semuanya negatif. - Perpustakaan BPOM

advertisement
Volume 15 Edisi: Maret-April 2012
24 sampel yang diambil di pasar
semuanya negatif.
U jar Kepala BPOM RI selaku Wakil Ketua tim
impor ilegal yang berasal dari Peru, Amerika,
Nomor Registrasi Produk (NRP).
TPBB, Dra. Lucky S Slamet, M.Sc , kepada
seluruh rekan wartawan pada sidak yang
dilakukan di Pasar Tanah Kongsi, Padang,
pada 19 April 2012 lalu.
Belanda, Australia, Singapura, Inggris dan
Peningkatan pengawasan barang beredar
Thailand. Sedangkan dari 24 sampel yang
secara terpadu dan berkesinambungan
diambil langsung di pasar, diuji di lokasi
sekaligus untuk mendapatkan informasi
baik produk
menggunakan mobil laboratorium keliling
secara langsung dan riil mengenai peredaran
pangan maupun produk non-pangan di
Badan POM antara lain mi basah, baso, tahu,
produk-produk tertentu serta upaya yang
Sumatera Barat bersamaTim TPBB (Terpadu
ikan asin, ikan segar dan bahan tambahan
diperlukan untuk pembinaan agar temuan
Dalam sidak barang beredar
Pengawasan Barang Beredar) yang dilakukan
pewarna semuanya memenuhi persyaratan
tidak berulang dan tercipta usaha yang
di beberapa target, Kepala Badan POM
keamanan (tidak mengandung bahan
berimbang. Konsumen akan terus dihimbau
didampingi Dirjen Standardisasi dan
berbahaya) dan aman untuk dikonsumsi.
untuk menjadi konsumen cerdas yang
Perlindungan Konsumen, kementerian
Untuk produk non pangan, sidak dilakukan di
bersikap kritis sebelum membeli dan
k o o r d i a n t o r b i d a n g Pe r e k o n o m i a n ,
kawasan Bypass baru di Kota Padang. Di
mengonsumsi barang dan jasa di pasaran.
kementerian ESDM, Bareskrim Mabel Polsri,
lokasi tersebut ditemukan sebanyak 600
Label bahasa Indonesia untuk produk
Ditjen Bea dan cukai, Dinas Perindustrian dan
batang baja tulangan beton (BjTB) yang
pangan maupun non-pangan pada setiap
Perdagangan kota Padang serta Balai Besar
diduga tidak sesuai dengan persyaratan mutu
barang dan kemasan yang memberikan
POM di Padang.
SNI No.07-2052-2002. Ditemukan juga
informasi tentang barang tersebut demi
Sidak terhadap produk pangan impor dan
kurang lebih 600 karung sememn putih
keamanan, keselamatan dan kesehatan
pangan mengandung bahan berbahaya,
produksi lokal yang pada kemasannya belum
masyarakat, imbuhnya.
ditemukan sebanyak 22 produk pangan
dicantumkan tanda dan nomor SNI dan
Penajaman
p r o g r a m
pengawasan obat
dan makanan
yang berorientasi
kepada hasil dan
berpihak kepada
kepentingan
r a k y a t
merupakan hal
yang harus kita
lakukan dengan
bersungguhs u n g g u h ,
d e m i k i a n
disampaikan oleh
Harga mati
terhadap pemantapan
mutu kinerja pengawasan
obat dan makanan.
Dra. Lucky S. Slamet, M.Sc – Kepala Badan
POM RI pada sambutannya di acara
pembukaan Rapat Konsultasi Nasional
(rakonas) yang diselenggarakan di Hotel
Mercure Padang pada 17 April 2012.
Rakonas yang pembukaannya turut
dihadiri oleh Prof. DR. H. Irwan Prayitno,
Psi., M.Sc selaku Gubernur Sumatera
Barat; Kapolda Sumatera Barat; Kepala
Kejaksaan Tinggi Provinsi Sumatera
Barat; Sekretaris Daerah Provinsi
Sumatera Barat; dr. Rosmini Safitri selaku
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi
Sumatera Barat ini merupakan satu mata
rantai dalam sistem perencanaan Badan
POM yang diselenggarakan untuk
menyusun rencana kerja seluruh unit
jajaran Badan POM, baik yang dipusat
maupun yang di daerah. Arti penting dari
pertemuan ini adalah mengakomodasi
sejauh mungkin perkembangan aspirasi
daerah sehingga strategi nasional yang
telah disusun, konsisten dengan dinamika
pembangunan maupun kondisi
lingkungan masing-masing wilayah kerja
Balai POM.
Dengan semakin meningkatnya tantangan
pengawasan obat dan makanan di seluruh
Indonesia, Badan POM telah berupaya
merevitalisasi fungsi pengawasan yang
dilaksanakan oleh Balai Besar/Balai POM
agar semakin mandiri dalam
melaksanakan pengawasan di daerahnya
masing-masing karena Balai Besar/Balai
POM merupakan kepanjangan tangan
Badan POM dalam melaksanakan
pengawasan di seluruh Indonesia. Upaya
revitalisasi ini dilakukan dalam kerangka
perkuatan sistem pengawasan obat dan
makanan serta disusun dalam roadmap
revitalisasi Balai Besar/Balai POM tahun
2010-2014. Upaya peningkatan
kemandirian Balai Besar/Balai POM
termasuk pula dalam meningkatkan
pelayanan kepada masyarakat dan
stakeholder di daerah, khususnya untuk
usaha kecil menengah kosmetik, pangan,
dan obat tradisional dengan tetap
mengedepankan jaminan keamanan, mutu,
dan manfaat.
Dalam Rapat Nasional di Batam beberapa
waktu lalu, telah disepakati bersama
Rencana Tindak Badan POM termasuk new
initiative dari unit pusat yang akan
dilaksanakan bersama Balai Besar/Balai
POM, yang kemudian dituangkan dalam
Rancangan RKP Tahun 2013. Penyusunan
new initiatives diutamakan untuk
program/kegiatan yang berdampak
nasional dan mendukung prioritas
pembangunan nasional dalam RPJMN 20102014, yang merupakan kesempatan bagi
Badan POM untuk menunjukkan
kontribusinya pada pembangunan nasional
utamanya pembangunan bidang kesehatan.
Termasuk dalam new initiatives Badan POM
Tahun 2013 adalah :1) Program Nasional
Penanggulangan Penyalahgunaan Obat,
Bahan Obat dan Bahan Berbahaya lain;
2) Peningkatan Kemandirian Balai
Besar/Balai POM
dalam rangka
meningkatkan
efisiensi dan
e f e k t iv i t a s
pengawasan obat
dan makanan di
daerah utamanya
soft intervention dan
hard intervention di
seluruh sub sistem
pengawasan obat
dan makanan; serta
3) Peningkatan
kesiapan usaha
mikro kecil dan
menengah (UMKM) obat tradisional,
kosmetika dan pangan dalam menghadapi
Harmonisasi ASEAN.
Selain presentasi dan diskusi mengenai
program new initiatives selama empat hari
tersebut, pada kesempatan rakonas ini
juga dilaksanakan penyerahan sertifikat
ISO 9001:2008 kepada 30 Kepala Balai
Besar/Balai POM di seluruh Indonesia
oleh Kepala Badan POM.
Ke b e r h a s i l a n B a d a n P O M d a l a m
melakukan pengawasan obat dan
makanan merupakan keberhasilan
seluruh pemangku kepentingan; instansi
terkait, pemerintah daerah, termasuk
masyarakat/konsumen dari berbagai
kelompok dan lapisan, serta dunia usaha
dan industri lain yang terkait.
Kampung Cina
di kota Medan,
ramai orang
membeli ikan.
Dengan penuh keyakinan,
kita akan mampu
mencapai tujuan.
Tingkatkan efisiensi proses produksi jamu,
serta memenuhi pertumbuhan penjualan
produk jamu, demikian harapan
pembangunan pabrik obat tradisional
dengan teknologi modern untuk
memenuhi persyaratan Cara Pembuatan
Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) yang
berlokasi di Desa Sukaresmi, Kecamatan
Cibarusah, Cikarang Selatan. Kepala Badan
POM, Menteri Perindustrian, Ketua LPPOM
MUI, Sekjen MUI dan Dirjen Binfar & Alkes
Kementerian Kesehatan memenuhi
undangan PT. Marina Berto, Tbk untuk
menyaksikan peletakan batu pertama
pembangunan pabrik baru tersebut pada
Senin, 23 April 2012.
Pada lahan pabrik yang akan di bangun
tersebut telah berdiri Kampoeng Djamoe
Organik (KaDO) yang selama ini menjadi
tempat aktifitas kegiatan tanggung jawab
sosial seperti pelatihan tentang
pengembangan tanaman obat dan jamu
organik kepada para petani binaan. Pabrik
ini dipersiapkan untuk sarana produksi
herbal dengan mutu terjamin sehingga
dapat digunakan oleh herbalist maupun
dokter yang memanfaatkan herbal untuk
terapi.
Dalam operasinya, pabrik dirancang untuk
mengefisiensikan penggunaan sumber
daya alam dan mengeliminir limbah
produksi, seperti : penggunaan air bekas
limbah yang sudah di-treatment sehingga
dapat digunakan untuk keperluan umum;
hasil limbah padat dapat digunakan
sebagai pupus kompos; proses
pengeringan simplisia sebagian
menggunakan sinar matahari; memenuhi
syarat amdal (analisa dampak lingkungan).
Selain untuk keperluan pembuatan
obat/jamu tradisional (herbal), sediaan
yang diproduksi di pabrik ini juga
menghasilkan ekstrak simplisia yang
digunakan secara internal untuk produkproduk kosmtetika seperti facial wash,
facial & body scrub, moisturizer, compact
powder, body lotion dan cologne.
Sehingga dengan beroperasinya pabrik
obat tradisional ini, bukan hanya akan
mendukung meningkatnya penjualan
produk jamu maupun herbal, tapi juga
meningkatkan kemampuan produksi
eekstrak-ekstrak yang digunakan untuk
produk-prdouk kosmetika.
Luas total bangunan pabrik obat
tradisional yang akan dibangun sebesar
+/- 3.547 m2 dengan kapasitas produksi
sebesar 269 ton. Pembangunan pabrik
tersebut direncanakan akan selesai dalam
waktu 10 bulan dan akan siap beroperasi
pada kuartal kedua 2013.
ULPK sebagai wadah
komunikasi dua arah antara
masyarakat dan Badan POM,
H
arus memiliki kompetensi petugas yang
lebih profesional, mempunyai kepribadian
dan rasa percaya diri yang tinggi
(personality) dan dapat menangani
permintaan informasi dan pengaduan
dengan teknik komunikasi yang mudah
dipahami oleh masyarakat serta didukung
dengan database Q & A (Katalog CD) dan
pelaporan yang user friendly sehingga
pelayanan publik ULPK secara profesional
dan representatif dapat terwujud. Demikian
yang disampaikan oleh Sekretaris Utama
Badan POM dalam sambutannya saat
pembukaan Seminar Pengembangan
Layanan Pengaduan Konsumen (LPK).
Keberadaan ULPK baik di Badan POM
maupun Balai POM seluruh Indonesia
sebagai sarana pengawasan dalam rangka
peningkatan implementasi Qualit y
Management System (QMS) pelayanan
publik, harus dapat memberikan partisipasi
aktif terhadap Perlindungan Konsumen
melalui early warning system (peringatan
d i n i ) p e n g a w a s a n o l e h
masyarakat/konsumen/produsen
terhadap kinerja Badan POM. ULPK tidak
bisa hanya sekedar menunggu
pengaduan/keluhan/permintaan
informasi dari masyarakat tetapi ikut
memberikan edukasi kepada masyarakat
dalam rangka melindungi konsumen dari
penggunaan produk yang tidak memenuhi
syarat mutu, khasiat dan keamanan. Untuk
itu perlu dilakukan Seminar
Pengembangan Layanan Pengaduan
Konsumen sesuai kompetensi yang
dibutuhkan dan mengevaluasi pelayanan
yang sudah diberikan dengan pelaksanaan
Survey kepuasan konsumen terhadap
layanan pengaduan konsumen.
Pada kegiatan yang dilaksanakan di Hotel
Seruni – Bogor, tanggal 10 – 13 April 2012
disampaikan materi penyegaran bagi
petugas ULPK mengenai Komunikasi
Pelanggan dan Peningkatan Kualitas
Pelayanan, Managing The Chance in
Communication, Communication Efectively
with a Positive Personality, Serving
Cu s to m e r s P ro fes i o n a l l y , H a n d l i n g
Complaint Sensitively with Care, Hasil
Survey kepuasan konsumen ULPK Tahun
2011, Pembahasan materi Software
Pelaporan Data Layanan Pengaduan
Konsumen, Review online Sub-web Q & A
ULPK dan materi lain yang terkait dengan
pengawasan pre market dan post market
obat dan makanan seperti Proses eregistrasi Produk kosmetik, obat dan
pangan secara Online, Regulasi ttg bahan
baku obat dan pengawasan pre dan post
market termasuk kasus-kasus hukum,
Proses Sertifikasi Produk OT, Suplemen
makanan, kosmetik dan Pangan serta
Proses pengawasan pre dan post market
termasuk kasus-kasus hukum, Teknik KIE
penyuluhan keamanan pangan.
Hadir sebagai pembicara diantaranya
Magdalena Wenas dari PR Society
Indonesia, Prima Ariestonandri dari PT.
Sigma Research Indonesia, Sutjipto, SE dari
LPPM Indonesia, Direktur Inspeksi dan
Sertifikasi OT, Kos, PK, Direktur Inspeksi
dan Sertifikasi Pangan, serta beberapa
pembicara lainnya.
ULPK diharapkan agar lebih cerdas dalam
melaksanakan pelayanan terhadap
konsumen, sehingga pelayanan publik
ULPK secara profesional dapat terwujud.
Serta terus berkomunikasi dengan ULPK di
Pusat/Daerah dan antar sesama ULPK
untuk mendapat informasi-informasi yang
termutakhir, dengan demikian akan dapat
selalu dijalin kerja sama yang lebih baik
dalam menjalankan tugas pelayanan
kepada masyarakat/konsumen.
Kembangkan Kerjasama
dengan Stakeholder
Pontianak - Para petugas puskesmas nampak antusias dalam memerhatikan demo
pengujian makanan dengan menggunakan tes kit. Kegiatan pada 28 Maret 2012
merupakan tindak lanjut Gerakan Aksi Nasional PJAS di tingkat kabupaten/kota.
Dikembangkan
kerjasama
yang lebih terarah,
Manado – Satu lagi kegiatan yang sejalan dengan
MISI Badan POM RI “Mengoptimalkan Kemitraan
Dengan Pemangku Kepentingan di Berbagai
Lini” tanggal 21 Maret 2012 bertempat di Arya
Duta Hotel Manado, BBPOM di Manado
berkoordinasi dengan stakelholders yaitu
Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (APRINDO)
Provinsi Sulawesi Utara. Aprindo sebagai mitra
kerja aktif pemerintah dipandang perlu
dilakukan peningkatan komunikasi dan
kerjasama terkait penyediaan produk yang aman
dan bermutu bagi masyarakat.
Acara tersebut dibuka oleh Gubernur Provinsi
Sulawesi Utara Dr. Sinyo Harry Sarundajang dan
dihadiri oleh Asisten 3 Kantor Gubernur, Asisten
1 Kota Manado, Dinas Perindustrian dan
Perdagangan Provinsi, Pengurus Pusat
APRINDO, Pengurus Daerah APRINDO, serta
para Pelaku Usaha Ritel se Prov Sulut. Dalam
sambutannya Gubernur menyampaikan bahwa
ritel bukan hanya sebagai bisnis namun dapat
memberikan kontribusi positif bagi pemerintah
daerah, termasuk dapat memajukan produk
pangan daerah.
Kepala Balai Besar POM di Manado Dra. Indriaty
Tubagus menyampaikan bahwa APRINDO
adalah wadah untuk memudahkan komunikasi
dan kerjasama dengan para pelaku usaha ritel,
oleh karenanya BBPOM di Manado lebih
meningkatkan komunikasi dengan pengurus
APRINDO terutama mengantisipasi
kemungkinan terjadi permasalahan dalam
perdagangan produk.
t e r s t r u k t u r, t e r u k u r,
berkesinambungan dan terpadu
dengan lintas sektor terkait yang
dapat berkontribusi lebih aktif
dan nyata”. Sepenggal sambutan
Kepala Balai Besar POM di
Yogyakarta yang disampaikan
oleh Plt.Kepala Bidang Sertifikasi
dan Layanan Informasi
Konsumen Dra. Zulaimah, M.Si.,
Apt pada acara Lokakarya
Jejaring Keamanan Pangan
Daerah dalam rangka Sistem
Keamanan Pangan Terpadu
Program Pangan Jajanan Anak
Sekolah di Daerah yang
diselenggarakan oleh Balai Besar
Pengawas Obat dan Makanan di
Yogyakarta tanggal 1 Maret 2012
di Sahid Raya hotel.
Dinas Kesehatan, Dinas
Perindustrian, Badan
Perencanaan Pembangunan
Daerah Tim Penggerak PKK,
Dinas Pendidikan Pemuda dan
olah raga, Dinas Kesehatan
Kabupaten/kota, Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota
merupakan peserta yang turut
dalam kegiatan tersebut .
Kegiatan yang bertujuan untuk
memperoleh hasil kerja
sosialisasi yang diharapkan
dalam rangka peningkatan
keamanan pangan jajanan anak
sekolah di wilayah Yogyakarta ini
diisi dengan pemaparan
narasumber dari Balai Besar
Pengawas Obat dan Makanan di
Yogyakarta (Dra. Zulaimah, M.Si.,
Apt), Dinas Kesehatan Provinsi
DIY (Dra. Hardiah Djuliani, Apt.,
M.Kes) dan Dinas Pendidikan
Pemuda dan olah raga provinsi
DIY (Dra. Sri Widayati).
Bandung - Badan POM bekerjasama dengan BBPOM di Bandung berpartisipasi pada Pameran
Pendidikan Tinggi, Pelatihan dan Teknologi 2012. KIE seputar obat dan makanan mengundang
tidak kurang dari 200 orang antusiasme pengunjung Graha Manggala Siliwangi Bandung pada
tanggal 27-30 Maret 2012 pada setiap harinya. Pengunjung mayoritas berasal dari para pelajar
SMU yang hadir untuk mencari referensi pendidikan tinggi. Segmentasi tersebut kiranya dapat
menjadi sasaran yang potensial guna penyebaran informasi seputar obat dan makanan yang
lebih luas.
“Masyarakat merupakan
bagian penting
dalam pengawasan pangan”
Hal tersebut disampaikan oleh DR. Roy
Sparringa, Deputi Bidang Pengawasan
Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya dalam
materi Sehat Jajanan Sekolah Anakku pada acara
perdana Badan POM Sahabat Ibu, 16 April 2012.
Kompleknya geografis indonesia, berjajarnya 18.000 pulau dari sabang hingga merauke
Pada kesempatan tersebut beliau
menyebabkan banyaknya titik pelabuhan tikus sehingga pangan ilegal dapat mudah
menyampaikan bahwa berdasarkan
masuk ke Indonesia. Oleh karena itu Badan POM selalu mengawasi, membina dan
Hasil
dalam tubuh hingga waktu tertentu) kurangnya pengetahuan dan kepedulian dari
konsumen, produsen dan penjaja makanan merupakan hal penentu hingga saat ini pangan
yang tidak aman, bermutu dan bergizi masih banyak dijumpai di masyarakat.
Monitoring dan Verifikasi Profil PJAS
mengawal peredaran produk obat dan makanan yang beredar di Indonesia bekerja sama
Nasional (2008) menunjukkan bahwa
secara sinergis dengan kementerian pusat dan lembaga daerah terkait.
frekuensi jajan: 48% responden siswa Sekolah
Dari 180 ribu Sekolah Dasar, survei menunjukkan 40-44% PJAS yang aman. Masih
Dasar/Madrasah Ibtidaiyah sering/selalu (≥4
rendahnya tingkat PJAS yang aman tersebut mendorong Badan POM untuk melakukan
kali/ minggu), 51% kadang-kadang, dan hanya
terobosan melalui Aksi keamanan pangan nasional, aksi tersebut diusung sebagai strategi
dalam memberdayakan
1% responden mengaku tidak pernah jajan,
komunitas sekolah yakni orang
tua, murid, guru, pengelola kantin
dan penjaja sekolah untuk dapat
secara mandiri mengawasi
pangan jajanan yang ada di
lingkungan sekolah.
Acara pada 16 April 2012 di Aula
Gedung C Badan POM
yang
dikemas dengan program
Ta l k s h o w t e r s e b u t j u g a
diselenggarakan dalam rangka
memperingati hari Kartini.
Penyebaran informasi obat dan
makanan tersebut diberikan pada
70 orang ibu yang hadir sebagai
peserta, hal ini dikuatkan dengan
Deputi 3 saat menjelaskan materi didampingi ibu Ayu Diah Pasya
sebagai bintang tamu
sehingga Pangan Jajanan Anak Sekolah (PJAS)
memiliki peranan strategis dalam
pemenuhan kebutuhan gizi dan pemeliharaan
ketahanan belajar anak sekolah.
Pangan yang aman adalah pangan (makanan
dan/atau minuman) yang bebas dari bahaya
biologis, bahaya kimia dan bahaya fisik. Efek
yang ditimbulkan dapat berakibat jangka
pendek dan jangka panjang (terakumulasi
Fakta tentang keamanan pangan
(WHO, 2009)*
• Lebih dari 200 penyakit
diakibatkan oleh pangan
yang tidak aman
• Keamanan pangan
menjadi perhatian
global
• Setiap orang memiliki
peranan dalam
keamanan pangan
• Sekolah (dasar) adalah
tempat anak belajar
tentang keamanan
pangan
banyaknya penelitian
mengungkapkan bahwa ibu
* 10 facts on food safety
sebagai bagian dari masyarakat
memegang peranan sangat penting dalam membuat keputusan terhadap pemilihan
produk yang berhubungan dengan kesehatan keluarga.
Bertindak selaku ketua penyelenggara, Hendri Siswadi, SH mengungkapkan, kegiatan
Badan POM Sahabat Ibu ini merupakan hasil kerjasama pemanfaatan CSR dengan The
Body Shop Indonesia dan akan diselenggarakan secara berkesinambungan dengan
topik yang berbeda, diharapkan menjadi cikal bakal gerakan masyarakat untuk
menjadi konsumen yang cerdas sehingga mampu melindungi diri dari obat dan
makanan yang berisiko terhadap kesehatan.
Penanggung Jawab:
dr. M. Hayatie Amal, MPH Redaktur: Hendri Siswadi, SH; Dra. Nany Bodrorini, Apt;
Editor: Dra. Sri Mulyani, Apt; Sandhyani ED, S.Si., Apt;
Desain Grafis: Diyan Fajar MR, S.Sos., M.Ikom; Octavita Dwi Yuliani, S.Ikom;
Sekretariat: Ambang Budianto, S.Sos; Nelly L Rachman, S.Sos; Arif Ludyansyah D, S.Sos;
Ristanti Kuntarsih, A.Md; Triswanto; Indah Widyaningrum, S.Si., Apt
Alamat Redaksi:
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat - Badan POM RI
Jl. Percetakan Negara No.23 Jakarta Pusat
Telp. 021-4263333,4240231 Fax. 021-4209221
[email protected]
Download