1 Pemerintah Kabupaten Batang Catatan atas Laporan Keuangan

advertisement
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Maksud dan Tujuan Penyusunan Laporan Keuangan
Pengelolaan keuangan daerah diselenggarakan berdasarkan Undang-Undang
Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara, Undang-Undang Nomor 1 Tahun
2004 tentang Perbendaharaan Negara, Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang
Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggungjawab Keuangan Negara, dan Undang-Undang
Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2004 Nomor 446, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5587) sebagaimana telah diubah
dengan Peraturan Pemerintah Pengganti
Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor
23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
5589). Penyusunan laporan keuangan daerah merupakan wujud akuntabilitas
penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah.
Pengelolaan keuangan daerah mencakup keseluruhan kegiatan yang meliputi
perencanaan,
pelaksanaan,
penatausahaan,
pelaporan,
pertanggungjawaban
dan
pengawasan keuangan daerah. Transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan
Pemerintah
Daerah
akan
terwujud
apabila
dapat
menyampaikan
laporan
pertanggungjawaban keuangan pemerintah yang memenuhi prinsip-prinsip tepat waktu
dan disusun dengan mengikuti Standar Akuntansi Pemerintahan.
Pelaporan keuangan daerah adalah laporan pertanggungjawaban pemerintah
daerah atas kegiatan keuangan dan sumber daya ekonomi yang dipercayakan serta
menunjukkan posisi keuangan. Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) disusun
untuk menyediakan informasi yang relevan mengenai posisi keuangan dan seluruh
transaksi yang dilakukan oleh pemerintah daerah selama satu periode pelaporan. LKPD
terutama digunakan untuk membandingkan realisasi pendapatan dan belanja dengan
anggaran yang telah ditetapkan, menilai kondisi keuangan, menilai efektifitas dan
1
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
efisiensi pemerintah daerah, dan membantu menentukan ketaatannya terhadap peraturan
perundang-undangan.
Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah disusun untuk menyajikan informasi
yang bermanfaat bagi para pengguna laporan dalam menilai akuntabilitas dan membuat
keputusan, baik keputusan ekonomi, sosial maupun politik dengan:
1. Menyediakan informasi mengenai kecukupan penerimaan periode berjalan untuk
membiayai seluruh pengeluaran;
2. Menyediakan informasi mengenai kesesuaian cara memperoleh sumber daya
ekonomi dan alokasinya dengan anggaran yang ditetapkan dan peraturan perundangundangan;
3. Menyediakan informasi mengenai jumlah sumber daya ekonomi yang digunakan
dalam kegiatan Pemerintah Kabupaten Batang serta hasil-hasil yang telah dicapai;
4. Menyediakan informasi mengenai upaya Pemerintah Kabupaten Batang dalam
mendanai seluruh kegiatannya dan mencukupi kebutuhan kas;
5. Menyediakan informasi mengenai posisi keuangan dan kondisi Pemerintah Daerah
berkaitan dengan sumber-sumber penerimaan, baik jangka pendek maupun jangka
panjang, termasuk yang berasal dari pungutan pajak dan pinjaman;
6. Menyediakan informasi mengenai perubahan posisi keuangan Pemerintah mengenai
kenaikan atau penurunan sebagai akibat kegiatan yang dilakukan selama periode
pelaporan;
7. Menyediakan informasi mengenai pendapatan, belanja, pembiayaan, aset, kewajiban,
ekuitas dana dan arus kas Pemerintah Daerah.
1.2 Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan
Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2014 disusun
berdasarkan:
2
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 4286);
2.
Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 4355);
3.
Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan
Tanggungjawab Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2004 Nomor 66, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004
Nomor 4400);
4.
Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 446, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan
Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2014 tentang Perubahan
atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 246, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5589);
5.
Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara
Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4438);
6.
Peraturan Pemerintah Nomor 109 Tahun 2000 tentang Kedudukan Keuangan
Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2000 Nomor 210, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
2000 Nomor 4028);
7.
Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah (Lembaran
Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 4219);
3
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
8.
Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 tentang Dana Perimbangan
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 137, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 4575);
9.
Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2005 tentang Sistem Informasi Keuangan
Daerah;
10. Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 139, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4577);
11. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan
Lembaran Negara Repubilk Indonesia Tahun 2005 Nomor 4578);
12. Peratutan Pemerintah Nomor 37 Tahun 2005 tentang Perubahan atas Peraturan
Pemerintah Nomor 23 tahun 2004 tentang Kedudukan Protokoler dan Keuangan
pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 94, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2005 Nomor 4540);
13. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan
Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006
Nomor 25, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor
4614);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan
Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Pertanggungjawaban Kepala
Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor
4693);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi
Pemerintahan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 123,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 5165);
4
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
16. Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan
Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 Tentang Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum;
17. Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Barang Milik
Negara/Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 92,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614);
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman
Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan
Kedua atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang
Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
19. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Barang Milik Daerah;
20. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis
Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum;
21. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 39 Tahun 2012 tentang Perubahan atas
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32 Tahun 2011 tentang Pedoman
Pemberian Hibah dan Bantuan Sosial yang bersumber dari APBD;
22. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 27 Tahun 2013 tentang Pedoman
Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2014;
23. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 1 Tahun 2007 tentang Pokok-Pokok
Pengelolaan Keuangan Daerah;
24. Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pedoman Pengelolaan Barang
Milik Daerah;
25. Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Anggaran
Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2014
(Lembaran Daerah Kabupaten Batang Tahun 2013 Nomor 31);
5
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
26. Peraturan Daerah Kabupaten Batang
Nomor
9 Tahun 2014 tentang Perubahan
Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2014;
27. Peraturan Bupati Batang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi
Pemerintahan Kabupaten Batang sebagaimana beberapa kali diubah terakhir dengan
Peraturan Bupati Nomor 42 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan
Bupati Batang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintahan
Kabupaten Batang;
28. Peraturan Bupati Batang Nomor 19 Tahun 2008 tentang Sistem dan Prosedur
Akuntansi Pemerintahan Kabupaten Batang;
29. Peraturan Bupati Batang Nomor 31 tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis
Pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2014;
30. Peraturan Bupati Batang Nomor 48 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Peraturan
Bupati Batang Nomor 31 Tahun 2013 tentang Petunjuk Teknis Pengelolaan APBD
Tahun 2014.
1.3 Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Batang tahun 2014 memuat
penjelasan dan atau catatan atas laporan keuangan dalam periode Tahun Anggaran 2014
yang disusun dengan sistematika sebagai berikut:
Bab I
Pendahuluan, menjelaskan maksud dan tujuan penyusunan Laporan
Keuangan, Landasan Hukum Penyusunan Laporan Keuangan dan
Sistematika Penulisan Catatan atas Laporan Keuangan.
Bab II
Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan dan Pencapaian Target Kinerja
APBD, yang menjelaskan tentang Ekonomi Makro, Kebijakan Keuangan
dan indikator pencapaian target kinerja APBD.
Bab III
Ikhtisar Pencapaian Kinerja Keuangan, yang menjelaskan ikhtisar realisasi
pencapaian target kinerja keuangan, hambatan dan kendala yang ada dalam
pencapaian target yang telah ditetapkan.
6
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Bab IV
Kebijakan Akuntansi, menjelaskan entitas pelaporan keuangan daerah,
basis akuntansi yang mendasari penyusunan laporan keuangan dan basis
pengukuran yang mendasari penyusunan laporan keuangan.
Bab V
Penjelasan Pos-pos Laporan Keuangan, yang merinci dan menjelaskan
masing-masing
pos-pos
pelaporan
keuangan
mengenai
komponen
pendapatan, belanja, pembiayaan, aset, kewajiban, ekuitas dana, dan
komponen-komponen laporan arus kas.
Bab VI
Penjelasan atas Informasi Non Keuangan.
Bab VII
Penutup.
7
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
BAB II
EKONOMI MAKRO KEBIJAKAN KEUANGAN
DAN PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD
2.1 EKONOMI MAKRO
Kabupaten Batang yang dibentuk dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1965
dan Instruksi Menteri Dalam Negeri RI Nomor 20 Tahun 1965 tanggal 14 Juli 1965
berada pada jalur utara yang menghubungkan Jakarta-Surabaya. Luas daerah Kabupaten
Batang adalah 78.864,16 ha dan mempunyai batas-batas wilayah:
a.
Sebelah utara
: Laut Jawa
b. Sebelah selatan
: Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara
c.
: Kota Pekalongan dan Kabupaten Pekalongan
Sebelah barat
d. Sebelah Timur
: Kabupaten Kendal
Sebagai daerah agraris dimana sektor pertanian dan perkebunan merupakan
sumber mata pencaharian bagi sebagian besar penduduk, luas pemanfaatan lahan
pertanian adalah sebagai berikut:
a.
Tanah sawah
: 22.411,08 Ha
b. Tanah Perkebunan : 7.909,11 Ha
c.
Tegal/Huma
d. Padang Rumput
: 19.250,75 Ha
: 89,95 Ha
Potensi tanaman di sektor ini yang cukup menonjol untuk tanaman pangan adalah
padi, jagung, kacang tanah, ubi, sayur-sayuran dan buah-buahan. Jenis tanaman sayursayuran yang banyak diusahakan adalah bawang merah, bawang daun, kentang, kubis
dan cabai. Sedangkan untuk buah-buahan adalah durian, rambutan, nangka, mangga,
jeruk dan pisang. Untuk jenis tanaman perkebunan adalah kelapa, tebu, teh, coklat, kopi
dan cengkeh.
8
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Potensi perikanan Kabupaten Batang dapat dilihat dari letak geografis di tepi
pantai Laut Jawa dengan garis pantai sepanjang 38,75 km dan lebar 4 mil merupakan
potensi yang sangat strategis untuk pengembangan perikanan laut maupun perikanan
darat yang terdiri dari tambak (air payau) dengan potensi lahan seluas 1.429,2 ha, kolam
air tawar dengan potensi lahan seluas 300 ha dan perairan umum (sungai, waduk, sawah,
dan genangan air).
2.1.1 Struktur Ekonomi
Struktur ekonomi suatu daerah/wilayah menggambarkan seberapa besar
ketergantungan suatu daerah/wilayah terhadap kemampuan produksi dari setiap sektor
ekonomi. Struktur ekonomi terbentuk dari nilai tambah yang diciptakan oleh masingmasing sektor. Dengan melihat kontribusi masing-masing sektor terhadap pembentukan
PDRB, maka dapat diketahui seberapa besar peran suatu sektor dalam menunjang
perekonomian daerah.
Struktur perekonomian di Kabupaten Batang dapat ditunjukkan oleh besarnya
kontribusi masing-masing sektor terhadap total PDRB Kabupaten. Menurut harga
berlaku, pada tahun 2013 sektor pertanian memberikan sumbangan terbesar terhadap
pembentukan PDRB Kabupaten Batang yaitu sebesar 26,92%, disusul sektor industri
pengolahan sebesar 25,92%. Kontribusi terbesar ketiga diberikan oleh sektor
perdagangan sebesar 16,44%. Sektor pertambangan dan penggalian memberikan
sumbangan terkecil yaitu hanya 1,11%.
2.1.2 PDRB Per kapita
PDRB perkapita dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk mengukur atau
menilai indikator tingkat kesejahteraan penduduk suatu daerah/wilayah. PDRB per
kapita diperoleh dari hasil bagi antara nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh sektor
ekonomi di suatu wilayah (PDRB) dengan jumlah penduduk. Oleh karena itu, besar
kecilnya penduduk berpengaruh terhadap nilai PDRB per kapita. Sedang besar kecilnya
9
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
nilai PDRB sangat tergantung pada potensi sumber daya alam dan faktor-faktor yang
terdapat di daerah tersebut.
Perkembangan pendapatan per kapita atas dasar harga berlaku setiap tahun
mengalami peningkatan. Kenaikan pendapatan per kapita terbesar lima tahun terakhir
terjadi pada tahun 2010 sebesar 11,87%. Sedangkan berdasarkan harga konstan
kenaikan pendapatan perkapita tertinggi lima tahun terakhir juga terjadi pada tahun
2010 sebesar 4,98%.
Tabel II.1. Rata-rata Pendapatan Per Kapita Penduduk Kabupaten Batang
Tahun 2008-2012
Tahun
Pendapatan
perkapita adh
berlaku (Rp)
Pertumbuhan
(%)
Pendapatan
perkapita adh
konstan 2000 (Rp)
Pertumbuhan
(%)
2008
5.408.811
11,59
2.678.028
3,08
2009
5.813.081
7,47
2.792.054
3,64
2010
6.503.164
11,87
2.917.243
4,98
2011
7.213.164
10,92
3.059.693
4,88
2012
7.986.815
9,48
3.182.878
4,03
Sumber : BPS Kabupaten Batang
Nilai PDRB Per kapita Kabupaten Batang atas dasar harga berlaku sejak tahun
2008 hingga tahun 2012 mengalami peningkatan secara terus-menerus. Pada tahun 2008
nilai PDRB per kapita tercatat sebesar Rp5,40 juta, dan secara nominal terus mengalami
kenaikan hingga tahun 2012 mencapai Rp3,18 juta. Kenaikan PDRB per kapita secara
riil dapat dilihat dari nilai PDRB berdasarkan harga konstan 2000. Secara riil, Ternyata
dari nilai PDRB per kapita sejak tahun 2008 terus mengalami kenaikan dari sebesar
Rp2,67 juta menjadi Rp3,18 juta di tahun 2012.
2.1.3 Pertumbuhan Ekonomi dan Laju Inflasi
Pertumbuhan
ekonomi
merupakan
pertumbuhan
produk
domestik
yang
mencerminkan kinerja perekonomian suatu daerah. Andil terhadap pertumbuhan
10
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
ekonomi dapat diamati secara sektoral, spasial, dan penggunaan nilai tambah, sehingga
pemerintah pusat maupun pemerintah daerah dapat mengambil kebijakan pada sektor,
wilayah atau komponen penggunaan apa yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi di
Kabupaten Batang.
Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang pada tahun 2013 mencapai 5,17
persen, naik sekitar 0,15 poin dibanding dengan laju pertumbuhan ekonomi tahun 2012
yang sebesar 5,02 persen.
Tabel II.2. Pertumbuhan Ekonomi Sektoral Kabupaten Batang 2009-2013 (%)
Sektor
2009
2010
2011
2012
2013
1. Pertanian
2,78
2,95
2,38
1,62
3,03
2. Pertambangan & Penggalian
4,49
4,4
3,51
5,28
5,01
3. Industri Pengolahan
2,19
4,83
5,72
4,71
4,95
4. Listrik, Gas dan Air bersih
3,68
5,87
2,96
5,59
5,9
5. Bangunan
4,36
4,04
3,92
5,64
5,87
6. Perdagangan, Hotel dan Restoran
4,46
5,33
5,89
7,36
7,49
7. Angkutan dan Telekomunikasi
8. Keuangan, Persewaan dan Jasa
Perusahaan
6,29
7,16
7,25
5,83
5,58
4,05
5,56
6,69
7,79
8,89
9. Jasa-jasa
6,97
8,63
9,17
7,74
5,03
3,72
4,97
5,26
5,02
5,17
PDRB
Sumber : BPS Kabupaten Batang
Andil sektoral yang terbesar dalam laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang
pada tahun 2013 disumbang oleh sektor Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan
dengan pertumbuhan sebesar
8,89 persen. Pada posisi berikutnya, oleh sektor
Perdagangan, Hotel dan Restoran dan sektor Bangunan yang masing-masing
mempunyai pertumbuhan sebesar 7,49 persen dan 5,87 persen.
Laju inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi makro yang cukup penting.
Laju inflasi Kabupaten Batang pada tahun 2013 0,24 persen lebih tinggi dari inflasi
tahun 2012 sebesar 3,83 persen.
11
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Untuk tahun 2013 ini laju inflasi tertinggi pada sektor Transportasi dan
Komunikasi sebesar 13,75% disusul sektor bahan makanan sebesar 11,93%. Rata-rata
inflasi sebesar 8,08%.
2.2 KEBIJAKAN KEUANGAN
Kebijakan keuangan daerah mengacu pada dokumen Kebijakan Umum Anggaran
(KUA) yang merupakan kesepakatan bersama antara Bupati Batang dengan DPRD
Kabupaten Batang. Kebijakan keuangan mencakup kebijakan pendapatan, belanja, dan
pembiayaan yang menjadi dasar dalam penyusunan Prioritas dan Plafon Anggaran
Sementara dan APBD Tahun 2014.
Berikut uraian kebijakan keuangan tersebut.
2.2.1 Kebijakan Pendapatan Daerah
Perencanaan terhadap target pendapatan daerah seyogyanya memperhatikan
kondisi perekonomian saat ini. Hal ini perlu diperhatikan, karena kondisi saat ini ada
kemungkinan bisa memberikan dampak pada Tahun Anggaran 2014.
Untuk memperkuat pelaksanaan otonomi daerah, maka Kabupaten Batang harus
berupaya menggali berbagai potensi pendapatan daerah tanpa harus membebani
masyarakat. Hal ini dicanangkan dengan harapan secara bertahap, Kabupaten Batang
mampu meningkatkan kemampuannya dalam kemandirian keuangan daerah, utamanya
dalam memenuhi pembiayaan pembangunan daerah. Beberapa langkah yang ditempuh
dapat dilakukan melalui intensifikasi pendapatan asli daerah dengan mengoptimalkan
potensi sumber daya yang ada dan dikelola secara lebih efisien dan efektif. Selanjutnya
langkah lainnya adalah melalui ekstensifikasi pendapatan asli daerah dengan
mengoptimalkan potensi melalui pembukaan peluang-peluang pendapatan baru yang
mempunyai potensi besar.
Dalam melaksanakan kegiatan operasional, pelaksanaan pendapatan daerah
selama ini lebih banyak diperoleh baik dari kewenangan yang dimiliki daerah sebagai
bentuk dari adanya kewenangan daerah otonomi.
12
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1. Kebijakan Pendapatan Asli Daerah (PAD)
Perkembangan kondisi perekonomian saat ini, secara langsung maupun tidak
langsung juga sangat dipengaruhi oleh kondisi perekonomian secara makro dan
global. Dampaknya, kondisi ini tentu memberikan pengaruh terhadap kelangsungan
kondisi keuangan di Kabupaten Batang, antara lain berpengaruh kepada capaian PAD
di Kabupaten Batang.
Secara umum kebijakan keuangan daerah diarahkan pada peningkatan kapasitas dan
kemandirian kemampuan keuangan daerah disertai dengan efisinsi anggaran yang
ditujukan bagi pembiayaan pembangunan. Untuk mencapai target pendapatan daerah,
diperlukan langkah-langkah dan arah kebijakan keuangan daerah sebagai berikut:
a. Melakukan penyederhanaan terhadap sistem dan prosedur administrasi;
b. Mengoptimalkan berbagai sumber-sumber pendapatan daerah khususnya sumbersumber pendapatan asli daerah melalui optimalisasi pendataan dan penerimaan
wajib pajak dan retribusi daerah sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan
perundang-undangan maupun regulasi yang terkait lainnya;
c. Mengoptimalkan pendapatan dengan tidak menaikkan tarif pajak maupun
menaikkan tarif retribusi/penyesuaian tarif retribusi khusus retribusi parkir;
d. Melakukan intensifikasi terhadap pungutan pajak dan retribusi daerah;
e. Meningkatkan penyuluhan terhadap masyarakat, terutama kesadaran untuk
membayar pajak dan retribusi daerah;
f. Menyediakan sarana dan prasarana yang mendukung mobilitas bagi pemungut
penerimaan daerah maupun pemberian operasional bagi penerimaan pendapatan;
g. Meningkatkan kualitas pelayanan publik pada bidang-bidang yang berhubungan
dengan penerimaan daerah serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia
pengelola penerimaan daerah;
h. Melakukan peninjauan kembali terhadap berbagai kebijakan pemerintah
Kabupaten Batang, terutama yang terkait dengan atau dalam rangka optimalisasi
13
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
pendapatan daerah, memberikan respon positif terhadap Undang-Undang Pajak
Daerah dan Retribusi Daerah yang baru.
i. Melakukan penetapan terhadap pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan
daerah yang dipisahkan, mempertimbangkan hasil dari nilai kekayaan daerah yang
disertakan sesuai dengan tujuan dan fungsi penyertaan modal;
j. Menerima pengelolaan TPI (Tempat Pelelangan Ikan) dari Pemerintah Provinsi
Jawa Tengah;
k. Menghapus secara proporsional retribusi jasa pelayanan administrasi (penerbitan
SPK, dokumen tender, dan jasa pelayanan SPMU/SP2D);
l. Menaikkan tarif pajak dan retribusi daerah.
2. Kebijakan Dana Perimbangan
Pelaksanaan proses penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah di
Kabupaten Batang Tahun Anggaran 2014 sudah dimulai sejak bulan Juni 2013.
Sedangkan penetapan alokasi Dana Perimbangan Tahun Anggaran 2014 secara
definitif belum ditetapkan. Oleh karena itu, maka penentuan besarnya dana
perimbangan menggunakan pagu perkiraan.
Dalam rangka pencapaian target Pendapatan di bidang Dana Perimbangan, upaya
yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang antara lain:
a. Melakukan koordinasi dengan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa
Tengah untuk lebih mengoptimalkan pendapatan daerah yang bersumber dari
Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah Provinsi Jawa Tengah guna peningkatan pembangunan sarana prasarana
perekonomian dan pelayanan publik;
b. Melakukan intensifikasi dan ekstensifikasi terhadap berbagai sumber pendapatan
yang bersumber dari Bagi hasil pajak untuk mendukung pendapatan yang
bersumber dari dana perimbangan daerah.
14
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2.2.2 Kebijakan Belanja Daerah
1. Kebijakan terkait dengan Perencanaan Belanja Daerah
Sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007, maka
penyusunan Belanja Daerah dilakukan dengan menggunakan pendekatan prestasi
kerja yang berorientasi pada pencapaian hasil dari input yang direncanakan. Oleh
karena itu dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun 2014,
Pemerintah Daerah Kabupaten Batang harus mempunyai daya dan upaya dalam
menetapkan target capaian baik dalam kontek daerah, satuan kerja dan kegiatan yang
senada, senafas dan sejalan dengan urusan yang menjadi kewenangannya. Selain itu,
perlu ada upaya-upaya kreatif dan inovatif supaya Belanja Langsung mendapat porsi
alokasi yang lebih besar dari Belanja Tidak Langsung, dan Belanja Modal mendapat
porsi alokasi yang lebih besar dari Belanja Barang dan Jasa.
Adapun jenis-jenis kebijakan perencanaan belanja daerah yang dilakukan di
Kabupaten Batang pada tahun 2014 didasarkan pada beberapa faktor berikut,
diantaranya adalah:
1.1 Belanja Daerah dialokasikan untuk kegiatan enam belanja wajib guna
terselenggaranya Pelayanan satuan kerja.
1.2 Mengalokasikan bantuan keuangan ke Desa melalui ADD, PNPM dan BP3D.
1.3 Belanja Program Kegiatan memuat hanya dari sumber Dana Alokasi Khusus dan
Bantuan Provinsi beserta pendampingannya.
2. Kebijakan Belanja Pegawai, Bunga, Subsidi, Hibah, Bantuan Sosial, Belanja Bagi
Hasil, Bantuan Keuangan dan Belanja Tidak Terduga.
Untuk mengantisipasi adanya kenaikan gaji berkala, tunjangan keluarga, mutasi dan
penambahan PNSD perlu diperhitungkan accress yang besarnya dibatasi maksimum
2,5% dari jumlah belanja pegawai (gaji pokok dan tunjangan).
Kebijakan yang diambil dalam menentukan belanja pegawai, bunga, subsidi, hibah,
bantuan sosial, belanja bagi hasil, bantuan keuangan, belanja tidak terduga
dituangkan dalam program kegiatan adalah sebagai berikut:
15
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2.1
Kebijakan yang secara nyata dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia.
2.2
Kebijakan yang ditujukan untuk mengatasi masalah mendesak dan diperlukan
oleh
masyarakat luas secara langsung, agar tercipta stabilitas ekonomi dan
daerah.
2.3
Kebijakan yang dapat meningkatkan pemberdayaan masyarakat.
2.4
Kebijakan yang berhubungan dengan tumpuan hajat hidup sebagaian besar
masyarakat.
2.5
Kebijakan yang secara nyata akan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah
(PAD).
2.6
Kebijakan yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi.
2.7
Kebijakan yang dapat mendorong penyerapan tenaga kerja setempat.
2.8
Mengalokasikan belanja pendamping kegiatan Dana Alokasi Daerah.
2.9
Mengalokasikan belanja bunga loan ADB, belanja subsidi pelayanan
puskesmas, belanja hibah dan sosial serta bantuan kepada desa.
2.10 Anggaran belanja tidak terduga untuk estimasi kegiatan-kegiatan yang sifatnya
tidak dapat diprediksi, di luar kendali dan pengaruh pemerintah daerah serta
tidak biasa/tanggap darurat, yang mendesak dan tidak tertampung dalam bentuk
program dan kegiatan tahun berjalan.
2.11 Menghapus/menghilangkan
belanja
jasa
administrasi
keuangan
secara
proporsional (jasa pelayanan SPMU/SP2D).
2.3 KEBIJAKAN PEMBIAYAAN DAERAH
Pembiayaan adalah transaksi keuangan daerah yang dimaksudkan untuk menutup
selisih antara pendapatan daerah dan belanja daerah. Pembiayaan merupakan semua
penerimaan yang perlu dibayar kembali atau pengeluaran yang akan diterima kembali
baik pada tahun yang bersangkutan maupun pada tahun-tahun anggaran berikutnya,
terdiri dari penerimaan pembiayaan dan pengeluaran pembiayaan.
16
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1. Kebijakan penerimaan pembiayaan
Penerimaan pembiayaan direncanakan berasal dari SILPA, penerimaan pinjaman
daerah dan penerimaan kembali pemberian pinjaman.
2. Kebijakan pengeluaran pembiayaan
Pengeluaran pembiayaan daerah terdiri dari pembentukan dana cadangan, penyertaan
modal (investasi) pemerintah daerah, pembayaran pokok utang yang jatuh tempo,
dan pembiayaan hutang pihak ketiga.
2.4 PENCAPAIAN TARGET KINERJA APBD
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Batang Tahun
2014 disajikan secara ringkas sebagai berikut:
APBD Tahun 2014
Anggaran (Rp)
1 Pendapatan dan Belanja
Pendapatan
Belanja dan Transfer
Surplus/(Defisit)
2 Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan
Pembiayaan Netto
Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran
Realisasi (Rp)
Surplus Penerimaan/Sisa
Pengeluaran
1.188.635.554.603,00
1.326.555.291.781,00
(137.919.737.178,00)
1.211.216.990.326,92
1.212.281.052.709,93
(1.064.062.383,01)
22.581.435.723,92
114.274.239.071,07
136.855.674.794,99
146.693.658.753,00
8.773.921.575,00
137.919.737.178,00
146.693.658.753,00
8.144.209.810,00
138.549.448.943,00
629.711.765,00
629.711.765,00
-
137.485.386.559,99
137.485.386.559,99
Dari data di atas, realisasi pendapatan melampaui target 1,90% yaitu sebesar
Rp22.581.435.723,92 dan Belanja yang tidak terserap 8,61% yaitu sebesar
Rp114.274.239.071,07.
Pencapaian kinerja menurut urusan Pemerintahan Daerah dapat kami sajikan
tersendiri dalam bentuk buku matrik sebagai hasil kompilasi pencapaian kinerja
keuangan SKPD se-Kabupaten Batang yang telah dilaksanakan pada Tahun Anggaran
2014. Dalam CaLK ini akan kami sajikan ringkasan pencapaian kinerja atas
penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dalam berbagai urusan yang telah dilaksanakan
17
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
selama tahun 2013 baik urusan wajib maupun urusan pilihan yang diringkas dari
Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun 2014. Target Kinerja
yang telah dicapai oleh Pemerintah Kabupaten Batang disajikan dalam Buku LKPJ
Bupati Tahun 2014.
18
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
BAB III
IKHTISAR PENCAPAIAN KINERJA KEUANGAN
3.1 IKHTISAR REALISASI PENCAPAIAN TARGET KINERJA KEUANGAN
A. Ringkasan Laporan Realisasi Anggaran Tahun Anggaran 2014
Realisasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan Tahun Anggaran 2014 secara
ringkas adalah sebagai berikut:
1. Realisasi
pendapatan
Rp22.581.435.723,92
sebesar
yaitu
Rp1.211.216.990.326,92
1,90%
dibandingkan
lebih
dengan
besar
target
sebesar
lebih
rendah
Rp1.188.635.554.603,00.
2. Realisasi
belanja
sebesar
Rp1.212.281.052.709,93
Rp114.274.239.071,07 atau 8,61 %
dibandingkan dengan anggaran sebesar
Rp1.326.555.291.781,00.
3. Pada
realisasi
APBD
tahun
anggaran
2014
terjadi
surplus
sebesar
Rp1.064.062.283,01 Sedangkan pada pembiayaan terdapat pembiayaan netto
sebesar Rp 138.549.448.943,00 sehingga terdapat Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran (SILPA) tahun anggaran 2014 sebesar Rp137.485.386.559,99.
APBD Tahun 2014
Anggaran (Rp)
1 Pendapatan dan Belanja
Pendapatan
Belanja dan Transfer
Surplus/(Defisit)
2 Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan
Pembiayaan Netto
Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran
Realisasi (Rp)
Surplus Penerimaan/Sisa
Pengeluaran
1.188.635.554.603,00
1.326.555.291.781,00
(137.919.737.178,00)
1.211.216.990.326,92
1.212.281.052.709,93
(1.064.062.383,01)
22.581.435.723,92
114.274.239.071,07
136.855.674.794,99
146.693.658.753,00
8.773.921.575,00
137.919.737.178,00
146.693.658.753,00
8.144.209.810,00
138.549.448.943,00
629.711.765,00
629.711.765,00
-
137.485.386.559,99
137.485.386.559,99
19
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Dengan menggunakan anggaran sebagai tolok ukur kinerja, SILPA tahun
anggaran 2014 berasal dari over target pendapatan sebesar Rp22.581.435.723,92 atau
1,90%; sisa anggaran belanja sebesar Rp114.274.239.071,07 atau 8,61%; dan dari
sisa pembiayaan netto sebesar Rp629.711.765,00 atau 0,46%.
Rekapitulasi anggaran pendapatan, belanja, dan pembiayaan Tahun Anggaran
2014 beserta realisasinya untuk setiap SKPD disajikan pada Lampiran 1a dan 1b.
Sebagaimana disajikan pada lampiran tersebut, terdapat realisasi pendapatan di
beberapa SKPD yang tidak memiliki anggaran pendapatan. Beberapa SKPD tersebut
dinas dan badan yang bukan merupakan penghasil pendapatan, antara lain Dinas
Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, Dinas Kesehatan, Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
serta dinas dan badan lainnya. Hal ini dikarenakan adanya penerimaan pendapatan
melalui SKPD tersebut yang berasal dari Lain-lain PAD Yang Sah, diantaranya
berasal dari pendapatan pengembalian belanja tahun lalu, dan pendapatan jasa giro
pemegang kas.
B. Realisasi Anggaran Tahun 2013 Dibandingkan dengan Tahun 2014
Dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, pendapatan tahun 2014 meningkat
Rp124.589.607.250,92 atau 11,47%. Belanja tahun 2014 meningkat sebesar
Rp144.868.377.508,93
atau
13,57%.
Pembiayaan
netto
meningkat
Rp11.070.498.065,00 atau 8,68%. Sedangkan SILPA menurun Rp9.208.272.193,01
atau 6,28% dengan perhitungannya sebagai berikut:
20
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Realisasi
Realisasi 2014-Realisasi 2013
2014 (Rp)
1 Pendapatan dan Belanja
Pendapatan
Belanja dan Transfer
Surplus/(Defisit)
2 Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan
Pembiayaan Netto
Sisa Lebih Pembiayaan
Anggaran
1.211.216.990.326,92
1.212.281.052.709,93
(1.064.062.383,01)
2013 (Rp)
1.086.627.383.076,00
1.067.412.675.201,00
19.214.707.875,00
Rp
%
124.589.607.250,92
144.868.377.508,93
(20.278.770.258,01)
11,47
13,57
(105,54)
146.693.658.753,00
8.144.209.810,00
138.549.448.943,00
132.532.413.822,00
5.053.462.944,00
127.478.950.878,00
14.161.244.931,00
3.090.746.866,00
11.070.498.065,00
10,69
61,16
8,68
137.485.386.559,99
146.693.658.753,00
(9.208.272.193,01)
(6,28)
3.2 HAMBATAN DAN KENDALA DALAM PENCAPAIAN TARGET YANG
TELAH DITETAPKAN
Permasalahan yang menghambat dan menjadi kendala dalam pencapaian target
pendapatan maupun upaya optimalisasi belanja daerah antara lain sebagai berikut:
A. Hambatan dan Permasalahan Utama dalam Pendapatan Daerah
Secara umum tidak terdapat kendala dalam upaya memperoleh pendapatan sesuai
dengan target pendapatan yang telah ditetapkan.
Pada kelompok Pendapatan Transfer dan Pendapatan Asli Daerah melebihi yang
ditargetkan. Sedangkan pada kelompok Lain-lain Pendapatan yang sah, realisasi
pendapatan di bawah target yang ditetapkan. Walaupun secara global Pendapatan
Asli Daerah melebihi target, namun ada beberapa yang tidak memenuhi target antara
lain retribusi jasa umum dan retribusi jasa usaha.
Adapun hambatan dan permasalahan utama dalam pendapatan daerah adalah sebagai
berikut:
 Terbatasnya SDM naik kualitas maupun kuantitas dalam menangani pemungutan
pajak;
 Kurangnya kesadaran wajib pajak untuk membayar pajak;
 Banyak terjadi peralihan hak atas tanah namun tidak diikuti dengan permohonan
mutasi SPPT sehingga subyek pajak sudah berubah;
21
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
 Kesulitan penagihan PBB karena Wajib Pajak di luar kota alamatnya tidak jelas
dan tidak ada nomor telpon/HP yang bisa dihubungi.
B. Hambatan dan Permasalahan Utama dalam Belanja Daerah
Realisasi belanja tahun 2014 mencapai 91,39%. Untuk belanja langsung, yakni untuk
belanja dalam rangka pelaksanaan kegiatan, realisasinya mencapai 87,88%.
Kendala yang dihadapi dalam pengelolaan belanja daerah diantaranya:
 Realisasi penyerapan anggaran di SKPD tidak berdasarkan pada anggaran kas
yang sudah direncanakan, sehingga pencairan dana menumpuk di akhir tahun;
 Adanya persepsi dari SKPD pengajuan pencairan Ganti Uang (GU) jika uang
persediaan sudah dipertanggungjawabkan 100%, sedangkan di Juknis pengelolaan
APBD Tahun 2014 menyebutkan bahwa penerbitan dan pengajuan dokumen SPPGU dilakukan oleh bendahara pengeluaran apabila dana uang persediaan (UP)
telah dipertanggungjawabkan sekurang-kurangnya 50% dari dana UP yang
diterima;
 Masih terbatasnya tenaga teknis baik kuantitas maupun kualitas SDM dalam
pelaksanaan kegiatan sesuai bidangnya;
 Belum maksimalnya koordinasi intern di SKPD antara pelaku yang terkait
kegiatan, pengelola keuangan dan pengelola barang di SKPD;
 Kurang dapat mengimplementasikan peraturan perundang-undangan yang tiap
tahun mengalami perubahan;
 Adanya perubahan Kurikulum Pendidikan, sehingga pencairan buku hanya 50%;
 Pengadaan alat peraga (DAK Pendidikan) tidak dilaksanakan karena waktunya
tidak cukup.
22
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
BAB IV
KEBIJAKAN AKUNTANSI
4.1 ENTITAS PELAPORAN KEUANGAN DAERAH
Pemerintah Kabupaten Batang telah menetapkan Peraturan Bupati Batang Nomor
26 tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi pemerintahan Kabupaten Batang
sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir dengan Peraturan Bupati Batang
Nomor 42 tahun 2013 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Bupati Batang Nomor
26 tahun 2007 tentang Kebijakan Akuntansi Pemerintahan Kabupaten Batang dan
Peraturan Bupati Batang Nomor 19 tahun 2008 tentang Sistem dan Prosedur Akuntansi
Pemerintahan Kabupaten Batang. Kedua Peraturan tersebut masih mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan,
belum disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar
Akuntansi Pemerintahan.
Entitas pelaporan adalah Pemerintah Kabupaten Batang atau suatu organisasi di
lingkungan Pemerintah Daerah atau organisasi lainnya jika menurut peraturan
perundang-undangan satuan organisasi dimaksud wajib menyajikan laporan keuangan.
Entitas akuntansi adalah unit pengguna anggaran/pengguna barang dan oleh
karenanya wajib menyelenggarakan akuntansi dan menyusun laporan keuangan untuk
digabungkan pada entitas pelaporan. SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) di
Kabupaten Batang meliputi dinas, badan, sekretariat daerah, sekretariat DPRD, kantor,
kecamatan, dan kelurahan.
Tabel 4.1
Entitas Akuntansi Pemerintah Kabupaten Batang Tahun 2014
No.
Kode
SKPD
1.
1.01.1.0
Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga
2.
1.02.1.1
Dinas Kesehatan
3.
1.02.2.1
Rumah Sakit Umum Daerah (APBD dan BLUD)
23
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
No.
Kode
SKPD
4.
1.03.1.1
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
5.
1.05.1.1
Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Energi Sumber Daya Mineral
6.
1.06.1.1
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
7.
1.07.1.1
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
8.
1.08.1.1
Badan Lingkungan Hidup
9.
1.10.1.1
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
10.
1.12.1.1
Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana
11.
1.13.1.1
Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi
12.
1.16.1.1
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
13.
1.17.1.1
Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu
14.
1.19.1.1
Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik
15.
1.19.2.1
Satuan Polisi Pamong Praja
16.
1.20.1.1
Dewan Perwakilan Rakyat Daerah
17.
1.20.2.1
Bupati dan Wakil Bupati
18.
1.20.3.1
Bagian Pemerintahan Desa
19.
1.20.3.2
Bagian Hubungan Masyarakat dan Protokol
20.
1.20.3.3
Bagian Hukum
21.
1.20.3.4
Bagian Pengendalian Pembangunan
22.
1.20.3.5
Bagian Kesejahteraan Rakyat
23.
1.20.3.6
Bagian Perekonomian
24.
1.20.3.7
Bagian organisasi
25.
1.20.3.8
Bagian Umum
26.
1.20.3.9
Bagian Tata Pemerintahan
27.
1.20.4.1
Sekretariat DPRD
28.
1.20.5.1
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
29.
1.20.6.1
Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (PPKD)
30.
1.20.7.1
Inspektorat
31.
1.20.8.1
Badan Kepegawaian Daerah
32.
1.20.14.1
Kecamatan Batang
24
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
No.
Kode
SKPD
33
1.20.15.1
Kecamatan Tulis
34.
1.20.16.1
Kecamatan Subah
35.
1.20.17.1
Kecamatan Gringsing
36.
1.20.18.1
Kecamatan Limpung
37.
1.20.19.1
Kecamatan Tersono
38.
1.20.20.1
Kecamatan Reban
39.
1.20.21.1
Kecamatan Bawang
40.
1.20.22.1
Kecamatan Bandar
41.
1.20.23.1
Kecamatan Blado
42.
1.20.24.1
Kecamatan Wonotunggal
43.
1.20.25.1
Kecamatan Warungasem
44.
1.20.26.1
Kecamatan Kandeman
45.
1.20.27.1
Kecamatan Pecalungan
46.
1.20.28.1
Kecamatan Banyuputih
47.
1.20.29.1
Kelurahan Proyonanggan Selatan
48.
1.20.30.1
Kelurahan Proyonanggan Tengah
49.
1.20.31.1
Kelurahan Proyonanggan Utara
50.
1.20.32.1
Kelurahan Kauman
51.
1.20.33.1
Kelurahan Watesalit
52.
1.20.34.1
Kelurahan Sambong
53.
1.20.35.1
Kelurahan Kasepuhan
54.
1.20.36.1
Kelurahan Karangasem Utara
55.
1.20.37.1
Kelurahan Karangasem Selatan
56.
1.21.1.1
Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
57.
1.22.1.1
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
58.
1.26.1.1
Kantor Perpustakaan danArsip
59.
2.01.1.1
Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan
60.
2.02.1.1
Dinas Kehutanan dan Perkebunan
61.
2.04.1.1
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
25
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
No.
Kode
SKPD
62.
2.05.1.1
Dinas Kelautan dan Perikanan
63.
2.07.1.1
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi
Sistem akuntansi keuangan daerah disusun berdasarkan hubungan antara SKPD
dan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) sebagai
SKPKD (Satuan Kerja Pengelola Keuangan Daerah).
Pemerintah Kabupaten Batang telah mengimplementasikan sistem informasi
keuangan berbasis komputer melalui penerapan Sistem Informasi Manajemen Keuangan
Daerah (SIMDA) bekerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan
Pembangunan (BPKP). Aplikasi SIMDA diterapkan secara terpadu, sejak proses
penganggaran, penatausahaan sampai dengan penyusunan laporan keuangan. Untuk
akuntansi dan laporan keuangan sebagai hasil dari koordinasi belum sepenuhnya
menggunakan aplikasi simda keuangan, masih didampingi secara manual guna
rekonsiliasi, pengendalian dan saling uji.
Seluruh SKPD telah menggunakan SIMDA dalam proses penatausahaan
pendapatan dan belanja serta dalam proses penyusunan laporan keuangan. Proses
integrasi dan konsolidasi data dengan menggunakan aplikasi SIMDA secara garis besar
dijelaskan sebagai berikut:
1. Untuk data pendapatan, setiap SKPD melakukan pemrosesan data penerimaan dan
penyetoran. Selanjutnya data penerimaan dan penyetoran yang berupa STS (Surat
Tanda Setoran) dari BPD Jateng Cabang Batang yang telah dilakukan verifikasi
menjadi sumber data fungsi akuntansi untuk dilakukan penjurnalan.
2. Untuk data belanja, setiap SKPD melakukan pemrosesan pencatatan bukti
pengeluaran berupa surat pertanggungjawaban (SPJ), Surat Permintaan Pembayaran
(SPP), dan Surat Perintah Membayar (SPM) dengan aplikasi SIMDA. Selanjutnya
data komputer berikut fisik SPM dikirim kepada fungsi perbendaharaan untuk
dilakukan verifikasi dan diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D).
Berdasarkan SP2D yang diterbitkan, fungsi akuntansi SKPD mencatat realisasi
belanja.
26
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
3. Pada akhir tahun, dilakukan rekonsiliasi akhir atas seluruh transaksi penerimaan dan
pengeluaran serta data mutasi aset selama tahun berjalan sebagai dasar penyusunan
laporan keuangan SKPD.
4. Laporan keuangan Pemerintah Daerah disusun berdasarkan hasil konsolidasi data dan
laporan keuangan SKPD.
4.2 KEBIJAKAN AKUNTANSI
Beberapa bagian penting dari kebijakan akuntansi diuraikan sebagai berikut.
A. Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan Daerah
Sesuai dengan Peraturan Bupati Batang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Kebijakan Akuntansi Pemerintahan Kabupaten Batang dan sesuai dengan Lampiran
II PP 71 tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, Penyusunan Laporan
Keuangan menggunakan cash toward accrual basis yakni menggunakan basis kas
dan basis akrual secara bersamaan.
Basis kas adalah basis akuntansi yang mengakui transaksi dan peristiwa
berdasarkan pengaruhnya terhadap Kas Daerah dan diterapkan untuk pengakuan pospos pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam Laporan Realisasi Anggaran.
Artinya bahwa pendapatan diakui pada saat kas diterima di rekening Kas Umum
Daerah, dan belanja diakui pada saat kas dikeluarkan dari rekening Kas Umum
Daerah. Selisih jumlah pendapatan dan belanja ini disebut Surplus/Defisit.
Pembiayaan (financing) adalah seluruh transaksi keuangan pemerintah, baik
penerimaan maupun pengeluaran, yang perlu dibayar atau akan diterima kembali,
yang dalam penganggaran pemerintah terutama dimaksudkan untuk menutup defisit
dan atau memanfaatkan surplus.
Basis akrual adalah basis akuntansi yang mengakui pengaruh transaksi dan
peristiwa lainnya pada saat transaksi dan peristiwa itu terjadi, tanpa memperhatikan
saat kas atau setara kas diterima atau dibayar. Basis akrual diterapkan pada pos-pos
aset, kewajiban dan ekuitas. Artinya aset, kewajiban dan ekuitas dana diakui dan
27
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
dicatat pada saat terjadinya transaksi, tanpa memperhatikan saat kas atau setara kas
diterima atau dibayar.
Dengan diterapkannya basis akuntansi yang berbeda untuk Laporan Realisasi
Anggaran dan Neraca, maka digunakan jurnal pendamping (korolari) untuk
pengakuan pos-pos neraca yang terpengaruh oleh transaksi-transaksi pendapatan,
belanja maupun pembiayaan.
B. Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
Basis pengukuran dalam penyusunan laporan keuangan meliputi basis
pengukuran aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
1. Pengukuran Aset
Aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh
pemerintah sebagai akibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat
ekonomi dan/atau sosial di masa depan diharapkan dapat diperoleh, baik oleh
pemerintah maupun masyarakat, serta dapat diukur dalam satuan uang. Tidak
termasuk pengertian sumber daya ekonomis adalah sumber daya alam seperti
hutan, sungai, danau/rawa, kekayaan di dasar laut, dan kandungan pertambangan
dan harta peninggalan sejarah. Aset diakui pada saat diterima atau pada saat hak
kepemilikan dan /atau penguasaannya berpindah.
Aset diklasifikasikan menjadi Aset Lancar, Investasi jangka panjang, Aset
Tetap, Dana Cadangan, dan Aset Lainnya.
a. Aset Lancar
Suatu aset diklasifikasikan sebagai aset lancar jika diharapkan segera untuk
direalisasikan, dipakai, atau dimiliki untuk dijual dalam waktu 12 (dua belas)
bulan sejak tanggal pelaporan atau berupa kas dan setara kas. Aset lancar ini
meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang, dan persediaan.
Pengakuan Aset lancar dilakukan sebagai berikut:
1) Kas dicatat sebesar nilai nominal;
28
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2) Investasi jangka pendek dicatat sebesar harga perolehan;
3) Piutang dicatat sebesar nilai nominal;
Sesuai Peraturan Bupati Batang Nomor 42 tahun 2013, terhadap piutang
dilakukan penyisihan piutang tak tertagih. Dasar perhitungan penyisihan
piutang tak tertagih adalah berdasarkan umur piutang.
4) Pengakuan Persediaan dilakukan sebagai berikut:
a) Persediaan yang berasal dari pembelian dicatat dengan harga beli
terakhir;
b) Persediaan yang berasal dari kegiatan produksi pada SKPD dicatat
sebesar biaya standar;
c) Persediaan yang berasal dari hibah atau donasi dicatat sebesar nilai
persediaan tersebut pada saat diterima.
b. Investasi Jangka Panjang
Investasi jangka panjang merupakan investasi yang dimaksudkan utnuk
dimiliki selama lebih dari 12 (dua belas) bulan.
Investasi jangka panjang terdiri dari investasi non permanen dan investasi
permanen.
 Investasi non permanen yang berupa pinjaman yang diberikan kepada
kepada pihak lain dicatat sebesar nilai nominal;
 Investasi dalam proyek pembangunan dicatat sebesar harga perolehan;
 Investasi dalam bentuk hewan yang dapat berkembang biak dengan
sendirinya dicatat sebesar nilai pasar yang wajar hewan tersebut pada
tanggal pelaporan;
 Investasi pada perusahaan yang kepemilikannya di bawah 20% (dua puluh
persen)
atau
tidak
mempunyai
kewenangan
untuk
mengangkat/memberhentikan direksi atau tidak dapat mengendalikan
jalannya perusahaan dicatat sebesar harga perolehan;
29
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
 Investasi pada perusahaan yang kepemilikannya lebih besar atau sama
dengan 20% (dua puluh persen), mempunyai kewenangan untuk
mengangkat/memberhentikan direksi, atau dapat mengendalikan jalannnya
perusahaan dicatat dengan menggunakan metode ekuitas.
c. Aset Tetap
Aset tetap mencakup seluruh aset yang dimanfaatkan oleh pemerintah maupun
untuk kepentingan publik yang mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun.
 Aset tetap dicatat sebesar harga perolehan;
 Kebijakan harga perolehan merupakan pengakuan terhadap jumlah
kas/setara kas yang dibayarkan, terdiri dari
belanja modal, belanja
administrasi pembelian/pembangunan, belanja pengiriman, pajak dan nilai
wajar imbalan lainnya yang dibayarkan sebagai komponen harga perolehan
aset tetap;
 Kebijakan kapitalisasi aset merupakan pengakuan terhadap jumlah
kas/setara kas dan nilai wajar imbalan lainnya yang dibayarkan sebagai
penambah nilai aset tetap;
 Aset tetap belum memperhitungkan penyusutan terhadap aset tetap
sebagaimana diatur dalam SAP dan Buletin Teknis tentang akuntansi
penyusutan.
Berdasarkan SK Bupati Batang Nomor 050/1102/2007 tentang Pedoman
Kapitalisasi Barang Milik/Kekayaan Daerah Dalam Akuntansi Pemerintahan
Daerah, Pemerintah Kabupaten Batang telah menerapkan nilai satuan minimum
kapitalisasi aset tetap (minimum capitalization threshold), yakni batasan jumlah
biaya tertentu yang digunakan dalam penentuan apakah suatu pengeluaran
harus dikapitalisasi atau tidak.
Besaran nilai minimum kapitalisasi aset tetap tersebut adalah sebagai berikut:
30
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1) Pengeluaran untuk per satuan peralatan dan mesin, dan alat/perlengkapan
olah raga yang sama dengan atau lebih dari Rp500.000,00 (lima ratus ribu
rupiah).
2) Pengeluaran untuk gedung dan bangunan yang sama dengan atau lebih dari
Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah).
Nilai Satuan Minimum Kapitalisasi Aset Tetap dikecualikan terhadap
pengeluaran tanah, jalan/irigasi/jaringan dan aset tetap lainnya berupa koleksi
perpustakaan dan barang bercorak kesenian.
d. Aset Lainnya
Aset Lainnya adalah aset yang tidak dapat dikelompokkan ke dalam aset
lancar, investasi jangka panjang, aset tetap dan dana cadangan. Aset lainnya
terdiri atas piutang penjualan angsuran, piutang tuntutan ganti kerugian daerah,
kemitraan dengan pihak ketiga, aset tak berwujud termasuk hasil studi dan
penelitian serta perangkat lunas aplikasi dan aset lain-lain.
Pengukuran Aset lainnya sebagai berikut:
 Piutang penjualan angsuran dicatat sebesar nilai nominal yaitu jumlah yang
akan diterima pada tanggal jatuh tempo;
 Piutang Tuntutan Ganti Kerugian Daerah dicatat sebesar nilai nominal;
 Kemitraan dengan pihak ketiga dicatat sebesar nilai nominal;
 Aset tak berwujud dicatat sebesar harga perolehan.
2. Pengukuran Kewajiban
 Utang dicatat sebesar nilai nominal yang akan dibayar pada tanggal jatuh
tempo;
 Utang dalam valuta asing dijabarkan ke dalam rupiah dengan kurs pada tanggal
neraca.
31
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
3. Pengukuran Pendapatan
Pendapatan dicatat berdasarkan penerimaan bruto dan tidak diperbolehkan
mencatat jumlah neto (setelah dikompensasikan dengan pengeluaran).
4. Pengukuran Belanja
a. Belanja dicatat sebesar nilai nominal pengeluaran uang dari Rekening Umum
Kas Daerah;
b. Transaksi belanja dalam bentuk barang dan jasa dilaporkan dalam Laporan
Realisasi Anggaran dan Catatan atas Laporan Keuangan dengan cara menaksir
nilai barang dan jasa tersebut pada tanggal transaksi.
Adapun Klasifikasi Belanja yang digunakan:
a) Belanja Operasi
Belanja operasi adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan sehari-hari
pemerintah pusat/daerah yang memberi manfaat jangka pendek. Belanja
operasi antara lain meliputi belanja pegawai (belanja langsung maupun belanja
tidak langsung), belanja barang, bunga, subsidi, hibah, bantuan sosial.
b) Belanja Modal
Belanja modal adalah pengeluaran anggaran untuk memperoleh aset tetap dan
aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja
modal antara lain belanja untuk pengadaan
tanah, peralatan dan mesin,
bangunan dan gedung, jalan, irigasi dan jaringan, dan aset tetap lainnya.
c) Belanja Tidak Terduga
Belanja lain-lain/tak terduga adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang
sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan
bencana alam, bencana sosial, dan pengeluaran tidak terduga lainnya yang
sangat diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah
pusat/daerah termasuk pengembalian atas kelebihan penerimaan daerah tahuntahun sebelumnya, yang didukung dengan bukti-bukti yang sah.
32
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
4.3 PENERAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG BERKAITAN DENGAN
KETENTUAN
YANG
ADA
DALAM
STANDAR
AKUNTANSI
PEMERINTAHAN (SAP)
a. Pengakuan Pendapatan
Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan (PSAP) No. 02 tentang Laporan
Realisasi Anggaran pada paragraf 21 dan 22 menyatakan sebagai berikut:
Pada paragraf 21. Pendapatan LRA diakui pada saat diterima pada Rekening Kas
Umum Negara/Daerah. Pengakuan pendapatan ditentukan oleh Bendahara Umum
Negara/Bendahara Umum Daerah sebagai pemegang otoritas dan bukan sematamata oleh RKUN/RKUD sebagai salah satu tempat penampungannya. Oleh karena
itu pernyataan bahwa pendapatan diakui pada saat diterima pada RKUN/RKUD
perlu diinterpretasikan sehingga pendapatan sesuai dengan PSAP tersebut
mencakup hal-hal sebagai berikut:

Pendapatan kas yang telah diterima pada RKUN/RKUD;

Pendapatan kas yang diterima oleh bendahara penerimaan sebagai pendapatan
negara/daerah dan hingga tanggal pelaporan belum disetorkan ke RKUN/RKUD,
dengan ketentuan bendahara penerimaan tersebut merupakan bagian dari
BUN/BUD;

Pendapatan kas yang diterima satker/SKPD dan digunakan langsung tanpa
disetor ke RKUN/RKUD, dengan syarat entitas penerima wajib melaporkannya
kepada BUN/BUD untuk diakui sebagai pendapatan negara/daerah;

Pendapatan kas yang berasal dari hibah langsung dalam/luar negeri yang
digunakan untuk mendanai pengeluaran entitas dengan syarat entitas penerima
wajin melaporkannya kepada BUN/BUD untuk diakui sebagai pendapatan
negara/daerah;

Pendapatan kas yang diterima entitas lain di luar entitas pemerintah berdasarkan
otoritas yang diberikan oleh BUN/BUD dan BUN/BUD mengakuinya sebagai
pendapatan.
33
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
b. Pengakuan Belanja
Berkaitan
dengan
pengakuan
belanja,
Pernyataan
Standar
Akuntansi
Pemerintahan (PSAP) No. 02 tentang Laporan Realisasi Anggaran pada paragraf 31
dan 32 menyatakan sebagai berikut:
31. Belanja diakui pada saat terjadinya pengeluaran dari Rekening Kas Umum
Negara/Daerah.
32. Khusus pengeluaran melalui bendahara pengeluaran pengakuannya terjadi
pada saat pertanggungjawaban atas pengeluaran tersebut disahkan oleh unit
yang mempunyai fungsi perbendaharaan.
Untuk memenuhi ketentuan paragraf 31 tersebut di atas, belanja yang
pembayarannya diajukan melalui Surat Perintah Membayar Langsung (SPM LS)
diakui pada saat diterbitkannya SP2D atas SPM LS tersebut.
Sedangkan pelaksanaan ketentuan paragraf 32, untuk pengesahan atas
pertanggungjawaban pengeluaran melalui bendahara pengeluaran dilakukan sebagai
berikut:
1. Kuasa BUD menerbitan SP2D Ganti Uang (GU) sebagai perintah pencairan dana
sekaligus sebagai bentuk pengesahan atas pertanggungjawaban pengeluaran Uang
Persediaan (UP) yang dikelola oleh bendahara pengeluaran. Sedangkan pada akhir
tahun diterbitkan SP2D Nihil sebagai pengesahan atas penggunaan UP pada akhir
tahun;
2. Kuasa BUD menerbitkan SP2D Nihil atas pengeluaran melalui Tambah Uang
(TU) sebagai pengesahan atas pertanggungjawaban pengeluaran dana TU;
3. Khusus untuk RSUD Batang yang telah menerapkan pola pengelolaan keuangan
dengan Badan Layanan Umum (BLU), pengesahan belanja mengacu pada
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan
Badan Layanan Umum (BLU) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 61
Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan
Umum Daerah (BLUD).
34
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
c. Penyusutan
PSAP No. 07 tentang Akuntansi Aset Tetap pada paragraf 53 menyatakan
bahwa, ”Aset tetap disajikan berdasarkan biaya perolehan aset tetap tersebut
dikurangi akumulasi penyusutan. Apabila terjadi kondisi yang memungkinkan
penilaian kembali, maka
aset tetap akan disajikan dengan penyesuaian pada
masing-masing akun aset tetap dan akun Diinvestasikan dalam Aset Tetap.”
Berkaitan dengan pernyataan standar tersebut di atas, Neraca seharusnya
menyajikan akumulasi penyusutan. Namun, Neraca Pemerintah Kabupaten Batang
tahun 2014 tidak menyajikan akumulasi penyusutan aset tetap. Hal ini dikarenakan
Pemerintah Kabupaten Batang belum menetapkan kebijakan akuntansi yang
berkaitan dengan penyusutan aset tetap.
35
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
BAB V
PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN
5.1 PENJELASAN ATAS POS-POS NERACA
Neraca terdiri atas aset, kewajiban, dan ekuitas dana. Ringkasan aset, kewajiban, dan
ekuitas untuk masing-masing SKPD disajikan pada Lampiran 2.
5.1.1 ASET LANCAR.................................................................. Rp175.424.971.694,70
Aset lancar merupakan kelompok pos/rekening yang menggambarkan kekayaan
daerah yang dapat dicairkan atau memiliki perputaran paling lama satu tahun
terhitung sejak tanggal neraca. Saldo keseluruhan kelompok akun aset lancar per
31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013 dapat dirinci sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
Aset Lancar
Kas di Kasda
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara Penerimaan
Kas di BLUD
Piutang Pajak Daerah
Piutang Retribusi
Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi
Piutang Lainnya
Penyisihan Piutang tak tertagih
Persediaan
31 Desember 2014
112.553.894.850,00
7.671.945,00
7.297.150.180,24
17.629.239.975,75
17.392.097.665,00
8.571.234.383,00
38.400.000,00
37.873.261,00
(6.525.531.851,50)
18.422.941.286,21
31 Desember 2013
134.783.743.770,00
816.667.356,00
65.672.451,00
11.273.535.488,00
15.246.719.178,00
8.890.192.638,00
28.800.000,00
47.473.261,00
(4.690.736.983,19)
14.138.247.398,56
175.424.971.694,70
180.600.314.557,37
1. Kas di Kas Daerah…………..………..………....................... Rp112.553.894.850,00
Saldo Kas di Kas Daerah terdiri atas penempatan berupa giro dan deposito pada Bank
Jateng, dengan rincian saldo sebagai berikut:
36
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Kas di Kasda
1. Kas di rekening giro
2. Kas dalam bentuk deposito
31 Desember 2014
27.553.894.850,00
85.000.000.000,00
31 Desember 2013
48.783.743.770,00
86.000.000.000,00
112.553.894.850,00
134.783.743.770,00
Jml Kas di Kas Daerah
a) Rekening Giro
Rekening giro bank sebesar Rp27.553.894.850,00 adalah dana yang merupakan
bagian dari kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Batang yang ditempatkan di
bank dalam bentuk rekening giro pada Bank Jateng Cabang Batang No.1-03200070-1 atas nama Bank Jawa Tengah Cabang Batang.
b) Deposito
Saldo deposito sebesar Rp85.000.000.000,00 adalah dana Pemerintah Daerah
yang ditempatkan di bank dalam bentuk deposito untuk jangka waktu satu bulan,
dan diperpanjang secara otomatis atau automatic roll over (ARO). Tingkat bunga
deposito tahun 2014 adalah sesuai tingkat bunga yang berlaku pada masingmasing bank, yang pendapatannya diakui/dibukukan sebagai Pendapatan Asli
Daerah (PAD) Kabupaten Batang. Saldo deposito sebesar Rp85.000.000.000,00
terperinci pada bank-bank sebagai berikut:
31 Desember 2014
Deposito
31 Desember 2013
1.
Bank Jateng Cabang Batang
2.
Bank Rakyat Indonesia Cabang Batang
3.
Bank Tabungan Negara Pembantu Batang
4.
Bank Negara Indonesia Cabang Batang
25.000.000.000,00
5.
Bank Mandiri Cabang Pembantu Batang
40.000.000.000,00
Jumlah Deposito
-
60.000.000.000,00
20.000.000.000,00
25.000.000.000,00
1.000.000.000,00
85.000.000.000,00
86.000.000.000,00
Penjelasan lebih rinci untuk saldo deposito per 31 Desember 2014 sebagai berikut:
a. Bank Rakyat Indonesia Cabang Batang sebesar Rp20.000.000.000,00 terbagi
dalam deposito dengan nilai nominal masing-masing @ Rp5.000.000.000,00
(lima milyar rupiah) berada pada 4 (empat) bilyet deposito Nomor: 5694517,
2054766, 5694963, dan 5694964.
37
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
b. Bank Negara Indonesia Cabang Batang sebesar Rp25.000.000.000,00 terbagi
dalam deposito dengan nilai nominal masing-masing @Rp5.000.000.000,00
(lima milyar rupiah) berada pada 5 (lima) bilyet deposito Nomor: 0517064,
0517065, 0517066, 0517380, dan 0517381.
c. Bank Mandiri Cabang Pembantu Batang sebesar Rp40.000.000.000,00 terbagi
dalam deposito dengan nilai nominal masing-masing @Rp5.000.000.000,00
(lima milyar rupiah) berada pada 8 (delapan) bilyet deposito Nomor: 325226,
325227, 325229, 325230, 325231, 325239, 325240, dan 325241.
1. Kas di Bendahara Pengeluaran ........................................................ Rp7.671.945,00
Saldo Kas di Bendahara Pengeluaran merupakan uang tunai maupun yang berada di
rekening giro bank bendahara pengeluaran SKPD per 31 Desember 2014 sebesar
Rp7.671.945,00. Saldo tersebut terdiri atas:
1.
2.
3.
4.
Kas di Bendahara Pengeluaran
Sisa Uang Persediaan yang belum disetor ke Kas Daerah
Hutang belanja dan hutang PFK
Jasa giro
Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah
Jumlah Kas di Bendahara Pengeluaran
31 Desember 2014 (Rp)
4.995.000,00
2.570.241,00
106.554,00
150,00
7.671.945,00
Penjelasan lebih rinci sebagai berikut:
1)
Sisa Uang Persediaan dan pengembalian belanja dari Ganti Uang (GU)
Persediaan yang masih berada di kas Bendahara Pengeluaran sebesar
Rp4.995.000,00 berada pada SKPD sebagai berikut:
Saldo UP/TU pada bendahara pengeluaran
31 Desember 2014 (Rp)
Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Jumlah
4.825.000,00
170.000,00
4.995.000,00
38
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2) Hutang belanja dan hutang Perhitungan Fihak Ketiga (PFK) sebesar
Rp2.570.241,00 terdapat pada kas di bendahara pengeluaran SKPD sebagai
berikut:
31 Desember 2014
(Rp)
866.250,00
545.591,00
1.000.000,00
Hutang Belanja dan Hutang PFK
Satuan Polisi Pamong Praja
Kecamatan Reban
Disdikpora
Kecamatan Blado
158.400,00
Jumlah
2.570.241,00
a. Pada rekening bendahara pengeluaran SKPD Satuan Polisi Pamong Praja
terdapat saldo sebesar Rp866.250,00 adalah gaji PTT yang belum diambil
sampai dengan 31 Desember 2014.
b. Pada rekening bendahara pengeluaran SKPD Kecamatan Reban terdapat pajak
kegiatan yang belum disetor sebesar Rp545.591,00.
c. Pada UPTD SKB Disdikpora Batang terdapat saldo bantuan hibah untuk
operasional Pendidikan Anak Usia Dini Jalur Non Formal Tahun 2014 di
rekening bendahara pengeluaran sebesar Rp1.000.000,00.
d. Pada rekening bendahara pengeluaran Kecamatan Blado terdapat saldo sebesar
Rp158.400,00 yang merupakan pajak atas honor panitia kegiatan (PPh Psl 21).
3) Terdapat jasa giro pada rekening bendahara pengeluaran di tahun 2014 sebesar
Rp106.554,00 yang berada pada SKPD sebagai berikut:
Jasa Giro di reke ning bendahara pe nge luaran
Dinas Kesehatan
Disdikpora
Jumlah
31 Desember 2014
(Rp)
88.239,00
18.315,00
106.554,00
39
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
a. Pada rekening bendahara pengeluaran pembantu SKPD Dinas Kesehatan masih
terdapat jasa giro yang belum disetor ke Kas Daerah sebesar Rp88.239,00
sebagai berikut:
Puskesmas
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
Puskesmas Wonotunggal
Puskesmas Bandar I
Puskesmas Bandar II
Puskesmas Blado I
Puskesmas Blado II
Puskesmas Reban
Puskesmas Bawang
Puskesmas Tersono
Puskesmas Gringsing I
Puskesmas Gringsing II
Puskesmas Limpung
Puskesmas Banyuptih
Puskesmas Subah
Puskesmas Pecalungan
Puskesmas Tulis
Puskesmas Kandeman
Puskesmas Batang I
Puskesmas Batang II
Puskesmas Batang III
Puskesmas Batang IV
Puskesmas Warungasem
31 Desember 2014
4.031,00
4.557,00
2.803,00
3.409,00
6.182,00
2.608,00
12.099,00
3.598,00
14.568,00
1.538,00
1.045,00
3.414,00
891,00
5.542,00
10.443,00
1.523,00
1.437,00
8.551,00
88.239,00
b. Pada rekening bendahara pengeluaran pembantu SKPD Disdikpora terdapat
jasa giro di rekening bendahara pengeluaran sebesar Rp773,00 di SMPN 1
Tulis, di UPTD SKB Batang sebesar Rp2.698,00 dan di SMKN 1 Blado
sebesar Rp14.844,00.
4) Lain-lain pendapatan asli daerah pada rekening bendahara pengeluaran yang
belum disetorkan ke kas daerah sebesar Rp150,00 berada pada SKPD sebagai
berikut:
40
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
31 Desember 2014(Rp)
Lain-Lain PAD yang be lum disetor
Satuan Polisi Pamong Praja
150,00
Jumlah
150,00
2. Kas di Bendahara Penerimaan.................................................. Rp7.297.150.180,24
Saldo Kas di Bendahara Penerimaan per 31 Desember 2014 merupakan penerimaan
pendapatan tahun 2014 yang belum disetor ke Kas Daerah dengan rincian sebagai
berikut:
Pendapatan yang belum dise tor be ndahara
pe ne rimaan
Dinas Kesehatan
31 Desember 2014(Rp)
7.254.008.735,24
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi
DPPKAD
Dinas Perhubungan,Komunikasi dan Informatika
1.330.445,00
12.037.700,00
404.300,00
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
29.369.000,00
Jumlah
7.297.150.180,24
Pendapatan tahun 2014 yang baru disetor tahun 2015 dan berada pada bendahara
penerimaan menjadi pendapatan di tahun 2014.
a. Dinas Kesehatan
Kas di bendahara penerimaan di Dinas Kesehatan merupakan saldo dana kapitasi
Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sebesar Rp7.239.996.306,24 dan dana Non
Kapitasi JKN sebesar Rp14.012.429,00. Saldo dana Kapitasi JKN berada pada 21
Puskesmas dengan rincian sebagai berikut:
41
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
14.
15.
16.
17.
18.
19.
20.
21.
Puskesmas
Puskesmas Wonotunggal
Puskesmas Bandar I
Puskesmas Bandar II
Puskesmas Blado I
Puskesmas Blado II
Puskesmas Reban
Puskesmas Bawang
Puskesmas Tersono
Puskesmas Gringsing I
Puskesmas Gringsing II
Puskesmas Limpung
Puskesmas Banyuptih
Puskesmas Subah
Puskesmas Pecalungan
Puskesmas Tulis
Puskesmas Kandeman
Puskesmas Batang I
Puskesmas Batang II
Puskesmas Batang III
Puskesmas Batang IV
Puskesmas Warungasem
31 Desember 2014
357.459.540,67
679.919.104,93
150.514.374,00
375.168.371,00
144.914.946,00
392.082.686,71
661.746.000,00
280.722.421,00
356.020.098,94
96.178.739,34
488.593.230,48
307.619.126,00
534.560.153,41
247.560.800,00
458.403.234,00
509.768.159,06
243.030.593,80
175.467.485,11
148.924.723,64
248.373.718,15
382.968.800,00
7.239.996.306,24
Sedangkan saldo dana non kapitasi JKN sebesar Rp14.012.429,00 berada pada
bendahara penerimaan Puskesmas sebagai berikut:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
12.
13.
Puskesmas
Puskesmas Wonotunggal
Puskesmas Bandar I
Puskesmas Blado I
Puskesmas Gringsing II
Puskesmas Limpung
Puskesmas Banyuptih
Puskesmas Subah
Puskesmas Pecalungan
Puskesmas Tulis
Puskesmas Batang I
Puskesmas Batang II
Puskesmas Batang III
Puskesmas Warungasem
31 Desember 2014
56.500,00
18.567,00
2.170.770,00
21.000,00
5.820,00
11.630.589,00
6.550,00
8.892,00
3.581,00
750,00
24.159,00
880,00
64.371,00
14.012.429,00
b. Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi: merupakan retribusi kebersihan
pasar dan retribusi pelayanan pasar seluruhnya sebesar Rp1.330.445,00 yang
42
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
masih berada di bendahara penerimaan per 31 Desember 2014 namun telah
disetorkan ke kas daerah pada bulan Januari 2015.
c. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika: merupakan pendapatan yang
masih berada di petugas pemungut retribusi terminal sebesar Rp304.300,00 dan
retribusi tempat parkir sebesar Rp100.000,00 namun telah disetorkan ke kas
daerah pada bulan Januari 2015.
d. DPPKAD: merupakan pajak restoran sejumlah Rp12.037.700,00 yang masih
berada di bendahara penerimaan per 31 Desember 2014 namun telah disetorkan ke
kas daerah pada bulan Januari 2015.
e. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata: merupakan pendapatan retribusi dari tempat
rekreasi sebesar Rp29.369.000,00 yang masih berada di bendahara penerimaan per
31 Desember 2014 namun telah disetorkan ke kas daerah pada bulan Januari 2015.
3. Kas di BLUD RSUD Batang................................................... Rp17.629.239.975,75
Kas di BLUD RSUD Batang per 31 Desember 2014 terdiri atas saldo yang terdapat
di rekening kas bendahara penerimaan dan bendahara pengeluaran dengan rincian
sebagai berikut:
31 Desember 2014 (Rp)
Kas di BLUD RSUD Batang
17.463.129.876,75
166.110.099,00
Kas di Bendahara Penerimaan
Kas di Bendahara Pengeluaran
Jumlah
1) Kas
di
Bendahara
Penerimaan
17.629.239.975,75
BLUD
RSUD
Batang
sebesar
Rp17.463.129.876,75 dengan rincian:
 Rekening Bank Jateng Cabang Batang
Rp17.330.363.877,00
No.2-032-08176-5
 Rekening Bank Jateng Cabang Batang
Rp
226.570,00
No.2-084-01844-1
43
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
 Rekening Bank Jateng Cabang Batang
Rp
5.820.200,00
Rp
45.367.089,00
Rp
27.252.233,75
Rp
54.099.907,00
No.2-032-08421-0
 Rekening Bank Jateng Cabang Batang
No.2-032-11722-3
 Rekening Bank Mandiri Cab.Batang
No.139-00-0646464-2
 Tunai di Bendahara Penerimaan
Rp17.463.129.876,75
2) Kas di Bendahara Pengeluaran BLUD RSUD Batang sebesar Rp166.110.099,00.
Jumlah tersebut per 31 Desember 2014 berada di:
 Rekening Bank Jateng Cabang Batang
Rp
13.865.421,00
No.2-032-08534-5
 Kas tunai
Rp 152.244.678,00
Rp 166.110.099,00
4. Piutang Pajak Daerah............................................................... Rp17.392.097.665,00
Piutang pajak adalah hak Pemerintah Daerah atas pendapatan pajak tahun berkenaan,
yang belum dibayar oleh Wajib Pajak bersangkutan. Berikut piutang pajak daerah per
31 Desember 2014 dan perbandingannya dengan tahun 2013:
Piutang Pajak:
Pajak Hotel
31 Desember 2014
31 Desember 2013
(Rp)
(Rp)
250.000,00
6.143.450,00
Pajak Hiburan
1.552.000,00
2.477.000,00
Pajak Reklame
10.971.000,00
15.173.000,00
7.465.000,00
850.000,00
3.081.100,00
18.653.000,00
870.000,00
28.667.100,00
17.367.928.565,00
15.174.735.628,00
17.392.097.665,00
15.246.719.178,00
Pajak Restoran
Pajak Parkir
Pajak Air Tanah
Pajak Galian Gol.C
Pajak Bumi dan
Bangunan P2
44
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Penjelasan lebih rinci sebagai berikut:
a. Untuk piutang dari obyek pajak hotel, pajak hiburan, pajak restoran dan pajak
parkir, penghitungan piutang didasarkan pada kekurangan pembayaran pajak atas
SPTPD (Surat Pemberitahuan Pajak Daerah) yang telah disampaikan oleh wajib
pajak dalam tahun anggaran 2014. Berikut rincian terhadap piutang pajak
dimaksud:
1) Piutang pajak hotel sebesar Rp250.000,00 terdiri dari piutang untuk 2 (dua)
wajib pajak.
2) Piutang pajak hiburan sebesar Rp1.552.0000,00 terdiri dari piutang untuk 12
(dua belas) wajib pajak meliputi cafe, tempat karaoke, dan panti pijat.
3) Piutang pajak restoran sebesar Rp7.465.000,00 terdiri dari piutang untuk 16
(enam belas) wajib pajak meliputi rumah makan dan cafe.
4) Piutang pajak parkir sebesar Rp850.000,00 terdiri dari piutang untuk 10
(sepuluh) wajib pajak.
b. Untuk piutang dari pajak reklame dan pajak air tanah penghitungan piutang
didasarkan pada kekurangan pembayaran pajak atas SKPD (Surat Ketetapan Pajak
Daerah) yang telah diterbitkan.
1) Piutang pajak reklame sebesar Rp10.971.000,00 merupakan piutang dari 4
(empat) wajib pajak.
2) Piutang pajak air tanah sebesar Rp3.081.100,00 merupakan piutang dari 13
(tiga belas) wajib pajak yang terdiri dari SPBU, Perseroan Terbatas, Hotel,
Rumah Makan, Pabrik Es, dan Cucian Motor.
c. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Data Piutang PBB-P2 dan Aset Sitaan
Nomor BA-013/WPJ.10/KP.14/2013 Nomor 973/138/2013 tanggal 31 Januari
2013 bahwa data piutang PBB P-2 adalah sebesar Rp2.822.652.051,00.
Data piutang tersebut adalah berdasarkan rekonsiliasi data pokok ketetapan PBB
tahun 2012 dan data penerimaan pada Modul Penerimaan Negara (MPN) tahun
2012.
Sedangkan
data
piutang
pada
aplikasi
SISMIOP
sebesar
45
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Rp9.764.221.674,00 merupakan data negative list yang belum dilakukan
cleansing/pemutakhiran
data
piutang berdasarkan
SE-12/PJ/2012
tentang
Pemeliharaan Basis Data Pajak Bumi dan Bangunan. Sehingga berdasarkan surat
dari Kantor Pelayanan Pajak Pratama Batang tentang klarifikasi data piutang PBB
P-2 Kabupaten Batang Nomor S-483/WPJ.01/KP.14/2015, DPPKAD disarankan
untuk melaksanakan kegiatan cleansing/pemutakhiran data piutang PBB P-2 tahun
2012. Pada tahun 2014 DPPKAD melakukan penelusuran dan penagihan piutang
PBB P-2 dan akan melakukan cleansing/pemutakhiran data serta validasi data
piutang.
Tahun 2014 terdapat pembayaran piutang PBB P-2 sebesar Rp16.531.195.606,00.
Perhitungan saldo nilai piutang PBB P-2 per 31 Desember 2014 adalah sebagai
berikut:
Piutang PBB P-2
Piutang PBB per 31 Desember 2013
Baku Penetapan
Pembayaran Piutang di tahun 2014
31 Desember 2014 (Rp)
15.174.735.628,00
18.724.388.543,00
33.899.124.171,00
(16.531.195.606,00)
Jumlah
17.367.928.565,00
Secara terperinci, piutang PBB-P2 berdasarkan tahun pajak terlihat dalam tabel
berikut:
Piutang per 31 Des 2014
Tahun:
Bruto (Rp)
2014
Penerimaan
Baku Penetapan
18.724.388.543,00
Piutang per 31 Des 2014
Piutang
4.841.549.567,00
15.768.437.897
741.203.259,00
2.955.950.646,00
2013
2012
2.577.249.819,00
11.980.327,00
2.565.269.492,00
2011
2.241.523.284,00
3.257.937,00
2010
2009
2008
1.657.901.838,00
1.184.388.511,00
768.990.937,00
1.367.750,00
1.583.482,00
1.570.747,00
2.238.265.347,00
1.656.534.088,00
1.182.805.029,00
767.420.190,00
2007
442.175.685,00
717.609,00
441.458.076,00
2006
501.883.204,00
245.442,00
501.637.762,00
2005
263.367.360,00
474.811,00
2004
2003
256.613.273,00
292.165.495,00
166.922,00
262.892.549,00
256.446.351,00
138.619,00
292.026.876,00
2002
146.926.655,00
50.804,00
16.531.195.606,00
146.875.851,00
17.367.928.565,00
15.174.735.628,00
18.724.388.543,00
4.100.346.308,00
46
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
5. Piutang Retribusi Daerah …………………………................ Rp8.571.234.383,00
Akun piutang retribusi menggambarkan hak Pemerintah Daerah dari pengenaan
retribusi daerah yang sampai dengan 31 Desember 2014 belum diterima
pembayarannya, dengan rincian berdasarkan SKPD sebagai berikut:
31 Desember 2014
(Rp)
Piutang Retribusi:
Bagian Tata Pemerintahan
BLUD RSUD
Dinas Kesehatan
Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika
31 Desember 2013
(Rp)
180.000.000,00
6.972.932.330,00
1.132.078.433,00
187.000.000,00
7.665.799.338,00
1.032.544.300,00
286.223.620,00
4.749.000,00
Jumlah 8.571.234.383,00
8.890.092.638,00
Piutang retribusi tersebut di atas merupakan piutang lancar dengan umur piutang
tidak lebih dari satu tahun.
Jenis piutang untuk masing-masing SKPD tersebut di atas adalah sebagai berikut:
1) Piutang Retribusi pada Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Batang
sebesar Rp180.000.000,00 berasal dari:
31 Desember 2014
(Rp)
Piutang Retribusi Bagian Tata Pemerintahan Setda Kab.Batang
Piutang sewa pemanfaatan tanah aset Pemerintah Kabupaten Batang yang terletak di
Blok Sigandu Desa Klidang Lor Kecamatan Batang untuk digunakan sebagai
pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) dan fasilitas pendukung lainnya
Jumlah
180.000.000,00
180.000.000,00
Berdasarkan Surat Perjanjian Sewa antara Pemerintah Kabupaten Batang dengan
PT. Putra Juwana Sejahtera Nomor 593.3/0319/2012 dan Nomor 006/PJS/11/2012
bahwa perjanjian sewa selama 5 tahun dapat diperpanjang sampai 6 (enam) kali.
Cara pembayaran sewa 50% dari Rp360.000.000,00 atau Rp180.000.000,00
dibayar tahun pertama dan sisanya Rp180.000.000,00 dibayar pada tahun ketiga.
47
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2) Piutang Retribusi Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Batang sebesar
Rp6.972.932.330,00 terdiri dari:
31 Desember 2014
(Rp)
BPJS
PT.Primatex
6.933.906.285,00
39.026.045,00
Jumlah
6.972.932.330,00
3) Piutang Retribusi Dinas Kesehatan sebesar Rp1.132.078.433,00 terdiri dari:
31 Desember 2014 (Rp)
Piutang Retribusi Dinas Kesehatan
Piutang JKN Non Kapitasi (BPJS)
Piutang Jamkesda
1.082.208.000,00
49.870.433,00
Jumlah
1.132.078.433,00
Piutang dana JKN Non Kapitasi FKTP Puskesmas pada Dinas Kesehatan
merupakan klaim JKN Non Kapitasi kepada BPJS tahun 2014 yang belum
diterima pembayarannya per 31 Desember 2014 sebesar Rp1.082.208.000,00
dengan rincian sebagai berikut:
Nama FKTP
Wonotunggal
Bandar I
Bandar II
Blado I
Blado II
Reban
Bawang
Tersono
Gringsing I
Gringsing II
Limpung
Banyuputih
Subah
Pecalungan
Tulis
Kandeman
Batang I
Batang II
Batang III
Batang IV
Warungasem
Total Klaim
68.800.000,00
443.823.500,00
70.421.500,00
187.555.500,00
69.175.000,00
135.317.500,00
351.210.000,00
96.875.000,00
123.462.000,00
28.700.000,00
251.699.500,00
39.000.000,00
277.567.500,00
54.950.000,00
107.055.000,00
125.454.500,00
19.525.000,00
36.075.000,00
37.955.000,00
126.237.500,00
117.575.000,00
Per 31 Desember 2014
56.050.000,00
266.122.000,00
45.975.000,00
96.850.000,00
48.350.000,00
80.617.500,00
252.375.000,00
73.900.000,00
98.180.000,00
12.000.000,00
160.572.000,00
25.800.000,00
117.895.000,00
45.350.000,00
51.480.000,00
57.654.500,00
10.875.000,00
28.560.000,00
20.955.000,00
58.365.000,00
78.300.000,00
Per 31 Desember 2014
12.750.000,00
177.701.500,00
24.446.500,00
90.705.500,00
20.825.000,00
54.700.000,00
98.835.000,00
22.975.000,00
25.282.000,00
16.700.000,00
91.127.500,00
13.200.000,00
159.672.500,00
9.600.000,00
55.575.000,00
67.800.000,00
8.650.000,00
7.515.000,00
17.000.000,00
67.872.500,00
39.275.000,00
2.768.434.000,00
1.686.226.000,00
1.082.208.000,00
48
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
4) Piutang Retribusi Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika sebesar
Rp286.223.620,00 merupakan retribusi menara telekomunikasi yang SKRD-nya
telah dikirimkan kepada wajib retribusi namun sampai dengan tanggal 31
Desember 2014 belum masuk ke kas daerah.
6. Bagian Lancar Tuntutan Ganti Rugi ………..………………… Rp38.400.000,00
Tuntutan ganti rugi adalah ganti rugi yang seharusnya diterima Pemerintah
Kabupaten Batang Tahun 2014, sesuai Keputusan Bupati Batang Nomor
950/271/2006 tentang Pembebanan Kerugian Daerah atas nama Sdr. Muhammad
Teguh Prajatna sebesar Rp38.400.000,00.
Berdasarkan keputusan Bupati Batang tersebut, Sdr. Muhammad Teguh Prajatna
harus mengangsur Rp800.000,00 setiap bulannya. Akan tetapi sejak tahun 2011
sampai dengan tahun 2014 belum ada setoran yang masuk ke kas daerah.
Tim Penyelesaian Kerugian Daerah (TPKD) telah menyerahkan penyelesaian piutang
Sdr. Muhammad Teguh Prajatna ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) Pekalongan dan telah ditindaklanjuti oleh KPKNL dengan melakukan
pemanggilan dengan surat Nomor S-2448/WKN.09/KNL.04/2014.
7. Piutang Lain-Lain …....................................................................... Rp37.873.261,00
Akun piutang lain-lain menggambarkan hak Pemerintah Daerah dari piutang selain
piutang pajak, piutang retribusi, dan bagian lancar tuntutan ganti rugi yang sampai
dengan 31 Desember 2014 belum diterima pembayarannya, dengan rincian sebagai
berikut:
Piutang Lainnya
Piutang Penjualan Barang Milik Daerah
Piutang Pinjaman Modal PNS
Jumlah
31 Desember 2014 (Rp)
37.873.261,00
31 Desember 2013 (Rp)
9.600.000,00
37.873.261,00
37.873.261,00
47.473.261,00
49
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1) Piutang Penjualan Barang Milik Daerah sebesar Rp9.600.000,00 merupakan
Piutang atas lelang kendaraan roda empat tahun 2004 yang dimenangkan oleh
Saudara H. Solichin berdasarkan Surat Keputusan Bupati nomor 028/235/2004
tanggal 2 Agustus 2014 namun pada tahun 2014 telah dilunasi.
2) Piutang Pinjaman modal PNS per 31 Desember 2014 sebesar Rp37.873.261,00
masih sama dengan saldo piutang pinjaman modal PNS per 31 Desember 2013.
Berikut rincian piutang modal kerja PNS:
Nama
Saldo Piutang
Angsuran
Saldo Piutang
Per 1 Januari 2014
Piutang
Per 31 Desember 2014
Sutomo
Didik Teguh Raharjo
-
-
10.375.000,00
10.375.000,00
Eko Saputro
7.975.000,00
7.975.000,00
Bunari Sishandoyo
1.648.100,00
1.648.100,00
Very Dwi Ariyanto
8.969.261,00
8.969.261,00
Munawir
8.905.900,00
8.905.900,00
37.873.261,00
-
37.873.261,00
Piutang Lain-Lain belum termasuk Piutang Bagi Hasil Pajak Provinsi yang
belum ditetapkan oleh Gubernur, meliputi Bagi Hasil Pajak Kendaraan Bermotor,
Bagi Hasil Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor, Bagi Hasil Pajak Bahan Bakar
Kendaraan Bermotor, Bagi Hasil Pajak Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air
Permukaan, dan Bagi Hasil Pajak Rokok.
8. Penyisihan piutang tak tertagih............................................. (Rp6.525.531.851,50)
Sesuai dengan Peraturan Bupati Batang Nomor 42 Tahun 2013 tentang Perubahan
Kedua Atas Peraturan Bupati Batang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Kebijakan
Akuntansi Pemerintahan Kabupaten Batang bahwa penilaian dan penyajian piutang
mengharuskan piutang disajikan sebesar nilai bersih yang dapat direalisasikan (net
realizable value), yaitu penilaian piutang di laporan keuangan harus dikurangkan
50
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
dengan penyisihan piutang tak tertagih, maka untuk tahun 2014 saldo piutang pajak
daerah per 31 Desember 2014 disajikan sebesar nilai netto.
Berikut tabel piutang pajak daerah bruto beserta penyisihan piutangnya:
Piutang per 31 Des 2014
Piutang
Pajak Hotel
Bruto (Rp)
Penyisihan Piutang Piutang per 31 Des 2014
Tak tertagih
Netto (Rp)
250.000,00
1.250,00
248.750,00
Pajak Hiburan
1.552.000,00
7.760,00
1.544.240,00
Pajak Reklame
10.971.000,00
54.855,00
10.916.145,00
Pajak Restoran
7.465.000,00
165.575,00
7.299.425,00
850.000,00
11.375,00
838.625,00
Pajak Parkir
Pajak Air Tanah
3.081.100,00
22.530,50
3.058.569,50
Pajak Bumi dan
Bangunan P2
Piutang penjualan BMD
17.367.928.565,00
6.480.303.734,73
10.887.624.830,27
Piutang Modal Kerja
PNS
Piutang Retribusi Dinas
Kesehatan
Piutang Retribusi RSUD
37.873.261,00
37.873.261,00
-
1.132.078.433,00
5.660.392,17
1.126.418.040,84
6.972.932.330,00
-
6.972.932.330,00
180.000.000,00
-
180.000.000,00
286.223.620,00
1.431.118,10
284.792.501,90
26.001.205.309,00
6.525.531.851,50
19.475.673.457,51
Piutang Retribusi Tata
Pemerintahan
Piutang Retribusi Dinas
Perhubungan
Komunikasi dan
Informatika
-
9. Persediaan.................................................................................. Rp18.422.941.286,21
Saldo akun ini menggambarkan jumlah persediaan barang yang mempunyai sifat
habis pakai dan diperoleh dengan maksud untuk mendukung kegiatan operasional
Pemerintah Daerah, serta barang-barang yang dimaksudkan untuk dijual/diserahkan
dalam rangka pelayanan masyarakat yang masih berada di Satuan Kerja. Rincian
saldo persediaan per 31 Desember 2014 dan 31 Desember 2013 adalah sebagai
berikut:
51
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Persediaan
1
2
3
4
5
31 Desember 2014 (Rp)
31 Desember 2013 (Rp)
361.605.355,00
8.734.816.536,20
20.513.450,00
315.942.667,00
8.990.063.278,01
613.486.241,56
9.621.960.302,00
6.499.300,00
227.109.405,00
3.669.192.150,00
18.422.941.286,21
14.138.247.398,56
Persediaan ATK/Pakai Habis
Persediaan Obat-obatan medis
Persediaan Rumah tangga
Persediaan Benda Berharga
Persediaan Lainnya
Persediaan dinilai berdasarkan hasil perhitungan fisik (stock opname) terhadap
persediaan dengan menggunakan harga perolehan terakhir dan/atau nilai wajar yang
ditetapkan oleh bendahara barang masing-masing SKPD.
1) Persediaan ATK
Rincian Saldo Persediaan ATK sebesar Rp361.605.355,00 berada di SKPD
dengan rincian terlampir pada Lampiran 3.
2) Persediaan Obat-obatan Medis
Saldo persediaan obat-obatan medis yang disajikan di Neraca Per 31 Desember
2014 sebesar Rp8.734.816.536,20 berada pada SKPD sebagai berikut:
Obat-Obatan Medis
1 Dinas Kesehatan
2 Rumah Sakit Umum Daerah
3 Badan Pemberdayaan Peremp dan KB
31 Desember 2014
(Rp)
5.420.891.710,20
2.814.248.904,00
499.675.922,00
31 Desember 2013
(Rp)
6.159.693.647,00
2.964.241.584,00
498.025.071,00
8.734.816.536,20
9.621.960.302,00
3) Persediaan Rumah Tangga
Saldo persediaan rumah tangga yang disajikan di Neraca Daerah Per 31
Desember 2014 sebesar Rp20.513.450,00 dengan rincian sebagai berikut:
52
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Persediaan Rumah Tangga
1 RSUD
2 Dinas Kesehatan
31 Desember 2014
(Rp)
31 Desember 2013
(Rp)
11.578.350,00
6.769.100,00
3.874.300,00
1.888.000,00
473.000,00
68.500,00
114.000,00
150.000,00
3 Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi
4 Kantor Kesbangpollinmas
5 Bagian Humas dan Protokol
6
Dinas Perindustrian, Perdagangan dan
Koperasi
7 Kecamatan Bandar
8 Kecamatan Warungasem
1.589.500,00
382.000,00
126.000,00
20.513.450,00
6.499.300,00
4) Persediaan Benda Berharga
Saldo persediaan benda berharga yang disajikan di Neraca Daerah Per 31
Desember 2014 sebesar Rp315.942.667,00 dengan rincian sebagai berikut:
Persediaan Benda Berharga
1 Bagian Humas dan Protokol
2 DPPKAD
3 Dinas Perindustrian Perdagangan dan
Koperasi
4 Dinas Perhubungan,Komunikasi dan
Informatika
5 Badan Pemberdayaan Masyarakat
6 Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
31 Desember 2014
(Rp)
80.691.410,00
31 Desember 2013
(Rp)
30.000,00
69.207.900,00
220.431.257,00
151.096.505,00
14.820.000,00
120.000,00
6.655.000,00
315.942.667,00
227.109.405,00
Persediaan benda berharga sebagaimana tersebut di atas adalah berupa karcis
pasar (untuk Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi); plat uji, buku uji,
karcis parkir, karcis TPR, sticker tanda samping, dan kartu pas (untuk Dinas
Perhubungan, Komunikasi dan Informatika); dan karcis masuk untuk Daerah
Tujuan Wisata (untuk Dinas Kebudayaan dan Pariwisata).
5)
Persediaan Lainnya
Saldo persediaan lainnya disajikan di Neraca Daerah per 31 Desember 2014
sebesar Rp8.990.063.278,01 berada pada SKPD sebagai berikut:
53
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Persediaan Lainnya
1 Dinas Bina Marga dan SDA
2 Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan
Kebersihan
3 Sekretariat DPRD
4 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
5 Bapeluh dan Ketahanan Pangan
6 Dinas Kelautan dan Perikanan
31 Desember 2014
(Rp)
1.102.844.184,36
5.731.248.946,65
31 Desember 2013
(Rp)
103.950.000,00
3.558.842.150,00
2.800.000,00
600.569.647,00
104.804.000,00
1.447.796.500,00
6.400.000,00
8.990.063.278,01
3.669.192.150,00
Berikut penjelasan rinci dari tabel di atas:
a) Dinas Bina Marga dan SDA
Persediaan lainnya di Dinas Bina Marga dan SDA adalah berupa kawat
bronjong untuk membuat tanggul-tanggul pengaman sebagai cadangan jika
terjadi bencana sejumlah 2400 kg @ Rp20.790,00 seluruhnya berjumlah
Rp49.896.000,00 dan aspal jalan kabupaten sebanyak 699 drum @
Rp1.506.363,64 seluruhnya berjumlah Rp1.052.948.184,36.
b) Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan
Persediaan lainnya di Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Kebersihan adalah
berupa pembelian kawat bronjong, rehab gedung pertemuan, pembangunan
air bersih, pengadaaan pipa sharing dan pavingisasi yang akan dihibahkan
seluruhnya senilai Rp5.731.248.946,65.
c) Sekretariat DPRD
Persediaan lainnya di Sekretariat DPRD adalah berupa plakat DPRD
Pemerintah Kabupaten Batang seluruhnya senilai Rp2.800.000,00.
d) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
Persediaan lainnya di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil berupa
barang cetakan non security (map akta lahir, blangko permohonan dokumen
kependudukan, bukti pendaftaran dan lain-lain) senilai Rp44.310.414,00 dan
54
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
barang cetakan security berupa blangko KTP, blangko KK, blangko akta
kelahiran dan lain-lain senilai Rp556.259.233,00.
e) Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
Persediaan lainnya di Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan
berupa
gabah
kering
sebesar
15,2
ton
senilai
Rp104.804.000,00
diperuntukkan untuk cadangan jika terjadi bencana.
f) Dinas Kelautan dan Perikanan
Persediaan lainnya di Dinas Kelautan dan Perikanan berupa benih ikan,
kincir, jalan poduksi, rehab TPI, fish finder dan konverter BBM ke gas yang
akan dihibahkan seluruhnya senilai Rp1.447.796.500,00.
5.1.2 INVESTASI JANGKA PANJANG ……………………..Rp73.946.138.472,93
Saldo Investasi Jangka Panjang merupakan saldo penempatan Dana Pemerintah
Kabupaten Batang dengan umur lebih dari satu tahun Per 31 Desember 2014
dengan rincian:
Investasi Jangka Panjang
1 Investasi Non Permanen
2 Investasi Permanen
31 Desember 2014
(Rp)
104.000.000,00
31 Desember 2013
(Rp)
568.238.000,00
73.842.138.472,93
61.519.452.118,12
73.946.138.472,93
62.087.690.118,12
1. Investasi Non Permanen ………………………………… Rp104.000.000,00
Investasi non permanen adalah investasi yang bertujuan untuk dimiliki secara
tidak berkelanjutan atau ada niat untuk diperjualbelikan atau ditarik kembali,
seperti pembelian obligasi atau surat utang jangka panjang, yang dimaksudkan
untuk dimiliki sampai dengan tanggal jatuh tempo, dan dana yang disisihkan
pemerintah daerah dalam rangka pelayanan/pemberdayaan masyarakat, seperti
bantuan modal kerja, pembentukan dana secara bergulir kepada kelompok
masyarakat, pemberian fasilitas pendanaan kepada usaha mikro dan menengah.
Saldo Investasi Non Permanen Pemerintah Kabupaten Batang
per 31
55
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Desember 2014 merupakan nilai penempatan dana Pemerintah Kabupaten
Batang dalam bentuk program dana bergulir dengan rincian sebagai berikut:
Modal Bergulir
1 Modal Bergulir Penanaman Bibit
2 Modal Bergulir Pengembangan Usaha
Ternak
3 Modal Bergulir Gaduhan Sapi
31 Desember 2014
(Rp)
32.000.000,00
31 Desember 2013
(Rp)
99.200.000,00
85.250.000,00
72.000.000,00
372.268.000,00
4 Modal Bergulir Gaduhan Kambing
11.520.000,00
104.000.000,00
568.238.000,00
Berikut rincian Modal Bergulir sebesar Rp104.000.000,00:
No
1
2
3
4
Desa
Desa
Desa
Desa
Desa/Ke camatan
Padomasan, Kec.Reban
Sodong, Kec.Wonotunggal
Wonodadi, Kec.Bandar
Plosowangi, Kec.Tersono
Kelompok Tani
Gapoktan Tani Jaya
Ngudi Makmur
Dadi Makmur
Dadi Mulyo
Tunggakan (Rp)
32.000.000
36.000.000
13.000.000
23.000.000
104.000.000
Saldo modal bergulir di atas merupakan modal bergulir yang masih dapat
ditagih. Penilaian saldo tersebut di atas merupakan hasil inventarisasi dana
bergulir oleh Tim Inventarisasi melalui Dinas Tanaman Pangan, Pertanian
dan Peternakan dan dicatat dengan menggunakan metode nilai bersih yang
dapat direalisasikan. Penyisihan yang dilakukan sesuai kebijakan akuntansi
dan atas dana bergulir yang tidak dapat ditagih dan diragukan dapat ditagih
belum dilakukan penghapusan karena belum ada SK penghapusan piutang.
Rincian dana bergulir yang tidak dapat ditagih dan diragukan dapat ditagih
sebesar Rp2.547.214.950,00 disajikan sebagai berikut:
Modal Bergulir
Modal Bergulir Penanaman Bibit
Modal Bergulir Pengembang Usaha
Ternak
Modal Bergulir Gaduhan Sapi
Kondisi per 31 Desember 2014 (Rp)
Benar-benar tdk
Diragukan Dapat
dapat ditagih
Ditagih
1.074.460.000,00
99.200.000,00
460.560.350,00
458.652.600,00
142.554.000,00
300.268.000,00
11.520.000,00
Modal Bergulir Gaduhan Kambing
1.677.574.350,00
869.640.600,00
56
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Berdasarkan surat permohonan usulan penghapusan modal bergulir dari Dinas
Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Kabupaten Batang kepada Bupati
Batang dengan Nomor 524/018 tanggal 5 Januari 2014 Perihal Permohonan
Usulan Penghapusan Modal Bergulir, maka dana bergulir
sejumlah
Rp2.547.214.950,00 di atas, akan diusulkan penghapusannya oleh Pemerintah
Kabupaten Batang ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang
(KPKNL) Pekalongan.
2. Investasi Permanen....................................................... Rp73.842.138.472,93
Saldo investasi permanen merupakan penempatan dana Pemerintah
Kabupaten Batang dalam bentuk penyertaan modal pemerintah daerah yang
bersifat permanen dicatat dengan menggunakan metode ekuitas (equity
method) karena kepemilikan Pemerintah Kabupaten Batang lebih dari 50%
kecuali penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Batang pada PT. Bank Jawa
Tengah, PT. PRPP Jawa Tengah dan pada Koperasi Batang Cemerlang yang
menggunakan metode biaya (cost method). Laporan keuangan Perusahaan
Daerah telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik. Berikut ini tabel rincian
atas investasi permanen Pemerintah Kabupaten Batang:
31 Desember 2014
(Rp)
12.922.000.000,00
31 Desember 2013
(Rp)
11.715.000.000,00
2 PT.BPR Bapera Kab.Batang
5.758.963.181,93
4.469.027.460,54
3 PD.Aneka Usaha
4.125.845.110,00
2.269.449.674,00
41.067.586.933,11
33.761.153.380,38
464.200.000,00
464.200.000,00
9.033.543.247,89
8.370.621.603,20
470.000.000,00
470.000.000,00
73.842.138.472,93
61.519.452.118,11
Investasi Permanen
1 PT.Bank Jawa Tengah
4 PDAM Batang
5. PT.PRPP Jawa Tengah
6. BPR/BKK
7. Koperasi Batang Cemerlang
a. Investasi
pada
PT.
Bank
Jawa
Tengah
bertambah
sebesar
Rp1.207.000.000,00 dari pos pengeluaran Pembiayaan tahun 2014.
57
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
b. Investasi pada PT. BPR Bapera Batang terdiri atas saham dengan
prosentasi kepemilikan Pemerintah Daerah Batang sebesar 99,76 persen
sedangkan sisanya sebesar 0,24 persen merupakan saham milik PDAM
Kabupaten Batang. Pada tahun 2014, investasi pemerintah daerah
kabupaten Batang bertambah sebesar Rp1.200.000.000,00 dari pos
pengeluaran pembiayaan.
c. PD. Aneka Usaha didirikan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7
Tahun 1986 tentang Perusahaan Daerah Tingkat II Batang dengan
kepemilikan saham sebesar 100 persen. Pada tahun 2014, Pemerintah
Kabupaten Batang menambah investasi berupa:
- kas sebesar Rp800.000.000,00 dari pos pengeluaran pembiayaan tahun
2014.
- bus senilai Rp1.161.000.000,00 (satu milyar seratus enam puluh satu
juta rupiah) tahun 2013 dan mini bus dengan nilai Rp42.000.000,00
(empat puluh dua juta rupiah) tahun 2002 atas dasar Surat Keputusan
Bupati Batang Nomor 539/227/2014 tentang Persetujuan Penyertaan
Modal Pemerintah Kabupaten Batang kepada Perusahaan Daerah
Aneka Usaha Kabupaten Batang.
d. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Batang didirikan
berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Batang Nomor 2 Tahun
1993 dan telah beberapa kali diperbaharui. Terakhir diperbaharui dengan
Perda Nomor 5 Tahun 2011 tanggal 22 Juni 2011 tentang Perusahaan
Daerah Air Minum Kabupaten Batang.
Investasi
pada
PDAM
pada
tahun
2014
bertambah
sebesar
Rp4.169.975.000,00 (empat milyar seratus enam puluh sembilan juta
sembilan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) terdiri dari:
- Kas senilai Rp2.000.000.000,00 (dua milyar rupiah) dari pos
pengeluaran pembiayaan tahun 2014.
58
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
- 2 (dua) bidang tanah senilai Rp2.169.975.000,00 (dua milyar seratus
enam puluh sembilan juta sembilan ratus tujuh puluh lima ribu rupiah)
yang terdiri dari sebidang tanah sertifikat hak pakai Nomor 72 luas
2.490 m2 yang terletak di jalan Dr. Wahidin Kauman Batang senilai
Rp1.039.575.000,00 (satu milyar tiga puluh sembilan juta lima ratus
tujuh puluh lima ribu rupiah) dan sebidang tanah bersertifikat hak pakai
Nomor 103 luas 6.280 m2 terletak di jalan Pemuda Kauman Batang
senilai Rp1.130.400.000,00 (satu milyar seratus tiga puluh juta empat
ratus ribu rupiah).
e. PT. Pusat Rekreasi dan Promosi Pembangunan (PRPP) Jawa Tengah
didirikan bersama-sama antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,
pemerintah kabupaten/kota se-Jawa Tengah dan Bank Pembangunan
Daerah Jawa Tengah berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Daerah
Tingkat I Jawa Tengah Nomor 8 Tahun 1993. Modal yang ditempatkan
dan disetor oleh
Pemerintah Kabupaten Batang adalah
sebesar
Rp464.200.000,00 (empat ratus enam puluh empat juta dua ratus ribu
rupiah).
f. Penyertaan Modal pada BPR-BKK saldo yang disajikan per 31 Desember
2014 sebesar Rp9.210.037.038,00 (sembilan milyar dua ratus sepuluh juta
tiga puluh tujuh ribu tiga puluh delapan rupiah) adalah Penyertaan Modal
Pemerintah Kabupaten Batang yang terdapat pada:
PD. BPR-BKK Batang
Rp7.026.904.950,00
PD. BKK-Bandar
Rp2.183.132.088,00
a. PD. BPR-BKK Batang didirikan berdasarkan Peraturan Daerah (Perda)
Provinsi Jawa Tengah Nomor 11 tahun 1981, dengan prosentase
kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Batang 50,55 persen
sedangkan untuk sisanya sebesar 40,45 persen merupakan milik
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
59
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
b. PD. BKK Bandar didirikan berdasarkan Surat Keputusan Gubernur
Kepala Daerah Tingkat I Jawa Tengah tanggal 4 September 1969,
dengan porsi kepemilikan saham Pemerintah Kabupaten Batang sebesar
64,80 persen sedangkan sisanya sebesar 35,20 persen dimiliki oleh
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berdasarkan Akta Notaris Nomor 187
tanggal 5 Desember 2012 oleh Muh. Mursidi, SH, MKn.
g. Investasi pada Koperasi Batang Cemerlang per 31 Desember 2014 sebesar
Rp470.000.000,00 (empat ratus tujuh puluh juta rupiah) yang terdiri dari:
- Sebagian tanah seluas 2.000 m2 dari tanah hak pakai dengan sertifikat
nomor 4 seluas 65.050 m2 senilai Rp120.000.000,00 (seratus dua puluh
juta rupiah).
- Modal kerja sebesar Rp350.000.000,00 (tiga ratus lima puluh juta
rupiah) yang berasal dari APBD Kabupaten Batang tahun 2007.
5.1.3 ASET TETAP ………………………………………….Rp……………………
Akun ini menggambarkan jumlah kekayaan milik Pemerintah Kabupaten Batang
berupa aset tetap dengan usia manfaat lebih dari satu tahun per 31 Desember
2014. Aset tetap dimanfaatkan untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan publik.
Berikut penjelasan mengenai aset tetap yang terbagi menjadi: (1) langkah-langkah
yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Batang dalam perbaikan pengelolaan aset
tetap, (2) penjelasan mengenai saldo aset tetap beserta mutasinya.
1. Langkah-langkah dalam perbaikan pengelolaan aset tetap
Pemerintah Kabupaten Batang telah melakukan tindak lanjut terhadap Temuan
Hasil Pemeriksaaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan
Keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Batang Tahun 2014. Dalam Laporan
Hasil
Pemeriksaan
(LHP)
Badan
Pemeriksa
Keuangan
RI
Nomor
10B/LHP/BPK/XVIII.SMG/04/2015 tanggal 9 April 2015 menyatakan bahwa
penatausahaan dan penyajian nilai aset tetap per 31 Desember 2014 belum
60
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
memadai. Pemeriksaan atas penatausahaan dan penyajian nilai aset tetap per 31
Desember 2014 diketahui permasalahan :
a. Nilai Aset tetap per 31 Desember 2014 telah didukung oleh Kartu Inventaris
Barang (KIB) SKPD kecuali Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
(Disdikpora).
b. DPPKAD dhi Bidang Aset sebagai pembantu pengelola barang belum
menyusun Laporan Barang Milik Daerah Tahun 2014 yang merupakan
kompilasi dari KIB seluruh SKPD pada pemerintah Kabupaten Batang
sehingga hasil pelaksaana kodefikasi barang milik daerah belum sepenuhnya
digunakan sebagai bahan penyusunan nilai aset tetap dalam Neraca per 31
Desember 2014.
c. Pemerintah Kabupaten Batang belum menggunakan sisitem aplikasi dalam
menatausahakan barang milik daerah.
d. Penyajian nilai aset tetap di Neraca per 31 Desember 2014 tidak didukung
data yang akurat yaitu :
1)
Mutasi tambah aset tetap dari APBN/APBD Propinsi sebesar
Rp34.590.681964,00 termasuk di dalamnya aset tetap yang diperoleh
dari dana BOS dan blockgrant pada Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga.
2)
Mutasi tambah aset tetap dari hasil kodefikasi barang dan koreksi tahun
2014 sebesar Rp11.444.661.018,00 berbeda dengan hasil kodefikasi
barang
yang
ditemukan
Rp14.881.797.554,00
belum
sehingga
tercatat
terdapat
dalam
KIB
selisih
sebesar
sebesar
Rp209.317.017,00
3)
Mutasi kurang barang milik daerah karena penghapusan sebesar
Rp20.793.080.797,00 berbeda dengan nilai aset tetap yang dihapuskan
sesuai SK Bupati Batang sebesar Rp20.583.763.780,00 sehingga
terdapat selisih sebesar Rp209.317.017,00.
61
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
e. Empat bidang tanah yang dimuat dalam KIB A SKPD belum dinilai dengan
rinciannya meliputi 3(tiga) tanah dalam KIB Dishubkominfo dan 1(satu)
tanah kantor Badan Penanaman Modal dan Perijinan Terpadu.
f. Pencatatan belanja pemeliharaan gedung dan bangunan di KIB C tidak
langsung menambah nilai gedung dan bangunan yang bersangkutan tetapi
bertambah menjadi unit baru. Oleh pengurus barang pencatatan ini tidak
disertai keterangan bangunan induk mana yag direhabilitasi atau ditambah
bangunannya.
g. Inventarisasi aset tetap belum dilaksanakan secara menyeluruh. Hasil
pemeriksaan menunjukkan :
1)
Tanah
a) Nilai tanah Dinas Bina Marga dan SDA dalam Neraca per 31
Desember
2014
disajikan
sebesar
Rp183.629.065.000,00
sedangkan nilai tanah dalam KIB A Dinas Bina Marga dan SDA
sebesar Rp248.313.291.500,00 sehingga terdapat selisih sebesar
Rp64.684.226.500,00
b) Tidak seluruh tanah irigasi yang dicatat dalam KIB A berada di
daerah irigasi yang menjadi kewenangan Pemerintah Kabupaten
Batang, yaitu satu 1 bidang tanah di Kecamatan Warungasem, 43
bidang tanah di Kecamatan Batang dan 9 bidang tanah di
Kecamatan Gringsing.
c) Pencatatan tanah irigasi pada Dinas Bina Marga dan SDA belum
didukung identifikasi kejelasan status kepemilikan tanah yang
dicatat karena seluruh tanah irigasi belum didukung bukti
kepemilikan berupa sertifikat a.n Pemerintah Kabupaten Batang.
d) Pemerintah Kabupaten Batang belum menyelesaikan inventarisasi
tanah bengunan Sekolah Dasar (SD) milik Pemerintah Kabupaten
Batang pada 15 UPTD Disdikpora termasuk kejelasan status
kepemilikan tanah tersebut.
62
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2). Peralatan dan Mesin.
Diketemukan peralatan yang belum tercatat di 4 SKPD yaitu Dinas
Perhubungan
Komunkasi
dan
Informatika,
Dinas
Perindustrian
Perdagangan dan Koperasi, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah dan
UPTD di Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga.
3). Aset Tetap Lainnya..
Diketemukan buku perpustakaan yang belum tercatat dalam KIB SKPD
Tahun 2014 yaitu di SMPN 1 Tulis dan SMPN 6 Batang.
h. Aset Prasarana, Sarana dan Utilitas Perumahan Umum belum diproses
penyerahannya.
i. Aset Tetap yang dikuasai pihak lain tidak jelas status kepemilikannya.
Lima (5) bidang tanah yang dilaporkan dalam KIB A Dinas Pertanian,
Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanak) senilai Rp47.246.680.000,00
bukan dalam penguasaan Distanak Kabupaten Batang.
j. Pencatatan Aset tetap dalam KIB tidak dirinci per jenis barangnya sehingga
tidak dapat ditelusuri keberadaannya. Yaitu :
1) .Peralatan dan Mesin
Peralatan dan mesin pada lima SKPD tahun perolehan 1998 s.d 2014
sebesar Rp2.299.265.334,00 . Lima SKPD yang dimaksud adalah
Dishubkominfo, Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, Dinas Bina
Marga, Sekretariat DPRD dan Dinas Cipta Karya .
2). Bangunan.
Sarana perlengkapan jalan pada Dishubkominfo tahun perolehan 2005
s.d 2010 sebesar Rp2.720.433.134,00
3). Jalan, Jaringan dan Irigasi
Meterisasi LPJU pada Dinas Cipta Karya tahun perolehan 2013 dan
2014 sebesar Rp3.682.736.500,00
63
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
4). Aset Tetap Lainnya
Buku perpustakaan dan tanaman pada tiga SKPD tahun perolehan 2006
s.d 2014 sebesar Rp2.146.821.450,00 yaitu pada Kantor Perpustakaan
dan Arsip Daerah, Dinas Bina Marga, dan Dinas Cipta Karya .
k. Aset tetap secara fisik belum ditempel kodefikasi barang sehingga jenis
barang yang dicatat dalam KIB tidak dapat ditunjukkan keberadaannya.
2. Penjelasan mengenai saldo aset tetap beserta mutasinya:
Saldo aset tetap per 31 Desember 2013, mutasi tahun 2014, dan saldo per 31
Desember 2014 adalah sebagai berikut:
Aset tetap
Saldo awal (Rp)
Penambahan (Rp)
Pengurangan (Rp)
Saldo Akhir(Rp)
Tanah
Peralatan dan Mesin
588.658.988.189,00
252.209.806.899,50
3.282.143.295,00
90.749.223.968,93
3.772.264.780,00
30.158.845.107,38
588.168.866.704,00
Gedung dan Bangunan
597.423.801.132,58
109.321.409.967,25
27.169.391.154,36
Jalan, Irigasi dan Jaringan
Aset tetap lainnya
Konstruksi dalam pengerjaan
748.923.488.566,93
48.919.629.721,00
22.385.573.163,65
27.015.557.184,22
5.154.906.362,00
14.959.182.421,00
3.406.344.169,22
1.121.712.051,00
11.705.700.246,00
679.575.819.945,47
772.532.701.581,93
52.952.824.032,00
25.639.055.338,65
2.258.521.287.672,66
250.482.423.198,40
77.334.257.507,96
2.431.669.453.363,10
312.800.185.761,05
Nilai aset tetap per 31 Desember 2014 di atas, telah didukung oleh Kartu
Inventaris Barang SKPD kecuali Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga.
Untuk nilai aset tetap Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olah Raga per 31
Desember 2014 berasal dari nilai aset tetap di neraca Disdikpora per 31
Desember 2013 ditambah dengan pengadaan yang berasal dari belanja modal
64
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
dana BOS dan Blockgrant tahun 2012 serta mutasi dari SKPD lain dan
dikurangi dengan penghapusan aset tetap.
Penambahan nilai aset terdiri atas (1) penambahan aset dari belanja modal; (2)
penambahan aset yang berasal dari APBD Provinsi/APBN; (3) penambahan
aset dari hibah; (4) penambahan aset dari hasi kodefikasi dan koreksi aset; (5)
penambahan aset tetap dari hasil mutasi antar SKPD; (6) penambahan aset dari
bukan belanja modal; (7) penambahan aset dari pindahan antar rekening; dan
(8) penambahan aset dari lain-lain.
Pengurangan nilai aset terdiri atas (1) penghapusan aset tetap; (2) pengurangan
aset karena mutasi antar SKPD; (3) pengurangan aset karena hibah; (4)
pengurangan aset karena koreksi akuntansi hasil kodefikasi; (5) pengurangan
aset karena rusak berat; (6) pengurangan aset karena extracomptable; (7)
pengurangan aset karena pindahan antar rekening dalam SKPD; dan (8)
Pengurangan aset karena lain-lain.
Rincian masing-masing komponen penambahan dan pengurangan aset tetap
tersebut di atas adalah sebagai berikut:
a. Penambahan aset tetap
1) Penambahan aset tetap dari belanja modal.
Penambahan aset tetap dari realisasi belanja modal tahun 2014 dapat
dirinci sebagai berikut:
Uraian
Realisasi Belanja Modal
2014 (Rp)
2.730.917.515,00
1
Tanah
2
Peralatan dan Mesin
51.955.814.530,00
3
Gedung dan Bangunan
76.022.937.565,00
4
Jalan, Irigasi dan Jaringan
24.933.647.490,00
5
Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam pengerjaan
1.660.879.155,00
157.304.196.255,00
65
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Besarnya realisasi belanja modal untuk setiap SKPD dapat dilihat dalam
lampiran 4.
2) Penambahan aset tetap Pemerintah Kabupaten Batang dari dana
APBD Provinsi/APBN
Uraian
APBD Provinsi /APBN
1 Tanah
24.565.926.645,00
2 Peralatan dan Mesin
3 Gedung dan Bangunan
6.250.814.796,00
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
6.490.000,00
5 Aset tetap lainnya
3.399.992.222,00
6 Konstruksi dalam pengerjaan
367.458.301,00
34.590.681.964,00
Penambahan aset dari dana APBD Provinsi/APBN tersebut menambah
aset tetap pada SKPD sebagai berikut:
SKPD
APBD Provinsi /APBN
1 Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
34.005.139.464,00
2 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
3 Badan Penanggulangan Bancana Daerah
24.409.000,00
481.533.500,00
4 Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB
39.600.000,00
5 Kelurahan Karangasem Selatan
40.000.000,00
34.590.681.964,00
1) Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga.
Dana APBN yang diterima oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan
Olahraga adalah berupa bantuan blockgrant tahun 2014 ke sejumlah
sekolah dan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2014
ditambah dengan BOS tahun 2012 dan tahun 2013 yang belum masuk
ke dalam neraca.
Blockgrant tahun 2014 digunakan untuk kegiatan rehabilitasi ruang
kelas, pembangunan ruang perpustakaan, pembangunan ruang kelas
baru, dan peralatan praktek.
66
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Atas penggunaan dana blockgrant dan BOS tersebut, aset tetap di
Disdikpora bertambah untuk kelompok aset:
a. alat kantor dan rumah tangga sebesar Rp24.026.874.145,00.
b. aset gedung dan bangunan sebesar Rp6.210.814.796,00.
c. aset buku dan kepustakaan sebesar Rp3.399.992.222,00.
d. konstruksi dalam pengerjaan sebesar Rp367.458.301,00.
2) Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil mendapatkan hibah tunai
dari Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementrian Dalam
Negeri sebesar Rp24.409.000,00 digunakan untuk sarana pendukung
pemrosesan KTP elektronik berupa:
a. Alat kantor rumah tangga meliputi stavolt (stabilizer) 2 unit
Rp15.994.000,00 dan hardisk eksternal senilai Rp1.925.000,00
sehingga berjumlah Rp17.919.000,00.
b. Grounding (jaringan) senilai Rp6.490.000,00.
3) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mendapatkan hibah
dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana berupa:
a. Alat angkutan: mobil ford ranger senilai Rp420.997.500,00 dan 2
unit motor trail senilai Rp54.296.000,00.
b. Alat studio dan komunikasi: HT senilai Rp6.240.000,00.
4) Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB mendapatkan hibah dari
BKKBN Provinsi berupa laptop, LCD, modem, layar dan papan nama
organisasi seluruhnya senilai Rp39.600.000,00.
Sebanyak 1 (satu)
paket telah diserahkan ke SMAN 1 Subah senilai Rp9.900.000,00.
5) Kelurahan Karangasem Selatan mendapatkan hibah berupa gedung
untuk perpustakaan Tim Penggerak PKK dari Badan Keswadayaan
Masyarakat (BKM) senilai Rp40.000.000,00.
67
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
3) Penambahan aset tetap dari Hibah
Penambahan aset tetap dari hibah pada SKPD Rumah Sakit Umum
Daerah Kabupaten Batang yaitu berupa seperangkat alat band dari Bank
Pembangunan Daerah Jawa Tengah senilai Rp26.840.000,00.
4) Penambahan aset tetap dari hasil kodefikasi Aset dan Koreksi Aset
hasil kodefikasi dan
koreksi
Uraian
1
Tanah
-
2
Peralatan dan Mesin
6.769.949.569,00
3
Gedung dan Bangunan
4.505.840.449,00
4
Jalan, Irigasi dan Jaringan
5
Aset tetap lainnya
163.626.000,00
5.245.000,00
6 Konstruksi dalam pengerjaan
11.444.661.018,00
Penambahan aset tetap yang berasal dari hasil kodefikasi dan koreksi
aset tetap berada pada SKPD sebagaimana tercantum dalam lampiran 5.
5) Penambahan aset tetap dari mutasi antar SKPD terinci pada
kelompok aset sebagai berikut:
Mutasi Antar SKPD
Uraian
1
Tanah
2
Peralatan dan Mesin
3.857.923.303,50
551.225.780,00
3
Gedung dan Bangunan
7.687.549.425,25
4
Jalan, Irigasi dan Jaringan
5
Aset tetap lainnya
142.732.417,22
6 Konstruksi dalam pengerjaan
12.239.430.925,97
Mutasi antar SKPD terjadi misalnya karena adanya urugan tanah GOR
indoor
yang
dilaksanakan
oleh
Dinas
Bina
Marga
kemudian
diserahterimakan ke Bagian Tata Pemerintahan Setda Kabupaten Batang,
rehab gedung dan bangunan oleh Bagian Pengendalian dan Pembangunan
Setda Kabupaten Batang diserahterimakan ke Bagian Umum Setda,
68
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
pembuatan jaringan air bersih yang dilaksanakan oleh Dinas Cipta Karya,
Tata Ruang dan Kebersihan yang diserahterimakan ke Kelurahan
Kasepuhan
dan
sebagainya.
Daftar
SKPD
yang
mendapatkan
penambahan aset berasal dari mutasi SKPD lain tercantum dalam
lampiran 6.
6) Penambahan Aset dari Bukan Belanja Modal terinci pada kelompok
aset tetap sebagai berikut:
Uraian
Bukan Belanja Modal
1
Tanah
2
Peralatan dan Mesin
252.057.603,30
3
Gedung dan Bangunan
4
Jalan, Irigasi dan Jaringan
5
Aset tetap lainnya
2.275.596.141,00
265.203.925,00
1.400.000,00
6 Konstruksi dalam pengerjaan
2.794.257.669,30
Penambahan aset dari bukan belanja modal diantaranya karena adanya
biaya-biaya yang terkait langsung dengan pengadaan barang namun
dalam penganggarannya masih terletak di akun belanja pegawai dan akun
belanja barang dan jasa serta pengadaan aset tetap yang tidak terletak di
belanja modal.
Penambahan aset yang berasal dari bukan belanja modal berada di SKPD
berikut ini:
SKPD
1 Dinas Pendidikan, Pemuda dan OR
2 Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kota dan ESDM
Aset dari Bukan Belanja
Modal
166.399.200,00
1.179.020.871,30
3 Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi
355.846.000,00
3 Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
32.652.000,00
4 Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
5 Kecamatan Batang
6 Kecamatan Wonotunggal
272.590.598,00
70.000.000,00
2.300.000,00
7 Kecamatan Tersono
20.000.000,00
8 Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
66.104.000,00
9 Badan Pemberdayaan masyarakat Desa
56.960.000,00
69
10 Rumah Sakit Umum Daerah
11 Bagian Pengendalian Pembangunan Setda
12 Bagian Pemerintahan Desa Setda
13 Dinas Kesehatan
448.989.200,00
19.600.000,00
1.019.000,00
48.451.800,00
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
7) Penambahan Aset dari Pindahan antar Rekening terinci pada
kelompok aset tetap sebagai berikut:
Uraian
1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
3 Gedung dan Bangunan
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
5 Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam pengerjaan
Aset dari Pindahan
antar Rekening
2.608.774.784,00
11.882.377.046,00
1.503.857.252,00
85.627.000,00
14.591.724.120,00
30.672.360.202,00
Kelompok aset tersebut menambah aset tetap pada SKPD sebagaimana
tercantum dalam lampiran 7.
8) Penambahan Aset dari lain-lain (kurang catat nilai aset di tahun
2013, reklasifikasi extracomptable ke kelompok aset tetap) terinci
pada kelompok aset tetap sebagai berikut:
70
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Uraian
1 Tanah
Aset dari lain-lain
-
2 Peralatan dan Mesin
711.937.534,13
3 Gedung dan Bangunan
696.294.545,00
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
5 Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam pengerjaan
100,00
1.762.985,00
1.409.995.164,13
Penambahan aset yang berasal dari lain-lain berada di SKPD berikut ini:
SKPD
Aset dari lain-lain
1
Dinas Kesehatan
2
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
228.023.824,00
3
Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan Transmigrasi
4
5
Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerah
Kecamatan
Warungasem
6
Kelurahan Proyonanggan Utara
7
Kelurahan Watesalit
8
Rumah Sakit Umum Daerah
9
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
10
Badan Kepegawaian Daerah
11
Badan Penanaman Modan dan Perijinan Terpadu
30.220.000,00
12
Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah
10.070.000,00
13
Bagian Umum Setda
14
Bagian Organisasi Setda
15
Bagian Humas Setda
56.575.000,00
357.136.835,13
300.000,00
225.000,00
1.600.000,00
14.801.760,00
520.000,00
696.294.545,00
579.750,00
930.000,00
12.718.450,00
1.409.995.164,13
b. Pengurangan Aset tetap
1) Pengurangan aset tetap karena penghapusan di tahun 2014 terinci
pada kelompok aset sebagai berikut:
71
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Uraian
1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
3 Gedung dan Bangunan
Penghapusan
2.093.580.000,00
14.944.192.410,00
2.952.151.636,00
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
5 Aset tetap lainnya
803.156.751,00
6 Konstruksi dalam pengerjaan
20.793.080.797,00
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagai
tercantum dalam lampiran 8.
2) Pengurangan aset tetap karena
mutasi antar SKPD terinci pada
kelompok aset sebagai berikut:
Uraian
1 Tanah
mutasi Antar SKPD
551.225.780,00
2 Peralatan dan Mesin
3.857.923.303,50
3 Gedung dan Bangunan
7.687.549.425,25
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
142.732.417,22
5 Aset tetap lainnya
-
6 Konstruksi dalam pengerjaan
12.239.430.925,97
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagai
berikut:
72
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
SKPD
Mutasi antar SKPD
140.000.000,00
1 Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
4.164.660,00
2 Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil
75.765.000,00
3 Dinas Kehutanan dan Perkebunan
4 Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air
3.732.313.078,00
5 Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan ESDM
6 Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah
4.299.796.721,22
688.253.916,50
140.000.000,00
7 Satuan Polisi Pamong Praja
8 Inspektorat
50.000.000,00
9 Kantor Kesbangpol
99.655.000,00
10 Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah
57.900.000,00
11 Sekretariat DPRD
752.984.500,00
12 Bupati dan Wakil
26.250.000,00
13 Badan Pemberdayaan Masyarakat
59.499.600,00
14 Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB
933.859.744,00
15 Badan Lingkungan Hidup
177.475.906,25
16 Bagian Perekonomian
25.855.000,00
17 Bagian Pengendalian Pembangunan
186.100.000,00
18 Bagian Umum
789.557.800,00
12.239.430.925,97
3) Pengurangan aset tetap karena hibah terinci pada kelompok aset
sebagai berikut:
Uraian
1 Tanah
HIBAH
-
2 Peralatan dan Mesin
653.232.810,00
3 Gedung dan Bangunan
186.230.700,11
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
510.832.000,00
5 Aset tetap lainnya
-
6 Konstruksi dalam pengerjaan
1.350.295.510,11
73
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagai
berikut:
SKPD
1
2
3
4
5
HIBAH
7.040.000,00
Dinas Kesehatan
Bagian Umum
Badan Penanggulangan Bencana Daerah
Dinas Cipta Karya, Tata Ruang Kota dan ESDM
Dinas Kelautan dan Perikanan
639.952.810,00
6.240.000,00
186.230.700,11
510.832.000,00
1.350.295.510,11
4) Pengurangan
aset
tetap
karena
koreksi
akuntansi
hasil
kodefikasi/rekonsiliasi terinci pada kelompok aset sebagai berikut:
Uraian
1
Tanah
2
Peralatan dan Mesin
3
Gedung dan Bangunan
4
Jalan, Irigasi dan Jaringan
5
Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam pengerjaan
Kodefikasi BMD
1.120.000.000,00
935.822.250,00
15.623.250,00
8.103.000,00
2.079.548.500,00
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagai
berikut:
74
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
SKPD
1 Dinas Kehutanan dan Perkebunan
2 Inspektorat
Kodefikasi BMD
5.975.000,00
708.103.000,00
3 Kecamatan warungasem
510.000,00
4 Kelurahan Proyonanggan Selatan
450.000,00
5 Bagian Umum
6 Bagian Humas dan Protokol
7
Dinas Pertanian, Tanaman Pangan
dan Perkebunan
8 Dinas Kesehatan
543.237.351,00
8.514.598,00
15.623.250,00
797.135.301,00
2.079.548.500,00
5) Pengurangan aset tetap karena rusak berat terinci pada kelompok
aset sebagai berikut:
Uraian
1
Tanah
2
Peralatan dan Mesin
3 Gedung dan Bangunan
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
5 Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam pengerjaan
Rusak berat
4.293.262.080,00
2.244.624.200,00
7.399.000,00
155.238.563,00
6.700.523.843,00
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagaimana
tercantum dalam lampiran 9.
6) Pengurangan aset tetap karena extracomptable tahun 2014 terinci
pada kelompok aset sebagai berikut:
75
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Uraian
Extracomptable
1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
2.039.026.636,88
3 Gedung dan Bangunan
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
5 Aset tetap lainnya
6 Konstruksi dalam pengerjaan
2.039.026.636,88
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagaimana
tercantum dalam lampiran 10.
7) Pengurangan aset tetap karena pindahan antar rekening tahun 2014
terinci pada kelompok aset sebagai berikut:
Uraian
Pindahan antar
Rekening
1
Tanah
2
Peralatan dan Mesin
3
4
5
Gedung dan Bangunan
Jalan, Irigasi dan Jaringan
Aset tetap lainnya
13.750.169.920,00
6 Konstruksi dalam pengerjaan
11.705.700.246,00
2.232.761.000,00
2.745.380.752,00
85.627.000,00
30.519.638.918,00
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagaimana
tercantum dalam lampiran 11.
8) Pengurangan aset tetap karena lain-lain (belanja modal yang tidak
menjadi aset, software yang masuk aset lain-lain dan sebagainya)
terinci pada kelompok aset sebagai berikut:
76
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Uraian
Lain-lain
1 Tanah
2 Peralatan dan Mesin
7.459.000,00
1.202.624.617,00
3 Gedung dan Bangunan
333.042.023,00
4 Jalan, Irigasi dan Jaringan
-
5 Aset tetap lainnya
69.586.737,00
6 Konstruksi dalam pengerjaan
1.612.712.377,00
Kelompok aset tersebut mengurangi aset tetap pada SKPD sebagai
berikut:
SKPD
1 Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah
2 Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika
Lain-lain
49.832.598,00
7.459.000,00
3 Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
592.791.947,00
4 Dinas Kesehatan
736.253.549,00
5 Kecamatan Reban
19.690.000,00
6 RSUD
206.685.283,00
1.612.712.377,00
c. Aset tetap per 31 Desember 2014 berdasarkan SKPD
Nilai perolehan aset tetap di neraca sampai dengan 31 Desember 2014 dapat
dijelaskan pada setiap akun aset tetap di setiap SKPD sebagaimana uraian di
bawah ini:
1) Tanah .................................................................. Rp588.168.866.704,00
Nilai tanah yang disajikan di neraca daerah per 31 Desember 2014
sebesar Rp588.168.866.704,00 berkurang sebesar Rp490.121.485,00 atau
0,08% dibandingkan dengan aset tanah dalam neraca tahun 2013. Nilai
tanah per SKPD dapat dilihat pada Lampiran 12.
77
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Dalam nilai tanah Pemerintah Kabupaten Batang tersebut, terdapat tanah
seluas 7.115m2 dikerjasamakan dengan pihak ketiga dari luas tanah
44.310m2 yang berlokasi di pasar Bandar. Tanah seluas 44.310m2 tersebut
masih dalam penelusuran.
2) Peralatan dan Mesin ............................................. Rp312.800.185.761,05
Nilai peralatan dan mesin yang disajikan di neraca daerah per 31
Desember
2014
sebesar
Rp312.800.185.761,05
naik
sebesar
Rp60.590.378.861,55 atau 24,02% dibandingkan dengan nilai peralatan
dan mesin dalam neraca tahun 2013.
Berikut daftar rincian peralatan dan mesin berdasarkan 9 jenis peralatan
dan mesin:
Neraca Per 31 Des 2014
Peralatan dan Mesin
Alat-alat besar
Alat -alat angkutan
alat-alat bengkel dan alat
ukur
alat-alat pertanian dan
peternakan
alat-alat kantor dan rumah
tangga
alat-alat studio dan
komunikasi
alat-alat kedokteran
alat-alat laboratorium
alat-alat keamanan
Neraca Per 31 Des 2013
Naik (turun)
25.467.459.719,00
81.054.789.434,00
2.732.999.882,76
17.596.715.021,00
69.544.224.771,00
2.211.287.646,00
7.870.744.698,00
11.510.564.663,00
521.712.236,76
960.320.985,17
968.562.800,00
(8.241.814,83)
120.128.782.588,06
98.458.448.566,50
21.670.334.021,56
9.855.221.513,77
9.322.247.798,00
532.973.715,77
42.229.265.485,00
29.989.064.295,00
382.281.858,29
312.800.185.761,05
24.490.075.372,00
29.200.020.205,00
418.224.720,00
252.209.806.899,50
17.739.190.113,00
789.044.090,00
(35.942.861,71)
60.590.378.861,55
Nilai peralatan dan mesin berdasarkan SKPD dapat dilihat pada Lampiran 12.
3) Gedung dan Bangunan ........................................... Rp679.575.819.945,47
Nilai gedung dan bangunan yang disajikan di neraca daerah per 31
Desember
2014
sebesar
Rp679.575.819.945,47
naik
sebesar
Rp82.152.018.812,89 atau 13,75% dibandingkan dengan nilai gedung dan
bangunan dalam neraca tahun 2013.
78
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Nilai gedung dan bangunan berdasarkan SKPD dapat dilihat pada
Lampiran 12.
4) Jalan, Irigasi dan Jaringan . .................................... Rp772.532.701.581,93
Nilai jalan, irigasi dan jaringan yang disajikan di neraca daerah per 31
Desember
2014
sebesar
Rp772.532.701.581,93
naik
sebesar
Rp23.609.213.015,00 atau 3,15% dibandingkan dengan nilai jalan, irigasi
dan jaringan yang disajikan dalam neraca 2013.
Berikut daftar rincian Jalan, Irigasi dan Jaringan dalam neraca 2014:
Jalan, Irigasi dan
Jaringan
Jalan dan Jembatan
Neraca Per 31 Des 2014
Neraca Per 31 Des 2013
Naik (turun)
664.041.569.257,03
655.470.446.632,03
8.571.122.625,00
Bangunan air
77.644.168.510,00
69.720.877.610,00
7.923.290.900,00
Instalasi
24.667.175.752,00
18.576.622.314,00
6.090.553.438,00
Jaringan
6.179.788.062,90
5.155.542.010,90
772.532.701.581,93
748.923.488.566,93
22.584.966.963,00
Nilai jalan, irigasi dan jaringan berdasarkan SKPD dapat dilihat pada
Lampiran 12.
5) Aset tetap lainnya .. ................................................ .. Rp52.952.824.032,00
Nilai aset tetap lainnya yang disajikan di neraca daerah per 31 Desember
2014 sebesar Rp52.952.824.032,00 naik sebesar Rp4.033.14.311,00 atau
8,24% dibandingkan dengan aset tetap lainnya yang disajikan dalam
neraca 2013.
Berikut daftar rincian aset tetap lainnya berdasarkan jenisnya:
Aset tetap Lainnya
Neraca Per 31 Des 2014
Neraca Per 31 Des 2013
Naik (turun)
buku dan kepustakaan
47.748.600.537,00
44.076.703.023,00
3.671.897.514,00
Barang bercorak seni
dan budaya
3.928.972.832,00
3.993.853.935,00
(64.881.103,00)
Hewan, ternak dan
tumbuhan
1.275.250.663,00
849.072.763,00
426.177.900,00
52.952.824.032,00
48.919.629.721,00
4.033.194.311,00
79
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Nilai aset tetap lainnya berdasarkan SKPD dapat dilihat pada Lampiran 12.
6). Konstruksi Dalam Pengerjaan .............................. Rp25.639.055.338,65
Nilai Konstruksi Dalam Pengerjaan yang tersaji di neraca daerah per 31
Desember 2014 sebesar Rp25.639.055.338,65 sedangkan saldo per 31
Desember 2013 sebesar Rp22.385.573.163,65.
Berikut daftar konstruksi dalam pengerjaan pada tahun 2014 dan 2013:
SKPD
Neraca Per 31 Des
2014
Neraca Per 31 Des 2013
Naik (turun)
Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan
ESDM
Rumah Sakit Umum Daerah
Dinas Kesehatan
Dinas Perhubungan Komunikasi dan
Informatika
Dinas Pendidikan Pemuda dan OR
12.845.988.327,65
12.541.241.340,65
304.746.987,00
3.779.213.800,00
5.101.694.910,00
4.000.601.117,00
1.718.013.371,00
3.432.825.640,00
(221.387.317,00)
(1.718.013.371,00)
1.668.869.270,00
367.458.301,00
219.015.295,00
148.443.006,00
Dinas Bina Marga dan Sumber Daya
Air
Dinas Perindustrian, Perdagangan
dan Koperasi
Badan Pemberdayaan Masyarakat
Desa
1.699.000.000,00
473.876.400,00
1.225.123.600,00
22.385.573.163,65
1.407.782.175,00
1.795.975.000,00
49.725.000,00
25.639.055.338,65
Rincian kegiatan di SKPD terkait Konstruksi Dalam Pengerjaan di atas
adalah sebagai berikut:
1.
Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan ESDM, berupa kegiatan
pembangunan gedung kantor, penataan RTH, dan penataan kawasan
wisata bandar senilai Rp12.845.988.327,65.
2. Rumah Sakit Umum Daerah, berupa kegiatan:
-
Rehabilitasi ruang rawat inap 2 lantai senilai Rp389.808.800,00;
-
Rehabilitasi
gedung
kantor
dan
ruang
rawat
inap
Rp3.270.935.000,00;
80
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
-
Perencanaan Poli Paru Rp118.470,00.
Gedung
poliklinik
2
lantai
dan
Rp3.610.792.317,00
yang
semula
Pengerjaan
2013
telah
tahun
penunjang
masuk
selesai
medik
senilai
Konstruksi
Dalam
dikerjakan
sehingga
direklasifikasi ke dalam gedung dan bangunan.
3. Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika, berupa kegiatan
pembangunan pelabuhan (reklamasi pantai) dan akses jalan ke
pelabuhan senilai Rp5.101.694.910,00.
4. Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga, berupa kegiatan
pembangunan RKB SMPN 4 Bawang senilai Rp367.458.301,00.
5. Dinas Bina Marga dan SDA, berupa kegiatan pembangunan jembatan
kali
tinep
yang
belum
selesai
pengerjaannya
senilai
Rp1.699.000.000,00.
6. Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi, berupa kegiatan
pembangunan gedung kantor dua lantai Dinas Perindustrian,
Perdagangan dan Koperasi senilai Rp1.795.975.000,00 yang baru
selesai satu lantai sehingga belum dapat digunakan.
5.1.4 ASET LAINNYA ………………………………………… Rp14.387.131.362,00
Akun ini menggambarkan nilai tagihan penjualan angsuran, tuntutan ganti rugi,
piutang retribusi, aset tak berwujud dan aset lain-lain dengan rincian saldo per 31
Desember 2014 dan 31 Desember 2013 sebagai berikut:
81
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
SKPD
Neraca Per 31 Des 2014
Neraca Per 31 Des 2013
Naik (turun)
Tagihan Penjualan
Angsuran- Penjualan
Kios
653.106.200,00
682.548.400,00
Kemitraan dengan Pihak
ketiga
178.910.697,00
178.910.697,00
Tuntutan Ganti Rugi
38.792.800,00
41.440.909,00
(2.648.109,00)
Piutang Retribusi
57.500.000,00
57.500.000,00
-
Aset tak Berwujud
287.417.798,00
162.585.200,00
124.832.598,00
13.171.403.867,00
13.562.319.270,00
14.387.131.362,00
14.685.304.476,00
Aset lain-lain
(29.442.200,00)
92.742.289,00
1) Tagihan Penjualan angsuran-Penjualan kios merupakan saldo tagihan
penjualan angsuran kios yang dikelola oleh Dinas Perindustrian dan
Perdagangan sebesar Rp653.106.200,00.
2) Kemitraan dengan pihak ketiga
Aset kemitraan dengan pihak ketiga bangunan pasar Bandar dibentuk
berdasarkan perjanjian kerjasama antara Pemerintah Kabupaten Batang dengan
CV. PD Nomor 644.1/488 tanggal 11 Februari 1991. Pada tahun 2001,
Pemerintah Kabupaten Batang menandatangani kembali perjanjian kerjasama
Nomor 168/2001 tentang Pengembangan Pembangunan Pasar Bandar di
Kecamatan Bandar Kabupaten Batang dengan CV. PD. Berdasarkan perjanjian
tersebut CV. PD membangun ruko, kios dan los di atas tanah milik Pemerintah
Kabupaten Batang senilai Rp178.910.697,00. Sebagai kompensasi, CV. PD
diberikan Hak Guna Bangunan selama 20 tahun. Sampai dengan tahun 2013,
aset tersebut masih dalam status dikerjasamakan.
3) Tuntutan Ganti Rugi sebesar Rp38.792.800,00 merupakan saldo piutang
keugian daerah yang telah mempunyai Surat Keterangan Tanggung Jawab
Mutlak (SKTJM) yang terdiri dari:
82
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Tuntutan Ganti Rugi
31 Desember 2014 (Rp)
1
M. Teguh Prajatna
27.650.000,00
2
Slamet Maktub
6.000.000,00
3
Hartono
5.142.800,00
38.792.800,00
4) Piutang retribusi merupakan saldo retribusi sewa tanah garapan yang macet
sebesar Rp57.500.000,00.
5) Aset tak berwujud berupa software penatausahaan pendapatan (Simpatda) di
DPPKAD Kab. Batang, software Pasar di Dinas Perindustrian Perdagangan
dan Koperasi, dan software di Bagian Pengendalian Pembangunan Setda Kab.
Batang seluruhnya senilai Rp287.417.798,00.
6) Aset lain-lain terdiri dari barang rusak berat yang diusulkan untuk dihapuskan
sebesar Rp13.171.403.867,00.
Selain aset tetap milik Pemerintah Kabupaten Batang yang tercantum dalam
Neraca, terdapat aset bersejarah berupa patung yoni, batu umpak polos, patung
kola, patung ganesha dan beberapa tombak seluruhnya berjumlah 54 buah yang
sekarang disimpan di Dinas Kebudayaan dan Pariwisata.
5.1.5 KEWAJIBAN JANGKA PENDEK …………..…………. Rp2.518.630.858,26
Akun ini menggambarkan jumlah kewajiban daerah yang akan jatuh tempo dalam
waktu kurang dari satu tahun sejak tanggal 31 Desember 2013, yang meliputi
Bagian Lancar Utang Dalam Negeri, Utang Perhitungan Pihak Ketiga dan Utang
Jangka Pendek Lainnya sebagai berikut:
83
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Kewajiban Jangka Pendek:
Bagian Lancar Utang Dalam Negeri
Utang Perhitungan Pihak Ketiga
Utang Jangka Pendek Lainnya
31 Desember 2014
(Rp)
162.506.562,26
703.991,00
2.355.420.305,00
2.518.630.858,26
31 Desember 2013
(Rp)
162.506.562,26
2.715.208,00
10.343.711.496,00
10.508.933.266,26
1) Bagian Lancar Utang Dalam Negeri
Akun ini merupakan reklasifikasi bagian lancar dari pinjaman jangka panjang
yang akan jatuh tempo dalam satu tahun anggaran. Hutang jangka panjang
dimaksud adalah Penerusan Pinjaman (Sub Loan Agreement – SLA) dari
Pemerintah Pusat d.h.i. Departemen Keuangan sesuai Perjanjian Nomor SLA860/DP3/1996 tanggal 30 Januari 1996.
2) Utang Perhitungan Pihak ketiga
Tahun 2013 terdapat hutang kepada pihak ketiga sebesar Rp703.991,00
merupakan pungutan pajak kegiatan yang belum disetor ke kas negara oleh
Bendahara Pengeluaran Kecamatan Reban sebesar Rp545.591,00 dan
Bendahara Pengeluaran Kecamatan Blado sebesar Rp158.400,00.
3) Utang Jangka Pendek Lainnya
Utang Jangka Pendek Lainnya yang harus dibayar oleh Pemerintah Kabupaten
Batang pada tahun berikutnya adalah sebesar Rp2.355.420.305,00 dengan
rincian sebagai berikut:
Kewajiban Jangka Pendek:
Utang Retensi
Utang Belanja
31 Desember 2014
(Rp)
31 Desember 2013 (Rp)
311.430.405,00
2.043.989.900,00
3.021.587.788,00
7.322.123.708,00
2.355.420.305,00
10.343.711.496,00
84
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
a. Utang retensi sebesar Rp311.430.405,00 merupakan utang 5% pemeliharaan
kegiatan fisik di tahun 2013 yang sampai dengan tahun 2014 belum diambil
oleh rekanan berada di SKPD berikut ini:
Utang Retensi
31 Desember 2014 (Rp)
31 Desember 2013 (Rp)
31.005.000,00
113.542.350,00
54.424.650,00
156.236.055,00
193.108.150,00
1.253.352.538,00
-
34.283.500,00
34.283.500,00
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Dinas Kesehatan
Dinas Bina Marga dan Sumber daya Air
Dinas Pertaniaan Tanaman Pangan dan
Peternakan
Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan
Transmigrasi
Dinas Kelautan dan Perikanan
Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi
Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan
Energi Sumber Daya Mineral
Dinas Perhubungan komunikasi dan Informatika
Badan Pemberdayaan Perempuan dan KB
Badan Pelaksanaan Penyuluhan dan
Ketahanan Pangan
Rumah Sakit Umum Daerah
38.138.850,00
136.328.650,00
1.119.937.300,00
16.812.200,00
58.900.600,00
38.514.650,00
16.812.200,00
18.669.000,00
311.430.405,00
18.669.000,00
3.021.587.788,00
b. Utang belanja sebesar Rp2.043.989.900,00 merupakan kegiatan yang sudah
dilaksanakan SKPD tetapi belum dibayarkan melalui belanja SKPD. Utang
tersebut berupa belanja pegawai non PNS dan belanja barang/jasa. Belanja
tersebut baru bisa dibayarkan oleh bendahara pada tahun 2015.
85
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Utang Belanja
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga
Rumah Sakit Umum Daerah
Dinas Perindustrian Perdagangan dan
Koperasi
Satuan Polisi Pamong Praja
Kecamatan Batang
Kecamatan Tulis
Dinas Sosial Ketenagakerjaan dan
Transmigrasi
Bagian Kesejahteraan rakyat
Bagian Umum
31 Desember 2014 (Rp)
31 Desember 2013 (Rp)
1.000.000,00
22.535.000,00
2.042.123.650,00
7.078.878.604,00
400,00
866.250,00
12.573.650,00
891.000,00
207.242.045,00
2.100,00
909,00
7.322.123.708,00
2.043.989.900,00
5.1.6 KEWAJIBAN JANGKA PANJANG ………………………. Rp81.253.281,13
Saldo Utang Jangka Panjang adalah jumlah kewajiban daerah yang jatuh tempo
lebih dari satu tahun. Saldo utang Jangka Panjang yang disajikan di Neraca
Daerah merupakan Hutang Penerusan Pinjaman kepada Pemerintah Pusat (Sub
Loan Agreement Nomor 860 Tahun 1996). Nilai tersebut merupakan bagian
jangka panjang dari nilai pokok pinjaman yang belum jatuh tempo.
Utang Dalam Negeri-Pemerintah Pusat
Utang Penerusan Pinjaman
No.SLA -867/DP3/1996
31 Desember 2014 (Rp)
31 Desember 2013 (Rp)
81.253.281,13
243.759.843,39
81.253.281,13
243.759.843,39
5.1.7 EKUITAS DANA …………………………………….. Rp2.692.827.810.753,34
Ekuitas Dana menggambarkan jumlah kekayaan bersih Pemerintah Kabupaten
Batang per 31 Desember 2014 sebesar Rp2.692.827.810.753,34 meliputi Ekuitas
Dana Lancar (EDL) dan Ekuitas Dana Investasi (EDI) sebagai berikut:
86
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Ekuitas Dana:
1 Ekuitas Dana Lancar
31 Desember 2014 (Rp)
172.906.340.836,44
31 Desember 2013 (Rp)
170.091.381.291,11
2.519.921.469.916,90
2.335.050.522.423,39
2.692.827.810.753,34
2.505.141.903.714,50
2 Ekuitas Dana Investasi
Jumlah Ekuitas Dana
1) Ekuitas Dana Lancar
Akun Ekuitas Dana Lancar menggambarkan kekayaan bersih Pemerintah
Kabupaten Batang per 31 Desember 2014 yang berasal dari pengelolaan aset
lancar. Ekuitas Dana Lancar terdiri atas:
31 Desember 2014 (Rp)
137.485.386.559,99
Ekuitas Dana Lancar:
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA)
Pendapatan yang Ditangguhkan
31 Desember 2013 (Rp)
146.693.658.753,00
150,00
Cadangan Piutang
19.514.073.457,50
19.522.448.093,81
Cadangan Persediaan
18.422.941.286,21
14.138.247.398,56
Dana yang harus disediakan untuk
pembayaran Utang Jangka Pendek
(2.516.060.617,26)
(10.262.972.954,26)
172.906.340.836,44
170.091.381.291,11
Jumlah Ekuitas Dana Lancar
Berikut penjelasan masing-masing rincian Ekuitas Dana Lancar:
(a) SILPA sebesar Rp137.485.386.559,99 terdiri dari saldo Kas di Rekening
Kas Umum Daerah (BUD) sebesar Rp112.553.894.850,00, saldo Kas di
Bendahara Penerimaan SKPD sebesar Rp7.297.150.180,24, saldo Kas di
BLUD RSUD Batang sebesar Rp17.629.239.975,75, dan saldo Kas di
Bendahara Pengeluaran sebesar Rp5.101.554,00.
(b) Cadangan
Piutang
dan
Cadangan
Persediaan
merupakan
akun
penyeimbang dari Piutang dan Persediaan pada Aset Lancar.
2) Ekuitas Dana Investasi
Akun
Ekuitas
Dana
Investasi
menggambarkan
kekayaan
Pemerintah
Kabupaten Batang per 31 Desember 2014 yang berasal dari pengelolaan aktiva
jangka panjang, yang terdiri atas:
87
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Ekuitas Dana Investasi:
Diinvestasikan Dalam Investasi Jangka
Panjang
Diinvestasikan Dalam Aset Tetap
Diinvestasikan Dalam Aset Lainnya
Dana Yang Harus Disediakan Untuk
Pembayaran Utang Jangka Panjang
Jumlah Ekuitas Dana Investasi
31 Desember 2014(Rp)
31 Desember 2013(Rp)
73.946.138.472,93
62.087.690.118,12
2.431.669.453.363,10
14.387.131.362,00
(81.253.281,13)
2.258.521.287.672,66
14.685.304.476,00
(243.759.843,39)
2.519.921.469.916,90
2.335.050.522.423,39
Masing-masing pos ekuitas dana investasi dijelaskan sebagai berikut:
a. Ekuitas dana yang diinvestasikan dalam investasi jangka panjang merupakan
kekayaan Pemerintah Kabupaten Batang berupa investasi nonpermanen
sebesar
Rp104.000.000,00
dan
investasi
permanen
sebesar
Rp73.842.138.472,93. Kenaikan nilai ekuitas dana diinvestasikan dalam
investasi jangka panjang berasal dari penambahan penyertaan modal.
b. Ekuitas dana dalam aset tetap merupakan kekayaan Pemerintah Kabupaten
Batang yang berupa aset tetap. Kenaikan ekuitas dana diinvestasikan dalam
aset tetap berasal dari kenaikan nilai aset tetap karena penambahan aset dari
belanja modal, penambahan aset dari donasi/hibah, penambahan dari hasil
kodefikasi serta penurunan karena penghapusan.
c. Jumlah ekuitas dana yang diinvestasikan dalam aset lainnya merupakan
kekayaan Pemerintah Kabupaten Batang yang berupa tagihan penjualan
angsuran kios, piutang TPTGR, aset kemitraan dengan pihak ketiga, piutang
retribusi, aset tak berwujud, dan aset lain-lain.
d. Dana yang harus disediakan untuk pembayaran utang jangka panjang
merupakan bagian dari ekuitas Pemerintah Kabupaten Batang yang harus
disediakan untuk penyelesaian utang jangka panjang.
88
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
5.2. PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN REALISASI ANGGARAN
Laporan Realisasi Anggaran terdiri atas akun pendapatan, belanja, dan pembiayaan.
Rekapitulasi pendapatan, belanja, dan pembiayaan untuk masing-masing SKPD
disajikan pada Lampiran 1a dan 1b.
Uraian selengkapnya masing-masing akun laporan realisasi anggaran adalah sebagai
berikut:
5.2.1 REALISASI PENDAPATAN ………………………. Rp1.211.216.990.326,92
Pendapatan Daerah meliputi semua penerimaan yang menjadi hak Pemerintah
Daerah dalam satu tahun anggaran. Pendapatan Daerah Kabupaten Batang
meliputi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer, dan Lain-lain
Pendapatan yang Sah. Termasuk di dalamnya pendapatan kas yang diterima oleh
bendahara penerimaan sebagai pendapatan daerah dan hingga tanggal pelaporan
belum disetorkan ke rekening kas umum daerah sebagaimana tercantum dalam
Interpretasi Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 02 tentang
Pengakuan Pendapatan yang Diterima Pada Rekening Kas Umum Negara/Daerah.
Anggaran dan realisasi pendapatan per SKPD terdapat pada Lampiran 13.
Perbandingan antara anggaran dan realisasi pendapatan dalam tahun anggaran
2014 serta realisasi tahun anggaran 2013 adalah sebagai berikut:
Tahun 2014
Anggaran (Rp)
Tahun 2013
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
1 Pendapatan Asli Daerah
149,106,696,311.00
172,638,212,951.92
143,502,571,339.00
2 Pendapatan Transfer
992,868,499,292.00
996,496,836,760.00
907,042,678,471.00
46,660,359,000.00
42,081,940,615.00
36,082,133,266.00
1,188,635,554,603.00
1,211,216,990,326.92
1,086,627,383,076.00
3 Lain-lain Pendapatan yang Sah
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pendapatan tahun 2014 lebih
besar Rp22.581.435.723,92 atau 1,90%. Sedangkan bila dibandingkan dengan
realisasi
tahun
2013,
realisasi
pendapatan
tahun
2014
lebih
besar
Rp124.589.607.250,92 atau meningkat 11,47%.
89
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Penjelasan untuk masing-masing jenis pendapatan daerah diuraikan sebagai
berikut:
1. PENDAPATAN ASLI DAERAH …………………. Rp172.638.212.951,92
Pendapatan Asli Daerah (PAD) terdiri atas: 1) pendapatan pajak daerah; 2)
retribusi daerah; 3) hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan; dan 4)
lain-lain PAD yang sah.
Realisasi PAD tahun 2014 serta perbandingannya dengan realisasi tahun 2013
adalah sebagai berikut:
2014
2013
Pendapatan Asli Daerah
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
a
Pajak Daerah
38,384,800,000.00
42,714,336,489.00
40,333,063,058.00
b
Hasil Retribusi Daerah
25,044,817,500.00
25,247,348,616.00
35,812,498,970.00
c
Hasil Pengelolaan
Kekayaan Daerah yang
Dipisahkan
6,614,064,235.00
6,617,718,234.00
5,647,941,063.00
d
Lain-lain PAD yang Sah
79,063,014,576.00
98,058,809,612.92
61,709,068,248.00
149,106,696,311.00
172,638,212,951.92
143,502,571,339.00
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi PAD tahun 2014 lebih besar
Rp23.531.516.640,92 atau 15,78%. Sedangkan bila dibandingkan dengan
realisasi
tahun
2013,
realisasi
PAD
tahun
2014
lebih
besar
Rp29.135.641.612,92 atau meningkat 20,30%.
Realisasi masing-masing jenis PAD tahun anggaran 2014 dan 2013 diuraikan
sebagai berikut:
a. Realisasi Pendapatan Pajak Daerah …………… Rp42.714.336.489,00
Pajak Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan
Daerah (Perda). Pendapatan Pajak Daerah Kabupaten Batang dikelola oleh
90
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).
Realisasi PAD selama TA 2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
2014
2013
Anggaran (Rp)
284,000,000.00
Realisasi (Rp)
296,457,875.00
Realisasi (Rp)
232,198,630.00
Pajak Restoran
945,000,000.00
1,465,708,525.00
1,179,354,531.00
Pajak Hiburan
192,800,000.00
226,388,400.00
110,709,700.00
Pajak Reklame
900,000,000.00
997,225,350.00
1,028,842,730.00
15,500,000,000.00
16,029,130,753.00
13,821,042,470.00
193,000,000.00
204,919,000.00
222,135,500.00
14,000,000.00
16,800,000.00
15,035,000.00
300,000,000.00
389,547,391.00
311,489,507.00
56,000,000.00
65,910,000.00
65,400,000.00
15,500,000,000.00
17,038,292,291.00
13,821,442,515.00
4,500,000,000.00
5,983,956,904.00
9,525,412,475.00
38,384,800,000.00
42,714,336,489.00
40,333,063,058.00
Pendapatan Pajak Daerah:
Pajak Hotel
Pajak Penerangan Jalan
Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan
Pajak Parkir
Pajak Air Tanah
Pajak Sarang Burung Walet
Pajak Bumi dan Bangunan P2
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan
Bangunan
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pendapatan pajak daerah
tahun 2014 lebih besar Rp4.329.536.489,00 atau naik 11,28%. Kenaikan
terbesar ada pada Pajak Restoran yaitu sebesar 55,10% dari anggarannya.
Sedangkan bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, realisasi pendapatan
pajak tahun 2014 lebih besar Rp2.381.273.431,00 atau meningkat 5,90%.
Pendapatan pajak daerah sebagaimana tersebut di atas termasuk pendapatan
tahun 2014 dan baru disetor pada bulan Januari 2015 yaitu pajak restoran yang
ada di bendahara penerimaan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan
Aset Daerah sebesar Rp12.037.700,00.
b. Realisasi Retribusi Daerah...... .................................. ...Rp25.247.348.616,00
Retribusi Daerah merupakan PAD yang tarifnya ditetapkan melalui Peraturan
Daerah (Perda). Pendapatan Retribusi Daerah dikelola oleh masing-masing
91
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
SKPD penghasil, dengan realisasi pada tahun anggaran 2014 dan 2013 adalah
sebagai berikut:
2014
Anggaran (Rp)
Hasil Retribusi Daerah:
Retribusi Jasa Umum
Retribusi Pelayanan Kesehatan
Persampahan/Kebersihan
Retribusi Penggantian Biaya cetak KK,
KTP dan Akte Catatan Sipil
umum
Retribusi Pelayanan Pasar
Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor
Telekomunikasi
Retribusi Jasa Usaha
Retribusi Pemakaian Kekayaan Daerah
Retribusi Tempat Pelelangan
Retribusi Terminal
Retribusi Tempat Khusus Parkir
Retribusi Penyediaan dan/atau
Penyedotan Kakus
Retribusi Rumah Potong Hewan
Retribusi Pelayanan Kepelabuhan
Retribusi Tempat Rekreasi dan Olahraga
Retribusi Siaran Iklan Radio Abirawa
Retribusi Perizinan Tertentu
Retribusi Izin M endirikan Bangunan
Retribusi ijin gangguan/keramaian
Retribusi Izin Trayek
Retribusi Izin Usaha
Jumlah Hasil Retribusi Daerah
2013
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
12.998.512.500,00
312.400.000,00
12.113.265.350
206.259.200,00
9.016.765.750,00
164.575.200,00
48.787.000,00
250.000.000,00
1.658.750.000,00
192.837.000,00
100.000.000,00
15.561.286.500,00
48.787.000,00
250.000.000,00
1.660.147.066,00
297.939.500,00
585.246.234,00
15.161.644.350,00
512.789.000,00
200.100.000,00
1.607.615.863,00
278.007.000,00
11.779.852.813,00
1.589.140.000,00
1.918.000.000,00
158.571.000,00
130.026.800,00
1.627.580.700,00
1.565.740.746,00
159.597.300,00
123.131.500,00
1.580.936.400,00
1.743.178.324,00
173.434.500,00
109.636.000,00
15.000.000,00
73.050.000,00
10.000.000,00
756.853.200,00
35.000.000,00
15.180.000,00
73.098.000,00
8.394.000,00
795.182.500,00
39.816.720,00
15.300.000,00
72.171.500,00
10.365.000,00
786.238.500,00
40.492.273,00
4.685.641.000,00
4.407.721.466,00
4.531.752.497,00
274.060.000,00
4.500.000.000,00
17.830.000,00
6.000.000,00
658.814.900,00
4.999.437.900,00
17.980.000,00
1.750.000,00
18.976.441.500,00
4.797.890.000,00
5.677.982.800,00
19.500.893.660,00
25.044.817.500,00
25.247.348.616,00
35.812.498.970,00
22.015.000,00
502.437.160,00
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi hasil retribusi daerah tahun
2014 lebih besar Rp202.531.116,00 atau 0,81%. Bila dibandingkan dengan
realisasi tahun 2013, realisasi retribusi daerah tahun 2014 lebih kecil
Rp10.565.150.354,00 atau turun 29,50%.
Beberapa obyek pendapatan yang tidak mencapai target yang ditetapkan adalah
retribusi pelayanan kesehatan, retribusi pelayanan persampahan/kebersihan,
retribusi tempat pelelangan, retribusi tempat khusus parkir, retribusi pelayanan
ke
pelabuhan
dan
retribusi
ijin
usaha.
Untuk
retribusi
pelayanan
92
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
persampahan/kebersihan yang tidak mencapai target secara signifikan
(terealisasi 66,02%) hal ini disebabkan keterbatasan jumlah personil pemungut
dalam melaksanakan pemungutan dan keterbatasan jumlah armada angkutan
sampah.
Adapun realisasi Pendapatan Retribusi tahun 2014 secara rinci untuk masingmasing SKPD adalah sebagai berikut:
No
Keterangan
1
DINAS KESEHATAN
2
DINAS BINA MARGA DAN SDA
3
DINAS CIPTA KARYA, TATA RUANG DAN
ESDM
Retribusi (Rp)
12.113.265.350
55.770.000
799.592.400
4
DINAS PERHUBUNGAN, KOMINFO
1.497.610.534
5
BADAN LINGKUNGAN HIDUP
4.999.437.900
6
DINAS KEPENDUDUKAN DAN
PENCATATAN SIPIL
7
BAGIAN TATA PEMERINTAHAN
8
BAGIAN HUMAS DAN PROTOKOL
9
10
DINAS PENDAPATAN, PENGELOLAAN
KEUANGAN DAN ASET DAERAH
DINAS PERTANIAN TANAMAN PANGAN
DAN PETERNAKAN
11
DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA
12
DINAS KELAUTAN DAN PERIKANAN
13
DINAS PERINDUSTRIAN PERDAGANGAN
DAN KOPERASI
JUMLAH
48.787.000
1.193.200.000
39.816.720
44.550.000
73.098.000
872.426.500
1.592.134.746
1.917.659.466
25.247.348.616
93
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Dilihat dari tabel di atas, maka retribusi yang terbesar adalah Dinas Kesehatan
sebesar Rp12.113.265.350,00, kemudian disusul Badan Lingkungan Hidup
sebesar Rp4.999.437.900,00 dan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan
Koperasi sebesar Rp1.917.659.466,00.
Pendapatan retribusi sebagaimana tersebut di atas yang termasuk pendapatan
tahun 2014 dan baru disetor tahun 2015 berada pada bendahara penerimaan
SKPD berikut:
1. Dinas
Perindustrian
Perdagangan
Dinas
dan
Koperasi
sebesar
Rp1.330.445,00 terdiri dari retribusi kebersihan pasar dan retribusi
pelayanan pasar.
2. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebesar Rp29.369.000,00 merupakan
pendapatan retribusi tempat rekreasi.
3. Dinas Kesehatan sebesar Rp14.012.429,00 merupakan retribusi kesehatan
(Dana JKN non kapitasi).
4. Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika sebesar Rp404.300,00
yang terdiri dari retribusi terminal dan retribusi parkir.
c. Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan..Rp6.617.718.234,00
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan, merupakan penerimaan
PAD yang berasal dari hasil penyertaan modal Pemerintah Kabupaten berupa
bagian laba dari lembaga keuangan bank dan bukan bank adalah sebagai
berikut:
94
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
yang Dipisahkan:
2014
Anggaran (Rp)
2013
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Bagian Laba atas Penyertaan Modal
Perusahaan Daerah Air Minum
2,947,708,981.00
2,947,708,981.00
2,588,632,747.00
Perusda Aneka Usaha
139,682,510.00
139,682,510.00
149,855,544.00
BPR/BKK Batang
482,903,678.00
482,903,677.00
614,989,334.00
-
3,654,000.00
1,630,000.00
3,043,769,066.00
3,043,769,066.00
2,292,833,438.00
Koperasi Serba Usaha Batang
Cemerlang
Bank Jateng
- Deviden Bank Jateng
-AMU Bank Jateng
1,802,000,000.00
6,614,064,235.00
6,617,718,234.00
7,449,941,063.00
Realisasi bagian laba atas penyertaan modal berdasarkan kas yang masuk ke
rekening Kas Daerah (STS).
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi hasil pengelolaan kekayaan
daerah yang dipisahkan lebih besar Rp3.653.999,00 atau 0,06%. Sedangkan
bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, realisasi tahun 2014 tersebut
lebih kecil Rp832.222.829,00 atau menurun 11,17%. Realisasi hasil
pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tersebut dicatat berdasarkan
basis kas, yakni diakui seluruhnya sebagai pendapatan atas semua penerimaan
ke Kas Daerah pada tahun 2014.
d. Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah …........ Rp98.058.809.612,92
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah merupakan PAD dari berbagai sumber yang
bersifat tidak tetap/rutin.
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi Lain-lain PAD yang Sah
tahun anggaran 2014 lebih besar Rp18.995.795.036,92 atau melebihi 24,03%
dari yang dianggarkan, dengan rincian sebagai berikut:
95
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014
Lain-lain PAD yang Sah:
Anggaran (Rp)
2013
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
2014
Anggaran (Rp)
Hasil Penjualan Aset
Daerah Tidak Dipisahkan
2013
448.655.000,00
518.598.800,00
444.545.342,00
Penerimaan Jasa Giro
2.040.000.000,00
2.383.839.888,00
1.482.472.537,00
Penerimaan Bunga Deposito
9.800.000.000,00
13.003.451.617,00
12.097.610.578,00
Tuntutan Ganti Rugi Daerah
Denda Atas Keterlambatan
Pelaksanaan Pekerjaan
9.562.159,00
25.519.359,00
186.471.191,00
222.775.596,00
512.231.883,00
732.752.751,00
52.996.500,00
-
63.712.500,00
116.905.333,00
830.334.900,00
-
998.922.560,00
277.540.761,00
998.922.560,00
448.453.196,00
794.094.494,00
30.500.000,00
30.500.000,00
50.193.850.000,00
64.707.964.012,75
14.988.212.000,00
15.248.710.464,17
79.063.014.576,00
98.058.809.612,92
Pendapatan Denda Retribusi
Pendapatan Denda Pajak
Pendapatan hasil eksekusi
atas jaminan
Pendapatan Dari
Pengembalian
Fasilitas Sosial dan fasilitas
umum
Pendapatan BLUD
Pendapatan BPJS Kesehatan
45.140.786.455,00
61.709.068.248,00
Dari tabel terlihat bahwa obyek pendapatan penyumbang terbesar lain-lain
pendapatan asli daerah yang sah adalah pendapatan dari Badan Layanan Umum
Daerah (BLUD) RSUD Kabupaten Batang sebesar Rp64.707.964.012,75,
disusul dengan Pendapatan BPJS Kesehatan sebesar Rp15.248.710.464,17 dan
Penerimaan bunga deposito sebesar Rp13.003.451.617,00. Sedangkan secara
prosentase, obyek pendapatan yang melebihi anggaran terbesar adalah dari
tuntutan ganti rugi daerah yaitu sebesar 266,88%.
Dari tabel dapat diketahui bahwa realisasi lain-lain pendapatan asli daerah yang
sah tahun 2014 jika dibandingkan dengan realisasi tahun 2013 mengalami
kenaikan sebesar Rp36.349.741.364,92 atau sebesar 58,90%.
Berikut ini penjelasan masing-masing obyek pendapatan lain-lain pendapatan
asli daerah yang sah:
96
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1) Hasil
penjualan
aset
daerah
yang
tidak
dipisahkan
sebesar
Rp518.598.800,00 terdiri atas:
a. Hasil penjualan kendaraan roda empat sebesar Rp9.600.000,00.
b. Hasil penjualan drum bekas sebesar Rp29.050.000,00.
c. Hasil penjualan bahan-bahan bekas bangunan sebesar Rp72.355.000,00.
d. Penjualan hasil pertanian sebesar Rp358.793.800,00.
e. Penjualan hasil perikanan sebesar Rp48.800.000,00.
2) Penerimaan Jasa Giro sebesar Rp2.383.839.888,00 terdiri atas:
a. Penerimaan Jasa Giro Kas Daerah sebesar Rp2.302.202.682,00.
b. Penerimaan Jasa Giro Bendahara sebesar Rp81.637.206,00.
3) Pendapatan bunga deposito sebesar Rp13.003.451.617,00 merupakan
pendapatan dari penempatan kas daerah pada deposito dengan jangka waktu
satu bulan. Penempatan dana kas daerah dalam bentuk deposito merupakan
bagian dari manajemen kas daerah yang bertujuan memperoleh hasil
maksimal atas kas menganggur (idle cash).
4) Penerimaan tuntutan ganti kerugian daerah sebesar Rp25.519.359,00 berasal
dari:
a. Penerimaan dari kerugian uang daerah Rp8.871.250,00.
b. Penerimaan dari kerugian barang daerah Rp16.648.109,00.
5) Penerimaan denda atas keterlambatan pelaksanaan pekerjaan sebesar
Rp512.231.883,00 terdiri atas:
a. Bidang Pendidikan sebesar Rp13.509.006,00
b. Bidang Pekerjaan Umum sebesar Rp345.282.377,00
c. Bidang Perhubungan dan Pariwisata sebesar Rp23.816.200,00
d. Bidang Kelautan Rp6.714.856,00
e. Bidang Umum Pemerintahan Rp.49.576.235,00
97
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
f. Bidang Pertanian Rp42.803.139,00
g. Bidang Kesehatan Rp30.530.070,00
6) Pendapatan denda retribusi sebesar Rp63.712.500,00 terdiri atas :
a. Pendapatan denda retribusi perijinan tertentu sebesar Rp11.272.500,00.
b. Pendapatan denda retribusi dari pelaporan pencatatan akte capil
Rp52.440.000,00.
7) Pendapatan denda PBB P-2 sebesar Rp116.905.333,00.
8) Pendapatan
Hasil
Eksekusi
atas
Jaminan
Pekerjaan
sebesar
Rp998.922.560,00.
9) Pendapatan dari pengembalian sebesar Rp448.453.196,00 terdiri dari:
a. Sisa pembebanan anggaran sebesar Rp245.650.613,00.
b. Pendapatan dari pengembalian jasa pinjaman daerah kepada pihak ketiga
berupa denda keterlambatan pengembalian buku sebesar Rp4.834.400,00.
c. Lain-lain penerimaan sebesar Rp197.968.183,00.
10) Fasilitas Sosial dan fasilitas umum sebesar Rp30.500.000,00, berasal dari
sewa MCK di lokasi pasar-pasar.
11) Pendapatan BLUD sebesar Rp64.707.964.012,75 berasal dari:
a. Pendapatan jasa layanan sebesar Rp64.143.392.831,00.
b. Pendapatan
hasil
kerja
sama
dengan
pihak
lain
sebesar
Rp123.309.000,00.
c. Lain-lain pendapatan BLUD yang sah sebesar Rp441.262.181,75.
12) Pendapatan BPJS Kesehatan sebesar Rp15.248.710.464,17 merupakan BPJS
Kapitasi.
98
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2. PENDAPATAN TRANSFER ……………………… Rp996.496.836.760,00
Pendapatan Transfer berasal dari Pemerintah Pusat dan Provinsi, meliputi
Transfer Pemerintah Pusat berupa dana perimbangan dan transfer lainnya serta
Transfer Pemerintah Provinsi. Realisasi pendapatan transfer tahun anggaran
2014 dan 2013 adalah sebagai berikut:
2014
2013
Pendapatan Transfer
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Transfer Pemerintah Pusat-Dana
Perimbangan
767.615.126.526,00
766.582.242.761,00
727.548.569.854,00
Transfer Pemerintah Pusat-Lainnya
164.824.223.000,00
164.824.223.000,00
131.070.795.000,00
60.429.149.766,00
65.090.370.999,00
48.423.313.617,00
992.868.499.292,00
996.496.836.760,00
907.042.678.471,00
Transfer Pemerintah Provinsi
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pendapatan transfer tahun
2014
lebih
tinggi
Rp3.628.337.468,00
atau 0,37%.
Sedangkan
bila
dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, realisasi tahun 2014 lebih besar
Rp89.454.158.289,00 atau 9,86%.
Adapun penjelasan masing-masing pendapatan transfer adalah sebagai berikut:
a. Realisasi Dana Perimbangan...... ........................... Rp766.582.242.761,00
Dana Perimbangan terdiri atas Bagi Hasil Pajak, Bagi Hasil Bukan Pajak,
Dana Alokasi Umum, dan Dana Alokasi Khusus dengan rincian sebagai
berikut:
2014
Transfer Pemerintah PusatDana Perimbangan:
Dana Bagi Hasil Pajak
Dana Bagi Hasil Bukan Pajak
(Sumber Daya Alam)
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Anggaran (Rp)
2013
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
25.806.955.754,00
7.448.676.772,00
25.217.998.330,00
7.004.750.431,00
27.951.001.154,00
8.141.498.700,00
682.182.894.000,00
52.176.600.000,00
682.182.894.000,00
52.176.600.000,00
641.663.630.000,00
49.792.440.000,00
767.615.126.526,00
766.582.242.761,00
727.548.569.854,00
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pendapatan dana
perimbangan tahun anggaran 2014 lebih kecil Rp1.032.883.765,00 atau
99
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
0,13%. Sedangkan bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, realisasi
pendapatan dana perimbangan tahun 2013 lebih besar Rp39.033.672.907,00
atau meningkat 5,37%. Rincian obyek pendapatan dana perimbangan tahun
2014 yang tidak memenuhi target adalah dari dana bagi hasil pajak dan bagi
hasil bukan pajak/sumber daya alam. Dan jika dibandingkan dengan tahun
2013 realisasi dana bagi hasil pajak lebih kecil Rp2.733.002.824,00 atau
kurang sebesar 9,78% dan realisasi dana bagi hasil bukan pajak lebih kecil
Rp1.136.748.269,00 atau kurang sebesar 13,96%.
Adapun rincian Pendapatan Transfer Pemerintah Pusat - Dana Perimbangan
dapat dijelaskan sebagai berikut:
a. Realisasi Dana Bagi Hasil Pajak…....................... Rp25.217.998.330,00
Pendapatan bagi hasil pajak dari pemerintah pusat terdiri atas bagi hasil
Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), bagi hasil pajak penghasilan pasal 25
dan pasal 29 dan bagi hasil pajak penghasilan pasal 21`dengan rincian
sebagai berikut:
2014
Dana Perimbangan-Bagi
Hasil Pajak
Bagi Hasil dari Pajak Bumi
dan Bangunan
Anggaran (Rp)
14.896.730.811,00
2013
Realisasi (Rp)
15.795.590.015,00
Bagi Hasil dari Bea
Perolehan Hak Atas Tanah
dan Bangunan
Bagi Hasil dari Pajak
Penghasilan Pasal 25 dan
29
Bagi Hasil dari Pajak
Penghasilan Pasal 21
Realisasi (Rp)
19.424.642.197,00
-
949.876.350,00
575.378.225,00
666.022.700,00
9.960.348.593,00
8.847.030.090,00
7.860.336.257,00
25.806.955.754,00
25.217.998.330,00
27.951.001.154,00
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pendapatan bagi hasil
pajak tahun 2014 kurang Rp588.957.424,00 atau 2,28%. Hal ini
disebabkan semua obyek pendapatan dana perimbangan bagi hasil pajak
100
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
tidak terealisasi sebagaimana yang telah dianggarkan. Dan bila
dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, realisasi pendapatan bagi hasil
pajak tahun 2014 menurun sebesar Rp2.733.002.824 atau 9,78%.
Penurunan terbesar dari dana bagi hasil pajak ini berasal dari dana bagi
hasil pajak bumi dan bangunan dikarenakan sejak tahun 2014 ada
pelimpahan pajak bumi dan bangunan sektor perdesaan dan perkotaan ke
Pemerintah Kabupaten Batang.
b. Realisasi Dana Bagi Hasil Bukan Pajak .......……..Rp7.004.750.431,00
Bagi Hasil Bukan Pajak terdiri atas Bagi Hasil dari Sumber Daya Alam,
dengan rincian sebagai berikut:
2014
2013
Dana Perimbangan-Bagi Hasil Bukan
Pajak:
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Bagi Hasil dari Provisi Sumber Daya Hutan
1.740.006.748,00
1.338.745.394,00
1.064.508.841,00
Bagi Hasil dari Pungutan Hasil Perikanan
402.414.486,00
383.182.410,00
347.408.873,00
Bagi Hasil dari Pertambangan Minyak Bumi
248.773.384,00
237.468.039,00
67.627.825,00
Bagi Hasil dari Pertambangan Gas Bumi
36.064.000,00
56.578.713,00
31.170.208,00
Bagi Hasil dari Pertambangan Panas Bumi
13.602.070,00
13.602.070,00
5.309.385,00
124.123.837,00
91.481.558,00
79.039.590,00
4.883.692.247,00
4.883.692.247,00
6.546.433.978,00
7.448.676.772,00
7.004.750.431,00
8.141.498.700,00
Bagi Hasil dari Pertambangan Umum
Bagi Hasil Cukai Tembakau
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pendapatan bagi hasil
bukan pajak tahun 2014 lebih rendah Rp443.926.341,00 atau 5,96 %.
Sedangkan bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, realisasi
pendapatan bagi hasil bukan pajak tahun 2014 lebih rendah
Rp1.136.748.269,00 atau 13,96%.
c. Realisasi Dana Alokasi Umum (DAU) ................Rp682.182.894.000,00
DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang
dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar-
101
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
daerah untuk mendanai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan
desentralisasi.
Alokasi DAU tahun 2014 ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden
Nomor 02 tahun 2014 tentang Dana Alokasi Umum Daerah Provinsi dan
Kabupaten/Kota
Tahun
Anggaran
2014.
Berdasarkan
Peraturan
Pemerintah tersebut, alokasi DAU untuk Kabupaten Batang adalah
sebesar Rp682.182.894.000,00.
Alokasi DAU tahun anggaran 2014 untuk Kabupaten Batang telah
diterima seluruhnya pada tahun anggaran 2014. Penerimaan DAU tahun
2014 ini lebih tinggi Rp40.519.264.000,00 dari penerimaan DAU tahun
2013 atau 6,31%.
d. Realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) .................Rp52.176.600.000,00
DAK merupakan dana yang bersumber dari APBN yang dialokasikan
kepada daerah untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang
merupakan urusan daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.
Alokasi DAK tahun 2014 ditetapkan dengan Peraturan Menteri
Keuangan Nomor 180/PMK/07/2013 tentang Pedoman Umum Dana
Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2014.
Dana DAK untuk Kabupaten Batang meliputi 12 (dua belas) bidang,
dengan rincian sebagai berikut:
102
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014
2013
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
DAK Bidang Pendidikan
18.246.750.000,00
18.246.750.000,00
20.706.710.000,00
DAK Bidang Kesehatan
4.056.470.000,00
4.056.470.000,00
5.469.950.000,00
DAK Infrastruktur Jalan
4.747.480.000,00
4.747.480.000,00
4.288.550.000,00
DAK Infrastruktur Irigasi
4.009.040.000,00
4.009.040.000,00
5.169.370.000,00
DAK Infrastruktur Air Minum
1.390.920.000,00
1.390.920.000,00
1.080.860.000,00
DAK Infrastruktur Sanitasi
1.392.660.000,00
1.392.660.000,00
963.850.000,00
DAK Kelautan dan Perikanan
4.466.440.000,00
4.466.440.000,00
3.742.710.000,00
DAK Pertanian
7.298.490.000,00
7.298.490.000,00
4.506.110.000,00
965.660.000,00
965.660.000,00
1.253.480.000,00
1.007.960.000,00
1.007.960.000,00
990.030.000,00
DAK Kehutanan
993.730.000,00
993.730.000,00
1.179.890.000,00
DAK Keselamatan dan Transportasi Darat
440.930.000,00
Dana Alokasi Khusus:
DAK Lingkungan Hidup
DAK Keluarga Berencana
435.890.000,00
435.890.000,00
DAK Perdagangan Pasar
1.836.990.000,00
1.836.990.000,00
DAK Rujukan
1.328.120.000,00
1.328.120.000,00
52.176.600.000,00
52.176.600.000,00
Jumlah
Realisasi (Rp)
49.792.440.000,00
Alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2014 telah diterima seluruhnya
oleh Pemerintah Kabupaten Batang. Jika dibandingkan dengan realisasi
Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2013, maka realisasi pada tahun 2014
mengalami kenaikan sebesar Rp2.384.160.000,00 atau 4,79%.
e. Realisasi Transfer Pemerintah Pusat Lainnya........Rp164.824.223.000,00
Realisasi pendapatan transfer pemerintah pusat lainnya terealisasi 100% dari
anggarannya berasal dari pendapatan dana penyesuaian sertifikasi guru
sebesar Rp164.824.223.000,00.
f. Realisasi Transfer Pemerintah Provinsi ..................Rp65.090.370.999,00
Pendapatan transfer pemerintah provinsi terdiri atas bagi hasil pajak dan
bagi hasil lainnya dengan perincian sebagai berikut:
103
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014
2013
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Bagi Hasil dari Pajak Kendaraan Bermotor
13.296.310.935,00
11.989.114.005,00
10.064.706.594,00
Bagi Hasil dari Bea Balik Nama
Kendaraan Bermotor
21.750.837.164,00
18.596.165.355,00
15.838.219.968,00
Bagi Hasil dari Pajak Bahan Bakar
Kendaraan Bermotor
21.638.466.417,00
21.263.233.090,00
17.117.913.325,00
29.382.508,00
18.198.615,00
19.285.416,00
3.714.152.742,00
13.223.659.934,00
5.383.188.314,00
Transfer Pemerintah Provinsi:
Bagi Hasil Pajak:
Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan
Pemanfaatan Air Permukaan
Kekurangan Dana Bagi Hasil 2012
Bagi hasil dari pajak rokok
60.429.149.766,00
65.090.370.999,00
43.040.125.303,00
Bila dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pendapatan transfer
Pemerintah
Provinsi
lebih
besar
Rp4.661.221.233,00
atau
7,71%.
Sedangkan bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2013, realisasi tahun
2014 lebih tinggi Rp22.050.245.696,00 atau meningkat 51,23%.
3. LAIN-LAIN PENDAPATAN YANG SAH …………. Rp42.081.940.615,00
Lain-lain Pendapatan Yang Sah merupakan seluruh pendapatan daerah selain
Pendapatan Asli Daerah dan Pendapatan Transfer meliputi bantuan keuangan
dari provinsi dengan realisasi tahun 2014 dan 2013 sebagai berikut:
2014
Lain-lain Pendapatan yang Sah:
Pendapatan Hibah
Pendapatan Lainnya
Jumlah
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
2.000.000.000,00
2013
Realisasi (Rp)
-
46.660.359.000,00
40.081.940.615,00
36.082.133.266,00
46.660.359.000,00
42.081.940.615,00
36.082.133.266,00
Berikut ini penjelasan masing-masing obyek Lain-lain Pendapatan yang Sah:
1) Dana hibah diberikan Pemerintah kepada Pemerintah Kabupaten Batang
sebagai dana pengganti atas pelaksanaan kegiatan peningkatan akses
penyediaan air minum bagi masyarakat yang belum memiliki akses
104
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
sambungan air minum perpipaan, dengan ketentuan sebagaimana diatur
dalam Pedoman Pengelolaan. Dana hibah sebagaimana dimaksud diberikan
kepada Pemerintah Kabupaten Batang berdasarkan capaian kinerja atas
pelaksanaan kegiatan pemasangan sambungan Rumah (SR) baru yang
dilakukan oleh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Pada tahun 2014
mendapatkan Dana Hibah sebesar Rp2.000.000.000,00 untuk pembangunan
1 sampai dengan 1000 SR.
2) Pendapatan lainnya sebesar Rp40.081.940.615,00 terdiri atas:
a. Belanja bantuan keuangan bersifat umum dari retribusi daerah izin usaha
perikanan sebesar Rp.21.459.900,00.
b. Belanja bantuan keuangan bersifat umum dari retribusi daerah tera dan
tera ulang sebesar Rp54.408.715,00.
c. Belanja bantuan keuangan bersifat umum dari sumbangan pihak ketiga
kayu sebesar Rp12.727.000,00.
d. FEDEP sebesar Rp85.000.000,00.
e. TMMD sebesar Rp320.000.000,00.
f. Penyusunan sistem informasi profil daerah sebesar Rp50.000.000,00.
g. Primatani berbasis pekarangan sebesar Rp100.000.000,00.
h. Pendidikan Untuk Semua (PUS) sebesar Rp50.000.000,00.
i. Bantuan sarana prasarana sebesar Rp28.280.000.000,00.
j. Bantuan pendidikan sebesar Rp11.108.345.000,00.
5.2.2 REALISASI BELANJA..............................................
Belanja
daerah
merupakan
pengeluaran
Rp1.212.281.052.709,93
daerah
dalam
rangka
penyelenggaraan pemerintahan. Belanja Daerah terdiri atas belanja operasi,
belanja modal, belanja tidak terduga. Anggaran dan realisasi belanja tahun 2014
untuk masing-masing SKPD disajikan pada lampiran 14.
105
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Anggaran dan realisasi belanja daerah tahun anggaran 2014 serta realisasi
tahun anggaran 2013, adalah sebagai berikut:
2014
Belanja Daerah:
Belanja Operasi
Belanja Modal
Belanja Tidak Terduga
Transfer
2013
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
1.097.146.938.195,00
183.102.503.586,00
2.000.000.000,00
44.305.850.000,00
1.010.380.256.054,93
157.304.196.255,00
761.450.400,00
43.835.150.000,00
882.247.170.787,00
148.222.973.774,00
890.760.840,00
36.051.769.800,00
1.326.555.291.781,00
1.212.281.052.709,93
1.067.412.675.201,00
Dibandingkan dengan anggarannya, realisasi belanja tahun 2014 lebih
rendah Rp114.274.239.071,07,00 atau 8,61%. Sedangkan bila dibandingkan
dengan realisasi tahun 2013, realisasi belanja tahun 2014 lebih besar
Rp144.868.377.508,93 atau 13,57%.
Berikut penjelasan untuk masing-masing kelompok belanja:
1. REALISASI BELANJA OPERASI ...........................Rp1.010.380.256.054,93
Belanja operasi meliputi pengeluaran untuk penyelenggaraan kegiatan
pemerintah daerah yang memberikan manfaat jangka pendek. Belanja Operasi
terdiri atas belanja pegawai, belanja barang, belanja bunga, belanja bantuan
sosial, dan belanja bantuan keuangan, dengan rincian sebagai berikut:
2014
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Belanja Pegawai
741.226.996.715,00
695.121.258.351,00
614.822.878.032,00
Belanja Barang
Belanja Operasi:
Anggaran (Rp)
2013
284.463.071.459,00
246.774.866.536,93
190.109.518.494,00
Bunga
358.236.000,00
43.599.157,00
62.958.879,00
Hibah
37.487.106.000,00
36.203.606.000,00
26.446.874.000,00
Bantuan Sosial
32.833.300.000,00
778.228.021,00
31.458.697.989,00
778.228.021,00
50.049.360.230,00
755.581.152,00
1.097.146.938.195,00
1.010.380.256.054,93
882.247.170.787,00
Bantuan Keuangan
Dibandingkan dengan anggarannya, realisasi belanja operasi tahun 2014 lebih
rendah Rp86.766.682.140,07 atau 7,91%. Sedangkan bila dibandingkan dengan
106
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
realisasi tahun 2013, realisasi belanja operasi tahun 2014 lebih besar
Rp128.133.085.267,93 atau 14,52%.
a. Realisasi Belanja Pegawai…..……………….. Rp695.121.258.351,00
Belanja pegawai terdiri atas belanja langsung dan belanja tidak langsung
dengan rincian anggaran dan realisasi tahun anggaran 2014 sebagai berikut:
Belanja Pegawai:
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
%
Belanja Tidak Langsung:
Gaji dan Tunjangan
Tambahan Penghasilan PNS
452.818.300.687,00
204.026.232.837,00
438.432.394.243,00
174.933.536.925,00
96,82
85,74
3.972.000.000,00
3.972.000.000,00
4.761.041.159,00
4.414.483.610,00
665.577.574.683,00
22.358.347.510,00
25.607.669.746,00
2.116.306.300,00
Belanja Lain Pimpinan dan anggota
DPRD serta KDH/WKDH
Biaya Pemungutan Pajak Daerah
Belanja Langsung:
Honorarium PNS
Honorarium Non PNS
Uang Lembur
Uang Untuk diberikan kepada pihak
ketiga/masyarakat
Belanja kursus,pelatihan,
sosialiasi,bintek
Belanja pegawai BLUD
2.177.450.000,00
Lebih/(Kurang)
%
(14.385.906.444,00)
(29.092.695.912,00)
(3,18)
(14,26)
100,00
-
-
92,72
(346.557.549,00)
621.752.414.778,00
93,42
(43.825.159.905,00)
(6,58)
20.264.726.587,00
24.432.493.150,00
1.958.587.650,00
90,64
95,41
92,55
(2.093.620.923,00)
(1.175.176.596,00)
(157.718.650,00)
(9,36)
(4,59)
(7,45)
85,86
(307.900.000,00)
1.869.550.000,00
2.162.653.600,00
1.813.119.744,00
83,84
(349.533.856,00)
21.226.994.876,00
75.649.422.032,00
23.030.366.442,00
73.368.843.573,00
108,50
96,99
1.803.371.566,00
(2.280.578.459,00)
741.226.996.715,00
695.121.258.351,00
93,78
(46.105.738.364,00)
(7,28)
(14,14)
(16,16)
8,50
(3,01)
(6,22)
b. Realisasi Belanja Barang........................................ Rp246.774.866.536,93
Anggaran dan realisasi belanja barang tahun anggaran 2014 adalah sebagai
berikut:
107
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Belanja Barang:
Belanja Bahan Pakai Habis
Belanja Bahan/Material
Belanja Jasa Kantor
Belanja Premi Asuransi
Belanja Perawatan Kendaraan
Bermotor
Belanja Cetak Dan Penggandaan
Belanja Sewa
Rumah/Gedung/Gudang/Parkir
Belanja Makan Minum
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
%
Lebih/(Kurang)
%
20.056.568.184,00
25.998.161.409,00
34.841.840.612,00
1.132.600.000,00
18.941.124.612,00
24.900.187.453,00
28.758.156.223,00
435.425.307,00
94,44
95,78
82,54
38,44
(1.115.443.572,00)
(1.097.973.956,00)
(6.083.684.389,00)
(697.174.693,00)
(5,56)
(4,22)
(17,46)
(61,56)
11.686.077.700,00
10.293.017.513,00
88,08
(1.393.060.187,00)
(11,92)
9.639.343.055,00
9.220.524.384,00
95,66
(418.818.671,00)
(4,34)
4.155.335.300,00
3.728.147.131,00
89,72
(427.188.169,00)
(10,28)
10.630.405.800,00
9.515.967.835,00
89,52
(1.114.437.965,00)
(10,48)
3.940.564.700,00
3.682.288.743,00
93,45
(258.275.957,00)
(6,55)
Belanja Perjalanan Dinas
16.778.901.984,00
14.277.777.631,00
85,09
(2.501.124.353,00)
(14,91)
Belanja Kursus, Pelatihan, Sosialisasi
Dan Bimbingan Teknis PNS
12.886.421.550,00
11.747.286.710,00
91,16
(1.139.134.840,00)
(8,84)
5.650.000,00
45.634.505.590,00
8.740.961.000,00
5.650.000,00
44.237.307.852,00
7.925.771.304,00
100,00
96,94
90,67
(1.397.197.738,00)
(815.189.696,00)
(3,06)
(9,33)
428.776.500,00
365.117.500,00
85,15
(63.659.000,00)
(14,85)
34.254.322.912,00
30.261.447.688,00
88,34
(3.992.875.224,00)
(11,66)
24.190.140.563,00
20.455.949.493,00
84,56
(3.734.191.070,00)
(15,44)
17.500.000,00
15.005.000,00
85,74
(2.495.000,00)
(14,26)
19.444.994.600,00
8.008.714.157,93
41,19
(11.436.280.442,07)
(58,81)
284.463.071.459,00
246.774.866.536,93
86,75
(37.688.204.922,07)
(13,25)
Belanja Pakaian Dinas Dan Atributnya
Belanja perjalanan pindah tugas
Belanja Pemeliharaan
Belanja Jasa konsultasi
Belanja Survey dan Penyusunan
Design Enginering
Belanja Barang dan Jasa BLUD
Belanja Barang yang Akan Diserahkan
kepada Masyarakat/Pihak Ketiga
Belanja APKASI
Belanja Barang dan Jasa Dana JKN
c. Realisasi Bunga...................................................................Rp43.599.157,00
Belanja bunga digunakan untuk membayar bunga utang yang dihitung atas
kewajiban pokok utang berdasarkan perjanjian pinjaman jangka panjang.
Dibandingkan dengan anggarannya, realisasi bunga utang untuk tahun 2014
lebih rendah Rp314.636.843,00 atau 87,83%.
d. Realisasi Hibah............................................................Rp36.203.606.000,00
Belanja hibah digunakan untuk pemberian uang, barang dan atau jasa dari
pemerintah daerah kepada perusahaan daerah, masyarakat dan organisasi
kemasyarakatan, yang secara spesifik telah ditetapkan peruntukannya,
bersifat tidak wajib dan tidak mengikat serta tidak secara terus menerus
108
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
yang bertujuan untuk menunjang penyelenggaraan urusan pemerintah
daerah.
Dari yang dianggarkan sebesar Rp37.487.106.00.000,00 tidak terserap
sebesar Rp1.283.500.000,00 atau 3,42%. Sedangkan apabila dibandingkan
dengan
tahun
2013
maka
realisasi
tahun
2013
lebih
kecil
Rp9.756.732.000,00 atau 36,89%. Anggaran dan realisasi belanja hibah
tahun 2014 serta perbandingannya dengan realisasi tahun 2013 adalah
sebagai berikut:
2014
2013
Belanja Hibah:
Anggaran (Rp)
hibah kepada pemerintah desa
18.249.180.000,00
17.246.680.000,00
1.100.000.000,00
19.237.926.000,00
18.956.926.000,00
22.700.174.000,00
hibah kepada
badan/lembaga/organisasi
hibah kepada kelompok /anggota
masyarakat
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
2.646.700.000,00
37.487.106.000,00
36.203.606.000,00
26.446.874.000,00
Belanja hibah tersebut belum termasuk realisasi belanja barang dan realisasi
belanja modal dari SKPD yang dihibahkan kepada desa dan masyarakat.
e. Realisasi Bantuan Sosial .............................................Rp 31.458.697.989,00
Bantuan sosial merupakan pemberian bantuan berupa uang/barang dari
pemerintah
daerah
kepada
individu,
keluarga,
kelompok
dan/atau
masyarakat yang sifatnya tidak secara terus-menerus dan selektif yang
bertujuan untuk melindungi dari kemungkinan terjadinya resiko sosial.
Pada tahun 2014 realisasi bantuan sosial sebesar Rp31.458.697.989,00 lebih
kecil Rp1.374.602.011,00 atau 4,19% dari anggarannya. Dan jika
dibandingkan dengan tahun 2013 maka realisasi belanja bantuan sosial turun
sebesar Rp18.568.015.382,00 atau 36,55%
sebagaimana tampak dalam
tabel di bawah ini:
109
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014
2013
Bantuan Sosial
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
Bant.sosial kpd kelompok
masyarakat
15.432.300.000,00
15.095.937.400,00
33.689.396.000,00
Bant.sosial kpdanggota
masyarakat
17.451.000.000,00
16.362.760.589,00
16.359.964.230,00
32.883.300.000,00
31.458.697.989,00
50.049.360.230,00
Bantuan sosial kepada kelompok masyarakat meliputi bantuan pemugaran
rumah tidak layak huni dan bantuan jaminan kesehatan daerah (jamkesda).
2. REALISASI BELANJA MODAL ................................Rp157.304.196.255,00
Belanja modal mencakup pengeluaran anggaran untuk perolehan aset tetap dan
aset lainnya yang memberi manfaat lebih dari satu periode akuntansi. Belanja
Modal meliputi belanja modal untuk perolehan tanah, peralatan dan mesin,
gedung dan bangunan, jalan, irigasi dan jaringan serta aset tetap lainnya yang
terdiri atas:
Belanja Modal:
Belanja Tanah
Tahun 2014
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Tahun 2013
Realisasi (Rp)
3.284.679.200,00
2.491.894.515,00
587.065.800,00
Belanja Peralatan dan Mesin
57.618.476.361,00
50.242.625.237,00
36.424.978.584,00
Belanja Gedung dan Bangunan
83.005.112.025,00
75.185.274.393,00
59.684.602.403,00
Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan
25.044.641.300,00
22.663.077.560,00
48.759.821.697,00
Belanja Aset Tetap Lainnya
8.163.527.000,00
1.660.879.155,00
682.813.600,00
Belanja Aset Lainnya
5.986.067.700,00
5.060.445.395,00
2.083.691.690,00
183.102.503.586,00
157.304.196.255,00
148.222.973.774,00
Dibandingkan dengan anggarannya, realisasi belanja modal tahun 2014 lebih
rendah Rp28.597.695.327,00 atau 16,17%. Sedangkan bila dibandingkan
dengan realisasi tahun 2012, realisasi belanja modal tahun 2013 lebih besar
Rp14.742.488.925,00 atau 11,05%.
110
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Realisasi belanja modal sudah termasuk biaya administrasi perkantoran yang
melekat pada biaya perolehan modal tersebut. Aset lainnya pada belanja modal
merupakan belanja modal BLUD di RSUD Kabupaten Batang.
Realisasi belanja modal berdasarkan obyek belanja disajikan pada tabel
berikut:
Anggaran (Rp)
Belanja Modal Pengadaan Tanah
Belanja Modal Peralatan dan Mesin:
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Berat
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Angkutan
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Bengkel
Belanja Modal Pengadaan Alat-AlatPertanian Dan
Peternakan
Belanja Modal Pengadaan Alat-alat Kantor Rumah
Tangga
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Studio
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Komunikasi
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Ukur
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Kedokteran
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat Laboratorium
Belanja Modal Pengadaan Alat-Alat
Persenjataan/Keamanan
Belanja Modal Aset Tetap Lainnya:
Belanja Modal Pengadaan Buku/Kepustakaan
Belanja Modal Pengadaan Barang Bercorak Kesenian,
Kebudayaan
Belanja Modal Pengadaan Hewan/Ternak Dan Tanaman
Belanja Modal Aset Lainnya:
Jumlah Belanja Modal
%
Lebih/(Kurang)
%
2.491.894.515
75,86
(792.784.685)
(24,14)
5.230.550.000
14.817.712.200
427.300.000
73.850.000
5.216.617.728
12.542.715.714
424.222.760
73.737.500
99,73
84,65
99,28
99,85
(13.932.272)
(2.274.996.486)
(3.077.240)
(112.500)
(0,27)
(15,35)
(0,72)
(0,15)
14.956.406.965
14.071.134.067
94,08
(885.272.898)
(5,92)
1.126.955.500
274.950.000
332.190.000
15.998.380.696
4.320.003.000
60.178.000
1.011.265.068
257.666.800
318.480.600
15.373.756.200
893.328.550
59.700.250
89,73
93,71
95,87
96,10
20,68
99
(115.690.432)
(17.283.200)
(13.709.400)
(624.624.496)
(3.426.674.450)
(477.750)
(10,27)
(6,29)
(4,13)
(3,90)
(79,32)
(1)
57.618.476.361
50.242.625.237
87,20
(7.375.851.124)
(12,80)
Anggaran (Rp)
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi/Pembelian
Bangunan
Belanja Modal Jalan, Irigasi, dan Jaringan:
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jalan
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jembatan
Belanja Modal Pengadaan Konstruksi Jaringan Air
Belanja Modal Pengadaan Penerangan Jalan, Taman Dan
Hutan Kota
Belanja Modal Pengadaan Instalasi Listrik Dan Telepon
Realisasi (Rp)
3.284.679.200
Realisasi (Rp)
%
Lebih/(Kurang)
%
83.005.112.025
75.185.274.393
90,58
(7.819.837.632)
(9,42)
11.425.384.500
6.456.630.000
996.140.000
10.088.397.870
5.607.561.800
982.898.000
88,30
86,85
98,67
(1.336.986.630)
(849.068.200)
(13.242.000)
(11,70)
(13,15)
(1,33)
6.166.486.800
5.984.219.890
97,04
(182.266.910)
(2,96)
25.044.641.300
22.663.077.560
90,49
(2.381.563.740)
(9,51)
7.776.652.000
39.000.000
1.282.282.755
38.945.500
16,49
99,86
(6.494.369.245)
(54.500)
(83,51)
(0,14)
347.875.000
339.650.900
97,64
(8.224.100)
(2,36)
8.163.527.000
1.660.879.155
20,35
(6.502.647.845)
(79,65)
5.986.067.700
5.060.445.395
84,54
(925.622.305)
(15,46)
183.102.503.586
157.304.196.255
85,91
(25.798.307.331)
(14,09)
111
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
3. REALISASI BELANJA TAK TERDUGA ........................Rp761.450.400,00
Belanja Tak Terduga (BTT) adalah pengeluaran anggaran untuk kegiatan yang
sifatnya tidak biasa dan tidak diharapkan berulang seperti penanggulangan
bencana alam, bantuan sosial dan pengeluaran tak terduga lainnya yang sangat
diperlukan dalam rangka penyelenggaraan kewenangan pemerintah daerah.
Pengeluaran lainnya yang sangat diperlukan adalah pengeluaran-pengeluaran
yang sangat dibutuhkan untuk penyediaan sarana dan prasarana yang
berhubungan langsung dengan masyarakat, tetapi anggarannya tidak tersedia
dalam tahun anggaran yang bersangkutan.
Realisasi belanja tidak terduga sebesar Rp761.450.400,00 atau 38,07% dari
anggaran sebesar Rp2.000.000.000,00. Dibandingkan dengan tahun 2013 maka
realisasi tahun 2014 turun sebesar Rp129.310.440,00 atau 14,52%. Realisasi
belanja tersebut dipergunakan untuk pengeluaran sebagai berikut:
1) Perbaikan kerusakan Jalan Desa Gerlang akibat bencana di Kecamatan
Blado sebesar Rp74.774.000,00.
2) Pekerjaan Bencana Alam 12 (dua belas) Ruas Jalan di Kecamatan Batang,
Jembatan Emboh Lawangaji dan Jembatan Gantung Desa Jrakahpayung
Kabupaten Batang sebesar Rp527.156.400,00.
3) Pekerjaan perbaikan Pasar Darurat Bandar Kabupaten Batang sebesar
Rp62.520.000,00.
4) Penanganan bencana kebakaran Pasar Batang, pekerjaan rehab Kios Darurat
Pasar Batang Kabupaten Batang sebesar Rp97.000.000,00.
4. REALISASI BELANJA TRANSFER............................Rp43.835.150.000,00
Dibandingkan dengan anggarannya, realisasi belanja transfer tahun 2014 lebih
rendah Rp470.700.000,00 atau 1,06%. Sedangkan bila dibandingkan dengan
realisasi tahun 2013, realisasi tahun 2014 tinggi Rp7.783.380.200,00 atau
21,59%.
112
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Dalam penganggaran, belanja transfer masuk dalam belanja bantuan keuangan
kepada desa. Realisasi belanja transfer dipergunakan untuk pengeluaran
sebagai berikut:
a) Bantuan alokasi dana desa sebesar Rp18.052.950.000,00.
b) Bantuan tambahan penghasilan aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) sebesar
Rp20.671.700.000,00.
c) Pembangunan/Renovasi Kantor/Balai Desa sebesar Rp3.700.000.000,00.
d) Bantuan Keuangan Kepala Desa sebesar Rp1.410.500.000,00.
5.2.3 REALISASI PEMBIAYAAN............................................Rp138.549.448.943,00
Pembiayaan merupakan transaksi keuangan untuk menutup defisit atau untuk
memanfaatkan surplus. Defisit atau surplus terjadi apabila ada selisih antara
anggaran pendapatan daerah dan belanja daerah. Pembiayaan disediakan untuk
menganggarkan setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau
pengeluaran yang akan diterima kembali, baik pada tahun anggaran yang
bersangkutan maupun pada tahun anggaran berikutnya.
Pembiayaan Daerah meliputi Penerimaan dan Pengeluaran, dengan anggaran dan
realisasi tahun anggaran 2014 dan 2013 serta Pembiayaan Netto, adalah sebagai
berikut:
2014
Pembiayaan:
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
2013
Realisasi (Rp)
1 Penerimaan Pembiayaan
146.693.658.753,00
146.693.658.753,00
132.532.413.822,00
2 Pengeluaran Pembiayaan
8.773.921.575,00
8.144.209.810,00
5.053.462.944,00
Pembiayaan Netto
137.919.737.178,00
138.549.448.943,00
127.478.950.878,00
Dibandingkan dengan anggarannya, realisasi pembiayaan neto tahun 2014 lebih
tinggi Rp629.711.765,00 atau 0,46%. Sedangkan bila dibandingkan dengan
113
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
realisasi
tahun
2013,
realisasi
pembiayaan
netto
2014
lebih
besar
Rp11.070.498.065,00 atau 8,68%.
1. Realisasi Penerimaaan Pembiayaan.............................Rp146.693.658.753,00
Penerimaan pembiayaan mencakup penerimaan kas daerah yang berasal dari
penggunaan SILPA tahun lalu, pencairan dana cadangan, penerimaan pinjaman
daerah, dan penerimaan kembali pemberian pinjaman, dengan rincian sebagai
berikut:
2014
Anggaran (Rp)
a
b
c
d
Penggunaan SILPA
Pencairan dana cadangan
Penerimaan Pinjaman Daerah
Penerimaan Kembali Pemberian
Pinjaman
2013
Realisasi (Rp)
146.693.658.753,00
-
Realisasi (Rp)
146.693.658.753,00
-
132.531.957.261,00
146.693.658.753,00
132.532.413.822,00
456.561,00
146.693.658.753,00
Penggunaan SILPA merupakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2013
yang dialokasikan untuk pembiayaan pada tahun anggaran 2014. Jumlah
tersebut telah ditetapkan sebagai Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran Tahun 2013
berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Batang Nomor 1 Tahun 2014 tentang
Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Kabupaten Batang Tahun Anggaran
2013.
2. Realisasi Pengeluaran Pembiayaan...................................Rp8.144.209.810,00
Pengeluaran pembiayaan mencakup pengeluaran kas daerah yang dipergunakan
untuk penyertaan modal, pembayaran pokok utang, dan pemberian pinjaman
daerah. Rincian dan penjelasan lebih lanjut mengenai pengeluaran pembiayaan
tahun 2014 adalah sebagai berikut:
114
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014
Pengeluaran Pembiayaan:
a Penyertaan Modal (Investasi)
Pemerintah Daerah
b Pembayaran Pokok Pinjaman
dalam Negeri-Pemerintah Pusat
c
Pembayaran Pokok Pinjaman
dalam Negeri-Lainnya
a. Penyertaan
Modal
2013
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Realisasi (Rp)
5.207.000.000,00
5.207.000.000,00
1.797.000.000,00
162.507.000,00
162.506.562,00
162.506.562,00
3.404.414.575,00
8.773.921.575,00
2.774.703.248,00
8.144.209.810,00
3.093.956.382,00
5.053.462.944,00
(Investasi)
Pemerintah
Daerah
sebesar
Rp5.207.000.000,00 ke BUMD BPR BKK.
b. Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri-Pemerintah Pusat merupakan
angsuran pinjaman SLA-860/DP3/1996 Pemerintah Daerah kepada Asian
Development Bank sebesar Rp162.506.562,00.
c. Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam Negeri-Lainnya
kepada pihak ketiga
merupakan utang
sebesar Rp2.774.703.248,00 berupa jaminan
pemeliharaan atas kegiatan kontrak pembangunan di tahun 2014 dimana
pemeliharaannya dilaksanakan di tahun 2014, antara lain berupa
pembangunan gedung kantor, rehabilitasi pasar, pemeliharaan jalan,
pembangunan air bersih pedesaan, drainase, saluran air, trotoar dan lainlain.
5.2.4 REALISASI SISA LEBIH PEMBIAYAAN ANGGARAN..Rp137.485.386.559,99
Anggaran 2014 (Rp)
Realisasi 2014 (Rp)
2013(Rp)
1 Pendapatan dan Belanja
Pendapatan
1.188.635.554.603,00
1.211.216.990.326,92
1.086.627.383.076,00
Belanja dan Transfer
1.326.555.291.781,00
1.212.281.052.709,93
1.067.412.675.201,00
(137.919.737.178,00)
(1.064.062.383,01)
19.214.707.875,00
146.693.658.753,00
146.693.658.753,00
132.532.413.822,00
Surplus/(Defisit)
2 Pembiayaan
Penerimaan Pembiayaan
Pengeluaran Pembiayaan
Pembiayaan Netto
Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran
8.773.921.575,00
8.144.209.810,00
5.053.462.944,00
137.919.737.178,00
138.549.448.943,00
127.478.950.878,00
-
137.485.386.559,99
146.693.658.753,00
115
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Berdasarkan perhitungan pada laporan realisasi anggaran terdapat sisa lebih
pembiayaan anggaran Tahun 2014 sebesar Rp137.485.386.559,99 yang terdiri
dari:
1. Rekening
Kas
di
BUD/Rekening
Kas
Umum
Daerah
sebesar
Rp27.553.894.850,00 sama dengan posisi saldo kas di Buku Kas Umum
Daerah (BIX) per 31 Desember 2014.
2. Deposito Pemerintah kabupaten Batang sebesar Rp 85.000.000.000,00 yang
berada pada:
a. Deposito
pada
Bank
Rakyat
Indonesia
Cabang
Batang
sebesar
Rp20.000.000.000,00.
b. Deposito pada Bank Negara Indonesia sebesar Rp25.000.000.000,00.
c. Deposito pada Bank Mandiri sebesar Rp. 40.000.000.000,00.
3. Kas di Bendahara Penerimaan
Rp7.297.150.180,24
terdiri
dari
SKPD se-Kabupaten Batang sebesar
Pendapatan
Asli
Daerah
sebesar
Rp57.153.874,00 dan Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang sah (Pendapatan
BPJS Kapitasi) sebesar Rp7.239.996.306,24.
4. Kas di Bendahara Pengeluaran SKPD se-Kabupaten Batang sebesar
Rp5.101.554,00.
5. Kas di BLUD RSUD Kabupaten Batang sebesar Rp17.629.239.975,75. Posisi
Kas di BLUD RSUD per 31 Desember 2014 terdiri dari:
a. Kas di Bendahara Penerimaan BLUD RSUD sebesar Rp17.463.129.876,75.
b. Kas di Bendahara Pengeluaran BLUD RSUD sebesar Rp166.110.099,00.
Di dalam SILPA sebesar Rp137.485.386.559,99 tersebut, terdapat kas yang
telah dibatasi penggunaannya (SILPA terikat) sebesar Rp91.615.153.681,24 dan
SILPA bebas sebesar Rp45.870.232.878,75 sebagaimana tabel berikut:
116
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
NO
KETERANGAN
ANGGARAN (Rp)
SILPA TOTAL
1
137.485.386.559,99
SiLPA DAK Th 2012
SiLPA DAK Th 2013
SiLPA DAK Th 2014
8.952.692.323,00
2.861.495.811,00
11.116.000.812,00
JUMLAH
2
22.930.188.946,00
Sisa Dana Sertifikasi Guru Th 2013
Sisa Dana Sertifikasi Guru Th 2014
JUMLAH
15.262.802.690,00
28.942.395.200,00
Sisa Tambahan Penghasilan Guru Th 2013
Sisa Tambahan Penghasilan Guru Th 2014
JUMLAH
734.750.000,00
672.600.000,00
4
Sisa Bantuan Gubernur Th 2014
200.000.000,00
5
Sisa Dana BOS Th 2012
651.518.915,00
6
Sisa BLUD RSUD Th 2014
7
Sisa SiLPA Dana Cukai
8
Sisa Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi
Th 2014
6.611.829.967,00
9
Sisa Dana BPJS
7.239.996.306,24
3
JUMLAH (Rp)
44.205.197.890,00
1.407.350.000,00
7.579.970.089,00
789.101.568,00
JUMLAH
23.072.416.845,24
JUMLAH SILPA TERIKAT APBD 2015
JUMLAH SILPA BEBAS APBD 2015
91.615.153.681,24
45.870.232.878,75
5.3 PENJELASAN ATAS POS-POS LAPORAN ARUS KAS
Laporan Arus Kas menyajikan informasi aliran penerimaan dan pengeluaran kas
selama tahun dan 2014 dan 2013, meliputi Arus Kas dari Aktivitas Operasi, Aktivitas
Investasi Aset Non Keuangan, Aktivitas Pembiayaan dan Aktivitas Non Anggaran.
Penyajian laporan arus kas didasarkan pada transaksi kas daerah yang dikelola
oleh Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) selaku
pejabat pengelola keuangan daerah, serta kas yang dikelola oleh RSUD Batang sebagai
BLUD. Transaksi pada kas DPPKAD menggunakan dokumen sumber surat tanda
setoran (STS) dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Transaksi pada kas BLUD
117
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
RSUD Batang menggunakan dokumen sumber Surat Perintah Membayar (SPM)
Pengesahan dan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) Pengesahan.
Ringkasan laporan arus kas tahun 2013 dan 2014 adalah sebagai berikut:
2014 (Rp)
2013 (Rp)
A Arus Kas Bersih dari Aktivitas Operasi
155.721.535.071,99
166.993.136.307,00
B Arus Kas Bersih dari Aktivitas Investasi
Aset Non Keuangan
(156.785.597.455,00)
(147.778.428.432,00)
(8.144.209.810,00)
(5.053.006.383,00)
(6.665.872.239,24)
(463.948.856,00)
C Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Pembiayaan
D Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non
Anggaran
Kenaikan/Penurunan Kas
(15.874.144.432,25)
13.697.752.636,00
Saldo Awal Kas di BUD dan BLUD
146.057.279.258,00
132.359.526.622,00
Saldo Akhir Kas di BUD dan BLUD
130.183.134.825,75
146.057.279.258,00
Saldo pada Bendahara Pengeluaran
7.671.945,00
816.667.356,00
Saldo pada Bendahara Penerimaan
7.297.150.180,24
65.672.451,00
137.487.956.950,99
146.939.619.065,00
5.3.1 ARUS KAS BERSIH DARI AKTIVITAS OPERASI.... Rp155.721.535.071,99
Arus kas bersih dari aktivitas operasi merupakan indikator yang menunjukkan
kemampuan operasi pemerintah daerah dalam menghasilkan kas yang cukup
untuk membiayai aktivitas operasional di masa yang akan datang tanpa
mengandalkan sumber pendanaan dari luar.
Arus kas dari aktivitas operasi terdiri atas arus masuk dan arus keluar kas, dengan
perincian sebagai berikut:
2014 (Rp)
2013 (Rp)
1 Arus Masuk Kas
1.210.698.391.526,92
1.086.182.837.734,00
2 Arus Keluar Kas
1.054.976.856.454,93
919.189.701.427,00
155.721.535.071,99
166.993.136.307,00
Arus Kas Bersih dari
Aktivitas Operasi
118
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Operasi ……..…….Rp1.210.698.391.526,92
Arus masuk kas dari aktivitas operasi berasal dari penerimaan pendapatan asli
daerah, pendapatan transfer, dan lain-lain pendapatan yang sah dengan rincian
sebagai berikut:
Pendapatan Pajak Daerah
Pendapatan Retribusi Daerah
Pendapatan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah
yang Dipisahkan
Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah
Dana Bagi Hasil Pajak-Pemerintah Pusat
Bagi Hasil Bukan Pajak-Pemerintah Pusat
Dana Alokasi Umum
Dana Alokasi Khusus
Dana Penyesuaian
Pendapatan Bagi Hasil Pajak- Propinsi
Pendapatan Bagi Hasil Lainnya-Propinsi
Pendapatan Hibah
Pendapatan Dana Darurat
Pendapatan Lainnya
Arus Masuk Kas dari Aktivitas Operasi
2014 (Rp)
42.714.336.489,00
25.247.348.616,00
6.617.718.234,00
2013 (Rp)
40.333.063.058,00
35.812.498.970,00
5.647.941.063,00
97.540.210.812,92
25.217.998.330,00
7.004.750.431,00
682.182.894.000,00
52.176.600.000,00
164.824.223.000,00
65.090.370.999,00
61.264.522.906,00
27.951.001.154,00
8.141.498.700,00
641.663.630.000,00
49.792.440.000,00
131.070.795.000,00
48.423.313.617,00
2.000.000.000,00
40.081.940.615,00
36.082.133.266,00
1.210.698.391.526,92
1.086.182.837.734,00
2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Operasi...................Rp1.054.976.856.454,93
Arus keluar kas untuk aktivitas operasi dipergunakan untuk pengeluaran
belanja pegawai, belanja barang dan jasa, belanja hibah, belanja bantuan sosial
dan bantuan keuangan, serta belanja tidak terduga, dengan rincian sebagai
berikut:
119
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014 (Rp)
Belanja Pegawai
Belanja Barang dan Jasa
Bunga
Subsidi
Belanja Hibah
Belanja Bantuan Sosial
Belanja Bantuan Keuangan
Belanja Tidak Terduga
Bagi Hasil Pajak
Bagi Hasil Retribusi
Bagi Hasil Pendapatan Lainnya
Belanja transfer/bagi hasil ke desa
Arus Keluar Kas dari Aktivitas Operasi
695.121.258.351,00
246.774.866.536,93
43.599.157,00
36.203.606.000,00
31.458.697.989,00
778.228.021,00
761.450.400,00
2013 (Rp)
614.822.878.032,00
190.109.518.494,00
62.958.879,00
26.446.874.000,00
50.804.941.382,00
890.760.840,00
-
43.835.150.000,00
36.051.769.800,00
1.054.976.856.454,93
919.189.701.427,00
5.3.2 ARUS KAS BERSIH DARI INVESTASI ………………...(Rp156.785.597.455,00)
ASET NON KEUANGAN
Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan mencerminkan penerimaan dan
pengeluaran kas bruto dalam rangka perolehan dan pelepasan sumber daya ekonomi
yang bertujuan untuk meningkatkan dan mendukung pelayanan pemerintah kepada
masyarakat di masa yang akan datang.
Arus kas dari aktivitas investasi aset non keuangan terdiri atas arus masuk dan arus kas
keluar, dengan rincian sebagai berikut:
2014 (Rp)
Arus Masuk Kas
Arus Keluar Kas
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Investasi Aset Non Keuangan
2013 (Rp)
518.598.800,00
444.545.342,00
157.304.196.255,00
148.222.973.774,00
(156.785.597.455,00)
(147.778.428.432,00)
1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan…....Rp518.598.800,00
Arus kas masuk berasal dari penerimaan yang bersumber pelepasan hak atas tanah,
penjualan peralatan dan mesin, serta penjualan aset tetap lainnya dengan rincian
sebagai berikut:
120
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014 (Rp)
Pelepasan Hak Atas Tanah
Penjualan atas Peralatan dan Mesin:
Penjualan Kendaraan Dinas roda dua
Penjualan Kendaraan Dinas roda empat
Penjualan Aset Tetap Lainnya:
Penjualan Peralatan/Perlengkapan Kantor
tidak terpakai
Penjualan Mesin/alat-alat berat tidak
terpakai
Penjualan Rumah Jabatan/Rumah Dinas
Penjualan Drum Bekas
Penjualan bahan-bahan Bekas Bangunan
Penjualan hasil pertanian
Penjualan hasil perikanan
Arus Masuk dari Aktivitas Investasi Aset
Non Keuangan
2013 (Rp)
-
-
9.600.000,00
9.600.000,00
-
-
31.500.000,00
-
-
29.050.000,00
72.355.000,00
358.793.800,00
48.800.000,00
508.998.800,00
16.010.000,00
211.352.000,00
150.633.342,00
35.050.000,00
444.545.342,00
518.598.800,00
444.545.342,00
2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan.. Rp157.304.196.255,00
Arus keluar kas dari Aktivitas Investasi Aset Non Keuangan merupakan pengeluaran
kas untuk perolehan aset tetap yang terdiri atas:
2014 (Rp)
Belanja Tanah
Belanja Peralatan dan Mesin
Belanja Bangunan dan Gedung
Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan
Belanja Aset Tetap Lainnya
Belanja Aset Lainnya
Arus Keluar dari Aktivitas Investasi
Aset Non Keuangan
2013 (Rp)
2.491.894.515,00
50.242.625.237,00
75.185.274.393,00
22.663.077.560,00
1.660.879.155,00
5.060.445.395,00
587.065.800,00
36.424.978.584,00
59.684.602.403,00
48.759.821.697,00
682.813.600,00
2.083.691.690,00
157.304.196.255,00
148.222.973.774,00
Perincian lebih lanjut arus keluar kas dari aktivitas investasi non keuangan adalah
sebagai berikut.
121
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2014 (Rp)
2.491.894.515,00
2013 (Rp)
587.065.800,00
Alat -Alat Berat
Alat -Alat Angkutan
Alat -alat Bengkel
Alat -alat Pertanian dan Peternakan
Alat -alat Kantor dan Rumah Tangga
Alat -alat Studio
Alat -alat Komunikasi
Alat -alat Ukur
Alat -alat Kedokteran
Alat -alat Laboratorium
Alat -alat Keamanan
5.216.617.728,00
12.542.715.714,00
424.222.760,00
73.737.500,00
14.071.134.067,00
1.011.265.068,00
257.666.800,00
318.480.600,00
15.373.756.200,00
893.328.550,00
59.700.250,00
7.240.090.110,00
10.722.522.414,00
117.995.285,00
79.530.000,00
9.092.048.433,00
2.420.146.370,00
87.976.350,00
380.069.900,00
5.587.977.572,00
670.578.650,00
26.043.500,00
Belanja Pengadaan Konstruksi/Pembelian Bangunan
75.185.274.393,00
59.684.602.403,00
Konstruksi Jalan
Konstruksi Jembatan
Konstruksi Jaringan Air
Penerangan, Taman dan Hutan Kota
Instalasi Listrik dan Telpon
10.088.397.870,00
26.984.260.381,00
3.186.879.400,00
14.263.250.055,00
2.798.929.111,00
1.526.502.750,00
Buku/ Kepustakaan
Barang Bercorak Seni, Kebudayaan
Hewan/ Ternak dan Tanaman
Rambu Peringatan
1.282.282.755,00
38.945.500,00
339.650.900,00
375.913.400,00
125.387.200,00
181.513.000,00
-
Belanja Aset Lainnya
5.060.445.395,00
2.083.691.690,00
157.304.196.255,00
148.222.973.774,00
Belanja Pengadaan Tanah
5.607.561.800,00
982.898.000,00
5.984.219.890,00
Arus Keluar Kas dari Aktivitas Investasi Aset Non
Keuangan
5.3.3 ARUS KAS DARI AKTIVITAS PEMBIAYAAN......................(Rp8.144.209.810,00)
2014 (Rp)
1 Arus Masuk Kas
2 Arus Keluar Kas
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
Pembiayaan
8.144.209.810,00
2013 (Rp)
456.561,00
5.053.462.944,00
(8.144.209.810,00)
(5.053.006.383,00)
Rincian arus masuk kas dan arus keluar kas dari aktivitas pembiayaan dijelaskan sebagai
berikut:
122
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Pembiayaan.................................................Rp0,00
Arus masuk kas dari Aktivitas Pembiayaan pada tahun anggaran 2014 terdiri atas:
2014 (Rp)
Pencairan Dana Cadangan
Penerimaan Pinjaman Daerah
Penerimaan Kembali Pinjaman kepada
Entitas Lainnya
Arus Masuk Kas dari Aktivitas
Pembiayaan
2013 (Rp)
456.561,00
-
456.561,00
2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Pembiayaan........................(Rp8.144.209.810,00)
Arus keluar kas dari Aktivitas Pembiayaan terdiri atas rincian sebagai berikut:
2014 (Rp)
Pembentukan Dana Cadangan
Penyertaan Modal Pemerintah Daerah
Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam
Negeri Pemerintah Pusat
Pembayaran Pokok Pinjaman Dalam
Arus Keluar Kas dari Aktivitas
Negeri Lainnya
Pembiayaan
2013 (Rp)
5.207.000.000,00
162.506.562,00
1.797.000.000,00
162.506.562,00
2.774.703.248,00
3.093.956.382,00
8.144.209.810,00
5.053.462.944,00
5.3.4 ARUS KAS DARI AKTIVITAS NON ANGGARAN ...............Rp(6.665.872.239,24)
Arus kas dari aktivitas nonanggaran mencerminkan penerimaan dan pengeluaran kas
bruto yang tidak mempengaruhi anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan
pemerintah. Arus masuk kas dari aktivitas non anggaran terdiri dari penerimaan PFK
dan penerimaan sisa uang persediaan tahun lalu yang merupakan realisasi kas masuk
akibat aktivitas Non Anggaran Pemerintah Kabupaten Batang periode 1 Januari 2014
sampai dengan tanggal 31 Desember 2014. Sedangkan Arus keluar kas dari Aktivitas
Non Anggaran terdiri dari pengeluaran PFK dan penerimaan sisa uang persediaan tahun
berjalan.
123
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Arus kas dari aktivitas non anggaran yang disajikan dalam laporan arus kas merupakan
arus kas pada kas daerah yang dikelola oleh DPPKAD selaku PPKD.
1 Arus Masuk Kas
2 Arus Keluar Kas
Arus Kas Bersih dari Aktivitas Non
Anggaran
2014 (Rp)
52.473.243.869,00
2013 (Rp)
46.295.678.617,00
59.139.116.108,24
46.759.627.473,00
(6.665.872.239,24)
(463.948.856,00)
1. Arus Masuk Kas dari Aktivitas Non Anggaran ................... Rp52.473.243.869,00
Rincian arus masuk kas dari aktivitas non anggaran adalah sebagai berikut:
Arus Masuk Kas Aktivitas NonAnggaran
1. Penerimaan Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)
Iuran Wajib Pegawai 10%
Taperum
Subsidi Askes
Pajak Penghasilan Ps 21
Askes 2% Gaji Terusan
PFK Kecamatan Reban dan Kecamatan Blado
2014 (Rp)
32.905.134.710,00
706.364.000,00
9.888.433.607,00
8.324.964.214,00
11.263.852,00
703.991,00
2. Penerimaan Sisa UP Tahun lalu
Sisa Uang Persediaan yang belum disetor per 31
Desember 2013
2013 (Rp)
31.556.506.279,00
722.057.000,00
6.320.223.698,00
7.511.038.351,00
8.922.442,00
2.715.208,00
737.563,00
Pengembalian Belanja yang belum disetor per 31
Desember 2013
Pendapatan SKPD yang belum disetor per 31
Desember 2013
Jumlah Arus Masuk Kas dari Aktivitas Non
Anggaran
636.379.495,00
173.478.076,00
52.473.243.869,00
46.295.678.617,00
124
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
2. Arus Keluar Kas dari Aktivitas Non Anggaran......................Rp59.139.116.108,24
Arus keluar kas aktivitas non anggaran terdiri atas rincian sebagai berikut:
2014 (Rp)
Arus Keluar Kas Aktivitas Non Anggaran
2013 (Rp)
1. Pengeluaran Perhitungan Pihak Ketiga (PFK)
Iuran Wajib Pegawai 10%
32.905.134.710,00
Taperum
31.556.506.279,00
706.364.000,00
722.057.000,00
Subsidi Askes
9.888.433.607,00
6.320.223.698,00
Pajak Penghasilan Ps 21
8.324.964.214,00
7.511.038.351,00
Askes 2% Gaji Terusan
11.263.852,00
8.922.442,00
PFK Dinsosnakertrans yang belum disetor sd 31 Desember 2013
2.715.208,00
PPh 21 yang belum disetor oleh BLUD RSUD Kab.Batang per 31
Desember
1.785.000,00
2. Pengeluaran Sisa UP Tahun Berjalan
Sisa Uang Persediaan yang belum disetor per 31 Desember 2013
30.315,00
Pengembalian Belanja SKPD yang belum disetor per 31 Desember
2014
Pendapatan SKPD yang belum disetor per 31 Desember 2014
Jumlah Arus Keluar Kas dari Aktivitas Non Anggaran
570.676.729,00
7.302.955.725,24
65.672.451,00
59.139.116.108,24
46.759.627.473,00
PFK tersebut tidak termasuk potongan pajak SP2D LS Non Gaji yang di pungut dan
disetor oleh bendahara pengeluaran SKPD. SP2D LS Non Gaji yang diterbitkan
masih diberikan bruto (termasuk pajak yang harus dipotong).
5.3.5 SALDO AKHIR KAS ........................................................... Rp137.487.956.950,99
Perhitungan saldo akhir Kas adalah sebagai berikut:
Saldo Awal Kas Di BUD dan BLUD
Kenaikan/(Penurunan) Kas
Saldo Akhir Kas Daerah
Kas di Bendahara Pengeluaran
Kas di Bendahara Penerimaan
Saldo Akhir Kas
2014 (Rp)
146.057.279.258,00
(15.874.144.432,25)
130.183.134.825,75
7.671.945,00
7.297.150.180,24
2013 (Rp)
132.359.526.622,00
13.697.752.636,00
146.057.279.258,00
816.667.356,00
65.672.451,00
137.487.956.950,99
146.939.619.065,00
125
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Saldo akhir kas per 31 Desember 2014 terdiri atas Kas di Kas Daerah, Kas di RSUD
Batang, Kas di Bendahara Pengeluaran, dan Kas Bendahara Penerimaan, dengan rincian
sebagai berikut:
Kas di Kas Daerah:
Kas di Kas Daerah
Kas di RSUD Batang
112.553.894.850,00
17.629.239.975,75
130.183.134.825,75
Kas di Bendahara Penerimaan:
Pendapatan Asli Daerah
Pendapatan BPJS Kapitasi
57.153.874,00
7.239.996.306,24
7.297.150.180,24
7.671.945,00
Kas di Bendahara Pengeluaran:
137.487.956.950,99
Saldo Akhir Kas
Berikut rekonsiliasi pos-pos pada Laporan Realisasi Anggaran, Laporan Arus Kas
(LAK) dan Neraca untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2014:
1. Saldo SILPA pada Neraca per 31 Desember 2013 sebesar Rp146.693.658.753,00.
Saldo tersebut telah diakui sebagai penerimaan Penggunaan SILPA pada LRA tahun
2014.
2. Tidak terdapat selisih antara saldo SILPA pada Neraca per 31 Desember 2014 dan
Sisa
Lebih
Pembiayaan
Anggaran
pada
LRA
2014
yakni
sebesar
Rp137.485.386.559,99.
3. Saldo akhir kas di Laporan Arus Kas 2014 adalah sebesar Rp137.487.956.950,99
sedangkan di Neraca per 31 Desember 2014 yakni sebesar Rp137.485.386.559,99.
Terdapat selisih sebesar Rp2.570.391,00 adalah berupa lain-lain PAD yang belum
disetor di SKPD Satpol PP sebesar Rp150,00 dan utang belanja sebesar
Rp1.866.250,00, dan utang PFK sebesar Rp703.991,00.
126
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
BAB VI
PENJELASAN ATAS INFORMASI NON KEUANGAN
6.1 PELAKSANAAN KEGIATAN YANG BERSUMBER DARI DANA TUGAS
PEMBANTUAN DAN URUSAN BERSAMA
Pada Tahun Anggaran 2014 ini, Kabupaten Batang mendapatkan total anggaran
Dana Tugas Pembantuan dan Dana Urusan Bersama sebesar Rp32.110.617.000,00
melalui 6 (enam) SKPD Pengelola/Pelaksana, dan sampai dengan 31 Desember 2014
telah terealisasi sebesar Rp31.610.786.975,00 atau 98,44% dengan rincian:
1. Realisasi belanja dari dana tugas pembantuan sebesar Rp4.404.867.275,00 lebih
rendah
Rp472.621.725,00
dibandingkan
dengan
anggaran
sebesar
Rp4.877.489.000,00 atau terealisasi 90,31%.
2. Realisasi belanja dana urusan bersama sebesar Rp27.205.919.700,00 lebih rendah
Rp27.208.300,00 dibandingkan anggaran sebesar Rp27.233.128.000,00 atau
terealisasi 99,90%.
Realisasi dana tugas pembantuan dan Urusan Bersama berdasarkan SKPD Pengelola
terlihat dalam tabel berikut ini:
SKPD
ANGGARAN
REALISASI (Rp)
%
(Rp)
Dana
Tugas
Pembantuan:
4.877.489.000,00
4.404.867.275,00 90,31
1.192.350.000,00
1.170.150.800,00 98,14
525.520.000,00
504.332.000,00 95,97
1.959.150.000,00
1.913.594.475,00 97,67
1.200.469.000,00
816.790.000,00 68,04
1. Dinas Pertanian
Tanaman Pangan
dan Peternakan
2. Dinas Sosial,
Tenaga Kerja dan
127
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Transmigrasi
3. Dinas Kesehatan
4. Dinas
Kependudukan dan
27.233.128.000,00 27.205.919.700,00 99,90
24.335.628.000,00 24.308.419.700,00 99,89
Pencatatan Sipil
2.897.500.000,00
2.897.500.000,00
100
Dana Urusan
Bersama :
5. Badan
Pemberdayaan
Masyarakat dan
Desa
6. Dinas Cipta Karya,
Tata Ruang dan
Energi Sumberdaya
Mineral
Jumlah
32.110.617.000,00 31.610.786.975,00 98,44
a. Dana Tugas Pembantuan
Pada Tahun Anggaran 2014 Kabupaten Batang mendapat alokasi Dana Tugas
Pembantuan sebesar Rp4.877.489.000,00 realisasi sebesar Rp4.404.867.275,00 atau
90,31%. Dana Tugas Pembantuan tersebut terdiri dari empat program dan enam
kegiatan yang dikelola oleh 4 (empat) SKPD, yaitu Dinas Pertanian Tanaman Pangan
dan Peternakan (1 program, 3 kegiatan), Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (1 program, 1 kegiatan), Dinas Kesehatan (1 program, 1 kegiatan), dan
Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (1 program, 1 kegiatan), sebagaimana
tabel dibawah ini:
128
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
NO
SKPD
PROGRAM/
ANGGARAN
REALISASI
KEGIATAN
PERUBAHAN
(Rp)
%
Program
Peningkatan
1
Dinas Pertanian
Produksi,
Tanaman Pangan
Produktivitas &
dan Peternakan
Mutu Tanaman
1,192,350,000 1,170,150,800 98.14
Hortikultura
Berkelanjutan :
Peningkatan
Produksi,
Produktivitas dan
Mutu Produk
548,150,000
539,712,300 98.46
523,200,000
513,189,000 98.09
121,000,000
117,249,500 96.90
525,520,000
504,332,000 95.97
Tanaman Buah
Berkelanjutan
Peningkatan
Produksi,
Produktivitas dan
Mutu Produk
Florikultura
Berkelanjutan
Dukungan
Manajemen dan
Teknis Lainnya
Pada Ditjen
Hortikultura
2
Dinas Sosial,
Program
Tenaga Kerja dan
Penempatan dan
Transmigrasi
Peningkatan
129
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Perluasan
Kesempatan Kerja
Pengembangan dan
Peningkatan
Perluasan
525,520,000
504,332,000 95.97
Kesempatan Kerja
Program Bina Gizi
3
Dinas Kesehatan
dan Kesehatan Ibu
dan Anak
1,959,150,000 1,913,594,475 97.67
Bantuan
Operasional
Kesehatan (BOK)
4
Dinas
Program Penataan
Kependudukan dan
Administrasi
Pencatatan Sipil
Kependudukan
1,959,150,000 1,913,594,475 97.67
1,200,469,000
816,790,000 68.04
1,200,469,000
816,790,000
Pengembangan
Sistem
Administrasi
Kependudukan
68.04
(SAK) Terpadu
JUMLAH
4,877,489,000 4,404,867,275 90.31
b. Dana Urusan Bersama
Anggaran Dana Urusan Bersama Kabupaten Batang Tahun 2014 sebesar
Rp27.233.128.000,00 telah terealisasi sebesar Rp27.205.919.700,00 atau 99,90%.
Dana tersebut dikelola oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa sebesar
Rp24.335.628.000,00 dan Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Energi Sumber Daya
Mineral sebesar Rp2.897.500.000,00 sebagaimana tabel dibawah ini:
130
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
No
1
Realisasi
Anggaran
Nama SKPD
(Rp)
Rp
Badan Pemberdayaan
24.335.628.00
24.308.419.7
Masyarakat dan Desa
0
00
Dinas Cipta Karya
2
Tata Ruang dan
2.897.500.000
27.233.128.00
99,89
2.897.500.00
100,0
0
0
ESDM
Jumlah
%
27.205.919.7
00
0
99,90
6.2 PELAKSANAAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS)
1. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
Dana BOS adalah dana bantuan yang bertujuan untuk meringankan beban
masyarakat terhadap pembiayaan pendidikan dalam rangka wajib belajar 9 tahun.
Secara khusus program BOS bertujuan untuk:
a. Membebaskan
pungutan
bagi
seluruh
siswa
SD/SDLB
negeri
dan
SMP/SMPLB/SMPT (Terbuka) negeri terhadap biaya operasi sekolah, kecuali
pada rintisan sekolah bertaraf internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf
internasional (SBI). Sumbangan/pungutan bagi sekolah RSBI dan SBI harus tetap
mempertimbangkan fungsi pendidikan sebagai kegiatan nirlaba, sehingga
sumbangan/pungutan tidak boleh berlebih.
b. Membebaskan pungutan seluruh siswa miskin dari seluruh pungutan dalam bentuk
apapun, baik di sekolah negeri maupun swasta.
c. Meringankan beban biaya operasi sekolah bagi siswa di sekolah swasta.
Penggunaan dana BOS diatur berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan
Nasional Nomor 76 Tahun 2012 tentang Petunjuk Teknis Penggunaan dan
Pertanggungjawaban Keuangan Dana BOS Tahun Anggaran 2013.
131
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
Sasaran
Program
BOS
adalah
semua
sekolah
SD/SDLB
dan
SMP/SMPLB/SMPT termasuk SD-SMP Satu Atap (SATAP) dan Tempat Kegiatan
Belajar Mandiri (TKB Mandiri) yang diselenggarakan oleh masyarakat, baik negeri
maupun swasta diseluruh Provinsi di Indonesia.
Alokasi Dana BOS yang diterima oleh sekolah, dihitung berdasarkan jumlah siswa
dengan ketentuan:
1. SD/SDLB
:
Rp580.000,00/siswa/tahun
2. SMP/SMPLB/SMPT/SATAP
:
Rp710.000,00/siswa/tahun
Penyaluran dana dilakukan setiap periode 3 bulanan, yaitu periode JanuariMaret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember melalui Kas Umum
Negara (KUN) ke Kas Umum Daerah (KASDA) Provinsi kemudian baru disalurkan
ke masing-masing rekening sekolah.
Berdasarkan Petunjuk Teknis BOS Tahun 2014, Dana BOS dapat dipergunakan
untuk membiayai komponen kegiatan-kegiatan berikut:
1. Pengembangan Perpustakaan; digunakan untuk mengganti buku teks yang
rusak/menambah kekurangan untuk memenuhi rasio satu siswa satu buku,
langganan publikasi berkala, akses informasi online, pemeliharaan buku/koleksi
perpustakaan, peningkatan kompetensi tenaga pustakawan, pengembangan
database perpustakaan serta pemeliharaan perabot perpustakaan (minimal
penggunaan adalah 5% dari dana BOS).
2. Pembiayaan
seluruh
kegiatan
dalam rangka penerimaan siswa baru yaitu
meliputi: biaya pendaftaran, penggandaan formulir, administrasi pendaftaran,
pendaftaran ulang, biaya pendataan data pokok pendidikan, pembuatan spanduk
sekolah bebas pungutan serta kegiatan lain yang berkaitan dengan kegiatan
tersebut (misalnya konsumsi panitia dan uang lembur dalam rangka penerimaan
siswa baru, standar pembiayaan mengacu kepada batas kewajaran).
3. Kegiatan Pembelajaran dan ekstra kurikuler siswa, PAKEM (SD), Pembelajaran
Konstektual (SMP), pengembangan pendidikan karakter, pembelajaran remedial,
pembelajaran pengayaan, pemantapan persiapan ujian, olahraga, kesenian, karya
132
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
ilmiah remaja, pramuka dan palang merah remaja, Usaha Kesehatan Sekolah
(UKS) dan sejenisnya (misalnya untuk honor jam mengajar tambahan diluar jam
pelajaran dan biaya transportasinya (termasuk di SMP Terbuka), biaya
transportasi dan akomodasi siswa/guru dalam rangka mengikuti lomba, fotocopy,
membeli alat olahraga, alat kesenian dan biaya pendaftaran mengikuti lomba).
4. Pembiayaan dalam rangka Ulangan Harian, Ulangan Umum, Ujian Sekolah
termasuk untuk fotocopy, penggandaan soal, honor koreksi ujian dan honor guru
dalam rangka penyusunan rapor siswa.
5. Pembelian bahan-bahan habis pakai seperti buku tulis, kapur tulis, pensil, spidol,
kertas, bahan pratikum, buku induk siswa, buku inventaris, minuman dan
makanan ringan untuk kebutuhan sehari-hari di sekolah serta pengadaan suku
cadang alat kantor.
6. Pembiayaan langganan daya dan jasa, yaitu listrik, air, telepon, internet termasuk
untuk pemasangan baru. Untuk membeli genset atau jenis lainnya seperti panel
tenaga surya, jika di sekolah tidak ada jaringan listrik. Penggunaan internet
dengan mobile modem dapat dilakukan untuk maksimal pembelian voucher
sebesar Rp250.000,00 per bulan.
7. Pembiayaan perawatan sekolah, yaitu pengecatan, perbaikan atap bocor, perbaikan
pintu dan jendela, perbaikan mebeler, perbaikan sanitasi sekolah (kamar mandi
dan WC), perbaikan lantai ubin/keramik dan perawatan fasilitas sekolah lainnya.
Kamar mandi dan WC siswa harus dijamin berfungsi dengan baik.
8. Pembayaran honorarium bulanan guru honorer (hanya untuk memenuhi SPM),
Pegawai administrasi (termasuk administrasi BOS untuk SD), Pegawai
perpustakaan, Penjaga sekolah, Satpam dan Pegawai kebersihan. Dalam
pengangkatan
guru/tenaga
kependidikan
honorer
sekolah
harus
mempertimbangkan batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja
pegawai, serta kualifikasi guru honorer harus sesuai dengan bidang yang
diperlukan.
133
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
9. Pengembangan
Profesi
Guru
seperti
KKG/MGMP
dan
KKKS/MKKS,
pembiayaan untuk menghadiri seminar yang terkait langsung dengan peningkatan
mutu pendidik dan ditugaskan oleh sekolah. Khusus untuk sekolah yang
memperoleh hibah/blockgrant pengembangan KKG/MGMP sejenisnya pada tahun
anggaran yang sama hanya diperbolehkan menggunakan dana BOS untuk biaya
transpor kegiatan apabila tidak disediakan oleh hibah/blockgrant tersebut.
10. Pemberian bantuan siswa miskin seperti pemberian tambahan bantuan biaya
transportasi bagi siswa miskin yang menghadapi masalah biaya transpor dari dan
ke sekolah. Jika dinilai lebih ekonomis dapat untuk membeli alat transportasi
sederhana bagi siswa miskin yang akan menjadi barang inventaris (misalnya
sepeda, perahu penyeberangan, dan lain-lain). Membeli seragam, sepatu dan alat
tulis bagi siswa penerima bantuan siswa miskin (BSM) sebanyak penerima BSM,
baik dari pusat, provinsi maupun kabupaten/kota di sekolah tersebut.
11. Pembiayaan pengelolaan BOS seperti alat tulis kantor (ATK termasuk tinta
printer, CD dan flashdisk), penggandaan, surat menyurat, insentif bagi bendahara
dalam rangka penyusunan laporan BOS dan biaya transportasi dalam rangka
mengambil dana BOS di Bank/PT Pos.
12. Pembelian perangkat komputer seperti desktop/work station dan printer atau
printer plus scanner. Masing-masing maksimum 1 unit dalam satu tahun anggaran.
Peralatan komputer tersebut harus ada di sekolah.
13. Bila seluruh komponen 1 s/d 12 telah terpenuhi pendanaannya dari BOS dan
masih terdapat sisa, maka sisa dana tersebut dapat digunakan untuk membeli alat
peraga/media pembelajaran, mesin ketik, peralatan UKS dan meja kursi siswa jika
meja kursi yang ada sudah rusak berat. Penggunaan dana untuk komponen ini
harus dilakukan melalui rapat dengan dewan guru dan komite sekolah.
Batas maksimum penggunaan dana BOS untuk belanja pegawai (honor guru/tenaga
kependidikan honorer dan honor-honor kegiatan) di sekolah negeri sebesar 20% dari
total dana BOS yang diterima oleh sekolah dalam satu tahun.
Adapun Realisasi penggunaan dana BOS baik jenjang SD maupun SMP adalah
sebagai berikut:
134
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
1.
Pembelian/penggandaan buku teks pelajaran
Rp1.603.802.222,00
2.
Keg. Penerimaan Siswa baru
Rp 472.755.516,00
3.
Kegiatan Ekstra kurikuler
Rp9.312.586.250,00
4.
Kegiatan Ujian dan Ulangan Umum
Rp6.014.417.416,00
5.
Pembelian bahan habis pakai
Rp7.278.228.312,00
6.
Langganan daya dan jasa
Rp2.357.082.771,00
7.
Pembiayaan perawatan sekolah
Rp3.459.348.027,00
8.
Honorarium guru honorer
Rp7.941.667.851,00
9.
Pengembangan Profesi guru
Rp1.823.458.456,00
10. Membantu siswa miskin
Rp 501.404.032,00
11. Pembiayaan Pengelolaan BOS
Rp 834.345.755,00
12. Pembelian Perangkat komputer
Rp1.212.411.620,00
13. Pembelian Perangkat lain
Rp2.574.449.733,00
Jumlah
Rp45.385.957.961,00
Sedangkan sisa penggunaan dana BOS yang bersumber dari dana APBN Tahun 2014
sebesar Rp9.584.972.039,00 ada direkening/kas masing-masing bendahara BOS
sekolah SD dan SMP.
Adapun untuk dana BOS Pendamping dari APBD provinsi dan dana BOS dari APBD
Kabupaten rinciannya adalah sebagai berikut:
Belanja Operasi:
Jenjang SD
Jenjang SMP
Bosda (SD)
Anggaran (Rp)
1.050.000.000,00
1.139.950.000,00
1.883.280.000,00
Tahun 2014
Realisasi (Rp)
1.050.000.000,00
1.139.950.000,00
1.850.670.000,00
4.073.230.000,00
4.040.620.000,00
Saldo (Rp)
32.610.000,00
32.610.000,00
Saldo tersebut sampai dengan tanggal 31 Desember 2014 ada di kasda Provinsi karena
realisasi tersebut sudah sesuai dengan permintaan dan transfer dari Provinsi.
Sedangkan Dana Blockgrant sebesar Rp7.898.273.097,00 digunakan untuk:
135
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
a. Rehabilitasi ruang kelas SD ( 24 ruang )
Rp 923.341.000,00
b. Pembangunan Perpustakaan SD (16 ruang)
Rp1.770.386.208,00
c. Pembangunan Ruang Kelas Baru SD ( 2 ruang )
Rp 215.335.889,00
d. Pembangunan RKB SMP N 4 Bawang
Rp1.797.618.000,00
e. Pembangunan RKB SMAN 1 Batang (3 ruang)
Rp 448.940.000,00
f. Pembangunan RKB SMAN 2 Batang (2 ruang)
Rp 300.960.000,00
g. Pembangunan RKB SMAN 1 Bawang (2 ruang)
Rp 300.960.000,00
h. Pemb. RKB SMAN 1 Wonotunggal ( 1 ruang )
Rp 152.980.000,00
i. Pemb. RKB SMAN 1 Gringsing ( 2 ruang)
Rp 300.960.000,00
j. Pembangunan RKB SMKN 1 Batang ( 2 ruang )
Rp 366.792.000,00
k. Pengadaan TIK SD ( 20 sekolah )
Rp1.080.000.000,00
l. Pengadaan peralatan OR dan Kesenian SD
Rp 240.000.000,00
Untuk dana Blockgrant sudah dilaksanakan fisik dan keuangan sebesar 100% namun
untuk Pembangunan RKB SMPN 4 Bawang masih terdapat sisa dana sebesar
Rp367.458.301,00 karena masih dalam proses pengerjaan.
6.2 PELAKSANAAN DANA KAPITASI JAMINAN KESEHATAN NASIONAL
(JKN)
Dana Kapitasi berdasarkan Peraturan Bupati Batang Nomor 29 Tahun 2014
tentang Pedoman Pemanfaatan Dana Jaminan Kesehatan Nasional Pada Puskesmas Di
Kabupaten Batang adalah besaran pembayaran per bulan yang dibayar dimuka kepada
puskesmas berdasarkan jumlah peserta yang terdaftar tanpa memperhitungkan jenis dan
jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan. Sehubungan seluruh puskesmas di
Kabupaten Batang belum menerapkan pola pengelolaan keuangan badan layanan umum
daerah, maka perlu diatur mekanisme pengelolaan dan rincian penggunaan dana kapitasi
JKN sebagaimana yang telah tercantum dalam Peraturan Bupati Batang di atas, sebagai
berikut:
1. Prosedur Pencairan Dana Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional
a. Puskesmas melalui bendahara dana kapitasi JKN menyusun perencanaan belanja
jasa dan belanja operasional setiap bulan dan diketahui oleh Kepala Puskesmas.
136
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
b. Kepala Puskesmas menyampaikan laporan realisasi pendapatan dan belanja
kepada Kepala Dinas Kesehatan dengan melampirkan Surat Pernyataan Tanggung
Jawab Mutlak.
c. Atas dasar laporan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan Surat
Permintaan Pengesahan Pendapatan dan Belanja (SP3B) Puskesmas ke PPKD.
d. Berdasarkan SP3B tersebut, PPKD selaku BUD menerbitkan Surat Pengesahan
Pendapatan dan Belanja (SP2B) masing-masing FKTP.
e. Setelah Puskesmas menerima SP2B dari PPKD selaku BUD maka Bendahara
Dana Kapitasi JKN Puskesmas dapat mencairkan dana sesuai kebutuhan dengan
menggunakan cek yang sudah ditandatangani oleh Kepala Puskesmas dan
Bendahara Dana Kapitasi JKN.
f. PPK-SKPD cq Sub Bagian Keuangan Dinas Kesehatan Kabupaten Batang dan
PPKD melakukan pembukuan atas pendapatan dan belanja Puskesmas
berdasarkan SP2B tersebut.
g. Pada setiap akhir bulan, Bendahara Dana Kapitasi JKN menyetorkan jasa giro ke
rekening Kas Daerah Kabupaten Batang Nomor Rekening 1.032.00070.1 Bank
Jawa Tengah.
Pengelolaan dan penatausahaan ini berlaku mulai bulan Mei Tahun 2014.
2. Pemanfaatan Dana Kapitasi.
Pemanfaatan dana kapitasi sebagai berikut:
a.
60 % dari total dana kapitasi dibayarkan untuk jasa pelayanan kesehatan di
Puskesmas.
Untuk pedoman pembagian jasa pelayanan kesehatan, menggunakan variabelvariabel sesuai dengan yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kesehatan
Republik Indonesia nomor 19 tahun 2014 tentang Penggunaan Dana Kapitasi
Jaminan Kesehatan Nasional untuk Jasa Pelayanan Kesehatan dan Dukungan
Biaya Operasional pada Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama Milik Pemerintah
Daerah.
137
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
b.
40 % dari total dana kapitasi dipergunakan untuk dukungan biaya operasional
pada Puskesmas, yang rinciannya sebagai berikut:
1). 10% dari total dana kapitasi, digunakan untuk pengadaan obat, alat kesehatan
dan bahan medis habis pakai, dengan mempertimbangkan ketersediaan obat,
alat kesehatan dan bahan medis habis pakai yang telah dialokasikan oleh
SKPD Dinas Kesehatan.
Pengadaan di atas harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan yang berlaku
untuk pengadaan barang dan jasa, serta mengikuti peraturan cara distribusi
obat, alat kesehatan dan bahan habis pakai yang benar.
2). 30% dari total dana kapitasi, digunakan untuk dukungan kegiatan operasional
pelayanan kesehatan lainnya bagi peserta JKN yang meliputi:
 Upaya kesehatan perorangan berupa kegiatan promotif, preventif, kuratif
dan rehabilitatif lainnya.
 Kunjungan rumah dalam rangka upaya kesehatan perorangan.
 Operasional untuk puskesmas keliling, diutamakan pada daerah yang
banyak peserta JKN-nya, namun sulit untuk mengakses pelayanan
kesehatan yang ada.
 Bahan cetak atau alat tulis kantor yang berhubungan dengan
penyelenggaraan JKN di Puskesmas.
 Administrasi keuangan (seperti biaya bank, biaya transfer dan lain-lain)
dan sistem informasi.
3. Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Kapitasi JKN
Tahun 2014
Pendapatan
Belanja
Anggaran (Rp)
Realisasi (Rp)
Saldo (Rp)
14.988.212.000,00
15.248.710.464,17
260.498.464,17
8.992.927.200,00
8.008.714.157,93
(984.213.042,07)
23.981.139.200,00
23.257.424.622,10
(723.714.577,90)
138
Pemerintah Kabupaten Batang
Catatan atas Laporan Keuangan
Untuk Tahun yang Berakhir 31 Desember 2014
BAB VII
PENUTUP
Sebagai upaya memperbaiki pengelolaan keuangan, Pemerintah Kabupaten Batang telah
melakukan berbagai upaya perbaikan di bidang pengelolaan keuangan daerah. Upaya-upaya
tersebut diantaranya melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, implementasi
sistem informasi pengelolaan keuangan, dan pembaruan terhadap peraturan pengelolaan
keuangan daerah.
LKPD Kabupaten Batang ini dimaksudkan untuk memberikan informasi secara
menyeluruh mengenai pelaksanaan APBD Kabupaten Batang tahun anggaran 2014 dan posisi
keuangan Pemerintah Daerah Kabupaten Batang tanggal 31 Desember 2014. Selanjutnya
informasi dalam LKPD ini diharapkan dapat dipergunakan oleh para pemangku kepentingan
sebagai bahan masukan dan pertimbangan dalam pelaksanaan evaluasi kinerja, penentuan arah
kebijakan penyelenggaraan pemerintahan pada tahun anggaran yang akan datang, serta
pengambilan keputusan lainnya.
Demikian Laporan Keuangan Pemerintah Kabupaten Batang tahun 2014. Melalui
laporan keuangan ini diharapkan secara bertahap terwujud pengelolaan keuangan yang
transparan dan akuntabel.
Batang,
Juli 2015
BUPATI BATANG
YOYOK RIYO SUDIBYO
139
Download