PDF - Jurnal UNESA

advertisement
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kemajuan media komputer
memberikan beberapa kelebihan
untuk kegiatan produksi audio visual.
Media pembelajaran yang
baik seharusnya dapat meningkatkan
motivasi peserta didik. Oleh karena
itu dapat dikatakan penggunaan
media
mempunyai
tujuan
mamberikan motivasi kepada peserta
didik.
Kurangnya
media
pembelajaran yang inovatif serta
keterbatasan
jumlah
media
pembelajaran yang ada, seringkali
menjadi penyebab tidak optimalnya
proses belajar mengajar di sekolah.
Berdasarkan studi awal yang
berupa observasi terhadap fasilitas
sekolah, fasilitas SMA ITP (Intensif
Taruna Pembangunan) Surabaya,
memiliki fasilitas LCD proyektor
disetiap kelas dan siswa akan
membawa laptop sendiri jika diminta
oleh guru. Berdasarkan wawancara
dengan
guru
mata
pelajaran
diketahui bahwa siswa kelas XI IA
sebanyak 38 siswa. Dalam proses
pembelajaran, Karakteristik siswa
kelas XI adalah karakteristik remaja
yang rasa ingin tahunya besar,
sehingga saat guru menerangkan
tentang materi sistem reproduksi
manusia siswa cenderung bergurau
dan gaduh. Siswa juga sering lupa
ketika guru me- review materi
pembelajaran
sebelumnya
dikarenakan guru hanya memberikan
materi
secara
lisan
dengan
menggunakan media power point
yang berupa sedikit gambar dan
banyak tulisan tak ada animasi
ataupun video yang mendukung
materi pada pembelajaran itu
Dari fenomena di atas
menimbulkan dampak, antara lain:
(1) proses kegiatan belajar jadi
terhambat,
(2)
waktu
yang
dibutuhkan untuk pembelajaran jadi
lebih lama karena guru harus
mengulang materi yang diajarkan,
(3) siswa cenderung pasif dan
membuat suasana kelas menjadi
gaduh yang melebihi batas yang
berdampak pada nilai dibawah SKM
yaitu 75. (4) Banyaknya nilai siswa
yang dibawah SKM sebesar 60%
dari jumlah 38 siswa yaitu 24 siswa
Dari
uraian
di
atas
pengembang akan mengembangkan
sebuah
media
yang
berbasis
komputer, tepatnya pada mata
pelajaran Biologi tentang sistem
reproduksi pada manusia. Guru tidak
lagi berperan sebagai satu-satunya
sumber informasi bagi kegiatan
pembelajaran para siswanya. Akan
tetapi siswa dapat memperoleh
informasi dari berbagai sumber,
salah satunya adalah dari media
komputer pembelajaran.
Teknologi
pembelajaran
berbasis komputer sendiri adalah
cara-cara untuk menghasilkan atau
menyebarkan dengan menggunakan
sumber-sumber yang didasarkan
pada microprocessor (Seels, 1994:
24).
Dalam
kenyataan
di
lapangan, masih banyak sekolahsekolah yang tidak menggunakan
media
sebagai
alat
untuk
menyampaikan materi. Hal inilah
yang mengakibatkan timbulnya
masalah-masalah
dalam
proses
pembelajaran.
Media
komputer
pembelajaran ini juga bersifat
mandiri, yaitu bisa digunakan oleh
peserta
didik
tanpa
disertai
bimbingan dari pengajar. Media ini
2
juga dapat diputar secara berulangulang, karena dapat digandakan
dalam piringan CD
Maka
dari
itu
perlu
diwujudkannya media pembelajaran
yang sesuai dengan permasalahan
dan peluang yang telah dijelaskan
sebelumnya. Perwujudan dari media
pembelajaran berbantuan komputer
tersebut adalah media Computer
Assisted
Instruction
(CAI).
Pembelajaran yang dibantu komputer
dikenal dengan nama CAI yaitu
“Computer Assited Instruction” .
Prinsip
pembelajaran
ini
menggunakan komputer sebagai alat
bantu
menyampaikan
pelajaran
kepada user secara interaktif.
B. Rumusan Masalah
Karena sulitnya siswa dalam
memahami materi sistem reproduksi
manusia. Banyaknya nilai siswa yang
dibawah SKM sebesar 60% dari
jumlah 38 siswa yaitu 24 siswa, dan
metode yang digunakan guru adalah
metode ceramah, power point yang
banyak tulisan dan guru belum
pernah
menggunakan
media
komputer pembelajaran dalam proses
belajar mengajar. Semua siswa telah
memiliki laptop dan komputer
pribadi, maka dapat dirumuskan
permasalahan:
1. Diperlukan pengembangan
media
komputer
pembelajaran tentang sistem
reproduksi manusia pada
mata pelajaran Biologi kelas
XI SMA ITP (Intensif Taruna
Pembangunan) Surabaya.
2. Apakah penggunaan media
komputer
pembelajaran
reproduksi manusia pada
mata pelajaran biologi dapat
meningkatkan hasil belajar
siswa kelas XI SMA ITP
(Intensif
Taruna
Pembangunan) Surabaya
C. Tujuan Pengembangan
Pengembangan ini bertujuan
untuk menghasilkan suatu produk
media
aplikasi
pembelajaran
berbantuan
komputer
untuk
mempermudah
guru
dalam
menyampaikan
materi
dan
mempermudah
siswa
dalam
memahami pelajaran biologi materi
sistem reproduksi pada manusia
untuk siswa kelas XI SMA Intensif
Taruna Pembangunan Surabaya.
Pengembangan
ini
juga
bertujuan untuk mengetahui apakah
dengan
menggunakan
media
komputer
pembelajaran
dapat
meningkatkan hasil belajar siswa
kelas XI SMA ITP (Intensif Taruna
Pembangunan) Surabaya
D. Asumsi, dan Keterbatasan
1. Asumsi
a. Computer
Assisted
Instruction (CAI) dapat
membantu
dan
memudahkan siswa dalam
melakukan
proses
pembelajaran,
b. Meninggkatkan
motivasi
siswa dan guru dalam
proses
pembelajaran
biologi.
c. Meningkatkan hasil belajar
siswa.
d. Media
pembelajaran
berbantuan komputer dapat
digunakan sebagai alternatif
2. Keterbatasan
a. Siswa kelas XI di SMA ITP
(Intensif
Taruna
Pembangunan)
Surabaya
pada
materi
sistem
reproduksi manusia,
3
b. Pengembangan
hanya
terbatas pada meteri sistem
reproduksi manusia pada
mata pelajaran biologi kelas
XI SMA,
c. Program
pembelajaran
berbantuan komputer ini
dimungkinkan
pembelajarannya
dapat
bersifat individual,.
BAB II
KAJIAN PUSTAKA
A.
Keterkaitan
Judul
sebagai kawasan teknologi
pendidikan
Teknologi
pendidikan
merupakan proses yang kompleks
dan terpadu yang melibatkan orang,
prosedur,
ide,
peralatan
dan
organisasi
untuk
menganalisis
masalah, mencari jalan pemecahan,
melaksanakan, mengevaluasi, dan
mengelola pemecahan masalah yang
menyangkut semua aspek belajar
manusia (AECT, 1997:1). Teknologi
pendidikan
merupakan
pengembangan,
penerapan
dan
penilaian sistem, teknik dan alat
bantu untuk memperbaiki dan
meningkatkan
kualitas
belajar
manusia.
Bentuk pemecahan masalah belajar
di sini adalah melalui sumber belajar
yang didesain yaitu sumber-sumber
yang secara khusus dikembangkan
sebagai
komponen
sistem
instruksional. Komponen tersebut
telah tersusun dalam proses desain
atau pemilihan dan pemanfaatan
serta dikombinasikan dalam sistem
pembelajaran yang lengkap.
bisa
Seorang teknolog pendidikan
saja memfokuskan bidang
garapannya dalam salah satu
kawasan tersebut. AECT (1994: 1)
Keterkaitan variabel dengan
kawasan teknologi pembelajaran
yaitu
domain
development
(pengembangan).
Pengembangan
adalah
proses
penerjemahan
spesifikasi desain ke dalam bentuk
fisik.
Di
dalam
kawasan
pengembangan terdapat keterkaitan
yang kompleks antara teknologi dan
teori yang mendorong baik desain
pesan maupun strategi pembelajaran.
Pada
dasarnya
kawasan
pengembangan dapat dijelaskan
dengan adanya (Seels dan Richey,
1994: 39).
B.
Model Pengembangan
Bagan Model pengembangan Arif
Sadiman (Arif Sadiman, 2009:101)
1) Model pengembangan Borg
and Gall(R&D).
Dalam model pengembangan
Borg and Gall memuat
panduan sistematika langkahlangkah yang dilakukan agar
produk yang dirancangnya
mempunyai
standar
kelayakan. Dengan demikian,
yang
diperlukan
dalam
pengembangan ini adalah
rujukan tentang prosedur
produk
yang
akan
dikembangkan
Borg and Gall berpendapat,
bahwa
riset
dan
pengembangan
bidang
pendidikan (R & D) adalah
suatu proses yang digunakan
untuk pengembangan dan
mengesahkan produk bidang
pendidikan. Langkah-langkah
dalam proses ini pada
umumnya dikenal sebagai
siklus R & D, yang terdiri
4
dari: pengkajian terhadap
hasil-hasil
penelitian
sebelumnya yang berkaitan
dengan validitas komponenkomponen produk yang akan
dikembangkan,
mengembangkannya menjadi
sebuah produk, pengujian
terhadap
produk
yang
dirancang, dan peninjauan
ulang dan mengoreksi produk
tersebut berdasarkan hasil uji
coba. Hal itu sebagai indikasi
bahwa produk temuan dari
kegiatan pengembangan yang
dilakukan
mempunyai
objektivitas.
Secara
konseptual,
pendekatan penelitian dan
pengembangan mencakup 10
langkah umum, sebagaimana
diuraikan Borg & Gall
(Sugiyono, 2008:289), seperti
model di bawah ini
1
2
3
4
Rese
Plan
Deve
Preli
arch
lop
mina
ning
and
preli
ry
8
7
6
5
infor
mina
field
Oper
Oper
Main
Main
mati
ry
testi
ation
ation
field
prod
on
form
ng
al
al
testi
uct
colec
1
of
9
field
prod
revisi
ng
Final
Disse
prod
ting
0
testi
uct
on
prod
mina
uct
revisi
ng
uct
tion
Skema prosedur
pengembangan
on
revisi
and
impl
on hasil adaptasi
dari prosedur
eme
dengan model
ntati Sejalan
pengembangan
Borg &RGall
pengembangan
& D,
on
pengembang
membuat
rancangan
prosedur
pengembangan ini terdiri:
1. Research and information
collecting; termasuk dalam
langkah ini antara lain
2.
3.
4.
5.
6.
7.
studi
literatur
yang
berkaitan
dengan
permasalahan yang dikaji,
dan
persiapan
untuk
merumuskan
kerangka
kerja penelitian
Planning; termasuk dalam
langkah ini merumuskan
kecakapan dan keahlian
yang berkaitan dengan
permasalahan, menentukan
tujuan yang akan dicapai
pada setiap tahapan;
Develop preliminary form
of
product,
yaitu
mengembangkan bentuk
permulaan dari produk
yang akan dihasilkan.
Termasuk dalam langkah
ini
adalah
persiapan
komponen
pendukung,
menyiapkan pedoman dan
buku petunjuk.
Preliminary field testing
yaitu melakukan uji coba
lapangan dalam skala
terbatas,
dengan
melibatkan 15 sampai
dengan 25 subyek. Pada
langkah ini pengumpulan
dan analisis data dapat
dilakukan dengan cara
wawancara, observasi atau
angket;
Main product revision,
yaitu melakukan perbaikan
(jika ada) terhadap produk
yang
dihasilkan
berdasarkan hasil uji coba.
Perbaikan
ini
sangat
mungkin dilakukan lebih
dari satu kali,
Main field testing, Ini
dimaksudkan uji coba
utama yang melibatkan
pakar pendidikan.
Operational
product
revision, yaitu melakukan
5
perbaikan/penyempurnaan
terhadap hasil uji coba
lebih
luas,
sehingga
produk
yang
dikembangkan
sudah
merupakan desain model
operasional yang siap
divalidasi;
8. Operational field testing,
yaitu langkah uji validasi
terhadap
model
operasional yang telah
dihasilkan; apakah materi
yang dimasukkan sudah
sesuai
dengan
buku
referensi.
9. Final
product
revision, yaitu melakukan
perbaikan akhir terhadap
produk
yang
dikembangkan
guna
menghasilkan
produk
akhir (final);
10. Dissemination
and
implementation, yaitu
langkah menyebarluaskan
produk
yang
dikembangkan.
Skema tersebut diwujudkan
dalam bentuk perencanaan
teknis sasaran dan jenis
kegiatan yang akan dilakukan
dalam tiap tahapnya.
Dalam pengembangan ini
model yang dipakai sebagai acuan
adalah model kedua yaitu model
pengembangan model Borg and
Gall (R & D) yang dijelaskan oleh
Sugiyono karena Metode Penelitian
dan Pengembangan (Research and
Development)
adalah
metode
penelitian yang digunakan untuk
menghasilkan produk tertentu, dan
menguji keefektifan produk tersebut,
dan lebih mendetail serta lebih sesuai
dengan karakteristik media yang
akan
dikembangkan
pengembang.
1.
oleh
Karakteristik media
komputer pembelajaran
Menurut (Seels, 1994:47)
menyatakan bahwa komputer
pembelajaran memiliki karakteristik,
antara lain:
a. Dapat digunakan
secara random atau
tidak urut maupun
secara linier
b.
Dapat digunakan
sesuai dengan
kemauan pembelajar
maupun dalam cara
yang direncanakan
oleh desainer
c.
Konsepkonsepnya disajikan
dalam gaya abstrak
dengan kata-kata,
sìmbol, dan grafik.
d.
Perinsip
ilmu
pengetahuan kognitif
dan
konstruktif
diterapkan
selama
pengembangan
dan
pemakaian pelajaran.
e.
Pembelajaran
dapat berpusat secara
kognitif, interaktif dan
terorganisasi
pada
siswa
sehingga
pengetahuan
dapat
terkonstruksi ketika
pelajaran dipakai.
f.
Materi
menunjukkan
intensitas
kegiatan
pembelajaran secara
interaktif.
g.
Materi
memadukan kata dan
image dan sumbersumber media.
6
2.
Model CAI
Ada
beberapa
model
komputer pembelajaran, perbedaan
ini disesuaikan dengan situasi dan
kondisi saat pembelajaran, komputer
digunakan dengan tujuan untuk
menyajikan materi pelajaran.
Model yang digunakan pengembang
adalah model Drill and Practice
application, dan tutorial, karena
materi reproduksi manusia adalah
materi yang rumit. Jadi, pada media
tersebut akan disertakan grafik,
audio, animasi, teks, dan video untuk
memperjelas
materi
tersebut
sehingga mudah dipahami oleh
peserta didik.
C.
Karakteristik Sasaran
Selanjutnya
dalam
mengembangkan
suatu
media
pembelajaran
harus
mempertimbangkan
dan
menganalisis karakteristik siswa. Hal
yang paling diperhitungkan dari segi
perkembangan
kognitif
siswa.
Kognitif adalah salah satu cabang
dari psikologi dengan pendekatan
kognitif untuk memahami perilaku
manusia.
Psikologi
kognitif
mempelajari tentang cara manusia
menerima,
mempersepsi,
mempelajari, menalar, mengingat
dan berpikir tentang suatu informasi.
(id.wikipedia.org/wiki/Psikologi_kogniti
f)
Hal itu dapat digambarkan
sebagai berikut:
Tabel 2.2
Perkembangan
Menurut Piaget
PERIODE
1. Sensorimotor
Tahapan
Kognitif
USIA
0-2 tahun
objek (bend
berbentuk
seperti: meng
2.Praoperasional
2-6 tahun
Anak mulai
untuk memp
secara kognit
kata-kata d
menggantika
kegiatan (ting
3. Operasi konkrit
6-11 tahun
Anak sudah
operasi men
mereka milik
mengurangi
memungkink
memecahkan
4.operasi Formal
11 tahun - Periode ini
tingkat tingg
sampai
dapat berhu
dewasa
peristiwa hip
hanya dengan
sudah dap
memecahkan
semua alterna
( Sumantri, 2010 : 1.15 )
Berdasarkan tabel di atas
dapat diketahui bahwa karakteristik
siswa kelas XI dalam teori Piaget
masuk
dalam
kategori
tahap
Operasional Formal pada usia 11
tahun – dewasa. Pada usia
Operasional Formal ini siswa telah
mampu berpikir secara abstrak dan
dapat menganalisis masalah secara
ilmiah
dan
selanjutnya
menyelesaikan masalah. Pada usia
ini juga disebut masa remaja. Pada
usia ini seorang remaja memiliki
kemampuan
untuk
melakukan
penalaran secara realistis mengenai
masa depan serta untuk memikirkan
kemungkinan-kemungkinan
yang
DESKRIPSI
PERKEMBANGAN
tidak mereka yakini.
Pengetahuan
D.
Hasil anak
Belajardiperoleh melalui
interaksi fisik, baik dengan orang atau
7
1. Pengertian hasil belajar
Hasil belajar merupakan hasil dari
suatu interaksi tindak belajar dan
tindak mengajar. Dari sisi guru,
tindak mengajar diakhiri dengan
proses evaluasi hasil belajar. Dari
sisi siswa, hasil belajar merupakan
berakhirnya penggal dan puncak
proses
balajar
(Dimyati
dan
Mudjiono 2006:3)
Hasil
belajar
adalah
kemampuan-kemampuan
yang
dimiliki siswa setelah menerima
pengalaman belajarnya (Sudjana,
2005 : 22). Hasil belajar digunakan
oleh guru untuk dijadikan ukuran
atau kriteria dalam mencapai suatu
tujuan pendidikan. Hal ini dapat
tercapai apabila siswa sudah
memahami belajar dengan diiringi
oleh perubahan tingkah laku yang
lebih baik lagi.
2. Faktor yang mempengaruhi
hasil belajar
Agar siswa mendapatkan
hasil belajar sesuai dengan yang
diharapkan, tentu tidak hanya
mengandalkan kemampuan yang
akan dicapai oleh siswa, namun juga
harus memperhatikan kondisi latar
belakang siswa tersebut, baik dari
factor intern atau factor dari dalam
maupun factor akstern atau factor
dari luar. Adapun faktor-faktor yang
mempengaruhi hasil belajar antara
lain, yaitu (dimyati dan mudjiono,
2006:236):
mengembangkan produk yang akan
dihasilkan. Model pengembangan
dapat berupa model prosedural,
model konseptual, dan model
teoritik. Model prosedural adalah
model yang bersifat deskriptif,
menunjukkan langkah-langkah yang
harus diikuti untuk menghasilkan
produk. Model konseptual adalah
model yang bersifat analitis, yang
menyebutkan komponen-komponen
produk, menganalisis komponen
secara rinci dan menunjukkan
hubungan antar komponen yang akan
dikembangkan. Model teoritik adalah
model yang menggambar kerangka
berpikir yang didasarkan pada teoriteori yang relevan dan didukung oleh
data
empirik.
(http://myfortuner.wordpress.com/20
10/07/29/lankah-langkah-penelitianr-d/ diakses pada 19:10 01.07.2012).
Model pengembangan yang
digunakan dalam pengembangan
komputer pembelajaran kali ini
menggunakan model pengembangan
Borg & Gall, karena model ini
mempunyai beberapa kriteria yang
tepat dalam pengembangan produk,
di antaranya:
a. Pengkajian terhadap hasilhasil
penelitian
dengan
validitas
komponen
komponen dikembangkan,
b. Mengembangkannya menjadi
sebuah produk,
c. Pengujian terhadap produk
yang dirancang,
BAB III
METODE
PENGEMBANGAN
A. Model Pengembangan
Model
Pengembangan
merupakan
dasar
untuk
d. Peninjauan
ulang
dan
mengoreksi produk tersebut
berdasarkan hasil uji coba.
Model Pengembangan R&D
8
(Sugiyono. 2010:289)
kondisi yang sesungguhnya,
maka produk diperbaiki.
10. Pembuatan produk masal:
setelah memperbaiki., hasil
akhirnya siap diproduksi
secara masal.
Secara ringkas penjelasan
Sugiyono
tentang
model
pengembangan R&D adalah sebagai
berikut:
1. Potensi dan masalah : R&D
dapat berangakat dari adanya
masalah dan potensi.
2. Pengumpulan data: setelah
potensi dan masalah dapat
ditunjukkan secara faktual,
selanjutnya
perlu
dikumpulkan
berbagai
informasi
yang
dapat
digunakan sebagai bahan
perencanaan.
3. Desain produk : hasil akhir
dari serangkaian penelitian
awal dapat berupa rancangan
kerja baru, ataupun produk
baru.
4. Validasi desain : proses
menilai apakah rancangan
kerja baru atau produk baru
secara rasional lebih baik
dan efektif dibandingkan
yang lama, dengan meminta
ahli yang berpengalaman.
5. Revisi desain: diperbaiki atau
direvisi setelah mengetahui
kelemahan.
6. Uji coba produk: melakukan
uji lapangan terbatas dengan
eksperimen.
7. Uji coba pemakaian: Direvisi
berdasarkan hasil lapangan.
8. Uji
coba
pemakaian:
dilakukan uji coba pada
kondisi sesungguhnya.
9. Revisi
produk:
direvisi
apabila ada kekurangan
dalam penggunaan pada
B. Instrumen Penelitian
1. Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data
merupakan suat cara kerja
dalam kegiatan penelitian
untuk mendapatkan data atau
keterangan yang diperoleh
dalam kegiatan sesuai dengan
kenyataan.
Menurut
Arikunto
(2006:137) menyatakan bahwa
“wawancara,
observasi,
angket/kuesioner,
dan
dokumentasi yang kesemuanya
merupakan
sebagian
dari
metode pengumpulan data”.
Oleh karena itu seharusnya
metode yang digunakan dalam
penelitian
haruslah
dapat
memenuhi keinginan serta
tepat dan hasilnya dapat
dipertanggungjawabkan. Pada
penelitian pengembangan kali
ini
teknik
pengumpulan
datanya
adalah,
sebagai
berikut:
a. Angket
Menurut
Arikunto
(2002:128) bahwa angket
adalah
sejumlah
pertanyaan tertulis yang
dilakukan
untuk
memperoleh informasi dari
responden
dalam
arti
laporan tentang pribadinya
atau hal yang ia ketahui.
Pada pengembangan ini
pengembang
menggunakan
angket
9
tertutup dengan bentuk
rating-scale dan angket
terbuka untuk memberikan
saran
dan
masukan.
Angket ini digunakan
sebagai
instrumen
pengumpul data yang
diberikan kepada ahli
materi dan ahli media serta
siswa kelas XI. Angket ini
diberikan
untuk
mendapatkan
masukan
mengenai
produk
pengembangan
media
komputer pembelajaran.
Angket-angket
tersebut
dibuat berdasarkan kisikisi
instrumen,
yang
berfungsi
untuk
mengungkap
variabel
tentang
pengembangan
media
b.
Tes
Tes merupakan serentetan
pertanyaan atau latihan
serta alat lain yang
digunakan
untuk
mengukur keterampilan,
pengetahuan, intelegensi,
kemampuan atau bakat
yang
dimiliki
oleh
individu atau kelompok
(Arikunto, 2006: 150 tes
diberikan sebelum siswa
belajar
dengan
menggunakan media yang
akan diuji coba (pretest).
Tes juga diberikan setelah
siswa
belajar
dengan
menggunakan
media
komputer
pembelajaran
(posttest).
Tes
yang
diberikan berupa 10 soal
pilihan ganda.
Metode pengumpulan data
yang berupa tes ini
diberikan
untuk
mengetahui perbandingan
belajar
sebelum
menggunakan
media
komputer
pembelajaran
dan
belajar
dengan
menggunakan
media
komputer pembelajaran.
Kemampuan dasar siswa
dapat
diukur
dengan
menggunakan
pretest,
sedangkan
untuk
mengetahui
pencapaian
atau prestasi siswa setelah
menggunaka media dapat
diukur
dengan
menggunakan posttest.
2.
Metode
Analisis Data
Analisis
data
sangat
berhubungan
erat
dengan
rumusan
masalah
yang
ditujukan
untuk
menarik
kesimpulan dari data hasil
penelitian (Arikunto 2006:
346).
a.
Analisis Isi
Analisis isi digunakan
untuk menganalisis data
yang berupa data kualitatif
yang
diperoleh
dari
masukan, tanggapan serta
saran perbaikan yang
diberikan oleh ahli media
dan materi serta siswa
perorangan dari hasil
analisis ini,.
b.
Analisis
Deskriptif Presentase
Jenis data yang telah
diperoleh dari uji coba
produk komputer
pembelajaran ini berupa
data kualitatif yang
selanjutnya akan
dikuantitatifkan terlebih
dahulu dengan
menggunakan penilaian
deskriptif berdasarkan
10
kriteria perhitungan %
(presentase). angket akan
dikuantitatifkan dengan
menggunakan rumus,
sebagai berikut:
Teknik perhitungan
PSP (Presentase Setiap Aspek)
dengan rumus:
Perhitungan PSA ini
untuk
menghitung
persentase dari setiap
aspek pada 10ariable yang
terdapat pada media yang
dievaluasi
(Arthana,
2005:80).
Kemudian
menggunakan
rumus
teknik perhitungan PSP
(Persentase
Semua
Program) dengan rumus
Perhitungan
PSP
untuk
menghitung
persentase semua aspek
yang
mempunyai
kesamaan yang akhirnya
menjadi suatu penilaian
yang
mengacu
pada
kriteria penilaian yang
telah ditentukan. Adapun
penilaian media adalah
sebagai berikut:
81% - 100% =
Sangat baik
61% - 80%
= Baik
41% - 60%
=
Cukup baik
21% - 20%
=
Kurang baik
0% - 20%
=
Tidak baik
Arikunto dalam buku
evaluasi
media
pembelajaran
(Arthana,
2005:80)
Setelah
kegiatan
evaluasi terlaksana dan
data yang deperlukan
terkumpul,
maka
selanjutnya
dilakukan
analisis
data
untuk
menghitung pretest dan
posttest. Adapun teknik
analisis yang digunakan
adalah :
Keterangan :
Md
=
Mean dari deviasi (d) antara
posttest dan pretest
Xd
=
Perbedaan deviasi dan
mean deviasi
N
=
Banyaknya subyek
df atau db
= N-1
(
A
r
i
k
u
n
t
o
,
2
0
11
0
6
:
8
6
)
c.
Validitas
Validitas
merupakan
derajat
ketepatan antara data
yang terjadi pada obyek
penelitian dengan daya
yang dilaporkan oleh
peneliti.
Suatu
tes
dikatakan valid apabila
tes
tersebut
dapat
mengukur dengan apa
yang akan diukur. Tes
memiliki validitas tinggi
jika
hasilnya
sesuai
dengan kriteria, dalam
artian
memiliki
kesejajaran antara tes dan
kriteria. Adapun rumus
korelasi product moment
yang digunakan dalam
menguji
validitas
instrument
BAB IV
HASIL PENGEMBANGAN
A.
1.
Persiapan
Pengembangan Media
Komputer Pembelajaran
Research and infermation
celecting
Dari hasil observasi yang telah
dilakukan dapat disimpulkan
beberapa temuan. Pertama,
siswa SMA rata-rata kelas XI
berumur 16-17 tahun. Dimana
pada usia ini siswa cenderung
lebih suka dengan media yang
interaktif dan terdapat animasi
yang menarik. Kedua, kurang
2.
maksimalnya pemakaian laptop
sebagai media pembelajaran
dalam proses belajar mengajar,
sehingga
dalam
proses
penyampaian materi tentang
sistem
reproduksi,
sìswa
kurang
11ari
menangkap
maksud dari guru maka
diperlukan media 11ariable
pembelajaran
sebagai
perantara.
Ketiga.
Media
pembelajaran yang digunakan
berupa media powerpoint yang
terdiri banyak tulisan dan
sedikit gambar sehingga siswa
kurang tertarik, dari uraian di
atas juga ditemukan potensi
yang dimiliki SMA ITP
(Intensif
Taruna
Pembangunan)
Surabaya.
Potensi tersebut berupa laptop
yang dibawa oleh masingmasing siswa.
Planning
Untuk merumuskan tujuan
pembelajar dapat diperoleh
melalui dokumentasi RPP
maupun silabus,
Pada
langkah
ini
merumuskan
butir-butir
materi
dirumuskan bersama ahli materi.
Langkah ini dilakukan untuk
mengetahui bahan apa yang harus
dipelajari atau pengalaman belajar
apa yang harus dilakukan siswa agar
tujuan pembelajaran dapat tercapai.
. Dan angket yang sudah diisi oleh
ahli materi dan ahli media akan
dianalisis melalui data kuantitatif
sebagai berikut:
B.
Pelaksanaan
Pengembangan Komputer
Pembelajaran
1.
Develop preliminary form of
product
12
Dalam memproduksi media
komputer pembelajaran langkahlangkah yang harus ditentukan
adalah:
Setelah melakukan konsultasi
dengan ahli materi dan ahli media
maka langkah selanjutnya adalah
produksi media.
C. Uji Coba Produk
Spesifikasi
produk
Konsultasi ahli
materi
a. Spesifikasi Produk
1) Jenis
komputer
pembelajaran
:Drill
and Practice application,
tutorial
2) Materi
: sistem reproduksi
manusia
3) Sasaran
: siswa kela XI SMA
4) Jenis tulisan
: Calibri
5) Warna background
: merah hitam
6) Bahan pendukung
:
swish
max,
macromedia flash 8
7) Format CD
: CD-R
b. Konsultasi Dengan Ahli
Materi
Konsultasi dilakukan tanggal
26 juli 2012, ahli materi selaku
guru kelas XI IA di SMA ITP
(Intensif Taruna Pembangunan)
Surabaya. Konsultasi dilakukan
selama 4 kali tatap muka
c. Konsultasi dengan ahli
media
Konsultasi dengan ahli media
dilakukan beberapa kali yang
membahas tentang:
1) Tahapan
dan
cara
pembuatan media tersebut
2) Menyusun naskah atau
rancangan awal media
yang akan dibuat
3) Konsultasi tentang produk
d. Produksi media
Konsultasi
ahli
Prototype 1
1. Preliminary
field testing
a.media
Uji coba kepada ahli
media
Tahapan selanjutnya dari
model Borg dan Gall adalah
Preliminary field testing
yakni melakukan tes atau uji
coba media komputer
pembelajaran kepada ahli
materi (guru mata pelajaran)
Berdasarkan penilaian oleh ahli
media,
jika
dirata-rata
berdasarkan
komponen
pengembangan dan kriteria yang
telah ditetapkan pada bab III,
media komputer pembelajaran
mendapatkan
nilai
rata-rata
79,86% dan 74,99%, media
tergolong baik.
Grafik 4.1 penilaian ahli media
a.
2.
Uji
coba
kepada Ahli Materi
Selanjutnya adalah uji coba
terhadap kelayakan materi
kepada ahli materi (guru
mata pelajaran Biologi).
:
Main field testing
Sesuai dengan pengembangan
model Borg & Gall maka
tahap selanjutnya adalah uji
coba produk kepada siswa
dengan tujuan mendapatkan
informasi
dan
penilaian
tentang tingkat efektifitas
media
komputer
pembelajaran.
13
Berdasarkan
tabel
penilaian
diatas,
jika
dirata-rata
berdasarkan
komponen pengembangan
maka media komputer
pembelajaran
mendapatkan nilai ratarata 77,21% maka media
komputer
pembelajaran
tergolong baik.
Untuk
keseluruhan
uji
validitas
instrumen
tes
telah
diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.10
Hasil Uji Validitas Tes
Nomor
Butir
Soal
1
2
Grafik 4.2 hasil penilaian dari siswa
Setelah
melakukan
penyempurnaan
dan
perbaikan maka tahapan
selanjutnya media siap
untuk divalidasi oleh para
ahli baik ahli materi dan
ahli media. Sehingga akan
dihasilkan sebuah produk
akhir yang menjadi hasil
dari
penelitian
pengembangan ini.
3.
Analisis Data Hasil
Test
Analisis hasil test ini
dimaksudkan
untuk
mengukur
tingkat
perbandingan hasil belajar
siswa sebelum menggunakan
media
dan
sesuadah
menggunakan media.
Dari data hasil perhitungan
tes diatas dapat dikonsultasikan
dengan tabel korelasi product
moment untuk N=20 diketahui
bahwa harga untuk taraf signifikan
95% adalah 0,444 dan dari
perhitungan diketahui r hitung 0.
Dari hasil tersebut dapat diketahui
bahwa t hitung lebih besar dari r
tabel yakni 0,444<0 maka item butir
soal no.1 dinyatakan tidak valid
(tidak signfikan).
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
Rxy
Rxy
Tabel
Status
Tidak
Valid
0,67397 0,444 Valid
Tidak
-0,3358 0,444
Valid
Tidak
-0,1889 0,444
Valid
Tidak
0,4424 0,444
Valid
0,6672 0,444 Valid
Tidak
0
0,444
Valid
0,53742 0,444 Valid
0,47159 0,444 Valid
0,45592 0,444 Valid
0,44968 0,444 Valid
Tidak
0,38002 0,444
Valid
Tidak
0,33558 0,444
Valid
0,67397 0,444 Valid
Tidak
0
0,444
Valid
Tidak
0,3619 0,444
Valid
Tidak
0,3565 0,444
Valid
0,5509 0,444 Valid
0,7771 0,444 Valid
0,4549 0,444 Valid
Sumber: hasil uji tes validitas
siswa
0
0,444
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
A. Simpulan
Dari hasil kegiatan penelitian
pengembangan
yang
telah
14
dilaksanakan,
maka
dapat
disimpulkan hasil data uji penilaian
antara lain:
1. Validasi
desain
media
komputer pembelajaran oleh
ahli media menunjukkan ratarata
setiap
komponen
pengembangan dikategorikan
baik sekali sebesar 79,86%
dan 74,99% dan untuk
validasi
ahli
materi
menunjukkan rata-rata setiap
variabel dikategorikan sangat
baik sebesar 84,76%,
2. Uji coba produk yang
dilakian secara bertahap
menunjukkan rata-rata setiap
variabel media komputer
pembelajaran yaitu coba satusatu dikategorikan sangat
baik sebesar 81,94%. Uji
coba
kelompok
kecil
dikategorikan baik sebesar
79,97%. Dan uji coba
pemakaian jiga dikategorikan
baik sebesar 77,21%.
3. Media
komputer
pembelajaran
dapat
meningkatkan hasil belajar
karena siswa mengalami
peningkatan nilai secara
signifikan
dari
standart
kompetensi minimum 75
diperoleh bukti dengan nilai
rata-rata pretest kelas XI
adalah 52,63, dan nilai ratarata posttest kelas XI adalah
85,78
ini
menunjukkan
bahwa nilai rata-rata posttest
lebih besar daripada nilai
rata-rata posttest. Dalam
pengujian
signifikansi
diperoleh harga t-hitung
(5,88) lebih besar daripada ttabel (2,042).
4. Berdasarkan analisis data,
maka
media
komputer
pembelajaran
yang
dikembangkan
telah
memenuhi kriteria kelayakan
pemakaian.
B. Saran pemanfaatan,
Diseminasi, dan
Pengembangan Produk Lebih
Lanjut
1. Saran Pemanfaatan
diantaranya:
a. Guru harus bisa
memanfaatkan media
pembelajaran dengan baik.
b. Media pembelajaran lain
yang mendukung antara
lain : modul, buku
pedoman, ataupun media
pembelajaran lainnya.
2. Diseminasi (Penyebaran)
Pengembangan produk ini
hanya menghasilkan media
komputer pembelajaran
tentang sistem reproduksi
manusia pada mata pelajaran
Biologi kelas XI SMA ITP
(Intensif Taruna
Pembangunan) Surabaya,
3. Pengembangan Produk Lebih
Lanjut
a. Produk yang telah
dikembangkan dapat
dimanfaatkan dalam
pembelajaran Biologi yang
digunakan di SMA ITP
(Intensif Taruna
Pembangunan) Surabaya.
b. Pengembangan media
komputer pembelajaran
terfokus pada mata
pelajaran Biologi tentang
sistem reproduksi manusia
untuk kelas XI SMA
PUSTAKA
AECT. 1997. Definisi Teknologi
Pendidikan. Jakarta : CV
Rajawali Citra
15
AECT. 1994. Definisi Teknologi
Pendidikan. Jakarta : CV
Rajawali Citra
Arikunto, S. 2006. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: PT Rineka
Cipta
Arikunto, S. 2002. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: PT Rineka
Cipta
Arikunto, S. 2010. Prosedur
Penelitian Suatu Pendekatan
Praktik. Jakarta: PT Rineka
Cipta
Arsyad, ashar. 2008. Media
Pembelajaran. PT rajagrafindo
persada: jakarta
Arthana, I Ketut dan Dewi,
Damajanti, K. 2005. Evalusi
Media Pembelajaran. Buku
tidak Diterbitkan. Surabaya :
Teknologi Pendidikan-Unesa
Darmawan, Deni.2011. Teknologi
Pembelajaran. Bandung: PT
Rosda Karya
Dimyati,
dan
Mudjiono.2006.
Belajar
dan
Pembelajaran.Jakarta:
PT
Rineka Cipta
Munadi, yudhi. 2010. Media
pembelajaran (sebuah
pendekatan baru). Gaung
persada (GP) press: ciputat
jakarta
Sadiman, Arief. S. 2007. Media
Pendidikan. Jakarta : PT. Raja
Grafindo Persada
Sadiman, A.s., rahardjo, R., haryono,
A. dan rahardjito. 1986. Media
pendidikan: pengertian,
pengembangan, dan
pemanfaatannya. Jakarta: PT
rajagrafindo persada.
Seels, b.b. dan glasgow, Z. 1990.
Exercises in intruksional
design. Colombus: merril
publishing company
Seels, b.b. dan richey, r.c. 1994.
Instructional technology:the
definition and domain of the
field. Wshington, DC:
association for educational
communication and technology
Seri Pustaka Teknologi Pendidikan
no.7. 1994. Definisi Teknologi
Pendidikan. Jakarta: CV
Rajawali
Seri Pustaka Teknologi Pendidikan
no.7. 1997. Definisi Teknologi
Pendidikan. Jakarta: CV
Rajawali
Sudjana, N, dan rivai, A. 1990.
Media pengajaran. Bandung :
PT. Sinar Baru Bandung
Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad.
1997. Media Pengajaran.
Bandung : PT. Sinar Baru
Bandung
Sudjana, Nana dan Rivai, Ahmad.
2005.
Media Pengajaran.
Bandung : PT. Sinar Baru
Algensindo
Sugiono. 2010.Metode Penelitian
Kuantitatif
Kualitatif dan
R&D. Bandung: CV Alfabeta.
Suparman, A. 1995. Desain
instruksional. Proyek
pendidikan tinggi guru,
direktorat jendral pendidikan
tinggi, departemen pendidikan
dan kebudayaan
Warsita, Bambang. 2008. Tekologi
Pembelajaran. Jakarta: Rineka
Cipta
Yusufhadi miarso, dkk. 2007.
Menyemai Benih Teknologi
Pendidikan.Jakarta: Putekkomdiknas
Nafi, Mohammad. Pengembangan
Media
Komputer
Pembelajaran Tentang Teknik
Dasar Pergerakan Kamera
Video Pada Mata Pelajaran
Kompetensi
Kejuruan
16
Multimedia
Multimedia
Lamongan
Kelas
X
Smk Negeri 1
Rahman
Dian,
Erwin.
Pengembangan
Media
Komputer
Pembelajaran
Tentang Alat Indera Pada
Manusia Pokok Bahasan Mata
Pada Mata Pelajaran IPA
Kelas IX SMPN 1 Dukun
Gresik
http://www.blog.elearning.unesa.ac.i
d/alim-sumarno/teknologiberbasis-komputer-danprogram-cai
diakses pada
18:57, 22.06.2012
http://www.scribd.com/doc/8781759
7/10/E-MATA-PELAJARANBIOLOGI diakses 22:03
23.06.2012
http://alizhar.blogspot.com/2009/09/sis
tem-reproduksi-manusiamateri-kelas.html
diakses
22:28 23.06.2012
http://www.pesantrenglobal.org/LM
S/tutoriallms/pambg.pdf,
diakses 24 agustus 2011, 01.38
a.m
http://mbegedut.blogspot.com/2011/
01/model-model-desainpembelajaran.html, diakses 10
maret 2011, 12.56 p.m
http://bettymarlina.blogspot.com/201
1/03/model-pembelajaranidi.html, diakses 23 maret
2011, 03.01 a.m
http://zaifbio.wordpress.com/2011/1
2/02/pembelajaran-biologi-disma/ diakses 27 Juli 2012
http://akhmadsudrajat.wordpress.co
m/2010/07/16/mediapembelajaran-berbasiskomputer/ diakses 27 Juli 2012
http://myfortuner.wordpress.com/201
0/07/29/lankah-langkahpenelitian-r-d/ diakses pada
19:10 01.07.2012
Download