Wulansari Budiastuti, ST, M.Si.

advertisement
Modul ke:
Fakultas
FIKOM
Program Studi
Periklanan dan
Komunikasi
Pemasaran.
www.mercubuana.ac.id
Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.
Materi Pembelajaran
ƒ Fungsi Komunikasi Antar Budaya
ƒ Karakteristik Budaya
ƒ Sistem Kebudayaan dalam Komunikasi Antar
Budaya
Memahami PerbedaanPerbedaan Budaya
Fungsi Komunikasi Antar Budaya
1. Fungsi Pribadi
a.
b.
c.
Menyatakan identitas sosial
Menyatakan integrasi sosial
Menambah pengetahuan
2. Fungsi Sosial
a.
b.
c.
d.
Pengawasan
Menjembatani
Sosialiasasi nilai
Menghibur
Fungsi Komunikasi Antar Budaya
•
Identitas Sosial
Dalam komunikasi antarbudaya terdapat beberapa perilaku komunikasi individu
yang digunakan untuk menyatakan identitas diri maupun identitas social. Perilaku
itu teraktualisasi dalam bentuk tindakan berbahasa (verbal dan nonverbal). Dari
kedua bahasa itulah dapat diketahui identitas seseorang. Misalnya, Jika berbahasa
Sunda dan berkebaya berarti orang Sunda, Jika berbahasa Jawa dan menggunakan
blangkon berarti mencirikan orang Jawa, dan sebagainya.
•
Integrasi Sosial
Esensi dari integrasi sosial adalah menerima kesatuan dan persatuan antarpribadi,
antarkelompok, namun tetap mengakui perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh
setiap unsur. Dalam konteks komunikasi antarbudaya yang melibatkan perbedaan
budaya atara komunikator dan komunikan, maka integrasi sosial merupakan tujuan
utama komunikasi. Prinsip utama pertukaran pesan dalam komunikasi antarbudaya
adalah: Saya memperlalukan anda sebagaimana kebudayan anda memperlakukan
anda dan bukan sebagaimana yang saya kehendaki. Dengan demikian komunikator
dan komunikan dapat meningkatkan integrasi sosial atas relasi mereka.
Fungsi Komunikasi Antar Budaya
•
Menambah pengetahuan
Seringkali komunikasi antarbudaya menambah pengetahuan bersama, saling
mempelajari kebudayaan masing-masing. Orang Batak belajar budaya Sunda, atau
sebaliknya orang Sunda belajar budaya Batak. Orang betawi mendalami budaya
Jawa, sedangkan orang Jawa menekuni budaya Betawi, dan seterusnya. Dengan
begitu terjadi pengayaan pengetahuan
•
Pengawasan
Praktek komunikasi antarbudaya di antara komunikator dan komunikan yang
berbeda kebudayaan berfungsi saling mengawasi. Dalam setiap proses komunikasi
antarbudaya fungsi ini bermanfaat untuk menginformasikan “perkembangan”
tentang linngkungan. Meskipun pada realitasnya fungsi ini lebih banyak diperankan
oleh media massa. Misalnya, beberapa tahun yang lalu masyarakat dunia dikejutkan
oleh berita perselingkuhan Bill Clinton Monica Lewinsky. Pelajaran yang dapat
diambil dari kasus ini adalah betapa di AS, seorang presiden pun memiliki
kedudukan yang sama dalam hukum. Secara langsung kita dapat belajar sebuah
kebudayaan dari negara sehebat AS tentang hukum dan moralitas.
Fungsi Komunikasi Antar Budaya
•
Menjembatani
Dalam komunikasi antarbudaya, maka fungsi komunikasi yang dilakukan antara dua
orang yang berbeda budaya itu merupakan jembatan atas perbedaan di antara mereka.
Fungsi mengawasi itu terlihat pada pesan-pesan yang mereka pertukarkan, keduanya
saling menjelaskan perbedaan tafsir atas sebuah pesan sehingga menghasilkan makna
yang sama.
•
Sosialisasi Nilai
Fungsi ini berada pada ranah mengajarkan dan memperkenalkan nilai-nilai kebudayaa
suatu masarakat kepada masyarakat lain. Misalnya, tanpa disadari ketika menonton
wayang golek atau tarian Jawa ada nilai-nilai yang ditransformasikan kepada penonton
(khalayak). Dengan demikian telah terjadi sosialisasi nilai dari budaya yang satu ke
budaya yang lain sesuai dengan budaya khalayaknya.
•
Menghibur
Fungsi menghibur begitu kental dalam komunikasi antarbudaya. Jika kita rajin
memperhatikan acara “Benteng Takeshi”, maka kita terasa terhibur oleh orang-orang
Jepang yang beradu ketangkasan dalam bentuk permainan yang menghibur. Kita pun
mungkin akan tertawa lebar jika menonton Si Parto (salah seorang personil Patrio
Group), yang berbahasa tegal sangat kental, melucu dan bertingkah laku. Itu semua
mencerminkan komunikasi antarbudaya yang memiliki dimensi menghibur.
Karakteristik Budaya
1. Komunikasi dan Bahasa
Sistem komunikasi, verbal dan nonverbal, membedakan suatu kelompok
dari kelompok lainnya. Meskipun bahasa tubuh mungkin universal,
perwujudannya berbeda secara lokal.
Contoh:
9 Dalam bahasa Jawa kata Jangan berarti sayur, sedangkan dalam bahasa
Indonesia berarti tidak boleh.
9 Di Indonesia menggelengkan kepala berarti menolak. Sedangkan di India
berarti setuju.
2. Pakaian dan Penampilan
Pakaian, dandanan (aksesoris/perhiasan), penampilan luar, cenderung
berbeda secara kultural. Misalnya kebaya dan batik Jawa(Indonesia),
kimono Jepang, payung Inggris, sarung Polynesia.
Karakteristik Budaya
3. Makanan dan Kebiasaan makan
Cara memilih, menyiapkan, menyaikan, dan memakan makanan sering berbeda
antara budaya yang satu dengan budaya yang lainnya. Misalnya,
9 Orang cina makan menggunakan sumpit, sedangkan negara lain pada umumnya
menggunakan sendok.
9 Pada umumnya orang-orang menggemari daging sapi, tetapi orang-orang hindu
dilarang memakan daging sapi.
4. Waktu dan Kesadaran akan waktu
Kesadaran akan waktu berbeda antara budaya yang satu dengan budaya lainnya.
Sebagian orang tepat waktu dan sebagian orang lainnya merelatifkan waktu.
Contoh:
:
Di sebuah perusahaan jika mengadakan rapat maka para staf (bawahan) diharapkan
hadir tepat waktu, tetapi atasan datang terakhir. Hal tersebut terjadi terus menerus
secara kontinu sehingga menjadi sebuah kebiasaan (budaya).
Karakteristik Budaya
5. Penghargaan dan Pengakuan
Suatu area tertentu mempunyai cara tersendiri dalam memberi penghargaan dan
pengakuan.
Contoh :
9 Salah satu suku di Tibet, cara mereka memberi penghargaan terhadap orang lain
dengan menjulurkan lidahnya yang artinya mereka memberikan rasa hormat
terhadap orang tersebut.
9 Dalam sebuah organisasi(perusahaan), seseorang yang menduduki jabatan tertentu
diberikan penghargaan berupa mobil atau rumah dinas.
6. Hubungan
Budaya juga mengatur hubungan manusia dan hubungan-hubungan organisasi
berdasarkan usia, jenis kelamin, status, kekeluargaan, kekayaan, kekuasaan, dan
kebijaksanaan.
Contoh :
9 Di Indonesia. Khusunya kota Padang menganut sistem Matrilineal. Dimana
perempuan (ibu) lebih dominan perannya dalam meneruskan garis keturunan
hubungan keluarga.
Karakteristik Budaya
7. Nilai dan Norma
Nilai dan Norma manusia juga dipengaruhi oleh kebutuhan hidup masing-masing. Seseorang
yang menginginkan kelangsungan hidup, menghargai usaha-usaha pengumpulan makanan,
penyediaan pakaian dan rumah yang memadai. Sedangkan mereka yang mempunyai
kebutuhan lebih tinggi menghargai materi, uang, gelar-gelar pekerjaan, hukum, dan
keteraturan.
Contoh:
9 Pada umumnya di negara-negara barat (misalnya : amerika, eropa), orang-orang
mendambakan nilai-nilai yang lebih tinggi, seperti kualitas kehidupan, prestasi diri, dan makna
dalam pengalaman.
8. Rasa Diri dan Ruang
Kenyamanan seseorang dengan dirinya dapat terlihat secara berbeda oleh budaya.
Contoh:
9 Orang-orang yang hidup dan tinggal di pedesaan umumnya, identitas diri dan penghargaan
dapat diwujudkan dengan sikap yang sederhana. Sedangkan orang-orang yang hidup dan
tinggal di perkotaan biasanya ditunjukkan dengan perilaku lebih agresif.
9 Orang-orang barat (misalnya, amerika) mempunyai sifat individualisme yang tinggi, artinya
memiliki rasa ruang yang membutuhkan jarak (gap) lebih besar antara individu dengan
individu lainnya.
Karakteristik Budaya
9. Proses Mental dan Belajar
Setiap budaya mempunyai suatu proses berpikir, namun setiap budaya mewujudkan proses
tersebut dengan cara yang berbeda. Kehidupan dalam suatu tempat tertentu menetapkan
hukum-hukum untuk mempelajari atau tidak informasi tertentu, dan ini ditegaskan dan
diperkuat oleh budaya di sana.
Contoh:
Sistem pendidikan yang berjalan di Indonesia yakni membaca, mendengar, dan mencatat. Hal
ini membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Sedangkan, Di negara-negara
barat (misalnya eropa, amerika) guru hanya memberi pengarahan saja dan siswa diharapkan
lebih aktif.
10. Kepercayaan dan Sikap
Dalam semua budaya tampaknya orang-orang mempunyai perhatian terhadap hal-hal
supernatural yang jelas dalam agama-agama dan praktik-praktik agama mereka. Agama
dipengaruhi oleh budaya dan budaya pun dipengaruhi oleh agama. Sistem kepercayaan agama
sekelompok orang agak bergantung pada tingkat perkembangan kemanusiaan mereka.
Contoh :
9 Budaya primitif mempunyai kepercayaan pada makhluk-makhluk spiritual yang kita sebut
“animisme”.
9 Sebagian masyarakat Indonesia jika ingin membangun sebuah gedung tetapi ada yang masih
mempunyai kepercayaan tanah keramat. Maka, biasanya mereka mengadakan ritual upacara
terlebih dahulu atau mereka tidak jadi membangun di tanah tersebut.
Sistem Kebudayaan
Bagaimana kita meletakkan komunikasi kedalam kebudayaan sebagai sebuah
system? Pertama-tama kita haruslah sepakat bagaimana menganggap kebudayaan
sebagai sebuah system, dan kalau itu benar maka:
1. Kebudayaan itu harus mempunyai objek.
Sebuah objek kebudayaan didalamnya memiliki bagian-bagian, unsur-unsur, atau
variable yang membentuk objek tersebut.
2. Kebudayaan itu terdiri dari atribut, kualitas atau pemilik dari system itu.
3. Kebudayaan itu harus memiliki relasi internal diantara objek-objek.
4. Kebudayaan juga memiliki lingkungan, dia tidak eksis dalam ruang vakum tetapi
dipengaruhi oleh lingkungan sekelilingnya (Littlejohn, 1997)
Jelas bagi kita bahwa setiap individu ada didalam masyarakat, setiap masyarakat
memiliki kebudayaan. Kehidupan dan dinamika sebuah masyarakat
serta
kebudayaan ditentukan oleh komunikasi antara anggota masyarakat dan anggota
budaya.
Sistem Kebudayaan
•
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Sistem-sistem kebudayaan
Sistem ekonomi
Sistem keluarga
Sistem politik
Sistem kontrol sosial
Sistem manajemen kesehatan
Sistem pendidikan
Sistem agama
Terima Kasih
Wulansari Budiastuti, S.T., M.Si.
Download