PROGRAM PELATIHAN LEMBAGA PENDIDIKAN PERKEBUNAN

advertisement
PROGRAM PELATIHAN LEMBAGA PENDIDIKAN PERKEBUNAN
A. Pendidikan dan Pelatihan
1. Kursus Jabatan
Kursus Jabatan di LPP dimaksudkan sebagai upgrading dan qualifying kompetensi
manajerial & leadership. Level kursus penjenjangan terdiri dari :
ƒ
Kursus Manajemen Perkebunan Dasar (KMP-D)
Menekankan pada kompetensi supervisory management
ƒ
Kursus Manajemen Perkebunan Madya (KMP-M)
Menekankan pada kompetensi koordinasi kegiatan subunit usaha
ƒ
Kursus Manajemen Perkebunan (KMP)
Penekanan pada kompetensi manajemen unit usaha
ƒ
Kursus Manajemen Perkebunan Lanjut (KMP-L)
Menekankan pada kompetensi fungsi eksekutif, leadership, dan strategic
management
2. Kursus Penyegar
Kursus Penyegar dimaksudkan selain untuk memberikan pengetahuan baru,
penyegaran akan pengetahuan tertentu yang pernah diperoleh sebelumnya, juga
untuk memenuhi kebutuhan spesifik klien akan suatu pelatihan yang langsung
berfungsi dalam pemecahan masalah mereka. Bentuk kursus selain klasikal di
kelas, juga termasuk: seminar, lokakarya, consult training, hands-on training, dan
diagnostic training.
Beberapa bidang program yang ditawarkan meliputi antara lain:
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
ƒ
Manajemen dan bisnis
Keorganisasian dan SDM
Manajemen strategik
Hubungan Industrial
Institutional development
Personal development
Manajemen bisnis dan teknologi
Kursus-kursus LPP diselenggarakan baik di LPP Kampus Yogyakarta, LPP Kampus
Medan, di perusahaan (in-house) maupun di tempat-tempat lain yang disepakati bersama
dengan klien.
B. Konsultansi
Pelayanan konsultansi merupakan peran strategis LPP dalam memecahkan
permasalahan strategik perusahaan berbasis competency dan knowledge. Bidang
pelayanan konsultansi LPP meliputi antara lain:
ƒ Konsultansi di bidang manajemen
ƒ Konsultansi di bidang teknologi informasi
ƒ Konsultansi di bidang keteknikan
ƒ Konsultansi di bidang pelayanan prosesing dan laboratorium
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 1 ƒ
ƒ
C.
Konsultansi di bidang produksi tanaman
Assessment Center
Pendidikan Tinggi
Pendidikan tinggi yang didirikan dan dikelola oleh Yayasan Pendidikan Perkebunan
terdiri atas:
ƒ
ƒ
Politeknik LPP Yogyakarta.
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis Perkebunan, Medan.
KONSULTANSI DAN PELAYANAN
KONSULTANSI DAN PELAYANAN
Kegiatan konsultansi dan pelayanan (konpel) merupakan jasa layanan LPP untuk
membantu memecahkan permasalahan perusahaan dalam bidang organisasi, SDM
maupun bidang strategik yang dihadapi klien.
Jasa pelayanan konpel LPP meliputi:
1. Assessment Center
Dalam masa reformasi dimana Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) menjadi isu yang
penting dalam manajemen SDM di perusahaan, jasa layanan Assessment Center
merupakan wahana yang tepat untuk melakukan kegiatan-kegiatan tersebut di atas.
Assessment Center merupakan layanan LPP untuk membantu klien dalam perekrutan,
penempatan, pemerataan, kompetensi karyawan, fit and proper test, dan
pengembangan SDM, yang dilakukan melalui serangkaian tes atau stimulasi yang
didesain sesuai dengan kebutuhan klien.
2. Jasa Teknik (JASTEK)
JASTEK merupakan layanan LPP untuk perbaikan serta desain/modifikasi peralatan
pabrik, baik pabrik aneka tanaman maupun pabrik gula. Seperti diketahui bahwa
operasi pabrik sangat ditentukan oleh kesempurnaan operasi peralatan yang ada di
pabrik. Oleh karena itu, penyempurnaan operasi melalui perbaikan yang kontinyu dan
terencana sangat diperlukan untuk mendukung operasi pabrik yang optimal. Kegiatankegiatan yang dapat dilakukan melaui layanan JASTEK meliputi, modifikasi alat,
kalibrasi alat, perbaikan alat.
3. Jasa Processing dan Laboratorium (JASPROLAB)
JASPROLAB merupakan jasa layanan LPP untuk membantu perbaikan dalam teknologi
prosesing di pabrik. Berbagai permasalahan pada pabrik pengolahan di pabrik sangat
mempengaruhi mutu hasil akhir (produk).
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 2 4. Jasa Manajemen (JASMAN)
JASMAN merupakan jasa layanan untuk membantu memecahkan masalah perusahaan
yang berkaitan dengan organisasi dan manajemen, yang meliputi struktur dan
pengembangan organisasi, sistem penggajian, sistem pengembangan SDM,
pengendalian biaya, sistem manajemen kinerja, transformasi bisnis, penyusunan
Rencana Jangka Panjang dan lain-lain.
5. Jasa Teknik Informatika (JASTI)
JASTI dapat membantu klien dalam mendesain serta memperbaiki Sistem Informasi
Manajemen Perusahaan.
6. Jasa Tanaman (JASTAN)
JASTAN merupakan layanan LPP untuk membantu memecahkan masalah dalam
lingkup tanaman, mulai persiapan lahan sampai dengan panen, studi kelayakan
penilaian kebun, produksi dan lain-lain.
KURSUS JABATAN DAN LADIES PROGRAM
KURSUS JABATAN (KJB)
Kursus jabatan merupakan seri kursus penjenjangan bagi para manajer di perusahaan
perkebunan. Kursus ini berfungsi untuk pembekalan dalam menduduki jabatan (upgrading)
dan atau untuk memantapkan pejabat/manajer yang telah menduduki jabatan (qualifying).
Pada dasarnya setiap manajer selalu menjalankan fungsi leadership dan managerial. Oleh
karena itu, peran utama KJB adalah sebagai pembekalan dan pemantapan kompetensi
manajerial dan leadership. Di samping itu, juga membekali dan memantapkan kompetensi
teknis operasional serta peningkatan pemahaman wawasan bisnis.
Sasaran kursus jabatan adalah mencetak manajer yang memiliki persepsi yang sama dan
wawasan yang luas tentang manajemen agribisnis perkebunan yang kompeten di
bidangnya. Melalui kursus jabatan diharapkan terjalin saling pengertian antar para manajer
untuk memudahkan kerja sama dalam mencapai tujuan perusahaan.
JENJANG KURSUS
1. Kursus Manajemen Perkebunan Dasar (KMPD) merupakan seri KJB jenjang pertama
yang diperuntukkan bagi para manajer sub unit usaha, dengan penekanan kompetensi
pada aspek supervisi, administrasi operasi/produksi, serta teknis operasi/produksi.
KMPD dikelompokkan menjadi beberapa bidang yang diselaraskan dengan kebutuhan
perusahaan perkebunan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 3 2. Kursus Manajemen Perkebunan Madya (KMPM) merupakan seri KJB jenjang kedua
yang diperuntukkan bagi para manajer bidang fungsional perusahaan perkebunan,
dengan penekanan kompetensi pada aspek kepemimpinan, manajemen fungsional,
serta wawasan bisnis, communities networking, serta wawasan industri.
3. Kursus Manajemen Perkebunan (KMP) merupakan seri KJB jenjang ketiga yang
diperuntukkan bagi para manajer unit usaha, dengan penekanan kompetensi pada
aspek kepemimpinan, manajemen unit, communities networking, serta wawasan
industri.
4. Kursus Manajemen Perkebunan Lanjutan (KMPL) merupakan seri KJB jenjang
keempat yang diperuntukkan bagi para manajer di tingkat perusahaan (Direksi), dengan
penekanan kompetensi pada aspek keeksekutifan, manajemen strategik, business
networking, serta wawasan bisnis mikro/makro.
PEKAN CERAMAH ISTRI MANAJER
Istri manajer memegang peranan penting untuk mendukung pencapaian efektivitas manajer
dalam menjalankan tugasnya. Pendidikan bagi manajer BUMN perkebunan secara
berjenjang telah dilaksanakan melalui kursus jabatan (KMPL, KMP, KMPM, dan KMPD).
Pendidikan jabatan bagi manajer perlu diimbangi dengan peningkatan kualitas istri manajer,
sehingga pengetahuan, sikap dan perilaku istri manajer sejalan dengan peningkatan peran
suami dalam perusahaan. Seperti halnya para manajer perusahaan perkebunan, istri
manajer memerlukan pendidikan yang sejalan dengan jenjang jabatan manajer. Oleh
karena itu, bersamaan dengan kursus jabatan, juga diselenggarakan kursus bagi istri
manajer yaitu Pekan Ceramah Istri Manajer (PCIM).
PCIM diselenggarakan dengan tujuan untuk istri manajer perusahaan perkebunan agar
mampu berperan lebih besar di perusahaan keluarga dan masyarakat. PCIM menyiapkan
para istri manajer agar menjadi pribadi yang dapat berfungsi sebagai panutan bagi
masyarakat sekitar, baik dalam perusahaan maupun di luar perusahaan.
JENJANG PCIM
PCIM diselenggarakan secara berjenjang sesuai dengan jenjang kursus jabatan bagi
manajer perusahaan perkebunan. Jenjang tersebut meliputi PCIM KMPL, PCIM KMP,
PCIM KMPM, dan PCIM KMPD.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 4 DESKRIPSI PROGRAM UNGGULAN PELATIHAN
LPP KAMPUS YOGYAKARTA
I. BIDANG SDM DAN ORGANISASI
PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI STAF HUBUNGAN ANTARKARYAWAN
(HAK)
Deskripsi:
Permasalahan SDM yang muncul seringkali menjadi kendala dalam proses produksi, sehingga staf SDM/HAK memiliki fungsi strategis bagi Manajer Unit Usaha. Jika Staf SDM/HAK memiliki kompetensi tinggi, maka harapan penyelesaian masalah SDM juga akan semakin besar. Pelatihan ini didesain untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman Staf SDM/HAK agar mampu mengidentifikasi permasalahan dan mampu menerapkan pengelolaan SDM secara terpadu sebagai salah satu pendekatan dalam mengatasi permasalahan SDM yang ada. PELATIHAN UNTUK SERIKAT PEKERJA
DESKRIPSI
Penerapan sistem pengelolaan SDM memang penting, namun yang tidak kalah penting adalah pembinaan hubungan harmonis antara karyawan dengan perusahaan. Tanpa hubungan harmonis antara karyawan dengan perusahaan, optimalisasi pemberdayaan karyawan adalah hal yang mustahil untuk diraih. Disinilah peran Serikat Pekerja (SP) dibutuhkan, SP diharapkan mampu menjembatani komunikasi antara karyawan dengan perusahaan. Selain itu SP diharapkan mampu membantu memberikan pemahaman kepada karyawan, sehingga iklim kerja yang kondusif dapat terwujudkan. Pelatihan ini didesain untuk meningkatkan kompetensi pengurus serikat pekerja, sehingga bisa menjadi partner perusahaan dalam mewujudkan visinya PELATIHAN PENINGKATAN ETOS KERJA KARYAWAN
DESKRIPSI
Karyawan merupakan tulang punggung keberhasilan perusahaan. Dalam upayanya
menjadi perusahaan yang maju dan menghasilkan kesejahteraan bagi stakeholder,
karyawan memiliki peran yang sangat besar terhadap roda organisasi agar dapat berjalan
dengan lancar sesuai dengan yang diharapkan. Ketika perusahaan memiliki karyawan yang
berkompetensi tinggi dan memiliki etos kerja yang kuat maka kinerja perusahaan juga akan
semakin meningkat dan memiliki daya tahan tinggi menghadapi perubahan lingkungan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 5 Pelatihan ini didesain untuk meningkatkan etos kerja karyawan sehingga mampu menjawab
setiap tantangan yang dihadapi perusahaan.
PELATIHAN COACHING, COUNSELING, MONITORING
DESKRIPSI
Setiap perusahaan menginginkan agar semua karyawan dapat berkinerja sesuai dengan
standar yang ditetapkan atau bahkan melampauinya. Namun, dalam kenyataannya masih
ada karyawan yang belum dapat memenuhi standar yang ditetapkan. Gap antara kinerja
karyawan dan kinerja yang ditetapkan antara lain disebabkan oleh kompetensi karyawan,
kompetensi atasan (manajemen), proses review, coaching dan counseling tidak
dilaksanakan, kondisi lingkungan, permasalahan pribadi karyawan, atau motivasi karyawan
PELATIHAN ANALISIS BEBAN KERJA & MANPOWER PLANNING
DESKRIPSI
Tantangan dalam bidang SDM yang mempunyai nilai strategis adalah meningkatnya biaya
SDM yang prosentasenya cenderung lebih besar daripada prosentase peningkatan
produksi dan semakin kaburnya beban tugas yang harus diemban oleh masing-masing
karyawan. Hal tersebut terjadi disebabkan oleh sistem tata formasi SDM yang memang
sudah perlu disesuaikan dan ditinjau kembali dengan kondisi sekarang ini. Pendampingan
ini dirumuskan untuk membantu perusahaan menilai beban kerja setiap pekerjaan dan
jabatan yang ada serta merumuskan perencanaan SDM.
PELATIHAN SDM UNTUK NON MANAJER SDM
DESKRIPSI
Permasalahan SDM yang ada di suatu perusahaan tidak dapat diserahkan kepada divisi
SDM saja untuk menyelesaikan. Manajer lini yang setiap hari secara nyata berinteraksi
dengan karyawan sebenarnya lebih paham mengenai kondisi sesungguhnya. Maka
muncullah pandangan bahwa setiap manajer adalah manajer SDM. Untuk dapat
memfungsikan sebagai manajer SDM yang baik maka manajer lini perlu mendapat
pemahaman dan keterampilan dalam mengelola SDM sehingga dapat lebih efektif ketika
bertindak
PELATIHAN EXECUTIVE SKILLS
DESKRIPSI
Perusahaan seringkali menyalahkan perencanaan ketika gagal melaksanakan sesuatu.
Padahal rencana yang telah dibuat sudah cukup matang dan telah memperhatikan
berbagai aspek. Kegagalan eksekusi seringkali terjadi karena lemah dalam kemampuan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 6 mengeksekusi. Pelatihan ini didesain untuk meningkatkan kemampuan peserta untuk
melakukan eksekusi dengan baik sehingga dapat mencapai tujuan yang diharapkan.
TAINING FOR TRAINERS
DESKRIPSI
Setiap orang sebetulnya dapat menjadi trainer. Ketika dia diminta untuk sharing knowledge
atau manajer terlibat dalam suatu proyek dengan yuniornya, maka sebenarnya dia telah
menjadi trainer. Tetapi agar dapat menjadi trainer yang efektif, maka perlu dilatih.
Pelatihan ini didesain untuk memberikan pemahaman dan keterampilan kepada calon
trainer terkait dengan pelaksanaan training.
PELATIHAN DYNAMIC LEADERSHIP
DESKRIPSI
Pendekatan dengan salah satu tipe leadership saja, misalnya transformasional atau
transaksional, dapat menjadi kontraproduktif bagi organisasi. Diperlukan suatu pemahaman
kepemimpinan yang sifatnya dinamis, mampu mengatasi krisis dalam setiap kondisi.
Pelatihan ini didesain untuk menggali potensi kepemimpinan dari dalam diri peserta
sehingga bisa lebih lentur ketika menghadapi beragam situasi kritis.
TRAINING MANAGEMENT
DESKRIPSI
Salah satu kunci keberhasilan penyelenggaraan training adalah cara pengelolaannya.
Materi yang bagus akan berdampak luar biasa bagi peserta training jika dikemas dengan
manajemen training yang baik. Hal ini sering kurang diperhatikan bagi perusahaan ketika
menyelenggarakan training. Training ini didesain untuk meningkatkan kualitas pengelolaan
training sehingga bisa mencapai apa yang diharapkan.
PELATIHAN CAREER MANAGEMENT
DESKRIPSI
Salah satu motivasi karyawan untuk bergabung dengan perusahaan adalah adanya
harapan untuk meniti karir yang tinggi. Tetapi seringkali hal tersebut sulit diwujudkan
karena belum ada sistem pengelolaan karir yang memberikan harapan dan kepastian
kepada karyawan. Pelatihan ini didesain agar setiap peserta mampu membuat sistem
pengelolaan karir perusahaan yang disusun berdasarkan kepentingan perusahaan untuk
mendapatkan kandidat yang kompeten untuk mencapai sasaran strategik.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 7 VALUE BASED LEADERSHIP
DESKRIPSI
Pelatihan ini didesain untuk membangun karakter karyawan perusahaan selaras dengan
visi, misi, serta tata nilai perusahaan. Peserta akan diajak untuk masuk dalam kesadaran
hakiki sebagai manusia untuk kemudian ditanamkan nilai-nilai dan budaya perusahaan,
sehingga benar-benar menjadi ujung tombak dalam mencapai kinerja perusahaan.
PELATIHAN TNA
DESKRIPSI
Seringkali manajemen perusahaan mengeluh tentang efektivitas pelatihan yang diikuti oleh
karyawannya. Sudah banyak biaya dikeluarkan oleh perusahaan tetapi hasilnya belum juga
dirasakan. Kenapa hal tersebut bisa terjadi? Mungkin salah satunya adalah karena
perusahaan mengirimkan karyawannya untuk mengikuti pelatihan belum melalui suatu
analisis kebutuhan pelatihan. Jika Divisi memiliki kemampuan untuk menganalisis
kebutuhan pelatihan, maka hal tersebut disarankan tidak terjadi. Pelatihan ini didesain
untuk membekali peserta pemahaman dan keterampilan melakukan analisis kebutuhan
training atau training needs analysis.
PELATIHAN TEAM BUILDING
DESKRIPSI
Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan mencapai kinerja yang unggul adalah
kekompakan tim kerja. Kekompakan tim tidak muncul begitu saja tetapi dibangun dan
melalui proses. Pelatihan ini didesain agar setiap peserta menyadari pentingnya tim dan
bagaimana membangun dan mempertahankannya. Sasaran yang ingin dicapai dari
pelatihan ini bahwa di akhir pelatihan seluruh peserta dapat merasakan hebatnya memiliki
tim yang kompak.
PELATIHAN MANAJEMEN KONFLIK
DESKRIPSI
Permasalahan sosial menjadi salah satu faktor dominan dalam menjalankan operasi
perusahaan. Seringkali pabrik harus terhenti karena konflik antara perusahaan dengan
masyarakat. Sehingga keterampilan untuk mengelola konflik menjadi penting untuk dimiliki
oleh semua karyawan yang bertugas menangani konflik tersebut dan karyawan yang
aktivitasnya banyak berinteraksi dengan masyarakat. Pelatihan ini didesain untuk
membekali peserta dengan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola konflik dengan
masyarakat.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 8 II. BIDANG MANAJEMEN KEUANGAN DAN UMUM
7. MANAJEMEN STRATEGTIK UNTUK SENIOR MANAGER
Deskripsi
PTPN adalah salah satu BUMN Perkebunan yang telah sukses merumuskan perubahan
bisnisnya secara jelas dan dapat dikatakan spektakuler dengan mengubah secara
mendasar (meredifinisi) bisnis perusahaannya.
Dikatakan mendasar karena perumusan strategik bisnis PTPN adalah mengubah
secara fundamental dimensi bisnisnya, sebagai sebuah entitas bisnis PTPN
mengembangkan tiga bisnis strategik.
Langkah-langkah strategis yang ditempuh adalah kerja sama dengan BUMN lainnya,
menyehatkan tanaman, mengembangkan industri hilir, restrukturisasi (Organisasi, SDM
dan Manajemen Agribisnis), serta meningkatkan program CD.
Implementasi keputusan strategis ini sangat luas dan juga mendasar, karena menuntut
berbagai perubahan prinsip pada berbagai aspek kehidupan organisasi perusahaan.
Aspek yang perlu segera diperhatikan dan diberdayakan untuk mendukung perwujudan
redifinisi bisnis ini antara lain, Aspek Profesionalisme SDM, Aspek Operating
Performance, Aspek Manajemen, dan Aspek Sistem dan Prosedur.
8. SEMILOKA PERSIAPAN MENUJU IPO DAN CORPORATE ACTION
Deskripsi
Salah satu pilihan sumber dana perusahaan adalah dengan memanfaatkan sarana
pasar modal yang telah ada di Indonesia, yaitu BEI (Bursa Efek Indonesia) dengan
melakukan penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering) maupun
penawaran obligasi perusahaan. Bagi perusahaan BUMN yang akan “go public” perlu
melakukan persiapan agar proses penjualan surat berharga yang akan dilepas dapat
berjalan lancar dengan nilai seperti yang diharapkan atau bahkan lebih.
Para pelaku pasar modal atau investor akan memberikan respon positif apabila
perusahaan mempunyai rencana strategis yang tertuang dalam “Corporate Action” yang
akan meningkatkan nilai perusahaan (corporate value) beserta pendanaan yang
dibutuhkan. Perusahaan yang telah ‘go public’ atau menjadi PT Tbk (terbuka)
mempunyai citra positif di mata para investor baik dari dalam maupun luar negeri
karena dikelola secara profesional dan terbuka (disclosure) dengan kewajiban informasi
mengenai kondisi perusahaan harus diungkapkan secara terbuka kepada publik. Kini
bahkan banyak BUMN yang telah ‘go public’ yang saham-sahamnya menjadi pilihan
utama para pelaku pasar untuk investasi; seperti Telkom, Indosat, Semen Gresik, Batu
Bara Bukit Asam, Timah, Bank BRI, Bank Mandiri, dan seterusnya.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 9 9. KURSUS AKUNTANSI MANAJERIAL UNTUK PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Deskripsi
Dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan suatu perusahaan dibutuhkan proses
analisis yang akan membantu manajemen dalam pengambilan keputusan. Proses
analisis tersebut dimulai dari proses pengidentifikasian dan memilih berbagai alternatif
yang terbaik bagi organisasi, dengan tujuan utama untuk memperoleh laba dan
kelangsungan usaha perusahaan. Pada proses pemilihan alternatif inilah manajemen
harus menyeimbangkan antara kesempatan dan kebutuhan sumber daya dalam
organisasi.
Keterampilan dalam menyajikan informasi keuangan yang berguna bagi manajemen
dalam pengambilan keputusan sangat diperlukan oleh seorang karyawan pimpinan.
Letak kesulitannya adalah data keuangan biasanya menunjukkan kondisi masa lalu
yang tidak secara otomatis menggambarkan apa yang akan terjadi di masa depan.
Kondisi ekonomi, keinginan dan kebutuhan konsumen, kompetisi dan lain sebagainya
akan selalu mengalami perubahan. Oleh karena itu, dibutuhkan keterampilan untuk
menyajikan data yang relevan untuk pengambilan keputusan di masa yang akan
datang.
Akuntansi manajerial akan menggunakan data moneter maupun data nonmoneter
seperti informasi produksi, produktivitas, kapasitas SDM, kepuasan konsumen dll,
diperlakukan sebagai informasi yang sangat penting dalam pengambilan keputusan
perusahaan. Produk analisis yang dihasilkan oleh akuntansi manajerial akan dapat
dipergunakan dalam pengambilan keputusan di semua fungsi manajemen, mulai dari
produksi, SDM, pemasaran dan keuangan itu sendiri.
10. PELATIHAN CORPORATE FINANCE
Deskripsi
Untuk memasuki lingkungan bisnis yang kompetetif, perusahaan perlu memiliki
kemampuan untuk menghasilkan kinerja keuangan yang baik. Oleh karena itu,
manajemen harus memiliki kapablitas untuk membangun customer capital, proses
produksi, dan cost effectiveness, modal manusia, modal informasi dan modal
organisasi.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, maka disusunlah pelatihan corporate finance
untuk manajer-manajer unit usaha, distrik maupun pejabat puncak di kantor direksi agar
dapat terlibat aktif dalam menciptakan kinerja perusahaan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 10 11. KURSUS MANAJEMEN KEUANGAN UNTUK MANAJER NONKEUANGAN
Deskripsi
Manajer mempunyai peran strategis dalam membantu melaksanakan strategi
manajemen, baik untuk menyelesaikan tugas-tugas yang bersifat teknis maupun
manajerial. Kinerja mereka akan dapat dirasakan manfaatnya apabila mampu bekerja
secara efektif dan efisien, dengan indikator Harga Pokok Produksinya lebih rendah
dibanding pesaing.
Pendapatan perusahaan setiap tahun selalu berfluktuasi naik dan turun sesuai dengan
perkembangan bisnis sedangkan biaya selalu naik setiap tahun, baik karena inflasi
maupun karena naiknya jumlah kebutuhan. Manajer nonkeuangan seringkali hanya
memfokuskan pada produksi, sehingga tidak sedikit menjadi terkejut karena produksi
meningkat tetapi keuntungan tidak meningkat setara dengan peningkatan produksi.
Pertumbuhan biaya yang tidak diikuti dengan pertumbuhan pendapatan, akan
menurunkan daya saing perusahaan. Pertumbuhan biaya akan sulit dikendalikan oleh
orang-orang produksi (nonkeuangan) apabila mereka tidak memahami perilaku biaya,
membaca laporan keuangan, memanfaatkan informasi keuangan dan menganalisanya.
Di samping itu, penilaian tingkat kesehatan perusahaan di lingkup BUMN sesuai
Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: KEP-100/MBU/2002 dinilai dari
70% dari aspek keuangan, 15% operasional dan 15% aspek administrasi.
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan dalam mengelola Harga Pokok Produksi
(HPP) di masing-masing unit kerja dan penilaian kesehatan perusahaan, maka
diperlukan Kursus Manajemen Keuangan bagi Manjer Nonkeuangan.
12. AKSELERASI KOMPETENSI CALON KEPALA TUK
Deskripsi
Dalam menghadapi perkembangan global dewasa ini, tantangan-tantangan yang akan
dihadapi perusahaan akan semakin berat, baik itu datang dari internal maupun
eksternal perusahaan.
Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut dibutuhkan sumber daya manusia
handal yang mampu terus bersaing dan mengasah diri menghadapi hambatanhambatan yang akan ditemui. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk
meningkatkan kualitas SDM adalah dengan meningkatkan kompetensi yang dimiliki
melalui sarana pelatihan maupun akselerasi.
Dengan sarana tersebut diharapkan sumber daya manusia dalam perusahaan memiliki
kompetensi yang cukup dan sesuai dalam melaksanakan tugas keseharian mereka.
Akselerasi kompetensi calon kepala TUK/AKU untuk Asisten Kepala AKU mengingat
peran strategis jabatan tersebut di unit-unit usaha di dalam mencapai sasaran kinerja.
Untuk itu diharapkan tidak terjadi inkompetensi pejabat maupun suksesor yang akan
menduduki posisi tersebut. Sehingga dipandang perlu langkah khusus untuk
meningkatkan kompetensi dan mempersiapkan regenerasi pada jabatan tersebut, yang
pada akhirnya mereka memiliki kemampuan dan kompetensi yang cukup.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 11 13. PELATIHAN ANALISIS LAPORAN KEUANGAN
Deskripsi
Setiap pelaku bisnis perlu mengetahui perkembangan perusahaan terutama mengenai
kondisi keuangan perusahaan. Kondisi keuangan perusahaan dapat dilihat dari laporan
keuangan perusahaan yang disajikan setiap tahun. Pemahaman terhadap
perkembangan keuangan semakin tajam dengan menganalisis laporan keuangan yang
disajikan perusahaan tersebut.
Untuk memberi bekal pada pelaku bisnis dalam menganalisis perkembangan
perusahaan, maka pelatihan analisis laporan keuangan ini disusun.
14. PELATIHAN SATUAN PENGAWAS INTERN KEBUN
Deskripsi
Pelanggaran besar di Unit Usaha umumnya dimulai dengan toleransi atas
penyimpangan-penyimpangan kecil yang terus berulang. Oleh sebab itu, pencegahan
atas penyimpangan menjadi lebih efektif daripada menindak adanya penyimpangan.
Salah satu faktor penting dalam menciptakan tertib administrasi di unit usaha adalah
efektivitas peran Satuan Pengawas Intern Kebun (SPIK).
SPIK mempunyai peran strategis dalam membantu manajemen menilai
pertanggungjawaban pelaksanaan tugas khususnya untuk memberikan saran-saran
perbaikan yang berhubungan dengan efisiensi dan efektifitas guna penyempurnaan
pelaksanaan tugas di Unit Usaha/kebun. Efektivitas peran SPIK terjadi apabila mereka
dapat menyampaikan berbagai analisis, penilaian, kesimpulan, dan rekomendasi
mengenai kegiatan yang diaudit dengan baik dan benar.
Dengan demikian, pengetahuan tentang kegiatan-kegiatan dalam perusahaan serta
keterampilan meng-audit, merupakan hal yang wajib dipahami oleh setiap Satuan
Pengawas Internal Kebun. Agar tertib administrasi sebagai salah satu implementasi
GCG di Unit Usaha dapat berjalan baik, maka manajemen memandang perlu
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan serta sikap positif SPIK.
15. PELATIHAN PERPAJAKAN
Diskripsi
Sektor pajak merupakan sumber penerimaan negara terbesar di samping sektor
migas. Semua penerimaan pajak dan migas tersebut digunakan untuk membiayai
anggaran rutin negara. Saat ini target penerimaan pajak mencapai lebih dari 60%
penerimaan negara.
Pembayaran pajak oleh wajib pajak kepada negara bukanlah semata iuran warga
negara yang bersifat sukarela. Pembebanan pajak merupakan suatu kewajiban yang
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 12 harus dijalankan oleh warga negara atau badan hukum dengan mendasarkan legalitas
dari pelaksanaannya atas dasar Undang-Undang, yang memuat ketentuan sanksi dan
denda yang dikenakan terhadap wajib pajak yang melalaikan pelaksanaan kewajiban
pajaknya.
Kelalaian dalam melaksanakan kewajiban perpajakan dapat dikategorikan sebagai tax
evasion (penghindaran pajak) dan akan berdampak pada tuduhan korupsi. Kelalaian
yang dilakukan oleh wajib pajak tidak semata-mata unsur kesengajaan, akan tetapi
juga dipengaruhi oleh: (1) Ketidaktahuan (ignorance), yaitu wajib pajak tidak sadar atau
tidak tahu akan adanya ketentuan peraturan perpajakan; (2) Kesalahan (error), yaitu
wajib pajak paham dan mengerti mengenai ketentuan perpajakan tetapi salah dalam
mengkalkulasi kewajiban pajaknya; (3) Kesalahpahaman (missunderstanding), yaitu
wajib pajak salah menafsirkan ketentuan peraturan perpajakan; dan (4) Kealpaan
(neglience), yaitu wajib pajak alpa untuk menyimpan buku beserta data-data atau buktibukti pendukung secara lengkap.
Untuk menghindarkan adanya tuduhan tax evasion (penghindaran pajak), maka sangat
diperlukan pelatihan/kursus perpajakan bagi karyawan bagian pajak baik di tingkat unit
usaha maupun di kantor direksi untuk meningkatkan keterampilan teknis dan mengupgrade kemampuan serta pengetahuan mereka mengenai peraturan-peraturan
perpajakan yang terbaru.
16. SEMILOKA MENUJU CORPORATE SECRETARY YANG EFEKTIF
Deskripsi
Perusahaan dengan image yang baik akan mudah untuk berkembang dan
memenangkan persaingan bisnis yang semakin tajam. Di era krisis keuangan yang
semakin besar dan melanda hampir semua negara di dunia ini, maka image
perusahaan harus dijaga dan dibangun agar tidak menurun oleh imbas krisis yang
ada.
Image perusahaan sangat dipengaruhi oleh kinerja corporate secretary. Untuk
meningkatkan efektifitas kinerja corporate secretary maka semiloka ini didesain.
17. ECONOMIC OUTLOOK 2012
DAMPAK KRISIS AMERIKA DAN EROPA, PEMBENTUKAN MASYARAKAT
EKONOMI REGIONAL SERTA PERKEMBANGAN POLITIK TERHADAP
PEREKONOMIAN DAN BISNIS PERKEBUNAN DI INDONESIA
Deskripsi
Dalam setiap menjalankan bisnis atau pada saat mengimplementasikan Rencana Kerja
dan Anggaran Perusahaan (RKAP) dibutuhkan pemahaman dan pandangan akan
perubahan dan kondisi ekonomi yang akan berdampak pada perubahan bisnis ke
depan. Kondisi ekonomi sangat dipengaruhi oleh perubahan kondisi dan lingkungan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 13 seperti perubahan situasi politik Indonesia maupun politik dunia, perubahan keamanan,
kondisi pasca gempa atau musibah besar lainnya, maupun perubahan peraturan dan
strategi ekonomi regional seperti pembentukan Masyarakat Ekonomi Eropa,
Masyarakat Ekonomi ASEAN, maupun AFTA dan ACFTA.
Dengan memahami kondisi ekonomi suatu negara dan perubahan-perubahan yang
menyebabkannya, serta pengaruhnya terhadap bisnis perkebunan, para manajer akan
lebih tajam dalam mengambil keputusan bisnis maupun untuk menjalankan RKAP
tahun yang akan datang. Demikian juga para manajer akan lebih mampu menangkap
peluang bisnis yang prospektif bagi perusahaan ataupun mengantisipasi risiko karena
perubahan ekonomi politik yang terjadi yang akan menyebabkan kerugian bagi
perusahaan.
Pembicara dalam seminar sehari ini adalah: ahli ekonomi makro, pengamat politik dan
sosial, praktisi bisnis perkebunan, dan pembuat kebijakan industri perkebunan di
Indonesia, serta dipimpin oleh seorang moderator yang mampu berperan sebagai
fasilitator maupun inisiator yang akan menggerakkan arah diskusi dan pembahasan
dengan menarik.
18. KURSUS PENINGKATAN KETERAMPILAN BISNIS & ORGANISASI
Deskripsi
Pertumbuhan bisnis saat ini sangat pesat dan tidak mengenal batas negara dan
teritorial. Dengan disepakatinya perjanjian perdagangan bebas antarnegara
menyebabkan membanjirnya produk-produk dari banyak negara pada suatu negara
atau kawasan tertentu mulai dari produk perkebunan sampai dengan elektronik. Hal ini
menyebabkan produk-produk dari Indonesia baik produk ekspor atau yang dipasarkan
dalam negeri mempunyai banyak pesaing. Produk yang dapat bersaing dihasilkan dari
pengelolaan usaha yang efisien dan profesional sehingga menghasilkan produk yang
berkualitas dengan harga yang rendah. Untuk menghasilkan produk tersebut, salah
satu kunci utamanya adalah adanya SDM yang profesional di bidangnya.
Perusahaan perkebunan sangat perlu meningkatkan kompetensi SDM-nya tentang
perubahan-perubahan lingkungan bisnis dan cara pengelolaan bisnis yang efektif
sehingga akan memperlancar pekerjaan dan meningkatkan kinerja perusahaan.
Sebagai ujung tombak karyawan pimpinan perlu ditingkatkan keterampilan bisnis agar
mereka lebih siap dalam menghadapi perubahan bisnis dan timbul semangat untuk
memberikan yang terbaik bagi perusahaan.
19. KURSUS MANAJEMEN RISIKO PERUSAHAAN
Deskripsi
Risiko merupakan aspek yang tidak dapat dihindari oleh suatu perusahaan dalam
menjalankan bisnis. Manajemen risiko disadari merupakan suatu faktor penting yang
menentukan kesuksesan bisnis dan kelangsungan hidup perusahaan. Kemampuan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 14 pengelolaan risiko yang handal dari setiap SDM perusahaan baik di tingkat unit
maupun kantor pusat adalah suatu keniscayaan dalam mewujudkan ”surviving
company”.
Kursus ini didesain dalam rangka membekali dan menyiapkan petugas untuk paham
mengenai risiko dan mampu melakukan pengelolaannya.
20. KURSUS SERTIFIKASI ASSET APPRAISAL
Deskripsi
Perusahaan di Indonesia pada tahun 2012 diwajibkan untuk menerapkan PSAK
berbasis IFRS pada sistem pelaporan keuangannya. Penghitungan aset tetap maupun
aset tanaman setelah transaksi awal ditentukan sesuai dengan fair value yang harus
dilakukan dengan penghitungan kembali nilai aset.
Perusahaan perkebunan yang memiliki aset tetap dan aset tanaman yang bernilai
cukup besar membutuhkan SDM yang mampu menilai asetnya secara profesional
untuk dapat menyajikan nilai aset yang wajar pada laporan keuangannya. Penilaian ini
tidak dapat hanya diserahkan kepada bagian akuntansi namun penanggung jawab
aset, seperti bagian tanaman dan bagian pabrik harus menguasai keterampilan ini.
21. PROGRAM PENDIDIKAN PRA KUALIFIKASI (P2K)
Deskripsi
Program pendidikan Prakualifikasi (P2K) merupakan program pengembangan SDM
yang diperuntukkan bagi Karyawan Pelaksana yang akan menjadi Karyawan Pimpinan.
Dalam rangka pengisian kebutuhan Karyawan Pimpinan melalui program rekrutmen
internal, para Calon Karyawan Pimpinan harus melalui tahapan pendidikan khusus.
Berbeda dengan rekrutmen eksternal, para calon rekrutmen internal adalah orangorang yang sudah bekerja cukup lama di perusahaan, yang sikap dan perilakunya
sudah terbentuk dan sangat dipengaruhi oleh lingkungan tugas dan jabatannya.
Pada umumnya, tantangan berat yang dihadapi para calon untuk mengemban tugas
baru adalah pada bagaimana mengubah kebiasaan dan perilaku lama untuk dapat
sesuai dengan tugas dan kewajiban barunya. Oleh sebab itu, materi-materi yang
diberikan pada tahapan pendidikan ini dititikberatkan kepada hal-hal yang berkaitan
dengan pembentukan karakter (character building) dan pergeseran paradigma
(paradigm shifting). Hal ini dimaksudkan agar mentalitas dan pola pikir Peserta sebagai
seorang Karyawan Pelaksana dibangun sehingga memenuhi syarat sebagai seorang
Karyawan Pimpinan.
Pelaksanaan program pengembangan ini didesain dan dikemas untuk memberikan
materi-materi yang diperlukan dengan penuh disiplin, tanggung jawab pribadi dan
kelompok, tetapi dalam suasana keakraban dan persaudaraan, dalam rangka
membangun sikap kerja dan pola pikir Karyawan Pimpinan.
22. SEMILOKA BUSINESS VALUATION
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 15 Deskripsi
Dalam era pasar bebas dan tingkat persaingan usaha di antara perusahaanperusahaan yang semakin ketat, mengakibatkan perusahaan dituntut untuk
meningkatkan strategi keunggulan usahanya. Strategi ini dapat dicapai baik dengan
memperbaiki kondisi internal perusahaan, yaitu dengan memperbaiki strategi
pengelolaan internal perusahaan, pengelolaan pangsa pasar dan laba, maupun
dengan melakukan ekspansi eksternal. Ekspansi eksternal dapat dilakukan dengan
kerjasama usaha, penggabungan usaha maupun pembentukan anak perusahaan.
Selain kompetensi dalam pengembangan usaha, Manajemen perlu memahami juga
penilaian bisnisnya, agar dapat menentukan dan mengambil keputusan
pengembangan usaha lebih tepat. Di samping itu, tuntutan penerapan PSAK berbasis
IFRS juga menghendaki untuk membuat penilaian yang wajar pada kepemilikan saham
pada perusahaan lain. Penilaian ini harus dihitung secara fair value, tidak berdasarkan
pada nilai perolehan awalnya.
Untuk itu para manajer perusahaan perkebunan terutama manajer keuangan,
akuntansi, serta pengembangan usaha beserta stafnya perlu memahami cara
penilaian tersebut untuk dapat melakukan pengambilan keputusan maupun penilaian
dengan benar.
III. BIDANG CSR BINA LINGKUNGAN
23. PELATIHAN PERKOPERASIAN
Deskripsi
Keberadaan Koperasi Karyawan (Kopkar) di kebun/unit memiliki arti penting dalam ikut
mendukung kesejahteraan karyawan, terutama di daerah yang letaknya jauh dari kotakota besar. Untuk itu diperlukan kemampuan pengelolaan bisnis yang efektif di
kalangan pengurus dan Karyawan, karena keduanya memegang peranan penting
dalam menjamin pelayanan Kopkar kepada para anggotanya.
Kursus ini dirancang untuk para pengurus Kopkar agar dapat meningkatkan efektivitas
pengelolaan bisnis koperasi mereka, sesuai dengan kebutuhan kopkar saat ini dan
pengembangannya di masa mendatang.
Kursus ini membahas mengenai manajemen koperasi Karyawan (Kopkar) dari aspekaspek bisnis yang sesungguhnya. Dengan menerapkan para pengurus Kopkar dapat
meningkatkan jiwa kewirausahaan melalui pemanfaatan peluang dalam upaya
pengembangan kopkar di masa datang sehingga dapat menunjang kesejahteraan
karyawan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 16 24. WORKSHOP PENYUSUNAN PROGRAM “CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY
(CSR)”
Deskripsi
Program Corporate Social Responsibility (CSR) di era globalisasi dan informasi saat ini
telah dikembangkan oleh perusahaan-perusahaan besar dan maju. Dengan
mempertimbangkan program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) akan mampu
mendorong pertumbuhan satu perusahaan menjadi lebih besar, dan bercitra positif di
mata stakeholdersnya sehingga “sustainability” perusahaan dapat tercapai dengan
baik.
Di masa mendatang, eksistensi dan profit satu perusahaan termasuk usaha sektor
perkebunan akan semakin meningkat pada saat perusahaan telah masuk dalam
Kelompok Berwawasan Hijau (Green Peace Society), yaitu kelompok perusahaan
modern yang telah mendasari prinsip “Maju dan Berkembang Bersama Masyarakat”
dalam membangun kesejahteraan lingkungan untuk kepentingan kolektif.
25. PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UNTUK PERSIAPAN PENSIUN
Deskripsi
Pada dasarnya setiap karyawan perusahaan akhirnya akan memasuki masa
purnatugas setelah usia tertentu. Telah banyak perusahaan yang memberikan bekal
pelatihan kepada para calon purnakarya untuk mempersiapkan dirinya menapaki
perjalanan hidup selanjutnya dengan tantangan hidup tersendiri yang berbeda dengan
dunia kerja.
Banyak purnakarya yang memasuki masa hidup baru ini tanpa adanya persiapan yang
memadai, sehingga sering mengalami disorientasi dan bahkan stress karena tuntutan
hidup yang lebih mandiri dengan kesehatan fisik yang semakin menurun; apalagi bila
hanya menggantungkan hidupnya dari tunjangan pensiun saja tanpa ada sumber
penghasilan lainnya.
Pelatihan ini merupakan pelatihan bagi para karyawan dan karyawati yang dalam
waktu lima tahun ke depan atau kurang akan memasuki pensiun. Materi pelatihan
ditujukan untuk mempersiapkan diri mereka dalam menjalani kehidupan di masa
pensiun, sehingga sangat direkomendasi peserta merupakan pasangan.
26. STUDI BANDING UMKM MITRA BINAAN DAN PETUGAS PROGRAM KEMITRAAN
DAN BINA LINGKUNGAN BADAN USAHA MILIK NEGARA
Deskripsi
Kita sadar bahwa proses learning by doing akan menyita lebih banyak biaya dan
waktu. Sementara perubahan yang semakin cepat menuntut percepatan pembelajaran
pula. Dengan belajar langsung dan pengalaman best practices dari pusat-pusat
keunggulan Usaha Menengah Kecil dan Mikro (UKMK), maka proses pembelajaran
bisa dipersingkat. Oleh sebab itu, Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 17 menyelenggarakan program studi banding Mitra Binaan (UMKM) pada pusat-pusat
Keunggulan sentra industri kerajinan, makanan dan agro di Yogyakarta.
Salah satu proses pembelajaran sebagaimana diutarakan oleh bapak Pendidikan
Indonesia Ki Hajar Dewantara adalah dengan melakukan 3N; Niteni (memperhatikan),
Nirokke (Meniru) dan Nambahi (menambahi). Dalam konsep manajemen modern
kegiatan itu dapat dilakukan melalui kegiatan studi banding/benchmarking.
Dengan studi banding diharapkan akan memberi peluang di antaranya proses adopsi
inovasi secara efektif dan efisien. Pada gilirannya nanti peserta dapat belajar berbagai
hal untuk diterapkan pada bidang usaha masing-masing.
Studi banding yang diselenggarakan oleh LPP Yogyakarta ini mempunyai keunggulan
dibanding dengan studi banding sejenis karena didisain untuk menambah pengetahuan
dan pengalaman langsung peserta, menambah wawasan serta sekaligus rekreasi.
27. PELATIHAN PENGEMBANGAN BISNIS UKM UNTUK PARA PETUGAS PKBL DAN
MITRA BINAAN
Deskripsi
Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) perusahaan tidak hanya
ditugaskan untuk menyalurkan bantuan tetapi juga membina Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) Petugas wajib memahami pengembangan bisnis UKM sehingga
mampu berperan sebagai konsultan dan pembina UKM, yang dibina perusahaan.
Petugas harus mampu melakukan penilaian usaha mitra binaan, melakukan bimbingan
dan konseling untuk pengembangan usaha.
Bagi mitra binaan, pelatihan ini akan membantu mereka tumbuh dan berkembang,
serta mengatasi kendala yang mereka hadapi seperti keterbatasan sumberdaya,
pendanaan, menajemen keuangan, pengendalian dsb. Paket pelatihan 4 hari atau
setara 38 jam ini ditujukan bagi petugas PKBL serta pemilik pengelola UKM yang
berminat untuk mampu mendiagnosa, merubah dan membantu pertumbuhan UKM.
Pelatihan ini akan memberikan kesempatan untuk melakukan refleksi strategis
pertumbuhan UKM yang merupakan binaan perusahaan.
Kekuatan utama dalam pelatihan ini adalah penggunaan metode pelatihan baru yaitu
CEFE (Competency Based Economies trough Formation Enterprises)
yang
sederhana. Dengan metode yang dikembangkan di Jerman dan telah terbukti berhasil
diterapkan di lebih 130 negara ini, para pemilik pengelola UKM akan mudah
mengikutinya, melakukan diskusi tentang berbagai hal yang terkait dalam tema utama
pertumbuhan, seperti misalnya; merekrut asisten, bekerja dengan mitra, menghadapi
pekerja dan pemasok, menyeleksi karyawan, modal pendanaan dan lain-lain. Materi
akan disampaikan melalui studi kasus dan simulasi yang menggambarkan situasi nyata
dalam bisnis UKM. Peserta juga akan diberikan lembar kerja dan sorftware yang akan
membantu dalam proses perencanaan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 18 Lembaga Pendidikan Perkebunan menyelenggarakan pelatihan ini didukung oleh para
Certified CEFE Trainer yang telah berpengalaman menyelenggarakan Training CEFE
bagi konsultan, pemilik atau pengelola UKM.
28. INTRAPRENEURSHIP DEVELOPMENT PROGRAM UNTUK MANAJER
PERKEBUNAN
Deskripsi
Perubahan lingkungan bisnis yang turbulen, terus-menerus secara cepat dan
multidimensi menuntut seluruh manajer untuk bisa kreatif dalam memanfaatkan segala
peluang yang ada. Dengan semangat kreatifitas dalam organisasi (intrapreneurship)
maka manajer akan mampu membalikkan semua ancaman menjadi peluang bisnis
yang menjanjikan. Dengan semangat intrapreneurship yang kuat maka perusahaan
dipastikan mampu melihat segala permasalahan yang ada dalam kacamata positif,
penuh percaya diri, sehingga mampu menghasilkan berbagai terobosan.
Program ini didisain untuk meningkatkan keterampilan para manajer perkebunan agar
mampu meningkatkan kreativitas, ketajaman dalam menganalisis permasalahan, serta
berfikir lebih komprehensif. Program ini juga membantu peserta berpikir di luar
kebiasaan (think out of box), berpikir komprehensif serta tajam dalam analisis.
Pelatihan akan membantu peserta mengantisipasi perubahan bisnis yang cepat dan
tidak terduga serta membangun budaya yang kreatif dan produktif.
Program diselenggarakan dengan metode dan standar pelatihan international CEFE
(Competency Based Economies Throungh Formation Enterprises) yang lebih
menekankan pada dinamika proses dengan suasana belajar menarik dan
menyenangkan.
IV. BIDANG PEMASARAN DAN TEKNOLOGI INFORMATIKA
29. WORKSHOP ANALISIS TEKNIKAL
Deskripsi
Analisis teknikal merupakan teknik analisis yang dikenal dalam bidang keuangan dan
pemasaran, digunakan untuk memprediksi tren harga dengan cara detail. Dapat
dikatakan bahwa analisis teknikal merupakan metode untuk memprediksi pergerakan
harga dan tren pasar atau komoditas di masa depan dengan mempelajari grafik dari
aksi pasar di masa lalu.
Secara singkat, analisis teknikal dapat dikatakan sebagai analisis dengan
menggunakan grafik harga dan volume historis. Lebih dalam lagi dapat dikatakan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 19 bahwa analisis teknikal bisa juga diartikan sebagai suatu studi utama mengenai harga,
termasuk besarnya (volume) dan posisi terbuka (open interest).
Saat ini tidak banyak analis teknikal yang melakukan penelitian mendasar terhadap
pola pergerakan harga komoditas CPO yang berulang dan dapat diprediksi. Kajian
harga komoditas dengan berbasis data kuantitatif belum banyak dilakukan karena
minimnya data dan pengetahuan. Prinsip-prinsip dasar analis teknikal belum dipahami
dan sering terabaikan dalam menentukan proyeksi dan prediksi harga komoditas CPO.
Proyeksi harga komoditas sangat diperlukan oleh para pengambil keputusan pada
khususnya, di bidang yang terkait dengan pemasaran, lelang atau penjualan untuk
langkah-langkah prediksi dan antisipasi di masa mendatang. Dengan proyeksi harga
komoditas yang tepat, maka kita dapat melakukan proyeksi aliran kas dengan lebih
baik. Sistem proyeksi yang sering digunakan adalah metode statistik seperti deret
waktu dan metode kausal dengan menggunakan alat bantu komputer.
30. PELATIHAN INNOVATIVE, CREATIVE AND CRITICAL THINKING FOR AGRIBUSSINESS PRODUCT MARKETING Deskripsi
Semua orang memiliki potensi untuk bertindak kreatif, inovatif, dan berpikir kritis kalau
diberi kesempatan. Berikan kesempatan kepada para supervisor dan manager
organisasi mengambil keputusan dengan landasan creative, critical, and innovative
thinking skills.
Membangun creative thinking skills merupakan salah satu elemen penting untuk
mendorong iklim bekerja yang penuh dengan inovasi. Workshop ini memberikan
pemahaman yang komprehensif mengenai komponen kunci untuk mengembangkan
creative thinking skills. Selain itu diuraikan pula metode-metode pratikal yang dapat
diterapkan untuk meningkatkan daya kreativitas peserta training.
Program ini memungkinkan diri peserta menjadi seorang kreator dan inovator di tempat
kerja. Program ini akan menyadarkan pada setiap diri peserta bahwa kepercayaan diri
jauh lebih besar untuk bisa lebih kreatif inovatif dalam menyelesaikan dan
meningkatkan kinerjanya. Dengan sasaran strategis tersebut workshop ini diharapkan
akan mampu mengembangkan diri peserta bisa lebih kreatif. Dengan meningkatkan
kemampuan berkreasi dan penuh ide, maka diharapkan mereka bisa melakukan
kinerja terbaik sesuai dengan kemampuan maksimalnya dan bisa mencapai target
prestasi perusahaan.
31. WORKSHOP IPO Deskripsi Kesuksesan sebuah proses Initial Public Offering (IPO) ditandai dengan adanya
oversubscribed pada penawaran saham tersebut. Untuk mencapai hal tersebut, hal
penting yang harus diperhatikan adalah penentuan harga yang wajar terhadap saham
yang akan ditawarkan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 20 Tujuan workshop ini adalah untuk menentukan harga saham yang wajar dalam proses
IPO yang direncanakan perusahaan terjadi pada tahun yang ditetapkan. Dalam
penentuan harga ini tentu diperlukan analisis dan strategi yang tepat. Penentuan harga
saham tersebut didasarkan pada tingkat harga yang mencerminkan kondisi dan kinerja
perusahaan yang sebenarnya dan sesuai dengan five-year policy perusahaan dengan
tetap mengacu pada teori-teori manajemen keuangan, sehingga dapat dijadikan
sebagai bahan acuan oleh perusahaan dari sisi keilmuan (akademis).
32. BENCHMARK TI
Deskripsi
Teknologi Informasi (TI) seakan sudah menjadi pilihan utama dalam menciptakan
Sistem Informasi (SI) perusahaan yang tanggung sehingga mampu melahirkan
keunggulan kompetitif dan menjadi strategi unggulan di tengah persaingan yang
semakin ketat dewasa ini.
Namun membangun TI perusahaan bukan sekedar mengotomasi sebagian proses
yang secara rutin dilakukan, melainkan menciptakan suatu aliran informasi yang baru
yang secara sistematis dan terintegrasi disusun menjadi sebuah sistem terpadu.
Pembangunan SI berbasis TI tidak dapat dilakukan sekali jadi, melainkan bertahap dan
direncanakan dalam suatu rencana induk pengembangan sistem. Perencanaan ini,
tidak saja meliputi skala SI, apakah lokal, terdistribusi atau bahkan SI e-Business,
melainkan juga meliputi investasi teknologi, infrastruktur, SDM dan proses bisnis.
Keberhasilan sebuah perusahaan dalam mengelola SI dan TI tidak tergantung pada
besarnya dana investasi yang didedikasikan, namun terletak pada kemampuan strategi
yang dipilih dan diterapkan oleh manajemen perusahaan.
Untuk menentukan dan menerapkan strategi yang tepat kita membutuhkan
pengetahuan (knowledge) dan informasi tentang Sistem Informasi dan Teknologi
Informasi terkini secara tepat. Pengetahuan praktis mengenai sisi Teknologi Informasi
akan sangat menentukan keberhasilan pengembangan SI.
Analisis yang tajam terkait investasi yang dilakukan akan membantu kita dalam
melakukan assessment terkait manfaat yang muncul dalam pengembangan TI di
perusahaan. Sharing vision dengan perusahaan selaku klien, penyedia jasa dan
praktisi akan sangat membantu dalam implementasi SI berbasis TI.
33. PENYUSUNAN MASTER PLAN TI
Deskripsi
Pengembangan sistem informasi modern di lingkup Perusahaan Perkebunan terasa
sangat lamban dan cenderung mengumbar teknologi dari sisi hardware untuk menutupi
segala keribetan dan investasi yang terlanjur ditanamkan di sisi hardware dan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 21 infrastruktur. Di sisi lain saat ini perusahaan membutuhkan informasi yang tepat, akurat
dan terintegrasi. Kebutuhan informasi yang handal dengan tentu saja membutuhkan
perencanaan infrastruktur, hardware, software, aplikasi dan SDM yang tepat.
Di sisi lain dalam pendekatan manajemen modern, banyak kebijakan, strategi, dan
aktivitas pengelolaan potensi kewilayahan yang memandang informasi sebagai elemen
vital. Pengelolaan informasi secara optimal bukan hal yang mudah dicapai, karena
pada umumnya melibatkan sistem yang kompleks. Kenyataan di lapangan sering
menunjukkan sumber data yang sangat beragam, luasnya lingkup satuan kerja yang
terlibat, ditambah dengan kurangnya penguasaan SDM tentang aspek teknologi yang
digunakan.
Untuk dapat melaksanakan pengelolaan informasi yang baik dalam suatu perusahaan
diperlukan suatu sistem pengelolaan sistem informasi berbasis teknologi informasi.
Pengembangan Sistem Informasi berbasis Teknologi Informasi memerlukan analisis
yang menyeluruh dalam melihat permasalahan yang berkaitan dengan semua proses
pengembangan sistem baik itu sejak dari persiapan, pengembangan, implementasi dan
sosialisasi serta berkaitan dengan sumberdaya yang harus dipersiapkan.
Sebagai landasan awal pelaksanaan Sistem Informasi berbasis Teknologi Informasi di
PT Perkebunan Nusantara, perlu dibuat Rencana Induk Pengembangan Sistem
Informasi Berbasis Teknologi Informasi. Penyusunan Rencana Induk Pengembangan
(MASTER PLAN TI) yang realistis dan sesuai dengan kondisi obyektif di lapangan
membuat implementasi lebih mudah dilaksanakan dan diterima oleh seluruh jajaran
perusahaan.
34. PELATIHAN AUDIT DAN ASSESSMENT TI
Deskripsi
Teknologi Informasi (TI) seakan sudah menjadi pilihan utama dalam menciptakan
Sistem Informasi (SI) terintegrasi di perusahaan sehingga diharapkan mampu
melahirkan keunggulan kompetitif dan menjadi strategi unggulan di tengah persaingan
yang semakin ketat dewasa ini. Namum membangun SI perusahaan bukan sekedar
mengotomasi sebagai proses yang secara rutin dilakukan, melainkan menciptakan
suatu aliran informasi yang baru yang secara sistematis dan terintegrasi disusun
menjadi sebuah sistem terpadu. Dalam proses ini memerlukan keterpaduan antara
infrastruktur, software, tata kelola dan SDM. Perlu kejelasan dalam pemetaan masingmasing entitas sehingga dapat direkomendasikan langkah-langkah yang tepat dalam
implementasi SI/TI.
Peran assessment dan audit Sistem dan Teknologi Informasi adalah untuk
mempercepat implementasi teknologi informasi berdasarkan visi, misi dan arsitektur
yang tepat dengan tetap memperhatikan kondisi yang ada (eksisting) sebagai pijakan
awal. Dalam assessment dan audit Sistem dan Teknologi Informasi ini kita akan
melihat kondisi SI/TI secara lengkap dari sudut Tata Kelola TI, Arsitektur Aplikasi dan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 22 Arsitektur Infrastruktur. Output dari kegiatan ini adalah rekomendasi Tata Kelola,
Arsitektur Infrastruktur dan Arsitektur Aplikasi serta roadmap SI/TI.
Diharapkan dengan kegiatan assessment dan audit Sistem dan Teknologi Informasi
maka akan diperoleh peta yang jelas dan tepat dalam pengembangan Sistem dan
Teknologi Informasi.
35. PELATIHAN ANALISIS INVESTASI TI
Deskripsi
Investasi dalam bidang Sistem Informasi (SI)/Teknologi Informasi (TI) seperti halnya
investasi proyek lainnya, mengeluarkan biaya/sumber-sumber daya untuk
mendapatkan manfaat di masa datang. Investasi SI/TI seringkali dianggap sebagai
suatu biaya yang harus dikeluarkan, tanpa mereka mengerti manfaat apa saja yang
akan mereka terima. Sedangkan investasi terhadap suatu sistem aplikasi terus
dilakukan, karena perusahaan melihat bahwa ada hubungan antara biaya TI dengan
performa ekonomi dari perusahaan.
Biaya lebih mudah diidentifikasikan dan dihitung dibandingkan manfaat, khususnya
untuk manfaat yang sifatnya tidak nyata (intangible). Tradisional Cost-Benefit Analysis
belumlah cukup, karena pendekatan yang dilakukan berfokus pada manfaat nyata
(tangible benefit), seperti penghematan biaya, pengurangan pegawai dan sebagainya.
Sedangkan pengurangan atau bahkan penghilangan kontribusi manfaat tidak nyata
terhadap implementasi SI/TI akan menurunkan nilai ekonomis dari investasi.
Information Economics merupakan suatu alat (tool) dan konsep yang dapat membantu
menilai dampak finansial dari investasi teknologi informasi terhadap perusahaan
dengan mengevaluasi nilai (value), biaya, dan risiko dari investasi Teknologi Informasi.
Benefit dari investasi Teknologi Informasi dikuantifikasi dan dikembangkan menjadi
konsep nilai (value), dengan memperluas evaluasi ekonomi dari Teknologi Informasi
melalui penambahan business domain dan technology domain.
36. LOKAKARYA RISET PEMASARAN
Deskripsi
Komoditas perkebunan sejak lama menjadi salah satu andalan perekonomian nasional,
terutama ekspor sektor non-migas, yang menyumbangkan devisa negara dalam jumlah
signifikan. Semakin dinamisnya perubahan yang terjadi di bidang perdagangan
komoditi, sudah selayaknya para pelaku bisnis perkebunan yang memperkuat
kompetensi di bidang riset pasar. Peningkatan kemampuan riset pasar diharapkan
dapat meningkatkan nilai (value) penjualan komoditi secara optimal.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 23 Mengingat bahwa dalam menetapkan strategi dan kebijakan pemasaran tersebut
perusahaan perkebunan dihadapkan pada kondisi perdagangan dan perekonomian
nasional serta internasional yang dinamis, maka perusahaan perkebunan diharapkan
mampu mengakses informasi pasar, menganalisis informasi tersebut, serta dapat
mengantisipasi berbagai perubahan dan trend yang ada. Dengan kata lain, para
manajer yang menangani dan terkait tugasnya dengan aktivitas pengembangan serta
pemasaran komoditi perlu memiliki pengetahuan dan wawasan mengenai pasar, serta
mampu melakukan analisis dengan berbagai pendekatan, baik yang bersifat
fundamental maupun teknikal. Riset pasar yang efektif pada perusahaan perkebunan
pada akhirnya dapat mendukung pangambilan keputusan penjualan.
V. BIDANG MANAJEMEN PRODUKSI TANAMAN
37. PENINGKATAN KOMPETENSI ASISTEN KEBUN
Deskripsi
Kinerja Unit merupakan resultante dari efektivitas dan efisiensi seluruh jajaran manajer
dalam mengelola sumber daya yang ada di Unit Kerja. Untuk itu setiap manajer perlu
memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang positif sesuai tugas dan
tanggung jawabnya.
Asisten Kebun merupakan jajaran manajer kebun yang mempunyai peran strategis
dalam berkontribusi pencapaian sasaran Unit, mengingat selain harus mampu
mengelola aset perusahaan yang menjadi kewenangannya serta stake holder sosial di
lingkungannya, mereka juga dituntut mempunyai kemampuan dalam memecahkan
masalah yang ada di afdeling/kebun.
Dengan demikian agar para asisten dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan
efektif, mereka selain selalu ditingkatkan kompetensinya di bidang teknis dalam hal
pengelolaan sumber daya kebun, diperlukan pula pembekalan dalam hal teknis
pemecahan masalah yang dihadapi, dan upaya menjadi pribadi yang efektif serta
pengembangan kemampuan memimpin.
38. PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MANDOR KEBUN
Deskripsi
Kinerja kebun sebagai unit usaha perusahaan sangat ditentukan oleh kinerja SDM
Kebun. Mandor kebun mempunyai peran yang penting dalam meningkatkan kinerja
kebun. Kompetensi mandor baik berupa soff competency maupun hard competency
sangat diperlukan dalam mendukung kinerja.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 24 Jika perencanaan dan pengawasan kurang optimal, maka prestasi mandor kebun
tidak optimal. Dengan demikian, peran mandor dalam pengelolaan kebun sangatlah
besar.
Agar mandor
dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan efektif, perlu
ditingkatkan kompetensinya, baik yang bersifat hard maupun soft competence. Selain
kompetensi teknis dalam hal budidaya kelapa sawit, kompetensi untuk memecahkan
masalah, mengatur, mengawasi dan menggerakkan karyawan perlu ditingkatkan.
39. PELATIHAN PENINGKATAN KOMPETENSI MANDOR PANEN KELAPA SAWIT
Deskripsi
Kinerja perusahaan sangat ditentukan oleh akumulasi kinerja unit-unit usaha. Selain
bagian pabrik dan keuangan, bagian tanaman mempunyai kontribusi besar dalam
menentukan kinerja unit. Diantara tahapan kegiatan budidaya tanaman kelapa sawit,
kegiatan panen merupakan penentu keberhasilan unit dalam meraih prestasi.
Jika perencanaan dan pengawasan panen kurang optimal, maka prestasi pemanen
tidak optimal, baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Selain itu, jika premi panen
tidak menarik, pemanen kurang termotivasi untuk menggali potensi produksi yang
tersedia di kebun. Dengan demikian, peran mandor panen dalam penggalian
produksi sangatlah besar.
Agar mandor panen dapat menjalankan fungsi dan perannya dengan efektif, mereka
perlu senantiasa ditingkatkan kompetensinya, baik yang bersifat hard maupun soft
competence. Selain kompetensi teknis dalam hal panen kelapa sawit, kompetensi
untuk mengatur, mengawasi dan menggerakkan pemanen pun perlu ditingkatkan.
Selain itu pula dibangun sikap mental positif.
40. KURSUS GEOGRAPHICAL INFORMATION SYSTEM (GIS)
DESKRIPSI
Penerapan konsep precision agriculture (PA) menghilangkan “mitos” peliknya
mendongkrak produktivitas tanaman, reduce cost, increase profit margin dan reduce
polutan. Konsep ini menekankan pengelolaan perkebunan dengan mempertimbangkan
keragaman spasial dan temporal tanaman di lapangan.
Salah satu komponen upaya PA adalah Geographical Information System (GIS) yang
merupakan system informasi data geografis berbasis teknologi komputer. Teknologi ini
diyakini mampu mendukung manajemen perkebunan dalam mengambil keputusan
yang bersifat strategis, maupun operasional di perkebunan (decision support system).
Oleh karena itu, sudah waktunya teknologi ini diterapkan di lingkungan perkebunan.
Dalam rangka mendukung kesiapan Perkebunan menerapkan teknologi tersebut, maka
LPP berencana melaksanakan Pelatihan Implementasi GIS dan Implementasinya di
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 25 Perkebunan bagi Staf Tanaman, Staf Litbang/Calon penanggung jawab dan personil
pengelola GIS di Perkebunan.
41. KURSUS GLOBAL POSITIONING SYSTEM (GPS)
Deskripsi
Informasi yang benar mengenai batas, luas, dan peta areal kebun adalah sangat
penting dan vital, mengingat hal ini akan sangat membantu pencapaian efektivitas dan
efisiensi kegiatan kebun selanjutnya. Untuk itu, keberadaan peta kebun yang akurat
dan modern mutlak diperlukan.
Pengukuran dan pemetaan areal kebun menggunakan peralatan Global Positioning
System (GPS) merupakan pemetaan yang mudah, praktis, portable dan cepat dengan
tingkat ketelitian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Di samping pemetaan bersifat mudah, dan praktis, produk pemetaan ini merupakan
peta dasar berbentuk digital (digital base map) yang merupakan prasyarat untuk
implementasi Sistem Informasi Geografis (SIG) serta sekaligus merupakan peta kerja
(working map) yang efektif.
Perlunya pelatihan dengan porsi praktek lebih banyak diberikan, mengingat pelatihan
ini menekankan pada penguasaan dan keterampilan menggunakan peralatan GPS
baik pada areal datar maupun areal yang berbukit.
42. KURSUS PEMBERDAYAAN KELEMBAGAAN PETANI
Deskripsi
Sebagai konsekuensi penugasan dari pemerintah kepada BUMN Perkebunan untuk
membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar sesuai sumberdaya yang
tersedia, maka pembangunan Kebun Plasma merupakan tugas mulia yang
mengandung konsekuensi finansial dan sosial yang tidak ringan.
Perlu dipahami bahwa potensi dan masalah di Kebun Plasma dan Kebun KKPA
tidaklah sepenuhnya sama dengan Kebun Inti. Di Kebun Inti, masalah teknis lebih
mendominasi, dan masalah dapat diselesaikan secara internal perusahaan.
Sedangkan di Kebun Plasma dan KKPA, sebagian besar persoalan didominasi oleh
masalah sosial, yang melibatkan sebagian besar stakeholders dengan potensi konflik
yang cukup besar. Oleh karena itu, penanganan Kebun Plasma dan KKPA seyogyanya
berbeda dengan Kebun Inti.
Sehubungan dengan itu, diperlukan program pembenahan organisasi dan sistem
Plasma dan KKPA oleh manajemen perusahaan dengan didampingi LPP, yang
dilanjutkan dengan pendampingan implementasinya .
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 26 43. KURSUS KEMITRAAN UNTUK ASISTEN BARU BIDANG TANAMAN TEBU
Deskripsi
Keberhasilan pengembangan industri gula dapat dilihat dari semakin baiknya kinerja
PG dan semakin sejahteranya para petani tebu. PG dan petani tebu merupakan pihak
yang berkaitan dan berkepentingan langsung terhadap maju dan berkembangnya
industri gula.
Pada saat ini harga gula di pasaran sudah cukup baik bagi para pelaku yang
menghasilkan gula. PG dan petani tebu akan memperoleh manfaat secara langsung
dengan membaiknya harga gula.
Kondisi harga gula yang baik tidak ada artinya jika produsen gula tidak bisa
mengimbangi dengan kinerja produksi yang baik, baik kuintal tebu per ha maupun
rendemen.
Produksi tebu di kebun sangat ditentukan oleh luas areal tanaman serta
pengelolaannya, sedangkan rendemen ditentukan oleh factor budidaya di lapangan
serta proses pengolahan di Pabrik.
Agar produksi gula tetap meningkat maka diperlukan hubungan yang harmonis antara
pabrik gula dengan petani tebu. Pemahaman Kemitraan Untuk Asisten Baru
sangatlah penting.
44. PELATIHAN PETUGAS PENILAI USAHA PERKEBUNAN
Deskripsi
Upaya pemerintah dalam mewujudkan perkebunan yang tangguh, dan menjadi sumber
kesejahteraan serta kemajuan petani pekebun dan pelaku usaha perkebunan lain telah
banyak dilakukan. Salah satunya adalah telah ditetapkan Peraturan Menteri Pertanian
tentang Pedoman Penilaian Usaha Perkebunan. Peraturan tersebut disusun dengan
pertimbangan agar pelaksanaan pengelolaan usaha perkebunan berjalan secara
maksimal dan berkelanjutan. Pengawalan terhadap pelaksanaan hal tersebut di atas
adalah dengan dilakukannya penilaian terhadap usaha perkebunan.
Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan pembekalan bagi para Calon Penilai
Usaha Perkebunan, agar memiliki pengetahuan, kemampuan dan sikap mental yang
memadai sehingga dapat menjalankan tugasnya secara profesional.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 27 VI. BIDANG TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN LINGKUNGAN
45. KURSUS LABORAN GULA (KLG)
Deskripsi
Kursus Laboran Gula dimaksudkan untuk menyiapkan/meningkatkan kompetensi
Analis Laboratorium Pabrik Gula (Laboran Gula). Kursus ini diselenggarakan selama 4
minggu efektif dengan materi yang dititikberatkan pada pemahaman teori dan praktek
yang diperlukan oleh laboran gula.
46. PELATIHAN OPERASIONAL INSTALASI PENGOLAHAN LIMBAH CAIR
KHUSUS UNTUK OPERATOR
Deskripsi
Pelatihan operasional IPAL ini dititikberatkan pada operasional IPAL yang tepat atau
sesuai dengan SOP antara lain berupa monitoring kualitas limbah cair dengan teknik
analisis yang benar dan operasional IPAL sesuai sistem yang telah didesain khususnya untuk
lumpur aktif. Pelatihan ini dilengkapi dengan materi mengenai penggunaan
mikroba/bakteri meliputi perhitungan kebutuhan jumlah bakteri, nutrisi, dan tanggap
darurat bila terjadi masalah mengenai penggunaan bakteri tersebut. Dan yang tidak
kalah pentingnya adalah mengenai teknik analisa parameter uji kualitas limbah cair
influent dan effluent karena hasil analisa tersebut merupakan pedoman pelaksanaan
operasional IPAL.
47. KURSUS OPERATOR KRISTALISASI (TUKANG MASAK)
Deskripsi
Kursus ini merupakan kursus penyegar untuk meningkatkan kompetensi teknis Operator
Kristalisasi (Tukang Masak Gula). Selama 5 hari efektif peserta dibekali dengan materi
yang dititikberatkan pada teknik masak gula, perhitungan masakan, pengoperasian
peralatan, pembuatan rencana masak dan penghematan uap.
48. KURSUS PENINGKATAN KOMPETENSI CHEMIKER SENIOR
Deskripsi
Kursus ini dimaksudkan untuk meningkatkan kompetensi Chemiker senior dalam
mengelola bidang pengolahan di pabrik gula.
Selama 10 hari efektif, peserta dibekali dengan materi yang diperlukan dalam
pengelolaan bidang pengolahan di pabrik gula, meliputi: perencanaan produksi,
pengendalian operasional, pengembangan teknologi, pengelolaan keuangan,
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 28 pengelolaan proyek, pengembangan industri alternatif berbasis tebu, kepemimpinan
dan komunikasi.
49. KURSUS PENINGKATAN PERINGKAT PROPER
Deskripsi
Dengan isu lingkungan yang semakin berkembang di masyarakat dunia yang ditandai
berbagai macam krisis termasuk isu perubahan iklim, pemerintah semakin giat
mencanangkan program–program penyelamatan lingkungan. Salah satunya adalah
PROPER yaitu penilaian kinerja pengelolaan lingkungan. Program ini wajib diikuti oleh
seluruh pelaku industri berskala besar sebagai usaha pemerintah untuk monitoring
keaktifan para pelaku industri dalam usaha pengelolaan lingkungan. Bahkan hasil
penilaian PROPER sangat menentukan pemasaran produk yang dihasilkan, karena
pasar menginginkan produk yang ramah lingkungan.
Melihat pentingnya usaha pengelolaan lingkungan untuk mencapai predikat PROPER
yang baik perlu pengetahuan yang cukup mengenai PROPER dan upaya pengelolaan
lingkungan, hal ini dimaksudkan agar upaya pengelolaan dan pemantauan lingkungan
yang dilakukan mempunyai tujuan yang lebih jelas serta nantinya dalam praktek di
lapangan tidak mengalami banyak kesulitan akibat kurangnya wawasan mengenai
pengelolaan lingkungan dan bagaimana menyusun laporan untuk dokumen PROPER.
Sehingga dengan pelatihan ini diharapkan dapat membantu pelaku industri
perkebunan untuk menyusun dokumen PROPER yang benar dan menemukan cara
untuk memperoleh peringkat PROPER yang baik, yang akan berakibat meningkatnya
citra perusahaan sebagai perusahaan yang ramah lingkungan (Green Company).
50. KURSUS PABRIKASI GULA BAGI CALON CHEMIKER PABRIK GULA
Deskripsi
Kebutuhan yang mendesak akan tenaga yang bertanggung jawab pada proses
pengolahan di pabrik gala (Chemiker) sangat dirasakan. Untuk mengatasi hal tersebut,
banyak pabrik gula yang melakukan program percepatan dengan merekrut sarjana S 1.
Dengan mempertimbangkan kompleksnya unit operasi dalam proses pengolahan gula
yang belum sepenuhnya dipahami oleh sarjana S l, maka masih diperlukan pembekalan
baik teori maupun praktek.
51. OPERATOR KRISTALISASI
Deskripsi
Kursus ini merupakan kursus penyegar bagi operator proses kristalisasi (tukang
masak) di PG. Kursus ini dimaksudkan untuk membekali peserta dalam hal cara
memasak gula, penggunaan alat serta penghematan bahan untuk memasak. Materi
yang diberikan meliputi proses pembuatan gula dan manghitung proses pemasakan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 29 VII. BIDANG KETEKNIKAN
52. KURSUS PEMBEKALAN MASINIS YUNIOR PABRIK GULA
Deskripsi
Kursus Pembekalan Masinis Yunior Pabrik Gula merupakan kursus untuk Calon
Masinis atau Masinis Yunior Pabrik Gula agar siap dan mampu untuk menjalankan
tugas supervisi di sub unit produksi/unit kerja yang menjadi tanggung jawabnya
sehingga dalam melaksanakan tugasnya sebagai Masinis dalam operasional dan
pemeliharaan pabrik dapat lebih efektif dan efisien.
53. KURSUS GILINGAN UNTUK MASINIS PABRIK GULA
Deskripsi
Dalam mempertahankan hasil ekstraksi nira di stasiun gilingan dituntut peran lebih
masinis gilingan untuk selalu mempertahankan kinerja gilingan (efisiensi), menjaga
kesiapan alat dan mencegah terjadinya stagnasi alat. Untuk itu, pelatihan ini
diharapkan mampu memberikan tambahan pengetahuan masinis dalam mengambil
perannya dalam proses pabrikasi gula.
54. KURSUS BOILER UNTUK MASINIS PABRIK GULA
Deskripsi
Ketel uap merupakan alat utama penunjang proses produksi perlu dijaga dalam
operasionalnya agar mampu memenuhi kemampuan uap baik dari kuatitasnya
(ton/jam) dan kualitas uap (kebasahan, tekanan, suhu dan kebersihan) untuk itu
masinis sebagai pengelola ketel uap diharapkan mampu menjaga kinerja ketel agar
tercapai keseimbangan produksi uap dengan kebutuhan bahan bakar serta
menjalankan operasional dan pemeliharaan secara tepat dan berkelanjutan untuk
memenuhi pasokan utilitas yang dibutuhkan pabrik.
55. KURSUS MANDOR/OPERATOR GILINGAN PABRIK GULA
Deskripsi
Peran mandor/operator sebagai pengelola lini pertama di stasiun gilingan perlu
pemahaman dan wawasan mengenai pentingnya sistem ekstraksi gilingan dan
efisiensi gilingan serta menjaga kontinyuitas operasional dengan sistem pemeliharaan
yang tepat serta mengurangi stagnasi di stasiun gilingan agar tercapai hasil
pemerahan tebu secara efektif dan efisien.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 30 56. KURSUS MANDOR/OPERATOR BOILER PABRIK GULA
Deskripsi
Sebagai alat utama pembangkit uap, kinerja ketel uap harus selalu dijaga agar mampu
memenuhi kuantitas dan kualitas uap seperti harapan proses produksi pabrik, kursus
ini diharapkan memberikan tambahan pengetahuan bagi pengelola lini pertama PG
dalam mengoperasikan dan menjalankan pemeliharaan ketel uap secara cepat, akurat
dan sesuai dengan kaidah SOP dan SMP dari berbagai ketel uap yang ada.
57. KURSUS TURBIN UAP DAN SPEED GOVERNOR UNTUK MASINIS PABRIK GULA
Diskripsi
Kursus ini didesain untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan pengoperasian serta pemeliharaan pada Turbin Uap maupun Speed Governor untuk para masinis bagian instalasi pabrik gula. Sehingga mampu untuk meningkatkan performance maupun dalam menangani permasalahan‐permasalahan yang diakibatkan oleh peralatan tersebut di atas.
58. KURSUS MANDOR/OPERATOR LISTRIK PABRIK GULA
Deskripsi
Peralatan listrik termasuk peralatan utama di Pabrik Gula maupun pabrik perkebunan
yang lain. Untuk itu, perlu dijaga dalam pengoperasiannya sehingga dapat berjalan
dengan baik secara opersional maupun efisiensi. Apabila terjadi kerusakan maka dapat
dilakukan dengan cepat. Untuk itu, diperlukan mandor dan operator yang handal dan
memahami pengoperasian dan pemeliharaan peralatan listrik.
59. KURSUS TURBIN UAP DAN SPEED GOVERNOR UNTUK MANDOR DAN
OPERATOR PABRIK GULA
Diskripsi
Kursus ini didesain untuk memberikan keterampilan dalam pengoperasian dan
perawatan Turbin Uap dan Governor untuk para operator bagian instalasi pabrik gula.
Dengan demikian untuk menunjang kinerja Turbin Uap dan Governor yang optimal
diperlukan mekanik/operator yang terampil dan mampu dalam
menangani
permasalahan peralatan tersebut di pabrik gula dalam hal pemeliharaan, reparasi dan
penanganan gangguan secara benar serta beroperasi normal.
60. KURSUS PENINGKATAN KOMPETENSI MASINIS SENIOR
Deskripsi
Peran masinis senior perlu terus ditingkatkan dalam upaya mengelola seluruh sumber
daya pabrik, sehingga kemampuan evaluasi, analisis dan memberikan masukan yang
cepat dan tepat dalam pengoperasian dan mempertahankan kinerja pabrik menjadi
peran sentral di tengah persaingan mutu dan harga pokok pabrikasi gula.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 31 61. KURSUS SISTEM PROTEKSI PERALATAN LISTRIK
Deskripsi
Industri perkebunan memiliki kekhasan dalam energi listriknya. Umumnya
menggunakan sistem cogeneration atau pembangkitan sendiri. Namun sebagian
menggunakan listrik dari PLN. Peralatan listrik lengkap mulai dari pembangkit, sistem
distribusi maupun beban. Untuk itu, sangat diperlukan sistem proteksi yang baik
sehingga aman terhadap gangguan-gangguan yang mungkin tercapai.
Untuk melakukan desain maupun uji coba sistem proteksi dapat dilakukan melalui
peralatan tiruan (prototype) maupun software. Dengan menggunakan software maka
proses desain sistem proteksi dapat diuji dengan biaya yang lebih rendah, dapat
dilakukan dengan cepat dan komprehensif serta jumlah yang banyak.
62. KURSUS ALIGNMENT DAN BALANCING
Deskripsi
Banyak dijumpai berbagai kerusakan pabrik di awal periode giling, yang disebabkan
kesalahan dalam melakukan penyetelan alignment serta pengukuran vibrasi dari
berbagai mesin PG. Untuk itu pelatihan ini diharapkan mampu memberikan wawasan
mengenai pentingnya melakukan alignment poros dan monitoring vibrasi serta
berbagai kemungkinan penyebabnya yang dapat memicu timbulnya kerusakan mesin.
63. KURSUS GAMBAR TEKNIK DENGAN INVENTOR 3D
Diskripsi
Autodesk Invertor 3D merupakan salah satu program yang dirancang khusus untuk
keperluan di bidang teknik saat ini seperti desain produk, desain mesin, desain
konstruksi atau keperluan teknik lainnya. Program ini merupakan penyempurnaan dari
AutoCad dan Mechanichal Desktop sehingga tidak jauh berbeda dengan AutoCad 3D,
Program ini sangat cocok bagi peserta yang pernah mengikuti pelatihan menggambar
teknik dengan AutoCad program pertama.
Belumlah sempurna bila kemampuan menggambar belum sampai ke tingkat 3D yang
akan meningkatkan sistem menggambar menjadikan gambar tampak lebih nyata dan
dapat dilihat dari berbagai posisi.
Sejalan dengan hal tersebut di atas, melalui kursus ini diharapkan, para karyawan
pabrik bagian teknik dan instalasi dapat meningkatkan sistem menggambar teknik
(engineering drawing) dengan aplikasi komputer sebagai bekal dalam menjalankan
tugasnya.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 32 64. KURSUS AUTOMATISASI PABRIK GULA
Deskripsi
Pemakaian instrument/alat kontrol untuk pengendalian proses di Pabrik Gula sangat
diperlukan untuk menunjang kualitas dan efisiensi proses. Untuk itu, pengetahuan dan
pemahaman serta keterampilan tentang pemilihan, pengoperasian dan pemeliharaan
instrumentasi ini mutlak diperlukan.
Kursus ini didesain untuk membekali para Masinis/Chemiker pabrik gula tentang
Instrumentasi, sehingga diharapkan dapat melakukan pemilihan, setting,
pengoperasian dan pemeliharaan instrumentasi pengendalian secara benar.
65. KURSUS MANAJEMEN PROYEK BERBASIS MS PROJECT
Deskripsi
Perkembangan pekerjaan yang dihadapi di industri perkebunan semakin komplek dan
dinamis, karena ke depan pabrik perkebunan akan memasuki dunia industri hilir terkait
dengan pembangunan fasilitas pabrik dan utilitas yang kegiatannya komplek, para
pelaku bisnis diharapkan mampu melakukan evaluasi berbagai proyek mulai
perencanaan, evaluasi progress dan mencari solusi terhadap anggaran dan mutu yang
diharapkan, kursus ini diharapkan memberi bekal untuk mengelola pekerjaan komplek
tersebut lebih cepat, akurat, dan terpadu.
66. KURSUS DASAR PERALATAN HIDROLIK UNTUK INDUSTRI
Deskripsi
Berbagai peralatan pabrik perkebunan Gula maupun Sawit banyak menggunakan
penggerakan sistem hidrolik. Untuk itu, pengetahuan dan keterampilan hidrolik harus
dimiliki terutama pemahaman terhadap komponen dasar hidrolik dan simbol-simbol
hidrolik dalam mempertahankan kinerja sistem hidrolik di pabrik.
67. KURSUS SISTEM INSTRUMENTASI PABRIK GULA
Deskripsi
Instrumentasi merupakan bagian terpenting pada pengukuran variabel-variabel pada
proses yang ingin dikendalikan. Tekanan, laju aliran, level, suhu, besaran-besaran
listrik, dan variabel proses lainnya. Pelatihan ini sangat menarik untuk diikuti guna
memperoleh pengetahuan dan keterampilan tentang dasar-dasar sistem instrumentasi
serta aplikasinya di pabrik.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 33 68. KURSUS PEMBANGKIT PROGRAMMABLE LOGIC CONTROLLER (PLC)
Deskripsi
Kursus ini diselenggarakan untuk menyiapkan tenaga-tenaga terampil dalam bidang
otomatisasi, khususnya yang berbasis Programmable Logic Controller (PLC). Trend ke
depan bagi industri-industri proses / manufacturing adalah penggunaan teknologi PLC,
maka kemudahan dalam monitoring, pengendalian, dan pengembangan sistem
otomatisasi bisa diperoleh.
PROGRAM KONSULTANSI
LPP KAMPUS YOGYAKARTA
A. BIDANG SDM DAN ORGANISASI
a. Integrated Competence Based Human Resources Management System
(ICBHRMS)
b. Organizational Health Diagnostic
c. Spin of RS
d. Roadmap SDM
B. BIDANG MANAJEMEN KEUANGAN DAN UMUM
a. Standarisasi untuk Implementasi ERP
b. Kajian Bisnis & Organisasi
c. Pendampingan Rencana Jangka Panjang Perusahaan Perkebunan
d. Pedoman Pelaksanaan RKAP Berbasis IFRS
e. Pedoman Akuntansi Berbasis IFRS
f. Pedoman Pelaporan Manajemen Berbasis IFRS
g. Pedoman Analisis Kuantitatif dan Keuangan untuk Pengambilan Keputusan
C. BIDANG CSR DAN BINA LINGKUNGAN
a. Pendampingan Penyusunan Master Plan PKBL 2012-2017
b. CSR Reporting BUMN Perkebunan
D. BIDANG MANAJEMEN PRODUKSI TANAMAN
a. Pendampingan Road Map Produksi
b. Pendampingan Implementasi GIS
c. Study Kelayakan Sosial
d. Pendampingan Pembangunan Kebun Plasma
E. BIDANG TEKNOLOGI PENGOLAHAN DAN LINGKUNGAN
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 34 a. Pengawalan Giling
b. Modifikasi St. Pemurnian
c. Pengawalan Pengolahan Raw Sugar untuk Perbaikan Mutu Produk
d. Audit Instalasi Water Treatment
e. Pendampingan Pencapaian PROPER PG
f.
Pendampingan Pengelolaan Limbah Cair
g. Penyempurnaan In House Keeping PG
h. Evaluasi Stasiun Penguapan PG.
F. BIDANG KETEKNIKAN
a. Road Map Produksi Bidang Teknik
b. Pendampingan CDM
c. Audit dan Peningkatan Konerja Powerplant
d. Feasibility Study Micro Hydro Power
A. ASSESSMENT CENTER
a. Jasa Test Psikologi
b. Jasa Seleksi dan Promosi
c. Jasa Pemetaan Kompetensi
d. Jasa Fit and Proper Test
e. Jasa Rekrut dan Seleksi Calon Karyawan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 35 DESKRIPSI PROGRAM UNGGULAN PELATIHAN
LPP KAMPUS MEDAN
I. BIDANG MANAJEMEN SUMBERDAYA MANUSIA
PELATIHAN COACHING AND COUNSELING SKILL FOR MANAGER
Deskripsi
Mengapa kebun untuk mewujudkan kinerja optimal. Mengapa pekerja yang ada sulit
menunjukkan kinerja tebaiknya. Ada berbagai kemungkinan penyebab tidak optimalnya
pekerja menunjukkan kinerja. Di antaranya adalah kurangnya kompetensi dan penurunan
motovasi yang disebabkan oleh masalah-masalah yang dihadapi pekerja. Kedua hal ini
merupakan tanggung jawab pemimpin di kebun. Ketika pemimpin menghadapi penurunan
kinerja, solusi yang dipikirkan hanyalah reward dan sanksi. Belum ada upaya untuk
menggali sumber masalah dan selanjutnya mengupayakan solusinya.
PELATIHAN ACHHIEVEMENT MOTIVATIONS TRAINING
Deskripsi
Setiap individu memiliki potensi berprestasi yang luar biasa di dalam dirinya. Namun hal ini
sering terhambat oleh kendala-kendala internal dari dalam diri individu bersangkutan. Sikap
yang selalu lebih melihat kualitas negatif yang ada pada diri sendiri, sering menggiring individu
mengabaikan kualitas-kualitas positif yang dimilikinya dan menghambatnya untuk memulai
upaya untuk berprestasi, dan bahkan membuat individu bersangkutan tidak dapat melihat luar
biasanya kualitas positif untuk berprestasi yang dimilikinya. Jalan keluar yang mereka tempuh
umumnya melihat penyebab kurang berprestasi itu di luar dirinya. Achievement Motivation
Training ini dirancang untuk dapat membantu individu mengenali dan menggunakan potensi
positif yang dimiliki, dan pada saat bersamaan mengendalikan potensi negatif yang dimiliki.
PELATIHAN PROGRAM PENEMPAAN MANAJER TANGGUH (P2MT)
Deskripsi
Perubahan dan ketidakpastian merupakan dua hal yang selalu dihadapi Manajer. Kedua hal
tersebut akan semakin kompleks bila sarana dan sumberdaya yang tersedia untuk
menjalankan kegiatan perusahaan terbatas. Oleh sebab itu, seorang Manajer memerlukan
daya survive/ketegaran yang tinggi. Menurut Francis Woodcock, (1986), ada 11 hambatan
pengembangan kemampuan manajerial. Hambatan pertama berasal dan Manajer itu sendiri
yaitu ketidakmampuan menghadapi ketegangan manajerial. Banyak metode yang telah
dilakukan untuk mengatasi hambatan ini, misalnya pelatihan khusus, seminar, workshop dan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 36 sebagainya. Salah satu model yang dikembangkan di luar negeri adalah pelatihan di alam
bebas yang dipadukan dengan pengembangan kemampuan manajerial. Aspek leadership,
teamwork, communication, dan decision making yang tepat tercakup dalam pelatihan ini.
II. BIDANG MANAJEMEN KEUANGAN DAN UMUM
PENYUSUNAN LAPORAN KEUANGAN BERDASARKAN PEDOMAN AKUNTANSI BUMN
PERKEBUNAN TAHUN 2011
Deskripsi
Ikatan Akuntan Indonesia sebagai lembaga yang memiliki wewenang untuk melakukan
penyusunan dan perubahan terhadap standar akuntansi di Indonesia tengah disibukkan
dengan kegiatan adopsi standar akuntansi berdasarkan IFRS, dimana banyak sekali
penyesuaian-penyesuaian yang dilakukan agar standar akuntansi yang berlaku di
Indonesia sejalan dengan IFRS. Begitu juga dengan BUMN yang ada, khususnya BUMN
Perkebunan Indonesia yang telah memiliki pedoman akuntansi sendiri sebagai guidelines
dalam penyusunan laporan keuangan BUMN Perkebunan.
Penyesuaian pedoman akuntansi tersebut telah dilaksanakan agar sesuai dan sejalan
dengan PSAK terbaru
PENINGKATAN KOMPETENSI KEPALA TATA USAHA (KTU) DAN ASISTEN TATA
USAHA (ATU) PERUSAHAAN PERKEBUNAN
Deskripsi
Kepala Tata Usaha dan Asisten Tata Usaha di kebun dan pabrik memegang peran penting
di unit dalam bidang keuangan. Melalui KTU dan ATU, efektifnya sebuah proses keuangan
ditentukan. Untuk itu, perlu peningkatan kompetensi agar proses perencanaan,
pengelolaan, dan pengawasan dapat berjalan dengan baik
BENCHMARKING BEST PRACTICES BISNIS PERKEBUNAN DAN
KREDIT PERKEBUNAN UNTUK PERBANKAN
PENGELOLAAN
Deskripsi
Pengembangan agribisnis kelapa sawit merupakan salah satu langkah yang sangat
diperlukan sebagai kegiatan pembangunan subsektor perkebunan dalam rangka revitalisasi
sektor pertanian. Dibandingkan dengan komoditi lainnya pada sub-sektor perkebunan,
maka kelapa sawit merupakan salah satu komoditas yang pertumbuhannya paling pesat
pada dua dekade terakhir. Walaupun demikian, pengembangan sub-sektor perkebunan
khususnya kelapa sawit juga mengalami kendala-kendala yang tidak sedikit. Di samping
karena kesulitan sumber pembiayaan/pendanaan, isu lingkungan dan konflik lahan, juga
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 37 menghambat perkembangan investasi di bisnis kelapa sawit. Pemerintah dalam hal ini
Kementerian Pertanian telah mencoba untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh
para pekebun kelapa sawit dengan mengeluarkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor:
33/permentan/ot.140/7/2006 Tentang Pengembangan Perkebunan melalui Program
Revitalisasi Perkebunan. Program Revitalisasi Perkebunan adalah upaya percepatan
pengembangan perkebunan rakyat melalui perluasan, peremajaan dan rehabilitasi tanaman
perkebunan yang didukung kredit investasi perbankan dan subsidi bunga oleh pemerintah
dengan melibatkan perusahaan di bidang usaha perkebunan sebagai mitra dalam
pengembangan perkebunan, pengolahan dan pemasaran hasil.
1. Peran dari para perbankan untuk menyukseskan program revitalisasi perkebunan
tersebut sangat diharapkan agar kesulitan dalam mendapatkan sumber
pembiayaan/pendanaan dapat teratasi, sehingga para petani maupun pengusaha kelapa
sawit di Indonesia dapat mengembangkan usahanya menuju ke arah yang lebih baik
lagi. Di sisi lain, perbankan sebagai pemberi pinjaman kredit investasi juga harus
mempersiapkan para SDM analis kreditnya untuk dapat memahami tentang seluk beluk
dari bisnis kelapa sawit baik dari aspek tanaman maupun keuangannya agar kredit yang
diberikan tepat guna dan tepat sasaran sehingga tidak menyebabkan NPL tinggi.
2. Produktivitas usaha perkebunan ditunjukkan dengan capaian produksi tandan buah
segar (TBS) per hektar per tahun, dan kinerja optimal diukur dengan capaian produksi
minyak sawit (CPO) dan kernel/hektar/tahun, biaya produksi dan kemampuan mengikuti
persyaratan atas tuntutan masyarakat internasional
3. Perlunya Benchmarking
a. Benchmarking merupakan salah satu metode pembelajaran bagi organisasi.
Benchmarking pada dasarnya merupakan peneladanan dan pengadaptasian praktekprakter terbaik yang dilakukan atau dikembangkan oleh organisasi lain. Benchmarking
dapat dilakukan oleh perusahaan-perusahaan dalam industri yang sama maupun
industri berlainan.
b. Benchmarking bermanfaat untuk: (1) membuka paradigma mengenai adanya
kekuatan dan kelemahan relatif, sehingga mendorong sikap dan berfikir “out of box”,
(2) membangun sikap kritis dan kreatif serta kesadaran pembelajaran dalam
organisasi, (3) membangun keterlibatan seluruh anggota organisasi dalam proses
perbaikan kinerja, dan (4) membangun kolaborasi ke dalam dan ke luar organisasi
III. BIDANG KEMITRAAN DAN BINA LINGKUNGAN
PELATIHAN HIPERKES PARAMEDIS RUMAH SAKIT PERUSAHAAN PERKEBUNAN
Deskripsi
Akreditasi Rumah Sakit (RS) adalah suatu pengakuan kualitas dari stakeholders rumah
sakit terhadap standarisasi jasa pelayanan rumah sakit. Standarisasi jasa rumah sakit
mendukung pelayanan prima dan berdampak terhadap kepuasan pasien/pelanggan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 38 (customer satisfaction) dengan faktor-faktor pendukungnya, yang antara lain meliputi
kompetensi tenaga medis-paramedis, fasilitas/peralatan tersedia, kecepatan
penanggulangan pasien, sistem pengelolaan administrasi rekam medis (Medical Record),
dan penanganan higienis perusahaan dan kesehatan (Hiperkes).
Peningkatan kualitas aspek pelayanan jasa Rumah Sakit (RS) lingkup Perusahaan
Perkebunan saat ini semakin nyata diperlukan dengan diawali banyaknya Unit Rumah Sakit
Lingkup Perusahaan Perkebunan yang telah bersertifikasi ISO 9001 menuju status
terakreditasi berpedoman pada Sistem Kesehatan Nasional (SKN)
BEDAH KASUS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY (CSR) &
COMMUNITY DEVELOPMENT (CD) PERUSAHAAN PERKEBUNAN
Deskripsi
Telah digariskan dalam Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN)
nomor: KEP. 236/MBU/2003 dan Peraturan Menteri BUMN No. PER-05/MBU/2007 bahwa
Perusahaan berstatus BUMN mengemban tugas khusus dari Pemerintah untuk melakukan
pembinaan Usaha Kecil, Menengah, dan Koperasi (UKMK) dan bina lingkungan melalui
pembentukan Bagian Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL), dan peran BUMN
juga termasuk melaksanakan program Corporate Social Responsibility (CSR) yang telah
ditetapkan di dalam Pasal 74 UU Perseroan Terbatas Nomor: 40 Tahun 2007. Rangkaian
program pembinaan UKMK, Bina Lingkungan, dan CSR akan sangat efektif dan tepat
sasaran jika implementasi program di lapangan terdapat kesamaan persepsi di antara
BUMN Pembina sehingga program kepedulian sosial ini bermanfaat bagi peningkatan citra
perusahaan, dan mampu meminimalisir kerawanan sosial di unit-unit usaha.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN UKM MITRA BINAAN PKBL BUMN
Deskripsi
Telah digariskan dalam keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) no. KEP.
236/MBU/2003 dan Peraturan Menteri BUMN Nomor: PER-05/MBU/2007 yang pada
pokoknya di semua BUMN telah dibentuk satu bagian yang menangani Program
Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dengan peran utama adalah membangun ekonomi
kerakyatan melalui pembinaan dan kemitraan dengan para pengusaha kecil, menengah,
dan koperasi, dan juga melaksanakan program-program bina lingkungan yang diharapkan
akan berdampak positif terhadap kondusivitas sosial dan lingkungan sekitar.
IV. BIDANG MANAJEMEN TANAMAN
FALSAFAH KULTUR TEKNIS KELAPA SAWIT
Deskripsi
Dalam praktek bisnis perusahaan perkebunan khususnya kelapa sawit, masih terdapat
kesenjangan (gap) yang cukup besar antara produksi yang dicapai dengan potensi
produktivitas berdasar kelas lahan. Pencapaian produksi TBS 17-20 ton/ha/th secara
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 39 potensial dapat ditingkatkan hingga 30-35 ton/ha/th dengan pengelolaan kultur teknis yang
optimal. Perkembangan industri hilir (diversifikasi), ekstensifikasi dan fluktuasi harga
komoditas
juga sering membuat sebagian dari pekebun/praktisi perkelapasawitan
mengesampingkan atau kurang memprioritaskan perlakuan kultur teknis komoditas ini.
Petunjuk teknis (vademecum) secara rutin mungkin telah dilaksanakan tetapi kesadaran
tentang filosofi di balik kegiatan kultur teknis belum diinternalisasi dengan baik .
Guna meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kultur teknis (intensifikasi), para
praktisi khususnya pengelola kebun perlu mengetahui latar belakang atau filosofi mengapa
suatu kegiatan kultur teknis perlu dilakukan. Dengan pengetahuan falsafah kultur teknis
yang memadai diharapkan para praktisi/pekebun dapat melaksanakan tugasnya dengan
optimal sehingga gap/kesenjangan produksi dibandingkan potensinya dapat diperkecil.
STUDI KOMPARASI KEBUN KELAPA SAWIT UNGGUL DI INDONESIA DAN MALAYSIA
Deskripsi
Studi komparasi merupakan salah satu metode untuk mengembangkan kreativitas dan
inovasi dalam menghasilkan kinerja terbaik. Kinerja terbaik dihasilkan oleh Kebun yang
baik, kebun yang baik dihasilkan oleh sistem yang baik, sistem yang baik dihasilkan oleh
organisasi yang baik dan organisasi yang baik dihasilkan oleh Pemimpin yang baik.
Melalui program studi komparasi maka diharapkan akan dihasilkan pemimpin-pemimpin
perusahaan perkebunan yang memiliki wawasan yang luas dan cara pandang yang
komprehensif dalam menghadapi persaingan bisnis ke depan
KURSUS TEKNIS MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS TANAMAN MUDA KELAPA SAWIT
Deskripsi
Target pengelolaan tanaman kelapa sawit antara lain adalah panen perdana lebih awal.
Trend bahan tanam unggul saat ini mengarah pada percepatan tanaman berproduksi
dengan kualitas hasil panen yang standar. Melalui pemilihan bahan tanam unggul dengan
percepatan berproduksi disertai pengelolaan pemeliharaan tanaman melalui best
agronomic practices, diharapkan sasaran manajemen tersebut tercapai secara optimal.
Secara faktual sering kali hasil produksi kurang memuaskan dalam hal ukuran/berat dan
fruit set TBS hasil panen meskipun telah menggunakan bahan tanam unggul. Hal ini karena
kurangnya perhatian pada seluruh faktor penentu produktivitas spesifik tanaman muda,
selain karena kesalahan kultur teknis sejak dari perencanaan penanaman, optimasi faktorfaktor produksi, hingga persiapan dan pelaksanaan penggalian produksi.
Kursus ini dirancang dengan harapan menjadi alternatif solusi bagi pengelola produksi
terhadap adanya permasalahan di lapangan terkait dengan kondisi tanaman (TM) muda
kelapa sawit, sehingga seluruh komponen/faktor-faktor produksi dapat dikelola secara
optimal sehingga memberikan potensi hasil (produksi) sesuai yang diharapkan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 40 KURSUS PENGENDALIAN GANODERMA SECARA TERPADU (INTEGRATED)
Deskripsi
Kelapa sawit, sebagai komoditas primadona sub sektor perkebunan ternyata tidak selalu
menunjukkan performa yang prima. Keberadaan jasad pengganggu (penyakit) khususnya
penyakit busuk pangkal batang (PSBB) yang disebabkan oleh fungi Ganoderma, seringkali
menjadi kendala bagi tanaman kelapa sawit dalam memunculkan produksi sesuai
potensinya. Potensi lahan sesuai kelas kesesuaian lahan (KKL) sering tidak tergali akibat
serangan.
Ganoderma terutama pada tanaman generasi ke-2, 3 dan seterusnya. Keberadaan agensia
pengganggu tanaman utama ini bukan sekedar menjadi kambing hitam penurunan
produktivitas tanaman, justru harus dikendalikan agar satu faktor yang harusnya
controllable ini bukan menjadi penghambat dalam pencapaian produktivitas tanaman.
Melalui pengendalian Ganoderma secara terpadu dan berkelanjutan diharapkan dapat
menekan kehilangan produksi yang diakibatkannya. Potensi serangan ganoderma, akibat
yang ditimbulkan serta teknik pengendaliannya akan dibahas tuntas dalam pelatihan ini
PROGRAM MERAIH KINERJA UNGGUL UNIT PRODUKSI KELAPA SAWIT
Deskripsi
Persaingan global bisnis kelapa sawit pada saat ini semakin ketat. Kekuatan daya saing
Perusahaan ditentukan oleh kontribusi unit produksi. Di unit produksi masih banyak
peluang untuk melakukan optimalisasi penggalian potensi untuk meraih value added yang
maksimal.
Asisten tanaman dan Asisten Pabrik Kelapa Sawit mempunyai peran dan posisi stratejik
dalam proses operasi untuk menghasilkan CPO dan Inti. Untuk itu perlu penajaman
kompetensi Asisten baik aspek hard competency maupun soft competency dalam meraih
kinerja unggul
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 41 V. BIDANG TEKNIK & MANAJEMEN PENGOLAHAN
KONSEP DAN TEKNIK IMPLEMENTASI 5-S MEMBANGUN BUDAYA BERSIH DAN
BERKINERJA TINGGI DI PABRIK KELAPA SAWIT
Deskripsi
Dalam konsep membangun performansi pabrik berkelas dunia, hal yang paling mendasar
untuk dilaksanakan sejak awal adalah melaksanakan workplace housekeeping dengan
benar. Setelah tempat kerja menjadi bersih, rapi, aman dan terawat, maka dipastikan
kegiatan operasi produksi menjadi lancar dan terkendali. Tetapi, apabila kegiatan
worksplace housekeeping tidak dilaksanakan dengan baik, dipastikan kontrol produksi akan
sulit, kenyamanan bekerja berkurang, kondisi berbahaya semakin tinggi dan pada akhirnya
produksi yang standar sulit dicapai.
Konsep 5-S sistem merupakan suatu sistem housekeeping practice yang bertujuan untuk
mengelola tempat kerja menjadi bersih, rapi, nyaman dan aman sebagai dasar untuk
melaksanakan produksi berkinerja tinggi. Membahas konsep dan implementasi 5 S di PKS,
dengan peserta Maskep, Asisten PKS serta staf terkait di Kantor Pusat atau SBU
PELATIHAN VALUE CHAIN MANAGEMENT IN PALM OIL MILL
Deskripsi
Konsep value chain management merupakan alat untuk mengelola perusahaan dengan
menjaga keseimbangan antara pemasok, pabrik dan pembeli. Konsep tersebut akan sangat
baik diadopsi untuk mengelola keseimbangan antara pasokan bahan baku, pabrik dan
pengelolaan CPO. Dengan menjaga keseimbangan tersebut proses akan berjalan secara
optimal sehingga diharapkan akan diperolah efisiensi pabrik yang tinggi.
PELATIHAN PENINGKATAN KINERJA MENYELURUH PABRIK KELAPA SAWIT
Deskripsi
Program ini didesain untuk memahami proses peningkatan kinerja pabrik kelapa dari semua
aspek, mulai dari bahan baku, proses di pabrik,SDM, Keuangan dan sumber daya lain yang
terkait dengan pengelolaan pabrik. Dengan pola pendekatan terintegrasi tersebut diharapkan
kinerja pabrik dapat ditingkatkan secara signifikan yang pada akhirnya akan meningkatkan
revenue perusahaan.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 42 PROGRAM KONSULTANSI
LPP KAMPUS MEDAN
A. BIDANG SUMBER DAYA MANUSIA
1. Competency Based Career Succession Planning
2. Merit System
3. Sistem Manajemen Kinerja Individu (SMKI)
4. ESI dan EEI
B.
BIDANG MANAJEMEN KEUANGAN DAN UMUM
1. Penyusunan model ABC System untuk rumah sakit
2. Program pendampingan sosialisasi Pedoman Akuntansi BUMN
perkebunan Tahun 2012
C. KONSULTANSI BIDANG MANAJEMEN TANAMAN
1. Consult Training peningkatan kinerja kebun kelapa sawit
2. Consult Training Pengendalian Hama Penyakit Kelapa Sawit
3. In House Training Pendampingan Produksi Karet
4. Hands on Training Peningkatan Kinerja Kebun Kelapa Sawit
5. BUMN AWARD
6. Supervisi Agronomi Kelapa Sawit di Lahan Marginal
D. KONSULTANSI BIDANG TEKNIK/PENGOLAHAN
1. Konsep dan Teknik Implementasi 5S Membangun Budaya Bersih dan
Berkinerja Tinggi di Pabrik Kelapa Sawit
2. Technical Assistant : To Improve the Performance Processing of Palm Oil
Mill
3. Workshop : Maintenance Based on Cost and Reliability for Palm Oil Mill
4. Value Chain Management in Palm Oil Mill
5. Peningkatan Kinerja Menyeluruh Pabrik Kelapa Sawit
6. Konsultansi Bidang Teknik/Pengolahan
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 43 Kontak Kami Lembaga Pendidikan Perkebunan Kantor Pusat
Jl. LPP No 1 Yogyakarta 55222
Telepon: 0274 586201 –Fax: 0274 513849
e-mail: [email protected]
LPP Kampus Yogyakarta
Jl. Jend. Urip Sumoharjo No. 100 Yogyakarta 55222
Telepon: 0274 586201 –Fax: 0274 520082
e-mail: [email protected]
Contact Person: Susilawardani
LPP Kampus Medan
Jl. Willem Iskandar, Sampali, Medan Estate 20222
Telepon: 061 6613364 _Fax: 061 6613204
e-mail: [email protected]
Contact Person: Aries Soekariawan
Akomodasi
LPP Hotel Group
Jl. Demangan Baru No. 8 Yogyakarta 55281
Telp. 0274 – 588380, Fax. 0274 – 588908
Jl. Cocakrowo 6 Yogyakarta
Telp. 0274 – 588 380, Fax. 0274 – 588908
Jl. Laksda Adisucipto Km 6 Yogyakarta
Telp. 0274 – 489 185, Fax. 0274 – 484177
e-mail: [email protected]
Contact Person: Indi Printianto
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 44 POLITEKNIK LPP YOGYAKARTA
Pusat Penyedia Tenaga Profesional Bidang Perkebunan
Latar Belakang
Politeknik Perkebunan LPP didirikan dalam rangka memenuhi kebutuhan sumber daya
manusia di subsektor industri perkebunan melalui jalur Pendidikan Tinggi.
Dalam pengembangan program pendidikannya, Politeknik LPP Yogyakarta berupaya agar
lulusanya benar-benar siap kerja, dengan cara selalu menjalin kerja sama dengan dunia
industri, baik dalam program berlajar maupun penyaluran alumninya.
Politeknik LPP Yogyakarta telah bermitra dengan BUMN Perkebunan dan Perusahaan
Perkebunan Besar Swasta. Sebagai perguruan tinggi yang paling berpengalaman dalam
industri perkebunan, Politeknik LPP Yogyakarta telah meluluskan ahli-ahli perkebunan yang
banyak menduduki jabatan-jabatan strategis di perusahaan perkebunan.
Program Diploma
Tujuan program ini adalah mempersiapkan tenaga terampil level menengah lingkup
operasional industri perkebunan. Politeknik LPP Yogyakarta membuka program studi yang
sesuai kebutuhan industri, serta kurikulum yang disesuaikan dengan dinamika perusahaan
lingkungan bisnis.
Politeknik LPP Yogyakarta membuka 4 program studi (PS) Diploma III, yaitu:
1. PS Budidaya Tanaman Perkebunan.
Untuk mempersiapkan tenaga terampil dan siap bekerja lingkup agronomi (budidaya
tanaman).
2. PS Teknik Mesin.
Untuk mempersiapkan tenaga terampil dan siap bekerja lingkup perawatan mesin
industri di pabrik.
3. PS Teknik Kimia.
Untuk mempersiapkan tenaga terampil dan siap bekerja lingkup pengolahan hasil
komoditi perkebunan.
4. PS AKuntansi.
Untuk mempersiapkan tenaga terampil dan siap bekerja lingkup administrasi, keuangan
dan umum.
Selain Diploma III, berdasarkan SK Mendiknas No. 32/D/O/2010, sejak tahun 2010
Politeknik LPP Yogyakarta membuka Program Diploma IV (setara S1) untuk Program
Studi Budidaya Tanaman Perkebunan.
Syarat Pendaftaran
1. Siswa kelas 3 atau alumni SMA, SMK, MAN
2. Bagi yang belum lulus dapat mengirim copy nilai rapor semester 1-5 dan bagi yang
sudah lulus dapat mengirim surat tanda lulus (via pos/faks, dan email) dengan
mencantumkan program studi yang dipilih, alamat lengkap, dan nomor telepon.
3. Lulus tes seleksi
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 45 Biaya Pendidikan dan Jadwal Pendaftaran
1. Sumbangan Pengembangan Akademik (SPA), hanya dikenakan sekali selama studi
dan dapat diangsur 3 kali pada tahun pertama.
Besar SPA adalah:
Waktu Pendaftaran
DIII
DIV
Gelombang I
12 Maret – 5 Mei 2012
Rp 7.000.000,-
Rp 10.000.000,-
Gelombang II
7 Mei – 14 Juli 2012
Rp 7.250.000,-
Rp 10.000.000,-
Gelombang III
16 Juli – 15 Sept. 2012
Rp 7.500.000,-
Rp 10.000.000,-
2. Bagi putra-putri karyawan PT Perkebunan Nusantara, RNI, dan Siswa berprestasi
mendapatkan keringan biaya SPA sebesar 10%.
3. Sumbangan Penyelenggaraan Pendidikan (SPP);
Jenis SPP
DIII
DIV
SPP Tetap
Rp 700.000,- / Semester
Rp 1.000.000,- / Semester
SPP Variabel
Rp
50.000,- / SKS Teori
Rp 60.000,- / SKS Teori
Rp
55.000,- / SKS Praktikum
Rp 65.000,- /SKS Praktikum
Satu semester rata-rata 14 SKS teori dan 6 SKS Praktikum
Untuk informasi lebih lengkap, silahkan hubungi:
Kampus Politeknik LPP Yogyakarta
Jl. LPP No. 1A Balapan, Yogyakarta 55222
Telepon (0274) 555 776
Fax : (0274) 585274
Website : www.politeknik-lpp.ac.id
Email:[email protected]
Contact Person:
Arif Hidayat (081227883566), Mahagiyani (081578955695)
Indaryati (085868228187), Sulistyani (081904250885)
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 46 SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN AGRIBISNIS PERKEBUNAN
(STIP-AP)
Penyedia Sarjana Profesional dan Berkarakter Bidang Perkebunan
Masa Depan Lulusan Cerah
Kebutuhan pemimpin usaha perkebunan yang kompeten, berkarakter sangat dibutuhkan
dalam pengembangan agrobisnis perkebunan di Indonesia di masa depan.
Institusi pendidikan tinggi diharapkan harus mampu meningkatkan kemampuan prosesnya
melalui penerapan metode pendidikan dan kurikulum yang aplikatif yang tidak saja
berorientasi kepada teori dan konsep, tetapi harus menjadikan pengetahuan dan
keterampilan tersebut dimanfaatkan secara nyata.
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis Perkebunan (STIP-AP) Medan adalah Pendidikan
Tinggi Profesional Diploma-IV setara dengan S1 yang didirikan bertujuan untuk
menghasilkan pemimpin perkebunan masa depan yang kompeten dan berkarakter, yang
mampu membangun industri perkebunan bangsa Indonesia.
STIP-AP Mengundang
1. Generasi muda yang berminat menjadi Ahli Bidang Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet
Terapan (SST) untuk program Studi Budidaya Perkebunan dan Teknologi Pengolahan
Hasil Perkebunan.
2. Generasi muda yang mau dan mampu mengembangkan ilmu yang didapatkan untuk
berkontribusi dalam membangun usaha Perkebunan Kelapa Sawit dan Karet di wilayah
Indonesia.
Keuanggulan
1. Sekolah Tinggi Profesional DIPLOMA-IV satu-satunya di Indonesia yang fokus pada
bidang perkebunan Kelapa Sawit dan Karet, dengan lulusan bergelar Sarjana Sain
Terapan (SST)
2. Sekolah Tinggi Bidang Perkebunan berlokasi di Sumatera utara yang merupakan sentra
industri kepala sawit dan karet strategis di Indonesia.
3. Berpengalaman di bidang perkebunan, serta memiliki hubungan kuat dengan
perusahaan perkebunan BUMN dan swasta, serta institusi pendidikan di dalam dan luar
negeri.
4. Dibimbing oleh pengajar profesional dan akademisi, konsultan dan praktisi di bidang
perkebunan kelapa sawit dan karet.
5. Lulusan memiliki kompetensi teknis dan manajerial yang mampu mengelola unit
produksi di perusahaan perkebunan (tanaman dan pabrik pengolahan) sesuai tuntutan
kebutuhan industri perkebunan di masa yang akan datang.
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 47 Program Studi
Program
Kompetensi
Budidaya
Perkebunan
1.
2.
3.
4.
5.
Teknologi
Pengelohan Hasil
Perkebunan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
Pengelolaan Unit Afdeling Kebun Kelapa Sawit & Karet
Pengelolaan SDM Kebun Kelapa Sawit & Karet
Pengelolaan Anggaran & Biaya Kebun Kelapa Sawit & Karet
Pengelolaan Lingkungan Kebun Kelapa Sawit & Karet
Sistem Manajemen Mutu
Pengelolaan Operasi Pabrik Kelapa Sawit & Karet
Pengelolaan SDM Kebun Kelapa Sawit & Karet
Pengelolaan Anggaran & Biaya Kebun Kelapa Sawit & Karet
Pengelolaan Perawatan dan Perbaikan
Pengelolaan Limbah & Lingkungan
Sistem Manajemen Mutu
Syarat-syarat Pendaftaran
1. Membayar biaya pendaftaran Rp 150.000,- calon diberi kesempatan bebas memilih
program studi.
2. Batas usia calon maksimal 28 tahun (umum), calon dari karyawan perkebunan
maksimal 35 tahun.
3. Tinggi badan calon minimal 160 cm untuk pria dan 155 cm untuk wanita serta berat
badan ideal.
4. Mengisi dan mengembalikan formulir pendaftaran dengan dilampiri:
a. Satu lembar fotokopi keterangan lulus (bagi yang telah memiliki)
b. Tiga lembar pas foto ukuran 3x4 cm.
Tempat, Materi dan Waktu Seleksi.
1. Seleksi dilaksanakan di Kampus STIP-AP LPP Medan, Jl. Willem Iskandar, Medan.
2. Materi Seleksi.
c. Tahap awal: Matematika, Bahasa Inggris, Psikotes, Tes Fisik, Wawancara.
d. Medical Check Up (bagi yang lulus tes tahap awal).
Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agribisnis Perkebunan (STIP-AP).
LPP Kampus Medan.
Jl. Willem Iskandar Medan.
Telepon (061) 6637060, (061) 6613364.
Fax : (061) 6613204.
www.stipap.ac.id
Contact Person: Sukirso
Informasi Diklat LPP 2012 ‐ halaman 48 
Download