BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Fisika adalah pelajaran

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Fisika adalah pelajaran yang penuh tantangan dan sangat berarti pada setiap
aspek kehidupan. Akan tetapi tidak semua siswa menyukai pelajaran tersebut. Hal ini
dikarenakan banyak hal, misalnya :
penyajian materi kurang menarik sehingga
menyebabkan siswa bosan dan sangat membenci pelajaran tersebut. Selain itu, dalam
pelajaran fisika terdapat banyak sekali rumus dan siswa diharapkan mengerti setiap
kata kunci yang terdapat dalam soal- soal latihan fisika. Hal ini menyebabkan
rendahnya prestasi belajar yang dicapai, rendahnya motivasi siswa untuk belajar fisika
yang diwujudkan dalam sikap dan perilaku siswa dalam mengikuti pelajaran di kelas
dan dalam mengerjakan tugas – tugas yang diberikan oleh guru. Siswa berasumsi
bahwa pelajaran fisika adalah pelajaran yang wajib diikuti oleh siswa karena
merupakan salah satu pelajaran yang akan diujikan dalam Ujian Akhir Nasional.
Dalam mengikuti kegiatan belajar–mengajar, kebanyakan siswa bersikap pasif dan
tidak terlalu terlibat dalam proses pembelajaran. Siswa berbicara sendiri waktu materi
dijelaskan oleh guru. Guru dianggap sebagai seorang yang mengetahui segalanya.
Oleh karena itu, ketergantungan terhadap guru sangat tinggi. Kesadaran siswa untuk
meningkatkan pengetahuan sangat rendah. Guru fisika telah menggunakan berbagai
macam metode pembelajaran diantaranya metode ceramah dan Pembelajaran
kooperatif, namun hasil yang dicapai belum maksimal.
1
2
Pada kenyataannya, siswa tidak tertarik untuk mendengarkan pelajaran
khususnya fisika, siswa malas dan bicara sendiri pada saat guru menerangkan materi.
Situasi tersebut dialami oleh siswa kelas X-4 SMA Hang Tuah Surabaya. Berdasarkan
observasi awal yang telah dilakukan di SMA Hang Tuah 4 diketahui bahwa kelas X-4
yang terdiri dari 33 siswa mengalami kesulitan dalam pelajaran fisika. Situasi tersebut
diketahui dari hasil ulangan siswa yang terakhir. Hanya 33% siswa yang memenuhi
Standar Ketuntasan Minimum (SKM) dan nilai rata-rata kelas hanya mencapai
56,5455. Pembelajaran di kelas dikatakan tuntas apabila siswa memenuhi SKM yaitu
nilai ≥ 75. Di samping itu diperoleh informasi juga bahwa prosentase keaktifan siswa
dalam pelajaran fisika rendah hal ini dilihat hanya 12 siswa yang ingin masuk jurusan
IPA dengan prosentase keaktifan hanya 6,36%.
Rendahnya motivasi siswa X-4 SMA Hang Tuah disebabkan oleh banyak
faktor, diantaranya : siswa tidak mau bertanya walaupun tidak mengerti maksud dari
materi yang diajarkan, suasana kelas yang selalu ramai karena siswa berbicara sendiri
dengan sesama teman, kurang interaksi antara guru dan siswa. Dalam pembelajaran di
kelas, guru hampir selalu menggunakan metode ceramah.
Situasi yang dihadapi oleh siswa X – 4 SMA Hang Tuah dapat diatasi dengan
menggunakan metode pembelajaran EKSTRIM. Metode pembelajaran EKSTRIM
bukanlah metode pembelajaran yang membahayakan, keras dan berlebihan tetapi
3
merupakan metode pembelajaran yang berusaha memanifestasikan nilai–nilai serta
sikap–sikap positif dalam kehidupan sehari–hari dalam proses belajar-mengajar di
sekolah, nilai–nilai serta sikap-sikap positif itu antara lain: Elaboratif, Konstruktif,
Santun, Tegas, Rasional, Inspiratif dan Modern.
Berdasarkan uraian di atas maka akan dilakukan Penelitian Tindakan Kelas
(PTK) dengan judul “ Meningkatkan Keaktifan dan Prestasi Belajar Siswa dalam
Pelajaran Fisika Melalui Metode Pembelajaran EKSTRIM di Kelas X – 4 Hang
Tuah 4 Surabaya”.
1.2
Perumusan Masalah
Berdasarkan dari latar belakang masalah di atas maka rumusan masalahnya
adalah : “ Bagaimana meningkatkan keaktifan dan prestasi belajar Siswa dalam
Pelajaran Fisika melalui metode pembelajaran EKSTRIM di kelas X–4 SMA Hang
Tuah 4 Surabaya?
1.3
Hipotesis Tindakan
Jika pembelajaran EKSTRIM diterapkan sesuai dengan ketentuan maka akan
terjadi peningkatan keaktifan dan prestasi belajar Fisika siswa SMA Hang Tuah 4
Surabaya.
4
1.4
Tujuan Penelitian
Tujuan yang ingin dicapai dalam PTK ini adalah :
1.
Meningkatkan keaktifan siswa kelas X-4 SMA Hang Tuah 4 Surabaya
pada pokok bahasan Gerak Melingkar.
2.
Meningkatkan prestasi belajar siswa kelas X–4 SMA Hang Tuah 4 pada
pokok bahasan Gerak Melingkar.
1.5
Indikator Penelitian
Indikator dalam penelitian ini adalah :
1.
Minimal 75 % siswa kelas X–4 SMA Hang Tuah 4 Surabaya aktif dalam
pembelajaran fisika.
2.
Minimal 75 % siswa kelas X–4 SMA Hang Tuah 4 Surabaya mencapai
SKM ( SKM = 75 ).
3.
Minimal nilai rata – rata kelas X–4 SMA Hang Tuah 4 Surabaya adalah
75
1.6
Manfaat Penelitian
Manfaat yang ingin didapatkan dalam penelitian adalah :
1.
Untuk Siswa
a.
Peningkatan keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran fisika.
5
b.
2.
Peningkatan prestasi belajar siswa dalam pelajaran fisika.
Untuk Guru
a.
Peningkatan keahlian dalam menggunakan metode pembelajaran
EKSTRIM pada pelajaran fisika.
b.
Pelatihan Ketrampilan dan Penambahan wawasan dalam
melaksanakan PTK.
c.
Penambahan pengalaman peneliti untuk berkarya secara kreatif dan
efektif sebagai seorang guru yang profesional.
3.
Untuk Sekolah
a.
Hasil dari penelitian dapat digunakan sebagai referensi bagi guru
lain yang ingin melaksanakan penelitian.
b.
Terciptanya kegiatan belajar mengajar yang baik dalam bidang PTK
(Penelitian Tindakan Kelas) dalam upaya meningkatkan mutu
pendidikan di sekolah tersebut.
1.7
Ruang Lingkup
Sebagai panduan bagi perencanaan dan pelaksanaan penelitian tindakan kelas
maka perlu diberikan penjelasan – penjelasan sebagai berikut:
1. Penelitian menggunakan kelas X-4 SMA Hang Tuah 4, Surabaya
6
2. Prestasi belajar siswa diukur dari tes hasil belajar
3. Keaktifan belajar siswa dilihat dari observasi yang dilakukan oleh
guru dan peneliti.
4. Materi pembelajaran dibatasi pada pokok bahasan Gerak Melingkar
Beraturan dan Gerak Melingkar Berubah Beraturan.
1.8
Sistematika Penelitian
BAB I
: PENDAHULUAN
BAB I menjelaskan tentang latar belakang, perumusan masalah,
hipotesis tindakan, tujuan penelitian, indikator penelitian, manfaat penelitian,
ruang lingkup dan sistematika penelitian.
BAB II
: KAJIAN PUSTAKA
BAB II menjelaskan tentang hakekat belajar, metode pembelajaran,
pembelajaran EKSTRIM, kelebihan pembelajaran EKSTRIM, kekurangan
pembelajaran EKSTRIM, pelaksanaan pembelajaran EKSTRIM, keaktifan,
prestasi belajar, gerak melingkar, penelitian terdahulu yang relevan, kerangka
berpikir.
BAB III : METODOLOGI PENELITIAN
7
Bab III menjelaskan tentang prosedur – prosedur yang digunakan dalam
penelitian
meliputi, rancangan penelitian, bagan penelitian, setting
penelitian, persiapan penelitian, siklus penelitian, indikator keberhasilan, data
dan analisis data.
BAB IV
: HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab IV menjelaskan tentang observasi awal, hasil penelitian,
pembahasan.
BAB V
: SIMPULAN DAN SARAN
Bab V menjelaskan tentang kesimpulan dan saran.
Download