Transmission of Electrical Energy (Transmisi

advertisement
Transmission of Electrical Energy
(Transmisi Tenaga Listrik)
Oleh :
Kelompok 11
Joko Pramono
Montario Chandra Buwono
Zamrudi
Sistem Tenaga Listrik
Secara Umum Terdiri dari :
1.
Pusat Pembangkit
g Listrik ((Power Plant))
Yaitu tempat energi listrik pertama kali dibangkitkan, dimana terdapat turbin
sebagai penggerak mula (Prime Mover) dan generator yang membangkitkan
listrik.
2.
Transmisi Tenaga Listrik
Merupakan proses penyaluaran tenaga listrik dari tempat pembangkit tenaga listrik
(Power Plant) hingga Saluran distribusi listrik (substation distribution) sehingga
dapat disalurkan sampai pada konsumer pengguna listrik
3.
Sistem Distribusi
Merupakan subsistem tersendiri yang terdiri dari : Pusat Pengatur (Distribution
C t lC
Control
Center,
t DCC)
DCC), saluran
l
ttegangan menengah
h (6kV d
dan 20kV
20kV, yang jjuga
biasa disebut tegangan distribusi primer) yang merupakan saluran udara atau
kabel tanah, gardu distribusi tegangan menengah yang terdiri dari panel-panel
pengatur tegangan menengah dan trafo sampai dengan panel-panel distribusi
tegangan rendah (380V,
(380V 220V) yang menghasilkan tegangan kerja/ tegangan jala
jalajala untuk industri dan konsumen.
4.
Beban
Merupakan pengguna/konsumer Listrik
Sistem Tenaga Listrik
Pengertian Transmisi Tenaga Listrik
Dalam
D
l
kkonteks
t k pembahasan
b h
iini,
i yang di
dimaksud
k d
transmisi (penyaluran) adalah
• penyaluran energi listrik
listrik, sehingga mempunyai
maksud proses dan cara
• menyalurkan energi listrik dari satu tempat ke
tempat lainnya, misalnya :
- Dari pembangkit listrik ke gardu induk.
- Dari satu gardu induk ke gardu induk lainnya.
- Dari gardu induk ke jaring tegangan menengah
dan gardu distribusi.
Ketentuan Dasar Sistem Tenaga Listrik
9Menyediakan
9M
di k setiap
ti waktu,
kt ttenaga lilistrik
t ik
untuk keperluan konsumer.
9Menjaga kestabilan nilai tegangan, dimana
tidak lebih toleransi ±10%
9Menjaga kestabilan frekuensi, dimana
tidak lebih toleransi ±0,1Hz
±0 1Hz
9Harga yang tidak mahal (Efisien)
9Standar keamanan (safety)
9Respek
p terhadap
p lingkungan
g
g
Transmisi Tenaga Listrik
Diagram Blok Sistem Transmisi dan Distribusi Listrik
Diagram dasar dari sistem transmisi
dan distribusi tenaga listrik
• Terdiri dari stasiun pembangkit (generating station)
• Transmission substation menyediakan servis untuk
merubah dalam menaikan dan menurunkan tegangan
pada saluran tegangan yang ditransmisikan serta
meliputi regulasi tegangan.
• Percabangan hubungan antar substation
(i t
(interconnecting
ti substation)
b t ti ) untuk
t k pasokan
k tenaga
t
listrik yang berbeda untuk keperluan pengguna
konsumer
• Distribution Substation, pada bagian ini merubah
tegangan aliran listrik dari tegangan medium menjadi
tegangan rendah dengan transformator step-down,
step down,
dimana memiliki tap otomatis dan memiliki kemampuan
untuk regulator tegangan rendah.
Tegangan Transmisi
Tegangan generator dinaikkan ke tingkat yang dipakai
untukk transmisi
i i yaitu
i antara 11
115kV
kV d
dan 765
6 kV
kV.
• T
Tegangan extra-tinggi
t ti
i (Extra
(E t High
Hi h V
Voltage
lt
– EHV) : 345
345,
500 dan 765 kV.
Voltage HV standard) :
• Tegangan tinggi standar (High Voltage-HV
115kV, 138kV, dan 230 kV
• Untuk sistem distribusi, tegangan menengah yaitu antara
2,4kV dan 69kV. Umumnya antara 120V dan 69kV dan
untuk tegangan rendah yaitu antara 120V sampai 600V
IEEE Standard Board (September 4, 1975)
Komponen Transmisi Listrik
Saluran transmisi Tenaga Listrik terdiri
atas :
1. konduktor
2 Isolator
2.
I l t
3. Infrastruktur
3
ast u tu Tiang
a g Penyangga
e ya gga
Konduktor
™
™
™
Kawat konduktor ini digunakan untuk menghantarkan
listrik yang ditransmisikan.
Kawat konduktor untuk saluran transmisi tegangan
g g
tinggi ini selalu tanpa pelindung/isolasi. Hanya
menggunakan Isolasi Udara
Jenis Konduktor yang dipakai
- Tembaga (cu)
- Alumunium (Al)
- Baja (steel)
Jenis yang sering dipakai adalah jenis alumunium
dengan campuran baja
baja.
Komponen Transmisi Listrik
™ Jenis-jenis penghantar Aluminium
- AAC (All
(All-Alumunium
Al
i
C
Conductor),
d t ) yaitu
it kkawatt
penghantar yang seluruhnya terbuat dari alumunium.
), yaitu
y
kawat
- AAAC ((All-Alumunium-Alloyy Conductor),
penghantar yang seluruhnya terbuat dari campuran
alumunium.
- ACSR (Alumunium Conductor
Conductor, Steel-Reinforced)
Steel-Reinforced),
yaitu kawat penghantar alumunium berinti kawat baja.
- ACAR (Alumunium Conductor, Alloy-Reinforced),
yaitu
it kkawatt penghantar
h t alumunium
l
i
yang di
diperkuat
k t
dengan logam campuran.
Jenis yang sering digunakan adalah ACSR
Gambar Kabel Penghantar
Kabel AAAC
Kabel AAC
Kawatt
K
Aluminium
Kawat
Baja
Kabel ACSR
Isolator
¾
¾
¾
Isolator pada sistem transmisi tenaga listrik disni berfungsi untuk penahan bagian
konduktor terhadap ground. Isolator disini bisanya terbuat dari bahan porseline,
tetapi bahan gelas dan bahan isolasi sintetik juga sering digunakan disini. Bahan
isolator harus memiiki resistansi yang tinggi untuk melindungi kebocoran arus dan
memiliki ketebalan yang secukupnya (sesuai standar) untuk mencegah breakdown
pada tekanan listrik tegangan tinggi sebagai pertahanan fungsi isolasi tersebut.
Kondisi nya harus kuat terhadap goncangan apapun dan beban konduktor.
Jenis isolator yang sering digunakan pada saluran transmisi adalah jenis porselin
atau g
gelas. Menurut p
penggunaan
gg
dan konstruksinya,
y , isolator diklasifikasikan
menjadi:
- isolator jenis pasak
- isolator jenis pos-saluran
- isolator jenis gantung
isolator jenis pasak dan isolator jenis pos-saluran digunakan pada saluran transmisi
dengan tagangan kerja relatif rendah (kurang dari 22-33kV), sedangkan isolator jenis
gantung dapat digandeng menjadi rentengan/rangkaian isolator yang jumlahnya
dapat disesuaikan dengan kebutuhan.
Contoh Gambar Insulator Transmisi
Infrastruktur Transmisi listrik
‰ Tiang Penyangga Saluran transmisi dapat berupa saluran udara
dan saluran bawah tanah, namun pada umumnya berupa saluran
udara. Energi listrik yang disalurkan lewat saluran transmisi udara
pada umumnya menggunakan kawat telanjang sehingga
mengandalkan
d lk udara
d
sebagai
b
i media
di iisolasi
l i antar
t kkawatt penghantar.
h t
Dan untuk menyanggah/merentangkan kawat penghantar dengan
ketinggian dan jarak yang aman bagi manusia dan lingkungan
sekitarnya kawat-kawat
sekitarnya,
kawat kawat penghantar tersebut dipasang pada suatu
konstruksi bangunan yang kokoh, yang biasa disebut menara/tower.
Antar menra/tower listrik dan kawat penghantar disekat oleh isolator.
p
saluran listrik yang
y g
‰ Saluran Kabel bawah laut,, ini merupakan
melewati medium bawah air (laut) karena transmisi antar pulau yang
jaraknya dipisahkan oleh lautan.
Konstruksi Saluran Transmisi
Berdasarkan pemasangannya
pemasangannya, saluran transmisi dibagi menjadi
dua kategori, yaitu :
1 Saluran Udara (Overhead Lines)
1.
Lines), saluran transmisi yang
menyalurkan energi listrik melalui kawat-kawat yang digantung
pada isolator antara menara atau tiang transmisi.
2. Saluran kabel bawah tanah (underground cable), saluran
transmisi yang menyalurkan energi listrik melalui kabel yang
p
didalam tanah.
dipendam
3. Saluran bawah Laut
Saluran transmisi listrik yang di bangun di dalam laut
laut.
Contoh Gambar infrastruktur transmisi Listrik
Jenis-Jenis
Jenis
Jenis Tower
Menurut bentuk konstruksinya jenis-jenis tower
dibagi atas macam 4 yaitu;
¾ Lattice tower
¾ Tubular steel pole
¾ Concrete pole
¾ Wooden pole
Steel Pole dan Lattice Tower
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
21
Jenis Jenis Tower
Jenis-Jenis
Menurut Fungsinya Tower dibagi atas 7 macam :
1. Dead end Tower
2. Section Tower
3. Suspension Tower
4. Tension Tower
5. Transposision Tower
6 Gantry Tower
6.
7. Combined Tower
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
22
Tabel Tower 150 Kv
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
23
Tabel Tower 150 Kv
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
24
Bagian Bagian Tower
Bagian-Bagian
™ Pondasi
P d i adalah
Pondasi
d l h kkonstruksi
t k ib
beton
t b
bertulang
t l
untuk mengikat kaki tower (stub) dengan bumi.
Jenis pondasi tower beragam menurut kondisi
tanah tempat tapak tower berada dan beban
yyang
g akan ditanggung
gg g oleh tower.
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
25
Jenis Jenis Pondasi
Jenis-Jenis
‰ P
Pondasi
d iN
Normall
Normal dipilih untuk daerah yang dinilai cukup keras
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
26
Jenis-Jenis Pondasi
‰Spesial: Pancang ( fabrication dan
cassing) dipilh untuk daerah yang
gg harus
lembek/tidak keras sehingga
diupayakan mencapai tanah keras.
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
27
Gambar Pondasi Tower Pancang/ Spesial
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
28
Jenis Jenis Pondasi
Jenis-Jenis
‰ Raft dipilih untuk daerah berawa / berair
g dipilh
p karena mudah p
pengerjaannya
g j
y
‰ Auger
dengan mengebor dan mengisinya dengan
semen
‰ Rock: drilled dipilih untuk daerah berbatuan
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
29
Bagian bagian Tower
Bagian-bagian
™ S
Stub:
b
Stub adalah bagian paling bawah dari kaki tower, dipasang
bersamaan dengan
g p
pemasangan
g p
pondasi dan diikat menyatu
y
dengan pondasi. Bagian atas stub muncul dipermukaan tanah
sekitar 0,5 sampai 1 meter dan dilindungi semen serta dicat agar
tidak mudah berkarat.
berkarat
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
30
Bagian Bagian Tower
Bagian-Bagian
™ Leg.
Leg adalah kaki tower yang terhubung antara stub dengan body
tower Pada tanah yang tidak rata perlu dilakukan penambahan atau
tower.
pengurangan tinggi leg. Sedangkan body harus tetap sama tinggi
permukaannya. Pengurangan leg ditandai: -1; -2; -3 Penambahan
l dit
leg
ditandai:
d i +1
+1; +2
+2; +3
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
31
Gambar Leg Extention kaki Tower
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
32
Bagian Bagian Tower
Bagian-Bagian
™ Common Body.
Common body adalah badan tower bagian bawah yang
t h b
terhubung
antara
t
leg
l d
dengan b
badan
d ttower b
bagian
i atas
t ((super
structure). Kebutuhan tinggi tower dapat dilakukan dengan
pengaturan tinggi common body dengan cara penambahan
atau pengurangan.
pengurangan
™ Super structure
Super structure adalah badan tower bagian atas yang
terhubung dengan common body dan cross arm kawat fasa
maupun kawat petir. Pada tower jenis delta tidak dikenal istilah
super structure namun digantikan dengan “K” frame dan bridge.
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
33
Bagian-bagian
Bagian
bagian Tower
™
Cross arm
Cross arm adalah bagian tower yang berfungsi untuk tempat
menggantungkan atau mengaitkan isolator kawat fasa serta clamp
kawat petir.
™ K frame
K frame adalah bagian tower yang terhubung antara common body
dengan bridge maupun cross arm. K frame terdiri atas sisi kiri dan
kanan yang simetri.
™ Bridge
Bridge adalah penghubung antara cross arm kiri dan cross arm
tengah. Pada tengah-tengah bridge terdapat kawat penghantar fasa
tengah. Bridge tidak dikenal di tower jenis pyramida
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
34
Bagian-bagian
Bagian
bagian Tower
™ R
Rambu
b ttanda
d b
bahaya.
h
Rambu tanda bahaya berfungsi untuk memberi peringatan
bahwa instalasi SUTT/SUTETI mempunyai resiko bahaya.
Rambu ini bergambar petir dan tulisan AWAS BERBAHAYA
TEGANGAN TINGGI.
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
35
Bagian-bagian
Bagian
bagian Tower
™ Anti Climbing Device (ACD)
ACD disebut juga penghalang panjat berfungsi untuk menghalangi
orang yang tidak berkepentingan untuk naik tower. ACD dibuat runcing,
b j k 10 cm d
berjarak
dengan yang llainnya
i
d
dan di
dipasang di setiap
ti kkaki
ki ttower
dibawah Rambu tanda bahaya.
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
36
Bagian-bagian
Bagian
bagian Tower
™ Step bolt
Step bolt adalah baut yang dipasang dari atas ACD ke
sepanjang
p j g badan tower hingga
gg super
p structure dan arm kawat
petir. Berfungsi untuk pijakan petugas sewaktu naik maupun
turun dari tower.
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
37
Bagian-bagian
Bagian
bagian Tower
™ Halaman tower
Halaman tower adalah daerah tapak tower yang luasnya diukur dari
proyeksi
p
y
keatas tanah g
galian p
pondasi. Biasanya
y antara 3 hingga
gg 8
meter di luar stub tergantung pada jenis tower.
5/18/2010
ThepowerpointTemplates.com
38
klasifikasi tegangan transmisi listrik
1
1.
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 200kV-500kV
200kV 500kV
2.
Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 30kV-150kV
3.
Saluran Kabel Tegangan Tinggi (SKTT) 30kV-150kV
4.
Saluran Udara Tegangan Menengah (SUTM) 6kV
6kV-30kV
30kV
5.
Saluran Kabel Tegangan Menengah (SKTM) 6kV-20kV
6.
Saluran Udara Tegangan Rendah (SUTR) 40V-1000V
7.
Saluran Udara Tegangan
g g Rendah ((SUTR)) 40V-1000V
8.
Saluran Kabel Tegangan Rendah (SKTR) 40V-1000V
Jenis saluran transmisi dapat dibagi
j
:
menjadi
¾Transmisi Listrik Arus Bolak-balik (AC)
¾T
¾Transmisi
i i Li
Listrik
t ik Arus
A
Searah
S
h (DC)
Cara penyaluran Tenaga Listrik arus bolak-balik
•
Fasa tunggal, dua kawat
•
Fasa-tiga, tiga kawat
•
Fasa-tiga, empat kawat
™ Pada transmisi tegangan tinggi digunakan sistem saluran 3 fasa,
untuk efisiensi.
™ Selain karena Keluaran
Kel aran dari generator berupa
ber pa tiga fasa,
fasa setiap fasa
mempunyai sudut pergerseran fasa 120º. Pada SUTT dikenal fasa
R; S dan T yang urutan fasanya selalu R diatas, S ditengah dan T
dibawah.
™ Penampang dan jumlah konduktor disesuaikan dengan kapasitas
daya yang akan disalurkan, sedangkan jarak antar kawat fasa
maupun kawat berkas disesuaikan dengan tegangan operasinya.
Jika kawat terlalu kecil maka kawat akan panas dan rugi transmisi
akan besar. Pada tegangan yang tinggi (SUTET) penampang kawat
, jumlah kawat maupun jarak antara kawat berkas mempengaruhi
besarnya corona yang ditengarai dengan bunyi desis atau berisik
berisik.
™ Untuk saluran HVDC, Penyaluran tenaga listrik dengan sistem arus
searah baru dianggap ekonomis bila panjang saluran udara lebih
panjang
j g dari 50 km.
dari 640 km atau saluran bawah tanah lebih p
Saluran
S
l
T
Transmisi
i id
dengan menggunakan
k
sistem arus bolak-balik tiga fasa
merupakan
k sistem
i t
yang banyak
b
k
digunakan, mengingat kelebihan sebagai
b ik t :
berikut
9Mudah pembangkitannya
p
g
y
9Mudah pengubahan tegangannya
9Dapat menghasilkan medan magnet putar
9Dengan sistem tiga fasa, daya yang
di l k llebih
disalurkan
bih b
besar d
dan nilai
il i sesaatnya
t
konstan
Konfigurasi Jaringan Transmisi
Perlengkapan Gardu Transmisi
1
1.
Busbar atau Rel
Rel, Merupakan titik pertemuan/hubungan antara trafo
trafo-trafo
trafo tenaga
tenaga,
Saluran Udara TT, Saluran Kabel TT dan peralatan listrik lainnya untuk menerima
dan menyalurkan tenaga listrik/daya listrik.
2
2.
Ligthning Arrester,
Arrester biasa disebut dengan Arrester dan berfungsi sebagai
pengaman instalasi (peralatan listrik pada instalasi Gardu Induk) dari gangguan
tegangan lebih akibat sambaran petir (ligthning Surge).
3
3.
Transformator
T
f
t instrument
i t
t atau
t Transformator
T
f
t ukur,
k
U t k proses pengukuran.
Untuk
k
Antara lain :
- Transformator Tegangan, adalah trafo satu fasa yang menurunkan tegangan
tinggi menjadi tegangan rendah yang dapat diukur dengan Voltmeter yang
berguna untuk indikator,
indikator relai dan alat sinkronisasi.
sinkronisasi
- Transformator arus, digunakan untuk pengukuran arus yang besarnya ratusan
amper lebih yang mengalir pada jaringan tegangan tinggi. Disamping itu trafo
arus berfungsi juga untuk pengukuran daya dan energi, pengukuran jarak jauh
dan rele proteksi.
proteksi
- Transformator Bantu (Auxilliary Transformator), trafo yang digunakan untuk
membantu beroperasinya secara keseluruhan gardu induk tersebut.
4. Sakelar Pemisah (PMS) atau Disconnecting Switch (DS),
Berfungsi untuk mengisolasikan peralatan listrik dari peralatan lain
atau instalasi lain yang bertegangan.
5. Sakelar Pemutus Tenaga (PMT) atau Circuit Breaker (CB),
Berfungsi untuk menghubungkan dan memutuskan rangkaian pada
saat berbeban (pada kondisi arus beban normal atau pada saat
terjadi arus gangguan).
6. Sakelar Pentanahan, Sakelar ini untuk menghubungkan kawat
konduktor dengan tanah / bumi yang berfungsi untuk
menghilangkan/mentanahkan tegangan induksi pada konduktor
pada saat akan dilakukan perawatan atau pengisolasian suatu
sistem.
sistem
7. Kompensator, alat pengubah fasa yang dipakai untuk mengatur
jatuh tegangan pada saluran transmisi atau transformator. SVC
(Static
(Stat
c Var
a Co
Compensator)
pe sato ) be
berfungsi
u gs sebaga
sebagai pe
pemelihara
e a a kestabilan
estab a
8. Peralatan SCADA dan Telekomunikasi, (Supervisory Control
And Data Acquisition) berfungsi sebagai sarana komunikasi suara
dan komunikasi data serta tele proteksi dengan memanfaatkan
penghantarnya.
h
9. Rele Proteksi, alat yang bekerja secara otomatis untuk
mengamankan suatu peralatan listrik saat terjadi gangguan,
menghindari atau mengurangi terjadinya kerusakan peralatan akibat
gangguan
Komponen Pengaman
•
•
Komponen pengaman (pelindung) pada transmisi tenaga listrik memiliki
fungsi sangat penting
Komponen pengaman pada saluran udara transmisi tegangan tinggi,
antara lain :
- Kawat tanah, grounding dan perlengkapannya, dipasang di
sepanjang jalur SUTT. Berfungsi untuk mengetanahkan arus listrik
saat terjadinya gangguan (sambaran) petir secara langsung.
- Pentanahan tiang,
tiang Untuk menyalurkan arus listrik dari kawat tanah
(ground wire) akibat terjadinya sambaran petir. Terdiri dari kawat
tembaga atau kawat baja yang di klem pada pipa pentanahan dan
ditanam di dekat pondasi tower (tiang) SUTT.
- Jaringan
J i
pengaman, berfungsi
b f
i untuk
k pengaman SUTT dari
d i gangguan
yang dapat membahayakan SUTT tersebut dari lalu lintas yang
berada di bawahnya yang tingginya melebihi tinggi yang dizinkan
- Bola pengaman, dipasang sebagai tanda pada SUTT, untuk pengaman
lalu lintas udara
Gangguan sistem tenaga listrik
Pada
P
d d
dasarnya suatu
t sistem
i t
ttenaga listrik
li t ik h
harus d
dapatt
beroperasi secara terus-menerus secara normal, tanpa
terjadi
j
g
gangguan.
gg
Akan tetapi
p g
gangguan
gg
p
pada sistem
tenaga listrik tidak dapat dihindari. Gangguan dapat
disebabkan oleh beberapa hal berikut :
¾ Gangguan
G
karena
k
kesalahan
k
l h manusia
i (k
(kelalaian)
l l i )
¾ Gangguan dari dalam sistem, misalnya karena faktor
ketuaan arus lebih,
ketuaan,
lebih tegangan lebih sehingga merusak
isolasi peralatan.
¾ Gangguan
gg
dari luar, biasanya
y karena faktor alam.
Contohnya cuaca, gempa, petir, banjir, binatang, pohon
dan lain-lain.
Jenis-jenis gangguan
¾
¾
¾
¾
JJenis
i gangguan bil
bila diti
ditinjau
j d
darii sifat
if t d
dan penyebabnya
b b
dapat dikelompokkan sebagai berikut :
Beban lebih,
lebih ini disebabkan karena memang keadaan
pembangkit yang kurangdari kebutuhan bebannya.
Hubung
g singkat,
g
jjika kualitas isolasi tidak memenuhi
syarat, yang mungkin disebabkan faktor umur, mekanis,
dan daya isolasi bahan isolator tersebut.
Tegangan lebih,
lebih yang membahayakan isolasi peralatan
di gardu.
Gangguan stabilitas, karena hubung singkat yang terlalu
lama.
TERIMA KASIH
Daftar Referensi
•
•
•
•
•
•
•
William.D.Stevenson,
illi
S
Analisis
li i Sistem
Si
Tenaga
T
Listrik,
i ik Edisi
di i 4
Aslimeri,dkk, Teknik Transmisi Tenaga Listrik Jilid 2
http://www elektroindonesia com/elektro/ener33a html
http://www.elektroindonesia.com/elektro/ener33a.html
http://dunia-listrik.blogspot.com/
www.google.co.id searching “Transmisi Tenaga Listrik”
http://my.opera.com/rommye/blog/show.dml/6820871
http://image.made-inchina com/2f0j00TMnaDQOJCtiN/Conductor jpg
china.com/2f0j00TMnaDQOJCtiN/Conductor.jpg
• http://www.myinsulators.com/acw/bookref/insulator/cotto
n-fig10.11.jpg
• http://www.djlpe.esdm.go.id
Download