BAB III METODE PENELITIAN A. Latar Penelitian

advertisement
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Latar Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri 15 Wonosari Kabupaten
Boalemo, kemudian selanjutnya yang menjadi informan dalam penelitian ini
adalah kepala sekolah, guru, dan pegawai dengan alasan bahwa jumlah yang telah
ditetapkan sebagai informan tersebut telah dapat dikategorikan representatif
sebagai data yang akan dianalisis.
SDN 15 Wonosari berdiri pada tahun 2000. Saat ini jumlah peserta
didik 227 orang yang diasuh oleh 9 orang guru termasuk kepala sekolah. Selaku
pimpinan, kepala sekolah memiliki kemampuan untuk membina, mendorong dan
memotivasi guru – guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran terutama
menjadikan peserta didik menjadi cerdas dan membentuk karakter dan berbudi
pekerti baik.
Sekolah ini memiliki Visi dan Misi yaitu Visi sekolah ” mewujudkan
insani yang imtaq, cerdas, trampil, dan berkualitas menuju hidup yang mandiri ”.
Misi Sekolah ini Yaitu (1) Meningkatkan kualitas Iman dan Taqwa (2)
Menyediakan sarana dan prasaran yang memadai, (3) Meningkatkan dan
mengembangkan sumber daya manusia yang cerdas, trampil, dan berkualitas
melalui sistim pendidikan nasional, (4) Mengoptimalkan proses belajar mengajar
yang relevan, guru profesional dan peran serta masyarakat dalam mewujudkan
pendidikan demi masa depan bangsa, agama, dan negara.
28
29
Adapun alasan peneliti sehingga menetapkan tempat pelaksanaan
penelitian di SD Negeri 15 Wonosari Kabupaten Boalemo karena berdasarkan
hasil pengamatan bahwa SDN 15 Wonosari merupakan sekolah pedalaman yang
berada di desa saritani, kecamatan wonosari, tetapi dilihat dari fenomena sekolah
nampak perlu penelusuran secara mendalam.
B. Pendekatan dan Jenis Penelitian
a. Pendekatan penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan pendekatan kualitatif agar dapat
melakukan eksplorasi terhadap suatu obyek yang naturalistik (natural seting).
Dimana peneliti ingin lebih menekankan pada pengungkapan makna dibalik data
yang tampak. Menurut Sugiyono (2011:8). Penelitian kualitatif adalah metode
penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk
meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, dimana peneliti adalah sebagai
instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi
(gabungan), analisis data bersifat induktif/kualitatif, dan lebih menekankan makna
dari pada generalisasi.
Penggunaan metode kualitatif di dasarkan pada pertimbangan bahwa data
yang diperoleh akan lebih lengkap, mendalam dan terpercaya serta ditemukannya
gejala kejadian dalam konteks sosial yang kompleks. Data yang bersifat
keyakinan kebiasaan, sikap mental dan budaya yang dianut oleh seseorang dapat
dikemukakan dengan jelas, agar peneliti dapat mendeskripsikan data temuan
penelitian dalam bentuk kalimat-kalimat, berupa keterangan atau pernyataan dari
responden sesuai kenyataan yang ada. Penelitian ini dilakukan pada obyek yang
30
alamiah. Obyek alamiah adalah obyek yang apa adanya, tidak dimanupulasi oleh
peneliti dan kehadiran peneliti tidak mempengaruhi dinamika pada obyek
tersebut. Dalam penelitian kualitatif instrumentnya adalah orang atau human
instrument, yaitu peneliti itu sendiri. Menurut Moleong (1994:4). (1).
Menyesuaikan metode kualitatif lebih mudah apabila berhadapan, (2). Dengan
kenyataan ganda, (3). Metode ini lebih peka dan menyesuaikan diri dengan
manajemen, (4). Pengaruh bersama terhadap pola-pola nilai yang dihadapi.
Penelitian ini berbentuk tindakan atau kagiatan seseorang ataupun
beberapa orang berkenaan dengan etos kerja kepala sekolah SDN 15 Wonosari.
Obyek penelitian adalah bersifat alami (natural), data yang diungkapkan berupa
kata – kata, kalimat – kalimat, paragraph – paragraph, dokumen – dokumen dan
bukan berupa angka – angka. Obyek perlakuan tidak diberi perlakuan khusus atau
dimanipulasi oleh peneliti sehingga data yang diperoleh tetap berada pada kondisi
alami sebagai salah satu criteria penelitian kualitatif. Data yang diperoleh melalui
teknik, observasi, wawancara, dan studi dokumentasi kemudian dianalisis secara
induktif.
Berdasarkan teknik tersebut penelitian ini lebih tepat menggunakan
penelitian kualitatif hal ini sesuai dengan pendapat yang menyatakan bahwa
metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif
berupa kata – kata tertulis atau lisan dari orang dan perilaku yang diamati. Hasil
eksplorasi dari penelitian ini akan membangun suatu teori yang bersifat induktif
dari sejumlah abstraksi data yang telah dikumpulkan berkenaan dengan etos kerja
kepala sekolah SDN 15 Wonosari. Dalam mendeskripsikan fenomena secara
31
alami akan digunakan prosedur yang bersifat deskriptif dan induktif dengan
menghadirkan peneliti sebagai intrumen utama pengumpulan data sebagai salah
satu cirri penelitian kualitatif.
b. Jenis penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Bodgen dalam (Moleong)
(1994:4) mendefinisikan metodologi kualitatif sebagai prosedur penelitian yang
menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis/lisan dari orang-orang dan
prilaku yang diamati. Menurut mereka pendekatan ini diarahkan pada latar dan
individu tersebut secara holistik (utuh). Jadi dalam hal ini tidak boleh
mengisolasikan individu atau organisasi kedalam variable dan hipotesis, tetapi
perlu memandangnya sebagai bagian dari suatu keutuhan.
Metode deskriptif adalah pencarian fakta dengan interprestasi yang tepat.
Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata
cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termasuk
tentang
hubungan-hubungan,
kegiatan-kegiatan,
sikap-sikap,
pandangan-
pandangan, serta proses-proses yang sedang berlangsung dan pengaruh-pengaruh
dari suatu fenomena.
c.
Kehadiran Peneliti
Secara realitis penelitian kualitatif berasumsi bahwa jenis penelitian ini
bersifat holistik, maksudnya tidak dapat dipisah-pisahkan kedalam variablevariabel penelitian, maka variabelnya akan banyak sekali. Pada penelitian
kualitatif, peneliti menggunakan pengamatan peristiwa dan kejadian apa adanya,
sehingga tidak ada alasan lain dari peneliti yang dijadikan sebagai instrumen.
32
Untuk memainkan peran sebagai instrumen utama, peneliti sejak awal sampai
akhir mengumpulkan data berfungsi sebagai instrumen penelitian.
Kehadiran peneliti dilokasi diawali dengan penjajakan lokasi penelitian
untuk mendapatkan data awal, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan obsrvasi
dan kegiatan wawancara untuk mendapatkan data penelitian. Sebelum peneliti
memasuki area penelitian SDN 15 Wonosari untuk proses pengumpulan data dan
informasi, maka terlebih dulu peneliti menemui key informan yaitu kepala
sekolah, yang dilakukan peneliti adalah menyerahkan surat izin penelitian pada
hari rabu, jam 10.00 wita tanggal 25 Juli 2012, mengkonfirmasi informan –
informan yang dapat diwawancarai, menyiapkan segala sesuatu yang diperlukan,
baik
kelengkapan
yang
bersifat
administratif
maupun
semua
masalah
berhubungan dengan setting dan subyek penelitian untuk mencari informan.
Ketika memasuki lokasi penelitian, peneliti harus menempuh pendekatan informal
dan formal, serta mampu menjalin hubungan yang akrab dengan informan. Untuk
itu agar diperoleh data yang valid, peneliti mengunjungi lokasi, pada tahap ini
yang diutamakan adalah bagaimana peneliti dapat diterima dengan baik pada
waktu memasuki setting area yaitu SDN 15 Wonosari.
Ketika berada dilokasi penelitian peneliti memasuki situasi di SDN 15
Wonosari untuk mencari data yang terkait dengan fokus penelitian. Peneliti
menyiapkan pedoman wawancara, berusaha untuk akrab dengan subyek penelitian
seperti kepala sekolah, guru – guru, dan orang tua siswa.
Kehadiran peneliti dalam penelitian kualitatif sangat penting dan mutlak
diperlukan. Peneliti sebagai informan kunci utama yang berarti peneliti harus
33
dapat mengungkap makna, berinteraksi terhadap nilai – nilai lokal. Peneliti yang
melakukan penelitian datang ke lapangan dan mencari informasi yang diperlukan
serta tidak menganggap informan/resonden sebagai subyek atau obyek tetapi
mereka di pandang sebagai informan yang berkedudukan sebagai teman sejawat.
Saat melakukan pengumpulan data, peneliti berusaha untuk memperoleh
data penelitian dan mengungkap secara obyektif data yang diperoleh karena
peneliti juga adalah informan kunci yang ingin mengungkap secara reall dan
obyektif. Selain itu, peneliti juga melakukan wawancara mendalam dengan
informan dari beberapa guru, kepala sekolah, dan orang tua siswa yang dianggap
dapat memahami secara baik masalah yang dikaji yaitu strategi kepala sekolah
dalam pengembangan karakter peserta didik.
d. Sumber Data
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.
Menurut Bogdan dan Biklen dalam Arifin, (2009) data penelitian kualitatif adalah
data yang banyak menggunakan kata – kata subyek, baik lisan, maupun tulisan.
Penelitian ini mengambil data yang sesuai dengan fokus penelitian yaitu : 1)
keyakinan kepala sekolah terhadap visi dan misi di SDN 15 Wonosari, 2) nilai –
nilai budaya sekolah di SDN 15 Wonosari, 3) semangat kerja kepala sekolah
dalam mengembangkan organisasi sekolah di SDN 15 Wonosari.
Menurut Nawawi (1993: 94-95) mengemukakan bahwa dalam setiap
penelitian disamping menggunakan metode yang tepat diperlukan pula
kemampuan memilih bahkan juga menyusun teknik dan alat pengumpulan data ini
sangat berpengaruh pada objektivitas hasil penelitian.
34
Dalam penelitian ini data yang dikumpulkan bersumber dari wawanvara
dengan informan dan hasil pengamatan langsung dilokasi penelitian serta
dokumen dan lain-lain. Wawancara dan hasil pengamatan langsung dilokasi
penelitian dapat memberikan kemudahan bagi peneliti dalam mengumpulkan
data-data yang ada kaitannya dengan etos kerja kepala sekolah SD Negeri 15
wonosari di Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo.
Agar tujuan penelitian bisa tercapai, maka tidak semua informasi yang
didapatkan masuk dalam sumber data ini. Penulis berusaha memilih dan memilah
data-data atau informasi yang sangat berhubungan dengan penelitian.
Penelitian ini memperoleh data yang bersumber dari dua hal yakni :
a. Manusia
Sumber data manusia berfungsi sebagai subjek atau informan kunci.
Sumber data diambil secara purfosif, dan tidak dilakukan secara acak. Teknik
sampling purfosif digunakan untuk mengarahkan pengumpulan data sesuai
dengan kebutuhan melalui penyeleksian dan pemilihan informan yang benar –
benar menguasai informasi dan masalah secara mendalam serta dapat dipercaya
untuk menjadi sumber data. Penggunaan sampling surfosif ini memberikan
kebebasan peneliti keterikatan proses formal dalam mengambil sampel, yang
berarti peneliti menentukan sampling sesuai dengan tujuan penelitian. Sampling
yang dimaksudkan bukanlah sampling yang mewakili populasi, melainkan
didasarkan pada relevansi dan kedalam informasi. Namun demikian, pemilihan
sampling tidak sekedar berdasarkan kehandak subyektif peneliti, melainkan
berdasarkan tema yang muncul di lapangan.
35
Penentuan tema informan dalam penelitian ini didasarkan oleh kriteria
berikut : (1) subyek cukup lama dan intensif menyatu dengan medan aktivitas
yang menjadi sasaran penelitian, (2) subyek masih aktif terlibat di lingkungan
aktivitas menjadi sasaran penelitian, (3) subyek yang masih banyak waktu untuk
dimintai keterangan atau informasi, (4) subyek yang tidak mengemas informasi
tetapi relative memberikan informasi yang sebenarnya akurat, dan (5) subyek
yang tergolong asing bagi peneliti.
Teknik purfosif ditetapkan sampel yang menjadi sumber data adalah : (1)
Kepala sekolah; dan (2) 7 orang guru Dalam hal ini, kepala sekolah merupakan
informan kunci (key informan), dari informan kunci tersebut selanjutnya
dikembangkan untuk mencari informasi lainnya.
Tabel 3.1 : Data Informan SDN 15 Wonosari
INFORMAN
NAMA
KODE
ALASAN
Memiliki
Kepala
sekolah
Yiswoto, S.Pd
W/Y/KS/05/11/2012
pengetahuan
khusus mengenai program
sekolah.
Memiliki
Guru kelas
Yakop Destono, S.Pd
pengetahuan
36
tentang
penyusunan
visi dan
W/YD/GK/05/11/2012
misi sekolah
Cukup banyak informasi
Guru kelas
Idris Pukoi, A.ma
W/IP/GK/05/11/2012
mengenai
program
yang
dilaksanakan di Sekolah
Dianggap banyak informasi
Guru kelas
Meylinda Abdulah
W/MA/GK/05/11/2012
mengenai fokus penelitian
Banyak informasi terkait
Guru kelas
Farida Toonawu
W/FT/GK/05/11/2012
fokus penelitian
Banyak informasi mengenai
Guru kelas
Fatmawati Bima
W/FB/GK/05/11/2012
fokus penelitian
Mengerti etos kerja kepala
Guru agama
kls I-III
Sugiyati, S.Pd
W/S/GMP/05/11/2012
sekolah
Mengerti dengan program
Guru agama
kls IV-VI
Merica Laiya
W/ML/GMP/05/11/2012
sekolah yang dilaksanakan
b. situs
Sumber data non manusia dalam penelitian ini adalah situs yang menjadi
obyek penelitian yaitu segala sesuatu sumber data non manusia berupa proses
kegiatan dan dari dokumen – dokumen yang berhubungan dengan kegiatan
peneliti di lapangan tentang etos kerja kepala sekolah di SDN 15 Wonosari.
e.
Prosedur Pengumpulan Data
Pada hakekatnya prosedur perolehan data kualitatif yang umumnya
digunakan orang adalah wawancara tak berstruktur, teknik observasi, dan
wawancara berstruktur atau koesioner jika memungkinkan. Seperti yang
dikemukakan oleh Sugiyono (2009:225) bahwa “pengumpulan data merupakan
langkah yang paling strategis dalam penelitian, pengumpulan data dapat dilakukan
dalam berbagai seting, berbagai sumber, dan berbagai cara. Data dapat
dikumpulkan pada seting alamiah (natural seting), pada laboratorium dengan
metode eksperimen, di rumah dengan berbagai responden, pada suatu seminar,
diskusi, di jalan dan lain-lain. Dalam proses pengumpulan data dapat digunakan
sumber primer, dan sumber sekunder”
Dengan demikian suatu proses pengumpulan data harus berdasarkan suatu
obyek yang di teliti dengan menggunakan metode eksperimen atau pengamatan
terhadap suatu obyek yang akan di teliti. Sehubungan dengan hal itu, maka teknik
mengumpulkan data yang digunakan adalah sebagai berikut:
a. Observasi.
Observasi, yaitu teknik pengumpulan data di lapangan dengan jalan
mengamati secara langsung kegiatan komunikasi dalam pengambilan keputusan di
SDN 15 Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Teknik ini
digunakan untuk mengamati permasalahan yang diteliti.
b. Wawancara.
Wawancara merupakan pertemuan dua orang untuk bertukar informasi
dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat di konstruksikan makna dalam suatu
topik tertentu.
Untuk menggali informasi mengenai etos kerja kepala sekolah SDN 15
Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo peneliti melakukan
wawancara kepada informan. Informan dalam penelitian ini adalah kepala sekolah
dan guru-guru. Alasan peneliti memilih informan tersebut agar dapat memperoleh
informasi yang spesifik mengenai etos kerja kepala sekolah SD Negeri 15
Wonosari Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo. Dalam prosedur ini peneliti
menggunakan instrumen pedoman wawncara berstruktur dengan maksud mencari
informasi yang dibutuhkan.
Instrumen utama dalam pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan
dengan cara tanya jawab langsung dengan kepala sekolah dan guru di SDN 15
Wonosari Kab. Boalemo. Sebagai sumber data dalam penelitian. Wawancara
dapat di lakukan secara face to face.
c. Dokumentasi
Tahap ini di gunakan sebagai alat atau pelengkap untuk membantu dalam
penyusunan pengumpulan data – data yang berhubungan dengan kepentingan
penelitian. Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu, dukumen
bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang.
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dokumen yang berbentuk gambar yakni
berupa foto, agar data yang diperoleh dari lapangan benar-benar akurat. Menurut
Sugiyono (2011:240). Hasil penelitian dari observasi dan wawancara, akan lebih
kredibel/dapat dipercaya kalau di dukung oleh sejarah pribadi kehidupan dimasa
kecil, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat dan autobiografi.
f. Analisis Data
Menurut Milles dan Hubbermand dalam (Sugiono, 2008: 91)
mengemukakan bahwa aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan
secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas,
sehingga data sudah jenuh.
Dalam Analisis Data ini peneliti menggunakan metode kualitatif, dengan
analisis data yang dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut:
39
1) Reduksi data
Mereduksi data maksudnya adalah merangkum, memilih hal pokok,
memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan
demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas,
dan mempermudah untuk melakukan pengumpulan data. (Sugiyono, 2009:92)
Selanjutnya begitu data diperlukan dan peneliti telah meninggalkan
lapangan penelitian, semua catatan lapangan yang dibuat selama pengumpulan
data dianalisis lebih lanjut secara intensif. Penganalisasian yang demikian dapat
disebut dengan analisis setelah pengumpulan data.
Pertama pengembangan sistem kategori pengkodean, dalam rangka itu
semua data yang berwujud catatan lapangan termasuk semua ringkasan
wawancara sementara yang pernah dibuat selama pengumpulan data lalu
dilakukan pengidentifikasian topik tersebut. Kode tersebut yang akan nantinya
menjadi alat untuk mengorganisasikan satuan data agar kode berfungsi demikian
untuk setiap kode dibuatkan batasab operasional.
Langkah kedua adalah penyortiran data, istilah kode-kode tersebut dibuat
lengkap dengan batasan operasionalnya masing-masing semua catatan lapangan
dibaca kembali dan setiap satuan data yang tertera didalamnya diberi kode yang
sesuai. Yang dimaksud dengan satuan data adalah potongan-potongan catatan
lapangan berupa kalimat alinea, atau uraian alinea. Kode-kode tersebut dituliskan
pada bagian tepi lembaran catatan lapangan, kemudian semua catatan lapangan di
foto copi. Hasil kopiannya di potong-potong berdasarkan datanya, sementara
catatan lapangan asli di simpan sebagai arsip. Ptongan-potongan catatan lapangan
tersebut dipilah-pilah atau dikelompok-kelompokkan berdasarkan kodenya
masing-masing sebagaimana tercantum pada bagian tepi kirinya. Untuk
mempermudah pelacakannya pada catatan lapangan yang asli maka pada bagian
bawah setiap satuan data tersebut diberi notasi. Salah satu contoh satuan data
penelitian ini adalah seperti sebagai berikut:
“Dalam penyusunan visi dan misi sekolah selalu mempertimbangkan
beberapa aspek, baik aspek dari luar sekolah (eksternal) maupun aspek
dari dalam sekolah (internal) khususnya para guru agar visi dan misi
sekolah dapat dipahami dan diketahui oleh semua pihak yang
berkepentingan (stake holder ). Visi dan misi sekolah merupakan tolak
ukur untuk melaksanakan tugas kita, atau bisa dikatakan bahwa visi dan
misi sekolah adalah merupakan pedoman bagi para guru maupun kepala
sekolah di dalam menjalankan tugasnya agar supaya sasaran dan tujuan
sekolah dapat berjalan dengan baik”. ( 1.1/W/Y/KS/05.11.2012).
Dibawah ini data tersebut diatas, terdapat sebuah notasi sebanyak 19
digit. Digit pertama menunjukkan fokus penelitian yakni angka 1.1 pemahaman
kepala sekolah terhadap visi dan misi sekolah. Digit kelima menunjukkan teknik
pengumpulan data yang digunakan untuk mengumpulkan data. Satuan data yang
diperoleh melalui wawancara mendalam ditandai dengan huruf W, satuan data
yang dikumpulkan dengan teknik observasi ditandai dengan huruf O. Sedangkan
satuan data yang diperoleh melalui teknik studi dokumentasi ditandai dengan
huruf D. Selanjutnya digit ketujuh yaitu KS menunjukkan salah satu informan
yang diwawancarai dalam pengumpulan data. Sementara digit kesembilan sampai
17 menunjukkan waktu pengambilan data. Sedangkan garis miring (/) dan titik (.)
menunjukkan tanda pemisah belaka. Dengan membaca notasi yang tertera
dibawahnya, maka asal dari setiap data penelitian ini dapat diketahui dan dilacak
dengan mudah.
2)
Penyajian data.
Penyajian data dilakukan untuk menemukan pola-pola yang bermkna
serta memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan dalam
penyajian data ini dilakukan dengan cara menggunakan jenis matriks, grafik,
jaringan atau bagan kumpulan kalimat.
Kesemuanya
dirancang
untuk
mempermudah
peneliti
dalam
menggambarkan informasi serta menarik segala kesimpulan. Informasi yang
dimaksudkan adalah uraian tentang fokus penelitian. Misalnya penyajian data
tentang upaya kepala sekolah. Disini peneliti membuat teks naratif yang
mempunyai suatu kesatuan berdasarkan data yang diperlukan serta terseleksi di
lapangan.
Penyajian dalam penelitian ini juga di maksudkan untuk menemukan
suatu makna dari data yang telah diperoleh kemudian di susun secara sistematis,
dari bentuk informasi yang kompleks menjadi sederhana namun selektif.
Penyajian data akan disajikan dalam bentuk naratif, sesuai dengan fokus 42
penelitian.
3) Penarikan kesimpulan
Penarikan kesimpulan dimaksudkan untuk memadukan semua data
yang diperoleh lalu dikumpulkan guna menarik kesimpulan dari dari berbagai
hasil analisis yang baik melalui catatan, hasil observasi dan dokumen-dokumen.
Pada penarikan atau verifikasi, peneliti berusaha agar dapat mengganbarkan
kerepresentatifan suatu peristiwa kejadian atau obyek karena itu peneliti
melakukan analisis secara berkesinambungan selama dan sesudah pengumpulan
data, sehingga dapat menentukan pola tentang peristiwa-peristiwa yang terjadi,
pengambilan kesimpulan ini di lakukan peneliti sejak awal yaitu setiap
pengumpulan data walaupun masih bersifat terbuka atau umum.
g.
Pengecekan keabsahan Data
Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah:
a. Ketentuan Pengamatan
Ketentuan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam
situasi yang sangat relevan dengan permasalahan yang sedang di teliti. Dalam
hal ini pengamatan di lakukan dengan teliti dan rinci serta berkesinambungan
terhadap faktor-faktor yang menonjol.
b. Triangulasi.
Keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data, untuk
keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Pada teknik
ini sasarannya adalah pemeriksaan sumber data metode.
h. Tahap–tahap penelitian
Adapun tahap-tahap penelitian yang dilalui adalah sebagai berikut :
1.
Tahap observasi untuk memperoleh gambaran yang lengkap dan jelas tentang
masalah yang dikaji.
2.
Merumuskan masalah yang dikaji dalam penelitian guna mendapatkan
gambaran yang jelas tentang substansi masalah yang diteliti.
43
3.
Menyiapkan panduan wawancara yang akan digunakan sebagai alat
pengumpul utama data penelitian.
4.
Mengadakan wawancara dengan informan penelitian secara berulang.
5.
Mengadakan verifikasi terhadap data yang terkumpul sebagai hasil dari
wawancara.
6.
Mengadakan trianggulasi untuk melakukan pengecekan keabsahan data
sehingga memperoleh data riil di lapangan. Suatu bentuk pemeriksaan
keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain dari luar data untuk
keperluan pengecekan sebagai pembanding data (Moleong, 2005:330).
7.
Mengadakan generalisasi terhadap hal – hal yang teramati di lapangan.
8.
Membuat laporan hasil penelitian.
Download