BAB II_07-22

advertisement
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Definisi Pemasaran
Menurut Paul D. Converse, Harvey W. Huegy dan Robert V. Mitchell, dalam
bukunya “Elements of Marketing” menyatakan bahwa marketing didefinisikan
sebagai kegiatan membeli dan menjual, termasuk didalamnya kegiatan menyalurkan
barang dan jasa antara produsen dan konsumen. (Alma 2002, p3). Sedangkan
menurut The American Marketing Association adalah proses merencanakan konsepsi,
harga, promosi dan distribusi ide, menciptakan peluang yang memuaskan individu
dan sesua i dengan tujuan organisasi. Mungkin pengertian pemasaran yang paling
tepat adalah berdasarkan pendapat Kotler (2002, p9) pemasaran adalah suatu proses
sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka
butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan secara bebas
mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain.
Ketika dunia sudah memasuki abad ke 21, perusahaan secara drastis
mengubah strategi bisnis dan pemasaran mereka agar makin dekat dengan pelanggan,
mengurangi kekurangannya dan memperkuat kekuatannya. Keinginan dari pembeli,
teknologi yang berkembang pesat, tingkat persaingan yang menjadi global, dan
perubahan sosial menciptakan tantangan dan peluang baru untuk dunia bisnis yang
makin meluas. Mengembangkan strategi di lingkungan yang selalu berubah
merupakan kunci kesuksesan perusahaan yang dibutuhkan saat ini. ( hal.23 )
2.2
Konsep Strategic Marketing
Strategic marketing merupakan proses pengembangan strategi berlandaskan
pasar yang melibatkan lingkungan bisnis yang selalu berubah dan kebutuhan untuk
pencapaian tingkat kepuasan pelanggan yang tinggi. Fokus dari strategic marketing
merupakan meningkatkan kinerja perusahaan dibandingkan meningkatkan penjualan.
2.3
Proses Strategic Marketing
Analisis, perancangan, proses, dan penerapan strategi pemasaran terdapat di
lampiran berikut :
1. Situation analysis merupakan situasi yang memperhatikan analisa pasar dan
pesaing, segmentasi pasar, dan penelitian terus menerus mengenai pasar.
2. Designing marketing strategy merupakan customer targeting and positioning
strategies, marketing relationship strategies, dan perencanaan untuk produk
baru.
3. Marketing program development meliputi strategi produk, distribusi, dan
harga agar dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan pelanggan yang kita
incar.
4. Implementing and managing marketing strategy merupakan penerapan dan
penentuan bagaimana tanggung jawab dari masing- masing unit agar mereka
dapat berkerja sama dan mencapai target yang diinginkan.
2.4
Konsep Segmentasi Pasar
Market segmentation is the process of identifying and analyzing subgroups of
buyer in a product-market with similar within-group response characteristic (i.e.,
frequency of purchase ). ( hal 111)
Segmentasi pasar merupakan proses analisa dan pemetaan pembeli dari pasar
menjadi kelas yang mempunyai karakteristik yang sama (contoh banyaknya
pembelian ). ( hal.111 ). Karena mengetahui apa yang dibutuhkan dan diinginkan dari
pelanggan sangatlah penting dalam merancang strategi pemasaran yang efektif.
Kebutuhan agar organisasi memahami pelanggan makin meningkat dikarenakan saat
ini permintaan pelanggan agar diperlakukan secara unik.
2.5
Analisis SWOT
Menurut Rangkuti (2004,h18) analisis SWOT adalah identifikasi berbagai
faktor secara sistematis untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis SWOT
membandingkan antara faktor eksternal Peluang (Opportunities) dan Ancaman
(Threats) dengan faktor internal Kekuatan (Strengths) dan Kelemahan (Weaknesses).
Setelah melakukan perhitungan regresi korelasi sederhana maka dapat diketahui
kondisi perusahaan secara cermat. Dalam mengambil keputusan dapat digunakan
analisis SWOT dengan memperhatikan kekuatan, kelemahan,peluang dan ancaman
yang dihadapi perusahaan.
•
Kekuatan (Strengths)
Adalah keunggulan sumber-sumber daya, keterampilan atau kemampuan yang
dimiliki perusahaan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada.
•
Kelemahan (Weaknesses)
Merupakan keterbatasan atau kekurangan sumber-sumber daya, ketrampilan
atau kemampuan yang dimiliki suatu perusahaan.
•
Peluang (Opportunities)
Adalah keadaan atau kondisi utama yang menguntungkan dalam lingkungan
perusahaan
atau
meminimalkan
masalah-masalah
internal
perusahaan
sehingga dapat merebut peluang pasar yang lebih baik.
•
Ancaman (Threats)
Merupakan suatu keadaan atau kondisi utama yang tidak menguntungkan
dalam lingkungan perusahaan
Opportunity / Peluang
(Eksternal)
III
I
Mendukung strategi
Mendukung strategi
Turn around
agresif
Weakness / Kelemahan
(Internal)
Strengths / Kekuatan
(Internal)
IV
II
Mendukung strategi
defensif
Mendukung strategi
diversifikasi
Threats / ancaman
(eksternal)
Gambar 2.2 diagram SWOT
Sumber : (Rangkuti 2004, h19 – 20)
Kuadran I : Ini merupakan situasi yang sangat menguntungkan.
Perusahaan tersebut memiliki peluang dan kekuatan
sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Strategi
yang harus diterapkan dalam kondisi ini adalah
mendukung pertumbuhan agresif.
Kuadran II : Meskipun menghadapi berbagai ancaman, perusahaan ini
masih memiliki kekuatan dari segi internal. Strategi yang
harus diterapkan adalah menggunakan kekuatan untuk
memanfaatkan peluang jangka panjang dengan cara
strategi diversifikasi produk/pasar
Kuadran III : Perusahaan menghadapi peluang pasar yang sangat
besar, tetapi di lain pihak, ia menghadapi beberapa
kendala/kelemahan internal. Kondisi bisnis pada kuadran
III ini mirip dengan Question Mark pada BCG Matrik.
Fokus strategi perusahaan ini adalah meminimalkan
masalah internal perusahaan sehingga dapat merebut
peluang pasar yang lebih baik.
Kuadran IV : Ini merupakan situasi yang sangat tidak menguntungkan
, perusahaan tersebut menghadapi berbagai ancaman dan
kelemahan internal
2.6
Analisis Porter
Menurut Michael Porter yang dikutip dari buku Rangkuti (2004, h11) bahwa
di dalam penyusunan strategi perusahaan, kita perlu mengetahui terlebih dahulu
keunggulan bersaing yang dimiliki, atau yang akan diciptakan, dan menempatkannya
pada masing- masing unit bisnis.
Penciptaan keunggulan bersaing mengacu pada pemain baru yang masuk di
industri ini, kekuatan daya beli konsumen, kekuatan pemasok,serta produk subsitusi
sejenis lainnya yang dapat dianggap sebagai pesaing. Untuk jelasnya dapat dilihat
pada diagram kekuatan persaingan dalam suatu industri berikut :
Pemain Baru
Kekuatan
Pemasok
Persaingan
Industri
Kekuatan
Pembeli
Produk
Pengganti
Gambar 2.1 Lima Kekuatan Porter
Sumber : Rangkuti, “Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis”, (2004, h11)
2.6.1 Persaingan industri menurut Porter adalah :
1. Ancaman pendatang baru
•
Semakin kecil hambatan yang dihadapi, maka ancaman masuknya
pendatang baru dalam suatu industri adalah cukup besar.
•
Semakin besar hambatan yang dihadapi oleh pendatang baru untuk
memasuki suatu industri maka ancaman pendatang baru bagi industri
yang sudah ada relatif kecil.
2. Kekuatan Pemasok
Daya tawar pemasok kuat jika :
•
Kelompok ini didominasi oleh sedikit perusahaan dan lebih
terkonsentrasi dibandingkan industri tempat mereka menjual jasa.
•
Pemasok memiliki kemampuan untuk melakukan integrasi maju ke
industri pembelinya. Ini memberi kekuatan bagi pemasok untuk
memaksa industri menerima syarat-syarat pembelian yang ditetapkan
pemasok.
3. Kekuatan Pembeli
Daya tawar pembeli kuat jika :
•
Produk industri tidak menghasilkan penghematan bagi pembeli. Bila
produk atau jasa industri memberikan manfaat besar, pembeli tidak
terlalu peka harga sebaliknya mereka lebih memperhatikan mutu.Ini
terjadi dalam industri jasa dan akunting publik. Dalam industri seperti
ini, kesalahan dalam perhitungan dapat sangat mahal dan memalukan.
•
Produk industri tidak penting bagi kualitas produk atau jasa pembeli.
Bila kualitas produk pembeli sangat dipengaruhi oleh produk indistri,
umumnya pembeli akan kurang peka harga. Industri yang situasinya
seperti ini meliputi industri peralatan kilang minyak, yang kerusakan
peralatannya dapat mengakibatkan kerusakan besar.
4. Produk Subsitusi
•
Semakin uniknya jasa yang kita tawarkan atau hasilkan akan
mengecilkan peluang adanya jasa pengganti dari pihak lain.
•
Produk atau jasa subsitusi sebaiknya jangan lebih memuaskan
pelayanan dibandingkan dengan pelayanan dan jasa yang kita
hasilkan.
5. Persaingan antar kompetitor
Persaingan tajam antara para anggota industri bersumber pada beberapa
faktor, yaitu:
•
Jumlah peserta persaingan banyak dan kurang lebih setara dalam hal
ukuran dan kekuatan
•
Pertumbuhan industri lambat
•
Produk atau jasa tidak terdiferensiasi/ tidak membutuhkan biya
pengalihan.
Jika produk terdiferensiasi atau melibatkan biaya pengalihan, pembeli
akan terikat pada suatu pemasok dan pemasok yang bersangkutan akan
terlindung dari sebutan para pesaingnya.
2.6.2
Manfaat Analisis Porter :
•
Mengetahui kondisi perusahaan
•
Mengetahui pesaing-pesaing atau hambatan-hambatan yang harus
dihadapi perusahaan
•
Mengetahui keadaan eksternal yang harus dihadapi perusahaan
Download