency Dredging Initiative-JEDI yang termasuk dalam Proyek
Mitigasi Banjir Jakarta (Jakarta Urgent Flood Mitigation Project-JUFMP) yang
bertujuan untuk mengurangi timbunan endapan di saluran pengendali banjir.
Endapan tersebut dapat mengurangi kapasitas tampung menjadi setengah
kali dari kapasitas desain.
Salah satu kegiatan di dalam proyek JEDI adalah pekerjaan pengerukan ke
16 struktur drainase. Pemrakarsa proyek ini adalah Direktorat Jenderal Cipta
Karya dan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) Departemen
Pekerjaan Umum serta Pemerintah Jakarta (DKI), dengan tanggung jawab
untuk:
1) Tiga saluran drainase nasional di bawah kewenangan Ditjen Cipta Karya:
(i) Tanjungan, (ii) Angke Hilir, dan (iii) Cideng-Thamrin;
2) Tiga banjir kanal di bawah kewenanganan Ditjen SDA: (i) Cengkareng
Drain, (ii) Banjir Kanal Barat; dan (iii) Sunter;
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐1 ]
3) Lima saluran drainase (DPU DKI): (i) Ciliwung-Gunung Sahari, (ii)
Sentiong-Sunter, (iii) Grogol-Sekretaris, (iv) Pakin-Kali Besar-Jelakeng,
dan (v) Krukut-Cideng;
4) Lima waduk (DPU DKI): (i) Waduk Pluit, (ii) Waduk Sunter Utara, (iii)
Waduk Sunter Selatan, (iv) Waduk Sunter Timur III, dan (v) Waduk
Melati.
Pada Fase 1 dari proyek JEDI, empat saluran drainase/sungai dan satu
waduk, telah dipilih sebagi lokasi uji perencanaan dan teknik desain serta
metode-metode pengelolaan lingkungan hidup terhadap keseluruhan lokasi
proyek. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena diperkirakan memiliki dampak
lingkungan dan sosial yang relatif kecil, meskipun pekerjaan pengerukan
tersebut harus memenuhi salah satu tujuan utama dari kegiatan proyek, dan
memberikan manfaat yang signifikan terhadap upaya pencegahan banjir.
Lokasi-lokasi yang termasuk ke dalam Proyek JEDI Fase 1 adalah:
1) Banjir Kanal Cengkareng Drain;
2) Saluran Drainase Ciliwung - Gunung Sahari;
3) Saluran Drainase Sentiong – Sunter;
4) Banjir Kanal Sunter; dan
5) Waduk Melati.
Berdasarkan kajian Analisis Dampak Lingkungan Hidup (ANDAL) Kegiatan
Pengerukan Sungai dan Waduk JEDI Fase 1 telah dievaluasi dan
diprakirakan berbagai dampak besar dan penting yang akan muncul
terhadap komponen lingkungan fisik kimia, hayati dan sosial ekonomi,
sehingga perlu disusun dokumen Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
(RKL) dan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) sebagai pedoman
utama dalam upaya pelaksanaan pengelolaan dan pemantauan lingkungan
selanjutnya. Hal ini dilakukan oleh pemrakarsa kegiatan dalam upaya
pelestarian lingkungan hidup sebagaimana dimaksud dalam Undangundang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup.
Dokumen Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) ini disusun sejalan
dengan kegiatan pengelolaan yang terdapat pada dokumen Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup(RKL) sebagai upaya untuk mengetahui
sejauhmana efektivitas langkah-langkah pengelolaan yang telah dilakukan.
Selain itu, juga dapat digunakan sebagai umpan balik bagi pemrakarsa
maupun instansi/lembaga/pihak-pihak yang berkepentingan untuk
menyusun suatu pedoman dalam menentukan kebijaksanaan pengelolaan
dan pemantauan lingkungan.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐2 ]
1.2
TUJUAN DAN KEGUNAAN PEMANTAUAN LINGKUNGAN HIDUP
1.2.1
Tujuan Pemantauan Lingkungan
Tujuan pemantauan lingkungan dari kegiatan pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1 adalah:
1. Untuk mengetahui efektivitas usaha pengelolaan lingkungan yang akan
dilakukan, termasuk penekanan dampak negatif dan pengembangan
dampak positif dari kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1;
2. Mengembangkan kemampuan dalam pendugaan perubahan lingkungan
di masa yang akan datang.
1.2.2
Kegunaan Pemantauan Lingkungan
Kegunaan Pemantauan Lingkungan bagi Pemrakarsa Kegiatan adalah:
1. Sebagai sarana untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan atau teknologi
yang digunakan dalam pengelolaan/pengendalian dampak negatif dan
pengembangan dampak positif yang tertuang di dalam Rencana
Pengelolaan Lingkungan Hidup (RKL);
2. Sebagai indikator dini perihal adanya perubahan lingkungan yang tidak
dikehendaki, sehingga langkah-langkah penanggulangan dampak dapat
secara efektif dilaksanakan;
3. Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum yang berlaku;
4. Sebagai sarana untuk mengumpulkan bukti-bukti yang relevan pada
kasus-kasus penuntutan dan pembelaan diri;
5. Sebagai sarana untuk mengambil kebijaksanaan lebih lanjut bagi kegiatan
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Kegunaan Pemantauan Lingkungan bagi Pemerintah Daerah Khusus Ibukota
Jakarta adalah:
1. Sebagai sarana umpan balik bagi Pemerintah Daerah Khusus Ibukota
Jakarta dalam menentukan langkah-langkah kebijaksanaan yang telah
dan akan diambil guna memperbaiki kualitas lingkungan/melakukan
upaya pelestarian lingkungan dan sumberdaya alam;
2. Sebagai sarana umpan balik bagi Pemerintah Daerah dan Instansi terkait
(Dinas dan Suku Dinas terkait) dalam mengantisipasi dan mengevaluasi
berbagai dampak kegiatan yang telah dan akan timbul agar lebih mudah
mengadakan tindakan-tindakan prefentif (pencegahan) serta pengawasan
pengelolaan lingkungan;
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐3 ]
3. Untuk membantu Pemerintah Daerah di dalam pembinaan pemantauan
lingkungan.
Sedangkan bagi masyarakat, pemantauan lingkungan berguna untuk:
1. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam usaha membantu keamanan,
kebersihan, ketertiban, dan kelestarian lingkungan;
2. Dipergunakan masyarakat sebagai kontrol sosial, guna memaksimalisasi
dampak positif dan meminimalisasi dampak negatif.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan Sungai dan Waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ I‐4 ]
BAB II
LINGKUP RENCANA PEMANTUAN LINGKUNGAN
HIDUP (RPL) DAN PELAKSANAAN PEMANTAUAN
LINGKUNGAN
2.1
LINGKUP PEMANTAUAN LINGKUNGAN
Lingkup pemantauan lingkungan kegiatan pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1 difokuskan pada komponen lingkungan yang berdasarkan hasil
Studi ANDAL pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dinilai terkena
dampak penting baik pada tahap pra pengerukan, pengerukan maupun
tahap pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Urutan pemantauan
lingkungan disesuaikan dengan prioritas dampak penting.
2.2
PELAKSANAAN PEMANTAUAN
2.2.1
Tahap Pra Pengerukan
2.2.1.1
Persepsi Masyarakat
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Persepsi masyarakat di sekitar
lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Indikator: ada tidaknya komplain warga masyarakat sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan sosialisasi publik
c) Parameter Yang Dipantau
Persepsi masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan persepsi masyarakat selama
tahap pra pengerukan dan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan dan pencatatan
lapangan dan wawancara dengan warga masyarakat sekitar lokasi
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐1 ]
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 menggunakan kuesioner.
Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1, yaitu Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung-Gn. Sahari,
Saluran Sentiong-Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Sebulan sekali selama tahap pra pengerukan
dan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
f) Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
Aparat Kelurahan di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase
1.
–
Pelaporan: Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta, Setiap tiga bulan sekali selama tahap
pengerukan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
2.2.2
Tahap Pengerukan
2.2.2.1
Kualitas Udara dan Kebauan
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Kualitas udara ambien dan
kebauan di lokasi proyek.
–
Indikator: Kualitas udara ambien sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta
No. 551 Tahun 2001 dan Tingkat Kebauan sesuai dengan KepMen LH
No Kep-50/MENLH/11 Tahun 1996.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan
lumpur keruk) dari lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1
hingga ke lokasi disposal area.
c) Parameter Yang Dipantau
–
Kualitas udara ambien sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta No. 551
Tahun 2001;
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐2 ]
–
Tingkat Kebauan sesuai KepMen LH No Kep-50/MENLH/11 Tahun
1996
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui penurunan kualitas udara ambien dan peningkatan
kebauan pada tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengambilan sampel udara
dengan gas sampler dan kertas saring untuk dianalisis di
laboratorium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Data yang
diperoleh dibandingkan dengan baku mutu udara ambien SK.
Gubernur KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 dan Tingkat Kebauan
sesuai KepMen LH No Kep-50/MENLH/11 Tahun 1996
–
Lokasi Pemantauan: Di masing-masing lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 dan lokasi disposal area .
–
Jangka Waktu/frekuensi: Tiga bulan sekali selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
f) Institusi Pemantauan
2.2.2.2
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: Sudin Kesehatan Masyarakat dan KLH Jakarta Utara,
Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
–
Pelaporan: Ke Sudin Kesehatan Masyarakat, KLH Jakarta Utara,
Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, tiga
bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Kebisingan
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Kebisingan di sekitar lokasi
proyek dan lokasi disposal area.
–
Indikator: Tingkat kebisingan sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta No.
551 Tahun 2001.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐3 ]
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan
lumpur keruk) dari lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1
hingga ke lokasi disposal area.
c) Parameter Yang Dipantau
–
Tingkat kebisingan sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta No. 551 Tahun
2001.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui tingkat kebisingan pada tahap pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 dibandingkan dengan rona awal.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengukuran kebisingan
dengan menggunakan sound level meter. Data yang diperoleh
dibandingkan dengan baku mutu kebisingan SK. Gubernur KDKI
Jakarta No. 551 Tahun 2001.
–
Lokasi Pemantauan: Di masing-masing lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 dan dilokasi disposal area.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Satu bulan untuk pengukuran kebisingan
selama tahap pengerukan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
f) Institusi Pemantauan
2.2.2.3
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: Sudin Kesehatan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan
Jakarta Pusat.
–
Pelaporan: Ke Sudin Kesehatan Masyarakat, KLH Jakarta Utara,
Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, tiga
bulan sekali selama tahap pengerukan pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
Kuantitas Air Permukaan/Banjir
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Kuantitas air permukaan di
sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐4 ]
–
Indikator: Berkurangnya genangan air/banjir di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 akibat pengerukan sungai
dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume
± 2.080.000 m3.
c) Parameter Yang Dipantau
Kuantitas air permukaan/genangan/banjir di sekitar lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui keberhasilan pengerukan/pengelolaan kuantitas air
permukaan/genangan/banjir di lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: a) Pengamatan sebelum dan
setelah kegiatan pengerukan, dan b) Dengan menggunakan flow
meter untuk menentukan laju aliran di setiap lokasi dan
menggunakan persamaan sederhana untuk menentukan tingkat laju
aliran air.
–
Lokasi Pemantauan: Di masing-masing sungai dan waduk JEDI Fase
1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Sebelum dan setelah pengerukan pada
setiap lokasi (Cengkareng Drain, Ciliwung-Gn.Sahari, SentiongSunter, Sunter Drain bagian hulu, dan Waduk Melati).
f) Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: Sudin PU Tata Air dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat
dan Jakarta Pusat.
–
Pelaporan: Ke Sudin PU Tata Air, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali
selama tahap pengerukan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐5 ]
2.2.2.4
Kualitas Air Permukaan
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Kualitas air permukaan
(dengan parameter TSS) dan logam berat dalam sedimen di sekitar
lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Indikator: Konsentrasi TSS dalam air dan konsentrasi logam berat
dalam sedimen.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume
± 2.080.000 m3.
c) Parameter Yang Dipantau
Konsentrasi TSS dalam air dan logam berat dalam sediment.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui penurunan konsentrasi TSS selama kegiatan
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dan konsentrasi logam berat
dalam sedimen setelah dilakukan pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengambilan sampel dan
dianalisis di laboratorium sesuai dengan standar Indonesia/SNI
untuk parameter TSS dalam air dan logam berat dalam sedimen.
–
Lokasi Pemantauan: Di masing-masing lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1 (bagian hulu, tengah dan hilir).
–
Jangka Waktu/frekuensi: Sebelum dan setelah pengerukan pada
setiap lokasi (Cengkareng Drain, Ciliwung-Gn.Sahari, SentiongSunter, Sunter Drain bagian hulu, dan Waduk Melati) untuk
parameter TSS dalam air dan setelah pengerukan untuk parameter
logam berat dalam sedimen.
f) Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐6 ]
–
2.2.2.5
Pelaporan: Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Limbah Padat/ Sampah
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Sampah di lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Indikator: Kebersihan lingkungan/tidak terjadi ceceran sampah di
sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan dan pemisahan material keruk (sampah dan
lumpur keruk) sungai dan waduk JEDI Fase 1.
c) Parameter Yang Dipantau
Kebersihan lingkungan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan sampah dan lumpur keruk
pada tahap pengerukan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan lapangan. Data
yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Setiap hari selama tahap pengerukan sungai
dan waduk JEDI Fase 1.
f) Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Kontraktor Pelaksana pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
–
Pengawas: Sudin Kebersihan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat
dan Jakarta Pusat.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐7 ]
–
2.2.2.6
Pelaporan: Ke Sudin Kebersihan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, setiap tiga bulan
sekali selama tahap operasi sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Kesempatan Kerja dan Berusaha
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Terbukanya kesempatan kerja
dan berusaha di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Indikator: Jumlah penduduk sekitar lokasi pengerukan yang bekerja
dan berusaha di lokasi kegiatan pengerukan JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja.
c) Parameter Yang Dipantau
Jumlah penduduk sekitar lokasi pengerukan Jedi Fase 1 yang bekerja dan
berusaha di sekita lokasi kegiatan.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui sejauh mana penduduk sekitar dapat terserap sebagai
tenaga kerja pada tahap pengerukan.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Mengkaji data yang terdapat
di bagian personalia. Data yang ada dianalisis secara deskriptif
berdasarkan persentase tenaga kerja yang berasal dari penduduk
sekitar lokasi kegiatan pengerukan.
–
Lokasi Pemantauan: Di dalam dan di sekitar lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: tiga bulan sekali selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
f) Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐8 ]
2.2.2.7
–
Pengawas: Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara, Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan Aparat Kelurahan di lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1.
–
Pelaporan: Ke KLH dan Suku Dinas Tenaga Kerja Jakarta Utara,
Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, Setiap
enam bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
Persepsi Masyarakat
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Persepsi masyarakat di sekitar
lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Indikator: ada tidaknya komplain warga masyarakat sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi tenaga kerja, mobilisasi peralatan, pengerukan, dan
pengangkutan material keruk.
c) Parameter Yang Dipantau
Persepsi masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan persepsi masyarakat selama
tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan dan pencatatan
lapangan dan wawancara dengan warga masyarakat sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 menggunakan kuesioner.
Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Sebulan sekali selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐9 ]
f) Institusi Pemantauan
2.2.2.8
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
Aparat Kelurahan di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase
1.
–
Pelaporan: Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta, Setiap enam bulan sekali selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Kamtibmas
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Kamtibmas di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Indikator: Angka kriminalitas dan gangguan kamtibmas di sekitar
lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi peralatan dan pengerukan sungai dan waduk.
c) Parameter Yang Dipantau
Kondisi kamtibmas (angka kriminalitas) di sekitar lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan kamtibmas pada tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan dan pencatatan
lapangan, mengkaji data yang tersedia di bagian keamanan. Data
yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Setiap bulan selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐10 ]
f) Institusi Pemantauan
2.2.2.9
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: Polsek dan Kelurahan di Lokasi pengerukan sungai dan
waduk JEDI Fase 1, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta
Pusat.
–
Pelaporan: Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta, Setiap enam bulan sekali selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Sarana dan Prasarana Kota
a. Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: sarana dan prasarana di
sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Indikator: ada tidaknya kerusakan sarana dan prasaran kota sekitar
lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b. Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi peralatan.
c. Parameter Yang Dipantau
Kerusakan sarana dan prasarana kota akibat kegiatan pengerukan sungai
dan waduk JEDI Fase 1.
d. Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan kegiatan pengerukan
terhadap keberadaan sarana dan prasarana kota selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e. Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan dan pencatatan
lapangan. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Sebulan sekali selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐11 ]
f.
2.2.2.10
Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
Aparat Kelurahan di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase
1.
–
Pelaporan: Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta, Setiap enam bulan sekali selama tahap
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Transportasi/Lalu Lintas
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Kelancaran lalu lintas pada
badan-badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
–
Indikator: Tidak terjadi kemacetan lalu lintas pada badan-badan jalan
di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan mobilisasi peralatan, pengerukan dan pengangkutan material
keruk (sampah dan lumpur keruk) sungai dan waduk JEDI Fase 1.
c) Parameter Yang Dipantau
Kelancaran lalu lintas pada badan-badan jalan di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui apakah upaya pengelolaan lalu lintas di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 berjalan dengan baik.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan/pencatatan
lapangan. Data yang ada dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Pada badan-badan jalan di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Setiap bulan selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐12 ]
f) Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: Sudin Perhubungan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat
dan Jakarta Pusat.
–
Pelaporan: Ke Sudin Perhubungan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali
salama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
2.2.3
Tahap Pasca Pengerukan
2.2.3.1
Kuantitas Air Permukaan/Banjir
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen
lingkungan
permukaan/banjir.
–
Indikator: Berkurangnya banjir/genangan
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
yang
dipantau:
Kuantitas
di
sekitar
air
lokasi
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan rutin sungai dan waduk JEDI Fase 1 (Maintenance
Dredging).
c) Parameter Yang Dipantau
Kuantitas air permukaan/banjir.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui apakah pengerukan rutin (maintenance dredging)
sungai dan waduk JEDI Fase 1 berjalan dengan baik sehingga mengurangi
banjir/genangan di sekitarnya.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: a) Pengamatan sebelum dan
setelah kegiatan pengerukan, dan b) Dengan menggunakan flow
meter untuk menentukan laju aliran di setiap lokasi dan
menggunakan persamaan sederhana untuk menentukan tingkat laju
aliran air.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐13 ]
–
Lokasi Pemantauan: Di masing-masing sungai dan waduk JEDI Fase
1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Sebelum dan setelah pengerukan pada
setiap lokasi (Cengkareng Drain, Ciliwung-Gn.Sahari, SentiongSunter, Sunter Drain bagian hulu, dan Waduk Melati).
f) Institusi Pemantauan
2.2.3.2
–
Pelaksana: Pemrakarsa kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Air
(SDA) Departemen Pekerjaan Umum dan Dinas Pekerjaan Umum
Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: Sudin PU Tata Air dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat
dan Jakarta Pusat.
–
Pelaporan: Ke Sudin PU Tata Air, KLH Jakarta Utara,Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali
selama Pasca Pengerukan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Persepsi Masyarakat
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Persepsi masyarakat.
–
Indikator: Ada tidaknya komplain dari warga masyarakat sekitar
selama tahap pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI
Fase 1.
c) Parameter Yang Dipantau
Persepsi masyarakat warga sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui apakah upaya pengelolaan persepsi masyarakat yang
dilakukan berjalan dengan baik sehingga tidak terjadi komplain warga
masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan dan pencatatan
lapangan, wawancara dengan warga masyarakat sekitar lokasi
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐14 ]
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 menggunakan kuesioner.
Data yang ada dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Warga masyarakat sekitar lokasi pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekue nsi: Setiap tiga bulan selama tahap pasca
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
f) Institusi Pemantauan
2.2.3.3
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan aparat
Kelurahan sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Pelaporan: Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan
BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama pasca
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Transportasi/Lalu Lintas
a) Dampak Penting Yang Dipantau
–
Komponen lingkungan yang dipantau: Kelancaran lalu lintas pada
badan-badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1.
–
Indikator: Tidak terjadi kemacetan lalu lintas pada badan-badan jalan
di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
b) Sumber Dampak
Kegiatan demobilisasi peralatan.
c) Parameter Yang Dipantau
Kelancaran lalu lintas pada badan-badan jalan di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
d) Tujuan Pemantauan
Untuk mengetahui apakah upaya pengelolaan lalu lintas di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 berjalan dengan baik selama
kegiatan demobilisasi peralatan.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐15 ]
e) Metode Pemantauan
–
Metode pengumpulan dan analisis data: Pengamatan/pencatatan
lapangan. Data yang ada dianalisis secara deskriptif.
–
Lokasi Pemantauan: Pada badan-badan jalan di sekitar lokasi
pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
–
Jangka Waktu/frekuensi: Setiap tiga bulan selama tahap pengerukan
sungai dan waduk JEDI Fase 1.
f) Institusi Pemantauan
–
Pelaksana: Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya
Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan
Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta).
–
Pengawas: Sudin Perhubungan dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat
dan Jakarta Pusat.
–
Pelaporan: Ke Sudin Perhubungan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat,
Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali
selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1.
Ringkasan Rencana Pemantauan Lingkungan pengerukan sungai dan waduk
JEDI Fase 1 dapat dilihat pada Tabel II-1, sedangkan lokasi pemantauan
lingkungan tahap pengerukan dan pasca pengerukan dapat dilihat pada Peta
II-1 dan Peta II-2.
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDIP) [ II‐16 ]
Tabel II-1
Ringkasan Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Pengerukan Sungai dan Waduk di DKI Jakarta (JEDI Fase 1)
Dampak Penting Yang Dipantau Komponen Indikator Lingkungan I. TAHAP PRA PENGERUKAN 1. Persepsi Ada tidaknya Masyarakat komplain warga masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 II. TAHAP PENGERUKAN 1. Kualitas Udara Kualitas udara dan kebauan ambien sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 dan Tingkat Kebauan sesuai KepMen LH No Kep‐
50/MENLH/1
1 Tahun 1996 Sumber Dampak Parameter Yang Dipantau Tujuan Pemantauan Lingkungan Metode Pemantauan Pengumpulan dan Jangka Waktu/ Lokasi Analisis Data Frekuensi Institusi Pemantauan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Kegiatan sosialisasi publik Persepsi masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan persepsi masyarakat selama tahap pra pengerukan dan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Pengamatan dan pencatatan lapangan dan wawancara dengan warga masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif. Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1, yaitu Cengkareng Drain, Saluran Ciliwung‐Gn. Sahari, Saluran Sentiong‐
Sunter, Sunter Drain bagian hilir dan Waduk Melati Sebulan sekali selama tahap pra pengerukan dan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan Aparat Kelurahan di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, Setiap tiga bulan sekali selama tahap pengerukan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) dari lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 hingga ke lokasi disposal area. • Kualitas udara ambien sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001; Untuk mengetahui penurunan kualitas udara dan peningkatan kebisingan pada tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Pengambilan sampel udara dengan gas sampler dan kertas saring untuk dianalisis di laboratorium sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI). Data yang diperoleh dibandingkan dengan baku mutu udara ambien SK. Di masing‐
masing lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dan lokasi disposal area Tiga bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sudin Kesehatan Masyarakat dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Ke Sudin Kesehatan Masyarakat, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 • Tingkat kebauan sesuai KepMen LH No Kep‐
50/MENLH/11 Tahun 1996 Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐17]
Dampak Penting Yang Dipantau Komponen Indikator Lingkungan 2. Kebisingan 3. Kuantitas Air Permukaan/ Banjir Kebisingan sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 Berkurangnya genangan air/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 akibat pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Sumber Dampak Parameter Yang Dipantau Kegiatan pengerukan dan pengangkutan material keruk (sampah dan lumpur keruk) dari lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 hingga ke lokasi disposal area. • Tingkat Kebisingan ambien sesuai SK. Gubernur KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001; Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume ± 2.080.000 m3 Kuantitas air permukaan/ genangan/banjir di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Tujuan Pemantauan Lingkungan Metode Pemantauan Pengumpulan dan Jangka Waktu/ Lokasi Analisis Data Frekuensi Gubernur KDKI Jakarta No. 551 Tahun 2001 dan Tingkat Kebauan sesuai KepMen LH No Kep‐
50/MENLH/11 Tahun 1996 Untuk Pengukuran Di masing‐
Satu bulan sekali mengetahui kebisingan dengan masing selama tahap tingkat kebisingan sound level meter. lokasi pengerukan tahap pengerukan Data yang pengerukan pengerukan sungai dan waduk diperoleh sungai dan sungai dan JEDI Fase 1 dibandingkan waduk JEDI Fase waduk JEDI dibandingkan dengan baku mutu Fase 1 dan 1 dengan rona awal kebisingan lokasi menurut SK. disposal Gubernur KDKI area Jakarta No. 551 Tahun 2001 Untuk mengetahui keberhasilan pengerukan/peng
elolaan kuantitas air permukaan/ genangan/banjir di lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 a) Pengamatan sebelum dan setelah kegiatan pengerukan, dan b) Dengan menggunakan flow meter untuk menentukan laju aliran di setiap lokasi dan menggunakan persamaan sederhana untuk menentukan Di masing‐
masing sungai dan waduk JEDI Fase 1. Institusi Pemantauan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan DKI Jakarta). Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Sebelum dan Pemrakarsa setelah Kegiatan pengerukan (Direktorat pada setiap Jenderal lokasi Sumber Daya (Cengkareng Air dan Drain, Ciliwung‐
Direktorat Gn.Sahari, Jenderal Cipta Sentiong‐Sunter, Karya Sunter Drain Departemen bagian hulu, dan Pekerjaan Waduk Melati) Umum serta Dinas Pekerjaan Sudin Kesehatan Masyarakat dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Ke Sudin Kesehatan Masyarakat, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Sudin PU Tata Air dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Ke Sudin PU Tata Air, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐18]
Dampak Penting Yang Dipantau Komponen Indikator Lingkungan Sumber Dampak Parameter Yang Dipantau 4. Kualitas air permukaan Konsentrasi TSS di air dan logam berat di sedimen Kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 dengan volume ± 2.080.000 m3 Konsentrasi TSS dalam air dan logam berat dalam sedimen 5. Limbah Padat/ Sampah Kebersihan lingkungan/ti
dak terjadi ceceran sampah di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Kegiatan pengerukan dan pemisahan material keruk (sampah dan lumpur keruk) sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kebersihan lingkungan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. Tujuan Pemantauan Lingkungan Metode Pemantauan Pengumpulan dan Jangka Waktu/ Lokasi Analisis Data Frekuensi tingkat laju aliran air. Sebelum dan Di masing‐
Pengambilan Untuk sampel dan masing setelah mengetahui pengerukan dianalisis di lokasi penurunan laboratorium pengerukan pada setiap konsentrasi TSS sesuai dengan sungai dan lokasi selama kegiatan waduk JEDI (Cengkareng standar pengerukan Fase 1 Drain, Ciliwung‐
sungai dan waduk Indonesia/SNI (bagian untuk parameter Gn.Sahari, JEDI Fase 1 dan konsentrasi logam TSS dalam air dan hulu, tengah Sentiong‐Sunter, logam berat dalam dan hilir) berat dalam Sunter Drain bagian hulu, dan sediment setelah sedimen dilakukan Waduk Melati) pengerukan untuk parameter TSS dalam air dan setelah pengerukan untuk parameter logam berat dalam sedimen Pengamatan Di masing‐
Setiap hari Untuk lapangan. Data masing selama tahap mengetahui yang diperoleh lokasi pengerukan keberhasilan dianalisis secara pengerukan sungai dan pengelolaan deskriptif. sungai dan waduk JEDI Fase sampah dan waduk JEDI 1. lumpur keruk Fase 1 pada tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Institusi Pemantauan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Umum Provinsi DKI Jakarta). Ke KLH Jakarta Pemrakarsa KLH Jakarta Kegiatan Utara, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta (Direktorat Barat, dan Jenderal Jakarta Pusat Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Sumber Daya Jakarta, enam Air dan bulan sekali Direktorat selama tahap Jenderal Cipta pengerukan Karya sungai dan waduk Departemen JEDI Fase 1 Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sudin Kebersihan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat Ke Sudin Kebersihan, KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐19]
Dampak Penting Yang Dipantau Komponen Indikator Lingkungan Sumber Dampak Parameter Yang Dipantau Tujuan Pemantauan Lingkungan Metode Pemantauan Pengumpulan dan Jangka Waktu/ Lokasi Analisis Data Frekuensi 6. Kesempatan kerja dan berusaha Jumlah penduduk sekitar lokasi pengerukan yang bekerja dan berusaha di lokasi kegiatan pengerukan JEDI Fase 1 Kegiatan mobilisasi tenaga kerja. Jumlah penduduk sekitar lokasi pengerukan Jedi Fase 1 yang bekerja dan berusaha di sekita lokasi kegiatan. Untuk mengetahui sejauh mana penduduk sekitar dapat terserap sebagai tenaga kerja pada tahap pengerukan. Mengkaji data yang terdapat di bagian personalia. Data yang ada dianalisis secara deskriptif berdasarkan persentase tenaga kerja yang berasal dari penduduk sekitar lokasi kegiatan pengerukan. Di dalam dan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Tiga bulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 7. Persepsi Masyarakat Ada tidaknya komplain warga masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kegiatan pengerukan, pemisahan sampah, dan pengangkutan sampah/ lumpur keruk ke disposal area Persepsi masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan persepsi masyarakat selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Pengamatan dan pencatatan lapangan dan wawancara dengan warga masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 menggunakan kuesioner. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Sebulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Institusi Pemantauan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan DKI Jakarta). Pemrakarsa Sudin Tenaga Ke Sudin Kegiatan Kerja dan KLH tenagaKerja, KLH (Direktorat Jakarta Utara, Jakarta Utara, Jenderal Jakarta Barat Jakarta Barat, Sumber Daya dan Jakarta Jakarta Pusat dan Air dan Pusat BPLHD Provinsi Direktorat DKI Jakarta, enam Jenderal Cipta bulan sekali Karya selama tahap Departemen pengerukan Pekerjaan sungai dan waduk Umum serta JEDI Fase 1 Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa Ke KLH Jakarta KLH Jakarta Kegiatan Utara, Jakarta Utara, Jakarta (Direktorat Barat, dan Barat, Jakarta Jenderal Pusat Pusat dan BPLHD Sumber Daya Provinsi DKI Air dan Jakarta, Setiap Direktorat enam bulan sekali Jenderal Cipta selama tahap Karya pengerukan Departemen sungai dan waduk Pekerjaan JEDI Fase 1 Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐20]
Dampak Penting Yang Dipantau Komponen Indikator Lingkungan 8. Gangguan Angka Kamtibmas kriminalitas dan gangguan kamtibmas di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Sumber Dampak Parameter Yang Dipantau Kegiatan mobilisasi peralatan dan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kondisi kamtibmas (angka kriminalitas) di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Tujuan Pemantauan Lingkungan Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan kamtibmas pada tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Metode Pemantauan Pengumpulan dan Jangka Waktu/ Lokasi Analisis Data Frekuensi Di sekitar Setiap bulan Pengamatan dan lokasi selama tahap pencatatan pengerukan pengerukan lapangan, sungai dan sungai dan mengkaji data waduk JEDI waduk JEDI Fase yang tersedia di 1 bagian keamanan. Fase 1 Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif 9. Sarana dan Prasarana Kota Ada tidaknya kerusakan sarana dan prasaran kota sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kegiatan mobilisasi peralatan Kerusakan sarana dan prasarana kota akibat kegiatan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Untuk mengetahui keberhasilan pengelolaan kegiatan pengerukan terhadap keberadaan sarana dan prasarana kota selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Pengamatan dan pencatatan lapangan. Data yang diperoleh akan dianalisis secara deskriptif. Di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Sebulan sekali selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1. 10.Transportasi/ Lalu Lintas Tidak terjadi kemacetan lalu lintas pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi Kegiatan mobilisasi peralatan, pengerukan dan pengangkut Kelancaran lalu lintas pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk Untuk mengetahui apakah upaya pengelolaan lalu lintas di sekitar lokasi pengerukan Pengamatan/ pencatatan lapangan. Data yang ada dianalisis secara deskriptif Pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan Setiap bulan selama tahap pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Institusi Pemantauan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Pemrakarsa Polsek dan Ke KLH Jakarta Kegiatan Kelurahan di Utara, Jakarta (Direktorat Lokasi Barat, Jakarta Jenderal pengerukan Pusat dan BPLHD Sumber Daya sungai dan Provinsi DKI Air dan waduk JEDI Jakarta, Setiap Direktorat Fase 1, KLH enam bulan sekali Jenderal Cipta Jakarta Utara, selama tahap Karya pengerukan Jakarta Barat Departemen sungai dan waduk dan Jakarta Pekerjaan JEDI Fase 1 Pusat. Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa KLH Jakarta Ke KLH Jakarta Kegiatan Utara, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Barat, Jakarta (Direktorat Pusat Pusat dan BPLHD Jenderal Provinsi DKI Sumber Daya Jakarta, Setiap Air dan enam bulan sekali Direktorat selama tahap Jenderal Cipta pengerukan Karya sungai dan waduk Departemen JEDI Fase 1 Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa Sudin Ke Sudin Kegiatan Perhubungan Perhubungan, KLH (Direktorat dan KLH Jakarta Utara, Jenderal Jakarta Utara, Jakarta Barat, Sumber Daya Jakarta Barat Jakarta Pusat dan Air dan dan Jakarta BPLHD Provinsi Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐21]
Dampak Penting Yang Dipantau Komponen Indikator Lingkungan pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 III. TAHAP PASCA PENGERUKAN 1. Kuantitas Air Berkurangnya Permukaan/ banjir/ Banjir genangan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 2. Persepsi Masyarakat Ada tidaknya komplain dari warga masyarakat sekitar selama tahap pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Sumber Dampak Parameter Yang Dipantau material keruk (sampah dan lumpur keruk) sungai dan waduk JEDI Fase 1 JEDI Fase 1 Kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 Kuantitas air permukaan/banjir Kegiatan pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 Persepsi masyarakat warga sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Tujuan Pemantauan Lingkungan sungai dan waduk JEDI Fase 1 berjalan dengan baik Metode Pemantauan Pengumpulan dan Jangka Waktu/ Lokasi Analisis Data Frekuensi waduk JEDI Fase 1 Untuk mengetahui apakah pengerukan rutin (maintenance dredging) sungai dan waduk JEDI Fase 1 berjalan dengan baik sehingga mengurangi banjir/genangan di sekitarnya Di masing‐
masing sungai dan waduk JEDI Fase 1. Sebelum dan setelah pengerukan pada setiap lokasi (Cengkareng Drain, Ciliwung‐
Gn.Sahari, Sentiong‐Sunter, Sunter Drain bagian hulu, dan Waduk Melati) Warga masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Setiap bulan selama tahap pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 a) Pengamatan sebelum dan setelah kegiatan pengerukan, dan b) Dengan menggunakan flow meter untuk menentukan laju aliran di setiap lokasi dan menggunakan persamaan sederhana untuk menentukan tingkat laju aliran air. Pengamatan dan Untuk pencatatan mengetahui lapangan, apakah upaya wawancara pengelolaan dengan warga persepsi masyarakat yang masyarakat dilakukan berjalan sekitar lokasi pengerukan dengan baik sehingga tidak sungai dan waduk terjadi komplain JEDI Fase 1 Institusi Pemantauan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Direktorat Pusat DKI Jakarta, enam Jenderal Cipta bulan sekali Karya salama tahap Departemen pengerukan Pekerjaan sungai dan waduk Umum serta JEDI Fase 1 Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa Kegiatan (Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan Direktorat Jenderal Cipta Karya Departemen Sudin PU Tata Air dan KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat dan Jakarta Pusat Ke Sudin PU Tata Air, KLH Jakarta Utara,Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama Pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan aparat Kelurahan sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Ke KLH Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Pusat dan BPLHD Provinsi DKI Jakarta, enam bulan sekali selama pasca pengerukan sungai dan waduk Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐22]
Dampak Penting Yang Dipantau Komponen Indikator Lingkungan Fase 1 3. Transportasi/ Lalu Lintas Tidak terjadi kemacetan lalu lintas pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Sumber Dampak Kegiatan demobilisasi peralatan Parameter Yang Dipantau Kelancaran lalu lintas pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Tujuan Pemantauan Lingkungan warga masyarakat sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Metode Pemantauan Pengumpulan dan Jangka Waktu/ Lokasi Analisis Data Frekuensi menggunakan keusioner. Data yang ada dianalisis secara deskriptif Untuk mengetahui apakah upaya pengelolaan lalu lintas di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 berjalan dengan baik Pengamatan/ pencatatan lapangan. Data yang ada dianalisis secara deskriptif Pada badan‐
badan jalan di sekitar lokasi pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Setiap bulan selama tahap pasca pengerukan sungai dan waduk JEDI Fase 1 Institusi Pemantauan Institusi Pengelolaan Lingkungan Pelaksana Pengawas Pelaporan Fase 1 JEDI Fase 1 Pekerjaan Umum serta Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Pemrakarsa Sudin Ke Sudin Kegiatan Perhubungan Perhubungan, KLH (Direktorat dan KLH Jakarta Utara, Jenderal Jakarta Utara, Jakarta Barat, Sumber Daya Jakarta Barat Jakarta Pusat dan Air dan dan Jakarta BPLHD Provinsi Direktorat Pusat DKI Jakarta, enam Jenderal Cipta bulan sekali Karya salama tahap Departemen pengerukan Pekerjaan sungai dan waduk Umum serta JEDI Fase 1 Dinas Pekerjaan Umum Provinsi DKI Jakarta). Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) [ II‐23]
Peta II‐1. LOKASI PEMANTAUAN LINGKUNGAN TAHAP PRA OPERASI DAN OPERASI
Keterangan: Kualitas air permukaan
Persepsi masyarakat
Kualitas udara, Kebisingan & kebauan
Transportasi/lalu lintas
Peta II‐2. LOKASI PEMANTAUAN LINGKUNGAN TAHAP PASCA OPERASI
Keterangan: Kuantitas air permukaan
Persepsi masyarakat
Transportasi/lalu lintas
DAFTAR PUSTAKA
APHA, 1992. Standard Methods, APHA, AWWA, WPCF, Washington DC
BPLHD., 2008. Laporan Status Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Penjaringan dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Cengkareng dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Kembangan dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Kebun Jeruk dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Sawah Besar dalam Angka, Tahun 2008
BPS, Kecamatan Pademangan dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Kemayoran dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Tanjung Priok dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Koja dalam Angka, Tahun 2008
BPS, Kecamatan Kelapa Gading dalam Angka, Tahun 2008
Biro Pusat Statistik, Kecamatan Tanah Abang dalam Angka, Tahun 2008
Louis Berger Inc. and PT. Indah Karya (Persero). Drainage Management for
Jakarta: Priority Assistance, WJEMP DKI 3-8,), April 2004.
Nippon Koei and Kwarsa Hexagon (2005) Outline Plan for Major Drainage and
Small Lakes Management in Jabodetabek-Bopunjur Area, WJEMP
Pusat 3-10, , June 2005.
Soemarwoto, O. 1991. Analisis Dampak Lingkungan (Environmental Dampak
Analysis) . Gajah Mada Universitas Press, Yokyakarta.
World Bank (2008). Preliminary Assessment of Sediment Quality, Final Report 28
October 2008
Rencana Pemantauan Lingkungan Hidup (RPL) Kegiatan Pengerukan sungai dan waduk Fase 1 (JUFMP/JEDI) 
Download