BAGIAN –III
PERANAN AKUNTANSI MANAJEMEN DALAM PERENCANAAN DAN
PENGENDALIAN :
BAB – V CAPITAL BUDGETING (PERENCANAAN INVESTASI)
BAB-VI MASTER BUDGET PERENCANAAN TAHUNAN
BAB – VII FLEXIBLE BUDGET DAN ANALISA PENYIMPANGAN
BAB – VIII BIAYA STANDAR DAN ANALISA PENYIMPANGAN
105
BAB V
Capital Budgeting Dan Analisa Investasi
VI.1.
Proposal Investasi
Dikenal beberapa istilah antara lain Sudi kelayakan proyek, Project appraisal, Project
preparation dan Cost-Benefit Analsis serta istilah lain dalam beberapa literatur adalah
Capital Budgeting
Proposal Investasi dapat dikelompokan kedalam beberapa katagori:
1.
Pembangunan proyek baru( Pabrik ,real estate,Infrastruktur )
2.
Investasi ekspansi :
(i).
Penambahan kapasitas produksi dari lini produksi yang telah ada .
(ii).
Adanya ksempatan yang lebih baik didasarkan atas pengalaman perusahan.
(iii).
Cost Reduction Program (CRP) termasuk modifikasi pabrik dalam rangka
penghematan energi seperti perubahan dari pemakaian Bahan bakar minyak ke
pemakain batubara dalam sistem produksi.
(iv).
Dalam praktek Keputusan ekspansi dan penggantian seringkali diperlakukan
sama.
3..
Investasi penambahan produk baru
Investasi ini dapat berupa perluasan maupun diversifikasi produk yang telah ada
4.
Investasi lain yang tidak termasuk ketiga katagori diatas seperti:
(i).
Investasi alat pengendalian polusi /Limbah industri
(ii).
Investasi karena faktor pertimbangan kelestarian lingkungan
maupun tanggung jawab sosial
(iii).
Investasi untuk keamanan pabrik
VI.2. Empat metode penilaian dalam Analisa Investasi yang biasa dipergunakan:
1.Metode Payback.
106
2.Net present Value . {NPV)
3.Internal Rate of Return.(IRR)
3.Profitability Index. ( P.I )
VI.2.1.PAY-BACK
Metode Pay Back menilai suatu investasi dengan melihat waktu yang diperlukan agar
akumulasi arus kas bersih sama dengan initial investment, atau mengukur jangka waktu yang
diperlukan agar investasi dapat kembali.
Jika arus kas bersih dimasa datang sama setiap tahun maka untuk mencari periode
payback menjadi tebih mudah, dengan membagi net investment dengan arus kas bersih
setiap tahun.
Periode Payback =
Investasi Neto
Arus Kas Bersih Tahunan
Jika arus; kas bersih setiap tahun tidak sama maka untuk mencari periode payback dilakukan
dengan cara interpolasi sampai investasi neto kembali.
Kelebihan metode payback ini adalah bahwa metode ini sederhana, metode ini juga
mengukur likuiditas proyek, dalam beberapa hal juga dapat dipergunakan untuk mengukur
risiko.
Di lain pihak, metode payback tidak tepat apabila dipergunakan untuk mengukur
profitabilitas dan oleh karena itu metode payback tidak baik untuk pembuatan keputusan.
Metode payback tidak memperhatikan nilai waktu uang arus kas selain itu juga tidak
memperhatikan arus kas setelah payback.
SELF STUDY VI.2.1.1
Suatu perusahaan sedang mempertimbangkan pembelian mesin seharga Rp. 50 Juta dgn
umur guna atau umur ekonomis mesin tersebut ditaksir 10 thn. Depresiasi garis lurus akan
diterapkan dgn asumsi tidak ada nilai residu. Artinya mesin itu nantinya tak akan laku dijual
sebagai besi tua.
Pendapatan tahunan berjumlah 10 juta sebelum depresiasi dan pajak. Andaikata tarif pajak
adalah 40%, maka periode pengembalian dihitung sebagai berikut :
107
P
=
I
C
Pendapatan sebelum penyusutan dan pajak
Kurang :
Rp.
Depresiasi ( 500 juta: 10 thn)
Pendapatan sebelum pajak
Kurang :
50 juta
Rp.
Pajak pendapatan (30%)
Pendapatan bersih
Ditambah
100 juta
50 juta
15 juta
Rp.
Depresiasi
35 juta
50 juta
Arus uang kas hasil operasi
Rp.
Periode pengembalian Rp. 500 juta / Rp. 85juta =
85 juta
5,88 tahun
VI.2.2. Net present value (NPV)
Metode NPV suatu Penilaian investasi adalah selisih atas Nilai Sekarang arus kas bersih
(di mana cost of capital sebagai discount ratenya) dengan investasi bersih atau present
value net investment.
1. Net present value (NPV) adalah:
n
NPV =
At
 (1  k )
t 1
t
 o
Di mana :
At =adalah arus kas bersih,
108
k =adalah biayamodal yang menunjukkan tingkat keuntungan minimal yang
diminta investor,
n = adalah usia aktiva yang diharapkan, Io adalah investasi neto atau initial
investment.
1).Dengan metode NPV suatu investasi akan diterima apabila NPV investasi tersebut
positif dan menolak investasi apabila NPV investasi itu negatif atau bila present value arus
kas bersih lebih rendah dari pads investasi neto.
2).Jika suatu investasi memiliki NPV = 0 maka hares diterima investasi itu, karena
investasi yang NPV = 0 tersebut telah memberikan keuntungan sebesar discount ratenya. Jika
investor dihadapkan pada proyek yang bersifat saling meniadakan maka haruslah dipihh
proyek yang memiliki NPV paling besar.
3).Metode NPV lebih baik jika dibandingkan dengan metode payback, karena metode
NPV memperhatikan nilai waktu uang. Metode ini juga mudah digunakan untuk menilai
suatu investasi, karena investasi yang memiliki NPV positif akan meningkatkan kemakmuran
pemilik perusahaan.
Self Study VI.2.2.1
Pengeluaran pokok untuk sebuah proyek berjumlah Rp. 40 juta. Diperkirakan akan ada arus
uang kas hasil operasi sebesar Rp. 10 juta setiap tahun selama 10 tahun. Andaikata tingkat
pendapatan minimum adalah 16%, maka NPV dihitung sewbagai berikut.
Nilai tunai Rp. 1.000 yang tiap-tiap tahun diterima selama 10 tahun, dengan tingkat
pendapatan minimum 16 %, adalah 4,833. Maka arus uang kas yang didiskontokan dengan
tingkat pendapatan minimum tersebut adalah :
4,833 x Rp. 10 juta = Rp. 48.330.000
Maka nilai tunai netto (net present value) adalah :
NPV
= arus uang kas yang didiskontokan dengan tingkat pendapatan minimum –
investasi pokok
= Rp. 48.330.000 – Rp. 40.000.000
= Rp. 8.330.000
Kesimpulan dan Rekomendasi :Karena NPV ternyata positif, maka proyek itu
menguntungkan dan karena itu layak dilaksanakan .
109
VI.2.3.Internal rate of return (IRR) adalah:
IRR. adalah discount rate yang menyamakan present value arus, kas bersih dengan
presentvalue investasi neto. Dengan kata lain IRR adalah discount rate yang membuat NPV
investasi sama dengan nol
n
At
 (1  r )
t 1
t
 o
Di mana r adalah internal rate of return, yang dicari dengan cars trial and error.
Dengan metode IRR suatu investasi akan diterima apabila IRR investasi tersebut lebih
besar dari pada biaya modal (k) dan menolak investasi apabila, IRR lebih kecil dari pada
biaya modal (k).
3.Seperti halnya NPV metode IRR juga memperhatikan nilai waktu uang. Dalam hal
memutuskan proyek yang mutually exclusive maka pilihlah investasi yang memiliki
IRR paling tinggi.
4.Kesulitan yang mungkin akan dihadapi dalam hal menilai suatu investasi dengan
IRR adalah bila arus, kas tidak seperti biasanya, berubah dari positif ke negatif dan ini
dapat menghasilkan multiple: IRR.
SELF STUDY- IV.5.1
Perusahaan saudara memiliki kesempatan untuk melakukan investasi pada mesin
baru senilai Rp.135.750.000, - Mesin tersebut diharapkan memiliki usia ekonomis 7
tahun dan dapat memberikan arus kas bersih setiap tahun sebesar Rp.45.000.000,- Apabila
biaya modal untuk proyek mesin baru tersebut 16 persen, saudara diminta:
a.Berapa net present value investasi itu?
b.Berapa internal rate of return investasi?
Haruskah saudara melakukan investasi mesin tersebut?
Jawaban: ( PVIFA)
a. NPV
= - 135.750.000,- + ∑45.000.000
t=I
(1 + 16%)t
= ( Rp 135.750.000 ) + Rp.45.000.000,- [PVIFA16%,7 tahun)
= ( Rp.135.750.000 ) + Rp.45.000.000,- (4,0386)
= (Rp.135.750.000 )+ Rp.181.737.000,= + Rp.45.987.000,-
110
b. Internal rate of return dapatdicari:
n
Rumus : IRR =
At
 (1  r )
t 1
0 = NPV
t
 o
= Rp.135.750.000,- +∑45.000.000
t=I (1 + IRR)t
= Rp.135.750.000, + 45.000.000 – [PVIFA IRR,7]
= Rp 135.750.000 – (45.000.000- [PVIFA IRR,7]
45.000.000 PVIFA = Rp 135.750.00
PVIFA
= Rp.135.750.000, / 45.000.000
= 3,01667
Dengan TRIAL AND ERROR dan bantuan tabel pada baris, tahun ke tujuh maka PVIFA sebesar
3,01667 terletak antara tingkat discount 25% dan 27%. Kemudiani internal rate of return dapat dicari pada
Tabel dibawah ini:
Tabel Trial and Error
Discount Rate
Discount Factor (PVIFA)
Aliran Kas Pertahun
25%
3,1611
Rp.45.000.000,-
27%
3,0087
Rp.45.000.000,-
2%
P/V Aliran Kas
Rp.142.249.500,-
Rp.135.391.500,-
Rp. 6.858.000,-
IRR = 26,90 %
IRR = 25% + 142.249.500 – 135.750.000 x (27% 25%)
142.249.500 - 135.391.500
= 25% + 1,90% >>>>>> IRR = 26,90%.
c.Rekomendasi :Kesempatan investasi tersebut sebaiknya dilakukan NPV investasi itu positif
dan internal rate of return dihasilkan ternyata lebih besar daripada biaya modal.
111
VI.2.4.Profitability Index (PI)
1.Profitability Index (PI) atau sering disebut. dengan Benefit Cost Ratio (BCR) adalah rasio
antara present value anuitas arus kas bersih dengan investasi netto.Profitability Index (PI)
adalah adalah hasil bagi dari pada PV-Annuity Arus Kas Masuk selama masa proyek dibagi
Initial Outlay (Io)
Profitability Index dapat dinyatakan:
A. Untuk proyek yang arus kas masuknya sama setiap tahun memakai
formula :PVIFA =Present Value Interest Factor Annunity,Konsep Nilai
Sekarang Anuitas dengan simbol :
n
PI =
At
 (1  k )
t 1
Io
t
=
PVIFA
Self Study 1V-4.1 (Arus Kas Masuk Sama)
Saudara sebagai manajer keuangan sebuah perusahaan yang sedang berkembang.
Saatini dihadapkan pada empat kesempatan investasi yang independen dan usia
ekonomis masing-masing investasi adalah 4 tahun. Biaya modal 14%. Arus kas masingmasing investasi adalah:
Investasi
Initial Outlay
Arus Kas Bersih
A
Rp. 50.000.000,-
Rp. 20.000.000,-
B
Rp.35.000.000,-
Rp. 15.000.000,-
C
Rp. 20.000.000,-
Rp. 8.000.000,-
D
Rp. 15.000.000,-
Rp. 5.000.000,-
Saudara diminta :
Dengan menggunakan metode NPV, investasi mana yang sebaiknya dilakukan?
Misalkan perusahaan menghadapi kendala dimana hanya tersedia dana sebesar Rp.
70.000.000,- investasi mana saja yg sebaiknya dilakukan?
112
Pergunakan metode rata-rata profitability index, dan apakah memberikan hasil yg sama dgn
metode NPV?
Jawaban: Self Study (Arus Kas bersih sama )(Pergunakan Tabel FVIFA)
n
At
 (1  r )
t 1
t
n
NPV=
 o
At
 (1  r )
t 1
t
 o
n
NPV
t=1
= Ao

__ 1 ___ - Io
(1 +k)t
NPVA–Investasi A
= Rp.20.000.000,- (PVIFA14%,4) -Rp.50.000.000,= Rp.20.000.000,- (2,9137) - Rp.50.000.000,= Rp.8.274.000,-
NPVB–Investasi B
= Rp.15.000.000,- (PVIFA14%,4) -Rp.35.000.000,= Rp.15.000.000,- (2,9137) - Rp.35.000.000;= Rp.8.705.000,-
NPVc–Investasi C
= Rp.8.000.000,- (PVIFA 14%,4)- Rp.20.000.000,= Rp.8.000.G00,- (2,9137) - Rp.20.000.000,= Rp.3.310.000,-
NPVD -Investasi D
= Rp.5.000.000,- (PVIFA14%,4) - Rp.15.000.000,= Rp.5.000.000,- (2,9137) - Rp.15.000.000,
= (Rp.432.000,-)
Kesimpulan dan Rekomendasi
Proyek A, B, dan C memiliki net present value yang positif dan dapat diterima sementara
hanya proyek D yang memiliki net present value negatif oleh karena seharusnya ditolak.
113
Untuk memilih proyek mana saia sebaiknya yang harus dilaksanakan terdapat dua pilihan.
Kombinasinya A dan C atau B dan C. Karena net present value dapat ditambahkan maka:
NPV(A) + NPV(C-) = Rp. 8.274.000,- + Rp.3.310.000,= Rp.11.584.000,NPV(B) + NPV(C) = Rp. 8.705.000,- + Rp.3.310.000,= Rp. 12.015.000,Dengan demikian maka kombinasi yang terbaik adalah investasi B dan. C dengan total
investasi sebesar Rp.55.000.000,-. Terdapat sisa dana yang tidak dipergunakan sebesar
Rp.15.000.000,-,Sehingga dapat diinvestasikan ke Investasi lain (dalam Surat berharga.)
B. Untuk proyek yang arus kas masuknya pertahun tidak sama memakai
formula”PVIF = Present Value Interest Factorkonsep bunga majemuk
 1 
dengan simbol 
= PVIF
n 
 (1  r) 
Self Study (Arus Kas Bersih tidak sama )
Sebuah perusahaan saat ini sedang mempertimbangkan kesempatan investasi yang bersifat
mutuallyexclusive. Investasi tersebut memerlukan dana, Rp.5.000.000,- dengan Arus kas bersih
setiap tahun masing-masing:
Tahun
Investasi A
Investasi B
1
Rp.2.000.000,-
Rp.3.000.000,-
2
Rp.3.000.000,-
Rp.2.000.000,-
3
Rp 1.500.000,Rp.1.500.000,-
Rp. 1.500.000,-
Biaya modal perusahaan adalah 10%
Diminta : Saudara diminta untuk menilai kedua proyek dengan menggunakan
Profitability Index ,Bagaimana komentar saudara.
Rp.1.500.000,-
114

1

Jawab : Pergunakan PVIF= 
n 
 (1  r) 
NPV proyek A:
Presen t Value= Rp.2.000.000,-+Rp.3.000.000,- +Rp.1.500.000, = Rp 7.840.880
( 1 + 10%)1(1 + 10%) 2
(1 + 10%)3
=Rp 2.000.000 /0,9091 + Rp 3.000.000 /0,8264 +Rp1.500.000/0,7513=
= Rp 7.826.720
NPV proyek B:
Rp.3.000.000
Rp.2.000.000,
Rp.1.500.000,-
Present Value= + _________ + _________+
(1+10%)1
___________
(1+100)2
=
(1+10%) 3
= Rp 3ooo.000 /o,9091 + 2.000.000/0,8264 + Rp 1.500.000/0,7513 = Rp 7.716.642
Rp 7.826.720
Profitability Proyek A
----------------------
= 1,565.344
Rp 5.000.000
Rp.7.716.642
Profitability Proyek B
---------------------
= 1,543.328
Rp 5.000.000
Dengan demikian menggunakan metode profitability index proyek layak untuk
dilaksanakan adalah proyek A sama dengan menggunakan analisa metode NPV
2. Metode profitability index (PI) menyarankan,suatu investasi sebaiknya diterima apabila
memiliki PI lebih besar dari pada satu atau sama dengan satu.
3. Metode profitability index memiliki kelebihan dan kelemahan seperti halnya metode NPV.
Kelemahan metode NPV adalah sulit dipahami bagi orang yang kurang terlatih tidak
seperti halnya metode payback. NPV mengukur kenaikan kemakmuran pemilik perusahaan
secara absolut sementara PI mengukur kenaikan kemakmuran secara relatif.
Metode mana yang seharusnya dipergunakan untuk menilai suatu investasi merupakan
pertanyaan penting dalam penganggaran modal. Ternyata NPV adalah merupakan metode
yang selalu tepat untuk dipergunakan hal itu disebabkan karena tiga hal:
115
A. Net present value suatu proyek menunjukkan besarnya perubahan kemakmuran
pemilik perusahaan yang disebabkan karena investasi tersebut.
Arus kas didiscounted pads tingkat discount rate sebesar biaya modal setelah pajak yang tidak
lain adalah tingkat keuntungan minimal yang diminta investor.
Kelebihan arus kas atas tingkat keuntungan yang diminta oleh investor menghasilkan
NPV positif. Pemegang saham akan menerima keuntungan sebesar NPV yang positif
tersebut.
B. Dengan mendiscountedkan baik arus kas masuk maupun arus kas keluar dengan tingkat
discount rate sebesar biaya modal rata-rata memisahkan keputusan investasi dengan
keputusan pemenuhan kebutuhan dana.
Yang dimaksud dengan arus kas adalah arus kas setelah pajak yang akan diterima
perusahaan jika tidak adautang.
Pertimbangan pemenuhan kebutuhan dana hanya akan mempengaruhi biaya modal, tetapi
tidak pada, arus kas karena adanya beban bungs telah disesuaikan.
C. Membandingkan metode NPV dan IRR akan menunjukkan bahwa metode NPV memang
lebih baik.
1. Metode internal rate of return menggunakan asumsi reinvestment rate atau opportunity
cost yang salah, di mana aliran kas diasumsikan akan diinvestasikan kembali dengan
tingkat keuntungan penginvestasian kembali sebesar internal rate of return
Proyek yang memiliki risiko yang sama seharusnya, memiliki opportunity cost yang
sama, tetapi karena internal rate of return berbeda maka diasumsikan bahwa reinvestment
ratenya berbeda.
Sementara itu metode net present value (NPV) mendiscountedkan aliran kas atas dasar
cost.of capital yang sesuai dengan risiko proyek yang bersangkutan. Dengan demikian maka
proyek yang memiliki risiko yang sama didiscounted dengan discount rate yang sama.
2. Kriteria internal rate of return dapat melanggar prinsip, penambahan nilai.
a. Metode net present value selalu memperhatikan penambahan nilai.
b. Dengan menggunakan NPV, nilai perusahaan adalah merupakan jumlah nilai
keseluruhan proyek. IRR dapat memberikan hasil adanya multiple rate of return.
VI. 4.Pemilihan alternatif kesempatan investasi
Terdapat dua jenis dasar dari proposal yaitu
PERTAMA:
116
Proposal yang bersifat “MUTTUALLY EXCLUSIVE “(Saling meniadakan ) adalah suatu
kesempatan investasi yang hanya dapat diambil salah satu saja dengan konsekuensi
meniadakan yang lain. Misalnya
@ Dalam angkutan material (Materials handling ) apakah perusahaan akan mengunakan
Conveyor belts (ban berjalan ) atau dengan fork-lift.?DUMP-TRUCK
@ Dalam penggunaan energi sistem proses produksi apakah perusahaan akan menggunakan
Bahan Bakar Minyak/ GAS atau batubara
KEDUA :
PROYEK YANG INDEPENDEN adalah suatu proyek investasi dimana keputusan Menerima
(Go) atau Keputusan Menolak (NOT GO) tidak memiliki pengaruh apapun terhadap proyek
yang lain ( misalnya alternatif investasi untuk membeli perlengkapan materials handing atau
mesin pengepakan (packing plant ).
Dalam praktek banyak perusahaan menghadapi masalah lain dalam memiliki kesempatan
sementara dipihak lain perusahaan dihadapkan pada keterbatasan kemampuan untuk
memenuhi kebutuhan dana. Adanya keterbatasan dana dalam memilih kesempatan
investasi ini sering disebut dengan Capital Rationing .
Salah satu metode untuk memaksimumkan kemakmuran pemegang saham dalam batasan
dana dapat dilakukan dengan “Analisis Profitability Index”,untuk mengatasi hal tersebut
dilakukan :
(i). Membuat Ranking Proposal untuk menentukan proyek-proyek yang mana saja yang
harus diterima dengan melihat profitability index setiap investasi.
(ii).Pilih proyek yang memiliki profitability index dari yang terbesar sampai seluruh dana yang
ada dapat dipergunakan.
(iii).Hanya proyek-proyek yang memiliki profitability index diatas satu saja sebaiknya yang
diambil.Dalam kondisi lain mungkin akan terjadi bahwa dana yang tersedia tidak dapat
dimanfaatkan sepenuhnya karena alternatif proyek berikutnya memerlukan dana yang
besar.
(iv).Untuk mengatasi masalah tersebut dapat dilakukan dengan cara lain yaitu mencari
kombinasi lain yang memberikan Net Present Value (NPV) yang maksimum.
117
V.5 ARUS KAS INVESTASI DAN RESIKO
Dalam arus kas investasi Estimasi aliran kas baik aliran kas masuk maupun aliran kas
keluar yang berkaitan dengan keputusan investasi merupakan masalah yang amat pentingdi
dalam manajemen aktiva tetap. Ada tiga katagori CASH FLOW yang perlu diperhatikan
(i)
Cash Out Flow /Arus Kas Keluar (Io)
Cash Out Flow sering disebut Initial Investment Outlay Arus Kas keluar yang segera
dibutukan untuk membiayai proyek investasi/aktiva serta pengeluaran lainnya sampai
proyek itu beroperasi secara komersiel ,Contoh
*Pra Operation Cost
*Pembelian mesin /Aktiva/Equipment proyek investasi
*Biaya masuk
*Ocean freight
*Inland Transportation
*Bangunan Pabrik
*Biaya tenaga ahli lokal asing
*Biaya pelatihan
*Interest During Construction ( Bunga masa kontruksi)
*MODAL KERJA Uji Coba Operasi Mesin Pabrik
*Trial Run Operation
*Hasil penjualan mesin lama
(ii).
Cash In Flow/Proceed /Arus Kas Masuk
Adalah Arus kas masuk yang diperoleh dari proyek investasi /investasi baru
( a) Laba rugi setelah Pajak
(b).Depresiasi
(c) Cost Reduction Program (CRP) termasuk modifikasi pabrik dalam rangka
penghematan energi seperti perubahan dari pemakaian Bahan bakar minyak ke
pemakain batubara dalam sistem produksi.
118
(d) Penghematan biaya tenaga kerja
( iii) Terminal Cash Flow (Salvage value)
Katagori ketiga adalah Cash Flow yang berkaitan dengan masa akhir proyek contoh Nilai sisa
(Nilai Residu ) ,karena akan mempengaruhi besarnya depresiasi.
Aliran kas yang berkaitan dengan suatu proyek merupakan dasar bagi penilaian proyek itu.
PERTAMA :Aliran kas harus diukur atas dasar incremental cash flows. Aliran kas dari suatu
proyek adalah selisih aliran kas antara perusahaan yang melakukan proyek tersebut
dibanding dengan aliran kas tanpa melakukan proyek tersebut.
KEDUA :Aliran kas harus diperhitungkan ATAS DASAR LABA SETELAH PAJAK (after tax basis).
Pengaruh tidak langsung lainnya atas suatu proyek harus turut diperhitungkan pula
Untuk mengestimasikan aliran kas masuk dapat dipergunakan tiga persamaan:
1.Top-down Approach:
 Aliran Kas = (1 - T)  EBIT +  Depresiasi
Di mana EBIT harus didasarkan atas dasar setelah pajak, karena pajak adalah aliran
kas keluar. Juga depresiasi harus ditambahkan kembali dalam aliran kas karena
depresiasi merupakan non cash expense.
2. Bottom-up Approach:
 aliran kas masuk =  EAT +  Depresiasi + (1 - T)  I
Di mana I adalah biaya bunga, dan aliran kas masuk ini didasarkan atas laba setelah
pajak.
3.Membandingkan sebelum dan sesudah INVESTASI
 aliran kas masuk = (DS-DO-DD) (1-T ) +  D atau
 aliran kas masuk = (S2-S1) –( 02-01)- ( D2 - D1) x (1-T) + ( D2 - D1)
dimana :
S1
= sales sebelum investasi
S2
= Sales sesudah investasi baru
02
=operating cost sebelum investasi baru
119
01
= Operating cost sesudah investasi
D1
= Depresiasi lama
D2
= Depresiasi baru
Sebaiknya di dalam memperhitungkan aliran kas ini, bunga tidak diperhitungkan dengan
demikian keputusan investasi ini tidak memperhatikan cara pemenuhan kebutuhan
dananya. Lebih jauh bila beban bunga dikurangkan dari aliran kas kemudian sisanya
didiscountedkan untuk mencari present valuenya, maka cara semacam ini akan
mengakibatkan adanya penghitungan ganda (double counting) atas nilai waktu uang karena
memperhitungkan bunga dua kali.
4.Terdapat dua aliran kas potensial yang juga harus diperhatikan yaitu adanya nilai sisa atau
solvage value dan modal kerja. Masalahnya akan berkembang apabila ada pajak dan realisasi
nilai sisa atas suatu aktiva tidak sama dengan taksirannya.
Perlu diperhatikan bahwa kedua batasan aliran kas tersebut adalah independen terhadap
biaya pemenuhan modal. Biaya modal akan dibicarakan tersendiri. Untuk mendukung
penilaian yang baik diperlukan data yang akurat dan tepat.
Estimasi atas, penghematan biaya maupun kenaikan pendapatan yang dapat dipercaya
merupakan faktor kritis dalam penilaian. Tidak tepatnya estimasi ini akan mengakibatkan
analisa yang dibuat menjadi tidak berarti karena memberikan hasil yang salah atau
menyesatkan (misleading).
Pencatatan yang efektif untuk meaningful post-audits adalah sangat penting. Individu yang
sangat tekun dan ahli di bidangnya merupakan persyaratan utama setelah data yang akurat
tersedia.
5. Pengembangan suatu prosedur untuk membuat ranking berbagai kesempatan
investasi:.Agar keputusan investasi yang diambil optimal, harus . memperhatikan kriteria
berikut ini:
(i).Harusmemilih proyek-proyek yang memaksimumkan kemakmuran pemegang
saham.
(ii).Harus mempertimbangkan semua arus, kas, baik aliran kas keluar maupun aliran
kas masuk.
(iii) Men-discountedkan arus kas tersebut dengan market opportunity cost of capital.
Keputusan atas pemilihan kombinasi beberapa proyek tidak boleh bertentangan dengan
keputusan pemilihan proyek secara. Individu
120
LATIHAN MANDIRI BAB -V
A.Teori.
1.Sebutdanjelaskanunsur-unsurdariAliranKasMasuk (Cash In Flow)?
2.
MengestimasiAliranKasMasukdapatmenggunakantigamacamcarasebutd
anjelaskan?
Cash Out Flow seringdisebut Initial Investment Outlay
Cash In Flow/Proceed/ArusKasMasuk
3.Terminal cash flow (salvage value) kategori ketiga adalah cash flow
4..Jelaskan
pengertian peralatan analisa keuangan yang umum dipakai di bawah ini:
NilaiKemudian (Future Value) denganNotasiFVr,n = Po (FVIF (r,n))
NilaiSekarang (Present Value) denganNotasi Po = FVr,n (PVIF (r,n))
AnuitasNilaiKemudian (Future Value Annuity) denganNotasiFVAr,t = a
(FVIFA)
AnuitasNilaiSekarang (Present Value Annuity) denganNotasiPVAr,t = a
(PVIFA)
5.Jawabpernyataan/pengertiandibawahinidengancaramenulis
(B)
bilamenurutsaudara BENAR dan (S) biladianggap SALAH.
(i)
.KelemahanpenggunaanMetode
Payback
tidakmemperhatikannilaiwaktuuangaruskasselainitujugatidakmemperhat
ikanaruskassetelah payback. (B)/(S).
(ii).Jikasuatuinvestasimemiliki Net Present Value (NPV) samadengan
NOL,
makaproyektersebutdapatdisarankanuntukditerima,
karenainvestasi yang NPV=0 telahmemberikankeuntungansebesar
discount rate. (B)/(S).
(iii).Denganmetode
IRR
suatuinvestasiakanditerimaapabila
IRR
investasitersebutpositifdanmenolakinvestasiapabila
IRR
investasitersebutnegatif. (B)/(S).
(iv).AliranKas
yang
berkaitandengansuatuproyekmerupakandasarbagipenilaiansuatuproyek,
untukmengestimasialiarankasdapatmenggunakanmetode
Bottom-Up
dengan formula perhitungan: TambahanAliranKas = (1-T) x Tambahan
EBIT + TambahanDepresiasi (B)/(S).
121
C. PROBLEM :
Sebuah perusahaan saat ini sedang mempertimbangkan kesempatan investasi yang bersifat
mutuallyexclusive. Investasi tersebut memerlukan dana, Rp.5.000.000,- dengan Arus kas bersih
setiap tahun masing-masing:
Tahun
Investasi A
Investasi B
1
Rp.2.000.000,-
Rp.3.000.000,-
2
Rp.3.000.000,-
Rp.2.000.000,-
3
Rp 1.500.000,Rp.1.500.000,-
Rp. 1.500.000,-
Biaya modal perusahaan adalah 10%
Diminta : Saudara diminta untuk menilai kedua proyek dengan menggunakan :
a.Metode payback period
b.Net Present Value kedua proyek tersebut.
Rp.1.500.000,-
c. Profitability Index ,Bagaimana komentar saudara.
Jawaban:
Kedua proyek tersebut memiliki payback period yang sama yaitu kurang lebih 2 tahun.
a. NPV proyek A: (Pergunakan Tabel PVIF)
(RP 5.000.0000) +Rp.2.000.000,- + Rp.3.000.000,- +Rp.1.500.000,
( 1 + 10%)1(1 + 10%) 2 (1 + 10%)3
(Rp 5.000.000)+2.000.000/0,90090+3.000.000/0,828448+ 1.500.000/0,751315
-
(Rp 5000.000 ) +Rp2.220.002 +Rp.3.621,229 +Rp.1.999.649= 7.840.880
NPV (Nilai Sekarang bersih Proyek A) =Rp 2.840.880
122
b. NPV proyek B:
Rp.3.000.000
Rp.2.000.000,
= - Rp.5.000.000,- + _________
(1+10%)1 (1+10%)2
Rp.1.500.000,+ _________ + _____________(1+10%) 3
= -Rp 5.000.000 + 3.000.000/0,90090 +2.000.000/0,828448+ 1.500.000/0,751315
= -Rp 5.000.000 + Rp 3.330.003 + Rp 2.414.153 +Rp 1.999.649 =7.743.805
NPV (Nilai Sekarang bersih Proyek B) =Rp 2.743.805
Apabila memperhatikan payback period kedua Investasi tersebut adalah sama saja,
hal ini disebabkan karena metode payback tidak memperhatikan nilai waktu uang.
Tetapi dengan menggunakan metode NPV, maka proyek A ternyata lebih baik jika
dibandingkan dengan proyek B hal ini disebabkan karena proyek A memiliki NPV yang
lebih besar
Profitability Index
NPV proyek A:
Present Value= Rp.2.000.000,-+Rp.3.000.000,- +Rp.1.500.000, = Rp 7.840.880
( 1 + 10%)1(1 + 10%) 2
(1 + 10%)3
NPV proyek B:
Rp.3.000.000
Rp.2.000.000,
Rp.1.500.000,-
Present Value= + _________ + _________+
(1+10%)1
(1+100)2
___________ = RP 7.743.805
(1+10%) 3
Rp 7.840.880
Profitability Proyek A
----------------------
= 1,568175
Rp 5.000.000
Rp.7.743.805
Profitability Proyek B
--------------------Rp 5.000.000
123
= 1,548761
Dengan demikian menggunakan metode profitability index proyek layak untuk
dilaksanakan adalah proyek A sama dengan menggunakan analisa metode NPV
124
Download

NPV proyek A - UIGM | Login Student