peta dasar dalam jaringan peta dasar dalam jaringan

advertisement
Petunjuk Teknis Penggunaan
PETA DASAR
DALAM JARINGAN
VER.01.2016
Petunjuk Teknis ini dapat digunakan oleh praktisi di
lingkungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang maupun
di lingkungan Kementerian, Lembaga Pemerintah,
Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten, Kota), serta
akademisi dan ilmuwan sebagai panduan dalam
mengakses
kses peta dasar pendaftaran/pertanahan dalam
jaringan.
DIREKTORAT JENDERAL
INFRASTRUKTUR
KEAGRARIAAN
KEMENTERIAN AGRARIA
DAN TATA RUANG
2016
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
Contents
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................................. 3
1.1. Umum. ......................................................................................................................................... 3
1.1. Konsep Peta Dalam Jaringan (Peta Daring).............................................................................. 3
1.1.2. Sumber Data. ........................................................................................................................ 4
1.2. Maksud dan Tujuan...................................................................................................................... 4
1.2.1. Maksud.................................................................................................................................. 4
1.2.2. Tujuan. .................................................................................................................................. 4
1.3. Dasar Hukum................................................................................................................................ 4
BAB 2 PENGGUNAAN PETA DASAR DARING ........................................................................................... 6
2.1. Aplikasi SIG ................................................................................................................................... 6
2.1.1. Tinjauan................................................................................................................................. 6
2.1.2. Spesifikasi perangkat yang digunakan. ................................................................................. 6
2.1.3. Mendefinisikan sambungan server peta............................................................................... 6
2.1.4. Mengakses layer peta dari server. ........................................................................................ 8
2.2. Aplikasi Computer Aided Drawing (CAD) ..................................................................................... 8
2.2.1.Tinjauan. ................................................................................................................................ 8
2.2.2. Spesifikasi perangkat yang digunakan. ................................................................................. 8
2.2.3. Memulai aplikasi CAD. .......................................................................................................... 9
2.2.4. Mendefinisikan sambungan server peta............................................................................... 9
2.2.5. Mengakses layer peta dari server. ...................................................................................... 11
2.2.6. Penggunaan tingkat lanjut. ................................................................................................. 12
BAB 3 PENUTUP .................................................................................................................................... 15
2
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Umum.
1.1. Konsep Peta Dalam Jaringan (Peta Daring).
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) saat ini memberikan dampak yang
signifikan bagi implementasi sistem informasi geografis. Informasi geospasial (IG) yang ditunjang
dengan infrastruktur jaringan komunikasi (Local Area Network/LAN, internet, paket data selular)
telah dapat disebarluaskan dari satu sumber pemegang data kepada masyarakat umum dalam waktu
yang bersamaan. Peta sebagai informasi geospasial tidak hanya disajikan dalam wujud lembaran
kertas (analog) namun sudah dapat diakses dan dipergunakan dengan berbagai perangkat pintar
yang terhubung dengan jaringan TIK yang disebut peta dalam jaringan (peta daring).
Implementasi peta daring tidak terlepas dari keberadaan infrastruktur data spasial (spatial data
infrastructure/SDI) yang dalam tataran hukum nasional dikenal sebagai Jaring Informasi Geospasial
Nasional. Infrastruktur data spasial didefinisikan sebagai satu kumpulan berbasis teknologi,
kebijakan, dan kerangka institusional yang relevan dalam memfasilitasi keberadaan dan akses
terhadap data spasial. Penyebarluasan data dan informasi geospasial dalam konteks SDI yang
muktakhir tidak terlepas dari konsep layanan jaringan (webservices), yakni suatu modul aplikasi
mandiri yang dapat dideskripsikan, dipublikasikan, ditemukan, dan diungkapkan dalam jaringan
World Wide Web (WWW/web).
Dalam konteks SDI, telah dikembangkan webservice yang spesifik untuk keperluan penyebarluasan
data spasial dengan mengacu kepada standar Open Geospatial Constortium (OGC Web
Service/OWS). OWS terdiri dari beberapa jenis webservice antara lain:
Web Map Service (WMS)
WMS adalah implementasi webservices yang mendukung pembuatan dan desiminasi peta secara
grafis dari data spasial yang berasal dari satu sumber (server) yang terpisah atau beberapa data
secara bersamaan dari beberapa sumber yang terpisah.
Web Feature Service (WFS)
WFS adalah implementasi webservice yang memungkinkan pengguna untuk mengambil dan
memperbaharui data spasial (vektor) yang tersandi dalam bahasa program Geography Markup
Language (GML) dari satu atau beberapa sumber.
Web Coverage Service (WCS)
WCS adalah implementasi dari spesifikasi OWS yang memungkinkan pengguna untuk mengakses
data spasial yang berupa data citra atau raster yang tersimpan dalam satu atau beberap sumber.
Web Processing Service (WPS)
WPS merupakan implementasi dari spesifikasi OWS yang mendefinisikan dan memfasilitasi proses
dan analisis spasial yang dipublikasikan suatu sumber yang terpisah.
Catalogue Service for the Web (CSW)
CSW adalah implementasi OWS yang mendefinisikan antarmuka yang umum terkait dengan
penemuan, eksplorasi, dan query metadata dan sumber data geospasial. CSW memiliki kemampuan
3
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
untuk mengumpulkan dan menyebarluaskan metadata sesuai dengan standar ISO 19115:2003
Geographic Information Metadata dan ISO 19119:2005 Geographic Information Services.
1.1.2. Sumber Data.
Peta dasar daring Direktorat Jenderal Infrastruktur merupakan implementasi dari standar spesifikasi
WMS yang beralamat di http://geospasial.bpn.go.id/geoserver/wms yang dibangun menggunakan
perangkat lunak sumber terbuka dan tidak berbayar (free and opens source software) yaitu
GeoServer. Peta daring tersebut merupakan hasil tumpang tindih IG dasar yang diatur sedemikian
rupa sehingga terjadi kesesuaian antara resolusi spasial dan skala yang ditampilkan. Tumpang tindih
IG yang terdapat pada peta dasar daring tersebut terdiri dari:
Mosaik citra tegak satelit Landsat
Mosaik citra tegak satelit SPOT5/6
Mosaik citra tegak satelit resolusi sangat tinggi
Mosaik foto udara tegak
Adapun sumber IG dasar pada peta tersebut bersumber dari Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Badan Informasi Geospasial, Lembaga Penerbangan dan
Antariksa Nasional, Kementerian teknis lainnya, Pemerintah Daerah (Provinsi/Kabupaten/Kota) serta
partisipasi masyarakat.
1.2. Maksud dan Tujuan.
1.2.1. Maksud.
Maksud dari petunjuk teknis ini adalah untuk menjelaskan tata cara pemanfaatan peta dasar
pendaftaran/pertanahan dalam jaringan bagi pengguna di lingkungan Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional dan pengguna di lingkungan Kementerian, Lembaga Pemerintah,
dan Pemerintah Daerah.
1.2.2. Tujuan.
Tujuan dari petunjuk teknis ini adalah termanfaatkannya peta dasar pendaftaran/pertanahan
sebagai salah satu infrastruktur geospasial dalam pelaksanaan pembangunan dan kegiatan yang
terkait dengan data spasial lainnya di lingkungan institusi pemerintah pusat dan daerah.
1.3. Dasar Hukum.
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Undang – Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok – Pokok Agraria;
Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik;
Undang – Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Keterbukaan Informasi Publik;
Undang – Undang Nomor 4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial;
Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran Tanah;
Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi
Elektronik;
g. Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 2014 tentang Pelaksanaan Undang – Undang Nomor
4 Tahun 2011 tentang Informasi Geospasial;
4
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
h. Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2014 tentang Jaring Informasi Geospasial Nasional;
i. Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2012 tentang Penyediaan, Penggunaan, Pengendalian
Kualitas, Pengolahan dan Distribusi Data Satelit Penginderaan Jauh;
j. Peraturan Menteri Agraria/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nomor 3 Tahun 1997 tentang
Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 1997 tentang Pendaftaran
Tanah;
k. Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun 2014 tentang Ketelitian Peta
Dasar.
5
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
BAB 2 PENGGUNAAN PETA DASAR DARING
2.1. Aplikasi SIG
2.1.1. Tinjauan.
Tata cara penggunaan peta dasar daring dengan aplikasi SIG mencakup antara lain:
Spesifikasi perangkat yang digunakan;
Mendefinisikan sambungan server peta;
Mengakses layer peta dari server;
2.1.2. Spesifikasi perangkat yang digunakan.
Perangkat lunak yang digunakan dalam petunjuk teknis ini adalah ESRI ArcMap 10.0;
Perangkat keras yang digunakan dalam petunjuk teknis ini adalah Desktop Personal
Computer yang terhubung dengan jaringan internet.
2.1.3. Mendefinisikan sambungan server peta.
1. Buka aplikasi ArcMap.
2. Sematkan jendela Catalog (Gambar 1).
Gambar 1. Menyematkan Catalogue pada ArcMap
3. Pada Catalog, pilih GIS Servers dan kemudian pilih Add WMS Servers (Gambar 2).
4. Pada jendela Add WMS Servers isi baris URL dengan
http://geospasial.bpn.go.id/geoserver/wms dan pilih Get Layers.
6
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
Gambar 2. Mendefinisikan Server WMS
5. Tunggu beberapa saat hingga server wms yang dituju terhubung dan informasi layer akan
tampil pada jendela Add WMS Server (Gambar 3) dan kemudian pilih OK.
Gambar 3. Menghubungkan server WMS
7
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
6. Pada Catalog, di bawah pilihan Add WMS Servers akan tercipta hubungan dengan server
geospasial.bpn.go.id (Gambar 3).
2.1.4. Mengakses layer peta dari server.
1. Untuk mengakses layer peta pada ArcMap, layer peta dapat dipilih dari sever
geospasial.bpn.go.id dan dibawa ke dalam (Gambar 4).
Gambar 4. Akses peta dari server
2. Peta Dasar yang diakses memiliki sistem koordinat geografis namun sudah siapkan
dimanfaatkan sebagai dasar pembuatan peta tematik.
3. Untuk menggunakan sistem koordinat lain maka dapat dilakukan perubahan sistem
koordinat dan peta dasar akan ditransformasikan oleh aplikasi SIG.
2.2. Aplikasi Computer Aided Drawing (CAD)
2.2.1.Tinjauan.
Tata cara penggunaan peta dasar daring dengan aplikasi CAD mencakup antara lain:
Spesifikasi perangkat yang digunakan;
Memulai aplikasi CAD;
Mendefinisikan sambungan server peta;
Mengakses layer peta dari server;
Penggunaan tingkat lanjut.
2.2.2. Spesifikasi perangkat yang digunakan.
• Software yang digunakan pada saat menyusun panduan ini adalah AUTODESK
AUTOCADMAP 2012.
8
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
•
Perangkat keras yang digunakan pada saat menyusun panduan ini adalah komputer desktop
yang terhubung dengan jaringan internet.
2.2.3. Memulai aplikasi CAD.
1. Buka aplikasi AUTOCADMAP.
2. Lakukan login ke tools GeoKKP seperti yang biasa dilakukan secara rutin di setiap kantor
pertanahan (hanya untuk pengguna di kalangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional).
3. Menetapkan sistem koordinat pada tampilan model AutoCAD MAP (Gambar 5);
a. Ketik _mapcsassign pada Command;
b. Pada kotak Category pilih BPN TM3 (apabila pada AutoCAD MAP sudah terinstall
tools GeoKKP/FAS4SAS);
c. Pilih zona TM3 yang dikehendaki;
d. Pilih Assign.
Gambar 5. Penetapan sistem koordinat
4. Setelah sistem koordinat ditetapkan maka tampilan model AutoCAD MAP sudah terdefinisi
pada sistem koordinat yang dikehendaki.
2.2.4. Mendefinisikan sambungan server peta.
1. Ketik mapconnect pada Command. Akan tampil menu Data Connection by Provider
(Gambar 6);
9
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
2.
3.
4.
5.
6.
7.
Gambar 6. Pendefinisian sambungan server peta
Pilih Add WMS Connection;
Pada Connection name ketik nama sambungan yang dikehendaki (misal WMSPeta);
Pada Server name or URL ketik http://geospasial.bpn.go.id/geoserver/wms;
Pada Version pilih 1.1.1;
Pilih Connect;
Akan tampil menu Username & Password seperti Gambar 7 di bawah, kemudian pilih Login
(User name dan Password tidak perlu diisi).
Tunggu beberapa saat hingga koneksi terbentuk (kecepatan koneksi tergantung pada tingkat
kecepatan jaringan internet di masing – masing kantor wilayah/kantor pertanahan serta
pada kepadatan lalulintas jaringan yang mengakses server peta);
Gambar 7.Otentikasi server
10
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
2.2.5. Mengakses layer peta dari server.
1. Apabila hubungan terbentuk maka akan tampil menu Add Data to Map (Gambar 8);
Gambar 8. Pemilihan layer peta dasar
2.
3.
4.
5.
Pilih layer peta dasar yang hendak dibuka (misal ortofoto Balikpapan);
Pilih Add to Map;
Tunggu beberapa saat hingga layer peta ditampilkan pada model AutoCAD MAP;
Tutup menu Data Connection by Provider dengan memilih tanda x pada kiri atas (Gambar 9);
Gambar 9. Menutup menu Data Connection
6. Peta dasar sudah dapat digunakan pada AutoCAD MAP dengan sistem koordinat yang
dikehendaki (Gambar 10).
Hal – hal yang perlu diperhatikan
11
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
a. Operasi zoom in, zoom out, dan panning akan membutuhkan waktu untuk
mengkalkulasi data peta dasar karena data peta dasar tidak tersimpan dalam
komputer melainkan diakses secara langsung dari jarak jauh. Kecepatan kalkulasi
sangat bergantung pada
• tingkat kecepatan jaringan internet di masing – masing kantor wilayah/kantor
pertanahan, serta;
• pada kepadatan lalulintas jaringan yang mengakses server peta.
b. Peta dasar yang tampil dapat disimpan dalam komputer memanfaatkan cache, hal
ini dijelaskan pada bagian penggunaan tingkat lanjut.
Gambar10. Peta dasar yang diakses
2.2.6. Penggunaan tingkat lanjut.
Bagian ini ditujukan bagi pengguna yang sudah terbiasa menggunakan fasilitas Data Connection
pada AutoCAD MAP. Dalam bagian ini akan ditunjukkan cara agar peta dasar dari server dapat
tersimpan dalam komputer. Peta dasar dari server dapat disimpan dalam memory cache komputer.
Data peta yang tersimpan tidak dapat dibuka dengan fasilitas insert raster tapi melalui Data
Connection yang sudah tersimpan berdasarkan Connection Name (pada bagian sebelumnya diambil
contoh WMSPeta). Dengan memanfaatkan cache maka apabila kita menggunakan koneksi yang
sudah ada sebelumnya maka data peta yang diakses bukan lagi berasal dari server melainkan berasal
dari memory komputer.
1. Menyimpan peta dasar dalam bentuk cache
a. Pada peta dasar yang sudah terbuka di model (Gambar 10), arahkan mouse pada
kotak Task Pane yang berada di sisi kanan tampilan model.
b. Klik kanan mouse pada layer peta yang diakses, akan tampil menu seperti Gambar
11.
12
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
Gambar 11. Mengaktifkan Cache
c. Pada menu tersebut pilih Cache WMS Data
d. Apabila cache telah diaktifkan maka data peta dapat tersimpan dengan mekanisme
berikut
i. Saat pertama kali melakukan zoom (out dan in), zoom extent, panning
(menggeser layer) maka aplikasi akan melakukan penyimpan sehingga
membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menampilkan dan menrubah
detail pixel;
ii. Saat meninjau ke daerah sudah memiliki cache maka proses menampilkan
dan mendetailkan pixel akan lebih cepat karena data yang ditampilkan
adalah data yang sudah disimpan.
2. Menutup/menghapus layer peta dasar
a. Pada peta dasar yang sudah terbuka di model (Gambar 10), arahkan mouse pada
kotak Task Pane yang berada di sisi kanan tampilan model.
b. Klik kanan mouse pada layer peta yang diakses, akan tampil menu seperti Gambar
12.
13
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
Gambar 12. Menutup atau menghapus layer peta dasar
c. Pada menu tersebut pilih Remove Layer
3. Membuka koneksi yang sudah pernah dibuat
a. Ketik MAPCONNECT
b. Di bawah Add WMS Connection terdapat koneksi yang sebelumnya sudah dibuat
(Gambar 13), pilih koneksi tersebut (misalnya WMSPeta)
Gambar 13. Membuka koneksi yang sudah dibuat
c. Pada kolom kiri informasi layer peta dasar sudah siap untuk dipilih
d. Pilih layer yang diperlukan dan kemudian pilih Add to Map
14
Petunjuk Teknis Penggunaan Peta Dasar Dalam Jaringan
BAB 3 PENUTUP
Petunjuk teknisi ini dibuat sesuai dengan kebutuhan akan infrastruktur peta dasar, kondisi
ketersediaan data peta dasar serta kondisi infrastruktur pendukung teknologi informasi komunikasi
yang ada saat ini. Untuk meningkatkan pelayanan, peta daring akan terus diperbaharui dalam kurun
waktu tertentu. Jika terdapat kesulitan dalam pemanfaatan peta daring, dipersilahkan untuk
menghubungi Direktorat Pengukuran dan Pemetaan Dasar, Direktorat Jenderal Infrastruktur
Keagrariaan. Diharapkan dengan adanya Petunjuk Teknis ini, maka pengguna dapat lebih mudah
mendapatkan akses peta dasar pendaftaran/pertanahan dan dapat memanfaatkannya sesuai
dengan tujuan dan kebutuhan masing – masing pengguna.
15
Download