Modul Teori Komunikasi [TM1].

advertisement
MODUL PERKULIAHAN
Teori
Ilmu Komunikasi
Pentingnya Komunikasi &
Komunikasi sebagai Ilmu
Fakultas
Program Studi
Ilmu Komunikasi
Penyiaran
Modul
01
Kode MK
Disusun Oleh
Dr Rulli Nasrullah, M.Si
Abstract
Kompetensi
Komunikasi diperlukan oleh setiap
individu sebagai medium dalam
berinteraksi.
Komunikasi
tidak
sekadar menjadi aktivitas semata,
melainkan juga menjdi kajian
keilmuan
Mahasiswa
memahami
pentingnya
komunikasi sebagai medium dalam
berinteraksi dan sebagai sebuah subjek
keilmuan.
Perkembangan Komunikasi
Bisa dikatakan bahwa komunikasi merupakan hal yang terpenting atau vital bagi
manusia. Tanpa komunikasi maka manusia bisa dikatakan ‘tersesat’ dalam belantara
kehidupan ini. “Orang yang tidak pernah berkomunikasi dengan manusia bisa dipastikan
akan ‘tersesat’, karena ia tidak bisa menaruh dirinya dalam lingkungan sosial”(Dedy
Mulyana, 2003:5).
Betapa pentingnya komunikasi, terlihat dari semakin inovatifnya perkembangan
teknologi komunikasi itu sendiri. Perkembangan (media) komunikasi sungguh sangat
menakjubkan di alaf keempat ini. Sebagai contoh adalah teknologi percetakan. Dahulu kala,
sebelum ditemukannya kertas dan mesin cetak, manuskrip maupun buku ditulis dengan
menggunakan tinta, lalu meningkat dengan munculnya alat cetak sederhana yang
mengharuskan operator mesin tersebut menyusun satu demi satu huruf yang diperlukan.
Jelas ini memerlukan ketelitian yang sangat dan waktu yang cukup lama bahkan hingga
berbulan-bulan. Akan tetapi saat Gutenberg di tahun 1456 menemukan mesin cetak, maka
pekerjaan pencetakan bisa dilakukan dalam hitungan jam.
Selain itu, mengatasi persoalan waktu
kemajuan teknologi komunikasi bisa
mengaburkan batas-batas geografis atau wilayah. Munculnya alat-alat elektronik dengan
sistem komputerisasinya menyebabkan teknologi dalam berkomunikasi ini berkembang
dengan
sangat
pesatnya.
Sebagai
ilustrasi,
kemunculan
internet
dan
perangkat
pendukungnya berupa e-mail atau surat elektronik dianggap sebagai teknologi tercepat yang
dapat menggantikan keberadaan surat pos. Akan tetapi seiring dengan perkembangan
teknologi kemunculan telepon genggam dengan fasilitas SMS (short message service) atau
layanan pesan singkat mampu mengatasi kendala-kendala yang mungkin timbul bila
menggunakan e-mail, salah satunya adalah penggunaan telepon genggam dalam kondisi
dan wilayah yang berbeda.
Seiring dengan semakin majunya teknologi dalam berkomunikasi membawa
implikasi yang tidak sedikit kepada manusia. Implikasi ini berkaitan erat dengan hubungan
antarmanusia dalam komunikasi yang menurut Little John (1996:251-280) melibatkan empat
dimensi, yaitu emotional arousal, composure, and formality; intimay and similarity;
immediacy (liking); dan dominance-submission. Gaya hidup, kemudahan, pemangkasan
waktu bahkan kecepatan dalam menyampaikan pesan telah menjadi tolak ukur bagi
‘14
2
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
perkembangan manusia sebagai individu sosial yang memerlukan interaksi dengan individu
lainnya.
Pada kenyataannya (media) komunikasi yang semakin canggih ini bermula dari halhal sederhana atau bahkan tidak bisa dibayangkan pada awal mulanya. Dari sekadar
bahasa-bahasa sederhana layaknya bahasa isyarat, gambar-gambar di gua-gua atau
pictograph hingga kode-kode/bunyi titik panjang-pendek dalam komunikasi rahasia Sandi
Morse.
Pengertian dan Perkembangan Komunikasi
Dalam konteks hubungan sosial, setiap individu akan berinteraksi dengan individu
lainnya. Interaksi tersebut dilakukan karena adanya maksud, baik itu untuk mempengaruhi
individu maupun tujuan-tujuan tertentu lainnya. Dalam proses berinteraksi inilah Pengertian
komunikasi.
Lalu kapankah manusia berkomunikasi?
Wilbur Schrammd an William E Porter setidaknya mencatat ada 5 teori dimana
manusia mulai berkomunikasi dengan menggunakan bahasa. Pertama, teori bow-wow
yang menggambarkan bahwa manusia pertama kali menggunakan bahasa lisan dengan
meniru bunti-bunyian yang bersifat alami, seperti suara rintik hujan maupun gemuruh.
Kedua, teori poo-poo merupakan era di mana manusia menggunakan bahasa yang sesuai
dengan perwakilan emosi yang mereka alami seperti perasaan takut, kesakitan, gembira
dan sebagainya. Ketiga, teori sing-song, yaitu bahasa yang digunakan dalam komunikasi
pada masa awal merupakan ucapan atau nyanyian saat mereka merayakan sesuatu.
Misalnya dapat di saksikan dalam upacara-upacara api unggun yang dilakukan oleh sukusuku indian. Keempat, teori Yo-heave-ho merupakan bahasa komunikasi yang berkemgang
dari sungutan yang terjadi karena pergerakan fisik. Terakhir, Kelima, teori yuk-yuk bahwa
terjadinya kata karena adanya bunyi yang berkaitan dengan peristiwa-peristiwa tertentu.
Selanjutnya perkembangan komunikasi manusia semakin hari semakin berkembang.
Perkembangan ini dimulakan dengan masa sejarah dimana manusia untuk pertama kali
mengenal dengan apa yang disebut tulisan. Memang pada awalnya kemampuan tulisan
tidaklah sekompleks dan semaju sekarang. Manusia awal menggunakannya dengan simbol-
‘14
3
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
simbol yang sangat sederhana dan berlangsung selama lebih dari berada-abad tahun
lamanya. Ini dibukitikan dengan adanya gambar-gambar sederhana yang ditemukan di guagua. Bahkan sebuah penelitian menemukan bahwa manusia mulai pertama kali
menggunakan bahan tulisan dengan aksara yang lebih maju dan tersusun pada masa 4000
tahun sebelum masehi dengan ditemukannya tanah liat yang bertulis di sekitar Sungai Tigris
atau Babylonia (Irak).
Perkembangan akasara yang semakin
tersusun menyebabkan manusia mulai
beralih untuk menuliskannya melalui media. Pada masa awal dapat dijumpai pada adanya
pahatan pada papan yang dilakukan oleh bangsa Kreta, melalui jerami papyrus di Mesir,
kulit binatang di Pegamon, batang bambu di Cina, atau daun kurma di semenanjung Arab.
Hingga pada akhirnya saat ditemukan alat cetak oleh Gutenberg di Mainz (Jerman)
membawa kemajuan proses komunikasi yang terjadi di antara manusia. Bahkan di awal alaf
ketiga ini komunikasi terjadi dengan menggunakan alat yang semakin canggih dan baru
setiap waktunya.
Empat Perkembangan Teknologi Komunikasi
Everett M Rogers (1986:26) mencatat tentang empat fase perkembangan
komunikasi manusia. Fase-fase tersebut adalah The Writing Era, The Printing Era,
Telecommunication Era, dan Interactive Communication Era. Sebelum fase-fase tersebut
Rogers mengungkapkan, pada masa-masa awal manusia melakukan kontak dengan
sesuatu yang sangat sederhana. Gambar-gambar lukisan di goa-goa (cave painting)
menunjukkan bagaimana manusia prasejarah mengekspresikan tentang apa yang terjadi
dan dialaminya. Pada mulanya lukisan-lukisan tersebut tidak beraturan, namun lama
kelamaan bentuk dan susunan gambarnya mulai menunjukkan kesinambungan. Hal ini
sangat jelas bisa dilihat dari pictograph peninggalan kebudayaan Mesir yang ditemukan di
makam-makam (piramida).
Pada The Writing Era, terlihat jelas bahwa era komunikasi dimulai dengan tulisan
yang mulai bisa dipahami yang dipelopori oleh bangsa Sumeria. Hal ini dikembangkan lebih
jauh saat ditemukannya mesin cetak oleh Gutenberg. Walau demikian pada masa-masa
awal penggunaan mesin cetak itu hanyalah untuk mengkopi kitab yang sebelumnya telah
ditulis tangan oleh kalangan gereja dan tersebar sangat terbatas hingga masa renaisance.
‘14
4
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
The Printing Era, Rogers memaparkan bahwa fase ini komunikasi manusia lebih
maju dengan memanfaatkan teknologi cetak. Pada mulanya kemunculan bahan cetak ini
berawal dari Cina dengan ditemukannya bahan baku pembuatan kertas. Selanjutnya
teknologi pencetakan mulai berkembang dari Cina kemudian Korea hingga akhirnya ke
Jerman dengan ditemukannya mesin cetak.
Kemajuan yang berkesinambungan dari
canggihnya teknologi percetakan ini ditunjukkan pada 3 September 1883 saat dimana
Bejamin Day untuk pertama kalinya menerbitkan surat kabar New York Sun atau dikenal
juga dengan sebutan “Penny Press” karena harga satu ekslempar surat kabar tersebut
seharga satu penny atau satu sen.
Telecommunication Era, berimplikasi pada pengertian komunikasi dengan jarak yang
berjauhan (communication at a long distance). Menurut Rogers (1986: 29-30) pada era
yang mulai berkembang pesat pada medium tahun 1800-an ini memasuki era teknologi
elektronika. Rogers memulai era ini dengan mengambil moment pada saat Samuel Morse
pada tanggal 24 Mei 1844 menemukan suatu cara menyampaikan pesan melalui kabel
elektronika, belakangan dikenal dengan istilah telegraph, dari Baltimore ke Washington DC
dengan pesan yang sangat terkenal “What hath God Wrought?”.
Kehadiran telegraph
memicu para ahli untuk mengembangkan teknologi yang lebih baru, antara lain radio dan
televisi.
Dalam buku “Introduction to Radio and Television” Onong Uchjana Effendy, 2003:
137-170) dijelaskan perkembangan radio dimulai oleh penemuan
rumus-rumus
yang
diduga mewujudkan gelombang elektromagnetis, yaitu gelombang yang digunakan oleh
siaran radio maupun televisi. Selanjutnya di Amerika Serikat, Dr Lee De Forest
mengembangkan penemuan tabung lampu vacuum (vacuum tube) yang memungkinkan
suara dapat didengarkan dalam studio eksperimen miliknya. Kemunculan televisi di Amerika
Serikat pada awal 1939 ketika berlangsung World Fair di New York dan pada tahun 1946
saat Perserikatan Bangsa-Bangsa melakukan rapat pertamanya di gedung Perguruan Tinggi
Hunter di kota yang sama mulailah perlombaan teknologi audio visual itu menjalar ke
negara-negara lain, terutama Inggris dan Jerman yang pertama kali menemukan televisi
berwarna. Perlu dicatat bahwa Inggris sudah terlebih dahulu melakkan eksperimen terhadap
televisi yaitu pada tahun1924 yang didemonstrasikan oleh John Logie Baird, namun
kepopulerannya terkalahkan dengan Amerika Serikat.
Bahkan perkembangan selanjutnya penyampaian pesan yang tidak lagi memakai
kabel melainkan dengan pancaran frekuensi dan bahkan kehadiran satelit. Sehingga proses
komunikasi tidak hanya melibatkan antarpersonal, melainkan sudah melibatkan individu
yang lebih luas.
‘14
5
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Sementara Interactive Communication Era,
merupakan era yang paling
kontemporer dimana telekomunikasi terjadi antara dua media yang berbeda dan difasilitasi
dengan keberadaan komputer. Rogers mencatat era ini berawal dari ditemukannya ENIAC,
sebutan untuk perangkat kerja komputer sederhana yang memiliki lebih dari 18.000 tabung
lampu vacuum, di tahun 1946 oleh sekelompok ilmuwan di Universitas Pensylvania.
Sepertiga abad kemudian penemuan sederhana ini menghasilkan perangkat yang lebih
kecil, lebih canggih dan lebih fleksibel dalam penggunaannya. “…thirty years of futher
research and development were needed before miniaturized, lowpriced microcomputers
became available, a type of computer that many household, businesses, and school could
afford” (Rogers, 1986: 30-31).
Determinasi Teknologi
Berbicara tentang perkembangan komunikasi manusia, maka pteori komunikasi
Technological Determinism dari Marshall Mc Luhan merupakan penggambaran lain dari
proses perkembangan dimaksud. Mc Luhan (Little John, 1996: 341-347) membagi
periodisasi perkembangan komunikasi menjadi empat bagian, yaitu Tribal Age, Literate Age,
Print Age, dan electroni Age.
Periode pertama, Tribal Age, komunikasi terjadi dimana mendengar, bersentuhan,
merasa dan membaui lebih dominan dibandingkan indera penglihatan. Komunikasi yang
terjadi pada masyarakat yang primitif ini diklaim Mc Luhan (1967: 50) lebih komplek
diakibatkan
stimulasi
yang
diterima
mereka
lebih
mengutamakan
pendengaran
dibandingkan visualisasi. Menrut Mc Luhan, By their dependence on the spoken word of
information, people were drawn together into a tribal mesh…. And since the spoken word is
more emotionally laden than written-conveying by intonation such rich emotions as anger,
joy, sorrow, fear-tribal was more spontaneous and passionately volatile.
Periodesasi selanjutnya berkembang dengan lebih mengutamakan aspek visualisasi.
Dalam periode ini fonetik alfabet menjadi bagian utama dalam perkembangan komunikasi
manusia. Malah menurut pandangan Mc Luhan fonetik alfabet ini menjadi bahan yang
sangat penting dalam perkembangan matematika, sains maupun filosofi pada masa
kejayaan Yunani.
Periode keempat, yaitu The Print Age, dianggap sebagai prototype dari revolusi
industri yang terjadi di belahan dunia. Penemuan mesin cetak oleh Gutenberg
‘14
6
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
mengakibatkan kemajuan dibidang (media) komunikasi manusia. Menyebabkan produksi
masal dari bahan-bahan bacaan yang dapat dinikmati oleh seluruh manusia, bahkan saat
seseorang dalam kondisi terisolasi dari orang lain. Menurut Mc Luhan, Printing, a ditto
device, confirmed and extended the new visual stress. It created the portable book, which
men could read in privacy and in sisolation from other”.
Periode terakhir menurut Mc Luhan adalah Electronic Age. Periode ini diwakili oleh
munculnya telegraf sederhana pertama oleh Samuel Morse yang memicu produk-produk
komunikasi yang berbasis elektronik dan komputerisasi secara lebih mengejutkan; televisi,
VCR, holograph, compact disc, komputer, telepon genggam dan masih banyak lainnya.
Kecanggihan teknologi komunikasi ini memberikan kemudahan tersendiri bagi proses
komunikasi manusia. Bahkan dalam kondisi yang tertentu Mc Luhan mengklaim bahwa
periode elektronika ini merupakan periode
yang paling mutakhir dari perkembangan
komunikasi manusia, menggantikan periode sebelumnya. “… the power of the printed word
is over. The age of print…..had its obituary tapped out by the telegraph.” Dan akan terus
berkembang dengan inovasi-inovasi yang lebih maju.
Perkembangan teknologi komunikasi ini digambarkan Mc Luhan sebagaimana
skema berikut;
‘14
7
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Seringkali pertanyaan yang diajukan ketika berbicara tentang komunikasi adalah
untuk apa kita berkomunikasi, Fungsi komunikasi atau mengapa kita memerlukan
komunikasi. Namun sedikit sekali yang melandasi pertanyaan-pertanyaan tersebut pada
perkembangan teknologi komunikasi manusia dari hal-hal yang sederhana hingga teknologi
tercanggih dewasa ini.
Perkembangan teknologi itu tentu
tidak dapat terlepas dari inovasi-inovasi yang
diciptakan manusia. Manusia dengan kemampuannya dan fungsinya sebagai individu sosial
yang berinteraksi dengan individu lain berupaya untuk menciptakan komunikasi dan media
komunikasi yang efektif, cepat dan mobile.
Pembagian era maupun periodesasi dalam makalah ini merupakan gambaran yang
cukup nyata bagaimana kemampuan manusia dalam menlahirkan teknologi-teknologi
terbaru yang dapat membantu dalam proses komunikasi tersebut. Perlu dicatatkan disini
bahwa pembagian ini belumlah final, kemajuan teknologi di alaf keempat ini diprediksi akan
semakin canggih. Kecanggihan tersebut akhirnya membawa implikasi pada munculnya
teknologi baru dalam berkomunikasi; jelas bisa menimbulkan tatanan yang lebih baru dalam
hal pentahapan dimaksud.
Walaupun ada pentahapan tersebut, bukan berarti model komunikasi yang awal
sudah ketinggalan jaman
atau out of date. Untuk beberapa kalangan, suku maupun
komunitas masyarakat akan tetap mempertahankan model atau teknologi komunikasi yang
ada selama ini. Walau itu sangat sederhana dan tradisional. Penelitian Cliffort Gerzt pada
masyarakat Jawa-Bali membuktikan hal itu.
‘14
8
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Daftar Pustaka
1. Blake, Reed H. dan Edwin O Haroldsen. (2005). Takonomi Konsep Komunikasi,
Surabaya : Papyrus
2. Cangara, Hafied. (1998). Lintasan Sejarah Ilmu Komunikasi. Jakarta: Usaha
Nasional
3. --------------------. (2007). Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta: PT Rajagrafindo
Persada
4. Dahlan, Sumardi. (2004). Diktat Kuliah Sejarah dan Filsafat Komunikasi. Universitas
Prof. DR Moestopo (Beragama) Jakarta
5. Everette, Rogers. M. (1994). a History of Communication Study. New York : The
Press, Maxwell Macmillan Canada
6. Effendy, Onong Uchjana. (2003). Ilmu, Teori Dan Filsafat Komunikasi. Bandung: PT
Citra Aditya Bakti
7. Little John, Stephen W. (1996).
Theories of Human Communication. California:
Wadsworth Publishing Company
8. Rogers, Everett M. (1986). Communication Technology. New York: The Free Press
9. Sendjaya, S Djuarsa. (2001). Teori Komunikasi. Jakarta: Pusat Penerbitan
Universitas Terbuka
10. Wright, C.R. (1959). Mass Communication: A Sociological Perspective. New York:
Random House
‘14
9
Pengantar Ilmu Komunikasi
Dr. Rulli Nasrullah, M.Si
PusatBahan Ajar dan eLearning
http://www.mercubuana.ac.id
Download