1
PENGARUH FASILITAS BELAJAR DI SEKOLAH, MOTIVASI BELAJAR
SISWA, DAN KEDISIPLINAN BELAJAR SISWA DI SEKOLAH TERHADAP
PRESTASI BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN IPS TERPADU KELAS
VII SMP NEGERI 02 WAGIR
PATRISIUS ALFIRNO GIBUN
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Kanjuruhan Malang
Program Studi Pendidikan Ekonomi
Email: [email protected]
ABSTRAK
Gibun, Patrisius. 2016. Pengaruh Fasilitas Belajar Di Sekolah, Motivasi Belajar Siswa Dan
Kedisiplinan Belajar SiswaTerhadap Prestasi Belajar Siswa Mata
Pelajaran IPS Terpadu Kelas VIISMP NEGERI 02 Wagir. Program
Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis.
Universitas kanjuruhan Malang.
Pembimbing I : Prof. Dr. Lilik Kustiani, SS., MM, Pembimbing 2 : Affan Afian, SE., M.Pd
Kata Kunci: Fasilitas Belajar Di Sekolah, Motivasi Belajar Siswa Dan Kedisiplinan Belajar
Siswa dan Prestasi Belajar Siswa.
Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia adalah melalui
pendidikan. Melalui pendidikan akan dapat dihasilkan sumber daya manusia yang berkualitas
dan mampu bersaing. Keberhasilan pendidikan tentunya tidak lepas dari proses belajar.
Untuk meningkatkan prestasi belajar tentunya dibutuhkan peranan dari dalam diri dan luar
diri seseorang. Keberhasilan seorang tentu membutuhkan peranan dari guru untuk
mewujudkan prestasi. Dimana guru yang terampil akan menciptakan anak didik yang cerdas
dan terampil pula. Prestasi belajar mencerminkan hasil dari proses KBM pada semua
pelajaran IPS terpadu yang dicapai oleh siswa. Melalui hasil belajar yang didapat dari
ulangan harian semester genap dapat diketahui sejauh mana keberhasilan proses KBM yang
dilaksanakan. Prestasi belajar yang dicapai dijadikan dasar dalam melakukan evaluasi proses
KBM.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) Fasilitas Belajar Di Sekolah
(2) Motivasi Belajar Siswa (3)Kedisiplinan Belajar Siswa (4) Prestasi Belajar Siswa Mata
Pelajaran IPS Terpadu Kelas VII SMP NEGERI 02 Wagir.Penelitian ini merupakan jenis
penelitian ex post facto, sehingga data-datanya diperoleh melalui kuisioner atau dokumen
yang relevan dengan penelitian tersebut. Sampel terdiri dari 60 siswa kelas VII, teknik
2
pengumpulan data menggunakan angket. Analisis data menggunakan teknik analisis
deskriptif dan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS 22.00 for windows.
Hasil pengujian menunjukkan ada pengaruh yang signifikan fasilitas belajar di sekolah
terhadap prestasi belajar siswa, ada pengaruh yang signifikan Motivasi belajar siswa terhadap
prestasi belajar siswa, ada pengaruh yang signifikan kedisiplinan belajar siswa terhadap
prestasi belajar siswa, dan ada pengaruh secara bersama-sama/simultan ada pengaruh yang
signifikan secarasimultan antara prestasi belajar siswa mata pelajaran IPS terpadu kelas VII
SMP NEGERI 02 Wagir. Dari ketiga variabel bebas tersebut semua mempengaruhi prestasi
belajar siswa, namun yang paling menonjol dalam penelitian ini adalah Motivasi belajar
siswa.
PENDAHULUAN
Pembelajaran merupakan proses
transfer informasi atau transfer of
knowledge. Guru sebagai fasilitator selama
proses pembelajaran dapat memberikan
dorongan dan arahan kepada siswa untuk
meningkatkan
pengetahuan
dan
pemahaman mereka tentang aspek-aspek
yang dipelajari. Peningkatan kualitas siswa
merupakan salah satu tujuan pendidikan,
seperti yang tertuang dalam UndangUndang no. 20 tahun 2003 merupakan
salah tujuan pendidikan nasional bab 2
pasal 3 yang berbunyi: “Pendidikan
nasional
bertujuan
mengembangkan
kemampuan dan membentuk watak serta
peradaban bangsa yang bermartabat dalam
rangka mencerdaskan bangsa, bertujuan
untuk berkembangnya potensi peserta
didik agar menjadi manusia yang beriman
dan bertaqwa kepada Tuhan yang Maha
Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu,
cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga
negara yang demokratis serta bertanggung
jawab dalam rangka mencerdaskan
kehidupan bangsa”.
Prestasi belajar merupakan wujud
keberhasilan siswa setelah melakukan
perbuatan belajar selama waktu yang
ditentukan oleh guru. Dalam suatu
lembaga kependidikan, prestasi belajar
merupakan indikator yang penting untuk
untuk mengukur keberhasilan proses
belajar
mengajar.
Tu’u
(2007:75)
menjelaskan bahwa, ”Prestasi belajar
merupakan penguasan pengetahuan atau
keterampilan yang di kembangkan oleh
mata pelajaran yang lazimnya ditunjukan
dengan nilai tes atau angka yang di berikan
guru”.
Menurut Hamalik (2009:121)
bahwa pretasi belajar adalah suatu proses
usaha yang dilakukan individu untuk
memperoleh suatu tingakah laku yang baru
secara keseluruhan sebagai hasil dari
pengalaman individu itu sendiri dalam
interaksi dengan lingkungannya. Prestasi
belajar dapat dipengaruhi oleh beberapa
faktor di antaranya adalah fasilitas belajar
di sekolah, motivasi belajar siswa, dan
kedisiplinan belajar siswa. Fasilitas belajar
di sekolah mempunyai peranan yang
sangat penting dalam kegiatan belajar
mengajar. Adanya fasilitas belajar yang
memadai, maka proses belajar akan dapat
berjalan
dengan
baik,
menyadari
pentingnya pendidikan, maka pemerintah
terus melakukan upaya penyempurnaan
sistem
pendidikan
nasional
guna
meningkatkan
mutu
pendidikan.
Sehubungan dengan hal tersebut SMP
NEGERI 02 Wagir adalah salah satu
3
lembaga pendidikan
yang merupakan
wadah pendidikan yang diharapkan dapat
mengelola siswa yang berkualitas. Untuk
mengetahui suatu sekolah tersebut
berkualitas atau tidak dapat dilihat dengan
prestasi yang dicapainya. Pencapaian
sebuah prestasi dapat dipengaruhi oleh
beberapa hal diantaranya adalah fasilitas
belajar, motivasi belajar, dan kedisiplinan
belajar, sehingga dapat mendukung
prestasi siswa di sekolah tersebut.
Guru sebagai fasilitator dan juga
sebagai pendidik memiliki peran utama
dalam menyiapakan siswa agar dapat
meningkatkan
perkembangan
secara
optimal sesuai dengan harapan. Seseorang
siswa
dikatakan
telah
mencapai
perkembangannya secara optimal apabila
siswa dapat memperoleh pendidkan dan
prestasi belajar yang sesuai dengan bakat,
kemampuan dan minat yang dimilikinya.
Hal ini berarti pendidikan adalah usaha
untuk memberdayakan manusia.
Pengertian motivasi menurut Mc.
Donald (dalam buku sadirman, 2014:73)
adalah perubahan energi dalam diri
seseorang
yang
ditandai
dengan
munculnya” feeling” dan didahului dengan
tanggapan terhadap adanya tujuan. Adanya
motivasi yang kuat berasal dari dalam diri
siswa atau dari luar diri siswa, maka siswa
akan meningkatkan prestasi belajarnya.
Motivasi
merupakan
faktor
yang
menentukan dan berfungsi menimbulkan,
mendasari menggerakan perbuatan belajar.
Motivasi dapat menentukan baik tidaknya
dalam mencapai tujuan sehingga semakin
besar motivasi maka akan semakin besar
kesuksesan
belajar.
Siswa
yang
mempunyai motivasi akan tanpak aktif dan
tidak mau menyerah, kosentrasi dalam
menerima pelajaran, sehingga prestasi
yang akan dicapai akan sesuai dengan apa
yang diharapkan.
Guru sebagai pendidik harus selalu
memberikan motivasi pada siswa untuk
meningkatkan prestasinya. Prestasi belajar
adalah hasil yang telah
dicapai siswa
melalui proses belajar. Selain itu pula
siswa melakukan aktivitas belajar dengan
senang karena adanya motivasi. Selain
motivasi belajar yang mempengaruhi
prestasi belajar adalah kedisiplinan belajar.
Menurut Nasution (2009) Disiplin berasal
dari “disiplus” artinya murid atau pengikut
guru atau disiplin artinya mematuhi aturan.
Disiplin sangatlah penting untuk memulai
suatu kegiatan yang akan kita lakukan,
karena kunci utama untuk menjadi orang
yang berprestasi adalah disiplin. Tujuan
disiplin terpenting adalah senantiasa
berbuat hal-hal yang baik merupakan
harapan masyarakat. Peran disiplin belajar
pada siswa sangat besar pengaruhnya
terhadap prestasi belajar. Hal ini
dikarenakan dengan adanya disiplin
belajar, seorang siswa akan mampu
mengkondisikan dirinya untuk belajar
sesuai dengan tugasnya menjadi seorang
pelajar. Jika sikap disiplin belajar
dijalankan, maka rasa malas, rasa enggan,
untuk belajar dapat diatasi dengan baik,
hal ini akan berpengaruh pada peningkatan
kualitas belajarnya dan siswa akan
memperoleh prestasi belajar yang baik.
Berdasarkan hasil pengamatan
diseluruh kelas VII SMP NEGERI 02
Wagir dapat dilihat hasil belajar siswa
kurang dari memenuhi standart penilaian
atau KKM (ketuntasan minimum) yaitu
75. Hal ini bisa dilihat pada saat pada saat
pemberian tugas dan ulangan harian
didalam kelas. Beberapa siswa di SMP
NEGERI 02 Wagir ada yang kurang
memanfaatkan fasilitas belajar di sekolah
4
dengan baik yang telah disediakan oleh
lembaga, sehingga hal ini pula akan
menurunnya prestasi belajar siswa. Salah
satu yang tidak mereka manfaatkan dengan
baik adalah membaca buku disekolah,
memanfaatkan perpustakan sebagai tempat
untuk belajar atau meminjam buku untuk
dipelajari, dan ruang kelas untuk belajar,
padahal sudah dibagikan bukunya oleh
lembaga
sebagai
sarana
untuk
mempermudah siswa untuk belajar.
Prestasi belajar juga dapat
dipengaruhi oleh kurangnya motivasi
belajar yang baik, motivasi belajar yang
baik ini dapat dipengaruhi oleh faktor
intrinsik dan ekstrinsik diantaranya
kesadaran akan belajar, tingkat atau
besarnya kesadaran siswa akan kebutuhan
menguasai materi, tujuan belajar siswa,
dorongan yang berasal dari dalam diri
siswa untuk berprestasi, berusaha untuk
unggul, menyukai situasi atau tugas yang
menuntut tanggung jawab pribadi,
dorongan yang berasal dari luar individu
siswa untuk belajar, adanya ganjaran
berupa kegagalan atau rasa takut akan
kegagalan, pemberian nilai atau hadiah
atas nilai yang diraih, sehingga peneliti
berharap dengan adanya penelitian ini
dapat mengetahui penyebab motivasi yang
menurun pada beberapa siswa.
Sedangkan kedisiplinan belajar
siswa terdapat beberapa kendala di
antaranya kurangnya disiplin belajar siswa
di
SMP
NEGERI
02
Wagir
diantaranya ada yang Masuk sekolah tepat
waktu, memperhatikan penjelasan guru,
menghubungkan pelajaran yang sedang
diterima dengan
bahan yang sudah
dikuasai, mencatat hal-hal yang dianggap
penting, bertanya mengetahui hal-hal yang
belum jelas, aktif dan kreatif dalam kerja
kelompok, pergunakan waktu istrihat
dengan
sebaik-baiknya,
membentuk
kelompok
belajar,
memanfaatkan
perpustakaan sekolah. Sehingga harapan
peneliti dengan adanya penelitian ini dapat
mengetahui penyabab dari menurunya
disiplin peserta didik.
Berdasarkan
keterangan
dan
permasalahan diatas peneliti tertarik untuk
meneliti tentang fasilitas belajar siswa,
motivasi belajar siswa, dan kedisiplinan
belajar dalam bentuk skripsi dengan judul
“ Pengaruh Fasilitas Belajar di Sekolah,
Motivasi Belajar Siswa, dan Kedisiplinan
Belajar Siswa, Terhadap Prestasi Belajar
Siswa Mata Pelajaran IPS Terpadu Kelas
VII SMP NEGERI 02 Wagir”.
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan
pendekatan kuantitatif, yang memiliki
sejumlah ciri-ciri yang membedakannya
dengan penelitian jenis lainnya. Sumanto
(2005:12)
menjelaskan,
“penelitian
kuantitatif merupakan jenis penelitian
yang menekankan pada aspek pengukuran
secara obyektif terhadap fenomena sosial,
semua informasi atau data yang diperoleh
diwujudkan dengan angka dan analisis
yang digunakan adalah analisis statistik”.
Jenis penelitian ini termasuk dalam
penelitian ex-post-facto, karena peneliti
berhubungan dengan variabel yang telah
terjadi dan mereka tidak perlu
memberikan perlakuan terhadap variabel
yang diteliti (Sukardi, 2005:15).
Penelitian ini ditujukan untuk
mengetahui pengaruh fasilitas belajar di
sekolah, motivasi belajar siswa dan
kedisiplinan belajar siswa terhadap
prestasi belajar IPS terpadu kelas VII
SMP NEGERI 02 Wagir. Melihat
5
permasalahan yang ada dalam penelitian
ini, maka metode yang digunakan adalah
metode
regresi
linier
berganda.
Sedangkan regresi linier berganda adalah
suatu metode statistik umum yang
digunakan untuk meneliti pengaruh antar
variabel terikat dengan variabel bebas.
Peneliti menggunakan regresi untuk
mencari pengaruh yang mana ketika suatu
hal mempunyai pengaruh pastinya hal
tersebut mempunyai hubungan dengan
lainnya. Lain halnya jika suatu hal yang
berhubungan belum tentu berpengaruh
terhadap lainnya.
Regresi linier berganda bisa
mengandung dua atau lebih variabel
bebas. Analisis regresi linier berganda
pada
dasarnya
bertujuan
untuk
mengetahui seberapa besar pengaruh
variabel bebas dengan variabel terikat.
Untuk tujuan dalam penelitian ini yaitu
untuk mengetahui pengaruh antara
variabel bebas dengan variabel terikat
baik secara terpisah maupun secara
bersama-sama.
Variabel bebas dalam penelitian
ini adalah: Fasilitas belajar di sekolah,
motivasi belajar siswa dan kedisplinan
belajar siswa di Sekolah terhadap prestasi
belajar siswa.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini
dilakukan dengan cara sampel acak atau
sampel random. Teknik sampling ini diberi
nama
demikian
karena
didalam
pengambilan
sampelnya,
peneliti
“mencampur” subjek-subjek didalam
populasi sehingga semua subjek dianggap
sama dan peneliti memberi hak yang sama
kepada setiap subjek untuk memperoleh
kesempatan yang sama (chance) yang
dipilah menjadi sampel, oleh karena itu
hak setiap subjek sama, maka peneliti
terlepas
dari
perasaan
ingin
mengistimewakan satu/beberapa subjek
untuk dijadikan sampel.
Setiap subjek yang terdaftar
sebagai populasi, diberi nomor urut mulai
dari nomor satu sampai dengan banyaknya
subjek
secara
berurutan.
Dalam
pengambilan sampel, peneliti juga sudah
menentukan terlebih dahulu besarnya
jumlah sampel yang paling baik digunakan
untuk melakukan penelitian untuk
mewakili banyaknya jumlah populasi yang
diteliti.
Dalam
penelitian
ini
mempergunakan
teknik
propotional
random sampling. Cara ini dianggap
paling baik oleh penulis dengan alasan
karena cara yang paling efektif dimana
sampel yang diambil adalah sebagian dari
jumlah populasi yang ada, sehingga
jumlah sampel dapat mewakili 50% dan
sampel mewakili setiap populasi yang
nantinya
menghasilkan
data
yang
representatif. Dari sejumlah 154 siswa
kelas VII yang dijadikan sampel dalam
penelitian ini hanya diambil sebanyak 40%
siswa, sehingga total jumlah sampel dalam
penelitian ini adalah 60 siswa.
a.
b.
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Konstanta sebesar 71.075 memiliki
arti jika variabel X1, X2 dan X3 atau
jika variabel X1, X2 dan X3 bernilai
nol, maka nilai variabel dependen (Y)
akan sebesar 71.075.
Koefisien
regresi
variabel
X1
(Fasilitas belajar di sekolah) sebesar
0.419
menunjukkan
besarnya
pengaruh X1 (Fasilitas belajar di
sekolah) terhadap Y (prestasi belajar),
koefisien bernilai positif. Artinya,
setiap kenaikan variabel X1 sebesar 1
6
satuan, maka variabel Y (prestasi
belajar Siswa) akan naik sebesar 0.419
satuan dan sebaliknya.
c. Koefisien variabel X2 (Motivasi
belajar
siswa)
sebesar
0.590
menunjukkan besarnya pengaruh X2
(Motivasi belajar siswa) terhadap Y
(prestasi belajar), koefisien regresi
bernilai positif. Artinya, setiap
kenaikan variabel X2 sebesar 1 satuan,
maka variabel Y (prestasi belajar
ekonomi) akan naik sebesar 0.590
satuan dan sebaliknya.
d. Koefisien variabel X3 (Kedisiplinan
belajar
siswa)
sebesar
0.546
menunjukkan besarnya pengaruh X3
(Kedisiplinan belajar siswa) terhadap
Y (prestasi belajar), koefisien regresi
bernilai positif. Artinya, setiap
kenaikan variabel X3 sebesar 1 satuan,
maka variabel Y (prestasi belajar
siswa) akan naik sebesar 0.546 satuan
dan sebaliknya.
Setelah melihat hasil analisis
tersebut maka dapat diketahui variabel
bebas (independen) berpengaruh dengan
variabel terikat (dependen). Pengaruh
variabel bebas dapat dilihat berdasarkan
ketepatannya (nilai yang paling signifikan)
dari masing-masing variabel bebas, jadi
variabel Motivasi belajar siswa (X2)
memiliki pengaruh yang besar dengan
prestasi belajar (Y) karena nilai X2
koefisien determinasinya lebih besar
daripada X1 (Fasilitas belajar di sekolah)
dan X3 (Kedisiplinan belajar siswa) yaitu
(0.590 >0.419 ) dan (0.590 >0.546).
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan :
1.
Terdapat pengaruh yang signifikan
secara simultan, antara fasilitas
belajar di sekolah, motivasi belajar
siswa, dan kedisplinan belajar
siswa terhadap prestasi belajar
siswa mata pelajaran IPS
2.
Terdapat pengaruh yang signifikan
secara parsial, antara fasilitas
belajar di sekolah, terhadap prestasi
belajar siswa mata pelajaran IPS
3.
Terdapat pengaruh yang signifikan
secara parsial, antara motivasi
belajar siswa, terhadap prestasi
belajar siswa mata pelajaran IPS
4.
Terdapat pengaruh yang signifikan
secara parsial, antara kedisipinan
belajar siswa, terhadap prestasi
belajar siswa mata pelajaran IPS
Saran :
1.
2.
3.
Bagi siswa
Dapat digunakan sebagai tolak
ukur hasil prestasi dalam belajar.
Penelitian ini bermanfaat bahwa
fasilitas belajar di sekolah,
motivasi belajar siswa dan
kedisiplinan belajar siswa harus
sepadan, sehingga siswa dapat
meraih prestasi di sekolah.
Bagi peneliti dapat menambah ilmu
pengetahuan sebagai hasil
pengamatan serta memahami hal
yang
mempengaruhi
prestasi
belajar siswa dapat di pengaruhi
oleh beberapa faktor diantaranya
fasilitas belajar di sekolah,
motivasi belajar siswa dan
kedisiplinan belajar siswa, yang
diperoleh
selama
studi
di
perguruan tinggi.
Bagi sekolah
Penelitian ini dapat menjadi bahan
masukan bagi pihak sekolah agar
meningkatnya fasilitas belajar di
sekolah, sehingga dapat dilakukan
7
dengan cara memberikan fasilitas
tambahan seperti kipas angin
didalam kelas sehingga siswa tidak
merasa panas pada saat belajar di
sekolah, dan juga fasilitas lain,
seperti menambahkan buku di
perpustakaan,
sehingga
dapat
dijadikan
sebagai
referensi
bacaaan.
Sehingga dari hal ini siswa menjadi
termotivasi untuk belajar, dengan
sendirinya prestasi belajarnya akan
meningkat.
4.
5.
Bagi orang tua
Penelitian ini diharapkan dapat
membantu dalam memberikan
informasi pada orangtua akan
memberikan motivasi belajar dan
kedisplinan belajar kepada siswa
saat di rumah sehingga prestasi
belajar siswa akan meningkat. Hal
ini dapat dilakukan dengan cara
memberikan teguran kepada anak
ketika dia tidak belajar dan
menetapkan aturan jadwal belajar
di rumah, sehingga siswa dapat
mulai menyesuaikan dirinya dan
menjadi terbiasa dengan belajar
yang tekun dan tentunya akan
meningkatkan prestasi belajarnya.
Ketika seorang siswa mendapatkan
prestasi belajar berilah pujian
terhadap anak agar motivasinya
untuk
tetap
mempertahankan
prestasi belajarnya tetap.
Bagi peneliti selanjutnya
Penelitian ini dapat menjadi bahan
refensi
untuk
dikembangkan
dengan menambah variable lain
selain
dalam
penelitian
ini
misalnya: pemanfatan internet,
kebiasaan
belajar,
metode
mengajar, keaktifan belajar dan
kemandirian belajar.
.
DAFTAR PUSTAKA
Anotasi. 2003. UURI No.20 Th. Sistem
Pendidikan Nasional.
A.M.
Sardiman.
2006.
Psikologi
Perkembangan Didik, Jakarta:
Radjawali.
Asian
brain,
2009
Fasilitas
Pembelajaran.
Makasar:
PT
Rineka setia. Bandung: sinar baru
Algensindo.
Damyanti
dan
mujiono,
2002.
Manajemen
Penelitian.
bandung:putra rajawali
Djamarah dan Zain, 2010. Strategi
Belajar Mengajar, Jakarta: Rineka
Cipta.
Denim, Sudarwan,2005, Strategi Belajar
Mengajar. Jakarta :universitas
terbuka.
Ekosiswono
dan
rahman,
2007.
Pembelajaran Siswa , Jakarta PT:
Rineka cipta.
Gernugan. 2009. Startegi belajar
mengajar. Jakarta: departemen
pendidikan dan Kebudayaan.
Hurlock,2002.
Pembelajaran
Kedisiplinan. Jakarta: Toha Putra.
8
Huitt w .2002. Fasilitas Pembelajaran.
Makasar: PT Rineka Setia.
Slameto 2003.
Belajar Dan Faktor
Mempengaruhinya.
Jakarta:
Rineka cipta
Kamus besar bahasa Indonesia. 2005.
Pembelajaran EYD, Bandung: CV
Pustaka Setia .
Sofchah sulistowati 2008 metode statiska
edisi ke-6, bandung: tarsito.
Mcdonald.
2006.
Psikologi
Perkembangan Didik. Jakarta:
rajawali
Syah, 2009. Teori Belajar Dan ModelModel Pembelajaran. Bandung:
Rosdakarya.
Michel J,Jucius. Fasilitas Pembelajaran.
Makasar: PT Rineka setia
Thursan Hakim, 2009. Menjadi Guru
Professional.
Bandung:
PT
Remaja Rosdakarya.
Moedjiono
dan
moh,diamyati,2009.
Belajar
daan
pembelajaran.
Jakarta : PT Rineka Cipta.
Ngalim
purwanto,
Fasilitas
Pembelajaran.
Makasar:
PT
Rineka setia
Nasution 2009.Kedisiplins Siswa
Sekolah Bandung: Rajawali.
Di
Syah, 2008, Teori Belajar dan ModelModel Pembelajaran, Bandung :
Rosdakarya.
Sarwoko Endi , 2006. Pembelajaran
SPSS,
Malang:
universitas
kanjuruhan.
Sudarwan
Danim
2005.
Praktik
Kedisplinan. Jakarta: sinar baru
algensindo.
Sugiono 2005. Statiska Untuk Penelitian.
Cetakan Kedua, Bandung:CV
Alvabeta.
Oemar hamalik, 2007. Kurikulum Dan
Pembelajaran.
Bandung
PT
Remaja Rosdakarya.
Tu’u Tulus. 2010, Media Pembelajaran.
Jakarta : Raja Grafindo Persada.
UUD,
Pendidikan
2003.
Nasional,
Jakarta.
W.S Winkel, 2007. Teori Belajar, Jakarta
: Sinar Baru Algensido.