PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK

advertisement
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk.
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT)
DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN)
SERTA UNTUK PERIODE - PERIODE SEMBILAN BULAN
YANG BERAKHIR PADA
30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
DAFTAR ISI
Halaman
SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM – Pada tanggal 30 September 2011 (Tidak
Diaudit) dan tanggal 31 Desember 2010 (Auditan) serta untuk sembilan bulan yang berakhir pada
tanggal 30 September 2011 dan 2010 (Tidak Diaudit)
•
Laporan Posisi Keuangan (Neraca) Konsolidasian Interim
1
•
Laporan Laba (Rugi) Komprehensif Konsolidasian Interim
3
•
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian Interim
4
•
Laporan Arus Kas Konsolidasian Interim
5
•
Catatan Atas Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
6
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
30 September 2011
31 Desember 2010
176,283,737,271
524,091,562,677
63,600,893,094
5,603,652,372
37,548,538,894
5,785,915,902
6,277,018,144
53,993,146,198
63,213,565,874
1,582,589,632,610
60,092,859,179
100,894,880,057
24,902,336,736
46,011,851
15,233,560,390
712,153,308
873,184,464,552
1,847,685,000,005
6,845,561,972
81,299,330,604
45,974,915,836
1,321,987,008,989
2,459,210,815
1,360,777,470,265
39,691,130,153
243,426,850,587
128,729,774,984
27,991,335,027
891,601,062,638
5,416,134,453
1,635,554,043,369
39,129,512,978
87,420,477,100
81,383,060,716
Jumlah Aset Tidak Lancar
3,149,891,923,601
2,849,794,956,885
JUMLAH ASET
4,023,076,388,153
4,697,479,956,890
ASET
ASET LANCAR
Kas dan bank
Investasi jangka pendek
Piutang usaha kepada pihak ketiga
Piutang lain-lain pihak ketiga - bersih
Persediaan
Pajak dibayar dimuka
Beban dibayar dimuka
Uang muka
3,6,38
3.7
3,8,38
3,9,38
3,10
20
3
Jumlah Aset Lancar
ASET TIDAK LANCAR
Piutang kepada pihak berelasi
Aset pajak tangguhan - bersih
Investasi pada entitas asosiasi
Aset tetap - bersih
Goodwill
Rekening yang dibatasi penggunaannya
Aset minyak dan gas bumi - bersih
Aset lain-lain - bersih
3,11,33b,33c,
33d,34
3,20
3,12,34
3.13
3.14
3,24,33i,38
3,15,39
3,16,39
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
-1-
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN POSISI KEUANGAN (NERACA) KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
30 September 2011
31 Desember 2010
20,000,000,000
-
20,000,000,000
602,768,496,560
56,685,884,568
50,337,962,570
35,314,993,885
98,316,995,365
5,537,363,053
219,600,100,577
9,092,438,423
60,046,662,324
30,415,425,317
63,874,171,871
296,830,868
287,549,151,539
54,521,652,774
5,073,225,000
15,053,333
113,170,707
18,874,358,530
127,966,063
500,087,187,481
1,138,474,715,846
181,371,539,914
135,480,000
141,186,440
9,250,922,136
178,085,445,509
232,553,300
6,725,714,615
Jumlah Liabilitas Tidak Lancar
190,899,128,490
185,043,713,424
JUMLAH LIABILITAS
690,986,315,971
1,323,518,429,270
3,007,574,410,500
418,102,983,295
1,382,883,316
(95,642,349,747)
3,007,574,406,500
418,102,981,495
360,398,177
(99,745,217,767)
3,331,417,927,364
672,144,818
3,326,292,568,405
47,668,959,215
Jumlah Ekuitas
3,332,090,072,182
3,373,961,527,620
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS
4,023,076,388,153
(95,642,349,747)
4,697,479,956,890
LIABILITAS DAN EKUITAS
LIABILITAS LANCAR
Utang jangka pendek
Wesel bayar
Utang usaha
Pihak ketiga
Pihak berelasi
Utang pajak
Beban yang masih harus dibayar
Pendapatan diterima dimuka
Utang lain-lain pihak ketiga
Utang kepada pihak berelasi
Utang jangka panjang yang jatuh tempo dalam
waktu satu tahun
Bank
Sewa pembiayaan
Lain-lain
3,17,39
3,18,33g,34
3,19,38
34
20
3,21,38
3,22,33a,38
3,23,33g,34
3.24
33f,34,38,39
Jumlah Liabilitas Lancar
LIABILITAS TIDAK LANCAR
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian
yang jatuh tempo dalam waktu satu tahun
Bank
Sewa pembiayaan
Lain-lain
Estimasi liabilitas imbalan kerja karyawan
3.24
33f,34,38,39
3.25
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 100 per saham
Modal dasar - 72.000.000.000 saham
Modal ditempatkan dan disetor - 30.075.744.105 saham
pada tanggal 30 September 2011 dan 35.075.744.065 saham
pada tanggal 31 Desember 2010
Tambahan modal disetor
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
Saldo rugi
Ekuitas yang dapat diatribusikan
langsung kepada pemilik entitas induk
Kepentingan Non-pengendali
26
27
3.28
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
-2-
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF KONSOLIDASIAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT)
UNTUK PERIODE - PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Catatan
Pendapatan
Beban Pokok Pendapatan
30 September 2011
30 September 2010
3,29,33j,33k
253,137,957,733
178,368,990,575
3,30,39
(159,834,964,058)
(138,514,229,795)
93,302,993,675
39,854,760,780
(72,371,453,021)
(20,767,296,837)
(93,138,749,858)
(67,154,352,712)
(79,923,469,076)
(147,077,821,788)
Laba Kotor
Beban Usaha :
Beban umum & administrasi
Beban Lain-lain
Jumlah
3
31.39
32
Laba (Rugi) Sebelum Pajak
Pajak Penghasilan
164,243,817
Manfaat (beban) pajak penghasilan:
Kini
Tangguhan
Final
Manfaat pajak penghasilan - bersih
(107,223,061,008)
3,20
(13,468,844,250)
18,364,839,684
(1,046,008,074)
3,849,987,360
18,348,977,358
(5,185,167,226)
13,163,810,132
Laba (Rugi) Bersih - Periode Berjalan
4,014,231,177
(94,059,250,876)
Pendapatan komprehensif lain setelah pajak:
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
1,022,485,139
1,046,027,263
Total laba (rugi) komprehensif - periode berjalan
5,036,716,316
(93,013,223,613)
Laba (rugi) yang Dapat Diatribusikan kepada :
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-pengendali
Jumlah
4,102,868,020
(88,636,843)
(96,325,097,709)
2,265,846,833
4,014,231,177
(94,059,250,876)
5,125,353,159
(88,636,843)
5,036,716,316
(95,279,070,446)
2,265,846,833
(93,013,223,613)
Total laba (rugi) komprehensif yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik Entitas Induk
Kepentingan Non-pengendali
Jumlah
Laba (rugi) bersih per saham dasar
Laba (rugi) bersih per saham dilusian
3,37
3,37
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
-3-
0.36
0.16
(7.67)
(7.49)
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS KONSOLIDASIAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT)
UNTUK PERIODE - PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
Modal Ditempatkan
dan Disetor
Tambahan Modal
Disetor
Selisih Kurs
Karena Penjabaran
Laporan Keuangan
1,857,574,400,000
-
13,577,115,586
1,150,000,000,000
418,102,978,570
-
-
-
1,046,027,263
-
-
-
(96,325,097,709)
(96,325,097,709)
2,265,846,833
(94,059,250,876)
-
-
1,046,027,263
(96,325,097,709)
(95,279,070,446)
2,265,846,833
(93,013,223,613)
Saldo per 30 September 2010
3,007,574,400,000
418,102,978,570
14,623,142,849
(99,691,117,730)
3,340,609,403,689
50,073,720,576
3,390,683,124,265
Saldo per 1 Januari 2011
3,007,574,406,500
418,102,981,495
360,398,177
(99,745,217,767)
3,326,292,568,405
47,668,959,215
3,373,961,527,620
4,000
1,800
-
-
5,800
-
5,800
-
-
1,022,485,139
-
1,022,485,139
-
1,022,485,139
Kepentingan Non-pengendali - bersih
-
-
-
-
-
(46,908,177,554)
Laba bersih
Total laba (rugi) komprehensif
periode berjalan
-
-
4,102,868,020
4,102,868,020
(88,636,843)
-
-
1,022,485,139
4,102,868,020
5,125,353,159
(46,996,814,397)
3,007,574,410,500
418,102,983,295
1,382,883,316
(95,642,349,747)
Catatan
Saldo per 1 Januari 2010
Penerbitan saham melalui penawaran
umum saham perdana
Rugi komprehensif
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
26.27
28
Rugi bersih
Total laba (rugi) komprehensif
periode berjalan
Pelaksanaan waran menjadi saham
Laba komprehensif
Selisih kurs karena penjabaran
laporan keuangan
Saldo per 30 September 2011
26.27
28
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
-4-
Jumlah
Kepentingan
Non Pengendali
Saldo Rugi
(3,366,020,021)
Jumlah
Ekuitas
1,867,785,495,565
47,807,873,743
1,915,593,369,308
-
1,568,102,978,570
-
1,568,102,978,570
-
1,046,027,263
-
1,046,027,263
3,331,417,927,364
672,144,818
672,144,819
(46,908,177,554)
4,014,231,177
(41,871,461,238)
3,332,090,072,182
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN ARUS KAS KONSOLIDASIAN INTERIM (TIDAK DIAUDIT)
UNTUK PERIODE - PERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
30 September 2011
ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan
Pajak penghasilan
Pembayaran aktivitas operasi dan lainnya
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Operasi
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Penghasilan bunga
Pencairan investasi jangka pendek
Penjualan investasi saham
Penempatan investasi jangka pendek
Penyertaan saham
Perolehan aset minyak dan gas bumi
Perolehan aset tetap
239,295,429,122
(171,902,795,952)
(1,046,008,074)
(12,310,547,404)
183,231,986,008
(341,613,584,057)
(5,185,167,226)
(157,533,226)
54,036,077,692
(163,724,298,501)
18,876,086,171
1,358,798,099,963
975,000,000,000
(300,300,030,030)
(1,234,312,996,074)
(73,659,369,399)
(8,611,358,905)
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Investasi
30 September 2010
58,274,378,861
(1,499,278,199,126)
(931,773,328,607)
(281,104,804)
735,790,431,726
(2,373,058,253,676)
ARUS KAS DARI AKTIVITAS PENDANAAN
Penerbitan saham
Penerimaan (pelunasan) wesel bayar
Pembayaran bunga
Pengeluaran kas kepada pihak yang berelasi
Pembayaran hutang bank jangka panjang
Penerimaan kas dari pihak yang berelasi
5,800
(602,768,496,560)
(45,615,701,542)
(45,429,214,351)
(17,396,700,000)
34,453,768,632
1,565,931,299,251
602,768,496,560
(11,766,992,878)
(51,265,432,151)
424,198,000,000
25,525,706,386
Arus Kas Bersih Diperoleh Dari (Digunakan Untuk) Aktivitas Pendanaan
(676,756,338,021)
2,555,391,077,168
KENAIKAN (PENURUNAN) BERSIH KAS DAN BANK
KAS DAN BANK AWAL TAHUN
KAS DAN BANK AKHIR PERIODE
113,070,171,397
18,608,524,991
63,213,565,874
45,003,074,555
176,283,737,271
(0)
63,611,599,546
Aktivitas yang tidak mempengaruhi arus kas:
Penambahan aset tetap melalui utang sewa pembiayaan
Pelepasan aset tetap dengan cara net off utang karyawan dan pihak ketiga
Dividen tunai yang dibayarkan langsung untuk melunasi utang
Reklasifikasi investasi jangka pendek akibat pelepasan entitas anak
Penambahan aset minyak dan gas bumi akibat akuisisi entitas anak
Penambahan investasi jangka pendek melalui piutang bunga
Penurunan utang lain-lain pihak ketiga melalui pelepasan aset lain-lain
225,800,000
566,330,011
7,221,463,764
419,717,414,315
103,416,933,158
107,283,876,387
5,000,000,000
Lihat catatan atas laporan keuangan konsolidasian interim yang merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian interim secara keseluruhan.
-5-
-
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian dan Informasi Umum
PT. Benakat Petroleum Energy Tbk. (“Perusahaan”) didirikan berdasarkan akta notaris Elvie
Sahdalena, S.H, M.H., No. 4 tanggal 19 April 2007. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Hukum
dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dalam Surat Keputusan No. W8-01763. HT.01.01-TH.2007
yang ditetapkan tanggal 25 Juni 2007. Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami beberapa kali
perubahan, terakhir kali berdasarkan akta notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., No. 191 tanggal
26 Agustus 2011 mengenai perubahan susunan pengurus Perusahaan. Sampai dengan diterbitkannya
laporan interim ini, pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar terakhir masih dalam proses di
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.
Perusahaan berdomisili di Jakarta dan beralamat di Menara Anugrah, Lantai 12 Kantor Taman E.3.3,
Jl. Mega Kuningan Lot. 8.6-8.7, Kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan 12950.
Sesuai dengan pasal 3 Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan Perusahaan adalah
bergerak di bidang pembangunan, perdagangan, pertambangan, perindustrian dan jasa. Perusahaan
mulai beroperasi pada tahun 2007. Perusahaan dan entitas anak memiliki karyawan tetap pada tanggal
30 September 2011 dan 31 Desember 2010 masing-masing sebanyak 164 dan 152 orang.
Susunan dewan komisaris dan direksi Perusahaan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember
2010 adalah sebagai berikut:
30 September 2011
31 Desember 2010
Komisaris Utama
: Andreas Kastono Ahadi
Andreas Kastono Ahadi
Komisaris Independen
: Zanial Achmad
Zanial Achmad
Komisaris
: James Johanes
James Johanes
Ferdy Yustianto
Andy Achmad Dara
Direktur Utama
Direktur Tidak Terafiliasi
Direktur
: Muhammad Suluhuddin Noor
: Firlie Hanggodo Ganinduto
: Michael Wong
Adhi Utomo Jusman
Sekretaris Perusahaan
: Dina Andini
Muhammad Suluhuddin Noor
Firlie Hanggodo Ganinduto
Ferdy Yustianto
Michael Wong
Ellie Turjandi
Dina Andini
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Perusahaan pada tanggal 21 Juni 2011,
pemegang saham Perusahaan telah menyetujui pengunduran diri Bapak Andy Achmad Dara selaku
komisaris Perusahaan. Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian interim ini, Akta
Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang Saham dan pemberitahuan perubahan Anggaran
Dasar masih dalam proses di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan
Surat Keterangan No. 61/KET-N/VII/2011 tanggal 22 Juni 2011.
Berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (”RUPSLB”) Perusahaan pada tanggal 26
Agustus 2011, pemegang saham Perusahaan telah menyetujui pengunduran diri Bapak Ferdy
Yustianto dan Ibu Ellie Turjandi selaku direktur Perusahaan serta pengangkatan Bapak Adhi Utomo
Jusman selaku direktur Perusahaan dan Bapak Ferdy Yustianto selaku komisaris Perusahaan. Sampai
dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian interim ini, Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum
Pemegang Saham dan pemberitahuan perubahan Anggaran Dasar masih dalam proses di
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia dengan Surat Keterangan
No. 125/KET-N/VIII/2011 tanggal 26 Agustus 2011.
Jumlah remunerasi bruto untuk anggota komisaris dan direksi Perusahaan adalah sebesar
Rp 1,7 miliar untuk periode sembilan bulan yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 dan
Rp 6,1 miliar untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2010.
-6-
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
b. Penawaran Umum Saham Perusahaan
Perusahaan telah mendapatkan pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan
Lembaga Keuangan (“BAPEPAM-LK”) dengan Surat No. S 891/BL/2010 tanggal 1 Pebruari 2010 untuk
melakukan penawaran umum atas 11.500.000.000 saham dengan nilai nominal Rp 100 per saham
kepada masyarakat dengan harga penawaran sebesar Rp 140 per saham dan 6.500.000.000 waran
seri 1 yang menyertai saham biasa atas nama yang dikeluarkan dalam rangka penawaran umum. Pada
tanggal 11 Pebruari 2010, saham dan waran seri 1 tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek
Indonesia.
Harga pelaksanaan setiap waran adalah sebesar Rp 145 per saham. Waran seri 1 diberikan cumacuma sebagai insentif bagi pemegang saham baru yang namanya tercatat dalam daftar penjatahan
penawaran umum yang dikeluarkan oleh Biro Administrasi Efek pada tanggal penjatahan, yaitu tanggal
9 Pebruari 2010. Setiap pemegang 23 saham baru perseroan berhak memperoleh 13 waran dimana
setiap 1 waran memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli 1 saham baru perseroan yang
dikeluarkan dalam portepel. Waran yang diterbitkan mempunyai jangka waktu pelaksanaan selama
3 tahun, yaitu sejak tanggal 11 Pebruari 2010 sampai dengan 8 Pebruari 2013. Hingga tanggal 30
September 2011, saham yang diterbitkan pada pelaksanaan 105 waran adalah sejumlah 105 saham.
Jumlah waran yang belum dilaksanakan pada tanggal 30 September 2011 adalah 6.499.999.895
waran.
c. Entitas Anak
Perusahaan memiliki baik langsung maupun tidak langsung, lebih dari 50% saham entitas anak pada
tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 sebagai berikut:
Entitas anak
Tempat
Kedudukan
Mulai
Beroperasi
Komersial
Persentase Pemilikan Efektif
Kegiatan Usaha
30 September
31 Desember
2011
2010
Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
30 September 2011
31 Desember 2010
PT. Benakat Oil ('BO')
Jakarta
2007
Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi
100,00%
80,00%
560.350.641.601
492.917.433.990
PT. Indelberg Indonesia ("II")
Jakarta
2005
Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi
100,00%
80,43%
411.380.569.124
340.336.123.591
PT. Benakat Barat Petroleum ("BBP")
Jakarta
2008
Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi
94,00%
75,60%
411.424.870.037
321.131.603.342
PT. Benakat Mining ("BM")
Jakarta
2009
Pertambangan dan Jasa Pendukung
99,96%
99,96%
521.747.296.102
1.481.404.137.795
PT. Java Mitra Sentosa ("JMS") 1
Jakarta
2008
Produksi dan Pertambangan Batubara
27,42%
91,39%
-
25.015.694.007
PT. Black Diamond Resources ("BDR") 1
Jakarta
2009
Produksi dan Pertambangan Batubara
26,47%
88,24%
-
25.112.053.874
PT. Delta Samudra ("DS") 1
Jakarta
2008
Produksi dan Pertambangan Batu bara
22,56%
75,18%
-
25.076.519.982
PT. Suluh Ardhi Engineering ("SAE")
Jakarta
2008
Jasa Kontraktor EPC
94,96%
94,96%
22.962.829.208
28.094.112.869
PT. Nusa Energy Raya ("NER")
Jakarta
2008
Produksi dan Perdagangan Mineral Logam
79,97%
79,97%
6.092.857.140
10.855.480.595
PT. Benakat Energy Kreasi ("BEK")
Jakarta
2009
Energi dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam
99,86%
99,86%
45.500.000.000
500.000.000
PT. Benakat Patina ("BP") (dahulu
PT Benakat Power)
Jakarta
2008
Energi Jasa Pendukung
99,80%
99,80%
1.078.006.943.962
426.931.250
Singapura
2011
Perusahaan Investasi
100,00%
0,00%
1.057.555.008.246
-
BVI
2007
Eksplorasi dan Produksi Minyak dan Gas Bumi
99,70%
0,00%
151.387.754.683
-
Silverstein Ventures Pte Ltd ("SV") 2
Patina Group Ltd ("Patina") 2
Keterangan:
1 Pelepasan pada September 2011 (Catatan 1d dan 5).
2 Akuisisi pada September 2011 (Catatan 5).
-7-
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
c. Entitas Anak (lanjutan)
PT. Benakat Oil (”BO”)
Pada tanggal 9 September 2011, Perusahaan mengakuisisi 20% kepemilikan tersisa pada BO melalui
pembelian 66.042.159 lembar saham oleh Perusahaan dan 1 lembar saham oleh BP dari PT. Tesco
International Capital (“TIC”). Sehingga secara langsung dan tidak langsung 100% kepemilikan BO
dimiliki oleh Perusahaan.
Silverstein Ventures Pte LTd. (”SV”) dan Patina Group Ltd. (”Patina”)
Pada tanggal 29 September 2011, BP mengakuisisi SV melalui perolehan 1.001.000 lembar saham
atau 100% kepemilikan. Saham tersebut dibeli dari TIC sejumlah 400.400 lembar saham, PT. AM
Texas Resources (“ATR”) sejumlah 600.600 lembar saham sesuai dengan Conditional Share Sale and
Puchase Agreement tertanggal 27 Agustus 2011 (Catatan 5).
SV adalah pemilik 99,90% saham Patina, sehingga bersamaan dengan efektifnya kepemilikan BP di
SV, Perusahaan juga secara tidak langsung memiliki efektif 99,90% saham di Patina.
d. Entitas Asosiasi
Perusahaan secara langsung dan tidak langsung, memiliki 20% atau lebih hak suara sehingga
dianggap memiliki pengaruh signifikan, yang pada tanggal 30 September 2011 dan
31 Desember 2010 nilainya sebagai berikut:
Mulai
Tem pat
Beroperasi
Kedudukan Kom ersial
Persentase Pem ilikan Efektif
Jumlah Aset Sebelum Eliminasi
Kegiatan Usaha
Septem ber
2011
31 Desem ber
2010
30 Septem ber
2011
31 Desember 2010
PT. Elnusa,Tbk.
Jakarta
1969
Jasa, perdagangan, pertambangan
dan perindustrian
37,67%
37,67%
4.266.333.000.000
3.678.566.000.000
PT. Java Mitra Sentosa *
Jakarta
2008
Produksi dan pertambangan batu bara 27,42%
91,39%
33.059.452.278
-
*) Pada 31 Desember 2010, JMS dikonsolidasi oleh BM dan pada 26 Agustus 2011, BM melepas 63,97% saham JMS (Catatan 5).
Pada tanggal 10 Pebruari 2010, Perusahaan menandatangani “Conditional Share Sale and Purchase
Agreement” (“CSSPA”) dengan PT. Tridaya Esta untuk pembelian 2.711.565.890 lembar (atau setara
dengan kepemilikan 37,67%) saham PT. Elnusa Tbk. (ELSA). CSSPA yang kemudian diubah oleh
Perusahaan dan PT. Tridaya Esta pada tanggal 11 Maret 2010.
Pembelian saham ELSA tersebut terealisasi melalui PT. Sinarmas Sekuritas pada tanggal 12 Maret
2010 dan 11 Juni 2010 masing-masing sebanyak 1.795.496.332 saham (setara dengan kepemilikan
24,94%) dan 916.069.558 saham (setara dengan kepemilikan 12,73%) dengan total harga perolehan
sebesar Rp 909.808.328.607 (termasuk waiver fee dan crossing fee sebesar Rp 182.550.000 dan
Rp 894.816.744 yang dibayarkan oleh Perusahaan) (Catatan 12,18,19,33a,33g dan 34).
Pada tanggal 26 Agustus 2011, PT. Benakat Mining (“BM”) dan PT. Aiwa Artha Sejahtera (“Aiwa”)
menandatangani Exchangable Note Issuance Agreement, di mana BM menerbitkan exhangable note
yang dapat ditukarkan dengan 4.480 lembar saham PT. Java Mitra Sentosa (“JMS”) yang dimiliki oleh
BM pada tanggal efektif. Pada tanggal 30 September 2011, Aiwa dan BM telah menukarkan
exchangeable note tersebut menjadi saham melalui Akta Jual Beli No. 285 tanggal 30 September 2011.
Dengan demikian, nilai kepemilikan BM atas JMS berkurang, yang sebelumnya memiliki 6.400 saham
atau 91,39 % menjadi hanya 1.980 saham atau 27,42 % (Catatan 5).
-8-
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
1. INFORMASI UMUM (lanjutan)
e. Kuasa Penambangan
PT. Benakat Barat Petroleum
PT. Benakat Barat Petroleum (“BBP”), entitas anak, memiliki perjanjian kerjasama dengan
PT. Pertamina EP (“PEP”) pada tanggal 16 Maret 2009 sehubungan dengan operasi penanganan
produksi minyak mentah dan gas bumi di wilayah produksi Benakat Barat, Sumatera Selatan. Masa
berlaku perjanjian ini adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian dimana ijin lokasi dimiliki oleh
Pemerintah yang diwakili oleh PEP, jumlah cadangan terbukti 11.100.000 barel, akumulasi jumlah
produksi dari periode 16 Maret 2009 sampai dengan 30 September 2011 adalah sebesar 1.754.140
barel (sampai dengan 31 Desember 2010 adalah sebesar 1.198.222 barel).
Patina Group Ltd
Patina, entitas anak, memiliki perjanjian kerjasama dengan PEP pada tanggal 25 April 2007
sehubungan dengan operasi penanganan produksi minyak mentah dan gas bumi di wilayah produksi
Bangkudulis, Kalimantan Timur. Masa berlaku perjanjian ini adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya
perjanjian dimana ijin lokasi dimiliki oleh Pemerintah yang diwakili oleh PEP, jumlah cadangan terbukti
9.500.000 barel, akumulasi jumlah produksi dari periode 1 Agustus 2010 sampai dengan 30 September
2011 adalah sebesar 12.100 barel.
PT. Nusa Energy Raya
PT. Nusa Energy Raya (“NER”), entitas anak, memiliki ijin eksploitasi bahan galian mangan pada
tanggal 14 Mei 2008 sesuai dengan KP No. HK/142/2008 seluas 199,7 ha di daerah Wae Limar dan
sekitarnya, Desa Bajak, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka
waktu 5 tahun.
NER memiliki ijin eksploitasi bahan galian mangan pada tanggal 25 Agustus 2008 sesuai dengan KP
No. HK/222/2008 seluas 173,1 ha di Desa Watu Tango dan sekitarnya, Kecamatan Reok, Kabupaten
Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka waktu 5 tahun. Pada tanggal 5 Desember 2009, NER
menerima Perubahan Keputusan Bupati Manggarai, Nusa Tenggara Timur tentang Kuasa
Pertambangan Ekspoitasi bahan galian mangan berubah menjadi Izin Usaha Pertambangan Operasi
Produksi dengan No. HK/269/2009 seluas 173,1 ha untuk jangka waktu 5 tahun.
NER memiliki ijin eksplorasi bahan galian mangan pada tanggal 7 Juli 2009 sesuai dengan KP
No. HK/163/2009 seluas 1.503 ha di daerah Wae Beci dan sekitarnya, Kecamatan Reok, Kabupaten
Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka waktu 1 tahun. Sampai dengan diterbitkannya laporan
interim ini, perpanjangan ijin eksplorasi lanjutan masih dalam proses pengajuan ke Bupati Daerah
Manggarai.
NER memiliki ijin eksplorasi bahan galian mangan pada tanggal 1 Oktober 2009 sesuai dengan KP
No. HK/217/2009 seluas 1.015 ha di Daerah Ngancar dan sekitarnya, Desa Bajak, Kecamatan Reok,
Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur untuk jangka waktu 1 tahun. Sampai dengan
diterbitkannya interim independen ini, perpanjangan ijin eksplorasi lanjutan masih dalam proses
pengajuan ke Bupati Daerah Manggarai.
-9-
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK)
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI
DAN INTERPRETASI
a. Standar yang berlaku efektif pada periode berjalan
Dalam periode berjalan, Perusahaan dan entitas anak telah mengadopsi semua standar baru dan telah
direvisi dan interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan dari Institut
Akuntan Indonesia yang relevan dengan operasi dan efektif untuk periode akuntansi yang dimulai pada
tanggal 1 Januari 2011. Penerapan standar-standar baru dan telah direvisi dan interpretasi telah
menghasilkan perubahan kebijakan akuntansi Perusahaan dan entitas anak pada bidang berikut yang
mempengaruhi penyajian dan pengungkapan laporan keuangan untuk periode lalu dan berjalan.
•
PSAK 1 (revisi 2009), Penyajian Laporan Keuangan
Pernyataan revisi ini telah memasukkan perubahan dalam format dan isi laporan keuangan, termasuk judul
laporan keuangan yang telah direvisi.
Sebagai hasil dari adopsi standar yang direvisi ini, Perusahaan dan entitas anak menyajikan
semua perubahan pemilik dalam ekuitas pada laporan perubahan ekuitas. Semua perubahan nonpemilik dalam ekuitas (contoh pendapatan komprehensif) disajikan dalam laporan laba rugi
komprehensif. Selanjutnya, pengungkapan tambahan dibuat sehubungan dengan manajemen
modal, penilaian akuntansi kritis dan sumber-sumber utama ketidakpastian estimasi.
•
PSAK 3 (revisi 2010), Laporan Keuangan Interim
Standar yang direvisi mengatur, antara lain, isi minimum serta periode penyajian yang disyaratkan
dalam laporan keuangan interim, serta prinsip pengakuan dan pengukuran dalam laporan
keuangan interim baik lengkap ataupun ringkas.
Dalam menyusun laporan keuangan interim, Perusahaan dan entitas anak mengikuti prinsip
akuntansi yang sama dengan prinsip yang diterapkan dalam menyusun laporan keuangan tahunan
untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2010, dan mengatur periode penyajian yang disyaratkan
untuk disajikan dalam laporan keuangan interim.
•
PSAK 7 (revisi 2010), Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi
Standar ini memperluas definisi pihak-pihak berelasi dan pengungkapan hubungan pihak-pihak
berelasi, transaksi dan saldo termasuk komitmen. Standar ini juga mengharuskan pengungkapan
hubungan antara entitas induk dan entitas anak terlepas dari apakah telah terjadi transaksi antara
mereka. Selanjutnya anggota personil manajemen kunci merupakan pihak berelasi, sehingga
mengharuskan pengungkapan atas kompensasi personil manajemen kunci untuk masing-masing
kategori. Perusahaan dan entitas anak telah mengevaluasi hubungan pihak-pihak berelasi dan
mengungkapkan sesuai dengan standar revisi ini.
b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan
Efektif untuk periode yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2012:
•
•
•
•
•
•
•
•
•
PSAK 10 (revisi 2010), Pengaruh Perubahan Nilai Tukar Valuta Asing
PSAK 18 (revisi 2010), Akuntansi dan Pelaporan Program Manfaat Purnakarya
PSAK 24 (revisi 2010), Imbalan Kerja
PSAK 34 (revisi 2010), Kontrak Konstruksi
PSAK 46 (revisi 2010), Pajak Penghasilan
PSAK 50 (revisi 2010), Instrumen Keuangan: Penyajian
PSAK 53 (revisi 2010),Pembayaran Berbasis Saham
PSAK 60, Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK 61, Akuntansi Hibah Pemerintah dan Pengungkapan Bantuan Pemerintah
- 10 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
2. PENERAPAN PERNYATAAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (PSAK)
STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK) BARU DAN REVISI (lanjutan)
DAN INTERPRETASI
b. Standar dan interpretasi telah diterbitkan tapi belum diterapkan (lanjutan)
•
•
•
•
ISAK 13, Lindung Nilai Investasi Neto dalam Kegiatan Usaha Luar Negeri
ISAK 15, Batas Aset Manfaat Pasti, Persyaratan Minimum dan Interaksinya
ISAK 18, Bantuan Pemerintah – Tidak Ada Relasi Spesifik dengan Aktivitas Operasi
ISAK 20, Pajak Penghasilan – Perubahan dalam status Pajak Entitas atau Para Pemegang
Sahamnya.
Standar dan interpretasi baru/revisi ini merupakan hasil konvergensi Standar Pelaporan Keuangan
Internasional (International Financial Reporting Standards).
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI
Berikut ini adalah ikhtisar kebijakan akuntansi yang penting yang diterapkan dalam penyusunan laporan
keuangan konsolidasian, sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia dan Peraturan
Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) No. VIII.G.7 (Revisi 2000) tentang “Pedoman Penyajian
Laporan Keuangan” dan Surat Edaran Ketua Bapepam No. SE-02/BL/2008 tentang “Pedoman Penyajian
dan Pengungkapan Laporan Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik, Khususnya Industri Minyak dan
Gas Bumi”.
a. Dasar Penyusunan Laporan Keuangan Konsolidasian Interim
Laporan keuangan konsolidasian interim disusun berdasarkan konsep harga perolehan, kecuali
beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan
akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan keuangan konsolidasian interim disusun dengan menggunakan dasar akrual (accrual basis),
kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian.
Laporan arus kas konsolidasian menyajikan informasi penerimaan dan pengeluaran kas dan setara kas
yang dikelompokkan menjadi aktivitas operasi, investasi dan pendanaan dengan menggunakan metode
langsung (direct method).
Penerapan SAK revisi menyebabkan adanya perubahan dalam penyajian dan pengungkapan informasi
keuangan, namun tidak mengakibatkan dampak yang material terhadap kinerja dan posisi keuangan
Perusahaan dan entitas anak.
Berdasarkan PSAK 1 (revisi 2009), jumlah tercatat Kepentingan Non-pengendali telah direklasifikasi
dan disajikan sebagai bagian dari ekuitas. Sesuai dengan PSAK 4 (revisi 2009), penyertaan
Perusahaan pada entitas anak, entitas asosiasi dan joint controlled entities disajikan berdasarkan
metode biaya perolehan. Sesuai dengan ketentuan transisi PSAK 22 (revisi 2010), amortisasi goodwill
dihentikan dan akumulasi amortisasinya dieliminasi dengan harga perolehan goodwill.
Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan dan entitas anak periode sebelumnya tidak disajikan
kembali, karena pengaruh atas penerapan standar akuntansi yang memerlukan penerapan retrospektif
adalah tidak material.
Mata uang pelaporan yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata
uang Rupiah (Rp).
- 11 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
b. Prinsip-prinsip Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perusahaan dan entitas anak
yang dikendalikan oleh Perusahaan (entitas anak). Pengendalian dianggap ada apabila Perusahaan
mempunyai hak untuk mengatur dan menentukan kebijakan finansial dan operasional dari investee
untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya.
Kepentingan dari pemegang saham Non-pengendali terdiri dari jumlah kepemilikan pada tanggal
terjadinya penggabungan usaha dan bagian Kepentingan Non-pengendali dari perubahan ekuitas sejak
tanggal dimulainya penggabungan usaha. Sebelum 1 Januari 2011, kerugian yang menjadi bagian
Kepentingan Non-pengendali melebihi hak Kepentingan Non-pengendali dialokasikan kepada bagian
induk perusahaan. Efektif mulai 1 Januari 2011, pendapatan komprehensif diatribusikan kepada
pemilik-pemilik induk perusahaan dan Kepentingan Non-pengendali walaupun Kepentingan Nonpengendali mempunyai saldo defisit.
Hasil dari entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama periode berjalan dari tanggal efektif akuisisi
atau sampai dengan tanggal efektif penjualan termasuk dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang
digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Perusahaan.
Seluruh transaksi antar perusahaan, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasi.
Goodwill merupakan selisih lebih antara harga perolehan dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh
pada tanggal akuisisi. Jika harga perolehan lebih rendah daripada nilai wajar aset bersih yang
diperoleh (goodwill negatif), maka selisihnya diakui di dalam laba rugi konsolidasian. Goodwill tidak
diamortisasi dan dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.
c. Transaksi dan Saldo Dalam Mata Uang Asing
Pembukuan Perusahaan dan entitas anak, kecuali BBP, II, SV, dan Patina, diselenggarakan dalam
mata uang Rupiah. Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan
kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal posisi keuangan, aset dan liabilitas
moneter dalam mata uang asing disesuaikan ke dalam Rupiah untuk mencerminkan rata-rata nilai kurs
seperti yang dipublikasikan oleh Bank Indonesia pada hari terakhir transaksi perbankan pada tahun
tersebut. Keuntungan atau kerugian selisih kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian periode yang bersangkutan.
Nilai tukar mata uang asing terhadap Rupiah pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010
adalah sebagai berikut:
2011
2010
1 Dolar Amerika Serikat (USD)
8.823
8.991
1 Dolar Singapura (SGD)
6.796
6.981
1 Euro Eropa (EUR)
11.956
11.956
Pembukuan BBP, II, SV dan Patina, diselenggarakan sesuai mata uang fungsionalnya, yaitu Dolar
Amerika Serikat. Untuk tujuan penyajian laporan keuangan konsolidasian, aset dan liabilitas entitas
anak pada tanggal posisi dijabarkan masing-masing dengan menggunakan kurs yang berlaku pada
tanggal tersebut, sedangkan pendapatan dan beban dijabarkan dengan menggunakan kurs rata-rata.
Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas pada akun “Selisih Kurs Penjabaran
Laporan Keuangan”.
- 12 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
d. Transaksi dengan Pihak-pihak Berelasi
Pihak-pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan entitas yang menyiapkan laporan
keuangannya (dalam pernyataan ini dirujuk sebagai ‘entitas pelapor’).
a) Orang atau anggota keluarga terdekat yang mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang
tersebut:
1. Memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor;
2. Memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau
3. Personil manejemen kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor.
b) Suatu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
1. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas
induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya terkait dengan entitas lain).
2. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas
asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana
entitas lain tersebut adalah anggotanya).
3. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak yang sama.
4. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah entitas
asosiasi dari entitas ketiga.
5. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu
entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah
entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan
entitas pelapor.
6. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam
huruf a).
7. Orang yang diidentifikasi dalam huruf a)1. memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau
personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).
Seluruh transaksi signifikan dengan pihak-pihak yang yang berelasi, baik yang dilakukan dengan
kondisi dan prasyaratan dengan pihak ketiga maupun tidak akan diungkapkan dalam laporan keuangan
konsolidasian.
e. Kas dan Setara Kas
Kas dan bank serta deposito yang tidak dibatasi penggunaannya, yang jatuh tempo kurang dari 3
bulan.
f.
Persediaan
Persediaan dinilai pada nilai yang terendah antara harga perolehan dan nilai bersih (the lower of cost or
net realizable value). Harga perolehan persediaan dihitung dengan metode masuk pertama, keluar
pertama (first in first out method). Penyisihan untuk persediaan usang ditentukan berdasarkan estimasi
penggunaan masing-masing jenis persediaan pada masa mendatang.
g. Beban Dibayar di Muka
Beban dibayar di muka diamortisasi berdasarkan masa manfaatnya dengan menggunakan metode
garis lurus (straight-line method).
- 13 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
h. Investasi pada Entitas Asosiasi
Investasi pada perusahaan dimana Perusahaan memiliki paling sedikit 20% tetapi tidak lebih dari 50%
hak suara, atau dimana Perusahaan memiliki pengaruh signifikan, tetapi tidak mengendalikan, dicatat
berdasarkan metode ekuitas. Dengan metode ini, biaya perolehan investasi bertambah atau berkurang
sebesar bagian pemilikan Perusahaan atas laba atau rugi bersih entitas asosiasi sejak tanggal
perolehan, dan distribusi dividen tunai.
Investasi pada entitas asosiasi dicatat pada laporan posisi keuangan sebesar biaya perolehan dan
selanjutnya disesuaikan untuk perubahan dalam bagian kepemilikan Perusahaan atas aset bersih
entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan
untuk setiap investasi secara individu. Bagian Perusahaan atas kerugian entitas asosiasi yang melebihi
nilai tercatat dari investasi tidak diakui kecuali jika Perusahaan mempunyai liabilitas atau melakukan
pembayaran liabilitas entitas asosiasi yang dijaminnya, dalam hal demikian, tambahan kerugian diakui
sebesar liabilitas atau pembayaran tersebut.
Selisih lebih yang tidak dapat diidentifikasikan antara biaya perolehan investasi pada entitas asosiasi
dengan proporsi pemilikan atas nilai wajar aset bersih entitas asosiasi, termasuk di dalamnya nilai
tercatat dari investasi, diukur dengan cara yang sama dengan akuisisi dari entitas yang dikendalikan
(Catatan 3b). Goodwill yang ada, tidak diamortisasi dan dilakukan uji penurunan nilai setiap tahun.
i.
Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan diakui dan dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana
pembelian dan penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset
keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar berlaku, dan awalnya diukur
sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar
melalui laporan laba rugi komprehensif yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.
Selain kas dan bank, aset keuangan Perusahaan dan entitas anak diklasifikasikan sebagai pinjaman
yang diberikan dan piutang.
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar
aktif diklasifikasi sebagai “pinjaman yang diberikan dan piutang”, yang diukur pada biaya perolehan
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui
dengan menggunakan metode suku bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan
bunga tidak material.
Metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan
diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga selama
periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan
estimasi penerimaan kas di masa mendatang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang
dibayarkan dan diterima oleh pihak dalam kontrak yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur
instrumen keuangan, atau jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh
nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
- 14 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
i.
Aset Keuangan (lanjutan)
Penurunan nilai aset keuangan
Utang dan piutang dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal laporan posisi
keuangan dan dipertimbangkan untuk diturunkan nilainya bila terdapat bukti obyektif, sebagai akibat
dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang
merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat
diestimasi secara handal.
Bukti obyektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut:
• kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
• pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga;
atau
• terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi
keuangan.
Utang dan piutang yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual tetapi penurunan secara kolektif.
Bukti obyektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Perusahaan atas
tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari
rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi nasional atau lokal
yang berkorelasi dengan default atas piutang.
Jumlah kerugian penurunan nilai merupakan selisih antara nilai tercatat aset keuangan dengan nilai kini
dari estimasi arus kas masa datang yang didiskontokan menggunakan tingkat suku bunga efektif awal
dari aset keuangan.
Nilai tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas
aset keuangan, kecuali piutang yang nilai tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan
penurunan nilai. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan
penurunan nilai. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan
terhadap akun cadangan penurunan nilai. Perubahan nilai tercatat akun cadangan penurunan nilai
diakui dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan aset keuangan, jika dan hanya jika hak
kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset keuangan tersebut berakhir, atau Perusahaan dan
entitas anak mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan
manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Perusahaan dan entitas anak tidak mentransfer
serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih
mengendalikan aset yang ditransfer, maka Perusahaan dan entitas anak mengakui keterlibatan
berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus
dibayar. Jika Perusahaan dan entitas anak memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat
kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Perusahaan dan entitas anak masih mengakui aset
keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima.
- 15 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
j.
Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Perusahaan dan entitas anak
diklasifikasi sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan
instrumen ekuitas.
Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang memberikan hak residual atas aset Perusahaan dan
entitas anak setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas dicatat sebesar hasil
penerimaan bersih setelah dikurangi biaya penerbitan langsung.
Liabilitas keuangan
Utang usaha dan utang lain-lain, obligasi dan wesel bayar serta pinjaman lainnya pada awalnya diukur
pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang
diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif, dengan beban bunga diakui
berdasarkan metode suku bunga efektif.
Selisih antara hasil emisi (setelah dikurangi biaya transaksi) dan penyelesaian atau pelunasan
pinjaman diakui selama jangka waktu pinjaman.
Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Perusahaan dan entitas anak menghentikan pengakuan liabilitas keuangan jika, dan hanya jika,
liabilitas Perusahaan dan entitas anak telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluwarsa.
k. Penggunaan Estimasi
Penyusunan laporan keuangan konsolidasian sesuai dengan prinsip akuntansi yang berlaku umum
mengharuskan manajemen membuat estimasi dan asumsi yang mempengaruhi jumlah aset dan
kewajiban yang dilaporkan dan pengungkapan aset dan kewajiban kontinjensi pada tanggal laporan
keuangan konsolidasian serta jumlah pendapatan dan beban selama periode pelaporan. Hasil yang
sebenarnya mungkin berbeda dari jumlah yang diestimasi.
Perbedaan antara estimasi dan hasil aktual dibebankan atau dikreditkan pada usaha tahun berjalan.
l.
Aset Tetap
Perusahaan dan entitas anak telah menggunakan model biaya sebagai kebijakan akuntansi
pengukuran aset tetapnya. Aset tetap dinyatakan sebesar biaya perolehan dikurangi akumulasi
penyusutan.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus (straight-line method) berdasarkan
taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap, untuk entitas anak tertentu metode penyusutan yang
digunakan adalah metode saldo menurun (declining balance method) sebagai berikut:
Tahun
4
4
4
Peralatan dan perlengkapan kantor
Kendaraan
Komputer
- 16 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
l.
Aset Tetap (lanjutan)
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan di-review setiap akhir tahun dan
pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Biaya pemeliharaan dan perbaikan diakui sebagai beban pada saat terjadinya. Perbaikan yang
menambah masa manfaat atau meningkatkan manfaat ekonomis aset tetap dikapitalisasi ke harga
perolehan aset terkait dan disusutkan sesuai dengan tingkat penyusutan aset yang bersangkutan.
Apabila aset tetap tidak digunakan lagi atau dijual, maka nilai tercatat dan akumulasi penyusutannya
dikeluarkan dari laporan keuangan konsolidasian. Keuntungan dan kerugian penjualan aset tetap
diakui sebagai laba rugi komprehensif konsolidasian periode berjalan.
m. Sewa
Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara
substansial seluruh resiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Suatu sewa
diklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidak mengalihkan secara substantial seluruh resiko
dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset.
Aset sewa yang diperoleh dengan sewa pembiayaan disajikan sejumlah nilai tunai dari seluruh
pembayaran sewa ditambah harga opsi yang harus dibayar pada akhir periode sewa.
Liabilitas yang terkait juga diakui dan setiap pembayaran angsuran dialokasi sebagai pelunasan utang
dan beban keuangan. Jumlah liabilitas sewa, setelah dikurangi beban keuangan, disajikan sebagai
liabilitas jangka panjang kecuali untuk bagian yang jatuh tempo dalam waktu 12 bulan atau kurang
yang disajikan sebagai liabilitas jangka pendek. Unsur bunga dalam beban keuangan dibebankan ke
laporan laba rugi komprehensif konsolidasian selama masa sewa yang menghasilkan tingkat suku
bunga konstan atas saldo liabilitas. Aset sewa disusutkan dengan metode yang sama seperti aset yang
dimiliki langsung.
n. Aset Minyak dan Gas Bumi
Entitas anak yang bergerak di industri eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi menggunakan
metode akuntansi full cost.
Seluruh biaya yang yang berkaitan dengan eksplorasi dan pengembangan cadangan minyak dan gas
bumi, seperti biaya pengeboran sumur, tes stratigrafi, pembuatan fasilitas produksi dicatat sebagai
bagian dari aset sumur, perlengkapan dan fasilitas produksi tahap pengembangan. Biaya tersebut
dipindahkan ke aset sumur, perlengkapan dan fasilitas terkait pada saat pengeboran atau konstruksi
selesai dan ditemukannya cadangan terbukti pada sumur. Namun, bila tidak ditemukannya cadangan
terbukti, maka biaya tersebut dicatat sebagai beban.
Penyusutan, deplesi dan amortisasi atas aset minyak dan gas bumi dilakukan ketika pengeboran atau
konstruksi telah selesai dengan menggunakan metode satuan unit produksi (Unit of Production) kecuali
untuk fasilitas produksi dan aset sumur. Penyusutan atas fasilitas produksi dan aset sumur dihitung
dengan menggunakan metode saldo menurun (Declining Balance) selama 4 (empat) sampai dengan
10 (dua puluh) tahun.
o. Rekening yang Dibatasi Penggunaannya
Bank dan deposito berjangka yang dibatasi penggunaannya, disajikan sebagai rekening yang dibatasi
penggunaannya.
- 17 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
p. Penurunan Nilai Aset Non-keuangan
Bila nilai tercatat suatu aset melebihi taksiran jumlah yang dapat diperoleh kembali (estimated
recoverable amount) maka nilai tercatat tersebut diturunkan ke jumlah yang dapat diperoleh kembali
tersebut, yang ditentukan sebagai nilai tertinggi antara nilai jual neto dan nilai pakai.
q. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan dari minyak mentah diakui berdasarkan kepentingan entitas dalam bidang produksi (“Hak”
metode) pada saat minyak mentah diserahkan atau hak kepemilikan berpindah kepada pelanggan.
Pendapatan yang diperoleh dari suatu Kerja Sama Operasi diakui berdasarkan hak bersih sesuai
dengan ketentuan dalam perjanjian Kerja Sama Operasi
Pendapatan dari jasa konstruksi diakui pada saat penyerahan atau instalasi barang kepada pelanggan,
sesuai dengan persyaratan yang tercantum dalam kontrak penjualan, sedangkan pendapatan dari jasa
pemeliharaan diakui pada saat jasa diberikan.
Pendapatan bunga di-accrue berdasarkan waktu terjadinya dengan acuan jumlah pokok terhutang dan
tingkat bunga yang sesuai.
Beban dan biaya produksi minyak mentah diakui pada saat terjadinya. Biaya produksi meliputi produksi
minyak ke permukaan bumi dan pengumpulan, pengolahan, pemrosesan dan penyimpanan sampai
pengiriman.
Beban atas menyediakan jasa konstruksi atau pemeliharaan diakui sesuai manfaatnya pada periode
yang bersangkutan (accrual basis).
r.
Biaya Eksplorasi dan Pengembangan Tangguhan
Biaya eksplorasi dan pengembangan diakumulasi untuk setiap area of interest dan ditangguhkan
pembebanannya sebagai aset bila biaya-biaya tersebut diharapkan akan dapat diperoleh kembali
melalui eksploitasi atau penjualan, atau apabila kegiatan tersebut belum mencapai tahap yang
memungkinkan untuk memastikan apakah kegiatan tersebut akan dapat menghasilkan cadangan yang
secara ekonomis terbukti serta kegiatan yang signifikan dalam area of interest terkait masih
berlangsung.
Setiap area of interest ditelaah pada setiap akhir periode akuntansi dan apabila diperlukan,
penyesuaian dibuat untuk menghapuskan biaya eksplorasi tangguhan sebesar nilai yang tidak bisa
diharapkan untuk dipulihkan di masa yang akan datang. Biaya eksplorasi dari area of interest yang
telah berada pada tahap produksi diamortisasi berdasarkan unit produksi selama periode berjalan.
Biaya pengembangan dikapitalisasi termasuk biaya-biaya untuk mengembangkan area of interest
sebelum dimulainya kegiatan operasi dalam area of interest yang bersangkutan. Biaya pengembangan
diamortisasi selama masa produksi yang diharapkan atau berdasarkan estimasi umur tambang atau
periode kuasa penambangan, yang mana yang lebih pendek. Biaya yang tidak diamortisasi dihapuskan
pada saat Perusahaan menentukan bahwa tidak ada lagi nilai yang dapat diharapkan dari area of
interest yang bersangkutan di masa mendatang.
- 18 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
s. Imbalan Kerja
Entitas anak mengakui liabilitas imbalan pensiun berdasarkan Undang-undang Ketenagakerjaan
No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003 (UU No. 13/2003) dan PSAK No. 24 (Revisi 2004) “Imbalan Kerja”.
Sesuai dengan PSAK No. 24 (Revisi 2004), “Imbalan Kerja”, beban imbalan kerja karyawan
berdasarkan Undang-undang dihitung dengan menggunakan metode penilaian aktuaris projected-unitcredit. Keuntungan dan kerugian aktuarial diakui sebagai penghasilan atau beban apabila akumulasi
keuntungan atau kerugian aktuarial bersih yang belum diakui dari masing-masing program pada akhir
tahun pelaporan sebelumnya melebihi 10% dari nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal tersebut.
Keuntungan atau kerugian diakui secara merata selama rata-rata taksiran sisa masa kerja dari para
pekerja.
Biaya jasa lalu dibebankan langsung apabila imbalan tersebut telah menjadi hak (vested), dan
sebaliknya akan diamortisasi dengan metode garis lurus selama periode rata-rata sampai imbalan
tersebut menjadi hak karyawan.
t.
Pajak Penghasilan
Pajak penghasilan tangguhan diakui dengan menggunakan consolidated statement of financial position
liability method, untuk semua perbedaan temporer antara dasar pengenaan pajak atas aset dan
liabilitas dengan nilai tercatatnya. Pajak penghasilan tangguhan ditentukan menggunakan tarif pajak
yang telah berlaku atau secara substansial berlaku pada tanggal laporan posisi keuangan dan yang
akan diterapkan pada saat aset pajak tangguhan yang bersangkutan direalisasi atau pada saat
liabilitas pajak tangguhan diselesaikan. Pajak tangguhan dibebankan atau dikreditkan dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian, kecuali pajak tangguhan yang dibebankan atau dikreditkan
langsung ke ekuitas.
Aset pajak tangguhan diakui apabila besar kemungkinan jumlah penghasilan kena pajak di masa
mendatang akan memadai untuk dikompensasi dengan perbedaan temporer yang dapat dikurangkan
dan rugi fiskal yang masih dapat dimanfaatkan. Koreksi terhadap liabilitas perpajakan diakui pada saat
surat ketetapan pajak diterima atau jika mengajukan keberatan/banding pada saat keputusan atas
keberatan/banding tersebut ditetapkan.
Pada bulan Juli 2008, Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No.140 Tahun 2008 tentang “Pajak
Penghasilan atas Penghasilan dari Usaha Konstruksi” telah direvisi dengan Peraturan Pemerintah
Republik Indonesia No.51 tahun 2008. Perubahan tersebut mencakup perubahan tarif pajak
penghasilan atas usaha jasa konstruksi yang bersifat progresif menjadi bersifat final dan berlaku efektif
sejak 1 Januari 2008.
Koreksi terhadap kewajiban perpajakan diakui pada saat surat ketetapan pajak diterima atau jika
mengajukan keberatan/banding pada saat keputusan atas keberatan/banding tersebut ditetapkan.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan disajikan pada laporan posisi keuangan konsolidasian, kecuali aset
dan liabilitas pajak tangguhan untuk entitas yang berbeda, atas dasar kompensasi sesuai dengan
penyajian aset dan liabilitas pajak kini.
u. Instrumen Keuangan Derivatif
Instrumen keuangan derivatif pada awalnya diakui pada laporan posisi keuangan berdasarkan harga
perolehannya dan selanjutnya dinilai kembali berdasarkan nilai wajarnya. Metode untuk mengakui
adanya keuntungan atau kerugian yang terjadi tergantung pada sifat dari objek yang dilindungi nilainya.
Perusahaan dan entitas anak mengelompokkan derivatif sebagai (1) instrumen lindung nilai terhadap
nilai wajar suatu aset atau liabilitas yang telah diakui atau komitmen sah yang belum diakui (lindung
nilai atas nilai wajar); atau (2) instrumen lindung nilai transaksi yang diperkirakan akan terjadi (lindung
nilai arus kas).
- 19 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
u. Instrumen Keuangan Derivatif (lanjutan)
Perubahan nilai wajar derivatif yang ditujukan dan memenuhi kualifikasi sebagai lindung nilai atas nilai
wajar yang efektif, dicatat di dalam laporan laba-rugi konsolidasian, bersama dengan perubahan yang
terjadi pada nilai wajar aset dan liabilitas yang dilindungi nilainya.
Ketika instrumen lindung nilai berakhir atau dijual, atau tidak lagi memenuhi persyaratan akuntansi
lindung nilai, akumulasi keuntungan atau kerugian yang ada di ekuitas saat itu tetap berada di bagian
ekuitas dan akan diakui pada saat transaksi yang dijanjikan atau diperkirakan diakui dalam laporan
laba rugi komprehensif konsolidasian. Apabila komitmen atau transaksi yang diperkirakan akan terjadi
tidak lagi diharapkan akan terjadi, akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah dicatat di bagian
ekuitas dialihkan ke dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian.
Perubahan nilai wajar derivatif yang ditujukan dan memenuhi kualifikasi sebagai lindung nilai arus kas
dan lindung nilai tersebut efektif, diakui dalam bagian ekuitas, khususnya pada akun cadangan nilai
wajar. Jumlah yang ditangguhkan di ekuitas kemudian dialihkan ke laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian dan diklasifikasikan sebagai pendapatan atau beban dalam periode dimana transaksi
yang diperkirakan akan terjadi yang dilindungi nilainya mempengaruhi laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian.
Perubahan nilai wajar atas instrumen derivatif yang tidak memenuhi persyaratan sebagai akuntansi
lindung nilai diakui dalam laporan laba-rugi konsolidasian.
Pada saat terjadinya transaksi, Perusahaan dan entitas anak mendokumentasi hubungan antara
instrumen lindung nilai dan unsur yang dilindungi nilainya, juga tujuan manajemen risiko dan strategi
yang diterapkan dalam melakukan berbagai macam transaksi lindung nilai. Proses dokumentasi ini
menghubungkan derivatif yang ditujukan sebagai lindung nilai atas aset dan liabilitas tertentu atau
komitmen tertentu atau transaksi tertentu yang diperkirakan akan terjadi. Pada saat terjadinya transaksi
dan selama berlakunya instrumen lindung nilai tersebut, Perusahaan dan entitas anak juga
mendokumentasi penilaiannya mengenai, apakah derivatif yang digunakan untuk transaksi lindung nilai
memiliki efektivitas yang tinggi dalam mempertemukan (offsetting) perubahan nilai wajar atau arus kas
suatu unsur yang dilindungi nilainya.
v. Informasi Segmen
Informasi segmen disusun sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam penyusunan dan
penyajian laporan keuangan konsolidasian.
Efektif 1 Januari 2011, PSAK 5 (Revisi 2009) mengharuskan segmen operasi diidentifikasi berdasarkan
laporan internal mengenai komponen dari Perusahaan dan entitas anak yang secara regular direview
oleh ”pengambil keputusan operasional” dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai
kinerja segmen operasi. Kebalikan dengan standar sebelumnya yang mengharuskan Perusahaan dan
entitas anak mengidentifikasi dua segmen (bisnis dan geografis), menggunakan pendekatan risiko dan
pengembalian.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan
beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari
entitas yang sama);
b) hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk
membuat tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai
kinerjanya; dan
c) tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
- 20 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI (lanjutan)
v. Informasi Segmen (lanjutan)
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka menghasilkan sumber
daya dan menilai kinerja segmen operasi terfokus pada kategori dari setiap produk, yang mana hampir
sama dengan informasi segmen bisnis yang dilaporkan sebelumnya.
w. Laba (rugi) per Saham
Sesuai dengan PSAK No. 56, “Laba Per Saham”, laba atau rugi bersih per saham dasar dihitung
dengan membagi laba atau rugi bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang saham biasa yang beredar
selama tahun yang bersangkutan.
Laba per saham dilusian dihitung dengan membagi laba bersih dengan jumlah rata-rata tertimbang
saham biasa setelah disesuaikan dengan efek dari saham biasa yang sifatnya berpotensi untuk dilutif.
4. PERTIMBANGAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
Dalam proses penerapan prinsip akuntansi sebagai dijelaskan dalam Catatan 3, manajemen belum
membuat pertimbangan kritis yang mempunyai efek yang signifikan atas jumlah yang di akui dalam laporan
keuangan konsolidasian. Selain yang sudah dijelaskan dibawah ini.
Sumber Utama Ketidakpastian Estimasi
Informasi tentang asumsi utama yang dibuat mengenai masa depan dan sumber utama dari estimasi
ketidakpastian pada akhir periode pelaporan, yang memilii risiko yang signifikan yang mengakibatkan
penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam periode pelaporan berikutnya
dijelaskan dibawah ini.
Penyisihan Piutang Ragu-ragu
Perusahaan dan entitas anak mengukur penurunan nilai pinjaman dan piutang pada setiap tanggal
pelaporan. Untuk menentukan apakah penurunan nilai harus dicatat dalam laporan laba rugi komprehensif
konsolidasian, manajemen membuat pertimbangan apakah terdapat bukti objektif atas kejadian kerugian
tersebut (Catatan 3j). Manajemen juga membuat pertimbangan untuk metodologi dan asuransi untuk
mengestimasi jumlah dan waktu dari penerimaan kas di masa datang yang telah secara rutin untuk
mengurangi selisih antara estimasi kerugian dan kerugian akrual.
Penyisihan Keusangan Persediaan
Perusahaan dan entitas anak membuat penyisihan persediaan usang apabila persediaan tersebut
diestimasi tidak akan digunakan pada masa mendatang. Walaupun asumsi yang digunakan dalam
mengestimsi penyisihan persediaan usang yang tercermin dalam laporan keuangan interim dianggap telah
sesuai dengan wajar, namun perubahan signifikan atas asumsi ini akan berdampak material terhadap
penentuan nilai tercatat persediaan dan biaya persediaan barang usang, yang pada akhirnya akan
mempengaruhi hasil usaha Perusahaan dan entitas anak.
Taksiran Masa Manfaat Ekonomi Aset Tetap
Masa manfaat setiap aset tetap Perusahaan dan entitas anak ditentukan berdasarkan kegunaan yang
diharapkan dari penggunaan aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis dan
pengalaman Perusahaan dan entitas anak atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset di review secara
periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan,
keusangan teknis dan komersial, hukum dan keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat
kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan
atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan
diatas.
- 21 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
4. PERTIMBANGAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN (lanjutan)
Perubahan masa manfaat aset tetap dapat mempengaruhi jumlah penyusutan yang diakui dan nilai tercatat
aset tetap.
Tidak terdapat perubahan masa manfaat aset tetap selama periode berjalan. Nilai tercatat aset tetap
adalah sebesar Rp 2.459.210.815 pada tanggal 30 September 2011 (Catatan 13).
Manfaat Karyawan
Penentuan liabilitas imbalan pasca kerja tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh
aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto
dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi entitas anak diakumulasi dan diamortisasi
selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang
diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi entitas anak dianggap tetap dan wajar, namun perubahan
signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan terhadap liabilitas imbalan pasca kerja entitas
anak.
5. AKUISISI DAN PELEPASAN ENTITAS ANAK
Pelepasan PT. Java Mitra Sentosa (“JMS”)
Berdasarkan Exchangeable Note Issuance Agreement tertanggal 26 Agustus 2011, BM, entitas anak,
menerbitkan exchangeable notes yang dapat ditukarkan dengan 4.480 saham JMS yang dimiliki oleh BM,
kepada Aiwa dengan harga Rp 975 miliar. Pada tanggal 30 September 2011, Aiwa menukarkan
exchangeable notes tersebut menjadi saham berdasarkan Akta Jual Beli Saham No. 285 antara Aiwa
dengan BM, yang dibuat di hadapan Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., di Jakarta.
Selisih antara harga jual dengan nilai tercatat investasi sejumlah Rp 4,39 miliar merupakan kerugian atas
pelepasan investasi yang dicatat sebagai bagian dari “Beban Lain-lain” atas pelepasan Investasi” di dalam
laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim. Melalui transaksi tersebut hak kepemilikan
Perusahaan secara langsung dan tidak langsung berkurang menjadi 27,42%.
2011
Nilai investasi tercatat
Investasi
Goodw ill (Catatan 14)
4.480.000.000
974.913.436.758
979.393.436.758
975.000.000.000
4.393.436.758
Harga Jual
Rugi pelepasan investasi
Rincian aset dan liabilitas yang tidak dikonsolidasi sehubungan dengan transaksi pelepasan entitas anak,
adalah sebagai berikut:
2011
Kas dan setara kas
Piutang lain-lain pihak ketiga
Aset tetap - bersih (Catatan 13)
Aset pajak tangguhan - bersih (Catatan 20)
Aset lain-lain - bersih (Catatan 16)
Utang usaha pihak ketiga
Utang lain-lain
Kepentingan Non-pengendali
223.484.770
159.500.000
26.335.747
517.499.823
32.132.631.938
(20.160.653.745)
(7.171.209.808)
(224.515.704)
Aset bersih
5.503.073.021
Kepemilikan yang dilepas
64%
- 22 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. AKUISISI DAN PELEPASAN ENTITAS ANAK (lanjutan)
Akuisisi Silverstein Ventures Pte Ltd (“SV”)
Pada tanggal 29 September 2011, BP, entitas anak, mengakuisisi 100% kepemilikan pada SV dengan
harga perolehan sama dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh yaitu sebesar Rp 8,55 miliar yang
diperoleh dari TIC dan ATR.
2011
8.546.976.265
(8.486.458.624)
165.194.700
225.712.341
225.712.341
-
Harga perolehan
Rugi entitas anak sampai dengan tanggal akusisi
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
Nilai perolehan
Nilai w ajar aset bersih pada tanggal akuisisi
Goodw ill
Rincian aset dan kewajiban yang timbul dari transaksi akuisisi tersebut adalah sebagai berikut:
2011
Kas
Piutang usaha
Persediaan
Biay a dibay ar di muka dan aset lancar lain-lain
Aset pajak tangguhan - bersih (Catatan 20)
Goodwill (Catatan 14)
Aset miny ak dan gas bumi - bersih (Catatan 15)
Aset lain-lain - bersih (Catatan 16)
2.683.726.406
1.781.560.894
3.872.708.152
7.868.594.278
1.703.776.748
906.167.253.563
103.416.933.158
5.060.455.046
Jumlah Aset
1.032.555.008.245
Utang usaha pihak ketiga
Beban y ang masih harus dibay ar
Utang lain-lain
Utang kepada pihak berelasi
Kepentingan Non-pengendali
(12.118.143.046)
(10.474.858.308)
(5.787.412.757)
(1.003.935.115.105)
(13.766.688)
Jumlah Liabilitas
(1.032.329.295.904)
Nilai wajar yang diakuisisi
225.712.341
Penelaahan dari Bapepam-LK mengenai akuisisi Silverstein Ventures Pte. Ltd.
Pada tanggal 10 Oktober 2011, Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK)
meminta penjelasan kepada Perusahaan mengenai akuisisi SV. Berdasarkan surat tersebut, Bapepam-LK
meminta penjelasan dari Perusahaan mengenai ada tidaknya transaksi dan benturan kepentingan
sebagaimana dimaksud Peraturan Bapepam-LK No.IX.E.I tentang “Transaksi Afiliasi dan Benturan
kepentingan Transaksi Tertentu”.
Perusahaan telah menanggapi surat tersebut pada tanggal 20 Oktober 2011, di mana Perusahaan
menjelaskan tidak memiliki hubungan afiliasi atau memiliki benturan kepentingan, di mana dalam hal ini
tidak melanggar Peraturan Bapepam No.IX.E.1, dan akuisisi dinilai wajar sesuai dengan nilai wajar
berdasarkan hasil penilaian penilai independen.
- 23 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
5. AKUISISI DAN PELEPASAN ENTITAS ANAK (lanjutan)
Akuisisi PT Benakat Oil
Pada tanggal 7 September 2011, telah ditandatangani Perjanjian Jual Beli Saham BO sebanyak
66.042.160 lembar saham atau 20% kepemilikan tersisa, antara Perusahaan dan BP, entitas anak,
sebagai Pembeli dengan TIC sebagai Penjual (Catatan 1c), Perjanjian Jual Beli Saham ini kemudian efektif
dilakukan berdasarkan Akta Jual Beli No. 24 tanggal 9 September 2011 antara Perusahaan dengan TIC
dan Akta Jual Beli No. 25 tanggal 9 September 2011 antara BP dengan TIC. Kedua Akta tersebut dibuat di
hadapan Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., di Jakarta. Selisih antara nilai perolehan dan nilai wajar aset
bersih pada tanggal akusisi dicatat sebagai goodwill dengan perhitungan sebagai berikut:
Harga perolehan
Nilai wajar aset bersih 19,99% pada tanggal akuisisi
2011
259.312.992.148
46.230.152.148
Goodwill
213.082.840.000
Akuisisi PT Indelberg Indonesia
Pada tanggal 25 Pebruari 2010, Perusahaan mengakuisisi sebanyak 2.187 lembar saham atau 2,13%
kepemilikan pada II, dimana telah diaktakan dengan akta notaris Humberg Lie SH, SE, MKn., No. 54. Nilai
wajar aset bersih II yang diakuisisi pada tanggal akuisisi adalah sebagai berikut:
2010
Aset
Kas
Piutang usaha pihak ketiga
Biaya dibayar di muka dan aset lancar lain-lain
Kendaraan dan peralatan kantor - bersih
Aset tidak lancar lain-lain
1.068.235.993
466.943.953
48.355.600
15.863.693
1.743.607.648
Jumlah Aset
3.343.006.887
Liabilitas
Utang usaha pihak ketiga
Utang bank jangka pendek
Biaya yang masih harus dibayar
Utang lain-lain
170.188.673
1.260.021
676.670.810
2.405.974.794
Jumlah Liabilitas
3.254.094.298
Nilai wajar yang diakuisisi
88.912.589
Goodwill pada saat akuisisi
21.876.087.411
Biaya perolehan akuisisi
21.965.000.000
Harga perolehan akuisisi Perusahaan atas saham II pada tahun 2010 dibayar secara tunai, arus kas keluar
bersih pada saat akuisisi sebesar Rp 20,9 miliar (harga perolehan Rp 21,97 miliar dikurangi kas yang
diperoleh sebesar Rp 1,07 miliar).
- 24 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
6. KAS DAN SETARA KAS
Tidak terdapat saldo kas dan bank kepada pihak-pihak berelasi.
30 September
2011
Kas
Rupiah
Dolar Singapura
Bank
Rupiah
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT. Bank Mayapada International Tbk.
PT. Bank Capital Indonesia Tbk.
Lain-lain (masing -masing dibawah Rp 50 juta)
Dolar Amerika Serikat
PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.
PT. Bank Capital Indonesia Tbk.
PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk.
PT. Bank Mega Tbk.
PT. Bank CIMB Niaga Tbk.
Lain-lain (masing -masing dibawah Rp 50 juta)
Deposito
Rupiah
PT. Bank Mayapada International Tbk.
Jumlah
31 Desember
2010
176.002.044
-
359.211.224
6.670.182
1.010.212.467
924.481.078
213.382.061
231.073.154
1.642.017.339
1.852.446.752
591.679.586
896.730.047
20.332.858.838
1.671.671.418
1.034.419.540
74.066.852
35.810.402
579.759.417
56.393.008.542
686.894.418
578.021.945
75.190.295
74.533.912
57.161.632
150.000.000.000
-
176.283.737.271
63.213.565.874
Deposito pada PT. Bank Mayapada International Tbk. memiliki tingkat bunga 7,25% per tahun.
7. INVESTASI JANGKA PENDEK
Akun ini terdiri dari:
30 September
2011
31 Desember
2010
Investasi pada Promissory Notes
Investasi saham pada PT. Buana Listya Tama Tbk.
223.791.532.647
300.300.030.030
1.582.589.632.610
-
Jumlah
524.091.562.677
1.582.589.632.610
Mutasi investasi pada Promissory Notes adalah sebagai berikut:
30 September
2011
Saldo awal
Penambahan pokok
Pencairan
1.582.589.632.610
139.794.606.387
(1.498.592.706.350)
Jumlah
223.791.532.647
- 25 -
31 Desember
2010
1.687.527.530.693
(104.937.898.083)
1.582.589.632.610
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
7. INVESTASI JANGKA PENDEK (lanjutan)
Pada tahun 2010, Perusahaan mengadakan beberapa perjanjian Sale and Repurchase Agreement dengan
Wellington Ventures Ltd (“Wellington”) untuk membeli Promissory Notes (“PN”) yang mana diterbitkan oleh
beberapa pihak ketiga dan diperoleh oleh Wellington dengan menggunakan jasa Wellsville Inc., sebagai
perantara.
Perjanjian tersebut memiliki nilai total sebesar Rp 1.482.627.420.000 dan jangka waktu 3 bulan dengan
tingkat bunga 7% per tahun serta tambahan bunga 5% per tahun apabila dimiliki sampai tanggal jatuh
tempo. Pada tanggal 25 Maret 2011, Perusahaan dan Wellington sepakat untuk merubah jangka waktu
menjadi 1 tahun efektif sejak 1 April 2011, dengan tingkat bunga 7% per tahun serta tambahan bunga 6%
per tahun apabila dimiliki sampai tanggal jatuh tempo.
Pendapatan bunga sebesar Rp 93.952.151.426 dan Rp 149.343.525.243 pada 30 September 2011 dan
31 Desember 2010 dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Lain-lain” pada laporan laba (rugi)
komprehensif konsolidasian interim. Penambahan pokok PN pada tahun 2011 dan 2010 masing-masing
sebesar Rp 139.794.606.387 (terdiri dari pendapatan bunga yang di-carry over ke pokok PN sebesar
Rp 91.431.059.211, piutang bunga yang menambah pokok PN sebesar Rp 15.852.817.176 dan
penambahan pokok diluar bunga sebesar Rp 32.510.730.000) dan Rp 204.900.110.693 (terdiri dari
pendapatan bunga yang di-carry over ke pokok PN sebesar Rp 133.490.708.067 dan penambahan pokok
di luar bunga sebesar Rp 71.409.402.626). Selain itu, atas pendapatan bunga tersebut, sebesar
Rp 2.521.092.215 dan Rp 15.852.817.176 masih menjadi bagian dari akun “Piutang Lain-lain Pihak Ketiga bersih” pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 (Catatan 9).
Pada tanggal 26 Agustus 2011, Perusahaan mengadakan perjanjian Jual Beli Saham dengan PT Mentari
Bersahabat Indonesia, PT. South East Capital Investment dan PT Tesco International Capital, masingmasing sebanyak 700.000.000 lembar saham setara dengan 3,97%, sebanyak 279.182.000 lembar saham
setara dengan 1,58% dan sebanyak 839.000.000 lembar saham atau setara dengan 4,57%, dengan nilai
perolehan sebesar Rp 300.300.030.030 (termasuk crossing fee sebesar Rp 300.000.030) yang dibayarkan
oleh Perusahaan. Jumlah saham yang dibeli perusahaan adalah 1.818.182.000 lembar saham atau
10,12% kepemilikan pada PT Buana Listya Tama Tbk (“BULL”). Investasi saham pada BULL ini merupakan
investasi yang tersedia untuk dijual.
8. PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA - BERSIH
30 September
2011
a. Berdasarkan pelanggan:
PT. Pertamina EP
PT. Transportasi Gas Indonesia
PT. Ferrostaal Indonesia
PT. Black Tower Asia
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 100 juta)
Jumlah
b. Berdasarkan umur (hari):
Belum jatuh tempo
Sudah jatuh tempo
1 s/d 30 hari
31 s/d 60 hari
61 s/d 90 hari
91 s/d 120 hari
> 120 hari
Jumlah
- 26 -
31 Desember
2010
63.037.408.146
422.979.732
140.505.216
63.600.893.094
58.798.267.837
859.395.171
435.196.171
60.092.859.179
27.698.463.215
15.086.196.702
26.792.837.096
311.037.973
400.252.890
140.505.215
8.257.796.705
24.520.183.463
2.878.162.956
1.440.681.876
1.504.293.201
14.663.340.981
63.600.893.094
60.092.859.179
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
8. PIUTANG USAHA KEPADA PIHAK KETIGA (lanjutan)
30 September
2011
c. Berdasarkan Mata Uang
Dolar Amerika Serikat
Rupiah
Dolar Singapura
Jumlah
31 Desember
2010
56.424.828.694
7.176.064.400
-
50.115.997.546
9.969.475.659
7.385.974
63.600.893.094
60.092.859.179
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang masing-masing pelanggan pada tanggal
30 September 2011 dan 31 Desember 2010, Manajemen Perusahaan dan entitas anak berpendapat
bahwa seluruh saldo piutang usaha dapat ditagih sehingga tidak membentuk cadangan penurunan nilai.
Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, piutang BBP, entitas anak, kepada PEP,
dijaminkan atas pinjaman yang diperoleh BBP dari Standard Bank Plc. (“SBP”) (Catatan 24).
9. PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA
30 September
2011
Bunga investasi jangka pendek Wellington Ventures Ltd (Catatan 7)
JOB Pertamina - Indelberg Indonesia
Goodrich Company Ltd
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 2 miliar)
Jumlah
2.521.092.215
232.300.767
3.383.318.580
6.136.711.562
Cadangan penurunan nilai
(533.059.190)
Jumlah - Bersih
5.603.652.372
31 Desember
2010
15.852.817.176
236.724.039
85.149.085.680
199.462.409
101.438.089.304
(543.209.247)
100.894.880.057
Mutasi cadangan penurunan nilai piutang lain-lain adalah sebagai berikut:
30 September
2011
31 Desember
2010
Saldo awal
Selisih kurs penjabaran laporan keuangan
543.209.247
(10.150.057)
567.919.800
(24.710.553)
Saldo akhir
533.059.190
543.209.247
Pada tanggal 1 Desember 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian jual beli piutang dengan Goodrich
Company Ltd., (“Goodrich”) yang dijaminkan dengan Promissory Notes (“PN”) yang diterbitkan oleh Hamlin
senilai USD 9.407.902, dimana para pihak sepakat bahwa Goodrich akan mencari peluang-peluang
kemitraan secara global untuk proyek yang berpotensi di masa yang akan datang. Perjanjian tersebut di
kenakan tingkat bunga 8% dan memiliki jangka waktu 1 tahun. Saldo piutang kepada Goodrich per tanggal
31 Desember 2010 sebesar USD 9.470.480 (termasuk piutang bunga sebesar USD 62.578).
Pada tanggal 6 Mei 2011, II, entitas anak, menovasi pinjaman yang diberikan kepada Patina senilai
USD 672.817 (terdiri dari pokok sebesar USD 613.652 dan piutang bunga sebesar USD 59.165) kepada
Goodrich Company Ltd. (Catatan 33d).
- 27 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
9. PIUTANG LAIN-LAIN PIHAK KETIGA (lanjutan)
Pada September 2011, Goodrich telah melunasi seluruh pinjaman dan bunganya kepada Perusahaan dan
II, entitas anak.
Berdasarkan hasil penelaahan keadaan akun piutang lain-lain pihak ketiga masing-masing pada tanggal
30 September 2011 dan 31 Desember 2010, manajemen Perusahaan dan entitas anak berpendapat
bahwa jumlah cadangan penurunan nilai tersebut di atas cukup untuk menutupi kerugian yang mungkin
timbul atas tidak tertagihnya piutang lain-lain.
10. PERSEDIAAN
Akun ini terdiri dari:
30 September
2011
31 Desember
2010
Suku cadang dan pelumas
Lain-lain
36.539.048.732
1.009.490.162
24.133.642.200
768.694.536
Jumlah
37.548.538.894
24.902.336.736
Akun ini merupakan persediaan yang akan digunakan dalam aktivitas pengeboran BBP dan Patina, entitas
anak. Manajemen entitas anak berkeyakinan bahwa tidak perlu dilakukan penyisihan atas penurunan nilai
persediaan tersebut karena seluruh persediaan dapat digunakan dalam kegiatan usaha normal entitas
anak.
Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, seluruh persediaan BBP dijaminkan atas
pinjaman yang diperoleh BBP dari SBP (Catatan 24).
11. PIUTANG KEPADA PIHAK BERELASI
30 September
2011
31 Desember
2010
PT. Delta Samudra
PT. Java Mitra Sentosa
Dennes Hasiholan Lumban Toruan
Yoseph Sipa
PT. Bintang Sukses Nasional
Karyawan
Harry Sohar
PT. Black Diamond Resources
Patina Group Ltd (Catatan 33b, 33c dan 33d)
PT. Kerabat Prima Abadi
5.206.628.879
186.142.800
450.000.000
450.000.000
250.000.000
210.790.293
50.000.000
42.000.000
-
450.000.000
450.000.000
250.000.000
1.800.758.139
2.780.000.000
75.511.947.465
56.625.000
Jumlah
6.845.561.972
81.299.330.604
Berdasarkan hasil penelaahan piutang kepada pihak-pihak berelasi pada tanggal 30 September 2011 dan
31 Desember 2010, Manajemen Perusahaan dan entitas anak berpendapat bahwa seluruh saldo piutang
kepada pihak berelasi dapat ditagih sehingga tidak membentuk cadangan penurunan nilai.
- 28 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
12. INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI
30 September
2011
31 Desember
2010
PT Elnusa Tbk
Saldo awal
Penambahan
Bagian laba bersih
Amortisasi goodwill
Deviden
891.601.062.638
17.889.995.800
(7.221.463.764)
909.808.328.607
10.246.260.105
(23.902.490.603)
(4.551.035.471)
Jumlah investasi pada ELSA
902.269.594.674
891.601.062.638
PT Java Mitra Sentosa
Saldo awal
Penambahan
Bagian laba bersih *
Deviden
419.717.414.315
-
-
Jumlah investasi pada JMS
419.717.414.315
-
1.321.987.008.989
891.601.062.638
Jumlah investasi pada entitas asosiasi
*) Perusahaan tidak menyerap laba (rugi) JMS dikarenakan pelepasan terjadi pada tanggal 30 September 2011.
Pada tahun 2010, Perusahaan memperoleh kepemilikan saham ELSA sebesar 37,67% (Catatan 1d,18 dan
22). Selisih antara harga perolehan dengan nilai wajar aset bersih yang diperoleh pada saat akuisisi adalah
sebesar Rp 176.662.453.307. Atas nilai tersebut, Perusahaan telah melakukan amortisasi untuk tahun
2010 sebesar Rp23.902.490.603. Perusahaan tidak lagi mengamortisasi atas nilai tersebut sejak awal
periode tahun buku yang dimulai pada 1 Januari 2011.
Pada tanggal 30 September 2011, Perusahaan mencatat nilai kepemilikan saham JMS sebesar 27,42%.
Nilai tersebut adalah sisa dari kepemilikan BM atas JMS setelah dilakukan pelepasan saham JMS kepada
Aiwa (Catatan 5).
- 29 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TETAP
2011
Saldo Awal
1 Januari
Biay a perolehan:
Pemilikan langsung
Peralatan kantor
Perlengkapan kantor
Komputer
Kendaraan
Aset sewa pembiay aan
Kendaraan
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
Selisih kurs
penjabaran
Pelepasan
Entitas Anak *
1.968.250.063
7.564.633.740
83.306.529
4.670.309.725
9.486.364
43.835.000
-
(1.978.700.000)
488.800.000
225.800.000
(306.000.000)
14.775.300.057
279.121.364
(2.284.700.000)
(53.048.702)
(33.387.626)
12.683.285.093
1.712.189.719
5.123.575.775
65.507.581
2.296.242.529
41.477.295
1.415.290.086
23.907.561
285.256.760
(792.665.621)
(30.363.312)
225.957
(21.751.800)
(2.028.678)
(989.577)
1.723.303.702
6.539.091.818
87.386.464
1.766.092.291
161.650.000
67.675.003
(121.125.000)
Jumlah
9.359.165.604
1.833.606.705
(913.790.621)
Jumlah tercatat
5.416.134.453
Jumlah
Akumulasi peny usutan:
Pemilikan langsung
Peralatan kantor
Perlengkapan kantor
Komputer
Kendaraan
Aset sewa pembiay aan
Kendaraan
(30.363.312)
(933.590)
(21.751.800)
Saldo Akhir
30 September
(9.637.626)
(23.750.000)
-
-
(51.889.155)
(3.018.255)
1.947.373.115
7.564.633.740
116.570.313
2.646.107.925
408.600.000
108.200.003
10.224.074.278
2.459.210.815
2010
Saldo Awal
1 Januari
Biaya perolehan:
Pemilikan langsung
Peralatan kantor
Perlengkapan kantor
Komputer
Kendaraan
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
1.776.244.091
7.559.358.740
70.043.903
6.085.515.000
265.926.178
5.275.000
13.262.626
23.750.000
488.800.000
-
15.979.961.734
308.213.804
1.564.096.030
3.233.548.577
29.766.708
1.569.372.177
220.555.633
1.890.027.198
35.740.873
1.172.258.599
100.550.000
61.100.000
Jumlah
6.497.333.492
3.379.682.303
Jumlah tercatat
9.482.628.242
Jumlah
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung
Peralatan kantor
Perlengkapan kantor
Komputer
Kendaraan
Aset sewa pembiayaan
Kendaraan
Selisih kurs
penjabaran
(1.386.000.000)
Pelepasan
Entitas Anak
Saldo Akhir
31 Desember
(73.920.206)
(52.955.275)
-
1.968.250.063
7.564.633.740
83.306.529
4.670.309.725
-
-
488.800.000
(1.386.000.000)
(126.875.481)
-
14.775.300.057
(418.687.500)
(72.461.944)
(26.700.747)
-
1.712.189.719
5.123.575.775
65.507.581
2.296.242.529
-
-
161.650.000
(99.162.691)
-
9.359.165.604
-
(418.687.500)
5.416.134.453
*
aset tetap bersih atas transaksi pelepasan entitas anak adalah sebesar Rp 26.335.747 (nilai tercatat awal aset entitas anak adalah sebesar
Rp 30.369.371 sebelum dikurangi beban penyusutan pada tahun 2011 sebesar Rp 4.033.624 (Catatan 5).
Beban penyusutan yang dibebankan pada laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim adalah
sebesar Rp 1.833.606.705 dan Rp 2.473.576.677 masing-masing pada periode 30 September 2011 dan
2010 (Catatan 31).
Pengurangan kendaraan merupakan pelepasan kendaraan yang dilakukan oleh SAE, entitas anak kepada
karyawan ataupun pihak ketiga yang dilakukan dengan cara melakukan net-off utang entitas anak kepada
karyawan ataupun pihak ketiga.
- 30 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
13. ASET TETAP (lanjutan)
30 September 2011
Nilai penjualan aset
Nilai tercatat
566.330.011
(1.370.909.379)
Keuntungan (kerugian) penjualan aset tetap - bersih
(804.579.368)
31 Desember 2010
1.635.689.795
(967.312.500)
668.377.295
Kerugian pelepasan aset tetap sebesar Rp 804.579.368 per 30 September 2011, telah dicatat dalam
“Beban Lain-lain” pada laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim (Catatan 32).
Pada tanggal 30 September 2011, beberapa aset tetap berupa kendaraan atas utang sewa pembiayaan
yang diperoleh perusahaan dan entitas anak dari PT. Toyota Astra Financial Services, dan Kredit Pemilikan
Mobil dari PT. Bank OCBC NISP, telah diasuransikan atas semua risiko dengan nilai pertanggungan
Rp 348.200.000 pada ABDA Insurance dan PT. Asuransi Astra Buana. Aset tetap BBP dijaminkan atas
pinjaman yang diperoleh BBP dari SBP (Catatan 24). Manajemen Perusahaan dan entitas anak
berpendapat bahwa jumlah tersebut telah memadai untuk menutup kerugian yang mungkin timbul atas aset
yang dipertanggungkan.
14. GOODWILL
Akun ini merupakan selisih antara biaya akuisisi Perusahaan dan entitas anak dengan nilai wajar aset
bersih yang diperoleh dengan rincian sebagai berikut:
30 September
2011
Harga perolehan
Nilai tercatat - Saldo awal
Akuisisi (Catatan 5)
- Atas kepemilikan II
- Atas kepemilikan SV
- Atas kepemilikan BO
Pelepasan (Catatan 5)
- Atas kepemilikan JMS
Reklasifikasi
- Atas kepemilikan JMS *
Jumlah
Akumulasi amortisasi
Saldo awal
Amortisasi tahun berjalan
Saldo akhir
Bersih
31 Desember
2010
1.792.780.080.083
1.770.903.992.672
906.167.253.563
213.082.840.000
21.876.087.411
-
(974.913.436.758)
-
(419.113.229.909)
-
1.518.003.506.979
1.792.780.080.083
157.226.036.714
-
56.771.387.713
100.454.649.001
157.226.036.714
157.226.036.714
1.360.777.470.265
0
1.635.554.043.369
-
* Goodwill tersebut telah direklasifikasi sesuai dengan perubahan investasi pada JMS sebagai bagian dari investasi pada entitas
asosiasi
Manajemen Perusahaan dan entitas anak berkeyakinan bahwa goodwill yang timbul akibat akuisisi
mencerminkan pembayaran yang dilakukan oleh Perusahaan dan entitas anak untuk mengantisipasi
manfaat ekonomi yang akan diperoleh di masa mendatang.
Pengukuran Penurunan Goodwill
Perusahaan dan entitas anak melakukan pengukuran atas penurunan goodwill secara tahunan atau lebih
sering, jika terdapat indikasi penurunan nilai goodwill. Pada saat pengukuran penurunan nilai goodwill,
goodwill dialokasikan pada unit penghasil kas yang terendah yang diharapkan dapat memberikan manfaat
atas penggabungan usaha, yang ditentukan oleh Perusahaan dan entitas anak.
- 31 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
14. GOODWILL (lanjutan)
Pengukuran Penurunan Goodwill (lanjutan)
Jumlah yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas ditentukan berdasarkan perhitungan nilai
pakainya. Asumsi utama terhadap perhitungan nilai pakai adalah tingkat diskonto, tingkat pertumbuhan,
perubahan terhadap nilai jual yang diharapkan serta beban langsung selama tahun berjalan. Manajemen
mengestimasi tingkat diskonto menggunakan tarif sebelum pajak yang merefleksikan penilaian pasar saat
ini atas nilai waktu daripada uang dan risiko-risiko spesifik atas unit penghasil kas. Tingkat pertumbuhan
berdasarkan pada perkiraan tingkat pertumbuhan industri. Perubahan atas nilai jual dan beban langsung
didasarkan pada praktek-praktek masa lalu dan ekspektasi dari perubahan pasar di masa yang akan
datang.
Perusahaan dan entitas anak menyiapkan perkiraan laporan arus kas yang diperoleh dari anggaran
keuangan saat ini yang telah disetujui oleh manajemen. Tingkat bunga untuk mendiskontokan perkiraan
arus kas dari unit penghasil kas adalah rata-rata tingkat bunga pinjaman pada tanggal posisi keuangan
yang telah disesuaikan, untuk mengestimasi tingkat bunga dari pasar yang diharapkan dari investasi.
Tingkat bunga ini tidak melampui tingkat pertumbuhan rata-rata jangka panjang atas pasar yang relevan.
Perusahaan menghentikan amortisasi goodwill sejak awal periode tahun buku yang dimulai pada 1 Januari
2011. Manajemen berpendapat bahwa tidak terdapat penurunan atas nilai tercatat investasi pada tanggal
30 September 2011 dan 31 Desember 2010.
15. ASET MINYAK DAN GAS BUMI – BERSIH
Akun ini terdiri dari sebagai berikut:
2011
Saldo Awal
1 Januari
Biaya perolehan:
Sumur dan perlengkapan
terkait serta fasilitasnya
Sumur dan perlengkapan
terkait serta fasilitas
dalam pengerjaan
Jumlah
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
Selisih kurs
penjabaran
Akuisisi
Entitas Anak
Saldo Akhir
30 September
76.433.211.463
66.049.486.279
-
(618.937.402)
69.546.521.076
211.410.281.416
15.948.109.926
292.006.783
-
(297.092.906)
33.955.968.402
49.898.992.205
92.381.321.389
66.341.493.062
-
(916.030.308)
103.502.489.478
261.309.273.621
4.960.844.289
12.765.037.260
-
70.985.165
85.556.320
17.882.423.034
4.960.844.289
12.765.037.260
-
70.985.165
85.556.320
17.882.423.034
Akumulasi deplesi dan penyusutan:
Sumur dan perlengkapan
terkait serta fasilitasnya
Jumlah
Jumlah tercatat
87.420.477.100
243.426.850.587
- 32 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
15. ASET MINYAK DAN GAS BUMI – BERSIH (lanjutan)
2010
Saldo Awal
1 Januari
Biaya perolehan:
Sumur dan perlengkapan
terkait serta fasilitasnya
Sumur dan perlengkapan
terkait serta fasilitas
dalam pengerjaan
Penambahan/
Reklasifikasi
Pengurangan/
Reklasifikasi
Selisih kurs
penjabaran
Akuisisi
Entitas Anak
Saldo Akhir
31 Desember
-
76.415.210.298
-
18.001.165
-
76.433.211.463
-
15.923.276.922
-
24.833.004
-
15.948.109.926
-
92.338.487.220
-
42.834.169
-
92.381.321.389
-
4.942.541.511
-
18.302.778
-
4.960.844.289
Jumlah
-
4.942.541.511
-
18.302.778
-
4.960.844.289
Jumlah tercatat
-
Jumlah
Akumulasi deplesi dan penyusutan:
Sumur dan perlengkapan
terkait serta fasilitasnya
87.420.477.100
Beban deplesi dan penyusutan yang dicatat pada akun “Beban Pokok Pendapatan” pada laporan laba
(rugi) komprehensif konsolidasian interim adalah sebesar Rp 12.765.037.260 dan Rp 4.942.541.511
masing-masing pada tanggal 30 September 2011 dan 2010 (Catatan 30).
Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, seluruh sumur, perlengkapan dan fasilitas
terkait yang dimiliki entitas anak yang bergerak dalam bidang eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi
diasuransikan dengan nilai pertanggungan masing-masing sebesar USD 1.527 juta dan USD 963 juta.
16. ASET LAIN-LAIN - BERSIH
30 September
2011
31 Desember
2010
Beban eksplorasi, pengembangan dan proyek tangguhan - bersih
Jaminan
Lain-lain
125.373.878.197
1.718.852.475
1.637.044.312
77.130.439.832
1.477.203.430
2.775.417.454
Jumlah
128.729.774.984
81.383.060.716
- 33 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
16. ASET LAIN-LAIN (lanjutan)
Rincian beban eksplorasi, pengembangan dan proyek tangguhan sebagai berikut:
Saldo Awal
1 Januari
Penambahan/
Reklasifikasi
2011
Selisih kurs
penjabaran
Pengurangan/
Reklasifikasi
Akuisisi
Entitas Anak
Pelepasan
Entitas Anak
Saldo Akhir
30 September
Biaya perolehan:
Biaya keuangan atas
atas pinjaman
Perusahaan
Eksplorasi dan pengembangan
tangguhan
BBP
NER
DS
BP
Patina
-
15.044.750.000
-
-
-
-
15.044.750.000
49.082.000.000
9.671.681.514
24.051.913.200
-
24.530.002.112
281.160.104
8.080.718.738
20.025.000.540
25.000.000.000
(5.000.000.000)
-
(555.500.000)
-
4.790.889.000
(32.132.631.938)
-
73.056.502.112
4.952.841.618
20.025.000.540
29.790.889.000
Jumlah
82.805.594.714
92.961.631.494
(5.000.000.000)
(555.500.000)
4.790.889.000
(32.132.631.938)
142.869.983.270
-
9.027.904.372
-
-
-
-
9.027.904.372
5.675.154.882
2.392.318.970
-
289.909.969
-
-
8.357.383.821
-
-
-
-
110.816.880
-
110.816.880
5.675.154.882
11.420.223.342
-
289.909.969
110.816.880
-
Akumulasi amortisasi, depresiasi
dan deplesi:
Biaya keuangan atas
atas pinjaman
Perusahaan
Eksplorasi dan pengembangan
tangguhan
BBP
Patina
Jumlah
Jumlah tercatat
77.130.439.832
17.496.105.073
125.373.878.197
2010
Selisih kurs
penjabaran
Saldo Awal
1 Januari
Penambahan/
Reklasifikasi
Biaya perolehan:
Eksplorasi dan pengembangan
tangguhan
BBP
NER
DS
64.625.000.000
9.545.096.964
7.946.227.280
126.584.550
16.105.685.920
-
(15.543.000.000)
-
-
-
49.082.000.000
9.671.681.514
24.051.913.200
Jumlah
82.116.324.244
16.232.270.470
-
(15.543.000.000)
-
-
82.805.594.714
Akumulasi amortisasi, depresiasi
dan deplesi:
Eksplorasi dan pengembangan
tangguhan
BBP
3.180.532.404
3.308.909.460
-
(814.286.982)
-
-
5.675.154.882
Jumlah
3.180.532.404
3.308.909.460
-
(814.286.982)
-
-
5.675.154.882
Jumlah tercatat
Pengurangan/
Reklasifikasi
78.935.791.840
Akuisisi
Entitas Anak
Pelepasan
Entitas Anak
Saldo Akhir
31 Desember
77.130.439.832
Beban amortisasi yang dicatat pada akun “Beban Lain-lain” pada laporan laba (rugi) komprehensif
konsolidasian interim adalah sebesar Rp 11.529.524.729 (termasuk beban amortisasi Patina sebesar
Rp 109.301.387) dan Rp 2.521.750.000 masing-masing pada tanggal 30 September 2011 dan
2010 (Catatan 32).
- 34 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
17. UTANG JANGKA PENDEK
Pada tanggal 29 Desember 2010, Perusahaan memperoleh fasilitas “Pinjaman Aksep” dari PT. Bank
Capital Indonesia Tbk. (“BCI”) sebesar Rp 20.000.000.000 yang digunakan untuk modal kerja. Pinjaman ini
berjangka waktu 12 bulan dengan tingkat bunga sebesar 18% per tahun. Jumlah utang jangka pendek
pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp 20.000.000.000.
Jumlah beban bunga pada tanggal 30 September 2011 sebesar Rp 2.730.000.000 dicatat pada akun
“Beban Lain - lain” (Catatan 32) pada laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim.
Pinjaman modal kerja yang diperoleh dari BCI dijaminkan dengan perjanjian gadai saham Perusahaan milik
PT. Inti Permata Nusantara.
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara Perusahaan dengan BCI, Perusahaan harus memperoleh
persetujuan tertulis dari BCI sebelum melakukan beberapa transaksi, antara lain:
-
Mendapatkan pinjaman dari pihak lain atau menjaminkan uang kepada pihak lain manapun yang
jumlahnya melampaui jumlah yang ditentukan oleh BCI, kecuali untuk usaha sehari-hari;
Melakukan pembagian dividen tunai, dividen saham dan/ atau saham bonus;
Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan telah memenuhi seluruh
persyaratan yang terdapat dalam perjanjian.
18. WESEL BAYAR
Pada tanggal 12 Maret 2010 dan 30 Juni 2010, Perusahaan menerbitkan Promissory Note (”PN”) kepada
PT. Indotambang Perkasa masing-masing senilai Rp 592.513.789.560 dan Rp 10.254.707.000 sehingga
total nilai PN adalah Rp 602.768.496.560, dengan tingkat suku bunga 5,6% per tahun, PN tersebut telah
digunakan untuk membeli saham ELSA (Catatan 1d). PN ini memiliki jangka waktu 1 tahun dan telah
diperpanjang untuk periode tanggal 11 Maret 2011 hingga 12 September 2011 (6 bulan). Jumlah wesel
bayar dan utang bunga pada tanggal 31 Desember 2010 masing-masing sebesar Rp 602.768.496.560 dan
Rp 23.282.471.673 (Catatan 21). Wesel bayar tersebut telah dilunasi oleh Perusahaan pada tanggal
29 September 2011.
- 35 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
19. UTANG USAHA
30 September
2011
a. Berdasarkan pemasok:
Pihak ketiga
PT. Ariesta Pratama
PT. Sinar Surya Graha Persada
PT. Kangean Energy Indonesia
PT. Pancuran Karya Mukti
PT. Bumi Mega Pratama
PT. Pertamina EP
PT. Expans Petrogas Internusa
PT. Tridaya Esa Pakarti
PT. Borneo Perkasa Indonesia
LAPI Institut Teknologi Bandung
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 2 Miliar)
Jumlah
Pihak berelasi
PT. ElnusaTbk.
Jumlah
b. Berdasarkan mata uang:
Dolar Amerika Serikat
Rupiah
Euro
Jumlah
31 Desember
2010
6.130.607.024
5.051.006.568
2.880.188.149
2.731.606.270
2.545.740.423
2.293.992.088
1.556.562.395
29.830.563
33.466.351.088
3.862.057.077
3.273.344.379
3.170.226.600
2.217.504.276
8.984.778.228
6.920.000.000
2.246.796.954
29.371.954.810
56.685.884.568
60.046.662.324
50.337.962.570
-
107.023.847.138
60.046.662.324
79.263.433.379
27.760.413.759
-
37.182.923.536
22.841.859.692
21.879.096
107.023.847.138
60.046.662.324
Perusahaan dan entitas anak tidak memberikan jaminan apapun atas utang usaha tersebut pada tanggal
30 September 2011 dan 31 Desember 2010.
20. PERPAJAKAN
30 September
2011
31 Desember
2010
a. Pajak dibayar dimuka
Entitas anak
Pajak penghasilan pasal 23
Pajak Pertambahan Nilai
Jumlah
- 36 -
29.819.450
5.756.096.452
46.011.851
-
5.785.915.902
46.011.851
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PERPAJAKAN (lanjutan)
30 September
2011
b. Utang pajak
Perusahaan
Pajak penghasilan
Pasal 4 ayat 2
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 26
Pasal 29
Pajak Pertambahan Nilai
Sub jumlah
Entitas anak
Pajak penghasilan
Pasal 4 ayat 2
Pasal 15
Pasal 21
Pasal 23
Pasal 26
Pasal 29
Pajak Pertambahan Nilai
Sub jumlah
Jumlah
c. Beban pajak penghasilan
Perusahaan
Kini
39.474.588
7.577.676.548
5.962.190.458
7.157.595.750
628.856.054
13.177.258
256.388.359
4.109.955.476
3.182.531.533
3.343.269.250
593.043.471
21.365.793.398
11.498.365.347
561.629.572
2.169.708
2.987.396.993
3.750.840.476
268.416.641
6.311.248.500
67.498.597
126.085.768
524.673
561.357.835
2.549.881.506
872.127
15.678.338.061
13.949.200.487
18.917.059.970
35.314.993.885
30.415.425.317
2011
(Sembilan bulan)
2010
(Sembilan bulan)
7.157.595.750
Entitas anak
Kini
Tangguhan
Final
Konsolidasian
Kini
Tangguhan
Final
Jumlah
- 37 -
31 Desember
2010
-
6.311.248.500
(18.364.839.684)
1.046.008.074
(18.348.997.358)
5.185.167.226
(11.007.583.110)
(13.163.830.132)
13.468.844.250
(18.364.839.684)
1.046.008.074
(18.348.997.358)
5.185.167.226
(3.849.987.360)
(13.163.830.132)
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PERPAJAKAN (lanjutan)
Rekonsiliasi antara laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan seperti yang tercantum dalam laporan
laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim adalah sebagai berikut:
2011
(Sembilan bulan)
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan
per laporan laba (rugi) konsolidasian
2010
(Sembilan bulan)
164.243.817
(107.223.061.007)
Rugi entitas anak sebelum pajak penghasilan - bersih
11.096.219.953
(21.278.037.395)
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan - Perusahaan
11.260.463.770
(128.501.098.402)
Perbedaan tetap:
Amortisasi biaya tangguhan
Bagian laba bersih entitas anak dan entitas asosiasi
Beban pajak
Perjamuan dan sumbangan
Pendapatan dividen
Biaya emisi saham
Lain-lain
Penghasilan bunga yang telah dikenakan pajak final
9.027.904.372
6.747.887.622
1.780.386.843
123.752.100
275.558.746
(585.569.737)
Laba (rugi) fiskal Perusahaan sebelum rugi fiskal yang dapat
yang dapat dikompensasikan dari tahun sebelumnya
28.630.383.716
(122.740.430.938)
-
(2.141.813.949)
28.630.383.716
-
(124.882.244.887)
124.882.244.887
Rugi fiskal yang dapat dikompensasikan dari tahun sebelumnya
Taksiran penghasilan kena pajak (rugi) fiskal - Perusahaan
Cadangan rugi fiskal - Perusahaan
Beban pajak penghasilan kini
50.622.579.427
1.709.864.663
(4.551.035.471)
(41.897.021.430)
(123.719.725)
7.157.595.750
-
Pajak Tangguhan
Rincian dari aset (liabilitas) pajak tangguhan adalah sebagai berikut:
1 Januari
2011
Dikreditkan
(dibebankan) ke
laporan laba rugi
komprehensif
Selisih kurs
penjabaran
Akuisisi
Entitas Anak *
Pelepasan
Entitas Anak **
30 September
2011
Entitas anak
Rugi fiskal
Imbalan pasca kerja
Penyusutan aset tetap
Pembayaran sewa pembiayaan
26.335.857.167
1.701.350.984
40.412.500
(86.285.624)
16.427.126.703
404.823.546
9.862.502
(11.474.376)
(31.331.553)
(15.420.954)
-
1.703.776.748
-
(503.781.807)
-
42.227.870.510
3.794.530.324
50.275.002
(97.760.000)
Aset pajak tangguhan - bersih
27.991.335.027
16.830.338.375
(46.752.507)
1.703.776.748
(503.781.807)
45.974.915.836
1 Januari
2010
Dikreditkan
(dibebankan) ke
laporan laba rugi
komprehensif *
Selisih kurs
penjabaran
Akuisisi
Entitas Anak
Pelepasan
Entitas Anak
31 Desember
2010
Entitas anak
Rugi fiskal
Imbalan pasca kerja
Penyusutan aset tetap
Pembayaran sewa pembiayaan
29.753.151.074
1.437.617.973
25.137.500
(49.023.939)
(2.880.595.175)
429.488.653
15.275.000
(37.261.685)
(536.698.732)
(165.755.642)
-
-
-
26.335.857.167
1.701.350.984
40.412.500
(86.285.624)
Aset pajak tangguhan - bersih
31.166.882.608
(2.473.093.207)
(702.454.374)
-
-
27.991.335.027
*) aset pajak tangguhan - bersih Patina, entitas anak, yang dibebankan pada periode berjalan sebesar Rp 1.537.684.000, dengan selisih kurs penjabaran sebesar negatif Rp
3.182.691.
**) aset pajak tangguhan - bersih atas transaksi pelepasan JMS, entitas anak adalah sebesar Rp 517.499.823 (nilai saldo awal aset pajak tangguhan - bersih sebesar Rp
503.781.807 dan penambahan pajak tangguhan tahun 2011 sebesar Rp 13.718.016) (Catatan 5)
- 38 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
20. PERPAJAKAN (lanjutan)
Rekonsiliasi antara beban (manfaat) pajak yang dihitung dengan menggunakan tarif pajak progresif yang
berlaku dari laba (rugi) sebelum pajak penghasilan dan beban (manfaat) pajak Perusahaan dan entitas
anak seperti disajikan dalam laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim adalah sebagai berikut:
2011
(Sembilan bulan)
2010
(Sembilan bulan)
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan menurut
laporan laba (rugi) konsolidasian
Rugi entitas anak sebelum pajak penghasilan
164.243.817
11.096.219.953
(107.223.061.007)
(21.278.037.395)
Laba (rugi) sebelum beban pajak penghasilan - Perusahaan
11.260.463.770
(128.501.098.402)
Beban pajak dengan tarif yang berlaku
2.815.115.762
(32.125.274.601)
Pengaruh pajak atas beda tetap :
Amortisasi biaya tangguhan
Bagian rugi bersih entitas anak dan entitas asosiasi
Beban pajak
Perjamuan dan sumbangan
Pendapatan dividen
Biaya emisi saham
Lain-lain
Penghasilan bunga yang telah dikenakan pajak final
2.256.976.093
1.686.971.906
445.096.711
30.938.025
68.889.688
(146.392.434)
12.655.644.857
427.466.166
(1.137.758.868)
(10.474.255.358)
Beban (manfaat) pajak menurut laporan laba rugi
sebelum kompensasi rugi fiskal - perusahaan
Rugi fiskal yang dapat di kompensasikan dari tahun lalu
Cadangan rugi fiskal
Jumlah Beban pajak - Perusahaan
7.157.595.750
7.157.595.750
(30.685.107.735)
(535.453.487)
31.220.561.222
-
(30.929.931)
Selama periode sampai dengan 30 September 2011, entitas anak tertentu telah menerima beberapa Surat
Ketetapan Pajak (“SKP”) dan Surat Tagihan Pajak (“STP”) atas pajak penghasilan pasal 21, pasal 23, pasal
29, pasal 26 dan Fiskal Luar Negri masing-masing sebesar Rp 420.892.089, Rp 11.611.047,
Rp 8.300.000, Rp 66.660.351 dan Rp 6.195.480.
Atas STP/ SKP yang dikeluarkan oleh Kantor Pajak tersebut, entitas anak telah membayar lunas dan
dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Lain-lain” dalam laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian
interim per 30 September 2011 (Catatan 32), termasuk akrual beban atas denda pajak penghasilan pasal
21, pasal 23, pasal 26 dan PPN keluaran masing-masing sebesar Rp 236.459.669, Rp 1.539.674.627,
Rp 344.910.309 dan Rp 6.061.817.021.
Pada tanggal 28 April 2010, Kantor Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (“SKPLB”) Pajak
Penghasilan Badan atas entitas anak tertentu untuk Pajak Penghasilan Badan tahun 2008, pajak
penghasilan badan yang dapat direstitusi sebesar Rp 142.314.783. Restitusi atas penghasilan badan
tersebut dikompensasi dengan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (“SKPKB”) dan Surat Tagihan Pajak
(“STP”) atas beberapa pajak penghasilan pasal 21, pasal 23, pasal 4 (2) dan PPN masing-masing sebesar
Rp 51.353.487, Rp 99.627.221, Rp 1.622.016 dan Rp 1.808.582. Pada tanggal 27 Mei 2010, entitas anak
telah membayar lunas atas SKP yang dikeluarkan oleh Kantor Pajak.
- 39 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
21. BEBAN YANG MASIH HARUS DIBAYAR
30 September
2011
31 Desember
2010
Proyek dan pertambangan
Beban keuangan (Catatan 22)
Bunga (Catatan 17 dan 18)
Lain-lain
74.828.437.920
15.440.250.000
50.000.000
7.998.307.445
38.321.795.876
23.292.471.673
2.259.904.322
Jumlah
98.316.995.365
63.874.171.871
22. UTANG LAIN-LAIN KEPADA PIHAK KETIGA
30 September
2011
31 Desember
2010
Amadia Investment Ltd.
PT. Maxima Integra
PT. Trisurya Reka Kapital
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 500 juta)
213.562.885.458
6.037.215.119
265.143.768.221
556.451.208
5.000.000.000
16.848.932.110
Jumlah
219.600.100.577
287.549.151.539
Pada tanggal 24 Juni 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian “Facility Agreement” dengan Amadia
Investment Ltd. Berdasarkan perjanjian tersebut, Perusahaan memiliki fasilitas pinjaman sebesar
USD 30.000.000. Pinjaman tersebut memiliki jangka waktu pembayaran 12 bulan dari tanggal penarikan
dengan tingkat bunga 12% per tahun. Pinjaman ini jatuh tempo pada tanggal 28 Juni 2011 dan telah di
perpanjang sampai dengan 28 Desember 2011 berdasarkan “Extention Facility Agreement” pada tanggal
28 Juli 2011. Atas perpanjangan ini, Perusahaan dibebankan biaya transaksi (Transaction Cost) sebesar
USD 1.750.000 yang dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Yang Masih Harus Dibayar” (Catatan 21).
Perusahaan berkewajiban membayar bunga pinjaman per 3 bulan sekali di muka dan juga berkewajiban
untuk membayar biaya-biaya yang telah disepakati antara Perusahaan dengan Amadia Investment Ltd,.
Pinjaman yang diperoleh Perusahaan digunakan untuk membeli saham ELSA (Catatan 1d). Pinjaman ini
dijaminkan dengan perjanjian gadai saham antara Perusahaan dan entitas anak dengan Amadia
Investment Ltd. (Catatan 33a).
Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, saldo pokok utang Perusahaan masing-masing
sebesar USD 24.205.246 dan USD 29.489.909. Beban bunga pinjaman untuk periode 30 September 2011
sebesar USD 3.218.775 telah dicatat sebagai bagian dari akun “Beban Lain-lain” pada laporan laba (rugi)
komprehensif konsolidasian interim.
- 40 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
23. UTANG KEPADA PIHAK BERELASI
30 September
2011
31 Desember
2010
Arifin Wiguna
Karyawan
PT. Indotambang Perkasa
Wijaya Mulia
8.991.150.000
101.288.423
-
3.500.000.000
50.867.962.844
153.689.930
Jumlah
9.092.438.423
54.521.652.774
Utang kepada PT. Indotambang Perkasa (“ITP”) senilai Rp 50.867.962.844 pada tanggal 31 Desember
2010 merupakan pinjaman modal kerja yang diterima oleh Perusahaan dengan nilai fasilitas maksimum
sebesar Rp 120.000.000.000 dengan jangka waktu pinjaman dari 1 April 2009 sampai dengan 31
Desember 2010 dan pinjaman ini telah diperpanjang sampai dengan 31 Desember 2011. Atas pinjaman ini
tidak dikenakan bunga. Pada tanggal 29 September 2011, Perusahaan telah melunasi seluruh utangnya
kepada PT. Indotambang Perkasa.
Utang kepada Arifin Wiguna dan Wijaya Mulia terutama merupakan beban yang dibayarkan terlebih dahulu
oleh pihak berelasi. Seluruh utang ini dilakukan tanpa bunga, jaminan dan jangka waktu pengembalian
yang tetap.
24. UTANG JANGKA PANJANG
Akun ini terdiri dari:
Bank
Standard Bank Plc. (Catatan 33f,33k dan 34)
Biaya keuangan dan premium yang belum diamortisasi
Sewa Pembiayaan
Pembayaran sewa minimum sampai dengan satu tahun
Pembayaran sewa minimum dari satu tahun sampai
dengan tiga tahun
Beban bunga dan asuransi yang belum jatuh tempo
Lain-lain
PT. BCA Finance
PT. Bank OCBC NISP Tbk.
Lainnya
Bagian yang jatuh tempo dalam satu tahun
Bank
Sewa Pembiayaan
Lain-lain
30 September
2011
31 Desember
2010
205.355.325.000
(18.910.560.086)
222.752.025.000
(25.792.220.961)
18.820.780
-
169.387.017
(37.674.464)
-
221.666.665
24.932.134
7.758.348
186.849.655.394
(5.073.225.000)
(15.053.333)
(113.170.707)
(5.201.449.040)
Utang jangka panjang - setelah dikurangi bagian yang
jatuh tempo dalam satu tahun
Bank
Sewa Pembiayaan
Lain-lain
Jumlah
- 41 -
232.553.300
127.966.063
197.320.323.402
(18.874.358.530)
(127.966.063)
(19.002.324.593)
181.371.539.914
135.480.000
141.186.440
178.085.445.509
232.553.300
181.648.206.354
178.317.998.809
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. UTANG JANGKA PANJANG (lanjutan)
a. Pada tanggal 24 Juni 2010, BBP, entitas anak memperoleh pinjaman modal kerja dari Standard Bank
Plc (“SBP”), dimana SBP bersedia memberikan fasilitas utang jangka panjang berupa Senior Secured
Facility (“SSF”) dan Senior (Second Lien) Facility (“SSLF”) dengan nilai masing-masing adalah sebesar
USD 27.000.000 dan USD 5.000.000. Perjanjian ini berlaku untuk jangka waktu 36 (tiga puluh enam)
bulan, terhitung sejak tanggal perjanjian pinjaman. Pinjaman ini dijaminkan dengan perjanjian gadai
saham entitas anak dengan SBP (Catatan 33f).
Sehubungan dengan perolehan pinjaman diatas, BBP disyaratkan untuk melindungi jumlah produksi
BBP dengan menandatangani perjanjian Hedging dengan SBP dengan jangka waktu yang sama
dengan fasiltas pinjaman yang diperoleh. Selain itu, BBP juga disyaratkan untuk membuka Debt
Service Reserve Account (“DSRA”), dengan saldo minimum setara dengan pembayaran beban bunga
selama 6 bulan dan pembayaran pokok (quarterly) yang dicatat dalam akun “Rekening Bank yang
Dibatasi Penggunaannya” dalam laporan posisi keuangan konsolidasian. Pada tanggal 30 September
2010 dan 31 Desember 2010, saldo DSRA adalah masing-masing sebesar USD 2.031.750 (atau setara
dengan Rp 17.926.130.250) dan dan USD 1.885.228 (atau setara dengan Rp 16.950.082.610).
Sampai dengan 30 September 2011, BBP telah menggunakan fasilitas sebesar USD 20.000.000 untuk
SSF dan USD 5.000.000 untuk SSLF. Pada tahun 2011 dan 2010, Perusahaan telah melakukan
pembayaran pokok pinjaman sebesar USD 1.725.000 (terdiri dari USD 1.500.000 untuk SSF dan
USD 225.000 untuk SSLF). Atas perjanjian ini, BBP dikenakan bunga 11% diatas LIBOR untuk SSF
dan 14,65% diatas LIBOR untuk SSLF, beban bunga atas pinjaman tersebut untuk periode Januari
sampai dengan September 2011 sebesar Rp 21.134.013.243 (Catatan 32). BBP juga dikenakan
commitment fee sebesar 4% atas fasilitas yang belum dipergunakan. Beban bunga dan commitment
fee dicatat pada akun “Beban Lain-lain” pada laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim.
Berdasarkan perjanjian pinjaman antara BBP dengan SBP :
- Entitas anak harus memperoleh persetujuan tertulis dari SBP sebelum melakukan pembagian
dividen tunai, dividen saham dan/ atau saham bonus;
- Entitas anak tidak di perbolehkan untuk memiliki utang baru dan memberikan kredit kecuali untuk
keperluan normal bisnis dimana periodenya tidak lebih dari 120 hari dan jumlahnya tidak melebihi
USD 3.000.000.
- Pada setiap kuarter entitas anak harus memastikan bahwa rasio utang terhadap EBITDA tidak
melebihi 3:1 pada tanggal laporan posisi keuangan, rasio untuk menutupi Historical Debt Service
tidak melebihi 1,2:1 pada tanggal laporan posisi keuangan dan rasio Debt to Equity tidak melebihi
3:1 pada tanggal laporan posisi keuangan;
- Pada setiap semester entitas anak harus memastikan bahwa rasio Field Life Cover minimal 1,7:1
pada tanggal laporan posisi keuangan, rasio Loan Life Service Cover minimal 1,5:1 pada tanggal
laporan posisi keuangan dan rasio Debt Service Cover Ratio minimal 1,2:1 pada tanggal laporan
posisi keuangan;
Pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010, Perusahaan telah memenuhi rasio
keuangan dan pembatasan sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam perjanjian.
b. Pinjaman dari PT. Toyota Astra Financial Services merupakan utang sewa pembiayaan dalam mata
uang Rupiah yang diperoleh perusahaan, untuk jangka waktu 3 tahun, dengan tingkat bunga sebesar
6% per tahun.
c.
Pinjaman dari PT. BCA Finance merupakan berupa Kredit Kendaraan Bermotor (“KKB”) dalam mata
uang Rupiah yang diperoleh PT. Suluh Ardhi Engineering, entitas anak, dengan tingkat bunga sebesar
4,65% per tahun.
d. Pinjaman dari PT. Bank OCBC NISP Tbk merupakan fasilitas kredit berupa Kredit Pemilikan Mobil
(“KPM”) dalam mata uang Rupiah yang diperoleh PT. Suluh Ardhi Engineering, entitas anak, dengan
tingkat bunga sebesar 6-8% per tahun.
- 42 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
24. UTANG JANGKA PANJANG (lanjutan)
Atas pinjaman yang diperoleh tersebut Perusahaan dan entitas anak menjaminkan beberapa asetnya
sebagai berikut:
- Pinjaman modal kerja yang diperoleh dari SBP dijaminkan dengan perjanjian gadai saham entitas
anak, BO, II, dan BBP dengan SBP, serta seluruh piutang, aset tetap, persediaan BBP;
- Pinjaman berupa utang sewa pembiayaan yang diperoleh perusahaan dijaminkan dengan barang yang
diperolehnya atas fasilitas pembiayaan tersebut.
25. ESTIMASI LIABILITAS IMBALAN KERJA KARYAWAN
SAE, BBP, II, dan Patina, entitas anak, menyelenggarakan imbalan pasca kerja untuk karyawan sesuai
dengan Undang-undang Ketenagakerjaan No. 13/2003 tanggal 25 Maret 2003.
Pada tanggal 30 September 2011, asumsi utama yang digunakan untuk perhitungan aktuaris tersebut
adalah sebagai berikut :
Tingkat diskonto per tahun
Tingkat kenaikan gaji per tahun
Tingkat pensiun normal
8,50%
10%
55 tahun
Beban imbalan pasca kerja yang diakui dalam laporan laba (rugi) komprehensif konsolidasian interim pada
tanggal 30 September 2011 adalah sebesar Rp 2.396.625.660 (termasuk imbalan pasca kerja Patina
sebesar Rp 180.702.726). Entitas anak tidak melakukan penyisihan beban imbalan pasca kerja untuk
periode 30 September 2010.
Perhitungan imbalan pasca kerja dihitung oleh aktuaris independen, PT. Prima Bhaksana Lestari dengan
menggunakan metode “Projected Unit Credit” berdasarkan laporannya masing-masing tertanggal
15 Agustus 2011 untuk BBP dan II, serta 4 Maret 2011 untuk SAE.
Mutasi liabilitas bersih tahun berjalan adalah sebagai berikut:
30 September
2011
Saldo awal
Beban tahun berjalan (Catatan 31)
Pembayaran manfaat
Akuisisi entitas anak (Catatan 5)
Penyesuaian selisih kurs
Saldo akhir
- 43 -
31 Desember
2010
6.725.714.615
2.396.625.669
(1.276.237.221)
774.947.627
629.871.446
5.247.820.797
1.717.976.328
(240.082.510)
9.250.922.136
6.725.714.615
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
26. MODAL SAHAM
Rincian pemegang saham Perusahaan dan persentase pemilikannya pada tanggal 30 September 2011 dan
31 Desember 2010 adalah sebagai berikut:
30 September 2011
Nama Pemegang Saham
PT. Indotambang Perkasa
PT. Inti Permata Nusantara
Standard Bank Plc
Direksi - Firlie Hanggodo Ganinduto
Lain-lain (masing-masing dengan
kepemilikan kurang dari 5%)
Jumlah
Jumlah
Saham
Persentase
Pemilikan (%)
Jumlah
Modal Disetor (Rp)
14.480.229.056
1.863.606.000
1.466.717.109
55.000
48,15%
6,20%
4,88%
0,00%
1.448.022.905.600
186.360.600.000
146.671.710.900
5.500.000
12.265.136.940
40,77%
1.226.513.694.000
30.075.744.105
100,00%
3.007.574.410.500
31 Desember 2010
Nama Pemegang Saham
PT. Indotambang Perkasa
PT. Danatama Makmur
PT. Inti Permata Nusantara
Standard Bank Plc
Komisaris - James Johanes
Direksi - Firlie Hanggodo Ganinduto
Lain-lain (masing-masing dengan
kepemilikan kurang dari 5%)
Jumlah
Jumlah
Saham
Persentase
Pemilikan (%)
Jumlah
Modal Disetor (Rp)
14.356.715.056
2.169.600.000
1.863.606.000
1.639.925.885
7.000.000
55.000
47,74%
7,21%
6,20%
5,45%
0,02%
0,00%
1.435.671.505.600
216.960.000.000
186.360.600.000
163.992.588.500
700.000.000
5.500.000
10.038.842.124
33,38%
1.003.884.212.400
30.075.744.065
100,00%
3.007.574.406.500
Mutasi modal disetor Perusahaan adalah sebagai berikut:
30 September
2011
31 Desember
2010
Saldo awal
Penawaran umum saham perdana
Pelaksanaan waran menjadi saham
3.007.574.406.500
4.000
1.857.574.400.000
1.150.000.000.000
6.500
Saldo akhir
3.007.574.410.500
3.007.574.406.500
27. TAMBAHAN MODAL DISETOR
Akun tambahan modal disetor merupakan selisih antara penerimaan dana pada hasil penawaran umum
perdana saham Perusahaan dengan biaya emisi saham. Penerimaan dana yang dimaksudkan adalah
kelebihan penerimaan dana antara harga penawaran pada penawaran umum perdana saham perusahaan
dengan harga nominal saham Perusahaan.
- 44 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
27. TAMBAHAN MODAL DISETOR (lanjutan)
Berikut merupakan detail perhitungan tambahan modal disetor Perusahaan:
Harga Penawaran
Harga Nominal
Kelebihan Penerimaan
Biaya Emisi Saham
Rupiah
Jumlah lembar
saham yang
diterbitkan pada
penawaran umum
140
100
11.500.000.000
11.500.000.000
Pelaksanaan waran per 31 Desember 2010
Jumlah
1.610.000.000.000
(1.150.000.000.000)
460.000.000.000
(41.897.021.430)
418.102.978.570
2.925
Tambahan modal disetor per 31 Desember 2010
Pelaksanaan waran per 30 September 2011
418.102.981.495
1.800
Tambahan modal disetor per 30 September 2011
418.102.983.295
28. SELISIH KURS PENJABARAN LAPORAN KEUANGAN
Akun-akun dalam laporan laba/ rugi entitas anak yang diselenggarakan dalam mata uang fungsional selain
Rupiah dijabarkan dengan kurs rata-rata selama 1 tahun sedangkan akun-akun dalam laporan posisi
keuangan konsolidasian interim dijabarkan dengan memakai kurs tengah bank Indonesia pada tanggal
laporan. Selisih kurs yang terjadi disajikan sebagai bagian dari ekuitas.
30 September
2011
31 Desember
2010
Saldo awal
Laporan posisi keuangan:
- Aset tetap
- Aset minyak dan gas bumi - bersih
- Aset lain-lain - bersih
- Aset pajak tangguhan
- Akuisisi entitas anak
- Lain-lain
Laba (rugi) komprehensif:
Rugi entitas anak (PT. Indelberg Indonesia)
360.398.177
13.577.115.586
(1.159.547)
(987.015.473)
(845.409.969)
(46.752.517)
165.194.700
2.942.610.009
(27.712.790)
(14.729.014.631)
(702.454.374)
2.539.436.204
(205.032.064)
(296.971.818)
Saldo akhir
1.382.833.316
360.398.177
29. PENDAPATAN
2011
(Sembilan bulan)
2010
(Sembilan bulan)
Minyak mentah (Catatan 33j,33k)
Jasa konstruksi
Jasa perekayasaan
Jasa tenaga ahli
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 2 miliar)
226.928.305.197
23.813.633.658
2.396.018.878
-
85.417.774.759
5.131.979.523
82.060.772.873
5.736.065.620
22.397.800
Jumlah
253.137.957.733
178.368.990.575
- 45 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
29. PENDAPATAN (lanjutan)
Berikut ini adalah rincian pendapatan yang melebihi 10% dari jumlah pendapatan masing-masing untuk
periode yang berakhir pada tanggal 30 September 2011 dan 2010:
2011
(Sembilan bulan)
2010
(Sembilan bulan)
PT. Pertamina EP
PT. Bakrie Telecom Tbk.
226.928.305.197
-
85.417.774.759
80.120.000.000
Jumlah
226.928.305.197
165.537.774.759
2011
(Sembilan bulan)
2010
(Sembilan bulan)
70.154.140.225
17.237.982.022
15.650.372.121
10.458.894.322
6.558.460.784
9.916.464.052
2.306.141.938
7.405.730.633
4.422.484.131
8.600.742.745
2.842.873.552
1.888.142.905
699.216.818
1.693.317.810
43.694.829.214
12.861.105.702
9.197.147.908
4.771.107.044
5.254.505.874
5.367.948.602
6.818.863.025
43.046.158.773
2.739.431.222
2.897.981.351
1.246.901.387
618.249.693
159.834.964.058
138.514.229.795
30. BEBAN POKOK PENDAPATAN
Pemeliharaan dan pengoperasian sumur
Fasilitas produksi dan proses produksi
Penyimpanan dan transportasi
Deplesi (Catatan 15)
Peralatan sistem dan material
Perbaikan dan pemeliharaan
Penyusutan (Catatan 15)
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Intangible cost drilling
Konstruksi
Perlengkapan pendukung
Operasi pemulihan sumur
Studies - data acquisition
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp 2 miliar)
Jumlah
Tidak terdapat pembelian atau beban jasa yang melebihi 10% untuk periode yang berakhir masing-masing
pada tanggal 30 September 2011 dan 2010.
31. BEBAN UMUM DAN ADMINISTRASI
2011
(Sembilan bulan)
2010
(Sembilan bulan)
Gaji dan kesejahteraan karyawan
Jasa profesional
Sewa
Transportasi
Listrik, telepon dan air
Beban imbalan kerja karyawan (Catatan 25)
Penyusutan (Catatan 13)
Perlengkapan kantor
Perbaikan dan pemeliharaan
Representasi dan sumbangan
Asuransi
Lain-lain (masing-masing di bawah Rp 2 miliar)
39.325.119.802
13.975.218.259
6.188.936.965
2.183.676.930
2.101.754.163
2.396.625.669
1.833.606.705
1.797.758.214
605.805.819
407.740.392
188.771.052
1.366.439.051
32.720.047.128
15.406.072.285
9.502.328.135
1.483.782.165
2.024.729.862
2.473.576.677
466.853.520
880.000
551.107.737
146.015.733
2.378.959.470
Jumlah
72.371.453.021
67.154.352.712
- 46 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
32. BEBAN LAIN-LAIN
a. Pendapatan Lain-lain
Pendapatan bunga dan jasa giro
Ekuitas dari laba perusahaan asosiasi
Laba selisih kurs mata uang asing
Jumlah penghasilan lain-lain
b. Beban Lain-lain
Amortisasi beban eksplorasi dan beban
pengembangan tangguhan
Ekuitas dari laba perusahaan asosiasi
Amortisasi beban keuangan dan premium
Beban pajak dan denda pajak (Catatan 20)
Beban bunga dan administrasi bank
Beban Hedging
Amortisasi goodwill
Kerugian selisih kurs mata uang asing
Kerugian pelepasan entitas anak (Catatan 5)
Rugi penjualan aset tetap (Catatan 13)
Lainnya
Jumlah beban lain-lain
Jumlah
2011
(Sembilan bulan)
2010
(Sembilan bulan)
101.937.322.286
17.889.995.800
26.638.914.886
83.904.806.679
-
146.466.232.972
83.904.806.679
(2.501.620.356)
(15.909.565.247)
(8.696.520.594)
(92.320.460.043)
(42.583.354.210)
(4.393.436.758)
(804.579.368)
(23.993.233)
(2.521.750.000)
(24.540.335.334)
(9.988.626.881)
(12.096.523)
(45.378.205.157)
(76.265.585.841)
(4.976.239.316)
(145.436.703)
(167.233.529.809)
(163.828.275.755)
(20.767.296.837)
(79.923.469.076)
33. PERIKATAN DAN KONTINJENSI
a. Pada tanggal 6 Juli 2010, Perusahaan mengadakan Perjanjian Gadai Saham dengan Amadia
Investments Ltd. (“AI”), dimana Perusahaan menyatakan untuk menyerahkan dan/atau menggadaikan
hak atas kepemilikan 916.069.558 lembar saham PT. Elnusa Tbk. Perjanjian ini diaktakan dengan Akta
Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., No. 31 tertanggal 6 Juli 2010. Perjanjian Gadai Saham ini untuk
menjamin agar Perusahaan membayar kembali dengan tertib dan sebagaimana mestinya utang
Perusahaan kepada AI yang tercantum dalam Perjanjian Utang tanggal 24 Juni 2010 (Catatan 22).
Sehubungan dengan utang Perusahaan kepada AI, pada tanggal 24 Juni 2010, PT. Black Diamond
Resources (“BDR”), entitas anak, mengadakan Perjanjian Gadai Saham dengan AI, dimana BDR
menyatakan untuk menyerahkan dan/atau menggadaikan hak atas kepemilikan 213 lembar saham
PT. Delta Samudra. Perjanjian ini diaktakan dengan Akta Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., No. 130
tertanggal 24 Juni 2010. Perjanjian Gadai Saham ini untuk menjamin agar Perusahaan membayar
kembali dengan tertib dan sebagaimana mestinya utang Perusahaan kepada AI yang tercantum dalam
Perjanjian Utang tanggal 24 Juni 2010 (Catatan 22).
Sehubungan dengan utang Perusahaan kepada AI, pada tanggal 24 Juni 2010, JMS, entitas anak,
mengadakan Perjanjian Gadai Saham dengan AI, dimana JMS menyatakan untuk menyerahkan
dan/atau menggadaikan hak atas kepemilikan 70.000 lembar saham BDR. Perjanjian ini diaktakan
dengan Akta Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., No. 133 tertanggal 24 Juni 2010. Perjanjian Gadai
Saham ini untuk menjamin agar Perusahaan membayar kembali dengan tertib dan sebagaimana
mestinya utang Perusahaan kepada AI yang tercantum dalam Perjanjian Utang tanggal 24 Juni 2010
(Catatan 22).
- 47 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
b. Pada tanggal 14 Oktober 2009, Perusahaan mengadakan perjanjian Pembelian atas Surat Utang
dengan Hak Konversi (Convertible Note) senilai USD 3.810.000 dengan Patina Group Ltd. (“Patina”).
Surat Utang dengan Hak Konversi tersebut dapat dikonversi menjadi saham di Patina sebesar 40%
dari total modal ditempatkan dan disetor penuh dalam Patina. Surat Utang dengan Hak Konversi ini
diberikan tanpa bunga dan pelaksanaan konversi tidak bersifat mandatory, tapi merupakan opsi dari
pemegang Surat Utang dengan memperhatikan persyaratan konversi yang tertuang dalam perjanjian.
Pada tanggal 1 Desember 2010, Perusahaan melakukan restrukturisasi perjanjian dengan Patina,
dimana perjanjian penerbitan Surat Utang dengan Hak Konversi (Convertible Note) dirubah menjadi
pemberian fasilitas pinjaman (loan facility) senilai USD 3.810.000. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat
suku bunga 8% per tahun dan memiliki jangka waktu 1 tahun (12 bulan) dari tanggal perjanjian. Pada
tanggal 20 Mei 2011, seluruh piutang pokok telah dilunasi, sedangkan seluruh bunga atas pinjaman
tersebut telah dilunasi pada bulan September 2011.
c.
Pada tanggal 5 Nopember 2009, Perusahaan mengadakan perjanjian pemberian fasilitas pinjaman
(loan facility) senilai USD 4.000.000 dengan Patina. Pinjaman ini digunakan modal kerja Patina dalam
rangka eksplorasi dan produksi sumber minyak yang berada di Bangkudulis. Fasilitas pinjaman
tersebut memiliki tingkat suku bunga 8% per tahun dan jangka waktu pinjaman selama 4 tahun (48
bulan) dari tanggal perjanjian.
Terkait dengan perjanjian tersebut, Perusahaan berhak atas profit sharing dari Perjanjian Kerjasama
Operasi Patina dengan PEP, sebagai berikut:
a. 30% untuk 2 tahun pertama sejak perjanjian kerjasama (pada tanggal 30 September 2011, Patina
masih mengalami kerugian).
b. 20% untuk tahun ke 3 sampai ke 5.
Pada tanggal 20 Mei 2011, seluruh piutang pokok telah dilunasi, sedangkan seluruh bunga atas
pinjaman tersebut telah dilunasi pada bulan September 2011.
d. Pada tanggal 15 Pebruari 2010, II, entitas anak, mengadakan perjanjian pemberian fasilitas pinjaman
(loan facility) senilai USD 1.000.000 dengan Patina. Pinjaman tersebut dikenakan tingkat suku bunga
8% per tahun dan memiliki jangka waktu 4 tahun (48 bulan) dari tanggal perjanjian kepada Patina.
Pada tanggal 31 Desember 2010, saldo piutang pokok atas transaksi tersebut adalah sejumlah
USD 613.652, dan piutang bunga sejumlah USD 42.119 dicatat sebagai bagian dari akun “Piutang
kepada pihak Berelasi” (Catatan 11).
Pada tanggal 6 Mei 2011, II setuju untuk menovasi pinjaman yang diberikan kepada Patina senilai
USD 672.817 (terdiri dari pokok sebesar USD 613.652 dan piutang bunga sebesar USD 59.165)
kepada Goodrich (Catatan 9).
e. Berdasarkan Akta Perjanjian Jual Beli Saham No. 96 tanggal 30 Oktober 2009 dari Humberg Lie, SH,
SE, MKn., antara PT. Tesco International Capital (“TIC”) dengan Perusahaan telah disepakati
penjualan 2.187 saham II dari TIC kepada Perusahaan dengan persyaratan sebagai berikut :
a. Perusahaan telah menerima pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK sehubungan dengan rencana
penawaran umum perdana.
b. Kedua belah pihak menerima seluruh persetujuan korporasi dan persetujuan-persetujuan lainnya
yang dibutuhkan berdasarkan anggaran dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku
(apabila ada); dan
c. Perusahaan telah menerima secara penuh dana hasil dari penawaran umum perdana di rekening
yang akan ditentukan lebih lanjut oleh Perusahaan dan diinformasikan kepada pihak TIC.
Perusahaan telah merealisasikan pembelian saham II ini pada tanggal 25 Pebruari 2010 (Catatan
5).
- 48 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
f.
Sehubungan utang PT. Benakat Barat Petroleum (“BBP”), entitas anak kepada Standard Bank Plc
(“SBP”), pada tanggal 25 Juni 2010, Perusahaan mengadakan Perjanjian Gadai Saham dengan SBP,
dimana Perusahaan menyatakan untuk menyerahkan dan/atau menggadaikan hak atas 80% dan
2.13% kepemilikan saham PT. Benakat Oil (“BO”) dan II. Perjanjian ini diaktakan dengan Akta Notaris
Humberg Lie, SH, SE, MKn., No. 177 dan No. 180 tanggal 25 Juni 2010. Perjanjian Gadai Saham ini
untuk menjamin agar entitas anak membayar kembali dengan tertib dan sebagaimana mestinya utang
entitas anak kepada SBP yang tercantum dalam Perjanjian Utang tanggal 24 Juni 2010.
Sehubungan utang BBP kepada SBP, pada tanggal 25 Juni 2010, BO mengadakan Perjanjian Gadai
Saham dengan SBP, dimana BO menyatakan untuk menyerahkan dan/atau menggadaikan hak atas
97,87% kepemilikan saham II. Perjanjian ini diaktakan dengan Akta Notaris Humberg Lie, SH, SE,
MKn., No. 174 tertanggal 25 Juni 2010. Perjanjian Gadai Saham ini untuk menjamin agar entitas anak
membayar kembali dengan tertib dan sebagaimana mestinya utang entitas anak kepada SBP yang
tercantum dalam Perjanjian Utang tanggal 24 Juni 2010.
Sehubungan utang PT. Benakat Barat Petroleum (“BBP”), entitas anak kepada SBP, pada tanggal 25
Juni 2010, II mengadakan Perjanjian Gadai Saham dengan SBP, dimana II menyatakan untuk
menyerahkan dan/atau menggadaikan hak atas 94% kepemilikan saham PT. Benakat Barat Petroleum,
entitas anak. Perjanjian ini diaktakan dengan Akta Notaris Humberg Lie, SH, SE, MKn., No. 183
tanggal 25 Juni 2010. Perjanjian Gadai Saham ini untuk menjamin agar entitas anak membayar
kembali dengan tertib dan sebagaimana mestinya utang entitas anak kepada SBP yang tercantum
dalam Perjanjian Utang tanggal 24 Juni 2010.
g. Pada tanggal 12 Maret 2010, Perusahaan mengadakan perjanjian gadai saham dengan
PT. Indotambang Perkasa (“ITP”), dimana berdasarkan perjanjian ini Perusahaan menjaminkan
sejumlah lembar saham ELSA atas penerbitan Promissory Note (“PN”) kepada ITP. Penerbitan PN ini
ditujukan untuk mendanai pembelian saham ELSA dari PT. Tridaya Esta (Catatan 12).
Perjanjian ini diamandemen pada tanggal 12 September 2010 untuk mengubah jumlah lembar saham
ELSA yang dijaminkan menjadi 1.795.496.332 lembar saham dan mengubah nilai PN yang diterbitkan
kepada ITP menjadi Rp 602.768.496.560 (Catatan 18).
h. PT. Sapta Prana Jaya (“SPJ”) sebagai pihak penggugat mengajukan gugatan hukum mengenai
pengalihan hak kepemilikan saham dari Project JOB-PSRT di Benakat yang terdaftar dengan
No. 805/Pdt.G/2009/PN.JKT.Sel. terhadap berbagai pihak, termasuk di antaranya II, sebagai pihak
yang turut tergugat. Pada tanggal 9 Juli 2010, II menerima Surat Penggugat yang diajukan oleh SPJ
dan telah dibacakan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tanggal 13 Juli 2010. Berdasarkan
surat tersebut, SPJ telah mencabut gugatannya.
Pada tanggal 13 Nopember 2008, II, sebagai pihak penggugat mengajukan gugatan hukum terhadap
Commerz Asia Jewels Ltd. (sebagai Tergugat I), Commerz Bank Asset Management Asia Ltd. (sebagai
Tergugat II), Utaryo Suwanto (sebagai Tergugat III), Eka Sinto Kasih Tjia (sebagai Tergugat IV) dan
Indelberg International Ltd. (sebagai Turut Tergugat) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang
terdaftar dengan No. 1658/Pdt.G/2007/PN.Jkt.Sel sehubungan dengan:
-
Sengketa gugatan perbuatan melawan hukum terhadap Tergugat I karena dianggap tidak cermat
dan lalai serta secara tanpa dasar hukum yang sah melakukan penagihan utang terhadap
Penggugat senilai US$ 5.000.000 serta meminta Penggugat untuk memberikan kepemilkan saham
sebesar 20% dari jumlah permodalan Penggugat kepada Tergugat I, dan
-
Sengketa gugatan perbuatan melawan hukum atas tindakan Tergugat II dan Tergugat III yang
dianggap telah melakukan tindakan hukum atas nama II di luar kapasitas dan kewenangan mereka
sebagai pengurus dari II dengan memberikan persetujuan bagi II untuk melakukan pembayaran
utang dari Turut Tergugat kepada Tergugat I.
- 49 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33. PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
i.
-
II sebagai pihak penggugat, telah memenangkan perkara ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,
dimana tuntutan II sebagai pihak penggugat telah dikabulkan sebagian (termasuk bahwa para
Tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum dan bahwa Penggugat tidak memiliki utang
dalam bentuk apapun kepada Tergugat I dan pihak manapun yang memperoleh wewenang
darinya).
-
Pada tanggal 18 Pebruari 2010, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta telah memberikan keputusan yang
menguatkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Hingga laporan ini diterbitkan,
Tergugat III, Tergugat IV, dan Turut Tergugat tidak melakukan kasasi. Tergugat I dan Tergugat II
belum mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (“MA”), II belum menerima Surat Pemberitahuan
dari MA.
Pada tanggal 31 Agustus 2009, BBP, mengadakan Perjanjian Penerbitan Garansi Bank No. 105/BGB/BCI-KP/VIII/2009 dengan PT. Bank Capital Indonesia Tbk (“BCI”), dimana BCI memberikan Fasilitas
Garansi Bank kepada BBP maksimal sebesar USD 9.944.000. Perjanjian ini berlaku untuk jangka
waktu 36 (tiga puluh enam) bulan dan akan berakhir pada tanggal 15 Maret 2012.
Pada tanggal 14 Oktober 2009, BBP mengadakan Perjanjian Gadai Deposito No 024/GD/BCIKP/X/2009 dengan BCI, dimana BBP menyatakan untuk menyerahkan dan/atau menggadaikan hak
atas rekening deposito BBP ke BCI sebesar USD 2.447.141. Perjanjian Gadai Deposito ini untuk
menjamin agar BBP membayar kembali dengan tertib dan sebagaimana mestinya utang BBP kepada
BCI sebagaimana yang tercantum dalam Perjanjian Penerbitan Garansi Bank No. 105/BG-B/BCIKP/VIII/2009. Nilai deposito yang dijaminkan pada tanggal 30 September 2011 dan 31 Desember 2010
masing-masing sebesar USD 2.466.848 (atau setara dengan Rp 21.764.999.903) dan USD 2.466.848
(atau setara dengan Rp 22.179.430.368) dicatat sebagai bagian dari akun “Rekening Bank yang
Dibatasi Penggunaannya”.
j.
Pada tanggal 16 Maret 2009, BBP mengadakan Perjanjian Kerjasama Operasi dengan PT. Pertamina
EP (“Pertamina EP”) yang berisi perjanjian kerjasama sehubungan dengan operasi penanganan
produksi minyak mentah dan gas bumi di wilayah produksi Benakat Barat. Masa berlaku perjanjian ini
adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. Sehubungan dengan hasil produksi minyak bumi
di blok Benakat Barat, BBP memiliki hak atas bagian dari produksi incremental, yaitu jumlah produksi
lebih setelah produksi dasar yang menjadi hak Pertamina EP terpenuhi sesuai dengan tabel dalam
perjanjian.
Bagian dari produksi incremental yang menjadi hak BBP berasal dari jumlah yang tersisa setelah
jumlah produksi incremental dikurangi dengan komponen pengembalian biaya operasi (cost recovery)
sebesar maksimum 80% dari produksi incremental. Dari jumlah produksi incremental setelah biaya
operasi, sebesar 32,7731% merupakan bagian milik BP Migas dan sebesar 67,2269% merupakan
bagian yang akan dibagi antara Pertamina dan BBP dimana BBP berhak atas 24,5098%.
Dari bagian BBP sebesar 24,5098% tersebut, sebesar 25% harus dialokasikan untuk penyediaan
kebutuhan pasar dalam negeri (“DMO”) dan atas alokasi DMO ini BBP akan menerima pembayaran
pada harga 25% dari harga minyak mentah Indonesia (“ICP”).
k.
Pada tanggal 25 April 2007, Patina mengadakan Perjanjian Kerjasama Operasi dengan PT. Pertamina
EP (“Pertamina EP”) yang berisi perjanjian kerjasama sehubungan dengan operasi penanganan
produksi minyak mentah dan gas bumi di wilayah produksi Bangkudulis. Masa berlaku perjanjian ini
adalah 15 tahun sejak ditandatanganinya perjanjian. Sehubungan dengan hasil produksi minyak bumi
di blok Bangkudulis, Patina memiliki hak atas bagian dari produksi incremental, yaitu jumlah produksi
lebih setelah produksi dasar yang menjadi hak Pertamina EP terpenuhi sesuai dengan tabel dalam
perjanjian.
- 50 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
33.
PERIKATAN DAN KONTINJENSI (lanjutan)
Bagian dari produksi incremental yang menjadi hak Patina berasal dari jumlah yang tersisa setelah
jumlah produksi incremental dikurangi dengan komponen pengembalian biaya operasi (cost recovery)
sebesar maksimum 80% dari produksi incremental. Dari jumlah produksi incremental setelah biaya
operasi, sebesar 32,7731% merupakan bagian milik BP Migas dan sebesar 67,2269% merupakan
bagian yang akan dibagi antara Pertamina dan Patina dimana Patina berhak atas 26,7857%.
Dari bagian Patina sebesar 26,7857% tersebut, sebesar 25% harus dialokasikan untuk penyediaan
kebutuhan pasar dalam negeri (“DMO”) dan atas alokasi DMO ini Patina akan menerima pembayaran
pada harga 25% dari harga minyak mentah Indonesia (“ICP”).
l.
Pada tanggal 9 Juli 2010, BBP, entitas anak menandatangani perjanjian derivative dengan SBP untuk
melakukan lindung nilai (hedging) atas harga minyak mentah di masa mendatang dengan jumlah nilai
nosional sebesar 1.083.000 barel minyak mentah dimana untuk tahun 2011 sebesar 483.000 barel,
untuk tahun 2012 sebesar 424.000 barel dan untuk tahun 2013 sebesar 176.000 barel. Tanggal efektif
dari kontrak ini adalah 1 Januari 2011 dan akan berakhir pada 30 Juni 2013. Berdasarkan perjanjian
hedging ini, Perusahaan membayar premi sebesar USD 4.300.000 di mana pembayaran terbagi
menjadi 6 termin yakni USD 2.200.000 di tahun 2010, USD 1.700.000 di tahun 2012 dan USD 400.000
ditahun 2013. Harga yang digunakan adalah harga Oil-Brent-IPE. Berdasarkan perjanjian ini, harga beli
yang disepakati adalah USD 70/bbl – USD 50/bbl dan harga jual yang disepakati adalah USD 80/bbl –
USD 95/bbl.
34. INFORMASI MENGENAI PIHAK-PIHAK BERELASI
Dalam kegiatan usaha yang normal, Perusahaan dan entitas anak telah melakukan transaksi dengan
pihak-pihak berelasi yang terutama terdiri dari transaksi keuangan lainnya.
a. Sifat hubungan
Rincian dari sifat hubungan pihak-pihak berelasi adalah sebagai berikut:
•
•
•
•
•
•
•
•
PT. Indotambang Perkasa dan Standard Bank Plc. merupakan pemegang saham Perusahaan;
Yoseph Sipa dan Dennes Hasiholan Lumban Toruan merupakan pemegang saham PT. Nusa
Energy Raya, entitas anak;
Wijaya Mulia merupakan pemegang saham PT Java Mitra Sentosa;
PT. Bintang Sukses Nasional dan Harry Sohar merupakan pemegang saham PT. Benakat Barat
Petroleum, entitas anak;
PT. Elnusa Tbk dan PT Java Mitra Sentosa merupakan entitas asosiasi;
PT. Kerabat Prima Abadi merupakan pemegang saham PT. Suluh Ardhi Engineering;
Arifin Wiguna merupakan pemegang saham PT. Kerabat Prima Abadi;
PT Black Diamond Resources dan PT Delta Samudra merupakan entitas asosiasi tidak langsung.
b. Ikhtisar
Berikut ini disajikan saldo aset dan liabilitas atas transaksi dengan pihak-pihak berelasi:
- 51 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INFORMASI MENGENAI PIHAK-PIHAK BERELASI (lanjutan)
b. Ikhtisar (lanjutan)
30 September
2011
31 Desember
2010
Aset lancar
Aset tidak lancar
Piutang kepada pihak yang berelasi
PT. Delta Samudra
PT. Java Mitra Sentosa
Dennes Hasiholan Lumban Toruan
Yoseph Sipa
PT. Bintang Sukses Nasional
Karyawan
Harry Sohar
PT. Black Diamond Resources
Patina Group Ltd
PT. Kerabat Prima Abadi
Jumlah
5.206.628.879
186.142.800
450.000.000
450.000.000
250.000.000
210.790.293
50.000.000
42.000.000
6.845.561.972
450.000.000
450.000.000
250.000.000
1.800.758.139
2.780.000.000
75.511.947.465
56.625.000
81.299.330.604
Investasi pada perusahaan asosiasi
PT. Elnusa Tbk.
PT. Java Mitra Sentosa
902.269.594.672
419.717.414.315
891.601.062.638
-
1.321.987.008.988
891.601.062.638
Jumlah
Persentase terhadap jumlah aset
33,03%
20,71%
30 September
2011
Kewajiban lancar
Wesel bayar
PT. Indotambang Perkasa
Utang usaha
PT. Elnusa Tbk
Utang kepada pihak yang berelasi
Arifin Wiguna
Karyawan
PT. Indotambang Perkasa
Wijaya Mulia
Jumlah
Utang bank jangka pendek
Standard Bank Plc.
Utang bank jangka panjang
Standard Bank Plc.
Persentase terhadap jumlah kewajiban
31 Desember
2010
-
602.768.496.560
50.337.962.570
-
8.991.150.000
101.288.423
-
3.500.000.000
50.867.962.844
153.689.930
9.092.438.423
54.521.652.774
5.073.225.000
18.874.358.530
181.371.539.914
178.085.445.509
35,58%
- 52 -
64,54%
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INFORMASI SEGMEN
Segmen Usaha
Segmen usaha Perusahaan dan entitas anak ditetapkan berdasarkan pertimbangan risiko dan hasil terkait
dengan jasa yang diberikan yaitu jasa konstruksi dan perekayasaan, minyak bumi, dan lainnya.
30 September 2011
Jasa Konstruksi dan
Perekayasaan
Minyak bumi
Lainnya
Eliminasi
Jumlah
PENDAPATAN
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
26.209.652.536
-
226.928.305.197
-
-
-
253.137.957.733
-
Jumlah pendapatan per laporan laba rugi
komprehensif konsolidasian interim
26.209.652.536
226.928.305.197
-
-
253.137.957.733
Beban pokok pendapatan
(23.911.034.807)
(135.923.929.250)
-
-
(159.834.964.057)
Beban usaha
(17.999.490.138)
(45.477.576.896)
(8.894.385.988)
-
(72.371.453.022)
4.847.299
-
417.106.405
(6.916.133.750)
101.515.368.582
17.889.995.800
(1.780.386.843)
-
101.937.322.286
17.889.995.800
(8.696.520.593)
Pendapatan bunga dan jasa giro
Ekuitas dari laba perusahaan asosiasi
Beban pajak dan denda pajak
Kerugian kurs mata uang asing - bersih
(125.544.724)
Amortisasi beban keuangan dan premium
Amortisasi beban eksplorasi dan
beban pengembangan tangguhan
-
-
25.601.042.820
1.163.416.790
-
26.638.914.886
(6.881.660.875)
(9.027.904.372)
-
(15.909.565.247)
-
(2.501.620.356)
-
-
(2.501.620.356)
Beban bunga dan administrasi bank
Beban hedging
(57.072.663)
-
(26.799.945.980)
(42.583.354.210)
(65.463.441.401)
-
-
(92.320.460.044)
(42.583.354.210)
Manfaat (Beban) pajak penghasilan
Kerugian pelepasan entitas anak
Kerugian penjualan aset tetap
Beban lain-lain
2.464.546.831
(804.579.368)
(23.327.273)
12.143.036.280
34.040
(10.757.595.751)
(4.393.436.758)
-
3.849.987.360
(4.393.436.758)
(804.579.368)
(23.993.233)
-
-
(700.000)
-
Laba bersih
4.014.231.177
30 September 2011
Jasa Konstruksi dan
Perekayasaan
INFORMASI LAINNYA
ASET
Aset segmen
22.962.829.208
Minyak bumi
1.588.827.583.452
Lainnya
4.068.830.658.545
Eliminasi
(1.657.544.683.052)
Jumlah aset konsolidasian
LIABILITAS
Liabilitas segmen
Jumlah
4.023.076.388.153
4.023.076.388.153
25.707.960.509
1.432.468.962.110
Jumlah liabilitas konsolidasian
774.921.484.024
(1.542.112.090.672)
690.986.315.971
690.986.315.971
- 53 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
35. INFORMASI SEGMEN (lanjutan)
30 September 2010
Jasa Konstruksi dan
Perekayasaan
Minyak bumi
Lainnya
Eliminasi
Jumlah
PENDAPATAN
Pendapatan eksternal
Pendapatan antar segmen
87.907.776.928
-
90.461.213.648
-
-
-
178.368.990.575
-
Jumlah pendapatan per laporan laba rugi
komprehensif interim konsolidasian
87.907.776.928
90.461.213.648
-
-
178.368.990.575
Beban pokok pendapatan
(12.691.618.592)
(121.051.504.159)
-
-
(133.743.122.751)
Beban usaha
(17.333.096.677)
(35.570.720.837)
(19.021.642.242)
-
(71.925.459.756)
83.418.622.056
(24.540.335.334)
-
83.904.806.679
(24.540.335.334)
(12.096.523)
Pendapatan bunga dan jasa giro
Ekuitas dari laba perusahaan asosiasi
Beban pajak dan denda pajak
Kerugian kurs mata uang asing - bersih
Amortisasi beban keuangan dan premium
Amortisasi beban eksplorasi dan
beban pengembangan tangguhan
Beban bunga dan administrasi bank
Amortisasi goodwill
Manfaat (Beban) pajak penghasilan
Beban lain-lain
21.888.090
464.296.533
(12.096.523)
-
-
(64.129.972)
-
(1.891.870.590)
(9.988.626.881)
(3.020.238.754)
(168.677.835)
(6.331.832.325)
7.616.605
(2.521.750.000)
(10.022.624.873)
20.041.290.885
(4.621.624)
(35.186.902.449)
(76.265.585.841)
(545.648.428)
(148.431.684)
-
-
-
(4.976.239.316)
(9.988.626.881)
-
(2.521.750.000)
(45.378.205.157)
(76.265.585.841)
13.163.810.132
(145.436.703)
Laba bersih
(94.059.250.876)
31 Desember 2010
Jasa Konstruksi dan
Perekayasaan
INFORMASI LAINNYA
ASET
Aset segmen
28.094.112.869
Minyak bumi
492.917.433.990
Lainnya
5.757.766.964.353
Eliminasi
(1.581.298.554.322)
Jumlah aset konsolidasian
LIABILITAS
Liabilitas segmen
Jumlah
4.697.479.956.890
4.697.479.956.890
16.597.241.864
332.437.775.765
Jumlah liabilitas konsolidasian
2.468.787.186.025
(1.494.303.774.384)
1.323.518.429.270
1.323.518.429.270
- 54 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL
a) Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan
Tujuan dan kebijakan manajemen risiko keuangan Perusahaan dan entitas anak adalah untuk
memastikan bahwa sumber daya keuangan yang memadai tersedia untuk operasi serta untuk
mengelola risiko operasional, risiko ketidaksesuaian proyeksi dan perkiraan, risiko ketidaksesuaian
perkiraan cadangan dan sumber daya, risiko fluktuatif harga pasar, risiko nilai tukar mata uang asing,
risiko tingkat bunga, resiko likuiditas jangka pendek, dan risiko ketaatan hukum. Perusahaan
beroperasi dengan pedoman yang telah ditentukan oleh Direksi.
i. Manajemen risiko operasional
Minyak Mentah
Kegiatan operasi entitas anak tertentu, selalu dihadapkan pada bahaya dan risiko yang ditimbulkan
dari aktivitas pengeboran, dan produksi serta transportasi minyak, seperti kebakaran, bencana
alam, ledakan, berhadapan dengan tekanan abnormal, semburan liar, keretakan, pipa-pipa yang
putus dan bocor yang mengakibatkan hilangnya hydrocarbon, pencemaran lingkungan, kecelakaan
kerja dan kerugian lainnya pada aset-aset perusahaan-perusahaan. Di samping itu, kegiatan
operasional minyak berada di area yang rentan terhadap gangguan cuaca, yang di antaranya
menyebabkan kerusakan fatal terhadap fasilitas-fasilitas tersebut sehingga memungkinkan akan
menganggu proses produksi. Untuk mengurangi dampak keuangan dari kemungkinan bahaya
dalam operasional ini, penutupan asuransi dilakukan atas kerugian-kerugian tertentu, namun tidak
untuk seluruh potensi kerugian. Penutupan asuransi terhadap kegiatan eksplorasi dan produksi
minyak, termasuk namun tidak terbatas pada, kerusakan sumur-sumur, semburan liar, dan biaya
tertentu atas pengendalian polusi, kerusakan fisik atas aset-aset tertentu, kewajiban pemberi kerja,
pertanggungjawaban umum dan jaminan kesejahteraan karyawan.
Pertambangan
Kegiatan operasi entitas anak tertentu, selalu dihadapkan pada bahaya dan risiko yang ditimbulkan
atas aktivitas penambangan seperti kebakaran, bencana alam, pencemaran lingkungan, kecelakaan
kerja dan kerugian lainnya pada aset-aset perusahaan. Untuk mengurangi dampak keuangan dari
kemungkinan bahaya dalam operasional ini, penutupan asuransi dilakukan atas kerugian-kerugian
tertentu, namun tidak untuk seluruh potensi kerugian. Penutupan asuransi terhadap kegiatan
penambangan dan biaya tertentu atas pengendalian polusi, kerusakan fisik atas aset-aset tertentu,
kewajiban pemberi kerja, pertanggungjawaban umum dan jaminan kesejahteraan karyawan.
Jasa perekayasaan, konstruksi dan tenaga ahli (EPC)
Kegiatan operasi entitas anak tertentu, selalu dihadapkan pada bahaya dan risiko yang ditimbulkan
dari kebutuhan permintaan pasar atas konstruksi, khususnya yang dilakukan oleh masyarakat
industri karena entitas anak mengakui pendapatan usaha berdasarkan penyelesaian proyek yang
dikerjakan berdasarkan kontrak jasa. Faktor tingkat permintaan tersebut tidak dapat dikendalikan
oleh entitas anak namun lebih dipengaruhi oleh kondisi ekonomi dan politik negara (makro
economic).
Semakin buruk perekonomian suatu negara, semakin rendah pula belanja dan investasi
masyarakat, dimana hal tersebut dapat menurunkan permintaan pasar atas jasa konstruksi
sehingga mempengaruhi usaha entitas anak secara meterial atas penurunan pendapatan
konstruksi. Dengan demikian, entitas anak perlu mengantisipasi dan menetapkan strategi yang
efektif atas resiko tersebut dengan menguasai sebagian pangsa pasar jasa konstruksi serta
membuat proyeksi kegiatan usaha di masa yang akan datang.
- 55 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)
ii. Manajemen risiko ketidaksesuaian proyeksi dan perkiraan
Saat ini entitas anak tertentu berada dalam tahap eksplorasi. Pada tahap ini, manajemen membuat
proyeksi dan perkiraan cadangan dan biaya masa depan untuk kinerja yang efektif, seperti berikut
ini:
•
Estimasi jumlah cadangan (reserve) dan sumber daya (resource), perkiraan mengenai potensi
eksplorasi di masa yang akan datang dan sensitivitas dari mulai perubahan cadangan sampai
perubahan harga internasional;
•
Estimasi biaya eksplorasi, hasil, cadangan dan sumber daya;
•
Rencana pengembangan, produksi dan penjualan;
•
Estimasi biaya modal, pengembangan proyek, jangka waktu pengembangan/ eksplorasi/
produksi yang dibutuhkan, produksi awal;
•
Estimasi biaya operasional, biaya-biaya lainnya dan perpajakan; dan lain-lain
Proyeksi dan perkiraan tersebut dibuat dengan sumber dan dasar-dasar yang dapat dipercaya dan
dengan itikad baik. Namun, perkiraan tersebut memiliki risiko ketidakpastian yang tinggi karena
perkiraan tersebut masih terkait faktor-faktor lain yang dapat menyebabkan perbedaan yang
signifikan antara realisasi dengan proyeksi yang telah ditentukan.
iii. Manajemen risiko perkiraan cadangan dan sumber daya
Cadangan (reserve) dan sumber daya (resource) menggambarkan potensi profitabilitas entitas anak
tertentu. Seperti pada pernyataan sebelumnya, estimasi cadangan dan sumber daya sangat rentan
terhadap risiko ketidakpastian, baik dalam hal volume atau jumlah maupun kualitas.
Perkiraan cadangan dan sumber daya yang dimiliki entitas anak tertentu, termasuk cadangan
terbukti (proven) dan terduga (probable) merupakan perkiraan yang dibuat berdasarkan
pengetahuan, pengalaman dan praktik dalam industri. Perkiraan tersebut dapat mengalami
perubahan yang cukup signifikan apabila terdapat informasi baru di kemudian hari. Adapun risikorisiko yang berkaitan dengan perkiraan tersebut, seperti risiko adanya perbedaan antara laporan
estimasi dengan hasil realisasi, seperti kemungkinan perbedaan dalam hal kuantitas, volume,
kondisi geologis, penurunan harga logam, dan lain-lain.
Jika suatu estimasi atau perkiraan diindikasikan terdapat perbedaan yang siginifikan, manajemen
perlu melakukan penyesuaian atas laporan estimasi cadangan dan sumber daya. Penyesuaian dan
perubahan estimasi dapat mempengaruhi rencana penambangan entitas anak tertentu serta
berpotensi menimbulkan dampak yang material bagi kegiatan usaha dan kondisi keuangan,
khususnya dalam memenuhi komitmen dan pertanggungjawaban kepada masyarakat.
iv. Risiko harga pasar
Kinerja keuangan entitas anak tertentu, khususnya segmen usaha minyak bumi yang telah
berproduksi, sangat bergantung pada harga minyak internasional. Setiap penurunan yang terjadi
pada harga minyak internasional akan langsung mempengaruhi pendapatan, laba bersih dan arus
kas.
- 56 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)
iv. Risiko harga pasar (lanjutan)
Harga minyak internasional dipengaruhi oleh beberapa faktor di luar kendali entitas anak tertentu,
antara lain:
•
Kondisi politik internasional dan hubungan diplomasi antar negara penghasil minyak. Semakin
buruk kondisi politik internasional dan hubungan diplomasi suatu negara penghasil minyak,
harga minyak internasional akan semakin berfluktuatif.
•
Resesi atau penurunan kondisi ekonomi yang terjadi di Amerika Serikat, negara-negara industri
dan negara-negara berkembang, dimana kondisi ini dipengaruhi oleh kondisi politik dan
ekonomi negara-negara tersebut.
•
Tingkat produksi minyak internasional.
Untuk mengatasi risiko tersebut, entitas anak tertentu menandatangani perjanjian lindung nilai
(hedging) dengan SBP (Catatan 20 dan 33l).
v. Risiko nilai tukar mata uang asing
Perusahaan tidak melakukan transaksi lindung nilai mata uang pada saat ini mengingat semua
penerimaan dan hampir semua pengeluaran Perusahaan dalam mata uang dolar Amerika Serikat.
Beberapa pengeluaran, termasuk biaya karyawan, mempunyai denominasi dalam mata uang
rupiah, namun manajemen berpendapat bahwa fluktuasi nilai tukar Rupiah terhadap dolar Amerika
Serikat tidak akan berdampak signifikan terhadap Perusahaan.
vi. Risiko tingkat bunga
Atas tujuan kelancaran operasional berupa pengembangan konstruksi untuk segmen usaha EPC
dan pertambangan, proyek pengeboran untuk segmen usaha minyak bumi, entitas anak tertentu
melakukan kegiatan pendanaan dengan pemegang saham dan lembaga keuangan, dengan
komitmen pengembalian pada suku bunga yang telah disepakati. Kondisi ekonomi dan moneter
sangat mempengaruhi perubahan tingkat suku bunga yang dapat mengakibatkan peningkatkan
biaya keuangan.
vii. Risiko likuiditas jangka pendek
Perusahaan menerapkan pengelolaan risiko terhadap likuiditas dengan hati-hati, guna menjamin
kecukupan likuiditas jangka pendek, dan pada saat yang sama memastikan cadangan kas
digunakan dengan baik melalui aktifitas investasi, termasuk akuisisi, pembayaran deviden dan
pembelian kembali saham. Perusahaan mengatur likuiditas dengan berbagai macam metode
termasuk memelihara fasilitas kredit.
viii. Risiko ketaatan hukum
Kegiatan operasional Perusahaan dan entitas anak sangat bergantung pada kemampuan untuk
mempertahankan, dan memperbaharui izin-izin dan persetujuan-persetujuan serta mempertahankan
konsesi yang dimilikinya, seperti: ijin eksplorasi, kuasa penambangan, dan lain sebagainya.
Perusahaan dan entitas anak memiliki kewajiban untuk memperbarui izin dan persetujuan yang
dimilikinya apabila masa berlakunya telah habis, termasuk mendapatkan izin-izin dan persetujuanpersetujuan baru lainnya apabila diperlukan. Tidak ada kepastian bahwa Perusahaan dan entitas anak
akan mampu mempertahankan atau memperoleh atau memperpanjang izin-izin atau persetujuanpersetujuan yang diperlukan yang telah habis masa berlakunya. Apabila Perusahaan dan entitas anak
tidak dapat memperoleh atau memperbaharui izin dan persetujuan yang dibutuhkan mereka untuk
melakukan kegiatan usahanya, maka kegiatan usaha, hasil usaha, kondisi keuangan dan prospek akan
terkena dampak yang merugikan secara material.
- 57 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
36. INSTRUMEN KEUANGAN, MANAJEMEN RISIKO KEUANGAN DAN RISIKO MODAL (lanjutan)
Nilai Wajar Instrumen Keuangan
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat aset dan liabilitas keuangan yang dicatat sebesar biaya
perolehan diamortisasi dalam laporan keuangan mendekati nilai wajarnya baik yang jatuh tempo dalam
jangka waktu pendek atau yang berdasarkan tingkat suku bunga pasar.
Nilai wajar instrumen keuangan ditentukan melalui analisis arus kas yang didiskonto dengan menggunakan
tingkat diskonto yang setara dengan tingkat pengembalian yang berlaku bagi instrumen keuangan yang
memiliki syarat dan periode jatuh tempo yang sama.
37. LABA (RUGI) PER SAHAM
Berikut adalah data yg digunakan untuk perhitungan laba (rugi) per saham:
30 September
2011
Laba (rugi) bersih
Jumlah rata-rata tertimbang per saham dasar
Penyesuaian dari efek berpotensi saham yang
bersifat dilusif
Jumlah rata-rata tertimbang saham per saham
dasar dilusian
30 September
2010
4.102.868.020
(96.325.097.709)
11.499.549.216
12.566.564.353
13.511.001.570
295.778.154
25.010.550.786
12.862.342.507
Laba (rugi) per Lembar Saham Dasar
Laba (rugi) per Lembar Saham Dilusian
0,36
0,16
(7,67)
(7,49)
38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING
Pada tanggal 30 September 2011, Perusahaan dan entitas anak mempunyai aset dan liabilitas moneter
dalam mata uang asing sebagai berikut:
2011
USD
Aset
Kas dan bank
Piutang usaha pihak ketiga
Rekening bank yang dibatasi
penggunaannya
USD
USD
2.689.401
6.395.198
23.728.586.467
56.424.828.694
USD
4.498.598
39.691.130.154
13.583.197
119.844.545.315
21.131.675
3.278.417
5.705.311
24.205.246
1.750.000
5.381.611
186.444.764.914
28.925.470.809
50.337.962.570
213.562.885.458
15.440.250.000
47.481.955.618
61.452.260
542.193.289.369
Jumlah aset
Liabilitas
Utang jangka panjang
Utang usaha kepada pihak ketiga
Utang usaha kepada pihak berelasi
Utang lain-lain kepada pihak ketiga
Beban yang masih harus dibayar - Perusahaan
Beban yang masih harus dibayar - KSO BBP
USD
USD
USD
USD
USD
USD
Jumlah liabilitas
Liabilitas - bersih
2011
Ekuivalen
dalam IDR
(422.348.744.054)
- 58 -
PT. BENAKAT PETROLEUM ENERGY Tbk. DAN ENTITAS ANAK
CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
30 SEPTEMBER 2011 (TIDAK DIAUDIT) DAN 31 DESEMBER 2010 (AUDITAN) SERTA UNTUK PERIODEPERIODE SEMBILAN BULAN YANG BERAKHIR PADA 30 SEPTEMBER 2011 DAN 2010 (TIDAK DIAUDIT)
(LANJUTAN)
(Disajikan dalam Rupiah, kecuali dinyatakan lain)
38. ASET DAN LIABILITAS MONETER DALAM MATA UANG ASING (lanjutan)
Pada tanggal 26 Oktober 2011, kurs yang berlaku adalah sebesar Rp 8.870 terhadap USD $1. Jika
liabilitas moneter bersih dalam mata uang asing pada tanggal 30 September 2011 dijabarkan ke dalam
Rupiah menggunakan kurs yang berlaku tanggal 26 Oktober 2011, maka liabilitas moneter bersih akan
turun sebesar Rp 2.901.839.414.
39. REKLASIFIKASI AKUN
Saldo komparatif dalam laporan keuangan konsolidasian untuk tahun yang berkahir pada tanggal
31 Desember 2010 telah diubah agar sesuai dengan dasar penyajian dalam laporan keuangan
konsolidasian interim pada tanggal 30 September 2011.
31 Desember 2010
Sebelum
Setelah
Reklasifikasi
Reklasifikasi
Aset lain-lain - bersih
Aset minyak dan gas bumi - bersih
Utang jangka panjang jatuh tempo dalam satu tahun
Utang jangka pendek
Beban pokok pendapatan
Beban usaha
168.803.537.816
39.002.324.593
133.743.122.751
71.925.459.756
81.383.060.716
87.420.477.100
19.002.324.593
20.000.000.000
138.514.229.795
67.154.352.712
40. PERISTIWA SETELAH PERIODE PELAPORAN
Telah ditandatangani Perjanjian Jual Beli Saham PT Suluh Ardhi Engineering sebanyak 95.475 lembar
saham, antara BM, entitas anak, dengan PT Trisurya Lintas Energi, berdasarkan Akta No.38 yang telah
diaktakan oleh Notaris Humberg Lie, tanggal 7 Oktober 2011. Sebagai akibat pelepasan entitas anak
tersebut, perusahaan mengalami kerugian sebesar Rp 33,81 milyar, sebagai berikut:
Nilai investasi tercatat
Rugi anak perusahaan sampai dengan tanggal akusisi
2011
22.657.913.739
13.529.902.191
Nilai penjualan
Harga penjualan
Rugi pelepasan entitas anak
36.187.815.930
2.375.000.000
33.812.815.930
41. TANGGUNG JAWAB PENYELESAIAN LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
Manajemen Perusahaan bertanggung jawab atas penyusunan dan penyajian laporan keuangan
konsolidasian interim Perusahaan dan entitas anak dan telah menyetujui untuk menerbitkan laporan
keuangan konsolidasian interim Perusahaan dan entitas anak untuk periode yang berakhir 30 September
2011 pada tanggal 26 Oktober 2011.
********
- 59 -
Download