5 BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Teori yang

advertisement
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1
Teori yang Berhubungan dengan Basis Data
Teori yang berkaitan dengan basis data seperti data, basis data (database),
Database Management System (DBMS), Database Application, Entity Relationship
Modeling (ER Modeling), normalisasi, dan Structured Query Language (SQL) akan
di bahas pada bab ini.
2.1.1
Basis Data
Menurut Connolly dan Begg (2010:65) basis data adalah sebuah
kumpulan data yang saling terhubung secara logis dan deskripsinya,
dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi dari organisasi.
2.1.2
Aplikasi Database
Menurut Connolly dan Begg (2010:67) database application adalah
sebuah program computer yang berinteraksi dengan basis data dengan
mengeluarkan sebuah permintaan yang sesuai (secara tipikal merupakan
SQL statement) ke DBMS.
2.1.3
DBMS (Database Management System)
Menurut Conolly dan Begg (2010:66) DBMS adalah sebuah
software system yang memungkinkan user untuk mendefinisikan, membuat,
memaintain, dan mengontrol akses ke basis data.
2.1.3.1
Keuntungan dan Kerugian dari DBMS
Menurut Connolly dan Begg (2010:77-81), DBMS
memiliki keuntungan dan kerugian, adalah sebagai berikut :
1) Keuntungan dari DBMS adalah :
-
Mengontrol redundansi data
-
Menjaga konsistensi data
-
Mendapatkan banyak informasi dari data yang sama
5
6
-
Pembagian data
-
Meningkatkan integritas data
-
Meningkatkan keamanan data
-
Menegakkan standar yang ditentukan
-
Berskala ekonomis
-
Penyeimbangan dari kebutuhan yang saling bertentangan
-
Meningkatkan aksesbilitas dan responsibilitas dari data
-
Meningkatkan produktifitas
-
Meningkatkan pemeliharaan melalui kebebasan data
-
Meningkatkan konkurensi data
-
Meningkatkan layanan backup dan pemulihan data
2) Kerugian dari DBMS adalah
-
DBMS merupakan perangkat lunak yang kompleks
-
DBMS memiliki ukuran yang besar
-
Biaya perangkat keras dari DBMS yang bervariasi
-
Adanya biaya tambahan dari penambahan perangkat lunak
-
Biaya yang tinggi dari merubah sistem DBMS yang lama
ke sistem DBMS yang baru
-
Performa dari beberapa aplikasi tidak secepat saat
digunakan
-
Kerusakan beberapa komponen DBMS dapat berdampak
besar pada operasi.
2.1.4
Entity-Relationship Modelling (ER Modelling)
Menurut Connolly dan Begg (2010:371) ER Modelling (Entity
Relationship Modelling) adalah sebuah pendekatan top-down untuk
merancang database yang diawali dengan mengidentifikasi data penting
yang dinamakan entity dan relationships antara data yang harus ditampilkan
dalam model. Selanjutnya tambahkan banyak detail, seperti informasi yang
ingin disimpan tentang entitas dan relationships yang dinamakan attributes
dan constraint yang ada pada entitas.
7
2.1.5
Normalisasi
Menurut Connolly dan Begg (2010:416), normalisasi adalah sebuah
teknik menghasilkan sekumpulan relasi dengan properti yang diinginkan,
data yang dibutuhkan diberikan oleh perusahaan.
Tujuan dari normalisasi adalah untuk mengidentifikasi sekumpulan
relasi yang cocok yang mendukung kebutuhan data dari perusahaan.
Karakteristik yang cocok untuk sekumpulan relasi adalah :
- Jumlah yang minimal dari atribut yang dibutuhkan untuk mendukung
kebutuhan data perusahaa;
- Atribut dengan logika yang mendekati relasi ada pada relasi yang
sama;
- Minimal redundansi, setiap atribut hanya direpresentasikan sekali.
2.1.6
Siklus Pengembangan Sistem Basis Data
Menurut Connolly dan Begg (2010:313), sebuah sistem basis data
merupakan komponen penting dari sistem informasi organisasi yang besar,
siklus pengembangan sistem basis data merupakan turunan yang terhubung
dengan siklus dari sistem informasi.
Sangat penting untuk
mengenali bahwa tahap dari siklus
pengembangan basis data tidak harus berurutan, tetapi mengandung
beberapa perulangan dari tahap sebelumnya melalui feedback loop. Seperti
contoh, masalah dapat ditemui selama perancangan basis data yang
mungkin mengharuskan penambahan kebutuhan koleksi dan analisis.
Untuk sistem basis data yang kecil, dengan jumlah pengguna yang
sedikit, siklus tidak perlu terlalu kompleks. Tetapi, satt merancang sistem
basis data menengah ke atas dengan jumlah pengguna yang banyak, siklus
dapat menjadi sangat kompleks.
2.1.7
Metodologi Perancangan Basis Data
Menurut Connolly dan Begg (2010:467), sebuah metodologi
perancangan membantu perancang untuk merencanakan, mengatur,
mengontrol dan mengevaluasi pengembangan projek basis data.
8
Dalam merepresentasikan metodologi perancangan basis data,
proses perancangan dibagi menjadi tiga tahap utama yaitu perancangan
konseptual, perancangan logical, dan perancangan fisik.
2.1.8
Perancangan Basis Data Konseptual
Menurut Connoll dan Begg (2010:467), perancangan basis
data konseptual adalah sebuah proses membangun sebuah model data
yang digunakan perusahaan, bebas dari semua pertimbangan fisik.
Terdapat sembilan langkah dalam melakukan perancangan basis
data konseptual, yaitu :
1) Mengidentifikasi tipe entitas
Langkah ini bertujuan untuk menentukan dan mendefiniskan objek
utama
yang
tertarik
untuk
pengguna.
Satu
metode
dari
mengidentifikasi entitas adalah untuk mempelajari kebutuhan dari
pengguna.
2) Mengidentifikasi tipe relasi
Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengidentifikasi relasi
penting yang ada di antara entitas. Relasi seringkali diindikasikan
sebagai kata kerja atau ekspresi secara lisan.
3) Mengidentifikasi dan menghubungkan atribut dengan tipe entitas
dan relasi
Tujuan dari langkah ini adalah untuk menghubungkan atribut
dengan tipe entitas dan relasi yang cocok. Atribut bisa
diidentifikasi dimana kata benda adalah
properti, kualitas,
pengenal, atau karakteristik dari salah satu entitas atau relasi.
4) Menentukan domain atribut
Domain atribut adalah sekumpulan nilai dari satu atau lebih atribut.
Menentukan domain dari atribut berarti menentukan nilai – nilai
yang diperbolehkan untuk mengisi suatu atribut
5) Menentukan atribut candidate, primary, dan alternate key
Langkah ini bertujuan mengidentifikasi candidate key dari setiap
entitas, jika ada lebih dari satu candidate key maka dapat salah
9
satunya dipilih menjadi primary key, dan sisanya sebagai candidate
key.
6) Mempertimbangkan
menggunakan
konsep
model
yang
ditingkatkan (enhanced modeling) (optional)
Tujuan dari langkah ini adalah untuk mempertimbangkan
menggunakan konsep model peningkatan (enhanced modeling
concept), seperti specialization/generalization, aggregation, dan
composition.
7) Memeriksa redundansi pada model
Langkah ini bertujuan memeriksa adanya redundansi pada model
dan menghilangkannya jika terdapat redundansi. Tiga aktivitas dari
langkah ini adalah :
a)
Memeriksa kembali relasi one-to-one (1:1)
b)
Menghilangkan relasi yang redundan
c)
Mempertimbangkan dimensi waktu
8) Memvalidasi data model konseptual dengan transaksi pengguna
Langkah ini bertujuan untuk memastikan data model konseptual
mendukung kebutuhan transaksi. Terdapat dua pendekatan di
dalam langkah ini, yaitu :
a)
Mendeskripsikan transaksi
b)
Menggunakan jalur transaksi
9) Mengulas data model konseptual dengan pengguna
Langkah ini bertujuan untuk mengulas data model konseptual
dengan pengguna dan memastikan bahwa model tersebut adalah
representasi yang benar dari kebutuhan data perusahaan.
2.1.9
Perancangan Basis Data Logikal
Menurut Connolly dan Begg (2010:390), perancangan basis
data logikal bertujuan untuk mengartikan model data konseptual
menjadi model data logikal dan memvalidasi data model untuk
memeriksa bahwa secara struktur model itu benar dan dapat
mendukung kebutuhan kebutuhan transaksi.
Tujuan dari perancangan ini dapat dicapai dengan melakukan
beberapa aktivitas, yaitu :
10
1) Menurunkan relasi untuk model data logikal
Langkah ini bertujuan untuk membuat relasi untuk model
data logikal yang merepresentasikan entitas, relasi dan
atribut yang teridentifikasi. Relasi dapat diturunkan melalui
struktur yang dapat terjadi di dalam model data konseptual
seperti berikut :
a)
Strong entity type
b)
Weak entity type
c)
Tipe relasi biner one-to-many (1:*)
d)
Tipe relasi biner one-to-one (1:1)
e)
Tipe relasi rekursif one-to-one (1:1)
f)
Tipe relasi superclass/subclass
g)
Tipe relasi biner many-to-many (*:*)
h)
Tipe relasi kompleks
i)
Atribut multi-valued
2) Memvalidasi relasi menggunakan normalisasi
Langkah ini bertujuan untuk validasi sekumpulan atribut
dalam setiap relasi menggunakan aturan normalisasi.
Tujuan dari normalisasi adalah untuk memastikan bahwa
relasi memiliki jumlah minimal atribut yang digunakan
untuk mendukung kebutuhan perusahaan.
3) Memvalidasi relasi dengan transaksi pengguna
Bertujuan untuk memastikan relasi pada model data logikal
mendukung kebutuhan transaksi.
4) Memeriksa batasan integritas
Langkah ini bertujuan untuk memeriksa adakah batasan
integritas yang ada pada model data logikal. Terdapat
beberapa tipe dari batasan integritas, yaitu :
-
Data yang dibutuhkan
-
Batasan domain atribut
-
Multiplicity
-
Entity integrity
-
Referential integrity
-
Batasan umum
11
5) Mengulas model data logikal dengan pengguna
Sama seperti mengulas model data konseptual dengan
pengguna, pada mengulas model data logikal tujuannya
adalah untuk mempertimbangkan bahwa model data dapat
menjadi representasi yang benar dari kebutuhan data
perusahaan
6) Menggabungkan logikal data model menjadi model data
global (optional)
Langkah ini bertujuan untuk menggabungkan model data
logikal lokal menjadi satu model data logikal global yang
merepresentasikan semua tampilan pengguna dari sebuah
basis data. Tahap ini dibutuhkan hanya untuk merancang
basis data dengan banyak tampilan pengguna yang diatur
dengan pendekatan tampilan terintegrasi
7) Memeriksa pertumbuhan di masa depan
Untuk menentukan adakah perubahan yang signifikan
seperti masa mendatang dan menilai manakah model data
logikal yan bisa mengakomodasi perubahan ini
2.1.10
Perancangan Basis Data Fisikal
Menurut Connolly dan Begg (2010:523), perancangan basis
data fisikal adalah sebuah proses menghasilkan deskripsi basis data
pada penyimpanan sekunder, mendeskripsikan relasi dasar, organisasi
file, indeks yang yang digunakan untuk mencapai akses yang efisien ke
data, dan menggabungkan setiap batasan integritas dan tingkat
keamanan.
Langkah – langkah dari metodologi perancangan basis data
fisik, adalah sebagai berikut :
1) Mengartikan model data logikal untuk DBMS yang dipakai
Langkah ini bertujuan untuk menghasilkan skema relasi
basis
data
dari
model
data
logikal
yang
dapat
diimplementasikan pada DBMS yang dipakai. Tiga aktivitas
utama dari langkah ini adalah :
12
a)
Merancang relasi dasar
b)
Merancang representasi dari data turunan
c)
Merancang batasan umum
2) Merancang organisasi dan indeks file
Langkah ini bertujuan untuk menentukan organisasi file
yang optimal untuk menyimpan relasi dan indeks dasar
yang dibutuhkan untuk mencapai performa yang diinginkan,
yaitu dimana relasi akan disimpan
pada penyimpanan
sekunder. Terdapat empat langkah dari aktivitas ini, yaitu :
a)
Menganalisa transaksi
b)
Memilih organisasi file
c)
Memilih indeks
d)
Memperkirakan kebutuhan ukuran disk
3) Merancang tampilan pengguna
Langkah ini bertujuan merancang tampilan pengguna yang
teridentifikasi pada saat pengumpalan kebutuhan dan tahap
analisis dari siklus pengembangan sistem basis data
4) Merancangan mekanisme keamanan
Langkah ini bertujuan merancang mekanisme keamanan
untuk basis data yang ditentukan oleh pengguna pada tahap
pengumpulan kebutuhan dan analisis.
5) Mempertimbangkan
pengenalan
terhadap
kontrol
redundansi
Langkah
ini bertujuan untuk menentukan apakah
normalisasi akan meningkatkan performa dari sistem
6) Mengawasi dan memperbaiki sistem operasional
Langkah ini bertujuan untuk mengawasi sistem operasional
dan meningkatkan performa dari sistem untuk memperbaiki
keputusan terhadap rancangan yang tidak sesuai atau
perubahan kebutuhan
2.2
Teori Tematik
Teori tematik yang dibahas adalah penjualan dan pembelian, WWW (World
Wide Web), internet, HTML (Hypertext Markup Language), PHP (Personal Home
13
Page), MySQL,
perancangan antarmuka pengguna,UML (Unified Modeling
Language) diagram, dan diagram alir (flowchart).
2.2.1
Penjualan dan Pembelian
2.2.1.1
Penjualan
Menurut Mulyadi (2008:202), kegiatan penjualan adalah transaksi
penjualan barang dan jasa, baik secara kredit ataupun secara tunai. Dalam
transaksi penjualan tunai, barang atau jasa baru diserahkan perusahaan
kepada pembeli jika perusahaan telah menerima kas dari pembeli.
Fungsi yang terkait dengan sistem penjualan adalah :
1) Fungsi penjualan
Dalam sistem penjualan, fungsi penjualan bertanggung jawab
melayani kebutuhan barang pelanggan. Fungsi penjualan
mengisi faktur penjualan untuk memungkinkan fungsi gudang
dan fungsi pengiriman melaksanakan penyerahan barang
kepada pelanggan.
2) Fungsi gudang
Dalam sistem penjualan, fungsi gudang menyediakan barang
yang diperlukan oleh pelanggan sesuai dengan yang tercantum
dalam tembusan faktur penjualan yang diterima dari fungsi
penjualan.
3) Fungsi pengiriman
Fungsi ini bertanggung jawab menyerahkan barang kuantitas,
mutu, dan spesifikasinya sesuai dengan yang tercantum dalam
faktur penjualan yang diterima dari fungsi penjualan.
4) Fungsi akuntansi
Fungsi ini bertanggung jawab untuk mencatat bertambahnya
piutang kepada pelanggan ke dalam kartu piutang berdasarkan
faktur penjualan yang diterima dari fungsi pengiriman.
5) Fungsi penagihan
Fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat surat tagihan
secara periodik kepada pelanggan.
14
2.2.1.2
Pembelian
Menurut Mulyadi (2008:299), sistem pembelian digunakan dalam
perusahaan untuk pengadaan barang – barang yang diperlukan oleh
perusahaan.
Fungsi yang terkait dalam sistem pembelian adalah :
1) Fungsi gudang
Dalam sistem pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab
untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi
persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang
yang diterima dari fungsi penerimaan.
2) Fungsi pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk menerima
informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok yang
dipilih dalam pengadaan barang, dan mengeluarkan order
pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3) Fungsi penerimaan
Dalam sistem pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk
melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu, dan kuantitas
barang yang diterima dari pemasok guna menentukan dapat
atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan.
4) Fungsi akuntansi
Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian
adalah fungsi pencatat utang dan fungsi pencatat persediaan.
Dalam sistem pembelian fungsi pencatat utang bertanggung
jawab untuk mencatat transaksi pembelian ke dalam register
bukti atau bukti kas keluar dan menyelenggarakan arsip
dokumen sumber yang berfungsi sebagai catatan utang atau
menyelenggakan kartu utang sebagai buku pembantu utang.
2.2.2
WWW (World Wide Web)
Menurut Williams dan Sawyer (2010:18), WWW (World Wide Web)
adalah sistem yang saling terhubung dari internet server, yang mendukung
15
dokumen yang secara khusus diformat dalam bentuk multimedia seperti suara,
foto, dan video. Kata multimedia merujuk kepada teknologi yang menyajikan
informasi pada lebih dari satu media seperti text¸gambar diam, gambar bergerak
dan suara.
Menurut Connolly dan Begg (2010:1028), web adalah sebuah sistem
berbasis hypermedia yang menyediakan maksud dari penjelajahan informasi di
internet dengan cara yang tidak berurut menggunakan hyperlink.
2.2.3
Internet
Menurut Williams dan Sawyer (2010:18), internet adalah jaringan
komputer dunia yang menghubungkan ratusan ribu jaringan kecil. Jaringan kecil
ini terdiri dari edukasi, komersial, nonprofit, lingkugan militer, dan individu.
Menurut Connolly dan Begg (2010:1024), internet adalah sebuah
kumpulan jaringan komputer yang saling berhubungan.
2.2.4
HTML (HyperText Markup Language)
Menurut Williams dan Sawyer (2010:68), HTML adalah kumpulan dari
intruksi khusus yang digunakan untuk menentukan struktur dokumen, format dan
menghubungkan dokumen multimedia lainnya pada web.
Menurut Connolly dan Begg (2010:1031), HTML adalah dokumen bahasa
terformat yang digunakan untuk merancang halaman web.
2.2.5
PHP (Personal Home Page)
Menurut Welling dan Thomson (2009:2), PHP adalah bahasa script pada
sisi server yang dirancang khusus untuk web. Kode PHP dapat ditanamkan pada
halaman HTML dan dieksekusi setiap kali halaman itu dikunjungi. Kode PHP
diinterpretasikan pada web server dan menghasilkan HTML atau keluaran lainnya
yang pengunjung akan lihat.
PHP memiliki beberapa keunggulan sebagai berikut :
1)
Performa yang tinggi
2)
Menghubungkan ke banyak sistem basis data
3)
Memiliki libraries untuk web yang sejenis
4)
Biaya yang murah
16
2.2.6
5)
Mudah dipelajari dan digunakan
6)
Mendukung penuh object-oriented
7)
Mudah dibawa
8)
Ketersediaan kode sumber
9)
Ketersediaan dukungan
MySQL
Menurut Welling dan Thomson (2009:3), MySQL adalah relational
database management (RDBMS) yang sangat cepat dan kuat. Server MySQL
mengontrol akses ke data untuk memastikan beberapa pengguna dapat bekerja
secara simultan, menyediakan akses yang cepat ke data dan memastikan pengguna
yang memiliki izin yang mendapatkan akses ke data.
MySQL memiliki beberapa keunggulan, yaitu :
1) Performa yang tinggi
2) Biaya yang rendah
3) Mudah dipelajari dan digunakan
4) Mudah dibawa
5) Ketersediaan kode sumber
6) Ketersediaan dukungan
2.2.7
Perancangan Antarmuka Pengguna
Menurut Williams dan Sawyer (2010:129), antarmuka pengguna adalah
layar kontrol pengguna yang memungkinkan pengguna untuk berkomunikasi, atau
berinteraksi
dengan komputer.
Menurut Shneiderman dan Plaisant (2005:74-75), terdapat delapan aturan
emas (eight golden rules) untuk meningkatkan kegunaan dari aplikasi, yaitu :
1) Berusaha untuk konsisten
Urutan aksi yang konsisten dibutuhkan pada beberapa situasi yang
sama. Terminology ini harus digunakan pada prompts, menu, dan layar
bantuan. Konsistensi juga diterapkan pada jenis tulisan, pewarnaan
dan ukuran tulisan
2) Dapat memenuhi kebutuhan universal
17
Dalam merancang antarmuka sebaiknya memenuhi kebutuhan dari
kebanyakan pengguna. Dengan memberikan fitur seperti penjelasan
untuk pemula dan shortcut untuk pengguna yang ahli.
3) Memberikan umpan balik yang informatif
Untuk semua aksi dari operator harus terdapat umpan balik dari
sistem. Untuk aksi yang sering dan minor, maka respon dapat dibuat
sederhana. Sedangkan untuk aksi yang tidak sering dan major, maka
respon dapat dibuat besar
4) Merancang dialog yang menghasilkan penutupan
Urutan dari aksi haruslah dikelompokan menjadi awal, tengah dan
akhir. Umpan balik yang informatif dapat memberikan kepuasan, rasa
lega
dan
mengindikasikan
bahwa
cara
telah
selesai
untuk
mempersiapkan aksi selanjutnya
5) Memberikan penanganan error yang sederhana
Dalam merancang sistem usahakan agar pengguna tidak dapat
melakukan error yang serius. Jika error terjadi maka sistem harus bisa
mendeteksi error dan menawarkan mekanisme yang sederhana, dapat
dimengerti untuk menangani error
6) Mengizinkan pembalikan aksi yang mudah
Aksi yang sudah dilakukan sebaiknya dapat dibalikkan. Pengguna
dapat kembali ke aksi sebelum terjadi kesalahan, sehingga pengguna
tidak takut untuk mengeksplorasi pilihan – pilihan yang tidak biasa
7) Mendukung pusat kendali internal
Pengguna menginginkan bahwa mereka berkuasa atas sistem dan
sistem merespon aksi mereka. Merancang sistem untuk membuat
pengguna menjadi pemrakarsa dari aksi daripada menjadi responden
8) Mengurangi beban ingatan jangka pendek
Keterbatasan manusia dalam memproses informasi jangka pendek
membuat pengguna membutuhkan tampilan yang sederhana, tampilan
beberapa halaman sebaiknya disatukan dan mengalokasikan waktu
yang cukup untuk kode, mnemonics dan urutan aksi
18
2.2.8
UML Diagram
Menurut Whitten dan Bentley (2007:371), UML adalah
sekumpulan
model yang digunakan untuk menentukan dan mendeskripsikan sistem perangkat
lunak. UML tidak menentukan metode untuk pengembangan sistem, hanya
notasinya yang diterima secara luas sebagai standar object modeling.
UML diagram dibagi ke dalam beberapa fase, salah satunya adalah sebagai
berikut :
1) Use Case Diagram
Menggambarkan interaksi antara sistem dengan sistem external dan
pengguna. Dengan kata lain use case mendeskripsikan siapa yang
akan
menggunakan
sistem
dan
dengan
cara
apa
pengguna
menggunakan sistem.
2) Sequence Diagram
Secara grafik menggambarkan interaksi bagaimana objek berinteraksi
dengan sesamanya melalui pesan dari hasil pelaksanaan use case atau
operasi. Sequence diagram menggambarkan bagaimana pesan dikirim
dan diterima antara objek dan dalam urutan apa.
3) Class Diagram
Menggambarkan struktur dari sistem objek. Class diagrams
menampilkan bahwa sistem terdiri dari beberapa kelas objek yang
saling berhubungan antara kelas objek lainnya.
2.2.9
Deployment Diagram
Menurut Whitten dan Bentley (2007:673), Deployment diagram adalah
tipe implementasi diagram yang mendeskripsikan arsitektur fisik dari hardware
dan software pada sistem.
2.2.10
State Transition Diagram
Menurut Whitten dan Bentley (2007:635), State Transition Diagram
adalah alat yang digunakan untuk menggambarkan urutan dari dan variasi dari
layar yang terjadi selama sesi user .
19
Dua macam simbol yang digunakan untuk menggambarkan proses dalam
State Transition Diagram, yaitu :
a) State, digunakan untuk menggambarkan state dari sistem
Gambar 2.1 State dari State Transition Diagram
b) Transition, digambarkan dengan arah panah yang menunjukkan
transisi tiap state. Tiap panah diberi label dengan aturan. Label atas
menunjukkan kejadian yang menyebabkan transisi yang terjadi. Label
bawah menunjukkan aksi yang terjadi akibat dari kejadian tadi.
Gambar 2.2 Transition dari State Transition Diagram
2.3
Hasil Penelititan dari Aplikasi sebelumnya
Penelitian diambil dari jurnal “Analisis dan Perancangan Aplikasi Basis
Data Penjualan dan Pembelian pada PT. NusantaraTridaya Inovasi ” yang dibuat
pada tahun 2014 oleh mahasiswa Bina Nusantara University. Dari hasil penelitian,
penulis membatasi ruang lingkup aplikasi, yaitu:
1) Pada sisi pembelian, meliputi input data pemasok, proses pemesanan
kepada pemasok, data barang , data pembelian, dan perhitungan total
pembelian
2) Pada sisi penjualan, meliputi data pelanggan, pemesanan dari
pelanggan, data penjualan, melihat stok barang, dan perhitungan total
penjualan
3) Pada sisi komisi, proses menghitung komisi tergantung dari penjualan
masing – masing karyawan
20
4) Pada sisi biaya operasional, proses menghitung biaya operasional
dilakukan setiap akhir bulan setiap bulannya.
Penulis mengamati beberapa hal yang dirasa kurang pada PT. Nusantara
Tridaya Inovasi. Pertama sistem yang tersedia pada PT. Nusantara Tridaya Inovasi
hanya mendukung sistem penjualan dan pembelian, tetapi tidak pada sistem
penghitungan komisi pada bagian penjualan perorangan. Kedua, perhitungan komisi
dan biaya operasional membutuhkan waktu yang cukup lama karena dilakukan
manual. Ketiga, perhitungan laporan penjualan dan pembelian yang dilakukan
membutuhkan waktu cukup lama karena sistem masih manual. Oleh karena itu, dapat
disimpulkan bahwa PT. Nusantara Tridaya Inovasi membutuhkan sistem penjualan
dan pembelian yang terintegrasi dengan baik dalam pengolahan data dan
penyimpanan data maupun pengolahan terhadap transaksi, meliputi transaksi
penjualan dan pembelian.
Hasil penelitian pada perancangan layar didapatkan, menu utama dibagi ke
dalam tujuh menu, yaitu menu penjualan, pembelian, barang, pelanggan, pemasok,
karyawan, dan retur barang. Pada layar manajer, manajer dapat menambah
pemesanan penjualan, menghapus pemesanan penjualan, dan mengubahnya. Dan
manajer dapat menambah pemesanan pembelian, menghapus pemesanan pembelian,
dan mengubahnya. Manajer juga dapat menambah data karyawan, pelanggan, dan
barang. Pada layar bagian keuangan, bagian keuangan hanya dapat view di antara
ketujuh menu tersebut, diantaranya view data penjualan, data pembelian, data barang,
data pelanggan, data pemasok, dan data retur penjualan. Pada bagian penjualan,
bagian penjualan hanya memiliki menu penjualan, pembelian, barang, pelanggan,
dan retur barang, dimana bagian penjualan menambah pemesanan penjualan, melihat
data pembelian, menambah barang baru, menambah barang baru, dan menambah
retur penjualan. Pada bagian pembelian, bagian memiliki menu yang sama dengan
bagian penjualan, perbedaan diantara keduanya terletak pada di bagian penjualan dan
pembelian, dimana untuk bagian pembelian hanya bisa melihat data penjualan saja,
dan untuk bagian penjualan hanya bisa melihat data pembelian saja. Pada bagian
pengiriman, bagian pengiriman memiliki menu karyawan, dimana dapat melihat
operasional karyawan, menambah biaya operasional, dan menghapus biaya
operasional.
Download