EFEK KOMBINASI DEKOKTA Centella asiatica, Imperata cylindrica

advertisement
EFEK KOMBINASI DEKOKTA Centella asiatica, Imperata cylindrica DAN
Orthosiphon aristatus TERHADAP KADAR SOD DAN MDA JANTUNG TIKUS
MODEL HIPERTENSI (DOCA-NaCl)
Irna Sasmita Putri, Rima Zakiyah, Noer Aini
Fakultas Kedokteran Universitas Islam Malang
E-mail: [email protected]
Abstract. Hypertension is related with oxidative stress that can lead to cardiac
complications. Combination of decocta/D pegagan leaves/P (Centella asiatica), alang-alang
roots/A (Imperata cylindrica) and kumis kucing leaves/K (Orthosiphon aristatus) has
potential as an antioxidant and antihypertension. Aims of this study is determine the effect
of DPAK combination oncardiac SOD and MDA level on hypertensive rat model.
Experimental laboratory control group post-test only design in male Wistar ratsdivided into
five groups which are negative control/KN (aquades every day for 10 weeks), positive
control/KP (DOCA injection 10mg/kg + NaCl 1%), DPAK 1 (DOCA injection 10mg/kgBB, NaCl
1% + PAK 5:5:3), DPAK 2 (DOCA injection 10mg/kgBB, NaCl 1% + PAK 6:4:3) and DPAK 3
(DOCA injection 10mg/kgBB, NaCl 1% + PAK 4:6:3). Injection DOCA done subcutaneously
twice a week for 10 weeks. NaCl was given in ad libitum every day for 10 weeks and herbs
was given in peroral sonde on week 6 to 10. NBT (Nitroblue Tetrazolium) test were used for
cardiac SOD level, TBA (Thiobarbituric Acid) test for cardiac MDA level. The data were
analyzed using One Way Annova test continued with LSD Post Hoc test, significant if p <0.05.
The provision of DOCA and NaCl could reduce SOD levels and increase levels of cardiac MDA.
Treatment of combination DPAK I (5:5:3), DPAK II (6:4:3) and DPAK III (4:6:3) can increase
levels of cardiac SOD rats significantly (p <0.05) to 27 %, 48% and 35%, meanwhile treatment
combination of DPAK I (5:5:3) and DPAK II (6:4:3) were able to reduce levels of cardiac MDA
rats significantly (p <0.05) to 36% and 18% .
Treatment of DPAK I (5:5:3) and DPAK II (6:4:3) could significantly increase the levels of SOD
and reduce the levels of MDA on hypertensive rat model.
Keyword. Hypertension, decocta, Centella asiatica, Imperata cylindrica, Orthosiphon
aristatus, Cardiac SOD, Cardiac MDA.
Hipertensi dan komplikasinya ke jantung masih
menjadi permasalahan kesehatan di berbagai
dunia. Komplikasi hipertensi menyebabkan
sekitar 9,4 kematian di seluruh dunia setiap
tahunnya1. Hipertensi menyebabkan setidaknya
45% kematian karena penyakit jantung dan 51%
kematian karena penyakit stroke1. Kematian yang
disebabkan oleh penyakit kardiovaskuler,
terutama penyakit jantung koroner dan stroke
diperkirakan akan terus meningkat mencapai
23,3 juta kematian pada tahun 20301.
Mekanisme terjadinya hipertensi yaitu Renin
Angiotensin Aldosteron System (RAAS) dan
sekresi hormon aldosteron Dalam penelitian ElGharbawy et al. (2001) pada miokardium,
aldosteron akan meningkatkan deposisi dari
matriks ekstraseluler dan kolagen. Mekanisme ini
berperan menyebabkan hipertrofi pada jantung2.
Peningkatan tekanan darah secara sistemik akan
meningkatkan resistensi terhadap pemompaan
darah dari ventrikel kiri sehingga menyebabkan
beban jantung bertambah dan mengakibatkan
hipertrofi ventrikel kiri sebagai kompensasi untuk
meningkatkan kontraksi jantung2. Hipertensi juga
menyebabkan penebalan dinding pembuluh
darah yang menimbulkan aterosklerosis jika
kolesterol terakumulasi pada dinding serta
meningkatkan resiko serangan jantung dan
stroke3.
Mekanisme kerusakan pada jantung yang
lain diakibatkan oleh hipertensi adalah stres
oksidatif pada sel jantung. Adanya stres oksidatif
ditandai dengan peningkatan produksi Reactive
Oxygen Species (ROS). Produksi yang berlebihan
dari ROS tanpa disertai pertahanan antioksidan
yaitu superoxide dismutase (SOD) yang cukup
Irna Sasmita Putri, EFEK KOMBINASI DEKOKTA Centella asiatica, Imperata cylindrica
akan memperberat kondisi stres oksidatif4,5. ROS
juga menimbulkan peroksidasi lipid pada
membran sel sehingga kadar malondialdehyde
(MDA) meningkat6,7. MDA adalah produk
sekunder dari peroksidasi lipid membran sel dan
produk oksidasi lipid yang akurat untuk menilai
tingkat stres oksidatif suatu sel atau jaringan8,9,10.
Penggunaan obat anti hipertensi sintesis
seringkali menimbulkan efek yang tidak
diinginkan. Efek yang timbul tergantung pada
golongan dan jenis obat yang digunakan. Secara
umum, obat anti hipertensi mempunyai efek
samping seperti hipomagnesia, hiperlipidemia,
hipotensi, batuk kering, angioedema, syncope,
konstipasi,
dispepsia,
bradikardi
dan
bronkospasme11,12.
Beberapa herbal tunggal yang sudah
diteliti dan dikembangkan oleh Balai Besar
Penelitian dan Pengembangan Tanaman Obat
dan Obat Tradisional (B2P2TOOT) sebagai
antihipertensi adalah daun pegagan (Centella
asiatica), akar alang-alang (Imperata cylindrica)
dan daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus).
Secara empirik masing-masing herbal ini sudah
digunakan sebagai anti hipertensi13. Penelitian
Pittella et al. (2009) pada hewan coba tikus
dijelaskan bahwa pegagan mengandung senyawa
fenolik yaitu flavonoid quercetinyang memiliki
efek sebagai antioksidan14,15. Kumis kucing
memiliki efek diuretik dan vasodilator sedangkan
alang-alang juga berefek vasodilator dan dapat
menurunkan stroke volume serta mempunyai
kandungan
senyawa
fenol
sebagai
antioksidan16,17,18,19.
Hingga saat ini belum ada penelitian
tentang kombinasi dari tiga herbal tersebut. Dari
kombinasi ketiga herbal tersebut diharapkan
memiliki efek sinergis dari berbagai zat aktif yang
terkandung didalamnya sehingga lebih potensial
untuk menurunkan tekanan darah. Berdasarkan
latar belakang diatas, maka perlu dilakukan
penelitian untuk mengetahui efek kombinasi
dekokta daun pegagan, akar alang-alang dan
daun kumis kucing yang dilakukan pengujian
pada hewan coba tikus wistar model hipertensi
yang diinduksi Deoxycorticosterone acetate
(DOCA) dan NaCl yang diberikan secara peroral
terhadap kadar SOD & MDA pada jantung.
METODE PENELITIAN
Desain Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan secara
eksperimental laboratorium menggunakan
desain penelitian control group post test only
secara in vivo.
Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di Lab. Biosains
Univ. Brawijaya, animal house FK UNISMA dan
Lab. Fisiologi FK Univ.Brawijaya dimulai dari awal
bulan April sampai awal bulan Juli 2014.
Subjek Penelitian
Penelitian ini menggunakan hewan coba
tikus wistar jantan yang berumur2-3 bulan biakan
lokal dengan berat ±200 gram. Tikus
dikelompokkan menjadi 5 kelompok secara acak
yaitu kontrol negatif, kontrol positif, perlakuan 1,
perlakuan 2 dan perlakuan 3. Aklimatisasi
(penyesuaian lingkungan) bagi hewan coba
dilakukan selama 2 minggu di Lab. BIOSAINS
Univ. Brawijaya. Dalam masa aklimatisasi, tikus
diadaptasikan dan diberi makan serta minum
sesuai standar laboratorium. Berat badan tikus
ditimbang dua kali seminggu pada saat akan
diinjeksi DOCA. Pengukuran tekanan darah tikus
dilakukan sebelum perlakuan induksi DOCA-Nacl,
minggu ke 6 induksi dan sebelum pembedahan.
Selama perlakuan (10 minggu), tikus juga
dipelihara dan diberi makan dan minum standar
laboratorium. Pembersihan kandang tikus
dilakukan setiap 3 hari sekali.
Penelitian ini telah mendapat surat laik
etik dari Komisi Etik Penelitian Kesehatan
Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya
dengan nomor 365/EC/KEPK/06/2015 dan
disetujui pada tanggal 16 Juni 2015.
Induksi Hipertensi
Induksi
hipertensi
menggunakan
deoxycorticosterone (DOCA) dan NaCl. DOCA
dilarutkan dalam 0,3 ml minyak jagung pada dosis
10 mg/kgBB. Pemberian DOCA diinjeksikan
secara subkutan dan dilakukan setiap 2 kali
seminggu selama 10 minggu. Sedangkan NaCl
diberikan melalui minum secara ad libitum
dengan rumus 0,5 gr/NaCl/50 cc per ekor tikus 20.
Induksi hipertensi diberikan perlakuan pada
259 | Page
Jurnal Kedokteran Komunitas
Volume 3, Nomor 1, Desember 2015
kelompok tikus kontrol positif, kelompok
perlakuan 1, 2 dan 3.
Metode pengukuran tekanan darah pada
penelitian ini menggunakan non invasive blood
pressure monitoring dengan tail cuff untuk
mengukur tekanandarah tikus. Alat yang
digunakan untuk mengukur tekanan darah
adalah Panlabnon-invasive blood pressure system
for rodent and dog. Prinsip yang digunakanpada
metode tersebut adalah merekam tekanan
volume untuk mengukur tekanandarah sistolik
dan diastolik tikus21. Tikus dikatakan hipertensi
apabila tekanan darah sistolik >120 mmHg22.
Pengukuran dilakukan pada minggu ke 0, ke 6 dan
ke 1023.
menggunakan metode uji Thiobarbituric acid
(TBA) dan hasilnya diukur menggunakan
spektrofotometer panjang gelombang 532 nm
dengan satuan nanogram per mililiter (ng/ml)25.
Pemberian Kombinasi Dekokta PAK
Sampel yang digunakan adalah daun
Pegagan (C.asiatica), akar Alang-alang
(I.
cylindrica) dan daun Kumis kucing (O. Aristatus)
yang memenuhi persyaratan dan sudah
disertifikasi
No.
074/467-469/101.8/2015,
diperoleh dari Balai Materia Medika Batu.
Sediaan dalam bentuk serbuk berwarna kuning
kehijauan.
Serbuk direbus selama 30 menit pada suhu
900C sambil diaduk perlahan. Kemudian ekstrak
di saring dengan kertas saring lalu dimasukkan
kedalam toples kaca.
Dosis kombinasi PAK yang diberikan untuk
P1 (9mg: 9mg: 5,4mg), P2 (10,8mg: 7,2mg:
5,4mg), P3 (7,2mg: 10,8mg: 5,4mg) per ekor tikus
diberikan secara sonde lambung selama 4
minggu setelah 6 minggu induksi DOCA dan NaCl.
HASIL PENELITIAN
Karakteristik Sampel
Karakteristik sampel yang digunakan dapat
dilihat pada Tabel 1.
Tabel 1 : Karakteristik Sampel
Pengukuran Kadar SOD Jantung
Pengukuran kadar SOD jantung diambil dari
atrium jantung tikus pada kelompok kontrol dan
perlakuan setelah pembedahan. Pengukuran
kadar SOD jaringan dilakukan dengan
menggunakan metode uji hambatan reduksi
Nitro Blue Tetrazolium (NBT) dan hasilnya diukur
menggunakan
spektrofotometer
panjang
gelombang 580 nm dengan satuan unit per
mililiter (u/ml)24.
Pengukuran Kadar MDA Jantung
Pengukuran kadar MDA jantung diambil dari
atrium jantung tikus pada kelompok kontrol dan
perlakuan setelah pembedahan. Pengukuran
kadar MDA jaringan dilakukan dengan
Page | 260
Analisa Data
Data akan dianalisis menggunakan One
Way ANOVA. Metode ini dipilih dikarenakan
pengujian dilakukan pada lebih dari 2 kelompok
uji. Setelah itu akan dilanjutkan dengan uji Post
Hoc menggunakan LSD untuk mengetahui
perbedaan bermakna dua perlakuan yang
dibandingkan. Hasil dikatakan bermakna bila
p<0,05. Uji statistik tersebut dilakukan dengan
program SPSS 17.0 secara komputerisasi.
Komponen
DPAK I
(5:5:3)
DPAK II
(6:4:3)
K+
K-
209
222
DPAK
III
(4:6:3)
208
210
Bb Awal (g)
Bb Akhir
(g)
TD Sistole
awal
(mmHg)*
TD Sistole
Post
Induksi 6
minggu
(mmHg)*
TD Sistole
Akhir
(mmHg)*
207
225
193
229
200
216
111
104
101
113
114
175
177
177
173
113 (tanpa
perlakuan)
115
132
130
172
(pasca
induksi
)
117 (tanpa
perlakuan)
Keterangan:
K: Kontrol negatif (aquades)
K+
: Kontrol positif (DOCA 10 mg/KgBB, NaCl
1%)
DPAK I: Perlakuan kombinasi 1 (DOCA 10
mg/KgBB, NaCl 1%, 9mg:9mg:5,4 mg)
DPAK II: Perlakuan kombinasi 2 (DOCA 10
mg/KgBB, NaCl 1%, 10,8mg:7,2mg:5,4mg)
DPAK III: Perlakuan kombinasi 3 (DOCA 10
mg/KgBB, NaCl 1%, 7,2mg:10,8mg:5,4mg)
*Data pengukuran tekanan darah didapat dari
penelitian Ulya (2014).
Efek Kombinasi Dekokta PAK Terhadap Kadar
SOD Jantung Tikus dengan Induksi DOCA dan
NaCl
Irna Sasmita Putri, EFEK KOMBINASI DEKOKTA Centella asiatica, Imperata cylindrica
Tabel 2. Rerata Kadar SOD Jantung Tikus pada 3
Kombinasi DPAK
No.
1.
2.
3.
4.
5
Kelompok
Kontrol Negatif
Kontrol Positif
DPAK I (P1)
DPAK II (P2)
DPAK III (P3)
Kadar SOD Jantung (U/ml)
4,27±0,18a
2,99±0,03b
3,79±0,10c
4,42±0,21a
4,03±0,45d
Tabel 3. Rerata Kadar MDA Jantung Tikus pada
3 Kombinasi DPAK
No.
1.
2.
3.
4.
5
Kelompok
Kontrol Negatif
Kontrol Positif
DPAK I (P1)
DPAK II (P2)
DPAK III (P3)
Kadar MDA Jantung (ng/ml)
3,40±0,16a
4,44±0,11b
2,85±0,45c
3,63±0,38d
4,13±0,06e
Keterangan :
a = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol negatif dan P1
b = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol negatif, P1,P2 dan P3
c = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol negatif, kontrol positif dan P2
d = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol positif
Keterangan :
a = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol positif
b = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol negatif,P1 dan P2
c = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol positif,P2 dan P3
d = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan
kontrol positifdan P1
e = p<0,05 berbeda signifikan dibandingkan P1
Gambar 1. Histogram Rerata Efek
Kombinasi DPAK Terhadap Kadar SOD Jantung
Tikus Model Hipertensi
Gambar 2. Histogram Rerata Efek Kombinasi
DPAK Terhadap Kadar MDA Jantung Tikus
Model Hipertensi
Berdasarkan Tabel 2 dan Gambar 1
menunjukkan adanya perbedaan signifikan
bahwa induksi hipertensi dengan DOCA-NaCl
mampu menurunkan kadar SOD jantung sebesar
30% dibandingkan kelompok kontrol negatif
(p<0,05). Pemberian kombinasi DPAK I, DPAK II
dan DPAK III mampu meningkatkan kadar SOD
jantung sebesar 27%, 48% dan 35% secara
signifikan dibandingkan dengan kontrol positif
(p<0,05) dan pemberian DPAK II dapat
meningkatkan kadar SOD jantung hingga tak
berbeda dengan kontrol negatif (p>0,05).
Berdasarkan Tabel 3 dan Gambar 2
menunjukkan induksi DOCA-NaCl mampu
meningkatkan kadar MDA jantung tikus secara
signifikan sebesar 31% dibandingkan kelompok
kontrol negatif (p<0,05). Pemberian kombinasi
DPAK I dan DPAK II mampu menurunkan kadar
MDA jantung secara signifikan (p<0,05) sebesar
36% dan 18% dibandingkan kontrol positif
(p<0,05) dan pemberian DPAK I dan DPAK II dapat
menurunkan kadar MDA jantung hingga tak
berbeda dengan kontrol negatif (p>0,05).
Efek Kombinasi Dekokta PAK Terhadap Kadar
MDA Jantung Tikus dengan Induksi DOCA dan
NaCl
PEMBAHASAN
Karakteristik Sampel
Hewan coba yang digunakan adalah tikus
wistar putih jantan (rattus norvegicus) usia 2-3
bulan dan berat badan rata-rata 200-250 gram.
261 | Page
Jurnal Kedokteran Komunitas
Tikus wistar putih jantan banyak digunakan
sebagai hewan coba karena tidak terpengaruh
siklus hormonal, mempunyai kesamaan aspek
fisiologis metabolism dengan manusia dan daur
hidup tikus yang lebih pendek26.
Terdapat peningkatan berat badan tikus
pada semua kelompok kontrol dan perlakuan,
diduga akibat ketidakseimbangan ukuran
kandang dengan jumlah tikus yaitu diisi 5 ekor
tikus disertai pemberian makanan secara ad
libitum sehingga intake makan meningkat
sedangkan aktifitas fisiknya menurun. Hal ini
menyebabkan pembentukan jaringan lemak27.
Peningkatan tekanan darah pada tikus
terjadi pada minggu ke enam paska induksi
DOCA-NaCl. Tikus dikatakan hipertensi apabila
tekanan darah sistolik >120 mmHg22,28. Induksi
DOCA dilakukan dengan cara injeksi subkutan
dan NaCl secara ad libitum. DOCA merupakan
prekursor aldosteron yang menyebabkan
reabsorbsi natrium dan air pada tubulus distal
ginjal. Pemberian NaCl juga menyebabkan
penarikan cairan dari intrasel ke ekstrasel
sehingga terjadi hipertensi29.
Pemberian kombinasi dekokta daun
pegagan (Centella asiatica), akar alang-alang
(Imperata cylindrica) dan daun kumis kucing
(Orthosiphon aristatus) (DPAK) sudah diteliti dan
dikembangkan oleh Balai Besar Penelitian dan
Pengembangan Tanaman Obat dan Obat
Tradisional (B2P2TOOT) sebagai antihipertensi.
Pemberian kombinasi DPAK dilakukan secara
sonde lambung selama 4 minggu dengan
perbedaan kombinasi 1 (5:5:3), kombinasi II
(6:4:3) dan kombinasi III (4:6:3) dengan tujuan
untuk mengetahui dosis yang mampu
memberikan efek antioksidan dan antihipertensi.
Pada penelitian Ulya (2014) setelah diberikan
DPAK terjadi penurunan tekanan darah. Hal ini
menunjukkan bahwa zat aktif dari kandungan
DPAK yaitu flavonoid, tanin, alkaloid, manitol dan
methylripariochromene A (MRC A) mampu
menurunkan tekanan darah23.
Peningkatan berat badan berhubungan
dengan peningkatan tekanan darah. Hal ini
diduga karena aktivasi leptin dan insulin akibat
pembentukan lemak dapat merangsang saraf
simpatis sehingga terjadi peningkatan resistensi
perifer. Pembentukan lemak di area ginjal juga
dapat mengaktivasi Renin Angiotensin Aldosteron
System (RAAS) yang menyebabkan retensi
Page | 262
Volume 3, Nomor 1, Desember 2015
natrium dan air sehingga terjadi peningkatan
volume intravaskuler yang meningkatkan volume
darah27.
Efek Induksi DOCA-NaCl Terhadap Kadar
Superoxide Dismutase (SOD) Jantung
Induksi DOCA 10 mg/kgBB dan NaCl 1%
dapat menurunkan kadar SOD jantung karena
induksi ini menyebabkan stres oksidatif pada
jantung dengan cara mengaktivasi saraf simpatis
sehingga meningkatkan aliran darah yang
menyebabkan terjadinya oscilatory shear
stress30. Keadaan ini menyebabkan disfungsi
endotel
sehingga
terjadi
peningkatan
pembentukan endothelin-1 (ET-1) akibat
penurunan nitrit oksida (NO). Hal tersebut
didukung oleh penelitian Ramadhani (2015) yang
menunjukkan peningkatan jumlah ET-1 endothel
aorta secara signifikan sebesar 96% pada tikus
hipertensi DOCA-NaCl dan penelitian Efendi
(2014) yang menunjukkan penurunan kadar NO
secara
signifikan
dibandingkan
kontrol
negatif31,32.
Peningkatan aldosteron menyebabkan
stres oksidatif melalui regulasi NADPH/NADH
oksidase untuk mengkonversi oksigen menjadi
superoxide (O2*)33,34. Superoxide (O2*) juga dapat
dibentuk dalam sitosol oleh oksidase intrasel
(xanthine oxidase) dan akibat aktivitas eNOS35.
Antioksidan endogen SOD akan mengkatalisis
superoxide (O2*) sebagai konsekuensi hasil
metabolism aerob yang merubah (O2*) menjadi
hidrogen peroksida dan molekul oksigen.
Produksi yang berlebihan dari ROS dalam hal ini
Superoxide (O2*) dan pertahanan antioksidan
SOD yang menurun akan menimbulkan kondisi
stres oksidatif di jantung4,5. Oleh karena itu
terjadi penurunan kadar SOD jantung secara
signifikan pada kontrol positif dibandingkan
kontrol negatif. Hal ini sesuai dengan penelitian
Avisena (2014) dimana terjadi penurunan kadar
SOD serum pada hipertensi yang diinduksi DOCANaCl36.
Pada kontrol negatif kadar antioksidan
SOD jantung lebih tinggi daripada kontrol positif.
Hal ini diduga karena antioksidan endogen SOD
pada jantung masih mampu berfungsi sebagai
scavenger radikal bebas. SOD adalah enzim
antioksidan yang banyak dihasilkan oleh tubuh
dan sebagai pertahanan awal sel terhadap injuri
sel. SOD dikeluarkan oleh tubuh akibat adanya
Irna Sasmita Putri, EFEK KOMBINASI DEKOKTA Centella asiatica, Imperata cylindrica
oksigen singlet sebagai hasil samping dari
metabolisme aerobik. SOD merupakan enzim
yang paling efektif mengkatalisis dan
mengkonversi radikal bebas sehingga melindungi
sel-sel tubuh dan mencegah terjadinya proses
peradangan yang diakibatkan oleh radikal
bebas37,38.
Efek Kombinasi DPAK Terhadap Kadar SOD
Jantung Tikus dengan Induksi DOCA dan NaCl
Pemberian kombinasi DPAK I, DPAK II dan
DPAK III dapat meningkatkan aktivitas SOD. Hal
ini diduga karena kombinasi DPAK mengandung
zat aktif flavonoid dan tanin yang berfungsi
sebagai antioksidan serta kandungan quercetin,
alkaloid, manitol dan MRC A berfungsi
menurunkan tekanan darah yang menurunkan
produksi radikal bebas sehingga mengurangi
stres oksidatif dan membantu aktivitas SOD
sehingga kadar SOD meningkat13,14,39,40,41.
Pada penelitian sebelumnya telah
diketahui herbal PAK mempunyai efek
antioksidan dan antihipertensi. Pegagan memiliki
kandungan senyawa seperti flavonoid, tanin,
alkaloid dan terpenoid13,14,39. Alang-alang
mengandung
flavonoid,
tanin,
manitol,
cylindrene, cardiac glicosida, terpenoid dan
alkaloid13,40
sedangkan
kumis
kucing
mengandung senyawa methylripariochromene A,
flavonoid dan terpenoid41. Ketiga herbal tersebut
sama-sama memiliki kandungan flavonoid
sebagai antioksidan tetapi flavonoid dari pegagan
lebih potensial untuk menurunkan radikal
bebas13.
Pada DPAK II (6:4:3) komposisi antioksidan
yaitu flavonoid pada pegagan lebih banyak dari
alang-alang. Diduga kandungan flavonoid yang
lebih banyak pada pegagan mampu bekerja
sinergistik dengan kandungan alang-alang dan
kumis kucing. Flavonoid memiliki efek
antioksidan secara langsung maupun tidak
langsung. Flavonoid akan mendonorkan ion H+
sehingga langsung menetralisir radikal bebas.
Kandungan asiaticoside dan quercetin dari
pegagan menyebabkan peningkatan ekspresi gen
antioksidan endogen yaitu SOD melalui
aktivasinuclear erythtroid related factor 2
(Nrf2)39,42. Hal ini didukung penelitian Avisena
(2014), kombinasi DPAK II mampu meningkatkan
kadar SOD serum hingga 60% dibandingkan
kontrol positif36. Namun pada penelitian pohon
yang sama oleh Sari (2015) kombinasi dari DPAK
II masih belum mampu menurunkan kadar H 2O2
serum setara dengan kontrol negatif karena
diduga akibat efek toksik pada antioksidan jika
diberikan secara berlebihan maka perlu
dilakukan uji toksisitas dari kombinasi DPAK 43.
Kandungan quercetin juga mempunyai
efek menurunkan tekanan darah melalui
mekanisme relaksasi otot polos pada jantung15.
Kandungan tanin pada alang-alang membantu
efek antioksidan dengan cara menghambat
NADPH oksidase dan kandungan manitolnya
memberikan efek diuretik sehingga dapat
menurunkan cardiac output19. Alang-alang juga
mempunyai kandungan cardiac glicosida yang
bekerja menghambat enzim Na K ATPase
sehingga terjadi peningkatan ion Ca pada jantung
yang dapat meningkatkan kontraksi otot
jantung19. Hal ini menyebabkan penurunan
beban volume darah di jantung dan sesuai
dengan penelitian Wulandhani (2014) kombinasi
DPAK II (6:4:3) mampu menurunkan ketebalan
ventrikel kiri secara signifikan (p<0,05)
dibandingkan kontrol positif44. Pada penelitian
Rajagopalan et al. (1996) dan Matsubara et al.
(1999) dikatakan bahwa Methylripariochromene
A (MRC A) yang diisolasi dari daun kumis kucing
memiliki beberapa aktivitas dalam menurunkan
tekanan darah, yaitu menyebabkan vasodilatasi,
menyebabkan diuresis dan penurunan curah
jantung16,45.
Kandungan zat aktif pada DPAK III (4:6:3)
juga mampu meningkatkan aktivitas SOD secara
signifikan dibandingkan dengan kontrol positif
(p<0,05). Hal ini diduga karena pada DPAK III
komposisi alang-alang memiliki senyawa
antioksidan yaitu tanin dan flavonoid yang
mampu menghambat NADPH oksidase melalui
penghambatan ACE19. Kandungan antioksidan
dari alang-alang mampu berkerja sinergistik
dengan kandungan pegagan dan kumis kucing.
Alang-alang juga mempunyai mekanisme
antihipertensi yang baik dalam hal diuretik dan
vasodilator karena adanya senyawa manitol yang
menyebabkan diuresis osmotik17. Kandungan
MRC A pada kumis kucing membantu efek
diuretik16.
Kandungan pada komposisi DPAK I (5:5:3)
tidak mampu meningkatkan kadar SOD jantung
setara dengan kontrol negatif. Hal ini diduga
karena komposisi yang seimbang antara pegagan
263 | Page
Jurnal Kedokteran Komunitas
dan alang-alang sama banyaknya tetapi
kandungan flavonoid pegagan pada DPAK I lebih
sedikit daripada DPAK II13. Efek antioksidan DPAK
I masih belum efektif dalam meningkatkan kadar
SOD jantung. Belum jelas bagaimana mekanisme
DPAK menurunkan tekanan darah dengan cara
menghambat reseptor yang memicu peningkatan
tekanan darah dan reseptor untuk meningkatkan
antioksidan maka perlu dilakukan uji in silico.
Efek Induksi DOCA-NaCl Terhadap Kadar
Malondialdehyde (MDA) Jantung Tikus
Induksi DOCA 10 mg/kgBB dan NaCl 1%
dapat meningkatkan kadar MDA jantung karena
induksi ini mengaktivasi sistem renin angiotensin
aldosteron yang akan menghasilkan anion
superoksida (O2-) melalui aktivasi NADPH
oksidase. NADPH oksidase berperan penting
dalam produksi ROS pada jantung46. Pada kondisi
stres oksidatif terjadi peningkatan produksi ROS
tanpa pertahanan dari antioksidan yang cukup.
O2- akan berubah menjadi OH- (radikal hidroksil)
dan menuju ke membran sel untuk melakukan
reaksi peroksidasi lipid dengan polyunsaturated
fatty acid (PUFA)35,47,48. Melalui mekanisme
inisiasi dan propagasi akan terbentuk radikal
peroksil (ROO*) yang nantinya bereaksi dengan
endoperoksida lipid dan menghasilkan MDA49.
MDA adalah produk sekunder dari peroksidasi
lipid membran sel dan produk oksidasi lipid yang
akurat untuk menilai tingkat stres oksidatif suatu
sel atau jaringan8,9,10. Hal ini sesuai dengan
penelitian Avisena (2014) dimana terjadi
peningkatan kadar MDA serum pada hipertensi
yang diinduksi DOCA-NaCl36.
Kadar MDA jantung pada kontrol negatif
tetap ada. Hal ini diduga karena asam lemak tak
jenuh ganda dan metabolitnya memiliki peran
fisiologis dalam penyediaan energi, menjaga
struktur membran dan permeabilitas membran
seluler50. Peroksidasi lemak terjadi di semua
organ yang mengalami metabolisme aerobik.
Dibawah keadaan peroksidasi lemak fisiologis
atau kondisi peroksidasi lemak sub-toksik,
peroksidasi yang terjadi dapat merangsang
pemeliharaan dan kelangsungan hidup sel
melalui pertahanan senyawa antioksidan
sehingga menurunkan stres oksidatif. MDA juga
berperan penting dalam ekspresi gen dan sintesis
kolagen50.
Page | 264
Volume 3, Nomor 1, Desember 2015
Efek Kombinasi DPAK Terhadap Kadar MDA
Jantung Tikus dengan Induksi DOCA dan NaCl
Pemberian herbal kombinasi DPAK I (5:5:3)
dan DPAK II (6:4:3) mampu menurunkan kadar
MDA pada jantung. Hal ini diduga beberapa
kandungan zat aktif yaitu flavonoid dan tanin
yang berfungsi sebagai antioksidan serta
kandungan quercetin, alkaloid, manitol dan MRC
A yang berfungsi menurunkan tekanan darah
yang berefek menurunkan produksi radikal bebas
dan mengurangi stres oksidatif sehingga
menurunkan kadar MDA13,14,39,40,41.
Pada penelitian sebelumnya telah
diketahui herbal PAK mempunyai efek
antioksidan dan antihipertensi. Pegagan memiliki
kandungan senyawa seperti flavonoid, tanin,
alkaloid, cardiac glicosida, dan terpenoid13,14,39.
Alang-alang mengandung flavonoid, tanin,
manitol,
cylindrene,
terpenoid
dan
alkaloid13,40sedangkan kumis kucing mengandung
senyawa methylripariochromene A, flavonoid
dan terpenoid41. Ketiga herbal tersebut samasama memiliki kandungan flavonoid sebagai
antioksidan tetapi flavonoid dari pegagan lebih
potensial untuk menurunkan radikal bebas13.
Pada DPAK II (6:4:3) dominasi flavonoid
dari pegagan bekerja sebagai radical scavenger
dengan mekanisme mendonorkan ion hidrogen
sehingga menetralisir langsung radikal bebas.
Flavonoid juga berfungsi menghambat proses
inisiasi dan propagasi sehingga radikal bebas
tidak akan bereaksi dengan PUFA51. Kandungan
tanin dan flavonoid dari alang-alang juga berefek
antioksidan dengan menghambat NADPH
oksidase sehingga menurunkan superoksida
sehingga kadar MDA jantung menurun19.
Kombinasi DPAK I (5:5:3) mampu
menurunkan kadar MDA jantung secara
signifikan dibandingkan kontrol positif. Kondisi ini
diduga dikarenakan perbandingan kandungan zat
aktif dari pegagan dan alang-alang sama
banyaknya dan sinergis berefek sebagai
antioksidan dan menurunkan tekanan darah
sehingga mampu mengurangi stres oksidatif dan
menurunkan kadar MDA13.
Pemberian kombinasi DPAK III (4:6:3) tidak
mampu menurunkan kadar MDA jantung. Hal ini
diduga karena perbandingan kandungan zat aktif
alang-alang lebih banyak daripada pegagan.
Adanya interaksi yang berlawanan antara
senyawa tanin dari alang-alang dan terpenoid
Irna Sasmita Putri, EFEK KOMBINASI DEKOKTA Centella asiatica, Imperata cylindrica
dari pegagan serta kurangnya jumlah flavonoid
dari pegagan sehingga tidak mampu scavenger
radikal bebas akibat induksi DOCA-NaCl yang
tinggi 13,39,52.
Dari kedua pembahasan diatas tentang
efek kombinasi DPAK terhadap kadar SOD dan
MDA jantung didapatkan bahwa pemberian
DPAK I (5:5:3), DPAK II (6:4:3) dan DPAK III (4:6:3)
dapat meningkatkan kadar SOD dan pemberian
DPAK I (5:5:3) dan DPAK II (6:4:3) dapat
menurunkan kadar MDA jantung lebih baik dari
kontrol positif.
KESIMPULAN
Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan
kesimpulan bahwa kombinasi dekokta daun
pegagan (Centella asiatica), akar alang-alang
(Imperata cylindrica) dan daun kumis kucing
(Orthosiphon aristatus) (DPAK) I (5:5:3) dan DPAK
II (6:4:3) dapat meningkatkan kadar antioksidan
SOD jantung dan menurunkan kadar MDA
jantung.
4.
5.
6.
7.
8.
SARAN
Berdasarkan hasil penelitian ini didapatkan saran
sebagai berikut :
1.
Perlu dilakukan uji HPLC (HighPerformance
Liquid
Chromatography)
untuk
mengetahui jumlah zat aktif dari DPAK
2.
Perlu dilakukan uji toksisitas DPAK untuk
mengetahui keamanan dosis yang
digunakan
3.
Perlu dilakukan uji in silico terhadap
interaksi zat aktif DPAK dengan kesesuaian
reseptor antioksidan, vasodilator dan
diuretik.
DAFTAR PUSTAKA
1.
Badan Penelitian dan Pengembangan
Kesehatan Kementerian Kesehatan RI.
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas). 2013
2.
El-Gharbawy AH, Nadig VS, Kotchen JM,
Grim CE, Sagar KB, Kaldunski M, et al.
Arterial Pressure, Left Ventricular Mass,
and Aldosterone in Essential Hypertension.
American Heart Association. 2001.
3.
Simon H. High Blood Pressure. The
Newyork Times : Health Guide. 2013. cited
04 Agustus 2015. Available from :
9.
10.
11.
12.
13.
http://www.nytimes.com/health/guides/
disease/hypertension/complications.html.
Kakoki M, Hirata Y, Hayakawa H, Suzuki E,
Nagata D, Tojo A, et al. Effects of
tetrahydrobiopterin
on
endothelial
dysfunction in rats with ischemic acute
renal failure. J Am Soc Nephrol. February.
2000; 301-309..
Somers MJ, Mavromatis K, Galis ZS,
Harrison DG. Vascular superoxide
production and vasomotor function in
hypertension
induced
by
deoxycorticosterone
acetate-salt.
Circulation. April. 2000; 1722-1728..
Hirata Y, Satonaka H. Hypertension and
Oxidative Stress. Journal of the Japan
Medical Association. 2001; 124(11): 1575–
1579.
Teresa S, Joana A, Antonio A, Felix C. Lipid
peroxidation and antioxidant in arterial
hypertension. Biochemistry, Genetics and
Molecular Biology. 2012.
Nielsen F, Mikkelsen BB, Nielsen JB,
Andersenand HR, Grandjean P. Plasma
malondialdehyde as biomarker for
oxidative stress : reference interval and
effects of life-style factors. Clinical
Chemistry. 1997; 43(7): 1209-1214.
Niedernhofer LJ, Daniels JS, Rouzer CA,
Greene RE, Marnett LJ. Malondialdehyde,
a Product of Lipid Peroxidation, Is
Mutagenic in Human Cells. The Journal of
Biological Chemistry. 2003.
Rukmini MS, D’Souza B, D’Souza V.
Superoxide Dismutase and Catalase
Activities and Their Correlation with
Malondialdehyde
in
Schizophrenic
Patiens.Indian
Journal
of
Clinical
Biochemistry. Bejai. 2004.
Bauer JH, Reams GP. Pharmacologic
Treatment of Hypertension. In The
Principles and Practice of Nephrology.
1995; 399-415.
Higgins B, Williams B. Pharmacological
management of hypertension. Clin Med.
2007.
Krishnaiah D, Devi T, Bono A, Sarbatly R.
Studies on phytochemical constituents of
six Malaysian medicinal plants. Journal of
Medicinal Plants Research. 2009; 3(2):
067-072.
265 | Page
Jurnal Kedokteran Komunitas
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
22.
23.
Pittella F, Dutra RC, Junior DD, Lopes MTP,
Barbosa NR. Antioxidant and Cytotoxic
Activities of Centella asiatica (L) urb.
International Journal Molecular Sciences.
2009; 3713–3721.
Intharachatorn
T,
Srisawat
R.
Antihypertensive Effects of Centella
asiatica Extract’, International Conference
on Food and Agricultural Sciences. 2013;
55: 122-126.
Matsubara T, Bohgaki T, Watarai M, Suzuki
H, Ohashi K, Shibuya H. Antihypertensive
Actions of Methylripariochromene A from
Orthosiphon aristatus, an Indonesian
Traditional Medicinal Plant. Biol Pharm
Bull. 1999; 1083-1088.
Mensah MEE, Komlaga G, Terlabi EO.
Antiypertensive action of ethanolic extract
of Imperata cylindrica leaves in animal
models. Journal of Medicinal Plants
Research. 2010; 4(14): 1486–1491.
Ruslin, Asmawi MZ, Rianse U, Sahidin I,
Dhianawaty D, Soemardji AA, et al.
Antihypertensive activity of alang-alang
(Imperata cylindrica L.) beauv root
methanolic extract on male wistar rat. Int.
J. Res. Pharm. Sci. 2013; 537-542.
Dhianawaty D, Ruslin. Kandungan Total
Polifenol dan Aktivitas Antioksidan dari
Ekstrak Metanol Akar Imperata cylindrica
(L) Beauv. (Alang-alang). Jurnal. Bandung.
2015.
Athiroh N, Permatasari N. Mekanisme
Deoxycorticosterone-acetate
(DOCA)Garam terhadap peningkatan tekanan
darah pada hewan coba. El Hayah. 2011;
1(4): 199-213.
Feng M, Whitesall S, Zhang Y, Beibel M,
D’Alecy L, DiPitreilo K. Validation of
volume-pressure recording tail-cuff blood
pressure
measurements.
American
Jourrnal of Hypertension. 2008.
Farris EJ, Griffith JQ. The rat in laboratory
investigation. 2nd ed. Journal Biology.
Lippincott Company: New York; 1971.
Ulya TD. Efek Dekoktasi Daun Pegagan
(Centella asiatica), Akar Alang-alang
(Imperata cylindrica) dan Daun Kumis
kucing (Orthosipon aristatus) terhadap
Tekanan Darah dan Volume Urin Tikus
Model Hipertensi [Skripsi]. [Malang]:
Page | 266
Volume 3, Nomor 1, Desember 2015
24.
25.
26.
27.
28.
29.
30.
31.
32.
33.
Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Malang, 2014.
Matsunami T, Sato Y, Sato T, Yukawa M.
Antioxidant Status and Lipid Peroxidation
in Diabetic rats under Hyperbaric Oxygen
Exposure. Physiol. Res. 2010; 97-104.
Rael LT, Thomas GW, Craun ML, Curtis CG,
Bar-Or R, Bar-Or D. Lipid Peroxidation and
the Thiobarbituric Acid Assay :
Standardization of the Assay when Using
Saturated and Unsaturated Fatty Acids.
Journal of Biochemistry and Molecular
Biology. 2004; 37(6): 749-752.
Ridwan E. Etika Pemanfaatan Hewan
Percobaan dalam Penelitian Kesehatan.
Artikel
Pengembangan
Keprofesian
Berkelanjutan (P2KB). Jakarta; 2013.
Willerson JT, Cohn JN, Wellens HJJ, Holmes
DR. Cardiovascular Medicine. 3th ed.
Springer-Verlag: London; 2007.
Darojat AAK. Efek Ramuan Imperata
cylindrica, Gynura procumbens dan
Eugenia polyantha Terhadap Kadar SOD
dan MDA Jantung pada Tikus Model
Hipertensi [Skripsi]. [Malang]: Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Malang,
2015.
Elhomsy G. Deoxycorticosterone (DOC).
Endocrinology. 2012.
Guyton AC, Hall JE. Buku Ajar Fisiologi
Kedokteran. Edisi 11. EGC: Jakarta; 2007.
Ramadhani BY. Efek Kombinasi Dekokta
Centella asiatica, Imperata cylindrica dan
Ortosiphon aristatus Terhadap Jumlah ET1 pada Endothel Aorta Tikus Model
Hipertensi [Skripsi]. [Malang]: Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Malang,
2015.
Efendi J. Efek Ramuan Dekok Centella
asiatica,
Imperata
cylindrica
dan
Orthosiphon aristatus Terhadap Kadar
Nitric Oxide Jaringan Arteri Ekor Tikus
Model Hipertensi [Skripsi]. [Malang]:
Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Malang, 2014.
Nakano D, Itoh C, Ishii F, Kawanishi H,
Takaoka M, Kiso Y, et al. Effects of sesamin
on aortic oxidative stress and endothelial
dysfunction
in
deoxycorticosterone
acetate-salt hypertensive rats. Biol. Pharm.
Bull. 2003; 26(12): 1701—1705.
Irna Sasmita Putri, EFEK KOMBINASI DEKOKTA Centella asiatica, Imperata cylindrica
34.
35.
36.
37.
38.
39.
40.
41.
42.
43.
Iyer A, Chan V, Brown L. The DOCA-Salt
Hypertensive Rat as a Model of
Cardiovascular
Oxidative
and
Inflammatory Stress. Current Cardiology
Reviews. 2010; 6(4): 291-297.
Kumar V, Cotran RS, Robbins SL. Buku Ajar
Patologi. Edisi 7. Vol. 1. EGC: Jakarta; 2007.
Avisena AF. Efek Kombinasi Ekstrak Daun
Pegagan, Akar Alang-Alang dan Daun
Kumis Kucing Terhadap Kadar SOD dan
MDA Serum Tikus Model Hipertensi.
[Skripsi]. [Malang]: Fakultas Kedokteran
Universitas Islam Malang, 2014.
Choi J, Roche E, Caquet T . Characterization
of Superoxide Dismutase Activity in
Chironomus riparius Mg. (Diptera,
Chironomidae) Larvae – A Potential
Biomarker. Comparative Biochemistry and
Physiology Part C. 1999; 124: 73-81.
Winarsi H. Antioksidan Alami dan Radikal
Bebas, Potensi dan Aplikasinya dalam
Kesehatan. Kanisius: Yogyakarta; 2007.
Hashim P, Sidek H, Helan MHM, Sabery A,
Palanisamy UD, Ilham M. Triterpene
Composition and Bioactivities of Centella
asiatica. Molecules. 2011; 1310-1322.
Mohamed GA, Lateff AA, Fouad MA,
Ibrahim SRM, Elkhayat ES, Okino T.
Chemical Composition and HepatoProtective Activity of Imperata cylindrica
Beauv. Pharmacognosy Magazine. 2009;
4(17): 28-36.
Cerdeira AL, Cantrell CL, Dayan EE, Byrd JD,
Duke SO. A New Phytotoxic Constituents of
Cogongrass (Imperata cylindrica). USDA
national agricultural library: Weed Science.
2012; 212-218.
Padma R, Rahate KP, Parvathy NG, Renjith
V. Quantitative estimation of tannins,
phenols, and antioxidant activity of
methanolic extract of Imperata cylindrical.
International
Journal
Research
Pharmacology Science.2013; 4: 73-77.
Sari SP. Efek Kombinasi Dekokta Centella
asiatica,
Imperata
cylindrica
dan
Orthosiphon aristatus Terhadap Kadar
Hidrogen Peroksida (H2O2) Serum Tikus
Model Hipertensi [Skripsi]. [Malang]:
Fakultas Kedokteran Universitas Islam
Malang, 2015.
44.
45.
46.
47.
48.
49.
50.
51.
52.
Wulandhani F. Efek Berbagai Kombinasi
Dosis Dekok Pegagan, Alang-Alang dan
Kumis Kucing Terhadap Ketebalan
Ventrikel Kiri pada Tikus Wistar Model
Hipertensi [Skripsi]. [Malang]: Fakultas
Kedokteran Universitas Islam Malang,
2014.
Rajagopalan S, Kurz S, Munzel T, Tarpey M,
Freeman BA, Griendling KK, et al.
Angiotensin II-mediated hypertension in
the rat increases vascular superoxide
production via membrane NADH/NADPH
oxidase activation: Contribution to
alterations of vasomotor tone. J Clin
Invest. 1996;1916-1923.
Polizio AH, Balestrasse KB, Yannarelli GG,
Noriega GO, Gorzalczany S, Taira C, et al.
Angiotensin
II
Regulates
Cardiac
Hypertrophy via Oxidative Stress but Not
Antioxidant
Enzyme
Activities
in
Experimental Renovascular Hypertension.
Hypertens Res,. 2008; 31: 325-334.
Gongora MC, Qin Z, Laude K, Kim HW,
McCann L, Folz JR, et al. Role of
Extracellular Superoxide Dismutase in
Hypertension. Hypertension. 2006; 473481.
Lob HE, Vinh A, Blinder Y, Offermanns S,
Harrison DG. Role of vascular extracellular
superoxide dismutase in hypertension.
Hypertension. 2011; 232-239.
Powers SK, Malcolm JJ. Exercise-Induced
Oxidative Stress: Cellular Mechanism and
Impact on Muscle Force Production.
Physiol Rev. 2008; 88 1243-1276.
Repetto M, Semprine J, Boveris A. Lipid
Peroxidation : Chemical Mechanism,
Biological Implications and Analytical
Determination.
Jurnal
Biochemistry,
Genetics and Molecular Biology. 2012.
Pieta PG. Flavonoids as Antioxidants. J.Nat.
Prod. 2000; 63: 1043-1046.
Harbone JB. Metode Fitokimia : Penuntun
Cara Modern Menganalis Tumbuhan.ITB:
Bandung; 1987.
267 | Page
Download