57 PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN RAWAT

advertisement
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN RAWAT JALAN BERBASIS DESKTOP (Studi Kasus
pada Puskesmas Brati Kab. Grobogan)
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN
RAWAT JALAN BERBASIS DESKTOP
(Studi Kasus pada Puskesmas Brati Kab. Grobogan)
Eky Bangun Mukti1, Migunani2, Rissal Effendi3
1, 3
Program Studi Teknik Informatika STMIK ProVisi Semarang
Program Studi Sistem Informasi STMIK ProVisi Semarang
1
[email protected], [email protected], [email protected]
2
Abstract
Outpatient is a patient care for observation, diagnosis, treatment, rehabilitation, medical and other health
services without having to stay in the hospital. Health Center is one of the health centers, especially in
ambulatory care. Outpatient services quickly and effectively is essential in order to give satisfaction to the
community health centers. Ambulatory care information system-based desktop can help the processing of
data and reports required in ambulatory care at the clinic. Information system design desktop-based
outpatient services using the method of system development, namely the System Development Life Cycle
(SDLC). At the clinic Brati Grobogan is one of the health centers are still using manual methods in the
process of outpatient services. Outpatient services using manual methods considered not helpful in terms of
reporting and data storage outpatient. The expected result of this research is to produce systems that
outpatient services quickly and accurately as well as facilitate in making statements about outpatient and
avoid the risk of data loss associated with ambulatory care clinic.
Keywords : Information System, Outpatient, Desktop, health center, System Development Life Cycle (SDLC)
1.
Pendahuluan
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
merupakan instansi milik pemerintah di tingkat
kecamatan yang mengurusi masalah kondisi
kesehatan masyarakat dan kesehatan lingkungan di
wilayah yang menjadi tanggung jawabnya.
Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas)
Brati merupakan salah satu pusat pelayanan
kesehatan di daerah kecamatan Brati yang
memberikan pelayanan kesehatan bagi 9 (sembilan)
kelurahan wilayah kerjanya yaitu Kelurahan
Menduran, Kelurahan Jangkungharjo, Kelurahan
Lemah Putih, Kelurahan Temon, Kelurahan Tirem,
Kelurahan Karangsari, Kelurahan Kronggen,
Kelurahan Katekan, dan Kelurahan Tegal Sumur.
Sistem pelayanan kesehatan rawat jalan pada
puskesmas Brati masih bersifat manual dimana
proses input data pasien dan media penyimpanan
data-data puskesmas masih dicatat menggunakan
buku catatan pemeriksaan, antara lain dalam proses
pendaftaran pasien, pencatatan rekam medis dan
pencatatan data obat yang digunakan pasien. Dengan
proses yang masih manual tersebut menyebabkan
terjadinya antrian pasien yang cukup panjang dan
membutuhkan waktu yang relatif lama pada saat
berobat.
Data pasien yang berulang tiap harinya
mengakibatkan buku yang digunakan
untuk
menyimpan data pasien terlalu banyak sehingga
kinerja petugas kurang efektif dan efisien yang
menyebabkan terhambatnya pembuatan laporan
yang dibutuhkan oleh puskesmas.
Data riwayat berobat pasien yang ada selama
ini masih berupa catatan yang tertulis pada kertas
mengakibatkan resiko kehilangan data sangat besar
sehingga menyebabkan keterlambatan dalam
pengambilan keputusan oleh pihak dokter
puskesmas dalam proses pengobatan lanjutan atau
rujukan bagi pasien tersebut.
Pelayanan rawat jalan yang dilakukan pada
puskesmas Brati masih terbatas pada fasilitas yang
tersedia pada puskesmas sehingga jika ada pasien
yang tidak dapat ditangani di puskesmas maka akan
dirujuk pada rumah sakit dengan menggunakan surat
rujukan.
Sistem
informasi
yang
mendukung
peningkatan efisiensi kerja, waktu dan sumber daya
manusia dalam pelayanan kesehatan rawat jalan di
puskesmas perlu dibangun untuk memperoleh
kemudahan dan kelancaran dalam memberikan
pelayanan kesehatan secara maksimal serta
mempercepat proses pelayanan kesehatan rawat
jalan pada Puskesmas Brati. Sistem aplikasi yang
dirancang berbasis desktop agar lebih mudah dalam
perawatan database karena SDM yang ada pada
puskesmas masih terbatas. Sistem aplikasi yang
dirancang diharapkan dapat mendukung tujuan
utama Puskesmas yaitu memberikan hak kepada
setiap orang untuk memperoleh derajat kesehatan
yang optimal.
Berdasarkan latar belakang tersebut, rumusan
masalah yang ada yaitu bagaimana merancang
57
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 4 Nomor 2 Agustus 2013 sebuah sistem informasi pelayanan rawat jalan pada
Puskesmas Brati yang diharapkan dapat membantu
proses pelayanan rawat jalan serta menyediakan
keamanan serta data puskesmas yang lebih akurat.
2.
Landasan Teori
2.9. Sistem Informasi
Sistem Informasi adalah kumpulan atau
susunan yang terdiri dari perangkat keras dan
perangkat lunak serta tenaga pelaksananya yang
bekerja dalam sebuah proses berurutan dan secara
bersama-sama
saling
mendukung
untuk
menghasilkan suatu produk (Dengen, 2009:48).
Menurut Laudon (2004 : 8), an information
system can be defined technically as a set of
interrelated components that collect (or retrieve),
process, store, and distribute information to support
decision making and control in an organization.
Sistem informasi adalah kumpulan komponen yang
saling
berhubungan
dalam
mengumpulkan,
memproses,
menyimpan,
menyediakan
dan
mendistribusikan informasi untuk mendukung
pengambilan keputusan dan pengendalian di dalam
organisasi.
Sistem informasi rawat jalan adalah subsistem dari
suatu sistem informasi yang terpadu dan mampu
mengolah data transaksi pasien rawat jalan, seperti
pancatatan data, pengorganisasian dokumen dan
formulir pendataan pasien rawat jalan, sehingga
menghasilkan suatu laporan yang baik yang
berfungsi sebagai sumber informasi yang handal dan
terpercaya.
2.10.
Rawat Jalan
Rawat Jalan adalah pelayanan keperawatan
kesehatan perorangan yang meliputi observasi,
diagnosa, pengobatan, rehabilitasi medik tanpa
tinggal di ruang inap pada sarana kesehatan . (Perda
Provinsi Jateng, 2011).
Menurut Surat Keputusan Menteri RI
no.560/MENKES/SK/IV/2003 tentang tarif perjam
rumah sakit bahwa rawat jalan adalah pelayanan
pasien untuk observasi, diagnosis, pengobatan,
rehabilitasi medik dan pelayanan kesehatan lainnya
tanpa menginap di rumah sakit.
2.11.
Desktop
Menurut Prasetyo (2008:1), berdasarkan basis
pengembangan aplikasi (software) dapat dibedakan
menjadi 2 macam yaitu :
1. Aplikasi berbasis desktop
Aplikasi berbasis desktop dikembangkan untuk
dijalankan di masing klien (komputer pengakses
aplikasi pengolahan database). Database
diletakkan di server sedangkan aplikasinya
diinstal di masing-masing klien. Bahasa
pemrograman yang digunakan untuk aplikasi
tipe ini biasanya adalah Borland Delphi, Visual
Basic, Java, netbeans dsb. Pada aplikasi
berbasis desktop, aplikasi dibangun dengan
58
2.
menggunakan
tool
tertentu,
kemudian
dikompilasi.
Hasilnya
dapat
langsung
digunakan dalam komputer.
Aplikasi berbasis Web
Aplikasi berbasis web tidak perlu diinstal di
masing klien pengakses aplikasi karena aplikasi
cukup dikonfigurasi di server. Kemudian klien
mengakses dari browser seperti Internet
explorer, Opera, Firefox. Executor aplikasi
dilakukan oleh web server seperti Apache, IIS,
Xitami, dan lain-lain.
2.12.
Penelitian Terdahulu
Penelitian sejenis pernah dilakukan oleh
Andriani (2009), Andriani melakukan penelitian
mengenai sistem informasi pendaftaran pasien rawat
jalan di rumah sakit dengan menggunakan program
komputer, dalam penelitian ini sistem informasi
yang dihasilkan meliputi pendaftaran sampai rekam
medik pasien.
Penelitian mengenai pelayanan medis rawat
jalan juga pernah dilakukan oleh Imbar (2012), di
dalam penelitiannya Imbar menganalisa pelayanan
medis rawat jalan poliklinik kebidanan dan
kandungan pada RSUD kota Batam. Penelitian ini
menghasilkan sistem informasi yang memudahkan
pelayanan rawat jalan mulai dari pendaftaran pasien,
data pasien,data dokter hingga riwayat rekam medis
pasien. Sistem yang dihasilkan mempercepat dalam
pengaksesan data pasien sehingga pelayanan rawat
jalan juga menjadi lebih cepat. Pengguna sistem ini
dibagi menjadi 3 (tiga) tingkatan yaitu pasien, dokter
dan petugas pendaftaran.
Perbedaan dengan penelitian yang dilakukan
oleh penulis terletak pada pengguna sistem dimana
pada sistem yang dirancang akan menggunakan 1
pengguna yaitu bagian administrasi. Peneliti
menambahkan fitur surat rujukan dimana akan
dibutuhkan puskesmas jika pihak puskesmas sudah
tidak sanggup lagi menangani pasien yang
bersangkutan.
3.
Metode Pengembangan Sistem
Metode pengembangan sistem yang digunakan
dalam penelitian ini adalah System Development Life
Cycle (SDLC), tetapi terdapat satu tahapan yang
tidak diikutsertakan di dalam pengembangan sistem
ini, yaitu tahap pemeliharaan/perawatan sistem.
Tahapan-tahapan
yang
dilakukan
dalam
perancangan sistem informasi pelayanan rawat jalan
adalah:
4. Tahap
perencanaan
sistem
adalah
mengidentifikasi permasalahan yang terjadi pada
Puskesmas Brati, seperti : Media penyimpanan
data, pencatatan rekam medik pencatatan obat
serta surat rujukan masih dicatat secara tertulis
serta memerlukan buku yang banyak dalam
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN RAWAT JALAN BERBASIS DESKTOP (Studi Kasus
pada Puskesmas Brati Kab. Grobogan)
pencatatan pasien, data rujukan yang ada belum
lengkap.
5. Tahap analisa diawali dengan kegiatan
menganalisa sistem rawat jalan yang berjalan
selama ini. Menggambarkan hasil analisa sistem
lama dengan menggunakan use case serta
activity diagram. Menentukan pemakai sistem
atau siapa saja yang berperan dalam sistem ini
yaitu bagian administrasi.
6. Tahap perancangan sistem, kegiatan yang
dilakukan yaitu membuat pemodelan proses,
pemodelan data, dan membuat desain tampilan
antar muka (interface).
a. Pemodelan Proses. Pemodelan proses sistem
informasi pelayanan rawat jalan menggunakan
sistem use case serta activity diagram. sistem
use case yang merupakan gambaran lebih detil
tentang apa yang dilakukan oleh aktor di
dalam sistem informasi pelayanan rawat jalan.
Sedangkan activity diagram merupakan
gambaran detail tentang prosedur yang
dilakukan dalam proses pelayanan rawat jalan.
dapat mencetak laporan dari hasil input data
tersebut sebagai laporan harian kunjungan
pasien, laporan bulanan kunjungan pasien
dan laporan rekam medis pasien serta
membuat Kartu Identitas Berobat serta Surat
Rujukan atau Surat Keterangan Sehat dengan
lebih cepat dan efisien.
Activity diagram proses pelayanan rawat
jalan dibagi menjadi 4 tahapan yaitu
pendaftaran, pemeriksaan, pembuatan rekam
medis, serta pembuatan laporan kunjungan
yang terdapat pada gambar 2 sampai 5.
Pasien
Sistem Informasi Rawat Jalan
Bagian Administrasi
Login sistem
Melakukan pendaftaran
kunjungan harian
KTP/Kartu
Identitas Berobat
[Menyerahkan]
entry/ User dan Password
Melakukan pencatatan
kunjungan harian
Mengecek user
dan password
Melakukan
pengecekan data
Sudah terdaftar?
Pembuatan Kartu Identitas Berobat
[ Tidak ]
[ Ya ]
Input data
pasien baru
Mencari riwayat
berobat pasien
(from Bagian Administra...
Pencatatan Pasien Baru
<<communicate>>
(from Bagian Administra...
<<include>>
<<include>>
<<communicate>>
Kartu Identitas
Berobat
Pembuatan Riwayat Berobat Pasien
<<communicate>>
<<communicate>>
(from Bagian Administra...
<<include>>
[Diterima]
Pencarian Riwayat Berobat Pasien
<<include>>
Membuat
Riwayat Pasien
Cetak kartu identitas
berobat
Menyerahkan riwayat berobat
pasien ke poli yang dituju
(from Bagian Administra...
<<include>>
<<communicate>>
Login
Bagian
Administrasi
<<communicate>>
Penyimpanan Riwayat Berobat
Pasien
<<include>>
(from Bagian Administra...
(from Bagian Administra...
(from Bagian Administrasi)
<<communicate>>
<<communicate>>
<<include>>
Pencatatan Kunjungan Harian
Pasien
(from Bagian Administra...
<<communicate>>
Pembuatan Rekam Medis Pasien
<<include>>
<<include>>
(from Bagian Administra...
<<communicate>>
<<include>>
Pembuatan Surat Rujukan
(from Bagian Administra...
Pembuatan Laporan Kunjungan
Harian
(from Bagian Administra...
Pembuatan Laporan Bulanan
Kunjungan Pasien
(from Bagian Administra...
Gambar 2. Acitivity diagram pendaftaran
Pada gambar 2 proses pendaftaran dilakukan pasien
dengan menyerahkan KTP/Kartu Identitas Berobat
kepada bagian administrasi. Bagian administrasi
melakukan login ke sistem informasi pelayanan
rawat jalan dengan memasukkan user dan password
serta mulai memasukkan data pasien. Jika pasien
ternyata belum terdaftar dalam sistem maka bagian
administrasi akan memasukkan data pasien baru lalu
mencetak kartu identitas berobat. Bagian
administrasi membuat riwayat berobat pasien dan
menyerahkan kepada poli yang dituju.
Gambar 1. Sistem Use Case usulan sistem
baru
Sistem use case pada gambar 1 menjelaskan
actor (bagian administrasi) mempunyai hak
akses ke komputer untuk melakukan proses
bisnisnya. Bagian
administrasi
harus
melakukan login ke sistem agar dapat
mengakses sistem tersebut. Untuk setiap
pengelolaan data, tidak lagi membuat
pencatatan secara tertulis, tetapi dengan
melakukan input data pada komputer. Setelah
input data selesai, maka petugas administrasi
59
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 4 Nomor 2 Agustus 2013 pemeriksaan pasien, jika terjadi perujukan maka
bagian administrasi akan membuat surat rujukan
sesuai dengan hasil diagnosa dokter.
Dokter/Peraw at Poli
Menerima riwayat
berobat pas ien
Bagian Administrasi
Sistem Informasi Rawat Jalan
Melakukan diagnos a s erta
pengobatan pada pas ien
Surat Rujukan atau
pengobatan rawat jalan?
[ Rawat Jalan ]
Membuat
Res ep Obat
Membuat Laporan harian
kunjungan pasien
[ Surat Rujukan ]
Membuat diagnos a
s urat rujukan
Mencetak Laporan Kunjungan Pasien
do/ Mencetak hasil kunjungan pasien per hari
Login sistem
entry/ User dan password
Membuat serta mencetak laporan
kunjungan pasien harian
Mencatat hasil pengobatan s erta tindakan yang
diam bil ke dalam riwayat berobat pas ien
Mengembalikan riwayat berobat
pas ien ke bagian adm inis tras i
Logout
Gambar 3. Activity diagram pemeriksaan
Pada gambar 3, pemeriksaan pasien dilakukan
dokter/perawat poli setelah menerima riwayat
berobat pasien. Dokter/perawat poli mulai
melakukan diagnosa serta pengobatan pasien, jika
ternyata pasien hanya membutuhkan pengobatan
rawat jalan maka dokter/perawat poli akan membuat
resep obat untuk diserahkan pada pasien, namun jika
hasil diagnosa menyatakan pasien harus dirujuk
maka akan dilakukan perujukan pasien. Setelah
melakukan
diagnosa
pada
pasien
maka
dokter/perawat poli akan memasukkan data hasil
diagnosa ke dalam riwayat berobat pasien dan
menyerahkan kembali kepada bagian administrasi.
Bagian Administrasi
Sistem Informasi Raw at Jalan
Login sistem
entry/ User dan password
Menerima riwayat berobat
pasien dari dokter/perawat poli
Input data riwayat berobat pasien
sebagai data rekam medis
Gambar 5. Activity diagram pembuatan laporan
Pada gambar 5, pembuatan laporan dilakukan bagian
administrasi dengan melakukan login ke sistem
informasi pelayanan rawat jalan kemudaian
mencetak laporan yang dibutuhkan oleh puskesmas.
b. Pemodelan Data. Pemodelan data pada sistem
informasi pelayanan rawat jalan meliputi
penggambaran entity relationship diagram,
merancang tabel-tabel yang dibutuhkan pada
database, dan membuat relasi antar tabel.
Entity Relationship yang dibuat memiliki
keterkaitan antara data yang satu dengan data
yang lainnya. Tabel-tabel yang telah
dirancang kemudian direalisasikan antara
tabel satu dengan yang lain untuk mendukung
kelancaran pengolahan data. Gambar 6
merupakan hubungan antar tabel yang saling
berelasi.
Surat Rujukan
atau tidak?
[ Tidak ]
[ Ya ]
Membuat surat rujukan
sesuai hasil diagnosa dokter
Logout
Gambar 4. Activity diagram pembuatan rekam
medis
Pada gambar 4, pembuatan rujukan dilakukan
setelah bagian administrasi menerima riwayat
berobat pasien dari dokter/perawat poli. Bagian
administrsi melakukan login pada sistem informasi
pelayanan rawat jalan dan memasukkan data riwayat
60
Gambar 6. Relasi Antar Tabel
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN RAWAT JALAN BERBASIS DESKTOP (Studi Kasus
pada Puskesmas Brati Kab. Grobogan)
Pada gambar 6 menunjukkan relasi antar tabel
pada perancangan sistem informasi pelayanan
rawat jalan. Terdapat 10 (sepuluh) tabel
dalam database sistem informasi pelayanan
rawat jalan yaitu table TLogin, TPetugas,
TKunjungan, TPasien, TKK (Tabel Kepala
Keluarga), TPeriksa, TResep, TObat,
TDpkter, serta TSRujuk yang saling
berhubungan.
Rancangan antar muka Rujukan berfungsi untuk
memasukan data Rujukan. Pada rancangan antar
muka input data Rujukan, user dapat melakukan
pencarian data, menambah data, menyimpan data,
mengedit data dan menghapus data. Masukan data
akan di simpan di dalam tabel TSRujuk. Desain
rancangan Rujukan ditunjukkan pada gambar 9.
c. Rancangan antarmuka, rancangan antarmuka
aplikasi digunakan untuk memberikan
gambaran mengenai sistem informasi
pelayanan rawat jalan yang dirancang.
Rancangan antar muka Periksa berfungsi
untuk memasukan data periksa pasien. Pada
rancangan antar muka periksa pasien, user
dapat melakukan pencarian data, menambah
data, menyimpan data, mengedit data dan
menghapus data. Masukan data akan di
simpan di dalam tabel TPeriksa. Rancangan
Form Periksa ditunjukkan pada gambar 7.
Gambar 9. Rancangan Antar muka Rujukan
d. Implementasi sistem, Perangkat keras yang
diperlukan untuk mengembangkan Sistem
Informasi Pelayanan Rawat Jalan adalah
sebuah komputer dengan spesifikasi Processor
Intel Pentium DualCore 1.6Ghz, memory 1Gb,
hardisk 80Gb. Metode Pengujian yang
digunakan adalah pengujian kotak hitam
(black box testing) yaitu dengan cara memberi
input dari pengguna kepada sistem yang sudah
berjalan dan mengamati hasil output dari
sistem.
Gambar 7. Rancangan Antar muka periksa
Rancangan antar muka Resep berfungsi untuk
memasukan data Resep. Pada rancangan antar
muka input data Resep, user dapat melakukan
pencarian data, menambah data, menyimpan
data, mengedit data dan menghapus data.
Masukan data akan di simpan di dalam tabel
TResep. Desain rancangan Resep ditunjukkan
pada gambar 8.
Gambar 8. Rancangan Antar muka
Resep
4.
Hasil dan Pembahasan
4.7 Hasil Implementasi Rancangan
Form Periksa digunakan untuk melihat dan
memasukan data Periksa pasien. Hasil input akan
disimpan pada tabel TPeriksa. Operasi – operasi
dalam form periksa ini adalah tambah, simpan, batal,
edit, dan hapus data periksa. Seperti yang
ditunjukkan pada gambar 10.
Gambar 10. Form Periksa
61
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 4 Nomor 2 Agustus 2013 Hasil dari riwayat pemeriksaan tersebut akan
tersimpan secara otomatis ke dalam tabel periksa.
Laporan yang dihasilkan berupa laporan periksa atau
laporan riwayat rekam medis. Laporan Periksa
ditunjukkan pada gambar 11.
Gambar 13. Laporan Resep/Penggunaan obat
Gambar 11. Laporan Periksa
Form Rujukan digunakan untuk melihat dan
memasukan data Rujukan. Hasil input akan
disimpan pada tabel TSRujuk. Operasi – operasi
dalam form resep ini adalah tambah, simpan, batal,
dan edit data rujukan. Form Rujukan ditunjukkan
pada gambar 14.
Form Resep digunakan untuk melihat dan
memasukan data Resep, data resep yang dimaksud
adalah data penggunaan obat. Hasil input akan
disimpan pada tabel TResep. Operasi – operasi
dalam form resep ini adalah tambah, simpan, batal,
dan edit data resep/penggunaan obat. Form Resep
ditunjukkan pada gambar 12.
Gambar 14. Form Rujukan
Detail laporan rujukan seperti pada gambar 15.
Gambar 12. Form Resep
Detail laporan resep atau penggunaan obat
seperti pada gambar 13.
Gambar 15. Hasil Laporan Rujukan
Selain menghasilkan laporan rujukan, form rujukan
juga menghasilkan cetak surat rujukan. Berikut
detail dari surat rujukan seperti pada gambar 16.
62
PERANCANGAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN RAWAT JALAN BERBASIS DESKTOP (Studi Kasus
pada Puskesmas Brati Kab. Grobogan)
5.
Gambar 16. Surat Rujukan
4.8 Pengujian Sistem
Pengujian untuk masing-masing use case
menggunakan data yang sudah dipersiapkan
sebelumnya dan membandingkan hasilnya dengan
kriteria hasil pengujian.
Hasil pengujian sistem ini yaitu fungsi sistem
login, mengelola data petugas, mengelola data
kepala keluarga, mengelola data pasien, mengelola
data obat, mengelola data dokter, mengelola data
kunjungan, mengelola data periksa, mengelola data
resep/penggunaan obat, mengelola data rujukan,
serta mencetak laporan setelah melalui pengujian
alfa dan menghasilkan output sesuai yang
diharapkan maka pengujian sistem informasi
pelayanan rawat jalan dinyatakan berhasil.
4.9 Pembahasan
Berdasarkan simulasi sistem informasi
pelayanan rawat jalan selanjutnya dilakukan
pembahasan terhadap sistem berjalan. Pembahasan
dilakukan dengan melihat hubungan sistem dengan
kebutuhan user terhadap informasi yang ingin
didapatkan. Berdasarkan hasil penilaian pada
simulasi sistem, pembahasan meliputi :
1. Sistem menyediakan pendaftaran data pasien,
kunjungan, periksa pasien, penggunaan
obat/resep serta rujukan pasien sehingga
mempermudah pelayanan yang sebelumnya
tercatat manual menjadi tercatat dalam sistem
komputerasi.
2. Sistem mempermudah dan mempercepat
pencarian data yang dibutuhkan sehingga
tidak perlu melihat ulang atau mencari satu
per satu data yang tadinya tercatat manual
karena dalam sistem ini menyediakan sorting
berdasarkan tanggal serta nama/kode pasien.
3. Sistem mempermudah serta mempercepat
proses pendaftaran serta rujukan pasien
karena dalam sistem ini menyediakan cetak
kartu pasien serta cetak surat rujukan yang
semula masih manual pada sistem lama
dengan menulis di kartu pasien dan surat
rujukan.
KESIMPULAN DAN SARAN
5.5 Kesimpulan
Kesimpulan yang didapat penulis dalam
penelitian ini adalah :
1. Dari
segi
keamanan,
ketepatan
dan
penghematan waktu, sistem pelayanan rawat
jalan
berbasis
komputer
menunjukkan
keunggulan
dalam
pengolahan
data,
penyimpanan dan penyajian data, dibandingkan
dengan sistem lama.
2. Dengan adanya sistem baru ini tentunya dapat
menghindari terjadinya kesalahan dalam
pengolahan data, dan apabila terjadi kesalahan
maka dapat diperbaiki dengan cepat, termasuk
dalam pembuatan laporan.
3. Sistem informasi pelayanan rawat jalan
berbasis komputer dapat mempercepat dan
mempermudah pelayanan rawat jalan, karena
semua kegiatan pelayanan rawat jalan tersedia
didalam sistem.
4. Dengan menggunakan sistem ini, pelayanan
rawat jalan menjadi lebih mudah dan cepat
sehingga diharapkan mampu meningkatkan
kepuasan pasien.
5.6
Saran
Berdasarkan
hasil,
pembahasan,
dan
kesimpulan yang telah diuraikan, maka saran dalam
penelitian sebagai berikut :
1. Penerapan atau penggunaan sistem pelayanan
rawat jalan berbasis komputer berdampingan
dengan sistem lama untuk meminimalisir resiko
kesalahan ketika sistem yang baru mengalami
masalah.
2. Agar sistem ini dapat digunakan secara optimal,
maka sebaiknya perlu diperhatikan spesifikasi
hardware dan software dari komputer yang
dipakai sesuai dengan spesifikasi yang
dibutuhkan.
3. Agar sistem dapat dijalankan secara optimal,
maka juga diperlukan pelatihan karyawan atau
petugas administrasi di puskesmas.
4. Untuk pengembangan
selanjutnya dapat
ditambahkan dengan membuat sistem informasi
pelayanan rawat jalan menjadi sistem yang
bersifat client server sehingga mempermudah
dokter dalam mengambil tindakan pada pasien
karena dokter bisa melihat rekam medic pasien
terlebih dahulu melalui komputer client.
63
Jurnal Teknologi Informasi dan Komunikasi, ISSN:2087-0868, Volume 4 Nomor 2 Agustus 2013 Daftar Pustaka :
Andriani, Lidya. 2009. “Perancangan Sistem
Informasi Pendaftaran Pasien Rawat Jalan Di
Rumah Sakit Dengan Menggunakan Program
Komputer”. Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sumatera Utara 2009.
Dengen, Nataniel. 2009. “Perancangan Sistem
Informasi Terpadu Pemerintah Daerah Kabupaten
Paser”. Jurnal Informatika Mulawarman Vol 4 No.
1 Feb 2009.
Imbar, Radiant Victor. 2012. “Perancangan Sistem
Informasi Pelayanan Medis Rawat Jalan Poliklinik
Kebidanan dan Kandungan pada RSUD Kota
Batam”. Jurnal Sistem Informasi Universitas
Kristen Maranatha Bandung Vol 7 No 1 Maret
2012 ISSN: 1907-1221
64
Laudon, K.C. dan Laudon, J. P. 2004. Management
Information Systems : Managing The Digital Firm.
Edisi ke-8. Prentice Hall, New Jersey.
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah No 1
Tahun 2011 tentang Retribusi Daerah Jawa
Tengah.
Prasetyo, Eko. (2008). Pemrograman Web PHP &
MySQL untuk Sistem Informasi Perpustakaan, Edisi
Pertama. Yogyakarta : Graha Ilmu
Surat
Keputusan
Menteri
RI
no.560/MENKES/SK/IV/2003 tentang tarif perjam
rumah sakit
Download