strategi guru aqidah akhlaq dalam pembinaan akhlaqul karimah

advertisement
STRATEGI GURU AQIDAH AKHLAQ DALAM PEMBINAAN
AKHLAQUL KARIMAH SISWA MTS DARUL FALAH
SIRAHAN CLUWAK PATI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata I (S.I)
Pada Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan
Oleh :
AHMAD SAIFUDDIN
NIM : 131310001173
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA
2015
i
HALAMAN JUDUL
STRATEGI GURU AQIDAH AKHLAQ DALAM PEMBINAAN
AKHLAQUL KARIMAH SISWA MTS DARUL FALAH
SIRAHAN CLUWAK PATI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
ii
NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING
Lamp.
Hal
: 3 Eksemplar
: Naskah Skripsi
An. Sdr. Ahmad Saifuddin
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
UNISNU Jepara
Di Jepara
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Setelah saya mengadakan koreksi dan perbaikan seperlunya, maka
bersama ini saya kirimkan Naskah Sekripsi Saudara :
Nama
: Ahmad Saifuddin
NIM
: 131310001173
Jurusan
: Pendidikan Agama Islam
Judul Sekripsi
: Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan
Akhlaqul Karimah Siswa Mts Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati Tahun Pelajaran 2014/2015
Dengan ini saya mohon agar Skripsi saudara tersebut dapat
dimunaqosahkan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jepara,
Agustus 2015
Pembimbing
Drs. Abdul Rozaq, M.Ag.
iii
ABSTRAK
Ahmad Saifuddin (131310001173) Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam
Pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati Tahun Pelajaran 2014/2015
Skripsi : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Universitas Islam Nahdlotul Ulama’ Jepara. Pembimbing
Drs. Abdul Rozaq, M.Ag.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mendiskripsikan Strategi guru
Aqidah Akhlaq dalam membina akhlak karimah siswa di Mts Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati dan cara upaya pembinaan yang di terapkan akhlak karimah siswa di
Mts Darul Falah Sirahan Cluwak Pati.
Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
lapangan, karna dalam penelitian tersebut peneliti mencoba mengamati orang
dalam lingkungan hidupnya, dan tidak menggunakan data berupa angka atau
perhitungan. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah Mahasiswa
Universitas Islam Nahdlotul Ulama’ Jeapara, sedangkan obyek penelitiannya
adalah siswa, Guru dan karyawan MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati.
Peneliti merumuskan beberapa masalah sebagai berikut : Apa Strategi yang
digunakan oleh guru Aqidah Akhlaq dalam membina akhlakul karimah siswa di
MTs. Darul Falah Sirahan Cluwak Pati ?. Faktor apa saja yang mendukung dan
menghambat dalam pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah
Sirahan Cluwak Pati ? Bagaimana hasil dari strategi guru Aqidah Akhlaq dalam
Pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati ?
Hasil penelitian adalah langkah yang dilakukan dalam Strategi guru Aqidah
Akhlaq dalam membina akhlak karimah siswa di Mts Darul Falah Sirahan Cluwak
Pati dan cara upaya pembinaan yang di terapkan akhlak karimah siswa di Mts
Darul Falah Sirahan Cluwak Pati deangan cara pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan Studi Kasus (case study) yaitu suatu penelitian
yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi,
lembaga atau gejala tertentu.
Dari paparan peneliti di atas jelas bahwa hasil dari strategi guru Aqidah
Akhlaq yang dilakukan di MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati dalam membina
akhlak siswa, sangat baik berdasarkan hasil dari responden dengan persentase
rata-ratanya adalah 80,95 %. Hal ini merupakan gambaran nilai positif, bahwa
peserta didik sudah ada niat untuk selalu berbuat baik atau melaksanakan
akhlakul karimah.
Kata kunci : Pembinaan Akhlaqul karimah Siswa MTs Darul Falah, Strategi guru
Aqidah Akhlaq dalam pembinaan Akhlaqul karimah dengan berbagai cara.
diantaranya yaitu deangan cara member keteladanan, seorang guru
mempunyai tingkah laku yang baik sudah barang tentu akan mempengaruhi
tingkah laku yang baik pada siswa.
iv
MOTTO
: ‫﴿ اﻟﻤﺠﺎدﻟﮫ‬.... ْ‫ﯾَﺮْ ﻓَ ِﻊ ﷲُ اﻟَ ِﺪﯾْﻦَ اَ َﻣﻨُﻮْ ا ِﻣ ْﻨ ُﻜ ْﻢ وَاﻟَ ِﺬﯾْﻦَ اُوْ ﺗُﻮْ اا ْﻟ ِﻌ ْﻠ َﻢ َد َرﺟَﺖ‬
﴾١١
“Allah SWT akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” ( QS: Al
Mujadalah:11).1
1
Depag RI. Al Qur’an dan Terjemah, (Semarang: Toha Putra), hlm. 911
v
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan untuk :
-Yang terhormat Ayah dan ibuku tercinta
Istri dan anakku tercinta
serta saudara saudaraku yang sudah banyak membantu
dan memberikan motivasi atas terselesaikannya studi S1 UNISNU Jepara.
Semoga Allah segera memberikan kemanfaatan, Amiin
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,atas limpahan
rahmat,taufiq,hidayah dan inayahnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi yang berjudul :” Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul
Karimah Siswa Mts Darul Falah Sirahan Cluwak Pati Tahun Pelajaran
2014/2015” yang secara akademis menjadi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
S.1 dalam Ilmu Pendidikan Islam.
Di samping itu, apa yang telah tersaji ini juga tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak,kepadanya kami mengucapkan banyak terima kasih :
1. Bapak Prof. Dr. H. Muhtarom,HM. selaku Rektor UNISNU Jepara.
2. Bapak Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan UNISNU Jepara.
3. Bapak Drs. Abdul Rozaq, M.Ag. selaku pembimbing yang selalu memberikan
pengarahan dan perbaikan yang berguna bagi terwujudnya skripsi ini.
4. Segenap Bapak/Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan segenap
karyawan UNISNU Jepara.
5. Bapak dan Ibu tercinta beserta keluarga yang telah banyak memotivasi dan
memberikan bantuan moril maupun materiil.
6. Rekan-rekan seperjuangan yang telah mendorong di kampus UNISNU Jepara.
7. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsai ini.
Sungguh kami tidak dapat memberikan balasan apapun,kecuali do’a
semoga Allah SWT,memberikan balasan pahala yang berlipat atas amal
kebaikan yang telah di berikan.
vii
Akhirnya kami menyadari bahwa apa yang telah tersaji dalam
penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan.Masih banyak hal-hal yang perlu
di perbaiki dan di perdalam lebih lanjut atau hal yang kurang sesuai,karena
hanya sbatas inilah yang dapat penulis sampaikan,maka dngan segala bentuk
kritik dan saran sangat kami harapkan, dimi menindak lanjuti pada kajiankajian yang lebih lanjut.
Jeapara, 15 Agustus 2015
Penulis,
Ahmad Saifuddin
131310001173
viii
TRANSLITERASI ARAB-LATIN
Berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Nomor: 0543 b/ U/1987 tertanggal 22 Januari 1988
A. KONSONAN TUNGGAL
Huruf Arab
Nama
Huruf Latin
Keterangan
‫ا‬
Alif
-
Tidak dilambangkan
‫ب‬
Bấ
B
-
‫ت‬
Tấ
T
-
‫ث‬
Tsấ
S
S dengan titik di atas
‫ج‬
Jỉm
J
-
‫ح‬
Hấ
H
H dengan titik di bawah
‫خ‬
Khấ
Kh
-
‫د‬
Dấl
D
-
‫ذ‬
Zấl
Z
Z dengan titik di atas
‫ر‬
Rấ
R
-
‫ز‬
Zấ
Z
-
‫س‬
Sỉn
S
-
‫ش‬
Syỉn
Sy
-
‫ص‬
Sấd
S
S dengan titik di bawah
‫ض‬
Dấd
D
D dengan titik di bawah
‫ط‬
Tấ
T
T dengan titik di bawah
‫ظ‬
Zấ
Z
Z dengan titik di bawah
‫ع‬
‘Ain
‘
Koma terbalik (apostrof
tunggal)
‫غ‬
Gain
G
-
‫ف‬
Fấ
F
-
‫ق‬
Qấ
Q
-
‫ك‬
Kấ
K
-
ix
‫ل‬
Lấ
L
-
‫م‬
Mỉm
M
-
‫ن‬
N
N
-
‫ھـ‬
Hấ
H
-
‫و‬
Wấw
W
-
‫ء‬
Hamzah
,
Apostrof lurus miring
(tidak untuk awal kata)
‫ي‬
Yấ
Y
-
‫ة‬
tấ’ marbutah
H
Dibaca ah ketika mawquf
‫ـﺔ‬......
tấ marbutah
H/ t
Dibaca ah/ at ketika
mawquf (terbaca mati)
B. VOKAL PENDEK
Arab
Latin
Keterangan
Contoh
-
A
Bunyi fathah pendek
‫اﻓـَ َﻞ‬
-
I
Bunyi kasrah pendek
‫ُﺳﺌِ َﻞ‬
-
U
Bunyi dlummah pendek
‫اُ ُﺣ ٌﺪ‬
Keterangan
Contoh
‫ـﺎ‬
Bunyi fathah panjang
َ‫ﻛﺎَن‬
‫ى‬/
Bunyi kasrah panjang
‫ﻚ‬
َ ‫ﻓِـ ْﯿ‬
Bunyi dlummah panjang
‫ﻛُﻮْ ﻧُﻮْ ا‬
C. VOKAL PANJANG
Arab
Latin
‫ي‬
‫ـﻮ‬
D. DIFTONG
Arab
Latin
Keterangan
Contoh
ْ‫ َو‬....
Aw
Bunyi fathah diikuti waw
‫ﻣَﻮْ ٌز‬
ْ‫ ي‬....
Ai
Bunyi fathah diikuti ya’
‫ﻛـَ ْﯿ َﺪ‬
x
E. PEMBAURAN KATA SANDANG TERTENTU
Arab
Latin
Keterangan
Contoh
.....‫ال‬
Al
Bunyi al- Qomariyah
‫اﻟﻘﻤﺮﯾﺔ‬
‫ ش‬-‫ال‬
Asy-sy
Bunyi al- Syamsiyyah dengan/
‫اﻟﺸﻤﺴﯿﺔ‬
diganti huruf berikutnya
.....‫وال‬
Wal/
Bunyi al-Qomariyyah/ al-
‫واﻟﻘﻤﺮﯾﺔ‬
wasy-sy
Syamsiyyah diawali huruf hidup
‫واﻟﺸﻤﺴﯿﺔ‬
adaah tidak terbaca
xi
DAFTAR ISI
Halaman Judul………..……………………………………………………...……ii
Halaman Nota Pembimbing ……………..……………………………………….iii
Halaman Pengesahan………...………………………………...…………………iv
Abstrak ................................................................................................................. ..v
Halaman Motto………….………..………………………………………………vi
Halaman Persembahan………………………………………….…………..……vii
Kata Pengantar …………………………………………………………….…...viii
Pedoman Transliterasi ………………………………………………………….....x
Daftar ISI…………..……………………………………………………………xiii
BAB I
PENDAHULUAN…….…………………………………………………………...1
A. latar Belakang Masalah………………………………………….…..1
B. Rumusan Masalah …………………………….………………….…4
C. Tujuan , ………………………...………………………………..… 4
D. Manfaaat Penelitian ……………………………………….………. 5
E. Penilitian Terdahulu Yang Relevan …………………………….…. 6
F. Ruang Lingkup Penelitian ……………………………..…………... 8
G. Metode Penelitian ……………………………………………...….. 8
H. Sistematika Penelitian ……....…………………………………..…14
BAB II KAJIAN TEORI
A. Guru . ……...……………………………………………………... 17
1. Pengertian Guru ……………………………………………… 17
2. Peran dan Tugas Guru ………………………………………... 19
3. Kompetensi Guru …………………………………………….. 27
B. Aqidah Akhlaq …………………………………………..…..…… 32
1. Pengertian Aqidah Akhlaq …………………………………… 32
2. Tujuan Aqidah Akhlaq ……………………………………….. 33
C. Pembinaan Akhlaqul Karimah ………….. ………………………. 36
xii
1. Pengertian Pembinaan Akhlaqul Karimah ………….. ……….. 36
2. Dasar dan Tujuan Pembinaan Akhlaqul Karimah …………….. 38
3. Sumber Hukum Akhlaqul Karimah ………….. ……………… 39
D. Macam-macam Akhlaqul Karimah ………….………………….... 41
E. Stategi Pembinaan Akhlaqul Karimah ………………………….... 44
BAB III KAJIAN OBJEK PENELITIAN
A. Data Umum ………………………………………………............…46
1. Sejarah Singkat MTs Darul Falah Sirahan…..…….…………… 46
2. Visi dan Misi Darul Falah …………......................................….. 48
3. Keadaan Guru Dan Siswa ………………………………………. 49
B. Data Khusus….……….…………………………………………….. 52
1. Strategi Guru Aqidah Akhlaq………. ………………………….. 52
2. Pembinaan Akhlaqul karimah ….……………………………… 55
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pengolahan Data………………………………………..………..…..55
B. Hasil Pengolahan Data ………….......................................................55
C. Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul karimah….
Siswa.................................................................................................. 58
D. Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pembinaan Akhlaqul….
Karimah Siswa …………………………………………………….. 60
E. Hasil strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul…...
Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati …...………. 63
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………………… 66
B. Saran ………………………...…………………………………….67
C. Penutup ………………………...……………………………….....78
Daftar pustaka
Lampiran-lampiran
Daftar riwayat pendidikan penuli
xiii
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pendidikan sebagai bantuan kepada anak didik terutama pada aspek
moral atau budi pekerti.1 Kebutuhan akan pendidikan merupakan hal yang
tidak bisa dipungkiri, bahkan semua itu merupakan hak semua warga Negara,
Berkenaan dengan ini, di dalam UUD 45 Pasal 31 ayat (1) secara tegas
disebutkan bahwa; "Tiap-tiap warga Negara berhak mendapat pengajaran".
Tujuan pendidikan nasional dinyatakan dalam UU RI No. 20 Tahun 2003
Pasal 3 bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi
manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,
berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif mandiri, dan menjadi warga
Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.2
Dengan demikian pendidikan berarti, segala usaha orang dewasa
dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembanagan jasmani
dan rohaninya kearah kedewasaan. Dalam perkembangan proses kedewasaan
tersebut, tidak semua tugas pendidikan dapat dilakukan oleh orang tua dalam
hal ilmu pengetahuan dan berbagai macam ilmu pengetahuan yang lainnya.
Oleh karena itu orang tua mengirim anak-anaknya ke sekolah untuk belajar
berbagai ilmu pengetahuan.
1
Ahmad Rifa’i, Psikologi Pendidikan, (Semarang: LP3 UNNES, 2011), hlm. 189
Noehi Nasution, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta: Direktorat Kelembagaan Agama
Islam, 1995), hlm. 2.
2
2
Dapat kita mengerti betapa pentingnya proses mendidik anak dalam
lingkungan. Proses pendidikan itu dapat tercapai apabila tercipta harmonisasi
antara
orang
tua
dengan
guru
sebagai
pendidik
di
sekolah.
Agama merupakan dasar pijakan manusia yang memiliki peranan penting
dalam proses kehidupan manusia.3 Agama sebagai pijakan memiliki aturanaturan yang mengikat manusia dan mengatur kehidupannya menjadi lebih
baik. Karena agama selalu mengajarkan yang terbaik bagi penganutnya.4
Dengan demikian tugas guru pendidikan Agama Islam disekolah
adalah membina dan mendidik siswanya melalui pendidikan agama islam
yang dapat membina akhlak para siswa dan mempraktekkan dalam kehidupan
sehari-hari. Tugas tersebut terasa berat karena ada unsur tanggung jawab
mutlak guru, akan tetapi juga keluarga dan masyarakat mendukung dan
bertanggung jawab serta bekerja sama dengan mendidik anak, maka
pembinaan akhlakul karimah akan dicapai dengan baik.
Untuk mewujudkan hal tersebut maka seorang guru pendidikan
Agama Islam mampu berupaya dan menggunakan beberapa strategi dalam
upaya pembinaan akhlak siswa, baik itu strategi dalam penyampaian materi
Agama Islam dengan menggunakan metode atau strategi tentang kegiatan apa
saja yang harus dilaksanakan dalam membina akhlak siswa, karena dengan
menggunakan strategi dapat mengghasilkan tujuan yang diinginkan dalam
pendidikan.
3
Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2012), hlm. 12.
4
Chabib Thoha dkk, Metodologi Pengajaran Agama, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 1999),
hlm. 109-110.
3
Strategi yang harus dilakukan oleh guru pendidikan Agama Islam
dalam pembinaan akhlak anak didik, selain menggunakan beberapa metode
dalam penyampaian materi juga harus ditunjang dengan adanya keteladanan
atau pembiasaan tentang sikap yang baik, tanpa adanya pembiasaan dan
pemberian teladan yang baik, pembinaan tersebut akan sulit mencapai tujuan
yang diharapkan, dan sudah menjadi tugas guru pendidikan agama islam
untuk memberikan keteladanan atau contoh yang baik dan membiasakannya
bersikap baik pula.
Dengan demikian strategi merupakan komponen yang penting dan
mempunyai pengaruh yang besar terhadap keberhasilan pembinaan kerena
dengan adanya strategi guru pendidikan agama islam dalam pembinaan
akhlakul karimah siswa, strategi selain untuk memaksimalkan dan
memudahkan proses pembinaan akhlakul karimah siswa yang bertujuan untuk
menigkatkan mutu guru pendidikan agama islam khususnya peningkatan
dalam bidang cara mengajar, yang mana strategi tersebut merupakan
jembatan penghubung dalam kegiatan belajar mengajar.
Berdasarkan dari latar belakang penulis terdorong untuk melakukan
penelitian yang dirumuskan dalam judul ” Strategi Guru Aqidah Akhlaq
Dalam Pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati Tahun Pelajaran 2014/2015”.
4
B. Rumusan Masalah
Bertolak dari masalah tersebut di atas, penulis akan merumuskan masalah
yang menjadi dasar pokok pembahasan skripsi ini. Adapun rumusan masalah
tersebut adalah :
1.
Apa Strategi yang digunakan oleh guru Aqidah Akhlaq dalam membina
akhlakul karimah siswa di MTs. Darul Falah Sirahan Cluwak Pati ?
2.
Faktor apa saja yang mendukung dan menghambat dalam pembinaan
Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati ?
3.
Bagaimana hasil dari strategi guru Aqidah Akhlaq dalam Pembinaan
Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati ?
C. Tujuan Penelitian
Dalam pembahasan skripsi ini, tujuan yang ingin dicapai adalah sebagai
berikut :
1.
Untuk mengetahui Strategi yang digunakan oleh guru Aqidah Akhlaq
dalam membina akhlakul karimah siswa di Mts Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati .
2.
Untuk mengetahui Faktor yang mendukung dan menghambat dalam
pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak
Pati.
3.
Untuk mengetahui hasil dari strategi guru Aqidah Akhlaq dalam
Pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak
Pati.
5
D. Manfaat Penelitian
Setelah penulis menyelesaikan penelitian tentang upaya guru pendidikan
agama islam dalam membina akhlak siswa maka penelitian ini diharapkan
bermanfaat :
1.
Bagi peneliti
a. Penelitian ini merupakan pengalaman yang berharga yang dapat
dijadikan sebagai bekal bagi peneliti.
b. Penelitian dapat memberikan wawasan yang luas, sehingga peneliti
dapat tanggap terhadap moralitas siswa.
2.
Bagi UNISNU Jepara
Sebagai tambahan khazanah ilmiyah bagi perpustakaannya (sebagai
referensi dan sebagai penambah pembendaharaan perpustakaan Fakultas
Tarbiyah.
3. Manfaat bagi guru
Penelitian ini dapat digunakan bermanfaat sebagai bahan informasi
yang merupakan usaha peningkatan motivasi belajar siswa serta bahan
evaluasi dan pemikirannya.
4. Sekolah / Lembaga
Penelitian ini dapat memberikan informasi bagi lembaga agar dapat
dijadikan sebagai rujukan dalam upaya pembinaan Akhlaqul Karimah siswa
pada mata pelajaran Akidah Akhlak.
6
E. Penelitian Terdahulu Yang Relevan
Dalam penulisan skripsi ini, penulis akan menjelaskan tentang " Strategi
Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul
Falah Sirahan Cluwak Pati Tahun Pelajaran 2014/2015”.
Penelitian
sebelumnya
dalam
kajian
semacam
ini
telah
mendahului penelitian ini, diantaranya adalah :
1. Sekripsi Muhammad Toha
(Universitas Negeri Syarif Hidayatullah
Jakarata) yang berjudul ” Usaha Guru Agama Islam dalam Membina
Akhlaq Pada Siswa di SLTPN 3 Kuningan Jawa Barat”. Dalam sekripsi
tersebut dijelaskan mengenai langkah-langkah yang dilakukan guru untuk
membina Akhlaq siswa tentang pendidikan Agama Islam.
2. Rias Ernawati (2005) dalam skripsinya yang berjudul “ Pengaruh
Keteladanan Guru Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa SDN
Kecamatan Gatak Sukoharjo ”.5 Kesimpulan dari penelitianya adalah (1)
Ada peningkatan hasil belajar siswa dalam proses pembelajaran PAI. Hasil
analisis dari penelitian ini yaitu,(1) terdapat perbedaan pengaruh
keteladanan guru terhadap hasil belajar PAI, (2) terdapat perbedaan
pengaruh hasil belajar tinggi dan rendah terhadap hasil belajar PAI, dan (3)
terdapat pengaruh interaksi antara keteladanan guru terhadap hasil belajar
PAI, dan berpengaruh terhadap Akhlaq pada siswa.
5
Rias Ernawati, “Pengaruh Keteladanan Guru Terhadap Peningkatan Hasil Belajar Siswa
SDN Kecamatan Gatak Sukoharjo” 2005, Skripsi, Fakultas Ilmu Pendidikan UNNES Semarang
2005 hlm.50-51
7
Selain kedua penelitian di atas adalah penelitian yang dilakukan oleh
Maslakhah pada tahun 2000.6 Dengan judul penelitian “Prinsip-prinsip
Bimbingan Penyuluhan Agama terhadap Kenakalan siswa ,Remaja(Pada Kasus
Penyalahgunaan Narkotik dan Obat-obatan Terlarang) Menurut Prof. Dr. dr. H.
Dadang Hawari)”. Penelitian tersebut menyebutkan bahwa kenakalan remaja
merupakan suatu kepribadian anti sosial atau gangguan tingkah laku. Adapun
faktor penyebabnya adalah faktor keluarga, sekolah dan masyarakat. Sehingga
upaya penanggulangannya dilakukan secara komprehensif meliputi bidang
preventif, kuratif, terapi atau represif yang melibatkan beberapa pihak yaitu
orang tua, guru, aparat kamtibmas dan masyarakat. Sedangkan prinsip Islam
menurutnya dalam memerangi Penyalahgunaan NAZA adalah dengan
berpegang teguh pada agama Allah yaitu Islam. Hal ini peran guru sangat
penting dalam membina Akhlaq siswa agar terarah ke hal-hal yang positif.
Untuk mengembangkan penelitian yang sudah ada dan untuk
menemukan pemaknaan baru maka dipandang penting untuk dilakukan
penelitian tentang “Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul
Karimah Siswa MTs. Darul Falah Sirahan Cluwak Pati Tahun Pelajaran
2014/2015”.
6
Eny Yusrini, Prinsip-prinsip Bimbingan Penyuluhan Agama terhadap Kenakalan Remaja
(Pada Kasus Penyalahgunaan Narkotik dan Obat-obatan Terlarang) Menurut Prof. Dr. dr. H.
Dadang Hawari), Skripsi, Fakultas Dakwah IAIN Walisongo Semarang 1998.
8
F. Ruang Lingkup Penelitian
Untuk
menjaga
terjadinya
pembahasan
yang
terlalu
luas
dan
menyimpang dari materi pokok, sehingga tidak mengarah pada sasaran dan
tujuan, maka peneliti membuat batasan-batasan permasalahan yang akan
dipaparkan yaitu meliputi Pembahasan pembinaan Akhlaqul karimah,
pengertian Akhlaqur karimah, faktor-faktor pendukung dan penghambat
pembinaan Akhlaqur karimah, pembahasan mengenai strategi guru dalam
pembinaan Akhlaqul karimah siswa, metode yang digunakan guru pada mata
pelajaran Akidah Akhlak.
G. Metode Penelitian
1.
Jenis Penelitian
Dalam penulisan skripsi ini penulis menggunakan pendekatan
lapangan, karna dalam penelitian tersebut peneliti mencoba mengamati
orang dalam lingkungan hidupnya, dan tidak menggunakan data berupa
angka atau perhitungan.7
Menurut jenisnya penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif,
dimana peneliti harus mengunakan diri mereka sebagai instrumen,
mengikuti data. Dalam berupaya mencapai wawasan imajinatif kedalam
dunia Respoden, peneliti diharapkan fleksibel dan reflektif tetapi tetap
mengambil jarak.
7
Lexy J, moleong, Metode Penelitian Kualitatif, Cet. 4, (Bandung: Remaja Rosda Karya,
Bandung, 19993), hlm.2
9
Pada hakekatnya penelitian Kualitatif ini digunakan karna beberapa
pertimbangan antara lain: pertama, menyesuaikan metode kualiatif lebih
muda apabila berhadapan dengan kenyataan ganda; kedua, metode ini
menyajikan secara langsuang hakekat hubungan antara peneliti dan
responden; ketiga, metode ini lebih peka dan lebih dapat menyesuaikan
diri dengan banyak penajaman, pengaruh bersama dari terhadap pola-pola
yang dihadapi.8
Adapun pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan Studi Kasus (case study) yaitu suatu penelitian yang dilakukan
secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi, lembaga
atau gejala tertentu.
2. Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data yang berkaitan dengan pembahasan skripsi
ini maka peneliti mengunakan beberapa teknik pengumpulan data sebagai
berikut:
a. Metode Observasi
Metode observasi yaitu penyelidikan yang dilakukan dengan
mengadakan pengindraan kepada objeknya dengan sengaja dan
mengadakan pencatatan-pencatatan.9 Metode ini dilakukan dengan jalan
8
10
9
Sutrisno Hadi, Metodologi Research, (Yogyakarta: Fakulltas Psikologi UGM, 1989), hlm.
Suharsini Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik, (Jakarta: PT. Rineka
Cipta, 2006), hlm. 229
10
mengadakan pengamatan secara sistematika terhadap objek, baru
kemudian dilakukan pencatatan setelah penelitian itu selesai.
b. Metode Dokumentasi
Yaitu metode pengumpulan data, dengan cara mencari data, atau
informasi, yang sudah dicatat/dipublikasikan dalam beberapa dokumen
yang ada, seperti buku induk, buku pribadi dan surat-surat keterangan
lainnya. Suharsimi Arikunto berpendapat bahwa: Metode dokumentasi
yaitu mencari data mengenai hal-hal atau variabel yang berupa catatan,
transkrip buku, surat kabar, majalah, prasasti, metode cepat, legenda
dan lain sebaginya.
c.
Metode Interview
Sutrisno Hadi mengatakan : “Interview adalah sebagai suatu
preses tanya jawab dimana dua orang atau lebih berhadap-hadapan
secara fisik, yang satu dapat melihat yang lain dapat mendengarkan
dengan telinganya sendiri tampaknya merupakan alat pengumpul
informasi langsung terhadap beberapa jenis data sosial ”.
Menurut
Masri
Singarimbum,10
pada
penelitian
survai,
penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk
pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan
diangkakan (kuantifikasi), disusun tabel-tabel dan dianalisa secara
statistik
untuk
menarik
kesimpulan
penelitian.
Tujuan
pokok
pembuatan kuesioner adalah (1) untuk memperoleh informasi yang
10
Ibid, hlm. 225
11
relevan dengan masalah dan tujuan penelitian, dan (2) untuk
memperoleh informasi dengan reliabel dan validitas yang tinggi. Hal
yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kuesioner,
pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan strategi guru Aqidah
Akhlaq dalam pembinaan Akhlaqul Karimah di MTs Darul Falah
Sirahan Cluwak Pati.
3. Teknik Analisis data
Dalam menganalisis data, yang penulis peroleh dari observasi
(penelitian), interview, Dokumentasi dan Angket
penulis menggunakan
teknik analisis Deskriptif Kualitatif. Setelah data terkumpul langkah
selanjutnya adalah penyajian dan analisa data. 11
Dalam menganalisa data ini digunakan teknik yang sesuai dengan data
yaitu, data Deskriptif. Adapun yang dimaksud Deskriptif, menurut pendapat
Winarno Surakhmat, adalah menentukan dan menafsirkan data yang ada.
Misalnya tentang situasi yang dialami, satu hubungan, kegiatan, pandangan,
sikap yang nampak, atau tentang satu proses yang sedang berlangsung,
pengaruh
yang
sedang
bekerja,
kelainan
yang
sedang
muncul,
kecenderungan yang nampak, pertentangan yang meruncing dan sebagainya.
Dengan demikian data yang telah terkumpul, kemudian disimpulkan
dan ditafsirkan, sehingga terdapat berbagai masalah yang timbul dapat
diuraikan dengan tepat dan jelas.
11
49
Noeng Muhadjir, Metode Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta:Rakesarasin, 1998) hlm.
12
Menurut Miles dan Huberman ada tiga metode dalam analisis data
kualitatif, yaitu reduksi data, model data, penarikan/verifikasi kesimpulan. 12
a)
Reduksi Data
Reduksi data merujuk pada proses pemilihan, pemfokusan,
penyederhanaan, abstraksi, dan pentransformasian “data mentah” yang
terjadi dalam catatan-catatan lapangan yang tertulis. Sebagaimana kita
ketahui, reduksi data terjadi secara kontinu melalui kehidupan suatu
proyek yang diorientasikan secara kualitatif. Faktanya, bahkan
“sebelum” data secara aktual dikumpulkan.
Reduksi data bukanlah sesuatu yang terpisah dari analisis. Ia
merupakan bagian dari analisis. Pilihan-pilihan peneliti potonganpotongan data untuk diberi kode, untuk ditarik ke luar,dan rangkuman
pola-pola sejumlah potongan, apa pengembangan ceritanya, semua
merupakan pilihan-pilihan analitis. Reduksi data adalah suatu bentuk
analisis yang mempertajam, memilih, memokuskan, membuang, dan
menyusun data dalam suatu cara di mana kesimpulan akhir dapat
digambarkan dan diverifikasikan.
b) Penyajian Data/ Data display
Penyajian data adalah suatu kegiatan ketika sekumpulan informasi
disusun. Seperti yang disebutkan Emzir dengan melihat sebuah
tayangan membantu kita memahami apa yang terjadi dan melakukan
12
Milles, M.B. and Huberman,.. Qualitative Data Analysis. ( London: Sage Publication,
1984), hlm. 76
13
sesuatu analisis lanjutan atau tindakan yang didasarkan pada
pemahaman tersebut. Bentuk penyajian data kualitatif :
1)
Teks Naratif : berbetuk catatan lapangan;
2) Model tersebut mencakup berbagai jenis matrik, grafik, jaringan
kerja, dan bagan. Semua dirancang untuk merakit informasi yang
tersusun dalam suatu bentuk yang padu, bentuk yang praktis.
Pada umumnya teks tersebut terpencar-pencar, bagian demi
bagian, tersusun kurang baik. Pada kondisi seperti itu peneliti mudah
melakukan suatu kesalahan atau bertindak secara ceroboh dan sangat
gegabah mengambil kesimpulan yang memihak, tersekat-sekat dan
tidak berdasar. Kecenderungan kognitifnya adalah menyederhanakan
informasi
yang
kompleks
ke
dalam
kesatuan
bentuk
yang
disederhanakan dan selektif atau konfigurasi yang mudah dipahami.
c)
Penarikan Kesimpulan/Verifikasi Kesimpulan
Langkah ketiga dari aktivitas analisis adalah penarikan dan
verifikasi kesimpulan. Dari permulaan pengumpulan data, peneliti
kualitatif mulai memutuskan apakah “makna” sesuatu., mencatat
keteraturan, pola-pola, penjelasan, konfigurasi
yang mungkin, alur
kausal, dan proporsi-proporsi. Peneliti yang kompeten dapat menangani
kesimpulan-kesimpulan ini secara jelas, memelihara kejujuran dan
kecurigaan.
Kesimpulan
“akhir”
mungkin
tidak
akan
terjadi
hingga
pengumpulan data selesai, tergantung pada ukuran korpus dari catatan
14
lapangan, pengodean, penyimpanan, dan metode-metode perbaikan
yang digunakan, pengalaman peneliti, dan tuntutan dari penyandang
dana, tetapi kesimpulan sering digambarkan sejak awal, bahkan ketika
seorang peneliti menyatakan telah memproses secara induktif.
H. Sistematika Penelitian
Di dalam penulisan skripsi ini peneliti membagi ke dalam tiga bagian.
Diantara bagian yang satu dengan yang lain merupakan satu kesatuan yang
utuh dan saling berhubungan. Adapun bagian-bagian tersebut adalah sebagai
berikut :
1. Bagian awal
Bagian permulaan ini memuat halman judul, halaman nota
pembimbing, halaman pengesahan, halaman moto, halaman abstrak,
halaman pernyataan, halaman kata pengantar, pedoman translitasi,
halaman ucapan terima kasih, daftar isi.
2. Bagian isi
Bagian isi dari skripsi ini mencakup: Bab satu, merupakan
pendahuluan yang memuat tentang Latar Belakang, Rumusan Masalah,
Tujuan Penelitian, Manfaat Penelitian, Ruang Lingkup Penelitian, Metode
Penelitian, Sistematika Penelitian.
Bab dua, merupakan kajian teori pertama tentang Guru meliputi
Pengertian Guru, Peran dan Tugas Guru, Kompetensi Guru. Dan tentang
Aqidah Akhlaq meliputi pengertian Aqidah Akhlaq, Tujuan Aqidah
15
Akhlaq, Materi Aqidah Akhlaq. Dan tentang Pembinaan Akhlaqul
Karimah yang membahas Pengertian Pembinaan Akhlaqul Karimah, Dasar
dan tujuan Pembinaan Akhlaqul Karimah, Macam-macam Akhlaqul
Karimah, strategi pembinaan Akhlaqul Karimah.
Bab tiga, berisikan Data Umum yang meliputi Sejarah singkat MTs
Darul Falah Sirahan Cluwak Pati, Visi dan Misi, Keadaan Guru dan
Keadaan Siswa. dan Data khusus yang meliputi strategi guru Aqidah
Akhlaq dan pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah
Sirahan Cluwak Pati.
Bab empat merupakan hasil penelitian dan pembahasan yang terkait
dengan upaya Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul Karimah
Siswa., Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pembinaan Akhlaqul
Karimah Siswa.
Bab lima, merupakan akhir dari pembahasan bab-bab sebelumnya
yang memuat kesimpulan, saran, penutup.
3. Bagian Akhir
Bagian akhir, dalam bagian ini memuat daftar pustaka, lampiran dan
daftar riwayat hidup pendidikan penulis.
16
BAB II
KAJIAN TEORI
A. Guru
1. Pengertian Guru
Guru adalah pendidik porfesional yang mendidik, mengajar,
membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta
didik pada pendidikan anak usia dini, pada jalur pendidikan formal,
pendidika dasar dan pendidikan menengah. Untuk itu guru harus menyatu,
menjiwai dan menghayati tugas-tugas keguruannya1
Guru dalam bahasa jawa adalah menunjuk pada seorang yang harus
digugu dan ditiru oleh semua murid dan bahkan masyarakat. Harus digugu
artinya segala sesuatu yang disampaikan olehnya senantiasa dipercaya dan
diyakkini sebagai kebenaran oleh semua murid. Sedangkan ditiru artinya
seorang guru harus menjadi suri teladan (panutan) bagi semua muridnya.
Secara tradisional guru adalah seorang yang berdiri didepan kelas untuk
menyampaikan ilmu pengetahuan.
Guru sebagai pendidik dan pengajar anak, guru diibaratkan seperti
ibu kedua yang mengajarkan berbagai macam hal yang baru dan sebagai
fasilitator anak supaya dapat belajar dan mengembangkan potensi dasar dan
kemampuannya secara optimal,hanya saja ruang lingkupnya guru berbeda,
guru mendidik dan mengajar di sekolah negeri ataupun swasta.
1
Zainal Aqib, Profesionalisme Guru, (Surabaya : Insan Cendekia, 2002), hlml.86
17
Adapun pengertian guru menurut para ahli:2
1.
Menurut Noor Jamaluddin Guru adalah pendidik, yaitu orang dewasa
yang bertanggung jawab memberi bimbingan atau bantuan kepada anak
didik dalam perkembangan jasmani dan rohaninya agar mencapai
kedewasaannya, mampu berdiri sendiri dapat melaksanakan tugasnya
sebagai makhluk Allah khalifah di muka bumi, sebagai makhluk sosial
dan individu yang sanggup berdiri sendiri.
2.
Menurut Peraturan Pemerintah Guru adalah jabatan fungsional, yaitu
kedudukan yang menunjukkan tugas, tanggung jawab, wewenang, dan
hak seorang PNS dalam suatu organisasi yang dalam pelaksanaan
tugasnya didasarkan keahlian atau keterampilan tertentu serta bersifat
mandiri.
3.
Menurut Keputusan Men.Pan Guru adalah Pegawai Negeri Sipil yang
diberi tugas, wewenang dan tanggung jawab oleh pejabat yang
berwenang untuk melaksanakan pendidikan di sekolah.
4.
Menurut Undang-undang No. 14 tahun 2005 Guru adalah pendidik
profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada
pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar,
dan pendidikan menengah.
2
Abdul Aziz, Kurikulum Pedoman PAI di Sekolah Umum, (Jakarta: Departemen Agama
RI, 2004), hlm.1
18
2. Peran dan Tugas Guru
Para pakar pendidikan di Barat telah melakukan penelitian tentang
peran guru yang harus dilakoni. Peran guru yang beragam telah
diidentifikasi dan dikaji oleh Pullias dan Young, Manan serta Yelon dan
Weinstein.
Adapun peran-peran tersebut adalah sebagai berikut :3
a.
Guru Sebagai Pendidik
Guru adalah pendidik, yang menjadi tokoh, panutan dan
identifikasi bagi para peserta didik, dan lingkungannya. Oleh karena itu,
guru harus memiliki standar kualitas tertentu, yang mencakup tanggung
jawab, wibawa, mandiri dan disiplin. Peran guru sebagai pendidik
(nurturer)
berkaitan
dengan
meningkatkan
pertumbuhan
dan
perkembangan anak untuk memperoleh pengalaman-pengalaman lebih
lanjut seperti penggunaan kesehatan jasmani, bebas dari orang tua, dan
orang dewasa yang lain, moralitas tanggungjawab kemasyarakatan,
pengetahuan dan keterampilan dasar, persiapan.untuk perkawinan dan
hidup berkeluarga, pemilihan jabatan, dan hal-hal yang bersifat personal
dan spiritual. Oleh karena itu tugas guru dapat disebut pendidik dan
pemeliharaan anak. Guru sebagai penanggung jawab pendisiplinan anak
harus mengontrol setiap aktivitas anak-anak agar tingkat laku anak
tidak menyimpang dengan norma-norma yang ada.
3
23
Zainal Aqib, Menjadi Guru Profesional berstandar Nasional, (Yrama Widya, 2000), hlm
19
b.
Guru Sebagai Pengajar
Peranan guru sebagai pengajar dan pembimbing dalam kegiatan
belajar peserta didik dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti motivasi,
kematangan, hubungan peserta didik dengan guru, kemampuan verbal,
tingkat
kebebasan, rasa aman
dan
keterampilan guru dalam
berkomunikasi. Jika factor-faktor di atas dipenuhi, maka melalui
pembelajaran peserta didik dapat belajar dengan baik. Guru harus
berusaha membuat sesuatu menjadi jelas bagi peserta didik dan terampil
dalam memecahkan masalah.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan oleh seorang guru dalam
pembelajaran, yaitu: Membuat ilustrasi, Mendefinisikan, Menganalisis,
Mensintesis,
Bertanya,
Merespon,
Mendengarkan,
Menciptakan
kepercayaan, Memberikan pandangan yang bervariasi, Menyediakan
media untuk mengkaji
materi
standar, Menyesuaikan
metode
pembelajaran, Memberikan nada perasaan.
Agar pembelajaran memiliki kekuatan yang maksimal, guru-guru
harus senantiasa berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan
semangat yang telah dimilikinya ketika mempelajari materi standar.
c.
Guru Sebagai Pembimbing
Guru dapat diibaratkan sebagai pembimbing perjalanan, yang
berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya bertanggung jawab atas
kelancaran perjalanan itu. Dalam hal ini, istilah perjalanan tidak hanya
20
menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreatifitas,
moral dan spiritual yang lebih dalam dan kompleks.
Sebagai pembimbing perjalanan guru memerlukan kompetensi
yang tinggi untuk melaksanakan empat hal berikut:4
1) Guru harus merencanakan tujuan dan mengidentifikasi kompetensi
yang hendak dicapai.
2) Guru harus melihat keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran,
dan yang paling penting bahwa peserta didik melaksanakan
kegiatan belajar itu tidak hanya secara jasmaniah, tetapi mereka
harus terlibat secara psikologis.
3) Guru harus memaknai kegiatan belajar.
4)
Guru harus melaksanakan penilaian.
5) Guru Sebagai Pemimpin. Guru diharapkan mempunyai kepribadian
dan ilmu pengetahuan. Guru menjadi pemimpin bagi peserta
didiknya. Ia akan menjadi imam.
d.
Guru Sebagai Pengelola Pembelajaran
Guru harus mampu menguasai berbagai metode pembelajaran.
Selain itu, guru juga dituntut untuk selalu menambah pengetahuan dan
keterampilan agar supaya pengetahuan dan keterampilan yang
dirnilikinya tidak ketinggalan jaman.
4
Chabib Thoha dkk, Metodologi Pengajaran Agama, (Yogyakarta, Pustaka Pelajar, 1999),
hal 109-110.
21
e.
Guru Sebagai Model dan Teladan
Guru merupakan model atau teladan bagi para peserta didik dan
semua
orang
yang
menganggap
dia
sebagai
guru.
Terdapat
kecenderungan yang besar untuk menganggap bahwa peran ini tidak
mudah untuk ditentang, apalagi ditolak. Sebagai teladan, tentu saja
pribadi dan apa yang dilakukan guru akan mendapat sorotan peserta
didik serta orang disekitar lingkungannya yang menganggap atau
mengakuinya sebagai guru. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan
oleh guru: sikap dasar, bicara dan gaya bicara, kebiasaan bekerja, sikap
melalui pengalaman dan kesalahan, pakaian, hubungan kemanusiaan,
proses berfikir, perilaku neurotis, selera, keputusan, kesehatan, gaya
hidup secara umum.
Perilaku guru sangat mempengaruhi peserta didik, tetapi peserta
didik harus berani mengembangkan gaya hidup pribadinya sendiri.
Guru yang baik adalah yang menyadari kesenjangan antara apa
yang diinginkan dengan apa yang ada pada dirinya, kemudian
menyadari kesalahan ketika memang bersalah. Kesalahan harus diikuti
dengan sikap merasa dan berusaha untuk tidak mengulanginya.
f.
Sebagai Anggota Masyarakat
Peranan guru sebagai komunikator pembangunan masyarakat.
Seorang guru diharapkan dapat berperan aktif dalam pembangunan
disegala bidang yang sedang dilakukan. Ia dapat mengembangkan
kemampuannya pada bidang-bidang dikuasainya. Guru perlu juga
22
memiliki kemampuan untuk berbaur dengan masyarakat melalui
kemampuannya, antara lain melalui kegiatan olah raga, keagamaan dan
kepemudaan. Keluwesan bergaul harus dimiliki, sebab kalau tidak
pergaulannya akan menjadi kaku dan berakibat yang bersangkutan
kurang bisa diterima oleh masyarakat.
g.
Guru sebagai administrator
Seorang guru tidak hanya sebagai pendidik dan pengajar, tetapi
juga sebagai administrator pada bidang pendidikan dan pengajaran.
Guru akan dihadapkan pada berbagai tugas administrasi di sekolah.
Oleh karena itu seorang guru dituntut bekerja secara administrasi
teratur. Segala pelaksanaan dalam kaitannya proses belajar mengajar
perlu diadministrasikan secara baik. Sebab administrasi yang dikerjakan
seperti membuat rencana mengajar, mencatat hasil belajar dan
sebagainya merupakan dokumen yang berharga bahwa ia telah
melaksanakan tugasnya dengan baik.
h.
Guru Sebagai Penasehat
Guru adalah seorang penasehat bagi peserta didik juga bagi orang
tua, meskipun mereka tidak memiliki latihan khusus sebagai penasehat
dan dalam beberapa hal tidak dapat berharap untuk menasehati orang.
Peserta didik senantiasa berhadapan dengan kebutuhan untuk
membuat keputusan dan dalam prosesnya akan lari kepada gurunya.
Agar guru dapat menyadari perannya sebagai orang kepercayaan dan
23
penasihat secara lebih mendalam, ia harus memahami psikologi
kepribadian dan ilmu kesehatan mental.
i.
Guru Sebagai Pembaharu (Inovator)
Guru menerjemahkan pengalaman yang telah lalu ke dalam
kehidupan yang bermakna bagi peserta didik. Dalam hal ini, terdapat
jurang yang dalam dan luas antara generasi yang satu dengan yang lain,
demikian halnya pengalaman orang tua memiliki arti lebih banyak
daripada nenek kita. Seorang peserta didik yang belajar sekarang,
secara psikologis berada jauh dari pengalaman manusia yang harus
dipahami, dicerna dan diwujudkan dalam pendidikan.
Tugas guru adalah menerjemahkan kebijakan dan pengalaman
yang berharga ini kedalam istilah atau bahasa moderen yang akan
diterima oleh peserta didik. Sebagai jembatan antara generasi tua dan
genearasi muda, yang juga penerjemah pengalaman, guru harus menjadi
pribadi yang terdidik.
j.
Guru Sebagai Pendorong Kreatifitas
Kreativitas
merupakan
hal
yang
sangat
penting
dalam
pembelajaran dan guru dituntut untuk mendemonstrasikan dan
menunjukkan proses kreatifitas tersebut. Kreatifitas merupakan sesuatu
yang bersifat universal dan merupakan cirri aspek dunia kehidupan di
sekitar kita. Kreativitas ditandai oleh adanya kegiatan menciptakan
sesuatu yang sebelumnya tidak ada dan tidak dilakukan oleh seseorang
atau adanya kecenderungan untuk menciptakan sesuatu.
24
Akibat dari fungsi ini, guru senantiasa berusaha untuk
menemukan cara yang lebih baik dalam melayani peserta didik,
sehingga peserta didik akan menilaianya bahwa ia memang kreatif dan
tidak melakukan sesuatu secara rutin saja. Kreativitas menunjukkan
bahwa apa yang akan dikerjakan oleh guru sekarang lebih baik dari
yang telah dikerjakan sebelumnya.
k.
Guru Sebagai Emansipator
Dengan kecerdikannya, guru mampu memahami potensi peserta
didik, menghormati setiap insan dan menyadari bahwa kebanyakan
insan merupakan “budak” stagnasi kebudayaan. Guru mengetahui
bahwa pengalaman, pengakuan dan dorongan seringkali membebaskan
peserta didik dari “self image” yang tidak menyenangkan, kebodohan
dan dari perasaan tertolak dan rendah diri. Guru telah melaksanakan
peran sebagai emansipator ketika peserta didik yang dicampakkan
secara moril dan mengalami berbagai kesulitan dibangkitkan kembali
menjadi pribadi yang percaya diri.
l.
Guru Sebagai Evaluator
Evaluasi atau penilaian merupakan aspek pembelajaran yang
paling kompleks, karena melibatkan banyak latar belakang dan
hubungan, serta variable lain yang mempunyai arti apabila berhubungan
dengan konteks yang hampir tidak mungkin dapat dipisahkan dengan
setiap segi penilaian. Teknik apapun yang dipilih, dalam penilaian harus
25
dilakukan dengan prosedur yang jelas, yang meliputi tiga tahap, yaitu
persiapan, pelaksanaan dan tindak lanjut.
m. Guru Sebagai Kulminator
Guru adalah orang yang mengarahkan proses belajar secara
bertahap dari awal hingga akhir (kulminasi). Dengan rancangannya
peserta didik akan melewati tahap kulminasi, suatu tahap yang
memungkinkan setiap peserta didik bisa mengetahui kemajuan
belajarnya. Di sini peran kulminator terpadu dengan peran sebagai
evaluator.
Guru sejatinya adalah seorang pribadi yang harus serba bisa dan
serba tahu. Serta mampu mentransferkan kebisaan dan pengetahuan
pada muridnya dengan cara yang sesuai dengan perkembangan dan
potensi anak didik.
Begitu banyak peran yang harus diemban oleh seorang guru.
Peran yang begitu berat dipikul di pundak guru hendaknya tidak
menjadikan calon guru mundur dari tugas mulia tersebut. Peran-peran
tersebut harus menjadi tantangan dan motivasi bagi calon guru. Dia
harus menyadari bahwa di masyarakat harus ada yang menjalani peran
guru. Bila tidak, maka suatu masyarakat tidak akan terbangun dengan
utuh. Penuh ketimpangan dan akhirnya masyarakat tersebut bergerak
menuju kehancuran.
26
3. Kompetensi Guru
Menurut Mulyasa kompetensi adalah perpaduan dari pengetahuan,
keterampilan, nilai dan sikap yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir
dan bertindak. Menurut Muhaimin, kompetensi adalah seperangkat tindakan
intelegen penuh tanggung jawab yang harus dimiliki seseorang sebagai
syarat untuk dianggap mampu melaksankan tugas-tugas dalam bidang
pekerjaan tertentu.5 Sifat intelegen harus ditunjukan sebagai kemahiran,
ketetapan, dan keberhasilan bertindak. Sifat tanggung jawab harus
ditunjukkan sebagai kebenaran tindakan baik dipandang dari sudut ilmu
pengetahuan, teknologi maupun etika. Menurut Muhibbin Syah kompetensi
adalah kemampuan atau kecakapan.
Berdasarkan
beberapa
pendapat
diatas
dapat
disimpulkan
bahwa pengertian kompetensi guru adalah pengetahuan, keterampilan dan
kemampuan yang dikuasai oleh seseorang yang telah menjadi bagian dari
dirinya, sehingga ia dapat melakukan perilaku kognitif, afektif dan
psikomotorik dengan sebaik-baiknya.
Selanjutnya
bahwa kompetensi
menurut
guru
Muhibbin
adalahkemampuan
Syah,
dikemukakan
seorang
guru
dalam
melaksanakan kewajiban-kewajibannya secara bertanggung jawab dan
layak. Kompetensi guru juga dapat diartikan sebagai kebulatan pengetahuan,
keterampilan dan sikap yang ditampilkan dalam bentuk perilaku cerdas dan
penuh tanggung jawab yang dimiliki seorang guru dalam menjalankan
5
Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,(Bandung: Remaja
Rosdakarya, 2012), hlm. 12.
27
profesinya . Menurut Mulyasa kompetensi guru merupakan perpaduan
antara kemampuan personal, keilmuan, sosial, spiritual yang secara kaffah
membentuk kompetensi standar profesi guru yang mencakup penguasaan
materi, pemahaman terhadap peserta didik, pembelajaran yang mendidik,
pengembangan pribadi dan profesionalisme.
Jadi kompetensi profesional guru dapat diartikan sebagai kemampuan
dan kewenangan guru dalam menjalankan profesi keguruannya. Guru yang
kompeten dan profesional adalah guru piawai dalam melaksanakan
profesinya. Berdasarkan uraian di atas kompetensi guru dapat didefinisikan
sebagai penguasaan terhadap pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap
yang direfleksikan dalam kebiasaan berpikir dan bertindak dalam
menjalankan profesi sebagai guru. Guru sebagai agen pembelajaran
diharapkan memiliki empat jenis kompetensi guru. Empat kompetensi
tersebut yakni kompetensi pedagogik, sosial, kepribadian, dan kompetensi
professional.
Bahwa guru yang profesional itu memiliki empat kompetensi atau
standar kemampuan yang meliputi kompetensi Kepribadian, Pedagogik,
Profesional, dan Sosial. Kompetensi guru adalah kebulatan pengetahuan ,
keterampilan dan sikap yang berwujud tindakan cerdas dan penuh tanggung
jawab dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran. Sebagai agen
pembelajaran maka guru dituntut untuk kreatif dalam mnenyiapkan metode
dan strategi yang cocok untuk kondisi anak didiknya, memilih dan
menetukan sebuah metode pembelajaran yang sesuai dengan indikator
28
pembahasan.
Dengan sertifikasi dan predikat guru profesional yang
disandangnya, maka guru harus introspeksi diri apakah saya sudah mengajar
sesuai dengan cara-cara seorang guru profesional. Sebab disadarai atau
tidak banyak diantara kita para pendidik belum bisa menjadi guru yang
profesional sebagai mana yang diharapkan dengan adanya sertifikasi guru
sampai saat ini.6
a.
Kompetensi kepribadian
Adalah kemampuan personal yang mencerminkan kepribadian
yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi
peserta didik, dan berakhlak mulia. Sub kompetensi dalam kompetensi
kepribadian meliputi :
1) Kepribadian yang mantap dan stabil meliputi bertindak sesuai
dengan norma sosial, bangga menjadi guru, dan memiliki
konsistensi dalam bertindak sesuai dengan norma.
2) Kepribadian yang dewasa yaitu menampilkan kemandirian dalam
bertindak sebagai pendidik dan memiliki etod kerja sebagai guru.
3) Kepribadian yang arif adalah menampilkan tindakan yang
didasarkan pada kemamfaatan peserta didik, sekolah dan
masyarakat dan menunjukkan keterbukaan dalam berpikir dan
bertindak.
6
Ibid, hlm. 15
29
4) Kepribadian yang berwibawa meliputi memiliki perilaku yang
berpengaruh positif terhadappeserta didik dan memiliki perilaku
yangh disegani.
5) Berakhlak mulia dan dapat menjadi teladan meliputibertindak
sesuai dengan norma religius (imtaq, jujur, ikhlas, suka menolong)
dan memiliki perilaku yang diteladani peserta didik.
b.
Kompetensi Pedagogik
Kemampuan pemahaman terhadappeserta didik, perancangan dan
pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan
peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang
dimilikinya. Sub kompetensi dalam kompetensi Pedagogik adalah :
1) Memahami peserta didik secara mendalam yang meliputi
memahami peserta didik dengan memamfaatkan prinsip-prinsip
perkembangan
kognitif,
prinsip-prinsip
kepribadian,
dan
mengidentifikasi bekal ajar awal peserta didik.
2) Merancang
pendidikan
pembelajaran,teermasuk
memahami
landasan
untuk kepentingan pembelajaran yang meliputi
memahmi landasan pendidikan, menerapkan teori belajar dan
pembelajaran, menentukan strategi pembelajaran berdasarkan
karakteristik peserta didik, kompetensi yang ingin dicapai, dan
materi ajar, serta menyusun rancangan pembelajaran berdasarkan
strategi yang dipilih.
30
3) Melaksanakan
pembelajaran
yang
meliputi
menata
latar
( setting) pembelajaran dan melaksanakan pembelajaran yang
kondusif.
4) Merancang dan melaksanakan evaluasi pembelajaran yang meliputi
merancang dan melaksanakan evaluasi (assessment) proses dan
hasil
belajar
secara
berkesinambungan
denga
berbagai
metode,menganalisis hasil evaluasi proses dan hasil belajar untuk
menentukan tingkat ketuntasan belajar (mastery level), dan
memamfaatkan hasil penilaian pembelajaran untuk perbaikan
kualitas program pembelajaran secara umum.
5) Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai
potensinya
meliputi
pengembangan
memfasilitasi
berbagai
peserta
potensi
didik
untuk
akademik,
dan
memfasilitasipeserta didik untuk mengembangkan berbagai potensi
nonakademik.
c.
Kompetensi Profesional
Adalah penguasaan materi pembelajaran secara luas dan
mendalam,
yang
mencakup
penguasaan
materi
kurikulummata
pelajaran di sekolah dan substansi keilmuan yang menaungi materinya,
serta penguasaan terhadap struktur dan metodologi keilmuannya. Sub
kompetensi dalam kompetensi Profesional adalah :
1) Menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi
yang meliputi memahami materi ajar yang ada dalam kurikulum
31
sekolah, memahami struktur, konsep dan metode keilmuan yang
menaungi atau koheren dengan materi ajar, memahami hubungan
konsep antar nmata pelajaran terkait, dan menerapkan konsepkonsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari.
2) Menguasai struktur dan metode keilmuan yang meliputi menguasai
langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk membperdalam
pengetahuandan materi bidang studi.
d.
Kompetensi Sosial
Kompetensi
Sosial
adalah
kemampuan
guru
untuk
berkomunikasi dan bergaul secara efektif dengan peserta didik, tenaga
kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat sekitar.
B. Aqidah Akhlaq
1. Pengertian Aqidah Akhlaq
Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [ -‫ﻋﻘَ َﺪ‬
َ
‫ َﻋ ْﻘ ًﺪ‬-‫ ]ﯾَ ْﻌﻘِ ُﺪ‬artinya adalah mengikat atau mengdakan perjanjian. Sedangkan
Aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus dibenarkan oleh
hati& diterima dengan rasa puas serta terhujam kuat dalam lubuk jiwa yang
tidak dapat digoncangkan oleh keragu-raguan.7 Dalam definisi yg lain
disebutkan bahwa aqidah adalah sesuatu yang mengharapkan hati
membenarkannya, yang membuat jiwa tenang tentram kepadanya dan yang
menjadi kepercayaan yang bersih dari kebimbangan dan keraguan.
7
A.Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Bandung : CV Pustaka setia, 1997), hlm.11.
32
Berdasarkan pengertian-pengertian tadi dapat dirumuskan bahwa
aqidah adalah dasar-dasr pokok kepercayaan atau keyakinan hati seorang
muslim yang bersumber dari ajaran Islam yg wajib dipegang oleh setiap
muslim sebagai sumber keyakinan yang mengikat. Sementara kata “akhlak”
juga berasal dari bahasa Arab, yaitu [‫ ]ﺧﻠﻖ‬jamaknya [‫ ]أﺧﻼق‬yang artinya
tingkah laku, perangai tabi’at, watak, moral atau budi pekerti. Dalam Kamus
Besar Bahasa Indonesia, akhlak dapat diartikan budi pekerti, kelakuan. Jadi,
akhlak merupakan sikap yang telah melekat pada diri seseorang dan secara
spontan diwujudkan dalam tingkah laku atau perbuatan. Jika tindakan
spontan itu baik menurut pandangan akal dan agama, maka disebut akhlak
yg baik atau akhlaqul karimah, atau akhlak mahmudah. Akan tetapi apabila
tindakan spontan itu berupa perbuatan-perbuatan yang jelek, maka disebut
akhlak tercela atau akhlakul madzmumah.
2. Tujuan Aqidah Akhlaq
Aqidah akhlak harus menjadi pedoman bagi setiap muslim. Artinya
setiap
umat
Islam
harus
meyakini
pokok2
kandungan
aqidah
akhlak tersebut. Adapun tujuan aqidah akhlak itu adalah :8
a) Memupuk dan mengembangkan dasar ketuhanan yang sejak lahir.
Manusia adalah makhluk yang berketuhanan. Sejak dilahirkan
manusia terdorong mengakui adanya Tuhan. Firman Allah dalam
surah Al-A’raf ayat 172-173:
8
Ibid, hlm. 13
33
              
                
              
﴾‫﴿اﻷﻋﺮف‬
Artinya: “dan (Ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan kehinaan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian
terhadap jiwa mereka, seraya berfirman: “Bukankah Aku ini
Tuhanmu? “, mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami),
kami jadi saksi” (Kami lakukan yg demikian itu), agar dihari
kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (Bani
Adam) adalah orang-orang yg lengah terhadap ini (Keesaan
tuhan)” atau agar kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya
orang-orang tua kami telah mempersekutukan Tuhan sejak dulu,
sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang datang
sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami
karna perbuatan orang-orang yang sesat dahulu. (QS. Al A’raf
171-172) 9
Dengan naluri ketuhanan, manusia berusaha untuk mencari
tuhannya, kemampuan akal dan ilmu yang berbeda2 memungkinkan
manusia akan keliru mengerti tuhan. Dengan aqidah akhlak, naluri
atau kecenderungan manusia akan keyakinan adanya Tuhan Yang
Maha Kuasa dapat berkembang dengan benar.
b) Aqidah akhlak bertujuan pula membentuk pribadi muslim yang luhur
dan mulia. Seseorang muslim yang berakhlak mulia senantiasa
bertingkah laku terpuji, baik ketika berhubungan dengan Allah,
dengan sesama manusia, makhluk lainnya serta dengan alam
lingkungan. Oleh karena itu, perwujudan dari pribadi muslim yang
luhur berupa tindakan nyata menjadi tujuan dalam aqidah akhlak.
9
Depag RI. Al Qur’an dan Terjemah, (Semarang: Toha Putra), hlm. 571
34
c) Menghindari diri dari pengaruh akal pikiran yang menyesatkan.
Manusia diberi kelebihan oleh Allah dari makhluk lainnya berupa akal
pikiran. Pendapat yang semata-mata didasarkan atas akal manusia,
kadang-kadang menyesatkan manusia itu sendiri. Oleh karna itu, akal
pikiran perlu dibimbing oleh aqidah akhlak. agar manusia terbebas
atau terhindar dari kehidupan yang sesat.
Secara umum, belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan
perilaku, akibat interaksi individu dengan lingkungan. Jadi perubahan
perilaku adalah hasil belajar. Artinya seseorang dikatakan telah
belajar, jika ia dapat melakukan sesuatu yang tidak dapat dilakukan
sebelumnya.
Akidah Akhlak merupakan mata pelajaran yang memiliki
kontribusi dalam memberikan motivasi kepada peserta didik untuk
mempraktikan akhlak al karimah dan adab islami dalam kehidupan
sehari-hari sebagai manifestasi dari keimanannya kepada Allah SWT,
malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, Rasul-rasul-Nya, serta Qada’ dan
Qadar.
Namun demikian untuk mencapai tujuan (peningkatan keimanan
dan pembentukan akhlak al karimah) tersebut tidaklah mudah,
diperlukan strategi/metode yang tepat dalam proses pembelajarannya.
35
C. Pembinaan Akhlaqul Karimah
A. Pengertian Pembinaan Akhlaqul Karimah
Definisi pembinaan merupakan kata noun yakni proses, cara,
perbuatan membina (negara), pembaharuan, penyempurnaan, usaha,
tindakan, dan kegiatan yang dilakukan secara efisien dan efektif untuk
memperoleh hasil yang lebih baik. Sedangkan membina merupakan kata
verbal artinya membangun, mendirikan, mengusahakan supaya lebih baik.10
Dalam rangka meningkatkan Pendidikan Agama Islam
terutama
Aqidah Akhlaq disekolah, maka perlu adanya program-program pembinaan
akhlak yang bersifat ekstrakurikuler dalam berbagai hal untuk menambah
wawasan tentang agama Islam. Seperti yang dikemukakan oleh Sudirjo
yaitu : “Kegiatan diluar jam biasa yang bertujuan agar siswa lebih mengikuti
apapun yang dipelajari dalam kegiatan intrakurikuler.”
Sekolah dalam menyelenggarakan program-program pembinaan
akhlak diluar jam pelajaran (ekstrakurikuler) dilakukan untuk menambah
pengetahuannya tentang agama Islam yang lebih mendalam serta untuk
mengaplikasikan Pendidikan Agama Islam. Program pembinaan akhlak itu
meliputi :
a. Pesantren Kilat
b. Pembagian Zakat
c. Peringatan Hari Raya Qurban
d. Peringatan Hari Besar Islam
10
Zuhairi, Metodologi Pendidikan Agama Islam, ( Surabaya. Ramadhani ,1993) hlm. 51
36
e. Sholat Berjamaah dan Sholat Jum’at
f. Pengajian Rutin
g. Ekstra Baca Tulis Al Qur’an
Dengan demikian, program pembinaan akhlak diatas mempunyai
beberapa tujuan antara lain :11
1)
Menanamkan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa
sesuai dengan misi sekolah.
2)
Agar para siswa mampu melaksanakan ajaran Islam dengan kesadaran
sendiri tanpa membebani orang lain, misalnya siswa mampu
mengerjakan sholat dengan benar, mampu membaca Al Qur’an,
berperilaku baik, berkepribadian muslim dan mengembangkan potensi
yang dimiliki.
3)
Sarana untuk pencegahan dan kecenderungan siswa-siswa yang
mengarah kepada hal-hal yang negatif.
4)
Untuk menanamkan rasa solidaritas antar siswa, guru dan karyawan
serta kepedulian sosial.
5)
Untuk memberikan pengarahan dan bimbingan tentang ajaran Islam
dengan benar dalam rangka memperbaiki akhlak siswanya.
Sedangkan materi Pembinaan Akhlak tidak lepas dari orientasi tentang
tujuan akhlak karena materi adalah bahan apa dan bagaimana denan materi
itu tergantung si pelakunya manusia mau diapakan dengan materi tersebut,
pantaslah disebut manusia merupakan objek materi akhlak. Sementara
11
Ibid,hlm. 53
37
akhlak sebagai penghias bagi karakter manusia dan manusia yang dikatakan
baik atau buruknya itu dapat dilihat dari perbuatan akhlaknya.
Manusia yang berakhlak (orang yang berbudi pekerti) dapat berbuat,
dapat mencintai serta membedakan perbuatan-perbuatan mana yang baik
dilakukan serta perbuatan-perbuatan yang harus ditinggalkan maupun
dibasmi.
Materi pendidikan akhlak adalah bahasan atau hal ihwal yang menjadi
pembahasan dalam usaha mendidik anak, untuk mencapai tujuan
kebahagiaan dunia dan akherat. Sedang materi pendidikan akhlak
merupakan pendidikan agama yang menjamin untuk memperbaiki akhlak
anak.
Hal ini sesuai dengan pendapat Muhammad Yunus yaitu “Pendidikan
agama mempunyai kedudukan yang tinggi dan paling utama karena
pendidikan agama menjamin untuk memperbaiki akhlak anak dan
mengangkat mereka ke derajat yang tinggi serta hidup bahagia. Jadi masalah
materi tidak lepas dari orientasi tentang tujuan akhlak itu sendiri, yaitu agar
pada diri anak didik mempunyai akhlaqul karimah.12
B. Dasar dan tujuan Pembinaan Akhlaqul Karimah
Pembinaan adalah suatu usaha yang dilakukan dengan sadar,
berencana,
teratur
dan
terarah
serta
bertanggung
jawab
untuk
mengembangkan kepribadian dengan segala aspeknya. Yang dimaksud
12
Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, (Bandung : Remaja
Rosdakarya, 2012), hlm. 13.
38
dengan kepribadian adalah kepribadian yang sempurna. Menurut Ali AlQodli, kepribadian yang sempurna itu adalah :13
a.
Kepribadian yang mantap, yang sanggup memproduksi hal-hal yang
rasional selaras dengan batas-batas kemampuan bakatnya.
b.
Sanggup mempererat hubungan yang sehat dengan segala lapisan
masyarakat.
c.
Sanggup menanggung beban kehidupan dengan rasa tanpa adanya
kontradiksi di dalam tingkah lakunya.
Jadi tujuan dari pembinaan akhlakul karimah disini adalah untuk
membentuk pribadi-pribadi yang sempurna yang dapat dijadikan pedoman
hidup dalam kehidupan masyarakat dan negara.
C. Sumber Hukum Akhlakul karimah
Apabila di perhatikan kehidupan lingkungan umat manusia maka akan
di jumpai tingkah laku manusia yang bermacam-macam yang berbeda
antara yang satu dengan yang lainya, bahkan dalam penilaian tentang
tingkah laku itu berbeda tergantung pada batasan pengertian baik dan buruk
dalam suatu lapisan masyarakat atau lebih dikenal dengan sebutan norma.
Dan norma inilah yang menjadi sumber hukum akhlak seseorang.
Namun yang penulis maksud dengan sumber akhlak yang didasarkan
pada norma-norma ajaran Islam yaitu norma yang datangnya dari allah SWT
dan Rasulnya dalam bentuk ayat-ayat Al-Qur’an dan pelaksanaanya di
13
Hasanuddin, , Aqidah Akhlak, (Bandung: Rosda Karya, 2006), hlm. 17
39
lakukan oleh Rasulullah. Sumber itu adalah hukum Al-qur’an dan al-Hadist
yang mana kedua sumber ini merupakan hukum ajaran Islam.
Disamping kedua sumber hukum ajaran Islam yang disebut di atas,
sumber hukum akhlak juga didasarkan pada hasil pemikiran Ulama dan
filosof. Jadi dengan demikian yang menjadi sumber hukum akhlakul
karimah itu ada tiga yaitu Al-qur’an, al-Hadist dan hasil pemikiran para
Ulama’ dan filosof.
Sehubungan dengan sumber hukum akhlakul karimah diatas, banyak
ayat –ayat al-qur’an dan Hadist nabi yang menjadi dasar hukum akhlak di
antaranya adalah :
a.
surat Al-Qalam ayat 4:14
( ٤ : ‫ﻖ َﻋ ِﻈﯿْﻢٍ ) اﻟﻘﻠﻢ‬
ٍ ُ‫ﻚ ﻟَ َﻌﻠَﻰ ُﺧﻠ‬
َ ‫َوإِﻧﱠ‬
“dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang
agung.(QS: Al Qolam:4)
b.
Sedangkan hadist nabi yang menjadi dasar sumber hukum akhlak
adalah:
‫ﷲ ﺻﻠّﻰ ﷲ َﻋﻠَ ْﯾ ِﮫ‬
ِ ‫ ﻗَﺎل رﺳُو َل‬: ‫ﻋَنْ اﺑﻰ ھُرَ ﯾْرَ َة رَ ﺿِ ﻰَ ﷲ َﻋ ْﻧ ُﮫ َﻗﺎ َل‬
(‫ )رواه اﺣﻣد‬.‫َو َﺳﻠّم إِ ﱠﻧﻣَﺎ ُﺑ ِﻌﺛْتُ ﻻ َﺗ ﱡﻣ َم َﻣﻛَﺎر َم اﻷﺧﻼق‬
“Dari abu Hurairah r.a berkata : bahwa rasullullah bersabda :
sesungguhnya aku diutus ke muka bumi adalah untuk menyempurnakan
akhlak yang baik. (H.R. Ahmad)
Itulah sebagian ayat-ayat al-qur’an dan Hadist nabi yang dapat penulis
kemukakan sebagai sumber hukum akhlak yang mulia atau akhlakul
14
Depag RI. Al Qur’an dan Terjemah, (Semarang: Toha Putra), hlm. 117
40
karimah, dimana kesemuanya itu mencerminkan atau tercermin dalam
kepribadian Rasullullah.
D. Macam-macam Akhlaqul Karimah
Akhlakul karimah (sifat-sifat terpuji) ini banyak macamnya,
diantaranya adalah husnuzzan, gigih, berinisiatif, rela berkorban, tata karma
terhadap makhluk Allah, adil, ridho, amal shaleh, sabar, tawakal, qona’ah,
bijaksana, percaya diri dan masih banyak lagi. 15 Dan semua itu dapat dibagi
menjadi 2 bagian :
a. Akhlak kepada Pencipta
Salah satu perilaku atau tindakan yang mendasari akhlak kepada
Pencipta adalah Taubat.Taubat secara bahasa berarti kembali pada
kebenaran.Secara istilah adalah meninggalkan sifat dan kelakuan yang
tidak baik,salah atau dosa dengan penuh penyesalan dan berniat serta
berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang serupa. Dengan kata
lain,taubat mengandung arti kembali kepada sikap,perbuatan atau
pendirian yang baik dan benar serta menyesali perbuatan dosa yang
sudah terlanjur dikerjakan.
Menurut Ibnu Katsir, Taubat adalah Tobat adalah menjauhkan diri
dari perbuatan dosa dan menyesali atas dosa yang pernah dilakukan pada
masa lalu serta yakin tidak akan melakukan kesalahan yang sama pada
masa mendatang.
15
Zuhairi, Metodologi Pendidikan Islam, (Surabaya: Ramadhani,1993), hlm. 48
41
Menurut A.Jurjani, Tobat adalah kembali pada Allah dengan
melepaskan
segala
keterikatan
hati
dari
perbuatan
dosa
dan
melaksanakan segala kewajiban kepada Tuhan.
Menurut Hamka, Tobat adalah kembali ke jalan yang benar setelah
menempuh jalan yang sangat sesat dan tidak tentu ujungnya.
b.
Akhlak terhadap Sesama
Setelah mencermati kondisi realitas social tentunya tidak terlepas
berbicara masalah kehidupan.Masalah dan tujuan hidup adalah
mempertahankan hidup untuk kehidupan selanjutnya dan jalan
mempertahankan
hidup
hanya
dengan
mengatasi
masalah
hidup.Kehidupan sendiri tidak pernah membatasi hak ataupun
kemerdekaan seseorang untuk bebas berekspresi,berkarya.Kehidupan
adalah saling berketergantungan antara sesama makhluk dan dalam
kehidupan pula kita tidak terlepas dari aturan-aturan hidup baik
bersumber dari norma kesepakatan ataupun norma-norma agama,karena
dengan norma hidup kita akan jauh lebih mewmahami apa itu akhlak
dalam hal ini adalah akhlak antara sesama manusia dan makhluk
lainnya.
Dalam akhlak terhadap sesama dibedakan menjadi dua macam :16
a) Akhlak kepada sesama muslim.
Sebagai umat pengikut Rasullulah tentunya jejak langkah
beliau merupakan guru besar umat Islam yang harus diketahui dan
16
Ibid, hlm. 49
42
patut ditiru, karena kata rasululah yang di nukilkan dalam sebuah
hadits
yang
artinya
“sesungguhnya
aku
di
utus
untuk
menyempurnakan akhlak yang mulia”. Yang dimaksud akhlak yang
mulia adalah akhlak yang terbentuk dari hati manusia yang
mempunyai nilai ibadah setelah menerima rangsangan dari keadaan
sosial. Karena kondisi realitas social yang membentuk hadirnya
karakter seseorang untuk menggapai sebuah keadaan. Contohnya:
ketika kita ingin di hargai oleh orang lain, maka kewajiban kita
juga harus menghargai orang lain,menghormati orang yang lebih
tua, menyayangi yang lebih muda, menyantuni yang fakir karena
hal itu merupakan cirri-ciri akhlak yang baik dan terpuji. Contoh
lain yang merupakan akhlak terpuji antar sesama muslim adalah
menjaga lisan dalam perkataan agar tidak membuat orang lain
disekitar kita tersinggung bahkan lebih menyakitkan lagi ketika kita
berbicara hanya dengan melalui bisikan halus ditalinga teman
dihadapan teman-teman yang lain, karena itu merupakan etika yang
tidak sopan bahkan diharamkan dalam islam.
b) Akhlak kepada sesama non muslim
Akhlak antara sesama non muslim, inipun diajarkan dalam
agama karena siapapun mereka, mereka adalah makhluk Tuhan
yang punya prinsip hidup dengan nilai-nilai kemanusiaan. Namun
sayangnya terkadang kita salah menafsirkan bahkan memvonis
siapa serta keberadaan mereka ini adalah kesalahan yang harus
43
dirubah mumpung ada waktu untuk perubahan diri. Karena hal ini
tidak terlepas dari etika social sebagai makhluk yang hidup social.
Berbicara masalah keyakinan adalah persoalan nurani yang
mempunyai asasi kemerdekaan yang tidak bias dicampur adukkan
hak asasi kita dengan hak merdeka orang lain, apalagi masalah
keyakinan yang terpenting adalah kita lebih jauh memaknai
kehidupan social karena dalam kehidupan ada namanya etika
social. Berbicara masalah etika social adalah tidak terlepas dari
karakter kita dalam pergaulan hidup, berkarya hidup dan lain-lain.
Contohnya bagaimana kita menghargai apa yang menjadi
keyakinan mereka, ketika upacara keagamaan sedang berlangsung
,mereka hidup dalam minoritas sekalipun. Memberi bantuan bila
mereka terkena musibah atau lagi membutuhkan karena hal ini
akhlak yang baik dalam kehidupan non muslim.
E. Strategi Pembinaan Akhlaqul Karimah
Pembinaan akhlak merupakan tumpuan perhatian pertama dalam
islam. Hal ini dapat dilihat dari salah satu misi kerasulan Nabi Muhammad
SAW. yang utamanya adalah untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.
Dalam salah satu hadist beliau yaitu:
‫ق‬
ِ ‫إَﻧﱠﻤَﺎ ﺑُ ِﻌﺜْﺖُ ﻷُﺗَ ﱢﻤ َﻢ َﻣﻜَﺎ ِر َم اﻷَﺧْ َﻼ‬
“ Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.)
(HR.Ahmad).
44
Perhatian islam demikian dalam pembinaan akhlak ini dapat pua
dilihat dari perhatian islam terhadap pembinaan jiwa yang harus
didahulukan daripada pembinaan fisik, karena dari jiwa yang baik inilah
akan menghasilkan perbuatan yang baik kepada manusia sehingga
menghasilkan kebaikan dan kebahagiaan pada seluruh kehidupan manusia,
lahir dan bathin.
Beberapa metode yang biasa digunakan dalam pembentukan akhlak
antara lain:
a. Metode Keteladanan
Keteladanan merupakan perbuatan yang patut ditiru dan dicontoh
dalam
praktek
pendidikan,
anak
didik
cenderung
meneladani
pendidiknya. Karena secara psikologis anak senang meniru tanpa
memikirkan dampaknya. Amr bin Utbah berkata kepada guru anaknya,
"Langkah pertama membimbing anakku hendaknya membimbing dirimu
terlebih dahulu. Sebab pandangan anak itu tertuju pada dirimu maka yang
baik kepada mereka adalah kamu kerjakan dan yang buruk adalah yang
kamu tinggalkan."
b. Metode Latihan dan Pembiasaan.
Mendidik dengan melatih dan pembiasaan adalah mendidik
dengan cara memberikan latihan-latihan terhadap suatu norma tertentu
kemudian membiasakan untuk mengulangi kegiatan tertentu tersebut
berkali-kali agar menjadi bagian hidupnya, seperti sholat, puasa,
46
BAB III
KAJIAN OBJEK PENELITIAN
A. Data Umum
1. Sejarah Singkat MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati
Madrasah Tsanawiyah atau MTs Darul Falah adalah satuan
pendidikan setingkat sekolah Lanjutan Tingkat Pertama ( SLTP ) berciri
khas agama Islam yang menyelenggarakan program pendidikan 3 tahun
setelah Madrasah Ibtidaiyah atau Sekolah Dasar. MTs Darul Falah dikelola
Oleh Yayasan Pelita Desa Akta Notaris Sugainto, SH No. 8 tanggal 7 Juli
1987 yang berkedudukan di Desa Sirahan Kec. Cluwak Kab. Pati.
Kurang lebih tiga puluh lima tahun yang lalu para pemuka agama
Islam bersama – sama Masyarakat Desa Sirahan berupaya untuk memiliki
sebuah lembaga pendidikan formal setingkat SLTP yang berciri khas
agama islam. Berkat kerja keras para pendiri dan dukungan masyarakat
pada saat itu berdirilah MTs darul Falah tepatnya pada tanggal 11
November 1970. Namun untuk mendapatkan piagam terdaftar sebagai
dasar penyelenggaraan pendidikan dari Departemen Agama tidakalah
mudah. Setelah selang waktu kurang lebih tujuh tahun dari berdirinya
barulah MTs Darul Falah mendapatkan piagam terdaftar dari Kantor
Wilayah Departemen Agama Propinsi Jawa Tengah dengan Piagam No;
Lk/3.c/174/Pgm.Ts/78 tanggal,1 Januari 1978.
Dengan demikian maka sejak didapatkannya Piagam Terdaftar
tersebut berarti MTs Darul Falah telah diberikan hak penuh untuk
47
menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran serta diperbolehkan pula
untuk mengikuti ujian negara.
Dengan status terdaftar yang sudah dimiliki nampaknya masih
belum memberikan kepercayaan yang berarti bagi masyarakat. Kemudian
dengan segala kekurangan dan kelebihannya Madrasah Darul Falah terus
berbenah diri untuk meningkatkan status dari terdaftar ke status diakui.
Dua kali akreditasi ulang yang diikuti setiap lima tahun sekali
belum memberikan perubahan status yang ada. Kemudian pada Akreditasi
ketiga pada tahun 1993 barulah terjadi perubahan status dari terdaftar naik
ke status diakui dengan piagam diakui No; Wk/5.d/243/Pgm/MTs 1993.
Setelah lima tahun kemudian kembali mengikuti akreditasi dengan
mendapatkan
status
yang
sama
yaitu
diakui
dengan
No.
B/WK/MTs/744/1999.
Status diakui yang telah dimiliki memberikan kegembiraan
tersendiri bagi pengelola Madrasah. Hal ini karena dengan status tersebut
nampak adanya peningkatan kepercayaan masyarakat dan animo
masyarakat untuk menyerahkan putra putri mereka untuk dididik di MTs
Darul Falah. Sehingga pada sampai saat ini jumlah siswa telah mencapai
390 siswa. Hal ini menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap
keberadaan madrasah semakin besar dan luas.
Setelah akreditasi tahun 1999 lima tahun berikutnya yaitu tahun
2005 kembali mengikuti akreditasi. Status diakui masih tetap bertahan
48
pada akreditasi tahun 2005 tersebut, hanya saja istilah akreditasi
mengalami perubahan dari status diakui menjadi terakreditasi B.
Dari beberapa keberhasilan yang telah dicapai saat ini tidak dapat
melupakan jasa para tokoh pendiri antara lain KH. Ahmad Zen Faqih, K.
Sukahar Abdul Hadi, H. Ali Mahmudi dan dari kalangan pemuda saat itu
H. Abdul Muhith Zuhri, SH. dan Syamsuddin Sukahar, BcHk.1
2. Visi dan Misi Mts Darul Falah
a.
Visi Madrasah
Terbentuknya Insan yang Unggul Dalam Keimanan, Keilmuan,
Keahlian dan Akhlakul Karimah
b. Misi MTs Darul Falah
1.
Menumbuhkan penghayatan dan pengamalan terhadap ajaran
agama Islam.
2.
Melaksanakan pendidikan ilmu keislaman dan ilmu pengetahuan
melalui proses tarbiyah, ta’lim dan ta’dib.
3.
Mewariskan nilai-nilai keislaman, kebudayaan, pemikiran dan
keahlian kepada generasi penerus.
4.
Mendorong dan membantu setiap siswa untuk mengenali potensi
dirinya untuk dikembangkan dengan didasari akhlakul karimah
c. Tujuan Madrasah
1) Manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT.
1
Dokumentasi Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati, dikutip pada
tanggal 6 Juni 2015.
49
2) Manusia yang memiliki ilmu keagamaan yang cukup serta mampu
menghayati dan menerapkan dalam kehidupan bermasyarakat.
3) manusia yang memiliki kecerdasan, pengetahuan, keahlian serta
memiliki wawasan teknologi.
4) Manusia yang berkepribadian, bertanggungjawab, mandiri dan
berakhlaqul karimah.
3. Keadaan Guru dan Siswa.
a.
Keadaan Guru
Guru MTs Darul Falah Sirahan dari segi kualitas dituntut untuk lebih
profesional dan lebih kompoten dalam profesinya. Dari segi kuantitas guru
di MTs Darul Falah Sirahan sudah mamadai yaitu berjumlah 32. Secara
spesifik dapat dilihat dalam tabel berikut ini.
Tabel. 1
Data Tenaga Pendidik
Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati
Tahun Pelajaran 2014/20152
NO
NAMA
MAPEL
1.
Ainur Rofiq, S.Pd., M.Pd.I.
PKn
2
Mu’alim, S.Th.I., M.Pd.I.
Aqidah Akhlaq
3
KH. Masyhudi Noor
Fiqih
4
Eko Ali Akhwan,S.Pd.
Matematika
5
Suwoto, S.Pd.
B. Indonesia
6
Abdul Haris
Qur’an Hadits
2
JABATAN
Kepala Madrasah
Wali Kelas
Dokumentasi Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati, dikutip pada
tanggal 6 Juni 2015.
50
7
Moh. Syamhadie, S.Pd.I.
Muatan Lokal
Wali Kelas
8
Nuridin, S.Pd.
IPA
9
Muhamad Afif Khalili, S.Pd. Matematika
10
Moh. Ma’ruf, S.Pd.I.
SKI
11
M. Khumaidi
Fiqih
WaliKelas
12
Rodhi Arif, S.Pd.I
B. Inggris
WaliKelas
13
Ahmad Anshori, S.Pd.I.
Mulok
14
Saifuddin, S.Pd.I.
Mulok
15
Ahmad Yusuf, S.Pd.I.
Seni Budaya
WaliKelas
16
Aminuddin, S.Pd.I.
B.Arab
WaliKelas
17
Sutrisno, S.Pd.I
SKI
WaliKelas
18
Siti Maria Shofa, SE
IPS
19
Nina Munfarida, S.Pd.
IPA
20
Zainal Muhlisin, S.Pd.I.
Al Qur’an Hadits
WaliKelas
21
Yusuf Karim, S.Pd.I.
B. Arab
WaliKelas
22
Abdul Rouf
Aqidah Akhlaq
WaliKelas
23
Ely Ernawati, A.Ma.Pus.
SB
24
Mufarih Niam, S.Pd.
Bahasa Indonesia
WaliKelas
25
Luk Luk Alfi Hidayah, S.Pd.
IPS
WaliKelas
26
Ahmad Saifuddin
Mulok Agama
27
Anni Muflichah, S.Pd
IPA
28
Siti Muizah, SS.
Bahasa Arab
WaliKelas
29
Uswatun Hasanah, S.Pd.
Bahasa Inggris
WaliKelas
30
Yulia Fanamali, S.Pd.
MTK
31
Ahmad Ridwan,S.Kom.
TIK
32
Amin Jamaluddin
PKn
51
Tabel. 2
Data Tenaga Kependidikan
Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati
Tahun Pelajaran 2014/20153
NO
NAMA
TUGAS
1
Ainur Rofiq, S.Pd., M.Pd.I.
Kep. Madrasah
2
Mu’allim, S..Th.I., M.Pd.I.
Waka Kurikulum
3
Nina Munfarida, S.Pd.
Waka Kesiswaan
4
Moh. Ma’ruf, S.Pd.I.
K.TU
5
Muhammad Afif Khalili, S.Pd.
Staf TU Bid. Persuratan
6
Siti Maria Shofa, SE
Bendahara
7
Ely Ernawati, A.Ma
Staf TU
8
Robiatun Adawiyah,S.H.I.
Staf TU
9
Ahmad Ridwan, S.Kom.
Staf TU
10
Amin Jamaluddin
Staf TU
11
Budi Ediyanto
Satpam
b. Keadaan Siswa
Siswa Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati dari
kelas VII sampai dengan kelas XI pada Tahun Pelajaran 2014/2015
mencapai 502 siswa. Adapun rekapitulasinya dapat dilihat pada tabel di
bawah ini:
3
Dokumentasi Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati, dikutip pada tanggal 6
Juni 2015
52
Tabel. 2
Rekapitulasi Jumlah Siswa
Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati
Tahun Pelajaran 2014/20154
NO
KELAS
L
P
JML
1
VII A
11
23
34
2
VII B
10
23
33
3
VII C
10
25
35
4
VII D
20
14
34
5
VII E
20
16
36
6
VIII A
18
22
40
7
VIII B
17
23
40
8
VIII C
15
24
39
9
VIII D
16
24
40
10
IX A
12
22
34
11
IX B
12
23
35
12
IX C
12
22
34
13
IX D
11
23
34
14
IX E
12
22
34
TOTAL
TOTAL
172
159
171
502
B. Data Khusus
1. Strategi guru Aqidah Akhlaq
Strategi atau metode merupakan cara yang dalam fungsinya
merupakan alat untuk mencapai tujuan. Sebagai alat untuk mencapai
tujuan tidak selamanya metode berfungsi secara optimal, oleh karena itu
4
Dokumentasi Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati, dikutip pada
tanggal 6 Juni 2015
53
perlu adanya kesesuaian antara situasi dan kondisi saat proses belajarmengajar berlangsung5.
Adapun strategi yang digunakan guru Akidah Akhlak di MTs. Darul
Falah Sirahan Cluwak Pati adalah:
a.
Keteladanan
Keteladanan merupakan perbuatan yang patut ditiru dan
dicontoh dalam praktek pendidikan, anak didik cenderung meneladani
pendidiknya. Karena secara psikologis anak senang meniru tanpa
memikirkan dampaknya. Amr bin Utbah berkata kepada guru
anaknya,
"Langkah
pertama
membimbing
anakku
hendaknya
membimbing dirimu terlebih dahulu. Sebab pandangan anak itu
tertuju pada dirimu maka yang baik kepada mereka adalah kamu
kerjakan dan yang buruk adalah yang kamu tinggalkan."
Dengan mengutip peribahasa Indonesia yang tidak asing bagi
kalangan guru aqidah akhlaq dan siswa yaitu “guru kencing berdiri,
murid kencing berlari”, “Buah jatuh tidak akan jauh dari pohonnya”.
Maksud dari peribahasa tersebut adalah guru adalah sebagai tolok
ukur keadaan siswa, jika seorang guru khususnya guru Aqidah Akhlaq
mempunyai tingkah laku yang baik, begitu juga dengan tingkah laku
siswanya pasti akan baik juga walaupun tidak sebagus gurunya
minimal siswa mau melakukan yang terbaik. Jika seorang guru
mempunyai tingkah laku yang tidak baik sudah barang tentu akan
5
Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Agama Islam, (Bandung : Remaja Rosdakarya,
2012), hlmn.17
54
mempengaruhi tingkah laku siswa, meskipun ada beberapa siswa yang
tingkah lakunya tetap baik. Dengan strategi tersebut guru harus bisa
menjadi panutan bagi siswa6.
Adapun keteladanan yang dicontohkan guru kepada siswa MTs.
Darul Falah adalah:
a) Datang dan pulang Sekolah tepat waktu
b) Selalu berpakaian rapi dan sopan
c) Mengucapkan Salam Sebelum dan Sesudah Belajar
d) Selalu berdo’a sebelum dan sesudah belajar
e) Menggunakan bahasa yang baik dan sopan saat berkomunikasi
dengan siapapun.
b. Latihan dan Pembiasaan.
Untuk meningkatkan keimanan dan akhlaq sebagai manivestasi
dari
pembelajaran
Aqidah
Akhlaq
diperlukan
latihan
dan
pembiasaansecara berulang-ulang oleh guru di sekolah maupun oleh
orang tua dirumah, karena kacakapan hidup siswa (life skill) perlu
dibina dan dibiasakan untuk senantiasa berpikir dan berakhlaq positif.
Mendidik dengan melatih dan pembiasaan adalah mendidik dengan
cara memberikan latihan-latihan terhadap suatu norma tertentu
kemudian membiasakan untuk mengulangi kegiatan tertentu tersebut
berkali-kali agar menjadi bagian hidupnya.
Hasil Wawancara dengan Bpk. Mu’alim, S.Th.I., M.Pd.I.selaku guru mapel Aqidah
Akhlaq pada tanggal 11 Juni 2015
6
55
Untuk strategi ini guru aqidah akhlaq bersama pengurus satuan
pendidikan mempunyai beberapa upaya, yaitu :
a)
Menutup pintu gerbang sekolah pada pukul 07.00
b) Bersalaman saat datang disekolah. Dan saat pulang sekolah pada
jam terakhir.
c)
Siswa diwajibkan nadloman dikelas sebelum pelajaran dimulai
dipagi hari.
d) Siswa diwajibkan membaca Asma’ul Husna sebelum pulang
sekolah.
e)
Membuat surat keterangan mengaji Al Qur’an sehingga setiap
satu semester perkembangan pengajian siswa dapat dipantau.
f)
Menerbitkan buku kegiatan Ramadlan yang bisa memantau
kegiatan siswa dirumah setiap hari meliputi keaktifan solat
tarowih, tadarus, mengaji Alqur’an, mengaji kitab kuning,
mengikuti kultum dan lain-lain.
2. Pembinaan Ahlakul Karimah
Dalam membina akhlaqul karimah siswa ada beberapa metode yang
digunakan, yaitu :
a. Pendidikan akhlak secara langsung, yaitu dengan cara menggunakan
petunjuk, tuntunan, nasehat, menyebutkan manfaat dan bahayabahayanya sesuatu, dimana pada siswa dijelaskan hal-hal yang
bermanfaat dan yang tidak bermanfaat, menuntun kepada amal-amal
56
baik, mendorong mereka berbudi pekerti yang tinggi dan menghindari
hal-hal yang tercela. Kemudian mewajibkan siswa melakukan praktik
sesuai materi yang diajarkan, semisal: materi tentang etika siswa
terhadap guru, maka guru memberikan dalil-dalil yang berhubungan
dengan materi tersebut beserta hikmahnya selanjutnya
siswa
mempraktikannya dengan cara setiap bertemu sang guru harus
bersalaman dan mencium tangan sang guru, siswa laki-laki tidak
diperbolehkan bersalaman dengan guru perempuan begitu juga dengan
sebaliknya.
b. Pendidikan akhlak secara tidak langsung, yaitu dengan jalan sugesti
seperti menceritakan kisah-kisah teladan yang mengandung hikmah
kepada siswa, dengan memberikan nasehat-nasehat dan berita
berharga, mencegah mereka membaca cerita-cerita yang menggugah
soal cinta dan pelakon-pelakonnya.
c. Mengambil manfaat dari kecenderungan dan pembawaan anak-anak
dalam rangka pendidikan akhlak.
Disamping itu faktor situasi dan kondisi juga harus diperhatikan
sehingga metode dapat efektif dan proses belajar mengajar dapat
terlaksana dengan baik7.
7
Hasil Wawancara dengan Bpk. Abdul Rouf selaku guru mapel Aqidah Akhlaq pada
tanggal 11 Juni 2015
57
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Pada bab IV ini, penulis membahas terhadap hasil penelitian sebagai berikut:
1.
Pengolahan Data
Setelah data terkumpul, kemudian penulis mengadakan verifikasi data
dengan cara meneliti dan memeriksa hasil jawaban responden, sehingga
diperoleh hasil, antara ain:
a.
Soal angket yang diberikan kepada responden dapat dijawab dengan
sejujurnya.
b.
Semua jawaban responden tidak meragukan tentang kebenarannya,
sehingga mencapai pada sasaran yang diharapkan.
2.
Hasil Pengolahan Data
Hasil penelitian yang penulis peroleh melalui angket yang penulis
sebarkan kepada siswa-siswi Mts Darul Falah Sirahan selanjutnya angket
tersebut diolah dengan jalan perhitungan prosentase.
Analisa data ini terutama dipusatkan untuk mengetahui tentang
peningkatan akhlakul karimah di kalangan siswa Mts Darul Falah Sirahan.
Analisa ini disusun berdasarkan kepada pernyataan penelitian yang akan
penulis paparkan yang meliputi:
58
1.
Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul Karimah
Siswa
Dalam penyelenggaraan pendidikan Aqidah Akhlaq di Mts Darul
Falah Sirahan menggunakan Kurikulum KTSP 2006. Atas dasar
kurikulum ini, maka pengajaran Aqidah Akhlaq berlangsung satu kali
pertemuan dalam seminggu. Setiap pertemuan terdiri dari dua jam
pelajaran dengan waktu 35 menit untuk setiap satu jam pelajaran.
Ruang lingkup Aqidah Akhlaq meliputi keserasian, keselarasan dan
keseimbangan antara hubungan manusia dengan Allah Swt, hubungan
manusia dengan manusia, hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan
hubungan manusia dengan makhluk lain dan lingkungan.
Metode yang digunakan dalam pengajaran pendidikan Agama
Islam yaitu metode ceramah, metode tanya jawab, dan metode latihan.
Pendekatan yang digunakan oleh Guru bidang studi Aqidah Akhlaq
antara lain pendekatan pengalaman, pendekatan pembiasaan, pendekatan
rasional dan pendekatan fungsional.
Ruang lingkup bahan pengajaran Aqidah Akhlaq meliputi 7 unsur
pokok yakni keimanan, ibadah, Al-Qur'an, akhlak, muamalah, syari’ah dan
tarikh.
Pada umumnya siswa memiliki akhlak yang baik kepada Allah
Swt, hal itu dibuktikan dengan melaksanakan perintah dan menjauhkan
larangan-Nya. Salah satu perintah Allah Swt adalah mendirikan shalat
fardlu.
Hal ini menunjukan bahwa dalam diri siswa sudah muncul
59
kesadaran tentang kewajiban terhadap Tuhan yang telah menciptakan dan
memberi beragam nikmat kepada mereka, hal ini juga menunjukan bahwa
menyadari betul bahwa dengan selalu menjalankan sholat akan dapat
membentengi diri dari melakukan perbuatan keji dan munkar.
Dari hasil observasi yang telah ditafsirkan bahwa peran yang
dilakukan Guru dalam meningkatkan akhlakul karimah dengan cara
pendekatan sikap siswa dalam mengikuti pelajaran agama, sebab sikap
atau akhlak siswa dapat dilihat dari senang atau tidaknya terhadap
pelajaran agama. Hal ini terbukti dari hasil angket dengan jawaban hampir
seluruh siswa sebanyak (95 %) menyatakan senang. Artinya bahwa
Peranan Guru dalam memberikan pelajaran Aqidah Akhlaq sangat
disenangi oleh siswa-siswinya.
Hal ini memberikan gambaran bahwa ada itikad baik dari
responden untuk meningkatkan sikap atau akhlak mereka dengan
menyenangi pelajaran agama terlebih dahulu. Tetapi seandainya responden
sudah bersikap apatis atau tidak menyenangi pelajaran agama berarti untuk
meningkatkan akhlakul karimah siswa-siswi menjadi lebih berat.
Gambaran lain menggambarkan Peranan seorang Guru Aqidah
Akhlaq dalam memberikan contoh yang baik kepada siswa-siswinya
tentang datang tepat waktu, menunjukan sebagian besar responden (70 %)
menyatakan tepat waktu. Hal ini menunjukan adanya usaha Guru Aqidah
Akhlaq memberikan yang terbaik dalam memberikan contoh kepada anak
didiknya untuk selalu menghargai waktu.
60
Dan dari observasi dengan guru Aqidah Akhlaq yang menyatakan
bahwa
keteladanan yang dicontohkan guru kepada siswa MTs. Darul
Falah adalah di antaranya datang dan pulang Sekolah tepat waktu , Selalu
berpakaian rapi dan sopan, Mengucapkan Salam Sebelum dan Sesudah
Belajar, Selalu berdo’a sebelum dan sesudah belajar, Menggunakan bahasa
yang baik dan sopan saat berkomunikasi dengan siapapun. Disamping itu
faktor situasi dan kondisi juga harus diperhatikan sehingga metode dapat
efektif dan proses belajar mengajar dapat terlaksana dengan baik
Sehingga Peranan yang dilakukan oleh Guru Aqidah Akhlaq di
MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati dalam membina akhlak siswa,
sangat baik dengan persentase rata-ratanya adalah 80,95 %.
2.
Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pembinaan Akhlaqul
Karimah Siswa.
Setiap usaha manusia, baik positif maupun negatif pasti ada faktor
pendukung dan faktor penghambat terhadap usaha tersebut. Demikian juga
peranan seorang Guru
Aqidah Akhlaq di Mts Darul Falah dalam
menjalankan tugasnya dalam membina Akhlaqul karimah siswa.
a.
Faktor Pendukung
1) Keuletan dan ketelatenan Guru agama yang bersangkutan
2) Kebijakan pimpinan
3) Kemauan keras dari para siswa-siswinya
4) Suport (dukungan) dari orang tua siswa-siswi.
61
b.
Faktor Penghambat
1) Sarana dan prasana yang tidak ada untuk menjalankan ibadah,
seperti; mushola, Al-Qur’an, buku-buku motivasi agama.
2) Kurangnya dukungan dari rekan-rekan Guru, baik moral maupun
tauladan.
3) Sikap siswa yang cenderung apatis dan acuh tak acuh terhadap
nasihat dan himbauan Guru agama.
4) Latar belakang siswa yang heterogen, dan tingkat sosial yang
berbeda.
5) Sikap orang tua yang acuh tak acuh dan apatis terhadap
perkembangan anaknya. Lingkungan keluarga yang kurang
menerapkan
disiplin
kepada
anak-anaknya
dapat
juga
mempengaruhi terjadinya kenakalan siswa, bahwa penyebab yang
paling utama di lingkungan keluarga adalah karena sifat egois dari
anak tersebut, penyebab ini bisa diartikan sebagai kemauan dari si
anak itu sendiri Kemarahan orang tua yang berlebihan terhadap
anak juga dapat menimbulkan bermacam reaksi dari anak yang
pada akhirnya akan menyeret anak untuk melakukan kenakalan.
6) Dewan Sekolah yang kurang berfungsi dengan baik. Sebab
keberhasilan tujuan pendidikan perlu ditunjang oleh kebersamaan
semua stakeholder di sekolah. Di samping lingkungan keluarga
hal yang terpenting dari sebab-sebab timbulnya kenakalan siswa
di MTs Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati adalah lingkungan
62
sekolah. Sekolah juga bisa menyebabkan timbulnya kenakalan
siswa, yang mana penyebab terjadinya kenakalan siswa dipicu
dari adanya pengaruh teman-temanya. Hal ini sangatlah wajar
apabila pengaruh dari teman itu merupakan penyebab yang utama.
Karena pergaulan anak-anak sekarang ini sangatlah bebas apalagi
didukung oleh kemajuan ilmu pengetahuan yang begitu cepat.
Sehingga apabila anak tidak memiliki teman yang baik maka ia
akan terjerumus kepada hal-hal yang negatif, yang dapat
merugikan diri sendiri dan dapat menular kepada teman-teman
yang lain.
7) Lingkungan tempat tinggal siswa. Walaupun seorang Guru sudah
berusaha dengan baik dalam mewujudkan Akhlaqul Karimah bagi
siswanya, namun bila kondisi lingkungan bertolak belakang,
maka hasilnya akan percuma.
Lingkungan masyarakat disini
dimana anak melakukan hubungan sosialnya, baik dengan teman
sebayanya maupun dengan orang yang lebih dewasa. Di
lingkungan masyarakat itulah anak/ remaja menghabiskan
sebagian dari waktu luangnya. Jadi tidak heran kalau kenakalan
yang terjadi pada anak remaja disebabkan karena lingkungan
masyarakat.
8) Media eletronik, diakui atau tidak dengan adanya globalisasi yang
deras melalui media elektronik membuat siswa sukar melepaskan
63
dari pengaruh budaya asing yang justru tidak mencerminkan
akhlak yang mulia (terjadinya degradasi moral).
9) Kemampuan ekonomi keluarga siswa yang kurang atau di bawah
rata-rata. Suatu tujuan agar tercapai memerlukan dana besar atau
kecil. Sebagaimana diketahui, jika anak tidak dapat menikmati
sandang dan pangan secara layak didalam rumahnya, tidak
mendapatkan orang yang akan memberinya sesuatu yang
menunjang
kehidupannya,
kemudian
ia
melihat
bahwa
disekitarnya penuh dengan kemiskinan dan kesusahan, maka anak
akan meninggalkan rumah untuk mencari rizki dan bekal
penghidupan. Dengan demikian, ia akan mudah diperdaya oleh
orang-orang jahat penuh dosa, kejam dan tidak bermoral.
Sehingga ia akan tumbuh di alam masyarakat menjadi penjahat
berbahaya yang mengancam jiwa, harta, dan kehormatan.
3. Hasil Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul
Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati.
Dengan mengetahui bagaimana tanggapan siswa terhadap strategi
guru Aqidah Akhlaq yang telah ditempuh dalam pembinaan Akhlaqul
Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati dapat dijadikan
sebagai tolok ukur keberhasilan dalam pembinaan Akhlaqul Karimah
Siswa.
64
Dari data observasi, angket dan lain-lain bahwa
strategi guru
Aqidah Akhlaq dalam pembinaan Akhlaqul karimah siswa dapat
disimpulkan bahwa usaha guru Aqidah Akhlaq dalam dalam pembinaan
Akhlaqul karimah cukup baik karena dipengaruhi dengan adanya progam
pembiasaan di MTs Darul Falah seperti bersalaman saat datang disekolah
dan saat pulang sekolah pada jam terakhir, siswa diwajibkan nadloman
dikelas sebelum pelajaran dimulai dipagi hari dan keteladanan seorang
guru dan lingkungan yang baik. Hal ini terbukti dengan banyaknya para
siswi yang menerapkan jabat tangan, nadloman dan asma’ul husna setiap
hari di sekolah dan cukup antusiasnya siswa dalam mengikuti kegiatankegiatan keagamaan yang diadakan di luar jam mata pelajaran sekolah.
Namun upaya guru dalam dalam pembinaan Akhlaqul karimah
siswa tidaklah cukup untuk mencapai keberhasilan yang maksimal, karena
itu harus di dukung oleh orang tua dan masyarakat yang kuat. Hal tersebut
merupakan modal yang tidak kalah pentingnya dalam rangka membimbing
anak-anak ke arah yang lebih baik dalam membentuk sikap dan perilaku
akhlak mulia. Dengan dapat dipelajarinya materi Aqidah Akhlaq secara
teori tidak sulit, hal ini dapat mempermudah jalan untuk dapat
mempraktekan-nya dalam kehidupan sehari-hari.
Hasil dari strategi guru dalam pembinaan Akhlaqul karimah di
MTs Darul Falah, sangat baik berdasarkan hasil dari responden dengan
persentase rata-ratanya adalah 80,95 %. Hal ini merupakan gambaran nilai
positif dalam pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah,
65
bahwa peserta didik sudah ada niat untuk selalu berbuat baik atau
berprilaku baik dalam pembelajaran.
Dari penjelasan diatas ada beberpa upaya yang di lakukan guru
Aqidah Akhlaq MTs Darul Falah dalam pembinaan Akhlaqul Karimah
siswa, hal ini pihak sekolah tidak dapat bekerja sendiri, sehingga tidak
lepas dari kerjasama orang tua dan masyarakat.
66
BAB V
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan dari analisis hasil penelitian pembahasan, dapat
disimpulkan bahwa Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan
Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati Tahun
Pelajaran 2014/2015 dapat disimpulkan.
1.
Strategi yang digunakan guru Akidah Akhlak di MTs. Darul Falah
Sirahan cukup singkat, diantaranya yakni mengutip peribahasa
Indonesia yang tidak asing bagi kalangan guru aqidah akhlaq dan siswa
yaitu “guru kencing berdiri, murid kencing berlari”, “Buah jatuh tidak
akan jauh dari pohonnya”. Maksud dari peribahasa tersebut adalah jika
seorang guru mempunyai tingkah laku yang tidak baik sudah barang
tentu akan mempengaruhi tingkah laku siswa, meskipun ada beberapa
siswa yang tingkah lakunya tetap baik. Dengan strategi tersebut guru
harus bisa menjadi panutan bagi siswa
2.
Faktor yang mendukung dalam pembinaan Akhlaqul karimah di MTs
Darul Falah adalah keuletan dan ketelatenan Guru, Kebijakan pimpinan,
Kemauan keras dari para siswa-siswinya. Dan yang menghambat
pembinaan Akhlaqul karimah yaitu kurangnya sarana dan prasana yang
tidak ada, kurangnya dukungan dari rekan-rekan Guru, Sikap siswa
67
yang cenderung apatis dan acuh tak acuh, Latar belakang siswa yang
heterogen, dan tingkat sosial yang berbeda.
3.
Hasil dari strategi guru Aqidah Akhlaq yang dilakukan di MTs Darul
Falah Sirahan Cluwak Pati dalam membina akhlak siswa, sangat baik
berdasarkan hasil dari responden dengan persentase rata-ratanya adalah
80,95 %. Hal ini merupakan gambaran nilai positif, bahwa peserta didik
sudah ada niat untuk selalu berbuat baik atau melaksanakan akhlakul
karimah.
B.
Saran
1.
Lembaga pendidikan harus menanamkan nilai-nilai spiritual atau nilainilai agama pada diri anak sebaik mungkin. Untuk masalah ini, yang
paling penting dan efektif adalah contoh keteladanan dari seorang guru
sendiri untuk taat dalam beragama. Dan menunjukkan sikap mental
suka membantu orang lain, atau anak terus dibimbing untuk
mempunyai jiwa kepedulian sosial yang tinggi.
2.
Masyarakat
hendaknya
ikut
memperhatikan
dan
menciptakan
lingkungan yang sehat dan positif, karena faktor lingkungan ikut
mempengaruhi pembentukan kepribadian dan Akhlaq siswa.
3.
Orang tua harus menanamkan keimanan sejak dini hal ini untuk
membiasakan Akhlaq siswa menjadi lebih baik, karna sudah mulai
terbiasa sejak di keluarga dan akan terbiasa juga ketika di masyarakat
maupun sekolah.
68
C.
Penutup
Alhamdulillah , dengan rahmat dan hidayah Allah SWT maka penulis
dapat menyelesaikan skripsi ini. Penulis menyadari sepenuhnya bahwa
dalam penulisan dan pembahasan skripsi ini masih banyak kekurangan, baik
dari segi bahasa, sistematika maupun analisanya. Hal tersebut semata-mata
bukan kesengajaan penulis, namun karena keterbatasan kemampuan yang
penulis miliki. Karenanya penulis memohon kritik dan saran untuk
perbaikan skripsi ini.
Akhirnya penulis memanjatkan do’a kepada Allah SWT semoga
skripsi ini bermanfaat bagi siapa saja yang berkesempatan membacanya
serta dapat memberikan sumbangan yang positif bagi khazanah ilmu
pengetahuan. Amiin.
STRATEGI GURU AQIDAH AKHLAQ DALAM PEMBINAAN
AKHLAQUL KARIMAH SISWA MTS DARUL FALAH
SIRAHAN CLUWAK PATI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat
Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata I (S.I)
Pada Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan
Oleh :
AHMAD SAIFUDDIN
NIM : 131310001173
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NAHDLATUL ULAMA JEPARA
2015
i
HALAMAN JUDUL
STRATEGI GURU AQIDAH AKHLAQ DALAM PEMBINAAN
AKHLAQUL KARIMAH SISWA MTS DARUL FALAH
SIRAHAN CLUWAK PATI
TAHUN PELAJARAN 2014/2015
ii
NOTA PERSETUJUAN PEMBIMBING
Lamp.
Hal
: 3 Eksemplar
: Naskah Skripsi
An. Sdr. Ahmad Saifuddin
Kepada
Yth. Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan
UNISNU Jepara
Di Jepara
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Setelah saya mengadakan koreksi dan perbaikan seperlunya, maka
bersama ini saya kirimkan Naskah Sekripsi Saudara :
Nama
: Ahmad Saifuddin
NIM
: 131310001173
Jurusan
: Pendidikan Agama Islam
Judul Sekripsi
: Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan
Akhlaqul Karimah Siswa Mts Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati Tahun Pelajaran 2014/2015
Dengan ini saya mohon agar Skripsi saudara tersebut dapat
dimunaqosahkan.
Atas perhatiannya saya ucapkan terima kasih.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Jepara,
Agustus 2015
Pembimbing
Drs. Abdul Rozaq, M.Ag.
iii
ABSTRAK
Ahmad Saifuddin (131310001173) Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam
Pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati Tahun Pelajaran 2014/2015
Skripsi : Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan Universitas Islam Nahdlotul Ulama’ Jepara. Pembimbing
Drs. Abdul Rozaq, M.Ag.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui atau mendiskripsikan Strategi guru
Aqidah Akhlaq dalam membina akhlak karimah siswa di Mts Darul Falah Sirahan
Cluwak Pati dan cara upaya pembinaan yang di terapkan akhlak karimah siswa di
Mts Darul Falah Sirahan Cluwak Pati.
Metode yang peneliti gunakan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan
lapangan, karna dalam penelitian tersebut peneliti mencoba mengamati orang
dalam lingkungan hidupnya, dan tidak menggunakan data berupa angka atau
perhitungan. Adapun yang menjadi subyek penelitian adalah Mahasiswa
Universitas Islam Nahdlotul Ulama’ Jeapara, sedangkan obyek penelitiannya
adalah siswa, Guru dan karyawan MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati.
Peneliti merumuskan beberapa masalah sebagai berikut : Apa Strategi yang
digunakan oleh guru Aqidah Akhlaq dalam membina akhlakul karimah siswa di
MTs. Darul Falah Sirahan Cluwak Pati ?. Faktor apa saja yang mendukung dan
menghambat dalam pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah
Sirahan Cluwak Pati ? Bagaimana hasil dari strategi guru Aqidah Akhlaq dalam
Pembinaan Akhlaqul Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati ?
Hasil penelitian adalah langkah yang dilakukan dalam Strategi guru Aqidah
Akhlaq dalam membina akhlak karimah siswa di Mts Darul Falah Sirahan Cluwak
Pati dan cara upaya pembinaan yang di terapkan akhlak karimah siswa di Mts
Darul Falah Sirahan Cluwak Pati deangan cara pendekatan yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan Studi Kasus (case study) yaitu suatu penelitian
yang dilakukan secara intensif, terinci dan mendalam terhadap suatu organisasi,
lembaga atau gejala tertentu.
Dari paparan peneliti di atas jelas bahwa hasil dari strategi guru Aqidah
Akhlaq yang dilakukan di MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati dalam membina
akhlak siswa, sangat baik berdasarkan hasil dari responden dengan persentase
rata-ratanya adalah 80,95 %. Hal ini merupakan gambaran nilai positif, bahwa
peserta didik sudah ada niat untuk selalu berbuat baik atau melaksanakan
akhlakul karimah.
Kata kunci : Pembinaan Akhlaqul karimah Siswa MTs Darul Falah, Strategi guru
Aqidah Akhlaq dalam pembinaan Akhlaqul karimah dengan berbagai cara.
diantaranya yaitu deangan cara member keteladanan, seorang guru
mempunyai tingkah laku yang baik sudah barang tentu akan mempengaruhi
tingkah laku yang baik pada siswa.
iv
MOTTO
: ‫﴿ اﻟﻤﺠﺎدﻟﮫ‬.... ْ‫ﯾَﺮْ ﻓَ ِﻊ ﷲُ اﻟَ ِﺪﯾْﻦَ اَ َﻣﻨُﻮْ ا ِﻣ ْﻨ ُﻜ ْﻢ وَاﻟَ ِﺬﯾْﻦَ اُوْ ﺗُﻮْ اا ْﻟ ِﻌ ْﻠ َﻢ َد َرﺟَﺖ‬
﴾١١
“Allah SWT akan mengangkat orang-orang yang beriman diantara kamu
dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat” ( QS: Al
Mujadalah:11).1
1
Depag RI. Al Qur’an dan Terjemah, (Semarang: Toha Putra), hlm. 911
v
PERSEMBAHAN
Skripsi ini saya persembahkan untuk :
-Yang terhormat Ayah dan ibuku tercinta
Istri dan anakku tercinta
serta saudara saudaraku yang sudah banyak membantu
dan memberikan motivasi atas terselesaikannya studi S1 UNISNU Jepara.
Semoga Allah segera memberikan kemanfaatan, Amiin
vi
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT,atas limpahan
rahmat,taufiq,hidayah dan inayahnya,sehingga penulis dapat menyelesaikan
skripsi yang berjudul :” Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul
Karimah Siswa Mts Darul Falah Sirahan Cluwak Pati Tahun Pelajaran
2014/2015” yang secara akademis menjadi syarat untuk memperoleh gelar Sarjana
S.1 dalam Ilmu Pendidikan Islam.
Di samping itu, apa yang telah tersaji ini juga tidak lepas dari bantuan
berbagai pihak,kepadanya kami mengucapkan banyak terima kasih :
1. Bapak Prof. Dr. H. Muhtarom,HM. selaku Rektor UNISNU Jepara.
2. Bapak Drs. H. Akhirin Ali, M.Ag. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Ilmu
Keguruan UNISNU Jepara.
3. Bapak Drs. Abdul Rozaq, M.Ag. selaku pembimbing yang selalu memberikan
pengarahan dan perbaikan yang berguna bagi terwujudnya skripsi ini.
4. Segenap Bapak/Ibu dosen Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan dan segenap
karyawan UNISNU Jepara.
5. Bapak dan Ibu tercinta beserta keluarga yang telah banyak memotivasi dan
memberikan bantuan moril maupun materiil.
6. Rekan-rekan seperjuangan yang telah mendorong di kampus UNISNU Jepara.
7. Semua pihak yang telah membantu terselesaikannya penulisan skripsai ini.
Sungguh kami tidak dapat memberikan balasan apapun,kecuali do’a
semoga Allah SWT,memberikan balasan pahala yang berlipat atas amal
kebaikan yang telah di berikan.
vii
Akhirnya kami menyadari bahwa apa yang telah tersaji dalam
penulisan ini masih jauh dari kesempurnaan.Masih banyak hal-hal yang perlu
di perbaiki dan di perdalam lebih lanjut atau hal yang kurang sesuai,karena
hanya sbatas inilah yang dapat penulis sampaikan,maka dngan segala bentuk
kritik dan saran sangat kami harapkan, dimi menindak lanjuti pada kajiankajian yang lebih lanjut.
Jeapara, 15 Agustus 2015
Penulis,
Ahmad Saifuddin
131310001173
viii
TRANSLITERASI ARAB-LATIN
Berdasarkan SKB Menteri Agama dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI
Nomor: 0543 b/ U/1987 tertanggal 22 Januari 1988
A. KONSONAN TUNGGAL
Huruf Arab
Nama
Huruf Latin
Keterangan
‫ا‬
Alif
-
Tidak dilambangkan
‫ب‬
Bấ
B
-
‫ت‬
Tấ
T
-
‫ث‬
Tsấ
S
S dengan titik di atas
‫ج‬
Jỉm
J
-
‫ح‬
Hấ
H
H dengan titik di bawah
‫خ‬
Khấ
Kh
-
‫د‬
Dấl
D
-
‫ذ‬
Zấl
Z
Z dengan titik di atas
‫ر‬
Rấ
R
-
‫ز‬
Zấ
Z
-
‫س‬
Sỉn
S
-
‫ش‬
Syỉn
Sy
-
‫ص‬
Sấd
S
S dengan titik di bawah
‫ض‬
Dấd
D
D dengan titik di bawah
‫ط‬
Tấ
T
T dengan titik di bawah
‫ظ‬
Zấ
Z
Z dengan titik di bawah
‫ع‬
‘Ain
‘
Koma terbalik (apostrof
tunggal)
‫غ‬
Gain
G
-
‫ف‬
Fấ
F
-
‫ق‬
Qấ
Q
-
‫ك‬
Kấ
K
-
ix
‫ل‬
Lấ
L
-
‫م‬
Mỉm
M
-
‫ن‬
N
N
-
‫ھـ‬
Hấ
H
-
‫و‬
Wấw
W
-
‫ء‬
Hamzah
,
Apostrof lurus miring
(tidak untuk awal kata)
‫ي‬
Yấ
Y
-
‫ة‬
tấ’ marbutah
H
Dibaca ah ketika mawquf
‫ـﺔ‬......
tấ marbutah
H/ t
Dibaca ah/ at ketika
mawquf (terbaca mati)
B. VOKAL PENDEK
Arab
Latin
Keterangan
Contoh
-
A
Bunyi fathah pendek
‫اﻓـَ َﻞ‬
-
I
Bunyi kasrah pendek
‫ُﺳﺌِ َﻞ‬
-
U
Bunyi dlummah pendek
‫اُ ُﺣ ٌﺪ‬
Keterangan
Contoh
‫ـﺎ‬
Bunyi fathah panjang
َ‫ﻛﺎَن‬
‫ى‬/
Bunyi kasrah panjang
‫ﻚ‬
َ ‫ﻓِـ ْﯿ‬
Bunyi dlummah panjang
‫ﻛُﻮْ ﻧُﻮْ ا‬
C. VOKAL PANJANG
Arab
Latin
‫ي‬
‫ـﻮ‬
D. DIFTONG
Arab
Latin
Keterangan
Contoh
ْ‫ َو‬....
Aw
Bunyi fathah diikuti waw
‫ﻣَﻮْ ٌز‬
ْ‫ ي‬....
Ai
Bunyi fathah diikuti ya’
‫ﻛـَ ْﯿ َﺪ‬
x
E. PEMBAURAN KATA SANDANG TERTENTU
Arab
Latin
Keterangan
Contoh
.....‫ال‬
Al
Bunyi al- Qomariyah
‫اﻟﻘﻤﺮﯾﺔ‬
‫ ش‬-‫ال‬
Asy-sy
Bunyi al- Syamsiyyah dengan/
‫اﻟﺸﻤﺴﯿﺔ‬
diganti huruf berikutnya
.....‫وال‬
Wal/
Bunyi al-Qomariyyah/ al-
‫واﻟﻘﻤﺮﯾﺔ‬
wasy-sy
Syamsiyyah diawali huruf hidup
‫واﻟﺸﻤﺴﯿﺔ‬
adaah tidak terbaca
xi
DAFTAR ISI
Halaman Judul………..……………………………………………………...……ii
Halaman Nota Pembimbing ……………..……………………………………….iii
Halaman Pengesahan………...………………………………...…………………iv
Abstrak ................................................................................................................. ..v
Halaman Motto………….………..………………………………………………vi
Halaman Persembahan………………………………………….…………..……vii
Kata Pengantar …………………………………………………………….…...viii
Pedoman Transliterasi ………………………………………………………….....x
Daftar ISI…………..……………………………………………………………xiii
BAB I
PENDAHULUAN…….…………………………………………………………...1
A. latar Belakang Masalah………………………………………….…..1
B. Rumusan Masalah …………………………….………………….…4
C. Tujuan , ………………………...………………………………..… 4
D. Manfaaat Penelitian ……………………………………….………. 5
E. Penilitian Terdahulu Yang Relevan …………………………….…. 6
F. Ruang Lingkup Penelitian ……………………………..…………... 8
G. Metode Penelitian ……………………………………………...….. 8
H. Sistematika Penelitian ……....…………………………………..…14
BAB II KAJIAN TEORI
A. Guru . ……...……………………………………………………... 17
1. Pengertian Guru ……………………………………………… 17
2. Peran dan Tugas Guru ………………………………………... 19
3. Kompetensi Guru …………………………………………….. 27
B. Aqidah Akhlaq …………………………………………..…..…… 32
1. Pengertian Aqidah Akhlaq …………………………………… 32
2. Tujuan Aqidah Akhlaq ……………………………………….. 33
C. Pembinaan Akhlaqul Karimah ………….. ………………………. 36
xii
1. Pengertian Pembinaan Akhlaqul Karimah ………….. ……….. 36
2. Dasar dan Tujuan Pembinaan Akhlaqul Karimah …………….. 38
3. Sumber Hukum Akhlaqul Karimah ………….. ……………… 39
D. Macam-macam Akhlaqul Karimah ………….………………….... 41
E. Stategi Pembinaan Akhlaqul Karimah ………………………….... 44
BAB III KAJIAN OBJEK PENELITIAN
A. Data Umum ………………………………………………............…46
1. Sejarah Singkat MTs Darul Falah Sirahan…..…….…………… 46
2. Visi dan Misi Darul Falah …………......................................….. 48
3. Keadaan Guru Dan Siswa ………………………………………. 49
B. Data Khusus….……….…………………………………………….. 52
1. Strategi Guru Aqidah Akhlaq………. ………………………….. 52
2. Pembinaan Akhlaqul karimah ….……………………………… 55
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Pengolahan Data………………………………………..………..…..55
B. Hasil Pengolahan Data ………….......................................................55
C. Strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul karimah….
Siswa.................................................................................................. 58
D. Faktor Pendukung dan Penghambat Dalam Pembinaan Akhlaqul….
Karimah Siswa …………………………………………………….. 60
E. Hasil strategi Guru Aqidah Akhlaq Dalam Pembinaan Akhlaqul…...
Karimah Siswa MTs Darul Falah Sirahan Cluwak Pati …...………. 63
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan ……………………………………………………… 66
B. Saran ………………………...…………………………………….67
C. Penutup ………………………...……………………………….....78
Daftar pustaka
Lampiran-lampiran
Daftar riwayat pendidikan penuli
xiii
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Data Pribadi
Nama
: Ahmad Saifuddin
Tempat, Tanggal Lahir
: Jepara, 3 Juni 1985
Jenis Kelamin
: Laki-laki
Agama
: ISLAM
Kewarganegaraan
: WNI
Alamat
: Blingoh, Rt. 04. Rw. 04 Donorojo Jepara
Telephon
: 082325123109
Riwayat Pendidikan
SD/MI
: MI Nahdlotus Subban Blingoh , lulus Th. 1997
SMP/MTS
: MTs. Darul Falah Sirahan, lulus Th. 2000
SMA/MA
: MA Darul Falah Sirahan, lulus Th. 2003
Perguruan Tinggi
: Sedang menempuh kuliah di UNISNU JEPARA
Jepara, 15 Agustus 2015
Yang membuat pernyataan,
Ahmad Saifuddin
131310001173
xiv
xv
DAFTAR PUSTAKA
A.Mustofa, Akhlak Tasawuf, (Bandung : CV Pustaka setia, 1997).
Abdul Majid, Belajar dan Pembelajaran Agama Islam, (Bandung : Remaja
Rosdakarya, 2012).
Aqib, Zainal, Profesionalisme Guru, (Surabaya : Insan Cendekia, 2002).
………….., Menjadi Guru Profesional berstandar Nasional, (Yrama Widya,
2000).
Arikunto, Suharsini Prosedur Penelitian suatu Pendekatan Praktek, Jakarta :
Rineka Cipta, 2002
Aziz, Abdul, Kurikulum Pedoman PAI di Sekolah Umum, (Jakarta: Departemen
Agama RI, 2004).
Bahri Djamarah, Syaiful dan Aswan Zain, Strategi Belajar Mengajar, Jakarta:
Rineka Cipta, 2006.
Berdasarkan hasil rekap penilaian ulangan kelas VII D MTs. Darul Falah Sirahan
T.A. 2015/2015
Daradjat, Zakia, Ilmu Jiwa Agama, ( Jakarta: PT. Bulan Bintang, 1987).
Depag RI. Al Qur’an dan Terjemah, (Semarang: Toha Putra)
Dokumentasi Madrasah Tsanawiyah Darul Falah Sirahan Cluwak Pati, dikutip
pada tanggal 6 Juni 2015..
Hadi, Amirul & H. Haryono, Metodologi Penelitian Pendidikan, Bandung:
Pustaka Setia, 2005.
Hadi, Sutrisno, Metodologi Research, (Yogyakarta: Fakulltas Psikologi UGM,
1989).
Hasanuddin, , Aqidah Akhlak, (Bandung: Rosda Karya, 2006).
Hasil Wawancara dengan Bpk. Abdul Rouf selaku guru mapel Aqidah Akhlaq
pada tanggal 11 Juni 2015
Hasil Wawancara dengan Bpk. Mu’alim, S.Th.I., M.Pd.I.selaku guru mapel
Aqidah Akhlaq pada tanggal 11 Juni 2015
Majid, Abdul, Belajar dan Pembelajaran Pendidikan Agama Islam,( Bandung:
Remaja Rosdakarya, 2012).
Milles, M.B. and Huberman,.. Qualitative Data Analysis. ( London: Sage
Publication, 1984).
Moleong, Lexy J, , Metode Penelitian Kualitatif, Cet. 4, (Bandung: Remaja Rosda
Karya, Bandung, 1993)
xvi
Muhadjir, Noeng, Metode Penelitian Kualitatif, (Yogyakarta:Rakesarasin, 1998).
Nasution, Noehi, Strategi Belajar Mengajar, (Jakarta : Direktorat Kelembagaan
Agama Islam, 1995.
Nata, Abudin, Filsafat Pendidikan, Ciputat, Logos Wacan Ilmu, 1997.
Rifa’i, Ahmad, Psikologi Pendidikan, (Semarang: LP3 UNNES, 2011).
Rohani, Ahmad, Penglolaan Pengajaran, ( Jakarta: Rineka Cipta, 2004).
Slamet, Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya,(Jakarta:
Cipta, 2003).
Rineka
Suharto, Toto Suharto. dkk, Rekontruksi dan Modernisasi Lembaga Pendidikan
Islam, (Yogyakarta: Global Pustaka Utama, 2005.
Thoha, Chabib dkk, Metodologi Pengajaran Agama, (Yogyakarta: Pustaka
Pelajar, 1999)
Zuhairi, Metodologi Pendidikan Agama Islam, ( Surabaya. Ramadhani ,1993).
xvii
Download