Penyakit kulit pada perempuan

advertisement
Penyakit kulit pada perempuan
Oleh: Leslie Hanna
Perempuan merupakan kelompok berisiko HIV yang tumbuh paling cepat di AS. Kurang lebih 26 persen
kelompok yang terinfeksi HIV di negara itu adalah perempuan. Banyak penyakit kulit yang
mempengaruhi perempuan yang umumnya berkaitan dengan HIV atau AIDS dan sering kali diobati
sebagai masalah tersendiri daripada petunjuk untuk tes HIV.
Berbicara pada pertemuan tahunan 2000 American Academy of Dermatology di San Francisco, AS, ahli
dermatologi Dr. M. Joyce Rico, membahas masalah sekitar penyakit kulit dan pengobatan yang tepat
untuk perempuan yang terinfeksi HIV.
Ahli dermatologi, yang ahli dalam mengobati infeksi menular seksual (IMS), sering kali mengamati
penyakit kulit yang umum seperti infeksi jamur vagina yang berulang sebetulnya bisa menjadi tanda awal
infeksi HIV. Perempuan dan dokter cenderung mengobati infeksi jamur tanpa mengetahui bahwa infeksi
jamur berulang mungkin merupakan tanda dari sistem kekebalan yang rusak. Obat oral mungkin
diperlukan untuk infeksi jamur ini, daripada salep tanpa resep.
Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa 37 persen pasien yang pada awalnya mengalami infeksi
jamur vagina yang berulang akhirnya mencari perawatan untuk HIV. Beberapa penyakit kulit terjadi
begitu sering pada perempuan yang terinfeksi HIV sehingga penyakit tersebut sekarang dianggap sebagai
tanda penyakit HIV. Herpes zoster, kandidiasis oral, leukoplakia oral berbulu (penyakit tidak lazim yang
menyebabkan lapisan tipis, putih, dan berbulu halus biasanya pada lidah), dan moluskum kontagiosum
(infeksi dipermukaan kulit yang disebabkan virus), di antaranya merupakan penyakit yang sering
menyebabkan ahli dermatologi menganjurkan tes HIV kepada pasien.
“Sampai saat ini belum banyak perhatian terhadap hubungan antara penyakit kulit dengan infeksi HIV
pada perempuan,” kata Dr. Rico. Perempuan tertular HIV terutama melalui hubungan heteroseksual.
Perempuan yang terinfeksi IMS seperti herpes simpleks, sifilis, atau kutil pada kelamin (human papilloma
virus/HPV) juga mempunyai risiko lebih tinggi terhadap infeksi HIV. Dalam satu penelitian, 24 persen
perempuan yang terinfeksi HIV juga terinfeksi dengan tiga atau lebih jenis HPV. Jenis HPV tertentu juga
menyebabkan kanker leher rahim. Perempuan yang terinfeksi HIV juga berisiko lebih tinggi terhadap
kanker leher rahim karena kerusakan sistem kekebalannya. Perempuan dengan HIV mempunyai kejadian
kanker leher rahim yang tinggi dan 50 persen kambuh setelah diobati. Walaupun jarang, karsinoma leher
rahim invasif merupakan penyakit yang didefinisikan AIDS.
Satu pengecualian yang penting di antara laki-laki dan perempuan yang terkait dengan penyakit kulit
adalah prevalensi yang rendah dari sarkoma Kaposi (KS), suatu bentuk kanker kulit yang jarang pada
perempuan. Ukuran lesi KS mencakup dari kepala peniti sampai seukuran uang logam dan tidak sakit bila
disentuh. KS muncul di mana-mana pada kulit atau dalam mulut sebagai lesi berwarna merah jambu,
ungu, merah tua, atau coklat yang seringkali keliru dianggap gigitan serangga, tahi lalat, atau memar.
Kanker ini secara keseluruhan berkembang pada kurang lebih 15 persen kasus HIV/AIDS, dan kurang
dari 2 persen kasus ini berkembang pada kelompok perempuan. “Secara keseluruhan, pengobatan untuk
penyakit kulit ini tidak berbeda pada laki-laki dan perempuan,” kata Dr. Rico. “Kita telah memasuki masa
di mana orang berpikir kalau kita mempunyai bermacam-macam obat baru yang bagus sehingga HIV
bukan lagi merupakan ancaman. Kenyataannya masih banyak kematian dan kesakitan yang berkaitan
dengan HIV dan AIDS.”
“Semakin dini perempuan didiagnosis, semakin cepat ia mendapat perhatian medis yang ia perlukan.
Walaupun ada kemajuan dalam pengobatan HIV, perempuan yang terinfeksi HIV kurang mendapat
perawatan yang tepat dibanding laki-laki. Dengan memberikan perhatian terhadap beberapa tanda
dermatologi, seorang perempuan mungkin dengan segera bisa mendapatkan bantuan yang ia perlukan.”
Artikel asli: Skin Conditions http://www.thebody.com/wa/spring00/skin.html
Sumber: Women Alive, Musim Semi 2000
Dokumen ini didownload dari situs web Yayasan Spiritia http://spiritia.or.id/
Download