1 BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Masalah Kewajiban

advertisement
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Masalah
Kewajiban dalam menyusun laporan keuangan oleh setiap instansi
pemerintah daerah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang
Keuangan Negara dan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintah Daerah. Laporan keuangan pemerintah daerah disampaikan kepada
Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) untuk selanjutnya
dilakukan pemeriksaan atau audit. Laporan Keuangan Pemerintah Propinsi
Sumatera Utara sampai dengan tahun 2014 masih mengacu pada Peraturan
Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 yang terdiri dari: Laporan Realisasi Anggaran
(LRA), Neraca, Laporan Arus Kas (LAK), dan Catatan Atas Laporan Keuangan
(Calk).
Sejak tahun 2015 Laporan Keuangan Pemerintah Propinsi Sumatera Utara
yang disampaikan telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan
yang diatur didalam Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010. Laporan
Keuangan yang disampaikan terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA),
Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL), Neraca, Laporan
Operasional (LO), Laporan Arus Kas(LAK), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE)
dan Catatan Atas Laporan Keuangan (Calk). BPK-RI akan memberikan opini atas
laporan keuangan setelah dilakukan pemeriksaan. Sesuai dengan Undang-Undang
Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab
1
Universitas Sumatera Utara
Keuangan Negara opini pemeriksa terdiri atas 4 (empat) yaitu: 1)Opini Wajar
Tanpa Pengecualian (Unqualified Opinion); 2)Opini Wajar Dengan Pengecualian
(Qualified Opinion); 3)Opini Tidak Wajar (Adversed Opinion); 4)Pernyataan
menolak memberikan opini (disclaimer of opinion).
Laporan keuangan merupakan hasil refleksi dari sekian banyak transaksi
yang terjadi dalam suatu perusahaan. Transaksi dan peristiwa yang bersifat
financial dicatat, digolongkan, dan diringkaskan dengan cara setepat-tepatnya
dalam satuan uang, dan kemudian diadakan penafsiran untuk berbagai tujuan.
Berbagai tindakan tersebut tidak lain adalah proses akuntansi yang pada
hakikatnya merupakan seni pencatatan, penggolongan, dan peringkasan transaksi
dan peristiwa, yang setidak-tidaknya sebagian bersifat financial, dalam cara yang
tepat dan dalam bentuk rupiah, dan penafsiran akan hasil-hasilnya.
Pemerintah daerah harus dapat mempersiapkan diri melakukan pengelolaan
keuangan daerah sesuai dengan peraturan dan ketentuan yang berlaku, pemerintah
perlu memperhatikan kualitas dari laporan keuangan. Kriteria untuk menilai
kualitas laporan keuangan adalah dapat dipahami, relevan, andal, dan dapat
diperbandingkan.
Keandalan adalah kemampuan informasi untuk memberi keyakinan
bahwa informasi tersebut benar atau valid. Informasi yang memiliki kualitas
andal adalah apabila informasi tersebut bebas dari pengertian yang menyesatkan,
kesalahan material, dan dapat diandalkan pemakainya sebagai penyajian yang
jujur (faithful representation) dari yang seharusnya disajikan atau yang secara
wajar diharapkan dapat disajikan.
2
Universitas Sumatera Utara
Kualitas sumber daya manusia merupakan kemampuan sumber daya
manusia untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan dengan
bekal pendidikan, pelatihan dan pengalaman yang cukup memadai. Kinerja
sumber daya manusia adalah kemampuan seseorang atau individu untuk
melaksanakan fungsi fungsi atau kewenangannya untuk mencapai tujuannya
secara efektif dan efisien. Kapasitasnya harus dilihat sebagai kemampuan untuk
mencapai kinerja, untuk menghasilkan keluaran-keluaran (output) dan hasil-hasil
(outcomes). Kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu memahami
logika akuntansi dengan baik, maka kegagalan sumber daya manusia Pemerintah
Daerah dalam memahami dan menerapkan logika akuntansi akan tidak akan
berdampak pada kekeliruan laporan keuangan yang dibuat dan laporan tersebut
akan sesuai dengan standar yang ditetapkan pemerintah.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 tentang Sistem
Pengendalian Intern Pemerintah menyebutkan bahwa Sistem Pengendalian Intern
(SPI) adalah proses yang integral pada tindakan dan kegiatan yang dilakukan
secara terus menerus oleh pimpinan dan seluruh pegawai untuk memberikan
keyakinan memadai atas tercapainya tujuan organisasi melalui kegiatan yang
efektif dan efisien, keandalan pelaporan keuangan, pengamanan aset negara, dan
ketaatan terhadap peraturan perundang-undangan.
Pemakai laporan keuangan menuntut laporan keuangan auditan yang dapat
dipercaya dan menyediakan informasi yang lebih lengkap dan benar sehingga
dapat dijadikan dasar untuk mengambil keputusan. Harapan para pemakai laporan
keuangan terhadap laporan keuangan auditan terkadang melebihi apa yang
3
Universitas Sumatera Utara
menjadi peran dan tanggung jawab auditor. Semakin banyaknya tuntutan
masyarakat mengenai profesionalisme auditor menunjukkan besarnya expectation
gap. Expectation gap terjadi ketika ada perbedaan antara apa yang masyarakat
atau pemakai laporan keuangan harapkan dari auditor dan apa yang sebenarnya
dilakukan oleh auditor.
Expectation gap adalah perbedaan antaraapa yang masyarakat dan pemakai
laporan keuangan percayai atau harapkan dariauditor dengan apa yang auditor
yakini menjadi tanggung jawabnya. Yang perluditekankan dalam expectation gap
adalah harapan masyarakat atau para pemakailaporan keuangan terhadap auditor
tentang laporan keuangan secara nyatamelebihi peran auditor dan opini
auditnya.Auditor memiliki persepsi yang lebih positif mengenai isu auditordan
proses audit, dibandingkan oleh pemakai laporan keuangan auditanpemerintah
yang antara lain disebabkan faktor pendidikan dan pengalaman.
Pendidikan yang dimiliki oleh auditor, baik pendidikan formal maupun
informal,meningkatkan pengetahuan yang benar mengenai peran dan tanggung
jawabauditor dalam melaksanakan auditing. Selain itu, pengalaman yang dimiliki
olehauditor juga meningkatkan ketrampilan auditing, sehingga auditor benarbenarmengerti peran dan tanggung jawabnya. Sedangkan pemakai laporan
keuanganmemiliki persepsi yang negatif mengenai peran dan tanggung jawab
auditorkarena pengetahuan yang dimiliki terbatas sehingga kurang mengerti
secarabenar
mengenai
auditing,
yang
ditunjukkan
dengan
menganggap
bahwaakuntansi dan auditing merupakan hal yang sama.
4
Universitas Sumatera Utara
Expectation gap tidak hanya terjadi dalam lingkungan audit sektor swasta.
Expectation gap juga terjadi di lingkungan audit sektor publik, mengingat sektor
publik pun turut menggunakan laporan keuangan pemerintah. Adapun para
pemakai laporan keuangan pemerintah adalah masyarakat, wakil rakyat, lembaga
pengawas, lembaga pemeriksa, dan pemberi donasi. Auditor pemerintah sendiri
dibagi menjadi dua, yaitu auditor internal dan eksternal. Auditor internal
merupakan unit pemeriksa yang merupakan bagian dari organisasi yang diawasi.
Auditor internal terdiri dari Inspektorat Jenderal Departemen, Satuan Pengawas
Intern (SPI) di lingkungan lembaga negara dan BUMN/BUMD, Inspektorat
Wilayah Provinsi, Inspektorat Wilayah Kabupaten/Kota, dan Badan Pengawas
Keuangan dan Pembangunan (BPKP), sedangkan auditor eksternal yaitu Badan
Pemeriksaan Keuangan (BPK) yang merupakan lembaga pemeriksa independen.
Audit eksternal sendiri merupakan unit pemeriksa yang berada diluar organisasi
yang diperiksa.
Dari uraian diataspeneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul
“Pengaruh Keandalan Laporan Keuangan, Sumber Daya Manusia dan
Pengendalian Internal terhadap Audit Expectation Gap di Pemerintah Kota
Binjai.”
5
Universitas Sumatera Utara
1.2
Perumusan Masalah
Adapun
rumusan
masalah
yang
ditarik
yaituapakah
keandalan
laporan,sumber daya manusia, dan pengendalian internal berpengaruh terhadap
audit expectation gap di Pemerintah Kota Binjai?
1.3
Tujuan Penelitian.
Setiap penelitian harus memiliki tujuan yang jelas agar sasaran yang
diinginkan dapat tercapai. Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah
untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh keandalan laporan keuangan,
sumber daya manusia, dan pengendalian internal terhadap audit expectation gap
di Pemerintah Kota Binjai.
1.4
Manfaat Penelitian
Adapun manfaat dari penelitian ini adalah:
1. Bagi penulis
Hasil penelitian ini di harapkan dapat menambah dan mengembangkan
wawasan dan dapat mempelajari masalah-masalah yang berkaitan dengan
laporan keuangan dan audit expectation gap.
2. Bagi Pemerintah Kota Binjai
Hasil penelitian ini di harapkan dapat menjadi bahan masukan bagi
Pemerintahan Kota Binjai sehingga kinerja organisasi terkait dapat lebih
baik.
6
Universitas Sumatera Utara
3. Bagi peneliti selanjutnya
Penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan perbandingan dan
referensi dalam melakukan penelitian selanjutnya.
7
Universitas Sumatera Utara
Download