BUKU PANDUAN B-GREEN
CV. BERLIAN KOMERING ABADI SEJAHTERA
BUKU PANDUAN B-GREEN
CV. BERLIAN KOMERING ABADI SEJAHTERA
Pengantar Dari
CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera
CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera (BAKAS) adalah salah satu perusahaan milik anak
bangsa yang memproduksi dan memasarkan pupuk organik cair dan padat, pestisida,
fungisida, bio protectant, probiotik dan suplemen ternak organik. Dengan alamat di Jl. Nusa
Indah No.868 rt. 005 rw 003 Gumawang Kec. Belitang Kab. Ogan Komering Ulu Timur
Sumatera Selatan Indonesia. Menyadari bahwa pada era saat ini penggunaan pupuk organik
yang berupa nutrisi untuk tanaman dan ternak mutlak dibutuhkan oleh para petani peternak
Indonesia. Bahkan saat ini penggunaan produk banyak yang serba organik maupun herbal.
Dalam artian masyarakat kita sudah banyak yang beralih menggunakan produk alami seperti
yang dilakukan oleh nenek moyang Indonesia.
Tujuan CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera (BAKAS) adalah memaksimalkan sumber
daya alam dalam keseimbangan ekosistem demi kehidupan yang lebih baik.
Menjawab tantangan yang demikian kompleks, maka CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera
(BAKAS) berusaha berkarya dengan berperan secara nyata dalam ruang lingkup
AGROKOMPLEKS, tidak hanya terbatas pada penyediaan produk pendukung tetapi yang
tidak kalah penting, yaitu dalam hal teknologi organik.
Untuk saat ini produk pendukung CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera (BAKAS) belum
sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan pelaku pertanian organik, tetapi dengan berjalannya
waktu, Penelitian dan Pengembangan (R&D) terus menerus akan dilakukan, sehingga untuk
ke depannya nanti kebutuhan akan produk pendukung secara relatif menyeluruh akan
terpenuhi.
Hasil melimpah, keuntungan tinggi disertai dengan kualitas kesehatan yang baik merupakan
semangat CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera (BAKAS). Dan ketiga hal tersebut yang
akan selalu menjadi dasar CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera (BAKAS) tekankan untuk
menunjang keselarasan.
Teknologi yang telah berhasil dikembangkan oleh CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera
(BAKAS) di bidang agrokompleks meliputi :
• Pertanian :
Pupuk organik (Cair dan Padat), Pembenah Tanah Organik, Pengendali Hama Penyakit
Alami.
• Peternakan :
Suplemen Nutrisi Ternak dan Unggas.
• Perikanan :
Probiotik dan Suplemen Nutrisi Ikan/Udang dan Pembenah Lingkungan
Kolam/Tambak.
Pengembangan aspek subyek yakni sumber daya manusia dilakukan melalui pola jalinan
kekeluargaan dan sosial serta pendampingan ke petani dan peternak secara menyeluruh
sehingga bertahap diharapkan dapat meningkat di sisi pola pikir, mental, motivasi, keilmuan
dan permodalan dengan cukup efektif, efisien dan cepat.
Buku ini disusun sebagai alat bantu bagi para team Agen wilayah dan lapangan yang tersebar
di tanah air, serta referensi tambahan bagi pengguna pupuk B-Green. Akhir kata, kami
berharap buku panduan aplikasi pemupukan B-Green ini dapat menjadi alat bantu yang
memadai.
Semoga bermanfaat. Sukses selalu untuk kita semua.
Konsep Organik
Konsep Organik Merupakan konsep yang komprehensip dengan meniadakan pola
pemeliharaan menggunakan bahan kimia ( pupuk, obat pestisida, insektisida, fungisida,
dll). Untuk mewujudkan konsep ini secara murni tidak lah mudah, di mana kebutuhan
unsur makro tanaman yang bersumber organik dengan volume yang sangat besar sebagai
contoh pupuk kandang untuk lahan 1 ha membutuhkan 6-8 ton/ha/musim
Di samping itu obat - obatan hama belum banyak yang memproduksi agen hayati organik,
sehingga CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera mencoba membangun konsep ini dengan
memenuhi unsur – unsur tersebut.
Dalam bidang pupuk hayati kehadiran produk – produk B-Green dengan kandungannya yang
lengkap menjadikan B-Green menjadi Pupuk Organik Cair (POC) berkualitas yang dapat
dapat bersaing di kelasnya. Sedangkan B-Grow merupakan suplemen ternak dengan nano
tekhnologi yang menjadikanya sebagai salah satu suplemen super untuk ternak saat ini. BGrow di dukung oleh B-Enzim yang sangat spesifik menjadikan kolaborasi yang premium
untuk ternak.
Selain menghadirkan pupuk organik cair, CV. Berlian Komering Abadi Sejahtera berusaha
memproduksi agen hayati 100% organik yaitu B-NoHam. B-NoHam merupakan agen hayati
untuk hama wereng, walang sangit, pengerek batang, pengerek buah, ulat kubis dll. Di
samping empat komponen diatas (B-Green, B-Grow, B-Enzim, B-NoHam) dibutuhkan agen
hayati B-Prosit sebagai protektan dan stimulan untuk tanaman yang bermanfaat dalam
penyeleksian benih secara prenventif. Dan yang terakhir CV. Berlian Komering Abadi
Sejahtera memproduksi fungisida organik
B-Kula' yg akan menjadi solusi hama jamur tanaman petani.
Definisi dan jenis-jenis Pupuk
Penggunaan pupuk sangat penting bagi tanaman, pupuk adalah sebagai perangsang
pertumbuhan akar, batang dan daun, bisa meningkatkan mutu dan jumlah hasil tanaman, dan
lain sebagainya, sehingga bisa dikatakan bahwa pupuk sangat penting sekali untuk tanaman.
Penggolongan Pupuk
Pupuk digolongkan menjadi dua, yakni pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik
adalah pupuk yang terbuat dari sisa-sisa makhluk hidup yang diolah melalui proses
pembusukan (dekomposisi) oleh bakteri pengurai. Contohnya adalah pupuk kompos dan
pupuk kandang. Pupuk kompos berasal dari sisa-sisa tanaman, dan pupuk kandang berasal
dari kotoran ternak. Pupuk organik mempunyai komposisi kandungan unsur hara yang
lengkap, tetapi jumlah tiap jenis unsur hara tersebut rendah. Sesuai dengan namanya,
kandungan bahan organik pupuk ini termasuk tinggi.
Pupuk anorganik atau pupuk buatan adalah jenis pupuk yang dibuat oleh pabrik dengan cara
meramu berbagai bahan kimia sehingga memiliki prosentase kandungan hara yang tinggi.
Menurut jenis unsur hara yang dikandungnya, pupuk anorganik dapat dibagi menjadi dua
yakni pupuk tunggal dan pupuk majemuk. Pada pupuk tunggal, jenis unsur hara yang
dikandungnya hanya satu macam. Biasanya berupa unsur hara makro primer, misalnya urea
hanya mengandung unsur nitrogen.
Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari satu jenis unsur hara.
Penggunaan pupuk ini lebih praktis karena hanya dengan satu kali penebaran, beberapa jenis
unsur hara dapat diberikan. Namun, dari sisi harga pupuk ini lebih mahal. Contoh pupuk
majemuk antara lain diamonium phospat yang mengandung unsur nitrogen dan fosfor.
Menurut cara aplikasinya, pupuk buatan dibedakan menjadi dua yaitu pupuk daun dan pupuk
akar. Pupuk daun diberikan lewat penyemprotan pada daun tanaman. Contoh pupuk daun
adalah Gandasil B dan D, Grow More, dan Vitabloom. Pupuk akar diserap tanaman lewat
akar dengan cara penebaran di tanah. Contoh pupuk akar adalah urea, NPK, dan Dolomit.
Menurut cara melepaskan unsur hara, pupuk akar dibedakan menjadi dua yakni pupuk fast
release dan pupuk slow release. Jika pupuk fast release ditebarkan ke tanah dalam waktu
singkat unsur hara yang ada atau terkandung langsung dapat dimanfaatkan oleh tanaman.
Kelemahan pupuk ini adalah terlalu cepat habis, bukan hanya karena diserap oleh tanaman
tetapi juga menguap atau tercuci oleh air. Yang termasuk pupuk fast release antara lain urea,
ZA dan KCL.
Pupuk slow release atau yang sering disebut dengan pupuk lepas terkendali (controlled
release) akan melepaskan unsur hara yang dikandungnya sedikit demi sedikit sesuai dengan
kebutuhan tanaman. Dengan demikian, manfaat yang dirasakan dari satu kali aplikasi lebih
lama bila dibandingkan dengan pupuk fast release. Mekanisme ini dapat terjadi karena unsur
hara yang dikandung pupuk slow release dilindungi secara kimiawi dan mekanis.
Perlindungan secara mekanis berupa pembungkus bahan pupuk dengan selaput polimer atau
selaput yang mirip dengan bahan pembungkus kapsul. Contohnya, polimer coated urea dan
sulfur coated urea. Perlindungan secara kimiawi dilakukan dengan cara mencampur bahan
pupuk menggunakan zat kimia, sehingga bahan tersebut lepas secara terkendali. Contohnya
Methylin urea, Urea Formaldehide dan Isobutilidern Diurea. Pupuk jenis ini harganya sangat
mahal sehingga hanya digunakan untuk tanaman-tanaman yang bernilai ekonomis tinggi.
Jenis-Jenis Pupuk
1. Pupuk Sumber Nitrogen
Hampir seluruh tanaman dapat menyerap nitrogen dalam bentuk nitrat atau amonium yang
disediakan oleh pupuk. Nitrogen dalam bentuk nitrat lebih cepat tersedia bagi tanaman.
Amonium juga akan diubah menjadi nitrat oleh mikroorganisme tanah, kecuali pada
tembakau dan padi. Tembakau tidak dapat mentoleransi jumlah amonium yang tinggi. Untuk
menyediakan nitrogen pada tembakau, gunakan pupuk berbentuk nitrat (NO 3-) dengan
kandungan nitrogen minimal 50%. Pada padi sawah, lebih baik gunakan pupuk berbentuk
amonium (NH4+) karena pada tanah yang tergenang, nitrogen mudah berubah menjadi gas
N2. umumnya pupuk dengan kadar N yang tinggi dapat membakar daun tanaman sehingga
pemakaiannya perlu lebih hati-hati.
• Amonium Nitrat
Kandungan nitratnya membuat pupuk ini cocok untuk daerah dingin dan daerah panas. Pupuk
ini dapat membakar tanaman jika diberikan terlalu dekat dengan akara atau langsung kontak
dengan daun. Ketersediaan bagi tanaman sangat cepat sehingga frekuensi pemberiannya
harus lebih sering. Amonium nitrat bersifat higroskopis sehingga tidak dapat disimpan terlalu
lama.
• Amonium Sulfat (NH4)2 SO4
Pupuk ini dikenal dengan nama pupuk ZA. Mengandung 21% nitrogen (N) dan 26% sulfur
(S), berbentuk kristal dan kurang higroskopis. Reaksi kerjanya agak lambat sehingga cocok
untuk pupuk dasar. Sifat reksinya asam, sehingga tidak disarankan untuk tanah ber-pH
rendah. Selain itu, pupuk ini sangat baik untuk sumber sulfur. Lebih disarankan dipakai
didaerah panas.
• Kalsium Nitrat
Pupuk ini berbentuk butiran, berwarna putih, sangat cepat larut didalam air, dan sebagai
sumber kalsium yang sangat baik karena mengandung 19% kalsium Ca. sifat lainnya adalah
bereaksi basa dan higroskopis.
• Urea (CO(NH2)2)
Pupuk urea mengandung 46% nitrogen (N). Karena kandungan N yang tinggi menyebabkan
pupuk ini sangat higroskopis. Urea sangat mudah larut dalam air dan bereaksi cepat, juga
menguap dalam bentuk amonia.
2. Pupuk Sumber Fosfor
• SP 36
Mengandung 36% fosfor dalam bentuk P 2O5.pupuk ini terbuat dari fosfat alam dan sulfat.
Berbentuk butiran dan berwarna abu-abu. Sifatnya agak sulit larut dalam air dan bereaksi
lambat sehingga selalu digunakan sebagai pupuk dasar. Reaksi kimianya tergolong netral,
tidak higroskopis dan bersifat membakar.
• Amonium Phospat
Monoamonium Phospat (MAP) memiliki analisis 11.52.0. Diamonium Phospat memiliki
(DAP) analisis 16.48.0 atau 18.46.0. pupuk ini umumnya digunakan untuk merangsang
pertumbuhan awal tanaman (styarter fertillizer). Bentuknya berupa butiran berwarna cokelat
kekuningan. Reaksinya termasuk alkalis dan mudah larut di dalam air. Sifat lainnya adalah
tidak higroskopis sehingga tahan disimpan lebih lama dan tidak bersifat membakar karena
indeks garamnya rendah.
3. Pupuk Sumber Kalium
• Kalium Chlorida (KCl)
Mengandung 45% K2O dan khlor, bereaksi agak asam, dan bersifat higroskopis. Khlor
berpengaruh negatif terhadap tanaman yang membutuhkannya, misalnya kentang, wortel dan
tembakau.
• Kalium Sulfat (K2SO4)
Pupuk ini lebih dikenal dengan nama ZK. Kadar K2O-nya sekitar 48-52%. Bentuknya berupa
tepung putih yang larut didalam air, sifatnya agak mengasamkan tanah. Dapat digunakan
untuk pupuk dasar sesudah tanam. Tanaman yang peka terhadap keracunan unsur Cl, seperti
tembakau disarankan untuk menggunakan pupuk ini.
• Kalium Nitrat (KNO3
Mengandung 13% N dan 44% K2O. berbentuk butiran berwarna putih yang tidak bersifat
higroskopis dengan reaksi yang netral.
4. Pupuk Sumber Unsur Hara Sekunder
• Kapur Dolomit
Berbentuk bubuk berwarna putih kekuningan. Dikenal sebagai bahan untuk menaikkan pH
tanah. Dolomit adalah sumber Ca (30%) dan Mg (19%) yang cukup baik. Kelarutannya agak
rendah dan kualitasnya sangat ditentukan oleh ukuran butiran. Semakin halus butirannya
akan semakin baik kualitasnya.
• Kapur Kalsit
Berfungsi untuk meningkatkan pH tanah. Dikenal sebagai kapur pertanian yang berbentuk
bubuk. Warnanya putih dan butirannya halus. Pupuk ini mengandung 90-99% Ca. Bersifat
lebih cepat larut dalam air.
• Paten Kali (Kalium Magnesium Sulfat)
Berbentuk butiran berwarna kuning. Mengandung 30% K2O, 12% S, dan 12% MgO. Sifatnya
agak sukar larut dalam air. Selain untuk memperbaiki defisiensi Mg, pupuk ini juga
bermanfaat untuk memperbaiki kejenuhan basa pada tanah asam.
• Kapur Gypsum
Berbentuk bubuk dan berwarna putih. Mengandung 39% Ca, 53% S dan sedikit Mg.
Ditebarkan dalam sekali aplikasi. Jika terkena air, gypsum yang ditebarkan akan
menggumpal dan mengeras seperti tanah liat (cake). Gypsum digunakan untuk menetralisir
tanah yang terganggu karena kadar garam yang tinggi, misalnya pada tanah di daerah pantai.
Aplikasi gypsum tidak banyak berpengaruh pada perubahan pH tanah.
• Bubuk Belerang (Elemental Sulfur)
Umumnya, sulfor disuplai dalam bentuk sulfat yang terdapat pada berbagai jenis pupuk.
Kandungan sulfat tersebut tidak berpengaruh dalam penurunan pH tanah. Selain terdapat
dalam berbagai jenis pupuk, bubuk belerang adalah sumber sulfur yang terbesar,
kandungannya dapat mencapai 909%. Namun, bubuk ini tidak lazim digunakan untuk
mengatasi masalah defisiensi sulfur, tetapi tidak lebih banyak digunakan untuk menurunkan
pH tanah. Penggunaannya tidak boleh melebihi 25 gram/m2, karena bubuk sulfur dapat
mengakibatkan gejala terbakarnya daun tanaman (burning effect).
5. Pupuk Sumber Unsur Hara Mikro
Saat ini kebutuhan pupuk mikro sudah mulai terasa di Indonesia. Beberapa hasil penelitian
melaporkan bahwa tanaman padi sawah dan teh di beberapa daerah di Jawa sudah memulai
membutuhkan tambahan Zn dari pupuk.
Pupuk sebagai unsur hara mikro tersedia dalam dua bentuk, yakni bentuk garam anorganik
dan bentuk organik sintesis. Kedua bentuk ini mudah larut dalam air. Contoh pupuk mikro
yang berbentuk garam organik adalah Cu, Fe, Zn dan Mn yang seluruhnya bergabung dengan
sulfat. Sebagai sumber boron, umumnya digunakan sodium tetra borat yang banyak
digunakan sebagai pupuk daun. Sumber Mo umumnya menggunakan sodium atau amonium
molibdat.
Bentuk organik sintesis ditandai dengan adanya agen pengikat unsur logam yang disebut
chelat. Chelat adalah bahan kimia organik yang dapat mengikat ion logam seperti yang
dilakukan oleh koloid tanah. Unsur hara mikro yang tersedia dalam bentuk chelat adalah Fe,
Mn, Cu, dan Zn.
Selain disediakan oleh kedua jenis pupuk diatas, unsur hara mikro juga disediakan oleh
pupuk majemuk yang beredar di pasaran. Pupuk slow release dan pupuk daun biasanya
dilengkapi dengan satu atau lebih unsur mikro.
• Pupuk Majemuk
Pemakaian pupuk majemuk saat ini sudah sangat luas. Berbagai merk, kualitas dan analisis
telah tersedia di pasaran.kendati harganya relatif lebih mahal, pupuk majemuk tetap dipilih
karena kandungan haranya lebih lengkap. Pupuk majemuk berkualitas prima memiliki
besaran butiran yang seragam dan tidak terlalu higroskopis, sehingga tahan disimpan dan
tidak cepat menggumpal. Hampir semua pupuk majemuk bereaksi asam, kecuali yang telah
mendapatkan perlakuan khusus, seperti penambahan Ca dan Mg.
Variasi analisis pupuk mejemuk sangat banyak. Meskipun demikian, perbedaan variasinya
bisa jadi sangat kecil, misalnya antara NPK 15.15.15 dan NPK 16.16.16. Variasi analisis
pupuk, seperti 15.15.15, 16.16.16, dan 20.20.20 menunjukkan ketersediaaan unsur hara yang
seimbang. Fungsi pupuk majemuk dengan variasi analisis seperti ini antara lain untuk
mempercepat perkembangan bibit; sebagai pupuk pada awal peneneman; dan sebagai puk
susulan saat tanaman memasuki fase generatif, seperti saat mulai berbunga.
Dalam memilih pupuk majemuk perlu dipertimbangkan beberapa faktor, antara lain
kandungan unsur hara yang tinggi, kandungan unsur hara mikro dan harga
• Pupuk Daun
Daun memiliki mulut yang dukenal dengan nama stomata. Sebagian besar stomata terletak
di bagian bawah daun. Mulut daun ini berfungsi untuk mengatur penguapan air dari tanaman
sehingga air dari akar dapat sampai daun. Saat suhu udara terlalu panas, stomata akan
menutup sehingga tanaman tidak akan mengalami kekeringan. Sebaliknya, jika udara tidak
terlalu panas, stomata akan membuka sehingga air yang ada di permukaan daun dapat masuk
dalam jaringan daun. Dengan sendirinya unsur hara yang disemprotkan ke permukaan daun
juga masuk ke dalam jaringan daun.
Sebenarnya, kandungan unsur hara pada pupuk daun identik dengan kandungan unsur hara
pada pupuk majemuk. Bahkan pupuk daun sering lebih lengkap karena ditambah oleh
beberapa unsur mikro. Pemilihan analisis yang tepat pada pupuk daun perlu
mempertimbangkan beberapa faktor yang sama dengan analisis pada pupuk majemuk. Hanya
saja, faktor sifat fisik dan kimia tanah tidak dijadikan sebagai faktor utama. Sebagai faktor
utamanya adalah manfaat tiap unsur hara yang dikandung oleh pupuk daun bagi
perkembangan tanaman dan peningkatan hasil panen.
Pupuk daun berbentuk serbuk dan cair. Kualitasnya dianggap baik jika mudah larut di dalam
air tanpa menyisakan endapan. Karena mudah larut dalam air, sifat pupuk daun menjadi
sangat higroskopis. Akibatnya tidak dapat disimpan terlalu lama jika kemasannya telah
dibuka.
Kentungan menggunakan pupuk daun antara lain respon terhadap tanaman sangat cepat
karena langsung dimanfaatkan oleh tanaman. Selain itu, tidak menimbulkan kerusakan
sedikitpun pada tanaman, dengan catatan aplikasinya dilakukan secara benar. Dalam
pemakaian pupuk daun dikenal istilah konsentrasi pupuk atau kepekatan larutan pupuk.
Besarnya konsentrasi pupuk daun dinyatakan dalam bobot pupuk daun yang harus dilarutkan
kedalam satuan volume air. Penentuan volume air dapat diketahui dengan membaca skala
pada alat semprot. Angka konsentrasi ini sering dicantumkan p[ada kemasan pupuk. Jika
konsentrasi pupuk yang digunakan melebihi konsentrasi yang disarankan, daun akan
terbakar.
Penyemprotan pupuk daun idealnya dilakukan pada pagi atau pada sore hari karena
bertepatan pada saat membukanya stomata. Prioritaskan penyemprotan pada bagian bawah
daun karena paling banyak terdapat stomata. Faktor cuaca termasuk kunci sukses dalam
penyemprotan pupuk daun. Dua jam setelah penyemprotan jangan sampai terkena hujan
karena akan mengurangi efektifitas penyerapan pupuk. Tidak disarankan menyemprotkan
pupuk daun pada saat suhu udara sedang panas karena konsentrasi larutan pupuk yang sampai
ke daun cepat meningkat sehingga daun dapat terbakar. Contoh pupuk daun yang beredar di
pasaran yaitu Gandasil Daun 14.12.14 dilengkapi dengan Mn, Mg, B, Cu dan Zn.
• Pupuk Organik
Kandungan unsur hara yang terdapat di dalam pupuk organik jauh lebih kecil daripada yang
sempat di dalam pupuk buatan. Cara aplikasinya juga lebih sulit karena pupuk organik
dibutuhkan dalam jumlah yang lebih besar daripada pupuk kimia dan tenaga kerja yang
diperlukan juga lebih banyak. Namun, hingga sekarang pupuk organik tetap digunakan
karena fungsinya belum tergantikan oleh pupuk buatan. Berikut ini beberapa manfaat dari
pupuk organik.
•
Mampu menyediakan unsur hara makro dan mikro meskipun dalam jumlah yang jauh
lebih kecil.
•
Memperbaiki granulasi tanah berpasir dan tanah padat sehingga dapat meningkatkan
kualitas aerasi, memperbaiki drainase tanah, dan meningkatkan kemampuan tanah
dalam menyimpan air.
•
Mengandung asam humat (humus) yang mampu meningkatkan kapasitas tukar kation
tanah.
•
Penambahan pupuk organik dapat meningkatkan aktivitas mikroorganisme tanah.
•
Pada tanah asam, penambahan pupuk organik dapat membantu meningkatkan pH
tanah.
•
Penggunaan pupuk organik tidak menyebabkan polusi tanah dan air.
Jenis pupuk organik yang banyak dikenal sebagai berikut :
• Pupuk Kandang
Pupuk kandang adalah pupuk organik yang berasal dari kotoran ternak. Kualitas pupuk
kandang sangat tergantung pada jenis ternak, kualitas pakan ternak, dan cara penampungan
pupuk kandang.
Pupuk kandang dari ayam atau unggas memiliki unsur hara yang lebih besar daripada jenis
ternak lain. Penyebabnya adalah kotoran padat pada unggas tercampur dengan kotoran
cairnya. Umumnya, kandungan unsur hara pada urine selalu lebih tinggi daripada kotoran
padat.seperti kompos, sebelum digunakan, pupuk kandang perlu mengalami proses
penguraian. Dengan demikian kualitas pupuk kandang juga turut ditentukan oleh C/N rasio.
Dalam dunia pupuk kandang, dikenal istilah pupuk panas dan pupuk dingin. Pupuk panas
adalah pupuk kandang yang proses penguraiannya berlangsung cepat sehingga terbentuk
panas. Pupuk dingin terjadi sebaliknya, C/N yang tinggi menyebabkan pupuk kandang terurai
lebih lama dan tidak menimbulkan panas.
Ciri-ciri pupuk kandang yang baik dapat dilihat secara fisik atau kimiawi. Ciri fisiknya yaitu
berwarna cokelat kehitaman, cukup kering, tidak menggumpal, dan tidak berbau menyengat.
Ciri kimiawinya adalah C/N rasio kecil (bahan pembentuknya sudah tidak terlihat) dan
temperaturnya relatif stabil.
• Kompos
Kompos adalah kasil pembusukan sisa-sisa tanaman yang disebabkan oleh aktivitas
mikroorganisme pengurai. Kualitas kompos ditentukan oleh besarnya perbandingan antara
jumlah karbon dan nitrogen (C/N ratio).
Jika C/N rasio tinggi, berarti bahan penyusun kompos belum terurai secara sempurna. Bahan
kompos dengan C/N rasio tinggi akan terurai atau membusuk lebih lama dibanding dengan
C/N rasio rendah. Kualitas kompos dianggap baik jika memiliki C/N rasio antara 12-15.
Bahan kompos seperti sekam, jerami padi, batang jagung dan serbuk gergaji memiliki C/N
rasio antara 50-100. daun segar memiliki C/N rasio sekitar 10-20. Proses pembuatan kompos
akan menurunkan C/N rasio hingga 12-15. sampai dengan proses penguraian sempurna,
tanaman akan bersaing dengan mikroorganisme tanah untuk memperebutkan unsur hara.
Karena itu disarankan untuk menambah pupuk buatan apabila bahan kompos yang belum
terurai sempurna terpaksa digunakan.
Kandungan unsur hara dalam kompos sangat bervariasi. Tergantung dari jenis bahan asal
yang digunakan dan cara pembuatan kompos. Kandungan unsur hara kompos sebagai
berikut.
• Nitrogen 0,1 – 0,6%
• Fosfor 0,1 – 0,4%
• Kalium 0,8 – 1,5%
• Kalsium 0,8 – 1,5%
Ciri fisik kompos yang baik adalah berwarna cokelat kehitaman, agak lembab, gembur dan
bahan pembentuknya sudah tidak tampak lagi. Penggunaan dosis tertentu pada pupuk
kompos lebih berorientasi untuk memperbaiki sifat fisik dan kimia tanah daripada untuk
menyediakan unsur hara.
• Mikroba Penyubur Tanah
Kemajuan ilmu mikrobiologi tanah berhasil memperbanyak mikroba tanah yang bermanfaat
dan mengemasnya sebagai pupuk cair. Mikroba yang telah dikemas ini kemudian
disemprotkan ke tanah hingga berkembang biak dan memberi dampak positif bagi kesuburan
tanah.
Jenis bakteri dan jamur yang biasa digunakan diantaranya Rhizobium, Lactobacillus,
Streptomyces, Micoriza, dan Aspergillus. Jenis dan fungsi mikroba sangat beragam, cara
penggunaanpun berbeda-beda. Karena itu sebaiknya baca petunjuk pada label atau brosur
dengan seksamasebelum menggunakannya.
Mikroba juga membutuhkan waktu untuk berkembang biak sehingga hasil aplikasi mikroba
penyubur tanah tidak langsung terlihat pada tanaman. Jumlah mikroba yang telah
disemprotkan pun sangat mungkin akan berkurang karena faktor cuaca. Aplikasi mikroba
sebaiknya dilaksanakan secara rutin setiap dua minggu sekali. Alat semprot yang digunakan
sebaiknya bukan yang biasa dipakai untuk menyemprot pestisida, karena pestisida akan
mematikan mikroba. Selain itu, tidak disarankan menyemprotkan pestisida terutama
fungisida pada tanah yang telah diaplikasi mikroba.
Cara Aplikasi Dan Penggunaan Pupuk
A. Cara Aplikasi Pupuk Kimia
1. Larikan
Caranya, buat parit kecil disamping barisan tanaman sedalam 6-10 cm. Tempatkan pupuk di
dalam larikan tersebut, kemudian tutup kembali. Cara ini dapat dilakukan pada satu atau
kedua sisi baris tanaman. Pada jenis pepohonan, larikan dapat dibuat melingkar di sekeliling
pohon dengan jari-jari 0,5-1 kali jari-jari tajuk. Pupuk yang tidak mudah menguap dapat
langsung ditempatkan di atas tanah.
Setelah itu, larikan tidak perlu ditutup kembali dengan tanah. Hindari membuat larikan hanya
pada salah satu sisi baris tanam karena menyebabkan perkembangan akar tidak seimbang.
Karena itu, aplikasi pupuk kedua harus ditempatkan pada sisi yang belum mendapatkan
pupuk (bergantian). Biasanya cara ini dilakukan untuk memberikan pupuk susulan. Tanaman
dengan pertumbuhan cepat dan perakaran yang terbatas disarankan untuk menggunakan cara
larikan.
2. Penebaran Secara Merata di Atas Permukaan Tanah
Cara ini biasanya dilakukan sebelum penanaman. Setelah penebaran pupuk, lanjutkan dengan
pengolahan tanah, seperti pada aplikasi kapur dan pupuk organik. Cara ini menyebabkan
distribusi unsur hara dapat merata sehingga perkembangan akarpun lebih seimbang. Tidak
disarankan untuk menebar pupuk urea karena sangat mudah menguap.
3. Pop Up
Caranya, pupuk dimasukkan ke lubang tanam pada saat penanaman benih atau bibit. Pupuk
yang digunakan harus memiliki indeks garam yang rendah agar tidak merusak benih atau
biji. Cara ini lazim menggunakan pupuk jenis SP36, pupuk organik, atau pupuk slow release
4. Penugalan
Caranya, tempatkan pupuk ke dalam lubang di samping tanaman sedalam 10-15 cm. Lubang
tersebut dibuat dengan alat tugal. Kemudian setelah pupuk dimasukkan, tutup kembali lubang
dengan tanah untuk menghindari penguapan. Cara ini dapat dilakukan disamping kiri dan
samping kanan baris tanaman atau sekeliling pohon. Jenis pupuk yang dapat diaplikasikan
dengan cara ini adalah pupuk slow release dan pupuk tablet.
5. Fertigasi
Pupuk dilarutkan dalam air dan disiramkan pada tanaman melalui air irigasi. Lazimnya, cara
ini dilakukan untuk tanaman yang pengairannya menggunakan sistem sprinkle. Cara ini telah
banyak diterapkan pada pembibitan tanaman Hutan Tanaman Industri (HTI), lapangan golf,
atau nursery tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Lewat cara ini, akurasi dan penyerapan
pupuk oleh akar dapat lebih tinggi.
Pada pertanian intensif pemupukan sering dilakukan berkali-kali sehingga beberapa cara
diatas dapat dilakukan bersama-sama dalam satu musim tanam.
B. Cara Aplikasi Pupuk Organik
Tanah berpasir, bekas pertambangan, tanah tererosi, atau tanah sangat padat yang mudah
retak pada musim kemarau, sebaiknya diberi pupuk organik dalam jumlah besar sebelum
digunakan untuk bercocok tanam. Setelah diberi pupuk organik, dilanjutkan dengan
pengolahan tanah. Kedua perlakuan tersebut dilakukan supaya sifat fisik tanah membaik dan
pemakaian pupuk kimia menjadi lebih efisien.
Kebutuhan dosis pupuk organik yang sangat besar seringkali menyulitkan proses
penebarannya. Namun, sekarang telah dipasarkan pupuk organik yang dipadatkan dalam
bentuk pelet atau konsentrat. Pupuk organik dalam bentuk tersebut lebih mudah diaplikasikan
dan dosis yang diperlukan menjadi lebih kecil. Pupuk organik seperti ini diantaranya
dipasarkan dengan merk dagang Ostindo, OCF, dan Green Pride.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aplikasi pupuk organik adalah sebagai berikut.
• Penebaran pupuk organik sebaiknya diikuti dengan pengolahan tanah seperti pembajakan
atau penggemburan tanah agar pupuk organik dapat mencapai lapisan tanah yang lebih
dalam.
• Pemberian pupuk organik dengan dosis kecil tetapi sering lebih baik dari pada dosis
banyak yang diberikan sekaligus.
• Pada jagung, cabai, tomat, dan beberapa jenis sayuran, pupuk organik sebaiknya
ditempatkan pada lubang tanam satu minggu sebelum bibit ditanam.
• Pada media tanam dalam pot, perbandingan antara kompos dan tanah yang ideal adalah
1:1. sementara itu, perbandingan pupuk kandang dan tanah yang ideal adalah 1:3.
• Jika harus menggunakan pupuk organik yang belum terurai sempurna (rasio C/N masih
tinggi) harus diberi jeda waktu antara pemberian pupuk organik dan penanaman bibit
yakni minimal satu minggu. Hal itu dilakukan untuk menghindari dampak buruk yang
mungkin terjadi pada tanaman ketika proses penguraian pupuk organik berlangsung.
Unsur Hara Pada Tanaman
Kebutuhan Zat Makanan Pada Tumbuhan
Tumbuhan membutuhkan zat makanan layaknya makhluk hidup lain. Pada tumbuhan zat
makanan yang diperlukan adalah unsur hara. Unsur hara adalah unsur kimia yang di butuhkan
tanaman untuk proses pertumbuhanya baik itu vegetatif maupun generatif. Dengan kata lain
unsur hara adalah makanan bagi tanaman. Jika unsur hara yang terdapat dalam tanah tidak
memenuhi atau kurang, maka tumbuhan tidak berkembang secara normal. Akibatnya,
produktifitasnya juga rendah. Pada dasarnya unsur hara tanaman digolongkan menjadi 2
golongan yaitu: Unsur Hara Makro Dan Mikro. Untuk hara makro terdiri dari primer (utama)
dan sekunder.
Hara Makro Utama
Hara makro utama meliputi unsur: N (Nitrogen), P (Phospat), dan K (Kalium).
Unsur-unsur ini merupakan makanan pokok bagi tumbuhan.
Nitrogen (N), zat yang berfungsi sebagai penyusun asam amino dan protein pada tumbuhan,
dan diserap dalam bentuk ion NH4+ dan NO3-, sehingga unsur N tersebut dapat membantu
proses pertumbuhan tanaman. Phosphor (P), zat yang berperan dalam merangsang
pembuahan dan pembungaan, sekaligus memberikan rangsangan untuk pertumbuhan akar
dan pembentukan biji. Sedangkan Kalium (K) berfungsi mengatur keluar masuknya zat,
sehingga proses fotosintesa dan respirasi dapat berlangsung. Selain itu unsur kalium juga
mampu meningkatkan kekebalan tanaman.
Hara Makro Sekunder
Hara Makro Sekunder meliputi unsur : Ca (Calsium), Mg (Magnesium) dan S (Sulfur).
Magnesium (Mg), zat yang berfungsi mengaktifkan enzim yang berkaitan dengan
metabolisme karbohidrat, enzim pernafasan. Mg juga berperan sebagai katalisator, kofaktor
dan penyusun protein. Sementara Sulfur (S), zat yang juga disebut dengan belerang ini
memiliki manfaat untuk menyusun asam amino, protein dan vitamin.
Dengan terpenuhinya hara makro sekunder maka tumbuhan akan tumbuh lebih sehat dan
seimbang.
Hara Mikro
Hara Mikro diantaranya terdiri dari: Boron (B), Seng (Zn), Besi (Fe), Mangan (Mn),
Tembaga (Cu), Molibdenum (Mo), Natrium (Na) Dan Aluminium (Al).
Masing – masing unsur hara ini memiliki peranan yang tidak dapat digantikan oleh unsur
lain. Jika ada tanaman yang kekurangan salah satu unsur, maka metabolismenya pasti akan
terganggu. Jadi, untuk mengetahui kandungan hara perlu dilakukan analisa tanah dan
tanaman.
Sedikitnya terdapat 60 jenis unsur hara yang dibutuhkan tanaman dan 16 unsur atau senyawa
di antaranya merupakan unsur hara esensial yang mutlak dibutuhkan tanaman untuk
mendukung pertumbuhanya. Kekurangan hara bisa menyebabkan pertumbuhan tanaman
terganggu, menimbulkan penyakit, dan bisa menyebabkan tanaman mati. Dari 16 unsur hara,
3 diantaranya ketersediaanya di alam melimpah. Ketiga unsur tersebut adalah Karbon (C),
Hidrogen (H) Dan Oksigen (O). Ketiganya dapat diperoleh bebas dari udara. Kebutuhan air
dapat diperoleh dari tanah dan dari air penyiraman. Sedangkan unsur hara yang lain karena
ketersediaanya terbatas biasanya ditambah dengan pupuk.
Unsur hara bisa dibagi menjadi 2 bagian utama: unsur hara makro dan mikro.
UNSUR HARA MAKRO
1. Nitrogen (N)
Tumbuhan memerlukan nitrogen untuk pertumbuhanya terutama pada fase vegetatif yaitu
pertumbuhan cabang, daun dan dan batang. Nitrogen (lebih dari 70% volume udara terdiri
dari nitrogen) juga bermanfaat dalam proses pembentukan hijau daun dan klorofil.
Kekurangan nitrogen menyebabkan pertumbuhan tanaman tidak normal, kerdil, daunnya
menguning dan kering.
2. Phosphor/ Fosfor(P)
Berguna untuk pembentukan akar, sebagai bahan dasar protein, mempercepat batang
tanaman, meningkatkan hasil biji – bijian dan umbi – umbian. Selain itu fosfor juga berfungsi
untuk membantu proses asimilasi dan respirasi. Kekurangan fosfor menyebabkan tanaman
menjadi kerdil, pertumbuhan akar tidak baik dan pertumbuhan cabang dan ranting
meruncing.
3. Calsium/Kalsium(Ca)
Berfungsi sebagai pengatur pengisapan air dari dalam tanah. Kalsium juga berguna untuk
menghilangkan (penawar) racun dalam tanah. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan
tumbuhan pucuk ranting terhambat dan batang tanaman tidak kokoh.
4. Sulfur/Belerang(S)
Membantu tanaman dalam membentuk bintil akar, pertumbuhan tunas dan pembentukan
hijau daun (klorofil). Sulfur merupakan unsur penting dalam pembentukan berbagai jenis
asam amino. Kekurangan sulfur/belerang menyebabkan
daun muda berubah warna menjadi hijau muda, mengkilap agak keputihan selanjutnya akan
berubah menjadi kubing, tanaman akan tampak kerdil, kurus dan batangnya pendek.
5. Magnesium(Mg)
Membantu proses pembentukan hijau daun atau klorofil. Selain berfungsi untuk membentuk
karbohidrat, lemak dan minyak, magnesium juga membantu proses transportasi fospat dalam
tanaman. Kekurangan magnesium dapat menyebabkan pucuk dan bagian diantara jari – jari
daun tampak tidak berwarna.
6. Kalium(k)
Membantu pembentukan protein dan karbohidrat selain itu juga berfungsi untuk memperkuat
jaringan tanaman dan berperan dalam pembentukan antibodi tanaman yang bisa melawan
penyakit, kekeringan dan udara dingin.
UNSUR HARA MIKRO
1. Chlor (Cl)
Membantu meningkatkan atau memperbaiki kualitas dan kuantitas produksi tanaman.
Khususnya untuk tanaman tembakau, kentang, kapas, kol, sawi, dan tanaman sayuran.
Kekurangan chlor akan menyebabkan produktivitas tanaman rendah.
2. Fero/Besi(Fe)
Berperan dalam proses fisiologi tanaman seperti proses pernapasan dan pembentukan zat
hijau daun atau klorofil.
Kekurangan zat besi akan menyebabkan daun berwarna kuning kemudian berguguran.
3. Mangan(Mn)
Bermanfaat dalam proses asimilasi dan berfungsi sebagai komponen utama dalam
pembentukan enzim dalam tanaman.
Kekurangan mangan dapat menyebabkan pertumbuhan tanaman menjadi kerdil, terutama
pada tanaman hortikultura seperti sayuran.
4. Cuprum/Tembaga (Cu)
Bermanfaat bagi tanaman dalam proses pembentukan klorofil dan sebagai komponen utama
dalam pembentukan enzim tanaman. Kekurangan tembaga pada media tanam akan
menyebabkan ujung daun layu.
5. Boron (Bo)
Merupakan zat yang banyak manfaatnya, boron membawa karbohidrat ke seluruh jaringan
tanaman, boron juga bermanfaat dalam proses mempercepat penyerapan kalium dan berperan
pada pertumbuhan tanaman khususnya pada bagian yang masih aktif selain itu juga
meningkatkan kualitas produksi sayuran dan buah – buahan.
6. Molibdenum (Mo)
Berfungsi untuk mengikat nitrogen bebas dari udara, juga berfungsi sebagai komponen
pembentukan enzim pada bakteri akar tanaman leguminosae.
7. Zinc/Seng (Zn)
Mempunyai fungsi dalam pembentukan hormon tanaman yang berguna untuk pertumbuhan.
Kekurangan seng menyebabkan daun berwarna kuning atau kemerahan, daun berlubang,
mengering bahkan bisa mati.
Hormon Pertumbuhan
Hormon pertumbuhan atau zat pengatur tumbuh berperan penting bagi pertumbuhan dan
perkembangan tanaman, juga bagi kelangsungan hidupnya. Tanpa adanya zat pengatur
tumbuh berarti tidak ada pertumbuhan.
Zat pengatur tumbuh pada tanaman didefinisikan sebagai senyawa organic bukan hara. Ahli
biologi tumbuhan telah mengidentifikasikan 5 tipe utama hormon pertumbuhan yaitu auksin,
sitokinin, giberelin, asam abisat dan etilen.
Hormon pertumbuhan yang terdapat di dalam pupuk B-Green adalah jenis Sitokinin,
Giberelin, Dan Auksin atau IAA (Indole Acetic Acid), yaitu hormon tumbuh yang tidak
terlepas dari proses pertumbuhan dan perkembangan tanaman. IAA ini berfungsi sebagai
hormon pengembangan sel yang struktur kimianya menyerupai asam amino triptopan. Jika
diberikan IAA pada tanaman, pertumbuhanya akan cepat dan juga dapat mempercepat
pembentukan rambut akar, memperpanjang akar dan pertumbuhan batang serta daun.
Meski secara ilmiah tanah telah menyediakan unsur hara makro dan mikro sebagai makanan
pokok bagi tumbuhan, tetapi karena unsur hara ini diserap oleh tumbuhan dari hari ke hari
maka unsur hara ini semakin berkurang dan tanaman semakin tidak subur.
Unsur – unsur hara dalam tanah seringkali tidak mencukupi kebutuhan tanaman. Setiap kali
di budidayakan, tanaman akan menyerap terus menerus unsur hara dari tanah. Manakala
tanaman dipanen, unsur hara dalam tanah pun ikut terangkut dan terkuras. Oleh karena itu,
untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman, diperlukan masukan dari luar berupa
pupuk.
Fungsi utama pupuk adalah menyediakan atau menambah unsur hara yang dibutuhkan
tanaman karena hanya tersedia
sedikit atau bahkan tidak ada sama sekali di tanah tempat bertanam.
Selama 40 tahun lebih petani Indonesia mengenal dan telah mempraktikkan pemupukan
dengan pupuk kimia yaitu Pupuk Urea, Pupuk TSP, Pupuk KCL, serta NPK Atau Pupuk
Majemuk.
Pupuk Urea mengandung N (Nitrogen) sebanyak 46%. Manfaat pupuk urea ini jika diberikan
ke tanaman maka unsur hara nitrogen dalam tanah cukup, karena nitrogen merupakan unsur
hara makro primer yang sangat dibutuhkan tumbuhan. Nitrogen berperan dalam
pembentukan sel, jaringan, dan organ tanaman. Ia berfungsi sebagai bahan sintetis klorofil,
protein, dan asam amino. Karena itu kehadirannya dibutuhkan dalam jumlah besar, terutama
saat pertumbuhan vegetatif. Bersama fosfor(P), nitrogen digunakan untuk mengatur
pertumbuhan tanaman secara keseluruhan.
Pupuk TSP (Triple Super Fosfat) mengandung unsur P (Fosfat) 40 s.d 47%. Pupuk ini untuk
memberi unsur hara fosfat dalam tanah. Fosfor (fosfat) merupakan komponen penyusun
beberapa enzim, protein, ATP, RNA, dan DNA. ATP penting untuk proses transfer energi,
sedangkan RNA dan DNA menentukan sifat genetic tanaman. Unsur P juga berperan pada
pertumbuhan benih, akar, bunga dan buah.
Pupuk KCL mengandung 48 s.d 60% K20 (Potasium Klorida). Pupuk ini untuk menambah
unsur hara potasium klorida.
Selain pupuk diatas ada juga pupuk kimia yang diberikan untuk memberikan lebih dari satu
unsur hara, biasa disebut pupuk majemuk (compound fertilizer) misalnya pupuk NPK
(nitrogen posfat dan kalium) yang diberikan untuk menambah 3 unsur hara pada tanah.
Kalium berperan sebagai pengatur proses fisiologi tanaman seperti fotosintesis, akumulasi,
translokasi karbohidrat, membuka
menutupnya stomata atau mengatur distribusi air dalam jaringan dan sel.
Sebelum ditemukan teknologi pupuk kimia (pupuk anorganik) manusia sudah mengenal
pupuk alami organik yaitu pupuk kandang yang berasal dari kotoran hewan dan pupuk
kompos yang berasal dari daun – daunan yang membusuk.
Kehadiran B-Green merupakan jawaban akan kebutuhan pupuk hayati yang sangat penting
bagi kesuburan (jangka panjang) dan keseimbangan tanah.
Pemupukan Yang Kurang Tepat Selama Ini
Petani mengeluh karena tanah semakin lama semakin tidak subur, hasil panenya terus
menurun dari tahun ke tahun. Selain itu, tanaman sering diserang hama dan frekuensi panen
terus menurun (hanya satu kali panen dalam satu tahun).
Keadaan ini terjadi karena tingkat kesuburan tanah dan bahan organik tanah mengalami
penurunan. Akibatnya kemampuan tanah untuk mendukung ketersediaan air, hara dan
kehidupan mikroorganisme yang dibutuhkan tanaman mengalami penurunan.
Hal tersebut disebabkan karena selama ini pertanian kita hanya memperdulikan pendekatan
kimia dan fisika saja tetapi mengabaikan unsur biologinya.
Selama ini sebagian besar petani atau pebisnis agro industry di Indonesia hanya
mementingkan kesuburan yang bersifat fisika (membajak dan mencangkul) dan kimia saja,
yaitu dengan memberikan pupuk anorganik seperti : Urea (pupuk kimia kadar nitrogen
tinggi), TSP/SP-36, KCL dan NPK secara terus menerus dan terkadang dengan dosis yang
berlebihan.
Pemupukan yang bersifat biologis terabaikan, bahkan penggunaan pupuk kimia berlebihan
malah justru mematikan unsur biologi dalam tanah. Untuk mengembalikan kesuburan tanah,
kita perlu mengembalikan keseimbangan unsur biologis tanah.
Mikroba
Pupuk Hayati/Organik B-Green merupakan jenis pupuk yang secara unik mampu
menghimpun sejumlah mikroba yang bekerja untuk penyediaan hara makro dan mikro serta
dalam jangka panjang dapat mempengaruhi kesuburan tanah. Meski demikian ada juga jenis
mikroorganisme yang merugikan. Berikut ini Jenis–jenis mikroorganisme yang memberikan
manfaat dengan fungsi masing – masing sebagai berikut :
1. Azotobacter Sp
Berfungsi sebagai mikroba penambat N(nitrogen) dari udara bebas.
2. Azoospirilium Sr
Berfungsi sebagai penambat N (nitrogen)
3. Mikroba Selulolitik
Pendegradasi bahan organik/pembusukan bahan organik
4. Mikroba Pelarut Fosfat
Berfungsi untuk melarutkan fosfat yang terikat dalam mineral Hat tanah agar tersedia dan
mudah diserap oleh tanaman, Pseudomonas Flueorecent (pengurai pestisida) dapat
menghasilkan enzim pengurai yang berfungsi untuk memecah mata rantai dari zat – zat kimia
sistemik (pestisida) yang tidak
dapat terurai oleh mikroba lainya.
5. Lactobacillus Sp
Berfungsi untuk membantu proses fermentasi bahan organik menjadi senyawa – senyawa
asam laktat yang dapat diserap tanaman.
6. Rhizobium Sp
Membentuk bintil akar pada tanaman.
7. Trichodema Sp
Berfungsi sebagai fungisida
8. Hormon IAA
Berfungsi untuk membantu dalam proses mempercepat pertumbuhan.
9. Hormon Giberlin
Berfungsi untuk mengatur perkecambahan, pemanjangan batang, pemicuan pembungaan
10. Hormon Kinetin
Berfungsi menunda penuaan pada daun
11. Hormon Zeatin Berfungsi memperbaiki, mempermudah, mempercepat dan
meningkatkan proses pembelahan sel
Penjabaran Produk
B-Green
1.
Pupuk Hayati/Organik B-Green
Dalam bidang pupuk hayati kehadiran B-Green dengan kandungannya yang lengkap
menjadikan B-Green menjadi Pupuk Organik Cair (POC) berkualitas yang dapat dapat
bersaing di kelasnya. Kandungan dari B-Green yaitu NPK alami, ZPT, asam amino, asam
humat, asam vulvat, asam trumalin. rejunivator, mikroba lactobacillus SP dan masih terdapat
jenis microba yang lainnya.
Kandungan Pupuk Organik B-Green
Pupuk organik B-Green Mengandung NPK alami, ZPT, Asam amino, Asam humat, Asam
vulvat, Asam trumalin. Rejunivator, mikroba lactobacillus SP dan masih terdapat jenis
microba yang lainnya.
1.
Asam Humat
•
Meningkatkan penyerapan nutrisi.
•
Membantu dalam mengemburkan tanah.
•
Memperbaiki struktur, pembentukan, respirasi dan pengembangan akar.
•
Meningkatkan aktivitas mikroba.
•
Meningkatkan perkecambahan biji.
•
Meningkatkan hasil.
•
Mengurangi endapan / residu pupuk.
•
penunjang tanaman sehat.
•
Meningkatkan pengikatan air.
•
Meningkatkan aktivitas antioksidan.
•
Merangsang enzim tanaman.
•
Mencegah penyakit dan stres panas.
•
Meningkatkan kesuburan tanah.
•
Merangsang pertumbuhan tanaman oleh peningkatan produksi biomassa.
•
Meningkatkan hasil dan meningkatkan kualitas tanaman.
•
Merangsang enzim tanaman.
•
Meningkatkan struktur tanah dan kapasitas memegang air.
•
Meningkatkan dan merangsang mikroorganisme yang menguntungkan.
•
Meningkatkan KAPASITAS TUKAR KATION (KTK).
• Meningkatkan efektivitas pupuk dan mengurangi zat gizi terutama pencucian nitrat.
• Bertindak sebagai khelat alami untuk mikro dalam tanah alkai dan meningkatkan
ketersediaan untuk tanaman.
• Mempromosikan perkembangan akar.
• Meningkatkan permeabilitas membran sel di akar dan meningkatkan serapan hara.
• Mengurangi stres dengan kekeringan dan stres dengan penerapan perawatan tanaman.
• Meningkatkan perkecambahan benih dan meningkatkan.
• Pengembangan radikula.
• Mengurangi residu herbisida dan zat beracun dalam tanah.
• Penundaan dekomposisi agen ultraviolet stabil.
2. Asam Fulvat
Asam fulvat digunakan untuk menyuburkan lahan dan merangsang pertumbuhan tanaman.
Senyawa ini mampu mendukung dan memperbaiki struktur tanah serta membantu tanah
mempertahankan kelembaban dan mendukung aerasi akar.
Asam fulvat juga membantu menyediakan nutrisi penting bagi tanaman seperti kalium,
magnesium, dan sulfur. Selain menguatkan struktur tanah, asam ini meningkatkan pula
permeabilitas membran tanaman yang pada akhirnya memperlancar fotosintesis serta
ventilasi, yang berarti membantu pertumbuhan tanaman. Peningkatan permeabilitas juga
meningkatkan penyerapan air dan transportasi nutrisi tumbuhan.
3. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT)
Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) adalah persenyawaan organik yang dalam jumlah sedikit saja
dapat merangsang, menghambat atau mengubah pola pertumbuhan dan perkembangan
tanaman. ZPT yang dihasilkan oleh tanaman disebut fitohormon. Hormon tumbuhan
(fitohormon) adalah sekumpulan senyawa organik, baik yang terbentuk secara alami maupun
buatan manusia (sintetik).
ZPT memiliki peran yang penting dalam dunia pertanian.
Pemahaman mengenai jenis, fungsi dan dosis penggunaan hormon terhadap pertumbuhan
dan perkembangan tanaman adalah hal yang perlu diketahui khususnya bagi petani karena
penggunaan ZPT tersebut harus diberikan dengan tepat. Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dalam
dosis sedikit saja mampu memberikan efek atau reaksi secara biokimia, fisiologis dan
morfologis bagi tanaman budidaya. ZPT bukan termasuk hara atau nutrisi, perbedaan terletak
pada fungsi, bentuk maupun senyawa penyusunnya.
Tanaman secara alami mampu memproduksi ZPT sendiri (endogen) untuk mendukung
pertumbuhannya. Selain itu, pertumbuhan tanaman juga bisa dipengaruhi oleh hormon dari
lingkungannya (eksogen). Hormon eksogen inilah merupakan hormon pertumbuhan tanaman
buatan manusia (sintetik) yang memiliki peran sama seperti hormon endogen. Saat ini sudah
banyak tersedia produk-produk yang dilengkapi dengan Zat Pengatur Tumbuh, baik yang
terbuat dari bahan kimia maupun organik
4. Asam Amino
Fungsi dan manfaat bagi tanaman :
• Meningkatkan penyerapan dari sel-sel tanaman
• Mineral akan terikat pada asam amino melalui proses kelasi ( chelation) , dan terjadi
penetrasi yang lebih besar pada selaput kutikel dengan kecepatan tinggi secara
pemancaran yang sederhana. Asam Amino mempunyai sifat menyerap air.
• Penyusupan nutrisi penting ke dalam sel tanaman adalah tugas Asam Amino.
• Sebagian nutrisi pada tanah merupakan kation yang bermuatan positif, yang dengan
mudah akan terlepas karena tidak mampu menempel pada tanah yang bermuatan negatif.
Asam Amino dapat mengikat nutrisi dan menyusupkannya ke dalam tanaman.
• Asam Amino memudahkan penyerapan.
• Asam Amino berbentuk biologi aktif ketika masuk kedalam sel tanaman. Hal ini akan
mempercepat respons tanaman terhadap penyerapan nutrisi.
Disamping mempercepat kedewasaan tanaman dan meningkatkan hasil panen karena
nutrisi mudah terserap oleh tanaman pada saat-saat kritis selama siklus hidup tanaman,
juga memberi keuntungan lain yaitu mengurangi kadar racun.
5. NPK Alami
Dalam pertumbuhannya tanaman memerlukan tiga unsur hara penting, yaitu nitrogen
(N), fosfat (P), dan kalium (K) :
▪ Fungsi Nitrogen (N) bagi Tanaman :
1. Untuk merangsang pertumbuhan tanaman secara keseluruhan, terutama pada fase
vegetatif, khususnya batang, cabang, dan daun.
2. Untuk pembentukan hijau daun (klorofil) yang sangat berguna dalam proses
fotosintesis.
3. Untuk membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya.
4. Bahan-bahan alami yang mengandung unsur nitrogen diantaranya azolla, kacangkacangan, jerami atau dedaunan yang berwarna hijau, serta urin dan kotoran hewan
atau manusia.
▪
Fungsi Fospor (P) bagi Tanaman :
1. Unsur fosfor (P) bertugas mengedarkan energi keseluruh bagian tanaman, berguna
untuk merangsang pertumbuhan dan perkembangan akar, khususnya akar benih dan
tanaman muda.
2. Sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu, membantu
asimilasi dan pernapasan, mempercepat pembungaan dan pembuahan, serta
mempercepat pemasakan biji dan buah.
3. Sementara bahan alami yang mengandung unsur fosfor dan kalium antara lain ampas
tebu, batang pisang, sabut kelapa, dan abu kayu.
▪
Fungsi Kalium (K) bagi Tanaman :
1. Membantu pembentukan protein, karbohidrat dan gula.
2. Memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur.
3. Membantu pengangkutan gula dari daun ke buah atau umbi.
4. Merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan
serangan penyakit.
6. Asam Trumalin
Fungsi Asam Trumalin :
•
Memperbaiki jaringan pada tumbuhan
Fungsi asam traumalin dalam memperbaiki jaringan yang terluka pada tumbuhan
terjadi secara sistematis. Juga, penyebaran informasi ketika jaringan pada tumbuhan
terluka, baik itu pada akar, daun, batangnya, dan bagian-bagian bunga terjadi secara
sistematis pada seluruh bagian tumbuhan. Cara kerjanya adalah dengan merangsang
sel-sel pada jaringan yang rusak hingga terjadi pembelahan sel dan menutup luka
pada jaringan yang rusak, baik itu luka pada daun, batang maupun akar. Namun
demikian, pada sebuah percobaan bagian tumbuhan yang terluka segera di cuci, dan
hasilnya pembelahan sel tidak terjadi. Ini mengindikasikan bahwa hormon luka atau
asam traumalin dapat dimanupulasi.
•
Membantu dalam perkembangbiakan tumbuhan terutama pada tumbuhan tingkat
sederhana
Dalam sebuah percobaan para ilmuwan menggunakan asam traumalin sintesis yang
diterapkan pada ganggang seperti jenis-jenis tanaman paku dan hasilnya
membuktikkkan bahwa asam traumalin berperan besar dalam penggandaan
ganggang.
•
Dimanfaatkan dalam sintesis prostaglandin
Dalam sintesis prostaglandin, asam traumalin dipersiapkan dalam temperatur dan
kadar tertentu untuk memenuhi kondisi tertentu. Asam traumalin atau hormon luka,
kemudian ditempatkan pada wadah tertentu dan harus melalui beberapa prosedur,
seperti pencampuran asam traumalin dengan zat lainnya, pengadukan, pengukuran
hasil sintesis dan lain sebagainya.
•
Sebagai faktor pertumbuhan
Dalam sebuah penelitian terdahulu, diketahui bahwa asam traumalin membantu
dalam aktivitas pertumbuhan pada sel-sel atau jaringan tumbuhan dewasa yang tidak
mengalami luka. Namun, aktivitas pertumbuhan ini merupakan kerjasama antara
hormon yang dikandung jaringan xilem dan floem dan asam traumalin yang membaur
sehingga menyebabkan pembelahan sel-sel pada tumbuhan dewasa yang tidak
terluka. Hal ini mengindikasikan bahwa sel-sel pada permukaan tumbuhan dewasa
yang tak terluka mampu merespon terhadap aktivitas pembelahan sel
•
Meningkatkan kandungan protein pada gangang
Lagi-lagi dalam sebuah percobaan yang diterapkan pada ganggang dengan
menggunakan asam traumalin dengan konsentrasi tertentu. Hasil dari percobaan
tersebut membuktikan bahwa asam traumalin dapat meningkatkan kadar protein pada
ganggang, bahkan dengan keberadaan ion Nacl pada ganggang. Hal ini diperkirakan
para ilmuwan, karena asam traumalin pada tumbuhan, termasuk ganggang dapat
menetralisir macam-macam stress pada tumbuhan dan termasuk diantaranya stress
garam (salt stress).
•
Berperan penting terhadap aktivitas antioksidan pada ganggang hijau chlorella
vulgaris
Ini merupakan hasil dari sebuah percobaan yang dilakukan para ahli. Dalam
percobaan yang menggunakan asam traumalin tersebut, ditujukan untuk mengetahui
aktivitas beberapa enzim antioksidan pada ganggang hijau chlorella vulgaris.
Percobaan tersebut menggunakan asam traumalin dengan konsentrasi 10-6 hingga
10-5 M dan data hasil percobaan menunjukkan bahwa aktivitas enzim antioksidan
pada ganggang hijau chlorella vulgaris mengalami peningkatan.
Membuktikan bahwa asam traumalin berperan penting dalam aktivitas metabolism
ganggang hijau chlorella vulgaris dan ada kemungkinan ini dikarenakan
kemampuannya dalam beradaptasi dan menetralisir macam-macam stress pada
lingkungan sekitar tumbuhan
7. Microba Lactobacillus sp.
Bakteri asam laktat (lactobacillus SP) dapat mengakibatkan kemandulan (sterilizer)
oleh karena itu bakteri ini dapat menekan pertumbuhan mikroorganisme yang
merugikan tanaman. Fungsi lainnya adalah meningkatkan percepatan perombakan
bahan organik, menghancurkan bahan organik seperti lignin dan selulosa serta
mempermentasikannya tanpa menimbulkan senyawa beracun yang di timbulkan dari
pembusukan bahan organik. Bakteri ini dapat menekan pertumbuhan fusarium yaitu
mikroorganisme merugikan yang menimbulkan penyakit pada lahan /tanaman yang
terus menerus ditanami.
Manfaat Pupuk Organik B-Green Secara Umum
1. Meningkatkan keragaman mikroba yang menguntungkan didalam tanah.
2. Mempermentasikan bahan organik tanah dan mempercepat
dekomposisi /pembentukan humus.
3. Menyediakan hara dan meningkatkan ketersediaan hara.
4. Memperbaiki sifat biologis, fisik dan kimia tanah.
5. Meningkatkan produksi tanaman dan menjaga kestabilan produksi.
6. Menghasilkan kuantitas dan kualitas hasil pertanian berwawasan lingkungan.
7. Meningkatkan produksi bunga dan buah.
8. Meningkatkan daya tahan tanaman dari hama penyakit.
9. Menjadikan pupuk bersifat slow release atau diserap oleh tanaman secara
perlahan sesuai kebutuhan pertumbuhannya.
2. Pestisida Organik B-NoHam
B-NoHam adalah pestisida organik dengan dua bahan aktif utama yaitu beauveria
bassiana sp dan noumuraea rileyi sp.
Beauveria bassiana secara alami terdapat di dalam tanah sebagai jamur saprofit.
Pertumbuhan jamur di dalam tanah sangat dipengaruhi oleh kondisi tanah, seperti
kandungan bahan organik, suhu, kelembapan, kebiasaan makan serangga, adanya
pestisida sintetis, dan waktu aplikasi. Secara umum, suhu di atas 30 °C, kelembapan tanah
yang berkurang dan adanya antifungal atau pestisida dapat menghambat pertumbuhannya.
Cara infeksi
1. Cara cendawan Beauvaria bassiana menginfeksi tubuh serangga dimulai dengan
kontak inang, masuk ke dalam tubuh inang, reproduksi di dalam satu atau lebih
jaringan inang, kemudian kontak dan menginfeksi inang baru.
2.
Beauveria bassiana masuk ke tubuh serangga inang melalui kulit, saluran
pencernaan, spirakel dan lubang lainnya.
3.
Inokulum jamur yang menempel pada tubuh serangga inang akan berkecambah dan
berkembang membentuk tabung kecambah, kemudian masuk menembus kulit tubuh.
4. Penembusan dilakukan secara mekanis dan atau kimiawi dengan mengeluarkan enzim
atau toksin.
5. Pada proses selanjutnya, jamur akan bereproduksi di dalam tubuh inang.
6. Jamur akan berkembang dalam tubuh inang dan menyerang seluruh jaringan tubuh,
sehingga serangga mati.
7. Miselia jamur menembus ke luar tubuh inang, tumbuh menutupi tubuh inang dan
memproduksi konidia.
8. Dalam hitungan hari, serangga akan mati.
9. Serangga yang terserang jamur Beauveria bassiana akan mati dengan tubuh mengeras
seperti mumi dan jamur menutupi tubuh inang dengan warna putih.
Dalam infeksinya, Beauveria bassiana akan terlihat keluar dari tubuh serangga terinfeksi
mula-mula dari bagian alat tambahan (apendages) seperti antara segmen-segmen antena,
antara segmen kepala dengan toraks , antara segmen toraks dengan abdomen dan antara
segmen abdomen dengan cauda (ekor).
Setelah beberapa hari kemudian seluruh permukaan tubuh serangga yang terinfeksi akan
ditutupi oleh massa jamur yang berwarna putih.
Penetrasi jamur entomopatogen sering terjadi pada membran antara kapsul kepala dengan
toraks atau di antara segmen-segmen apendages demikian pula miselium jamur keluar
pertama kali pada bagian-bagian tersebut.
Serangga yang telah terinfeksi Beauveria bassiana selanjutnya akan
mengkontaminasi lingkungan, baik dengan cara mengeluarkan spora menembus kutikula
keluar tubuh inang, maupun melalui fesesnya yang terkontaminasi. Serangga sehat kemudian
akan terinfeksi. Jalur ini dinamakan transmisi horizontal patogen
fungsi umum pestisida B-NoHam akan bersifat toksin pada hama serangga tertentu. Serangga
hama yang terkena akan berangsur sakit/tidak mau makan dan mati berjamur.sedangkan telur
dan larva akan hancur karena terinfeksi.
B-NoHam ini mampu mengatasi hama ulat kubis, ulat grayak, wereng coklat,
walang sangit, pengerek batang padi, pengerek buah kopi, pencucuk buah
kakao, dan ulat api pada kelapa sawit.
Aturan pakai B-NoHam secara umum :
90 gram B-NoHam di campurkan dengan 45 liter air kemudian semprotkan secara rutin
pada sore hari.
3.
Fungisida B-Kula’
Fungisida organik berbahan aktif Gliocladium sp dan thrichoderma sp.
Trichoderma sp merupakan sejenis cendawan / fungi yang termasuk
kelas ascomycetes. Trichoderma sp. memiliki aktivitas antifungal. Di
alam, Trichoderma banyak ditemukan di tanah hutan maupun tanah pertanian atau pada
substrat berkayu.
Suhu optimum untuk tumbuhnya Trichoderma berbeda-beda setiap spesiesnya. Ada
beberapa spesies yang dapat tumbuh pada temperatur rendah ada pula yang tumbuh pada
temperatur cukup tinggi,kisarannya sekitar 7 °C – 41 °C. Trichoderma yang
dikultur dapat bertumbuh cepat pada suhu 25-30 °C, namun pada suhu 35 °C cendawan
ini tidak dapat tumbuh. Perbedaan suhu memengaruhi produksi
beberapa enzim seperti karboksimetilselulase dan xilanase.
Kemampuan merespon kondisi pH dan kandungan CO2 juga bervariasi. Namun secara
umum apabila kandungan CO2 meningkat maka kondisi pH untuk pertumbuhan akan
bergeser menjadi semakin basa. Di udara, pH optimum bagi Trichoderma berkisar antara 37. Faktor lain yang memengaruhi
pertumbuhan Trichoderma adalah kelembaban, sedangkan kandungan garam tidak
terlalu memengaruhi Trichoderma. Penambahan HCO3- dapat menghambat
mekanisme kerja Trichoderma.
Trichoderma sp. merupakan sejenis cendawan / fungi yang termasuk
kelas ascomycetes. Trichoderma sp. memiliki aktivitas antifungal. Di
alam, Trichoderma banyak ditemukan di tanah hutan maupun tanah pertanian atau pada
substrat berkayu.
Suhu optimum untuk tumbuhnya Trichoderma berbeda-beda setiap spesiesnya. Ada
beberapa spesies yang dapat tumbuh pada temperatur rendah ada pula yang tumbuh pada
temperatur cukup tinggi,kisarannya sekitar 7 °C – 41 °C. Trichoderma yang
dikultur dapat bertumbuh cepat pada suhu 25-30 °C, namun pada suhu 35 °C cendawan
ini tidak dapat tumbuh. Perbedaan suhu memengaruhi produksi
beberapa enzim seperti karboksimetilselulase dan xilanase.
Kemampuan merespon kondisi pH dan kandungan CO2 juga bervariasi. Namun secara
umum apabila kandungan CO2 meningkat maka kondisi pH untuk pertumbuhan akan
bergeser menjadi semakin basa. Di udara, pH optimum bagi Trichoderma berkisar antara 37. Faktor lain yang memengaruhi
pertumbuhan Trichoderma adalah kelembaban, sedangkan kandungan garam tidak
terlalu memengaruhi Trichoderma. Penambahan HCO3- dapat menghambat
mekanisme kerja Trichoderma. Pada sebuah penelitian ditemukan
bahwa Trichoderma merupakan salah satu jamur yang dapat menjadi
agen biokontrol karena bersifat antagonis bagi jamur lainnya, terutama yang
bersifat patogen. Aktivitas antagonis yang dimaksud dapat meliputi
persaingan, parasitisme, predasi, atau pembentukkan toksin seperti antibiotik. Untuk
keperluan bioteknologi, agen biokontrol ini dapat diisolasi dari Trichoderma dan
digunakan untuk menangani masalah kerusakan tanaman akibat patogen.
Kemampuan dan mekanisme Trichoderma dalam menghambat pertumbuhan patogen secara
rinci bervariasi pada setiap spesiesnya. Perbedaan kemampuan ini disebabkan oleh
faktor ekologi yang membuat produksi bahan metabolit yang bervariasi pula.
Trichoderma memproduksi metabolit yang bersifat volatil dan non volatil. Metabolit non
volatil
lebih
efektif
dibandingkan
dengan
yang
volatil. Metabolit
yang
dihasilkan Trichoderma dapat berdifusi melalui membran dialisis yang kemudian dapat
menghambat pertumbuhan beberapa patogen. Salah satu contoh metabolit tersebut adalah
monooksigenase yang muncul saat adanya kontak antar jenis Trichoderma, dan semakin
optimal pada pH 4. Ketiadaan metabolit ini tidak akan mengubah morfologi
dari Trichoderma namun hanya akan menurunkan kemampuan penghambatan
patogen.
B-Kula’ bekerja dengan menggunakan metode parasitisme, kompetisi, dan
antagonistik. Jamur akan dimusnahkan dengan enzim yang dihasilkan oleh B-Kula’ serta zat
toksin yang akan menghancurkan spora inang sehingga menghasilkan antibiotik yang dapat
melindungi tanaman dari serangan jamur berikutnya.
B-Kula' dapat mengatasi penyakit rebah semai pada cabe, tomat, kentang, terong, penyakit
ngoser pada bawang merah dan putih, layu pada jahe, pisang, semangka, melon, penyakit
kuning dan busuk pangkal batang pada lada, jamur akar pada karet, kalapa sawit, kopi dan
kakau. Fungisida organik B-Kula' bisa diaplikasikan sejak pengolahan tanah, persemaian,
pra tanam, sampai dengan pemeliharaan
Aturan Pakai B-Kula’ Secara Umum :
• 90 gram B-Kula’ di campurkan dengan 100 liter air, di semprot/dikocor ke lahan.
Penggunaan pada sore hari
• 90 gram B-Kula’ di campurkan dengan 1 karung pupuk kandang kemudian di peram
selama 2 minggu, tebarkan secara merata ke lahan. Penggunaan pada sore hari.
4. Bio protectant B-Prosit
B-Prosit formula berbahan aktif microba endofit, eksofit dan antagonis, secara aktif masuk
ke jaringan tanaman. Mengendalikan berbagai macam penyakit dari dalam
Mikroba endofit merupakan mikroorganisme yang tumbuh dalam jaringan tumbuhan dan
dapat dijumpai pada bagian akar, daun serta batang tumbuhan. Mikroba endofit dapat
menghasilkan senyawa-senyawa bioaktif yang dapat berperan sebagai antimikrobia, anti
malaria, antikanker, dan juga dapat digunakan dalam dunia pertanian dan industri. Mikroba
endofit memiliki prospek yang baik dalam penemuan sumber-sumber senyawa bioaktif yang
dalam perkembanagan lebih lanjut dapat dijadikan sebagai sumber penemuan obat untuk
berbagai macam penyakit.
B-Prosit merupakan Bio protectan alami yang dapat melindungi tanaman dari serangan virus
dan zat beracun yang dibawa oleh hama inang. B-Prosit bekerja dari dalam sel tumbuhan
sehingga memberikan kekebalan terhadap tumbuhan dari serangan virus dan hama. Zat aktif
yang ada pada B-Prosit jika diaplikasikan pada perendaman awal benih akan mematikan
benih/bibit yang terindikasi membawa penyakit sehingga bibit yang tumbuh betul-betul
bibit yang telah terpilih.
B-Prosit dapat mengatasi :
Blast, Busuk pelepah/pangkal batang. Antraknosa/phatek, bulai, karat daun, pucuk kering
dan lain lain.
Aturan Pakai B-Prosit Secara Umum :
• 90 gram B-Prosit di campurkan dengan 100 liter air, di semprot/dikocor ke lahan.
Penggunaan pada sore hari
5. Pupuk Organik padat/Tabur B-Solid
Merupakan mikrokondisioner yang dibuat dari fermentasi mineral kondisioner organik
maupun batuan pada suhu tinggi dengan memanfaatkan jenis mikroorganisme thermofil
spesifik.
Fungsi dari B-Solid adalah membenahi serta meningkatkan kesuburan fisik, kimia dan
biologis tanah secara revolusioneradaptan, penguat, penyubur tanaman, biji lebih bernas,
menjadikan pupuk slow relase, dekomposer.
Kandungan hara makro dan mikro B-Solid :
C, N, P, K, Ca, Mg, S, Fe, AI, Cu, Zn, Mn, Na, B, Ni, Gi, Mo, Si, L.
Kandungan Mikroorganisme B-Solid :
Lactobacilus sp (termasuk lactobacilusthermophilus), Azospirillum sp, Azotobacter sp,
Bacillus subtillis, Nitrobacter, tricoderma, mikoriza dan lain-lain.
6. Probiotik/suplemen B-Grow
Merupakan nutrisi ternak organik nano teknologi yang sangat di butuhkan untuk proses
peningkatan kuantitas produksi ternak.
Pada perikanan khusunya kolam terpal atau semen B-Grow dapat di fungsikan sebagai
Probiotik dan sebagai campuran permentasi pakan.
Kandungan suplemen peternakan B-Grow :
1. Vitamin a, d, e, k
2. Mineral ca, si, mg, n, ci, na, p, s, zn, cu, mn, k, i, co, mb, se.
3. Asam lemak : asetat, butirat, propionat
4. Asam amino : isoleucine, leucine, licine arginin
5. Mikroorganisme lipotitik, proteolitik, amiolitik,
6. Detoksikan agen phk-12 berfungsi
membuat ternak lebih tahan terhadap serangan
penyakit dan racun.
7. Laktobacillus sp, dll
Manfaat suplemen ternak organik B-Grow :
1. Menambah nafsu makan dan kinerja enzim pencernaan. Mensuplay berbagai nutrisi
vitamin, mineral, dan protein pada ternak, serta meningkatkan ketersediaan asam amino
yang dibutuhkan bagi pembentukan daging.
2. Meningkatkan efisiensi pakan dan kualitas serta kuatitas produksi ternak
3. Untuk ikan menambah bobot, mengurangi kematian / kanibalisme, mencegah air pada
kolam berbau.
4. Untuk ikan dapat berfungsi sebagai probiotik , pembetuk bakteri pengurai dalam proses
pembuatan biofloc.
5. Pada ikan dapat menghemat pakan karena dapat digunakan sebagai probiotik fermentasi
pakan.
6. Untuk ternak pedaging menambah bobot sedangkan ntuk ternak petelur memperpanjang
usia produksinya
7. Mengandung herbal detoksifikasi yang bisa membuat ternak lebih tahan terhadap
serangan penyakit dan racun.
8. Sebagai decomposer yang memecah/mengurai makhluk hidup mati atau yang telah
membusuk, menjadikan proses alami pembusukan sehingga mendukung percepatan
perbaikan tanah dan kesehatan lingkungan.
9. Menekan polusi, udara dan tanah akibat kotoran ternak
7. Suplemen Organik B-Enzim Plus
B-Enzim plus merupakan enzim pencernaan lengkap yang dapat meningkatkan nilai protein
5-15% dan meningkatkan nilai gizi pakan ternak, menjadikan produksi ternak meningkat dan
tahan terhadap penyakit.
Kandungan B-Enzim Plus :
Enzim amilases, Seluloses, Lumbrokinase, Laktobacillus, Streptomyces, Pseudomonas,
Acetobacter, Actinomycetes, Tricoderma coningi dll
Manfaat dan kegunaan B-Enzim plus :
1. Peningkatan kadar protein pakan 5-15 %.
2. Energi kadar termetabolisme, tdn, betn menurunkan kadar abu dan serat
3. Melunakkan tekstur makanan dan meningkatkan daya serap pakan
4. Membunuh virus yang melekat karena pemnyimpanan yang terlalu lama
5. Menghilangkan bakteri salmonella, e-colli, dan vibrio
6. Menekan tingkat pencernaan bahan timbal (pb), mercury (hg), dan tembaga (cu)
7. Menghilangkan amoniak dan gas metan dengan cepat
8. Meningkatkan homogenitas nutrisi pakan saat fermentasi dan meminimalisir asam fitat.
Download

buku panduan b-green - CV Berlian Komering Abadi Sejahtera