Sebagai alat kontrol Sosial.

advertisement
Dosen
Penulis
Kelas
Kelompok
Materi
:
: Eko Naryo Marwadi (201243500395)
Dewi Safitri (201243500413)
Wenda Puspita (201243500417)
Vivi Ahadiatami (201243504019)
Ismanto(201243500421)
: x1E
: 2 (dua)
: I. Hakikat Bahasa
II. Ciri – Ciri Bahasa
III. Fungsi Bahasa
Hakikat Bahasa Menurut Ludwia
Wittgenstein
 Menurut Wittgenstein hakikat bahasa merupakan
gambaran logis dunia empiris, yang tersusun atas
proposisi-proposisi dan menggambarkan 'keberadaan
suatu peristiwa' (state of offairs).
 Filsafat Wittgenstein dibagi menjadi dua periode,
Periode pertama berjudul Tractatus Logico-Philosophicus
( 1922), yang intinya tentang teori gambar (picture
theory) dan mengungkapkan tentang logika bahasa.
II. Periode kedua adalah Philosophical Investigations (1953),
yang memuat tentang 'permainan bahasa' (language
games).
I.
 Dalam pengantar Tractatus Logico-Philosophicus ,
Wittgenstein menyoroti persoalan besar kekacauan
bahasa .
Kekacauan bahasa itu disebabkan oleh kesalahpahaman
dalam penggunaan bahasa logika, yang mengakibatnya
tidak adanya “tolak-ukur” yang dapat menentukan apakah
suatu ungkapan filsafat itu bermakna dan kosong belaka
 Dalam pengantar Philosophical Investigations,
Wittgenstein menyoroti persoalan dengan gaya
bahasa yang sangat longgar, cenderung sintetik,
bahkan dekat dengan cerita detektif.
Semboyannya dalam Philosophical Investigations :
“Makna setiap kata tergantung penggunaannya dalam
bahasa, dan makna sebuah bahasa tergantung
penggunaannya dalam kehidupan.”
 Dua fase pokok dalam masa Philosophical Investigations
yang harus diperhatikan untuk mendapatkan pembedaan
pemahaman dengan masa Tractatus Logico-Philosophicus:
 Filsafat bahasa biasa (ordinary language
philosophy).
Munculnya filsafat bahasa biasa dipicu oleh kegalauan
terhadap kegagalan bahasa logika dalam menjelaskan
jubelan realitas Fakta bahwa sangat banyak lalu-lintas
bahasa dalam kehidupan nyata sehari-hari, yang
menghasilkan makna-makna yang sangat beragam
bahkan terhadap satu kata atau proposisi,
memperlihatkan betapa bahasa logika tidak mampu
menjawab keinginan dasar filsafat analitika untuk
mengentaskan kerancuan makna bahasa.
 Tata permainan bahasa (language game).
 Tata aturan permainan berbahasa dalam konteks ilmiah
dan biasa atau keseharian,penggunaan bahasa ini memiliki
tata aturan permainannya sendiri, yang bila dicampuradukkan, akan melahirkan kekacauan berbahasa dan
pemaknaannya.
 Apa yang menjadi tata aturan permainan ilmiah, tidak bisa
dicampurkan penggunaannya dalam tata aturan
permainan bahasa biasa. Demikian pula sebaliknya.
 Pemikiran Wittgenstein ini sangat terang muncul dalam
pernyataannya: “Makna sebuah kata tergantung
penggunaannya dalam sebuah kalimat, makna sebuah
kalimat tergantung penggunaannya dalam sebuah bahasa,
dan makna sebuah bahasa tergantung penggunaanya
dalam sebuah kehidupan”.
Ciri – Ciri Bahasa Menurut
Ludwig Wittgenstein
 Sifat atau ciri – ciri bahasa, antara lain adalah :
1. Bahasa adalah sebuah sistem
2. Bahasa berwujud lambang
3. Bahasa berupa bunyi
4. Bahasa bersifat arbiter
5. Bahasa itu bermakna
6. Bahasa bersifat konvensional
7. Bahasa bersifat unik
8. Bahasa bersifat universal
9. Bahasa itu bervariasi
10. Bahasa bersifat produktif
11. Bahasa bersifat dinamis
12. Bahasa berfungsi sebagai alat interaksi sosial
13. Bahasa merupakan identitas penuturnya
1. Bahasa sebagai system
Sebagai sebuah sistem, bahasa itu sekaligus bersifat
sistematis dan sistemis.
- Dengan sistematis, artinya, bahasa itu tersusun menurut
suatu pola: tidak tersusun secara acak, secara
sembarangan.
- Sistemis, artinya, bahasa itu bukan merupakan sistem
tunggal, tetapi terdiri juga dari sub-sub sistem; atau sistem
bawahan.
2. Bahasa sebagai lambang
Lambang dengan berbagai seluk beluknya dikaji orang
dalam kegiatan ilmiah dalam bidang kajian yang disebut
ilmu semiotika atau semiologi, yaitu ilmu yang
mempelajari tanda-tanda yang ada dalam kehidupan
manusia, termasuk bahasa.
Dalam semiotika atau semiologi (yang di Amerika ditokohi
oleh Charles Sanders Peirce dan di Eropa oleh Fendinand
de Saussure) dibedakan adanya beberapa jenis tanda, yaitu,
antara lain tanda (sign), lambing (simbol), sinyal (signal),
gejala (symptom), gerak isyarat (gesture), kode, indeks,
dan ikon.
3. Bahasa adalah bunyi
Bunyi bahasa (speech sound) adalah satuan bunyi yang
dihasilkan oleh alat ucap manusia yang di dalam fonetik
diamati sebagai “fon” dan di dalam fonemik sebagai
“fonem”.
4. Bahasa itu bermakna
Oleh karena lambang-lambang itu mengacu pada
sesuatu konsep, ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan
bahwa bahasa itu mempunyai makna.
5. Bahasa itu arbiter
Kata arbiter diartikan sewenang-wenang, berubah-ubah,
tidak tetap.
6. Bahasa itu konvensional
Semua anggota masyarakat bahasa itu mematuhi
konfensi bahwa lambang tertentu itu digunakan untuk
mewakili konsep yang diwakilinya
7. Bahasa itu produktif
Meskipun unsur-unsur itu terbatas, tapi dengan unsurunsur dengan jumlahnya yang terbatas terdapat di luar
satuan-satuan bahasa yang jumlahnya yang tidak
terbatas, meski secara relative sesuai dengan sistem
yang berlaku dalam bahasa.
8. Bahasa itu unik
Unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang
tidak dimiliki oleh yang lain.
9. Bahasa itu universal
Universal Artinya ada ciri-ciri yang sama yang
dimiliki oleh setiap bahasa yang ada di Dunia ini.
10. Bahasa itu dinamis
Dinamis memiliki arti bahwa manusia tidak
pernah lepas dari segala kegiatan dan gerak
manusia sepanjang keberadaan manusia itu,
sebagai makhluk yang berbudaya dan
bermasyarakat tak ada kegiatan manusia yang tidak
disertai oleh bahasa.
11. Bahasa itu bervariasi
Bervariasi memiliki arti bahwa bahasa digunakan
oleh sekelompok orang yang termasuk dalam suatu
masyarakat bahasa. Yang termasuk dalam
masyarakat bahasa adalah mereka merasa
menggunakan bahasa yang sama.
12.Bahasa berfungsi sebagai alat interaksi
sosial/komunikasi
Bahasa merupakan suatu sistem komunikasi yang
mempergunakan simbol-simbol vokal (bunyi ujaran)
yang bersifat arbitrer(manasuka), yang dapat diperkuat
dengan gerak-gerik badaniah yang nyata
13.Bahasa merupakan identitas penuturnya
Bahasa dalam identitas penuturnya merupakan orang
yang berbicara .
Fungsi Bahasa
 Sebagai alat untuk mengungkapkan perasaan atau
mengekspresikan diri.
Mampu mengungkapkan gambaran,maksud ,gagasan, dan
perasaan. Melalui bahasa kita dapat menyatakan secara
terbuka segala sesuatu yang tersirat di dalam hati dan
pikiran kita. Ada 2 unsur yang mendorong kita untuk
mengekspresikan diri, yaitu:
* Agar menarik perhatian orang lain terhadap diri kita.
* Keinginan untuk membebaskan diri kita dari semua
tekanan emosi.
 Sebagai alat komunikasi.
- Pada saat menggunakan bahasa sebagai komunikasi,
berarti memiliki tujuan agar para pembaca atau
pendengar menjadi sasaran utama.
- Bahasa yang dikatakan komunikatif karena bersifat
umum.Manusia memakai dua cara berkomunikasi,
yaitu verbal dan non verbal.
- Berkomunikasi secara verbal dilakukan
menggunakan alat/media bahsa (lisan dan tulis),
sedangkan berkomunikasi cesara non verbal dilakukan
menggunakan media berupa aneka symbol, isyarat,
kode, dan bunyi seperti tanda lalu lintas,sirene setelah
itu diterjemahkan kedalam bahasa manusia.
 Sebagai alat berintegrasi dan beradaptasi sosial.
Pada saat beradaptasi dilingkungan sosial, seseorang akan
memilih bahasa yang digunakan tergantung situasi dan
kondisi yang dihadapi.
Seseorang akan menggunakan bahasa yang non standar
pada saat berbicara dengan teman- teman dan
menggunakan bahasa standar pada saat berbicara dengan
orang tua atau yang dihormati.
Dengan menguasai bahasa suatu bangsa memudahkan
seseorang untuk berbaur dan menyesuaikan diridengan
bangsa.
 Sebagai alat kontrol Sosial.
Yang mempengaruhi sikap, tingkah laku, serta tutur kata
seseorang.
Kontrol sosial dapat diterapkan pada diri sendiri dan
masyarakat.
Contohnya buku- buku pelajaran, ceramah agama, orasi
ilmiah, mengikuti diskusi serta iklan layanan masyarakat.
Contoh lain yang menggambarkan fungsi bahasa sebagai
alat kontrol sosial yang sangat mudah kita terapkan adalah
sebagai alat peredam rasa marah.
Menulis merupakan salah satu cara yang sangat efektif
untuk meredakan rasa marah kita
 Menurut
Wittgenstein hakikat bahasa merupakan
gambaran logis dunia empiris, yang tersusun atas proposisiproposisi dan menggambarkan 'keberadaan suatu peristiwa'
(state of offairs).
 Filsafat Wittgenstein dibagi menjadi dua periode, periode
pertama berjudul Tractatus Logico-Philosophicus ( 1922),
yang intinya tentang teori gambar (picture theory) dan
mengungkapkan tentang logika bahasa. periode kedua
adalah Philosophical Investigations (1953), yang memuat
tentang 'permainan bahasa' (language games).
 Kegunaan dan Fungsi Bahasa secara umum adalah sebagai
alat komunikasi,alat untuk mengekspresikan diri, dan pula
integrasi serta alat kontrol sosial.
Dosen
Penulis
:
: Eko Naryo Marwadi (201243500395)
Dewi Safitri (201243500413)
Wenda Puspita (201243500417)
Vivi Ahadiatami (201243504019)
Ismanto(201243500421)
Kelas
: x1E
Kelompok
: 2 (dua)
Program Study : TEKNIK INFORMATIKA
Download