Aplikasi Pengajuan Kredit Berbasis Android (Studi Kasus Bank

advertisement
1. Pendahuluan
Teknologi Informasi saat ini memiliki pengaruh yang luar biasa bagi semua
bidang usaha termasuk perbankan. Bidang perbankan mempunyai berbagai macam
bentuk usaha salah satunya perkreditan. Bank Rakyat Indonesia sebagai bank umum
menawarkan 4 (empat) macam produk kredit kepada nasabah/debitur. Untuk
mendapatkan produk kredit ini maka nasabah harus mengetahui informasi tentang
produk kredit serta persyaratan – persyaratan yang harus dipenuhi [1]. Hal ini memicu
adanya tuntutan terhadap tersedianya kemudahan – kemudahan informasi dan transaksi
dalam perbankan yang membuat semuanya serba instan. Produk teknologi sebelumnya
yang dipakai oleh bank yaitu phone dan sms banking yang menggunakan telepon dan
sms untuk melakukan transaksi, internet banking menggunakan komputer berbasis web,
kini tersedia layanan mobile banking yang mudah diakses dimana saja [2]. Berbagai
teknologi inilah yang digunakan juga dalam pemberian informasi kredit untuk
membantu nasabah dalam menyediakan informasi berdasarkan kebutuhan kredit,
persyaratan dan pendaftaran secara online tanpa harus membuang waktu pergi ke bank
yang menyediakan layanan kredit.
Pada umumnya aplikasi mobile dikembangkan dengan platform symbian dengan
memakai teknoloi J2ME. Saat ini aplikasi mobile mulai dikembangkan menggunakan
platform android berbasis linux. Keuntungan memakai platform android yaitu lengkap
(complete platform), terbuka (open source platform), gratis (free platform). Selain dapat
digunakan sebagai sistem operasi mobile, android sekarang juga mulai berkembang
pesat sebagai operating system tablet PC [8]. Berdasarkan latar belakang yang ada
penulis mencoba merancang sebuah aplikasi Sistem Informasi Kredit Berbasis Android
pada bank BRI Tondano karena penggunaan dari Sistem operasi Android saat ini
sedang disukai oleh masyarakat, pada awal kemunculan sistem operasi ini mendapat
dukungan dari masyarakat luas karena mengusung open source, selain itu ponsel
android memiliki banyak kemampuan mulai dari konektivitas, kenyamanan serta
kemudahan dalam mengakses fitur – fitur yang diberikan,dan harga dari ponsel ini
relatif murah. Sedangkan untuk pihak bank sendiri aplikasi ini dapat memberikan
layanan sistem informasi kredit yang cepat, tepat dan dapat diakses dimana saja.
2. Kajian Pustaka
Penelitian Terdahulu
Berbagai macam penelitian tentang sistem informasi berbasis mobile telah
dilakukan oleh berbagai pihak. Salah satunya adalah penelitian yang berjudul Rancang
Bangun Aplikasi Mobile Office Information Sistem Berbasis J2ME. Dalam penelitian
tersebut PT Sinar Unigrain dijadikan sebagai objek penelitian. Aplikasi yang dirancang
pada penelitian ini adalah Mobile Office Information System (MOIS) suatu aplikasi
yang dapat mengakses informasi yang berkaitan dengan data perusahaan secara real
time dilakukan dengan menerapkan teknologi J2ME pada pemograman wireless [7].
Penelitian yang kedua adalah Sistem Informasi Berbasis Web Mobile Studi
Kasus Penagihan dan Pembayaran Angsuran Bank. Dalam penelitian tersebut Bank
Perkreditan Rakyat (BPR) dijadikan sebagai objek penelitian. Sistem yang dirancang
pada penelitian ini adalah membuat webserver dengan database terintegrasi dan
pengelolaan melalui web application base dimana web ini dapat memberikan layanan
informasi pembayaran melalui sms gateway [2].
4
Kredit
Kredit adalah pemberian prestasi (misalnya uang, barang) dengan balas prestasi
(kontraprestasi) yang akan terjadi pada waktu yang akan datang. Kredit berfungsi
kooperatif antara pemberi kredit dan penerima kredit atau antara kreditur dengan
debitur. Keduanya menarik keuntungan dan saling menanggung risiko. Singkatnya,
kredit dalam arti luas didasarkan atas komponen kepercayaan, risiko, dan pertukaran
ekonomi di masa-masa mendatang [4].
Dalam hal ini BRI sebagai pemberi kredit mempunyai 4 (empat) macam jenis
kredit yaitu Kredit Konsumer mencakup Kredit Multi Guna (KMK), Kredit
Pembangunan Rumah (KPR), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) ; Kredit
Komersial mencakup Kredit Modal Kerja (KMK), dan Kredit Investasi (KI) ; Kredit
Konsumtif mencakup Kredit Pegawai Tetap (KRETAP), dan Kredit Pensiun ; yang
terakhir adalah Kredit Program yang mencakup Kredit Usaha Rakyat (KUR), dan
PKBL (Pembiayaan Program Pembinaan Kredit Usaha Mikro dan Kecil) [1].
Proses penilaian dari berbagai macam produk kredit yang ditawarkan oleh BRI
dapat dibagi menjadi 2 (dua) bagian besar yaitu Kredit Perorangan dan Kredit Usaha,
dari kedua bagian ini memiliki penilaian yang berbeda - beda untuk menganalisis dan
menilai status kredit dari seorang nasabah maka penulis memilih metode kredit skoring
sebagai penentuan dalam proses kredit. Model penilaian menjadi kunci untuk
memprediksikan apakah pemohon yang telah diterima akan berubah menjadi nasabah
yang baik atau buruk, definisi dari nasabah yang baik atau buruk memiliki perbedaan
pada masing – masing bank yang umumnya letak perbedaan itu terdapat pada
penggunaan rekening dan pendapatan. [4].
Android
Teknologi Android merupakan sebuah kemajuan teknologi dalam industri
mobile, dimana teknologi ini dikembangkan pada tahun 2007 dan dibeli oleh Google
Inc, untuk mengembangkan android dibentuklah Open Handset Alliance dimana
terdapat 34 perusahaan yang bersaing dalam pengembangan android. Teknologi
Android mempunyai beberapa keuntungan didalamnya dan dikatakan sebagai platform
masa depan [8]. Dari arsitektur sistem, Android merupakan sekumpulan framework dan
virtual machine yang berjalan di atas kernel linux. Virtual machine Android bernama
Dalvik Virtual Machine (DVM), engine ini berfungsi untuk menginterpretasikan dan
menghubungkan seluruh kode mesin yang digunakan oleh setiap aplikasi dengan kernel
Linux. Sementara untuk framework aplikasi sebagian besar dikembangkan oleh google
dan sebagian yang lain dikembangkan oleh pihak ketiga. Beberapa framework yang
dikembangkan oleh Android sendiri misalnya fungsi untuk teleponi seperti panggilan
telepon, sms, video call. Browser Android menggunakan google chrome yang
sebelumnya sudah dikembangkan oleh google jauh sebelum Android rilis [8].
ASP.net
ASP.Net merupakan teknologi baru pengembangan dari ASP dengan adanya
tambahan .NET Framework sebagai fondasi pemograman, maka ASP.Net mendapat
dukungan dari beberapa bahasa pemograman seperti AJAX, CSS, JQuery, Javascript,
Crystal Report, Linq Datasource, VB.Net, Java Script, dan C# [9].
5
Gambar 1 Arsitektur ASP.Net [9]
Konsep kerja ASP.net sebagai reaksi tanggapan terhadap permintaan oleh
pengguna dijelaskan pada Gambar 1. Selain itu
ASP.Net mempunyai beberapa
kelebihan meningkatkan performansi karena didukung oleh .NET Framework, ASP.Net
adalah Code CLR (Common Language Runtime) yang sudah di compile dan bekerja
pada server, berbeda dengan pendahulunya ASP yang menggunakan pendekatan
interpretasi [9].
3. Metode Penelitian
Sebelum pembuatan sistem ini, terlebih dahulu akan dibangun perancangan
sistem tujuannya agar sistem dapat bekerja dengan baik, kerangka perancangan sistem
dapat dilihat pada Gambar 2.
Gambar 2 Perancangan Sistem
Sistem yang dibangun kali ini mempunyai 3 (tiga) bagian penting yaitu web
server sebagai media penyimpanan data, analisa, dan pengiriman data; provider seluler
sebagai media penghubung data antara pengguna dan web server; dan yang terakhir
pengguna ponsel android sebagai media upload data.
6
4. Prosedur Pengajuan Kredit
Prosedur Pengajuan kredit untuk mendapatkan ID serta untuk menggunakan
aplikasi pengajuan kredit pada BRI mempunyai beberapa tahapan yang pertama
nasabah calon kredit terlebih dahulu harus melakukan pengajuan kredit kepada BRI,
selanjutnya nasabah melakukan pengisian form ID untuk mendapatkan username dan
password untuk masuk ke dalam aplikasi pengajuan kredit berbasis android. Di dalam
aplikasi ini nasabah dapat melakukan pengisian data keuangan serta mendaftarkan jenis
kredit apa yang diinginkan selanjutnya data keuangan akan dianalisis oleh account
officer jika tidak memenuhi persyaratan maka nasabah diharuskan mengisi kembali data
keuangan dengan benar untuk mendapatkan status kredit. Alur proses pada prosedur
pengajuan kredit dapat dilihat pada Gambar 3.
Gambar 3 Alur Proses Kredit
Manfaat yang dapat diambil pada penggunaan aplikasi ini antara lain adalah
sebelum memakai aplikasi pengajuan kredit berbasis android pendaftaran masih
menggunakan pengisian formulir yang begitu banyak dalam hal mendaftarkan kredit
dan mendapatkan status penentuan kredit, yang kedua nasabah tidak harus melakukan
pengisian form pengisian data secara berulang kali hanya dilakukan satu kali, yang
ketiga dengan adanya aplikasi pengajuan kredit berbasis android memungkinkan
nasabah untuk melakukan pengisian data keuangan kapan saja sesuai kebutuhan dan
untuk nasabah yang telah melunasi kreditnya tidak perlu lagi mengisi form awal pada
BRI.
7
5. Perancangan Prototype Model
Model rekayasa perangkat lunak yang dipakai dalam pembuatan sistem ini
adalah model prototype, kerangka kerja model prototype dapat dilihat pada Gambar 4.
Gambar 4 Kerangka Kerja Protoype Model [6]
Penggunaan metode ini memiliki 3 (tiga) proses dari hasil interaksi antara
developer dengan pihak bank. Proses pembangunan aplikasi ini dilakukan dengan
membuat beberapa tahap sesuai dengan proses yang ada pada model prototype yaitu [6]
-
Analisa Kebutuhan
Tahap ini merupakan langkah awal untuk mengetahui dan memahami kebutuhan
dari sistem yang dilakukan dengan cara wawancara kepada pihak bank untuk
mengetahui produk kredit, syarat – syarat yang dibutuhkan dalam permohonan kredit,
dan perhitungan analisa kredit yang dipakai oleh bank.
-
Perancangan dan Pembangunan Aplikasi
Tahap ini menjelaskan tentang tujuan – tujuan yang akan dibangun berdasarkan
permasalahan yang terjadi dari proses pengumpulan data. Dalam perancangan sebuah
sistem diperlukan software dan hardware yang mendukung agar aplikasi dapat berjalan
dengan baik sedangkan untuk perancangan dari sistem developer menggunakan Unified
Modelling Language (UML). UML merupakan langkah awal dalam merancang suatu
sistem dibuat use case diagram yang didalamnya terdapat operasi – operasi yang
dilakukan oleh aktor [3] .
Use case diagram pada perancangan sistem ini terbagi menjadi 4 (empat) bagian
yaitu dari sisi nasabah, sisi account officer dan sisi admin yang dapat dilihat pada
Gambar 5, dan Gambar 6.
8
melihat produk kredit
melihat berita
Nasabah
login
Non nasabah
exit
mendaftar kredit
melihat status
Gambar 5 Use Case Nasabah
analisa kredit
tambah nasabah
cek pendaftaran
tambah user
Account
Officer
update status nasabah
Admin
update produk kredit
update berita
Gambar 6 Use Case Account Officer dan Admin
Dari use case diagram yang ditunjukkan pada Gambar 5, dan Gambar 6 dapat
dilihat hubungan fungsionalitas dari aktor masing – masing :
- Nasabah : Use case ini berjalan pada ponsel android, dimana nasabah dapat melihat
semua menu dari mendaftar kredit, melihat produk kredit, melihat berita, melihat
status kredit, dan keluar aplikasi.
- Non Nasabah : Dapat melihat produk kredit, melihat berita, dan keluar aplikasi.
- Account Officer : Use case ini berjalan pada web server, tugas dari seorang Account
Officer (AO) adalah dapat melakukan perubahan data terhadap produk kredit dan
berita, dapat melihat dan menganalisa data keuangan kredit serta melakukan update
status nasabah kredit.
- Admin : Use case ini juga berjalan pada web server dimana admin dapat melakukan
update produk kredit, update berita,melakukan penambahan user yang dapat
mengakses halaman web dan menambah nasabah yang dapat mengakses pendaftaran
kredit.
9
Langkah kedua dalam perancangan UML adalah membuat activity diagram dari
sistem, ada empat (empat) activity diagram yang dirancang untuk menggambarkan
proses aktivitas alur kerja yang terjadi dari awal sampai akhir.
nasabah
android application
Tampilan Menu
Information Kredit
untuk nasabah non
BRI yang berjalan
pada android
application
tampil menu
produk kredit
start
tampil menu
berita
exit
end
Gambar 7 Activity Non Nasabah
nasabah
android application
start
login
( invalid )
( valid )
Tampilan Menu
Information Kredit
untuk nasabah BRI
yang berjalan
pada android
application
tampil menu
produk kredit
tampil menu
berita
tampil menu
daftar kredit
tampil menu
cek status
logout
exit
end
Gambar 8 Activity Nasabah
Gambar 7 dan Gambar 8 menjelaskan aktivitas yang terjadi antara non nasabah
dan nasabah dimana terdapat perbedaan dalam melihat menu yang berjalan pada ponsel
android, dimana untuk nasabah dapat melihat semua tampilan yang ada dan dapat
melakukan pendaftaran kredit. Sedangkan untuk non nasabah hanya dapat melihat
tampilan – tampilan umum yaitu menu produk kredit, menu berita, dan keluar aplikasi.
10
account officer
w eb application
login
start
( invalid )
( valid )
Halaman untuk account
officer yang terdiri dari
menu - menu update dan
berjalan pada web
application
menu update
produk kredit
menu cek
pendaftaran
menu update
berita
logout
end
Gambar 9 Activity Account Officer
Aktivitas dari Account Officer (AO) sebagai petugas bank dapat melakukan
update terhadapa produk kredit dan berita, kedua menu ini juga dapat diakses oleh
admin. AO juga dapat melakukan cek pendaftaran kredit, menganalisa, dan
memutuskan status kredit dari data keuangan yang sudah diinputkan nasabah melalui
smartphone android. Alur aktivitas dapat dilihat pada Gambar 9.
admin
web application
start
login
( invalid )
Halaman untuk admin
yang terdiri dari menu menu update dan
berjalan pada web
application
( valid )
menu update
nasabah
menu
update user
menu update
produk kredit
menu update
berita
end
logout
Gambar 10 Activity Admin
Gambar 10 menjelaskan activity dari admin yang bertugas untuk melakukan
penambahan data terhadap produk kredit baru, menu berita. yang membedakan tugas
antara admin dan AO adalah admin tidak dapat melakukan pengecekan kredit tetapi
admin dapat menentukan user yang berhak mengakses sistem website, dan melakukan
penambahan nasabah untuk mendaftarkan kredit.
11
Perancangan aplikasi dari sistem ini memiliki class diagram yang ditunjukkan
pada Gambar 11 dan menjelaskan tentang tabel – tabel yang digunakan dalam sistem,
sehingga memungkinkan relasi antar tabel.
Gambar 11 Class Diagram Sistem
Langkah selanjutnya adalah membuat rancangan database sebagai media
penyimpanan data dan user interface sistem sebagai tampilan aplikasi yang akan dibuat.
Rancangan database ini menggunakan SQL Server 2008 adapun rancangan tabel yang
akan dibuat adalah Tabel Login Admin, Tabel Nasabah, Tabel Pendaftaran, Tabel
Analisis, Tabel Produk, dan Tabel Berita dari tabel – tabel ini akan menghasilkan data
inputan ke dalam sistem.
Tabel 1 Tabel Pendaftaran Kredit Perorangan
Field
no_rekening
Varchar (255)
Keterangan
Menentukan primary key id
nasabah
Nomor Rekening
jumlah_pinjaman
Int (10)
Jumlah Pinjaman
jangka_waktu
Int (10)
Primary Index
Tipe Data
No Rekening
penghasilan/bulan
Int (10)
Jangka waktu
Jenis kredit yang
diinginkan
Jumlah penghasilan
Agunan
Varchar (255)
Jenis agunan
nilai_agunan
Int (10)
Jumlah agunan
jenis_kredit
Varchar (255)
12
Tabel 1 adalah tabel yang ditujukan kepada nasabah untuk diinput kedalam
sistem, hasil dari data inputan aspek keuangan ini akan dianalisis kembali oleh admin
dengan menggunakan persamaan dalam usaha mendapatkan kredit perorangan.
Sedangkan Tabel 2 merupakan tabel untuk pendaftaran kredit usaha dimana terdapat
perbedaan field dalam tabel kredit usaha.
Tabel 2 Tabel Pendaftaran Kredit Perorangan
Field
no_rekening
Varchar (255)
Keterangan
Menentukan primary
key id nasabah
Nomor Rekening
no_kredit
Int (10)
Nomor Kredit
jumlah_pinjaman
Int (10)
Jumlah Pinjaman
jangka_waktu
Int (10)
Jangka waktu
Jenis kredit yang
diinginkan
Jumlah aktiva lancar
Primary Index
jenis_kredit
Tipe Data
No Rekening
Varchar (255)
aktiva_lancar
Int (10)
aktiva_tetap
Int (10)
piutang
Int (10)
Jumlah aktiva tetap
Gabungan aktiva lancar
dan aktiva tetap
Jumlah persediaan
Jumlah kewajiban
lancar
Jumlah hutang bank
Gabungan kewajiban
lancar dan hutang bank
Jumlah piutang
penjualan_bersih
Int (10)
Jumlah penjualan bersih
jumlah_modal_sendiri
Int (10)
Jumlah modal sendiri
Jumlah harga pokok
penjualan
Jumlah laba bersih
jumlah_aktiva
persediaan
kewajiban_lancar
jumlah_hutang_bank
jumlah_kewajiban
harga_pokok_penjualan
laba_bersih
Int (10)
Int (10)
Int (10)
Int (10)
Int (10)
Int (10)
Int (10)
Perancangan selanjutnya adalah membuat user interface untuk memudahkan
pengguna dalam hal ini nasabah dan admin untuk menjalankan aplikasi sistem kredit
ini. Dalam perancangan user interface terdapat dua tampilan yaitu tampilan yang
dijalankan pada android smartphone dan tampilan yang dijalankan pada website admin.
13
Gambar 12 Rancangan Halaman Depan Android
Rancangan pada Gambar 12 merupakan halaman depan pada android
smartphone, pada rancangan ini terdapat produk kredit berita untuk kategori nasabah
dimana seorang nasabah dapat melakukan login untuk masuk dalam sistem dan
mendaftarkan kredit dengan mengisi field – field yang telah tersedia.
Header
Produk Kredit
Cek Pendaftaran
Berita
Kredit Konsumer
Kredit Usaha
Berita Bank
Kredit Komersial
Kredit Perorangan
Berita Kredit
Kredit Konsumtif
Analisa Kredit
Logout
Keluar Sistem
Kredit Program
Gambar 13 Rancangan Website Admin
Perancangan yang ditunjukkan pada Gambar 13 merupakan halaman website yang
dibuat untuk admin untuk melakukan update data dan menganalisa data kredit yang sudah
diinput dari nasabah. Apabila halaman ini dijalankan, tidak akan merubah form yang
telah dari rancangan ini atau disebut form tetap yang dimaksud form tetap adalah ketika
pengguna mengakses halaman-halaman yang ada pada aplikasi ini form antar mukanya
tetap seperti ini.
Evaluasi Prototype
Dalam pemodelan Prototype tahap ini merupakan bagian dari implementasi dan
testing. Tahap ini menghasilkan aplikasi yang telah dibuat dan melakukan pengujian
untuk mengetahui aplikasi ini layak untuk digunakan atau tidak.
14
Gambar 14 Halaman Depan
Awal dari pembuatan sistem ini adalah membuat halaman depan untuk
dijalankan pada android, halaman depan dari sistem terdapat menu produk kredit,
berita, login dan exit, sehingga memungkinkan pengguna untuk mendapatkan informasi
dalam mendapatkan kredit dan juga halaman ini dapat diakses oleh nasabah maupun
non nasabah. Adapun halaman depan dari aplikasi ini dapat dilihat pada Gambar 14.
Setelah membuat halaman depan, selanjutnya dibuat halaman untuk pendaftaran
kredit yang hanya dapat diakses oleh nasabah. halaman pendaftaran kredit berisi tentang
data – data aspek keuangan yang dimiliki nasabah sebagai persyaratan dalam usaha
mendapatkan kredit setelah semua field diisi dengan benar nasabah calon kredit dapat
menekan button kirim untuk proses selanjutnya. Pada halaman ini terdapat dua macam
kredit yaitu kredit perorangan dan kredit usaha dimana terdapat perbedaan inputan field
pada masing – masing kredit ini. Gambar 15 merupakan contoh data kredit yang harus
diisi oleh nasabah yang sesuai dengan persyaratan dari bank.
Gambar 15 Halaman Pendaftaran
Untuk melihat data keuangan hasil inputan dari nasabah maka langkah
selanjutnya dibuat website untuk admin dan account officer yang bertujuan
15
menganalisis data yang telah dikirim dari aplikasi android. Gambar 16 merupakan hasil
analisa dari inputan kredit perorangan nasabah yang dijalankan pada browser.
Gambar 16 Analisa Kredit Perorangan
Gambar 17 Analisa Kredit Usaha
Gambar 16 dan Gambar 17 merupakan hasil analisa dari kredit perorangan dan
kredit usaha dari kedua analisa ini terdapat perbedaan ratio sehingga untuk
mendapatkan hasil analisa seperti pada Gambar 16 dan Gambar 17 diperlukan
persamaan dalam menghitung data keuangan untuk kredit perorangan.
Gambar 18 Persamaan Kredit Perorangan
16
Gambar 19 Persamaan Kredit Usaha
Gambar 18 merupakan persamaan yang dipakai untuk menghitung kemampuan
bayar, kemampuan pinjaman, angsuran pokok, bunga pinjaman dari pengajuan kredit
perorangan. sedangkan Gambar 19 pengajuan pada kredit usaha mempunyai persamaan
yang berbeda, aspek keuangan yang diinput pada kredit usaha berupa laporan laba rugi
dan neraca keuangan dari perusahaan sebelum melakukan pendaftaran kredit. Dari
penjelasan persamaan yang dipakai oleh bank dapat dihitung dan diprediksi oleh
petugas bank dalam hal ini adalah account officer. Kedua hasil dari analisa mempunyai
tiga status yaitu tunggu, diterima , dan ditolak status tunggu mempunyai artian bahwa
petugas bank akan melakukan survey lapangan perihal kebenaran data dari calon
nasabah kredit, jika ditolak maka calon nasabah dalam menginputkan data – data aspek
keuangan tidak mencukupi skor yang telah ditetapkan.
Pengujian diperlukan untuk mengetahui sistem ini dapat berjalan dengan baik
atau dinamakan validasi sistem. Validasi yang dimaksud adalah proses mengevaluasi
suatu sistem untuk menentukan apakah telah memenuhi persyaratan yang diinginkan.
Pengujian kali ini dilakukan dengan dua tahap yaitu tahap pertama pengujian dengan
menggunakan perbedaan antara perhitungan manual dan perhitungan dari aplikasi, dan
tahap kedua membagikan angket kepada responden yang berisi pertanyaan – pertanyaan
untuk dibuat perbandingan menggunakan skala likert.
Tahap pertama dimulai dari perhitungan rumus berdasarkan data yang telah diisi
oleh calon nasabah kredit. Dari data kredit perorangan dapat diketahui jangka waktu,
jumlah pinjaman, penghasilan per bulan, agunan dan nilai agunan sehingga persamaan
yang ada pada Gambar 20 dapat dianalisa dan dihitung secara manual. Adapun contoh
hasil dari perhitungan sistem dapat dilihat pada Gambar 21.
17
Gambar 20 Perhitungan Manual Kredit Perorangan
Perhitungan kredit perorangan memiliki persyaratan apabila pembayaran
angsuran pokok ditambah dengan bunga pinjaman tidak boleh melebihi besarnya
kemampuan bayar dari nasabah. Bunga pinjaman per tahun yang diberlakukan oleh
bank adalah sebanyak 12 % maka bunga pinjaman per bulan adalah 1%.
Perhitungan pada kredit usaha ini hampir menyerupai dengan perhitungan pada
kredit perorangan tetapi pada kredit usaha memiliki penambahan variabel. Standart
perhitungan dari kredit usaha mempunyai skor yang berbeda – beda adapun persyaratan
untuk mendapatkan kredit usaha :
Gambar 21 Perhitungan Manual Kredit Usaha
Tahap kedua dari pengujian aplikasi adalah membandingkan jawaban dari 20
responden yang telah dibagikan dengan menggunakan skala likert sebagai penentuan
nilai interval. Setelah melihat jawaban dari pembagian kuisioner maka dapat dihitung
penilaian keseluruhan dari pertanyaan – pertanyaan yang telah diberikan penentuan skor
menurut skala likert. Adapun Untuk pemberian skor dari kategori – kategori jawaban
18
yang ada maka dilakukan poin pada tiap rentang skala yang menunjukkan nilai dengan
dekripsi.
a)
b)
c)
d)
e)
SS
S
KS
TS
STS
:5
:4
:3
:2
:1
Tabel 3 Hasil Penilaian Keseluruhan
Pertanyaan
SS
S
KS
TS
STS
Total
Rata - Rata
1
5
-
-
-
15
40
2
2
7
10
3
-
-
84
4,2
3
1
18
1
-
-
80
4
4
5
11
4
-
-
81
4,05
5
3
14
3
-
-
80
4
6
-
16
4
-
-
76
3,8
441
3,67
Total dan Rata- rata Keseluruhan
Dari nilai rata – rata yang dihasilkan pada Tabel 5 maka dapat disimpulkan skor
untuk menilai ketepatan dari hasil kuisioner yang telah dijawab oleh responden,
digunakan skala likert yaitu memberikan poin pada tiap rentang skala untuk
menunjukkan nilai dengan dekripsi Setuju (S) yang dapat dilihat pada Tabel 6.
Tabel 4 Skala Likert
Nilai
Skor
SS
5,0 – 4,21
S
3,41 – 4,2
KS
2,41 – 3,4
TS
1,81 – 2,4
STS
1,0 – 1,8
6. Simpulan
Berdasarkan hasil penelitian ini maka dapat disimpulkan bahwa sistem kredit
yang dibuat dengan studi kasus Bank Rakyat Indonesia Tondano dapat memenuhi dan
memudahkan calon nasabah kredit untuk memasukkan data keuangan dan dari pihak
bank dapat menganalisis data keuangan calon nasabah kredit.
Dengan menggunakan skala likert sebagai penilaian statistik kuisioner maka
hasil dari penggunaan aplikasi sistem informasi kredit menghasilkan rata – rata jawaban
Setuju (S). Tujuan dari sistem ini tidak mengganti pendaftaran manual kredit yang telah
dijalankan oleh Bank tetapi melakukan penambahan fasilitas layanan agar lebih mudah
diakses dan dapat dimengerti tahapan – tahapan kredit yang harus dilewati oleh nasabah
untuk mendapatkan kreditnya.
19
Sistem Kredit yang dibuat ini masih terdapat kekurangan, adapun saran yang
ingin disampaikan pada penelitian ini adalah pengembangan sistem informasi sebaiknya
bukan hanya seputar permintaan kredit tetapi dapat juga memberikan informasi tentang
tagihan, pembayaran dan transfer yang dapat dijalankan pada android.
7. Daftar Pustaka
[1]
[2]
[3]
[4]
[5]
[6]
[7]
[8]
[9]
Account Officer BRI Tondano.
Achmad, F., Basofi, A., Asmara,.R., 2011, Sistem Informasi Berbasis Web
Mobile Studi Kasus Penagihan dan Pembayaran Angsuran Bank,
http://repo.eepisits.edu/1263/1/7408030046%2DAchmad_Fauzan%2DPaper.pdf.
Diakses
tanggal 17 November 2011.
Dharwiyanti, Sri., Wahono, Romi.S., 2003, Pengantar Unified Modeling
Language
(UML),
http://standyoei.web.ugm.ac.id/ppl/MateriSuplemenUml.pdf. Diakses pada tanggal 10
Oktober 2010.
Firdaus, R., & Ariyanti, M., 2003, Manajemen Perkreditan Bank Umum,
Bandung : Alfabeta.
Kusuma, Samuel. R., 2009, Perancangan Sistem Informasi Perbankan,
http://digilib.stikom.edu/detil.php?id=509&q=sistem%20informasi%20transa
ksi%20perbankan. Diakses tanggal 11 November 2011.
Pressman, Roger.S., 2001, Software Engineering : A Practitioner’s Approach,
Amerika Serikat : McGraw-Hill.
Purnama, Ransang, 2008, Rancang Bangun Aplikasi Mobile Office
Information
System
Berbasis
J2ME,
http://digilib.stikom.edu/detil.php?id=236&q=RancangBangun
AplikasiMobilOfficeInformationSystemBerbasisJ2ME. Diakses tanggal 5
November 2011.
Safaat, Nazruddin. H., 2011, Pemograman Aplikasi Mobile Smartphone dan
Tablet PC Berbasis Android, Bandung : Informatika.
Wardoyo, Sulistyo. K., 2011, Web Mobile Sistem Informasi Akademik (SIA)
Menggunakan
ASP.Net
Web
Matrix
Project,
http://eprints.undip.ac.id/25552/1/ML2F304280.pdf. Diakses tanggal 20
November 2011.
20
Download