Menuju Terciptanya e-Hospital dan Green Hospital Oleh : Maryadi

advertisement
Menuju Terciptanya e-Hospital dan Green Hospital
Oleh : Maryadi
Saat ini, sistem pemasaran manual dan konvensional sudah tidak lagi efektif untuk dapat
mengembangkan pelayanan dan penetrasi pasar. Hal itu disebabkan karena keterbatasan dalam
ruang dan waktu, serta kebutuhan biaya yang tinggi dengan cakupan penetrasi pasar yang
terbatas secara teritorial.
Hal itu juga berlaku pada dunia usaha layanan kesehatan rumah sakit di tanah air.
Mengadopsi berbagai kebutuhan rumah sakit dengan jumlah pasien dan pegawai yang relatif
sangat banyak, kini sudah saatnya dibutuhkan sebuah inovasi teknologi tersendiri. Begitu banyak
pasien, dokter, pegawai, atau calon pasien, tentu akan sangat merepotkan, jika semua transaksi di
dalamnya masih dilakukan secara manual atau menggunakan kertas.
Karena itu, tidak perlu heran jika suatu saat nanti, seorang pasien rumah sakit tidak akan
mendapatkan kertas resep obat dari dokter yang memeriksakan kesehatannya. Tidak akan ada
lagi secarik kertas resep yang perlu ditebus oleh seorang pasien, karena, baik daftar obat maupun
administrasi biaya berobat karena sudah ditransfer oleh dokter secara online langsung ke bagian
apotek. Dan yang pasti, tidak akan ada lagi kesalahan medis akibat salahnya penulisan resep.
Minimalisir penggunaan kertas
Selain untuk mendukung kampanye Global Warning dalam upaya pengurangan produk
bahan alami pembuat kertas, secara ekonomis pun banyaknya pemakaian kertas sangat tidak
hemat, dan tidak ekonomis. Dan bisa dipastikan, banyak sekali waktu terbuang untuk mencari
data di lemari brangkas. Alhasil, secara tidak langsung, hal itu juga menghambat kinerja dan
pelayanan dari sebuah rumah sakit.
Melihat perkembangan teknologi yang sudah semakin maju, akan lebih mudah jika datadata transaksi yang terjadi di dalam rumah sakit dipindahkan ke dalam sebuah sistem
terkomputasi. Sebuah konsep e-hospital yang terbentuk dari suatu sistem terpadu untuk mampu
menyajikan data secara cepat, akurat, dan transparan, mulai pencarian data pasien, riwayat
kesehatannya, dokter yang menanganinya, biaya rawat inap, dan sebagainya yang bisa dilakukan
dalam waktu beberapa detik saja.
Namun sampai sejauh ini, umumnya rumah sakit di Indonesia belum memanfaatkan TI
secara optimal. Kalaupun memang ada, TI digunakan hanya sebatas pada kanal administratif,
tidak sekaligus untuk mendukung sepenuhnya kepentingan medis.
Sebagian besar rumah sakit di Indonesia umumnya masih memakai pola manajemen
informasi yang masih konvensional, yaitu dengan secarik atau berlembar-lembar kertas untuk
berbagai kebutuhannya. Bisa dikatakan, layanan e-prescription atau resep elektronik yang sudah
tidak lagi membutuhkan kertas masih sangat jarang dijumpai di rumah sakit di Indonesia.
Data tahun 2007 yang dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, dari sekitar 1.200 rumah
sakit di Indonesia, sebanyak 92 persen diantaranya masih memakai cara manual dalam melayani
pasiennya, lima persen sudah terkomputasi, dan hanya tiga persen saja yang menerapkan
teknologi informasi secara signifikan. Sebaliknya, bisnis inti rumah sakit adalah pelayanan
medis, bukan administratif.
Sejauh ini, penerapan TI yang paling banyak digunakan baru pada tahap transaksional
seperti pada sistim billing. Alhasil, belum banyak manfaat yang bisa didapatkan, kecuali hanya
sebatas pada peningkatan efisiensi, seperti halnya mengamankan dari kebocoran keuangan,
perhitungan biaya dan pembayaran jasa layanan medis, atau registrasi.
Mengingat bisnis utama rumah sakit adalah layanan medis, maka data rekam medis yang
masih bersifat manual akan mempersulit pihak manajemen dalam mengarsipkan. Dan yang
paling utama, dalam mengevaluasi mutu layanan medisnya. Inventarisasi berbagai kebutuhan
fisik layanan medis, seperti persediaan obat, kamar, tempat tidur, dan sebagainya pun akan terasa
lebih efisien.
Sistem informasi terpadu
Kini Vesalius.geo hadir sebagai sebuah sistem informasi terpadu dalam rangka
mendukung komunitas industri Rumah Sakit di seluruh Indonesia. It’s a Totally Hospital
Information System! Sebuah modul informasi pertama dan mutakhir yang mampu mengalirkan
data layanan rumah sakit secara elektronis untuk multi kebutuhan. Alhasil, pelayanan kepada
pasien dapat dilakukan dengan lebih cepat, akurat dan transparan yang pada akhirnya bisa
memberikan kepuasan kepada para pasiennya.
Aplikasi Vesalius.geo memiliki dua modul utama informasi, yaitu Hospital Information
System (HIS) dan Clinical Information System (CIS). Keduanya adalah sinergi sistem yang
saling melengkapi. HIS merupakan sistem informasi yang mengotomasi seluruh proses
administrasi (back office) rumah sakit, termasuk di dalamnya adalah sistem penerapan keuangan.
Secara lengkap, HIS mencakupi kebutuhan informasi mulai dari administrasi pasien dan dokter
(jadwal dokter, appointment, dan pendaftaran), farmasi, sistem pembayaran dan kasir,
purchasing, inventori, medical record tracking, sistem informasi lab dan radiologi, serta
pemesanan menu makanan rawat inap.
Sementara itu, menurut Lai Teik Kin, CEO novaHEALTH Singapore, CIS sendiri
merupakan modul yang menyajikan seluruh proses klinis atau layanan medis, baik inpatient
maupun outpatient. Lai Teik Kin menambahkan, tercakup di dalam CIS antara lain adalah
Outpatient Clinical Management yang terdiri dari order management, Electronic Medical Record
(EMR), medical alerts, e prescription atau resep elektronik, serta Inpatient Clinical Management.
“Dengan resep elektronik tersebut, dokter cukup hanya mengetikkan resep obat yang akan
diberikan ke pasiennya lewat komputer,” ujar Lai Teik Kin kepada BISKOM di Jakarta beberapa
waktu lalu
“Dilihat dari sudut pandang pihak Rumah Sakit sebagai user, kami tentu menginginkan
sebuah sistem yang ideal, istimewa, yang dapat meng-handle semua transaksi yang ada, sehingga
pihak manajerial Rumah Sakit tidak lagi mengenal kata terlambat dalam pembuatan laporan
masing-masing pelayanannya,” kata Tavri Deviyan, Chief Information Officer PIHG. “Bahkan
bagian poliklinik tidak perlu lagi melakukan sensus harian, karena setiap laporan akan tercetak
otomatis atau terkirim otomatis untuk berbagai keperluan administrasi dan medis,” tambahnya.
“Dan yang lebih penting lagi, konsep e-hospital ini secara langsung menciptakan konsep
green hospital lewat pengurangan pemakaian kertas, meskipun terlihat kecil, hal ini dapat
menjadi salah satu upaya untuk ikut mendukung kampanye ramah lingkungan,” ujar Gindo.
Download