TUJUAN INSTRUKSIONAL
1. UMUM :
Mengetahui dan memahami tentang pengertian prosesproses sosial, interaksi sosial, dan hubungan sosial dalam
kehidupan bermasyarakat
2. KHUSUS :
– Mengetahui dan menjelaskan tentang proses sosial
– Mengetahui bentuk-bentuk proses sosial, interaksi sosial,
dan hubungan antar anggota kelompok sosial sebagai
proses sosial yang terjadi ditengah masyarakat.
– Mengetahui jenis interaksi dan hubungan sosial sebagi
dasar terjadinya proses sosial, dan dinamika sosial yang
tumbuh dikalangan masyarakat pedesaan.
Proses sosial
Proses individu/
anggota belajar dan
berpartisipasi dalam
hidup bermasyarakat
Interaksi
sosial
“DIRI” manusia berkembang secara bertahap melalui
interaksi anggota masyarakat, dan kelompok sosial
dimana manusia dilahirkan.
Seseorang (Diri)
berkembang melalui interaksinya dengan orang lain
looking glass self (menatap cerminan diri)
Melalui tiga tahap
1. Seseorang mempunyai persepsi mengenai pandangan
orang lain terhadapnya
2. Seseorang mempunyai persepsi mengenai penilaian
orang lain terhadap penampilannya
3. Seseorang mempunyai perasaan terhadap apa yang
dirasakannya
sebagai
penilaian
orang
lain
terhadapnya.
Koentjoroningrat, 1979 : Proses dan interaksi sosial di
pedesaan dapat dilihat dari kegiatan masyarakat
pedesaan, mata pencaharian, sistem tolong
menolong, jiwa gotong royong, musyawarah, dan jiwa
musyawarah.
Pekerjaan masyarakat pedesaan tidak terbatas,
seringkali sepanjang waktu. Dalam kegiatan inilah
proses sosial dan interaksi sosial terus barlangsung.
PROSES SOSIAL ASSOSIATIF
Proses sosial
Proses/Interaksi
Sosial Asosiatif
1. Kerjasama
2. Akomodasi
3. Assimilasi
Proses/Interaksi
Sosial Dissosiatif
1. Persaingan
2. Kontraversi
3. Konflik
Kerjasama
proses sosial yang selalu ada (manusia tidak dapat hidup
tanpa bantuan orang lain)
Kerjasama spontan : masyarakat secara spontan akan
bekerjasama mengatasi masalah yang ada.
Kerjasama langsung : terjadi karena adanya perintah atau
aturan tertentu.
Kerjasama Kontrak : terjadi karena ada perjanjian untuk
melakukan sesuatu dengan bersama-sama, sangat mengikat
antara yang satu dengan lainnya.
Kerjasama tradisional : kerjasama yang lahir dari sebuah
sistem sosial, dikemas dalam aturan adat istiadat dengan
konsekuensi secara adat pula.
Bentuk kerjasama lainnya :
• Kerukunan  gotong royong dan tolong menolong
• Bargaining  pelaksanaan perjanjian pertukaran
barang/jasa antara dua kelompok atau lebih
• Kooptasi  penerimaan unsur-unsur baru dalam
kepemimpinan atau pelaksanaan politik untuk
menghindari kegoncangan stabilitas organisasi
• Koalisi  gabungan dari dua kelompok atau lebih
yang memiliki tujuan yang sama
• Joint venture  kerjasama dua kelompok atau lebih
dalam mengerjakan proyek-proyek.
Bentuk kerjasama dalam usaha pertanian (contract
farming) antara lain penyakap, penggarap, maro.
Akomodasi
 proses sosial yang terjadi secara otomatis untuk
menyeimbangkan, dan menjaga stabilitas antara sesama
individu atau anggota kelompok masyarakat
Soedjono Soekanto, 1999 :
Akomodasi bertujuan untuk mengurangi pertentangan
dengan menghasilkan kesepakatan dan pola-pola baru,
mencegah meledaknya suatu pertentangan untuk
sementara waktu.
Bentuk-bentuk Akomodasi
• Coersy/Paksaan, compromise pihak yang terlibat
menurunkan tuntutannya agar tercapai penyelesaian.
• Arbitrase, mediation,  perlu pihak ketiga yang netral
untuk menyelesaikan pertentangan.
• Consiliation, usaha mempertemukan keinginan pihak
yang bersengketa untuk mencapai tujuan bersama.
• Toleransion, lebih merupakan mekanisme kearifan
manusia untuk menyelesaikan pertentangan.
• Stalematte, pertentangan yang terhenti tetapi tidak
ada penyelesaian karena adanya kekuatan yang sama
dari kelompok yang bertentangan.
• Adjudcation, penyelesaian pertentangan di pengadilan
Asimilasi
 proses sosial dalam taraf lanjut dengan usaha
mengurangi perbedaan, meningkatkan kesatuan tindak,
sikap dan proses-proses mental, memperhatikan
kepentingan asimilasi serta tujuan bersama.
Orang-orang yang melakukan asimilasi ke dalam
kelompok masyarakat yang lain, maka dia tidak akan
lagi membedakan dirinya dengan kelompok tersebut,
sehingga merekapun akan mengidentifikasikan dirinya
dengan kepentingan dan tujuan kelompok.
Proses asimilasi dapat terjadi bila ada
• Kelompok manusia yang berbeda kebudayaannya
• Individu sebagai anggota kelompok saling bergaul secara
langsung dan intensif untuk jangka waktu yang lama
• Kebudayaan dari masing-masing kelompok berubah dan
saling menyesuaikan diri.
Proses asimilasi lebih cepat bila
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Tidak mengalami hambatan ataupun pembatasan.
Interaksi bersifat primer, dengan frekuensi tinggi.
Toleransi seimbang, dan saling menghargai.
Sikap terbuka penguasa masyarakat.
Ada unsur kesamaan kebudayaan.
Perkawinan campuran.
Ada kesamaan ancaman dari kelompok lainnya.
Hambatan proses asimilasi
• isolasi di masyarakat
• kurangnya pengetahuan kebudayaan yang dihadapi
• takut dan rendah diri atau merasa lebih tinggi pada
kebudayaan yang dihadapinya.
• ras, suku, agama, group feeling, sikap menindas pada
kelompok minoritas.
• pertentangan kepentingan kelompok dan
kepentingan pribadi.
PROSES SOSIAL DISSOSIATIF
(Oppositional processes)
Persaingan
Berfungsi sebagai tempat menyalurkan
keinginan individu atau kelompok yang bersifat
kompetitif, mendapatkan keinginan yang
dihargai saat itu, dan sebagai penyaring dalam
pembagian pekerjaan.
Kontraversi
Ditandai dengan adanya ketidak-pastian
mengenai diri seseorang, rencana dan perasaan
tidak suka yang disembunyikan.
Kontraversi dapat berbentuk penolakan,
perlawanan, perbuatan menghalang-halangi,
protes, gangguan, kekerasan, dan tindakan
perbuatan yang sifatnya mengacaukan.
Kontraversi dapat berlangsung intensif maupun
dengan rahasia.
Konflik
Proses atau kondisi ketika individu atau kelompok,
berusaha mencapai tujuan dengan menentang
pihak lain disertai ancaman dan kekerasan, karena
adanya perbedaan.
Pertentangan dapat bersifat pribadi, rasial, antar
kelas sosial, politik, bahkan mungkin internasional.
Konflik ini dapat memunculkan solidaritas dalam
kelompok atau bahkan kehancuran dan keretakan
kelompok, perubahan kepribadian individu,
hilangnya harta benda dan nyawa, serta tunduknya
pihak lawan.