Kalibrator Tensimeter Dilengkapai Dengan Pengukuran Suhu dan

advertisement
Kalibrator Tensimeter Dilengkapai Dengan
Pengukuran Suhu dan Kelembaban
Gigih Arif Suheriyono1, Andjar Pudji2, M. Ridha Makruf3
Jurusan Teknik Elektromedik
POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTRIAN KESEHATAN SURABAYA
ABSTRAK
Tekanan Darah merupakan tekanan di dalam nadi yang mengirimkan darah ke komponen badan selain dari
paru-paru, seperti pada nadi utama. Dengan adanya nilai standart pengukuran tekanan darah pada tensimeter,
pengukuran dan pembacaan tekanan darah harus dilakukan dengan tepat, hal ini dikarenakan menyangkut
kesehatan dan keselamatan pasien dari hasil pemeriksaan tekanan darah dengan tensimeter, oleh karena itu
perlu dilakukan kalibrasi untuk menentukan nilai kebenaran suatu tensimeter dengan cara membandingkannya
terhadap standart ukur yang tertelusur. Dalam hal ini kalibrasi tensimeter dapat dilakukan dengan DPM
(Digital Pressure Meter). Kalibrasi tensimeter dengan menggunakan DPM ialah dengan membandingkan nilai
skala ukur pada tabung tensi meter dengan skala ukur DPM. Dalam kalibrasi kondisi lingkungan harus diatur
sesuai persyaratan metode kalibrasi seperti suhu dan kelembaban. Suhu yang diijinkan adalah 20°C dengan
tingkat kelembaban sekitar 60-70%. Karena pada kondisi suhu ini, alat ukur relatif stabil. Berdasarkan
pengukuran dan perbandingan data yang dilakukan sebanyak 5 kali didapat hasil rata-rata %error sebesar
0,25% pada pada pengukuran naik , dan 0,13% pada pengukuran turun. Sebesar 0,2% pada pengukuran suhu
ruangan dan 0,44% pada pengukuran kelembaban ruangan. Dapat disimpulkan bahwa alat ini layak digunakan.
Kata kunci : Tekanan, Suhu, Kelembaban, Tensimeter
PENDAHULUAN
Kalibrasi merupakan suatu kegiatan teknis
yang terdiri atas penetapan dan penentuan satu
karakteristik atau lebih dari suatu produk, sesuai
dengan prosedur khusus yang telah ditetapkan.
Tujuan kalibrasi yaitu untuk menjamin hasil
pengukuran sesuai dengan standar nasional
maupun internasional. Salah satu alat medis
yang perlu dilakukan kalibrasi adalah
tensimeter, sedangkan alat untuk mengkalibrasi
tensimeter (Sphygmomanometer) adalah Digital
Preassure Meter.
Digital Pressure Meter adalah perangkat
yang dirancang untuk mengukur tekanan dari
perangkat medis dalam bentuk cair atau gas
untuk membantu mengkalibrasi alat medis,
dalam hal ini kalibrasi Sphygmomanometer
(flukebiomedical).
Sphygmomanometer atau tensimeter adalah
alat yang digunakan untuk mengukur tekanan
darah yang bekerja secara manual maupun
otomatis, dalam memompa maupun mengurangi
tekanan pada manset dengan sistem non
invasive. Dalam pengukuran darah, terdapat 2
macam tekanan darah, yaitu systolic (batas atas)
dan diastolic (batas bawah). Tekanan systolic
sebesar 95 s/d 140 mmHg, sedangkan tekanan
diastolic sebasar 60 s/d 90 mmHg (Soeprijatno,
Djoko. 2013).
Seiring dengan berkembangnya teknologi
dibidang peralatan medis, tensimeter sudah
mangalami perkembangan mulai dari tensimeter
air raksa, tensimeter jarum, dan yang terbaru
adalah tensimeter digital. Menurut pengamatan
penulis bahwah hasil ukur tekanan darah yang
dilakukan dengan tensimeter air raksa hasilnya
berbeda dengan hasil ukur yang dilakukan
dengan tensimeter digital. Dengan adanya
perbedaaan hasil ukur tersebut maka perlu
dilakukan identifikasi terhadap alat ukur tekanan
darah. Hasil pengukuran tekanan darah tersebut
harus dilakukan dengan tepat, hal ini
dikarenakan menyangkut kesehatan dan
keselamatan
pasien.
Kesalahan
dalam
pengukuran tekanan darah bisa disebabkan oleh
human error atau pada fungsi alat itu sendiri
yang akurasinya sudah melebihi batas ambang
1
yang diperbolehkan (Standart error maksimal 3
mmhg).
Berkaitan dengan tuntutan global dalam
mutu pelayanan kesehatan, adanya ISO 9000
dan UU no8/99 tentang perlindungan konsumen,
maka diperlukan pengukuran dan kalibrasi alat
medis secara berkala. Prosedur kalibrasi wajib
dilakukan secara terjadwal guna menjaga
keselamatan user atau operator dan pasien
sebagai pemakai. Berkaitan dengan hal tersebut
perlu dilakukan kalibrasi untuk menentukan
nilai kebenaran suatu tensimeter dengan cara
membandingkannya dengan standart ukur yang
tertelusur. Hal ini tercantum dalam Permenkes
No 363/Menkes/PER/IV/1998 tentang Pengujian
dan Kalibrasi Alat Kesehatan pada sarana
Pelayanan Kesehatan. Dalam hal ini kalibrasi
tensimeter dapat dilakukan dengan DPM
(Digital Pressure Meter), sehingga didapatkan
tingkat akurasi dan tingkat presisi yang tinggi
(Republik Indonesia. 1998. Permenkes NO
363/Menkes/PER/IV/1998).
Sebelumnya pernah dibuat alat kalibrator
tensimeter yang berjudul Portable Kalibrator
Tensimeter berbasis Atmega 8535 oleh Heru
Wahyu Purnama tahun 2014, Digital Pressure
Meter Berbasis Arduino yang ditulis oleh Tiar
Prilian tahun 2015, dan Kalibrator Tensimeter
yang dibuat oleh Ika Yulistya Rahmawati pada
tahun 2015, alat tersebut menurut penulis masih
memiki kelemahan karena alat tersebut belum
dilengkapi dengan pengukuran suhu dan
kelembaban sehingga pada saat kalibrasi
tensimeter harus menggunkan peralatan ukur
lainnya misalnya Thermohygrometer.
5) Menggunakan LCD karakter 2x16.
6) Menggunakan Baterai.
7) Batasan level yang ditunjukkan antara 0250 mmHg yang meliputi 0, 50, 100, 150,
200, 250
RUMUSAN MASALAH
Dapatkah dibuat alat Kalibrator Tensimeter
Dilengkapi Dengan Pengukuran Suhu Dan
Kelembaban ?
TUJUAN PENELITIAN
1) Tujuan Umum
Dibuatnya alat “Kalibrator Tensimeter
Dilengkapi Dengan Pengukuran Suhu Dan
Kelembaban” dengan display LCD 2x16.
2) Tujuan Khusus
a. Membuat rangkaian sensor untuk
mendeteksi tekanan saat memompa.
b. Membuat rangkaian sensor suhu untuk
mendeteksi suhu ruang.
c. Membuat rangkaian sensor kelembaban
untuk mendeteksi kelembaban ruang.
d. Membuat rangkaian pengkondisi sinyal
analog.
e. Membuat rangkaian display LCD 2x16.
f. Membuat program untuk menampilkan
hasil
pengukuran
tekanan,
suhu,
kelembaban.
g. Membuat pewaktu 60 s untuk tes
kebocoran.
h. Melakukan uji fungsi rangkaian sensor.
MANFAAT PENELITIAN
Dengan memandang kronologis diatas maka
dengan ini penulis membuat alat :
“Kalibrator Tensimeter Dilengkapi Dengan
Pengukuran Suhu Dan Kelembaban”.
BATASAN MASALAH
1) Menggunakan pompa manual.
2) Menggunakan sensor tekanan MPX Series.
3) Untuk suhu, tampilan tiga digit (satuan,
puluhan dan satu angka di belakang koma)
dalam derajat Celcius, dengan range 1060°C.
4) Untuk kelembaban, tampilan tiga digit
(satuan, puluhan dan satu angka di belakang
koma) dalam persen, dengan range 20-85%.
1) Manfaat Teoritis
Menambah pengetahuan dan mengenal
prinsip kerja tentang peralatan medik, khususnya
peralatan kalibrasi Digital Pressure Meter.
2) Manfaat Praktis
Dengan dibuatnya alat Kalibrator
Tensimeter Dilengkapi Dengan Pengukuran
Suhu dan Kelembaban, diharapkan dapat
membantu operator dalam proses kalibrasi
tensimeter, dan bagi pasien diharapkan dapat
memberikan manfaat terhadap hasil pemeriksaan
yang akurat.
TINJAUAN PUSTAKA
2
Tekanan Darah
Tekanan Darah menjadi tekanan yang
digunakan oleh darah pada sudut 90o yang
menekan dinding dari pembuluh darah, tekanan
darah mengacu pada systemic seperti urat nadi
tekanan darah, yaitu tekanan di dalam nadi atau
pembuluh darah arteri yang mengirimkan darah
ke komponen badan selain dari paru-paru,
seperti nadi utama yang berkenaan dengan
lengan ( di dalam lengan tangan). Nilai-Nilai
yang bersifat universal dinyatakan di dalam
millimetres air raksa ( mmHg) (Palmer, 2007).
Tekanan systolic menggambarkan tekanan
puncak artery dan berhubungan dengan
peredaran darah kejantung, sedangkan tekanan
diastolic adalah tekanan darah yang paling
rendah.
Besarnya tekanan darah untuk jantung
yang beristirahat antara 120 mmHg sebagai
systolic dan 80 mmHg sebagai diastolic ( yang
ditulis seperti 120/80 mmHg), Ukuran tekanan
darah ini tidaklah statis, tetapi mengalami
variasi alami dari satu orang terhadap orang
yang lain , tergantung faktor - faktor gizi,
obat/racun, atau penyakit (Ahmad Muhlisin,
2013).
Sphigmomanometer
Sphygmomanometer
atau
Blood
Pressure Meter adalah instrument yang
digunakan untuk mengukur tekanan darah arteri
secara tidak langsung ( Non Invasive ) dengan
bantuan stetoskop.
Kata sphygmus berasa dari Yunani yang
berarti
denyut
nadi,
dengan
istilah
ilmiah manometer atau pressure meter.
Ditemukan pertama kali oleh Dr Samuel Karl
Siegfried Ritter von Basch.Scipione Riva-Rocci,
dari Italia, th 1896. Dan dipopulerkan
oleh Harvey Cushing th 1901.
Ada dua jenis Sphygmomanometer :
1) Digital Sphygmomanometer
Mudah untuk dioperasikan dan praktis
dalam penggunaannnya .Dalam penggunannya
apabila digunakan dalam jumlah pasien yang
cukup banyak hasil pembacaannya tidak valid
dan tidak akurat .
2) Manual Sphygmomanometer
Sphygmomanometer air raksa pada
umumnya terdiri dari dari suatu Inflatable
Cuff yang dapat digelembungkan, unit yang
mengukur (Mercury Manometer), dan suatu
tabung/container
untuk
menghubungkan
keduanya, berikut pump yang dilengkapi
dengan klep untuk mencegah kebocoran
tekanan .Regulator tekanan digunakan sebagai
pengatur dalam pembacaan.
Ketika sistem tidak diberi tekanan, level
air raksa pada container dengan yang ada pada
tabung gelas kaca/plastic menunjukkan posisi "
0" pada skala tabung. Penekanan pada pompa
mengakibatkan tekanan pada manset dan
container air raksa, kemudian memaksa air raksa
naik pada skala tertentu ( mmHg). Udara yang
dipindahkan oleh peningkatan air raksa dibuang
melalui ventilasi yang berisi suatu saringan yang
berfungsi untuk menjaga penumpahan air raksa
keluar dan menyaring udara yang masuk ke
dalam tabung gelas kaca/plastic.
Untuk aneroid
sphygmomanometer,
tekanan yang diberikan akan melenturkan
diaphragma melalui suatu hubungan mekanis,
pergerakan ini menyebabkan berputarnya jarum
penunjuk pada angka tertentu sesuai tekanan
yang diberikan.
Ketelitian suatu sphygmomanometer air
raksa tergantung dari dimensi yang sudah
ditetapkan oleh pabriknya, udara yang ada diatas
air raksa pada tabung gelas kaca/plastic harus
bebas mengalir keatas, pastikan tabung dalam
keadaan bersih, pastikan Volume air raksa
cukup ( berada pada skala “0” pada saat manset
dalam keadaan bebas/tanpa ada aliran
tekanan),
Dan pada saat tertentu diperlukan
kalibrasi untuk
menunjukan
keseragam
pembacaan skala yang benar. Hal tersebut diatas
memastikan agar kondisi alat tetap terjaga
3
keakuratan dalam pembacaannya dan untuk
menjaga agar kondisi alat tersebut selalu dalam
keadaan
siap
pakai.
Untuk
aneroid
sphygmomanometer, aneroid gaugenya harus
dXijaga penyimpangan diapragma terhadap
meter ukurnya dari benturan atau goncangan
selama masa penggunaannya, dan meter ukur
cenderung mengalami kesalahan pembacaan saat
terjadi tekanan lebih. Keandalan alat tersebut
sangat tergantung pada pemeriksaan berkala.
Biasanya sphygmomanometers air raksa lebih
sering digunakan karena pertimbangan yang
lebih dapat dipercaya dan akurat.
Sensor Tekanan MPX
Sensor MPX 5100 adalah sensor
tekanan dengan kompensasi suhu, pengondisi
sinyal, dan telah terkalibrasi. Sensor tekanan ini
adalah monolitik silicon sensor tekanan yang
dirancang untuk berbagai aplikasi, terutama
mereka
yang
menggunakan
sebuah
mikrokontroller atau mikroprosessor dengan
input A / D .
Gambar 1 Blok Diagram Sensor MPX5100(datasheet
MPX5100)
Tabel Karakteristik MPX (datasheet MPX5100)
Karakteristik
Simbol
Min
Typ
Max
Unit
Pressure
range
Pop
0
15
-
100
115
kPa
Vs
4.75
5.0
5.25
VDC
Io
-
7.0
10
mAdc
VOFF
0.088
0.20
0.313
VDC
VFSO
4.587
4.700
4.813
VDC
VFSS
-
4.500
V/P
-
45
±2.5
-
%VFSS
mV/kPa
tR
-
1.0
-
ms
IO+
-
0.1
-
MAdc
-
-
20
-
ms
-
-
±0.5
-
%VFSS
Supply
Voltage
Supply
Current
Minimum
Pressure
Offset @Vs
= 5.0 V
Full Scale
Output
Full Scale
Span
Accuracy
Sensitivity
Response
Time
Output
Source
Current at
Full Scale
Output
Warm-Up
Time
Warm
Stability
-
Kurva perbandingan tegangan dan tekanan :
Gambar 2 Kurva Perbandingan Tegangan dan
Tekanan (datasheet)
Sensor Kelembaban 808 H5V6
Sensor kelembaban 808 H5V6 adalah sensor
kelembaban berbasis kapasitif yabg merubah
besaran kelembaban menjadi tegangan. Sensor
ini dapat mengukur kelembaban
Sensor ini berisi substrat thin film dari polimer
atau metal ocide yang dipasang diantara dua
elektroda konduktif. Permukaan sensor ditutup
menggunakan elektroda metal untuk melindungi
sensor tersebut dari kontaminasi lingkungan
disekitarnya. Substrat pada umumnya terbuat
dari glass, keramik atau silikon. Perubahan
dielektrik dari sensor kelembaban kapasitif
proposional terhadap perubahan kelembaban
relatif dilingkungan sekitar sensor.
Tabel Spesifikasi Sensor Kelembaban 808
H5V6
VDC
Sumber: Datasheet Sensor MPX5100GP
4
2)
3)
Gambar 3 Sensor Kelembaban 808 H5V6
4)
Tabel Respon Kelembaban 808
H5V6
5)
6)
7)
mVolt/ºC, sehingga dapat
dikalibrasi langsung dalam
celcius.
Memiliki
ketepatan
atau
akurasi kalibrasi yaitu 0,5ºC
pada suhu 25 ºC.
Memiliki jangkauan maksimal
operasi suhu antara -55 ºC
sampai +150 ºC. Bekerja pada
tegangan 4 sampai 30 volt.
Memiliki arus rendah yaitu
kurang dari 60 µA.
Memiliki pemanasan sendiri
yang rendah (low-heating)
yaitu kurang dari 0,1 ºC pada
udara diam.
Memiliki impedansi keluaran
yang rendah yaitu 0,1 W untuk
beban 1 mA.
Memiliki
ketidaklinieran
hanya sekitar ± ¼ ºC.
Gambar 2.5 Grafik Kelembaban 808 H5V6
Gambar 4 Sensor suhu LM35
Sensor Suhu LM35
Sensor Suhu LM35 adalah salah satu
jenis sensor yang merubah besaran suhu ke
besaran listrik dalam bentuk tegangan.
LM35 memiliki 3 buah pin kaki, pin1 untuk
INPUT tegangan positif (+), pin2
OUTPUT,
pin3
INPUT
tegangan
negatif/GND (-).
KERANGKA KONSEP
Blok Diagram Mekanis
Sensor Kelembaban
Sensor Suhu
Dapat beroperasi pada tegangan 4 volt
sampai 30 volt. Setiap suhu 1 derajat
Celcius akan menunjukan tegangan 10 mV.
Bulb
Persamaan:
Vout = 10 mV/1ºC
Artinya, jika terbaca tegangan Vout =
500 mV, maka temperaturnya =
500mV/10mV= 50ºC.
Reset
Manset
Timer 60S
Enter
UP/Down
Karakteristik :
Gambar 5 Diagram Mekanis
1) Memiliki sensitivitas suhu,
dengan faktor skala linier
antara tegangan dan suhu 10
5
Blok Diagram
tersebut akan diproses melalui Mikrokontroler ,
kemudian ditampilkan melalui LCD. Pada saat
display menunjukkan tekanan 200 mmg tekan
tombol timer 60s untuk memulai timer. Ketika
timer sudah mencapai 60s maka 200-data adc
terakhir, maka akan diketahui tensimeter
tersebut laik atau tidak laik.
Diagram Alir
Gambar 6 Blok Diagram
Cara Kerja Blok Diagram
Saat alat dinyalakan, tegangan dari
baterai menyuplai rangkaian mikrokontroller,
sensor suhu, sensor kelembaban, termasuk
sensor tekanan sehingga alat dalam keadaan
ready dan siap untuk beroperasi. Kemudian
dilakukan pemilihan kalibrasi dengan menekan
tombol up/down. Setelah
itu tekan enter.
Suhu,kelembaban,dan tekanan yang diterima
oleh sesor dikonversikan menjadi tegangan
analog. Tegangan tersebut kemudian diproses
oleh rangkain pengkondisi sinyal analog
sebelum
masuk
pada
ADC
internal
Mikrokontroler. Setelah tegangan masuk ADC ,
tegangan analog akan dikonversi menjadi
tegangan
digital
untuk
diproses
oleh
mikrokontroler. Data hasil dari pengolahan
tersebut akan diproses melalui Mikrokontroler
kemudian ditampilkan melalui LCD. Untuk
memulai proses tes kebocoran pada tensimeter,
pilih mode tes kebocoran. Setelah itu tekan
enter. Sebelum ada tekanan display menunjukan
nilai 0 mmHg. Pemompaan dilakukan secara
manual. Tekanan yang masuk akan diterima
oleh sensor tekanan , kemudaian dikonversi
menjadi tegangan analog. Tegangan tersebut
kemudian akan diproses oleh rangkaian
pengkondisi sinyal analog sebelum masuk ke
ADC internal yang telah tersedia dalam IC
Mikrokontroler. Setelah tegangan masuk ADC ,
tegangan analog akan dikonversi menjadi
tegangan
digital
untuk
diproses
oleh
mikrokontroler. Data hasil dari pengolahan
Gambar 7 Diagram Alir
Saat start alat dalam keadaan ready, display
LCD akan menampilkan pemilihan mode , yaitu
mode pengukuran suhu , kelembaban dan
Tekanan atau Tes Kebocoran . Ketika mode
pengukuran suhu, kelembaban dan Tekanan
dipilih maka pada display lcd akan menampilkan
kondisi suhu, kelembaban dan tekanan tersebut,
jika mode tes kebocoran yang dipilih maka
timer akan menghitung selama 60 s dan
memunculkan display tekanan setalah timer
sudah tercapai selama 60 s maka pada display
lcd akan memunculkan nilai tekan.
6
HASIL DAN ANALISA DATA
Hasil
Analisa Data
1) Hasil Pengukuran dan Perhitungan DPM
Modul dan DPM Pembanding
Berdasarkan data-data dan perhitungan,
maka didapati error paling besar antara DPM
Pembanding dengan Modul adalah 0,8%. Selisih
pengambilan data menggunakan pembanding
DPM mulai dari pengukuran ke-1 sampai ke-5
Tabel 1
Hasil Pengukuran Naik
Titik
Akurasi
DPM
Pembanding
X1
DPM Modul (mmHg)
X2
X3
X4
Ratarata
X5
Error%
0
0
0
0
0
0
0
0
0%
50
50
50
50
49
49
50
49,6
0,8%
100
100
100
100
99
99
99
99,4
0,6%
150
150
150
150
150
150
150
150
0%
200
200
200
200
200
199
200
299,8
0,1%
250
250
250
250
250
250
250
250
0%
X5
Ratarata
Error%
PEMBAHASAN
Rangkaian Minimum Sistem
Tabel 2
Hasil Pengukuran Turun
Titik
Akurasi
DPM
Pembanding
X1
DPM Modul (mmHg)
X2
X3
X4
0
0
0
0
0
0
0
0
0%
50
50
50
50
49
50
50
49,8
0,4%
100
100
100
100
99
99
100
99,6
0,4%
150
150
150
150
150
150
150
150
0%
200
200
200
200
200
200
200
200
0%
250
250
250
250
250
250
250
250
0%
2) Hasil Pengukuran Suhu
Tabel 3 Hasil Pengukuran Suhu
Suhu
Error %
Pengukuran keAlat
Pembanding
1
25,8
26
0,2
2
25,8
26,5
0,7
3
26,3
26,5
0,2
4
27,8
28
0,2
5
29,2
29
0,2
Gambar 8 Rangkaian Minimum System
3) Hasil Pengukuran Kelembaban
Tabel 4 Hasil Pengukuran Suhu
Error
%
Pengukuran
ke-
Kelembaban
Alat
Pembanding
1
60.8
61
0.2
2
61.8
61
0.8
3
68.1
67.5
0.6
4
63.4
63.5
0.1
5
83.5
83
0.5
Sistem minimum mikrokontroler adalah
sistem elektronika yang terdiri dari komponenkomponen dasar yang dibutuhkan oleh suatu
mikrokontroler untuk dapat berfungsi dengan
baik. Pada umumnya, suatu mikrokontoler
membutuhkan dua elemen (selain power
supply), Kristal Oscillator (XTAL), dan
Rangkaian RESET. Analogi fungsi Kristal
Oscillator adalah jantung pada tubuh manusia.
Perbedaannya, jantung memompa darah dan
seluruh kandungannya, sedangkan XTAL
memompa data. Dan fungsi rangkaian RESET
adalah untuk membuat mikrokontroler memulai
kembali pembacaan program, hal tersebut
dibutuhkan pada saat mikrokontroler mengalami
gangguan dalam meng-eksekusi program. Pada
sistem minimum AVR terdapat elemen
tambahan
(optional),
yaitu
rangkaian
pengendalian ADC: AGND (= GND ADC),
AVCC (VCC ADC), dan AREF (= Tegangan
Referensi ADC) dan
konektor ISP untuk
7
mengunduh
(download)
mikrokontroler.
program
ke
Rangkaian Suhu LM 35
Rangkaian Pengkondisi Sinyal
Gambar 10 Rangkaian Suhu LM35
Output dari LM35 masuk pada ADC mikro pada
ADCPIN.1
Rangkaian Kelembaban 808 H5V6
Gambar 9 Rangkaian Pengkondisi Sinyal
Rangkaian pengkondisi sinyal terdiri dari 1
buah IC LM358, sebagai rangkaian foltage
follower ( buffer), rangkaian diffrensiator.
Sensor
MPX5100GP
mendeteksi
besaran tekanan , yang kemudian menghasikan
output tegangan dengan resolusi 45 mV/kPa.
Tegangan output dari sensor yang berorde
milivolt kemudian masuk rangkaian buffer ,
rangkaian buffer disini berfungsi sebagai
penyangga , agar output dari sensor yang
berorde millivolt tidak drop ketika masuk ke
rangkaian berikutnya dengan tegangan output =
tegangan input. Output dari rangkaian buffer
masuk ke rangkaian differensiator. Penggunaan
rangkaian Differensiator amplifier digunakan
untuk mengatur tegangan output sensor
MPX5100GP menjadi 0 volt ketika tidak ada
tekanan, karena tegangan output sensor
MPX5100GP = 0,36 volt saat tidak ada tekanan,
sehingga tegangan perlu di zero kan pada
rangkaian differensiator amplifier dengan
tegangan pengurang 0,36 volt pada kaki
inverting, sehingga pada saat tidak ada tekanan
tegangan yang masuk ke ADC mikrokontroler =
0 volt. Setelah tegangan di adjust sehingga
output 0 volt pada tekanan 0kPa.
Gambar 11 Rangkaian Kelembaban 808 H5V6
Tegangan output dari sensor yang
kemudian masuk rangkaian buffer , rangkaian
buffer disini berfungsi sebagai penyangga , agar
output dari sensor tidak drop.
Program Mode Kalibrasi
void baca_tekanan()
{
for(g=0;g<25;g++)
{buff_tekanan[g]=read_adc(0);}
jumlah=0;
for(g=0;g<25;g++)
{jumlah=jumlah+buff_tekanan[g];}
tekanan=(float)(jumlah/25);
delay_ms(300);
tekanan1=(float)tekanan*5.01/1023.0;
tekanan1=(float)(tekanan1/2.050);
8
tekanan2=(float)((tekanan10.04*5.08)/(0.009*5.08)+(2.5*1*0.009*5.08));
konversi=(tekanan2*7.5)+32;
}
void baca_suhu()
{for(g=0;g<50;g++)
{buff_suhu[g]=read_adc(1);}
jumlah=0;
for(g=0;g<50;g++)
{jumlah=jumlah+buff_suhu[g];}
suhu=(float)(jumlah/50);
suhu_c1=(float)((5.01*suhu)*100/1023.0)+2.30;
}
void baca_kelembaban()
{
for(g=0;g<50;g++)
{buff_kelembaban[g]=read_adc(2);}
jumlah=0;
for(g=0;g<50;g++)
{jumlah=jumlah+buff_kelembaban[g];}
kelembaban=(float)(jumlah/50);
tegangan=(float)(kelembaban*5.01/1023.0);
delay_ms(120);
if(tegangan>0.310 && tegangan<0.93)
{kelembaban2=(float)10+((tegangan0.310)/0.031);}
else if(tegangan>0.93 && tegangan<1.24)
{kelembaban2=(float)30+((tegangan0.93)/0.031);}
else if(tegangan>1.24 && tegangan<1.55)
{kelembaban2=(float)40+((tegangan1.24)/0.031);}
else if(tegangan>1.55 && tegangan<1.85)
{kelembaban2=(float)50+((tegangan1.55)/0.03);}
else if(tegangan>1.85 && tegangan<2.15)
{kelembaban2=(float)60+((tegangan1.85)/0.03);}
else if(tegangan>2.15 && tegangan<2.43)
{ kelembaban2=(float)70+((tegangan2.15)/0.028);}
else if(tegangan>2.43 && tegangan<2.8575)
{ kelembaban2=(float)80+((tegangan2.43)/0.0285);}
kelembaban2=kelembaban2-4;}
void tampil_t()
{ftoa(konversi,0,temp);
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_puts(temp);
lcd_gotoxy(4,1);
lcd_putsf("mmhg");
delay_ms(299);}
void tampil_sk()
{ftoa(konversi,0,temp);
lcd_clear();
lcd_gotoxy(0,1);
lcd_puts(temp);
lcd_gotoxy(4,1);
lcd_putsf("mmhg");
ftoa(suhu_c1,1,temp);
lcd_gotoxy(0,0);
lcd_puts(temp);
lcd_gotoxy(4,0);
lcd_putchar(0xdf);
lcd_putsf("C");
ftoa(kelembaban2,1,temp);
lcd_gotoxy(8,0);
lcd_puts(temp);
lcd_gotoxy(12,0);
lcd_putsf("%RH");
}
while(1)
if(mode==0)
{baca_suhu();baca_kelembaban();baca_tekanan(
);
tampil_sk();}
Program Mode Tes Kebocoran
void baca_tekanan()
{ for(g=0;g<25;g++)
{buff_tekanan[g]=read_adc(0);}
jumlah=0;
for(g=0;g<25;g++)
{jumlah=jumlah+buff_tekanan[g];}
tekanan=(float)(jumlah/25);
delay_ms(300);
tekanan1=(float)tekanan*5.01/1023.0;
tekanan1=(float)(tekanan1/2.050);
tekanan2=(float)((tekanan10.04*5.08)/(0.009*5.08)+(2.5*1*0.009*5.08));
konversi=(tekanan2*7.5)+32;}
9
void tes_k()
0,2% pada pengukuran suhu ruangan dan 0,44%
pada pengukuran kelembaban ruangan.
{TIMSK=0x01; TCCR0=0x05;
lcd_gotoxy(0,0);
Saran
lcd_putsf("...");
1. Meminimalkan persentasi nilai error agar
hasil lebih akurat dengan menggunakan
komponen yang memiliki toleransi kecil.
Missal penggunaan resistor biasa dengan
metalfilm.
if(detik==data)
2. Ditambahkan indikator batterai pada alat.
{while(1)
3. Dapat dikembangkan dengan mengganti
pompa manual dengan pompa otomatis.
Sehingga penggunaan dapat lebih praktis
lcd_putsf("Proses");
lcd_gotoxy(6,0);
{TCCR0=0x00;
detik=0;
lcd_clear();
if (konversi>=200)
{selisih=konversi-200;}
else if (konversi<200)
{selisih=200-konversi;}
lcd_gotoxy(0,0);
itoa(selisih,temp);
lcd_puts(temp);
if(selisih>15)
{lcd_gotoxy(3,0);
lcd_putsf("TIDAK LAIK");}
else if(selisih>=0 && selisih<=15)
DAFTAR PUSTAKA
Fluke biomedical. Digital pressure meter ,
http://www.flukebiomedical.com/Biomedical/us
en/pressure-meters/DPM4-Pressure-VacuumTemperature-tester.htm?PID=55945 diakses
pada senin, 14 September 2015, jam 15.06 WIB
Soeprijatno, Djoko. 2013. Sphygmomanometer
atau tensimeter ,
http://djokosoeprijanto.blogspot.com/2013/04/sp
hygmomanometer-atau-tensimeter.html ,diakses
pada senin 14 September 2015, jam 15.13 WIB
Republik Indonesia. 1998.
Permenkes No.363/MENKES/PER/IVl1998
Muhlisin, Ahmad. 2013. Tekanan Darah .
http://mediskus.com/penyakit/tekanandarah.html diakses pada tanggal 14 September
2015 jam 15.16 WIB
{lcd_gotoxy(3,0);
lcd_putsf("LAIK PAKAI");}
delay_ms(500); }}}
Kesimpulan
Telah dapat dibuat Kalibrator Tensimeter
dilengkapi Pengukuran Suhu dan Kelembaban.
Data rata rata DPM modul dengan pembanding
DPM memiliki simpangan paling besar 0,8
dengan presentase error 0,25% pada pengukuran
naik dan 0,13% pada pengukuran turun. Sebesar
Anderson, Paul D. 1996. Anatomi dan Fisiologi
Tubuh Manusia. Jakarta : EGC
Kalibrasi alat kesehatan .
http://elektromedik.blogspot.com/2008/04/kalibr
asi-alat-kesehatan.html diakses pada tanggal 14
September 2015 jam 15.21 wib
Datasheet Sensor MPX series,
http://www.motorola.com/semiconductors/
Booth, J (1977). "A short history of blood
pressure measurement" Proceedings of the
Royal Society of Medicine
10
BIODATA PENULIS
Nama
NIM
TTL
Alamat
No Hp
Pendidikan
: Gigih Arif Suheriyono
: P27838013072
: Surabaya, 26-10-1995
: Jalan Kalianyar Kulon 8/7
: 081357751460
: SMAN 3 Surabaya
11
12
Download