3 TM – Tindakan, Interaksi, Perubahan Sosial (sosiologi ekonomi)

advertisement
 Tindakan Sosial
 Interaksi Sosial
1
Tindakan Sosial
Tindakan Sosial
 Sebagai anggota masyarakat tindakan manusia dapat mempengaruhi
atau dipengaruhi kondisi masyarakat setempat. Tindakan yang
mempengaruhi dan/atau dipengaruhi oleh orang lain atau kelompok
manusia inilah yang disebut Tindakan Sosial
Tidak semua tindakan manusia dapat dianggap tindakan sosial.
Dikatakan sebagai tindakan sosial adalah bila:
1. Tindakan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan perilaku
orang lain.
2. Tindakan sosial mempunyai arah & akibat  Sosiologi Interpretatif.
3. Tindakan yang mempengaruhi dan dipengaruhi oleh orang lain atau
kelompok manusia.
2
Tindakan Sosial
Secara umum tindakan manusia dapat dikelompokkan menjadi beberapa tipe
sebagai berikut:
1. Tindakan rasional instrumental, dimana seseorang bertindak berdasarkan
pada akal atau rasio dengan memperhitungkan kesesuaian antara cara dan
tujuan yang hendak dicapai. Alat atau instrument yang digunakan untuk
mencapai tujuan itu akan dipertimbangkan secara rasional.

Contoh ibu rumah tangga mempergunakan uangnya untuk beli minyak
goreng curah ketimbang minyak goreng dalam kemasan.
2. Tindakan rasional berorientasi nilai, merupakan tindakan yang
berorientasi pada nilai tertentu dengan menitikberatkan pada cara atau proses
bagaimana mencapai tujuan tersebut. Tindakan ini biasanya berkaitan
dengan nilai-nilai dasar yang hidup di dalam masyarakat.

Misalnya tindakan yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah agama atau
keyakinan tertentu di masyarakat.
3
Tindakan Sosial
3. Tindakan tradisional adalah tindakan yang kadangkala dilakukan tanpa
menyadari alasan mengapa tindakan itu dilakukan namun karean sudah
menjadi kebiasaan, maka bila tidak dilakukan maka seolah-olah kita telah
melakukan kesalahan.

Misalnya, anak mencium tangan orang tuanya saat pergi atau pulang
sekolah. (Bandingkan dengan anak sekolah di luar negeri). Tindakan ini
dilakukan karena dianggap sebagai sesuatu yang bernilai baik dan benar.
5. Tindakan afektif, adalah tindakan yang sebagian besar dikuasai perasaan atau
emosi yang berlebihan tanpa pertimbangan yang masak atau perencanaan
yang matang dan tanpa kesadaran penuh. Tindakan ini akan lebih tidak
terkendali bila berada ditengah massa.

Contohnya adalah supporter sepakbola.
4
Interaksi Sosial
• Interaksi sosial dapat dikatakan sebagai suatu konsep yang sangat penting di
dalam sosiologi. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan
sosial. Tanpa interaksi sosial, maka kehidupan bersama tidak mungkin ada.
Aktivitas sosial tidak mungkin berkembang.
• Interaksi sosial dapat diartikan dengan “Hubungan-hubungan Sosial yang
dinamis menyangkut hubungan antar individu, kelompok dengan kelompok,
individu dengan kelompok” Orang berinteraksi terutama dengan
menggunakan simbol, isyarat, dan/atau kata-kata. Beberapa arti dapat
dikomunikasikan tanpa kata-kata, seperti sikap tidak senang, ungkapan rasa
suka.
5
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
A. Yang menuju ke arah kerjasama (assosiatif)
1.
Kerjasama (cooperation)
2. Akomodasi
3.
Asimilasi
B. Yang menuju ke arah perpecahan (disassosiatif)
1.
Persaingan (competition)
2. Kontraversi
3.
Pertentangan (conflict)
6
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
A.1. Kerjasama
 Timbul apabila orang menyadari bahwa mereka mempunyai kepentingankepentingan yang sama dan pada saat yang bersamaan mempunyai cukup
pengetahuan dan pengendalian terhadap diri sendiri untuk memenuhi
kepentingan-kepentingan tersebut, kesadaran akan adanya kepentingankepentingan yang sama dan adanya organisasi merupakan fakta-fakta yang
penting dalam kerjasama yang berguna. (Charles H. Cooley)
Bentuk – Bentuk Kerjasama
1.
Kerukunan: Gotong Royong / Gugur Gunung / Tolong menolong.
2.
Bargaining: Pelaksanaan perjanjian mengenai pertukaran barang dan atau
jasa antara dua organisasi atau lebih.
3.
Koalisi: Kombinasi dua organisasi atau lebih yang mempunyai tujuan yang
sama.
4.
Joint Venture: Kerjasama dalam pengusahaan proyek.
7
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
A.2. Akomodasi
 Suatu proses penyesuaian sosial dalam interaksi antara pribadi dan kelompokkelompok manusia untuk meredakan pertentangan. Usaha-usaha untuk
menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan sehingga
lawan pun tidak kehilangan kepribadiannya.
 Menurut Gillin dan Gillin, akomodasi adalah suatu proses dimana orang
perseorangan atau kelompok-kelompok manusia yang mula-mula saling
bertentangan, kemudian mengadakan penyesuaian diri untuk mengatasi
ketegangan-ketegangan.
Tujuan Akomodasi
1.
Mengurangi pertentangan sebagi akibat perbedaan faham.
2. Mencegah meledaknya suatu pertentangan.
3. Memungkinkan terjadinya kerjasama.
4. Mengusahakan peleburan kelompok sosial.
8
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
Bentuk-Bentuk Akomodasi
1. Coercion.
Bentuk akomodasi yang prosesnya dilaksanakan karena adanya paksaan. Contohnya
perbudakan.
2. Compromise.
Salah satu pihak bersedia untuk merasakan dan memahami keadaan pihak lain.
3. Arbitration:
Pertentangan diselesaikan oleh pihak ketiga yg dipilih kedua belah pihak
4. Mediation:
Sama seperti arbitration hanya pihak ketiga tidak mempunyai wewenang memberi
keputusan.
5. Conciliation
Usaha untuk mempertemukan keinginan-keinginan pihak yang berselisih. Sifatnya lebih
lunak dibanding coerrcive.
6. Toleration.
Bentuk akomodasi tanpa persetujuan formal bisa timbul tanpa sengaja atau tidak disadari.
7. Ajudication.
Penyelesaian perkara atau sengketa di pengadilan.
9
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
A.3. Asimilasi
 Asimilasi adalah suatu usaha yang dilakukan oleh perorangan atau kelompok
untuk mengurangi perbedaan diantara mereka.
 Proses sosial yang timbul bila ada kelompok masyarakat dengan latar belakang
kebudayaan yang berbeda. Lambat laun kebudayaan asli mereka akan berubah
sifat & wujudnya membentuk kebudayaan baru sebagai kebudayaan campuran.
Faktor-faktor yang mempermudah Asimiliasi
1.
Toleransi.
2.
Kesempatan yang seimbang.
3.
Sikap terbuka dan saling menghargai
4.
Persamaan unsur kebudayaan.
5.
Perkawinan campuran.
10
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
B.1 Persaingan

Suatu proses sosial dimana individu atau kelompok manusia yang
bersaing mencari keuntungan melalui bidang-bidang kehidupan
tanpa menggunakan ancaman kekerasan.
Bentuk-bentuk persaingan:
1.
Persaingan ekonomi.
2. Persaingan kebudayaan.
3.
Persaingan kedudukan & peranan
4. Persaingan ras.
11
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
B.1 Persaingan
Fungsi Persaingan
1. Mengasah sifat kompetitif, karena manusia selalu ingin yg terbaik.
2. Sumber penemuan baru.
3. Alat untuk menseleksi.
4. Menghasilkan pembagian kerja yang efektif.
Hasil persaingan terkait
1. Kepribadian seseorang.
2. Kemajuan dalam masyarakat
3. Solidaritas kelompok
4. Disorganisasi
12
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
B.2. Kontraversi
 Sikap mental yang tersembunyi terhadap orang-orang lain. Sikap ini kadang
dapat berubah menjadi kebencian tetapi tidak sampai menjadi pertentangan.
Lawan tidak diserang secara fisik melainkan secara psikologis.
 Kontraversi bila dibandingkan dengan persaingan / pertentangan bersifat agak
tertutup & bersifat rahasia. Perang dingin merupakan kontraversi karena
tujuannya membuat lawan tidak tenang. Dalam hal ini lawan tidak diserang
secara fisik tetapi secara psikologis. Wujudnya bisa memfitnah, memaki-maki,
menyebarkan desas-desus dengan surat selebaran, dll.
 Gejala ada / tidak kontraversi dapat dilihat dari ada atau tidaknya perasaan
tidak suka, kebencian, keraguan yang tidak diungkapkan.
Para sosiolog mengatakan bahwa tipe kontraversi adalah:
1. Kontravensi antar masyarakat.
2. Antagonisme agama.
3. Kontravensi intelektual, yang terjadi karena kesombongan dikarenakan
memiliki pengetahuan yang tinggi.
4. Opisisi moral yang terjadi karena perbedaan kebudayaan.
13
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
B. 3. Pertikaian
 Gejala atau fenomena sosial yang bersifat universal, merupakan bagian dari
kehidupan masyarakat.
 Terjadi karena perbedaan paham dan kepentingan yang sangat sehingga
menimbulkan adanya semacam gap atau jurang pemisah yang mengganjal
interaksi sosial di antara mereka yang bertikai tersebut.
 Konflik berasal dari bahasa latin configere, yang artinya saling memukul.
Konflik berarti pertentangan atau perbedaan antara dua kekuatan yang
disertai intimidasi dan kekerasan untuk saling menguasai.
Bentuk – Bentuk Khusus Konflik
1.
Konflik Pribadi.
2. Konflik Rasial
3. Konflik Kelas Sosial.
4. Konflik Politik.
5. Konflik Internasional.
14
Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial
Hal-hal yang menimbulkan terjadinya konflik:
1. Perbedaan prinsip.
2. Perbedaan kebudayaan / perubahan sosial.
3. Benturan kepentingan tentang obyek yang sama.
4. Perbedaan sistem hukum.
5. Perbedaan kepentingan politik.
Akibat Konflik
1. Tambahnya solidaritas in-group.
2. Retaknya kelompok.
3. Perubahan kepribadian.
4. Jatuhnya korban hilangnya harta.
5. Dominasi salah satu group.
15
Tindakan dan Interaksi Sosial
 Tugas Anda dalam materi Tindakan Sosial dan Interaksi
Sosial adalah
1. Mencari contoh kasus yang berkaitan dengan
tindakan sosial dan interaksi sosial di daerah terentu
di Indonesia ataupun bisa di luar negeri (silahkan pilih
salah satu)
2. Menganalisa perkembangan tindakan sosial dan
interaksi sosial yang positif / baik
3. Merekomendasikan
solusi
dari
permasalahan
tindakan sosial dan interaksi sosial yang tidak
baik/bermasalah
16
Download