seleksi hibrid mangga f1 karakter warna kulit buah merah

advertisement
SELEKSI HIBRID MANGGA F1 KARAKTER WARNA KULIT BUAH MERAH
HASIL PERSILANGAN ARUMANIS 143, HADEN DAN ERWIN DENGAN
TEKNIK SIMPLE SEQUENCE REPEAT ( SSR )
Oleh: PRIA KUKUH JAYALARAS ( 05710001 )
Agronomy
Dibuat: 2010-11-24 , dengan 7 file(s).
Keywords: Mangga Arumanis 143, Haden, Erwin, Teknik Simple Sequence Repeat (SSR)
ABSTRAK
Kultivar mangga unggul Indonesia seperti Arumanis 143 mengalami ketidakmampuan bersaing
di pasar internasional karena warna Arumanis 143 yang kurang menarik yaitu hijau kebiruan
sedangkan konsumen lebih menyukai buah mangga yang memiliki warna kuning, jingga, merah
pada penampilan kulit buah. Salah satu upaya untuk meningkatkan daya tarik mangga Arumanis
143 dilakukan dengan menyilangkan kultivar tersebut dengan kultivar mangga yang memilki
warna kulit kuning, jingga dan kemerahan. Karakter buah mangga yang ideal untuk ekspor atau
untuk konsumsi segar adalah warna kulit dan daging ( merah – kuning – jingga ), daging buah
tebal dengan biji tipis, rasa, aroma, tekstur dan serat seperti Arumanis 143.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Biotektonologi Jurusan Budidaya Pertanian Fak.
Pertanian Universitas Brawijaya dengan menggunakan persilangan 3 varietas tanaman mangga
yaitu Arumanis 143, Haden dan Irwin serta Klon merah Haden dan Irwin yang berjumlah 24
yang berasal dari Kebun Koleksi Plasma Nutfah Balai Penelitian Buah CukurGondang Pasuruan.
Proses amplifikasi PCR – SSR dilakukan dengan menggunakan 1 jenis primer SCARIS 18.
Penelitian ini dilaksanakan dengan 4 tahapan yaitu tahap pertama pengambilan sampel, isolasi
DNA, amplifikasi DNA dengan reaksi PCR, elektroforesis gel agrosa, selanjutnya hasil dalam
bentuk gambar foto DNA dengan menggunakan sinar UV.
Hasil penelitian menunjukkan marka SCAR 18 yang merupakan marka DNA dapat digunakan
untuk mengkarakterisasi perbedaan warna kulit buah pada 3 tetua tanaman mangga yaitu
Arumanis 143, Haden dan Irwin. Marka SCAR 18 yang merupakan marka DNA dapat
digunakan untuk mengidentifikasi gen yang menyebabkan perbedaan warna kulit buah pada hasil
silangan 3 tetua tanaman mangga yaitu Arumanis 143, Haden dan Irwin. Hasil silangan
Arumanis 143 x Haden didapatkan aksesi hasil persilangan yaitu F1-21, F1-46, F1-86, F1-88,,
Haden x Arumanis 143 didapatkan aksesi hasil persilangan yaitu F1-30, F1-94, yang
menunjukkan pola pita DNA yang teridentifikasi memiliki tipe kulit buah warna merah dengan
menggunakan teknik simple sequence repeat dan primer SCAR 18.
Aksesi hibrid silangan Arumanis 143 x Haden yaitu F1-15, F1-27, F1-26, aksesi hibrid silangan
Haden x Arumanis 143 yaitu F1-01, F1-02, F1-42, aksesi hibrid silangan Arumanis 143 x Irwin
yaitu F1-22, F1-35, F1-69, aksesi hibrid silangan Irwin x Arumanis 143 yaitu F1-08, F1-09, F110, F1-11, F1-14, F1-36, F1-29, F1-31, F1-43 menunjukkan ukuran panjang dan jumlah pola pita
DNA yang sama dengan pola pita tetua Arumanis 143 sehingga tidak mengidentifikasikan
karakterisasi tipe warna kulit merah dengan ukuran pola pita DNA yang masing – masing yaitu
200 bp, 400 bp.
ABSTRACT
Mango cultivars like Arumanis 143 superior Indonesia experienced the inability to compete in
international markets because of the color is less attractive Arumanis 143 is bluish green, while
consumers prefer the mango fruit that has yellow, orange, red fruit on the skin's appearance.One
effort to improve the attractiveness of mango Arumanis 143 performed by crossing these
cultivars with mango cultivars which have the skin color of yellow, orange and red. The ideal
character of mangoes for export or for fresh consumption is the color of the skin and meat (red yellow - orange), fruit flesh thickness with thin beans, taste, aroma, texture and fiber like
Arumanis 143.
This research was conducted at the Laboratory of Agricultural Cultivation Department
Biotektonologi Fak. Agriculture UB using three crossbred varieties of mango plant which is
Arumanis 143, Haden and Irwin and red clones Haden and Irwin numbering 24 who came from
Garden Collection Germplasm Research Institute for Fruit CukurGondang Pasuruan. PCR
amplification process - SSR done using a type of primary SCARIS 18. This research was
conducted with four stages ie first stage of sampling, DNA isolation, amplification of DNA with
PCR reaction, gel electrophoresis agrosa, further results in the form of photographic images of
DNA using UV light.
Results showed that 18 SCAR markers are DNA markers can be used to characterize differences
in skin color of fruit on the three elders of the mango crop is Arumanis 143, Haden and Irwin.
SCAR markers 18 which is a marker of DNA can be used to identify genes that cause differences
in skin color of fruit on the results of three crosses between parental plants namely mango
Arumanis 143, Haden and Irwin. Results cruciferous Arumanis 143 x Haden got crosses of
accession of the F1-21, F1-46, F1-86, F1-88,, Haden x Arumanis 143 accessions was found that
crosses of the F1-30, F1-94, which shows the pattern of DNA bands identified a type of fruit peel
red color using simple techniques and repeat sequence primers SCAR 18.
Accession hybrid crosses between Arumanis 143 x Haden namely F1-15, F1-27, F1-26,
accession to Haden x hybrid crosses between the F1 Arumanis 143-2001, F1-02, F1-42,
accession Arumanis 143 x hybrid crosses between the F1-Irwin 22, F1-35, F1-69, accession
Irwin x Arumanis hybrid crosses between the F1-08 143, F1-09, F1-10, F1-11, F1-14, F1-36, F129, F1-31, F1-43 shows the length and number of the same DNA banding pattern with the
pattern of parental Arumanis 143 tape so it does not identify the type of characterization of the
red color to the size of their DNA banding pattern - each is 200 bp, 400 bp.
Key Word : Manggo Arumanis 143, Haden, Erwin, Teknik Simple Sequence Repeat (SSR)
Download