Permasalahan Batas Wilayah Republik Indonesia

advertisement
Wilayah Negara Dalam
Hukum Internasional
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Wilayah Negara
Pasal 1 Konvensi Montevideo 1933 menyatakan bahwa:
“The state as a person of international law should possess the
following qualifications: (a) a permanent population; (b) a
defined territory; (c) government; and (d) capacity to enter
into relations with the other states.”
Aturan tersebut telah diakui sebagai Hukum Kebiasaan
Internasional (International Customary Law)
Adapun wilayah negara dibagi atas:
- Wilayah Darat
- Wilayah Laut / Perairan
- Wilayah Udara
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Wilayah Negara
Terdapat lima macam cara untuk memperoleh
wilayah menurut Hukum Internasional, yaitu:
- Okupasi
- Preskripsi
- Aneksasi
- Akresi
- Cessie
- Kemerdekaan
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
- Okupasi
Perolehan wilayah tak bertuan (terra nullius) dengan
cara pendudukan.
- Preskripsi
Penguasaan wilayah (bisa bertuan/tidak) dengan caracara damai dengan waktu tertentu dan menunjukkan
effective control terhadap wilayah tersebut.
- Aneksasi
Perolehan wilayah dengan cara kekerasan (use of force)
– conquest.
- Akresi
Perolehan wilayah baru karena kejadian alamiah.
- Cessie
Perolehan wilayah melalui transfer kekuasaan dari
kedaulatan ke kedaulatan lainnya yang umumnya
melalui perjanjian.
- Kemerdekaan
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Wilayah Indonesia
• Sesuai dengan prinsip hukum internasional uti possidetis
juris, wilayah Indonesia adalah wilayah bekas kekuasaan
Hindia Belanda.
• Wilayah Indonesia ditentukan pertama kali dengan
Territoriale Zee en Maritime Kringen Ordonantie (TZMKO)
1939.
• Selanjutnya seiring dengan perjalanan NKRI, Pemerintah RI
memperjuangkan konsepsi Wawasan Nusantara mulai dari
Deklarasi Djuanda, berbagai perundingan dengan negara
tetangga, sampai pada akhirnya konsep Negara Kepulauan
diterima di dalam Konvensi Hukum Laut PBB 1982 (United
Nations Convention on the Law of the Sea/UNCLOS ’82)
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Perbatasan Wilayah
• Jika dilihat dari perbatasan darat,
Indonesia berbatasan dengan Malaysia,
Papua New Guinea (PNG) dan TimorLeste.
• Jika dilihat dari perbatasan laut, Indonesia
berbatasan dengan India, Thailand,
Malaysia, Singapura, Vietnam, Filipina,
Palau, Papua New Guinea, Australia dan
Timor-Leste.
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
BATAS WILAYAH LAUT
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
UNCLOS
1982
• Ditandatangani di Montego Bay, Jamaica pada
30 April 1982
• Telah diratifikasi oleh 149 negara
• Berisi mengenai penetapan batas-batas terluar
dan garis batas antar negara dari berbagai zona
maritim seperti : Perairan Dalam, Laut teritorial,
Selat, Zona Tambahan, Zona Ekonomi
Eksklusif, Landas Kontinen, Laut Bebas/Lepas,
dan Kawasan.
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
•
•
•
•
•
Perairan Dalam / Internal Waters
Laut teritorial / Territorial Waters
Selat / (International) Strait
Zona Tambahan / Contiguous Zone
Zona Ekonomi Eksklusif / Economic Exclusive
Zone
• Landas Kontinen / Continental Shelf
• Laut Bebas/Lepas / High Seas (International
Waters)
• Kawasan / Area
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Perairan Dalam / Internal Waters
• Perairan yang berada pada sisi dalam
garis pangkal (baseline).
• Kedaulatan penuh / Full sovereignty.
• Tidak ada hak lintas damai (right of
innocent passage).
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Laut teritorial / Territorial Waters
• Laut yang terletak di sisi luar garis pangkal
yang tidak melebihi lebar 12 mil laut dari
garis pangkal.
• Kedaulatan penuh / Full sovereignty.
• Ketentuan ini dalam pasal 3 UNCLOS
telah dianggap sebagai hukum kebiasaan
internasional.
• Terdapat hak lintas damai (right of
innocent passage).
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Selat / (International) Strait
• Selat yang digunakan untuk pelayaran
internasional (straits used for international
navigation).
• Kedaulatan penuh / Full sovereignty.
• Ada dua kategori selat: (1) selat yang
menghubungkan antara laut lepas atau
ZEE dan (2) selat yang menghubungkan
laut lepas atau ZEE dengan perairan
yuristiksi nasional.
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Zona Tambahan / Contiguous Zone
• Zona diluar laut teritorial dimana suatu
negara mempunyai kekuasaan terbatas
untuk mencegah pelanggaran terhadap
peraturan-peraturan bea cukai, fiskal,
imigrasi dan kesehatan.
• Lebar zona tambahan ini tidak boleh
melebihi dari 24 mil laut diukur dari garis
pangkal.
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Zona Ekonomi Eksklusif /
Economic Exclusive Zone
• Zona selebar 200 mil laut yang dihitung dari
garis pangkal.
• Di zona tersebut terdapat Hak Berdaulat /
Sovereign rights.
• Hak-hak tersebut adalah hak untuk eksplorasi &
pengelolaan sumber kekayaan alam, hayati
maupun non hayati, dari perairan diatas dasar
laut & dari dasar laut dan tanah dibawahnya
untuk kepentingan ekonomi.
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Landas Kontinen / Continental Shelf
• Landas kontinen suatu negara pantai meliputi
dasar laut & tanah dibawahnya dari area
dibawah permukaan laut yang terletak diluar laut
teritorialnya sepanjang kelanjutan alamiah
wilayah daratnya hingga pinggiran luar tepi
kontinen atau hingga jarak 200 mil laut dari garis
pangkal. Dapat diperpanjang hingga 350 mil
laut. (pasal 76 UNCLOS 1982).
• Negara pantai tersebut mempunyai hak
berdaulat untuk melakukan eksploitasi &
eksplorasi SDAnya sesuai dgn pasal 77
UNCLOS 1982.
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Laut Bebas/Lepas / High Seas
(International Waters)
• Laut diluar dari ZEE.
• Tidak ada / berlaku kedaulatan negara
manapun.
• Merupakan res communis dengan
beberapa kebebasan seperti kebebasan
berlayar, penerbangan, memasang kabel
laut, perikanan, dan riset ilmiah.
• Terdapat hak pengejaran seketika (right of
hot pursuit).
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Kawasan / Area
• Dasar laut dan dasar samudra serta tanah
dibawahnya diluar batas-batas yurisdiksi
nasional suatu negara.
• Tidak berlaku kedaulatan atau hak
berdaulat tetapi merupakan Warisan Umat
Manusia (common heritage of mankind).
• Pengelolanya adalah International Seabed
Authority.
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Praktek di Indonesia setelah
adanya UNCLOS 1982
•
•
1.
2.
3.
4.
Diratifikasi oleh Indonesia melalui UU no.
17/th. 1985
Aturan di dalam UNCLOS untuk menetuka
batas wilayah maritim, yaitu :
12 mil untuk laut teritorial (Pasal 4)
24 mil untuk zona tambahan (Pasal 33)
200 mil untuk ZEE dan landas kontinen (Pasal
57 dan 76 (1))
Dan dalam kondisi tertentu 350 mil untuk
landas kontinen
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Sepuluh Negara terdekat dari Batas
Terluar Wilayah Maritim Indonesia
•
•
•
•
•
Malaysia,
Singapura,
Papua Nugini,
Australia,
Filipina,
•
•
•
•
•
Palau,
Vietnam,
Thailand,
India, dan
Timor Leste
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Isu-isu yang mungkin muncul di
daerah perbatasan
• Illegal fishing
• Transorganized crime (perdagangan
manusia, penyelundupan kelompok
migran dan perdagangan senjata)
• Cross border trade issues
Copyright (c) Arie Afriansyah 2007
Download