Siaran Pers
21 Oktober 2012
Kontak Anda:
Niken Suryo Sofyan
Phone +62 21-2856 5600
PERKENI dan PT Merck Tbk ingatkan bahaya tiroid
•
Gangguan fungsi tiroid ada dua yaitu kekurangan hormon tiroid (hipotiroid) dan
kelebihan hormon tiroid (hipertiroid).
Kelainan hipotiroid harus diwaspadai terutama oleh wanita usia produktif karena hipotiroid
pada kehamilan dapat menyebabkan kelahiran bayi dengan hipotiroid yang bisa menyebabkan
keterbelakangan mental pada bayi.
Kelainan hipertiroid dapat menyebabkan gangguan pada berbagai fungsi tubuh, termasuk
jantung: hipertiroid yang berat dapat menimbulkan gangguan irama jantung bahkan hingga
gagal jantung.
•
Gejala kelainan tiroid sering tidak disadari dan cenderung diabaikan oleh
masyarakat awam, padahal pemeriksaan awal kelainan tiroid dapat dilakukan di
dokter umum dengan mudah dan cepat melalui pemeriksaan fisik, tes laboratorium
dan pemeriksaan radiologi.
•
Merck Serono, divisi obat resep dari PT Merck Tbk mensponsori pembuatan situs
tentang tiroid yang ditujukan bagi para dokter dan ahli penyakit dalam untuk saling
bertukar informasi mengenai berita tiroid terkini.
Jakarta, 21 Oktober 2012 – Kelenjar tiroid atau yang biasa dikenal sebagai kelenjar gondok adalah kelenjar
kecil berbentuk kupu-kupu yang terdapat di leher bagian tengah. Tugas utama dari kelenjar tiroid ini adalah
membuat dan menyalurkan hormon tiroid keseluruh tubuh. Hormon ini merupakan salah satu pengatur
utama metabolisme tubuh. Itulah sebabnya mengapa dibutuhkan jumlah hormon yang cukup dan secara
terus-menerus untuk menjaga keseimbangan kita. Dalam keadaan hormon tidak memenuhi kebutuhan atau
hipotiroidisme (kekurangan), metabolisme tubuh akan menurun. Sebaliknya hormon yang berlebihan atau
hipertiroidisme (kelebihan) akan mengakibatkan peningkatan metabolisme tubuh.
Gejala umum kelainan tiroid, baik hipo maupun hiper, umumnya ialah pembesaran kelenjar tiroid atau biasa
dikenal dengan gondok/struma. Namun harus dicatat bahwa pada beberapa kasus, kelainan tiroid tidak
disertai dengan gondok.
• Gejala utama hipotiroid antara lain adalah: pada masa pertumbuhan dapat menurunkan kapasitas
intelektual, meningkatnya berat badan, pelupa, kram otot, suara berat dan parau, gerakan lamban,
sering mengantuk walau cukup tidur, sembelit dan tidak tahan dingin.
• Gejala utama hipertiroid antara lain adalah: berat badan menurun, banyak makan, keringat
berlebihan, tremor, jantung berdebar-debar, mata yang terlihat menonjol/melotot, tangan
berkeringat, gangguan haid pada wanita dan emosional.
“Saat ini tiroid menempati urutan kedua daftar penyakit endokrin setelah diabetes. Sebesar 10%–20%
1
pasien endokrin menderita gangguan tiroid ”, ujar Prof.DR.dr.H.Achmad Rudijanto, SpPD KEMD FINASIM,
Ketua Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI), “Minimnya pengetahuan masyarakat akan gejala
dan kelainan tiroid memotivasi kami untuk mensosialisasikan kelainan-kelainan kelenjar tiroid. Pengetahuan
ini penting untuk memberikan penanganan dini kelainan tiroid sehingga bisa segera diatasi dan
disembuhkan,” tambahnya.
Hipotiroid pada wanita hamil dan bayi
Kelainan Hipotiroid pada wanita 5-7 kali lebih banyak dibandingkan pria. Diperkirakan sekitar 2,5% wanita
2
hamil mengalami hipotiroid . “Penting bagi wanita usia produktif mengetahui dirinya mengidap hipotiroid
atau tidak, karena hipotiroid pada wanita hamil akan menyebabkan lahirnya bayi dengan keterbelakangan
mental dan cacat fisik,” jelas Prof.DR.dr.H.Achmad Rudijanto, SpPD KEMD, FINASIM atau juga dikenal
sebagai Prof. Rudi lebih lanjut, “Tidak seperti hipertiroid yang memberikan gejala nyata, hipotiroid seringkali
tidak disadari gejalanya sehingga banyak pasien tidak menyadari bahwa dirinya memiliki kadar tiroid yang
rendah.”
Masih berhubungan dengan hipotiroid pada ibu hamil, hipotiroid pada bayi baru lahir merupakan masalah
serius. Kekurangan hormon tiroid pada bayi dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan dan
perkembangan (kretinisme) serta keterbelakangan mental. Gejala yang harus diperhatikan adalah bayi
jarang menangis, tidak sering buang air besar dan kesulitan minum ASI.
Selain hipotiroid, hipertiroid juga patut diwaspadai pada saat kehamilan. Dengan pengobatan yang tepat
kondisi ibu dan janin akan tetap baik. Namum apabila tidak diobati atau tidak terkontrol dapat
mengakibatkan gagal jantung pada ibu, kematian janin atau kelahiran prematur.
1
Seminar Media “Hipogonadisme pada Pria dan Masalah Keganasan Kelenjar Tiroid” oleh PERKENI di Hotel Mandarin,
Jakarta (4/7)
2
Pedoman Pengendalian Penyakit Tiroid/Kemenkes RI Direktorat Pengendalian Penyakit Tidak Menular/dr.Wismandari
Wisnu,SpPD/2010
Hipertiroid dan penyakit jantung
Komplikasi hipertiroid dapat terjadi pada berbagai organ, termasuk jantung. Dimana biasanya hipertiroid
yang berat dapat menimbulkan gangguan irama jantung bahkan hingga gagal jantung, gejala hipertiroid
umumnya disertai jantung berdebar-debar, denyut nadi cepat, sesak nafas saat beraktifitas dan kaki
bengkak.
“Masyarakat diharapkan dapat lebih peduli mengenai kelainan tiroid karena hal ini dapat menyerang segala
usia,“ jelas Prof. Rudi lagi, “Untuk itu masyarakat dihimbau untuk melakukan pemeriksaan awal kelainan
tiroid yang dapat dengan mudah dilakukan di dokter umum. Dokter dapat mendeteksi adanya kelainan
dengan melalui wawancara dengan pasien, pemeriksaan pada leher dan bila dicurigai adanya tiroid,
langkah selanjutnya adalah melakukan pemeriksaan kadar TSH (Thyroid Stimulating Hormone) dan kadar
hormon tiroksin di laboratorium.”
th
Pada 10 Asia and Oceania Thyroid Association Congress (AOTA) di Bali, Prof. Dr.dr. Johan S Masjhur,
SpPD-KEMD, SpKN, Ketua Kelompok Studi Tiroid, PERKENI, sekaligus Ketua Panitia Kongres AOTA kali
ini menjelaskan bahwa edukasi tentang bahaya tiroid telah dilakukan PERKENI selama beberapa tahun
belakangan ini, “Kami banyak melakukan antara lain forum-forum diskusi baik di dalam maupun luar negeri.”
Program edukasi yang dilakukan PERKENI didukung oleh Merck Serono, divisi obat resep dari PT Merck
Tbk yang pada kesempatan yang sama memperkenalkan sebuah situs tentang tiroid yang ditujukan bagi
para dokter dan ahli penyakit dalam untuk berbagi informasi terakhir mengenai tiroid. “Situs ini menegaskan
komitmen PT Merck Tbk dalam mendukung PERKENI mensosialisasikan bahaya kelainan tiroid. Kami
mengharapkan bahwa keberadaan situs ini dapat menjadi media komunikasi para dokter dalam bertukar
informasi terkini seputar tiroid,” jelas Sulfina Arindah, Business Unit Director Merck Serono. Ditambahkan
oleh Sulfina bahwa Merck Serono bekerja sama dengan PERKENI juga menyelenggarakan seminar untuk
publik tentang tiroid secara berkala.
Tentang Merck
Merck merupakan perusahaan farmasi dan kimia dengan total pendapatan € 10,3 milyar pada tahun 2011, sebuah
sejarah yang dimulai pada tahun 1668, dan masa depan yang dibentuk oleh sekitar 40.000 karyawan di 67 negara.
Kesuksesan Merck ditandai dengan beragam inovasi para karyawan yang berjiwa pengusaha. Merck beroperasi
dibawah payung Merck KGaA, dimana keluarga Merck memegang 70% saham dan publik memegang 30%. Pada 1917
di Amerika, anak perusahaan yang bernama Merck & Co memisahkan diri dan sejak itu menjadi perusahaan mandiri.
Anda dapat mengunjungi www.merckgroup.com untuk mendapatkan informasi lengkap mengenai kantor pusat kami.
Di Indonesia, PT Merck Tbk didirikan pada 14 Oktober 1970. Perusahaan menjual sahamnya kepada publik pada tahun
1981 dan menjadi salah satu perusahaan pertama yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Mayoritas saham dimiliki oleh
Grup Merck, yang berkantor pusat di Jerman, salah satu perusahaan farmasi dan kimia tertua di dunia.
PT Merck Tbk adalah perusahaan multinasional terkemuka dalam bisnis farmasi dan bahan kimia di Indonesia.
•
Di bidang farmasi, Perseroan menghasilkan dan memasarkan produk farmasi yang dikenal di masyarakat seperti
Neurobion®, Sangobion® dan Glucophage® dalam fasilitas CGMP yang tersertifikasi.
•
Dalam bidang Kimia, Perseroan memasarkan bahan kimia untuk laboratorium, bahan baku farmasi, makanan,
hygiene monitoring, bioscience, rangkaian produk untuk uji kualitas air dan makanan serta pigmen untuk berbagai
aplikasi industri (cat, otomotif, kosmetik, dll), dan produk khusus kimia lainnya.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai PT Merck Tbk, Anda dapat mengunjungi www.merck.co.id
Download

Siaran Pers - Merck Indonesia