POLA PENGGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK BAGI KEGIATAN

advertisement
POLA PENGGUNAAN RUANG TERBUKA PUBLIK BAGI KEGIATAN
HANG OUT REMAJA DI DEPOK
(Studi Kasus : Situ Kenanga, Situ Jatijajar, Situ Citayam)
Danny Fitri Mulyanti ; M.H. Dewi Susilowati, Tuty Handayani
ABSTRAK
Salah satu kegiatan remaja yang paling terlibat sehubungan dengan interaksi
mereka dengan kelompoknya dalam pencarian identitas di sebuah ruang publik
adalah kegiatan hang out. Ruang terbuka publik yang dijadikan tempat hang out
biasanya merupakan area-area yang dekat dari lingkungan tempat tinggal mereka,
area komersial dan/atau area sosial. Karakteristik ruang terbuka publik yang
dianalisis terdiri dari ukuran, aksesibilitas dan lokasi, batas serta sifat kontrol.
Persamaan dan perbedaan dari karakteristik ruang terbuka publik yang ada
membentuk suatu pola penggunaan bila dikaitkan dengan karakteristik remaja
berdasarkan psikologis dan sosialnya. Pola penggunaan yang terbentuk dapat
berdasarkan kelompok sosial remaja, sebaran tempat tinggal remaja serta sebaran
remaja dalam ruang tersebut.
Kata Kunci
: remaja, kegiatan hang out, ruang terbuka publik dan pola
penggunaan
hang out biasanya merupakan area-
1. Pendahuluan
area yang dekat dari tempat atau
Latar Belakang
lingkungan mereka sehingga mereka
Masa remaja adalah
proses
tidak mendapatkan kesulitan dari segi
pencarian identitas yang berkaitan erat
akses.
dengan kondisi sosial mereka. Fokus
lingkungan mereka, ruang publik yang
dalam menjalani kehidupan sebagai
dekat dengan area komersial dan
remaja
sosial
adalah
proses
mencari
Selain
lain
dekat
juga
dengan
merupakan
identitas (Diane E. Papalia et al,
karakteristik yang dibutuhkan para
2009). Salah satu kegiatan remaja
remaja. Oleh karena itu, eksistensi
yang
sehubungan
suatu kota ditentukan oleh keberadaan
dengan hubungan mereka dengan
sumberdaya yang mampu memenuhi
kelompoknya
kegiatan
paling
identitas
di
terlibat
dalam
sebuah
pencarian
ruang
masyarakat
kota
(Sandy,
publik
1982).
Ruang
ruang terbuka publik, seperti situ-situ
terbuka publik yang dijadikan tempat
di Depok, diharapkan dapat memenuhi
adalah kegiatan hang out.
Seperti
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
halnya
keberadaan
salah
satu
kegiatan
masyarakat
kegiatan tersebut dilakukan oleh lebih
depok, seperti kegiatan hang out
dari satu orang dan bersifat berkumpul
remaja.
dan berinteraksi dengan kegiatan aktif
dan pasif yaitu berdiri, mendengar,
Rumusan Masalah
duduk, melihat dan tinggal dan bersifat
Bagaimana pola penggunaan ruang
terbuka publik bagi kegiatan hang out
remaja di Depok?
Karakteristik Ruang Publik
Dilihat dari pengertiannya, maka ruang
2. Tinjauan Teoritis
Pembagian
menampilkan diri pada publik.
publik
Kelompok
Sosial
pun
memiliki
karakteristik
tertentu sehingga suatu ruang bisa
disebut sebagai ruang publik dan bisa
Remaja
Remaja bisa terbagi menjadi tiga
kategori terkait dengan tempat dimana
diklasifikasikan melalui lokasi, ukuran,
aksesibilitas, batas, dan sifat kontrol.
mereka bersosialisasi (Mats Lieberg,
Kegiatan
1995), yaitu:
Publik Kota
Remaja
Dalam
pada
Ruang
berinteraksi
secara
1.
Home Oriented
2.
Peer Group Oriented
sosial di kota, atau bisa disebut
3.
Association Oriented
sebagai kegiatan hang out, kelompok
remaja association oriented tentunya
Remaja Association Oriented
Kelompok remaja association oriented
merupakan kelompok remaja yang
terdiri dari beberapa orang laki-laki
dan perempuan yang menghabiskan
waktu senggangnya untuk berkumpul
bersama
teman-temannya
di
kota
besar.
Budaya Hang out pada Remaja
Association Oriented
membutuhkan
suatu
wadah
yang
sesuai dengan keinginan dan kondisi
mereka sebagai remaja di luar rumah
dan sekolah.
3.Metode Penelitian
Alur Pikir Penelitian
Penelitian ini membahas mengenai
penggunaan ruang publik, dalan studi
kasus
berupa
situ.
Kawasan
situ
Kegiatan hang-out merupakan salah
tersebut
satu jenis kegiatan sosial dimana
dimensi yang berbeda, yaitu secara
dapat
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
dikaji
dalam
dua
ruang, kemudian dilihat manusianya,
a. Data Primer diperoleh dengan
yaitu remaja, yang melakukan aktivitas
cara melakukan survey lapang.
di atas ruang tersebut. Ruang itu
Survey lapang dilakukan baik
sendiri
melalui
pengamatan
menurut ukurannya, batas/ enclosure,
maupun
wawancara
dengan
aksesibilitas dan lokasi serta sifat
pengisian
kuesioner
kepada
kontrol terhadap ruang tersebut, yang
setiap remaja.
pun
dapat
dideskripsikan
visual
nantinya membentuk karakteristik situ.
b. Data Sekunder diperoleh dari
Dimensi lainnya yang penting
beberapa instansi terkait seperti
untuk
dibahas
adalah
remaja
1. Peta
itu
Penggunaan
Tanah
sendiri, dilihat dari keterikatan remaja
(sumber Dinas Tata Ruang
dengan
Kota Depok)
situ,
yang
dideskripsikan
2. Peta Jaringan Jalan (sumber
dengan adanya intensitas kunjungan,
jumah kunjungan , lama kegiatan serta
Dinas
alasan kunjungan. Kemudian dilihat
Depok)
Perhubungan
3. Peta Persebaran situ-situ di
pula jangkauan remaja pengguna situ,
yang dilihat dari jarak dari tempat
Depok
tinggal
Pekerjaan Umum)
serta
sebaran
remaja
dari
hubungan
remaja dengan situ serta jangkauan
remaja pengguna situ dan sebaran
remaja pengguna situ nantinya akan
memperlihatkan
pola
penggunaan
ruang publik bagi kegiatan hang out
remaja.
Pengumpulan Data
Data yang diambil terdiri dari data
primer dan data sekunder.
Pengolahan Data
antara
karakteristik situ dengan keterikatan
Dinas
Sumber BPS Kota Depok
hang out dan jenis kegiatan hang out.
muncul
(sumber
4. Data Depok dalam angka (
pengguna situ berdasarkan kelompok
Sehingga fenomena sosial yang
Kota
Pengolahan
data
dilakukan
dengan berbagai cara. Data-data hasil
wawancara ditranskrip dalam bentuk
matriks sebagai bahan untuk deksripsi
hasil dan anaslisis. Data-data berupa
foto digunakan sebagai alat bantu
untuk
menggambarkan
lapangan
pada
Informasi
spasial
saat
kondisi
penelitian.
disajikandalam
bentuk peta maupun sketsa sebagai
alat bantu dalam menjelaskan pola
keruangan yang terjadi.
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
berdasarkan luasan secara prespektif
Analisis Data
Analisis keruangan dalam penelitian ini
bersifat deskriptif, yang terdiri dari
remaja itu sendiri. Hal tersebut terlihat
dari
keleluasan
remaja
dalam
menentukan letak kegiatan hang out
1. Pola penggunaan ruang terbuka
mereka yang mereka anggap tidak
publik berdasarkan kelompok
mengganggu kegiatan dari kelompok
sosial remaja
remaja lainnya dan masyarakat.
2. Pola sebaran remaja pengguna
situ berdasarkan tempat tinggal
remaja
3. Pola sebaran remaja dalam
ruang
terbuka
berdasarkan
jenis
publik
kegiatan
hang out dan kelompok
dan situ citayam memiliki keleluasaan
yang berbeda terhadap penentuan
letak kegiatan hang out mereka. Pada
situ kenanga, remaja yang berkegiatan
hang out lebih terlihat leluasa dalam
menentukan letak kegiatan hang out
mereka, sehingga persebaran remaja
4.Hasil Penelitian
Karakteristik Ruang Terbuka Publik
pada situ kenanga menyebar tanpa
adanya dominansi letak antara remaja
yang berkegiatan hang out dengan
Ukuran
Hal ini menunjukan teori Yi- Fu
Tuan
Remaja situ kenanga, situ jatijajar
yang
kebebasan
menyebutkan
yang
dimiliki
sifat
remaja
disertai kebutuhan kelapangan suatu
ruang, tercermin dari hasil penelitian
yang ada. Sehingga semakin luas area
sirkulasi,
semakin
pada situ kenanga, melihat secara fisik
luasan situ kenanga yang luas, serta
secara
prespektif
pun
juga
luas.
Seperti yang dikatakan salah satu
informan,
jumlah
“Kalo disini mah mau di bangku
remaja dan variasi kegiatan hang out
maupun di rumput, sama aja enak
yang ada.
buat nongkrong” (Rizki, 17 tahun)
Selain
menarik
masyarakat sekitar. Sehingga remaja
luasan
Dari pernyataan di atas tersirat bahwa,
secara fisik, Yi-Fu Tuan menjelaskan
pemilihan letak kegiatan hang out
juga
remaja di situ kenanga lebih leluasa
sifat
menjelaskan
kelapangan
atau
spaciousness yang merupakan salah
sehingga
satu pendukung dari unsur kebebasan
kenanga menjadi luas, sama seperti
prespektif
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
luasan
situ
secara prespektif remaja. Seperti yang
luasan secara fisiknya.
Pada situ jatijajar, keleluasaan
remaja
dalam
menentukan
letak
dikatakan salah satu informan,
“Tiap hari gue mah nongkrongnya
kegiatan hang out dibatasi dengan
disini,
adanya sebaran fasilitas sosial dan
temen-temen aja” (Afin, 13 Tahun)
komersial,
sirkulasi
sehingga
pada
situ
luasan
area
jatijajar
tidak
terpakai seutuhnya, hanya spot-spot
terbaik yang dianggap remaja dalam
berkegiatan hang out. Seperti yang
dikatakan salah satu infoman,
paling
ngobrol-ngobrol
ma
Dari pernyataan di atas, tersirat bahwa
pemilihan letak kegiatan hang out
remaja
di
situ
citayam
tidak
memberikan keleluasaan seperti di
situ-situ lainnya, dimana luas area
sirkulasi secara fisik yang sempit,
“Gue sering ke sini biasanya mancing
memang mencitrakan luasan secara
trus ngobrol-ngobrol kadang di saung,
prespektif remaja yang sempit pula.
kadang di warung” (Setya, 13 tahun)
Dari pernyataan di atas tersirat bahwa,
pemilihan letak kegiatan hang out
Batas atau Enclosure
1. Situ Kenanga
remaja di situ jatijajar tidak leluasa
Situ Kenanga ini bisa dijadikan salah
seperti di situ kenanga, namun remaja
satu contoh ruang terbuka publik yang
diberikan keleluasaan memilih letak
tidak memiliki batas-batas yang tetap.
hang out sesuai dengan sebaran
Daerah sekitar situ ini hanya dibatasi
fasilitas yang ada, sehingga luasan
pepohonan, rerumputan serta jalur
secara prespektif remaja situ jatijajar
sepeda
tidak mencerminkan luasan fisiknya,
melingkari situ, Dengan menggunakan
hanya
batas berupa pohon maka ruang ini
sebatas
luasan
menurut
sebaran fasilitas sosial dan komersial.
Pada situ citayam, keleluasaan
remaja
dalam
menentukan
letak
yang
seakan-akan
memang
tidak
memiliki
disusun
batas
tetapi ada pemisah antara jalan raya
dengan situ sebagai penanda wilayah.
kegiatan hang out terlalu banyak
Batas-batas yang tidak tetap
batasan, cenderung tidak memberikan
pada situ kenanga dipengaruhi oleh
keleluasaan, dimana permukiman dan
area situ yang berhubungan dengan
tambak menciptakan ukuran situ yang
bangunan-bangunan
luas
yaitu gedung rektorat, balairung dan
secara
fisik
menjadi
sempit
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
disekitarnya,
science park. Sehingga dengan batas
Seperti yang dikatakan salah satu
yang kurang tetap pula remaja tidak
informan,
akan
merasa
terkungkung,
terkekang
sehingga
atau
kebebasan
dalam beraktivitas dapat dicapai dan
dirasakan oleh mereka.
“ Ga ada larangan masuk sini
sih, paling cuma ga boleh buang
sampah
sembarangan,
lagian
ada
saungnya sih, kan enak tuh buat
ngadem, disini juga bagus jalannya,
2. Situ Jatijajar
Situ Jatijajar ini bisa dijadikan
salah satu contoh ruang terbuka publik
top deh” (Okky, 15 Tahun)
Hutan yang menghadap situ ini
yang
menjadi salah satu spot terbaik dalam
bervariasi, terdapat batas yang tetap
berkegiatan hang out. Batas-batas situ
dan batas yang bias. Dimana batas
jatijajar yang sudah dirancang, seperti
yang tetap terlihat dari adanya papan
berbatasan langsung dengan jalan,
penanda di pintu masuk area situ,
berbatasan
tembok-tembok tinggi yang berada di
konservasi
salah
serta
dengan wilayah permukiman, tetap
menjadi
memberikan situ ini kebebasan bagi
raya.
publik untuk beraktivitas di dalamnya
yang
memiliki
satu
batas-batas
pinggiran
tanggul-tanggul
pembatas
situ,
yang
dengan
jalan
bias
serta
dengan
hutan
berbatasan
tetap
Kemudian batas lainnya pun berupa
sehingga
pagar-pagar besi sepanjang 1,5 meter
menampilkan diri pada publik
yang
membatasi
dengan
wilayah
permukiman.
Situ
jatijajar
yang
tergolong
lebar ini pun memiliki batas lainnya
yang bermacam-macam, ada yang
berbatasan dengan hutan konservasi
milik Departemen Kehutanan, yang
terkadang dijadikan tempat hang out
oleh remaja. Perbatasan bias yang
terbentuk antara situ dengan hutan
konservasi ini pun dianggap jalur
masuk
yang
bebas
oleh
remaja.
menarik
remaja
dalam
3. Situ Citayam
Situ Citayam ini bisa dijadikan
salah satu contoh ruang publik yang
memiliki batas-batas yang tidak tetap.
Dimana berbeda halnya dengan situ
lainnya,
berbatasan
situ
citayam
dengan
langsung
permukiman,
antara situ dan permukiman hanya
terdapat pedestrian. Sehingga ruang
publik ini cenderung tertutup, karena
dibatasi oleh permukiman. Dari jalan
raya pun, harus melewati permukiman
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
terlebih dahulu untuk mencapai situ.
situ, memudahkan remaja pengguna
Semakin tidak adanya perancangan
transportasi
pemanfaatan situ citayam, terlihat dari
tertarik berkegiatan hang out di situ ini.
pembangunan permukiman di sekitar
situ serta tambak-tambak menjadikan
batas yang membuat keterbukaan situ
umum
seperti
angkot,
Seperti yang dikatakan salah satu
informan :
sebagai ruang terbuka publik menjadi
“Enak sih ke situ ini, bisa naik angkot
berkurang karena area sirkulasi situ ini
dan kereta “ (Finka Febrinadia, 17
seperti halaman bagi rumah-rumah
tahun)
yang berada di sekitar situ.
Dari segi visibilitas, situ ini sudah
memenuhi
Aksesibilitas dan Lokasi
1.
syarat
dengan
sifatnya
yang terbuka sehingga orang bisa
Situ Kenanga
melihat langsung dari luar ke dalam
dan
atau dari dalam ke luar. Apalagi spot-
memenuhi
spot yang ditempati remaja berada di
karakteristik ruang publik yang remaja
area sirkulasi dan pinggir situ sehingga
butuhkan. Situ ini terletak dekat dari
merekalah yang akan lebih dahulu
area komersial seperti pusat-pusat
terlihat langsung dari luar. Letak area
perbelanjaan yaitu Mall Depok Town
situ
Square yang berada di radius 500
menjadikan para kelompok remaja
meter serta area sosial yang berada di
cukup bebas mengekspresikan diri
kawasan
mereka,
Dilihat
aksesibilitas,
dari
segi
situ
kampus
ini
lokasi
Universitas
pada
kawasan
meskipun
Kampus
UI
terdapat
Indonesia sehingga pencapaian ke
penjagaan, dimana kedekatan situ
tempat ini cenderung mudah. Faktor
dengan
lokasi situ yang berdekatan dengan
tersebut menjadikan mereka aman
stasiun pun semakin memudahkan
dan nyaman dalam berkegiatan hang
aksesibilitas terhadap situ ini dan
out. Oleh karena itu, kegiatan yang
membuat area situ ini ramai dikunjungi
mereka lakukan pun tidak bersifat
remaja. Faktor jalan pun menjadi
monoton,
faktor
Permainan
pendukung
kemudahan
pos
satpam,
seperti
namun
Olahraga
seperti
hal
dan
jogging,
pencapaian ke situ ini, dimana Jl,
Bersosialisasi, Mendengarkan Musik,
Margonda Raya yang merupakan jalan
Berpikir
kolektor primer berjarak 345 meter dari
merupakan kegiatan aktif dan pasif.
dan
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
Hiburan
Lain,
yang
Seperti yang dikatakan salah satu
situ,
semakin
informan :
aksesibilitas
memudahkan
terhadap
situ
dan
membuat situ cukup ramai dikunjungi
“ Saya biasanya olahraga di situ ini
remaja. Seperti yang dikatakan salah
bisa lebih dari 2 jam dari jam 06.30
satu informan :
sampai 09.00 dan rumah saya pun
dekat di Komplek Timah Cimanggis.”
“ Gampang mbak kesini mah, tinggal
(Azhari, 15 tahun)
jalan kaki juga nyampe” (M. Rozak, 16
Sehingga dengan adanya akses
tahun)
visual yang mudah, mampu menarik
banyak
remaja
untuk
melakukan
Dari segi visibilitas, area ini cukup
memenuhi
syarat
dengan
sifatnya
kegiatan hang outnya di situ tersebut.
yang
Akses simbolik yang nampak pada
berhadapan
Situ kenanga berupa tidak adanya
meskipun
larangan
pengaturan spot-spot tempat hang out
penggunaan
oleh
publik,
terbuka,
karena
langsung
dengan
jalan
lokal,
terdapat
tata
letak
menunjukkan bahwa Situ ini dapat
remaja yang
dinikmati remaja dalam kegiatan hang
namun
out. Meskipun ada larangan dilarang
sirkulasi dan pinggir taman yang biasa
memancing, tetap membuat remaja
dipakai remaja, cukup terlihat dari
melakukan hang out di situ tersebut
lingkungan luar. Letak area situ yang
dengan pilihan kegiatan lainnya. Situ
berada
Jatijajar
permukiman
Dilihat
dari
segi
lokasi
dan
akseibilitas, situ ini cukup memenuhi
karakteristik yang dibutuhkan. Area ini
terletak dekat dengan permukiman,
sehingga diasumsikan relatif dekat
dengan
lingkungan
remaja
sehingga
tempat
tinggal
pencapaian
ke
tempat ini cenderung mudah. Faktor
lokasi situ yang berdekatan dengan
jalan arteri primer, seperti Jl. Raya
Bogor yang berjarak 235 meter dari
tertutupi oleh tembok,
secara
remaja
keseluruhan
relatif
dekat
tidak
dalam
yang
dengan
mempengaruhi
mengekspresikan
kegiatan mereka, karena
tersebut
area
dapat
berwisata
perahu
berenang,
sehingga
area situ
digunakan
bebek
serta
tidak
terlalu
monoton kegiatan hang out yang
mereka lakukan, seperti Olahraga dan
permainan
yaitu
berenang,
mendengarkan musik, berpikir dan
hiburan lain, yang merupakan kegiatan
pasif dan aktif.
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
Sehingga dengan adanya akses
untuk
menuju
situ
visual yang cukup mudah, mampu
sehingga
menarik
remaja dari luar citayam.
beberapa
remaja
untuk
melakukan kegiatan hang outnya di
situ tersebut. Akses simbolik yang
nampak pada Situ Jatijajar berupa
tidak adanya larangan penggunaan
oleh publik, kecuali di area sekitar
hutan konservasi, tetap saja area situ
dapat dinikmati remaja dalam kegiatan
hang out. Dan akses simbolik lainnya
terdapat pada penggunaan
komersial
berupa
menambah
fasilitas
perahu
bebek,
tarik
remaja
daya
berkegiatan hang out di situ tersebut.
kurang
citayam
dapat
ini,
menarik
Dari segi visibilitas, area ini tidak
memenuhi syarat dengan sifatnnya
yang terbuka, karena situ ini berada di
belakang permukiman, sehingga dari
jalan pun yang terlihat bukan situnya
namun
yang
permukimannya.
ternyata
ramainya
Hal
penyebab
remaja
yang
inilah
kurang
melakukan
kegiatan hang out di situ
Citayam,
hanya remaja-remaja yang bertempat
tinggal di sekitar situ serta tahu
keberadaan
situ
tersebut,
yang
berkegiatan hang out di situ tersebut.
2. Situ Citayam
Dari segi lokasi dan aksesibilitas, situ
Sehingga kegiatan yang ada pun
ini
kurang bervariasi seperti Olahraga
memenuhi
karakteristik
yang
dibutuhkan. Area ini terletak sangat
memancing,
dekat
hiburan lain.
dengan
sehingga
area
permukiman,
diasumsikan
pencapaian
remaja terhadap situ ini relatif mudah.
Dari
faktor
jalan
berdekatan
pun,
dengan
situ
jalan
ini
arteri
sekunder yaitu Jalan Citayam yang
bersosialisasi
serta
Seperti yang dikatakan salah informan
:“ Saya mah tiap hari kesini, kan deket
banget sama rumah “ (M. Fahrul, 14
tahun)
jalan
Sehingga dengan adanya akses
kolektor primer yaitu jl. Cipayung yang
visual yang cukup sulit, kurang mampu
berjarak 225 meter. Tak hanya itu,
menarik
kemudahan akses pun diikuti dengan
hang out di situ ini,kecuali remaja yang
keberadaan
bertempat tinggal di sekitar situ. Akses
berjarak
berjarak
312
meter,
stasiun
132
serta
citayam
meter
dari
yang
situ.
simbolik
remaja
seperti
untuk
berkegiatan
adanya
tambak
Kedekatan situ ini dengan stasiun,
perikanan dan adanya transportasi
tidak diikuti dengan petunjuk arah
penyebrangan getek dinilai kurang
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
mengesankan bahwa situ tersebut
fasilitas sosial yang ada masih dirasa
merupakan pilihan tempat hang out
kurang. Pepohonan dan rerumputan
para remaja.
yang menjadi elemen utama terkait
ruang penggunaan kegiatan hang out
Sifat Kontrol
pun
1. Situ Kenanga
Pemanfaatan
terkadang
tidak
terlalu
diperhatikan, terlihat dari daun-daun
situ
kenanga
yang berserakan. Sehingga bukan
berupa konservasi dan rekreasi ,
saja kontrol terkait keterbukaan publik
membuat semacam kontrol terhadap
dalam
kegiatan remaja, yaitu memancing. Hal
kontrol terkait ketersediaan fasilitas
tersebut terlihat dari rambu peringatan
sosial
di larang memancing. Meskipun begitu
diperhatikan.
terlihat beberapa
orang tua yang
penggunaan
yang
layak
ruang,
masih
namun
harus
2. Situ Jatijajar
memancing di situ kenanga, dengan
Pemanfaatan situ jatijajar berupa
memanfaatkan pojokan situ, sehingga
tidak terlalu kelihatan oleh publik.
wisata
Kontrol yang dilakukan pengelola pun
masyarakat dikelola oleh Kelompok
terlihat dari keberadaan pos satpam,
Kerja Situ, dan dipertanggungjawab
yang
langsung
berdekatan
dengan
situ.
air
dan
oleh
pemancingan
Dinas
Pekerjaan
terkait
Umum. Kontrol penggunaan ruang di
perawatan
situ ini, terlihat dari adanya loket
bangku taman serta tempat sampah,
pembayaran wisata air, berupa wisata
dinilai positif dan negatif oleh para
bebek-bebekan. Selain itu, Situ jatijajar
remaja.
ini
Meskipun
fasilitas
begitu,
sosial
kontrol
terkait
“ Saya suka disini, indah, sejuk, bikin
adem hati” ( Supriyadi, 16 tahun)
kurang bangku tamannya” (Achmad,
15 tahun)
milik
hutan
Departemen
Kehutanan, tentunya memiliki kontrol
satu petugas kebersihan hutan,
“ Dulunya hutan ini bebas-bebas aja
kalo mau masuk, eh ternyata banyak
Meskipun terdapat keterbukaan
penggunaan
konservasi
dengan
khusus, seperti yang diujarkan salah
“Disini masih banyak sampah, masih
untuk
berbatasan
ruang
di
orang, terutama remaja, malah nyoret-
situ
nyoret pohon dan tempat sampah.
kenanga ini, namun kontrol terkait
Jadinya kalo mau main-main ke situ
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
terus
kesini
tapi
di ketiga situ terlihat jelas, dimana
pengontrolannya diperketat”. (Petugas
dominansi di situ kenanga merupakan
Kebersihan Hutan)
pelajar
boleh
sih,
Sehingga pilihan tempat hang out ke
situ
jatijajar pun semakin
dengan
adanya
hutan
banyak
konservarsi
yang asri, meski kontrol yang ketat.
(keramba),
wisata
air,
pemancingan resmi dan pemancingan
masyarakat
kelompok
dikelola
oleh
situ
serta
kerja
dipertanggunjawabkan
Pekerjaan
jatijajar
sedangkan
situ
cukup
citayam
merupakan pelajar SMP. Dari segi
psikologis dan sosial remaja, pelajar
SMA
telah
memasuki
tahapan
yang terbentuk lebih mengarah pada
Pemanfaatan situ citayam berupa
oleh
merata
situ
pertengahan remaja dimana kelompok
3. Situ Citayam
perikanan
SMA,
Dinas
Umum.
Kontrol
pemanfaatan situ ini terkait kegiatan
percampuran laki-laki dan perempuan
seiring dengan munculnya ketertarikan
antara kedua lawan jenis tersebut.
Sedangkan pelajar SMP masih pada
tahapan
awal
remaja,
mereka
cenderung untuk berkelompok sesuai
gender
dan
mengerjakan
segala
sesuatunya bersama-sama.
hang out remaja dinilai masih kurang,
Dari segi perbedaan tingkat
dimana kurang adanya ketersediaan
pendidikan di antara masing-masing
tempat untuk bersosialisasi maupun
situ,
kegatan lainnya. Tidak adanya papan
tahapan perkembangan remaja dapat
larangan
pun,
mempengaruhi psikologis dan sosial
membuat kebersihan situ ini kurang
remaja yang ada. Secara psikologis
terjaga. Sehingga perlu adanya kontrol
dan sosial remaja pada tingkat SMA,
yang lebih ketat. Dan seharusnya ada
ruang publik yang mereka tuju dalam
sinergi
berkegiatan
buang
antara
sampah
pengelola
dan
penanggungjawab.
dimana
terlihat
dengan
perbedaan
kelompoknya
berada di tengah-tengah pusat kota,
Remaja di Ruang Publik Terbuka
jauh
dari
kontrol
orang
tuanya.
Sedangkan
secara
psikologis
dan
Karakteristik Remaja Berdasarkan
sosial remaja pada tingkat SMP, ruang
Tingkat Pendidikan
publik
Perbandingan presentase jumlah
remaja berdasarkan tingkat pendidikan
yang
berkegiatan
mereka
dengan
tuju
dalam
kelompoknya
berada di sekitar lingkungan tempat
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
memasuki
dapat ditemui pada pertemuan santai.
awal tahapan remaja, sehingga kontrol
Namun tak hanya jarak sosial, yang
orang tua masih cukup kuat pada diri
mereka tampilkan pada publik, cara
remaja.
mereka berinterkasi satu sama lain,
tinggal
mereka,
karena
Karakteristik Remaja Berdasarkan
Kelompok Hang Out
Kelompok
berupa
hang
out
lawan
dirinya
pada
yang
kelamin,
jenis,
perhatian.
publik
dengan interaksi sosial antar remaja
tersebut dengan batasan jarak sosial,
berupa jarak intim, keterlibatan dengan
tubuh orang lain dengan jarak yang
berkisar
antara
0-18
inci
dengan
keterlibatan intensif dari pancaindera.
Dalam interaksi tersebut juga terdapat
simbol,
sebagai
di
mana
simbol
sesuatu
memberikan sapaan kepada kelompok
remaja lainnya yang berlawanan jenis
teman
menampilkan
seperti tertawa terbahak-bahak dan
yang
diartikan
nilai
atau
maknanya diberikan remaja tersebut
terhadap publik. Simbol yang terdapat
pada jarak intim pada kelompok hang
out, teman lawan jenis adalah budaya
populer berpacaran.
yang
bertujuan
menarik
halnya
dengan
Berbeda
kelompok hang out berupa saudara,
menampilkan
dirinya
pada
publik
dengan interaksi sosial antar remaja
tersebut
dengan
batasan
jarak
personal, jarak berkisar antara 4-12
kaki (45 cm-122 cm), interaksi yang
terjadi
antara
orang
yang
hubungannya telah dekat dan akrab.
Selain jarak yang terlihat, cara mereka
berinterksi satu sama lain, tidak terlalu
menarik
perhatian
publik
terhadap
remaja tersebut, cenderung pasif.
Karakteristik Remaja Berdasarkan
Kelompok hang out yang berupa
Jarak Tempat Tinggal
teman
sejenis,
kelompok
teman
Perbandingan di antara ketiga
sejenis
ataupun
kelompok
teman
situ ini, cukup terlihat bahwa situ
campuran, menampilkan dirinya pada
kenanga yang berada di sekitar area
publik dengan interkasi sosial antar
sosial
remaja tersebut dengan batasan jarak
menjangkau
sosial, orang yang berinteraksi dapat
radius hingga 11 km, sedangkan situ
berbicara secara normal dan tidak
jatijajar
saling menyentuh. Interaksi seperti ini
permukiman hanya dapat menjangkau
dan
komersial
dapat
remaja-remaja
dengan
yang
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
berada
di
sekitar
Jenis kegiatan hang out yang
dengan radius 4 km, dan terlebih situ
jangkauan
dilakukan para remaja dipengaruhi
hanya 1 km. Sehingga ruang terbuka
oleh fasilitas sosial dan komersial yang
publik yang berada di sekitar area
berada di situ tersebut. Dimana pada
sosial dan komersial memiliki jarak
situ jatijajar dan situ citayam, memiliki
jangkauan yang lebih luas dibanding
kecenderungan melakukan kegiatan
ruang terbuka publik yang berada di
hang
sekitar area permukiman.
dikarenakan memang adanya fasilitas
citayam
yang
Jarak
memiliki
jangkauan
pada
ruang
terbuka publik di area sosial dan
komersial, tidak hanya dikarenakan
akses yang mudah, sehingga menarik
untuk berkegiatan hang out, namun
terdapat alasan-alasan pribadi pada
masing-masing remaja. Diantaranya,
“ Gue ke situ kenanga, soalnya banyak
kenangan
gitu
deh.”
(Ahmad,
15
Tahun)
out
pada
hiburan
lainnya,
wisata perahu bebek. Berbeda halnya
dengan situ kenanga, yang memiliki
jalur sepeda dan pedestrian yang baik,
sehingga
remaja
cenderung
melakukan olahraga dan permainan,
seperti jogging maupun bersepeda.
Jenis kegiatan hang out ini juga
menjadi
cara
remaja
dalam
menampilkan diri pada publik, dimana
kegiatan aktif seperti olahraga dan
permainan,
bersosialisasi,
serta
Informan di atas memiliki jarak tempat
hiburan lainnya seperti wisata perahu
tinggal terjauh pada situ kenanga,
bebek, dapat menarik perhatian publik.
sehingga jarak yang jauh, dianggap
Kegiatan pasif seperti mendengarkan
dekat oleh informan tersebut dengan
musik dan berpikir tentunya, kurang
adanya
dapat
kenangan/memori
akan
menarik
perhatian
publik.
tempat tersebut. Berdasarkan teori
Sehingga
topophilia milik Yi-Fu Tuan maka
memberikan ruang bagi kegiatan aktif
remaja akan memilih ruang publik
remaja, menjadi pilihan mereka untuk
yang mereka sukai, meskipun jarak
berkegiatan
yang jauh dari lingkungan tempat
menampilkan diri pada publik, seperti
tinggal mereka.
situ kenanga dan situ jatijajar.
Karakteristik Remaja Berdasarkan
Keterikatan remaja dengan situ
Jenis Kegiatan Hang Out
situ-situ
hang
1. Situ Kenanga
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
yang
dapat
out
yaitu
Remaja yang melakukan kegiatan
Kemudian ada pula kelompok remaja
hang out di Situ Kenanga, memiliki
yang terdiri dari ibu dan 3 anak
intensitas kunjungan selama seminggu
remajanya, yang melakukan kegiatan
sekali,
hang out di situ kenanga.
dua
sebulan
minggu
sekali.
sekali
Intensitas
serta
remaja
dalam menghabiskan waktu luangnya
saat akhir pekan membuktikan bahwa
situ
kenanga
menjadi
salah
satu
pilihan tempat hang out. Kemudian
jumlah
kunjungan
remaja
di
Situ
Kenangan itu sendiri ada yang masih
sekali, 1 sampai 5 kali, 5 sampai 10
kali serta lebih dari 10 kali. Sehingga
Sehingga keterikatan antar remaja
dan situ kenanga, bukan saja saat dia
sudah
menginjak
remaja
dimana
dibutuhkan salah satu kegiatan sosial,
berupa kegiatan hang out. Namun
sejak
masih
kecil,
mereka
sudah
terbiasa melakukan kegiatan rekreasi
terutama dengan keluarga di situ ini.
ada remaja yang baru mengetahui
Lama
informasi mengenai keberadaan situ
dilakukan di situ ini selama 1 jam, 1
kenanga,
sudah
sampai 2 jam, hingga 3 jam. Dimana
mengetahui sejak lama. Seperti yang
saat minggu pagi, memang yang
dikatakan salah satu informan yang
memiliki tingkat keramaian yang tinggi
rutin mengunjungi situ kenanga :
antara jam 7 sampai jam 10. Tentunya
serta
ada
yang
“ Dari kecil udah diajak kaka mainmain kesini, sampe SMA keterusan
deh, sekarang ajak pacar tiap minggu
pagi,sekalian olahraga, biasanya 3 jam
disini” (Azhari, 15 tahun)
kegiatan
hal
hang
tersebut
kenyamanan
out
yang
menunjukkan
remaja
melakukan
kegiatan hang out di ruang publik
terbuka,
yang
memiliki
keteduhan
yang cukup tinggi, dimana pepohonan
menjadi
kanopinya.
Banyaknya
Dari pernyataan di atas menunjukkan
penjual-penjual
bahwa rutinitas salah satu informan
minuman
berkegiatan hang out di situ kenanga,
remaja dalam menjajakan jualannya,
dibawa dari kebiasaan di waktu kecil
menambah
dimana salah satu saudaranya yang
membuat remaja terus berdatangan
memberikan referensi serta ajakan.
setiap minggunya.
Sehingga ada faktor eksternal yang
mengikat dan menarik remaja untuk
yang
makanan
dan
menghampiri
para
kenyamanan.
2. Situ Jatijajar
berkegiatan hang out di Situ.
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
Dan
Remaja yang melakukan kegiatan
bukan
lagi
menjadi
ruang
publik,
hang out di Situ Jatijajar, memiliki
bahkan ada kesan bahwa situ tersebut
intensitas kunjungan selama
menjadi bagian dari rumahnya. Seperti
minggu
sekali,
seminggu
dua
sekali
,
yang dikatakan informan satu ini,
seminggu dua kali, meskipun ada yang
tiap hari. Intensitas remaja dalam
menghabiskan waktu luangnya saat
akhir pekan membuktikan bahwa situ
jatijajar menjadi pilihan tempat hang
out. Kemudian kunjungan remaja di
situ jatijajar itu sendiri sudah terbilang
“Situ ini mah udah kaya kolam
renang di belakang rumah, tiap hari
mainannya kesini mulu ma tementemen
juga
tiap
pulang
sekolah,
abisnya mau kemana lagi, enak juga
disini, deket rumah” (Jahari, 16 tahun)
Lama kegiatan hang out yang
sering / tak terhitung, ada yang lebih
kali.
dilakukan di situ citayam selama 1
mengenai
jam, 1 sampai 2 jam, 3 jam bahkan
keberadaan situ jatijajar sudah lama
ada yang 5 jam. Dimana saat sore hari
diketahui oleh remaja.
memiliki tingkat keramaian yang tinggi.
dari
10
kali,
Sehingga
5
sampai
informasi
10
Lama kegiatan hang out yang
dilakukan di situ jatijajar selama 1-2
jam, 3 jam bahkan ada yang pagi
sampai sore hari. Dimana saat pagi
dan
sore
hari
memiliki
tingkat
Pembahasan
Pola penggunaan ruang terbuka
publik berdasarkan kelompok sosial
remaja
Kegiatan hang out ini banyak
keramaian yang sama.
dilakukan
3. Situ Citayam
oleh
remaja
association
oriented. Remaja association oriented
Remaja yang melakukan hang out
ini
terlihat
pada
remaja
yang
di situ Citayam memiliki intensitas
berkegiatan di situ kenanga, dimana
kunjungan selama seminggu sekali,
kegiatan
seminggu dua kali bahkan tiap hari.
bersosialisasi,
Intensitas
permainan,
remaja
dalam
mereka
dan
berupa
olahraha
dan
mendengarkan
musik,
menghabiskan waktu luangnya saat
berpikir
hiburan
akhir pekan membuktikan bahwa situ
tersebut salah satu kegiatan hang out
citayam menjadi pilihan utama tempat
yang bersifat ingin menampilkan diri
hang out remaja bahkan menjadi
pada publik dan bergabung dengan
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
lainnya.
Hal
kerumunan,
seperti
halnya
tujuan
keterikatatan
remaja
dengan
situ.
oriented
Dimana remaja peer group oriented,
berkegiatan bersama kelompoknya di
yaitu remaja di situ citayam, terdapat
kota, yaitu untuk dilihat dan melihat
kesan bahwa situ yang merupakan
orang lain dalam berbagai variasi. Situ
ruang terbuka publik, menjadi bagian
kenanga yang juga dekat dengan
dari halamana rumahnya. Oleh karena
pusat kota, sangat ramai dengan
itu keterikatan remaja peer group
pengunjung, termasuk remaja. Remaja
oriented dengan situ
yang jauh tempat tinggalnya lebih
association
memilih berkegiatan di situ kenanga.
keterikatan
remaja
association
Berbeda halnya dengan Peer
Group Oriented merupakan kelompok
remaja dimana mereka berkumpul dan
melakukan kegiatan-kegiatan di sekitar
lingkungan mereka, seperti di dekat
rumah. Situ citayam dan situ jatijajar
yang berada di sekitar lingkungan
tempat tinggal remaja, menjadi pilihan
tempat mereka melakukan kegiatan
hang out. Namun karena kegiatan ini
identik dengan kerumunan publik di
tempat tersebut. Situ Jatijajar juga
memiliki
tingkat
keramaian
yang
tinggi. Remaja
oriented,
yang
memiliki
berbeda-beda,
dimana keterikatannya sedang seperti
remaja
situ
jatijajar,
dikarenakan
situnya yang berada di lingkungan
tempat tinggal, dan keterikatannya
rendah seperti remaja situ kenanga,
dikarenakan situ yang berada di area
sosial dan komersial serta dekat pusat
kota, sehingga remaja menganggap
situ yang merupakan ruang terbuka
publik tersebut adalah bagian dari
kota, bukan bagian dari sesuatu yang
menyangkut
dengan
diri
dan
kesehariannya.
berbeda dengan situ citayam. Dimana
Pola persebaran remaja pengguna
Situ jatijajar lebih ramai, dikarenakan
situ berdasarkan tempat tinggal
akses
dan
mendukung.
lokasi
yang
lebih
Remaja-remaja
yang
melakukan kegiatan di situ jatijajar
termasuk remaja association oriented,
sedangkan remaja di situ citayam
termasuk dengan peer group oriented.
Sebaran remaja pengguna situ
kenanga didominasi di sekitar jalur
kereta api serta jalan kolektor primer
yaitu
jalan
sebaran
margonda,
remaja
sehingga
pengguna
situ
berdasarkan aksesibilitas, membentuk
kelompok
pola linier. Sedangkan berdasarkan
sosial ini juga menimbulkan perbedaan
jarak, seperti yang sudah ditampilkan
Perbedaan
antara
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
pada hasil penelitian, dimana jarak
yang sudah ditampilkan pada hasil
dengan radius 3 dan 4 km yang
penelitian, dimana jarak dengan radius
mendominasi remaja untuk melakukan
2
kegiatan hang out di situ kenanga.
melakukan kegiatan hang out di situ
Jarak
masih
jatijajar. Jarak terjauh yang masih
memungkinkan remaja untuk datang
memungkin remaja untuk datang ke
ke situ kenanga yaitu 11 km, yaitu dari
situ jatijajar yaitu 4 km.
terjauh
yang
luar Kota Depok.
km mendominasi remaja
Karakteristik
situ
jatijajar
untuk
yang
Karakteristik situ kenanga yang
dipengaruhi oleh ukuran luas area
dipengaruhi oleh ukuran luas area
sirkulasi yang sedang, aksesibilitas
sirkulasi terluas, aksesibilitas yang
yang cukup mudah dan lokasi di
mudah dan lokasi di sekitas area
sekitar permukiman, serta batas yang
sosial dan komersial, serta batas yang
bervariasi, ada yang tetap dan tidak
tidak tetap dan terbuka dan sifat
tetap, sifat kontrol pihak PU yang
kontrol pihak UI yang memberikan
cukup
keamanan, membuat remaja
yang
membuat
tersebar
jalan
mengelompok di sekitar lingkungan
margonda serta jalur kereta, memilih
tempat tinggal mereka, memilih untuk
untuk melakukan kegiatan hang out di
melakukan kegiatan hang out di situ
situ kenanga. Namun situ kenanga
jatijajar.
linier
sepanjang
yang jauh dari lingkungan tempat
tinggal remaja ini, memiliki keterikatan
remaja dengan situ yang rendah,
karena mereka menganggap situ ini
merupakan bagian dari kota yang
sifatnya publik.
memberikan
remaja
kebebasan,
yang
tersebar
Kemudian, berbeda pula dengan
yang terjadi di situ citayam. Pada peta
di
atas,
pengguna
terlihat
situ
sebaran
remaja
citayam berada di
permukiman sekitar situ citayam, dan
membentuk
pola
mengelompok.
yang
Sedangkan berdasarkan jarak, seperti
terjadi di situ jatijajar. Pada peta di
yang sudah ditampilkan pada hasil
atas,
penelitian, dimana pada
Berbeda
halnya,
terlihat
dengan
sebaran
remaja
pengguna situ jatijajar didominasi di
dari
permukiman
melakukan kegiatan hang out di situ
membentuk
sekitar
pola
situ
dan
mengelompok.
tempat
jarak 1 km
citayam.
Sedangkan berdasarkan jarak, seperti
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
tinggalnya,
remaja
yang
ruang yang terbentuk secara eksklusif,
dipengaruhi oleh ukuran luas area
dimana pun tempatnya dapat dipilih
sirkulasi yang sempit, akses visual
sebagai tempat kegiatan hang out.
yang sulit serta lokasi berada di sekitar
Begitu juga dengan kelompok hang
permukiman, serta batas yang bias
out, tidak ada kecenderungan sebaran
dan sifat kontrol pihak PU yang
antara
memberikan
kelompok lainnya.
Karakteristik
situ
citayam
kebebasan,
membuat
remaja yang bertempat tinggal di
sekitar situ, melakukan kegiatannya di
situ tersebut.
satu
Situ
kelompok
Jatijajar,
kelompok
hang
dengan
yang
memiliki
yang
out
kurang
bervariasi, terdiri dari teman sejenis
dalam
dan kelompok teman sejenis. Kegiatan
ruang terbuka publik berdasarkan
hang out di situ citayam pun kurang
jenis kegiatan dan kelompok hang
bervariasi
out
permainan,
Pola
persebaran
remaja
Situ Kenanga, yang memiliki
variasi
kelompok
hang
out
yang
seperti
olahraga
mendengarkan
dan
musik,
berpikir serta hiburan lain.
Pola
persebaran
terbentuk
sangat bervariasi, terdiri dari teman
berdasarkan
lawan jenis, teman sejenis, kelompok
kelompok hang out pada situ jatijajar,
teman
membentuk pola eksklusif, dimana 2
sejenis,
kelompok
teman
jenis
yang
campuran dan saudara. Kegiatan hang
kelompok
out
kecendurungan
di
situ
bervariasi
kenanga
pun
sangat
hang
kegiatan
kegiatan
out
dalam
hang
dan
memiliki
melakukan
out,
sehingga
seperti
bersosialisasi,
dan
permainan,
membentuk spot-spot kegiatan hang
mendengarkan musik, berpikir serta
out. Fasilitas sosial dan komersial pun
hiburan lain. Pola persebaran yang
mempengaruhi
terbentuk berdasarkan jenis kegiatan
dalam kegiatan hang out di situ
dan kelompok hang out pada situ
jatijajar.
kenanga,
non
restoran, warung dan pedestrian yang
masing-masing
menjadi pusat kegiatan hang out di
olahraga
eksklusif,
membentuk
dimana
pola
kegiatan yang dilakukan remaja tidak
ada batas, sehingga melebur antara
satu
kegiatan
dengan
kegiatan
lainnya. Sehingga tidak ada suatu
persebaran
Dimana
terdapat
remaja
saung,
situ jatijajar.
Situ
citayam
memiliki
pola
persebaran yang sama dengan situ
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
jatijajar, baik dari segi variasi kegiatan
2. Ruang
terbuka
yang
yang
tinggi,
dan variasi kelompok hang out. Pola
memiliki
eksklusif yang terbentuk pada situ
berlokasi di sekitar permukiman
citayam, tidak dipengaruhi dengan
serta luas area sirkulasi yang
fasilitas sosial dan komersial, berbeda
sedang
halnya dengan situ jatijajar. Sehingga
jangkauan remaja yang sedang,
pola
terbentuk
variasi kegiatan yang sedang,
dikarenakan kegiatan remaja yang
sebaran remaja dalam situ yang
menjadi sebuah rutinitas atau kegiatan
mengelompok
yang berulang-ulang, dan membentuk
dalam
spot
Oriented dalam situasi tertentu.
eksklusif
yang
terbaiknya
sendiri
untuk
melakukan kegiatan.
3. Ruang
memiliki
dan
Remaja
terbuka
tergolong
Association
publik
yang
berlokasi di sekitar permukiman
Hang out yang merupakan eksistensi
seorang
remaja,
serta luas area sirkulasi yang
dapat
rendah
divisualisasikan dengan simbol, serta
terjadi
konektivitas
sebaran remaja dalam situ yang
mengelompok
dalam
9. Kesimpulan
terbuka
publik
di sekitar area komersial dan
sosial serta luas area sirkulasi
yang
luas,
akan
memiliki
jangkauan remaja yang luas,
variasi kegiatan yang tinggi,
sebaran remaja dalam situ yang
non eksklusif , dan tergolong
dalam
Remaja
Remaja
dan
tergolong
Peer
Group
Oriented.
yang
memiliki akses tinggi, berlokasi
memiliki
variasi kegiatan yang rendah,
antar
simbol yang menyimpulkan suatu pola.
1. Ruang
akan
jangkauan remaja yang rendah,
aspek fisik situ dapat disimbolkan,
sehingga
akan
memiliki akses yang rendah,
8. Diskusi
diri
akses
publik
10. Saran
Skripsi
ini
dapat
diikembangkan
dengan visualisasi yang lebih mudah
dimengerti serta skripsi ini diharapkan
bisa dijadikan pertimbangan dalam
merancang suatu ruang publik terbuka
bagi remaja untuk ke depannya.
Association
Oriented.
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
Santrock, John W. 1998. Adolescence.
11. Kepustakaan
Calhoun, Craig (Ed). 1996. Habermass
and Public Sphere. London : The MIT
Press
London : Boston McGraw Hill
Shirvani, Hamid. 1985. The Urban
Design Proces. New York : VNR
Lieberg, Mats. 1995. Communication
.:
Research
New
York
:
Sage
Publications
Company Inc
S.J
Nearv,
M.S
Symes,
F.E
Brown.1994. The Urban Experience: a
Carmona, Matthew, et al. 2003. Public
Places-Urban Spaces. London :
Architectural Press
people-environment
perspective.
London : Spon Press
Tuan, Yi-Fu. 1979. Space and Place .
Childress, Herb. 2000. Landscape of
University
Joy, Landscape of Betrayal. Press .
Minneapolis
of
Minnesota
Press
:
Albany : State University of New York
Williams, Stephen . 1995. Outdoor
Knack, Ruth Eckdish. 2000. Hanging
Recreation and Urban Environment.
out Teens search for the perfect public
London : Routledge
space .Chicago : Planning Association
Madanipour, Ali . 2003. Public and
Private Spaces of The City. London :
Wooley, Helen. 2003. Urban Open
Spaces. London : Spon Press
Routeiedge
Moleong,
Lexy.
2005.
Metodologi
Penelitian Kualitatif. Bandung : PT.
Remaja Rosdakarya
Papalia, Diane E, et al. 2009. Human
Development.
Jakarta
:
Salemba
Humanika
Pola penggunaan …, Danny Fitri Mulyanti, FMIPA UI, 2013
Download