PENGINTEGRASIAN SUMBER DAYA MANUSIA

advertisement
PERTEMUAN XIV
By: Raswwan Udjang
ARTI DAN PENTINGNYA
 Peangintegrasian merupakan kegiatan menyatupadukan keinginan
karyawan dan kepentingan perusahaan, agar tercipta kerjasama yg
saling memberikan kepuasan.
 Pengintegrasian merupakan fungsi operasional MSDM yg
terpenting, sulit dan kompleks untuk merealisasikannya.
 Tujuannya adalah memanfaatkan karyawan agar mereka bersedia
bekerja keras dan berpartisipasi aktif dlm menunjang tercapainya
tujuan perusahaan dan serta terpenuhinya kebutuhan karyawan
dengan prinsip menciptakan kerjasama yg baik dan saling
menguntungkan.
METODE PENGINTEGRASIAN
 Hubungan atar manusia (human relation)
 Motivasi
 Kepemimpinan
 Kesepakatan kerja bersama dan collective bargaining
Hubungan antar manusia, adalah hubungan kemanusiaan yg
harmonis, yg tercipta atas dasar kesadaran dan kesediaan
melebur keinginan individu demi terpadunya
kepentingan bersama
Hubungan antar manusia akan tercipta dan terpelihara
Dengan baik, jika ada kesediaan melebur sebagian keInginan individu demi tercapainya kepentingan bersama
Yg didasarkan atas saling pengertian, harga menghargai,
Toleransi, menghargai pengorbanan dan peranan yg diBerikan setiap individu anggota kelompok/karyawan.
A
C
B
Lingk 1 = kepentingan organisasi
Lingk 2 = kepentingan individu
A = kepentingan perusahaa n
B = kepentingan individu
C = penyatuan kepentingan perusahaan dan
keibginan individu
MOTIVASI
 Motivasi berasal dr kata MOVERE yg berarti dorongan
atau menggerakkan. Pentingnya motivasi, karena
motivasi adalah hal yg menyebabkan, menyalurkan dan
mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja giat
dan antusias mencapai hasil yg optimal.
 Motivasi merupakan kecenderungan dlm diri seseorang
yg membangkitkan dan mengarahkan tindak tanduknya.
Orang mau bekerja?
 The desire to live (keinginan utk hidup)
 The desire for position (keinginan utk suatu posisi)
 The desire for power (keinginan akan kekuasaan)
 The desire for recognation (keinginan akan pengakuan)
Tujuan motivasi
 Meningkatkan moralitas dan kepuasan kerja karyawan
 Meningkatkan produktivitas kerja
 Mempertahankan kestabilan karyawan
 Meningkatkan kedisiplinan kerja
 Mengefektifkan pengadaan karyawan
 Menciptakan suasana dan hubunganmkerja yg baik
 Meningkatkan loyalitas, kreativitas dan partisipasi karyawan
 Meningkatkan kesejahteraan karyawan
 Mempertinggi rasa tanggung jawab terhadap tugas
 Meningkatkan efisiensi penggunaan alat dan bahan baku.
Azas motivasi
 Azas Motivasi adalah :
- Azas mengikutsertakan
- Azas Azas komunikasi
- Azas pengakuan
- Azas wewenang yg diselegasikan
- Azas perhatian timbal balik
Model-model Motivasi
 Model tradisional yaitu dengan memberikan insentif sbg
motivasi.
 Model hubungan manusia, dengan memenuhi kebvutuhan
sosial disamping insentif.
 Model SDM, dengan memberikan motivasi tidak hanya
berupa uang/barang aau keinginan akan kepuasan, akan tetapi
juga kebutuhan akan pencapaian dan pekerjaan yg berarti.
Motivasi dilakukan dgn memberikan tggjawab dan
kesempatan yg luas bagi mereka utk mengambil kebijakan
dalam menyelesaikan pekerjaannya.
KEPEMIMPINAN
 PEMIMPIN ADALAH SEORANG YANG MEMPERGUNAKAN
WEWENANG DAN KEPEMIMPINANNYA MENGARAHKAN
BAHAWAN UNTUK MENGERJAKAN SEBAGIAN
PEKERJAANNYA DALAM MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI.
 KEPEMIMPINAN ADALAH CARA SEORANG PEMIMPIN
MEMPENGARUHI PERILAKU BAWAHAN AGAR MAU
BEKERJASAMA DA BEKERJA SECARA PRODUKTUIF UBRUKJ
MENCAPAI TUJUAN ORGANISASI.
 TIGA IMPLIKASI DARI KEPEMIMPINAN ADALAH : (a)
KEPEMIMPINAN MELIBATKAN ORANG LAIN; (b) TERDAPAT
PEMBAGIAN/DISTRIBUSI KEKUASAAN YG TIDAK MERATA DAN
(c) SELAIN MEMPENGARUHI, PEMIMPIN JUGA MEMBIMBING
DAN MENGARAHKAN.
GAYA KEPEMIMPINAN NENURUT
MALAYU SP HASIBUAN
 Kepemimpinan Otoriter, yaitu jika kekuasaan atau wewenang sebaagian besar
mutlak tetap berada pada pimpinan atau kalau pimpinan menganut sentralisasi
wewenang , pengambilan keputusa dan kebijakan hanya ditetapkan sendiri oleh
pimpinan.
 Kepemimpinan Partisipatif, jika kepemimpinan dilakukan dengan xcara
persuasive, menciptakan kerjasama yang serasi, menumbuhkan loyalitas dan
partisipasi bawahan.
 Kepemimpinan Delegatif, apabila seorang pemimpin mendelegasikan wewenang
kepada bawahan dengan agak lengkap . Dengan demikian bawahan dapat
mengambil keputusan dan kebijaksanaan dengan lebih leluasa dlm melaksaakan
pekerjaannya.
 Kepemimpinan Situasional, yaitu gaya kepemimpinan yg dikembangkan oleh
Hersey dan Blanchard, yg fokusnya terletak pada perilaku pemimpin dan
aggota/pengikut dlm kelompok dan situasi yg variatiif.
Gaya pengambilan keputusan
 Gaya Otoratif, diterapkan pada situasi ketika manajer memiliki pengalaman dan
informasi untk menghasilkan konklusi, sementara pengikut tidak memiliki
kemampuan, kesediaan dan keyakinan untuk memecahkan masalah.
 Gaya Konsultatif, srategi yg tepat bila manajer mengenali pengikut, juga
memiliki beberapa pengetahuan dan pengalaman tentang masalah dan bersedia
memecahkan masalah meskipun belum mampu. (hanya mendengarkan masukan
pengikut)
 Gaya Fasilitatif, merupakan upaya kooperatif, yaitu manajer dan pengikut
bekerja sama mencapai suatu keputusan bersama. (pengikut yg mampu
diikutsertakan dalam pembuatan keputusan)
 Gaya delegatif, digunakan terhadap pengikut yg memiliki tingkat kesiapan,
pengalaman dan informasi yg diperlukan untuk keputusan atau rekomendasi
yang layak.
KESEPAKATAN KERJA BERSAMA
 Adalah adanya musyawarah dan mufakat antara pimpinan
perusahaan dengan pimpinan serikat karyawan (buruh)
dalam memutuskan masalah yg menyangkut kebutuhan
karyawan dan kepentingan perusahaan. Dalam KKB
diharapkan permasalahan yg dihadapi karyawan dengan
perusahaan dapat diatasi denan baik, seperti misalnya :
kenaikan gaji.upah, tunjangan hari raya, pemecatan
buruh, dll.
COLLECTIVE BARGAINING
 Pada dasarnya CB adalah sama dengan KKB, yaitu
perundingan antara pimpinan perusahaan dengan
pimpinan serikat buruh dalam menetapkan keputusan
yang menyangkut kepentingan perusahaan dan
kepentingan buruh.Yang membedakannya adalah CB
didasarkan atas perundingan yg berarti adu kekuatan,
siapa yg mempunyai posisi yg kuat, maka dialah yg
banyak menentukan keputusan, sedangkan KKB
didasarkan atas musyawarah mfakat dlm menetapkan
keputusan, bukan atas adu kekuatan/posisi.
Download