bab vi negara hukum dan hak azasi manusia - E

advertisement
BAB VI
NEGARA HUKUM DAN
HAK AZASI MANUSIA
2
PETA SLOC / SLOT
DI WILAYAH PERAIRAN INDONESIA
3
Pengertian negara hukum
• Istilah negara hukum secara terminologis berasal dari
kata rechtsstaat atau rule of law
• pengertian negara hukum menggambarkan adanya
penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan negara yang
didasarkan atas hukum
• Konsep negara hukum mengarah pada tujuan terciptanya
kehidupan demokratis, terlindungi hak asasi manusia,
dan kesejahteraan yang berkeadilan
• Di indonesia konsep negara hukum dapat dibuktikan
dalam Pembukaan UUD 1945 alinea IV; Bab XIV Pasal 33
dan Pasal 34 UUD 1945
• Dasar yuridis negara Indonesia sebagai negara hukum
tertera pada pasal 1 ayat 3 UUD 1945 (amandemen
ketiga), negara Indonesia adalah negara hukum’
Penyelenggaraan kekuasaan pemerintahan di
Indonesia didasarkan atas hukum
Contoh : Pemerintah telah membuat dan menerbitkan
sejumlah aturan hukum guna memberikan jaminan
kepada konsumen tentang produk barang/jasa yang
dibeli sekaligus tindakan perlindungan kepada
konsumen. Mengatur pula bagaimana posisi perusahaan
sebagai produsen
Aturan hukum tsb dikenal dengan:
PENGAWASAN BARANG BEREDAR DAN JASA
Selanjutnya dapat dilihat pada daftar aturan berikut:
DASAR HUKUM
UNDANG-UNDANG RI NO.8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
PERATURAN PEMERINTAH NO. 102 TAHUN 2000 TENTANG STANDARDISASI NASIONAL
PERATURAN PEMERINTAH NO. 58 TAHUN 2001 TENTANG
PEMBINAAN DAN PENGAWASAN PENYELENGGARAAN PERLINDUNGAN KONSUMEN
PERATURAN PEMERINTAH NO. 19/2004 TENTANG PERUBAHAN ATAS
PERATURAN PEMERINTAH NOMOR 11 TAHUN 1962 TENTANG PERDAGANGAN BARANG
DALAM PENGAWASAN
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 19/M-DAG/PER/5/2009 TENTANG
PENDAFTARAN PETUNJUK PENGGUNAAN (MANUAL) DAN KARTU JAMINAN/ GARANSI
PURNA JUAL DALAM BAHASA INDONESIA BAGI PRODUK TELEMATIKA DAN ELEKTRONIKA
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 20/M-DAG/PER/5/2009 TENTANG
KETENTUAN DAN TATA CARA PENGAWASAN BARANG DAN JASA
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NOMOR 14/M-DAG/PER/3/2007 TENTANG
STANDARDISASI JASA BIDANG PERDAGANGAN DAN PENGAWASAN
STANDAR NASIONAL INDONESIA (SNI) WAJIB TERHADAP BARANG DAN JASA
YANG DIPERDAGANGKAN
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 22/M-DAG/PER/5/2010 TENTANG PERUBAHAN ATAS
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 62/M-DAG/PER/12/2009 TENTANG
KEWAJIBAN PENCANTUMAN LABEL PADA BARANG
PERATURAN MENTERI PERDAGANGAN NO. 23/M-DAG/PER/5/2010 TENTANG
PERUBAHAN KEDUA ATAS PERMENDAG NO.56/M-DAG/PER/12/2008
TENTANG KETENTUAN IMPOR PRODUK TERTENTU
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN TERKAIT LAINNYA
Ciri negara hukum
• HAM terjamin oleh undang-undang
• Supremasi hukum
• Pembagian kekuasaan (trias politika) demi
kepastian hukum
• Kesamaan kedudukan di depan hukum
• Peradilan administrasi dalam perselisihan
• Kebebasan menyatakan pendapat, bersikap dan
berorganisasi
• Pemilihan umum yang bebas
• Badan kehakiman yang bebas dan tidak memihak
Perkembangan konsep negara hukum
• Pada abad 19 konsep negara hukum cenderung
mengarah pada konsep negara hukum formal, yaitu
negara hukum dalam arti sempit. Dalam konsep ini
negara hukum diposisikan ke dalam ruang gerak dan
peran yg kecil. Pemerintah dan unsur2 lembaganya
dlm menjalankan tugasnya terikat oleh hukum yg
berlaku. Peran pemerintah kecil/pasif.
• Abad ke 20 konsep negara hukum mengarah kpd
pengembangan negara hukum dalam arti material.
Tujuannya memperluas peran pemerintah terkait
tuntutan dan dinamika perkembangan jaman.
Makna Indonesia sebagai
negara hukum
• Negara Indonesia adalah negara hukum dinamis, atau
negara kesejahteraan (welfare state), yg berimplikasi
bhw para penyelenggara negara menjalankan
tugasnya dilandasi ide-ide kreatif dan inovatif.
• Sebagai negara hukum dinamis, esensinya adalah
hukum nasional Indonesia hrs tampil akomodatif,
adaptif, dan progresif. Maknanya hukum sbg
pengayom, pelindung masyarakat. Adaptif artinya
mampu menyesuaikan perkembangan jaman.
Progresif, selalu berorientasi kemajuan, perspektif
masa depan.
Negara hukum dan hak asasi manusia
• Negara hukum dimanapun di dunia ini tujuan
pokoknya adalah melindungi hak asasi
manusia dan menciptakan kehidupan bagi
warga yang demokratis.
• Keberadaan negara hukum menjadi prasyarat
bagi terselenggaranya hak asasi manusia dan
kehidupan demokratis.
• Perlindungan hak asasi manusia di Indonesia
secara yuridis didasarkan pada UUD 1945
HAKIKAT HAK ASASI MANUSIA
Pengertian
HAM: HAK DASAR YG MELEKAT & DIMILIKI SETIAP MANUSIA SBG
ANUGERAH TUHAN YME
HAM: HAK-HAK DASAR YG DIBAWA MANUSIA SEJAK LAHIR YG MELEKAT PD
ESENSINYA SBG ANUGERAH ALLAH SWT (MUSTHAFA KEMAL PASHA)
HAM: HAK-HAK DASAR YG DIBAWA MANUSIA SEJAK LAHIR & MELEKAT DNG
POTENSINYA SBG MAKHLUK & WAKIL TUHAN (GAZALLI)
HAM: HAK-HAK DASAR YG DIBAWA MANUSIA SEJAK IA HIDUP YG MELEKAT
PD ESENSINYA SBG ANUGERAH ALLAH SWT
2 LANDASAN PENGAKUAN THD HAM:
a. LANDASAN PERTAMA & LANGSUNG : KODRAT MANUSIA
b. LANDASAN KEDUA & LBH DALAM : TUHAN MENCIPTAKAN MANUSIA 
SAMA, KECUALI AMALNYA.
HAKIKAT HAK ASASI MANUSIA
Pengertian
HAM:
-Natural right (John Locke, 1632-1704)  Hak-hak alamiah manusia
(hak untuk hidup, hak kemerdekaan, hak milik)
- Right of man
- Human right (Eleanor Roosevelt)
Piagam PBB ttg Deklarasi Universal of Human Rights 1948
a. Hak berpikir & mengeluarkan
f. Hak utk kemerdekaan hidup
pendapat
g. Hak utk memperoleh nama baik
b. Hak memiliki sesuatu
h. Hak utk memperoleh pekerjaan
c. Hak mendapatkan pendidikan
i. Hak utk mendapatkan
& pengajaran
perlindungan hukum
d. Hak menganut aliran kepercayaan
atau agama
e. Hak utk hidup
UU 39/1999 ttg HAM
a. Hak utk hidup
f. Hak berkomunikasi
b. Hak berkeluarga
g. Hak keamanan
c. Hak mengembangkan diri
h. Hak kesejahteraan, dan
d. Hak keadilan
i. Hak perlindungan
e. Hak kemerdekaan
HAM DI INDONESIA
Pengakuan Bangsa Indonesia  HAM
a. Pembukaan UUD 1945 Alinea Pertama
“…Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa…”
b. Pembukaan UUD 1945 Alinea keempat
“Kemudian daripada itu, …, Kemanusiaan yang adil dan beradab, …” 
landasan idiil pengakuan & jaminan HAM di Indonesia.
c. Batang Tubuh UUD 1945
- Pasal 28 A  Hak hidup, hak mempertahankan hidup & kehidupan
- Pasal 28 B  Hak membentuk keluarga & melanjutkan keturunan, Hak
kelangsungan hidup-tumbuh-berkembang utk anak, Hak perlindungan dr
kekerasan & diskriminasi
- Pasal 28 C  Hak mengembangkan diri, Hak mendapatkan pendidikan &
memperoleh manfaat iptek & seni budaya, Hak memajukan diri dlm perjuangkan
hak scr kolektif
- Pasal 28 D  Hak pengakuan-jaminan-perlindungan-kepastian hukum, Hak
perlakuan sama di hadapan hukum, Hak bekerja, Hak WN memperoleh
kesempatan sama dalam pemerintahan, Hak status WN
- Pasal 28 E  Hak beragama & beribadah, Hak memilih dikjar-pekerjaan-WNtempat tinggal, Hak kebebasan meyakini kepercayaan, Hak kebebasan
berserikat-berkumpul-mengeluarkan pendapat.
- Pasal 28 F  Hak berkomunikasi & memperoleh informasi, Hak mencarimemperoleh-memiliki-menyimpan-mengolah-menyampaikan informasi
HAM DI INDONESIA
Pengakuan Bangsa Indonesia  HAM
- Pasal 28 G  Hak perlindungan, Hak rasa aman & perlindungan dr ancmn
ketakutan, Hak bebas dr penyiksaan/perlakuan merendahkan derajat martabat
manusia, Hak memperoleh suaka politik
- Pasal 28 H  Hak hidup sejahtera, Hak mendapat kemudahan & perlakuan
khusus utk peroleh kesempatan & manfaat sama capai persamaan & keadilan,
Hak jaminan sosial, Hak milik pribadi
- Pasal 28 I  Hak utk hidup, Hak tdk disiksa, Hak kemerdekaan pikiran-hati nurani,
Hak tdk dituntut atas dsr hukum yg berlaku surut, Hak bebas dr perlakuan
diskriminatif, Hak masyarakat tradisional dihormati
d. Ketetapan MPR
- Tap MPR Nomor XVII/MPR/1998 ttg HAM  Tlh dicabut dng Tap Nomor Tap MPR
Nomor I/MPR/2003. Macam-macam HAM dlm Tap Nomor XVII/MPR/1998: Hak utk
hidup, Hak berkeluarga & melanjutkan keturunan, Hak keadilan, Hak
kemerdekaan, Hak atas kebebasan informasi, Hak keamanan, Hak kesejahteraan,
Kewajiban, perlindungan & pemajuan.
e. UU 39/1999 ttg HAM + UU 26/2000 ttg Pengadilan HAM
- Ps 4  Hak utk hidup, Ps 10  Hak utk berkeluarga, Ps 11 s.d. 16  Hak utk
mengembangkan diri, Ps 17 s.d. 19  Hak utk memperoleh keadilan, Ps 20 s.d.
27  Hak atas kebebasan pribadi, Ps 28 s.d. 35  Hak atas rasa aman, Ps 36
s.d. 42  Hak atas kesejahteraan, Ps 43-44  Hak turut serta dlm pemerintahan,
Ps 45 s.d. 51  Hak wanita, Ps 52 s.d. 66  Hak anak
HAM DI INDONESIA
Bangsa Indonesia  Penegakan HAM
a. Pembentukan Lembaga
1. Komisi Nasional HAM [Dasar: Keppres No 5/93 tgl 7 Juni 1993  UU No 39/1999 ttg
HAM]
 Lembaga mandiri, kedudukan setingkat lembaga negara yg lain.
 Fungsi: pengkajian, penelitian, penyuluhan, pemantauan, mediasi HAM.
 Tujuan: Mengembangkan kond yg kondusif plaks HAM suai PS,
UUD 45, Piagam PBB, Deklarasi Universal HAM. Meningkatkan
perlindungan & penegakan HAM guna perkemb pribadi manusia Indonesia
seutuhnya & kemampuannya berpartisipasi dlm brbagai bid kehdupan.
2. Pengadilan HAM [Dasar: UU No 26/2000 ttg Pengadilan HAM]
 Pengadilan khusus di lingk pengadilan umum, berkedudukan di kab/kota.
 Khususbertugas & berwenangmemeriksa & memutus pelanggaran HAM
berat (termasuk di luar batas teritorial wil RI oleh WNI).
3. Pengadilan HAM Ad Hoc dibentuk atas usul DPR, dengan Keppres.
Peristiwa  Pelanggaran HAM berat sebelum terbit UU No. 26/2006
4. Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi, dibentuk berdasarkan undang-undang 
Alternatif penyelesaian di luar Pengadilan HAM.
HAM DI INDONESIA
5. Contoh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM):
–
KONTRAS (Komisi untuk orang hilang dan tindak kekerasan)
–
YLBHI (Yayasan lembaga bantuan hukum Indonesia)
–
ELSAM (Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat)
–
HRW (Human Right Watch)
b.
Konvensi Internasional tentang HAM  wujud nyata keperdulian
masy internasional:
–
The International on Civil & Political Rights (1966)
–
The International Covenant on Economic, Social & Cultural Rights
(1966)
–
Optional Protocol
–
Declaration on the Rights of Peoples to Peace (1984)
–
Declaration on the Rights to Development (1986)
–
African Charter on Human & Peoples’ Rights (1981)
–
Cairo Declaration on Human Rights in Islam (1990)
–
Bangkok Declaration (1993)
–
Deklarasi Wina (1993)
HAM DI INDONESIA
c. Keikutsertaan Indonesia dalam Konvensi Internasional
– Ratifikasi perjanjian: pengikatan diri suatu negara utk melaksanakan
ketentuan2 dlm perjanjian, & ketentuan2 itu mnjdi hukum nasionalnya.
– Konvensi internasional ttg HAM yg diratifikasi oleh Indonesia:
a. Konvensi Jenewa 12 Agust 1949 (UU No.59 th 1958)
b. Convention on the Political Rights of Woman (UU No.68 th 1958)
c. Convention of the Elimination of Discrimination Against Women (UU No.7
th 1984)
d. Convention of the Rights of the Child (Keppres No.36 th 1990)
e. Convention on the Prohibition of the Development, Production and
Stockpiling of Bacteriological (Biological) and Toxic Weapons and on their
Destruction (Keppres No.58 th 1991)
f. International Convention Against Apartheid in Sports (UU No.48 th 1993)
g. Torture Convention (UU No.5 th 1998)
h. ILO Convention No.87 Concerning Freedom of Association and Protection
on the Rights to Organise (UU No.83 th 1998)
i. Convention on the Elimination of Racial Discrimination (UU No.29 th 1999)
 HAK ASASI MANUSIA dan DEMOKRASI
 Demokrasi: sistem politik yang dapat memberi penghargaan,
menjamin perlindungan dan penegakan atas hak-hak dasar manusia
 Unsur utama demokrasi:
o Kontrol rakyat atas proses pembuatan keputusan politis
o Kesamaan hak/kesetaraan politis dalam menjalankan kendali
 Konsep pokok demokrasi:
o Kebebasan/persamaan (freedom/equality)
o Kedaulatan rakyat (people’s sovereignty)
 Unsur pokok pemerintahan demokrasi:
o Pengakuan atas HAM
o Partisipasi rakyat dalam pemerintahan
Sehingga:
1. Keinginan negara demokrasi ratifikasi aturan HAM
2. HAM – demokrasi  persyaratan  hubungan internasional
3. Pelanggaran demokrasi – HAM  bukan urusan internal negara
Download