peningkatan kemampuan membaca nyaring

advertisement
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MENGGUNAKAN
MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA
INDONESIA UNTUK SISWA KELAS II
SD NEGERI DUKUH 2 SLEMAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Oleh:
Susana Beto
NIM: 121134237
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
i
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MENGGUNAKAN
MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA
INDONESIA UNTUK SISWA KELAS II
SD NEGERI DUKUH 2 SLEMAN
SKRIPSI
Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat
Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Oleh:
Susana Beto
NIM: 121134237
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
JURUSAN ILMU PENDIDIKAN
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2016
i
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ii
ii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iii
iii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
iv
PERSEMBAHAN
Skripsi ini ku persembahkan kepada:

Tuhan Yesus yang selalu setia menjaga, melindungi dan menyertai
perjalanan hidup saya

Kepada Societas Yesus Maria Yoseph, khususnya Provinsi Makassar

Kedua orang tuaku tercinta: Bapak Stanislaus R Leban dan Ibu Maria S
Wadan

Kedua adikku: Ito dan Yane

Para suster komunitas JMJ Trimargo Wetan: Sr. Adolfien, Sr. Priska, Sr.
Beatrix, Sr. Bibiana, Sr. Theresia, Sr. Kristin, Sr. Novike.

Kedua Ibu di Biara: Ibu Yatmi dan Ibu Ari
iv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
v
MOTTO
Tetap Setia dan Bijaksana
(Susana Beto)
Segala perkara dapat kutanggung didalam Dia, yang memberi
kekuatan kepadaku. (Filipi 4:13)
Doa Pater Mathias Wolff. SJ (Pendiri Societas JMJ)
Tuhan ubalah diriku menjadi diri-Mu sendiri agar aku boleh
hidup di dalam Dikau dan untuk Dikau saja dan semoga
melaksanakan kehendakMu yang suci menjadi satu-satunya
kebahagiaanku di dunia ini.
AMIN
v
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vi
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA
Saya menyatakan dengan sesungguhnya bahwa skripsi yang saya tulis ini tidak
memuat karya atau bagian karya orang lain, kecuali yang telah disebutkan dalam
kutipan dan daftar referensi sebagaimana layaknya karya ilmiah.
Penulis,
Susana Beto
vi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
vii
LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN
PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS
Yang bertanda tangan di bawah ini, saya mahasiswa Universitas Sanata Dharma:
Nama
: Susana Beto
Nomor Mahasiswa
: 12114237
Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya memberikan kepada Perpustakaan
Universitas Sanata Dharma karya ilmiah saya yang berjudul:
”PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MENGGUNAKAN
MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA
INDONESIA UNTUK SISWA KELAS II
SD NEGERI DUKUH 2 SLEMAN”
Dengan demikian, saya memberikan kepada Perpustakaan Universitas Sanata Dharma
Yogyakarta hak untuk menyimpan, mengalihkan dalam bentuk media lain,
mengelolanya dalam bentuk pangkalan data, mendistribusikan secara terbatas, dan
mempublikasikannya melalui internet tanpa perlu meminta ijin dari saya terlebih
dahulu serta tanpa harus memberikan royalti kepada saya selama tetap mencantumkan
nama saya sebagai penulis.
Demikian pernyataan ini yang saya buat dengan sebenarnya.
Dibuat di Yogyakarta
Pada tanggal 29 November 2016
Yang menyatakan,
Susana Beto
vii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
viii
ABSTRAK
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA NYARING MENGGUNAKAN
MEDIA CERITA BERGAMBAR PADA MATA PELAJARAN BAHASA
INDONESIA UNTUK SISWA KELAS II
SD NEGERI DUKUH 2 SLEMAN
Oleh:
Susana Beto (121134237)
Universitas Sanata Dharma
2016
Kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman yang
rendah mendorong peneliti melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) di SD
tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan membaca nyaring
siswa dengan menggunakan media cerita bergambar pada siswa kelas II SD Negeri
Dukuh 2 Sleman.
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini
adalah seluruh siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman, tahun ajaran 2016/2017 yang
berjumlah 20 siswa. Media yang digunakan dalam penelitian ini yaitu cerita
bergambar. Desain penelitian ini mengacu pada desain penelitian tindakan kelas
menurut Kemmis dan Taggart yang meliputi: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi,
4) refleksi. Penelitian ini berlangsung selama dua siklus yang terdiri dari siklus I dan
siklus II. Setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Metode pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) tes, 2) observasi, dan 3)
dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media cerita bergambar
dapat meningkatkan proses kemampuan membaca nyaring. Hal ini ditujukkan dari nilai
rata-rata kelas kemampuan memaca nyaring awal yang semula 60 pada siklus I
mengalami peningkatan rata-rata kelas menjadi 66 dan pada siklus II rata-rata kelas
menjadi 76.
Kata kunci : kemampuan membaca nyaring, media cerita bergambar.
viii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
ix
ABSTRACT
IMPROVING THE ABILITY TO READ ALOUD USING THE MEDIA
STORIES ILLUSTRATED ON INDONESIAN SUBJECT
TO 2nd GRADE OF SD NEGERI DUKUH 2 SLEMAN.
By:
Susana Beto (121134237)
Sanata Dharma University
2016
The low ability of students in reading aloud encourages researcher to conduct
Action Research (PTK) in elementary school. This study aims to determine students'
ability to read aloud using the medium of illustrated stories in 2nd Grade of SD Negeri
Dukuh 2 Sleman.
This research is a classroom action research. The subjects were all students in
2nd Grade of SD Negeri Dukuh 2 Sleman, academic year 2016/2017. The number of
students are 20 students. The media used in this study is a pictured story. This study
design refers to the classroom action research design according to Kemmis and
McTaggart which include: 1) planning, 2) action, 3) observation, 4) reflection. The
study lasted for two cycles consisting of the first cycle and the second cycle. Each cycle
consists of two meetings. The methods of data collection used in this research are as
follows: 1) test, 2) observation, and 3) documentation.
The results of this study indicate that the use of pictured story media can
improve the ability to read aloud. It is shown by the avereage score of the class in
reading aloud. The average score in the beginning is 60. In the first cycle, the average
score increased become 66. Then in the second cycle, the average score increased up
to 76
Keywords: the ability to read aloud, media picture story.
ix
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
x
KATA PENGANTAR
Puji syukur kepada Tuhan Maha Esa atas segala rahmat yang melimpah dalam
hidup saya sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan skripsi yang berjudul
“Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Menggunakan Media Cerita Bergambar
Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Siswa Kelas II SDN Dukuh 2 Sleman’’.
Penulis menyadari banyak hambatan yang menimbulkan kesulitan dalam
menyelesaikan skripsi ini, dan tanpa bantuan dari berbagai pihak skripsi ini tidak akan
terselesaikan dengan baik. Oleh karena itu melalui kesempatan ini peneliti
mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan bimbingan
dan dukungan dalam proses penyusunan skripsi ini. Penulis mengucapkan limpah
terima kasih kepada:
1. Rohandi, Ph.D., selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Sanata Dharma.
2. Christiyanti Aprinastuti, S.Si., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan
Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.
3. Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. selaku Wakil Kaprodi Program Studi
Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Sanata Dharma.
4. Galih Kusumo. SPd., M.Pd. Dosen Pembimbing 1 yang telah membimbing
dengan sabar dan menyemangati penulis sehingga karya ilmiah ini dapat
terselesai.
x
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xi
5.
Apri Damai Sagita Krissandi, S.S., M.Pd. selaku Dosen Pembimbing II yang
telah membimbing dengan sabar dan menyemangati penulis sehingga karya
ilmiah ini dapat terselesai.
6. Elisabeth Desiana Mayasari, M.A sebagai Dosen Pembimbing Akademik
7. Teman-teman terhebatku: Erwina, Yahya, Fajar
8. Seluruh Dosen dan staff PGSD Universitas Sanata Dharma yang telah
membimbing dan melayani kami.
9. Himawan Marutiarti, S.Pd.SD Kepala SD Negeri Dukuh 2 Sleman.
10. Tumini, S. Pd. SD Guru Kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman.
11. Kepada Pimpinan Societas JMJ, Para suster JMJ Povinsi Makassar, Jakarta, dan
Manado, rekan-rekan Suster Komunitas Trimargo Wetan Yogyakarta (Sr.
Adolfien, Sr Priska, Sr Beatrix, Sr Bibana, Sr Theresia, Sr Novike dan Sr
Kristin) yang tak henti-hentinya selalu menyemangati, memberikan nasihat,
dukungan dan doa sehingga penulis termotivasi untuk menyelesaikan skripsi
ini.
12. Kedua orangtuaku, kedua adikku dan seluruh keluargaku yang tidak dapat
kusebut satu persatu yang selalu mendukung, memberikan semangat motivasi
dan doa.
13. Teman-teman PGSD USD atas semangat, dukungan dan kerjasama dalam
proses perkuliahan.
Penulis,
Susana Beto
xi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xii
DAFTAR ISI
Halaman
HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i
HALAMAN PERSETUJUAN PEMBIMBING ............................................. ii
HALAMAN PENGESAHAN ........................................................................ iii
HALAMAN PERSEMBAHAN .................................................................... iv
HALAMAN MOTTO ......................................................................................v
PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ........................................................ vi
PERNYATAAN PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH
UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS .................................................... vii
ABSTRAK ................................................................................................... viii
ABSTRACT ..................................................................................................... ix
KATA PENGANTAR .................................................................................... x
DAFTAR ISI ................................................................................................. xii
DAFTAR TABEL ..........................................................................................xv
DAFTAR GAMBAR ................................................................................... xvi
BAB I. PENDAHULUAN ...............................................................................1
1.1
Latar Belakang .....................................................................................1
1.2
Rumusan Masalah ................................................................................6
1.3
Batasan Masalah ...................................................................................6
1.4
Tujuan Penelitian .................................................................................6
1.5
Manfaat Penelitian ...............................................................................6
xii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xiii
1.6
Definisi Operasional .............................................................................7
BAB II. LANDASAN TEORI .........................................................................9
2.1
Kajian putaka .......................................................................................9
2.1.1 Kemampuan Membaca Nyaring ...........................................................9
2.1.2 Pengertian Membaca ..........................................................................10
2.1.3 Media Cerita Bergambar ....................................................................25
2.2
Hasil Penelitian yang Relevan ...........................................................32
2.3
Kerangka Berpikir ..............................................................................34
2.4
Hipotesis Tindakan .............................................................................36
BAB III. METODE PENELITIAN ................................................................37
3.1
Jenis Penelitian ...................................................................................37
3.2
Setting Penelitian ...............................................................................41
3.3
Rencana Penelitian .............................................................................42
3.4
Rencana Tindakan Setiap Siklus ........................................................43
3.5
Metode Pengumpulan Data ................................................................49
3.6
Instrumen Penelitian ...........................................................................51
3.7
Analisis Data ..................................................................................... 56
3.8
Kriteria Keberhasilan .........................................................................54
BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ..............................60
4.1
Hasil Penelitian ..................................................................................60
4.1.1
Perencanaan ...................................................................................60
4.1.2
Siklus I ...........................................................................................61
xiii
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xiv
4.1.3
Siklus II .........................................................................................77
4.2 Pembahasan ...............................................................................................92
BAB V. PENUTUP ........................................................................................95
5.1
Kesimpulan ........................................................................................95
5.2
Keterbatasan Penelitian ......................................................................95
5.3
Saran ...................................................................................................96
DAFTAR REFERENSI .................................................................................97
xiv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xv
DAFTAR TABEL
Tabel
3.1
Pedoman Penilaian ........................................................................ 51
Tabel
3.2
Kisi-kisi Penelitian ....................................................................... 52
Tabel
3.3
Klasifikasi Nilai.............................................................................. 53
Tabel
3.4
Kriteria Indikator Keberhasilan ..................................................... 59
Tabel
4.1
Penilaian Kemampuan Membaca Siklus I Pertemuan 1 ................ 72
Tabel
4.2
Penilaian Kemampuan Membaca Siklus I Pertemuan 2 ................ 73
Tabel
4.3
Penilaian Kemampuan Membaca Siklus I Pertemuan 1 dan 2 ....... 74
Tabel
4.4
Nilai kondisi Awal dan Siklus I ..................................................... 74
Tabel
4.5
Keberhasilan Siswa dalam Membaca Nyaring Pada Siklus I ....... 76
Tabel
4.6
Penilaian Kemampuan Membaca Siklus II Pertemuan 1 ............... 87
Tabel
4.7
Penilaian Kemampuan Membaca Siklus II Pertemuan 2 ............... 88
Tabel
4.8
Penilaian Kemampuan Membaca Siklus II Pertemuan 1 dan 2 ..... 89
Tabel
4.9
Nilai Rerata Kemampuan Membaca Nyaring .............................. 89
Tabel
4.10
Keberhasilan Siswa dalam Membaca Pada Siklus II ..................... 91
Tabel
4.11
Penilaian KKM ............................................................................... 91
xv
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
xvi
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1
Literature Map ............................................................................... 35
Gambar 3.1
Model Penelitian Tindakan Kelas ................................................. 38
Gambar 4.1
Diagram Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring I .............. 75
Gambar 4.2
Diagram Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring II ............. 90
xvi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Kemampuan membaca merupakan syarat mutlak untuk mencapai tujuan
belajar mengajar. Membaca merupakan cara yang paling efektif untuk
mempelajari budaya suatu bangsa, bahkan membaca merupakan kunci utama
sebagai pembuka segala rahasia kehidupan.
Menurut Abdurahman (2003: 200) membaca merupakan aktivitas
kompleks yang mencakup fisik yang terkait dengan membaca adalah gerak mata
dan ketajaman penglihatan. Aktivitas mental mencakup ingatan dan pemahaman.
Orang dapat membaca dengan baik jika mampu melihat huruf-huruf dengan jelas,
mampu menggerakan mata secara lincah, mengingat simbol-simbol bahasa dengan
tepat dan memiliki penalaran yang cukup untuk memahami bacaan.
Kegiatan membaca sangat penting dalam kehidupan manusia. Kegiatan
membaca dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, seperti di sekolah-sekolah
dalam kegiatan belajar mengajar. “Membaca merupakan salah satu keterampilan
berbahasa yang sangat penting di samping tiga keterampilan berbahasa lainnya.
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
2
Hal ini karena membaca merupakan sarana untuk mempelajari dunia lain yang
diinginkan sehingga manusia bisa memperluas pengetahuan, bersenang-senang,
dan menggali pesan-pesan tertulis dalam bahan bacaan “(Somadayo, 2011:1).
Namun dalam kenyataannya, kemampuan berbahasa siswa Sekolah Dasar,
khususnya kemampuan dalam membaca dan menulis masih rendah. Rofi‟uddin
dan Zuhdi (dalam Somadayo, 2011:4) mengemukakan bahwa “ sampai saat ini,
penguasaan kemampuan baca-tulis lulusan SD masih jauh dari harapan”.
Pengajaran membaca diberikan sejak dini. “Pengajaran membaca yang
diberikan di kelas I dan kelas II SD sepenuhnya ditekankan pada segi mekaniknya,
artinya jenis keterampilan membaca yang dilatihkan adalah jenis membaca teknis
dengan tujuan utama untuk mendidik siswa dari tidak bisa membaca menjadi
pandai membaca. (Supriadi, 1992: 117). Dari pendapat tersebut, yang
dimaksudkan dengan membaca teknis adalah membaca nyaring. “Membaca
nyaring (reading aloud) maksudnya dapat melatih agar siswa bisa membaca
dengan pelafalan atau ucapan yang benar” (Suyanto, 2007:64). Hal ini sependapat
dengan Sabarti Akhadiah, dkk (1992:33) bahwa “tujuan pengajaran membaca ialah
agar siswa dapat mampu memahami dan menyuarakan kalimat sederhana yang
ditulis, dengan intonasi yang wajar”.
Dalam penelitian ini, peneliti melakukan observasi atau pengamatan di SD
Negeri Dukuh 2 Sleman pada hari Jumat 08 April 2016, pukul 08.00-09.00, di
kelas II yang berjumlah 20 siswa. Pada saat penelitian melakukan observasi,
peneliti menemukan masalah pada rendahnya kemampuan membaca nyaring.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
3
Kebanyakan siswa masih membaca dengan monoton, tanpa memperhatikan
teknik-teknik membaca nyaring dengan baik (seperti: lafal intonasi, tanda baca,
jeda, dan lain sebagainya).
Pelly, 1992 (dalam Zamzani, 1996:75) mengatakan bahwa “pelajaran membaca
dan menulis yang dahulu merupakan pelajaran dan latihan pokok yang kini
mendapatkan perhatian, baik dari para siswa maupun para guru”. Sejalan dengan
pendapat di atas, pengajaran membaca memang sering diabaikan sehingga
kemampuan membaca siswa itu rendah. Rendahnya kemampuan membaca
nyaring di atas merupakan masalah yang dihadapi oleh guru. Jika masalah tersebut
tidak segera ditangani, maka siswa akan mengalami kesulitan untuk mempelajari
aspek-aspek berbahasa yang lain seperti menyimak, berbicara, dan menulis. Selain
itu, siswa juga akan mengalami kesulitan dalam memahami suatu bacaan.
Kegiatan membaca merupakan usaha memahami informasi yang
disampaikan melalui lambang tulisan, (Nugiyantoro, 2010: 283). Membaca sangat
penting dalam setiap bidang kehidupan terlebih lagi dalam proses pembelajaran.
Tentu saja, dalam setiap proses pembelajaran pasti ada kegiatan membaca.
Seseorang yang kemampuan membacanya rendah pasti akan sulit memahami
bacaan. Padahal dalam pembelajaran bahasa Indonesia yang paling utama adalah
kegiatan membaca. Begitu juga dengan pelajaran-pelajaran lainnya tidak akan
terlepas dari kegiatan membaca. Jika hal itu dibiarkan, maka siswa akan
mengalami kesulitan atau bahkan segan untuk belajar. Siswa yang mengalami
kesulitan dalam membaca nyaring akan berpengaruh pada pelajaran lainnya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
4
Bagaimana siswa dapat belajar jika siswa itu tidak dapat memahami suatu bacaan.
Oleh karena itu, kemampuan membaca nyaring tersebut sangat mutlak untuk
dimiliki.
Berdasarkan pengamatan, dokumentasi, dan wawancara dengan guru wali
kelas SD Negeri Dukuh 2 Sleman peneliti pada hari Jumat 08 April 2016, terdapat
kondisi yang tidak mendukung siswa dalam kemampuan membaca nyaring.
Kondisi tersebut adalah: pertama, siswa kurang memiliki kegemaran untuk
membaca. Siswa kurang membiasakan diri dalam membaca. Di kelas, siswa tidak
membaca jika tidak diperintahkan oleh gurunya dan siswa kurang berani untuk
membaca sendiri di depan kelas. Kedua, pembelajaran yang konvensional
sehingga guru belum bisa memberikan materi pelajaran dengan menarik. Pelajaran
hanya berlangsung satu arah, yaitu guru hanya memberikan materi pelajaran dan
siswa hanya duduk mendengarkan. Ketiga nilai rerata siswa dalam membaca
nyaring yaitu mendapat nilai sebesar 60 dari kondisi awal siswa. Jadi siswa yang
tuntas KKM ada 11 orang dan siswa yang tidak tuntas KKM ada 9 orang. Nilai
rerata tersebut belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) adalah
mendapat nilai sebesar 65. Keempat, tidak adanya media pembelajaran sehingga
dapat mempersulit siswa dalam membaca nyaring. Guru tidak menggunakan
media dalam pembelajaran.
Setelah dilakukan pengamatan dan wawancara diketahui bahwa faktor
utama penyebab rendahnya kemampuan membaca nyaring siswa adalah tidak
adanya penggunaan media pembelajaran. Arsyad (2009:4-5) mengemukakan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
5
bahwa “media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang
mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang
siswa untuk belajar”. Dalam proses belajar mengajar, kehadiran suatu media
mempunyai arti yang cukup penting. Dengan kehadiran suatu media tersebut siswa
mampu termotivasi untuk belajar.
Buku bacaan cerita yang menampilkan teks narasi secara verbal dan
disertai gambar-gambar ilustrasi itu disebut sebagai buku bergambar atau buku
cerita bergambar” (Nurgiyantoro, 2005:152). Buku cerita bergambar sering
disebut cerita bergambar. Jadi, cerita bergambar adalah cerita dalam bentuk teks
narasi atau kata-kata dan gambar-gambar merupakan kesatuan yang padu,
sehingga ilustrasi tersebut menggambarkan keseluruhan alur narasi. Untuk lebih
meningkatkan keefektifan pengajaran melalui gambar, sebaiknya gambar itu harus
bagus, jelas, mudah dimengerti, dan harus menggambarkan keadaan yang
sebenarnya (Wijaya dan Rusyan, 1991:140-141). Media gambar yang menarik,
dan menjadikan siswa memberikan respon awal terhadap proses pembelajaran.
Dengan adanya bantuan media cerita bergambar, siswa tidak hanya
membayangkan isi bacaan sesuai dengan peresepsi mereka. Akan tetapi, siswa
juga dapat memiliki gambaran yang jelas mengenai isi bacaan tersebut. Menurut
peneliti, penggunaan media cerita bergambar merupakan upaya efektif untuk dapat
meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa. Pembelajaran dengan
menggunakan media cerita bergambar ini diharapkan dapat meningkatkan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
6
kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman dapat
meningkat.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat dirumuskan masalah sebagai
berikut: Apakah penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan
kemampuan membaca nyaring pada siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman?
1.3
Batasan Masalah
Penelitian ini dibatasi pada penggunaan media cerita bergambar kelas II SDN
Dukuh 2 Sleman dengan pembelajaran membaca nyaring dalam mata pelajaran
Bahasa Indonesia menggunakan Standar Kompetensi 7. Memahami ragam wacana
tulisan dengan membaca nyaring dan membaca dalam hati Tahun ajaran
2016/2017.
1.4
Tujuan Penelitian
Berdasakan rumusan masalah diatas maka tujuan penelitian ini adalah
Meningkatkan kemampuan membaca nyaring dengan menggunakan media cerita
bergambar pada siswa kelas II SD Negeri 2 Sleman.
1.5
Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan terutama dalam
pembelajaran membaca nyaring dengan menggunakan media cerita bergambar
pada siswa Sekolah Dasar:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
7
1.5.1
Bagi siswa dapat membantu siswa dalam meningkatkan kemampuan
membaca nyaring, dan meningkatkan motivasi siswa dalam membaca
nyaring dengan penggunaan media cerita bergambar.
1.5.2
Bagi Guru dapat memberikan masukan penggunaan media cerita
bergambar dalam pembelajaran membaca nyaring siswa, dan dapat
meningkatkan kualitas pembelajaran membaca nyaring.
1.5.3
Bagi Sekolah dapat menambah bahan bacaan penelitian yang dapat
dijadikan sebagai inspirasi dalam mengajarkan mata pelajaran Bahasa
Indonesia dengan menggunakan media cerita bergambar.
1.5.4
Bagi Peneliti dapat menambah wawasan dan pengalaman peneliti tentang
media cerita bergambar yang digunakan pada setiap mata pelajaran dengan
menggunakan media cerita bergambar.
1.6
Definisi Operasional
Beberapa istilah yang digunakan dalam penelitian ini dapat dijelaskan sebagai
berikut:
1.6.1
Kemampuan membaca nyaring merupakan kemampuan membaca dengan
menyuarakan lambang-lambang tertulis (huruf, suku kata, kata/frase,
kalimat) dengan memperhatikan aspek-aspek kemampuan
membaca nyaring (lafal, intonasi, jeda, tanda baca) agar pendengar dan
pembaca dapat menangkap informasi serta memahami makna yang
terkandung dalam suatu bacaan tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
8
1.6.2
Cerita merupakan Bahasa tulisan yang tersusun dari rangkaian kata
sehingga menjadi sebuah kalimat, dan susunan kalimat menjadi sebuah
paragraf cerita.
1.6.3
Media Cerita Bergambar merupakan media pembelajaran yang digunakan
untuk mempermudah penyampaian materi pembelajaran tentang membuat
cerita. Media ini berupa gambar yang menarik disertai dengan cerita yang
menarik berdasarkan gambar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1
Kajian Pustaka
2.1.1
Kemampuan Membaca Nyaring
2.1.1.1 Pengertian Kemampuan
Dalam Kamus Bahasa Indonesia (Poerwadarminta, 1976: 628) mampu
berarti kuasa (sanggup melakukan sesuatu). Selain uraian kamus tersebut, mampu
juga memiliki persamaan kata yaitu “dapat” ataupun “bisa”. Menurut Zainal dalam
Yusdi (20010: 10) kemampuan adalah kesanggupan, kecakapan, kekuatan kit
berusaha dengan diri sendiri. Sedangkan Sinaga dan Hadianti (2001: 3)
kemampuan sebagai suatu dasar seseorang yang dengan sendirinya berkaitan
dengan pelaksanaan pekerjaan secara efektif atau sangat berhasil. Menurut Robbin
(2007: 57) kemampuan berarti kapasitas seseorang individu untuk melakukan
beragam tugas dalam suatu pekerjaan.
Berdasarkan pengertian tiga ahli di atas dapat disimpulkan bahwa
kemampuan adalah kecakapan atau potensi seseorang untuk menguasai keahlian
dalam melakukan atau mengerjakan beragam tugas dalam suatu pekerjaan atau
suatu penilaian atas tindakan seseorang.
2.1.1.2 Pengertian Membaca
Membaca merupakan salah satu aspek keterampilan berbahasa yang
kompleks dan rumit. Menurut Soedarso (1991: 4), “membaca adalah aktivitas yang
9
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
10
kompleks dengan mengerahkan sejumlah besar tindakan yang terpisah pisah.
Adler dan Doren (2007: 7) juga mengemukakan bahwa “membaca adalah aktivitas
yang kompleks, sama seperti menulis. Ia berdiri dan banyak tindakan mental yang
terpisah, dan semuanya harus dilakukan agar bisa membaca dengan baik”. dalam
Faridda (2009: 2), “membaca pada hakikatnya adalah suatu yang rumit yang
melibatkan banyak hal, tidak hanya sekedar melafalkan tulisan, tetapi juga
melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif”. Hal ini
senada dengan pendapat Prasetyono (2008: 57), “membaca merupakan
serangkaian kegiatan pikiran yang dilakukan dengan penuh perhatian untuk
memahami suatu informasi melalui indera penglihatan dalam bentuk simbolsimbol yang rumit, yang disusun sedemikian rupa sehingga mempunyai arti dan
makna”.
Godman (dalam Somadayo, 2011: 6) juga menyatakan bahwa “membaca
adalah suatu kegiatan memetik makna atau pengertian yang bukan hanya dari
deretan kata yang tersurat (reading the lines), melainkan makna di balik deretan
yang terdapat diantara baris (reading between the lines), bahkan juga makna yang
terdapat di balik deretan baris tersebut (reading beyond the lines)”. Kegiatan
membaca bukanlah proses yang pasif, tetapi merupakan suatu proses yang aktif
artinya seorang pembaca harus aktif berusaha memahami isi dari suatu bacaan.
Nurgiyantoro (2010: 368) mengemukakan bahwa “kegiatan membaca merupakan
aktivitas mental memahami apa yang dituturkan pihak lain melalui sarana tulisan”.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
11
Kegiatan membaca merupakan aktivitas mental memahami apa yang dituturkan
pihak lain melalui sarana tulisan”.
Nugriyantoro (2010: 283) dapat menambahkan bahwa “kegiatan membaca
merupakan usaha memahami informasi yang disampaikan melalui lambang
tulisan”. Kegiatan membaca sangat penting dalam kehidupan sehari-hari,
khususnya dalam pembelajaran bahasa di sekolah. Siswa tidak hanya dituntut
untuk bisa membaca saja, akan tetapi juga mengetahui dan memahami makna dari
informasi yang ada dalam bacaan tersebut. Hodgson, 1960 (dalam Tarigan, 2008:
7), mengemukakan bahwa “membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta
digunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, yang hendak disampaikan oleh
penulis melalui media kata-kata/tulisan”.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan bahwa membaca
merupakan suatu aktivitas yang kompleks dan rumit, untuk menafsirkan lambanglambang tertulis sehingga diperoleh makna atau pesan yang terkandung dalam
bahasa tulis tersebut.
2.1.1.3 Tujuan Membaca
Kegiatan membaca memiliki beberapa tujuan. Seperti yang dikemukakan
oleh Tarigan (2008: 9), bahwa” tujuan utama dalam membaca adalah untuk
mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan”.
Sesuai dengan pendapat tersebut, Akhadiah, dkk (1992: 33) juga mengemukakan
bahwa “dengan kemampuan membaca yang memadai, mereka akan lebih mudah
menggali informasi dari berbagai sumber tertulis”. Dengan membaca, siswa akan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
12
mengetahui dan memahami makna di balik isi bacaan tersebut. Secara lebih rinci,
Supriyadi (1992: 117) mengelompokkan tujuan membaca adalah sebagai berikut:
1. Mengisi waktu luang atau mencari hiburan.
2. Kepentingan studi (secara akademik).
3. Mencari informasi, menambah ilmu pengetahuan.
4. Memperkaya perbendarahaan kosakata, dan lain-lain.
Selain itu, Blanton, dkk dan Irwin (dalam Farida, 2009: 11-12) juga
menyebutkan beberapa tujuan membaca itu adalah sebagai berikut.
1. Kesenangan.
2. Menyempurnakan membaca nyaring.
3. Menggunakan strategi tertentu.
4. Memperbaharui pengetahuannya tentang suatu topik.
5. Mengaitkan informasi baru dengan informasi yang telah diketahuinya.
6. Memperoleh informasi untuk laporan lisan atau tulisan.
7. Menginformasikan atau menolak prediksi.
8. Menampilkan suatu eksperimen atau mengaplikasikan informasi yang
diperoleh dari suatu teks dalam beberapa cara lain dan mempelajari tentang
struktur teks.
9. Menjawab pertanyaan-pertanyaan yang spesifik.
2.1.1.4 Manfaat Membaca
Membaca merupakan kegiatan yang sangat vital. Somadyayo (2011: 2)
menyatakan bahwa “membaca merupakan salah satu diantara empat keterampilan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
13
bahasa (menyimak, berbicara, membaca, menulis) yang penting untuk dipelajari
dan dikuasai oleh setiap individu. Dengan membaca, seseorang dapat bersantai,
berinteraksi dengan perasaan dan pikiran, memperoleh informasi, dan
meningkatkan ilmu pengetahuan”. Syafi”ie (dalam Somadayo, 2011: 3) juga
menyatakan bahwa “sebagai bagian dari keterampilan berbahasa, keterampilan
membaca mempunyai kedudukan yang sangat penting dan strategis karena melalui
membaca, orang dapat memahami kata yang diutarakan seseorang”.
Kegiatan membaca sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Siswa
belajar tidak terlepas dari kegiatan membaca. Siswa yang dapat merasakan manfaat
dari kegiatan membaca. Siswa yang dapat merasakan manfaat dari kegiatan
membaca akan termotivasi untuk terus belajar. Menurut Burns, dkk, (dalam Farida,
2009: 1), kemampuan membaca merupakan sesuatu yang vital dalam suatu
masyarakat terpelajar. Namun, siswa yang tidak memahami pentingnya belajar
membaca tidak akan termotivasi untuk belajar”.
Dari beberapa pendapat di atas, maka dapat disimpulkan bahwa manfaat
membaca dapat memperoleh informasi, dan meningkatkan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, kegiatan membaca sangat diperlukan.
2.1.2
Pengertian Membaca Nyaring
Proses membaca dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis. Menurut
Tarigan (2008: 23), ditinjau dari segi terdengar atau tindakannya suara pembaca
waktu dia membaca, proses membaca dapat dibagi atas:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
14
a. Membaca nyaring, membaca bersuara, dan membaa lisan (reading out
loud, oral reading, reading aloud) dan,
b. Membaca dalam hati (silent reading)
Kridalaksana, 1993 (dalam Haryadi dan Zamziani, 1996: 32) menyatakan bahwa”
membaca adalah keterampilan mengenal dan memahami tulisan dalam bentuk
urutan lambang-lambang grafis dan perubahannya menjadi wicara bermakna
dalam bentuk pemahaman diam-diam atau pengujaran keras-keras”. Bentuk
pemahaman diam-diam disini maksudnya adalah membaca dalam hati, sedangkan
bentuk pengujaran keras-keras maksudnya adalah membaca nyaring. Menurut
Supriyadi (1992: 115), “di Sekolah Dasar jenis membaca dengan cara
menyaringkan atau menyurakan apa yang dibaca sebagian besar atau bahkan
sepenuhnya dilakukan pada peringkat kelas I dan II. Untuk peringkat-peringkat
kelas yang lebih tinggi, frekuensi kegiatan membaca teknis semakin dikurangi”.
Membaca nyaring merupakan suatu kegiatan membaca lisan yang
bermanfaat bagi anak-anak jika maksud dan tujuan membaca nyaring diarahkan
dengan baik serta berguna bagi mereka sendiri. Dalam kegiatan ini menyimak
tidak dapat dikesampingkan. Maksud dan tujuan dari penyimakan disini adalah
untuk memahami bacaan yang dibacakan orang lain.
Kelompok studi bahasa dan sastra Indonesia (1991: 26) menyatakan
bahwa membaca nyaring merupakan kegiatan membaca lanjutan yang
dimaksudkan untuk membagi informasi dengan orang. Sebelum membaca
nyaring hendaknya pembaca telah menangkap dan memahami informasi, pikiran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
15
dan perasaan pengarang yang tertuang dalam bahan bacaan. Kegiatan membaca
ini dilakukan dengan menyarankan (barking at print) bahan bacaan dengan
kecepatan dan pelafalan seperti orang berbicara.
Crawley dan Mountain (dalam Rahim 20015: 123) menjelaskan bahwa
membaca
nyaring
hendaknya
mempunyai
tujuan
tertentu
dan
tidak
mengggunakan fomat round robin. Yang maksudkan dengan format roud robin
ialah setiap siswa secara random mendapat giliran untuk membaca nyaring satu
paragraph. Membaca nyaring pada siswa lebih menfokuskan pada pengenalan
kata, menjadi kata (decoding) dari pada menyimak isi dan memahami apa yang
sedang di baca siswa lain. Oleh sebab itu, guru hendaknya memberikan informasi
tentang tujuan membaca dalam hati dan membaca nyaring tersebut. Terkait
dengan pendapat Crawley dan Mountain, Rubin (dalam Rahim 2005: 123)
menjelaskan bahwa kegiatan yang paling penting untuk membangun pengetahuan
dan keterampilan berbahasa siswa memerlukan membaca nyaring.
Membaca nyaring adalah sebuah pendekatan yang memuaskan serta
memenuhi berbagi ragam tujuan serta mengembangkan sejumlah keterampilan
minat. Oleh karena itu, dalam mengajarkan keterampilan-keterampilan membaca
nyaring guru harus memahami proses komunikasi dua arah. Lingkaran
komunikasi belumlah lengkap kalau pendengar belum memberi tanggapan
secukupnya terhadap pikiran atau perasaan yang diekspresikan oleh si pembaca.
Membaca nyaring yang dilakukan guru merupakan kegiatan yang
menyenangkan bagi siswa. Tidak mengherankan jika cerita favorit yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
16
dibacakan guru atau orangtua lebih diingat siswa dibandingkan dengan crita yang
dibacakan dari buku teks. Selain itu, membaca nyaring sering merangsang mereka
untuk membaca kembali cerita yang dibacakan guru dan lebih mengakrabkan
mereka pada karya sastra. Kegiatan membaca nyaring sangat penting karena
banyak keuntungan yang diperoleh siswa. Oleh karena itu, guru perlu membuat
suatu program kegiatan membaca nyaring yang efektif.
Menurut Harylesmana (2009: 1) membaca nyaring adalah kegiatan
membaca dengan menyuarakan tulisan yang dibacanya dengan ucapan, intonasi
yang tepat agar pendengar dan pembaca dapat menangkap informasi yang
disampaikan oleh penulis, baik yang berupa pikiran, sikap ataupun pengalaman.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa membaca nyaring
adalah suatu keterampilan membaca yang komplek, rumit, dan banyak seluk
beluknya, yaitu kegiatan menyuarakan tulisan dari pembaca yang melibatkan
penglihatan, ingatan, pendengaran, dan ingatan yang bersangkut paut dengan
otot-otot manusia yang bertujuan untuk menangkap serta informasi, pikiran dan
perasaan seorang pengarang.
2.1.2.1 Manfaat Membaca Nyaring
Kemampuan membaca nyaring memang sangat diperlukan. Rothlein dan
Meinbach, 1993 (dalam Farida, 2009: 124-125) mengemukakan bahwa membaca
nyaring untuk siswa merupakan kegiatan berharga yang bisa meningkatkan
keterampilan menyimak, menulis, dan membantu perkembangan siswa untuk
mencintai buku dan membaca cerita sepanjang hidup mereka. Selain itu, Rubin,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
17
1993 (dalam Farida, 2009: 123-124) juga menjelaskan tentang manfaat membaca
nyaring.
Kegiatan yang paling penting untuk membangun pengetahuan dan
keterampilan berbahasa siswa memerlukan membaca nyaring. Program yang
kaya dengan membaca nyaring dibutuhkan untuk semua siswa karena membantu
siswa memperoleh fasilitas menyimak, memperhatikan sesuatu secara lebih baik,
memahami suatu cerita, mengingat secara terus menerus pengungkapan kata-kata,
serta mengenali kata-kata baru yang muncul dalam konteks lain.
Selain itu, manfaat membaca nyaring tidak hanya dirasakan oleh siswa
tetapi juga dapat dirasakan oleh guru. Seperti yang dikemukakan oleh Harris dan
Sipay,
1980
(dalam
Farida,
2009:
124)
bahwa
membaca
bersuara
mengonstribusikan seluruh perkembangan siswa dalam banyak cara, diantaranya
adalah sebagai berikut.
a. Membaca nyaring memberikan guru suatu cara yang tepat dan valid untuk
mengevaluasi kemajuan keterampilan membaca yang utama, khususnya
pemenggalan kata, frasa, dan untuk menemukan kebutuhan pengajaran
yang spesifik.
b. Membaca nyaring memberikan latihan berkomunikasi lisan untuk
pembaca dan bagi yang mendengar untuk meningkatkan keterampilan
menyimaknya.
c. Membaca nyaring juga bisa melatih siswa untuk mendramatisasikan
cerita dan memerankan pelaku yang terdapat dalam cerita.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
18
d. Membaca nyaring menyediakan suatu media dimana guru dengan
bimbingan yang bijaksana, bisa bekerja untuk meningkatkan kemampuan
penyesuaian diri, terutama lagi dengan siswa yang pemalu.
Kegiatan membaca nyaring memang memiliki banyak manfaat,
khususnya bagi siswa. Gruber, 1993 (dalam Farida, 2009: 125) mengemukakan
lebih rinci manfaat dan pentingnya membaca nyaring untuk siswa adalah sebagai
berikut.
a. Memberikan contoh kepada siswa proses membaca secara positif.
b. Mengekspos siswa untuk memperkaya kosa katanya.
c. Memberi siswa informasi baru.
d. Mengenalkan kepada siswa dari aliran sastra yang berbeda-beda.
e. Memberi siswa kesempatan menyimak dan menggunakan daya
imajinasinya.
2.1.2.2 Pelaksanaan Membaca Nyaring.
Dalam pelaksanaan membaca nyaring, ada siswa yang sudah lancar
membaca dan ada juga siswa yang mengalami kesulitan dalam membaca. Dalam
hal ini guru harus memperhatikan tingkat kemampuan membaca siswa. Olivia
(2008: 19-20) menjelaskan tentang strategi guru dalam menghadapi siswa yang
mengalami kesulitan dalam membaca, diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Bacalah bacaan atau cerita untuknya dan bicarakanlah gambar-gambar,
orang-orang dan kejadiannya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
19
2. Kemudian, baca ulang sambal menunjukkan setiap kata sembari jari
anda bergerak mengikuti garis tulisan.
3. Ajaklah siswa anda menyimak dan memperhatikan kata-kata pada saat
anda sedang membaca.
4. Bacalah ulang cerita bersama-sama, kadang-kadang berhentilah
sejenak agar siswa meneruskan membaca sendiri sebuah kata atau
menyelesaikan sebuah kalimat.
5. Pada saat kemampuan dan rasa percaya diri siswa meningkat,
doronglah dia untuk banyak membaca materi tersebut dan kurangi
peranan anda dalam membaca materi.
6. Pada saat siswa membacakan materi untuk anda, ingatlah untuk
memujinya pada saat dia membaca sebuah kalimat dengan benar,
mengoreksi kesalahannya sendiri, dan mengucapkan sebuah kata
setelah anda membantunya.
7. Sebaiknya jangan membuat pertanyaan negatif atau memusatkan
perhatian pada kesalahan-kesalahannya. Jika dia belum benar dalam
membaca sebuah kata, jelaskan belum benar dalam membaca sebuah
kata, jelaskan maksudnya misalnya arti sebuah kata atau beri contoh
benda atau kata yang dimaksudkan.
8. Jika dia tetap belum dapat memahami kata tersebut dengan benar,
bacalah sendiri kata tersebut, kemudian mintalah agar dia meneruskan
membaca.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
20
Dalam bahasa Indonesia terdapat banyak tanda baca (pungtuasi).
Misalnya tanda titik (.) tanda koma (,), tanda titik koma (;), tanda hubung (-), dan
masih banyak lagi. Tanda-tanda baca itu harus dipergunakan dengan tepat dalam
pembuatan kalimat. Maka dari itu pengajaran membaca nyaring di Sekolah Dasar
dilaksanakan di kelas rendah. Menurut Supriyadi (1992: 124) pelaksanaan
pengajaran membaca nyaring menekankan pada segi:
1. Penguasaan lafal bahasa Indonesia dengan baik dan benar,
2. Penguasaan jeda, lagu, dan intonasi yang tepat,
3. Penguasaan tanda-tanda baca,
4. Penguasaan mengelompokkan kata/frase ke dalam satuan-satuan ide
(pemahaman)
5. Penguasaan menggerakkan mata dan memelihara kontak mata, dan
6. Penguasaan berekspresi (membaca dengan perasaan)
Pengajaran membaca nyaring dilaksanakan di kelas rendah (kelas I, II, dan
III). Menurut Tarigan (2008: 26), daftar keterampilan berikut ini sangat menolong
para guru dalam menjalankan tugasnya untuk mencapai tujuan yang telah
ditentukan dalam membaca nyaring pada kelas rendah.
Kelas I:
1. Menggunakan ucapan yang tepat.
2. Menggunakan frase yang tepat (kata demi kata).
3. Menggunakan intonasi suara yang wajar agar makna mudah terpahami.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
21
4. Memiliki perawakan dan sikap yang baik serta merawat buku dengan
baik.
5. Menguasai tanda-tanda baca sederhana, seperti: titik (.) koma (,) tanda
tanya (?) tanda seru (!).
Kelas II:
1.
Membaca dengan terang dan jelas.
2. Membaca dengan penuh perasaan, ekspresi.
3. Membaca tanpa tertegun-tegun, tanpa terbata-bata.
Kelas III:
1. Membaca dengan penuh perassaan, ekspresi.
2. Mengerti serta memahami bahan bacaan.
Pelaksanaan kegiatan membaca nyaring dapat dibimbing oleh guru. Guru
memberikan contoh dalam membaca nyaring, dan para siswa memperhatikannya.
Suyanto (2007: 129) menjelaskan tentang hal-hal yang harus dilakukan oleh
seorang guru dalam membaca nyaring seperti berikut ini.
Pada saat membaca teks, guru melafalkan dengan suara yang cukup keras
agar seluruh siswa mendengar dengan baik. Selain itu, guru perlu menyesuaikan
suaranya dengan suara tokoh cerita, terutama kalau ada dialog dalam cerita itu.
Kalau perlu, suara guru berubah sesuai dengan situasinya agar cerita terdengar
lebih hidup. Biasanya dalam kegiatan membaca ini guru duduk di tengah-tengah
siswanya agar lebih akrab dengan mereka.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
22
Pembelajaran membaca nyaring lebih ditekankan pembelajaran membaca
nyaring oleh guru. Dalam hal ini guru sebagai model, siswa memperhatikan guru
dalam membaca nyaring tersebut. Buku “The New Read-Aloud Handbook” yang
populer di Amerika Serikat (dalam Farida, 2009: 126-127) meninjau keuntungan
dan kesenangan siswa pada membaca nyaring dan apa yang boleh/tidak boleh
dilakukan dalam membaca nyaring, adalah sebagai berikut.
1. Mulai membacakan cerita pada awal pertama di kelas.
2. Sebelum membaca cerita atau puisi, akrabilah lebih dahulu materi bacaan
tersebut. Dengan demikian, guru akan mengetahui bagian cerita yang
perlu mendapat tekanan, kata atau konsep yang diperlukan sebelum
membaca untuk menghindari kebingungan, dan suasana hati yang perlu
ditampilkan.
3. Wacana yang panjang sebaiknya diperpendek, supaya pengajaran
membaca lebih lancar, dan latihlah membaca suatu cerita atau bagian
cerita dengan nyaring sebelum membacakannya pada siswa.
4. Selalu
mendiskusikan
isi
bahan
bacaan
dengan
siswa
untuk
membangkitkan minat siswa pada buku.
5. Suruh siswa duduk dengan senang dalam setengah lingkaran di sekitar
anda dan singkirkan semua gangguan. Adakan kontak mata selama
membaca cerita berlangsung.
6. Duduk pada kursi rendah dekat siswa dan peganglah buku sedemikian
rupa sehingga mereka bisa melihat ilustrasi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
23
7. Jadikan kegiatan ini mengasyikkan, ekspresikanlah emosi-emosi yang
dibangkitkan oleh cerita atau puisi dan bawalah sastra ke dalam suasana
yang hidup melalui gerakan, sound effect, dan perubahan nada suara.
8. Apabila memungkinkan doronglah siswa berpartisipasi dalam membaca,
misalnya
mereka
mungkin
ingin
menceritakan
buku
atau
mendeklamasikan suatu puisi.
9. Secara periodik, berilah mereka pertanyaan untuk meningkatkan
pemahaman dan minat siswa.
10. Jika tidak mungkin menyelesaikan seluruh bagian atau bab pada suatu
bacaan, cobalah berhenti pada bagian cerita yang menegangkan.
11. Pada penyelesaian cerita atau puisi berikan kesempatan kepada siswa
untuk merenungkan apa yang telah mereka dengar dan meneliti
(menyelidiki) perasaannya sendiri.
12. Setelah menyelesaikan seluruh cerita, berikan waktu kepada siswa untuk
mengekspresikan perasaan mereka secara bebas.
Menurut Rothlein dan Meinbach, 1993 (dalam Farida, 2009: 128), hal-hal
yang perlu diingat dalam membaca nyaring antara lain sebagai berikut.
1. Seni menyimak merupakan sesuatu yang bermanfaat dan mesti diajarkan.
2. Panjang dan pendek mata pelajaran yang dibacakan hendaknya bervariasi.
3. Jika membacakan buku cerita bergambar, guru harus yakin siswa bisa
melihat gambar tersebut dengan jelas.
4. Hentikan membaca pada titik yang menegangkan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
24
5. Sesudah membaca sediakan waktu untuk diskusi, mengekspresikan
secara lisan, tertulis ataupun ekspresi artistik.
6. Jangan belokkan diskusi menjadi bentuk ujian.
7. Bacalah teks tersebut dengan penuh ekspresi dan bacalah pelan-pelan.
8. Sebelum membaca buku tersebut di depan kelas, tinjaulah buku tersebut
lebih dahulu.
Rothlein dan Meinbach, 1993 (dalam Farida, 2009: 128) juga
menyebutkan hal-hal yang harus dihindari waktu membaca nyaring antara lain
sebagai berikut.
1.
Jangan membacakan cerita yang anda sendiri tidak menyukainya.
2. Jangan teruskan membaca cerita jika ternyata buku tersebut pilihan yang
salah.
3. Jangan bingung dengan pertanyaan yang diajukan siswa selama
membaca, dan diskusikan dengan siswa pendapat dan kesimpulan
mereka.
4. Ciptakan pertanyaan terbuka yang mengharuskan siswa memusatkan
perhatian pada bagian tertentu dari sebuah buku.
Zuchdi dan Budiasih (1996: 131) mengemukakan bahwa “salah satu cara
mengevaluasi membaca nyaring ialah meminta siswa memilih bagian buku yang
disenangi yang baru saja mereka baca, untuk dibacakan di depan kelas”. Setelah
guru memberikan contoh, kemudian siswa dapat mempraktekkannya sendiri
membaca nyaring di depan kelas secara bergiliran. Atau dapat juga para siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
25
membaca nyaring secara klasikal terlebih dahulu, kemudian siswa secara
individual membaca nyaring di depan kelas.
2.1.3
Media Cerita Bergambar.
2.1.3.1 Pengertian Media
Kehadiran
media
sangat
membantu
kelancaran
suatu proses
pembelajaran. Dengan adanya media pembelajaran, proses pembelajaran akan
terlaksana secara efektif. Selain itu, proses pembelajaran akan lebih
menyenangkan dan bermakna bagi siswa. Heinich dan Rusello, 1982 (dalam
Suyanto, 2007: 101) mengemukakan istilah media berasal dari bahasa Latin
medium yang arti secara umum adalah alat komunikasi atau antara, yaitu apa saja
yang membawa informasi antara source (sumber) dan receiver (penerima). Bendabenda tersebut disebut instructional media apabila barang-barang tersebut dipakai
untuk menyampaikan pesan dalam lingkungan pendidikan. Lebih lanjut,
Romiszowski (dalam Suyanto, 2007: 101) menyatakan hal yang sama dengan
Heinich, yaitu bahwa media merupakan carriers of the messages, yaitu alat untuk
menyampaikan pesan guru kepada siswa.
Gagne, 1970 (dalam Sadiman, dkk, 2009: 6) menyatakan bahwa media
adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat
merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs, 1970 (dalam Sadiman, dkk,
2009: 6) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan
pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Lebih lanjut, Arsyad (2009: 4-5)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
26
mengemukakan bahwa “media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik
yang mengandung materi instruksional di lingkungan siswa yang dapat
merangsang siswa untuk belajar”. Gagne dan Briggs, 1975 (dalam Arsyad, 2009:
4) secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang
secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri
dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, film, slide (gambar
bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan komputer.
Dari berbagai definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa media
pembelajaran adalah alat bantu yang ada di lingkungan siswa yang dapat
digunakan untuk menyalurkan pesan berupa bahan pelajaran, sehingga dapat
merangsang belajar siswa dan mengefektifkan proses pembelajaran.
2.1.3.2 Pengertian Cerita Bergambar
Istilah cerita tak terlepas dari pembelajaran bahasa di sekolah. Cerita
merupakan salah satu karya sastra yang diajarkan secara seimbang dan terpadu
dengan pembelajaran bahasa Indonesia. Karya sastra cerita relevan bagi siswa
Sekolah Dasar bahkan lebih disukai siswa daripada bacaan non cerita (Santoso,
2008: 7).
Kemampuan siswa-siswa Sekolah Dasar dalam memahami suatu teks
cerita berbeda-beda. Dalam membaca cerita, ada siswa yang mudah memahami
isi cerita dan ada juga yang sulit untuk memahami isi cerita. Oleh karena itu,
diperlukan suatu media untuk membantu siswa memahami isi cerita. “Dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
27
pembelajaran apresiasi cerita di Sekolah Dasar,sebaiknya siswa diberikan objek
konkret untuk membantu siswa memahami teks cerita” (Santoso, 2008: 7).
Salah satu media yang dapat membantu siswa dalam memahami suatu teks
cerita yaitu gambar. “Pengajaran akan lebih efektif apabila objek dan kejadian
yang menjadi bahan pengajaran dapat divisualisasikan secara realistik
menyerupai keadaan yang sebenarnya, namun tidaklah berarti bahwa media harus
selalu menyerupai keadaan yang sebenarnya” (Sudjana dan Rivai, 2002: 9). Di
antara media pembelajaran yang ada, media gambar adalah media yang paling
umum dipakai. Hal ini dikarenakan siswa Sekolah Dasar lebih menyukai gambar
daripada tulisan, apalagi jika gambarnya disajikan dengan sangat menarik dan
imajinatif. “Pesan visual yang paling sederhana, praktis, mudah dibuat dan
banyak diminati siswa pada jenjang pendidikan dasar adalah gambar, terlebih lagi
gambar berwarna” (Sudjana dan Rivai, 2002: 10). “Gambar berfungsi sebagai
pemancing kognisi dan imajinasi serta pemilihan bentuk-bentuk kebahasaan”
(Nurgiyantoro, 2010: 429). Selain itu, pengertian gambar juga dijelaskan oleh
Wijaya dan Rusyan (1991: 140) sebagai berikut :
1. Gambar atau lukisan adalah bentuk visual yang dapat dinikmati oleh
setiap orang yang memandangnya sebagai wujud pindahan atau dari
keadaan yang sebenarnya, baik mengenai pemandangan, benda atau
barang, maupun suasana kehidupan.
2.
Gambar dikenal oleh setiap guru dan dipakai sebagai media
pengajaran untuk memperjelas pengertian tentang sesuatu. Gambar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
28
sangat menarik perhatian murid, mereka dapat mempelajarinya secara
mendalam di samping dapat menikmatinya.
Arsyad (2009: 91) mengemukakan bahwa “media visual dapat
memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi)
dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat
memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata”. Sadiman,
dkk (2009: 29-31) menyebutkan beberapa kelebihan media gambar adalah
sebagai berikut.
1. Sifatnya konkret, gambar lebih realistis menunjukkan pokok masalah
dibandingkan dengan media verbal semata.
2. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu. Tidak semua benda,
objek atau peristiwa dapat dibawa ke kelas, dan tidak selalu bisa siswa
dibawa ke objek/peristiwa tersebut.
3. Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita.
4. Gambar dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan
untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau
membetulkan kesalahpahaman.
5. Gambar harganya murah dan mudah didapat serta digunakan, tanpa
memerlukan peralatan khusus.
Selain kelebihan-kelebihan tersebut, Sadiman, dkk (2009: 29-31) juga
menyebutkan beberapa kekurangan media gambar adalah sebagai berikut.
1. Gambar hanya menekankan persepsi indera mata.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
29
2. Gambar benda yang terlalu kompleks kurang efektif untuk kegiatan
pembelajaran.
3. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.
Salah satu pengembangan dari media gambar yaitu media cerita
bergambar. Cerita bergambar adalah teks cerita yang disertai gambar-gambar.
Istilah lain yang lebih populer yaitu buku cerita bergambar. “Buku bacaan cerita
yang menampilkan teks narasi secara verbal dan disertai gambar-gambar ilustrasi
itu disebut sebagai buku bergambar atau buku cerita bergambar” (Nurgiyantoro,
2005: 152). Rothlein, 1991 (dalam Santoso, 2008: 8) juga mengemukakan tentang
pengertian buku bergambar sebagai berikut.
Buku bergambar adalah buku cerita yang disajikan dengan menggunakan
teks dan ilustrasi atau gambar. Buku ini biasanya ditujukan pada siswa. Untuk
siswa usia Sekolah Dasar kelas rendah, gambar berperan penting dalam proses
belajar membaca dan menulis. Buku bergambar lebih memotivasi mereka untuk
belajar. Dengan buku bergambar yang baik, siswa akan terbantu dalam proses
memahami dan memperkaya pengalaman dari cerita.
Menurut Huck, dkk, 1987 (dalam Nurgiyantoro, 2005: 153), “buku
bergambar (picture books) menunjuk pada pengertian buku yang menyampaikan
pesan lewat dua cara, yaitu lewat ilustrasi dan tulisan”. Lukens, 2003 (dalam
Nurgiyantoro, 2005: 154) menguatkan bahwa ilustrasi gambar dan tulisan
merupakan dua media yang berbeda, tetapi dalam buku cerita bergambar
keduanya secara bersama membentuk perpaduan. Gambar-gambar itu akan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
30
membuat tulisan verbal menjadi lebih kelihatan, konkret, dan sekaligus
memperkaya makna teks. Hal yang tidak berbeda juga dikemukakan oleh
Mitchell, 2003 (dalam Nurgiyantoro, 2005: 153) yang lebih suka memilih istilah
buku cerita bergambar dengan istilah picture storybooks.
Buku cerita bergambar adalah buku yang menampilkan gambar dan teks
dan keduanya saling menjalin. Baik gambar maupun teks secara sendiri belum
cukup untuk mengungkapkan cerita secara lebih mengesankan, dan keduanya
saling membutuhkan untuk saling mengisi dan melengkapi. Dengan demikian,
pembacaan terhadap buku bacaan cerita tersebut akan terasa lebih lengkap dan
konkret jika dilakukan dengan melihat (baca: mengamati) gambar dan membaca
teks narasinya lewat huruf-huruf.
Dalam cerita bergambar terdapat alur cerita dan tokoh-tokoh beserta
karakternya. Teks cerita disertai dengan ilustrasi menarik yang menggambarkan
keseluruhan dari alur cerita tersebut. Menurut Huck, dkk (dalam Nurgiyantoro,
2005: 154), “dalam picture storybooks gambar-gambar yang ditampilkan harus
mencerminkan alur dan karakter tokoh. Justru karena tuntutan ini gambar-gambar
yang ditampilkan dapat menjadi bervariasi dan lebih menarik. Selain itu, dalam
tiap ilustrasi tokoh dan alur cerita, juga sering ikut ditunjukkan aspek-aspek latar
yang mendukungnya”.
Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa cerita bergambar
merupakan sebuah cerita dalam bentuk teks narasi atau kata-kata dan disertai
dengan gambar-gambar yang berfungsi sebagai ilustrasi cerita. Kata-kata dan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
31
gambar-gambar merupakan kesatuan yang padu, sehingga ilustrasi tersebut
menggambarkan keseluruhan alur narasi. Dengan demikian, media cerita
bergambar merupakan salah satu media pembelajaran yang efektif karena
mengkombinasikan kata-kata dan gambar secara terpadu.
2.1.3.3 Manfaat Cerita Bergambar
Suatu teks cerita akan terasa lebih hidup jika disertai dengan gambar-gambar.
Menurut Nurgiyantoro (2005: 152), dengan gambar-gambar cerita menarik yang
dihadirkan, siswa akan membaca dengan penuh kesungguhan mengikuti dan
mencoba memahami alur gambar aksi yang dilihatnya, dan itu mungkin sekali
dilakukan berkali-kali. Gambar-gambar cerita itu menjadi salah satu daya gerak
mengembangkan fantasi lewat imajinasi dan logika. Prasetyono (2008: 82-83)
mengemukakan maksud dari buku-buku yang bergambar ini adalah sebagai
berikut.
1. Menarik perhatian siswa.
2. Menimbulkan motivasi atau merangsang siswa.
3. Merangsang percakapan (ekspresi dan diskusi).
4. Mendidik sifat kritis pada siswa.
5. Memperkenalkan kata-kata baru.
6. Menyajikan pola-pola kalimat.
Menurut Prasetyono (2008: 89), “bahan bacaan yang bergambar (komik)
mempunyai efek yang lebih kuat dari pada yang tidak bergambar”. Hal ini karena
bahan bacaan yang disertai dengan gambar (cerita bergambar) memiliki banyak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
32
manfaat. Menurut Stewing, 1980 (dalam Santoso, 2008: 10) ada tiga manfaat
buku bergambar, yaitu: 1) membantu masukan bahasa kepada siswa, 2)
memberikan masukan visual bagi siswa, dan 3) menstimulasi kemampuan visual
dan verbal siswa. Mitchell, 2003 (dalam Nurgiyantoro, 2005: 159-161)
menunjukkan beberapa hal tentang fungsi dan pentingnya buku cerita bergambar
bagi siswa adalah sebagai berikut:
1. Buku cerita bergambar dapat membantu siswa terhadap pengembangan
dan perkembangan emosi.
2. Buku cerita bergambar dapat membantu siswa untuk belajar tentang dunia,
menyadarkan siswa tentang keberadaan di dunia di tengah masyarakat dan
alam.
3. Buku cerita bergambar dapat membantu siswa belajar tentang orang lain,
hubungan yang ada terjadi, dan pengembangan perasaan.
4. Buku cerita bergambar dapat membantu siswa untuk memperoleh
kesenangan.
5. Buku cerita bergambar dapat membantu siswa untuk mengapresiasi
keindahan.
6. Buku cerita bergambar dapat membantu siswa untuk menstimulasi
imajinasi.
Dengan mengetahui berbagai manfaat tersebut, maka cerita bergambar
dapat digunakan sebagai media saat proses pembelajaran berlangsung.
2.2
Kajian Hasil Penelitian yang Relevan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
33
Penelitian tentang penggunaan media cerita bergambar telah banyak
dilakukan sebelumnya. Beberapa kajian tentang kemampuan membaca terhadap
pembelajaran yang pernah dilakukan dan dijadikan sebagai penelitian yang
memiliki relevansi dengan penelitian ini adalah sebagai berikut.
Anindya (2010) dalam penelitiannya yang berjudul “Peningkatan
Keterampilan Membaca nyaring Melalui Media Cerita Bergambar Siwa Kelas IIB
SD Negeri Panggal, Bantul. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan
kemampuan membaca nyaring dengan menggunakan media cerita bergambar
pada siswa kelas II SD Negeri Panggang. Metode pengumpulan data dilakukan
dengan menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian ini terbukti dengan
adanya peningkatan kemampuan membaca nyaring dari siklus I mencapai 68,06
dan siklus II mencapai 75,59.
Sari (2010) dalam penelitiannya yang berjudul “Peningkatan Kemampuan
membaca permulaan melalui media pembelajaran kartu bergambar pada siswa
kelas 1 SDN Jajaran I No. 37 Laweyan Surakarta. Metode pengumpulan data
dilakukan dengan menggunakan observasi, dan tes. Hal ini terbukti bahwa
sebelum diadakan tindakan kemampuan siswa dalam membaca masih rendah
dibuktikan dengan 11 siswa hasil belajarnya belum memenuhi KKM yaitu 65.
Setelah diadakan tindakan siklus I kemampuan siswa meningkat 70 siswa telah
memenuhi KKM. Pada siklus II kemampuan membaca siswa meningkat 80 siswa
telah memenuhi KKM. Rta-rata kelas meningkat sebelum diadakan tindakan 6,36,
siklus I menjadi 67, dan siklus II menjadi 70,96. Dengan demikian hipotesis
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
34
penelitian telah berhasil yaitu media pembelajaran kartu bergambar dapat
meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD Negeri
Jajar I No.73 Laweyan Surakarta.
Kedua penelitian tersebut akan dijadikan sebagai landasan atau acuan
penelitian yang akan peneliti lakukan. Berdasarkan penelitian di atas maka dapat
diasumsikan bahwa dengan menggunakkan media cerita bergambar dapat
meningkatkan kemampuan membaca nyaring pada siswa Kelas II SD Negeri
Dukuh 2 Sleman. Peneliti melakukan penelitian ini dengan tujuan ingin
mengetahui apakah penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan
kemampuan membaca nyaring pada siswa Kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman.
Keistimewaan dari kedua penelitian di atas dengan penelitian yang akan
dilaksanakan adalah sama-sama menggunakan media pembelajaran yang sudah
disiapkan untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa di kelas II SD.
Berdasarkan penelitian tersebut literatur map dari penelitian dapat
digambarkan sebagai berikut.
Anindya (2010)
“Peningkatan
Keterampilan
Membaca nyaring
Melalui Media Cerita
Bergambar Siwa
Kelas IIB SD Negeri
Panggal, Bantul.
Sari (2010)
“Peningkatan
Kemampuan membaca
permulaan melalui
media pembelajaran
kartu bergambar pada
siswa kelas 1 SDN
Jajaran I No. 37
Laweyan Surakarta.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
35
Peningkatan
Kemampuan
Membaca
Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar Pada Mata
Pelajaran Bahasa Indonesia Untuk Siswa Kelas II SD
Negeri Dukuh 2 Sleman.
Gambar 2.1 literatur Map
2.3
Kerangka Berpikir.
Membaca nyaring merupakan kegiatan membaca dengan menyuarakan
lambang-lambang tertulis dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring.
Peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa akan lebih efektif jika guru
berperan serta secara aktif dalam membimbing siswanya agar gemar membaca.
Dalam hal ini tugas guru adalah membantu meningkatkan kemampuan membaca
nyaring siswa.
Untuk mengoptimalkan kemampuan membaca nyaring siswa, guru perlu
menggunakan media yang tepat mengingat siswa masih berada pada tahap
operasional konkret. Media merupakan pengantar pesan. Media untuk membaca
nyaring salah satunya adalah media cerita bergambar. Media cerita bergambar
merupakan media cerita dalam bentuk teks narasi atau kata-kata dan disertai
gambar-gambar sebagai ilustrasinya. Cerita yang disertai gambar-gambar akan
memberikan efek yang lebih kuat dibandingkan cerita yang tidak disertai gambargambar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
36
Media cerita bergambar dapat membantu aspek kebahasaan anak, salah
satu aspek kebahasaan itu adalah membaca dengan suara keras atau nyaring.
Media cerita bergambar dapat merangsang siswa dalam pembelajaran sehingga
dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring. Media cerita bergambar
dapat menumbuhkan minat membaca siswa sehingga kemampuan membaca
nyaringnya meningkat. Selain itu, gambar-gambar dalam cerita bergambar juga
dapat merangsang kemampuan visual dan verbal siswa sehingga kemampuan
membaca nyaringnya meningkat. Dengan memanfaatkan media cerita bergambar
diharapkan kemampuan membaca nyaring siswa dapat meningkat.
2.4
Hipotesis Tindakan
Berdasarkan kajian teori dan kerangka pikir, peneliti mengajukan
hipotesis tindakan sebagai berikut. Penggunaan media cerita bergambar dapat
meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri Dukuh
2 Sleman
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
37
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1
Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Menurut
Suyadi (2011: 22-23), PTK adalah pencermatan yang dilakukan oleh guru di
dalam kelasnya sendiri melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki
profesinya sebagai guru, sehingga hasil belajar peserta didik terus meningkat.
Lebih lanjut, Arikunto, dkk (2012: 3) menyatakan bahwa penelitian tindakan
kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
38
tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara
bersama. Menurut Komaidi dan Wijayati (2011: 50), PTK berfungsi sebagai alat
untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran kelas.
Berdasarkan pendapat ketiga ahli di atas dapat disimpulkan bahwa dalam
melaksanakan PTK adalah pencermatan yang dilakukan oleh guru di dalam kelas
melalui refleksi diri, dengan tujuan untuk memperbaiki profesinya sebagai guru,
sehingga hasil belajar peserta didik terus meningkat.
Dalam penelitian tindakan kelas ini akan menggunakan model penelitian
yang dikembangkan oleh Kemmis dan Taggart yaitu menggunakan siklus sistem
spiral seperti yang terdapat pada gambar berikut.
Keterangan:
38
Siklus I
1 = Perencanaan I
2 = Tindakan I
3 = Observasi I
4 = Refleksi I
Siklus II
1 = Revisi Rencana I
2 = Tindakan II
3 = Observasi II
4 = Refleksi II
39
Gambar 3.1 Model Penelitian Tindakan Kelas Kemmis dan Taggart (dalam Didik Komaidi
dan Wijayati, 2011: 83)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
39
Berdasarkan gambar di atas, masing-masing siklus terdiri dari 4
komponen yaitu: 1) perencanaan, 2) tindakan, 3) observasi dan 4) refleksi.
Penelitian dilakukan dalam siklus yang berulang-ulang dan berkelanjutan (spiral),
yang artinya semakin lama diharapkan semakin meningkat perubahan atau
pencapaian hasilnya. Penjelasannya adalah sebagai berikut.
3.1.1 Perencanaan
Perencanaan merupakan tahap awal yang berupa kegiatan untuk
menentukan langkah-langkah yang akan dilakukan oleh peneliti untuk
memecahkan masalah yang akan dihadapi. Diperlukan suatu perencanaan yang
matang agar tindakan dapat berjalan sesuai dengan tujuan. Pada tahap ini hal- hal
yang dilakukan adalah menyiapkan sarana dan prasarana yang berhubungan
dengan pembelajaran.
Tindakan yang direncanakan dalam penelitian ini yaitu penggunaan media
cerita bergambar untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa kelas
II SD Negeri Dukuh 2 Sleman.
Berkaitan dengan uraian di atas, alternatif dapat dirinci langkahlangkahnya sebagai berikut.
1. Meminta izin kepada Kepala Sekolah SDN Dukuh 2 Sleman untuk
melakukan penelitian di SD tersebut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
40
2. Menemukan masalah yang ada di lapangan. Pada tahap ini dilakukan
melalui diskusi dengan guru kelas, maupun melalui observasi di dalam
kelas.
3. Merencanakan langkah-langkah pembelajaran membaca nyaring dengan
menggunakan media cerita bergambar pada siklus I dan II.
4. Mempersiapkan media pembelajaran (cerita bergambar) yang akan
digunakan.
5. Merancang instrumen sebagai pedoman pelaksanaan pembelajaran dan
penilaian terhadap kemampuan membaca nyaring siswa.
3.1.2 Tindakan
Pelaksanaan tindakan, yaitu implementasi atau persiapan isi perencaan.
Tindakan adalah perbuatan yang dilakukan oleh guru sebagai upaya untuk
perbaikan. Tindakan yang dilakukan dalam penelitian ini secara garis besar
adalah melaksanakan pembelajaran membaca nyaring dengan media cerita
bergambar meliputi pendahuluan, kegiatan inti, penutup.
Pada tahap ini, peneliti mengkoordinasikan siswa agar siap menerima dan
tertarik mengikuti pembelajaran. Tahap ini berisi beberapa kegiatan yang
dilakukan guru dengan tujuan untuk mempersiapkan dan mengarahkan siswa
supaya siap mengikuti pelajaran dengan baik.
Pada pelaksanaan tindakan ini peneliti bertindak sebagai pengajar. Tahap
pelaksanaan ini merupakan implementasi atau penerapan isi perencanaan, yaitu
menggunakan tindakan di kelas. Peneliti melaksanakan langkah-langkah dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
41
pembelajaran. Pada akhir siklus diakhiri dengan evaluasi untuk mengetahui
kemampuan membaca nyaring siswa sehingga bisa dilihat pengaruh dari
penggunaan media cerita bergambar terhadap kemampuan membaca nyaring
siswa.
3.1.3 Observasi
Sasaran observasi adalah keefektifan penggunaan media cerita
bergambar untuk meningkatkan keterampilan membaca nyaring siswa. Pada
tahap ini peneliti mengamati dan mencatat semua reaksi dan aktivitas siswa
selama proses pembelajaran berlangsung. Agar hasil penelitian bisa objektif,
dalam pelaksanaannya pengamat juga dibantu oleh guru observer. Berdasarkan
pengamatan, peneliti dan guru mendiskusikan tentang perubahan-perubahan
yang signifikan dalam pembelajaran membaca nyaring siswa.
3.1.4 Refleksi
Setelah peneliti dan guru melaksanakan kegiatan pembelajaran maka
peneliti dan guru melakukan refleksi secara bersama-sama. Dalam proses refleksi
diadakan diskusi bersama dengan acuan hasil pengamatan dan hasil tes unjuk
kerja membaca nyaring siswa. Hal ini ditujukan agar peneliti dan guru
menemukan masalah yang timbul untuk kemudian diadakan perbaikan perbaikan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
42
Jika ditemukan kekurangan atau penyebab kurang berhasilnya suatu siklus maka
perlu diadakan rencana dan tindakan berikutnya. Penelitian dihentikan ketika
kemampuan membaca nyaring siswa sudah meningkat atau lebih baik dari
sebelumnya.
3.2
Setting Penelitian
3.2.1 Waktu
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan semester genap atau pada tahun ajaran
2016/2017 bulan April sampai bulan Mei.
3.2.2 Tempat Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SDN Dukuh 2 Sleman yang beralamat di Dukuh
Tridadi Sleman.
3.2.3 Subjek Penelitian
Subjek penelitian ini adalah siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman
tahun ajaran 2016/2017 yang berjumlah 20 yang terdiri dari 11 siswa laki-laki dan
9 siswa perempuan.
3.2.4 Objek Penelitian
Objek Penelitian ini adalah kemampuan membaca nyaring di kelas II SD
Negeri Dukuh 2 Sleman dengan menggunakan media cerita bergambar.
3.3
Rencana Penelitian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
43
3.3.1 Persiapan
1) Meminta izin kepada Kepala Sekolah SD Negeri Dukuh 2 Sleman
2) Mengurus surat izin di secretariat PGSD USD
3) Melakukan wawancara dengan kepala sekolah dan guru
4) Melakukan observasi di kelas II saat mata pelajaran Bahasa Indonesia
5) Mengidentifikasi masalah apa yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas
6) Menganalisis masalah belajar siswa mengenai materi keputusan di kelas
7) Merumuskan masalah
8) Merumuskan hipotesis
9) Menyusun rencana penelitian dalam siklus-siklus
10) Membuat gambaran awal mengenai kemampuan membaca nyaring siswa kelas
II.
3.4
3.4.1
3.4.1.1
Rencana Tindakan Setiap Siklus
Siklus I
Perencanaan Siklus I
a. Menyusun RPP (Rencana Pelaksanaan Pembelajaran)
b. Menyiapkan LKS (Lembaran Kerja Siswa)
c. Menyiapkan media cerita bergambar
d. Menyusun lembar observasi tentang aktivitas siswa dalam membaca
nyaring cerita bergambar.
3.4.1.2
Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Berikut adalah langkah-langkah kegatan pelaksanaan Siklus I sebagai berikut:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
44
1) Pertemuan Pertama
a.
Kegiatan Awal
Kegiatan awal merupakan kegiatan pembuka yang dilaksanakan sebelum
prosesbelajar mengajar dimulai. Kegiatan ini terdiri dari berdoa, presensi
dan apresiasi. Apresiasi merupakan kegiatan menyampaikan tujuan
pembelajaran yang bertujuan untuk memotivasi peserta didik, misalnya
dalam permulaan pembelajaran guru meninjau kembali sejauh mana siswa
mempelajari materi yang pernah diajarkan sebelumnya atau yang akan
diajarkan.
b.
Kegiatan Inti
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan pembelajaran/proses belajar
mengajar di sekolah. Langkah-langkah kegiatan ini diuraikan sebagai
berikut:
1. Guru menjelaskan tentang materi tentang hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan
lafal dan intonasi yang tepat.
2. Guru memberikan contoh cara membaca nyaring
3. Siswa menyimak guru saat membaca nyaring
4. Guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul
“Membersihkan Lingkungan Rumah”
5. Siswa membaca nyaring secara klasikal
6. Guru melakukan tanya jawab isi teks
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
45
7. Siswa membaca nyaring di depan kelas secara bergantian
8. Guru membagikan LKS
9. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan.
10. Guru memberikan penegasan kembali mengeni materi pelajaran
yang telah dipelajari.
c.
Kegiatan Akhir
Kegiatan akhir merupakan kegiatan yang dilaksanakan setelah belajar
mengajar dilaksanakan. Langkah-langkah kegiatan akhir adalah sebagai
berikut:
1. Guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar
2. Guru mengajak siswa merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR)
2) Pertemuan Kedua
a.
Kegiatan Awal
Kegiatan ini terdiri dari berdoa, presensi dan apresiasi.
b.
Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan tentang materi tentang hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca
nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
46
2. Guru memberikan contoh cara membaca nyaring
3. Siswa menyimak guru saat membaca nyaring
4. Guru dan siswa
membaca nyaring cerita bergambar
yang berjudul “Tolong Menolong”
5. Siswa membaca nyaring secara klasikal
6. Guru melakukan tanya jawab isi teks
7. Siswa
membaca nyaring di depan kelas secara
bergantian
8. Guru membagikan LKS
9. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan.
10. Guru memberikan penegasan kembali mengeni materi
pelajaran yang telah dipelajari.
c. Kegiatan Akhir
1. Guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar
2. Guru mengajak siswa merefleksikan kegiatan yang sudah
dilakukan
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR)
3.4.1.3 Observasi
Pada tahap ini peneliti mengamati dan mencatat semua reaksi dan aktivitas
siswa selama proses pembelajaran berlangsung. Berdasarkan pengamatan peneliti
dan guru mendiskusikan tentang perubahan-perubahan yang signifikan dalam
pembelajaran membaca nyaring siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
47
3.4.1.4 Refleksi
1.
Melakukan evaluasi terhadap temuan-temuan selama proses belajar
mengajar
2.
Menentukaan langkah untuk melakukan perbaikan pada siklus selanjutnya
(siklus II)
Refleksi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan tahap kemampuan
siswa dalam membaca nyaring cerita bergambar. Pada siklus I, masih ada beberapa
siswa yang tidak memperhatikan guru saat menjelaskan. Siswa cendrung sibuk
sendiri atau ngobrol dengan teman sebangkunya.
3.4.2
Siklus II
3.4.2.1 Perencanaan Siklus II
a. Menyusun silabus, RPP, LKS, dan bahan ajar.
b. Memperbaiki kelemahan dalam siklus I dan mengatasi kesulitan dalam
siklus I
c. Menyiapkan media cerita bergambar
d. Menyusun lembar observasi tentang aktivitas siswa dalam
e. membaca nyaring cerita bergambar.
3.4.2.2 Tindakan siklus II
Berikut adalah langkah-langkah kegiatan pelaksanaan Siklus II sebagai berikut:
1). Pertemuan Pertama
a. Kegiatan Awal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
48
Kegiatan ini terdiri dari berdoa, presensi dan apresiasi.
b. Kegiatan Inti
1.
Guru menjelaskan tentang materi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan
intonasi yang tepat.
2.
Guru memberikan contoh cara membaca nyaring
3.
Siswa menyimak guru saat membaca nyaring
4.
Guru dan siswa
membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul
“Gigiku Sayang Gigiku Malang”
5.
Siswa membaca nyaring secara klasikal
6.
Guru melakukan tanya jawab isi teks
7.
Siswa membaca nyaring di depan kelas secara bergantian
8.
Guru membagikan LKS
9.
Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan
10. Guru memberikan penegasan kembali mengeni materi pelajaran
yang telah dipelajari.
c.
Kegiatan Akhir
1. Guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar
2. Guru mengajak siswa merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR)
2). Pertemuan Kedua
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
49
a. Kegiatan Awal
Kegiatan ini terdiri dari berdoa, presensi dan apresiasi.
b. Kegiatan Inti
1. Guru menjelaskan tentang materi tentang hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan
lafal dan intonasi
2. Guru memberikan contoh cara membaca nyaring
3. Siswa menyimak guru saat membaca nyaring
4. Guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul
“Musim Hujan”
5. Siswa membaca nyaring secara klasikal
6. Guru melakukan tanya jawab isi teks
7. Siswa membaca nyaring di depan kelas secara bergantian
8. Guru membagikan LKS
9. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan
10. Guru memberikan penegasan kembali mengeni materi pelajaran
yang telah dipelajari
c. Kegiatan Akhir
1. Guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar
2. Guru mengajak siswa merefleksikan kegiatan yang sudah dilakukan
3. Guru memberikan pekerjaan rumah (PR)
3.4.2.3 Observasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
50
Observasi dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Observasi dilakukan
oleh peneliti, guru dan dibantu oleh rekan peneliti. Peneliti mengamati siswa dalam
membaca nyaring cerita bergambar, peneliti juga mencatat hal-hal penting dalam
proses pembelajaran.
3.4.2.4 Refleksi
Peneliti mengidentifikasi hambatan atau kesulitan selama proses
pembelajaran yang dilaksanakan di dalam kelas dan membicarakannya dengan
guru kelas. Refleksi ini bertujuan untuk mengetahui perkembangan terhadap
kemampuan membaca nyaring siswa setelah proses pembelajaran pada siklus II
berakhir, penelitian melakukan refleksi sebagai berikut:
1. Melakukan evaluasi terhadap tindakan yang dilakukan, meliputi kegiatan
pembelajaran, serta temuan-temuan yang ditemui dalam proses kegiatan
pembelajaran membaca nyaring yang telah dilaksanakan sebagai
pertimbangan apakah perlu dilakukan siklus selanjutnya.
2. Meminta tanggapan dari guru kelas tentang pelaksanaan tindakan yang
telah dilakukan terhadap proses dan hasil belajar siswa sebagai
perimbangan kecapaian tujuan pembelajaran.
3. Setelah menganalisis hasil evaluasi dan masukan dari guru, data-data yang
diperoleh peneliti memutuskan untuk menghentikan siklus.
3.5
Metode Pengumpulan Data
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
51
Dalam penelitian ini, pengumpulan data dilakukan melalui tiga cara yaitu:
3.5.1
Tes
Menurut Goodenough (dalam Sudijono, 2011: 67) tes adalah suatu tugas
atau serangkaian tugas yang diberikan kepada individu atau sekelompok individu,
dengan maksud untuk membandingkan kecakapan mereka, satu dengan yang lain.
Tes dalam penelitian ini berupa tes unjuk kerja dimana siswa satu per satu maju
ke depan kelas secara bergiliran membaca nyaring dengan media cerita
bergambar. Tes dilakukan sebelum dilaksanakan tindakan maupun sesudah
tindakan.
3.5.2
Observasi
Observasi adalah cara menghimpun bahan-bahan keterangan (data) yang
dilakukan dengan mengadakan pengamatan dan pencatatan secara sistematis
terhadap fenomena-fenomena yang sedang dijadikan sasaran pengamatan
(Sudijono, 2011: 76). Dalam penelitian ini, observasi digunakan untuk
mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam menggunakan media cerita bergambar
selama pembelajaran membaca nyaring. Observasi dilakukan sebelum
pelaksanaan tindakan dan selama proses pelaksanaan tindakan.
3.5.3
Dokumentasi
Dokumentasi, dari asal katanya dokumen, yang artinya barang-barang
tertulis. Di dalam melaksanakan metode dokumentasi, peneliti menyelidiki
benda-benda tertulis seperti buku-buku, majalah, dokumen, peraturan-peraturan,
notulen rapat, catatan harian, dan sebagainya (Arikunto, 2010: 201). Dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
52
penelitian ini, penelitimengumpulkan data dari beberapa sumber data, antara lain:
guru, siswa, proses belajar mengajar yang sedang berlangsung, dan daftar nilai.
3.6
Instrumen Penelitian
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes (unjuk kerja),
pedoman observasi. Instrumen dalam penelitian ini digunakan untuk melihat
seberapa jauh media cerita bergambar memberikan dampak terhadap kemampuan
membaca nyaring siswa.
1. Tes Unjuk Kerja
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang
digunakan untuk mengukur keterampilan, pengetahuan inteligensi, kemampuan
atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok (Arikunto, 2010: 193).
Dalam penelitian ini, tes yang digunakan adalah tes unjuk kerja kemampuan
membaca nyaring dengan menggunakan media cerita bergambar. Guru menilai
saat siswa menunjukkan kemampuan membaca nyaringnya di depan kelas secara
bergiliran. Untuk memudahkan penilaian, maka perlu pedoman penilaian
membaca nyaring. Peneliti dalam membuat pedoman penilaian berdasarkan teori
Zuchdi dan Budiasih (1996: 123).
Format penilaian kemampuan membaca nyaring tersebut disajikan dalam
tabel berikut ini
Tabel 3. 1 Pedoman Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring
No
Unsur yang Dinilai
1
Ketepatan pungtuasi (tanda baca) dalam
membaca
Skor
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
53
2
Ketepatan pelafalan dalam membaca tulisan
20
3
Ketepatan intonasi dalam membaca tulisan
20
4
Kelancaran dalam membaca tulisan
20
5
Kenyaringan suara
20
100
Jumlah
Adapun kisi-kisi pedoman pemberian nilai kemampuan membaca nyaring dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.2 Kisi-kisi Pedoman Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring
No
1
2
Aspek
Penilaian
Ketepatan
pungtuasi
(tanda baca)
dalam
membaca
(A1)
Ketepatan
pelafalan
dalam
membaca
tulisan (A2)
Kriteria
Skor
Kategori
Siswa sangat tepat
pungtuasi (tanda baca)
dalam membaca
4
Sangat baik
Siswa tepat pungtuasi
(tanda baca) dalam
membaca
3
Baik
Siswa cukup tepat
pungtuasi (tanda baca)
dalam membaca
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat baik
Siswa membaca tulisan
dengan lafal tepat
3
Baik
Siswa membaca tulisan
dengan lafal yang
cukup tepat
2
Cukup
Siswa sangat kurang
tepat pungtuasi (tanda
baca) dalam membaca
tulisan
Siswa membaca tulisan
dengan lafal yang
sangat tepat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
54
Siswa membaca tulisan
dengan lafal yang
sangat kurang tepat
3
Ketepatan
intonasi
dalam
membaca
tulisan
(A3)
Siswa membaca tulisan
dengan intonasi yang
sangat tepat
Siswa membaca tulisan
dengan intonasi yang
tepat
Siswa membaca tulisan
dengan intonasi yang
cukup tepat
4
Kelancaran
dalam
membaca
tulisan (A4)
5
Siswa membaca tulisan
dengan intonasi yang
sangat kurang tepat
Siswa sangat lancar
dalam membaca tulisan
Siswa
lancar dalam
membaca tulisan
Siswa cukup lancar
dalam membaca tulisan
Siswa sangat kurang
lancar dalam membaca
tulisan
Kenyaringan Siswa membaca dengan
suara (A5)
suara sangat nyaring
Siswa membaca dengan
suara nyaring
Siswa membaca dengan
suara cukup nyaring
Siswa membaca dengan
suara sangat kurang
nyaring
1
Kurang
4
Sangat baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
Tabel 3.3 Klasifikasi Nilai Kemampuan Membaca Nyaring
No
Angka
1
80 - 100
2
66 - 79
Kriteria
Sangat baik
Baik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
55
3
4
56 - 65
40 - 55
Cukup
Kurang
(Arikunto, 2007: 245)
Aspek penilaian tersebut sebagai pedoman guru untuk memberikan
penilaian membaca nyaring. Dapat dijelaskan bahwa pada aspek ketepatan
pungtuasi (tanda baca) dalam membaca (A1), kategori sangat baik dengan kriteria
sangat tepat dalam ketepatan tanda baca dengan skor 4, kategori baik dengan
kriteria tepat dalam tanda baca dengan skor 3, kategori cukup dengan kriteria
kurang tepat dalam tanda baca dengan skor 2, kategori kurang dengan kriteria
sangat kurang tepat dalam ketepatan tanda baca dengan skor 1.
Aspek ketepatan pelafalan dalam membaca tulisan (A2) kategori sangat
baik dengan kriteria dapat membaca tulisan dengan lafal yang sangat tepat dengan
skor 4, kategori baik dengan kriteria dapat membaca tulisan dengan lafal yang tepat
dengan skor 3, kategori cukup dengan kriteria dapat membaca tulisan dengan lafal
yang cukup tepat dengan skor 2, kategori yang kurang dengan kriteria dapat
membaca tulisan dengan lafal yang sangat kurang tepat dengan skor 1.
Aspek ketepatan intonasi dalam membaca tulisan (A3) kategori sangat baik
dengan kriteria dapat membaca tulisan dengan intonasi yang tepat dengan skor 4,
kategori baik dengan kriteria dapat membaca tulisan dengan intonasi yang tepat
dengan skor 3, kategori cukup dapat membaca tulisan dengan intonasi yang kurang
tepat dengan skor 2, kategori kurang dapat membaca tulisan dengan intonasi yang
sangat kurang tepat dengan skor 1.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
56
Aspek kelancaran dalam membaca tulisan (A4) kategori sangat baik
dengan kriteria sangat lancar dalam membaca tulisan dengan skor 4, kategori baik
dengan kriteria lancar dalam membaca tulisan dengan skor 3, kategori cukup
dengan kriteria kurang lancar dalam membaca tulisan dengan skor 2, kategori
kurang dengan kriteria sangat kurang lancar dalam membaca tulisan 1.
Aspek kenyaringan suara dalam kenyaringan suara (A5) kategori sangat
baik dengan kriteria membaca dengan suara sangat nyaring dengan skor 4, kategori
baik dengan kriteria membaca dengan suara nyaring dengan skor 3, kategori cukup
dengan kriteria membaca dengan suara cukup nyaring dengan skor 2, kategori
kurang dengan kriteria membaca dengan suara sangat kurang dengan skor 1.
A1=Aspek ketepatan dalam tanda baca
A2= Aspek ketepatan dalam pelafalan
A3=Aspek intonasi kata atau kalimat yang benar
A5=Aspek kenyaringan suara.
Melalui pedoman tersebut, dapat diketahui hasil tes unjuk kerja membaca
nyaring siswa. Hasil tes unjuk kerja merupakan nilai aspek satu dan diberi nama
N1. Tes dilakukan satu kali dalam tiap siklus yang dilaksanakan dalam
pembelajaran berlangsung.
2. Pedoman Observasi
Pedoman observasi berisi sebuah daftar jenis kegiatan yang mungkin
timbul dan akan diamati (Suharsimi Arikunto, 2010: 200). Pedoman observasi
dalam penelitian ini meliputi kegiatan yang dilakukan siswa dan guru selama
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
57
pembelajaran membaca nyaring dengan menggunakan media cerita bergambar.
Pedoman observasi dibuat oleh peneliti untuk melihat aktivitas siswa dalam
mengikuti pembelajaran membaca nyaring di kelas dan kesesuaian langkah
pembelajaran yang dilakukan oleh guru dengan rencana pembelajaran.
3.7
Analisis Data
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa data kuantitatif yaitu tes
unjuk kerja membaca nyaring yang diberikan pada siswa di setiap siklus dan data
kualitatif yaitu lembar observasi penggunaan media cerita bergambar kemudian
dianalisis.
1. Analisis Data Kuantitatif
Hasil tes yang diperoleh dari siswa dianalisis untuk mengetahui seberapa
besar peningkatan kemampuan membaca nyaring dengan menggunakan media
cerita bergambar. Analisis ini dilakukan dengan menghitung jumlah siswa yang
memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) serta menghitung nilai rerata
kelas. Jika minimal 75 dari siswa telah mencapai Kriteria Ketuntasan.
Minimal (KKM) yakni sebesar 65 dan rerata nilai kelas minimal 65 sesuai
dengan kriteria keberhasilan dalam penelitian ini, maka dapat diasumsikan bahwa
penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca
nyaring siswa.
Untuk mencari perhitungan nilai rerata kelas menggunakan rumus mean.
Menurut Nurgiyantoro (2010: 219) rumus mencari mean adalah sebagai berikut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
58
Mean =
Σx
N
atau Nilai= Jumlah skor yang diperoleh x 100
Jumlah skor maksimal
Keterangan:
Mean
= nilai rerata
Σx
= jumlah seluruh nilai
N
= jumlah siswa
2. Analisis Data Kualitatif
Untuk data kualitatif yang diperoleh dari lembar observasi atas hasil
pengamatan terhadap guru dan siswa selama proses pembelajaran berlangsung
dianalisis dengan menggunakan model alur. Menurut Miles dan Huberman
(dalam Madya, 2009: 76), ada tiga komponen kegiatan yang saling terkait satu
sama lain yaitu reduksi data, beberan (display) data, dan penarikan kesimpulan.
a. Reduksi Data
Reduksi data merupakan proses menyeleksi, menentukan fokus,
menyederhanakan, meringkas, dan mengubah bentuk data mentah yang ada
dalam catatan lapangan (Miles dan Huberman dalam Madya, 2009: 76).
Penelitian ini dilakukan pemfokusan dan penyisihan data observasi
pembelajaran membaca nyaring yang kurang bermakna. Data yang diperoleh
direduksi dengan memfokuskan perhatian pada hal-hal yang berkenaan dengan
aspek-aspek membaca nyaring.
b. Beberan (display) Data
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
59
Setelah direduksi data siap dibeberkan. Artinya, tahap analisis sampai
pada pembeberan data. Berbagai macam data penelitian tindakan yang telah
direduksi perlu dibeberkan dengan tertata rapi dalam bentuk narasi plus
matriks, grafik, dan / atau diagram (Miles dan Huberman dalam Madya, 2009:
78). Dalam penelitian ini data yang telah direduksi, dipaparkan secara
sistematis dalam bentuk diagram atau grafik untuk memudahkan pemahaman
sehingga memudahkan dalam penarikan kesimpulan.
c. Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan dilakukan secara bertahap mulai dari kesimpulan
sementara, yang ditarik pada akhir siklus I, ke kesimpulan terevisi pada akhir
siklus II dan seterusnya, dan kesimpulan terakhir pada akhir siklus terakhir.
Kesimpulan yang pertama sampai dengan yang terakhir saling terkait dengan
kesimpulan pertama sebagai pijakan (Miles dan Huberman dalam Madya,
2009: 78). Dalam penelitian ini, data yang dikumpulkan tidak hanya terbatas
pada data tentang perubahan/peningkatan kemampuan membaca nyaring yang
diharapkan saja, akan tetapi juga data tentang perubahan/peningkatan yang tak
diharapkan sebelumnya. Oleh karena itu, kesimpulan yang dibuat mencakup
semua perubahan baik yang ada dalam rencana maupun di luar rencana.
3.8
Kriteria Keberhasilan Tindakan
Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) mata pelajaran bahasa Indonesia
kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman, yaitu sebesar 65. Apabila 75 dari seluruh
siswa telah mencapai nilai 65, maka tindakan dinyatakan berhasil. Apabila
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
60
keadaan setelah diberikan tindakan lebih baik dari sebelumnya, maka tindakan
tersebut dinyatakan berhasil. Djamarah dan Zain (2002: 121-122) menegaskan
tingkat keberhasilan siswa dalam pembelajaran yaitu sebagai berikut. Apabila
seluruh bahan pelajaran yang diajarkan itu dapat dikuasai oleh siswa (100) maka
termasuk dalam kategori istimewa/maksimal. Apabila sebagian besar (76 - 99)
bahan pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa maka termasuk dalam
kategori baik sekali/optimal. Apabila bahan pelajaran yang diajarkan hanya 60 75 saja dikuasai oleh siswa maka termasuk dalam kategori baik/minimal. Apabila
bahan pelajaran yang diajarkan kurang dari 60 dikuasai oleh siswa maka termasuk
dalam kategori kurang. Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini dapat
dilihat pada tabel
Table 3.4 Kriteria Indikator Keberhasilan
Indikator
Target nilai yang
harus dicapai
Kondisi Awal
Rerata Kelas
60
Siklus I
Rerata Kelas
70
Siklus II
Rerata Kelas
75
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
61
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Perencanaan Tindakan Siklus I
Untuk melaksanakan tindakan diperlukan suatu persiapan skenario
pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media cerita
bergambar, lembar observasi terhadap guru dan siswa, serta lembar penilaian
terhadap kemampuan membaca nyaring siswa. Adapun untuk Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media cerita bergambar disesuaikan dengan
tema kelas II SD. Dalam penelitian ini, peneliti bekerjasama dengan guru kelas
untuk membantu mengkondisikan siswa agar proses pembelajaran dapat berjalan
sesuai rencana. Peneliti juga bekerjasama dengan teman sejawat untuk
mendokumentasikan dan mengobservasi keaktifan siswa selama proses
pembelajaran berlangsung.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
62
Penelitian dilakukan dalam dua siklus yang terdiri dari siklus I dan siklus
II. Satu siklus terdiri dari 2 kali pertemuan, dengan alokasi waktu 2x35 menit (2
JP) dalam setiap pertemuan. Dalam penelitian ini peneliti berperan sebagai
pelaksana. Hal ini berdasarkan kesepakatan antara peneliti dengan guru kelas II
SDN Dukuh 2 Sleman. Guru berpendapat bahwa peneliti lebih paham dan
mengerti tentang rencana pelaksanaan pembelajaran yang akan digunakan untuk
mengajar. Guru kelas bertindak sebagai pengamat selama pembelajaran
berlangsung.
1. Kondisi awal
62
Peneliti melakukan wawancara kepada guru kelas mata pelajaran Bahasa
Indonesi sebelum melakukan tindakan menggunakan media cerita bergambar.
Guru mengatakan bahwa siswa kurang memiliki kegemaran untuk membaca
sendiri, di depan kelas. Kurang membiasakan diri dalam membaca. Berdasarkan
kondisi awal membaca nyaring siswa masih di bawah KKM. Nilai rata-rata
kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD dari perhitungan tersebut adalah
60. Skor kemampuan membaca nyaring siswa masih banyak di bawah KKM,
maka nilai akan diperbaiki pada siklus I.
4.1.1.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus I
Tindakan siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pelaksanaan
masing-masing pertemuan akan dijelaskan sebagai berikut.
1. Siklus I Pertemuan I
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
63
Pertemuan I siklus I ini dilaksanakan pada tanggal 12 April 2016 yang
beralokasi waktu 2x35 menit. Pada kegiatan awal guru memulai dengan salam,
doa, dan prenentasi siswa. Kemudian guru memberikan apersepsi berupa
pertanyaan yaitu “Anak-anak, siapakah yang sudah pernah membaca cerita?”,
membagikan dan menunjukan media cerita bergambar
yang berjudul
“membersihkan lingungan rumah”.
Orentasi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Guru memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu dalam video. Saat kegiatan inti
dalam eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada
minggu sebelumnya.
Pada elaborasi guru menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang
tepat, melalui media cerita bergambar, guru memberikan contoh cara membaca
nyaring melalui media cerita bergambar, siswa menyimak guru saat membaca
nyaring cerita bergambar, guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang
berjudul “membersihkan lingkungan rumah”.
Guru meminta siswa untuk membaca nyaring cerita dengan lafal dan
intonasi yang tepat secara klasikal, guru melakukan tanya jawab dengan siswa
mengenai isi teks cerita bergambar, guru meminta siswa membaca nyaring cerita
secara bergiliran di depan kelas, siswa lain memperhatikan temannya yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
64
mendapat giliran membaca, guru mengevaluasi siswa membaca cerita bergambar
di depan kelas dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring.
Guru membimbing dan membenarkan jika siswa yang mengalami
kesalahan dalam membaca nyaring, guru membagikan LKS, guru memberikan
petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan siswa pada LKS, guru berkeliling
untuk membimbing siswa yang sedang mengerjakan LKS, siswa mengumpulkan
hasil pekerjaan, guru dan siswa membahas hasil LKS, guru memberikan penegasan
kembali mengenai pelajaran yang telah dipelajari.
Dalam konfirmasi memberikan umpan balik positif atas keberhasilan
siswa, memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi
aktif selama pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan
mendiskusikan manfaat dari pembelajaran yang telah dilaksanakan, mengajak
siswa merefleksikan kembali kegiatan yang sudah dilakukan selama pembelajaran,
sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca apa saja di rumah, doa,
dan salam penutup.
2. Siklus I Pertemuan II
Pertemuan I siklus II ini dilaksanakan pada tanggal 19 April 2016 yang
bealokasi waktu 2x35 menit. Pada kegiatan awal guru memulai dengan salam, doa,
dan prenentasi siswa. Kemudian guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan
yaitu “Anak-anak, siapakah yang sudah pernah membaca cerita?”, membagikan
dan menunjukan media cerita bergambar yang berjudul “Tolong menolong”.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
65
Pada orentasi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan
dipelajari. Guru memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu dalam video. Saat kegiatan inti
dalam eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada
minggu sebelumnya.
Elaborasi guru menjelaskan tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat,
melalui media cerita bergambar, guru memberikan contoh cara membaca nyaring
melalui media cerita bergambar, siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita
bergambar, guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul
“Tolong menolong”, guru meminta siswa untuk membaca nyaring cerita dengan
lafal dan intonasi yang tepat secara klasikal, guru melakukan tanya jawab dengan
siswa mengenai isi teks cerita bergambar, guru meminta siswa membaca nyaring
cerita secara bergiliran di depan kelas, siswa lain memperhatikan temannya yang
mendapat giliran membaca.
Guru mengevaluasi siswa membaca cerita bergambar di depan kelas
dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring, guru membimbing dan
membenarkan jika siswa yang mengalami kesalahan dalam membaca nyaring.
Guru membagikan LKS, guru memberikan petunjuk atau intruksi yang harus
dikerjakan siswa pada LKS, guru berkeliling untuk membimbing siswa yang sedang
mengerjakan LKS, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan, guru dan siswa membahas
hasil LKS.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
66
Guru memberikan penegasan kembali mengenai pelajaran yang telah
dipelajari. Dalam konfirmasi memberikan umpan balik positif atas keberhasilan
siswa, memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi
aktif selama pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan
manfaat dari pembelajaran yang telah dilaksanakan, mengajak siswa merefleksikan
kembali kegiatan yang sudah dilakukan selama pembelajaran, sebagai tindak lanjut
siswa diberikan tugas untuk membaca apa saja di rumah, doa, dan salam penutup.
3. Observasi Tindakan siklus I
Kegiatan
pengamatan
(observasi)
dilakukan
saat
pembelajaran
berlangsung. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan dilakukan oleh peneliti
dan guru pada pertemuan pertama, siswa terlihat tegang dan malu-malu. Hal ini
terjadi karena saat proses belajar mengajar siswa merasa canggung dengan
keberadaan peneliti. Hal tersebut terlihat ketika guru mengajukan pertanyaan
pertama kali tidak ada yang mau mengangkat tangan untuk menjawab. Setelah guru
mengajukan beberapa pertanyaan baru ada yang mau mengangkat tangan untuk
menjawab. Selain hal itu, terdapat beberapa siswa yang kurang aktif dalam aktivitas
belajar, terutama dalam hal bertanya, mengajukan pendapat, serta kurang berani
dalam membaca cerita di depan kelas. Bererapa siswa juga ribut saat pembelajaran
berlangsung, hal ini terbukti terdapat beberapa siswa yang tidak duduk pada
tempatnya dan berjalan-jalan mengitari ruangan dalam kelas.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
67
Berdasarkan pengamatan peneliti pada pertemuan I dan pertemuan II,
masih banyak siswa yang membaca tidak begitu memperhatikan aspek-aspek
membaca nyaring (ketepatan, lafal, intonasi, kelancaran, kenyaringan) atau dengan
kata lain masih terdapat kesalahan dalam membaca. Semua siswa masih
menunjukkan kekurangan pada setiap aspek membaca nyaring. Secara umum,
sebagian besar kekurangan siswa terletak pada intonasi dan kenyaringan. Akan
tetapi, pada setiap pertemuan sudah menunjukkan peningkatan apabila
dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.
4. Refleksi
Peneliti melakukan refleksi berkaitan dengan proses pembelajaran dan
refleksi hasil belajar yang terjadi pada siklus I. Pertemuan dilakukan pada tanggal
12 April 2016 dan tanggal 19 April 2016. Pada pertemuan pertama suasana kelas
gaduh, hal ini terjadi karena guru kurang kontrol siswa, dan terbukti bahwa
beberapa siswa yang tidak duduk pada tempatnya dan berjalan-jalan mengitari
ruangan dalam kelas, terjadi juga beberapa siswa yang hiperaktif sehingga
mengganggu siswa yang lain. Materi yang dibahas adalah membaca nyaring
dengan menggunakan media cerita tergambar tentang membersihkan lingkungan
rumah. Siswa kurang memperhatikan media yang sudah dijelaskan peneliti dan
penelitipun sadar bahwa media yang disiapkan itu kurang menarik dan
gambarnya kurang terang sehingga siswa kurang bersemangat dalam mengikuti
pelajaran. Oleh karena itu, peneliti akan merencanakan dan merancang media
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
68
yang lebih menarik lagi sehingga proses kegiatan belajar mengajar berjalan
dengan baik lagi.
Berdasarkan permasalahan di atas, untuk dapat memperbaiki kelemahan
dan mempertahankan keberhasilan yang telah dicapai pada siklus I, maka pada
siklus II dibuat perencanaan perbaikan sebagai berikut:
1.
Guru mengubah tempat duduk siswa. Tempat duduk siswa yang semua
hanya bisa menghadap ke satu arah, diubah membentuk huruf “U”. Hal
ini untuk memudahkan guru dalam memantau kondisi kelas selama
evaluasi membaca nyaring berlangsung.
2.
Guru harus lebih berusaha lagi untuk bisa menarik perhatian siswa pada
awal pembelajaran, sehingga setelah siswa tertarik, kegiatan dapat
berjalan lebih tenang dan kondusif.
3.
Agar siswa bisa lebih aktif, guru harus memberikan pertanyaan umpan
agar siswa bisa termotivasi untuk bertanya, menjawab, dan berpendapat
dalam berdiskusi, selain itu guru juga harus melatih siswa untuk unjuk
diri agar mental dan keberanian siswa dapat meningkat khususnya pada
aspek percaya diri dalam membaca cerita di depan kelas.
4.
Guru harus menjelaskan teknik-teknik membaca nyaring yang benar.
5.
Cerita dalam cerita bergambar harus dimodifikasi dengan menggunakan
hiasan yang menarik.
6.
Guru harus lebih intensif untuk membimbing siswa yang terlihat pasif
pada saat pembelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
69
Di bawah ini adalah hasil transip membaca nyaring siswa pada kategori
rendah, sedang, dan tinggi pada siklus I
Membersikan Lingkungan Rumah
Hari Minggu keluarga Arini kerja bakti. (berhenti) Arini menyapu
halaman rumah. (berhenti sejenak, seharusnya berhenti) Ibu Arini
membersihkan taman (kata taman pada teks dibaca tanah) dan kolam.
(kata membersihkan pada teks semula dibaca mem, kemudian
dikoreksi dibaca membersihkan) Ayah Arini menana...(akhiran-m
dihilangkan) pohon (kata pohon pada teks dibaca polo) di halaman.
Dimas, adik Arini mengumpulkan sampah. (kurang lancar)
Lingkungan (terputus-putus) rumah menjadi (menjadi dibaca nada
berhenti sehausnya dilanjutkan membaca kata berikutnya) rapi. Rumah
Arini … (kata bersih dihilangkan) dan sehat. Saluran airnya juga (kata
juga pada teks semula dibaca ju, kemudian dikoreksi dibaca juga)
lancar. Halaman … (kata rumah dihilangkan) kelihatan segar.
Bunga-bunga taman berwarna-…. (kata warni dihilangkan).
Menambah keindahan (kata keindahan pada teks dibaca indah) rumah
Arini.
Udara … (kata segar dihilangkan) membuat lingkungan nyaman.
Seluruh keluarga nyaman (kurang lancar) tinggal di rumah. (berhenti
sejenak pada kata rumah seharusnya berhenti) Selain itu, (tanpa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
70
berhenti sejenak) rumah kelihatan (kurang lancar) indah.Arini merasa
(dibaca me kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan rasa) senang.
(Kategori rendah, nama A, hari Selasa 12 April 2016, judul cerita
“Membersihkan Lingkungan Rumah ”.
Dari hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa berinisial A
masih kurang dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu ketepatan, lafal,
intonasi, kelancaran, kenyaringan, dan tanda baca. Dari aspek ketepatan, A
masih kurang tepat pungtuasi (tanda baca) dalam membaca. Hal ini terlihat
ketika kata menanam dibaca menana (akhiraan-m dihilangkan). Kata
penyambung dan dihilangkan). Kata rumah, dihilangkan, kata warni , dan
kata segar dihilangkan masih kurang tepat. Hal ini terlihat ketika kata
menjadi dibaca dengan nada berhenti (jedah), seharusnya dilanjutkan
membaca kata berikutnya. Kata rumah dibaca dengan nada berhenti sejenak
(tanda koma), seharusnya dibaca dengan nada berhenti (tanda titik). Kata
selain itu dibaca dengan nada berhenti (tanda baca titik), seharusnya dibaca
dengan nada berhenti sejenak (tanda baca koma).
A juga kurang lancar pungtuasi ( tanda baca ) dalam membaca. Kata
membersihkan pada teks semula dibaca mem, kemudian dikoreksi dibaca
membersihkan. Ketika membaca kata sampah, nyaman, kelihatan masih
terbatah-bata. Kata tanaman di teks dibaca tanah. Kata pohon di teks dibaca
polo
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
71
Dari aspek kenyaringan, A ini masih membaca dengan suara yang
kurang nyaring.
Membersikan Lingkungan Rumah
Hari Minggu keluarga Arini kerja bakti. (berhenti) Arini menyapu
(dibaca menya kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan pu) halaman
rumah. Ibu Arini membersihkan (kata membersihkan dihilangkan) taman
dan kolam. Ayah Arini menanam pohon (kata pohon berhenti, harusnya
dilanjutkan membaca kata berikutnya) di halaman. Dimas, adik Arini
mengumpulkan sampah.
Lingkungan (kata lingkungan pada teks semula dibaca lingkung
kemudian dikoreksi dibaca lingkungan) rumah Arini menjadi rapi. Rumah
Arini bersih dan sehat. Saluran airnya juga lancar. Halaman rumah kelihatan
segar.
Bunga-bunga di taman (dibaca tam kemudian berhenti sejenak,
dilanjutkan an) berwarna-warni. Menambah keindahan rumah Arini.
Udara segar (kata segar dihilangkan) membuat lingkungan nyaman.
Seluruh keluarga nyaman (dibaca nya kemudian berhenti sejenak,
dilanjutkan man) tinggal di rumah. Selain itu, rumah kelihatan indah. Arini
merasa senang.
(Kategori rendah, nama T, hari Selasa 12 April 2016, judul cerita
“Taman di sekitar rumahku”.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
72
Dari hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa berinisial T
sudah cukup baik dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu kecepatan, lafal,
intonasi, dan kenyaringan. Dari aspek membaca sudah cukup tepat pungtuasi
( tanda baca ) dalam membaca. Namun, masih terdapat kata yang dibaca
dengan kurang tepat. Kata lingkungan semula dibaca lingkung, kemudian
dikoreksi dibaca lingkungan. T juga membaca tulisan dengan lafal yang
cukup. Intonasi sudah cukup tepat. Namun, ada beberapa kalimat yang dibaca
dengan intonasi yang kurang tepat. Kata pohon dibaca dingan nada berhenti
sejenak (jeda) seharusnya dilanjutkan membaca kata berikutnya.
T sudah cukup lancar dalam membaca tulisan. Namun, masih terdapat
beberapa kata yang kurang lancar dibaca. Kata menyapu dibaca menya
kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan pu.
Kata lingkungan pada teks semula dibaca lingkung, kemudian dikoreksi
dibaca lingkungan. Kata segar dihilangkan. Kata taman dibaca tam kemudian
berhenti sejenak, dilanjutkan an.
T sudah cukup nyaring dalam membaca.
Membersikan Lingkungan Rumah
Hari Minggu keluarga Arini kerja bakti. Arini menyapu halaman rumah.
Ibu Arini membersihkan taman dan kolam.Ayah Arini menanam pohon di
halaman.Dimas, adik Arini mengumpulkan sampah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
73
Lingkungan rumah Arini menjadi rapi. Rumah Arini bersih dan sehat.
Saluran (kata saluran pada teks semula dibaca salu, kemudian dikoreksi
dibaca saluran) airnya juga lancar. Halaman rumah kelihatan segar.
Bunga-bunga di taman berwarna-warni. Menambah keindahan rumah
Arini.
Udara segar membuat lingkungan nyaman. Seluruh keluarga nyaman
(kata nyaman pada teks semula dibaca aman, kemudian dikoreksi dibaca
nyaman) tinggal di rumah. Selain itu, rumah kelihatan indah. Arini merasa
senang.
(Kategori rendah, nama F, hari Selasa 12 April 2016, judul cerita
“Taman di sekitar rumahku”.
Dari hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa berinisial F
sudah baik dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu ketepatan, lafal,
intonasi, kelancaran, dan tulisan. Namun, masih terdapat kata yang dibaca
dengan kurang tepat. Kata saluran teks dibaca salu, kemudian dikoreksi dibaca
saluran. F juga membaca dengan lafal yang kurang tepat. Intonasi sudah tepat.
F sudah lancar juga dalam membaca tulisan. Namun, masih terdapat satu kata
yang kurang lancar dibaca. Kata nyaman pada teks semula dibaca aman,
kemudian dikoreksi dibaca nyaman.
Dari aspek kenyaringan, F sudah membaca dengan suara yang nyaring.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
74
Dengan menggunakan media cerita bergambar, dapat dilihat bahwa nilai
rerata kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman
pada tingkat siklus I mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan nlai
rerata pada kondisi awal. Peningkatan kemampuan membaca nyaring pada
siklus I sebesar 66 kondisi awalnya 60 meningkat menjadi 66 Untuk lebih
jelasnya lihat tabel berikut.
Tabel 4.1 Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring
Siklus I Pertemuan 1
Nomor
Absen
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
Ketepatan
2
2
1
4
3
4
4
3
2
2
1
4
3
Lafal
3
2
3
2
4
4
3
2
3
2
3
2
4
Aspek yang Dinilai
Intonasi Kelancaran
2
1
3
4
2
4
2
2
1
2
4
3
3
2
1
2
3
1
3
4
2
4
2
2
1
2
Kenyaringan
2
4
2
2
2
3
2
4
3
4
2
2
2
Jumlah
Nilai
10
15
12
12
12
18
14
12
10
15
12
12
12
Skor
50
75
60
60
60
90
70
60
50
75
60
60
60
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
75
14
15
16
17
18
19
20
Jumlah
4
4
3
2
2
1
4
55
4
4
2
3
2
3
2
57
4
3
1
2
3
2
2
46
3
2
2
1
4
4
2
51
3
1
4
2
4
2
2
52
Rerata
18
14
12
10
15
12
12
259
90
70
60
50
75
60
60
1295
64
Tabel 4.2 Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring
Siklus I Pertemuan 2
Nomor
Aspek yang Dinilai
Absen Ketepatan Lafal Intonasi Kelancaran
1
1
3
2
2
2
2
4
4
3
3
2
2
3
4
4
4
1
3
2
5
4
1
3
2
6
4
4
4
3
7
2
4
3
2
8
3
2
1
2
9
4
1
3
2
10
2
2
3
4
11
1
3
2
4
12
2
2
3
4
13
3
4
1
2
14
4
4
3
3
15
4
3
3
2
16
3
2
1
2
Kenyaringan
4
3
4
3
3
3
3
4
3
4
2
4
2
4
2
4
Jumlah Skor
Nilai
12
60
16
80
15
75
13
65
13
65
18
90
14
70
12
60
13
65
15
75
12
60
15
75
12
60
18
90
14
70
12
60
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
76
17
18
19
20
Jumlah
3
2
3
4
57
2
2
3
3
52
1
3
3
3
53
2
4
4
2
55
4
4
4
2
65
Rerata
12
15
17
14
60
75
60
70
282
1385
69
Tabel 4.3 Penilaian Membaca Nyaring
Siklus I Pertemuan 1dan 2
Nomor
Absen
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
Nama
Siswa
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
Pertemuan
I
50
75
60
60
60
90
70
60
50
75
60
60
60
90
Peremuan
II
60
80
75
65
65
90
70
60
65
75
60
75
60
90
Rerata
Keterangan
55
77
67
62
62
90
70
60
57
75
60
67
60
90
Tidak tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak tuntas
Tidak tuntas
Tuntas
Tuntas
Tidak tuntas
Tidak tuntas
Tuntas
Tidak tuntas
Tuntas
Tidak tuntas
Tuntas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
77
15
16
17
18
19
20
O
P
Q
R
S
T
70
60
50
75
60
60
70
60
60
75
60
70
80
60
55
75
60
65
Tuntas
Tidak tuntas
Tidak tuntas
Tuntas
Tidak tuntas
Tuntas
Dari tabel penilaian membaca nyaring siklus I pertemuan 1 dan 2 di atas
jumlah siswa yang tuntas dalam membaca nyaring ada 10 siswa dan yang tidak
tuntas ada 10 siswa.
Tabel 4.4 Nilai Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Pada
kondisi Awal dan Siklus I
Kelas
II SD
Nilai Rerata
Kondisi Awal
Siklus I
60
66
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
78
Peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri
Dukuh 2 Sleman pada siklus I juga dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siklus I
100
90
80
70
Kondisi Awal
60
50
40
Siklus I
60
66
30
20
10
0
Kondisi A wal
Siklus I
Gambar 4.1 Diagram Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa
Pada Siklus I
Berdasarkan grafik peningkatan skor rata-rata kemampuan membaca
nyaring siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal nilai rata-rata kemampuan
membaca nyaring kelas II adalah 60 termasuk dalam kategori cukup. Setelah
dilakukan tindakan siklus I, terjadi peningkatan kemampuan membaca nyaring
siswa yaitu rata-rata kemampuan membaca nyaring siswa kelas II sebesar 66.
Termasuk kategori baik, kategori kurang ada 2 siswa kategori cukup ada 8 siswa,
dan kategori baik ada 10 siswa. Nilai rata-rata kemampuan membaca nyaring
belum mencapai target yang ditentukan peneliti yaitu 70. Berdasarkan dengan hasil
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
79
hasil tersebut, peneliti ingin meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa
pada mata pelajaran bahasa Indonesia. Untuk itu peneliti melanjutkan pada siklus
II. Pada siklus II ini dilakukan pembelajaran yang sama yaitu menggunakan media
cerita bergambar tetapi judul cerita bergambar itu berbeda-beda. Pada siklus ini
terjadi peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II sebesar 76. Nilai
rata-rata kemampuan membaca pada siklus II sebesar 76 sudah mencapai target
yang telah ditentukan sebelumnya adalah 76. Berdasarkan pencapaian kemampuan
membaca siswa di atas, maka peneliti ini dihentikan sampai siklus II.
Untuk mengetahui keberhasilan siswa dalam membaca nyaring pada siklus
I dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.5 Keberhasilan Siswa dalam Membaca Nyaring Pada Siklus I
No
Angka
Kriteria
1
2
3
4
80 – 100
66 – 79
56 – 65
40 – 55
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Jumlah
Siswa
0
10
8
2
Berdasarkan permasalahan pada siklus I, maka dilakukan revisi guna
memperbaiki tindakan, kekurangan-kekurangan atau kesalahan-kesalahan yang
ada pada pelaksanaan siklus I. hal-hal yang dilakukan antara lain.
1. Guru menjelaskan teknik-teknik membaca nyaring yang benar sebelum
memulai pembelajaran.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
80
2. Guru mengoreksi dan mebenarkan kesalahan-kelasalahan siswa saat
membaca nyaring.
3. Cerita dalam cerita bergambar lebih dimodifikasi, dengan menggunakan
hiasan yang menarik.
4. Guru mengubah tempat duduk siswa. Tempat duduk siswa yang semua
hanya bisa menghadap ke satu arah, diubah membentuk huruf “U”. Hal ini
untuk memudahkan guru dalam memantau kondisi kelas selama evaluasi
membaca nyaring berlangsung.
4.1.2 Perencanaan Tindakan Siklus II
Untuk melaksanakan tindakan diperlukan suatu persiapan skenario
pembelajaran atau Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), media cerita
bergambar, lembar observasi terhadap guru dan siswa, serta lembar penilaian
terhadap kemampuan membaca nyaring siswa. Adapun untuk Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan media cerita bergambar disesuaikan dengan
tema kelas II SD.
4.1.2.1 Pelaksanaan Tindakan Siklus II
Tindakan siklus II dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pelaksanaan
masing-masing pertemuan akan dijelaskan sebagai berikut.
1. Siklus II Pertemuan I
Pertemuan II siklus I ini dilaksanakan pada tanggal 26 April 2016 yang
bealokasi waktu 2x35 menit.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
81
Pada kegiatan awal guru memulai dengan salam, doa, dan prenentasi siswa.
Kemudian guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan yaitu “Anak-anak,
siapakah yang sudah pernah membaca cerita?”, membagikan dan menunjukan
media cerita bergambar yang berjudul “Gigiku Sayang Gigiku Malang”.
Orentasi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Guru memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu dalam video.
Kegiatan inti dalam eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa
mengenai pelajaran pada minggu sebelumnya. Elaborasi guru menjelaskan tentang
hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring
dengan lafal dan intonasi yang tepat, melalui media cerita bergambar, guru
memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media cerita bergambar, siswa
menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar, guru dan siswa membaca
nyaring cerita bergambar yang berjudul “Gigiku Sayang Gigiku Malang”, guru
meminta siswa untuk membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat
secara klasikal, guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi teks cerita
bergambar, guru meminta siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan
kelas, siswa lain memperhatikan temannya yang mendapat giliran membaca, guru
mengevaluasi siswa membaca cerita bergambar di depan kelas dengan
memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring.
Guru membimbing dan membenarkan jika siswa yang mengalami
kesalahan dalam membaca nyaring, guru membagikan LKS, guru memberikan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
82
petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan siswa pada LKS, guru berkeliling
untuk membimbing siswa yang sedang mengerjakan LKS, siswa mengumpulkan
hasil pekerjaan, guru dan siswa membahas hasil LKS, guru memberikan penegasan
kembali mengenai pelajaran yang telah dipelajari.
Konfirmasi memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa,
memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif
selama pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan
manfaat
dari
pembelajaran
yang telah
dilaksanakan,
mengajak
siswa
merefleksikan kembali kegiatan yang sudah dilakukan selama pembelajaran,
sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca apa saja di rumah, doa,
dan salam penutup.
2. Siklus II Pertemuan II
Pertemuan I siklus II ini dilaksanakan pada Kamis 5 Mei 2016 yang
bealokasi waktu 2x35 menit.
Pada kegiatan awal guru memulai dengan salam, doa, dan presentasi siswa.
Kemudian guru memberikan apersepsi berupa pertanyaan yaitu “Anak-anak,
siapakah yang sudah pernah membaca cerita?”, membagikan dan menunjukan
media cerita bergambar yang berjudul “Musim Hujan”.
Orentasi guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari.
Guru memberikan motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu dalam video.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
83
Kegiatan inti dalam eksplorasi, guru bertanya jawab dengan siswa
mengenai pelajaran pada minggu sebelumnya. Dalam elaborasi guru menjelaskan
tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca
nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat, melalui media cerita bergambar, guru
memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media cerita bergambar, siswa
menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar, guru dan siswa membaca
nyaring cerita bergambar yang berjudul “Musim Hujan”.
Guru meminta siswa untuk membaca nyaring cerita dengan lafal dan
intonasi yang tepat secara klasikal, guru melakukan tanya jawab dengan siswa
mengenai si teks cerita bergambar, guru meminta siswa membaca nyaring cerita
secara bergiliran di depan kelas, siswa lain memperhatikan temannya yang
mendapat giliran membaca, guru mengevaluasi siswa membaca cerita bergambar
di depan kelas dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring, guru
membimbing dan membenarkan jika siswa yang mengalami kesalahan dalam
membaca nyaring.
Guru membagikan LKS, guru memberikan petunjuk atau intruksi yang
harus dikerjakan siswa pada LKS, guru berkeliling untuk membimbing siswa yang
sedang mengerjakan LKS, siswa mengumpulkan hasil pekerjaan, guru dan siswa
membahas hasil LKS, guru memberikan penegasan kembali mengenai pelajaran
yang telah dipelajari.
Konfirmasi memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa,
memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum berpartisipasi aktif
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
84
selama pembelajaran, memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
Kegiatan akhir guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan
manfaat
dari
pembelajaran
yang telah
dilaksanakan,
mengajak
siswa
merefleksikan kembali kegiatanyang sudah dilakukan selama pembelajaran,
sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca apa saja di rumah, doa,
dan salam penutup.
3. Observasi Tindakan Siklus II
Observasi dilakukan saat pembelajaran berlangsung. Pengamatan pada
siklus II ini, dilakukan oleh peneliti dan guru. berdasarkan hasil pengamatan yang
dilakukan pada siklus II, siswa sudah mulai terbiasa dengan keberadaan peneliti.
Penggunaan media pada siklus II ini sangat membantu dalam pembelajaran
tersebut. Pelaksanaan pembelajaran oleh siswa pada siklus II sudah menunjukkan
peningkatan apabila dibandingkan dengan pembelajaran pada siklus I. Sudah bisa
mengkondisikan kelas dengan baik, siswa lainnya tidak terlihat ribut seperti pada
siklus I, guru sudah bisa memberikan bimbingan secara intensif, mengoreksi dan
membenarkan kesalahan siswa dalam membaca nyaring.
Pada kegiatan ini, siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas.
Berdasarkan pengamatan peneliti pada pertemuan I dan II pada siklus II ini, masih
ada beberapa siswa yang membaca tidak begitu memperhatikan aspek-aspek
membaca nyaring (ketepatan, lafal, intonasi, kelancaran, dan kenyaringan) atau
dengan kata lain masih terdapat kesalahan dalam membaca. Secara umum,
sebagian besar kekurangan siswa terletak pada intonasi dan kenyaringan. Akan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
85
tetapi, pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan apabila dibandingkan
dengan siklus I. Selain itu juga, proses pembelajaran pada siklus II mengalami
peningkatan.
Ketika guru memberikan beberapa pertanyaan tentang isi cerita, sebagian
besar siswa mengacungkan jarinya untuk menjawab pertanyaan, siswa sangat
antusias dalam menjawab pertanyaan dari guru.
4. Refleksi
Setelah dilaksanakan tindakan siklus II, dapat dilihat beberapa temuan baik
berasal dari siswa antara lain: proses pembelajaran membaca nyaring
menggunakan media cerita bergambar semakin meningkat. Hal ini ditunjukkan
dengan adanya peningkatan dalam merespon guru saat menyimpulkan isi cerita
yang dibaca. Siklus II ini sudah mengalami peningkatan apabila dibandingkan
dengan siklus I. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan nilai membaca
nyaring setelah diberikan tindakan menggunakan media cerita bergambar. Namun
demikian, masih ada beberapa siswa pada siklus II ini sudah mengalami
peningkatan apabila dibandingkan dengan siklus I.
Secara umum tahap pembelajaran membaca nyaring dengan menggunakan
media cerita bergambar sudah terlaksana dengan baik dan mampu membaca
nyaring.
Di bawah ini adalah hasil transkrip membaca nyaring siswa pada kategori
rendah, sedang, dan tinggi pada siklus II.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
86
Gigiku Sayang Gigiku Malang
Janua suka sekali makan permen. Setiap hari, dia membeli permen di toko
Pak Min. ibu selalu mengingatkan agar mengurangi (kata mengurang pada
teks semula dibaca mengu, kemudian dikoreksi dibaca mengurangi)
permen. Janua tidak mendengar (kata mendengar berhenti sejenak
seharusnya langsung membaca kata berikutnya) nasehat ibu. “Baik, kalau
(kata kalau pada teks semula dibaca kala, kemudian dikoreksi dibaca
kalau) begitu kamu harus rajin gosok gigi!” pesan ibu pada Janua.
Janua mengangguk. Sayang… (kata ganti nya dihilangkan), Janua
selalu saja melupakan pesan ibu. Pagi-pagi, (tanpa berhenti sejenak) cuaca
mendung tanda akan hujan. Udara (kata udara semula dibaca ud, kemudian
dikoreksi dibaca udara) sangat dingin. Tiba-tiba Janua menghampiri (kata
menghampiri
kurang
lacar
dibaca)
ibu
dan
menangis.
“hu…hu…hu…hu...”.tangis Janua. “Aduh gigimu ada lubangnya!” kata ibu.
Sore hari, ibu mengantarkan Janua ke dokter gigi.
Dokter menyarankan agar gigi Janua dicabut. Lubang di gigi Janua sudah
besar. Jika tidak segera di cabut, akan berakibat buruk. “Janua tidak rajin
sikat gigi, ya?” (dibaca dengan nada datar/kalimat pernyataan,
seharusnya dibaca dengan nada kalimat tanya) Tanya Ibu Dokter.
Seharusnya kamu sikat gigi dua kali sehari! Lanjutnya. Janua mengangguk.
Itulah akibatnya kalau tidak mendengar nasihat ibu! Ibu mendambahkan. Janua
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
87
berjanji akan mengurangi (kurang lancar)makan permen. Janua tidak mau
giginya sakit lagi.
(Kategori rendah, nama E Pada 26 April 2016, dengan judul cerita
“Gigiku Sayang Gigiku Malang”).
Dalam hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa E masih
kurang dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu ketepatan, lafal, intonasi,
kelancaran, dan kenyaringan. Dari aspek ketepatan, E masih kurang tepat
pungtuasi ( tanda baca ) dalam membaca. Hal ini terlihat ketika kata
mengurangi dibaca mengu (kata rangi dihilangkan). Terkadang,E juga
membaca tulisan dengan lafal yang kurang wajar. Intonasi juga masih kurang
tepat. Hal ini terlihat ketika kata mendengar dibaca dengan nada berhenti
sejenak (jeda), padahal seharusnya dilanjutkan membaca kata berikutnya. Kata
pagi-pagi tanpa berhenti sejenak (tanda baca koma), langsung dilanjutkan
membaca kata berikutnya. Kalimat Janua tidak rajin sikat gigi, ya? Dibaca
dengan nada datar/kalimat pernyataan, seharusnya dibaca dengan nada kalimat
tanya. E juga masih kurang lancar dalam membaca tulisan. Kata udara pada teks
dibaca ud, kemudian dikoreksi dibaca udara. Ketika membaca kata
menghampiri masih agak terbata-bata. Dari aspek-aspek kenyaringan, E masih
membaca dengan suara kurang nyaring.
Gigiku Sayang Gigiku Malang
Janua suka sekali makan permen. Setiap hari, dia membeli permen di toko
Pak Min. ibu selalu mengingatkan agar mengurangi permen. Janua tidak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
88
mendengar nasehat ibu. “Baik, kalau begitu kamu harus rajin gosok gigi!” pesan
ibu pada Janua.Janua mengangg….. (akhiran-uk dihilangkan). Sayang….
(kata ganti nya dihilangkan), Janua selalu saja melup (berhenti sejenak) akan
pesan ibu. Pagi-pagi, cuaca mendung (kata mendung, kemudian diulangi
dibaca mendung) tanda akan hujan. Udara sangat dingin. Tiba-tiba Janua
menghampiri ibu dan menangis. “hu…hu…hu…hu…. ”.tangis Janua.“Aduh
gigimu ada lubangnya!” kata ibu.Sore hari, ibu mengantarkan Janua ke dokter
gigi. Dokter menyarankan agar gigi Janua dicabut. Lubang di gigi Janua sudah
besar. Jika tidak segera di cabut, akan berakibat buruk. “Janua tidak rajin sikat
gigi, ya? Tanya ibu Dokter. Seharusnya kamu sikat gigi dua kali sehari!
Lanjutnya. Janua mengangguk. Itulah akibat (berhenti sejenak) nya kalau
tidak mendengar nasihat ibu! Ibu mendambahkan. Janua berjanji akan
mengurangi makan permen. Janua tidak mau giginya sakit lagi.
Dari hasil membaca nyaring di atas, tampak siswa berinsisial I sudah
cukup baik dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu ketepatan, lafal,
intonasi, kelancaran dan kenyaringan. Namun, masih terdapat kata yang dibaca
dengan kurang tepat. Hal ini terlihat ketika kata mengangguk dibaca mengang
(akhiran-uk dihilangkan). Kata sayangnya dibaca sayang (kata ganti nya
dihilangkan). I juga membaca tulisan dengan lafal yang cukup tepat. Intonasi
sudah cukup tepat. namun ada beberapa kata yang kurang lancar dibaca. Kata
melupakan dibaca melu kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan kan. Kata
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
89
mendung dibaca mendung, kemudian diulangi dibaca mendung. Kata akibat
kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan nya.
Dari aspek kenyaringan, I sudah cukup nyaring dalam membaca.
Gigiku Sayang Gigiku Malang
Janua suka sekali makan permen. Setiap hari, dia membeli permen di toko
Pak Min. ibu selalu mengingatkan agar mengurangi permen. Janua tidak
mendengar nasehat ibu. “Baik, kalau begitu kamu harus rajin gosok gigi!” pesan
ibu pada Janua.
Janua mengangguk. Sayangnya, Janua selalu saja melupakan pesan ibu.
Pagi-pagi, cuaca mendung tanda akan hujan. Udara sangat dingin. Tiba-tiba
Janua menghampiri ibu dan menangis. “ hu…hu…hu…hu..”.tangis Janua.
“Aduh gigimu ada lubang (berhenti sejenak) nya!” kata ibu. Sore hari, ibu
mengantarkan Janua ke dokter gigi. Dokter menyarankan agar gigi Janua
dicabut (kurang lancar). Lubang di gigi Janua sudah besar. Jika tidak segera
di cabut, akan berakibat buruk. “Janua tidak rajin sikat gigi, ya? Tanya pak
Dokter. Seharus… (akhiran-nya dihilangkan) kamu sikat gigi dua kali sehari!
Lanjutnya. Janua mengangguk. Itulah akibatnya kalau tidak mendengar nasihat
ibu! Ibu mendambahkan. Janua berjanji akan mengurangi makan permen. Janua
tidak mau giginya sakit lagi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
90
Kategori tinggi, nama N judul cerita “Gigiku Gigiku Sayang”.
Dalam hasil transip membaca nyaring di atas, tampak siswa berinisial N
sudah baik dalam aspek-aspek membaca nyaring, yaitu ketepatan, lafal,
intonasi, kelancaran dan kenyaringan. Dari aspek ketepatan, N sudah tepat
pungtuasi (tanda baca) dalam membaca. Namun, masih terdapat kata yag dibaca
dengan kurang tepat. Hal ini terlihat ketika kata seharusnya dibaca seharus
(akhiran-nya dihilangkan). N juga membaca tulisan dengan lafal yang tepat.
Intonasi sudah tepat. N juga lancar dalam membaca tulisan. Namun, masih
terdapat satu kata yang kurang lancar dibaca. Kata lubangnya dibaca lubang
kemudian berhenti sejenak, dilanjutkan nya. Ketika membaca kata dicabut
masih agak terbata-bata. Dari aspek kenyaringan N Sudah membaca dengan
suara yang nyaring.
Dengan menggunakan media cerita bergambar, dapat dilihat bahwa nilai
rerata kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman
pada tindakan siklus II mengalami peningkatan apabila dibandingkan dengan
nilai rerata pada siklus I. Peningkatan kemampuan membaca nyaring pada
siklus II sebesar 76 kondisi awal 60 meningkat menjadi 76 untuk lebih jelasnya
lihat tabel berikut.
Tabel 4.6 Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring
Siklus II Pertemuan 1
Nomor
Aspek yang Dinilai
Absen Ketepatan Lafal Intonasi Kelancaran
1
2
2
3
4
2
2
4
4
3
Kenyaringan
4
3
Jumlah Skor
Nilai
15
75
16
80
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
91
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Jumlah
2
1
1
4
2
3
2
2
4
2
2
4
3
3
3
2
4
2
53
2
4
4
4
4
4
2
2
1
4
2
4
2
2
2
2
3
4
55
3
3
3
4
4
3
3
3
3
4
3
4
3
3
3
3
3
4
66
4
2
2
3
3
2
4
4
2
3
4
3
2
2
2
4
2
3
58
4
4
4
3
3
3
4
4
3
3
4
3
4
4
4
4
2
3
70
15
14
14
18
16
15
15
15
13
16
15
18
14
14
14
15
14
16
302
Rerata
Tabel 4.7 Penilaian Kemampuan Membaca Nyaring
Siklus II Pertemuan 2
Nomer
Aspek yang Dinilai
Absen Ketepatan Lafal Intonasi Kelancaran
1
3
2
3
4
2
4
4
4
3
Jumlah
Kenyaringan Nilai
4
16
3
18
Skor
80
90
75
70
70
90
80
75
75
75
65
80
75
90
70
70
70
75
70
80
1510
75
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
92
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Jumlah
2
3
2
4
2
3
4
2
2
3
3
4
3
2
2
2
4
2
56
2
4
2
4
3
4
3
2
3
2
3
4
3
2
4
2
3
4
60
3
3
3
4
3
3
3
3
3
3
3
4
3
3
4
4
3
4
66
4
2
4
3
2
2
2
4
2
4
2
3
2
4
3
4
2
3
59
4
3
4
3
4
3
2
4
4
4
4
3
4
4
3
4
3
4
71
15
15
15
18
14
15
14
15
14
16
15
18
15
15
16
16
15
17
312
Rerata
75
75
75
90
70
75
70
75
70
75
75
90
70
75
80
80
75
85
1550
77
Tabel 4.8 Penilaian Membaca Nyaring
Siklus II Pertemuan 1 dan 2
Nomor
Absen
1
2
3
4
Nama
Siswa
A
B
C
D
Pertemuan
I
75
80
75
70
Peremuan
II
80
90
75
75
Rerata
Keterangan
77
85
75
72
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
93
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
70
90
80
75
75
75
65
80
75
90
70
70
70
75
70
80
75
90
70
75
70
75
70
75
75
90
70
75
80
80
75
85
72
90
75
75
72
75
67
77
75
90
70
72
75
75
72
82
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Tuntas
Dari tabel penilaian membaca nyaring siklus II pertemuan 1 dan 2 di
atas jumlah siswa dalam membaca nyaring semuanya tuntas.
Tabel 4.9 Nilai Rerata Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Pada
Kondisi Awal, Siklus I, dan Siklus II
Kelas
II SD
Nilai Rerata
Kondisi Awal Siklus I
60
66
Siklus II
76
Peningkatan kemampuan membaca nyaring siswa kelas II SD Ngeri
Dukuh 2 Sleman pada siklus II juga dapat dilihat pada diagram di bawah ini.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
94
Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siklus
100
90
80
70
60
50
40
30
20
10
0
II
Kondisi Awal
76,
%
66
60
%5
Kondisi A wal
Siklus I
Siklus I
Siklus II
Siklus I I
Gambar 4.2 Diagram Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring Siswa Pada
Siklus II
Berdasarkan grafik peningkatan skor rata-rata kemampuan membaca
nyaring siswa mengalami peningkatan dari kondisi awal, siklus I, dan Siklus II.
Peneliti menetapkan KKM mata pelajaran bahasa Indonesia di SD Negeri Dukuh
2 Sleman sebesar 76 sehingga siswa dinyatakan tuntas. Nilai rata-rata kelas kondisi
awal adalah 60. Pada siklus I nilai rata-rata kemampuan membaca siswa
mengalami peningkatan dari kondisi awal. Rata-rata nilai kemampuan membaca
nyaring siswa pada siklus I adalah 66. Termasuk kategori baik, kategori kurang
ada 2 siswa, kategori cukup ada 8 siswa, dan kategori baik ada 10 siswa. Pada
Siklus II nilai rata-rata kemampuan membaca nyaring siswa mengalami
peningkatan dari sebelumnya. Rata-rata nilai kemampuan membaca siswa pada
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
95
siklus II adalah 76 siswa mendapat nilai di atas KKM. Kategori baik ada 13 siswa,
kategori sangat baik ada 7 siswa. Berdasarkan dengan hasil tersebut, peneliti
dihentikan sampai siklus II.
Untuk mengetahui keberhasilan dalam membaca nyring pada siklus II
dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.10 Keberhasilan Siswa dalam Membaca Nyaring Pada Siklus II
No
Angka
Kriteria
1
2
3
4
80-100
66-79
56-65
40-55
Sangat baik
Baik
Cukup
Kurang
Jumlah
Siswa
7
13
0
0
Untuk mengetahui pencapaian KKM siswa dalam membaca nyaring dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.11 Pencapaian KKM dalam Peningkatan Membaca Nyaring.
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
Nama
siswa
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Nilai Rerata
Kondisi Siklus Siklus
Awal
I
II
50
55
77
65
77
85
51
67
75
66
62
72
67
62
72
67
90
90
60
70
75
50
60
75
56
57
72
56
75
75
66
60
67
50
67
77
50
60
75
65
90
90
66
80
70
63
60
72
KKM
Naik
Tetap
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
-
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
96
17
18
19
20
Q
R
S
T
66
65
66
55
55
75
60
65
75
75
72
82
√
√
√
√
-
Dari tabel penilaian dalam peningkatan membaca nyaring pada siklus II
sudah tercapai.
4.2
Pembahasan
4.2.1 Siklus I
Sesuai dengan kriteri keberhasilan, tindakan dikatakan berhasil jika 75 dari
jumlah siswa nilai minimal 65. Pada tindakan siklus I, 66 dari jumlah siswa kelas
II SD Negeri 2 Sleman yang mengikuti proses pembelajaran membaca nyaring
dengan menggunakan media cerita bergambar telah memperoleh nilai lebih besar
atau sama dengan 65. Kemampuan membaca nyaring siswa meningkat sebesar dari
kondisi awal 60 Meningkat 66. Jadi, tindakan siklus I dinyatakan berhasil.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleeh peneliti, pada saat
pembelajaran berlangsung sebagian besar siswa terlihat antusias. Namun, masih
ada beberapa siswa yang terlihat tidak begitu antusias dalam mengikuti pelajaran.
Hal ini terlihat masih ada beberapa siswa yang ketika ada temannya membaca di
depan kelas, siswa tersebut tidak menyimak dan memperhatikan temannya.
Beberapa siswa ada yang jalan-jalan menghampiri temannya dan ada juga yang
bercakap-cakap dengan temannya. Jika siswa tidak memperhatikan temannya yang
sedang membaca di depan, maka siswa tersebut tidak mengetahui letak-letak
kesalahan dalam membaca nyaring. Hal ini dikarenakan pada saat ada siswa yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
97
membaca di depan kelas, jika terdapat kesalahan-kesalahan dalam membaca maka
guru mengoreksi dan membenarkannya.
Berdasarkan penilaian membaca nyaring pada siklus I, sebagian besar
siswa memperoleh nilai kategori baik yaitu pada rentang 66-79. Namun, masih ada
2 siswa dari jumlah siswa yang memperoleh nilai di bawah 65. Berdasarkan
wawancara dengan guru, ada faktor penyebab rendahnya nilai membaca nyaring
dari kedua siswa tersebut. Satu diantaranya memang sebelumnya pernah tinggal
kelas, mempunyai prestasi yang rendah dibandingkan dengan temannya yang lain,
dan satu diantaranya mempunyai motivasi yang rendah dalam belajar. Memang
wajar jika motivasi belajarnya rendah, maka siswa tersebut enggan untuk belajar.
Selama pembelajaran berlangsung, mereka ribut, bermain dan bercakap-cakap
dengan temannya. Terkadang mereka juga tidak memperhatikan dan merespon
perintah guru.
4.2.2 Siklus II
Pada siklus II ini, proses pembelajaran membaca nyaring semakin
meningkat apabila dibandingkan pada siklus I. Hal ini sesuai pendapat Prasetyono
(2008:82-83) bahwa beberapa manfaat cerita bergambar yaitu menarik perhatian
siswa dan menimbulkan motivasi atau merangsang siswa. Guru juga semakin
intensif memberikan bimbingan kepada siswa dalam membaca nyaring.
Pada tindakan siklus II, 100 dari jumlah siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2
Sleman yang mengikuti proses pembelajaran membaca nyaring dengan
menggunakan media cerita bergambar telah memperoleh nilai besar atau sama
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
98
dengan 65. Sebagian besar siswa memperoleh nilai kategori baik pada rentang 6679. Kemampuan membaca nyaring siswa meningkat dari kondisi awal 60
meningkat menjadi 76. Jadi, tindakan pada siklus II dinyatakan berhasil.
Penggunan media cerita bergambar dapat meningkatkan pembelajaran membaca
nyaring dengan baik. Hal ini sesuai dengan pendapat Stewing, 1980 (dalam
Santoso, 2008: 10) bahwa ada tiga manfaat dari cerita bergambar, yaitu: 1)
membantu masukan bahasa kepada siswa, 2) memberikan masukan visual bagi
siswa, dan 3) menstimulasi kemapuan dan verbal siswa.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
99
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan sebagai
berikut:
Peningkatan Kemampuan Membaca Nyaring dengan menggunakan media
cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa
kelas II SD Negeri Dukuh 2 tahun ajaran 2015/2016. Hal ini ditujukkan dari
nilai rata-rata kelas kemampuan membaca nyaring awal yang semula 60 pada
siklus I mengalami peningkatan rata-rata kelas menjadi 66 dan pada siklus II
rata-rata kelas menjadi 76. Jumlah siswa yang tuntas pada siklus I adalah 10
siswa dan jumlah siswa yang tuntas pada siklus II adalah 20 siswa.
Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran
menggunakan media cerita bergambar dapat meningkatkan kemampuan
membaca nyaring pada siswa kelas II SD Negeri Dukuh 2 Sleman.
5.2
Keterbatasan
Dalam melakukan penelitian ini peneliti menyadari adanya keterbatasan
penelitian sebagai berikut: kemampuan membaca nyaring siswa hanya dapat
diukur pada aspek kognitif saja karena sesuai dengan keterbatasan.
5.3 Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dipaparkan di atas, maka sebagai
99
upaya meningkatkan proses pembelajaran
terdapat beberapa saran sebagai
berikut.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
100
5.3.1
Guru dalam melaksanakan pembelajaran sebaiknya menggunakan
media pembelajaran yang menarik dan dapat memotivasi siswa.
Sebagaimana dalam penggunaan media cerita bergambar sehingga
proses pembelajaran membaca nyaring dapat meningkat.
5.3.2
Guru hendaknya sering melatih siswa untuk dapat membaca nyaring
dengan baik dengan tanpa rasa takut, malu, dan grogi. Selain itu juga
guru harus selalu memberikan motivasi kepada siswa agar siswa senang
dalam membaca.
5.3.3
Penggunaan media cerita bergambar dapat dijadikan alternatif dalam
upaya meningkatkan kemampuan membaca nyaring siswa.
5.3.4
Untuk Peneliti hendaknya melakukan penelitian dengan menggunakan
teknik dan media yang menarik, kreatif, dan variatif sehingga
memperkaya khasana ilmu bahasa dan meningkatkan kualitas
pendidikan
DAFTAR PUSTAKA
Arsyad, Azhar. 2009. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Anindya, Yeni. 2010. Peningkatan Kemampuan Membaca NNyaring Melalui
Media Cerita Nana Sudjana dan Ahmad Rivai. 2002. Media Pengajaran:
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
101
Penggunaan dan Pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Algensindo. Bergambar
Siswa Kelas II SD Negeri Panggang Bantul.
Akhadiah, Sabarti ,dkk. 1992. Bahasa Indonesia I. Jakarta: Depdikbud.
Arikunto. 2010. Penelitian Tindakan Kelas. Yogyakarta: Aditya Media
Abdurrahman. 2003. Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta:
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan bersama Rineka Cipta.
Adler & Doren. 2007. How to Read a Book: Cara Jitu Mencapai Puncak Tujuan
Membaca. Penerjemah: A. Santoso dan Ajeng AP. Jakarta: Indonesia Publishing.
Dwy Ester. 2010. Peningkatan Kemampuan Membaca Permulaan Melalui
Media Pembelajaran Kartu Bergambar Pada Siswa Kelas I SD Negeri
Jajar I Laweyan Surakarta
Haryadi dan Zamzani. 1996. Peningkatan Keterampilan Berbahasa Indonesia. Jakarta:
Depdikbud.
Kelompok Studi Bahasa dan Sastra Indonesia. 1991. Keterampilan Membaca dan
Menulis.Malang:YA3
Nurgiyantoro Burhan. 2005. Sastra Anak: Pengantar Pemahaman Dunia Anak.
Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Poerwadarminta. 1976. Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka
Prasetyono, Sunar Dwi. 2008. Rahasia Mengajarkan Gemar Membaca pada
Anak Sejak Dini. Yogyakarta: Diva Press.
Rahim Farida. 2009. Pengajaran Membaca di Sekolah Dasar. Jakarta: Bumi
Aksara.
Santoso Hari. 2008. Membangun Minat Baca Anak Usia Dini melalui Penyediaan Buku
Bergambar. Makalah. UPT Perpustakaan Universitas Negeri Malang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
102
Suyanto. 2007. English for Young Learners: Melejitkan Potensi Anak Melalui English
Class yang Fun, Asyik, dan Menarik. Jakata: Bumi Aksara.
Sadiman,
dkk.
2009.
Media
Pendidikan:
Pengertian,
Pengembangan, dan
Pemanfaatannya. Jakarta: Rajawali Pers.
Sudjana, Nana dan Rivai Ahmad. 2002. Media Pengajaran: Penggunaan dan
Pembuatannya. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
Somadayo Samsu. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca.
Yogyakarta: Graha Ilmu.
Supriyadi. 1992. Materi Pokok Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta:
Depdikbud
Soedarso. 1991. Sistem Membaca Cepat dan Efektif. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Supriyadi. 1992. Materi Pokok Pendidikan Bahasa Indonesia 2. Jakarta:
Depdikbud.
Tarigan. 2008. Membaca Sebagai Suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa.
Tampubolon. 2013. Penelitian tindakan kelas. Jakarta: Erlangga
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
103
LAMPIRAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
104
Lampiran 1
Lampiran 2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
105
PEMERINTAH KABUPATEN SLEMAN
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SEKOLAH DASAR NEGERI DUKUH 2
Alamat : Dukuh, Tridadi, Sleman, KodePos 55511.
Telp.(0274) 4360069.
Nomor Statistik Sekolah
1
0 1 0 4 0 2 0
SURAT KETERANGAN
1 0
1
8
Yang bertandatangan di bawah ini:
Nama
: Himawan Marutiarti, S,Pd.SD
NIP
: 19640314 198604 2 001
Pangkat/Golongan : Pembina/IV-A
Jabatan
: Kepala Sekolah
Instansi
: SD Negeri Dukuh 2
UPT Pelayanan Pendidikan Kec. Sleman
Menerangkan dengan sesungguhnya bahwa:
Nama
: Susana Beto
NIM
: 121134237
Program Studi
: PGSD
Jurusan
: Ilmu Pendidikan
Fakultas
: Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Perguruan Tinggi
:Universitas
Yogyakarta
Sanata
Dharma
Telah melaksanakan penelitian di SD Negeri Dukuh 2 dengan judul
Peningkatan
Kemampuan Membaca Nyaring Menggunakan Media
Cerita Bergambar Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia untuk siswa
kelas II SD Negeri Dukuh 2.
Demikian surat keterangan ini dibuat dengan sebenarnya, untuk
dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
106
SILABUS
SIKLUS I
Standar
Kompetensi
(SK)
7. Memahami
ragam
wacana
tulisan
dengan
membaca
nyaring dan
Kompetensi
Dasar (KD)
7.1 Membaca
nyaring teks
(15-20) kalimat
dengan
memperhatikan
lafal dan
intonasi yang
tepat.
Satuan Pendidikan
: Sekolah Dasar Negeri Dukuh 2 Sleman.
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas / Semester
: II / 2
Indikator
Kognitif
- Mengetahui
cara membaca
Materi
Pokok
Kegiatan Pembelajaran
media
Kegiatan awal
isian
(2 x 35 - -Indriyani
- salam pembuka, doa, dan
singkat
menit)
Apersepsi
perlu dipehatikan
Waktu
atau cerita
berdasarkan teks.
hal-hal yang
Sumber /
PERTEMUN PERTAMA
mengabsen kehadiran siswa.
1. Tertulis:
Alokasi
Bacaan
nyaring
- Menyebutkan
Penilaian
2. Pengama
tan
8 JP
Sumber :
Umi.2008.
Bahasa
Indonesia :
- Guru melakukan tanya jawab
untuk SD/MI
sesuai dengan materi yang akan
Kelas II.
dipelajari misalnya”anak-anak,
Jakarta: Pusat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
107
membaca
dalam membaca
siapakah yang sudah pernah
Perbukuan,
dalam hati.
nyaring Afektif
membaca cerita?
Departemen
- - Guru membagikan dan
- Menunjukkan
sikap berani
dalam membaca
nyaring cerita
menunjukkan media cerita
Nasional.
bergambar yang
berjudul”Membersihkan
Lingkungan Rumah”
bergambar di
Orentasi
depan kelas.
- Guru menyampaikan tujuan
Psikomotorik
pembelajaran yang akan
- Mengerjakan
dipelajari hari ini.
soal berdasarkan
Motivasi
teks dengan baik
- Guru memberikan
dan benar.
Pendidikan
motivasi kepada siswa agar
semangat dalam mengikuti
-
- Suyanto, dkk.
2008. Indahnya
Bahasa dan
Sastra Indonesia
: untuk SD/MI
Kelas II. Jakarta:
Pusat
Perbukuan,
Departemen
Pendidikan
Nasional.
pelajaran dengan mengikuti
gerak dan lagu (video)
Kegiatan Inti
Eksplorasi
.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
108
- Guru bertanya jawab
dengan siswa mengenai
pelajaran minggu
sebelumnya
-
Elaborasi
-
siswa duduk sesuai
dengan tempat duduknya
masing-masing
- Guru menjelaskan materi
tentang hal-hal yang
perlu diperhatikan dalam
kegiatan pembelajaran
membaca nyaring dengan
lafal dan intonasi
- Guru memberikan contoh
cara membaca nyaring
melalui media cerita
bergambar
Media :
1. Gambar
tanaman di
sekitar
rumahku
2. Gambar
tolong
menolong
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
109
- Siswa menyimak guru saat
membaca nyaring
- Guru dan siswa membaca
nyaring melalui media
cerita bergambar yang
berjudul “membersihkan
lingkungan rumah”
- Guru meminta siswa
membaca nyaring cerita
dengan lafal dan intonasi
yang tepat secara klasik
- Guru melakukan tanya
jawab dengan siswa
mengenai isi cerita
bergambar
- Guru meminta siswa
membaca cerita secara
bergiliran di depan kelas
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
110
- Siswa yang lain
memperhatikan temannya
yang mendapat giliran
membaca
- Guru membagikan LKS
- Guru memberikan petunjuk
atau intruksi yang harus
dikerjakan siswa pada LKS
-
Guru berkeliling untuk
membimbing siswa yang
sedang mengerjakan LKS
- Siswa mengumpulkan hasil
pekerjaan
- Guru memberikan
penegasaaan mengenai
materi pelajaran yang telah
dipelajari
Konfirmasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
111
- Memberikan umpan balik
positif atas keberhasilan
siswa
-
Memberikan motivasi
kepada siswa yang kurang
atau belum berpartisipasi
aktif selama pembelajaran
-
Memberikan
kesempatan kepada
siswa untuk bertanya
Kegiatan Akhir
-
Guru dan siswa
menyimpulkan
kegiatan belajar
-
Guru mengajak siswa
merfleksikan kembali
kegiaan yang
dilakukan selama
pembelajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
112
-
Sebagai indak lanjut
tugas untuk membaca
cerita apa saja di
rumah
-
Doa
-
Salam penutup
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
113
SILABUS
SIKLUS II
Standar
Kompetensi
(SK)
7. Memahami
ragam
wacana
tulisan
dengan
Kompetensi
Dasar (KD)
7.1 Membaca
nyaring teks
(15-20) kalimat
dengan
memperhatikan
lafal dan
Satuan Pendidikan
: Sekolah Dasar Negeri Dukuh 2 Sleman.
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas / Semester
: II / 2
Indikator
Kognitif
- Mengetahui
cara membaca
nyaring
Materi
Pokok
Kegiatan Pembelajaran
Penilaian
Alokasi
Sumber /
Waktu
media
Bacaan
PERTEMUN PERTAMA
atau cerita
Kegiatan awal
isian
(2 x 35 -
Ismoyo
- salam pembuka, doa, dan
singkat
menit)
Romiyatun.
mengabsen kehadiran siswa.
Apersepsi
3. Tertulis : 8 JP
4. Pengama
tan
Sumber :
2007.
Bangga
dan
Aku
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
114
berdasarkan
- Guru melakukan tanya jawab
Bahasa
teks.
sesuai dengan materi yang akan
Indonesia
membaca
dipelajari misalnya”anak-anak,
untuk SD/MI
dalam hati.
siapakah yang sudah pernah
Kelas
membaca cerita?
Jakarta: Pusat
membaca
nyaring dan
intonasi yang
tepat.
- Menyebutkan
hal-hal yang
-
- -
Guru
membagikan
menunjukkan media cerita
dipehatikan
bergambar
dalam membaca
berjudul”gigiku sayang gigiku
nyaring Afektif
malang”
II.
Perbukuan,
dan
perlu
:
Departemen
Pendidikan
yang
Nasiona
-
Novia
Tri.
- Menunjukkan
Orentasi
2008.Cinta
sikap berani
- Guru menyampaikan tujuan
Bahasa
dalam membaca
pembelajaran yang akan
nyaring cerita
dipelajari hari ini.
bergambar di
Motivasi
depan kelas.
- Guru memberikan
Psikomotorik
motivasi kepada siswa agar
Mengerjakan
soal berdasarkan
semangat dalam mengikuti
Indonesia
:
untuk SD/MI
Kelas
II.
Jakarta: Pusat
Perbukuan,
Departemen
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
115
teks dengan baik
pelajaran dengan mengikuti
Pendidikan
dan benar.
gerak dan lagu (video)
Nasional.
Kegiatan Inti
Eksplorasi
-
- Guru bertanya jawab
dengan siswa mengenai
pelajaran minggu
sebelumnya
-
Elaborasi
-
- siswa duduk sesuai dengan
tempat duduknya masingmasing
-
- Guru menjelaskan materi
tentang hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam kegiatan
pembelajaran membaca
nyaring dengan lafal dan
intonasi
Media :
3. Gambar
gigiku
saying
gigiku
malang
4. Gambar
musim hujan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
116
- Guru memberikan contoh
cara membaca nyaring
melalui media cerita
bergambar
- Siswa menyimak guru saat
membaca nyaring
- Guru dan siswa membaca
nyaring melalui media
cerita bergambar yang
berjudul “gigiku sayang
gigiku malang”
- Guru meminta siswa
membaca nyaring cerita
dengan lafal dan intonasi
yang tepat secara klasik
- Guru melakukan tanya
jawab dengan siswa
mengenai isi cerita
bergambar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
117
- Guru meminta siswa
membaca cerita secara
bergiliran di depan kelas
- Siswa yang lain
memperhatikan temannya
yang mendapat giliran
membaca
- Guru membagikan LKS
- Guru memberikan petunjuk
atau intruksi yang harus
dikerjakan siswa pada LKS
-
Guru berkeliling untuk
membimbing siswa yang
sedang mengerjakan LKS
- Siswa mengumpulkan hasil
pekerjaan
- Guru memberikan
penegasaaan mengenai
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
118
materi pelajaran yang telah
dipelajari
Konfirmasi
-
Memberikan umpan
balik positif atas
keberhasilan siswa
-
Memberikan motivasi
kepada siswa yang
kurang atau belum
berpartisipasi aktif
selama pembelajaran
-
Memberikan
kesempatan kepada
siswa untuk bertanya
Kegiatan Akhir
-
Guru dan siswa
menyimpulkan
kegiatan belajar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
119
-
Guru mengajak siswa
merfleksikan kembali
kegiaan yang
dilakukan selama
pembelajaran
-
Sebagai indak lanjut
tugas untuk membaca
cerita apa saja di
rumah
-
Doa
-
Salam penutup
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
120
Yogyakarta, 9 April 2015
Guru Kelas II
Tumini, SPd. SD
NIP. 19690614 20050 2 007
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
121
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Tingkat Pendidikan
: SD Negeri Dukuh 2 Sleman
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas/Semester
: II / 2 (dua)
Alokasi Waktu
: 2 x 35 menit
A Standar Kompetensi
7. Memahami ragam wacana tulisan dengan membaca nyaring dan
membaca dalam hati.
B. Kompetensi Dasar
7.1 Membaca nyaring teks (15-20) kalimat dengan memperhatikan lafal
dan intonasi yang tepat.
C. Indikator
Kognitif
1. Mengetahui cara membaca nyaring berdasarkan teks.
2. Menyebutkan hal-hal yang perlu dipehatikan dalam membaca
nyaring
Afektif
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
122
1. Menunjukkan sikap berani dalam membaca nyaring cerita
bergambar di depan kelas.
Psikomotorik.
1. Terlibat dalam belajar membaca nyaring cerita bergambar di depan
kelas dengan lafal dan intonasi yang tepat.
D. Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring berdasarkan
teks.
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca nyaring.
Afektif
1. Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam membaca
nyaring cerita bergambar.
Psikomotorik
1. Siswa mampu mengerjakan soal berdasarkan teks dengan baik dan
benar.
F. Materi Pembelajaran
Materi kebahasaan: bacaan atau cerita.
G. Model dan Metode Pembelajaran :
a. Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya jawab, demonstrasi.
b. Pendekatan : Kontestual
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
123
H. Media, alat/bahan dan Sumber Pembelajaran
a. Media : Cerita bergambar.
b. Alat pembelajaran : Video, LCD, gambar.
I. Sumber Belajar
Indriyani Umi. 2008. Bahasa Indonesia: untuk SD/MI Kelas II.
Jakarta:
Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
J. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal : 7 menit
a. Guru mengkondisikan siswa dan menyiapkan media yang akan
digunakan.
b. Guru mengucapkan salam
c. Guru mengajak siswa berdoa
d. Guru mengabsen kehadiran siswa
Apersepsi
a. Siswa dan guru melakukan Tanya jawab sesuai dengan materi
yang akan dipelajari, misalnya:“Anak-anak, siapakah yang
sudah pernah membaca cerita?
b.
Guru membagikan dan menunjukan media cerita bergambar
yang berjudul “Membersihkan lingkungan rumah. “
Orientasi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
124
Guru
menyampaikan
tujuan
pembelajaran
yang
akan
dipelajari hari ini.
Motivasi
Guru memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam
mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu
(video)
2.
Kegiatan Inti
Eksplorasi (10 menit)
Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada
minggu sebelumnya.
Elaborasi (20 menit)
a. Siswa duduk sesuai dengan tempat duduknya masingmasing.
b. Guru menjelaskan materi tentang hal-hal yang perlu
diperhatikan dalam kegiatan pembelajaran membaca
nyaring dengan lafal dan intonasi yang tepat, melalui media
cerita bergambar.
c. Guru memberikan contoh cara membaca nyaring melalui
media cerita bergambar
d. Siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita
bergambar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
125
e. Guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang
berjudul “Membersihkan Lingkungan Rumah”.
f. Siswa membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi
yang tepat secara klasikal.
g. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi
teks cerita bergambar.
h. Siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan
kelas.
i. Siswa lain memperhatikan temannya yang mendapat giliran
membaca.
j. Guru membagikan Lebaran Kerja Siswa
k. Guru memberikan petunjuk atau intruksi yang harus
dikerjakan siswa pada Lembaran Kerja Siswa.
l. Guru berkeliling untuk membimbing siswa yang sedang
mengerjakan Lembaran Kerja Siswa.
m. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan.
n. Guru dan siswa membahas hasil LKS
o. Guru memberikan penegasan kembali mengenai materi
pelajaran yang telah dipelajari.
Konfirmasi (10 menit)
-
Memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
126
-
Memberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum
berpartisipsi aktif selama pembelajaran
-
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
3. Kegiatan Akhir : 5 menit
-
Guru
dan
siswa
mendiskusikan
menyimpulkan
manfaat
dari
kegiatan
pembelajaran
belajar
dan
yang
telah
dilaksanakan.
-
Guru mengajak siswa merefleksikan kembali materi-materi
yang dibahas pada pertemuan ini dan refleksi tentang kegiatan
yang dilakukan selama pembelajaran.
-
Sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca
cerita apa saja di rumah.
-
Doa
-
Salam penutup
K. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
a. Jenis/Teknik Penilaian : Penilaian Proses
b. Penilaian
1. Teknik
: Tes dan Nontes
2. Jenis
: Lisan, Tertulis
3. Bentuk
: Essai
4. Instrument
: Terlampir
5. Rublik penilaian
: Terlampir
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
127
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
128
Lampiran 1
LEMBAR KERJA SISWA
Nama:
Kelas:
Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring berdasarkan
teks.
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca nyaring.
Afektif
1. Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam membaca
nyaring cerita
bergambar.
Psikomotorik
1. Siswa mampu mengerjakan soal berdasarkan teks dengan baik
dan benar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
129
KEGIATAN I
Membaca Nyaring
Ayo bacalah bacaan di bawah ini.
Bacalah dengan suara keras dan jelas.
Membersihkan Lingkungan Rumah
Keluarga Arini membersihkan
lingkungan rumah.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
130
MEMBERSIHKAN LINGKUNGAN RUMAH
Hari Minggu keluarga Arini kerja bakti.
Arini menyapu halaman rumah.
Ibu Arini membersihkan taman dan kolam.
Ayah Arini menanam pohon di halaman.
Dimas, adik Arini mengumpulkan sampah.
Lingkungan rumah Arini menjadi rapi.
Rumah Arini bersih dan sehat.
Saluran airnya juga lancar.
Halaman rumah kelihatan segar.
Bunga-bunga di taman berwarna-warni.
Menambah keindahan rumah Arini.
Udara segar membuat lingkungan nyaman.
Seluruh keluarga nyaman tinggal di rumah.
Selain itu, rumah kelihatan indah.
Arini merasa senang.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
131
KEGIATAN II
Ayo kerjakanlah soal-soal berikut di kotak yang tersedia di bawah ini!
1. Apa judul cerita bergambar di atas?
2. Siapa saja yang bekerja bakti di rumah?
3. Di mana Arini bekerja bakti?
4. Kapan keluarga Arini bekerja bakti?
5. Apa perasaan Arini pada bacaan di atas?
Lembar Kerja
1.
2.
3
4.
5.
5.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
132
REFLEKSI
1. Bagaimana perasaanmu sesudah mengikuti pembelajaran ini?
A. Sedih
B.Biasa
C.Senang
2. Apakah pembelajaran ini mudah, biasa atau sulit bagimu ?
A. Sulit
B. Biasa
C. Mudah
3. Kesulitan apa saja yang masih kamu alami dalam mengikuti pelajaran ini?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
133
Lampiran 2: Penilaian
Penilaian Evaluasi Siklus 1 Pertemuan 1
Penilaian kemampuan membaca nyaring
No
1
Unsur yang Dinilai
Ketepatan pungtuasi (tanda baca) dalam
Skor
20
membaca
2
Kewajaran lafal dalam membaca tulisan
20
3
Ketepatan intonasi dalam membaca tulisan
20
4
Kelancaran dalam membaca tulisan
20
5
Kenyaringan suara
20
Jumlah
100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
134
Aspek
No
Kriteria
Skor
Kategori
4
Sangat
Penilaian
1
Ketepatan
Siswa
pungtuasi
pungtuasi (tanda baca)
(tanda
sangat
tepat
baik
baca) dalam membaca
dalam
membaca (A1)
Siswa tepat pungtuasi
(tanda
baca)
dalam
cukup
tepat
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
membaca
Siswa
pungtuasi (tanda baca)
dalam membaca
Siswa
sangat
kurang
tepat pungtuasi (tanda
baca) dalam membaca
tulisan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
135
2
Ketepatan
4
Sangat
Siswa membaca tulisan
pelafalan dalam
baik
dengan
lafal
yang
membaca
sangat tepat
tulisan (A2)
Siswa membaca tulisan
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat
dengan lafal tepat
Siswa membaca tulisan
dengan lafal yang cukup
tepat
Siswa membaca tulisan
dengan
lafal
yang
sangat kurang tepat
3
Ketepatan
Siswa membaca tulisan
intonasi dalam dengan intonasi yang
membaca
baik
sangat tepat
tulisan
Siswa membaca tulisan
(A3)
dengan intonasi
3
Baik
2
Cukup
yang
tepat
Siswa membaca tulisan
dengan intonasi yang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
136
cukup tepat
Siswa membaca tulisan
1
Kurang
4
Sangat
dengan intonasi yang
sangat kurang tepat
4
Kelancaran
Siswa
dalam
dalam membaca tulisan
membaca
tulisan (A4)
Siswa
sangat
lancar
lancar dalam
baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat
membaca tulisan
Siswa
cukup
lancar
dalam membaca tulisan
Siswa
sangat
kurang
lancar dalam membaca
tulisan
5
Kenyaringan
suara (A5)
Siswa membaca dengan
baik
suara sangat nyaring
Siswa membaca dengan
suara nyaring
3
Baik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
137
Siswa membaca dengan
2
Cukup
1
Kurang
suara cukup nyaring
Siswa membaca dengan
suara sangat kurang
nyaring
Prosedur Penilaian :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 10
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Keterangan :
Nilai 80-100
= Sangat baik
Nilai 66-79
= Baik
Nilai 56-65
= Cukup
Nilai 40-55
= Kurang
Lampiran 3 Materi
Membaca adalah kegiatan meresepsi, menganalisa, dan menginterpretasi yang
dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak disampaikan
oleh penulis dalam media tulisan.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
138
Membaca nyaring adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan cara
membaca keras-keras di depan umum. Proses membaca nyaring ini sering
digunakan oleh seseorang untuk menyampaikan gagagsan terhadap orang lain
dengan cara membaca teks yang ada. Membaca dengan metode ini dilakukan
dalam bentuk pidato, khotbah, debat, diskusi, wawancara, dan segala kegiatan
yang berurusan tentang penyampaian di depan umum.
Keterampilan yang dituntut dalam membaca nyaring adalah berbagai
kemampuan, diantaranya yaitu :
1. Menggunakan ucapan yang tepat,
2. Menggunakan frase yang tepat,
3. Menggunakan intonasi suara yang wajar,
4. Dalam posisi sikap yang baik,
5. Menguasai tanda-tanda baca,
6. Membaca dengan terang dan jelas,
7. Membaca dengan penuh perasaan, ekspresif,
8. Membaca dengan tidak terbata-bata,
9. Mengerti serta memahami bahan bacaan yang dibacanya,
10. Kecepatan bergantung pada bahan bacaan yang dibacanya,
11. Membaca dengan tanpa terus-menerus melihat bahan bacaan,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
139
12. Membaca dengan penuh kepercayaan pada diri sendiri.
Lampiran 4
Kunji Jawaban
1. Membersihkan lingkungan rumah
2. Arini, ibu Arini, ayah Arini, dan Dimas adik Arini.
3. Di rumah
4. Hari minggu
5. Senang
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Tingkat Pendidikan
: SD Negeri Dukuh 2 Sleman
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas/Semester
: II / 2 (dua)
Alokasi Waktu
: 2 x 35 menit
A. Standar Kompetensi
7. Memahami ragam wacana tulisan dengan membaca nyaring dan
membaca dalam hati.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
140
B. Kompetensi Dasar
7.1 Membaca nyaring teks (15-20) kalimat dengan memperhatikan
lafal dan intonasi yang tepat.
C. Indikator
Kognitif
1. Membaca nyaring cerita bergambar dengan lafal
2. Membaca nyaring cerita bergambar dengan intonasi
Afektif
1.
Menyatakan sikap berani dalam membaca nyaring cerita
bergambar.
Psikomotorik.
1.
Terlibat dalam belajar membaca nyaring cerita bergambar di
depan kelas dengan lafal dan intonasi yang te
D. Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring berdasarkan
teks.
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca nyaring.
Afektif
1.
Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam membaca
nyaring cerita bergambar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
141
Psikomotorik
1. Siswa mampu mengerjakan soal berdasarkan teks dengan baik
dan benar.
F. Materi Pembelajaran
Materi kebahasaan: bacaan atau cerita
G. Model dan MetodePembelajaran :
c. Model Pembelajaran: Kontekstual
d. Metode Pembelajaran : Ceramah,Tanya jawab, demonstrasi.
H. Media, alat/bahan dan Sumber Pembelajaran
Media : Cerita bergambar.
Alat pembelajaran : Video, LCD, gambar.
I.
Sumber Belajar
Suyanto, dkk. 2008. Indahnya Bahasa dan Sastra Indonesia : untuk
SD/MI Kelas II. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.
J. Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal
a.
Guru mengkondisikan siswa dan menyiapkan media yang akan
digunakan.
b.
: 5 menit
Guru mengucapkan salam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
142
c.
Guru mengajak siswa berdoa
d.
Guru mengabsen kehadiran siswa
Apersepsi
a.
Siswa dan guru melakukan Tanya jawab sesuai dengan materi
yang akan dipelajari, misalnya:“Anak-anak, siapa yang sudah
pernah membaca cerita?
b.
Guru membagikan dan menunjukan media cerita bergambar
yang berjudul “ Tolong Menolong. “
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini.
Motivasi
Guru memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu (video)
2. Kegiatan Inti
Eksplorasi (10 menit)
Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada minggu
sebelumnya.
Elaborasi (20 menit)
a. Siswa duduk sesuai dengan tempat duduknya masing-masing.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
143
b. Guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang Guru
menjelaskan materi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan dalam
kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan intonasi
yang tepat, melalui media cerita bergambar.
c. Guru memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media
cerita bergambar
d. Siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar
berjudul “Tolong Menolong”.
e. Siswa membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat
secara klasikal.
f. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi teks cerita
bergambar.
g. Siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan kelas.
h. Siswa lain memperhatikan
temannya yang mendapat giliran
membaca.
i. Guru membagikan Lebaran Kerja Siswa
j. Guru memberikan petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan
siswa pada Lembaran Kerja Siswa.
k. Guru
berkeliling untuk
membimbing
mengerjakan Lembaran Kerja Siswa.
l. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan.
m. Guru dan siswa membahas hasil LKS
siswa
yang
sedang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
144
n. Guru memberikan penegasan kembali mengenai materi pelajaran
yang telah dipelajari.
Konfirmasi (10 menit)
-
Memberikan umpsn bslik positif atas keberhasilan siswa.
-
Memeberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum
berpartisipsi aktif selama pembelajaran
-
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
3.
Kegiatan Akhir : 5 menit
a. Guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan
manfaat dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b.Guru mengajak siswa merefleksikan kembali materi-materi yang
dibahas pada pertemuan ini dan refleksi tentang kegiatan yang
dilakukan selama pembelajaran.
c. Sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca cerita
apa saja di rumah.
d. Doa
e.Salam penutup
K. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
a.
Jenis/Teknik Penilaian : Penilaian Proses
b.
Penilaian
a.
Teknik : Tes dan Nontes
b.
Jenis : Lisan dan tertulis
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
145
c.
Bentuk : Isian singkat
d.
Instrument : Terlampir
e.
Rublik Penilaian : Terlampir
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
146
LEMBAR KERJA
SISWA
Nama:
Kelas:
Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring
berdasarkan teks.
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca
nyaring.
Afektif
1. Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam
membaca nyaring cerita
bergambar.
Psikomotorik
1. Siswa mampu mengerjakan soal berdasarkan teks
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
147
dengan baik dan benar.
KEGIATAN I
Membaca Nyaring
Ayo bacalah di bawah ini dengan suara keras dan jelas.
TOLONG MENOLONG
Hujan deras turun berhari -hari
hingga tanggul sungai pun jebol.
Rumah penduduk terendam banjir,
bahkan rumah nenek Minah roboh
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
148
untung pak rt menolongnya.
Nenek Minah ditampung di rumah pak rt,
lalu warga mengadakan musyawarah,
mereka mengumpulkan uang iuran
uang itu dibelikan bahan bangunan
untuk membangun rumah nenek Minah.
Setelah banjir surut penduduk berkumpul
Bapak- bapak bergotong royong,
mereka mendirikan rumah nenek Minah,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
149
ibu- ibu menyiapkan makanan, dan
anak anak membantu semampunya
semua bekerja dengan gembira.
Rumah nenek Minah berdiri kembali.
Nenek Minah sangat bahagia
ia berterima kasih kepada
para tetangga.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
150
KEGIATAN II
Ayo kerjakanlah soal-soal berikut di kotak yang tersedia di bawah ini!
1. Apa judul cerita bergambar di atas?
2. Siapa yang rumahnya roboh?
3. Di mana nenek Minah ditampung?
4. Siapa yang mengadakan musyawarah?
5. Siapa yang bergotong royong membangun rumah nenek Mina?
Lembar Kerja.
1.
2.
3.
4.
5.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
151
REFLEKSI
1. Bagaimana perasaanmu sesudah mengikuti pembelajaran ini?
A. Sedih
B.Biasa
C.Senang
2. Apakah pembelajaran ini mudah, biasa atau sulit bagimu ?
A. Sulit
B. Biasa
C. Mudah
3. Kesulitan apa saja yang masih kamu alami dalam mengikuti pelajaran ini?
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
152
Lampiran 2: Penilaian
Penilaian Evaluasi Siklus 1 Pertemuan 2
No
Unsur yang Dinilai
1
Ketepatan pungtuasi (tanda baca) dalam
Skor
20
membaca
2
Kewajaran lafal dalam membaca tulisan
20
3
Ketepatan intonasi dalam membaca
20
tulisan
4
Kelancaran dalam membaca tulisan
20
5
Kenyaringan suara
20
Jumlah
Penilaian kemampuan membaca nyaring
100
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
153
No
1
Aspek Penilaian
Kriteria
Ketepatan pungtuasi Siswa sangat tepat pungtuasi
Skor
Kategori
4
Sangat
(tanda baca) dalam (tanda baca) dalam membaca
membaca (A1)
Siswa tepat pungtuasi (tanda
baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat
baca) dalam membaca
Siswa cukup tepat
pungtuasi
(tanda baca) dalam membaca
Siswa
sangat
kurang
tepat
pungtuasi (tanda baca) dalam
membaca
Tulisan
2
Ketepatan pelafalan Siswa membaca tulisan dengan
dalam
membaca lafal yang sangat tepat
tulisan (A2)
Siswa membaca tulisan dengan
baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
lafal tepat
Siswa membaca tulisan dengan
lafal yang cukup tepat
Siswa membaca tulisan dengan
lafal yang sangat kurang tepat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
154
3
Ketepatan intonasi Siswa membaca tulisan dengan
dalam
4
membaca intonasi yang
tulisan
(A3)
Sangat
baik
sangat tepat
Siswa membaca tulisan dengan
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat
intonasi yang tepat
Siswa membaca tulisan dengan
intonasi yang
cukup tepat
Siswa membaca tulisan dengan
intonasi yang
sangat kurang tepat
4
Kelancaran
dalam Siswa
sangat
membaca
membaca tulisan
tulisan (A4)
Siswa
lancar
lancar
dalam
baik
dalam
3
Baik
2
Cukup
membaca tulisan
Siswa
cukup
membaca tulisan
lancar
dalam
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
155
Siswa sangat kurang lancar
1
Kurang
4
Sangat
dalam membaca
Tulisan
5
Kenyaringan suara Siswa membaca dengan
(A5)
baik
suara sangat nyaring
Siswa membaca dengan
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
suara nyaring
Siswa membaca dengan
suara cukup nyaring
Siswa membaca dengan suara
sangat kurang
Nyaring
Prosedur Penilaian :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Keterangan :
Nilai 80-100
= Sangat baik
Nilai 66-79
= Baik
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
156
Nilai 56-65
= Cukup
Nilai 40-55
= Kurang
Lampiran 3
Kunci Jawaban
1. Tolong menolong.
2. Nenek Minah.
3. Di rumah pak RT.
4. Warga
5. Bapak-bapak, ibu-ibu, dan anak-anak.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
157
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Tingkat Pendidikan
: SD N Dukuh 2 Sleman
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas/Semester
: II / 2 (dua)
Alokasi Waktu
: 2 x 35 menit
A. Standar Kompetensi
7. Memahami ragam wacana tulisan dengan membaca nyaring dan
membaca dalam hati.
B. Kompetensi Dasar
7.1 Membaca nyaring teks (15-20) kalimat dengan memperhatikan
lafal dan intonasi yang tepat.
C. Indikator
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
158
Kognitif
1. Membaca nyaring cerita bergambar dengan lafal.
2. Membaca nyaring cerita bergambar dengan intonasi
Afektif
1.
Menyatakan sikap berani dalam membaca nyaring cerita
bergambar.
Psikomotorik.
1. Terlibat dalam kegiatan belajar membaca nyaring cerita
bergambar di depan kelas dengan lafal dan intonsi yang tepat.
D. Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring
berdasarkan teks.
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca nyaring.
Afektif
1.
Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam membaca
nyaring cerita bergambar.
Psikomotorik
1.
Siswa mampu mengerjakan soal berdasarkan teks dengan baik
dan benar.
F. Materi Pembelajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
159
Materi kebahasaan: bacaan atau cerita.
G. Model dan MetodePembelajaran :
f. Model Pembelajaran: Konstekstual
g. Metode Pembelajaran : Ceramah,Tanya jawab, demonstrasi.
H.
Media, alat/bahan dan Sumber Pembelajaran
a. Media: Cerita bergambar.
b. Alat pembelajan :Video, LCD, gambar.
I.
Sumber Belajar
Ismoyo dan Romiyatun. 2007. Aku Bangga Bahasa Indonesia : untuk
SD/MI Kelas II. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan
Nasional.
J.
Kegiatan Pembelajaran
1. Kegiatan Awal : 7 menit
a. Guru mengkondisikan siswa dan menyiapkan media yang akan
digunakan.
b. Guru mengucapkan salam
c. Guru mengajak siswa berdoa
d. Guru mengabsen kehadiran siswa
Apersepsi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
160
c. Siswa dan guru melakukan Tanya jawab sesuai dengan materi yang
akan dipelajari, misalnya :“Anak-anak, siapakah yang sudah pernah
membaca cerita?
d.
Guru membagikan dan menunjukan media cerita bergambar yang
berjudul “Gigiku Sayang Gigiku Malang. “
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari
hari ini.
Motivasi
Guru memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu (video)
4. Kegiatan Inti
Eksplorasi (10 menit)
Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada minggu
sebelumnya.
Elaborasi (20 menit)
o. Siswa duduk sesuai dengan tempat duduknya masing-masing.
p. Guru menjelaskan materi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal dan
intonasi yang tepat, melalui media cerita bergambar.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
161
q. Guru memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media
cerita bergambar
r. Siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar.
s. Guru dan siswa membaca nyaring cerita bergambar yang berjudul
“Gigiku Sayang Gigiku Malang”.
t. Siswa membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat
secara klasikal.
u. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi teks cerita
bergambar.
v. Siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan kelas.
w. Siswa lain memperhatikan
temannya yang mendapat giliran
membaca.
x. Guru membagikan Lebaran Kerja Siswa
y. Guru memberikan petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan
siswa pada Lembaran Kerja Siswa.
z. Guru
berkeliling untuk
membimbing
siswa
yang
sedang
mengerjakan Lembaran Kerja Siswa.
aa. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan.
bb. Guru dan siswa membahas hasil LKS
cc. Guru memberikan penegasan kembali mengenai materi pelajaran
yang telah dipelajari.
Konfirmasi (10 menit)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
162
-
Memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa.
-
Memeberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum
berpartisipsi aktif selama pembelajaran
-
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
5. Kegiatan Akhir : 5 menit
a. Guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan
manfaat dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b. Guru mengajak siswa merefleksikan kembali materi-materi yang
dibahas pada pertemuan ini dan refleksi tentang kegiatan yang
dilakukan selama pembelajaran.
c. Sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca cerita
apa saja di rumah.
d. Doa
e. Salam penutup
K
Penilaian Proses dan Hasil Belajar
c. Jenis/Teknik Penilaian : Penilaian Proses
d.
Penilaian
:
1. Teknik
: Tes dan Nontes
2. Jenis
: Lisan, Tertulis
3. Bentuk
: Isian singkat
4. Instrument
: Terlampir
5.
: Terlampir
Rublik penilaian
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
163
LEMBAR KERJA SISWA
Nama:
Kelas:
Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring
berdasarkan teks.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
164
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca
nyaring.
Afektif
1. Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam
membaca nyaring cerita bergambar.
Psikomotorik
1. Siswa mampu mengerjakan soal berdasarkan teks
dengan baik dan benar.
KEGIATAN I
Membaca Nyaring
Ayo bacalah di bawah ini dengan suara keras dan jelas.
GIGIKU SAYANG GIGIKU MALANG
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
165
Janua suka sekali makan permen. Setiap hari, dia membeli permen di toko Pak Min.
ibu selalu mengingatkan agar mengurangi permen. Janua tidak mendengar nasehat ibu.
“ Baik, kalau begitu kamu harus rajin gosok gigi!” pesan ibu pada Janua.
Janua mengangguk. Sayangnya, Janua selalu saja melupakan pesan ibu. Pagi-pagi,
cuaca mendung tanda akan hujan. Udara sangat dingin. Tiba-tiba Janua menghampiri
ibu dan menangis. “ hu…hu…hu…hu..”.tangis Janua. “ Aduh gigimu ada lubangnya!”
kata ibu.
Sore hari, ibu mengantarkan Janua ke dokter gigi.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
166
Dokter menyarankan agar gigi Janua dicabut. Lubang di gigi Janua sudah besar. Jika
tidak segera di cabut, akan berakibat buruk. “ Janua tidak rajin sikat gigi, ya? Tanya
ibu Dokter. Seharusnya kamu sikat gigi dua kali sehari! Lanjutnya. Janua mengangguk.
Itulah akibatnya kalau tidak mendengar nasihat ibu! Ibu mendambahkan.
Janua berjanji akan mengurangi makan permen. Janua tidak mau giginya sakit lagi.
KEGIATAN II
Ayo kerjakanlah soal-soal berikut di kotak yang tersedia di bawah ini!
1. Siapa yang sakit gigi?
2. Apa yang menyebabkan giginya sakit?
3. Di mana Janua membeli permen setiap hari?
4. Apa nasihat ibu yang tidak dipatuhi Janua?
5. Berapa kali sehari Janua harus menyikat gigi
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
167
Lembaran Kerja.
1.
2.
3.
4.
5.
REFLEKSI
1. Bagaimana perasaanmu sesudah mengikuti pembelajaran ini?
A. Sedih
B.Biasa
C.Senang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
168
2. Apakah pembelajaran ini mudah, biasa atau sulit bagimu ?
A. Sulit
B. Biasa
C. Mudah
3. Kesulitan apa saja yang masih kamu alami dalam mengikuti pelajaran ini?
Lampiran 2: Penilaian
Penilaian Evaluasi Siklus 2 Pertemuan 1
No
1
Unsur yang Dinilai
Ketepatan pungtuasi (tanda baca) dalam
Skor
20
membaca
2
Kewajaran lafal dalam membaca tulisan
20
3
Ketepatan intonasi dalam membaca tulisan
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
169
4
Kelancaran dalam membaca tulisan
20
5
Kenyaringan suara
20
Jumlah
100
Penilaian kemampuan membaca nyaring
No
1
Aspek Penilaian
Ketepatan
(tanda
Kriteria
pungtuasi Siswa sangat tepat pungtuasi
baca)
membaca (A1)
Skor
Kategori
4
Sangat baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat baik
dalam (tanda baca) dalam membaca
Siswa tepat pungtuasi (tanda
baca) dalam membaca
Siswa cukup tepat pungtuasi
(tanda baca) dalam membaca
Siswa sangat kurang tepat
pungtuasi (tanda baca) dalam
membaca
Tulisan
2
Siswa
membaca
tulisan
dengan lafal yang sangat tepat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
170
Ketepatan
pelafalan Siswa membaca tulisan dengan
dalam
membaca lafal tepat
tulisan (A2)
Siswa
membaca
tulisan
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
dengan lafal yang cukup tepat
Siswa
membaca
tulisan
dengan lafal yang sangat
kurang tepat
3
Ketepatan
dalam
tulisan
(A3)
intonasi Siswa membaca tulisan dengan
membaca intonasi yang
sangat tepat
Siswa membaca tulisan dengan
intonasi yang tepat
Siswa membaca tulisan dengan
intonasi yang
cukup tepat
Siswa membaca tulisan dengan
intonasi yang
sangat kurang tepat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
171
4
Kelancaran
dalam Siswa sangat lancar dalam
membaca
membaca tulisan
tulisan (A4)
Siswa
lancar
dalam
4
Sangat baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
membaca tulisan
Siswa cukup lancar dalam
membaca tulisan
Siswa sangat kurang lancar
dalam membaca
Tulisan
5
Kenyaringan
(A5)
suara Siswa membaca dengan
suara sangat nyaring
Siswa membaca dengan
suara nyaring
Siswa membaca dengan
suara cukup nyaring
Siswa membaca dengan suara
sangat kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
172
Nyaring
Prosedur Penilaian :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Keterangan :
Nilai 80-100
= Sangat baik
Nilai 66-79
= Baik
Nilai 56-65
= Cukup
Nilai 40-55
= Kurang
Lampiran 3
Kunci jawaban
1. Janua
2. Setia hari makan permen
3. Toko pak Min
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
173
4. Mengurangi permen
5. Dua kali sehari.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan Tingkat Pendidikan
: SD N Dukuh 2 Sleman
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
174
Kelas/Semester
: II / 2 (dua)
Alokasi Waktu
: 2 x 35 menit
A. Standar Kompetensi
7. Memahami ragam wacana tulisan dengan membaca nyaring dan
membaca dalam hati.
B. Kompetensi Dasar
7.1 Membaca nyaring teks (15-20) kalimat dengan memperhatikan
lafal dan intonasi yang tepat.
C. Indikator
Kognitif
1. Mengetahui cara membaca nyaring berdasarkan teks.
2. Menyebutkan hal-hal yang perlu dipehatikan dalam membaca
nyaring
Afektif
1.
Menunjukkan sikap berani dalam membaca nyaring cerita
bergambar di depan kelas.
Psikomotorik.
1. Mengerjakan soal berdasarkan teks dengan baik dan benar.
D. Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
175
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring berdasarkan
teks.
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca nyaring.
Afektif
1.
Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam membaca
nyaring cerita
bergambar.
Psikomotorik
1.
Siswa mampu mngerjakan soal berdasarkan teks dengan baik dan
benar.
E. Materi Pembelajaran
Materi kebahasaan: bacaan atau cerita.
F.
Model dan MetodePembelajaran :
f. Model Pembelajaran: Kontestual
g. Metode Pembelajaran : Cerita, Tanya jawab, demonstrasi.
G. Media, alat/bahan dan Sumber Pembelajaran
Cerita bergambar.
H. Sumber Belajar
Novia Tri. 2008.Cinta Bahasa Indonesia : untuk SD/MI Kelas II.
Jakarta: Pusat
I.
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional.
Kegiatan Pembelajaran
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
176
1. Kegiatan Awal : 7 menit
a.
Guru mengkondisikan siswa dan menyiapkan media yang akan
digunakan.
b. Guru mengucapkan salam
c. Guru mengajak siswa berdoa
d. Guru mengabsen kehadiran siswa
Apersepsi
e. Siswa dan guru melakukan Tanya jawab sesuai dengan materi yang
akan dipelajari, misalnya :“Anak-anak, siapakah yang sudah pernah
membaca cerita?
f.
Guru membagikan dan menunjukan media cerita bergambar yang
berjudul “ Musim Hujan. “
Orientasi
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dipelajari hari ini.
Motivasi
Guru memberi motivasi kepada siswa agar semangat dalam mengikuti
pembelajaran dengan mengikuti gerak dan lagu (video)
2.
Kegiatan Inti
Eksplorasi (10 menit)
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
177
Guru bertanya jawab dengan siswa mengenai pelajaran pada minggu
sebelumnya.
Elaborasi (20 menit)
a.
Siswa duduk sesuai dengan tempat duduknya masing-masing.
b.
Guru menjelaskan materi tentang hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam kegiatan pembelajaran membaca nyaring dengan lafal
dan intonasi yang tepat, melalui media cerita bergambar.
c.
Guru memberikan contoh cara membaca nyaring melalui media
cerita bergambar
d.
Siswa menyimak guru saat membaca nyaring cerita bergambar.
Guru dan siswa
membaca nyaring cerita bergambar yang
berjudul “Musim Hujan”.
e. Siswa membaca nyaring cerita dengan lafal dan intonasi yang tepat
secara klasikal.
f. Guru melakukan tanya jawab dengan siswa mengenai isi teks cerita
bergambar.
g. Siswa membaca nyaring cerita secara bergiliran di depan kelas.
h. Siswa lain memperhatikan temannya yang mendapat giliran
membaca.
i. Guru membagikan Lebaran Kerja Siswa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
178
j. Guru memberikan petunjuk atau intruksi yang harus dikerjakan
siswa pada Lembaran Kerja Siswa.
k. Guru
berkeliling untuk
membimbing
siswa
yang
sedang
mengerjakan Lembaran Kerja Siswa.
l. Siswa mengumpulkan hasil pekerjaan.
m. Guru dan siswa membahas hasil LKS
n. Guru memberikan penegasan kembali mengenai materi pelajaran
yang telah dipelajari.
Konfirmasi (10 menit)
-
Memberikan umpan balik positif atas keberhasilan siswa.
-
Memeberikan motivasi kepada siswa yang kurang atau belum
berpartisipsi aktif selama pembelajaran
-
Memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya.
3. Kegiatan Akhir : 5 menit
a. Guru dan siswa menyimpulkan kegiatan belajar dan mendiskusikan
manfaat dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.
b. Siswa merefleksikan kembali materi-materi yang dibahas pada
pertemuan ini dan refleksi tentang kegiatan yang dilakukan selama
pembelajaran.
c. Sebagai tindak lanjut siswa diberikan tugas untuk membaca cerita
apa saja di rumah.
d. Doa
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
179
e. Salam penutup
J. Penilaian Proses dan Hasil Belajar
o. Jenis/Teknik Penilaian : Penilaian Proses
p. Penilaian
:
1. Teknik
: Tes dan Nontes
2. Jenis
: Lisan, Tertulis
3. Bentuk
: Isian singkat
4. Instrument
: Terlampir
5. Rublik penilaian
: Terlampir
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
180
LEMBAR KERJA SISWA
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
181
Nama:
Kelas:
Tujuan Pembelajaran (TP):
Kognitif
1. Siswa mampu mengetahui 2 cara membaca nyaring
berdasarkan teks.
2. Siswa mampu menyebutkan 2 hal dalam membaca nyaring.
Afektif
1.
Siswa mampu menunjukkan sikap berani dalam membaca
nyaring cerita
bergambar.
Psikomotorik
1. Siswa mampu mengerjakan soal berdasarkan teks dengan baik
dan benar.
KEGIATAN I
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
182
Membaca Nyaring
Ayo bacalah di bawah ini dengan suara keras dan jelas.
Musim Hujan
Sudah lama
hujan turun belum juga henti
hampir setiap tahun.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
183
Pada musim hujan seperti ini,
rumah Linda kebanjiran
Linda tidak dapat bermain
Linda hanya dapat melihat
hujan turun dari balik jendela.
Listrik di rumah Linda padam
karena tidak ada energi listrik,
akibatnya lampu tidak dapat menyala
televisi tidak dapat menyala,
pakaian basah tidak dapat kering
karena tidak ada
energi panas matahari,
yang dapat menghibur Linda
hanyalah radio kecil
radio itu dapat berbunyi
karena gunakan energi baterai
Linda jadi tahu guna energi.
KEGIATAN II
Ayo kerjakanlah soal-soal berikut di kotak yang tersedia di bawah ini!
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
184
2. Apa judul cerita di atas?
3. Apa yang turun dengan deras?
4. Siapa yang tidak dapat bermain?
5. Apa akibat listrik mati?
6. Apa akibat tidak ada matahari?
Lembar Kerja
1.
2.
3.
4.
5.
REFLEKSI
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
185
4. Bagaimana perasaanmu sesudah mengikuti pembelajaran ini?
A. Sedih
B.Biasa
C.Senang
5. Apakah pembelajaran ini mudah, biasa atau sulit bagimu ?
A. Sulit
B. Biasa
C. Mudah
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
186
6. Kesulitan apa saja yang masih kamu alami dalam mengikuti pelajaran ini?
Lampiran 2: Penilaian
Penilaian Evaluasi Siklus 2 Pertemuan 2
No
1
Unsur yang Dinilai
Ketepatan pungtuasi (tanda baca) dalam
Skor
20
membaca
2
Kewajaran lafal dalam membaca tulisan
20
3
Ketepatan intonasi dalam membaca tulisan
20
4
Kelancaran dalam membaca tulisan
20
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
187
5
Kenyaringan suara
20
Jumlah
100
Penilaian kemampuan membaca nyaring
No
1
Aspek Penilaian
Kriteria
Ketepatan pungtuasi Siswa sangat tepat pungtuasi
Skor
Kategori
4
Sangat
(tanda baca) dalam (tanda baca) dalam membaca
membaca (A1)
Siswa tepat pungtuasi (tanda
baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
baca) dalam membaca
Siswa cukup tepat
pungtuasi
(tanda baca) dalam membaca
Siswa
sangat
kurang
tepat
pungtuasi (tanda baca) dalam
membaca
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
188
Tulisan
2
Ketepatan pelafalan Siswa membaca tulisan dengan
dalam
4
membaca lafal yang sangat tepat
tulisan (A2)
Siswa membaca tulisan dengan
Sangat
baik
3
Baik
2
Cukup
1
Kurang
4
Sangat
lafal tepat
Siswa membaca tulisan dengan
lafal yang cukup tepat
Siswa membaca tulisan dengan
lafal yang sangat kurang tepat
3
Ketepatan intonasi Siswa membaca tulisan dengan
dalam
tulisan
(A3)
membaca intonasi yang
baik
sangat tepat
Siswa membaca tulisan dengan
3
Baik
2
Cukup
intonasi yang tepat
Siswa membaca tulisan dengan
intonasi yang
cukup tepat
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
189
Siswa membaca tulisan dengan
1
Kurang
4
Sangat
intonasi yang
sangat kurang tepat
4
Kelancaran
dalam Siswa
sangat
membaca
membaca tulisan
tulisan (A4)
Siswa
lancar
dalam
baik
lancar
dalam
3
Baik
dalam
2
Cukup
Siswa sangat kurang lancar dalam
1
Kurang
4
Sangat
membaca tulisan
Siswa
cukup
lancar
membaca tulisan
membaca
Tulisan
5
Kenyaringan suara Siswa membaca dengan
(A5)
baik
suara sangat nyaring
Siswa membaca dengan
3
Baik
2
Cukup
suara nyaring
Siswa membaca dengan
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
190
suara cukup nyaring
Siswa membaca dengan suara
sangat kurang
Nyaring
Prosedur Penilaian :
𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐴𝑘ℎ𝑖𝑟 =
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑦𝑎𝑛𝑔 𝐷𝑖𝑝𝑒𝑟𝑜𝑙𝑒ℎ
𝑥 100
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑎𝑙
Keterangan :
Nilai 80-100
= Sangat baik
Nilai 66-79
= Baik
Nilai 56-65
= Cukup
Nilai 40-55
= Kurang
Lampiran 3
Kunci Jawaban
1.
Musim Hujan
1
Kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
191
2. Hujan
3. Linda
4. Karena tidak ada energi listrik.
5. Karena tidak ada energi panas matahari.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
192
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
193
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
194
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
195
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
196
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
197
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
198
LEMBAR VALIDASI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran
:Bahasa
Indonesia
Satuan Pendidikan : SDN Dukuh
2
Materi pokok
: Bacaan atau cerita
. II/ 2
Kelas/ Semester
Nama Validator
Pekerjaan
:
Petunjuk
Mohon bapak/ ibu berkenaan memberikan penilaian pada Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) di bawah ini dengan memberikan
tanda centang ( ) pada skor yang tertera pada kolom, serta
memberikan komentar atas kelayakan RPP. Berikut ini adalah kriteria
penskoran masing-masing komponen RPP yang dinilai:
Berilah tanda cek () dalam kolom penilaian yang sesuai dengan
pendapat Anda! Keterangan:
1. : berarti “tidak baik”
2. : berarti “kurang”
3. : berarti “cukup”
4. : berarti “baik”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
199
No Indikator
Validasi
5.
Metode penyajian
yang digunakan.
6.
Kelayakan sebagai
kelengkapan
pembelajaran.
7.
Kesesuaian
alokasi waktu
yang digunakan.
Skala
Penilaian
√
√
√
Skor yang diperoleh
46
Skor maksimal
70
Nilai kelayakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP):
Jumlah Skor yang Diperoleh
Nilai Akhir =
x 100
Skor Maksimal
Komentar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
200
Nilai 85-100 =Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
Nilai 75-84 = Baik (Dapat digunakan dengan sedikit revisi).
Nilai 65-74 = Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
Nilai < 65 = Kurang (Belum dapat digunakan dan masih memerlukan
konsultasi).
Kesimpulan penilaian secara umum*) :
I. Rancangan pembelajaran ini:
1. Kurang (Belum dapat digunakan dan masih memerlukan konsultasi).
2. Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
3. Baik (Dapat digunakan dengan sediKt revisi).
4. Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
*) Lingkarilah yang sesuai
Mohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom saran atau langsung pada naskah.
SARAN
Mohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom saran atau langsung pada naskah.
SARAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
201
LEMBAR VALIDASI SOAL EVALUASI
Mata Pelajaran
: SDN Dukuh 2
: Bahasa Indonesia Satuan Pendidikan
Materi pokok
: Bacaan atau cerita
Kelas/Semester
: II/2
Nama Validator
Pekerjaan
Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat
Bapak/ Ibu sebagai ahli materi. Pendapat, kritik, saran dan koreksi dari
Bapak/lbu akan sangat bermanfaat untuk meningkatkan kualitas penelitian.
Oleh karena itu,Bapak/Ibu diharapkan dapat memberikan respon untuk
setiap pernyataan berikut ini dengan memberi tanda centang () pada Skor
yang tertera serta memberikan komentar atas kelayakan soal evaluasi.
Berikut ini adalah kriteria penskoran masing-masing komponen soal
evaluasi yang dinilai:
1. : berarti “tidak baik”
2. : berarti “kurang baik”
3. : berarti “cukup”
4. : berati “baik”
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
202
Berilah tanda cek () dalam kolom penilaian yang sesuai dengan pendapat Anda!
Skala Penilaian
No Indikator Validasi
1
2
4
3
Materi
1.
Soal yang disusun
telah sesuai dengan
materi
yang
diajarkan.
2.
Soal
yang
disusun
√
√
telah sesuai dengan
SK dan KD.
3.
Soal yang disusun
telah sesuai dengan
indikator.
4.
Soal sesuai dengan
jenjang jenis sekolah
dan tingkat kelas.
√
√
Konstruksi
5.
Menggunakan kata
tanya atau perintah
yang
menuntut
jawaban uraian.
√
Komentar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
203
6.
Terdapat petunjuk
yangjelas
cara
mengerjakan soal.
√
7.
Terdapat pedoman
penskorannya.
√
Bahasa dan Format
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
204
Nilai kelayakan soal evaluasi:
Jumlah Skor yang Diperoleh
Nilai Akhir
x 100
Skor Maksima,l
Keterangan kriteria kelayakan insfrumen:
Nilai 85-100 =Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
Nilai 75-84 = Baik (Dapat digunakan dengan sedikit revisi).
Nilai 65-69 =Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
Nilai < 65 = Kurang (Belum dapat digunakan dan masih
memerlukan konsultasi).
Kesimpulan penilaian secara umum*) :
I. Soal evaluasi ini:
1. Kurang (Belum dapat digunakan dan masih memerlukan konsultasi).
2. Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
3. Baik (Dapat digunakan dengan sedikit revisi).
4. Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
*) Lingkarilah yang sesuai.
Mohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom saran atau langsung pada naskah.
SARAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
205
LEMBAR VALIDASI
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Satuan Pendidikan : SDDukuh2
Materi pokok
Kelas/Semester
: Bacaan atau Cerita
: II/2
Nama Validator
: Tumini, S.Pd. SD
Pekerjaan
: Guru SD Dukuh 2
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
206
Petunjuk
Mohon bapak/ ibu berkenaan memberikan penilaian pada Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) di bawah ini
memberikan tanda centang () pada Skor yang
tertera pada kolom, serta memberikan komentar atas kelayakan RPP. Berikut ini adalah
kriteria penskoran masing-masing komponen RPP yang dinilai:
Berilah tanda cek () dalam kolom penilaian yang sesuai dengan pendapat anda!
Keterangan:
1.
2.
3.
4.
: berarti “tidak baik’’
: berarti “kurang baik”
: berarti “cukup”
: berarti “baik”
Indikator Validasi
Skala Penilaian
No
1
2
3
Komentar
4
Format
√
1.
Kejelasan materi
2.
Pengaturan ruang/ tata letak
√
3.
Jenis dan ukuran huruf yang
sesuai
√
Bahasa
1.
Kebenaran tata bahasa
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
207
2.
Kesederhanaan struktur
kalimat
√
3
Kejelasan stuktur
√
4.
Bahasa yang digunakan
bersifat komunikatif
√
1.
Kebenaran materi/ isi.
√
2.
Pengelompokkan dalam
materi-materi yang logis.
√
3.
Kesesuaian dengan standar
isi KTSP.
√
4.
Kesesuaian dengan
√
Isi
pembelajaran
Bahasa
Indonesia
melalui
pendekatan
Kontekstual
5.
Metode penyajian yang
digunakan.
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
208
6.
Kelayakan sebagai
kelengkapan
pembelajaran.
√
7.
Kesesuaian alokasi waktu
yang digunakan,
√
Skor yang diperoleh
52
Skor maksimal
70
Nilai kelayakan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP):
Jumlah Skor yang Diperoleh
Akhir
x 100
Skor Maksimal
Keterangan kriteria kelayakan insfrumen:
Nilai 85-100 -— Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
Nilai 75-84 = Baik (Dapat digunakan dengan sedikit revisi).
Nilai 65-74 = Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
Nilai < 65 = Kurang (Belum dapat digunakan dan masih
memerlukan konsultasi).
Kesimpulan penilaian secara umum*) .
I. Rancangan pembelajaran ini:
1. Kurang (Belum dapat digunakan dan masih memerlukan konsultasi).
2. Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
3. Baik (Dapat digunakan dengan sedikit revisi).
4. Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
*) Lingkarilah yang sesuai.
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
209
Mohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom saran atau langsung pada naskah.
SARAN
Validator,
LEMBAR VALIDASI SOAL EVALUASI
Mata Pelajaran
. Bahasa Indonesia
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
210
Satuan Pendidikan : SD Dukuh2
Materi pokok
Kelas/Semester
: Bacaan atau Cerita
: II/2
Nama Validator
: Tumini, S.Pd. SD
Pekerjaan
: Guru SD Dukuh 2
Lembar validasi ini dimaksudkan untuk mengetahui pendapat Bapa/Ibu sebagai ahli
materi. Pendapat, kritik, saran dan koreksi dari Bapak/lbu akan sangat bermanfaat untuk
meningkatkan kualitas penelitian. Oleh karena itu Bapa/Ibu diharapkan dapat memberikan
respon untuk setiap pernyataan berikut ini dengan memberi tanda centang ()pada skor
yang tertera serta memberikan komentar atas kelayakan soal evaluasi.
Berikut ini adalah kriteria penskoran masing-masing komponen soal evaluasi yang
dinilai:
1. : berarti “tidak baik”
2. : berarti “kurang baik”
3. : berarti “baik”
Berilah tanda cek () dałam kolom penilaian yang sesuai dengan pendapat anda!
No
Indikator Validasi
Skala Penilaian
1
2
4
3
Materi
1.
Soal yang disusun
telah sesuai dengan
materi
yang
diajarkan.
√
Komentar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
211
2.
√
Soal yang disusun telah
sesuai dengan
SK dan KD.
3.
Soal yang disusun
telah sesuai dengan
indikator.
√
4.
Soal sesuai dengan
jenjangjenis sekolah
dan tingkat kelas.
√
Konstruksi
5.
Menggunakan kata
tanya atau perintah
yang menuntut jawaban
uraian.
6.
Terdapat petunjuk
yangjelas
cara
mengerjakan soal.
7.
Terdapat pedoman
penskorannya.
√
√
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
212
Nilai kelayakan soal evaluasi:
Jumlah Skor yang
Nilai Akhir —
x 100
Skor Maksimal
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
213
Keterangan kriteria kelayakan insü•umen:
Nilai 85-100= Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
212
Nilai 75-84
= Baik (Dapat digunakan dengan sedikit revisi).
Nilai 65-69
= Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
Nilai < 65
= Kurang (Belum dapat digunakan dan masih memerlukan
konsultasi).
Kesimpulan penilaian secara umum*) :
I. Soal evaluasi ini:
1. Kurang (Belum dapat digunakan dan masih memerlukan konsultasi).
2. Cukup (Dapat digunakan dengan banyak revisi).
3. Baik (Dapat digunakan dengan sedikit revisi).
4. Baik sekali (Dapat digunakan tanpa revisi).
*) Lingkarilah yang sesuai.
Mohon menuliskan butir-butir revisi pada kolom saran atau langsung pada naskah.
SARAN
Validator,
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
213
Observasi Siswa Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Selasa 12 April 2016
Siklus/pertemuan
: I/1
Kisi-kisi Pedoman Observasi Siswa
No
1
2
3
Indikator
Pernyataan
Nomor
Perhatian terhadap pembelajaran membaca nyaring menggunakan media
1,2,3,8
cerita bergambar
Keaktifan terhadap pembelajaran membaca nyaring mengunakan media
4,5,7
cerita bergambar
Pemahaman terhadap konteks media cerita bergambar
6,9
Petunjuk
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
Lembaran Observasi Siswa
No
Pernyataan
1
Siswa melaksanakan dan merespon perintah guru sebelum kegiatan
membaca cerita berlangsung
2
Siswa merespon dan memperhatikan media cerita bergambar yang
dibagikan oleh guru
4
3
2
√
√
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
214
3
4
5
6
7
8
9
Siswa menyimak guru saat membaca cerita
Siswa melihat gambar dan membaca teks narasinya secara klasikal
setelah dibacakan oleh guru
Siswa memberikan tanggapan atau komentar terhadap gambar
Siswa merespon guru saat melakukan tanya jawab tentang isi cerita
Siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas dengan
memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
Siswa menyimak temannya yang sedang mendapatkan giliran
membaca
Siswa dibimbing guru menyimpulkan isi cerita yang dibacanya
Nilai = Jumlah Skor yang Diperoleh x100
Jumlah skor maksimal
=23/36 x100
=63
Observasi Guru Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
√
√
√
√
√
√
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
215
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Selasa 12 April 2016
Siklus/pertemuan
: I/1
Kisi-kisi Pedoman Observasi Guru
No
1
2
3
Indikator
Pernyataan
Nomor
Merangsang perhatian siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 1,2,3, 4, 9,
menggunakan media cerita bergambar
10
Merangsang keaktifan siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 5, 6,8
menggunakan media cerita bergambar
Membantu pemahaman siswa terhadap konteks media cerita bergambar
7, 11
Petunjuk
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
Lembaran Observasi Guru
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
216
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Nilai =
=
𝟑𝟎
𝟒𝟒
Pernyataan
4 3 2 1
√
Guru memberikan arahan sebelum kegiatan membaca cerita berlangsung
√
Guru menunjukkan dan membagikan media cerita bergambar kepada siswa
√
Guru memberi contoh membaca nyaring cerita
√
Guru menunjukkan gambar-gambar, tokoh-tokoh dan kejadian dalam cerita
bergambar
√
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat gambar dan
membaca teks narasinya secara klasikal
√
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi atau
memberikan komentar terhadap gambar, tokoh atau yang lainnya
√
Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang isi cerita
√
Guru mengevaluasi siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas
dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
√
Guru membimbing dan membenarkan jika ada siswa yang mengalami
kesalahan dalam membaca nyaring
√
Guru mengkondisikan kelas agar siswa menyimak temannya yang sedang
mendapatkan giliran membaca
√
Guru membimbing siswa menyimpulkan isi cerita yang dibacakan
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
𝒙𝟏𝟎𝟎
𝒙𝟏𝟎𝟎
=68
Observasi Siswa Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Selasa 19 April 2016
Siklus/pertemuan
: I/2
Kisi-kisi Pedoman Observasi Siswa
No
Indikator
Pernyataan Nomor
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
217
1
2
3
Perhatian terhadap pembelajaran membaca nyaring 1,2,3,8
menggunakan media cerita bergambar
Keaktifan terhadap pembelajaran membaca nyaring 4,5,7
mengunakan media cerita bergambar
Pemahaman terhadap konteks media cerita bergambar
6,9
Petunjuk
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
Lembaran Observasi Siswa
No
1
2
3
4
5
6
7
Pernyataan
4
Siswa melaksanakan dan merespon perintah guru
sebelum kegiatan membaca cerita berlangsung
Siswa merespon dan memperhatikan media cerita √
bergambar yang dibagikan oleh guru
Siswa menyimak guru saat membaca cerita
Siswa melihat gambar dan membaca teks narasinya
secara klasikal setelah dibacakan oleh guru
Siswa memberikan tanggapan atau komentar terhadap
gambar
Siswa merespon guru saat melakukan tanya jawab
tentang isi cerita
Siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas
dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
3
2
√
√
√
√
√
√
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
218
8
Siswa menyimak temannya yang sedang mendapatkan
giliran membaca
Siswa dibimbing guru menyimpulkan isi cerita yang
dibacanya
9
Nilai =
=
𝟐𝟓
𝟑𝟔
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
√
√
𝒙𝟏𝟎𝟎
𝒙𝟏𝟎𝟎
=69
Observasi Guru Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Selasa 19 April 2016
Siklus/pertemuan
: I/2
Kisi-kisi Pedoman Observasi Guru
No
1
2
3
Petunjuk
Indikator
Pernyataan
Nomor
Merangsang perhatian siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 1,2,3, 4, 9, 10
menggunakan media cerita bergambar
Merangsang keaktifan siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 5, 6,8
menggunakan media cerita bergambar
Membantu pemahaman siswa terhadap konteks media cerita 7, 11
bergambar
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
219
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
Lembaran Observasi Guru
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Pernyataan
Guru memberikan arahan sebelum kegiatan membaca cerita berlangsung
Guru menunjukkan dan membagikan media cerita bergambar kepada siswa
Guru member contoh membaca nyaring cerita
Guru menunjukkan gambar-gambar, tokoh-tokoh dan kejadian dalam cerita
bergambar
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat gambar dan
membaca teks narasinya secara klasikal
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi atau
memberikan komentar terhadap gambar, tokoh atau yang lainnya
Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang isi cerita
Guru mengevaluasi siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas
dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
Guru membimbing dan membenarkan jika ada siswa yang mengalami kesalahan
dalam membaca nyaring
Guru mengkondisikan kelas agar siswa menyimak temannya yang sedang
mendapatkan giliran membaca
Guru membimbing siswa menyimpulkan isi cerita yang dibacakan
Nilai =
=
𝟑𝟓
𝟒𝟒
=79
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
𝒙𝟏𝟎𝟎
𝒙𝟏𝟎𝟎
4 3 2 1
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
220
Observasi Siswa Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Selasa 26 April 2016
Siklus/pertemuan
: II/1
Kisi-kisi Pedoman Observasi Siswa
No
1
2
3
Indikator
Perhatian terhadap pembelajaran membaca nyaring
menggunakan media cerita bergambar
Keaktifan terhadap pembelajaran membaca nyaring
mengunakan media cerita bergambar
Pemhaman terhadap konteks media cerita bergambar
Pernyataan Nomor
1,2,3,8
4,5,7
6,9
Petunjuk
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
221
Lembaran Observasi Siswa
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Pernyataan
Siswa melaksanakan dan merespon perintah guru
sebelum kegiatan membaca cerita berlangsung
Siswa merespon dan memperhatikan media cerita
bergambar yang dibagikan oleh guru
Siswa menyimak guru saat membaca cerita
Siswa melihat gambar dan membaca teks narasinya
secara klasikal setelah dibacakan oleh guru
Siswa memberikan tanggapan atau komentar terhadap
gambar
Siswa merespon guru saat melakukan tanya jawab
tentang isi cerita
Siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas
dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
Siswa menyimak temannya yang sedang mendapatkan
giliran membaca
Siswa dibimbing guru menyimpulkan isi cerita yang
dibacanya
Nilai =
=
𝟐𝟗
𝟑𝟔
=80
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
𝒙𝟏𝟎𝟎
𝒙𝟏𝟎𝟎
4
3
2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
222
Observasi Guru Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Selasa 26 April 2016
Siklus/pertemuan
: II/1
Kisi-kisi Pedoman Observasi Guru
No
1
2
3
Indikator
Pernyataan
Nomor
Merangsang perhatian siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 1,2,3, 4, 9, 10
menggunakan media cerita bergambar
Merangsang keaktifan siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 5, 6,8
menggunakan media cerita bergambar
Membantu pemahaman siswa terhadap konteks media cerita bergambar
7, 11
Petunjuk
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
223
Lembaran Observasi Guru
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Pernyataan
Guru memberikan arahan sebelum kegiatan membaca cerita berlangsung
Guru menunjukkan dan membagikan media cerita bergambar kepada siswa
Guru member contoh membaca nyaring cerita
Guru menunjukkan gambar-gambar, tokoh-tokoh dan kejadian dalam cerita
bergambar
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat gambar dan membaca
teks narasinya secara klasikal
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi atau memberikan
komentar terhadap gambar, tokoh atau yang lainnya
Guru melakukan tanya jawab kepada siswa tentang isi cerita
Guru mengevaluasi siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas dengan
memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
Guru membimbing dan membenarkan jika ada siswa yang mengalami kesalahan
dalam membaca nyaring
Guru mengkondisikan kelas agar siswa menyimak temannya yang sedang
mendapatkan giliran membaca
Guru membimbing siswa menyimpulkan isi cerita yang dibacakan
Nilai =
=
𝟑𝟗
𝟒𝟒
=88
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
𝒙𝟏𝟎𝟎
𝒙𝟏𝟎𝟎
4 3 2
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
224
Observasi Siswa Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Kamis 5 Mei 2016
Siklus/pertemuan
: II/2
Kisi-kisi Pedoman Observasi Siswa
No
1
2
3
Indikator
Pernyataan
Nomor
Perhatian terhadap pembelajaran membaca nyaring menggunakan media cerita 1,2,3,8
bergambar
Keaktifan terhadap pembelajaran membaca nyaring mengunakan media cerita 4,5,7
bergambar
Pemahaman terhadap konteks media cerita bergambar
6,9
Petunjuk
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
225
Lembaran Observasi Siswa
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
Pernyataan
Siswa melaksanakan dan merespon perintah guru
sebelum kegiatan membaca cerita berlangsung
Siswa merespon dan memperhatikan media cerita
bergambar yang dibagikan oleh guru
Siswa menyimak guru saat membaca cerita
Siswa melihat gambar dan membaca teks narasinya
secara klasikal setelah dibacakan oleh guru
Siswa memberikan tanggapan atau komentar terhadap
gambar
Siswa merespon guru saat melakukan tanya jawab
tentang isi cerita
Siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas
dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
Siswa menyimak temannya yang sedang mendapatkan
giliran membaca
Siswa dibimbing guru menyimpulkan isi cerita yang
dibacanya
Nilai =
=
𝟑𝟐
𝟑𝟔
=88
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
𝒙𝟏𝟎𝟎
𝒙𝟏𝟎𝟎
4
3
√
√
√
√
√
√
√
√
√
2
1
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
226
Observasi Guru Selama Pembelajaran Membaca Nyaring
Menggunakan Media Cerita Bergambar
Kelas
: II/2
Hari/tanggal
: Kamis 5 Mei 2016
Siklus/pertemuan
: II/2
Kisi-kisi Pedoman Observasi Guru
No
1
2
3
Indikator
Pernyataan
Nomor
Merangsang perhatian siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 1,2,3, 4, 9,
menggunakan media cerita bergambar
10
Merangsang keaktifan siswa terhadap pembelajaran membaca nyaring 5, 6,8
menggunakan media cerita bergambar
Membantu pemahaman siswa terhadap konteks media cerita bergambar
7, 11
Petunjuk
Berilah tanda centang (√) pada skala jawaban yang dianggap sesuai dengan kenyataan
pada waktu pengamatan berlangsung!
4
: sangat baik
3
: baik
2
: cukup
1
: kurang
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
227
Lembaran Observasi Guru
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
Nilai =
=
𝟑𝟗
𝟒𝟒
=88
Pernyataan
Guru memberikan arahan sebelum kegiatan membaca cerita berlangsung
Guru menunjukkan dan membagikan media cerita bergambar kepada siswa
Guru memberi contoh membaca nyaring cerita
Guru menunjukkan gambar-gambar, tokoh-tokoh dan kejadian dalam cerita
bergambar
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat gambar dan
membaca teks narasinya secara klasikal
Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk menanggapi atau
memberikan komentar terhadap gambar, tokoh atau yang lainnya
Guru melakukan Tanya jawab kepada siswa tentang isi cerita
Guru mengevaluasi siswa membaca cerita secara bergiliran di depan kelas
dengan memperhatikan aspek-aspek membaca nyaring
Guru membimbing dan membenarkan jika ada siswa yang mengalami
kesalahan dalam membaca nyaring
Guru mengkondisikan kelas agar siswa menyimak temannya yang sedang
mendapatkan giliran membaca
Guru membimbing siswa menyimpulkan isi cerita yang dibacakan
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒚𝒈 𝒅𝒊𝒑𝒆𝒓𝒐𝒍𝒆𝒉
𝒋𝒖𝒎𝒍𝒂𝒉 𝒔𝒌𝒐𝒓 𝒎𝒂𝒌𝒔𝒊𝒎𝒂𝒍
𝒙𝟏𝟎𝟎
𝒙𝟏𝟎𝟎
4 3 2 1
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
228
Nilai Kondisi Awal Membaca Nyaring Siswa Kelas II
No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Nama Siswa
A
B
C
D
E
F
G
H
I
J
K
L
M
N
O
P
Q
R
S
T
Jumlah
Rata-rata
skor
50
65
51
66
67
65
60
50
56
56
66
50
50
65
66
65
66
65
66
55
1200
60
Ketuntasan KKM
Tuntas
Tidak
tuntas
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
√
9 anak
11 anak
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
229
FOTO-FOTO PROSES PENELITIAN
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
230
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
231
PLAGIAT MERUPAKAN TINDAKAN TIDAK TERPUJI
232
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Susana Beto, lahir di Puor 28 Juni 1984. Pendidikan
awal dimulai dari Taman Kanak-Kanak di TK St.
Theresia Puor pada tahun 1993, Sekolah Dasar di SD
Katolik Puor pada tahun 1999 dan melanjutkan ke
jenjang Sekolah Menengah Pertama di SMP Negeri 2
Nagawutung pada tahun 2003. Jenjang Pendidikan
Sekolah Menengah Atas di SMA Negeri 2 Nubatukan
dengan mengambil jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial (
IPS ) pada tahun 2006.
Setelah lulus SMA, penulis memasuki hidup membiara dalam Tarekat Suster-Suster
Yesus Maria Yoseph di Manado. Setelah kaul pertama tahun 2011 sebagai Suster JMJ,
penulis melanjutkan masa Yunior internif di Timor, setelah itu mendapat tugas di Panti
Asuhan dan Panti Werda Pangamasean Makassar. Pada tahun 2012 penulis mendapat
tugas perutusan dari Tarekat untuk studi di Universitas Sanata Dharma, Fakultas
Keguruan Ilmu Pendidikan, Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar ( PGSD
).
Download