 KONSERVASI
 Menata kelola sumber daya alam atau keseluruhan
lingkungan hidup dari suatu ekosistem untuk mencegah
pemanfaatan berlebihan ,polusi ,perusakan demi kelestarian
sumber daya alam itu.atau perlindungan alam liar atau
produksi berkelanjutan bahan – bahan yang berguna yang
diambil dari sumber daya bumi.
 Tujuan konservasi sumber daya yang hidup untuk tata
kelola proses-proses ekologi penting dan system pendukung
kehidupan ,pengawetan keaneragaman genetika , dan jaminan
kesinambungan pemanfaatan spesies dan ekosistemekosistem.
 Pengawetan lingkungan mencakup kepentingan ekologi
dengan menjaga fungsi keseluruhan lingkungan hidup
perlindungan terhadap hutan,untuk memastikan kelestarian
ketersediaan air,perlindungan terhadap muara-muara sungai
yang menjadi jalan pasokan unsur hara dari hulu bagi
kepentingan perkembangan zoo dan phyto baik pada habitat
muara yang tidak tercemar.
Hutan disamping menjadi habitat bagi satwa dan flora ,juga
menjaga kesinambungan hubungan antara tanah dan air,
membantu menjamin ketersediaan air.
Salah satu aspek konservasi adalah kemampuan untuk
pemulihan dan regenerasi.
Populasi-populasi satwa dan tetumbuhan yang menyusut
dapat pulih jumlahnya yang berlebihan , apabila dilindungi
dengan baik dalam habitatnya.
Pemulihan tetumbuhan tergantung pada proses suksesi
ekologi yaitu tetumbuhan dengan berbagai tingkat toleransi
terhadap kondisi ekstrim menempati lahan kritis,
Pemulihan satwa yang terancam punah hanya dapat
terjadi apabila masih terdapat keaneragaman genetika dan
sepanjang spesies itu dilindungi. Dan spesies yang telah punah
akan lenyap selamanya.
Yang diperlukan dan pemanfaatannya menggantikan
bahan-bahan baru (recycling) Sumber daya alam
dapat digolongkan sebagai
 Dapat diperbaharui/renewable yaitu sumber daya
kehidupan seperti : hutan , satwa liar dan semacamnya
yang berkemampuan melakukan regenersai dengan cara
reproduksi /berkembang biak.
 Tak dapat diperbaharui yaitu mineral atau sumber
daya bahan bakar fosil. Tetapi ada aspek-aspek
konservasi tertentu yang berlaku khusus bagi sumber
tak terbaruhi.
Tak dapat diperbaharui yaitu mineral atau sumber daya bahan
bakar fosil. Tetapi ada aspek-aspek konservasi tertentu yang
berlaku khusus bagi sumber tak terbaruhi:
 Memperbaiki suatu sumber daya yang tadinya tidak
ekonomis untuk dikembangkan yang biasanya tergantung
pada kemajuan teknilogi (beneficiation).
 Memaksimalkan tindakan-tindakan menghindari
produksi limbah yang berlebihan dan meningkatkann hasil
guna sumber daya (maximization)
 Penggantian yang menyangkut pemanfaatan sumber daya
yang mudah didapat sebagai pengganti sumber daya yang
langka (substitution).
 Menentukan kegunaan yang paling tepat dari suatu
sumber daya memanfaatkan sumber daya itu untuk
penggunaan tersebut (allocation).
 Sebagai sumber daya alam, Tanah merupakan suatu kombinasi
komponen hidup dan tidak hidup, yang terdiri dari gas-gas
atmosfir , air, organisme hidup maupun mati dan bahan-bahan
mineral.
 Tanah juga merupakan produk interaksi antara lingkungan hidup
dan tidak hidup.
 Komponen hidup di dalam tanah adalah terbaharui dalam batas
tertentu , sedangkan mineral komponen tak terbaharui.Selama
komponen hidup dalam tanah berada dalam kondisi sehat dan
terus berfungsi, mineral dalam tanah akan didaur ulang dari
tanah,melewati organisme hidup yang berada didalmnya, dan
kembali ke tanah menyusul proses pelepukan dan penguraian
organisme yang mati.
 Hampir semua kehidupan diatas tanah tergantung
kepadanya, tanah harus dijaga selalu dalam kondisi terbaharui,
dicegah dari erosi berlebihan, yang menghabiskan kesuburan.
Sebaliknya bahan bakar fosil memerlukan jutaan tahun
untuk terbentuk sedang pemanfaatannya begitu cepat mengurangi
ketersediaannya sehingga bagi kepentingan manusia bahan bakar
fosil dapat dianggap sebagai sumber daya tak terbaharui.
Kehidupan dibumi tergantung pada berfungsinya biosfir
dengan baik.Tujuan akhir dari konservasi adalah menjaga agar
biosfir tetap dalam kondisi sehat.
Aspek tertentu dari Konservasi seperti pencegahan
polusi adalah tindakan yang perlu segera dilaksanakan, misalnya
polusi sumber daya air oleh limbah industri dan pertanian,
kerusakan lingkungan hutan oleh hujan asam dan perambahan tak
terkendali.
2. RENCANA PENANGANAN DAS
 MELESTARIKAN SUMBER DAYA AIR
 Air sebagi sumber daya tidak dapat habis, karena
jumlahnya dalam biosfir tidak terpengaruh dan tidak rusak
oleh aktifitas dan pemanfaatan oleh manusia.
 Agar dapat dimanfaatkan,air harus terdapat pada tempat
khusus dan mempunyai kualitas tertentu dan dianggap
sebagai terbaharui, dan sering sebagai sumber daya
yang langka, mempunyai masa daur ulang tergantung pada
lokasi dan penggunaannya.

.
Karena waktu ulang yang mungkin sangat panjang
dan tergantung pada frekuensi pergantian musim kering
dengan musim hujan yang sangat sedikit mendatangkan
air, sumber daya air semacam itu dapat dianggap tak
terbaharui.
PENANGANAN EROSI
 Tanah tidak dikelola dengan efektif. Yang diolah untuk
penanaman mengalami erosi oleh angin dan yang dibiarkan
gundul pada lereng telah terkikis oleh air hujan.

 Erosi dan deposisi hasil erosi (sedimentasi) adalah proses
alami normal dalam pembentukan dan pemeliharaan tanah
yang keberadaannya tergantung pada proses erosi.
 Persoalan konservasi pada tanah terjadi oleh erosi
 Pada kasus –kasus yang berat erosi akan membentuk guies
dalam yang mengikis tanah dan makin menjalar ke hulu dan
membesar sehingga dapat menghabiskan seluruh lapisan
tanah yang menutup permukaan lereng.
 Proses erosi khususnya di daereh tropic sangat hebat karena
curamnya lereng dan curah hujan yang lebat akan mengikis
permukaan lahan yanh tersingkap oleh pertanian.
JENIS - JENIS EROSI YANG TERJADI PADA DAS
 Longsoran tebing kolam waduk
 Longsoran tebing waduk seharusnya tidak boleh terjadi karena
dapat menimbulkan lonjakan elevasi air waduk yang dapat
melimpasi dan menghancurkan tubuh bendungan (tipe
urugan), dan/atau abutmentnya.Karena penjenuhan lereng atau
akibat terjadinya surutan cepat air waduk yang tidak dapat
cepat diikuti oleh air pori pada lereng waduk.
 Erosi alur dan tebing anak –anak sungai
 Aanak-anak sungai pemasok air waduk umumnya berjenis
jeram/torrential atau berjalin /braided dengan kecepatan aliran
yang deras karena curamnya lereng aliran , dan mempunyai
kapasitas transport sedimen yang besar. Kemampuan angkut
ini akan dipenuhi dengan produk erosi DAS.
 Pada daerah tropika basah terjadi kemrosotan kesuburan
tanah dengan cepat oleh penanaman menerus serta
pencucian lahan oleh air yang meresap dan run off yang
cukup besar
 Kesuburan tanah dapat dipulihkan dengan meningglkannya
dan membuat tetumbuhan hutan alami tumbuh kembali.
 Pada peremajaan permukaan tanah, oleh deposisi dan
pelapukan sampah hutan, mineral-mineral akan tertimbun
kembali diatas permukaan tanah.

Rotasi tanaman ternyata juga dapat memelihara kondisi
tanah dan mencegah berkembangnya serangga dan hama
yang menyukai sejenis tanaman .
 Pada system rotasi penanaman biji-bijian digilir dengan
sayur mayor berdaun dan tanaman pakan ternak yang
biasanya berupa polon-polongan yang dapat memulihkan
kandungan nitrogen dalam tanah oleh aktifitas bakteri dalam
perekerannya.
 Tanah pada daerah DAS menyerap dan meresap air hujan dan
kemudian dilepaskan ke dalam alur-alur aliran dan sungai yang
kemudian dimanfaatkan bagi pertanian dan keperluan manusia
lainnya.
 Penyerapan dan peresapan air hujan akan berlangsung optimal
apabila tanah dipertahankan dapat mendukung tumbuhnya
pepohonan dan semak-semak serta kehidupan satwa liar.
 Tetapi akibat erosi berlebihan yang terjadi pada permukaan tanah
DAS hasil erosinya akan memasuki badan-badan air(sungai,waduk).
 Menurunnya kapasitas resap dan serap DAS terhadap air hujan,
dan memebesarnya run off, mengganggu stabilitas pemanfaatan air
dan dapat menimbulkan ancaman bencana banjir.
 Sedimen hasil erosi akan banyak terbawa masuk ke danau-danau
dan waduk-waduk yang akan memperkecil daya volume
simpan/tampungnya serta merangsang tumbuhnya gulma air yang
akan menambah penguapan air dari dalamnya.
 Dengan tertutupnya permukaan oleh tanaman ,tingkat
penguapannya akan membesar 1,5 sampai 2 kali lipat berupa
evapotranspirasi dari permukaan dedaunan gulma yang jauh
lebih luas dari permukaan air bebasnya.
 Makin banyaknya angkutan sedimen yang terbawa debit
sungai,bersama dengan makin besarnya ratio atau
perbandingan Qmax/Qmin yang akan terjadi pada sungai itu
akan merusak stabilitas alur sungainya.
Qmax adalah debit dominan sungai yaitu debit
maximum yang mampu ditampung oleh kapasitas aliran
sungai. Qmax dapat diambil sama dengan Q dengan masa
ulang 1 atau 2 tahun.Q min adalah debit terendah yang terjadi
pada musim kemarau.
Makin besarnya ratio atau perbandingan Qmax / Qmin sungai
terjadi karena mengecilnya daya serap musim DAS sehingga
Makin besarnya ratio atau perbandingan Qmax /
Qmin sungai terjadi karena mengecilnya daya serap
musim DAS sehingga
Membesarnya run off pada musim hujan →
membesarnya luapan keluar alur yang berasal dari kelebihan
debit terhadap Qmax.
 Berkurangnya resapan air ke dalam aquifer.
 Mengecilnya aliran effluent yang keluar dari aquifer di
musim kemarau sebagai debit minimum → mengecilnya Qmin.
 Sistem irigasi merupakan penggunaan air yang boros oleh
banyaknya kehilangan karena penguapan dan kebocoran
dalam penghantaran dan penyimpanannya.Dengan demikian dan
kelebatannya tetumbuhan penutup diatas DAS harus
dipertahankan luas, dijaga dari pembalakan dan penyusutan
oleh kultivasi berlebihan yang juga akan berakibat rusaknya tanah.
 Teknik tata kelola dalam DAS pada daerah dua musim yang
berbeda (kemarau dan hujan) mengatur penyebaran antar waktu
dalam DAS, dengan membuat waduk-waduk penampung air yang
berlebihan dimusim hujan untuk pemanfaatan pada musim
kemarau. Tanpa pengaturan yang tepat ,akan sering terjadi banjir
dan penggenangan dimusim hujan, serta kekreringan pada musim
kemarau.
 Gangguan terhadap hutan memepercepat aliran air
dalamnya dan mengurangi peresapan, penyerapan dan
penyaringan air.Pembalakan dan perambahan liar yang kini
banyak terjadi pada beberapa DAS mengakibatkan sering terjadi
banjir banding dengan air yang sangat keruh ke daerah hilirnya
KERUSAKAN LINGKUNGAN DAS
 Kerusakan lingkungan suatu DAS kebanyakan disebabkan
oleh akumulasi dampak yang terjadi misalnya
meningkatnya angkutan sedimen, sampah kekayuan
/organic ,bahan kimia,kenaikan suhu,kerusakan flora dan
fauna (ekosistem), terjadinya peningkatan erosi ,berkurangnya
daya resap dan serap serta bertambahnya debit puncak run off
dan konsentrasi sedimen dalam alur-alur pematusnya.
 Beberapa aktifitas pemicu terjadinya dedampak diatas
misalnya aktifitas pemanfaatan lahan,pembalakan dan lainlain ini berarti dampak lingkungan yang terjadi pada suatu
DAS biasanya ditimbulkan oleh berbagai pengaruh dan
aktifitas dan bersifat kumulatif.
Produksi sediment akan menurun dalam beberapa tahun setelah
pembalakan/penggundulan karena menurunnya atas lahan .Tetapi
pada beberapa tahun kemudian erodibilitas akan bertamabah
besar lagi oleh pelapukan lapisan atas.Sedimentasi dari beberapa
tahap ini makin menyebabkan bertambahnya transport maupun
agradasi sedimen dalam alur run off dari DAS.
 Berkurangnya daya resap dan daya serap yang
ditimbulkan juga akan menambah dan sinergetik dengan proses
erosi lahan pada DAS dan akan lebih banyak lagi menyumbang
sedimen tipe bedlod.
 Terjadinya gullies dan longsoran lereng / tebing pada
DAS yang mengalami degradasi akan menimbulkan peningkatan
debit puncak pada anak sungai pematus DAS, menimbulkan
destabilisasi pad alur –alur ordo rendah ini yang kemudian
menimbulkan agradasi di hilirnya dan menurunnya kapasitas alir alur
dan menambah frekuensi banjir.hilangnya ikatan perakaran akan
menimbulkan longsoran tebing dan agradasi yang makin hebat.
MENGATISIPASI SEDIMENTASI WADUK
 Suspended load/sedimen layang dengan butiran yang
lebih kasar kira-kira beberapa per seratus sampai dengan
beberapa per puluhan millimeter, yang diangkut dalam
suspensi / keadaan melayang kedalam waduk sebagian
besar akan terendap di bagian hilir kolam waduk bersama
dengan sebagian kecil wash load.
 Air yang memasuki waduk membawa angkutan sedimen
hasil erosi pada DAS yang kemudian sebagian akan
mengendap di dalam waduk berupa:
 Bed load/ sedimen dasar dengan besar butiran yang lebih
kasar dari sedimen layang, menggelincir dan bergulingan
( translating and rolling),pada dasar sungai.Hampir semua
sedimen dasar alur sungai Wash load / sedimen cuci yang
berbutir sangat halus .Sedimen ini bersumber pada
permukaan DAS ,terutama hasil lapukan karena perubahan
suhu , diangkut oleh air dalm bentuk koloidal ,sehingga
sukar mengendap dalam waduk ,mengalir ke hilir bersama
air.
SEDIMEN YANG MEMASUKI WADUK
 Erosi pada permukaan DAS khususnya disebabkan oleh
kekuatan air dan gravitasi , dan juga dapat disebabkan
oleh gerakan angin. Jumlah keseluruhan dari erosi pada DAS
disebut jumlah kotor /gross yield erosi. Sebagian dari jumlah
kotor erosi akan diendapkan dalam penghalang buatan atau
alam pada DAS, pada bantaran banjir ataupun alur aliran
sisanya yang disebut sediment yield/produksi sedimen akan
mencapai titik pengukur/control.
MELAKUKAN SURVEI PADA LAJU SEDIMENTASI
WADUK
 Faktor-faktor yang menentukan kuantitas produksi
sedimen suatu DAS :
 1. Tinggi curah hujan dan intensitasnya
 2. Jenis tanah dan formasi geologi
 3. Tetumbuhan penutup
 4. Tata guna lahan
 5. Topografi DAS
 6. Erosi lahan tinggi, kemiringan lereng lahan,berat jenis dan
alur patusan
alam, bentuk dan luas.
 7. Run off koefisien run off dari DAS.
MENGENDALIKAN SEDIMENTASI BERLEBIHAN DALAM WADUK
 Waduk penyimpanan air akan mengalami sedimentasi dari
gasil erosi pada DAS, suatu proses alami yang tidak dapat
dihindari. Pengendapan ini akan secara bertahap mengurangi
kapasitas volume simpan waduk sampai suatu saat ke depan
akan mengakhiri umur layan yang direncanakan.

Tetapi jika selama masa layanannya,terjadi
pengendapan lebih besar dari yang diharapkan ,
karena produksi sedimen yang berlebihan akibat degradasi
DAS, proses ini akan memperpendek umur
layanannya.Tindakan dasar yang dapat dilakukan untuk
pengendalian sedimentasi berlebihan dalam kolam waduk
adalah:
 Menghambat masuknya sedimen ke dalam kolam Waduk.
 Mengurangi kuantitas sedimen yang memasuki kolam,jadi
mengurangi produksi sedimen kotor.
 Membuang sedimen yang masuk ke dalam kolam waduk.