CHEMICAL LAWS AND STOICHIOMETRY
(HUKUM-HUKUM KIMIA DAN
STOIKIOMETRI
 Hukum
Kekekalan massa (Hukum Lavoisier)
 Hukum Perbandingan Tetap (Hukum
Proust)
 Hukum Kelipatan Berganda (Hukum
Dalton)
 Hukum Gay-Lussac
 Hukum Avogadro
 Hukum Boyle-Gay Lussac
Hukum Kekekalan Massa menyatakan:
Dalam sistem tertutup massa zat sebelum
dan sesudah reaksi kimia adalah tetap
Contoh:
Satu gram natrium tepat bereaksi dengan 1,54 gram gas klor
menghasilkan natrium klorida. Hitunglah massa gas klor yang
diperlukan untuk menghasilkan 7,62 gram natrium klorida
Penyelesaian:
Natrium klorida yang dihasilkan= massa natrium + massa klor
= 1 gram
+ 1,54 gram
= 2,54 gram
Untuk menghasilkan 7,62 gram natrium klorida diperlukan klor
sebanyak:
7,62
 1,54
2,54
= 4,62 gram
Jadi, klor yang diperlukan sebanyak 4,62 gram
 Hukum
Perbandingan tetap menyatakan
bahwa: unsur-unsur dalam suatu senyawa
terdapat dalam suatu perbandingan yang
tetap atau perbandingan massa unsur-unsur
dalam suatu senyawa adalah tetap.
Contoh:
Tiga orang masing-masing Anto, Budi dan Candra membuat
natrium klorida (garam dapur) dengan mereaksikan logam
natrium dengan gas klor. Hasil yang diperoleh oleh ketiga orang
tersebut adalah sebagai berikut.
Nama
Massa natrium
klorida
Massa
natrium
Anto
0,75
0,295
Budi
4
1,572
Candra
7,5
2,949
Tentukan:
a.
b.
Massa gas klor yang digunakan oleh Anto, Budi, dan Candra
Perbandingan massa natrium dan gas klor yang digunakan
oleh Anto, Budi, dan candra
Penyelesaian:
a.
b.
Massa klor (mCl)
mCl
= mNaCl – mNa
Anto
= 0,75 – 0,295
Budi
=4
– 1,572
candra = 7,5 – 2,949
= 0,455 gram
= 2,428 gram
= 4,551 gram
Perbandingan mNa : mCl
Anto
mNa : mCl = 0,295 : 0,455 = 1 : 1,54
Budi
mNa : mCl = 1,572 : 2,428 = 1 : 1,54
Candra mNa : mCl = 2,949 : 4,551 = 1 : 1,54
Jadi, perbandingan massa natrium dengan massagasklor pada
senyawa NaCl yang dibuat oleh Anto, Budi dan candra adalah
sama dengan 1: 1,54

Hukum Kelipatan Berganda menyatakan bahwa suatu
senyawa disusun oleh atom-atom yang mempunyai
massa berbeda dan bergabung dengan perbandingan
massa yang sederhana.

Contoh:
karbon dan hidrogen dapat membentuk beberapa
senyawa, misalnya propana (C3H8) dan propena
(C3H6). Karena massa karbon dalam kedua senyawa
sama, maka perbandingan massa H dalam C3H8
dengan H pada C3H6 merupakan bilangan bulat
sederhana, yaitu 8 : 6 = 4 : 3
 Disebut
juga hukum perbandingan volum
 Hukum gay Lussac menyatakan bahwa
perbandingan volum gas-gas yang terlibat
dalam suatu reaksi (baik pereaksi maupun
hasil reaksi) merupakan bilangan bulat dan
sederhana.
 Hukum perbandingan volum berlaku pada
reaksi gas-gas yang susunan molekulnya
sederhana.
Contoh:
Ke dalam tabung eudimeter dimasukkan 26 liter gas hidrogen
dan 21 liter gas oksigendan dilewatkan bunga api listrik pada
campuran gas tersebut, tentukan volum gas yang tersisa dan gas
apa yang tersisa tersebut?
Penyelesaian:
Perbandingan volum gas hidrogen : volum gas oksigen :
volum uap air pada reaksi pembentukan uap air dari gas
hidrogen dan gas oksigen adalah 2 : 1 : 2, sehingga
hydrogen + oxygen
2
:
26 liter
:
1
13 liter
water
:
2
:
26 liter
Karena dalam reaksi tersebut, 26 liter gas hidrogen terpakai
seluruhnya, maka gas hidrogen tidak tersisa, sedangkan dari 21
liter gas oksigen hanya terpakai sebangak 13 liter dalam reaksi,
sehingga gas oksigen masih tersisa sebanyak 8 liter
Hukum Avogadro menyatakan bahwa pada
keadaan suhu dan tekanan yang sama, gasgas yang mempunyai volum yang sama
terdiri dari jumlah molekul-molekul yang
sama.
 Perbandingan volum gas-gas dalam suatu
reaksi kimia merupakan perbandingan
jumlah molekul, yang dalam suatu
persamaan reaksi dapat dinyatakan dengan
perbandingan koefisien reaksi.

Contoh:
Reaksi antara gas nitrogen dengan gas hidrogen membentuk gas amonia
1 volum nitrogen + 3 volum hidrogen → 2 volum amonia
1 molekul nitrogen + 3 molekul hidrogen → 2 molekul amonia
Persamaan kimia untuk reaksi ini:
N2(g)
+
3H2(g)
2NH3(g)
Perbandingan koefisien reaksinya adalah 1 : 3 : 2
Sample Problem
Dua liter gas nitrogen (N2) tepat bereaksi dengan tiga liter gas
oksigen (O2) membentuk dua liter gas lain. Jika diukur pada suhu
dan tekanan tetap, tentukan rumus molekul hasil reaksi kedua gas
tersebut!
Diketahui:
Volum nitrogen = 2 liter
Volum oksigen = 3 liter
Volum gas yang d bentuk = 2 liter
Perbandingan volum 2 : 3 : 2
Persamaan kimia untuk reaksi ini:
2N2
+
3 O2
2 NxOy
Agar persamaan kimia tersebut menjadi setara, maka:
N : 4 = 2x
x=2
O : 6 = 2y
y=3
Jadi, rumus molekul gas hasil reaksi tersebut adalah N2O3
Dari hasil pengamatan Boyle menyimpulkan:
“Pada suhu tetap, maka volum gas yang massanya
tertentu berbanding terbalik dengan tekanannya”
 Secara matematis dapat dinyatakan dengan
hubungan sebagai berikut

1
V 
P
Berdasarkan data dari sejumlah sampel gas tertentu, pada suhu
tetap perkalian antara tekanan (P) dengan volum (V) gas adalah
tetap. Dan secara matematis dapat dinyatakan dengan persamaan:
PV = konstan
atau
P1 V1 = P2 V2
Dimana:
P = Tekanan (atm)
V = volum (liter)
Pada perkembangan selanjutnya,hubungan antara tekanan, volum, dan
suhu mutlak gas,yang dinyatakan secara matematis sebagai berikut.
PV
T
=
konstan
atau
P1V 1
T1
=
P 2V 2
T2
Contoh:
Suatu sampel gas bermassa 0,312 gram dimasukkan ke dalam
tabung yang volumnya 3 liter dan tekanan 0,75 atm. Hitung
tekanan gas tersebut sekarang jika diukur pada volum 1,75 liter
dan suhu dijaga tetap.
Penyelesaian:
P1V 1 =
P2 
P2V
P1V 1
V2

2
0,75atm3L
1,75L
Jadi, tekanan sekarang adalah 1,28 atm
 1,28atm
Download

CHEMICAL LAWS AND STOICHIOMETRY (HUKUM