analisis selisih biaya produksi sofa pada ud prima meubel

advertisement
ANALISIS SELISIH BIAYA PRODUKSI SOFA PADA UD PRIMA
MEUBEL DI TANJUNG REDEB
Mursyidin
STIE Muhammadiyah Tanjung Redeb
ABSTRACT
The purpose of this study was conducted to determine the cost of goods sold sofa in
UD.Prima Furniture in Tanjung Redeb 2015 as well as to compare the cost of goods sold
sofa set by UD Prima Furniture in Tanjung Redeb 2015 by determining the cost of goods
sold based on cost accounting theory approach.
Based on the results of this analysis is known that there is a big difference between cost of
gods sold calculation sofa production assigned by UD.Prima Furniture with a calculation of
the cost of goods sold based on cost accounting theory approach with the full costing
method.
The difference is greater the cost of goods sold sofa production per unit between the
company and the theory is due to differences in recognizing the magnitude of the amount of
overhead costs both fixed and variable. The hypothesis is rejected because the cost of good
sold calculation sofa set by UD Prima Furniture in Tanjung Redeb greater than the cost of
goods sold calculation based on approach to accounting theory.
Key word : Cost of goods sold, full costing method
industri yang didirikan maupun yang
PENDAHULUAN
Kemajuan dunia usaha dewasa ini
beroperasi tentu memiliki suatu tujuan
jauh berkembang dengan pesat, baik
atau rencana yang akan dicapai. Dari
dalam skala besar maupun kecil dan juga
sekian banyak tujuan yang hendak dicapai
perkembangan di sektor industri yang
perusahaan adalah untuk mendapatkan
memiliki peran penting dalam sektor
keuntungan atau laba.
perekonomian.
Banyaknya
perusahaan
Adapun
komponen
pembentuk
industri yang terus menerus bermunculan,
laba adalah pendapatan yang diperoleh
akan
dari hasil penjualan produk dan jasa yang
menimbulkan
suatu
persaingan
diantara industri sejenis maupun yang
dihasilkan
tidak sejenis untuk dapat menguasai pasar
sedangkan biaya adalah pengorbanan yang
akan hasil produk perusahaan tersebut.
harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk
Perusahaan-perusahaan
memproduksi atau menghasilkan barang
atau
industri-
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
oleh
suatu
perusahaan,
83
maupun jasa. Menurut Mulyadi (1992)
seat, sofa 2 seat, sofa 3 seat dan sofa 4
biaya tersebut disebut sebagai biaya harga
seat.
pokok atau harga pokok produksi. Untuk
menentukan
besarnya
usahanya
memproduksi
tersebut
sofa diperlukan biaya produksi yang
haruslah tepat dan akurat sehingga harga
berupa biaya bahan baku, biaya tenaga
pokok
yang
menunjukkan
biaya
Dalam
terjadi
harga
juga
akan
kerja langsung dan biaya overhead pabrik,
pokok
yang
dimana
sesungguhnya.
Didalam
kesemuanya
itu
merupakan
elemen pembentuk harga pokok produksi.
penentuan
harga
pokok
Dalam
melakukan
perhitungan
harga
produksi, informasi yang dibutuhkan oleh
pokok produksi, UD Prima Meubel di
manajemen adalah informasi mengenai
Tanjung Redeb menetapkan berdasarkan
biaya bahan baku, biaya tenaga kerja dan
metode full costing.
biaya overhead perusahaan. Ketiga jenis
Metode full costing merupakan
biaya tersebut harus ditentukan secara
metode penentuan harga pokok produksi
cermat, baik dalam pencatatan maupun
yang memperhitungkan semua unsur biaya
penggolongan. Sehingga informasi harga
produksi ke dalam harga pokok produksi,
pokok produksi yang dihasilkan dapat
yang terdiri dari biaya bahan baku, biaya
diandalkan baik untuk penentuan harga
tenaga kerja langsung dan biaya overhead
jual produk maupun untuk perhitungan
pabrik baik yang berperilaku tetap maupun
laba rugi periodik.
variabel pada periode yang bersangkutan
UD Prima Meubel adalah salah
tanpa melihat biaya tersebut sudah sesuai
satu perusahaan yang beralamat di Jalan
atau tidak dibebankan dalam perhitungan
S.M.
harga pokok produksi.
Aminuddin
di
Tanjung
Redeb
Kabupaten Berau merupakan perusahaan
industri
kecil
dan
menengah
Ketidaktepatan dalam menentukan
yang
harga pokok produksi akan berakibat pada
memproduksi sofa dari satu atau beberapa
kebijaksanaan yang diambil oleh pihak
macam bahan baku dalam satu proses
manajemen dalam menentukan harga jual
produksi. Adapun sofa yang diproduksi
produk cenderung tinggi dan sebaliknya
UD Prima Meubel terdiri dari sofa single
harga jual akan kompetitif dipasaran
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
84
apabila harga pokok yang ditetapkan lebih
biaya
teliti.
dikeluarkan karena akan sangat sulit
Perusahaan
yang
overhead
pabrik
yang
telah
memproduksi
menentukan biaya overhead pabrik untuk
barang secara bersama, akan mengalami
masing-masing jenis produk mengingat
masalah dalam mengalokasikan biaya
biaya overhead pabrik dikeluarkan dan
bersama yang diserap oleh masing-masing
digunakan
untuk
keperluan
bersama
jenis
berbagai
jenis
produk.
Untuk
produk. Masalah utama dalam
mengalokasikan biaya bersama tersebut
mengalokasikan biaya bersama ini UD
adalah memilih metode alokasi biaya
Prima
bersama yang adil dan tepat untuk dipakai.
menggunakan metode nilai jual relatif.
Hal
ini
sangatlah
di
Tanjung
Redeb
karena
Metode nilai jual relatif dihitung
perbedaan metode alokasi yang dipakai
berdasarkan persentase nilai jual berbagai
akan mengakibatkan perbedaan dalam
jenis produk yang dihasilkan perusahaan,
menentukan biaya yang diserap oleh
jadi biaya bersama yang dikeluarkan
masing-masing jenis produk. Perbedaan
dikalikan
dalam menentukan biaya yang diserap
penjualan berbagai jenis produk. Nilai jual
oleh masing-masing jenis produk akan
yang dimaksud dalam metode ini adalah
berakibat
perkalian
pada
penting
Meubel
kebijaksanaan
yang
diambil oleh pihak manajemen perusahaan
antara
persentase
volume
jumlah
penjualan
terhadap harga jual.
terhadap harga jual produk cenderung
tidak tepat pula.
dengan
Berdasarkan hal-hal tersebut di
penulis
tertarik
untuk
melakukan
penelitian
dengan
judul:
produksi berbagai jenis produknya, UD
“Analisis
harga
Prima Meubel di Tanjung Redeb tidak
berdasarkan jenis sofa pada UD Prima
memperlakukan biaya bersama terhadap
Meubel di Tanjung Redeb Tahun 2014”.
Dalam
atas,
melakukan
aktivitas
maka
pokok
produksi
biaya yang telah dikeluarkan karena UD
Prima Meubel di Tanjung Redeb tidak
mengetahui apa itu biaya bersama.
Dalam
diberlakukan
melakukan
biaya
bersama
analisis,
terhadap
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
85
TINJAUAN PUSTAKA
dengan cara-cara tertentu serta penafsiran
Pengertian Akuntansi Biaya
terhadapnya”.
Dalam
suatu
perusahaan
Berdasarkan
beberapa
pendapat
manajemen memerlukan informasi tentang
tersebut di atas dapatlah disimpulkan bahwa
biaya,
yang
akuntansi biaya adalah sebagai salah satu
diinginkan dan informasi biaya tersebut
unsur yang menyediakan informasi bagi
terdapat di dalam akuntansi biaya. R.A.
kepentingan-kepentingan manajemen untuk
Supriyono (2003) menyatakan bahwa:
membantu mengelola perusahaan dimana
“Akuntansi biaya adalah salah satu cabang
terdapat tiga tujuan pokok yaitu penentuan
akuntansi
alat
harga pokok produk, pengendalian biaya,
dan
dan pengambilan keputusan khusus.
guna
mencapai
yang
manajemen
tujuan
merupakan
dalam
memonitor
merekam transaksi biaya secara sistematis,
serta menyajikan informasi biaya dalam
bentuk laporan biaya”.
Tujuan Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya sangat penting bagi
suatu perusahaan karena dapat memberikan
Menurut Ralph S. Polimeni dan
informasi berdasarkan fakta-fakta yang
James A yang dikutip oleh Kamaruddin
relevan.
Akmad (2003) mendefinisikan akuntansi
perusahaan dapat membuat keputusan yang
biaya sebagai berikut: Akuntansi biaya
terbaik untuk perusahaan dan mengevaluasi
adalah
pengidentifikasian,
kinerja yang telah dicapai perusahaan
penafsiran
aneka
tersebut.
diperlukan
untuk
Soeprihanto
proses
perangkuman
informasi
dan
yang
perencanaan
dan
Sehingga
Murti
pihak
Sumarni
(2003)
manajemen
dan
John
menyatakan
pengendalian,
pendapatnya mengenai tujuan akuntansi
pengambilan keputusan manajemen serta
biaya sebagai berikut: Tujuan atau manfaat
perhitungan biaya atau harga pokok
dari akuntansi biaya adalah menyediakan
barang yang diproduksi.
salah satu informasi yang diperlukan
Sedangkan
(2005)
manajemen dalam mengelola perusahaan
menyatakan bahwa: “Akuntansi biaya
yaitu informasi biaya yang bermanfaat
adalah proses pencatatan, penggolongan,
untuk: Penentuan harga pokok yang
peringkasan
dihasilkan perusahaan dengan tepat dan
dan
Mulyadi
penyajian
biaya,
pembuatan dan penjualan produk atau jasa
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
86
teliti, Perencanaan dan pengendalian biaya
beli
dan Pengambilan keputusan khusus.
yang tertunda pembebanannya atau belum
Pengertian Biaya
dimanfaatkan dalam hubungannya dengan
Biaya merupakan elemen yang
barang-barang
kekayaan/jasa-jasa
realisasi penghasilan.
terdapat di suatu perusahaan yang sangat
Henry
Simamora
(2002)
perlu diperhatikan oleh pihak manajemen
mendefinisikan biaya sebagai berikut:
agar dapat
mengendalikan perusahaan
Biaya adalah kas atau nilai setara kas yang
sehingga tujuan perusahaan tersebut dapat
diharapkan memberikan manfaat pada saat
tercapai yaitu memperoleh laba sebesar
ini atau di masa yang akan datang bagi
mungkin dengan cara menekan biaya
organisasi. Disebut setara dengan kas
serendah mungkin. Setiap perusahaan yang
(cash equivalent) karena sumber-sumber
menciptakan atau menambah kegunaan
non kas dapat ditukarkan dengan barang
suatu
atau jasa yang dikehendaki.
barang
atau
jasa
memerlukan
pengorbanan atas faktor-faktor produksi.
Dalam dunia akuntansi banyak
dikenal
asumsi-asumsi/konsep
Berdasarkan
beberapa
pendapat
tersebut di atas dapatlah disimpulkan
dasar
bahwa terdapat empat unsur pokok dalam
yang
biaya, yaitu biaya merupakan pengorbanan
dikemukakan oleh pakar-pakar akuntansi,
sumber ekonomis, diukur dalam satuan
kebanyakan dari mereka memberikan
uang, yang terjadi atau yang secara
definisi sebagai berikut:
potensial akan terjadi dan pengorbanan
mengenai
definisi
M.P.
biaya
(cost)
Simangunsong
(2001)
menyatakan bahwa:”Biaya (cost) adalah
tersebut untuk tujuan tertentu.
Harga Pokok Produksi
pengorbanan sumber ekonomi yang diukur
Dalam membahas pengertian harga
dengan uang untuk mencapai tujuan
pokok, tidak terlepas dari harga pokok
tertentu”. Menurut Slamet Sugiri (2002)
produksi dan harga pokok penjualan. Hal
definisi biaya (cost) sebagai berikut: Biaya
ini disebabkan harga pokok merupakan
(cost) adalah pengorbanan sumber daya
suatu dasar yang nantinya akan digunakan
ekonomis
dalam
tertentu
untuk
memperoleh
sumber daya ekonomi lainnya atau dengan
menetukan
harga
jual.
Ada
beberapa definisi harga pokok produksi
kata lain cost merupakan bagian dari harga
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
87
menurut beberapa ahli ekonomi yaitu
sebagai berikut:
Penentuan harga pokok produksi
bertujuan untuk menentukan harga jual
Mulyadi
(2005)
menyatakan
minimum yang dapat menutup semua biaya
bahwa: “Harga pokok produksi adalah
usaha yang telah dikorbankan. Selain itu
pengorbanan
sumber
ekonomi
dalam
juga bertujuan untuk penghitungan nilai
pengolahan
bahan
baku
menjadi
persediaan, pengawasan efesiensi biaya,
Supriyono
(2003)
perencanaan laba dan keperluan dasar
produk”.R.A.
mendefinisikan
harga
pokok
produksi
pengambilan keputusan.
sebagai berikut: Harga perolehan atau
Adolph Matz, Milton F. Usry dan
harga pokok adalah jumlah yang dapat
Lawrence H. Hamer (2002) menyatakan
diukur dalam satuan uang dalam bentuk:
bahwa tujuan penentuan harga pokok
Kas yang dibayarkan, Nilai aktiva lainnya
produksi adalah sebagai berikut: (a) Untuk
yang diserahkan atau dikorbankan, Nilai
menetapkan biaya-biaya menurut barang-
jasa yang diserahkan atau dikorbankan dan
barang yang diproduksi, menurut proses,
Hutang
Tambahan
satuan dan bagian. (b) Untuk mengontrol
modaldalam rangka pemilikan barang atau
pengeluaran yang berhubungan dengan
jasa yang diperlukan perusahaan baik pada
proses
masa lalu (harga perolehan yang telah
administrasi dari perusahaan. (c) Untuk
terjadi) maupun pada masa datang (harga
memberikan suatu dasar guna menafsir
perolehan yang akan terjadi).
biaya dari suatu barang hasil produksi,
yang
Berdasarkan
timbul,
beberapa
pendapat
produksi,
untuk
dapat diambil kesimpulan bahwa harga
memberikan
pokok
manajemen
adalah
merupakan
dan
sehingga kemungkinan menguntungkan
yang telah dikemukakan di atas, maka
produksi
distribusi,
penetapan
harga.
(d)
kemungkinan
agar
Untuk
kepada
mendasarkan
pengorbanan sumber ekonomis dalam
kebijaksanaan,
operasinya
pada
rangka pemilihan barang dan jasa atau
keterangan yang diberikan oleh bagian
juga dapat diartikan pengorbanan ekonomi
biaya.
dalam proses pengolahan bahan baku
menjadi produk.
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
88
Pengumpulan data ini dilakukan untuk
METODE PENELITIAN
Penelitian dilakukan pada UD Prima
Meubel yang beralamat di Jalan S.M.
memperoleh data sekunder.
Dalam
melakukan
Aminuddin di Tanjung Redeb Kabupaten
hipotesis
Berau. Penelitian ini difokuskan pada
diperlukan
masalah
pokok
membuktikan hipotesis yang diajukan.
produksi berdasarkan metode Full Costing
Adapun alat analisis yang digunakan
pada UD Prima Meubel di Tanjung Redeb
adalah sebagai berikut:
tahun 2015. Adapun jenis sofa pada UD
a. Perhitungan
perhitungan
harga
yang
pengujian
diajukan
analisis
maka
untuk
harga
pokok
Prima Meubel di Tanjung Redeb ada
produksi berdasarkan metode full
empat, yaitu sofa single seat, sofa 2 seat,
costing.
sofa 3 seat dan sofa 4 seat.
Mulyadi
Guna
memperoleh
data
yang
menyatakan
perhitungan
harga
bahwa
pokok
diperlukan dalam penelitian ini maka
persatuan berdasarkan metode full
penulis menggunakan teknik pengumpulan
costing dilakukan dengan rumus
data sebagai berikut:
dan cara penghitungan seperti di
1.
Penelitian
research)
dilakukan
lapangan
adalah
(field
work
penelitian
yang
langsung
ke
bawah ini :
media
Harga
Produk/Satuan
penelitian yang akan diteliti guna
=
memperoleh data yang diperlukan.
2.
Penelitian
research)
kepustakaan
adalah
(library
penelitian
yang
dilaksanakan dengan membaca dan
mengutip
buku
literatur,
Biaya Produksi yg
dikeluarkan selama
periode tertentu
Volume yg di hasilkan
dalam periode yg
bersangkutan
tulisan-
tulisan serta laporan-laporan yang ada
hubungannya dengan penelitian ini.
Biaya bahan baku
Biaya tenaga kerja langsung
Biaya overhead pabrik variable
Biaya overhead pabrik tetap
Harga pokok produksi
Volume produksi
Harga pokok produksi/Unit
b. Perbandingan
harga
Rpxxx
Rpxxx
Rpxxx
Rpxxx
Rpxxx
xxx Unit
Rpxxx/Unit
pokok
produksi sofa per satuan yang
ditetapkan
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
oleh
UD
Prima
89
Meubel di Tanjung Redebtahun
pokok
produksi
berdasarkan
2015 dengan penentuan harga
pendekatan akuntansi biaya dapat
c. dilihat pada Tabel 1. berikut ini:
Tabel 1.
Perbandingan Harga Pokok Produksi Sofa per Satuan yang ditetapkan oleh
UD Prima Meubel di Tanjung RedebTahun 2015 dengan Penentuan Harga
Pokok Produksi Berdasarkan Teori Akuntansi Biaya
Keterangan
Perbandingan Harga Pokok Produksi
Selisih Lebih (Kurang)
(Rp/Unit)
Menurut
Menurut
Perusahaan
Teori
(Rp/Unit)
(Rp/Unit)
HPP/Satuan
Rpxxx
Rpxxx
Rpxxx
Sumber:
James D. Willson dan John B. Campbell (2002: 422). Telah Dimodifikasi
yang dihitung berdasarkan metode full
HASIL PENELITIAN
Berdasarkan biaya produksi
costing menurut UD Prima Meubel di
tahun 2015 tersebut di atas, maka
Tanjung Redeb tahun 2015 dapat
harga pokok produksi sofa per satuan
dilihat pada Tabel 2. berikut ini:
Tabel 2
Harga Pokok Produksi Sofa Menurut UD Prima Meubel
di Tanjung Redeb Tahun 2015
Elemen
Satuan
Harga Pokok Produksi Sofa
Harga Pokok
Sofa
Sofa
Sofa
Sofa
Produksi
Single Seat
2 Seat
3 Seat
4 Seat
Jumlah
Biaya Bahan Baku
Rp
52.610.757,91
112.908.532,93
Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Rp
22.464.000,00
54.740.000,00
69.136.000,00
71.300.000,00 217.640.000,00
Biaya
Overhead
Pabrik Tetap
Rp
7.732.026,98
19.134.814,24
23.427.944,12
24.924.071,81
Biaya
Overhead
Pabrik Variabel
Rp
18.526.153,92
32.514.923,84
40.110.018,52
42.541.853,73 133.692.950,00
Jumlah
Produksi
Rp
101.332.938,81
219.298.271,01
Unit
96,00
70,00
58,00
46,00
270,00
1.055.551,45
3.132.832,44
4.706.950,68
6.242.608,64
3.262.201,28
Biaya
Volume Produksi
Harga
Pokok
Rp/Unit
Produksi/Satuan
140.329.176,65 148.394.071,86 454.242.539,35
75.218.857,14
273.003.139,28 287.159.997,40 880.794.346,49
Sumber: UD Prima Meubel di Tanjung Redeb, 2015.
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
90
ANALISIS DAN PEMBAHASAN
yang telah dikemukakan oleh Mulyadi
Analisis
(2005: 186) untuk menemukan jawaban
Berdasarkan hasil penelitian yang
atas rumusan masalah dan hipotesis yang
telah diperoleh, baik berupa data kuantitatif
telah dikemukakan oleh penulis. Untuk
maupun kualitatif yang didukung oleh
lebih jelasnya akan disajikan sebagai
dasar teori dan metode penelitian yang
berikut:
telah dikemukakan pada bab terdahulu,
Langkah
pertama
yang
harus
maka dilakukan perhitungan harga pokok
dilakukan dalam proses perhitungan ini
produksi sofa. Mengingat UD Prima
adalah
Meubel
produksi
di
Tanjung
Redeb
telah
menjumlahkan
yang
semua
berhubungan
biaya
dengan
memisahkan biaya produksi sofa kepada
produksi sofa, sehingga dapat diketahui
masing-masing jenis sofa, maka data-data
total biaya produksi untuk menghitung
yang telah penulis peroleh dapat langsung
harga pokok produksi sofa. Untuk lebih
dilakukan
jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3. berikut
perhitungan
harga
pokok
produksi berdasarkan metode full costing
ini:
Tabel 3
Biaya Produksi Sofa pada UD Prima Meubel di Tanjung Redeb Tahun 2015
Elemen
Biaya Produksi
Satuan
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Biaya
Overhead
Pabrik Tetap
Biaya
Overhead
Pabrik Variabel
Jumlah
Sofa
Single Seat
Biaya Produksi Sofa
Sofa
3 Seat
Sofa
2 Seat
Sofa
4 Seat
Jumlah
Rp
52.610.757,91
112.908.532,93
140.329.176,65
148.394.071,86
454.242.539,35
Rp
22.464.000,00
54.740.000,00
69.136.000,00
71.300.000,00
217.640.000,00
Rp
7.732.026,98
19.134.814,24
23.427.944,12
24.924.071,81
75.218.857,14
Rp
18.526.153,92
32.514.923,84
40.110.018,52
42.541.853,73
133.692.950,00
Rp
101.332.938,81
219.298.271,01
273.003.139,28
287.159.997,40
880.794.346,49
Sumber: UD Prima Meubel di Tanjung Redeb, 2015.
Langkah
harus
dimasukkan dalam perhitungan harga
dilakukan dalam proses perhitungan ini
pokok produksi. Adapun biaya-biaya yang
adalah memisahkan biaya-biaya
tidak
tidak
seharusnya
kedua
yang
dimasukkan
yang
seharusnya
dimasukkan
dalam
dalam
perhitungan harga pokok produksi terdapat
perhitungan harga pokok produksi tetapi
pada biaya overhead pabrik baik yang
oleh UD Prima Meubel di Tanjung Redeb
bersifat tetap maupun variabel. Pada biaya
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
91
overhead pabrik tetap, biaya yang tidak
adalah
seharusnya
biaya
sedangkan menurut penulis besarnya biaya
penyusutan aktiva tetap (bangunan kantor
overhead pabrik tetap pada tahun 2013
dan kendaraan sepeda motor), sedangkan
adalah sebesar Rp 67.165.285,71. Angka
pada biaya overhead pabrik variabel
ini didapatkan dari pengurangan biaya
adalah biaya listrik kantor. Biaya-biaya ini
overhead pabrik tetap menurut perusahaan
tidak penulis masukkan dalam perhitungan
sebesar
harga pokok produksi karena biaya-biaya
penyusutan aktiva tetap bangunan kantor
ini tidak berhubungan langsung dalam
sebesar Rp 5.853.571,43 dan penyusutan
proses produksi sofa dan biaya-biaya ini
aktiva tetap kendaraan sepeda motorsebesar
lebih tepatnya dimasukan ke dalam biaya
Rp
operasional
biaya
biaya overhead pabrik variabel pada tahun
administrasi dan umum, namun karena
2013 adalah sebesar Rp 131.236.530,00.
fokus penelitian ini pada perhitungan
Angka ini didapatkan dari pengurangan
harga pokok produksi, maka penulis tidak
biaya overhead pabrik variabel menurut
akan
perusahaan sebesar Rp 133.692.950,00
dimasukkan
khususnya
menyajikan
adalah
pada
laporan
laba
rugi
komparatif.
Menurut
besarnya
Rp.
Rp
133.692.950,00,
75.218.857,14
2.178.571,43,
dengan
perusahaan
sebesar
sedangkan
dengan
besarnya
biaya listrik kantor sebesar Rp
2.456.420,00.
Untuk
lebih
jelasnya
biaya overhead pabrik tetap pada tahun
penyesuaian biaya overhead pabrik dapat
2015 adalah sebesar Rp 75.218.857,14 dan
dilihat pada Tabel 4. berikut ini:
besarnya biaya overhead pabrik variabel
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
92
Tabel 4.
Jenis
Sofa
Penyesuaian Biaya Overhead Pabrik Produksi Sofa pada
Meubel di Tanjung Redeb Tahun 2015
Elemen
Harga Pokok Produksi
Single Seat Biaya Bahan Baku
Biaya
Tenaga
Kerja
Langsung
Biaya Overhead Pabrik Tetap
Biaya
Overhead Pabrik
Variabel
Jumlah Biaya Produksi
2 Seat
3 Seat
4 Seat
Satuan
52.610.757,91
-
52.610.757,91
Rp
22.464.000,00
-
22.464.000,00
Rp
7.732.026,98
827.856,66
6.904.170,32
Rp
18.526.153,92
252.504,58
18.273.649,34
Rp
101.332.938,81
1.080.361,23
100.252.577,58
96,00
96,00
96,00
1.055.551,45
11.253,76
1.044.297,68
112.908.532,93
-
112.908.532,93
54.740.000,00
-
54.740.000,00
19.134.814,24
2.048.736,17
17.086.078,07
32.514.923,84
624.885,06
31.890.038,77
219.298.271,01
2.673.621,23
216.624.649,78
70,00
70,00
70,00
3.132.832,44
38.194,59
3.094.637,85
140.329.176,65
-
140.329.176,65
69.136.000,00
-
69.136.000,00
23.427.944,12
2.508.395,22
20.919.548,90
40.110.018,52
765.085,68
39.344.932,84
273.003.139,28
3.273.480,90
269.729.658,38
58,00
58,00
58,00
4.706.950,68
56.439,33
4.650.511,35
148.394.071,86
-
148.394.071,86
71.300.000,00
-
71.300.000,00
24.924.071,81
2.668.583,39
22.255.488,42
42.541.853,73
813.944,68
41.727.909,05
287.159.997,40
3.482.528,07
283.677.469,33
46,00
46,00
46,00
6.242.608,64
75.707,13
6.166.901,51
880.794.346,49
10.509.991,43
870.284.355,06
Volume Produksi
Unit
Harga
Pokok
Rp/Unit
Produksi/Satuan
Biaya Bahan Baku
Rp
Biaya
Tenaga
Kerja
Rp
Langsung
Biaya Overhead Pabrik Tetap
Rp
Biaya
Overhead Pabrik
Rp
Variabel
Jumlah Biaya Produksi
Rp
Volume Produksi
Unit
Harga
Pokok
Rp/Unit
Produksi/Satuan
Biaya Bahan Baku
Rp
Biaya
Tenaga
Kerja
Rp
Langsung
Biaya Overhead Pabrik Tetap
Rp
Biaya
Overhead Pabrik
Rp
Variabel
Jumlah Biaya Produksi
Rp
Unit
Pokok
Rp/Unit
Rp
Total Volume Produksi
Unit
Total Harga Pokok Produksi/Satuan
Rp/Unit
Sumber:
Penyesuaian Harga Pokok Produksi Sofa
Menurut
Biaya Tidak
Menurut
UD Prima
Masuk
Penulis
Meubel
Perhitungan
Rp
Volume Produksi
Unit
Harga
Pokok
Rp/Unit
Produksi/Satuan
Biaya Bahan Baku
Rp
Biaya
Tenaga
Kerja
Rp
Langsung
Biaya Overhead Pabrik Tetap
Rp
Biaya
Overhead Pabrik
Rp
Variabel
Jumlah Biaya Produksi
Rp
Volume Produksi
Harga
Produksi/Satuan
Total Biaya Produksi
UD Prima
270,00
270,00
270,00
3.262.201,28
38.925,89
3.223.275,39
Diolah dari hasil penelitian, 2015.
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
93
Berdasarkan data yang terdapat
produksi sofa dapat dilihat pada Tabel
pada Tabel 4., maka total biaya
5. berikut ini:
produksi yang berhubungan dengan
Tabel 5.
Biaya Produksi Sofa pada UD Prima Meubel di Tanjung Redeb Tahun 2015 Menurut
Penulis
Satua
n
Elemen
Biaya Produksi Sofa
Biaya Produksi
Biaya Bahan Baku
Biaya Tenaga Kerja
Langsung
Biaya Overhead Pabrik
Tetap
Biaya Overhead Pabrik
Variabel
Jumlah
Sofa
Single Seat
Sofa
2 Seat
Sofa
3 Seat
Sofa
4 Seat
Jumlah
Rp
52.610.757,91
112.908.532,93
140.329.176,65
148.394.071,86
454.242.539,35
Rp
22.464.000,00
54.740.000,00
69.136.000,00
71.300.000,00
217.640.000,00
Rp
6.904.170,32
17.086.078,07
20.919.548,90
22.255.488,42
67.165.285,71
Rp
18.273.649,34
31.890.038,77
39.344.932,84
41.727.909,05
131.236.530,00
Rp
100.252.577,58
216.624.649,78
269.729.658,38
283.677.469,33
870.284.355,06
Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2015.
Langkah
ketiga
yang
harus
volume
produksi
sofa.
Untuk
lebih
dilakukan dalam proses perhitungan ini
jelasnya dapat dilihat pada Tabel berikut
adalah menjumlahkan volume produksi
ini:
sofa,
sehingga
dapat
Tabel 6.
diketahui
total
Volume Produksi Sofa pada UD Prima Meubel di Tanjung
Redeb Tahun 2015
Jenis Sofa
Single Seat
2 Seat
3 Seat
4 Seat
Jumlah
Volume Produksi (Unit)
96,00
70,00
58,00
46,00
270,00
Sumber: UD Prima Meubel di Tanjung Redeb, 2015.
Berdasarkan
tabel
sebelumnya,
Mulyadi (2005: 186) dan telah ditetapkan
maka dapat dilakukan perhitungan harga
penulis sebagai alat analisis. Untuk lebih
pokok produksi sofa berdasarkan metode
jelasnya akan disajikan sebagai berikut:
full costing yang telah dikemukakan oleh
1. Harga Pokok Produksi Sofa Single Seat
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
94
Besarnya harga pokok produksi sofa
seat adalah sebesar Rp 100.252.577,58,
single
sedangkan harga pokok produksi sofa
seat
dihitung
berdasarkan
besarnya biaya bahan baku, yaitu
per satuan dihitung dengan membagi harga
sebesar Rp 52.610.757,91 ditambah
pokok produksi sofa single seat sebesar
dengan biaya tenaga kerja langsung
Rp
sebesar Rp 22.464.000,00 ditambah
produksi sofa single seat sebesar 96,00
biaya overhead pabrik tetap sebesar Rp
unit, sehingga besarnya harga pokok
6.904.170,32 ditambah biaya overhead
produksi sofa per satuan sofa single seat
pabrik
adalah
variabel
sebesar
Rp
100.252.577,58
sebesar
Rp
dengan
volume
1.044.297,68/unit.
18.273.649,34, maka besarnya harga
Adapun perhitungannya dapat dilihat pada
pokok produksi sofa pada sofa single
Tabel berikut ini:
Tabel 7.
Perhitungan Harga Pokok Produksi Sofa Single Seat Berdasarkan
Metode Full Costing
Keterangan
Nominal
Biaya bahan baku (Rp) (1)
52.610.757,91
Biaya tenaga kerja langsung (Rp) (2)
22.464.000,00
Biaya overhead pabrik tetap (Rp) (3)
6.904.170,32
Biaya overhead pabrik variabel (4)
18.273.649,34
Harga Pokok Produksi (Rp) (5) = (1)+(2)+(3)+(4)
100.252.577,58
Volume Produksi (Unit) (6)
96,00
Harga Pokok Produksi/Satuan (Rp/Unit) (7)=(5):(6)
1.044.297,68
Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2015.
Berdasarkan
pada
112.908.532,93 ditambah dengan biaya
Tabel di atas diketahui bahwa dengan
tenaga kerja langsung sebesar Rp
jumlah
54.740.000,00 ditambah biaya overhead
biaya
perhitungan
produksi
Rp
100.252.577,58 dan
pabrik tetap sebesar Rp 17.086.078,07
volume produksi 96,00 unit, maka
ditambah
harga pokok produksi sofa single seat
variabel sebesar Rp 31.890.038,77,
adalah sebesar Rp 1.044.297,68/unit.
maka besarnya harga pokok produksi
2. Harga Pokok Produksi Sofa 2 Seat
biaya
overhead
pabrik
sofa pada sofa 2 seat adalah sebesar Rp
Besarnya harga pokok produksi sofa 2
216.624.649,78,
sedangkan
seat dihitung berdasarkan besarnya
pokok
sofa
biaya bahan baku, yaitu sebesar Rp
dihitung dengan membagi harga pokok
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
produksi
per
harga
satuan
95
produksi sofa 2 seat sebesar Rp
produksi sofa per satuansofa 2 seat
216.624.649,78
adalah sebesar
dengan
volume
produksi sofa 2 seat sebesar 70,00 unit,
sehingga
besarnya
harga
pokok
Adapun
Rp 3.094.637,85/unit.
perhitungannya
dapat
dilihat pada Tabel berikut ini:
Tabel 8.
Perhitungan Harga Pokok Produksi Sofa 2 Seat Berdasarkan Metode
Full Costing
Keterangan
Nominal
Biaya bahan baku (Rp) (1)
112.908.532,93
Biaya tenaga kerja langsung (Rp) (2)
54.740.000,00
Biaya overhead pabrik tetap (Rp) (3)
17.086.078,07
Biaya overhead pabrik variabel (4)
31.890.038,77
Harga Pokok Produksi (Rp) (5) = (1)+(2)+(3)+(4)
216.624.649,78
Volume Produksi (Unit) (6)
70,00
Harga Pokok Produksi/Satuan (Rp/Unit) (7)=(5):(6)
3.094.637,85
Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2015.
Berdasarkan perhitungan pada Tabel di
overhead pabrik variabel sebesar Rp
atas diketahui bahwa dengan jumlah
39.344.932,84, maka besarnya harga
biaya produksi Rp 216.624.649,78 dan
pokok produksi sofa pada sofa 3 seat
volume produksi 70,00 unit, maka
adalah sebesar Rp 269.729.658,38,
harga pokok produksi sofa 2 seat
sedangkan harga pokok produksi sofa
adalah sebesar Rp 3.094.637,85/unit.
per satuan dihitung dengan membagi
harga pokok produksi sofa 3 seat
3. Harga Pokok Produksi Sofa 3 Seat
Besarnya harga pokok produksi sofa 3
sebesar Rp 269.729.658,38 dengan
seat dihitung berdasarkan besarnya
volume produksi sofa 3 seat sebesar
biaya bahan baku, yaitu sebesar Rp
58,00 unit, sehingga besarnya harga
140.329.176,65 ditambah dengan biaya
pokok produksi sofa per satuansofa 3
tenaga kerja langsung sebesar Rp
seat
69.136.000,00
4.650.511,35/unit.
ditambah
overhead pabrik tetap sebesar
20.919.548,90
ditambah
biaya
Rp
biaya
adalah
perhitungannya
sebesar
dapat
Rp
Adapun
dilihat
pada
Tabel berikut ini:
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
96
Tabel 9. Perhitungan Harga Pokok Produksi Sofa 3 Seat Berdasarkan Metode Full
Costing
Keterangan
Nominal
Biaya bahan baku (Rp) (1)
140.329.176,65
Biaya tenaga kerja langsung (Rp) (2)
69.136.000,00
Biaya overhead pabrik tetap (Rp) (3)
20.919.548,90
Biaya overhead pabrik variabel (4)
39.344.932,84
Harga Pokok Produksi (Rp) (5) = (1)+(2)+(3)+(4)
269.729.658,38
Volume Produksi (Unit) (6)
58,00
Harga Pokok Produksi/Satuan (Rp/Unit) (7)=(5):(6)
4.650.511,35
Sumber:
Diolah dari hasil penelitian, 2015.
Berdasarkan perhitungan pada Tabel di
pabrik
variabel
sebesar
Rp
atas diketahui bahwa dengan jumlah
41.727.909,05, maka besarnya harga
biaya produksi Rp 269.729.658,38 dan
pokok produksi sofa pada sofa 4 seat
volume produksi 58,00 unit, maka
adalah sebesar Rp 283.677.469,33,
harga pokok produksi sofa 3 seat
sedangkan harga pokok produksi sofa
adalah sebesar Rp 4.650.511,35/unit.
per satuan dihitung dengan membagi
harga pokok produksi sofa 4 seat
4. Harga Pokok Produksi Sofa 4 Seat
Besarnya harga pokok produksi sofa 4
sebesar Rp 283.677.469,33 dengan
seat dihitung berdasarkan besarnya
volume produksi sofa 4 seat sebesar
biaya bahan baku, yaitu sebesar Rp
46,00 unit, sehingga besarnya harga
148.394.071,86 ditambah dengan biaya
pokok produksi sofa per satuansofa 4
tenaga kerja langsung sebesar Rp
seat
71.300.000,00
6.166.901,51/unit.
ditambah
overhead pabrik tetap sebesar
biaya
Rp
22.255.488,42 ditambah biaya overhead
adalah
perhitungannya
sebesar
dapat
Rp
Adapun
dilihat
pada
Tabel 10. berikut ini:
Tabel 10.
Perhitungan Harga Pokok Produksi Sofa 4 Seat Berdasarkan Metode
Full Costing
Keterangan
Nominal
Biaya bahan baku (Rp) (1)
148.394.071,86
Biaya tenaga kerja langsung (Rp) (2)
71.300.000,00
Biaya overhead pabrik tetap (Rp) (3)
22.255.488,42
Biaya overhead pabrik variabel (4)
41.727.909,05
Harga Pokok Produksi (Rp) (5) = (1)+(2)+(3)+(4)
283.677.469,33
Volume Produksi (Unit) (6)
46,00
Harga Pokok Produksi/Satuan (Rp/Unit) (7)=(5):(6)
6.166.901,51
Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2015.
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
97
Berdasarkan
pada
dengan menggunakan metode full costing
di atas diketahui bahwa dengan
yang dilakukan penulis, maka selanjutnya
jumlah biaya produksi Rp283.677.469,33
akan dibandingkan dengan harga pokok
dan volume produksi 46,00 unit, maka
produksi
harga pokok produksi sofa 4 seat adalah
perusahaan.
sebesar Rp6.166.901,51/unit.
perbandingan antara perhitungan penulis
Tabel
Berdasarkan
perhitungan
perhitungan
harga
pokok produksi sofa per satuan tahun 2013
Tabel 11.
sofa
per
satuan
menurut
Untuk
lebih
jelasnya
dengan perusahaan dapat dilihat pada Tabel
11. berikut ini:
Perbandingan Perhitungan Harga Pokok Produksi Sofa Per Satuan
Menurut Perusahaan dengan Teori pada Tahun 2015
Perbandingan Harga Pokok Produksi Sofa/Satuan
Selisih
Menurut Perusahaan
Menurut Teori
Lebih
(Metode Full Costing)
(Metode Full Costing)
(Kurang)
(Rp/Unit)
(Rp/Unit)
(Rp/Unit)
Bulan
Single Seat
1.055.551,45
1.044.297,68
11.253,76
2 Seat
3.132.832,44
3.094.637,85
38.194,59
3 Seat
4.706.950,68
4.650.511,35
56.439,33
4 Seat
6.242.608,64
6.166.901,51
75.707,13
Jumlah
181.594,81
Rata-rata
45.398,70
Sumber: Diolah dari hasil penelitian, 2015.
Berdasarkan
Tabel
di
atas
Pembahasan
diketahui bahwa terjadi selisih lebih besar
Berdasarkan perhitungan di atas
antara perhitungan harga pokok produksi
diketahui bahwa harga pokok produksi
sofa yang ditetapkan oleh UD Prima
sofa per unit yang ditetapkan UD Prima
Meubel
Meubel di Tanjung Redeb tahun 2015
di
Tanjung
Redeb
dengan
perhitungan harga pokok produksi sofa
untuk
berdasarkan
1.055.551,45, sedangkan menurut penulis
metode
full
pendekatan teori akuntansi biaya.
costing
sofa
single
seat
sebesar
Rp
secara teori sebesar Rp 1.044297,68, untuk
sofa 2 seat menurut UD Prima Meubel
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
98
sebesar
Rp
3.132.832,44,
sedangkan
dimana UD Prima Meubel di Tanjung
menurut penulis Rp 3.094637,85, untuk
Redeb mengakui besarnya biaya overhead
sofa 3 seat menurut UD Prima Meubel
pabik
sebesar Rp 4.706.950,68 sedangankan
75.218.857,14 yang terdiri dari sofa single
menurut penulis Rp 4.650.511,35, untuk
seat sebesar Rp 7.732.026,98, sofa 2 seat
sofa 4 seat sebesar Rp 6.242.608,64 dan
sebesar Rp 19.134.814,24, sofa 3 seat
menurut penulis sebesar Rp 6.166.901,51.
sebesar Rp 23.427.944,12 dan sofa 4 seat
tetap
adalah
sebesar
Rp
Maka terjadi selisih antara harga
sebesar Rp 24.924.071,81 dan besarnya
pokok produksi sofa per unit yang
biaya overhead pabrik variabel adalah
ditetapkan UD Prima Meubel di Tanjung
sebesar Rp 133.692.950,00 yang terdiri
Redeb dengan menurut penulis tahun 2015
dari
untuk
Rp
18.526.153,92, sofa 2 seat sebesar Rp
11.253,76, untuk sofa 2 seat sebesar Rp
32.514.923,84, sofa 3 seat sebesar Rp
38.194,59, untuk sofa 3 seat sebesar
40.110.018,52 dan sofa 4 seat sebesar Rp
Rp 56.439,33 dan untuk sofa 4 seat
42.541.853,73, sedangkan menurut penulis
sebesar Rp 75.707,13.
besarnya biaya overhead pabrik tetap pada
sofa
single
seat
sebesar
Ternyata dari hasil analisis dapat
sofa
tahun
single
2015
seat
adalah
sebesar
sebesar
Rp
Rp
diketahui bahwa terjadi selisih lebih besar
67.165.285,71. Angka ini didapatkan dari
antara perhitungan harga pokok produksi
pengurangan biaya overhead pabrik tetap
sofa yang ditetapkan oleh UD Prima
menurut
Meubel
75.218.857,14 dengan penyusutan aktiva
di
Tanjung
Redeb
tahun
perusahaan
sebesar
Rp
2015dengan perhitungan harga pokok
tetap bangunan kantor sebesar
produksi sofa berdasarkan metode full
5.875.000,00 dan penyusutan aktiva tetap
costing pendekatan teori akuntansi biaya.
kendaraan sepeda motor sebesar Rp
Terjadinya perbedaan atau selisih lebih
2.178.571,43, sedangkan besarnya biaya
besar perhitungan harga pokok produksi
overhead pabrik variabel pada tahun 2013
sofa per satuan antara perusahaan dengan
adalah sebesar Rp 131.236.530,00. Angka
teori hal ini dikarenakan perbedaan dalam
ini didapatkan dari pengurangan biaya
mengakui besarnya jumlah biaya overhead
overhead
pabrik baik bersifat tetap maupun variabel,
perusahaan sebesar Rp 133.692.950,00
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
pabrik
variabel
Rp
menurut
99
dengan biaya listrik kantor sebesar Rp
2.456.420,00.
3. Selisih antara harga pokok produksi
sofa per unit yang ditetapkan UD
Berdasarkan hal tersebut di atas,
Prima Meubel di Tanjung Redeb
maka hipotesis yang telah dikemukakan
Kabupaten Berau tahun 2015 dengan
penulis dalam hal ini ditolak karena
menurut penulis tahun 2013 untuk
perhitungan harga pokok produksi sofa
sofa single seat sebesar Rp 11.253,76,
yang telah ditetapkan oleh UD Prima
untuk
Meubel di Tanjung Redeb tahun 2013
38.194,59, untuk sofa 3 seat sebesar
lebih besar dari perhitungan harga pokok
Rp 56.439,33 dan untuk sofa 4 seat
produksi berdasarkan metode full costing
sebesar Rp 75.707,13.
sofa
2
seat
sebesar
Rp
pendekatan teori akuntansi biaya.
Saran
KESIMPULAN DAN SARAN
1. UD Prima Meubel di Tanjung Redeb
Kesimpulan
Kabupaten Berau diharapkan benar-
1. Perhitungan harga pokok produksi
benar membebankan biaya-biaya yang
sofa yang telah ditetapkan oleh UD
seharusnya
Prima Meubel di Tanjung Redeb
produksi sofa, sehingga perhitungan
Kabupaten Berau tahun 2015 lebih
harga pokok produksi sofa menjadi
besar dari pada perhitungan harga
tepat dengan penggolongan biaya
pokok produksi berdasarkan metode
produksi maupun pengumpulan biaya
full costing pendekatan teori akuntansi
produksi,
biaya, sehingga hipotesis yang penulis
memperhatikan
kemukakan ditolak.
yang masuk ke dalam kriteria biaya
2. Terjadinya perbedaan atau selisih
overhead
terjadi
pada
hendaknya
perusahaan
unsur-unsur
pabrik.
biaya
Karena
biaya
dengan
lebih besar perhitungan harga pokok
adanya kesalahan, walaupun sedikit
produksi
perusahaan
dalam melakukan pengumpulan biaya
dengan teori dikarenakan perbedaan
produksi, maka informasi harga pokok
dalam mengakui besarnya jumlah
produksi tidak relevan dan hasilnya
biaya overhead pabrik baik bersifat
akan berdampak pada perusahaan.
sofa
antara
tetap maupun variabel.
2. Dari hasil evaluasi penentuan harga
pokok
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
produksi
hendaknya
100
perusahaan
Tinggi Ilmu
Yogyakarta.
memperhatikan
penyusunan harga pokok yang benar,
sehingga
informasi
harga
pokok
produksi dapat tersaji dengan wajar.
Dengan
informasi
harga
pokok
produksi yang wajar inilah, maka
akan dapat digunakan sebagai dasar
pengambilan
keputusan
bagi
manajemen, sehingga keputusan dapat
diambil
dengan tetap
dan dapat
mendukung keberhasilan perusahaan
di masa yang akan datang.
DAFTAR PUSTAKA
Akmad Kamaruddin, 2003, Akuntansi
Manajemen: Dasar-Dasar Konsep
Biaya & Pengambilan Keputusan,
Edisi
I,
Cetakan
Kelima,
RajaGrafindo Persada, Jakarta.
Baridwan Zaki, 2002, Intermediate
Accounting, Edisi Ketujuh, Cetakan
Keenam, BPFE Universitas Gajah
Mada, Yogyakarta.
Blocher, Edward J., Kung H. Chen dan
Thomas W. Lin, 2004, Manajemen
Biaya, Diterjemahkan oleh Susty
Ambarriani, Buku Pertama, Edisi
Pertama, Cetakan Ketiga, Salemba
Empat, Jakarta.
Gaspersz Vincent, 2003, Ekonomi
Manajerial: Pembuatan Keputusan
Bisnis, Edisi Revisi dan Perluasan,
Diterjemahkan oleh Gramedia
Pustaka Utama, Jakarta.
Jusup Al. Haryono, 2002, Dasar-dasar
Akuntansi, Jilid Kesatu, Edisi
Keenam, Cetakan Kedua, Sekolah
Ekonomi
YKPN,
Kartadinata Abas, 2003, Akuntansi dan
Analisis Biaya: Suatu Pendekatan
terhadap Tingkah Laku Biaya,
Cetakan Kelima, Rineka Cipta,
Jakarta.
Mardiasmo, 2000, Akuntansi Keuangan
Dasar I, Edisi Kesepuluh, Bagian
Penerbitan Fakultas Ekonomi,
Yogyakarta.
Matz, Adolph, Milton F. Usry dan
Lawrence H. Hamer, 2002,
Akuntansi Biaya: Perencanaan dan
Pengendalian, Diterjemahkan oleh
Alfonsus Sirait dan Herman
Wibowo, Jilid Pertama, Edisi
Kesepuluh,
Cetakan
Kelima,
Erlangga, Jakarta.
Mulyadi, 2005, Akuntansi Biaya, Edisi
Kelima, Cetakan Ketujuh, UPP
AMP
Sekolah
Tinggi
Ilmu
Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
Niswonger C. Rollin, Carl S. Warren dan
Philip E. Fess, 2001, Prinsipprinsip Akuntansi, Terjemahan
Alfonsus
Sirait
dan
Helda
Gunawan,
Jilid
Satu,
Edisi
Keduapuluh, Erlangga, Jakarta.
Simamora Henry, 2002, Akuntansi
Manajemen, Edisi Kedua, Cetakan
Pertama, Salemba Empat, Jakarta.
Simangunsong, MP., 2003, Pelajaran
Akuntansi
Biaya,
Cetakan
Kesepuluh, Karya Utama, Jakarta.
Sugiri
Slamet,
2002,
Akuntansi
Manajemen, Edisi Revisi, UPP
AMP
Sekolah
Tinggi
Ilmu
Ekonomi YKPN, Yogyakarta.
Sumarni Murti dan John Soeprihanto,
2003, Pengantar Bisnis: Dasar-
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
101
dasar Ekonomi Perusahaan, Edisi
Kelima, Cetakan Keempat, Liberty,
Jakarta.
Supriyono R.A., 2003, Akuntansi Biaya,
Pengumpulan Biaya dan Penentuan
Harga Pokok, Buku Pertama, Edisi
Kedua, Cetakan Keempatbelas,
BPFE Universitas Gajah Mada,
Yogyakarta.
Syahrul dan Muhammad Afdi Nijar, 2003,
Kamus Akuntansi, Cetakan Kedua,
Citra Harta Prima, Jakarta.
Tunggal Amin Widjaja, 2003, Dasardasar Akuntansi Bank, Edisi
Kelima, Cetakan Ketiga, Rineka
Cipta, Jakarta.
Willson James D. dan John B. Campbell,
2002,
Controllership:
Tugas
Akuntan
Manajemen,
Diterjemahkan oleh Paul A. Rajoe
dan Ichsan Setyobudi, Edisi Ketiga,
Cetakan Ketiga, Erlangga, Jakarta.
Jurnal Ekonomi Manajemen Vol. 10 No. 1, Januari 2016
102
Download