peningkatan prestasi belajar menghitung volume prisma segitiga

advertisement
Eko Harmono, Peningkatan Prestasi Belajar Menghitung Volume ...
27
PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR MENGHITUNG VOLUME PRISMA
SEGITIGA DAN TABUNG BIDANG STUDI MATEMATIKA DENGAN
MENERAPKAN MODEL BELAJAR KOOPERATIF PADA SISWA KELAS VI SDN 3
GANDUSARI KECAMATAN GANDUSARI TRENGGALEK
SEMESTER I TAHUN 2014/2015
Oleh:
Eko Harmono
SDN 3 Gandusari, Gandusari, Trenggalek
Abstrak. Tujuan penelitian ini diharapkan untuk mengetahui dan mendeskripsikan: (1) Kolaborasi
peneliti selaku kepala sekolah dengan guru kelas VI dalam menerapkan model belajar student
Kooperatif sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika materi Perkalian pembagian
pecahan desimalsiswa Kelas VI Semester Itahun 2014/2015 SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek dalam kegiatan belajar mengajar. (2) Pencapaian prestasi belajar
siswa Kelas VI dalam pembelajaran matematika setelah diterapkannya model belajar student
Kooperatif. Lokasi penelitian tindakan ini adalah SDN 3 Gandusari Kecamatan Gandusari
Kabupaten Trenggalek. Sedangkan Obyek dalam penelitian ini ditentukan berdasarkan
pertimbangan-pertimbangan tertentu. Pertimbangan tersebut adalah faktor perbedaan kemampuan
belajar antara siswa, dan kondisi lingkungan lokasi penelitian. Objek penelitian ini adalah siswa
Kelas VI Semester I SDN 3 Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek tahun
2014/2015 yang berjumlah 17 siswa. Berdasarkan pada hasil penelitian ini, dapat peneliti rumuskan
beberapa kesimpulan, diantaranya: (1) Dalam kolaborasi penelitian ini, peneliti secara terbuka
melakukan dialog dan diskusi dengan guru kelas VI. Rencana pembelajaran dan lembar kerja siswa
dirancang secara konstruktif. Dalam pembelajaran student Kooperatif, setiap materi pelajaran yang
baru, harus dikaitkan dengan berbagai pengalaman dan pengetahuan yang ada sebelumnya. Kelas
dibagi dalam beberapa kelompok yang heterogen. Adanya pemberian reward berupa penambahan
poin dan pemberian permen mampu memotivasi aktivitas belajar siswa. Melalui kegiatan diskusi
kelompok dan presentasi siswa dilatih untuk mempunyai tanggung jawab kepada kelompok dan
dirinya sendiri. (2) Dengan diterapkannya pendekatan student Kooperatif pada pembelajaran
matematika mampu meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari perolehan prestasi
belajar siswa pada awal siklus diperoleh rata-rata rata-rata hasil belajar siswa pada sebelum siklus
hanya sebesar 61,53, pada siklus I sebesar 72,35 dan pada siklus II sebesar 86,59 dengan ketuntasan
belajar 100%.
Kata Kunci: student kooperatif, matematika, kelas VI
Dunia pendidikan merupakan satu sistem,
maka dalam mewujudkan tujuan Pendidikan
Nasional tersebut tidak terlepas dari keterkaitan dengan sistem-sistem kehidupan lainnya. Kehidupan pemerintah, kehidupan
bangsa, dan kehidupan keluarga. Apabila
kehidupan-kehidupan ini tidak berjalan seperti mana yang diharapkan maka tujuan
Pendidikan Nasionalpun akan terimbas pula.
Sekolah juga merupakan kehidupan sebuah
sistem, yang di dalamnya terdapat komponen-komponen yang saling ketergantungan,
seperti kepala sekolah, guru, kurikulum,
bahan ajar, siswa dan fasilitas, apabila
komponen sebuah sistem tersebut terganggu
atau tidak berjalan seperti mana yang
diharapkan maka dapat dikatakan kehidupan
lembaga tersebut akan terganggu pula.
Belajar merupakan suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sadar oleh siswa
untuk mencapai tujuan. Belajar adalah suatu
27
28
JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015
aktivitas mental dan psikhis yang
berlangsung dalam interaksi dengan lingkungan yang menghasilkan perubahan-perubahan pengetahuan, pemahaman, keterampilan, dan nilai sikap (Winkel, 1984). Hilgard
yang dikutip oleh Pasaribu (1983)
berpendapat bahwa Learning in the process
by wich an activity oreginiles or is changed
trough responding to a situation provided the
changed can not be attributed to growth or
the temporary sate of the organisme as in
fatique or under druges. Artinya belajar
adalah suatu proses kegiatan yang menghasilkan aktivitas baru atau perubahan kegiatan karena reaksi lingkungan. Perubahan itu
tidak dapat disebut belajar apabila
disebabkan oleh perubahan atau kesadaran
sementara orang tersebut karena kelelahan
atau karena obat-obatan, sehingga orang
tersebut tidak sadar terhadap keadaan
dirinya. Dari beberapa pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa belajar adalah proses
perubahan tingkah laku yang dilakukan
secara sadar, baik itu perubahan pengetahuan, kecakapan dan ketrampilan, dan perubahan tesebut dilakukan secara berkesinambungan. Hasil belajar merupakan suatu bukti
terjadinya suatu perubahan tingkah laku pada
seseorang yang melakukan kegiatan belajar.
Tingkah laku memiliki unsur subjektif dan
unsur motoris. Unsur subjektif adalah unsur
rohaniah, dan unsur motoris adalah unsur
jasmaniah.
Menurut Hamalik (2001), hasil belajar akan tampak pada setiap perubahan pada
aspek-aspek tersebut. Aspek-aspek tersebut
meliputi: (I) pengetahuan, (2) pengertian, (3)
kebiasaan, (4) ketrampilan, (5) apresiasi, (6)
emosional, (7) hubungan sosial, (8) jasmani,
(9) etis dan budi pekerti, dan (10) sikap.
Metode pembelajaran yang modern
tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-
fakta, tetapi sebuah strategi tersebut diharapkan mampu mendorong siswa untuk
mengkonstruksikan pengetahuan dibenak
mereka sendiri. Guru sebagai pelaksana pendidikan terdepan, harus mampu merencanakan suatu strategi pembelajaran yang
memberikan kesempatan kepada anak didik,
untuk mengembangkan potensi yang ada
pada diri siswa melalui kegiatan belajar mengajar di kelas. Potensi tersebut dapat dikembangkan oleh siswa apabila di dalam diri
siswa terdapat minat untuk mengetahui sesuatu. Terutama pada mata pelajaran matematika, dimana matematika timbul karena
pikiran-pikiran manusia yang berhubungan
dengan ide, proses dan penalaran. Matematika terdiri dari empat wawasan yang luas ialah aritmatika, aljabar, geometri dan analisis
(analysiss) dimana arti dari aritmatika
mencakup antara lain teori bilangan dan
statistik.
Topik-topik dalam Matematika itu
tersusun secara hirarki mulai dari yang mendasar atau sudah sampai kepada yang paling
sukar. Setiap orang yang ingin belajar Matematika dengan baik harus melalui jalurjalur pasti telah tersusun secara logis. Disamping itu setelah anak memahami fakta, keterampilan konsep dan aturan obyek-obyek
langsung itu harus dilatih dan di fahamkannya juga. Ia harus hafal simbul, notasi, definisi, aturan, prosedur rumus, dalil
yang lain-lainnya agar penerapannya pada
situasi yang baru lancar mengenai pemahaman suatu konsep atau dalil yang merupakan
prasarat itu dapat secara intensif dan dapat
pula secara deduktif.
Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti akan melakukan suatu kegiatan penelitian tindakan (action research) dalam upaya
meningkatkan kinerja guru sebagai upaya
meningkatkan minat belajar siswa dalam
Eko Harmono, Peningkatan Prestasi Belajar Menghitung Volume ...
kegiatan belajar mengajar di kelas, agar
diperoleh peningkatan prestasi belajar dari
masing-masing individu siswa yang belajar.
Upaya yang dilakukan adalah dengan
implementasi Kooperatif.
Model Pembelajaran Kooperatif merupakan pembelajaran yang mendasarkan
pada pandangan bahwa siswa lebih mudah
menemukan dan memahami konsep yang
sulit dan mereka mendiskusikan masalah
tersebut dengan temannya, siswa secara
rutin bekerja dalam kelompok untuk saling
membantu memecahkan masalah yang
komplek. Penekanan pada hakekat sosial
dalam belajar dan menggunakan kelompok
sejawat untuk memodelkan cara berfikir
yang sesuai dan saling mengemukakan dan
meluruskan kekeliruan pengertian. Metode
kooperatif adalah pembelajaran yang berdasarkan pada pandangan bahwa siswa lebih
mudah menemukan dan memahami konsepkonsep yang sulit jika mereka saling
mendiskusikan masalah tersebut dengan temannya. Siswa rutin bekerja dalam kelompok 4 orang untuk membantu memecahkan
masalah yang komplek (Nur, 2000).
Tujuan penelitian ini diharapkan untuk mengetahui dan mendeskripsikan model
belajar Kooperatif sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar matematika materi
Menghitung volume prisma segitiga dan
tabung siswa Kelas VI Semester I Tahun
2014/2015 SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek dalam
kegiatan belajar mengajar.
29
peneliti dalam penelitian ini tergolong pada
penelitian tindakan. Lokasi penelitian tindakan ini adalah SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek. Sedangkan Obyek dalam penelitian ini ditentukan
berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tertentu. Pertimbangan tersebut adalah faktor
perbedaan kemampuan belajar antara siswa,
dan kondisi lingkungan lokasi penelitian.
Objek penelitian ini adalah siswa Kelas VI
Semester I SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek tahun
2014/2015 yang berjumlah 17 siswa.
Sumber data yang dimaksudkan adalah manusia dan non manusia. Sumber data
manusia dalam penelitian tindakan ini adalah
guru Kelas VI Semester I SDN 3 Gandusari
Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek. Sedangkan sumber data non manusia
berupa dokumentasi hasil pengamatan dan
catatan observasi peneliti, hasil evaluasi
belajar, dan dokumen lain yang relevan
dengan
ruang
lingkup
penelitian.
Penggunaan prosedur pengumpulan data
yang tepat dapat diperoleh data yang objektif
dalam kegiatan penelitian. Beberapa teknik
pengumpulan data yang digunakan dalam
penelitian tindakan ini diantaranya: (a)
Observasi; (b) Wawancara; (c) Dokumentasi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Kegiatan Siklus I
Refleksi Awal
Refleksi awal penelitian ini diambil
dari hasil kajian yang dilakukan oleh peneliti
selaku kepala sekolah. Dari hasil evaluasi
kinerja guru yang dilakukan setiap tri bulan
diketahui bahwa siswa kelas VI mengalami
kesulitan belajar pada pelajaran matematika.
Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis
evaluasi ulangan harian belajar siswa yang
hanya mencapai ketuntasan sebesar 41,18%.
METODE PENELITIAN
Pendekatan dan jenis penelitian yang
dilakukan oleh peneliti adalah penelitian
tindakan. Kehadiran peneliti dalam kegiatan
penelitian ini lebih tepat bila dimaksudkan
dalam kegiatan active participation. Sebab
29
30
JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015
Kajian lain diperoleh dari pengamatan yang
dilakukan oleh peneliti melalui instrumen
monitoring aktivitas belajar di kelas, yang
menunjukkan aktivitas belajar yang tidak
aktif
dan
kondusif.
Guru
masih
menggunakan metode konvensional yang
bersifat traksional, yaitu hanya memindahkan ilmu kepada siswa tanpa melibatkan
siswa dalam menemukan dan mengkonstruksi pengetahuannya.
Dari hasil kajian ini, peneliti melakukan dialog dengan guru kelas VI untuk memperbaiki situasi pembelajaran di kelas. Salah
satu cara yang ditawarkan peneliti adalah
dengan menggunakan pembelajarn Kooperatif. Peneliti menjelaskan kepada guru
kelas VI, bahwa pembelajaran seharusnya ikut melibatkan siswa secara aktif dalam
menggali pengetahuan, yaitu melibatkan pengetahuan dan pengalaman anak pada materi
yang diajarkan sehingga pembelajaran yang
menjadi bermakna. Peneliti juga menjelaskan
bahwa diperlukan media tertentu agar anak
terarah dalam memahami suatu materi tidak
hanya rencana pembelajaran dan program
pembelajaran saja, yang dibuat tetapi juga
lembar kerja siswa yang dirancang oleh guru
agar sesuai dengan metode yang digunakan.
Dalam pembelajaran Kooperatif guru tidak
dilarang untuk menjelaskan sejelas-jelasnya
kepada siswa materi yang diajarkan, hanya
penyampaiannya yang diubah. Untuk itu
perlu digunakan metode belajar yang sesuai
dengan permasalahan pembelajaran di kelas
VI, yaitu dengan menggunakan pembelajaran
Kooperatif.
Perencanaan
Peneliti berkolaborator dengan mitra
guru merancang rencana tindakan pada siklus
I yaitu: (a) Mempersiapkan rencana
pelaksanaan pembelajaran; (b) Mempersiapkan lembar observasi siswa; (c) Mempersiapkan lembar observasi guru; (d) Mempersiapkan lembar penilaian; (e) Mempersiapkan lembar evaluasi; (f) Menyusun jadwal penelitian.
Pelaksanaan Pembelajaran Siklus I
Pembelajaran siklus I terdiri dari 6 x
35 menit yang dilaksanakan dalam 2x pertemuan. Adapun rencana pembelajaran siklus
I adalah sebagai berikut.
Pertemuan ke 1, terdiri dari: Kegiatan Awal, meliputi: (a) Memberikan motivasi; (b) Melakukan tanya jawab dan diskusi
tentang luas berbagai bangun datar. Kegiatan Inti, meliputi: (a) Eksplorasi, dimana
peserta didik dapat melakukan percobaan
dengan menggunakan media prisma segi tiga
dan kubus yang dibentuk menjadi balok serta
pengamatan, analisis data dan diskusi untuk
dapat menurunkan rumus volum berbagai
bangun ruang; (b) Elaborasi, yaitu melakukan diskusi dan latihan dengan fasilitas
soal-soal; (c) Konfirmasi, dimana guru
bertanya jawab tentang hal-hal yang belum
diketahui siswa serta guru bersama siswa
bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan. Kegiatan Penutup, meliputi: (a) Menyimpulkan materi; (b) Mengevaluasi
kegiatan pembelajaran; (c) Memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi
yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan ke 2, terdiri dari: Kegiatan Awal, meliputi: (a) Memberikan motivasi; (b) Apersepsi. Kegiatan Inti, meliputi: (a) Eksplorasi, yaitu Peserta didik dapat
Menghitung volume prisma segitiga dan
tabung; (b) Elaborasi, yaitu Melakukan
Eko Harmono, Peningkatan Prestasi Belajar Menghitung Volume ...
percobaan, diskusi dan latihan dengan fasilitas soal-soal untuk dapat mengaplikasikan
rumus luas, volume, dan keliling bangun dalam pemecahan masalah sehari-hari; (c) Konfirmasi, yaitu Guru bertanya jawab tentang
hal-hal yang belum diketahui siswa dan guru
bersama siswa bertanya jawab meluruskan
kesalahan
pemahaman,
memberikan
penguatan dan penyimpulan. Kegiatan Penutup, meliputi (a) Menyimpulkan materi;
(b) Mengevaluasi kegiatan pembelajaran; (c)
Memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada
pertemuan selanjutnya.
31
capai 72,35 dengan ketuntasan belajar sebesar 76,47% masih belum mencapai ketuntasan belajar yang peneliti inginkan sebesar
85%. Siswa masih belum dapat sepenuhnya
mengikuti pembelajaran mereka masih belum terbiasa dengan metode baru yang diterapkan peneliti. Maka dari itu dalam siklus I
peneliti bersama kolaborator penelitian diharapkan mampu mengembangkan metode
pembelajaran pada siklus II sehingga prestasi
siswa dapat meningkat pada siklus II.
Dari data tersebut menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan
belajar mengajar masih terpengaruh oleh
strategi konvensional dalam artian komunikasi satu arah yang disampaikan oleh
guru pada kegiatan belajar mengajar sebelumnya. Dari 17 responden, diperoleh persentase keaktifan 43,75%. Dari hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa aktivitas
siswa dalam kegiatan belajar mengajar mulai
menunjukkan aktivitas yang berarti. Sedangkan untuk aktivitas guru menunjukkan
aktivitas yang cukup baik dengan ptosentasi
aktivitas sebesar 50%.
Pengamatan Siklus I
Secara umum, hasil dari observasi
dan catatan peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung, menunjukkan bahwa pembelajaran Kooperatif berdampak positif terhadap minat belajar bidang studi Matematika
Pokok bahasan Menghitung volume prisma
segitiga dan tabung siswa, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas
VI Semester I SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek tahun
2014/2015 dalam kegiatan belajar mata pelajaran Matematika materi Menghitung volume prisma segitiga dan tabung.
Dalam penelitian tindakan ini, minat
belajar siswa dapat didiskripsikan melalui
keaktifan kegiatan siswa selama melakukan
kegiatan pembelajaran. Asumsi peneliti bila
siswa aktif dalam kegiatan belajar, dipastikan
bahwa minat belajar siswa terhadap materi
pembelajaran itu lebih besar. Demikian juga
sebaliknya. Sedangkan hasil belajar siswa
ditunjukkan oleh nilai hasil evaluasi setiap
akhir kegiatan (akhir siklus).
Berdasarkan data hasil penilaian menunjukkan bahwa nilai rata-rata siswa men-
Refleksi
Berdasarkan paparan data tentang
aktivitas dan prestasi belajar siswa Kelas VI
SDN 3 Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek, peneliti melakukan
refleksi dari hasil temuan penelitian sebagai
berikut: (1) aktivitas siswa dalam kegiatan
belajar mulai nampak terlihat ada peningkatan dibandingkan dengan kegiatan belajar
mengajar sebelumnya; (2) beberapa siswa cepat dalam mempelajari materi yang disampaikan oleh guru, sehingga hasil evaluasi
belajar yang dilakukan oleh guru beberapa
siswa tidak mengalami kesulitan; (3) beberapa siswa sudah ada keberanian dalam menyampaikan pendapat; (4) kegiatan diskusi
31
32
JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015
sudah terkesan hidup dan berjalan, tetapi
masih didominasi oleh siswa yang pandai.
Rencana Perbaikan Tindakan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus
I, rencana perbaikan tindakan yang dilakukan
pada siklus berikutnya adalah sebagai
berikut: (a) Guru lebih memotivasi siswa
untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran; (b)
Guru memotivasi siswa khususnya siswa dengan kemampuan sedang dan rendah untuk
lebih aktif dalam kegiatan diskusi.
Selanjutnya untuk membuktikan keefektifan Pendekatan Kooperatif dalam kegiatan belajar mengajar dalam upaya peningkatan motivasi dan prestasi belajar siswa
Kelas VI Semester I SDN 3 Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten Trenggalek,
akan dijabarkan lebih lanjut pada kegiatan
siklus II.
Kegiatan Siklus II
Perencanaan
Perencanaan tindakan yang dilakukan oleh peneliti pada siklus II, tidak jauh
berbeda dengan pelaksanaan tindakan pada
siklus I, hanya saja pada siklus ini ditambah
dengan perbaikan tindakan yang telah
disusun oleh peneliti bersama mitra guru
pada siklus sebelumnya.
Pelaksanaan Tindakan
Pelaksanaan pembelajaran siklus II
sama dengan siklus I yaitu dengan alokasi
waktu 6 x 35 menit dalam 2x pertemuan.
Rencana pembelajaran siklus II adalah sebagai berikut.
Pertemuan ke 1, terdiri dari: Kegiatan Awal, meliputi: (a) Memberikan motivasi; (b) Melakukan tanya jawab dan diskusi
tentang luas berbagai bangun datar. Kegiatan Inti, meliputi: (a) Eksplorasi, yaitu
peserta didik dapat Melakukan percobaan
dengan menggunakan media prisma segi tiga
dan kubus yang dibentuk menjadi balok serta
pengamatan, analisis data dan diskusi untuk
menurunkan rumus volum berbagai bangun
ruang; (b) Elaborasi, yaitu melakukan
diskusi dan latihan dengan fasilitas soal-soal;
(c) Konfirmasi, yaitu guru bertanya jawab
tentang hal-hal yang belum diketahui siswa
dan guru bersama siswa bertanya jawab
meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan dan penyimpulan. Kegiatan Penutup, meliputi: (a) Menyimpulkan materi; (b) Mengevaluasi kegiatan
pembelajaran; (c) Memberikan pekerjaan
rumah dan menginformasikan materi yang
akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
Pertemuan ke 2, terdiri dari: Kegiatan Awal, meliputi: (a) Memberikan motivasi; (b) Apersepsi. Kegiatan Inti, meliputi: (a)
Eksplorasi, yaitu peserta didik dapat
Menghitung volume prisma segitiga dan tabung; (b) Elaborasi, yaitu melakukan percobaan, diskusi dan latihan dengan fasilitas soal-soal untuk dapat mengaplikasikan rumus
luas, volume, dan keliling bangun dalam pemecahan masalah sehari-hari. (c) Konfirmasi, yaitu guru bertanya jawab tentang hal-hal
yang belum diketahui siswa serta guru bersama siswa bertanya jawab meluruskan kesalahan pemahaman, memberikan penguatan
dan penyimpulan. Kegiatan Penutup, meliputi: (a) Menyimpulkan materi; (b) Mengevaluasi kegiatan pembelajaran; (c) Memberikan pekerjaan rumah dan menginformasikan materi yang akan dibahas pada pertemuan selanjutnya.
Pengamatan
Secara umum, hasil dari observasi
dan catatan peneliti selama kegiatan penelitian berlangsung, menunjukkan bahwa pen-
Eko Harmono, Peningkatan Prestasi Belajar Menghitung Volume ...
dekatan Kooperatif berdampak positif terhadap minat belajar siswa, sehingga berpengaruh terhadap hasil belajar siswa Kelas
VI Semester I SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek dalam
kegiatan belajar Matematika materi Menghitung volume prisma segitiga dan tabung.
Berdasarkan observasi yang dilakukan oleh peneliti dalam kegiatan belajar mengajar pada tahap siklus II, dapat dicatat keaktifan siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar (diskusi kelas) dengan pendekatan Kooperatif yang disampaikan oleh
peneliti. Hal ini ditunjukkan oleh nilai ratarata siswa pada siklus II mencapai 86,59 dengan persentase ketuntasan sebesar 100% dengan demikian ketuntasan yang diinginkan
peneliti dapat diperbaiki pada siklus II.
Persentase keaktifan guru 76,25%
artinya guru mampu beraktifitas secara baik
pada siklus II sedangkan keaktifan siswa
dalam pembelajaran matematika adalah
72,50%. Dari hasil persentase tersebut menunjukkan bahwa aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar mulai menunjukkan
aktivitas yang berarti.
33
permudah pencapaian tujuan yang direncanakan dalam kegiatan pembelajaran. Hal
ini menunjukkan bahwa pendekatan
Kooperatif sangat efektif dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar siswa Kelas VI
Semester I SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari Kabupaten Trenggalek tahun
2014/2015.
Hasil Pembahasan Penelitian dan Pengambilan Kesimpulan
Berdasarkan pada pembahasan rumusan masalah dalam penelitian tindakan ini,
menunjukkan bahwa Pendekatan Kooperatif
dalam kegiatan belajar mengajar Matematika
materi Menghitung volume prisma segitiga
dan tabung bagi siswa Kelas VI Semester I
SDN 3 Gandusari Kecamatan Gandusari
Kabupaten Trenggalek tahun 2014/2015
dimaksudkan untuk.
Meningkatkan Aktivitas Siswa
Setiap siswa memiliki berbagai kebutuhan, meliputi kebutuhan jasmani, rohani,
dan sosial. Kebutuhan menimbulkan
dorongan untuk berbuat. Perbuatan-perbuatan yang dilakukan, termasuk perbuatan belajar dan bekerja, dimaksudkan untuk memuaskan kebutuhan tertentu dan untuk
mencapai tujuan tertentu pula. Setiap saat
kebutuhan dapat berubah dan bertambah.
Atas dasar pernyataan tersebut diatas,
maka aktivitas siswa dalam belajar perlu
ditingkatkan
dengan
suatu
strategi/
pendekatan pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa. Pendekatan Kooperatif salah satu pendekatan yang ditawarkan peneliti dalam penelitian tindakan
kelas ini.
Untuk memperoleh gambaran mengenai aktivitas belajar matematika di kelas
VI dapat dilihat pada Gambar 1.
Refleksi
Berdasarkan observasi dan pengamatan yang dilakukan oleh peneliti didapatkan temuan sebagai berikut: (1) terlihat ada
peningkatan yang signifikan terhadap aktivitas dan prestasi siswa dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar; (2) sebagian besar
siswa lebih cepat memahami dan mempelajari materi yang disampaikan oleh guru; (3)
sebagian besar siswa ada keberanian dalam
menyampaikan pendapat; (4) kegiatan diskusi sudah terkesan hidup dan berjalan, dan
tidak lagi didominasi oleh siswa yang pandai,
sehingga aktivitas siswa dalam belajar mem-
33
34
JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015
Meningkatkan Prestasi Siswa
Prestasi belajar merupakan segala
pekerjaan yang berhasil dan prestasi menunjukkan kecakapan manusia yang telah di
capai. Menurut Gagne yang dikutip oleh
Badawi (1987) mengatakan bahwa hasil
belajar dapat diukur dengan menggunakan
tes karena hasil belajar berupa ketrampilan
intelektual, strategi kognitif, informasi
verbal, ketrampilan, dan nilai dan sikap.
Berkaitan dengan usaha meningkatkan prestasi belajar, belajar akan lebih mudah
dan dapat dirasakan bila belajar tersebut
mengetahui hasil yang diperoleh. Kalau
belajar berarti perubahan-perubahan yang
terjadi pada individu, maka perubahanperubahan itu harus dapat diamati dan dinilai.
Hasil dari pengamatan dan penilaian inilah
umumnya diwujudkan dalam bentuk prestasi
belajar.
Hasil yang diperoleh oleh siswa Kelas
VI Semester I SDN 3 Gandusari Kecamatan
Gandusari
Kabupaten
Trenggalek
menunjukkan peningkatan lebih baik. Hal ini
ditujukan dari hasil observasi peneliti dalam
serangkaian kegiatan penelitian tindakan,
khususnya kegiatan belajar mengajar di
kelas. Hasil kegiatan yang diperoleh
meliputi, peningkatan aktivitas, motivasi dan
prestasi belajar. Untuk prestasi belajar
ditunjukkan pada hasil evaluasi pada siklus
II, diperoleh sebagai berikut. Dari 17 siswa
Kelas VI Semester I tahun 2014/2015 SDN 3
Gandusari Kecamatan Gandusari Kabupaten
Trenggalek tersebut diketahui, rata-rata hasil
belajar siswa pada sebelum siklus hanya
sebesar 61,53, pada siklus I sebesar 72,35
dan pada siklus II sebesar 86,59. Dengan
demikian maka hipotesis yang diajukan telah
terbukti secara meyakinkan.
70.00
70.00
70.00
60.00
51.25
52.50
50.00
SIKLUS I
40.00
SIKLUS II
30.00
20.00
10.00
0.00
AKTIVITAS GURU
AKTIVITAS SISWA
Gambar 1 Perkembangan Aktivitas Belajar Matamatika
di Kelas VI SDN 3 Gandusari
Eko Harmono, Peningkatan Prestasi Belajar Menghitung Volume ...
35
100.00
100.00
86.59
90.00
72.35
80.00
70.00
76.47
61.53
60.00
NILAI RATA-RATA
50.00
41.18
%KETUNTASAN
40.00
30.00
20.00
10.00
0.00
SEB. SIKLUS
SIKLUS I
SIKLUS II
Gambar 2 Perkembangan Prestasi Belajar Matamatika
di Kelas VI SDN 3 Gandusari
belajar siswa pada awal siklus diperoleh ratarata rata-rata hasil belajar siswa pada
sebelum siklus hanya sebesar 61,53, pada
siklus I sebesar 72,35 dan pada siklus II
sebesar 86,59 dengan ketuntasan belajar
100%.
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam pembelajaran Kooperatif,
setiap materi pelajaran yang baru, harus
dikaitkan dengan berbagai pengalaman dan
pengetahuan yang ada sebelumnya. Kelas
dibagi dalam beberapa kelompok yang heterogen. Adanya pemberian reward berupa
penambahan poin dan pemberian permen
mampu memotivasi aktivitas belajar siswa.
Melalui kegiatan diskusi kelompok dan
presentasi siswa dilatih untuk mempunyai
tanggung jawab kepada kelompok dan
dirinya sendiri.
Dengan diterapkannya pendekatan
Kooperatif pada pembelajaran matematika
mampu meningkatkan prestasi belajar siswa.
Hal ini dapat dilihat dari perolehan prestasi
Saran-saran
Guru hendaknya mempertimbangkan
pemberian materi pembelajaran dengan
mengenalkan kepada siswa dengan menggunakan berbagai macam strategi. Salah satu
strategi pembelajaran yang digunakan adalah
pendekatan
Kooperatif.
Penerapan
pendekatan Kooperatif dalam kegiatan
belajar mengajar di kelas perlu ditingkatkan,
dengan harapan siswa dapat terpacu minat
dalam belajar.
DAFTAR RUJUKAN
Bogdan, R. C., & Biklen, S. K. 1982.
Qualitative Research In Education.
Boston: Allyn & Bacon
Guba, E. G., & Lincoln, Y. S. 1981. Effective
Evaluation. San Fransisco: JosseyBass
Publishers
35
36
JUPEDASMEN, Volume 1, Nomor 3, Desember 2015
Hamalik, O. 2001. Proses Belajar Mengujar.
Jakarta: PT Bumi Aksara
Nurhadi, 2002. Pendekatan Kontekstual.
Malang: Universitas Negeri Malang
Miles, M. B., & Hubermen, A.M. 1984.
Analisis Data Qualitatif. Terjemahan
oleh Tjetjep Rohendi Rohidi. Jakarta:
Universitas Indonesia
Nur, M. 2000. Strategi Belajar. Surabaya:
University Press.
Moleong, L. J. 2000. Metodologi Penelitian
Kualitatif. Bandung: PT. Remaja
Rosdakarya.
Spradley, J., P. 1980. Participant Observation, NewYork: Holt, Rinehart and
Winston.
Winkel, W.S. 1984. Psikologi Pendidikan
dan Evaluasi Belajar. Jakarta:
Gramedia.
Download