Penyebab Pasien Peserta BPJS Ditolak Rumah Sakit Kamis, 18

advertisement
Penyebab Pasien Peserta BPJS Ditolak
Rumah Sakit
Kamis, 18 Desember 2014 - 22:40 wib |
Erika Kurnia - Okezone



Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google
Penyebab pasien peserta BPJS ditolak rumah sakit (Foto: Dede Kurniawan/Okezone)
SELAMA setahun program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan
(BPJS) berjalan, banyak masalah pelayanan kesehatan yang sering dikeluhkan oleh
masyarakat. Seperti, penolakan pasien rujukan dan penipuan dari penyedia layanan
kesehatan.
dr Wasista Budiwaluyo, MHA, dari Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia
(PERSI), melihat bahwa penolakan pasien peserta BPJS umumnya terjadi pada pasien
yang membutuhkan perawatan kesehatan yang lama.
"Salah satu jenis kasus karena length of stay, di mana kondisi pasien yang harus dirawat
lama sering kali ditolak oleh rumah sakit rujukan. Hal ini karena biaya perawatan yang
didapat rumah sakit dari iuran BPJS tidak berbeda antara yang dirawat empat hari dengan
yang sepuluh hari," bebernya kepada Okezone di kawasan Menteng, Jakarta Pusat,
Kamis (18/12/2014).
Iuran BPJS yang terbatas, dengan nominal tertentu bergantung kelas, sering membuat
rumah sakit merugi akibat biaya yang harus ditanggung rumah sakit setelah iuran BPJS
tidak lagi dapat menutup biaya yang dibutuhkan pasien.
"Misalnya, pasien dengan penyakit tertentu efektifnya dirawat selama empat hari. Kalau
iuran BPJS pasien tersebut hanya dapat mengakomodasi perawatan selama empat hari,
namun kondisi pasien mengharuskan mereka dirawat lebih lama, maka rumah sakit yang
harus menanggung biaya pasien," katanya.
Selain itu, kebiasaan pasien yang suka mengulur waktu rawat inap juga dapat merugikan
rumah sakit. Menurut Wasista, kondisi-kondisi seperti tersebut membuat banyak rumah
sakit tidak mau mengambil risiko merugi jika mengetahui pasien yang dirujuk
membutuhkan perawatan lebih dari iuran BPJS yang ditanggung pasien.
"Oleh karena itu, kami sedang mengusahakan agar tenaga kesehatan dari berbagai
spesialis untuk merumuskan clinical pathway masing-masing untuk mencegah penipuan
semacam itu dan meningkatkan kualitas perawatan untuk pasien peserta JKN," ungkap dr
Wasista, MHA.
Clinical pathway adalah sebuah alur yang menggambarkan proses mulai saat penerimaan
pasien hingga pemulangan pasien. Clinical pathwaymenyediakan standar pelayanan
minimal dan memastikan bahwa pelayanan tersebut tidak terlupakan dan dilaksanakan
tepat waktu. (yac)
(tty)
Download