10 - Universitas Mercu Buana

advertisement
A. Pengantar
Etika merupakan ilmu yang mendalami standar moral perorangan dan standar moral
masyarakat. Etika bisnis merupakan etika terapan dan aplikasi pemahman kita tentang
apa yang baik dan benar untuk beragam institusi, teknologi, transaksi, aktivitas, dan
usaha yang kita sebut dengan bisnis. Etika bisnis juga merupakan studi sandar formal
dan bagaimana standar itu diterapkan ke dalam sistem dan organisasi yang digunakan
masyarakat modern untuk memproduksi dan mendistribusikan barang dan jasa dan
diterapkan kepada orang-orang yang ada di dalam suatu organisasi. Seperti telah di
tunjukkan oleh deskripsi etika bisnis, masalah-masalah etika bisnis mencakup beragam
topik yang luas. Masalah sistematik dalam etika bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan
etis yang muncul mengenai sistem ekonomi, politik, hukum, dan sosial lainnya di mana
bisnis beroperasi. Tingkatan ini mencakup pertanyaan menganai moralitas kapitalisme
atau hukum. Untuk mengatasi permasalahan moral, pertama-tama lihatlah termasuk
dalam kategori manakah permasalahan itu : sistemik, korporatif, atau individu.
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Etika tak lepas dari kata ethos dalam bahasa
yunani yang berarti kebiasaan ( custom) atau karakter (character), etika bagi
seseorang terwujud dalam kesadaran moral (moral conciousnes) yang memuat
keyakinan ‘benar dan tidak’sesuatu
<!--[if !supportLists]-->· <!--[endif]-->Dari uraian diatas dapatlah kita mendefinisikan
etika bisnis sebagai seperangkat nilai tentang baik, buruk, benar, dan salah dalam
dunia bisnis berdasarkan pada prinsip-prinsip moralitas.
B. Tujuan pembelajaran
Setelah mempelajari modul ini diharapkan mahasiswa :
<!--[if !supportLists]-->Ø <!--[endif]-->Diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan
tentang etika bisnis secara umum.
<!--[if !supportLists]-->Ø <!--[endif]-->Dapat mendeskripsikan beberapa pendekatan
khususnya terhadap etika bisnis dan menganalisa masalah-masalah etis dalam
bisnis.
<!--[if !supportLists]-->Ø <!--[endif]-->Dapat memahami hakikat etika bisnis.
1 http://www.mercubuana.ac.id
Kegagalan etika bisnis bukan terletak pada ketidaktahuan atau keenganan para pelaku
bisnis untuk menyelenggarakan bisnis secara etis (faktor internal), melainkan terletak
pada faktor eksternal. Hal ini disebabkan oleh dua hal yaitu :
<!--[if !supportLists]-->a. <!--[endif]-->Pertama, konsep normative yang kaku sarat
dengan rambu-rambu moralita, yang menjadi kendala bagi praktek bisnis di
lapangan.
<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Kedua, lingkungan bisnis yang tidak kondusif bagi
berlakunya bisnis secara etis. Ini mudah dipahami, karena bisnis adalah kegiatan
yang terfokus pada uang, efisiensi dan ekspansi. Karena itu demi eksistensi dan
kemapanan, setiap pelaku bisnis akan menghalalkan segala cara.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Sistem Etika
Etika secara umum dapat dibagi menjadi etika umum dan etika khusus. Etika umum
berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia beribadah. Secara
etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsipprinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak secara
tolok ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat
dianalogikan dengan ilmu pengetahuan yang membahas mengenai pengertian
umum dan teori-teori.
Etika khusus adalah penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan
yang khusus. Etika khusus dibagi lagi menjadi dua, yaitu etika individual dan etika
social. Etika individual menyangkut kewajiban, sikap dan pola prilaku manusia
sebagai anggota manusia. Tujuan dari etika social sendiri pada dasarnya untuk
menggugah kesadaran kita akan tanggung jawab kita sebagai manusia dalam
kehidupan bersama dalam segala dimensi.
Dalam semua bidang etika bisnis membantu para pelaku bisnis untuk mendekati
masalah-masalah bisnis dengan sentuhan moral. Etika bisnis membantu para
manajer, pelaku bisnis lainnya untuk mengungkap hal yang tidak bisa ditangkap
dengan mata ekonomi manajemen murni dan memecahkan banyak –banyak
persoalan dengan mengunakan pendekatan-pendekatan yang lebih dari sekedar
pendekatan ekonomi manajemen.
3 http://www.mercubuana.ac.id
Meliputi semua hubungan langsnung yang diperlukan suatu perusahaan untuk
melaksanakan fungsi dan misinya yang utama, yaitu memproduksi barang dan
jasa dalam masyarakat.
<!--[if !supportLists]-->b. <!--[endif]-->Hubungan Sekunder
Meliputi berbagai hubungan dengan kelompok-kelompok masyarakat yang
merupakan akivat dari pelaksanaan fungsi dan misi utama perusahaan.
Secara spesifik oleh karena etika bisnis merupakan penerapan tanggung jawab
social suatu bisnis yang timbul dari dalam perusahaan itu sendiri. Bisnis selalu
berhubungan dengan masalah-masalah etis dalam melakukan kegiatan sehari-hari.
Hal ini dapat dipandang sebagai etika pergaulan bisnis. Seperti hal manusia pribadi
juga memiliki etika pergaulan antar manusia, maka pergaulan bisnis dengan
masyarakat umum juga mempunyai atau memiliki etika pergaulan yaitu etika
pergaulan bisnis. Etika pergaulan bisnis dapat meliputi beberapa hal antara lain :
<!--[if
!supportLists]-->a.
<!--[endif]-->Hubungan
antara
bisnis
dengan
pelanggan/konsumen
Hubungan antara bisnis dengan pelanggannya merupakan hubungan yang
paling banyak dilakukan, oleh karena itu bisnis haruslah menjaga etika
pergaulannya secara baik dalam hal ini. Adapun pergaulan dengan pelanggan ini
dapat disebutkan diantaranya sebagai berikut :
<!--[if
!supportLists]-->1.
<!--[endif]-->Kemasan
berbeda-beda
membuat
konsumen sulit untuk membedakan atau mengadakan perbandingan harga
terhadap produknya.
<!--[if !supportLists]-->2. <!--[endif]-->Bungkus ataupun kemasan membuat
konsumen tidak mengetahui isi di dalamnya, sehingga produsen perlu
memberikan kejelasan tentang isi serta kandungan atau zat-zat yang terdapat
di dalam produk itu.
<!--[if !supportLists]-->3. <!--[endif]-->Promosi terutama iklan merupakan gagasan
etis yang paling utama. Oleh karena itu maka sampai saat inipun TVRI masih
melarang ditayangkannya iklan dalam siarannya sejak awal 1980-an
5 http://www.mercubuana.ac.id
Download